30.9 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 953

Dak Beton Rembes, Disdik Ajukan Percepatan Pembangunan

0

JURNAL INSPIRASI – Rembesnya dak beton di SDN 4 Tlajung Udik yang dikerjakan PT Fachry Lavoro pada tahun anggaran 2019 dengan anggaran Rp702.330.000 disikapi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SD dan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rameni.

“Dengan adanya laporan tersebut kami akan meninjau ke lokasi SDN 4 Tlajung Udik, jika memang sangat parah maka akan kami usulkan untuk segera dilakukan peningkatan,” ujar Rameni, Senin (10/01/22).

Dia mengatakan, saat itu pasti sudah ada pertanggung jawaban, baik dari pihak kontraktor maupun dari Dinas Pendidikan. Namun secara teknis kata dia, jika kerusakan itu mengelupas maka memang harus dilakukan perawatan yang harus dilaksanakan pihak sekolah sendiri mengingat rehabilitasi rencana bertingkat yang dilaksanakan di SDN 4 Tlajung Udik.

Sedangkan dak beton tidak bisa dijadikan sebagai atap sehingga hal itu yang mengakibatkan terjadi rembes karena terlalu lama.

“Kita selalu mengajukan percepatan pembangunan untuk rehabilitasi rencana bertingkat, kenapa? , ya karena itu tadi dak beton itu tidak bisa dijadikan atap sehingga solusinya memang harus segera dibangun,” jelasnya.

Menurutnya , adapun dengan terlihatnya besi pada bangunan dak beton tersebut memang kurang pas , namun kesalahan tersebut masih dalam skala tidak terlalu parah, karena besi hanya nongol pada beberapa spot saja dan tidak menyeluruh. Banyak faktor yang mengakibatkan munculnya besi, ditambah pekerjaan tersebut sudah berjalan selama 2 tahun.

“Cuma kita pastikan kekhawatiran ambruk itu insya Allah tidak terjadi, kecuali ada goncanagan besar , standarnya usia beton setelah 28 hari itu sudah dipastikan kokoh dan tidak akan berubah lagi,” ucapnya.

Sejauh ini, pihaknya mencoba untuk mengajukan semua yang sudah dilakukan rehabilitasi rencana bertingkat, namun kembali kepada kesediaan dana. Untuk tahun ini hanya Rp 90 miliar yang dibagi menjadi 3 bagian dan banyak kegiatan yang pasti dipangkas.

“Masih banyak PR kami, tahun ini kami mengajukan 200 RKB tapi hanya 10 yang akan direalisasikan, ya kita optimalkan sebaik mungkin. Kita lihat dan evaluasi dari tahun 2019 kebelakang, mana yang harus disegerakan walaupun idealnya semua harus segera dibangun RKB,” pungkas Rameni.

** Nay Nur’ain

JMI Bogor Raya Apresiasi Konsistensi Komunitas Lindungi Hutan

0

JURNAL INSPIRASI – Turut serta dalam aksi penanaman 2.400 pohon yang digagas Komunitas Lindungi Hutan Bogor, Jurnalis Mancing Indonesia (JMI) Bogor Raya mengpresiasi konsistensi komunitas lingkungan ini, Minggu (09/01/22).

Apresiasi ini diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) JMI Bogor Raya, Sudadi. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan di Bukit Cisewu, Desa Sukamulya, Jonggol, Kabupaten Bogor ini patut dicontoh, khususnya oleh kalangan muda.

“Kegiatan semacam ini harus sering dilaksanakan, melihat bencana di satu tahun terakhir diakibatkan oleh kurangnya resapan air dan penahan tanah,” ucapnya.

Selain itu, Sudadi pun lagi-lagi memberikan apresiasi, karena lokasi penanaman yang dipilih menunjukkan keseriusan Komunitas Lindungi Hutan ini.

“Lokasi kegiatan yang mereka ambil, amat memperhitungkan kondisi juga memperkirakan wilayah yang berpotensi bencana,” tuturnya, Senin (10/01/22).

Di lokasi yang sama, Noval, Ketua Lindungi Hutan (LH) Bogor menjelaskan, kegiatan penanaman ini memang menjadi program utama dari komunitasnya.

“Selain melakukan penanaman, kita pun melakukan perawatan hingga bibit-bibit pohon ini bisa tumbuh dengan aman,” katanya.

Kegiatan penanaman ini, lanjut Noval, sebagai penanda bahwa kehidupan manusia tidak bisa lepas dari pohon dan fungsinya.

“Saat pohon terakhir ditebang, saat sungai terakhir dicemari, saat ikan terakhir dipancing, barulah manusia akan sadar kalau uang tak bisa dimakan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Covid Melandai, Masyarakat Diminta Manfaatkan Layanan Posyandu

0

JURNAL INSPIRASI – Posyandu atau pos pelayanan terpadu merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan  untuk  warga masyarakat dibantu oleh petugas kesehatan. Saat ada kasus  Covid-19, Pemerintah Desa  Balekambang, Jonggol, Kabupaten Bogor sempat menghentikan kegiatan Posyandu. Namun setelah Covid-19 melandai, osyandu di berbagai Rukun Warga kembali dilaksanakan.

Bidan Desa Balekambang, Vivi mengatakan dalam masa pandemi, protokol kesehatan diutamakan seperti penggunaan handsanitizer dan masker diterapkan disaat melakukan pelayanan kesehatan. Menurutnya kegiatan Posyandu ini dilakukan dengan  penimbangan dan pengukuran tensi darah kepada para ibu. Hal ini untuk mengetahui perkembangan tinggi dan berat badan anak. Tak hanya itu, dilakukan imunisasi pada bayi agar meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

“Selain pengecekan perkembangan anak, diadakan kelas bagi ibu hamil demi kesehatan ibu dan bayi. Petugas kesehatan memberikan penjelasan dari mulai vitamin, larangan makanan dan minuman untuk ibu hamil ” bebernya kepada Jurnal Bogor, Senin (10/01/22).

Lanjutnya, perihal penjelasan mengenai nifas, serta penjelasan mengenai ASI, serta  asupan vitamin dan mineral bagi ibu hamil harus terpenuhi. Sebenarnya tidak ada larangan makanan untuk ibu hamil asal tidak dikonsumsi berlebihan. Hanya saja bagi ibu yang sedang hamil muda ada batasannya karena kondisi kandungan masih sangat rentan, seperti harus menghindari nanas muda. Ibu hamil pun tidak disarankan mengonsumsi kopi dan teh karena mengandung zat anti gizi yang menghambat penyerapan zat gizi dan zat besi.

“ASI yang pertama kali keluar berisi imun dan harus diberikan kepada bayi. Tidak ada ASI basi meskipun ASI yang dikeluarkan encer karena semua ASI dari ibu merupakan makanan yang paling sehat bagi bayi,” jelasnya.

Dia berharap kepada masyarakatDdesa Balekambang khususnya yang memiliki bayi atau Balita serta bagi ibu hamil harus mengikuti program pelayanan kesehatan ini agar dapat mengetahui perkembangan kesehatan dan meningkatkan kualitas kesehatan meskipun dalam masa pandemi yang saat ini masih berlangsung.

“Apalagi Posyandu ini dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Jadi diharapkan agar masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan ini,” pungkasnya.

** Nay/Ramses

Jonggol dan Sukamakmur Masih Kekurangan Penyuluh Pertanian

0

JURNAL INSPIRASI – Kecamatan Jonggol dan Sukamakmur sekarang ini masih kekurangan penyuluh pertanian. Sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2008 tentang sistem penyelenggaraan penyuluh yang diamanatkan satu desa satu penyuluh, sedangkan di Jonggol dan Sukamakmur hanya ada 14 orang seluruhnya berstatus Pegawai Harian Lepas  (PHL).

“Jumlah desa di Kecamatan Jonggol dan Sukamakmir ada 24, maka untuk mengisi kekosongan ada penyuluh yang menangani dua hingga tiga desa,” kata Staf UPT Pertanian Jonggol Jajang kepada Jurnal Bogor, Senin (10/1).

Menurutnya, karena masih kekurangan, Jajang  mengaku UPT Pertanian Jonggol  sudah pernah mengusulkan penambahan 6 tenaga PPL. Ia berharap usulan penambahan PPL yang disampaikan pihaknya ke dinas dapat direalisasikan sehingga semua desa  terisi sesuai amanat Undang-Undang.

“Kami harap bisa terealisasi, karena keberadaan PPL sangat membantu petani, salah satunya memberikan penyuluhan dalam hal pertanian,” tutupnya.

** Nay/Ramses

Cari Keberkahan, Pemdes Kalongliud Pengajian Setiap Jumat

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintahan Desa (Pemdes) Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar pengajian di aula kantor Desa Kalongliud bersama stakeholder mulai dari Pemerintah Desa dan seluruh jajaran Lembaga Kemasyarakatan Desa dan alim ulama setempat.

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengatakan, kegiatan tersebut agar ada keseimbangan antara apa yang dilakukan didalam tata kelola dan tata laksana roda pemerintahan desa dengan hukum-hukum agama. “Intinya kita sedikit memahami apa yang hak dan yang tidak hak,” ungkapnya.

Jani Nurjaman menyebutkan, pengajian itu akan rutin digelar setiap Jumat. Selain untuk meningkatkan silaturahmi juga untuk mencari keberkahan dan berkumpul sambil menuntut ilmu agama.

“Alhamdulillah kegiatan pengajian kami rutin laksanakan dan antusias dari seluruh jamaah khususnya para pemangku kepentingan dalam hal ini stakeholder yang ada di Desa Kalongliud ini ikut serta didalam pengajian tersebut,” katanya, kemarin.

Dalam pengajian tersebut, kata Jani Nurjaman, pertama yaitu tausiyah dengan beberapa tema yang sudah ditentukan diantaranya tentang akidah akhlak dan fiqih. Dari tema-tema tersebut kemudian dikembangkan dalam tanya jawab setelah selesai melakukan tausiyah dari tenaga pengajar asal MUI desa, para alim ulama dan ustadz yang ada di wilayah Desa Kalongliud.

“Kita berikan waktu selama 30 menit kepada pada jamaah untuk bertanya dari substansi ataupun tema yang telah ditentukan pada hari itu,” ujarnya.

Menurutnya, pengajian itu selaras dengan visi misi Bupati Bogor dengan Program Pancakarsa yaitu Karsa Berkeadaban.

“Saat ini Alhamdulillah dengan pandemi Covid-19 ini sudah menurun bahkan di Desa Kalongliud sudah menjadi zona hijau dan tingkat peserta vaksinasi juga sudah mencapai 85 persen,” ucapnya.

**Andres

Gebyar Awal Tahun 2022 Warga Garisul Gelar Lomba

0

Perhatian Pemerintah Desa Minim

JURNAL INSPURASI – Warga Kampung Garisul, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. menggelar penutupan acara Gebyar Awal Tahun 2022. Namun, sangat disayangkan kegiatan itu luput dari perhatian pemerintah desa setempat.

Tokoh pemuda Abdul Nafis mengapresiasi kegiatan yang digagas ketua RW setempat meskipun tidak ada dukungan dari pemerintah desa setempat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas ketua RW Radok, dari mulai dia menjabat sampai dengan saat ini mampu menunjukkan eksistensinya dengan serangkaian kegiatan positif yang mampu menyatukan masyarakat,” ujarnya, kemarin.

Namun dia menyayangkan minimnya suport dan tidak adanya keterwakilan dari Pemerintahan Desa Kalongsawah yang tidak terlihat.

“Untuk yang sudah jadi agenda khusus ketua RW bersama masyarakat mudah-mudahan kedepannya lebih meriah, ditambah untuk support dari Pemdes sendiri diharapkan lebih terlihat, dan sangat disayangkan di momen yang cukup meriah ini minimal ada keterwakilan dari pemerintah desa,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Rukun Warga (RW) 05 Kampung Garisul, Asep Supardi merasa sangat bersyukur dan semakin bersemangat. Pasalnya, selain serangkaian acara berjalan sukses, acara tersebut juga mampu menggali bibit-bibit prestasi masyarakat di wilayahnya.

“Alhamdulillah rangkaian acara pembagian hadiah berjalan lancar, walaupun masih ada satu cabang pertandingan lagi yaitu bulutangkis yang besok baru final,” ujar pria yang akrab disapa Radok.

“Kita juga berharap acara ini tidak dianggap sebagai ajang menang atau kalah, tapi lebih kepada mengeratkan silaturahmi antarwarga RW 5, sebab selain itu, ini ajang mencari bibir prestasi bagi generasi muda karena jaman sekarang kita dituntut harus berani berkompetisi di era persaingan global,” sambungnya.

Alaina Nurul Safitri (9), salah satu peserta yang menyabet dua piala sekaligus yakni, kategori Qori juara III, dan Tahfidz juara I merasa bahagia dan ingin lebih berprestasi.

“Alhamdulillah seneng, dan makin samangat belajar biar lebih berprestasi lagi kedepannya,” ujar gadis belia yang bercita-cita ingin jadi Qoriah internasional itu.

**andres

Warga Kali Pasir Heboh Temukan Bayi yang Ditutup Daun Pisang di Gang Rumah

0

JURNAL INSPIRASI – Warga Kampung Kali Pasir RT04 RW 02 Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor digegerkan dengan penemuan bayi dalam kondisi hidup di gang rumah warga.

Salah satu warga, Iyos mengatakan, posisi bayi yang ditemukannya itu dalam kondisi tidak menggunakan baju, tergeletak dan tertutup daun pisang.

“Awalnya ada suara tangisan bayi, namun setelah mendekati sumber suara itu ternyata ada bayi yang masih terdapat tali pusar,” ungkapnya.

Lalu ia langsung membawa bayi itu ke rumahnya dan memberitahukan kejadian itu kepada pihak desa dan warga sekitar.

Sementara Kepala Desa Leuwisadeng Rohim Hidayatullah mengatakan, perstiwa penemuan bayi oleh warganya itu pada Minggu, (9/1) sekitar pukul 17:00 wib.

“Bayi tersebut lahir dengan prematur. Jadi untuk sementara bayi kini dititipkan di bidan untuk perawatan,” ungkapnya kepala Jurnal Bogor.

Ia menyebut saat ini sedang menyelidiki pelaku pembuang bayi tersebut.

“Untuk lebih lanjutnya nanti kita nunggu situasi dulu, mudah-mudahan pelaku cepat ketemu,” ujarnya.

Menurut Rohim kasus penemuan bayi di desanya baru pertama kali. Pihaknya menugaskan kepada para RT untuk mengecek rumah masing-masing warga. “Karena dikhawatirkan pelakunya masih warga setempat. Saya juga semalem kaget kok ada sih orang tua yang membuang anaknya sendiri,” ungkapnya

Bahkan menurut Rohim, banyak warga yang datang kepadanya ingin mengadopsi bayi tersebut. “Ke saya juga banyak yang daftar yang siap mengadopsi si bayi ini, cuman kan kita tidak semerta-merta begitu saja mengasihkan si bayi ini. Paling kita nanti musyawarah kan dulu,” pungkasnya.

**andres

Bima tak Beri Izin Holywings

0

JURNAL INSPIRASI – Rencana keberadaan Holywings di Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, mengundang reaksi Wali Kota Bima Arya. Minggu (9/1), ia pun mendatangi lokasi proyek pembangunan yang akan difungsikan sebagai cafe and restoran.

Bima pun memberikan catatan terkait operasionalisasi Holywings yang berlokasi tak jauh dari Masjid Raya Bogor itu.

Bima menegaskan bahwa ia tidak akan mengizinkan Holywings Bogor beroperasi seperti di kota-kota lain. Lantaran, tidak sesuai dengan karakter dan visi Kota Bogor yang religius serta kota ramah anak.

Menurutnya, kedatangannya ke lokasi karena merespons informasi yang beredar bahwa Holywings Bogor sedang dibangun dan akan beroperasi.

“Kota Bogor terbuka untuk investasi, tapi catatan investasi harus sesuai dengan karakter dan visi Kota Bogor yang sesuai visi ramah keluarga dan karakternya religius. Karena itu harus berjalan,” tegasnya.

Bima beralasan, tidak akan memberikan izin operasional Holywings di Bogor seperti di kota-kota lain, karena Kota Bogor menjual potensi alam dan bukan minuman keras.

“Untuk IMB (izin mendirikan bangunan) yang dikeluarkan itu untuk kafe dan restoran. Kalau miras dan aktivitas DJ (disk jockey) seperti di kota lain tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Ia menyatakan, Kota Bogor merupakan kota religius, sehingga apabila ingin menikmati miras tidak bisa dilakukan disini.

“Kalau mau menikmati miras silakan ke kota sebelah, karena pemilik menyanggupi dan berjanji akan menjalankan itu. Ini sesuai dengan kota religius dan untuk keluarga,” katanya.

Bima Arya menjelaskan, wilayah Kota Bogor relatif premium dan sangat strategis untuk kuliner. “Kalau ada ditemukan lagi kafe yang menjual miras itu pasti akan ditutup dan disegel. Tidak ada urusan soal siapa dibelakang apa, ini soal penegakan aturan,” tandas Bima.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto menegaskan adanya THM, cafe, dan sebagainya harus disesuaikan dengan peraturan daerah (perda) baik itu ketentraman dan ketertiban umum, juga tentang jasa usaha dan lain sebagainya.

Menurut dia, selama tidak melanggar Perda, maka THM dipersilakan jalan, namun pihaknya akan terus melakukan pengawasan. Tujuannya supaya semua pembangunan sesuai dengan kultur Kota Bogor itu sendiri.

“Jangan sampai nanti di THM itu ada masalah-masalah melanggar asusilaan. Saya kira tidak akan tepat bagi Kota Bogor yang mengusung tema kota layak anak,” kata Atang.

Disinggung jika kedapatan ada minuman berakohol, Atang meminta untuk ditindak secara tegas sesuai perda yang ada. Dirinya akan mendorong Satpol PP untuk menegakan perda penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum yang sudah ada.

“Jadi tinggal ditegakkan. Kalau tidak ditegakkan, berarti Pemerintah Kota Bogor loyo,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Izin Operasional Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPMPTSP) Kota Bogor, R. Beni Iskandar membenarkan bahwa telah ada pengajuan berkas perizinan.

“Memang itu sudah ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bahkan Persetujuan tetangga sudah diketahui pihak Polsek dan Koramil,” kata Beni.

Ia menyebut, sejauh ini pihaknya baru mengeluarkan IMB karena semua administrasi sudah memenuhi syarat masuk melalui online. Kalau dari pengajuan IMB kata dia, bangunan itu diperuntukan untuk Restoran dan cafe.

Selanjutny, kata dia, untuk izin operasional juga tetap dikeluarkan di DPMPTSP dengan rekom teknis dari SKPD terkait. “Ya, nanti izin operasional di sini, tapi setelah mereka beroperasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, sambung dia, jika dilihat zonasinya, lokasi tersebut memang masuk kawasan untuk perdagangan dan jasa.

Ia menambahkan, untuk izin operasionalnya mungkin kategori lain, misalnya untuk THM, karaoke atau lainnya. “Ya, dalam izin operasional nanti ada pada Kasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) di Online Single Submission (OSS),” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

NPCI Kabupaten Bogor Seleksi Atlet Peparda

0

JURNAL INSPIRASI – National Paralimpic  Committe Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor sudah melakukan tahapan seleksi atlet pemula yang akan jadi bagian Kontingen Kabupaten Bogor dalam Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.

Tahapan seleksi atlet yang akan bergabung dengan NPCI Kabupaten Bogor itu dilakukan sejak, Minggu, 9 Januari 2022 di Sekretariat NPCI Kabupaten Bogor di Gate 9 Stadion Pakansari .  

Para calon atlet  Paralimpic yang akan ikut seleksi di NPCI Kabupaten Bogor didampingi anggota keluarga atau kerabatnya saat daftar ke sekretariat NPCI Kabupaten Bogor.

“ Alhamdulillah  calon atlet Paralimpic di Kabupaten Bogor sangat antusias untuk ikut seleksi kali ini,” beber Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach, Minggu, 9 Januari 2022.

Misbach mengatakan, selanjutnya para calon atlet ini akan dipantau langsung oleh koordinator  tiap cabor yang ada di NPCI Kabupaten Bogor.

Selanjutnya, kata Misbach, proses Pra Pelatcab yang akan dilakukan NPCI  Kabupaten Bogor ini akan berlangsung selama lima bulan.

“ Mudah mudahan semua calon atlet paralimpic Kabupaten Bogor yang akan ikut seleksi ini nantinya bisa jadi atlet yang potensial, handal dan bisa meraih prestasi pada ajang  Peparda VI Jabar  2022,” tegasnya

Nantinya, sambung Misbach, NPCI Kabupaten Bogor akan merekrut sekitar 50  atlet baru dari hasil seleksi ini yang akan masuk dalam Kontingen Kabupaten Bogor pada ajang Peparda VI  Jabar 2022.

** AS Pangrango

Ikuti Liga 3 Nasional 2022, Presiden The Buldozer Pasang Target Realistis

0

JURNAL INSPIRASI – Presiden Klub The Buldozer, Dedi Cakra Baidilah mengatakan, target timnya dalam perhelatan Liga 3 Nasional 2022 sangat realistis.

“Liga 3 Nasional adalah mimpi semua elemen yang ada di The Buldozer. Namun mimpi kami tak akan pernah berhenti pada Liga3 Nasional saja,” ucap CK panggilan akrab dari Dedi Cakra Baidilah.   

Menurutnya, The Buldozer  juga ingin jadi tim yang berkiprah di Liga 2 Nasional ataupun Liga 1 Nasional.  

Namun kata Cakra, saat ini managemen The Buldozer tengah membidik nama nama pemain yang akan jadi skuad The Buldozer untuk mengarungi Liga 3 Nasional 2021-2022.

“ Liga 3 Nasional tentunya beda dengan Liga 3 Jabar. Makanya saat ini kami akan terus menambah kedalaman tim The Buldozer untuk  berlaga pada Liga 3 Nasional,” tegasnya.

CK melanjutkan, materi tim yang akan berlaga pada pentas Liga 3 Nasional tentunya akan lebih bagus lagi, karena dalam  Liga 3 Nasional ini nantinya akan berlaga beberapa tim yang dulunya pernah berkiprah pada Liga 1, Liga 2 ataupun saat  era Divisi Utama Ligina.

Jujur, kata CK,  saat ini ia tengah mencari para pemain yang memang punya karakter yang berkualitas untuk bisa memenangkan semua laga yang akan dilakoni The Buldozder  di Liga 3 Nasional.

“Tidak menutup kemungkinan saat berlaga di  Liga 3 Nasional nanti, The Budozer bisa diperkuat para pemain yang pernah berkiprah di Liga 2 atau Liga 1,” sergahnya.   

Yang jelas, tambahnya,  The Buldozer akan tampil all out dalam semua laga pada Liga 3 Nasional 2022.

Selain itu, The Buldozer  juga akan mengajukan jadi tuan rumah dalam perhelatan Liga 3 Nasional 2022.

** AS Pangrango