30.9 C
Bogor
Tuesday, May 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 967

Gunakan Banprov Jabar, Pemdes Ciburayut Mempercantik Kantor

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terus mempercantik kantornya dengan melakukan pembangunan sejumlah sarana prasarana. Kegiatan pembangunan itu dapat dilaksanakan, setelah Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat (Jabar) tahun anggaran 2021, diterima desa.

Sekretaris Desa (Sekdes) Ciburayut, Warisman mengatakan, sesuai dengan program pembangunan desa di tahun 2021, anggaran Banprov Jabar sudah dialokasikan untuk pembangunan kantor desa.

“Makanya setelah dana Banprov turun, kami langsung melakukan pembenahan sarana prasarana kantor, biar lebih cantik,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (28/12).

Warisman mengungkapkan, dana Banprov Jabar yang dialokasikan untuk merehab sarana prasarana kantor, yakni memindahkan ruang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan nilai anggaran sebesar 55 juta lebih.

Menurutnya, ruangan BPD yang kondisinya sudah tidak layak dan harus dilakukan perbaikan, menjadi prioritas desa untuk dibangun. Selain itu, saat ini Desa Ciburayut memiliki dua kendaraan ambulance, tetapi karena keterbatasan lahan membuat kendaraan tersebut belum memiliki garasi.

“Jadi untuk ruang BPD kami pindahkan ke lantai dua. Dan ruangan BPD yang dulu, kami jadikan garasi mobil ambulance,” kata Warisman.

Tidak hanya membangun sarana prasarana, Warisman mengakui jika anggaran Banprov Jabar juga, digunakan untuk membuat papan identitas kantor Desa Ciburayut dengan menggunakan bahan meterial tembok, bertujuan agar terlihat indah dan tahan lama.

“Dengan adanya perubahan kantor, intinya Pemdes Ciburayut ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat, baik segi pelayanan maupun kantor. Kita juga ingin membuat masyarakat lebih nyaman ketika datang ke kantor desa,” tukasnya.

** Deni Pratama

Dilahan TPS, Kades Cileungsi Rencanakan Bangun Gedung Serbaguna

0

JURNAL INSPIRASI – Usai dilakukan pembersihan oleh puluhan warga di Kampung Cileungsi, khususnya di Dusun 01, Pemerintah Desa (Pemdes) Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, rencanakan memanfaatkan lahan yang selama ini dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS), menjadi gedung serbaguna.

Kepala Desa (Kades) Cileungsi, Baban Subandi mengatakan, lahan milik desa yang sudah dilakukan pembersihan secara gotong royong oleh warga Kampung Cileungsi atau warga Dusun 01 dengan membuang dan membakar sampah-sampah bekas rumah tangga itu, harus segera dimanfaatkan.

“Kuatir kalau dibiarkan seperti sekarang dan hanya dilakukan pemagaran saja, nanti akan ada lagi warga yang membuang sampah ke lahan desa tersebut,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, luasan lahan yang berada dipinggir Jalan Citapen-Tapos ini, cukup luas bila dimanfaat desa untuk kepentingan umum, seperti dibangun aula atau gedung serbaguna.

“Seperti kantor desa, itu kan sama persis kondisinya seperti lahan disini, berada di atas tebing,” papa Baban.

Baban mengungkapkan, pembangunan gedung serbaguna sangat dibutuhkan warga. Karena, untuk mengadakan kegiatan perayaan atau resepsi pernikahan keluarganya, warga tidak harus sewa gedung milik pribadi dengan biaya mahal.

“Kalau desa punya gedung serbaguna, warga pun bisa memanfaatkan nya untuk acara keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya sewa mahal,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Baban, pengelolaan gedung serbaguna itu, dibawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BumDes). Sehingga, badan usaha tersebut berkembang dan memiliki penghasilan tetap setiap tahunnya.

“Kalau masalah biaya pembangunan gedungnya, bagi saya bukan menjadi persoalan. Allah SWT itu maha kaya. Saya serahkan saja kepada Allah SWT,” tegasnya.

Namun, Baban minta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bidang Irigasi untuk memasuk kan anggaran pembangunan tembok penahan tebing (TPT) disaluran Irigasi Cilimus.

“Dibawah tebing ini saluran Irigasi Cilimus. Jadi saya minta agar pembangunan TPT irigasi ini dilanjutkan, karena sekitar dua tahun lalu TPT Irigasi Cilimus sudah dibangun dan sekarang tinggal ke bawah,” tukasnya.

Sementara, Dedi Junaedi, pengawas irigasi wilayah Ciawi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan Kelas A Wilayah III menyatakan, pihaknya akan membantu apabila sudah ada surat permohonan atau pengajuan dari desa terkait pembangunan TPT Saluran Irigasi Cilimus.

“Memang TPT Cilimus sudah pernah dibangun dan tidak semua. Mungkin kalau desa mengajukan pembangunan TPT lanjutan di saluran Irigasi Cilimus, buatkan saja pengajuannya biar kami bantu,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Jalan Cikereteg Rusak Parah, JPP Pertanyakan Besaran Anggaran Pemeliharaan Rutin

0

JURNAL INSPIRASI – Kerusakan ruas Jalan Cikereteg, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang saat ini kondisinya semakin parah, disikapi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP).

Saleh Nurangga

Ketua LSM JPP, Saleh Nurangga menyayangkan adanya pembiaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, terhadap kerusakan Jalan Cikereteg yang semakin rusak parah.

 “Kalau tidak dibiarkan, harusnya sudah ada perbaikan,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (28/12).

Menurutnya, ruas Jalan Cikereteg tidak hanya menjadi akses utama warga beraktivitas, tetapi saat ini merupakan jalur utama wisatawan atau para pengunjung yang akan berwisata ke wilayah Desa Pancawati.

 “Masa akses menuju kawasan wisata dari mulai masuk sudah rusak parah. Ini akan menjadi permasalahan besar terhadap kemajuan kawasan wisata yang ada di Kecamatan Caringin,” tegas Saleh.

Ketua LSM JPP yang juga warga Desa Ciderum itu pun mempertanyakan anggaran pemeliharaan yang dialokasikan Pemkab Bogor, selama satu tahun kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Saleh menduga adanya ketidak beresan dalam penggunaan anggaran pemeliharaan tersebut. Itu bisa dilihat dari masih banyaknya ruas jalan yang masuk status kabupaten, dengan kondisinya rusak parah.

 “Makanya saya pertanyakan anggaran setiap tahunnya untuk pemeliharaan  jalan berapa. Terus ruas jalan yang dimasukkan kedalam program pemeliharaan rutin ada berapa dan mana saja. Ini kan penting untuk diketahui publik, agar kami dan warga bisa mengawasi,” jelasnya.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II yang merupakan kepanjangan DPUPR Kabupaten Bogor, sambung Saleh, harus bertanggungjawab terhadap semua kerusakan jalan yang masuk kedalam wilayah tugasnya.

 “UPT tersebut membawahi empat kecamatan, ruas jalan mana saja yang masuk ke anggaran pemeliharaan. Jalan Cikereteg dan Pancawati ini masuk ke wilayahnya, kenapa ruas jalan itu tidak ada perbaikan terutama di wilayah Pancawati,” paparnya.

Saleh minta agar Pemkab Bogor memperhatikan wilayah selatan terutama di infrastruktur jalan. Pasalnya, wilayah selatan Kabupaten Bogor yang meliputi tujuh kecamatan, hampir seluruhnya memiliki potensi wisata alam.

 “Bupati Bogor harus bijak. Wilayah selatan ini kan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) besar juga, tentunya untuk pengembalian anggaran melalui pembangunan wilayah harus seimbang,” imbuhnya.

Sebelumnya, warga Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terutama yang berada di Kampung Ciherang Satim hingga Kampung Legok Nyenang pertanyakan kerusakan jalan yang sampai saat ini belum ada perbaikan. Sebab, rusaknya ruas Jalan Pancawati membuat aktivitas warga terganggu.

Komeng, warga Kampung Legok Nyenang, Desa Pancawati mengeluhkan, ruas jalan milik Kabupaten Bogor, kondisinya sudah rusak parah.

Kerusakan jalan utama warga beraktivitas tersebut, sudah beberapa tahun lalu. Namun, hingga saat ini belum juga ada penanganan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Komeng mengungkapkan, setiap hari warga harus melintasi jalan yang rusak dan berlubang. Kondisi seperti itu, sangat menggangu dan membahayakan para pengguna jalan lainnya.

 “Tidak jarang pengendara motor terjatuh. Itu terjadi saat melindas lubang jalan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Nasdem Panaskan Mesin dengan Dikpol

0

JURNAL INSPIRASI – DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Bogor kembali memanaskan mesin partai, dengan menyelenggarakan Pendidikan Politik (Dikpol) Jilid 3 di Hotel Salak The Heritage, Selasa (28/12).

Ketua DPD Nasdem Kota Bogor, Benninu Argoebie mengatakan bahwa dikpol kali ini diikuti okeh 150 peserta yang berasal dari 68 pengurus ranting se-‘Kota Hujan’. “Giat ini adalah upaya menguatkan kader jelang Pemilu 2024 nanti,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut pria yang akrab disapa Benn ini, setiap pengurus ranting memiliki 55 pengurus, sehingga diharapkan pengaruh Nasdem akan semakin kencang di Kota Bogor demi merealisasikan target tujuh kursi di legislatif.

“Kami terus melaksanakan verifikasi terhadap kader. Sebab, kita menargetkan untuk dapat meraih kursi pimpinan atau wakil pimpinan DPRD Kota Bogor pada 2024 nanti,” ucap Benn.

Kata dia, target tujuh kursi merupakan hal yang realistis, mengingat banyak tokoh politik Kota Bogor yang sudah bergabung dengan Nasdem. “Kami optimis, kehadiran mereka dapat menambah amunisi untuk Pemilu nanti,” ungkapnya.

Selain menargetkan tujuh kursi, sambung Benninu, Nasdem menargetkan takkan menjadi pengusung maupun penonton pada Pilkada Kota Bogor 2024 mendatang. “DPW Jawa Barat sudah menegaskan bahwa kader terbaik Nasdem harus ambil bagian dalam kontestasi pilkada,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Benn, Nasdem juga telah mendeklarasikan untuk mengawal sampai tuntas masa kepemimpinan Bima Arya – Dedie A Rachim, dengan tetap melayangkan kritik yang konstruktif demi kemajuan daerah serta mendukung seluruh kebijakan yang pro rakyat.

“Apabila ada kesalahan dalam kebijakan, kami akan tetap mengkritik untuk meluruskan. Tetapi tetap konstruktif demi kemajuan daerah,” bebernya.

Saat disinggung mengenai apakah kedekatan Nasdem dengan Wakil Wali Kota Dedie A Rachim, merupakan lampu sen bagi partai besutan Surya Paloh itu untuk mendukungnya pada pilkada nanti. Benn menegaskan bahwa Dedie merupakan sosok yang baik dan santun, tetapi harus didampingi oleh sosok yang benar, apabila ingin mendapat perahu Nasdem.

“Pak Dedie orang baik, tapi harus didampingi oleh orang yang benar nantinya,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Resmi, Kepala BPPSDMP Kukuhkan 50 P4S Penumbuhan Binaan PPMKP

0

JURNAL INSPIRASI – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mengukuhkan 50 Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) penumbuhan binaan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi secara resmi, Senin (27/12/2021).

Penumbuhan P4S wilayah Jawa Tengah ini telah melalui proses klasifikasi terhadap calon P4S yang telah diusulkan oleh dinas pertanian setempat. Pada proses klasifikasi, calon P4S dinilai kesiapan sarana prasarana, kelembagaan, penyelenggaraan pelatihan/ permagangan ketenagaan, dan pengembangan usaha dan jejaring kerja. Dari proses tersebut, diterbitkanlah sertifikat sesuai kelas P4S yaitu pratama, madya, atau utama.

Pada kesempatan yang sama, bertempat di Balai Besar Peternakan dan Kesehatan Hewan Cinagara, dilakukan pula penyerahan sertifikat secara simbolis dari Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi kepada Kepala PPMKP, Yusral Tahir.

Sebagai pembina P4S di wilayah Jawa Tengah dan DKI Jakarta, Yusral Tahir mengaku bangga dan menyambut baik para pengelola P4S penumbuhan ini. Yusral mengajak P4S untuk turut serta dalam pembangunan pertanian di wilayahnya.

Pengukuhan sekaligus penyerahan sertifikat sebagai simbol legalitas P4S selaku lembaga pelatihan dan pembelajaran pertanian swadaya di perdesaan, merupakan upaya BPPSDMP dalam mengakselerasi pembangunan pertanian.

Kepala Badan BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa gerakan pembaharuan desa adalah dasar dari gerakan pembangunan pertanian nasional.

“Gerakan pembaharuan pedesaan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan tetapi juga sandang dan papan. Pembangunan pertanian harus dimulai dari pembaharuan P4S di seluruh pelosok tanah air!”, tegas Dedi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan kualitas SDM pertanian dan membuat sektor pertanian menjadi lebih menarik serta menguntungkan.

“Pertanian kita harus maju, mandiri, dan modern sehingga keluarga petani semakin sejahtera, pertanian juga harus bisa menarik minat generasi muda sebagai profesi yang menjanjikan”, jelas Mentan SYL.

Selain 50 P4S penumbuhan binaan PPMKP yang dikukuhkan, dalam kesempatan yang sama dikukuhkan pula 130 P4S lainnya yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Total keseluruhan P4S yang dikukuhkan BPPSDMP sebanyak 180 P4 , terdiri atas 122 penumbuhan dan 58 reklasifikasi. Jika diakumulasikan terdapat 1.452 P4S nasional di bawah binaan Kementerian Pertanian.

** Nita/Osi-PPMKP

Musim Hujan, Bibit Pohon dan Buah Diburu Pembeli

0

JURNAL INSPIRASI – Penjual bibit pohon dan buah-buahan yang berlokasi di jalan Raya Ace Tabrani, tepatnya di Kampung Panyaungan, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor rupanya membawa berkah lantaran setiap harinya didatangi pembeli.

UD. Warung Tanaman Jaya milik Jenal Arifin sudah 7 tahun sebagai penjual bermacam bibit pohon, baik pohon produktif maupun non produktif mengaku sedang banyak pembeli.

“Alhamdulilah minat mayarakat  yang datang untuk membeli bibit pohon setiap harinya terus berdatangan. Pembeli bibit mulai dari masyarakat biasa maupun berasal  pejabat negara,” ujar Zenal kepada Jurnal Bogor, Selasa (28/12).

Bahkan  temasuk warga dari perkotan sendiri datang ke pedesaan dengan berinvestasi  membeli lahan untuk dijadikan perkebunan.

“Pembeli bibit untuk dijadikan perkebunan mulai dari daerah Nanggung hingga Kecamatan Jasinga,” imbuhnya.

Diatas lahan sekitar 5 ribu meter lebih, tersebar  bermacam jenis pohon yang dijajakan diantaranya bibit pohon produktif maupun non produktif.

Zenal menyebutkan , untuk harga bibit itu tergantung pada jenis buah-buahan dan ukuran tingginya.  Pastinya, harga bibit buah-buahan terjangkau. Dijelaskannya, untuk penjualan dalam sehari bisa laku puluhan jenis bibit bahkan ratusan  seperti pohon pete, durian, rambutan hingga jeruk.

Ia sendiri menyediakan jenis bibit bukan hanya buah-buahan, tapi menyediakan juga seperti bibit tanaman hias.

“Pemintaan akan bibit pohon juga tidak sedikit. Mengenai harga, bervariasi mulai dari ribuan hingga  puluhan ribu bahkan ada juga seharga ratusan ribu. Bibit pohon yang dijual, itupun tergantung usia dan ukurannya,” tandasnya.

Permintan bibit pohon dan buah-buahan selama ini  kata dia terus mengalami peningkatan terutama musim hujan.

Musababnya  kalau penanaman di musim hujan tidak terlepas karena suburnya kondisi tanah sehingga tanaman akan cepat tumbuh.

Salah satu pembeli, yang merupakan Kepala Seksi (Kasie) Pendidikan dan Kesehatan dari Kecamatan Leuwisadeng, Engkos Kosasih mengaku sudah sekian kalinya ia membeli bibit pohon di UD. Warung Tanaman Jaya. Kali ini bibit yang dibeli puluhan pohon pete dan durian.

“Kami investasi dengan cara berkebun,” tukasnya.

** Arip Ekon

TPT longsor, Rumah dan Masjid di Pasir Maung Mengkhawatirkan

0

JURNAL INSPIRASI – Tanggul Penahan Tanah (TPT) aliran Sungai Cikeas, RT 04/05 Kampung Pasir Maung, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor longsor, Minggu (26/12/21). Longsornya TPT ini membuat rumah warga dan masjid kondisinya mengkhawatirkan

Kadus 1 Kampung Pasir Maung Mulyadi mengatakan, kejadian longsor pada pukul 14.00 Wib dan kejadian longsor tersebut disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan penggerusan tanah di dasar pondasi.

“Longsor TPT yang diatasnya ada masjid, 1 rumah warga, pemakaman dan jembatan yang kita bangun kemarin. Penyebab dari longsor tersebut kemungkinan ada pergerusan tanah didasar pondasi yang tidak terlihat sehingga pondasinya tidak kuat menahan air dan curah hujan pun tinggi sehingga terjadinya longsor,” kata Mulyadi, Selasa (28/12/21).

Dia juga mengatakan, aset warga yang saat ini rusak seperti gazebo, kandang ayam, serta tempat penyimpanan barang yang sebagian sudah terbawa air.

“Dikhawatirkan dapat berkelanjutan khusus ya untuk masjid, pemakaman warga serta rumah warga, untuk total kerugian itu kita masih mendata jumlah kerugian oleh tim kita,” katanya.

Meski demikian, dia bersyukur tidak ada korban jiwa dan sudah dilaporkan ke BPBD Kabupaten Bogor agar mencari penanganan pembangunan yang perlu disegerakan. Pasalnya, jika tidak segera kemungkinan akan merugikan dan membahayakan warga.

Senada disampaikan Nuryadi, salah satu warga, yang juga rumahnya dekat dengan bibir longsor mengatakan dengan kejadian tersebut dia berharap TPT dibangun lagi.

“harapannya hanya ingin cepat dibetulin lagi TPT-nya, karna takut rumah saya, saya ikut terkena longsor karena jarak longsor dengan rumah hanya 1 meter,” pungkas Nuryadi.

** Nay / Wisnu

Eti Herawati, Guru SMPN 1 Babakan Madang Lolos Jadi CGP

0

JURNAL INSPIRASI – Eti Herawati, M.Pd, seorang guru yang bertugas mengajar di SMPN 1 Babakan Madang lolos seleksi sebagai Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan ke-4 pada 2 Oktober 2021. Program CGP ini dilaksanakan selama 9 bulan hingga Juni 2022.

Kiprah Eti Herawati sebagai CGP harus mampu dalam memberikan warna dan suasana baru di SMPN 1 Babakan Madang sebagai agen perubahan. Inspirasi yang diwujudkan dengan mengimplementasikan di setiap rancangan programnya.

Wakasek SMPN 1 Babakan Madang Dewi Ratih Kustiwardani mengatakan, untuk para guru penggerak ini diprioritaskan bisa menjadi cikal bakal kepala sekolah, kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota atau jabatan kepemimpinan lain di seluruh sekolah di wilayah Republik Indonesia.

“Untuk dapat menjadi seorang guru penggerak, seorang guru harus memenuhi persyaratan dasar yakni  terdaftar di Data Pokok Pendidik (Dapodik) Kemendikbud, memiliki masa kerja minimal 5 tahun dan memiliki sisa masa kerja minimal 10 tahun. Jadi para guru penggerak ini usia maksimalnya adalah 50 tahun. Program pendidikan guru penggerak ini terbuka bagi PNS maupun non PNS baik sekolah negeri maupun swasta,” ujar Dewi Ratih Kustiwardani, Selasa ( 28/12/21).

Lebih lanjut dia menjelaskan, peran CGP haruslah selalu mampu bergerak dan berbagi. Sebab hal itu adalah bagian dari trasformasi program guru penggerak yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Riset dan Teknologi.

“Sosok Eti Herawati sebagai guru penggerak dibawah kepemimpinan Bapak Lenterin Lumbanbatu, S.Pd, M.Si diharapkan pula mampu menggerakkan ekosistem pendidikan komunitas belajar untuk rekan guru di SMPN 1 Babakan Madang, dan mampu mendorong peningkatan kepemimpinan siswa di sekolah, membuka ruang diskusi publik dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Terpenting juga  perlu memberikan ruang bagi siswanya untuk mengembangkan bakat dan minatnya,” paparnya.

Masih kata dia,  pada dasarnya guru penggerak dibentuk untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar. Maka tantangan harus berani bagi kiprah CGP juga berperan dalam menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada peserta didik.

Merdeka belajar mungkin bisa dikatakan merupakan istilah baru yang sering terdengar saat ini. Merdeka belajar dalam arti sekolah, guru-guru, dan muridnya, mempunyai kebebasan dalam berinovasi dan bertindak dalam proses belajar mengajar.

** Nay / Tedy

Achmad Fathoni Desak DPUPR Kerjakan Peningkatan Jalan Cikeas – Bojong Nangka di Awal Tahun 2022

0

JURNAL INSPIRASI – Ruas Jalan yang terletak di Lapangan Kapuk RT 01/RW 11 yang menghubungkan ke jalan RT 02, Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor tak kunjung diperbaiki. Padahal, kondisi saat ini sudah rusak parah.

Achmad Fathoni

Menurut anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni, pihaknya sudah meminta perbaikan jalan itu sejak tahun 2020. Bahkan pada 2020 dan 2021 usulan selalu masuk APBD, akan tetapi dengan alasan refocusing anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Dalam rapat dengan PUPR sudah selalu saya ingatkan dan terakhir kemaren hari Senin. Saat Evaluasi Kinerja PUPR 2021, sudah saya tanyakan lagi dan memprotes kenapa tidak ada penangan sama sekali di 2021, karena saya juga sudah minta itu sejak 2020,” tegasnya, Selasa (28/12/21).

Anggota Legislatif dari Fraksi PKS itu memaparkan, untuk pengajuannya sendiri sudah sangat sering. Bahkan, di beberapa forum serta langsung ditanyakan kepada pihak DPUR Kabupaten Bogor pun ada jawaban terkait anggaran yang akan digelontorkan untuk perbaikan jalan tersebut.

“Pak Sekdis DPUPR sudah saya kontak langsung dan menyampaikan jalan Cikeas Udik – Bojong Nangka masuk di 2022 dengan anggaran 2,5 miliar. Saya sudah tanyakan lagi dan memprotes kenapa tidak ada penanganan sama sekali di 2021,” paparnya.

Fathoni sapaan akrabnya itu menambahkan, karena tidak dikerjakan di 2021 ini, maka pihaknya akan terus mendorong agar masuk di 2022 mengingat jalan yang saat ini semakin parah itu dan keperluannya sangat mendesak dan harus segera diperbaiki.

“Saya akan terus dorong untuk tahun 2022 bisa terealisasi,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Bangunan Lapuk, Rumah Warga di Antajaya Ambruk Gercep Direspons Kades

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Antajaya melakukan gerak cepat alias gercep untuk penanganan dan pelayanan kepada masyarakat  saat menerima laporan adanya rumah warga yang ambruk. Dengan cepat Kepala Desa Antajaya, Andi Pamungkas langsung mengunjungi lokasi rumah milik Bonih di Kampung Nagrak, RT 02/01 Desa Antajaya yang ambruk akibat sebagian material yang telah lapuk.

“Saya ke lapangan memastikan kabar yang berkembang bahwa ada rumah  ambruk yang diakibatkan sebagian material bangunan lapuk,” ujar Andi Pamungkas melalui telepon selular, Selasa (28/12/21).

Dia pun langsung  mengumpulkan warga termasuk pengurus RT dan RW  di wilayah itu. Dengan semangat gotong royong, warga kampung melaksanakan perbaikan secara mandiri dan swadaya.

“Pemerintah desa hadir bersama  warga masyarakat untuk melakukan perbaikan rumah warga yang rusak, dengan semangat gotong royong yang masih melekat dan menjadi tradisi warga, kami langsung melakukan perbaikan,” ujarnya.

Bonih, pemilik rumah  yang roboh mengucapkan terimakasih kepada warga dan pemerintah desa yang sudah  membantu memperbaiki rumahnya sehingga dapat mengurangi beban hidupnya.

“Saya  menghaturkan  terimakasih  kepada Pak Kades dan warga sekitar yang terlibat langsung, memberi semangat warga untuk bergotong-royang melakukan perbaikan rumah saya. Termasuk bantuan yang diberikan, baik tenaga maupun materi sehingga berdiri kembali dan layak dihuni,” tutupnya.

** Nay / Ramses