JURNAL INSPIRASI – Deklarasi bonus pelatih sebesar Rp 75 juta yang dilakukan tetangga Kabuparen Bogor untuk setiap keping medali emas yang dipersembahkan pelatih melalui atlet, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022, mendapat respon positif dari para pelatih. Salah satunya dari Pelatih Angkat Besi Kota Bogor, Asep Jarudin.
Menurut Asep Jarudin, bonus pelatih sebesar Rp75 juta yang telah di deklarasikan Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia (KONI) Kota Bogor, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Kota Bogor, di Suite Hotel Pajajaran belum lama ini, patut di apresiasi. Karena KONI sudah memperjuangkan hak-hak para pelatih yang ada dimasing-masing cabang olahraga.
“Jadi KONI tidak hanya memperhatikan hak-hak atlet saja ketika meraih medali emas di ajang Porprov 2022. Tapi pelatih juga diperhatikan oleh KONI,” kata Asep Jarudin, Rabu (29/12/2021).
Asep mengatakan, langkah KONI Kota Bogor sudah sangat tepat dalam memperhatikan hak pelatih. Karena dibeberapa daerah lain, bonus ini masih ribut soal bonus. Ditambah lagi banyaknya ketidak jujuran antara atlet dan pelatih, sehingga pada saat berhasil ujung-ujungnya ribut soal hasil pembagian perolehan medali.
“Tapi Insyah Allah di Kota Bogor tidak terjadi seperti itu, karena KONI sudah menyiapkan porsinya masing-masing, baik itu atlet maupun pelatih,” kata Asep menjelaskan.
Jadi kata Asep, pelatih fokus memberikan program latihan yang terbaik, atlet juga bisa fokus berlatih, dan pada saat bertanding atlet itu sendiri fokus berjuang untuk hasil yang terbaik, dan tidak usah berfikir bonusnya akan diminta oleh pelatih, karena pelatih sudah memiliki porsinya sendiri.
“Namun saya berharap, perhatian ini tidak hanya untuk atlet ataupun pelatih saja. Karena dalam unsur olahraga, kunci kesuksesan bukan hanya pada pelatih dan atlet, tapi disitu ada juga sosok manager serta official yang selalu setia mendapingi hingga tercapainnya kesuksesan tersebut. Mudah-mudahan itu bisa diperhatikan oleh KONI,” ucap Asep.
JURNAL INSPIRASI – Selain mempersiapkan para atletnya yang akan bertanding pada Peparda VI Jabar 2022 mendatang di Kabupaten Bekasi, para pengurus NPCI Kabupaten Bogor juga saat ini tengah membahas kebutuhan anggaran kontingen.
Iji Hataji
Untuk menghadapi Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi, NPCI Kabupaten Bogor sekurangnya akan membutuhkan anggaran sekitar Rp 18 Miliar.
Wasekum NPCI Kabupaten Bogor, Iji Hataji mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Dispora anggaran sebesar Rp 18 Miliar untuk kebutuhan Kontingen Peparda Kabupaten Bogor.
Mudah mudahan, kata Iji, realisasi dana hibah untuk NPCI Kabupaten Bogor itu bisa mencapai diangka Rp 18 Miliar.
Dana sebesar Rp 18 Miliar itu adalah murni kebutuhan untuk persiapan Kontingen Peparda Kabupaten Bogor menuju Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.
“Dari 18 Miliar itu kemungkinan besar pos anggaran yang paling besar adalah untuk persiapan Pra Pelatcab dan Pelatcab,” ujar Iji Hataji kepada Jurna Bogor, Rabu, 29 Desember 2021.
Iji menambahkan, NPCI Kabupaten Bogor akan memaksimalkan anggaran sebesar Rp 18 Miliar itu nantinya sebaik mungkin dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, tambah Iji, anggaran Rp 18 Miliar tersebut tidak untuk bonus. “ Bonus atlet nantinya akan terpisah dari anggaran yang Rp 18 Miliar,” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Predikat sebagai juara umum dalam Peparda V tahun 2018 lalu tentunya menjadi beban tersendiri bagi National Paralimpic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor dalam menghadapi Peparda VI Jabar 2022.
Ripin Sembiring
Pada pelaksanaan Peparda V Jabar 2018, Kontingen Peparda Kabupaten Bogor mampu mendulang 197 medali emas dan keluar sebagai juara umum.
Pelaksanaan Peparda VI Jabar 2020 akan berlangsung di Kabupaten Bekasi dan bakal diikuti semua daerah yang ada di Jawa Barat.
Ripin Sembiring, Sekum NPCI Kabupaten Bogor mengatakan, target NPCI Kabupaten Bogor dalam Peparda VI Jabar 2020 tentunya kembali jadi juara umum.
“Untuk jadi umum tetunya bukan hal yang mudah. Apalagi Kabupaten Bekasi selaku tuan rumah juga mentargetkan hal yang sama,” ujar Ripin Sembiring kepada Jurnal Bogor, Rabu, 29 Desember 2021
Lebih lanjut, kata Ripin, NPCI Kabupaten Bogor sudah membuat program Pra Pelatcab dan Pelatcab sebelum bertolak ke Peparda VI Jabar 2022
“ Pra Pelatcab dan Pelatcab yang kami canangkan pada awal 2022 mendatang adalah bagian dari upaya kami dalam mempertahankan gelar juara umum di Peparda VI Jabar 2022,” tegasnya.
Ripin menambahkan, Pra Pelatcab dan Pelatcab Kontingen Peparda Kabupaten Bogor ini diperkirakan akan berlangsung selama 8 bulan di potong libur Bulan Puasa dan Lebaran.
Terkait masalah atlet, sambung Ripin, saat ini NPCI Kabupaten Bogor sudah memiliki 125 atlet binaan dan akan bertambah menjadi 150 atlet yang akan menuju Peparda VI Jabar 2022 mendatang.
Para atlet yang tergabung di NPCI Kabupaten Bogor sudah mulai melakukan latihan mandiri sebelum digelarnya Pra Pelatcab dan Pelatcab pada tahun 2022 mendatang.
JURNAL INSPIRASI – Dua atlet panahan NPCI Kabupaten Bogor, Abdul Yadi dan Noviera Roos mengaku siap mempertahankan torehan medali emasnya dalam Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.
Abdul Yadi dan Noviera Ross merupakan dua atlet andalan tim panahan Kontingen Peparda Kabupaten Bogor pada pelaksanana Peparda VI Jabar 2022 mendatang.
Saat ini Abdul Yadi dan Noviera Ross sudah melakukan latihan mandiri sebelum berlaga pada pelaksanaan Peparda VI Jabar 2022 mendatang.
Pada pelaksanaan Peparda V Jabar 2018 di Kabupaten Bogor, Abdul Yadi dan Noviera Roos merupakan dua pemanah yang berhasil masing masing menumbangkan 6 medali emas.
“ Insya Allah saya akan terus berlatih keras dan mencapai target emas pada Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi,” beber Noviera Roos
Noviera mengaku, lawan berat yang akan dihadapi para atlet panahan Kabupaten Bogor di Pepard V Jabar 2022 tentunya akan berasal dari semua daerah.
Sementara itu, Abdul Yadi mengatakan, kunci keberhasilan meraih medali emas adalah pada kerja keras dan berlatih setiap hari.
“Semua lawan yang akan kami hadapi pada Peparda VI Jabar 2022 tentunya sangat berat semua. Kami tak mau angga enteng semu lawan,” sahut Abdul Yadi.
Abdul Yadi dan Noviera Roos yang juga tercatat sebagai atlet peraih medali emas dalam Peparnas Papua 2021 belum lama ini mengaku siap mempertahankan torehan medali emasnya di Peparda VI Jabar 2022 mendatang.
Terkait masalah bonus untuk Peparda VI Jabar 2022 mendatang, keduanya berharap bonus yang akan dterimanya lebih besar dari tahun 2018 lalu.
“ Mudah mudahan bonusnya bisa lebih besar dari Peparda Jabar 2018 saat kita jadi tuan rumah,” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Pemerintah menargetkan penyelesaian pemerataan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi pada tahun 2024. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pandemi Covid-19 dan disrupsi teknologi digital di semua sektor kehidupan masyarakat menjadi pendorong percepatan akselerasi transformasi digital nasional Indonesia.
Johnny G. Plate
Menurutnya, Kementerian Kominfo berupaya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital dari hulu hingga hilir yang dimulai dari lapisan backbone, middle mile hingga the last mile. Dengan percepatan pembangunan itu, Pemerintah berharap pemanfaatan teknologi digital akan meningkat.
“Untuk mendorong migrasi aktifitas masyarakat, maka roadmap pembangunan nasional di sisi digital adalah menyelesaikan pembangunan ICT infrastruktur yang tadinya didorong karena disrupsi teknologi. Dengan munculnya Covid-19, kita harus lakukan akselerasinya dilakukan di semua layer dan semua level di Indonesia,” jelasnya dalam Forum Pemimpin Redaksi “Mendigitalkan Indonesia: Retrospeksi 2021 dan Outlook 2022 Kementerian Kominfo, di Grand Hyatt Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2021).
Menteri Johnny menyatakan di level lapisan backbone, Kementerian Kominfo telah melakukan penggelaran jaringan fiber optik. Hingga tahun 2021 telah digelar lebih dari 359 ribu Km jaringan fiber optik baik di darat dan di laut Indonesia, termasuk Palapa Ring sepanjang 12.300 Km.
“Cakupan tersebut masih belum cukup, sehingga penggelaran fiber optik oleh Kominfo dan operator seluler masih harus terus kita lakukan. Di tahun 2022, kita masih membutuhkan penggelaran fiber optic di darat dan di laut untuk menghubungkan semua titik-titik yang belum itu sepanjang sekitar 12.083 KM seluruhnya,” jelasnya.
Menurut Menkominfo jaringan tulang punggung Palapa Ring dengan panjang 12.300 Km akan ditambah ekstensi Palapa Ring sepanjang 12.083 KM di darat dan di laut pada tahun 2022. “Dengan demikian, diharapkan penggelaran fiber optic dapat memungkinkan utilisasi infrastruktur tulang punggung nasional menjadi lebih baik,” tandasnya.
Menteri Johnny menyatakan total keseluruhan fiber optik nasional ditargetkan pembangunannya hingga tahun 2022 sepanjang 12.399 Km. Target itu akan melengkapi hampir 370 ribu Km fiber optik yang diperkirakan memiliki panjang lebih dari 9 kali lingkaran bumi.
“Kita membangun jaringan tulang punggung harus selesai dari ujung-ke ujung, kalau tidak selesai dari ujung ke ujung maka utilisasinya tidak akan bisa optimal. Saat ini Kominfo harus melengkapinya karena didorong oleh akselerasi transformasi digital, jika tidak, kita bisa menunggu operator seluler atau operator fiber optik membangunnya tapi entah kapan. Kita tentu tidak bisa menunggunya, kita harus melakukan percepatan,” tandasnya.
Dukungan Satelit
Menkominfo menyatakan Pemerintah juga menargetkan pembangunan lapisan middle mile berupa microwave link, fiberlink, dan satelit untuk pemerataan akses infrastruktur digital. Khusus satelit, Kementerian Kominfo telah menyusun Peta Jalan Satelit Indonesia dengan menyiapkan satu high througphut satelitte atau SATRIA-1.
“Kita harapkan satelit ini akan diletakkan di orbit di kuartal ke-IV tahun 2023. Namun demikian, masih banyak kebutuhan satelit yang harus kita lakukan. Kita sendiri sedang menyusun dan menyiapkannya dengan harapan sampai dengan tahun 2024 nanti kebutuhan satelit kita menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Menteri Johnny, makin banyak kapasitas yang disediakan, makin besar pula kapasitas satelit yang dibutuhkan. Namun, terdapat dua keuntungan yang bisa diambil yaitu memperlebar titik layanan dan meningkatkan kecepatan layanan satelit itu sendiri.
“Saat ini Indonesia menggunakan 9 satelit, lima diantaranya satelit nasional dan empat satelit asing, untuk kebutuhan telekomunikasi nasional kita dengan kapasitas total sekitar 50 Gbps untuk seluruh komunikasinya. Tetapi dari 50 Gbps itu, Kominfo sendiri adalah pengguna 27 Gbps atau lebih dari setengah kebutuhan satelit nasional yang saat ini digunakan oleh Kominfo,” jelasnya.
Dalam Peta Jalan Satelit, Indonesia membutuhkan sekitar 1 TBps atau 1000 Gbps yang akan dipenuhi melalui SATRIA-1. Saat ini, SATRIA-1 sedang dalam proses produksi baik dari teresterial komponen di darat maupun luar angkasa. Proses itu berlangsung melalui kerja sama BLU BAKTI Kementerian Kominfo dan penyelenggara atau operator.
“Satelit SATRIA-1 (memakai) satelit teknologi dari Prancis, Thales dan rocket launch-nya adalah teknologi Amerika yaitu SpaceX (Space Exploration Corporation),” jelas Menkominfo.
Selain menyelesaikan target pembangunan infrastruktur telekomunikasi dari lapisan backbone dan middle mile, Menteri Johnny menegaskan pembangunan the last mile berupa Base Transceiver Station (BTS) juga ditargetkan rampung di tahun 2022.
“Kita akan membangun Base Transceiver Station untuk melengkapi seluruh desa dan kelurahan di Indonesia yang totalnya sebanyak 83.218 desa dan kelurahan, 12.548 diantaranya itu blankspot,” tandasnya.
Menurut Menkominfo, dari total 12.548 desa dan kelurahan yang belum terjangkau layanan telekomunikasi, sebanyak 3.435 diantaranya berada di wilayah komersial dan sisanya 9.113 di wilayah terluar, terpencil dan terdepan (3T) atau nonkomersial. Menteri Johnny menargetkan kesemuanya terkoneksi pada tahun 2022.
“12.548 desa dan kelurahan dari total 83.218 itu sedikit presentasenya, tapi dari sisi luas wilayah dan sebaran kehidupan masyarakat lebih dari setengah Indonesia itu blankspot yang harus kita siapkan. Untuk itu, pembangunan BTS yang saat ini sedang berlangsung dan terus berlangsung sampai dengan tahun 2022 nanti kita harapkan di akhir tahun 2022 seluruh desa dan kelurahan yang blankspot Itu sudah terlayani dengan sinyal 4G,” jelasnya.
Selain Menteri Johnny, Forum Pemimpin Redaksi dihadiri Sekretaris Jenderal, Mira Tayyiba; Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika yang menjadi Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informastika, Ismail; dan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Usman Kansong.
Hadir pula, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Anang Latif; serta pemimpin redaksi media terkemuka di Indonesia.
Stunting kini tengah menjadi isu global. Ini adalah masalah gizi kronis pada anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang. Terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak. Akibatnya, proses tumbuh kembang anak terganggu. Perkembangan otaknya terhambat. Pertumbuhan tinggi badannya, juga tersendat. Badan anak jadi lebih pendek dibanding anak-anak seusianya. Kendatipun belum tentu anak yang pendek mengalami stunting.
Data Global Nutrition tahun 2019 menyebutkan, saat ini jumlah stunting global mencapai 149 juta anak. Dari jumlah tersebut sebanyak 34,4% berada di Asia. Di Indonesia, berdasarkan hasil survey Status Gizi Balita Indonesia, sebetulnya telah terjadi penurunan jumlah anak stunting. Pada tahun 2019 tercatat kasus stunting di Indonesia mencapai 27,67 %. Tetapi WHO menilai jumlah itu masih tinggi. Harus turun sampai di bawah 20%. Oleh karena itu pemerintah mentargetkan, di tahun 2024 jumlah balita stunting diusahakan tinggal 14%.
Kepala BKKBN, Dr .(HC) dr Hasto Wardoyo, Sp OG mengungkapkan, saat ini diantara 5 juta kelahiran bayi, 1,2 juta bayi lahir dengan kondisi stunting. Sebanyak 23% bayi lahir sudah prevalensi stunting. Ditambah banyak yang lahirnya terbilang normal, kemudian menjadi stunting karena kurang asupan gizi, sehingga angkanya menjadi 27%. Bayi yang lahir dengan kategori gizi kurang, terukur dari panjang badan tidak mencapai 48 cm dan berat tubuh di bawah 2,5 kg.
Untuk Kota Bogor, catatan Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebutkan, jumlah balita saat ini mencapai 84.729. Status gizinya beragam. Bayi dengan Berat Badan Sangat Kurang jumlahnya 674 dan Berat Badan Kurang 3.262. Balita dengan status gizi buruk 614 dan gizi kurang 2.376. Sedangkan yang terkategorikan stunting berjumlah 5.392 anak atau 7,44%. Terdiri dari 1.590 tergolong sangat pendek dan 3.802 tergolong pendek.
Di 12 kelurahan di Kota Bogor, jumlah anak stunting dalam setahun terakhir ini cenderung menurun. Kecuali di Kelurahan Bondongan dan Kelurahan Rangga Mekar, jumlahnya masih di atas 10%. Supaya jumlah anak stunting tidak bertambah, Dinas Kesehatan Kota Bogor melakukan berbagai upaya, dengan sejumlah program dan kegiatan yang dilaksanakan sesuai kondisi pandemi Covid-19.
“Ada kegiatan yang disesuaikan, seperti distribusi tablet tambah darah untuk ibu hamil dan remaja putri dengan cara pembagian door to door oleh para kader Posyandu, karena remaja putri kan sekolahnya tutup,” ungkap Woro Rachtiyah Amadewi, SKM.MM, Nutrisionis Ahli Madya, pada Dinas Kesehatan Kota Bogor. Kegiatan ini dilakukan dengan program Moyan Sehat – Mobile Posyandu Kesehatan- untuk mengatasi kegiatan Posyandu yang ditutup. “Tapi selama pandemi ini justru kami juga berhasil mendirikan 15 unit Posyandu Remaja,” lanjutnya.
Penanganan kondisi kesehatan para remaja puteri merupakan pencegahan dini. Mereka para calon ibu yang akan mengalami proses kehamilan. Oleh karenanya kondisi kesehatan dan gizi mereka penting dipantau. Termasuk mencegah mereka mengalami anemia atau kurang darah. Sebab kondisi itu akan sangat berpengaruh pada janin yang dikandung. Pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) bayi adalah masa penting bagi pertumbuhannya. “Pemenuhan gizi di dalam kurun waktu tersebut sangat penting, karena apabila asupan nutrisi sejak 1000 HPK tidak terpenuhi, maka dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat permanen,” lanjut Woro.
Selain kegiatan tadi, juga dilakukan pemantauan pertumbuhan balita dan pemberian makanan tambahan untuk para ibu hamil dan balita gizi buruk dan gizi kurang. Selain itu tetap dilaksanakan penimbangan balita di rumah, konseling gizi secara online dan penyuluhan terhadap calon pengantin.
Namun secara strategis, upaya menekan peningkatan jumlah anak stunting, dilakukan dengan melaksanakan 8 Aksi Kovergensi atau Integrasi Penurunan Stunting. Kedelapan aksi itu adalah, Analisa Situasi, Rencana Kegiatan, Rembug Stunting, Penyusunan Perwali tentang Peran Kelurahan, Kader Pembangunan Manusia, Manajemen Data, Penyusunan dan Publikasi serta Reviu Kinerja Tahunan. Kesemua aksi dikoordinir Bapeda Kota Bogor. Di luar kedelapan aksi itu, tentu yang tak kalah penting adalah aksi masyarakat. Mencegah kelahiran bayi stunting dengan menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil dan bayi serta anak-anak.
JURNAL INSPIRASI – Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor, Usep Supratman, SH melontarkan gagasan untuk menggelar acara “Lensor” atau Lesehan Insan Olahraga sekaligus ajang Refleksi Akhir Tahun 2021 dunia keolahragaan di Kabupaten Bogior.
Usep Supratman
Dalam acara “Lensor” nanti, Usep berharap semua ketua dan pengurus organisasi keolahragaan seperti KONI, NPCI, KORMI, BAPOPSI , para ketua Cabor di KONI Kabupaten Bogor serta awak media peliput olahraga wajib hadir.
Kegiatan Lensor ini harus bawah kendali Dispora Kabupaten Bogor yang mengundang semua lembaga keolahragaan serta para Koordinator atau ketua cabang olahraga di KONI, KORMI, Bapopsi dan NPCI Kabupaten
“ Kegiatan Lensor ini tak perlu dikemas secara formal. Cukup lesehan, minum kopi , minum teh dan bincang bincang tukar gagasan seputar olahraga Kabupaten Bogor yang harus sinergi dengan tagline The City of Sport and Tourism,” tegas Usep Supratman, SH yang juga menjabat sebagai Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Selasa, 28 Desember 2021.
Selama ini, kata Usep, Dispora, KORMI, KONI, NPCI, Bapopsi, Ketua Cabor dan awak media peliput olahraga belum pernah duduk bareng lesehan, ngopi bareng, makan rebus kacang dll sambil mengeluarkan ide –ide untuk program masa depan olahraga Kabupaten Bogor .
Semua pelaku olahraga, kata Usep, boleh menyampaikan uneg unegnya atau sumbang sarannya demi kemajuan dunia olahraga di Kabupaten Bogor.
“ Kegiatan lensor ini bisa dilakukan di teras yang ada di sekitar lorong Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Tempatnya tak perlu mewah mewah. Karena ini hanya sebuah lesehan namun harus punya masukan yang positif dari obrolan “lensor” itu,”
“ Saya akan hubungi Plt Kadispora atau Sekdispora nya untuk menyiapkan acara” Lensor” Refleksi Akhir Tahun 2021 tentang olahraga Kabupaten Bogor serta menatap masa depan olahraga Kabupaten Bogor pada tahun 2022,” pungkasnya.
JURNAL INSPIRASI – Masa depan olahraga Panahan Kabupaten Bogor boleh dikatakan sangat cerah. Pasalnya, Perpani Kabupaten Bogor yang dikomandoi Rusliandy saat ini sudah banyak memiliki puluhan atlet masa depan yang berasal dari berbagai klub panahan di Kabupaten Bogor.
Saat ini Perpani Kabupaten Bogor sudah memiliki sekitar 13 klub anggota Perpani dan selama ini mereka sangat aktif dalam melakukan latihan setiap harinya.
Joko Sulistiyo salah satu pengurus Perpani Kabupaten Bogor mengatakan, Perpani Kabupaten Bogor saat ini sudah punya 13 klub anggota.
“ Banyaknya klub dan potensi atlet tentunya ini akan sejalan dengan visi dan misi Perpani Kabupaten Bogor yang akan mengoptimalkan potensi atlet lokal Kabupaten Bogor,” beber Joko kepada Jurnal Bogor, Selasa, 28 Desember 2021.
Sementara itu, Ketua Umum Perpani Kabupaten Bogor, Rusliandy mengatakan, Perpani Kabupaten Bogor punya sarana latihan yang sangat bagus dan ini jadi modal bagi Perpani untuk mencetak atlet potensial masa depan.
“ Atlet juara itu lahir tidak instan, namun lahir secara proses panjang dari sebuah pembinaan dan pembibitan yang dilakukan. Hal inilah yang jadi acuan Perpani Kabupaten Bogor saat ini,” bebernya.
Rusliandy merasa bangga, saat ini Perpani Kabupaten Bogor telah meloloskan sekitar 21 atlet binaannya menuju Porprov XIV Jabar 2022 mendatang.
JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Bogor mendenda pelaksana proyek Pasar Tanahbaru sebesar Rp3,4 juta perhari, akibat pengerjaannya tidak selesai tepat waktu, yakni pada Minggu (26/12).
Kepada wartawan, Kepala Bidang Pengembangan Perdangangan dalam Negeri, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperdagin Kota Bogor, Dede Sholeh mengatakan bahwa sesuai dengan aturan yang ada, pihaknya memberlakukan denda keterlambatan 1/1.000 permil perharinya dari sisa bobot pekerjaan yang belum terselesaikan.
“Jadi sesuai aturan, kita berlakukan denda keterlambatan 1/1.000 per hari dari sisa bobot pekerjaan yang belum (selesai),” ujar Dede, Selasa (28/12).
Kata dia, progres pekerjaan yang baru diselesaikan hingga Minggu (26/12), baru 94,86 persen. Dengan demikian, terhitung ada Senin (27/12), pelaksana pekerjaan diberikan waktu 50 hari kerja untuk menuntaskan sisa pekerjaan.
Ia menjelaskan bahwa sisa pekerjaan bersifat pabrikasi seperti jendela, kusen, pintu dan M/E. “Jadi sebenarnya hanya tinggal pemasangan saja,” tuturnya.
JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor Ade Yasin berikan pembekalan kepada para penerima Beasiswa Pancakarsa melalui kegiatan evaluasi kegiatan pemberian penghargaan bagi pemuda/organisasi pemuda berprestasi, Selasa (28/12).
Ade Yasin berharap para mahasiswa penerima Beasiswa Pancakarsa bisa menjadi agen perubahan yang membawa bangsa ke arah kemajuan.
Dia mengungkapkan bahwa Beasiswa Pancakarsa adalah investasi Sumber Daya Manusia (SDM) jangka Panjang, karena pendidikan merupakan aset besar untuk mempercepat pembangunan di masa depan.
Menurut Kemenristek Dikti jumlah masyarakat yang menempuh jenjang pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah baru mencapai 34,58% dari populasi pendidikan, artinya 65% lulusan SMA/SMK memutuskan tidak melanjutkan kuliah.
Katanya, penting untuk disadari oleh semua khususnya para penerima Beasiswa Pancakarsa, karena mereka masuk dalam bagian 34,58% yang bisa menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi, dan merupakan keistimewaan sehingga harus dijalani dengan sebaik-baiknya.
Melalui kegiatan temu awardee, ia juga berharap para mahasiswa penerima Beasiswa Pancakarsa bisa menjadi agen perubahan yang membawa bangsa ke arah kemajuan.
“Temu Awardee Beasiswa Pancakarsa dilakukan, karena saya belum pernah ketemu mereka para penerima Beasiswa Pancakarsa, sekaligus memberikan kuliah umum kepada seluruh penerima beasiswa baik offline maupun online. Berdasarkan hasil evaluasi Beasiswa Pancakarsa ini Alhamdulilah terserap dengan baik dan tepat sasaran,” Ade Yasin menjelaskan.
Bupati melanjutkan, agar para mahasiswa harus memiliki integritas pribadi dan menyadari bahwa kuliah bukanlah sekedar rutinitas melainkan tugas dan tanggung jawab yang mulia.
Untuk itu dirinya meminta agar mahasiswa penerima beasiswa, belajar dengan serius, dapat mengembangkan potensi diri dengan optimal, sehingga menjadi lulusan yang kreatif, inovatif, berdaya saing global, dan mampu berkiprah dalam pembangunan.
“Semua pasti punya cita-cita dan mimpi di masa depan, semua itu dapat terwujud jika para mahasiswa tekun dan semangat dalam menuntut ilmu. Manfaatkan sebaik mungkin Beasiswa Pancakarsa ini, dan semua dukungan yang telah diberikan Pemkab Bogor, keluarga serta orang tua untuk dikembangkan secara optimal,” bebernya.
Bupati Bogor juga menyatakan, bahwa tahun 2022 ia akan menambah beasiswa untuk mahasiswa baru bagi pemuda berprestasi sebanyak 400 orang.
“Kita tambah 400 supaya jadi 1.600, kalau yang 1.200 jalan terus sampai selesai hingga 4 tahun kedepan. Tidak boleh setengah-setengah bantu mereka, takutnya malah drop out, kalau udah selesai semua 1.200 mungkin akan nambah lagi, sesuai kemampuan anggaran,” tandasnya.
Kabid Kepemudaan Dispora Kabupaten Bogor, Nina menerangkan bahwa Beasiswa Pancakarsa diberikan untuk meningkatkan kualitas SDM pada tingkat pendidikan tinggi yang mampu bersaing di kancah lokal, nasional, sebab pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045, serta dapat meningkatkan angka partisipasi masyarakat pendidikan tinggi Kabupaten Bogor dari 25,02 menuju 34,58 menurut sumber data BPS tahun 2019.
Kata Nina bahwa sejak dibuka seleksi beasiswa pada tanggal 21 April 2021 untuk mahasiswa program S1, terdapat 9.054 akun yang mendaftar melalui website untuk selanjutnya dilakukan seleksi tahap 1, sehingga terjaring 1.900 pendaftar yang lolos seleksi tahap 1.
Kemudian seleksi tahap 2 dilakukan pada Agustus 2021 dan berhasil menjaring 1.200 kemudian ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bogor sampai disalurkan beasiswa kepada 1.200 pemuda berprestasi Kabupaten Bogor, yaitu terdiri dari 452 mahasiswa PTN seluruh Indonesia, 641 mahasiswa PTS atau PTAS, 107 mahasiswa mengundurkan diri dengan alasan sudah menerima beasiswa dari sumber lain serta tidak mengirimkan berkas pendaftaran atau mengundurkan diri sebagai mahasiswa baru.
“Total dana beasiswa yang disalurkan untuk 1.093 mahasiswa sebesar Rp5.912.436.756 bersumber dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2021. Sebelum dilakukan penyerahan beasiswa, terlebih dahulu dilakukan perjanjian kerjasama dengan 59 perguruan tinggi terdiri, 17 PTS/PTAIS wilayah Kota dan Kabupaten Bogor serta 42 PTN seluruh Indonesia yang bukan Ikatan Dinas. Pada tahun 2022 direncanakan Pemkab Bogor akan tetap melanjutkan pemberian beasiswa untuk mahasiswa yang sudah dibayarkan pada tahun 2021, dan akan menambah dengan seleksi baru sebanyak 400 mahasiswa baru,” tukasnya.