31 C
Bogor
Friday, May 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 978

RELLE Team Kampiun Zoema MLBB Offline

0

JURNAL INSPIRASI – Pelaksanaan tournament Mobil Legend yang bertajuk Zoema MLBB  Offline 2021 berlangsung dengan sukses dan diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai wilayah yang ada di Kabupaten Bogor .

Dalam event yang digelar selama dua hari dari tanggal 18-19  Desember 2021  di Kafe  Zoema Pakansari,Cibinong, Kabupaten Bogor tersebut menghasilkan para juara yang berkualitas.

Untuk juara pertama dan juara kedua ditempati Relle Team. Sedangkan posisi juara ketiga diraih Magic ID.

BACA JUGA NPCI Kabupaten Bogor Rekrutmen Atlet

Perhelatan Zoema MLBB Offline ini merupakan salah satu event yang dilakukan Pengcab Esport Kabupaten Bogor yang menggandeng Kedai Zoema selaku UMKM  yang ada di Kabupaten Bogor.

Ketua Pengcab Esport Kabupaten Bogor, Sandhy Muhammad Ilham mengaku bangga dengan kerjasama yang dilakukannya bersama pihak kedai Zoema.

Apalagi, kata Sandhy, dalam event ini banyak mengundang perhatian para pemain dan klub esport yang ada di Kabupaten Bogor.

“Saya bangga dengan Zoema yang punya kepedulian dan gagasan kerjasama dengan Pengcab Esport Kabupaten Bogor untuk menggelar event MLBB Offline ini,” tegas Sandhy.  Senin, 20 Desember 2021.

BACA JUGA Tim Dayung Kabupaten Bogor Tampil Gemilang

Sementara itu, Parlin selaku owner Zoema mengatakan, event MLBB akan jadi agenda rutin yang akan dilakukannya dan kerjasama dengan Pengcab Esport Kabupaten Bogor.

“Ini event pertama kali yang dilakukan Pengcab Esport Kabupaten Bogor dengan Zoema.  Kedepanya kami akan menggelar event yang lebih besar lagi,” pungkas Parlin.

**as.pangrango

NPCI Kabupaten Bogor Rekrutmen Atlet

0

Jelang Peparda VI Tahun 2022

JURNAL INSPIRASI – National Paralimpic Committe  Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor tengah menyiapkan program rekrutmen para atlet disabilitas untuk menghadapi Peparda VI Tahun 2022 di Kabupaten Bekasi.

M Misbach

Rencananya program seleksi NPCI Kabupaten Bogor ini akan dilakukan Januari  hingga Maret 2022 mendatang.

Seleksi para atlet disabilitas yang akan jadi bagian Kontingen Kabupaten Bogor dalam Peparda VI tahun 2022 akan dilakukan pada 12 cabang olahraga seperti, Menembak, Panahan, Atletik, Renang, Tenis Meja, Tenis Kursi Roda, Angkat Berat, Catur, Judo , Bulutangkis dan Goalball.

Hal tersebut dikatakan Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach saat dijumpai awak media, Senin, 20 Desember 2021.

BACA JUGA Tim Dayung Kabupaten Bogor Tampil Gemilang

Lebih lanjut, kata Misbach,  proses seleksi ini akan berjalan selama tiga bulan sampai terbentuk dengan Tim Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor .  

“Seleksi dilakukan oleh pelatih masing masing cabang olahraga yang ada di NPCI Kabupaten Bogor,” tegas M Misbach

Pada pelaksanaan Peparda V Jabar 2018 di Kabupaten Bogor, Kontingen Paralimpic Kabupaten Bogor tampil sebagai juara umum  dengan raihan 197 medali emas.

“Target kami mudah mudahan dalam seleksi nanti akan ada atlet baru yang potensial dan bisa jadi bagian Kontingen Paralimpic Kabupaten Bogor,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, sambung Misbach, NPCI Kabupaten Bogor mentargetkan jadi juara umum dalam Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.

**as.pangrango

Tim Dayung Kabupaten Bogor Tampil Gemilang

0

Hari Pertama BK Porprov Cabor Dayung

JURNAL INSPIRASI – Para  atlet dayung Kabupaten Bogor menorehkan prestasi gemilang dalam pelaksanaan Babak Kualifikasi Porprov XIV Jabar 2021.

BK Porprov XIV Jabar 2021 untuk cabor dayung digelar mulai tanggal 20-27 Desember 2021 di Situ Cipule, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dalam pelaksanaan BK Porprov XIV Jabar 2021, Tim Dayung, PODSI Kabupaten Bogor yang saat ini dinahkodai Anton Suratto mengirimkan sekitar  43  atlet dan tampil pada 46 nomor pertandingan.

Pada hari pertama BK Porprov XIV Jabar 2021 untuk cabor dayung,  para atlet  dayung Kabupaten Bogor yang dilatih Laode Basri ( Canoeing Putra )  Nurhalimah ( Canoeing Putri) dan Romdhon Mardiana ( Rowing).

Untuk final slalom hari pertama, Senin (20/12), pedayung Kabupaten Bogor, Elsa Nuraisyah berhasil menorehkan medali emas dan Dadan Gumilar mendapatkan medali perak.    

 Sementara untuk nomor LM2X dua atlet dayung Kabupaten Bogor atas nama Abdulah Ahmad Fauzi dan Ageng Krismanto masuk final.

Sedangkan pada nomor W4X juga masuk final atas nama Ashya Maryalis, Silvia Juandi, Salma Witri dan Widya.

“ Ini baru hari pertama. Insya Allah kami akan terus all out agar semua atlet dayung Kabupaten Bogor bisa meraih tiket ke Porprov XIV Jabar 2022,” kata Laode Basri, pelatih Canoeing Putra Tim Dayung Kabupaten Bogor.

Hal yang sama dikatakan, Wiwin Suswandari salah satu official dan pengurus PODSI Kabupaten Bogor berharap, Tim Dayung Kabupaten Bogor bisa kembali meraih prestasi yang sesuai harapan dan bisa jadi juara umum lagi dalam Porprov XIV Jabar 2022 mendatang.

“ Semua atlet, pelatih dan pengurus teras PODSI Kabupaten Bogor  akan all out untuk memberikan prestasi terbaik bagi Kabupaten Bogor dalam Porprov XIV Jabar 2022 mendatang, tuntasnya.

**as.pangrango

H. Sulaeman: Pemakaian Aset Pemda Harus Jelas Retribusinya

0

JURNAL INSPIRASI – Dipakainya aset Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi PKL di area Tepi Jalan Umum (TJU) menjadi pertanyaan besar akan kinerja dinas terkait dan aparat penegak Perda yang seolah tutup mata. Seperti kesemrautan yang terjadi di Pasar Citeureup serta pungli yang dilakukan terang – terangan seolah menjadi hal biasa yang ada di Kabupaten Bogor.

H.Sulaeman

Mendapati hal tersebut anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS H.Sulaeman, ST. MM menilai, aset Pemda yang dipakai oleh PKL di Pasar Citeureup apalagi ada penarikan retribusi yang diduga menguntungkan diri sendiri atau golongan tertentu itu tidak dibenarkan. Bahkan kata dia, harusnya dinas terkait disini seperti DPUPR, Dishub, dan Satpol PP jangan diam dan tutup mata.

“Memungut biaya di  TJU yang memang merupakan aset Pemda, yang ketentuan dan kontribusinya  tidak jelas, tapi masih didiamkan itu sangat menjadi pertanyaan besar,” jelas Ustad Sulaeman biasa disapa, Senin (20/12/21).

BACA JUGA Drainase Tersumbat Sampah, Warga Cemplang Kebanjiran

Menurutnya, disini harus benar – benar ada ketegasan dari Dinas PUPR yang punya kewenangan untuk drainase, Dinas Perhubungan dan juga Satpol PP sebagai penegak Perda, serta aparat penegak hukum untuk mengulas pungli di lokasi tersebut. Mereka memang harus bersinergi karena pungutan yang diambil dari PKL di area TJU identik untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja.

“Camat sebagai komandan wilayah dalam urusan ini jika bener serius ingin dibereskan harus bersinergi , tuntaskan, kami DPRD sebagai legislatif selalu mendorong untuk melakukan perbaikan – perbaikan. Pertanyaannya mau diperbaiki atau memang mau dibiarkan,” papar H.Sulaeman.

Menurutnya, bagaimana caranya supaya pasar itu enak dilihatnya dengan nyaman, tertib, tidak semraut, dan tidak menimbulkan kemacetan sehingga kepentingan masyarakat di luar pedagang juga tidak merasa terganggu. Apalagi Citeureup itu jantung akses ke tempat wisata Sukamakmur, jika aksesnya terganggu, nantinya wisatawan juga sungkan dan enggan ke tempat wisata.

BACA JUGA Calon Pengantin Wajib Divaksin Covid-19

“Jadi harus bersinergi lah, untuk bersama – sama meningkatkan PAD di Kabupaten Bogor, harus ada kemauan serius dari Pemda untuk menata Pasar Citeureup yang lebih baik,” cetusnya.

Apalagi, masih kata dia, untuk pungli yang terang – terangan ini , Perumda Tohaga harus ambil sikap karena masalah ini sudah melampaui batas. Dengan masalah tersebut, DPRD juga pada Kamis (23/12) mendatang akan mempertanyakan sejauh mana kontribusi yang sudah ditarik oleh pengelola dari PKL area TJU di Pasar Citeureup .

“Mulai dari masuk atau tidaknya ke PAD Kabupaten Bogor penarikan tersebut, jika masuk berapa jumlahnya, seimbang atau tidak dengan jumlah yang ditarik dari PKL , dan sesuai atau tidak dengan dampak yang telah ditimbulkan jika tidak sesuai cut saja. Disini ketegasan dan kemauan Pemda sangat dibutuhkan dalam menyikapi Pasar Citeureup,” pungkasnya.

**nay nur’ain

Siswa di SDN Tapos Divaksin Covid Kedua

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tapos, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Kepala SDN Tapos Sukadir mengatakan, siswa di sekolahnya terdiri dari kelas 1 hingga 5, sementara yang baru  divaksin itu hanya siswa kelas 6.

Sesuai instruksi pemerintah, saat ini yang baru bisa divaksinasi  siswa sekolah dasar di Kabupaten Bogor dengan usia 12 tahun yaitu siswa kelas 6. Dari 23 siswa,  diantaranya 2 siswa tak bisa ikut vaksinasi karena hal lain.

BACA JUGA Drainase Tersumbat Sampah, Warga Cemplang Kebanjiran

“Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi kedua semua orang tua siswa mengizinkan. Tapi ada beberapa siswa  dalam sedang keadaan kurang sehat dan pilek  sehingga vaksinasinya ditunda,” ujar Kepala sekolah Tapos Sukadir kepada Jurnal Bogor, Senin (21/12).

Menurutnya, hampir seluruh orangtua siswa mengizinkan anaknya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, kecuali anak yang sedang kondisi tidak sehat.

Sementara, Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna menyebut kegiatan vaksinasi yang menggandeng tenaga kesehatan (Nakes) Babinsa, Bhabinmas serta Satpol PP terus dilakukan meski pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya telah mendekati target.

BACA JUGA Calon Pengantin Wajib Divaksin Covid-19

Menurutnya,  dari 77 persen target pemerintah, pelaksanaan vaksinasi di Desa  Pangkaljaya telah masuk 70 persen. “Meski ada beberapa warga wilayah RW ada yang belum divaksin tetapi capaian terget dipenghujung tahun ini,  sudah begitu banyak warga yang divaksin,” ujar Kades.

Menurutnya,  dari 13 RW, yakni 3 RW  terbilang  cukup banyak warganya  belum divaksin. “Meski pelaksanaan vaksinasi sudah dilakukan jemput bola, namun warga tersebut masih sulit diberikan pemahaman,” tukasnya.

**arip ekon

Drainase Tersumbat Sampah, Warga Cemplang Kebanjiran

0

JURNAL INSPIRASI – Hujan lebat pada Senin (20/12) sore  membuat permukiman warga  yang berada di  Kampung Cemplang, RT 27 RW 01, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor terendam banjir.

Musababnya, selain saluran drainase yang kecil, banyak sampah yang menutupi saluran drainase tersebut membuat air meluap ke permukaan dan menyebabkan banjir.

Amir warga sekitar mengatakan, sebanyak 7 rumah warga di wilayah tersebut terendam banjir sedalam 7 Centimeter. “Jadi air air numpah ke permukaan, kejadian sudah hampir 10 tahun terjadi semenjak lahan tergerus oleh pemukiman,” ungkapnya. Senin (20/12).

BACA JUGA Tim Hunter Vaksin Polsek Babakan Madang Cek warga yang belum Divaksin

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Cemplang, Odah yang mengatakan, banjir di wilayah tersebut setiap kali hujan lebat. Ia menyebut hal itu terjadi lantaran kurang pekanya masyarakat terhadap sampah yang menyumbat di saluran drainase itu.

“Ya, itu setiap kali hujan pasti banjir, seharusnya warga peka. Karena, kalau saluran-saluran dibersihin oleh warga gak bakal banjir, Itu kan akibat mampet sama sampah,” ujarnya.

Dengan kejadian tersebut yang seringkali terjadi, pihaknya sudah menganggarkan untuk pembangunan drainase di tahun 2022. “Itu sudah masuk di pembangunan tahun 2022, kemarin hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang),” pungkasnya.

**andres

Tim Hunter Vaksin Polsek Babakan Madang Cek warga yang belum Divaksin

0

JURNAL INSPIRASI – Tim Hunter Vaksin Polsek Babakan Madang Kabupaten Bogor melakukan razia terhadap warga yang belum menjalani vaksinasi. Razia tersebut dilakukan di depan Kantor Polsek Babakan Madang dan puluhan warga terjaring belum melakukan vaksinasi, Senin (20/12).

Dalam razia tersebut bagi warga yang belum melakukan vaksinasi akan dilakukan Vaksin di lokasi, dalam beberapa jam kurang lebih sudah mencapai 80 orang yang terjaring belum melaksanakan Vaksin.

Kapolsek Babakan Madang Kompol Silfia Rossa Tanjung SH, S.I.K. menjelaskan, Tim Hunter Vaksin Berburu Vaksin dengan sistem mobile melakukan pengecekan apakah warga tersebut sudah divaksin atau belum karena di lokasi kita sediakan vaksin maka langsung kita arahkan untuk vaksin pertama atau kedua.

BACA JUGA Samisade, Desa Sirnasari Sulap Jalan Setapak Jadi Jalan Roda 4

“Nantinya Tim Hunter Vaksin Akan melakukan mobile , seperti di pasar,  di tempat keramaian lainya, yang penting intinya kita mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat untuk melakukan vaksin, seperti di Pakansari sudah dilaksanakan seperti itu Tim Hunter Vaksin masyarakat yang berkerumun, yang melintas, yang melakukan kegiatan kita akan melakukan pengecekan apakah sudah divaksin apa belum,” ujarnya

Warga Babakan Madang Udin, yang sedang berkendara merasa kaget bahwasanya dirinya sedang berkendara disetop dan diarahkan ke kantor Polsek. “Ternyata kegiatan razia vaksin ya memang kebetulan saya belum divaksin berserta keluarga saya, dan saya ikut vaksin Hari ini. Ini juga positif warga yang belum menyempatkan di Vaksin akhirnya bisa ikut divaksin.” pungkasnya.

Nay / tedy

Samisade, Desa Sirnasari Sulap Jalan Setapak Jadi Jalan Roda 4

0

JURNAL INSPIRASi – Bupati Bogor Hj Ade Yasin  telah  meluncurkan program Samisade  (Satu miliar Untuk Desa) yang diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur di tiap-tiap desa se-Kabupaten Bogor. Program Samisade  tersebut banyak memberikan manfaat positif bagi desa khususnya warga Desa Sirnasari Kecamatan Tanjungsari.

Menurut Kepala Desa Sirnasari Mumi Sonjaya, banyak manfaat yang sudah  dirasakan masyarakat Desa Sirnasari dengan adanya program Samisade ini.

” Alhamdulilah jalan desa di RT 05 RW 03. Panjangnya 450 meter sekarang  sudah dibetonisasi dan  mulus sudah bisa dilintasi mobil ,” terangnya saat ditemui wartawan, Senin (20/12 ).

BACA JUGA Calon Pengantin Wajib Divaksin Covid-19

Mumi  menambahkan, sebelumnya jalan itu hanya jalan setapak yang bisa dilalui pejalan kaki, namun kini bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Bahkan masyarakat mungkin malas untuk lewat kesitu, sekarang Alhamdulillah dengan motor bahkan mobil bisa akses dan menggangkut hasil pertanian

“Mudah-mudahan program samisade  ini akan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya,” tambahnya

Dia mewakili warga dan atas nama PemerintahanDdesa Sirnasari menghaturkan terima kasih kepada Bupati Bogor yang sudah menggelontarkan  program Samisade.

**nay / ramses

Calon Pengantin Wajib Divaksin Covid-19

0

JURNAL INSPIRASI – Pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan masyarakat untuk menggelar pernikahan. Kantor Urusan  Agama (KUA) Kecamatan Jonggol mengingatkan masyarakat bahwa calon pengantin baru wajib divaksin. Berdasarkan data KUA  jumlah pengantin baru hingga periode Januari – Desember  mencapai  728 orang.

Menurut Kepala  Kantor Urusan Agama (KUA.) Kecamatan  Jonggol Suhendi S.Ag MH  saat  ditemui wWartawan Senin (20/12 ) mengatakan, calon pengantin baru diwajibkan sudah melakukan vaksinasi Covid-19, baik dosis pertama maupun kedua. Untuk pernikahan saat Covid-19  PPKM pernikahan digelar di kantor agama dengan  menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat dan kini  sudah bisa diselenggaran di rumah dengan ketentuan dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)  yakni hanya 50 persen orang yang hadir dengan menjaga jarak, memakai masker dan menghindari kerumunan.

BACA JUGA Vaksinasi Desa Sirnagalih Capai 72%

“Tidak hanya sudah vaksin Covid-19, tetapi juga harus menyertakan surat bebas dari Covid-19 ketika akan akad nikah. Imbauan ini disampaikan kepada warga yang mendaftar di Kantor KUA,” jelas Suhendi.

Menurutnya, calon pengantin, baik pria ataupun wanita, vaksinasi Covid-19 sangat diwajibkan. Hanya saja, kata dia, ada penyesuaian dengan ketersediaan vaksin di daerah. Sehingga dari semua calon pengantin, masih ada beberapa calon mempelai yang belum mendapat vaksinasi.

BACA JUGA Hindari Masalah BPNT, Desa Kalong I Panggil RT dan RW

“Vaksinasi ditujukan. Kita verifikasi sertifikatnya. Kalau vaksinasi bagi calon pengantin disesuaikan dengan keberadaan dosis vaksin, karena ada beberapa periode persediaan vaksin menipis, untuk data dari Januari  – Desember 2021 jumlah  calon penganti yang menikah sebanyak  728  dam untuk  tahun 2020  jumlahnya 746 pasangan,” pungkasnya.

**nay /ramses

Vaksinasi Desa Sirnagalih Capai 72%

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor  telah melakukan vaksinasi Covid-19 sebanyak 72% dari total warganya. Tercatat sebanyak 3.958 warga yang sudah  divaksin dosis pertama dan kedua 

“Sudah 72,%  warga mendapatkan vaksin  pertama dan kedua”  ujar Kepala Desa Sirnagalih Ahmad Anwar kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, Desa Sirnagalih kini fokus melakukan vaksinasi kepada warga lanjut usia (lansia), dan tim khusus juga diterjunkan ke RT/RW.

BACA JUGA Hindari Masalah BPNT, Desa Kalong I Panggil RT dan RW

“Ini kan sudah kita upaya terus, Kementerian Kesehatan mengatakan kalau 70% (capaian vaksinasi) sudah ada kekebalan tubuh, tapi kita tak berhenti di situ, kita terus gencarkan vaksinasi di tingkatan RT/RW,” ungkap Ahmad

Pemdes Sirnagalih telah menargetkan  melakukan vaksinasi sebanyak 90% sampai akhir tahun ini. “Untuk pencapaian vaksin pada tahun ini kami targetkan bisa mencapai 90 %, maka dari itu kami pakai sistem jemput bola untuk mencapai target,” ujarnya.

BACA JUGA Ganggu Ketertiban, Spanduk tak Berizin Diturunkan

Dia optimis vaksinasi desa Sirnagalih  bisa mencapai lebih 90 persen, mengingat kini sudah capai 72 persen, tinggal 28 % lagi untuk mencapainya, jika untuk pencapai 100 persen kemungkinan tidak bisa, mengingat banyak warga yang bekerja di luar dan ada juga yang tidak bisa divaksin.

“Untuk warga yang bekerja di luar wilayah Sirnagalih, pihak desa  belum mengetahui apakah  sudah divaksin atau belum karena tidak memberikan laporan juga oleh karena itu saat ini kita fokus   dan  gencarkan pemberian vaksinasi  kepada para  lansia,” tutupnya.

**nay/ramses