32.1 C
Bogor
Friday, May 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 977

Kolam Renang BIM Tutup Sementara Usai Pengunjung Tenggelam

0

JURNAL INSPIRASI – Pengelola kolam renang BIM (Bina Insan Mandiri) mengeluarkan pengumuman tutup sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Pengumuman ini disampaikan pihak BIM melalui story Instagram resmi @bim_waterboom, Senin (20/12/2021).

Sebelumnya, seorang anak berinisial D (7) asal Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten dinyatakan meninggal dunia di wisata air BIM pada Minggu (19/12), pukul 12.00 WIB.

Korban datang bersama rombongan PAUD As Salam dengan didampingi orangtua masing-masing memutuskan untuk berwisata di BIM waterboom yang berlokasi di Cimesir, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Banten.

Informasi yang didapat, rombongan As Salam tiba di BIM pukul 10:00 WIB dan siswa yang didampingi oleh orangtua, kemudian bermain air di kolam renang.

BACA JUGA Perawat Alami Pelecehan Seksual, Tersangka Driver Taksi Online

Sekitar pukul 12.00 WIB, Dewi orangtua D (7) mencari korban yang hilang di area kolam. Kemudian Dewi melihat anaknya tenggelam dan mendapatkan pertolongan dari pengunjung lain dan petugas yang ada di BIM. Setelah dievakuasi korban tidak sadarkan diri dan dilarikan ke RS Kartini. Tepat pukul 12.39 WIB tim medis RS Kartini menyatakan korban meninggal dunia.

Kasatrekrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono membenarkan adanya peristiwa tenggelam yang menyebabkan korban meninggal dunia di salah satu wisata air di Kabupaten Lebak. “Iya betul, kita sedang dalami dan gali informasinya” kata Indik.

**mia nurjanah/mg-uika

Belasan Huntap tak Lama Lagi Siap Huni

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak 17 unit hunian tetap (huntap) untuk korban bencana pergerakan tanah di Kampung Suluduk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, tidak lama lagi akan dihuni. Konsultan pengawas PT Delta Arsitektur Persada, Inaps mengatakan, progres pembangunan huntap di Desa Wangunjaya saat ini sudah mencapai 95 persen.

“Untuk saat ini sudah 95 persen, dengan kontrak 2 bulan dalam waktu beberapa hari lagi selesai,” kata Inaps kepada Jurnal Bogor, Selasa (21/12).

Selain pelaksanaan bangunannya yang dikerjakan  sesuai  dengan gambar teknis, Inaps menyebut,  lahannya juga sudah ada penelitian sebelumnya dari pihak dinas terkait.

BACA JUGA Cijayanti Kembali Dikepung Banjir

Satu unit bangunan huntap tersebut berukuran 6×6, dengan dilengkapi dua kamar dan satu kamar mandi dengan jaringan listrik, sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

Sementara itu, Kepala Desa Wangunjaya Hanapi menjelaskan, pascakejadian longsor pada 2020 silam, sudah satu tahun lebih masyarakat menetap di hunian sementara (huntara) yang berdiri di fasilitas umum.

Pihak desa dengan segala upaya menghibahkan lahan untuk didirikannya huntap tersebut yang langsung ke pemerintahan daerah (pemda).

“Karena memang kondisi hunian sementara itu didirikannya di fasilitas umum dan kontraknya itu satu tahun, sehingga saya bagaimana mengejar program ini agar segera cepat terselesaikan,” ujarnya.

BACA JUGA Pemdes Pasirtanjung Hibahkan Tanah Untuk Bangun Koramil

Selain komunikasi dengan dari berbagai pihak. Konsekuensinya kepala desa yang harus menyediakan lahan karena di Desa Wangunjaya tidak ada tanah negara.

“Jalan dan huntap ini yang dihibahkan seluas 2.360 meter. Kita melihat dari sisi kemanusiaan sehingga kita sangat perlu  membebaskan lahan ini senilai 250 juta,” jelasnya.

Menurut Hanapi, sesuai dengan visi misinya,  ingin membuat masyarakat bahagia dan tersenyum karena telah terkena musibah.

“Ini memang yang didiharapkan oleh para korban karena mereka sudah tidak punya apa-apa, tentunya mereka sangat gembira dengan selesainya huntap ini,” kata dia.

BACA JUGA Perawat Alami Pelecehan Seksual, Tersangka Driver Taksi Online

Hanapi berharap huntap tersebut dapat diresmikan oleh orang nomor satu di bumi Tegar Beriman yaitu Bupati Bogor Ade Yasin.

“Kita sudah kordinasi dengan dinas dan kecamatan akan mempersiapkan untuk kunjungan Bupati dan warga semua disini tentunya sangat menunggu kedatangannya,” pungkasnya.

**andres

Pemdes Pasirtanjung Hibahkan Tanah Untuk Bangun Koramil

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Pasirtanjung, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor siap menghibahkan tanah seluas 450 meter untuk pembangunan kantor Koramil. Pasalnya, keberadaan koramil di Kecamatan Tanjungsari  sangat diperlukan untuk  mendukung membantu keamanan dari Polri.

“Hibah tanah tersebut adalah aset  dari Pemdes yang berlokasi di Kp Pasir Tanjung  RT 07 RW 03 Desa Pasirtanjung  hal ini mengingat lebih kurang 20 tahun belum ada,” ujar Kepala Desa Pasirtanjung Marwan kepada Jurnal Bogor, Selasa (21/12/21).

BACA JUGA Cijayanti Kembali Dikepung Banjir

Menurutnya, masyarakat Desa Pasirtanjung  juga sudah bersepakat mengusulkan hibah tanah untuk membangun Koramil, sedangkan lahan tanah yang akan dijadikan koramil posisinya mesti strategis.

“Melalui hibah tanah ini pemdes berharap nantinya sinergitas TNI – Polri  dalam menjalankan kamtibmas  semakin baik, apalagi Kecamatan Tanjungsari berbatasan langsung  dengan Kabupaten Cianjur. Semoga dengan adanya kantor Koramil nanti sinergitas TNI dan Polri semakin erat untuk keamanan di Tanjungsari khususnya,” pungkas Marwan.

**nay/ramses

Cijayanti Kembali Dikepung Banjir

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan Kepala Keluarga (KK) dan ratusan jiwa terkena dampak banjir sedalam 1,5 meter akibat tingginya curah hujan yang berlokasi di kampung Babakan Cicerewed, RT 04,05/ RW 01, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Cijayanti, Ahmad Paojan membenarkan bahwa di wilayahnya mengalami banjir sedalam satu meter lebih sejak 20 Desember 2021.

“Banjir kemarin menenggelamkan 32 rumah di kampung Babakan Cicerewed dan kita Pemerintah Desa segera mengambil tindakan cepat dengan cara mengevakuasi warga yang terdampak banjir.” katanya, kepada Jurnal Bogor, Selasa ( 21/12/21).

BACA JUGA Perawat Alami Pelecehan Seksual, Tersangka Driver Taksi Online

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan adanya bencana banjir dari pemerintah setempat,  sekitar pukul 16.40 WIB pada 20 Desember 2021 dan kejadian tersebut sekitar pukul 16.30 WIB yang lokasinya di kampung Babakan Cicerewed RT 04/01, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Penyebab banjir tersebut akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi dan cukup lama sehingga menyebabkan luapan sungai Sarapati masuk ke pemukiman warga hingga ketinggian air 1,5 meter,” jelasnya.

Mendapati hal tersebut, tim BPBD  segera mengambil penanganan lalu melakukan pendataan terhadap warga yang terkena dampak banjir. Sekitar 32 KK dan 104 jiwa mengalami dampak banjir ini dan sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan sekarang ini sedang melakukan pengerjaan normalisasi aliran sungai.

**nay/wisnu

Perawat Alami Pelecehan Seksual, Tersangka Driver Taksi Online

0

JURNAL INSPIRASI – HS (54), mantan driver taksi online ditahan Polresta Bogor Kota atas kasus pelecehan seksual terhadap perawat berinisial EA (47). Kasus tersebut sebelumnya sempat ditangani oleh Polda Metro Jaya, namun dilimpahkan ke Polresta Bogor Kota lantaran TKP berada di ‘Kota Hujan’.

“Perkembangan terakhir, tersangka sudah ditahan. Laporannya adalah dugaan pencabulan,” ujar Wakapolresta Bogor Kota Bogor, AKBP Ferdy Irawan kepada wartawan, Senin (20/12).

Kata dia, saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan instenstif kepada tersangka dan para saksi.

BACA JUGA Alun- Alun Kota Bogor yang Baru Diresmikan Kini Ditutup Sementara, Ini Alasannya

“Korban ini awalnya melapor ke Polda Metro Jaya. Kemudian setelah melaksanakan pemeriksan penyidik di sana disebutkanlah tempat kejadian perkara di Kota Bogor. Sehingga Polda Metro Jaya berkordinasi dengan Reskrim Polresta Bogor Kota untuk mengecek tempat yang disebutkan korban,” jelas Wakapolresta.

Menurutnya, berdasarkan keterangan korban awalnya tersangka merupakan pengemudi salah satu taksi online. Mulanya, tujuan perjalanan dari Pesanggrahan ke Stasiun Kebayoran Lama. Namun, pada saat diantar terjadilah pembicaraan, tersangka menawarkan untuk diantar ke rumah korban di Kota Bogor.

Dalam perjalanan tersangka menyampaikan kepada korban bahwa korban ini perlu di rukiyah dibersihkan. Sesampai di rumah korban dirukiyah oleh tersangka.

“Dugaan pencabulan ini justru terjadi setelah pelaksanaan rukiyah tersebut, mereka jalan kembali dalam mobil dan di mobil tersebutlah terjadi dugaan pencabulan oleh tersangka,” ucapnya.

BACA JUGA Hasil Sidak Wabup, Banyak Proyek Anggaran Besar Tidak Selesai Tepat Waktu

Kata Wakapolresta, rukiyah yang dilakukan yakni dimandikan dan didoakan untuk buang sial. “Dalam proses ruqiyah sendiri ada dugaan pencabulan karena sudah meraba ke area tertentu. Tetapi pencabulan dengan pemaksaan itu terjadi di mobil tersangka.

“Ya, motifnya tersangka ini terangsang karena pada saat dirukiyah itu meraba-raba bagian tertentu dari pada bagian tubuh korban,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa tersangka disangkakan Pasal 289 KUHP tentang dugaan pencabulan dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa handphone, pakaian korban, bukti pemesanan taksi online dan mobil. “Tersangka sendiri ditangkap di Jakarta dibantu oleh Polda metro Jaya,” pungkasnya.

**Fredy Kristianto

Alun- Alun Kota Bogor yang Baru Diresmikan Kini Ditutup Sementara, Ini Alasannya

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor akhirnya menutup kembali Alun-alun Kota Bogor. Hal itu dilakukan menyusul adanya kerumunan warga saat akhir pekan lalu. 

Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan, timbulnya kerumunan karena banyaknya warga yang berkunjung ke Alun-Alun Kota Bogor memang menjadi salah satu penyebab ditutupnya tempat publik tersebut.  

Meski di sisi lain, penutupan juga dilakukan agar proses pemeliharaan alun-alun berjalan lancar.

“Alun-alun ini kan baru selesai, jadi butuh pemeliharaan terlebih dahulu. Apalagi rumput dan tanaman di sini baru kita tanam, khawatir rumput yang baru kita tanam terinjak-injak dan mati,” katanya, Senin (20/12/2021).

BACA JUGA Hasil Sidak Wabup, Banyak Proyek Anggaran Besar Tidak Selesai Tepat Waktu

Wanita yang akrab disapa Esti itu menegaskan, kendati Alun-alun Kota Bogor ditutup sementara namun masyarakat masih bisa berkunjung ke alun-alun jika hanya ingin berswafoto (selfie) ria.

“Kalau hanya sekedar foto-foto di Alun-alun Kota Bogor masih bisa. Tapi semua fasilitas yang ada di alun-alun untuk sementara waktu belum bisa digunakan karena masih dalam perawatan,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan di lokasi, hampir semua fasilitas di Alun-alun Kota Bogor sudah dipasangi garis police line. Hal tersebut bertujuan sebagai tanda jika fasilitas Alun-alun Kota Bogor belum bisa digunakan untuk pengunjung.

BACA JUGA H. Sulaeman: Pemakaian Aset Pemda Harus Jelas Retribusinya

Adapun sejumlah fasilitas yang dipasangi police line diantaranya, fasilitas olahraga, fasilitas bermain, jogging track, lapangan utama, area hall tribun teater, hingga sebagian besar area taman alun-alun yang ditumbuhi pepohonan dan tanaman.

“Intinya masyarakat boleh berkunjung ke Alun-alun Kota Bogor, hanya saja tidak boleh melewati garis polisi yang dipasang petugas. Kalau untuk foto-foto boleh saja, kalau untuk nongkrong dan duduk belum boleh,” tutupnya.

**ahmad solehudin

Hasil Sidak Wabup, Banyak Proyek Anggaran Besar Tidak Selesai Tepat Waktu

0

JURNAL INSPIRASI – Tinggal 10 hari lagi anggaran tahun 2021 ditutup. Itu membuat Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan pesimis kegiatan proyek jasa konstruksi, terutama yang menyedot anggaran besar tidak akan rampung tepat waktu sesuai kontrak.

Bukan tanpa bukti, berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan langsung yang dilakukannya.

“Tahun ini banyak perkerjaan yang nantinya bakal dibayar sesuai target pekerjaanya saja, seperti RSUD Ciawi, RSUD Parung, GOM dan lainnya. Kenapa? karena saya melihat waktu sidak tidak signifikan,” kata Iwan Setiawan, Senin (20/12).

BACA JUGA Tidak Ada Saluran Air, Kampung Babakan Kerap Kebanjiran

Dia menyebut penyebab banyaknya pekerjaan yang tidak selesai sesuai target, lantaran banyak pengusaha yang tidak mengetahui lokasi proyek dan kendalanya seperti apa. Sehingga pada saat mengerjakan proyek-proyek tersebut barulah para kontraktor mengeluhkan kendalanya.

“Seperti di RSUD Ciawi, mereka mengaku terkendala dengan akses, setelah itu menyalahkan hujan. Ini kan Bogor bukan Arab Saudi,” cetus Iwan.

Begitu juga dengan proyek penataan Cibinong Raya, Iwan mengaku sangsi jika proyek tersebut akan selesai tepat waktu. “Kalau proyek-proyek besar kemungkinan adendum ya, karena kita lihat durasi waktunya bukan durasi kesulitan untuk memperbaikinya karena ini bisa dilakukan. Saya juga tadi melihat agak pesimis untuk selesai tepat waktu seperti proyek di jalan Tegar Beriman apalagi ini sudah tanggal berapa?,” kata Iwan.

“Mungkin nanti kebijakan kita akan dilakukan adendum tapi tetap dengan mengkedepankan nilai denda, ya kecuali kalau memang susah dan memakan waktu lama mungkin ada pemutusan kontrak. Adendum nanti bisa lewat tahun, nantikan ada anggaran luncuran atau mungkin ada kontraktual karena kita mempunyai dua teknis yaitu adendum, putus kerja atau dikontraktualkan lagi,” sambung Iwan.

BACA JUGA Masih Dibawah 70 Persen, Satgas Covid-19 Cigombong Geber Vaksinasi

Dia juga menambahkan, ketika para kontraktor menemukan masalah tidak pernah berkomunikasi dengan Pemkab Bogor. Padahal, lanjut Iwan, pihaknya siap untuk membantu kontraktor dalam menjalankan pekerjaanya.

“Sampai saat ini belum ada kontraktor yang komunikasi. Tapi yang jelas kita siap bantu kalau perlu penertiban pembersihan yang menggangu kerja dari kontraktor itu,” ungkapnya.

Diberitakan, sebelumnya, pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung dipastikan ngaret. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bakal merekomendasikan CV Ratu Zalfa, kontraktor pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung, agar tidak dilibatkan lagi dalam kegiatan proyek jasa konstruksi di Bumi Tegar Beriman.

Sebab, hingga sepekan menjelang berakhirnya kontrak kerja, progres pekerjaan fisiknya masih dibawah 60 persen.

“Sekarang progresnya baru 55 persen, dimungkinkan bisa jadi luncuran dan diberikan penambahan 50 hari kerja,” ujar Kabid Sarpras SMP Disdik Kabupaten Bogor, Rameni.

BACA JUGA H. Sulaeman: Pemakaian Aset Pemda Harus Jelas Retribusinya

Dia menjelaskan, sejauh ini Disdik Kabupaten Bogor sudah memberikan dua kali teguran kepada CV Ratu Zalfa. Ketika diberikan penambahan waktu kerja selama 50 hari tapi masih tidak rampung pekerjaannya, maka teguran ketiga berupa putus kontrak diberikan. Selanjutnya Disdik Kabupaten Bogor akan merekomendasikan agar CV Ratu Zalfa di-blacklist.

“Sesuai aturan berlaku, ketika penambahan waktu berjalan, kontraktor dikenai denda pinalti sebesar satu per mil per hari dari nilai kontrak,” tegasnya.

Sanksi mengenai denda keterlambatan proyek per hari, Rameni menerangkan, diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

BACA JUGA Calon Pengantin Wajib Divaksin Covid-19

Dalam Pasal 120 Perpres mengatur, penyedia barang/jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam kontrak, dapat dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu/permil) dari harga kontrak atau bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan tidak melampaui besarnya jaminan pelaksanaan.

Pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung berdasarkan kontrak kerja dimulai 30 Agustus dan berakhir 27 Desember 2021. Dikerjakan CV Ratu Zalva dan konsultan pengawas CV Prima Consult dengan nilai anggaran Rp2,5 miliar lebih.

**dede suhendar

Tidak Ada Saluran Air, Kampung Babakan Kerap Kebanjiran

0

JURNAL INSPIRASI – Warga Kampung Babakan, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan tidak adanya drainase atau saluran air di wilayahnya. Sebab, tidak adanya saluran air di perkampungan, mengakibatkan terjadinya banjir.

Ibu Noni, warga Kampung Babakan mengaku, selama ini perkampungannya yang berada di dataran rendah, kerap kebanjiran saat musim hujan. Bahkan, air yang berada di atas persisnya di Jalan Raya Sukabumi-Ciawi, mengalir nya ke kampung ini. “Seperti sekarang, kalau hujan lebat pasti air masuk ke rumah,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi seperti ini sudah lama terjadi. Dimana, tidak ada saluran air pembuangan menuju aliran kali yang berada di belakang kampung.

BACA JUGA Masih Dibawah 70 Persen, Satgas Covid-19 Cigombong Geber Vaksinasi

Keluhan warga, lanjut Noni, sudah pernah disampaikan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Cimande Hilir beberapa tahun lalu. Namun, sampai sekarang belum juga ada realisasi untuk pembuatan saluran air tersebut.

“Pernah dari pihak desa dan kecamatan meninjau. Dan informasi nya anggaran pembuatan drainase sudah dimasukkan kedalam program pembangunan desa waktu itu. Tapi sampai sekarang belum juga ada pembuatan saluran,” ungkapnya.

Noni dan warga Kampung Babakan lainnya pun merasa heran dan bertanya-tanya, terkait anggaran pembuatan saluran air untuk di kampungnya yang sudah dimasukkan dalam program pembangunan desa.

“Memang saat itu zaman kades lama,  sebelum kades yan sekarang. Saya kuatir anggarannya malah dipake untuk kampanye, soalnya saat itu sudah mendekati pemilihan kades,” tegas Noni.

BACA JUGA Drainase Tersumbat Sampah, Warga Cemplang Kebanjiran

Selain drainase, sambung Noni, persoalan yang sampai sekarang masih dipertanyakan warga, terkait adanya air dibawah tanah ketika menggali. Hal itu terjadi, baru-baru ini setelah adanya pabrik.

“Rumah saya sedang direnovasi, saat menggali tanah untuk pondasi, malah keluar air dengan kondisi sudah tercemar dan bau. Padahal kedalamannya hanya 1 meter. Kalau dulu tidak pernah ada air seperti ini,” paparnya.

Noni berharap, Pemdes Cimande Hilir merealisasikan keluhan warga untuk adanya pembuatan saluran air. Sehingga, air hujan maupun air limpahan dari jalan, tidak membanjiri rumah warga.

“Keluhan kami ini mudah-mudahan didengar dan langsung ada penanganan dari desa maupun Pemkab Bogor,” imbuhnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari pihak Pemdes Cimande Hilir maupun Kecamatan Caringin.

**dede suhendar

Masih Dibawah 70 Persen, Satgas Covid-19 Cigombong Geber Vaksinasi

0

JURNAL INSPIRASI – Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mulai dari Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cigombong, Polsek Cigombong-Cijeruk, Koramil 2123 Cigombong-Cijeruk dan tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Cigombong, terus melaksanakan kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), mulai dititik pintu Tol Bocimi atau perbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi maupun didalam Pasar Tohaga Cigombong.

Plt Camat Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat mengatakan, pelaksanaan kegiatan PPKM terus dilakukan Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong atau jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

“Untuk lokasi kegiatan PPKM kami lakukan sekitar perbatasan atau di pintu Tol Bocimi dan Pasar Tohaga Cigombong,” ungkapnya kepada wartawan.

BACA JUGA H. Sulaeman: Pemakaian Aset Pemda Harus Jelas Retribusinya

Didalam pelaksanaan PPKM, lanjutnya, petugas tidak hanya menghimbau warga untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (Prokes). Tetapi, ada pembagian masker dan juga pelaksanaan kegiatan vaksinasi untuk warga Cigombong khususnya dan Kabupaten Bogor umumnya.

 “Alhamdulillah melalui kegiatan PPKM dan menyediakan layanan lapangan vaksinasi, banyak warga Cigombong yang dilakukan vaksin terutama dosis pertama,” aku Asep Achadiat Sudrajat.

Plt Camat Cigombong yang malang melintang di dinas Kabupaten Bogor itu membeberkan, jika capaian vaksinasi di wilayahnya belum mencapai target, yakni masih dibawah 70 persen.

Untuk itu, sambung Asep Achadiat Sudrajat, Satgas Covid-19 Kecamatan Cigombong berupaya agar capaian vaksinasi hingga akhir tahun bisa mencapai target, sesuai yang diprogramkan pemerintah pusat.

“Makanya kegiatan layanan lapangan vaksinasi di Pasar Tohaga Cigombong, kami laksanakan tiap hari hingga hari ke tiga,” ungkapnya.

BACA JUGA Drainase Tersumbat Sampah, Warga Cemplang Kebanjiran

Asep Achadiat Sudrajat mengakui, melalui kegiatan layanan lapangan vaksinasi ini, sangat membantu capaian target vaksinasi di wilayah Cigombong.

“Mudah-mudahan target tercapai dan pelanggaran Prokes warga tidak ada, setelah kami terus galakan kegiatan PPKM ini,” paparnya.

Asep Achadiat Sudrajat menargetkan, setiap harinya sekitar 2.159 orang per kecamatan atau 15.113 orang setiap minggunya yang divaksin. Dan jika ke tingkat desa sekitar 240 orang setiap harinya atau 1.680 per minggu.

“Target vaksinasi tersebut sesuai arahan dari pimpinan saat rapat melalui zoom meeting,” imbuhnya.

BACA JUGA Calon Pengantin Wajib Divaksin Covid-19

Sebelumya, Rina, warga Kampung Kongsi RT 002/004 Desa Cigombong menyatakan, kegiatan vaksinasi lapangan yang dilaksanakan oleh Forkopimcam Cigombong ini, sangat membantu masyarakat.

Rina mengaku, menjadi pedagang di Pasar Tradisional Cigombong yang rutinitasnya setiap hari, membuatnya tidak pernah ada waktu berlama-lama untuk diluar pasar, termasuk ikut kegiatan vaksin yang sering dilakukan pemerintah desa.

“Alhamdulilah hari ini ada kegiatan vaksin lapangan dan pemberian masker. Saya kebetulan belum divaksin, jadi bisa ikut divaksin sinovac dosis pertama tanpa harus terganggu aktifitas jualan saya di pasar,” akunya.

Rina sangat mengapresiasi para petugas vaksinasi yang begitu humanis saat menanyakan sudah atau belumnya divaksin. Sehingga, sikap petugas nakes tersebut membuat dirinya lebih percaya diri saat disuntik vaksin.

**deni pratama

Sukses Menggelar Silaturahmi Cup ke-1, Rusmin Gagas Turnamen Voli Laladon Open

0

JURNAL INSPIRASI – Setelah sukses menggelar turnamen voli bertajuk “ Silaturahmi Cup ke-1” yang diikuti beberapa RW yang ada di Desa Laladon,  Rusmin selaku Kades Laladon akan kembali menggelar event serupa yang lebih besar lagi.

“ Alhamdulilah event voli Silaturahmi Cup ke-1 yang digelar di Lapangan Voli RW 09, Kampung Bubulak telah  berjalan sukses dan lancar,” tegas Rusmin, Senin, 20 Desember 2021.

Rusmin menambahkan, dalam ajang Silaturahmi Cup ke-1 ini diikuti oleh 12  tim yang berasal dari 4 RW di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

BACA JUGA RELLE Team Kampiun Zoema MLBB Offline

Turnamen Silaturahmi Cup ke-1, kata Rusmin, bertujuan untuk meningkatkan rasa persahabatan dan persaudaraan semua warga yang ada di empat RW di  Desa Laladon.

Selain itu,  turnamen kali ini juga bertujuan  untuk kembali meningkatkan gairah olahraga masyarakat yang ada di Desa Laladon ditengah Pandemi Covid-19  yang mulai melandai.

“Kedepannya turnamen voli Silaturahmi ke-2 ini akan melibatkan  semua RW yang ada di Desa Laladon,” tegas Rusmin, Senin, 20 Desember 2021.

BACA JUGA Tim Dayung Kabupaten Bogor Tampil Gemilang

Rusmin berharap dengan adanya event ini juga minimal nantinya akan muncul minat generasi muda di desanya terhadap olahraga bola voli.

Namun demikian, tambah Rusmin, pihaknya masih terkendala soal tidak adanya sarana olahraga yang ada di wilayahnya.

Ia menambahkan, dalam Silaturahmi Cup ke-1 ini , RW 08 keluar sebagai juara pertama dengan mengalahkan RW 09  dengan skor 3-1.

Sementara untuk posisi ketiga dan keempat ditempati RW 03  dan RW 02. “ Semua juara dalam event Silaturahmi Cup ke-1 ini mendapatkan uang pembinaan yang sangat bermanfaat,” tuntasnya.

**as.pangrango