31.3 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 976

Hari Ibu, Srikandi Cihud Tanam 1000 Pohon

0

JURNAL INSPIRASI – Dalam memperingati Hari Ibu, kader PKK Desa Cihideung Udik (Cihud), Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor melakukan Aksi Tanam 1000 Pohon di sepanjang Jalan Bedungan Cihud.

Penanaman pohon itu agar masyarakat memiliki rasa cinta terhadap lingkungan hidup.

Ketua Tim PKK Desa Cihud, Susilawati mengatakan Hari Ibu merupakan hari bersejarah bagi semua ibu di seluruh dunia.

Baca Juga Bogor Ganjil Genap Lagi

Momentum Hari Ibu kali ini, Tim PKK bersama Pemdes, tim kreatif Cihud, dan pelajar melakukan penanaman pohon pucuk merah dan jambu.

“Menanam pohon sama saja dengan merawat anak. Pohon bukan hanya ditanam, akan tetapi harus dirawat yakni disiram dan dijaga agar pohon tidak mati,” kata dia kepada wartawan, Rabu (22/12).

Kepala Desa Cihud, H. Denny mengatakan Aksi Tanam 1000 Pohon oleha para Srikandi Desa Cihud di Hari Ibu dengan tema rawat dan tanam sekarang untuk masa depan.

Baca Juga Pembangunan Masjid Agung Molor Lagi

“ini bentuk kepedulian kaum ibu akan kelestarian alam,” tandasnya.

Penanam pohon di sepanjang Jalan Bendungan Cihud salah satu jalan yang dibangun lewat program Samisade dan merupakan akses wisata.

“Ini ada bentuk nyata dan langkah awal para Srikandi Rumah Tangga di Desa Cihud akan kelestarian lingkungan hidup untuk anak dan cucu di masa depan, ” tukasnya.

**arip ekon

Pembangunan Masjid Agung Molor Lagi

0

Kontraktor Didenda Rp1,5 M

JURNAL INSPIRASI – Lanjutan pembangunan Masjid Agung di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, senilai Rp32 miliar kembali molor. Akibatnya, pelaksana proyek dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp1,5 miliar.

Kepada wartawan, Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati mengatakan bahwa pihaknya telah memonitoring dan melaksanakan survei ke proyek tersebut.

“Pelaksana pekerjaan didenda Rp1,5 miliar, sebab akan ada keterlambatan 50 hari kerja atau dua bulan sejak deadline kontrak,” ujar Syarifah, Selasa (21/12).

BACA JUGA Bogor Ganjil Genap Lagi

Menurut dia, sebelum mengunjungi lokasi proyek, pihaknya telah berembuk dengan konsultan pengawas, perencana, kontraktor, PPK dan Inspektorat. Karena adanya banyak hal yang dipertimbanga, maka opsinya adalah memperpanjang waktu kerja,” jelasnya.

Syarifah menuturkan bahwa hal tersebut sesuai dalam aturan pengadaan barang dan jasa berupa adendum atau perpanjangan 50 hari kerja.

“Konsekuensinya kontramtoe didenda satu permil per hari, sampai 5 persen dari kontrak kerja. Kurang lebih totalnya Rp1,5 miliar,” imbuhnya.

Ia menegaskan, kontraktor juga sepakat menandatanganj berita acara denda tersebut. Presentase progres pembangunan Masjid Agung, sambung Syarifah, hingga pertengahan Desember baru 60 persen.

“Kami ingin cepat diselesakkan, agar awal 2022 bisa ditenderkan untuk lanjutannya,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, dalam perpanjangan proses pengerjaan, kontraktor akan memasang 14 ribu keping enamel yang dipasang di kubah masjid.

BACA JUGA Setiap Hari Bogor Barat Macet

Syarifah menjelaskan, sanksi berula blacklist akan dijadikan pertimbangan, apabila dalam perpanjangan nanti pekerjaan tak kunjung selesai.

Lambannya pengerjaan Masjid Agung juga mendapat sorotan dari Gerakan Masyarakat Pembela Tanah Air (Gempita) Indonesia.

Ketua Gempita Indonesia Firdaus Roy mengatakan, pelaksana pekerjaan harus dapat melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, sambungnya, sebagai pengguna anggaran dalam penentuan pemenang tender harus lebih selektif. Apalagi, sorotan publik sangat besar terkait perkembangan proyek itu.

“Harapan masyarakat pembangunan Masjid Agung ini dapat segera selesai dan tidak berlarut-larut, hingga rumah dapat dipergunakan secepatnya, jangan kalah dengan alun-alun yang sudah diresmikan sebagai fasilitas umum,” tegasnya.

** fredy kristianto

Bogor Ganjil Genap Lagi

0

Diberlakukan Situasional Jika Ruas Jalan SSA Padat

JURNAL INSPIRASI – Kota Bogor akan kembali memberlakukan Ganjil Genap jelang libur Natal hingga Januari 2022. Hal itu dilakukan untuk menekan laju penularan Covid-19.

Kepada wartawan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pemberlakukan Ganjil Genap dilakukan secara situasional pada Sistem Satu Arah (SSA) lingkar Kebun Raya Bogor (KRB), apabila ruas jalan tersebut padat.

Selain itu, kebijakan wajib vaksin di kawasan wisata juga tetap dilaksanakan dengan menempatkan sejumlah personil. “Kalau belum divaksin, akan divaksin di tempat,” ucapnya, Selasa (21/12).

BACA JUGA Selain Ditahan, Begal Payudara Diarak di Stasiun Bogor

Menurut dia, polisi juga mendirikan enam posko pengamanan dan satu pos pelayanan di Terminal Baranangsiang yang akan difungsikan sebagai sentra vaksin.

“Tim mobile juga dikerahkan untuk mengecek kerumunan. Ada tim crowd free road atau rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan. Sekaligus nanti pengamanan di gereja-gereja sebanyak 78 gereja,” imbuhnya.

Kata dia, pada malam tahun baru semua area publik akan ditutup, sehingga masyarakat diharapkan tetap berada di rumah. Ditanya mengenai hasil koordinasi Lima Kapolres, ia menegaskan kebijakan dari hasil pertemuan itu merupakan penyesuaikan dinamika perkembangan Covid-19.

BACA JUGA Setiap Hari Bogor Barat Macet

Lebih lanjut, sambungnya, sebanyak lima kapolres sepakat untuk membangun lima posko yang berfungsi sebagai posko prokes. Selain itu, akan digunakan sebagai area random rapid vaksin.

** fredy kristianto

Diskominfo Gelar Sosialisasi Perancangan Arsitektur dan Peta Rencana SPBE

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor menggelar Sosialisasi Perancangan Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Ruang Rapat DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (20/12).

Sosialisasi yang secara langsung dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah dilaksanakan dalam rangka penyusunan arsitektur SPBE Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar selaras dengan SPBE Nasional, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE.

Selain sebagai Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah diberi mandat sebagai Ketua Tim Koordinasi SPBE di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Bogor. Syarifah, melihat regulasi yang mendasarinya SPBE menjadi satu rancangan besar di dalam reformasi birokrasi dan memiliki irisan satu sama lain dengan Smart City.

BACA JUGA Selain Ditahan, Begal Payudara Diarak di Stasiun Bogor

Sekda mengatakan berkaitan dengan SPBE, Kota Bogor berada di trek yang pas karena dalam menetapkan sasaran, strategi dan apa yang ingin dibangun ke depan adalah membangun Smart City.

“Untuk membangun SPBE tidak melulu berkaitan dengan tools-nya, rancangannya dan sebagainya. Organisasi yang tepat dengan SDM yang tepat untuk mendukung dan menguatkannya secara berkesinambungan,” kata Syarifah dalam keterangan pers yang disampaikan Diskominfo.

Sekretaris Diskominfo Kota Bogor, Asep Zaenal Rahmat menjelaskan, SPBE adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE guna mewujudkan tata kelola pemerintah yang bersih, efektif transparan dan akuntabel serta layanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

“Selain itu tata kelola dan manajemen SPBE secara nasional diperlukan untuk meningkatkan keterpaduan dan efisiensi SPBE. Dan juga memberi peluang untuk mendorong dan mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka, partisipatif, inovatif dan akuntabel,” jelasnya.

BACA JUGA Setiap Hari Bogor Barat Macet

Selain itu kata dia, SPBE meningkatkan kolaborasi antar instansi pemerintah dalam melaksanakan urusan dan tugas pemerintahan guna mencapai tujuan bersama, meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan.

Sosialisasi SPBE secara langsung disampaikan Tim Evaluator Eksternal dan Instruktur Asistensi SPBE Kementerian PAN-RB, Soni Fajar Surya Gumilang.

Turut hadir beberapa pimpinan dan perangkat daerah, di antaranya Kepala Bappeda Kota Bogor, Rudy Mashudi yang juga memaparkan prognosis pembangunan Kota Bogor dan Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Bogor, Henny Nurliani.

**fredyk/rls

Tazkia Ajarkan Literasi Keuangan Syariah dan Sertifikasi Halal

0

JURNAL INSPIRASI – Institut Tazkia Bogor memenuhi undangan Bank NTB Syariah yang bekerjasama dengan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Provinsi NTB untuk memberi literasi keuangan syariah dan pelatihan sertifikasi halal bagi UMKM di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini dilakukan secara roadshow selama 5 hari, yang dimulai dari 20 hingga 24 Desember 2021 pada lima daerah, yakni Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Selatan, dan Lombok Utara.

Pada hari pertama pemberian materi di Hotel Lombok Plaza Kota Mataram, dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram Hj Baiq Herlina Idayani Effendy Eko Saswito, H Nurul Hadi (Direktur Dana & Jasa PT Bank NTB Syariah), Dr. Murniati Mukhlisin, Dr Indra, MSi selaku Direktur Halal Center Tazkia, Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Ketua DPD IWAPI Provinsi NTB), Onny Ekadana (Ketua DPC IWAPI Kota Mataram), dan I Nengah Candra Dewi (Branch Manager PT Bank NTB Syariah Cabang Utama Pejanggik).

BACA JUGA Setiap Hari Bogor Barat Macet

Direktur Halal Center Tazkia, Dr Indra mengatakan bahwa dukungan dari PT. Bank NTB Syariah sangat membantu percepatan pembangunan ekonomi daerah. Sebab, sambungnya, kegiatan itu diikuti oleh 100 lebih pelaku UMKM Kota Mataram.

“Ya, peserta dari berbagai sektor usaha, dan belum memiliki sertifikasi halal, sehingga diharapkan kedepannya UMKM Mataram dapat memahami alur proses pengajuan perizinannya,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Selasa (21/12).

Menurut Indra, sertifikasi halal bagi UMKM tidak lagi bersifat voluntary, namun telah menjadi dimandatory atau wajib untuk seluruh pengusaha di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mendukung visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.

Sementara itu, Tim Ahli Halal Center Tazkia, Yusuf Ibrahim menuturkan, sertifikasi halal bukan hanya sekadar untuk muslim saja, melainkan bermanfaat untuk mengembangkan bisnis UMKM, dimana dengan sertifikasi halal UMKM dapat memperluas ekspansi bisnisnya.

BACA JUGA Selain Ditahan, Begal Payudara Diarak di Stasiun Bogor

“Dan untuk pengembangan bisnis tersebut sertifikasi halal saja tidak cukup, perlu adanya nilai lebih dari produk tersebut. Maka dari itu, dalam kegiatan tersebut dilakukan pelatihan manajemen keuangan dan pengembangan produk juga,” ungkapnya.

Menurut dia, pemberian arahan bagi pelaku UMKM sangat penting untuk mempersiapkan manajemennya, pencatatan, dan pengepakan produk.

“Konsep tersebut diberikan oleh koordinator pusat studi dan PKM Tazkia, Muhammad Dimas Anugrah Dwi Satria yang juga merupakan staf ahli kemenparekraf,” tukasnya.

fredy kristianto|*

Setiap Hari Bogor Barat Macet

0

Bupati Rumuskan Solusi Jangka Pendek, Menengah dan Jangka Panjang

JURNAL INSPIRASI – Permasalahan kemacetan di Kabupaten Bogor bagian barat dibahas Bupati, Sekda, Dandim dan Kapolres Gedung Setda, Selasa (21/12). Mereka menggelar rapat penanganan kemacetan di Bogor Barat yang juga dihadiri Dinas Perhubungan dan beberapa camat yang wilayahnya mengalami kemacetan.

Usai rapat, Bupati Bogor Ade Yasin  kepada wartawan mengatakan, salah satu upaya untuk mengatasi kemacetan di Bogor Barat mesti adanya jam operasional truk tambang.

Musababnya, wilayah Bogor Barat menjadi sorotan karena setiap hari mengalami kemacetan. Tak hanya itu, kondisi jalan juga menjadi rusak dilewati kendaraan yang melebihi tonase.

BACA JUGA Selain Ditahan, Begal Payudara Diarak di Stasiun Bogor

“Saya tadi sudah memberikan teknisnya agar ada solusi jangka pendek kaitan macet di Bogor Barat,” kata Bupati Ade Yasin usai menghadiri rapat koordinasi yang belangsung di

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu  kembali menegaskan salah satu penyebabnya karena banyak truk tambang yang tak bisa lewat dari Tangerang Selatan, sehingga Bogor Barat jadi perlintasan ke wilayah kota.

“Pada rapat tadi saya meminta ke Sekda untuk merumuskan kaitan pembatasan jam operaisonal. Karena, ketika tak ada kegiatan mereka boleh lewat dari pukul 20.00 WIB sampai 05.00 subuh,” katanya.

Ia menambahkan, pada jam pagi juga harus bisa dikondisikan karena ada anak sekolah dan masyarakat yang bekerja. Kalau dibiarkan terus menerus tak ada solusi apapun.

BACA JUGA Belum Diperbaiki, Jalan Menuju Kawasan Wisata Pancawati Rusak

“Seharusnya mereka juga bisa kontrol dan ngerem karena mengganggu dan merusak jalan yang sudah kita bangun,” keluhnya.

Dia menuturkan, ada berbagai upaya dan segera dirumuskan untuk memberikan solusi tepat mengenai kemacetan di wilayah Bogor Barat.

“Selain penertiban jam operasional, kami juga ada petugas dalops (Dishub) di titik kemacetan membantu mengurai arus lalin dan juga jalur alternatif menjadi penyebab kemacetan harus ditinjau ulang,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengaku, ada jangka menengahnya, tentunya harus banyak memperbaiki jalan rusak karena statusnya beda-beda, dan bukan kewenangan daerah saja.

“Untuk jalan di Kabupaten Bogor segera diinventarisir mana saja yang rusak, lalu kami sudah menyerahkan beberapa ruas jalan yang rusak jadi ada kewenangan Provinsi Jawa Barat termasuk jalan nasional,” kata Ade.

BACA JUGA Diduga Belum Berizin, Pemilik Kopi Baja dan Rest Area Dilayangkan Surat Teguran

Bupati mengaku pihaknya sudah menginventarisasi semuanya agar diperbaiki karena telah menjadi sumber kemacetan. Bahkan, rambu lalu lintas perlu ditambah dan di titik lain yang tak bermanfaat bisa dikurangi atau dinonaktifkan.

“Sebenarnya jalur IPB sering krodit, dan ada bunderan itu bisa dijadikan jalur lurus bisa dipangkas, karena penyebab kemacetan juga dan kami akan koordinasi dengan IPB secepatnya,” tuturnya.

Selain itu, untuk jangka panjangnya, pihaknya ingin membuka jalur Ciampea Rancabungur, dan sudah meminta segera dikaji biayanya apa lebih murah melebarkan jalan atau lebih murah membuat jalan baru dan dilakukan secara bertahap karena anggaran terbatas.

“Kami juga sedang minta petunjuk ke Kementrian untuk perubahan RTRW ini saling suport. Karena yang tidak boleh jalan kita, Tangerang saja bisa tidak dilewati,” katanya.

BACA JUGA Cijayanti Kembali Dikepung Banjir

Sementara itu menurut Camat Dramaga yang hadir dalam rapat tersebut berharap program jangka pendek itu bisa dilaksanakan untuk mengurai kemacetan di Bogor Barat. Seperti dibuatnya sodetan-sodetan dipersimpangan dan  diberlakukan jam tayang tapi yang paling penting dibuatnya Peraturan Bupati mengenai perlintasan di Bogor Barat.

“Dan untuk di titik Dramaga masalah  terbesarnya itu ada di jalur pertigaan Duta Berlian di Jalan Lingkar Dramaga (JLD) tapi itu sebenarnya tidak bisa parsial karena kemacetan itu terjadi mulai dari Bogor Dramaga hingga Leuwiliang (Bodali),”katanya.

Camat Dramaga pun mengatakan potensi yang menyebabkan kemacetan di Bogor Barat juga karena banyaknya bangunan yang berdiri digaris sepadan garis jalan.

“Untuk mengatasi kemacetan juga tidak membuat bangunan di pinggir jalan dan juga  untuk jalur JLD ada perbaikan lagi kedepanaya,” pungkasnya.

**cepi kurniawan

Selain Ditahan, Begal Payudara Diarak di Stasiun Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Pius Satrio (27), seorang begal payudara yang kerap beroperasi di kawasan Bogor Tengah, Kota Bogor harus menikmati dinginnya hotel prodeo.

Bahkan, ia pun diberi sanksi sosial oleh Wanita Penegak Hukum Kota Bogor yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Dishub dan Srikandi  Satpol PP, dengan diarak di Stasiun Bogor mengenakan baju tahanan sambil dikalungi tulisan “Tersangka Begal Payudara” tanpa menggunakan penutup wajah pada Selasa (21/12).

Perwakilan Wanita Penegak Hukum, Kompol Pahyuni mengatakan, peristiwa pembegalan payudara tersebut diketahui setelah adanya laporan dari korban pada Senin (20/12) malam.

BACA JUGA Diduga Belum Berizin, Pemilik Kopi Baja dan Rest Area Dilayangkan Surat Teguran

Mulanya, peristiwa terjadi saat dua perempuan pulang kerja pada pukul 22.30 WIB. Kemudian ketika dalam perjalanan terlihat seorang lelaki mengendarai sepeda motor. Lantaran jalannya sempit, keduanya pun memberikan jalan kepada si pengendara. Sialnya, setelah diberi jalan pelaku justru memegang payudara salah satu perempuan itu.

Kemudian, korban pun berteriak dan membuat warga sekitar beramai-ramai menangkap pelaku yang bekerja sebagai teknisi pada salah satu rumah sakit di Jakarta ini.

“Pada waktu yang sama, itu ada saksi yang melihat sehingga pelaku tertangkap dan kemudian diserahkan ke Polresta Bogor Kota Bogor,” ujar Pahyuni saat konferensi pers di Stasiun Bogor, Selasa (21/12).

Menurut dia, Pius dijerat dengan Pasal 289 KUHPidana tentang pencabulan disertai kekerasan, dengan ancaman penjara hingga sembilan tahun.

** fredy kristianto

Belum Diperbaiki, Jalan Menuju Kawasan Wisata Pancawati Rusak

0

JURNAL INSPIRASI – Warga Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terutama yang berada di Kampung Ciherang Satim hingga Kampung Legok Nyenang mempertanyakan kerusakan jalan yang sampai saat ini belum ada perbaikan. Sebab, rusaknya ruas Jalan Pancawati membuat aktivitas warga terganggu.

Komeng, warga Kampung Legok Nyenang, Desa Pancawati mengeluhkan, ruas jalan milik Kabupaten Bogor, kondisinya sudah rusak parah.

Menurutnya, kerusakan jalan utama warga beraktivitas tersebut, sudah beberapa tahun lalu. Namun, hingga saat ini belum juga ada penanganan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Kalau hanya tambal sulam sih suka ada, tapi tidak bisa memperbaiki semua kerusakan jalan ini,” aku Komeng kepada wartawan.

BACA JUGA Orangtua Anak Paud Kecamatan Cijeruk Ikuti Sosialisasi Stunting

Komeng mengungkapkan, setiap hari warga harus melintasi jalan yang rusak dan berlubang. Kondisi seperti itu, sangat menggangu dan membahayakan para pengguna jalan lainnya.

“Tidak jarang pengendara motor terjatuh. Itu terjadi saat melindas lubang jalan,” paparnya.

Komeng minta agar perbaikan kerusakan Jalan Pancawati, segera dilakukan Pemkab Bogor. Mengingat, saat ini ruas jalan itu tidak hanya dilintasi atau digunakan warga saja, tetapi banyak dilintasi para pengendara dari luar daerah.

Hal itu terjadi, lanjutnya, karena wilayah Pancawati yang berada di Kaki Gunung Gede Pangrango, sudah menjadi kawasan wisata alam yang kerap didatangi pengunjung.

“Makanya dengan kondisi jalan seperti sekarang, kuatir wisatawan atau pengunjung menjadi males untuk datang lagi ke hotel, resort, restoran maupun tempat santai yang ada di Pancawati lainnya,” tegasnya.

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Rizky Akbar menegaskan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) agar ruas Jalan Pancawati masuk kedalam skala prioritas peningkatan di tahun 2022.

BACA JUGA Diduga Belum Berizin, Pemilik Kopi Baja dan Rest Area Dilayangkan Surat Teguran

“Mudah-mudahan tidak ada lagi efisiensi anggaran, biar ruas jalan itu masuk skala prioritas pembangunan di tahun depan,” ujarnya saat meninjau kerusakan jalan disekitar Pasar Cikereteg, beberapa waktu lalu.

Rizky Akbar yang akrab disapa Bombom menyatakan, peningkatan Jalan Pancawati harusnya dilaksanakan di tahun 2021. Namun, akibat Covid-19 memaksa Pemkab Bogor memangkas anggaran yang akan dialokasikan untuk perbaikan lanjutan ruas jalan tersebut.

“Mulai dari ruas Jalan Cikereteg sampai Pancawati, sudah menjadi skala prioritas saya untuk dilakukan perbaikan. Ruas jalan itu kan akses menuju kawasan wisata, jadi infrastruktur nya harus mendukung,” tukasnya.

**dede suhendar

Orangtua Anak Paud Kecamatan Cijeruk Ikuti Sosialisasi Stunting

0

JURNAL INSPIRASI – Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, melaksanakan sosialisasi penanganan stunting, Selasa (21/12). Kegiatan edukasi terhadap seratus orangtua anak Paud yang tersebar di empat desa di Kecamatan Cijeruk itu, dilakukan Penilik Paud Cijeruk, Kasie Penkes dengan narasumber dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Ketua Himpaudi Kecamatan Cijeruk, Aisah Nurhayati mengatakan, sosialisasi penanganan stunting ini sangat penting diberikan kepada semua orangtua yang masih memiliki anak dibawah lima tahun (Balita).

 “Makanya para peserta dalam sosialisasi ini, orangtua yang anaknya di Paud,” ungkapnya kepada wartawan di aula kantor Kecamatan Cijeruk.

BACA JUGA Daman Huri Harapkan BPD Beri Energi Baru Memajukan Desa

Tujuan dari kegiatan sekarang, lanjutnya, agar semua orangtua  memiliki wawasan dalam melakukan pencegahan stunting sejak dini.

Adapun ciri-ciri anak yang tergolong stunting, sambung Aisah, dapat di identifikasi. Utamanya dapat terlihat dari ketidak sesuaian usia dengan tinggi badan. “Kalau untuk penyebabnya, bisa  disebabkan oleh gizi, pengasuhan anak dan sanitasi,” paparnya.

Aisah berharap, melalui sosialisasi ini, bisa menjadi langkah untuk menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Cijeruk khususnya dan Kabupaten Bogor umumnya.

“Ini bisa menjadi stimulasi kepada orangtua agar memperhatikan peyebab stunting pada anak. Kami dari pendidik, hanya menangani pendataan yang terdapat di data pokok pendidikan (Dapodik), baik dari pengecekan tinggi badan serta kesesuaian umur,” jelasnya.

BACA JUGA Diduga Belum Berizin, Pemilik Kopi Baja dan Rest Area Dilayangkan Surat Teguran

Sementara, Penilik Pendidikan Paud Kecamatan Cijeruk, Ajat Sudrajat menegaskan, sosialisasi kepada orangtua anak Paud, harus terus dilakukan. Sehingga, Kecamatan Cijeruk terbebas dari stunting.

“Kegiatan ini bagian dari upaya kami dalam melakukan pencegahan stunting sejak dini. Karena, berbekal dari sosialisasi sekarang, orangtua anak menjadi tahu dan mengerti cara mencegah stunting,” tukasnya.

** deni pratama

Daman Huri Harapkan BPD Beri Energi Baru Memajukan Desa

0

JURNAL INSPIRASI – Pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di aula Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (21/12/21), diharapkan Kepala Desa Daman Huri memberi energi baru dalam memajukan desa.

Daman Huri mengatakan, PAW BPD saat ini dapat melanjutkan sinergitas yang sudah terjadi dan sudah sangat bagus. “Mudah-mudahan dengan satu masuknya ini akan menambah sinergitas dalam memajukan Desa Gunung Putri,” ucap A Heri kepada Jurnal Bogor.

Ditempat yang sama Entah Saripudin sebagai anggota BPD yang baru merasa senang dan bersyukur dengan terpilih kembali di menjadi anggota BPD. “Alhamdulillah telah dilaksanakan PAW BPD untuk 2019-2024 dan saya terpilih menjadi anggota BPD baru, mudah mudahan kedepannya saya bisa sinergi dengan kepala desa dan melaksanakan program desa,” katanya.

BACA JUGA Diduga Belum Berizin, Pemilik Kopi Baja dan Rest Area Dilayangkan Surat Teguran

Ia berharap dengan terpilihnya menjadi anggota BPD baru akan memberi sinergitas untuk lebih memajukan desa.

“Semoga semua bisa tertata rapi, mulai dari sampah, lingkungan dan sebagainya dan saya bisa bersinergi dengan pemdes untuk memajukan Desa Gunung Putri ini, dan semoga semua yang belum terlaksanakan akan terlaksana,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut hadir juga Danramil, Camat Gunung Putri, BPD, perangkat desa, LPM, karang taruna, dan Bumdes.

**nay/wisnu