30.9 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 954

The Buldozer Petik Pengalaman Berharga

0

Kalah dari Persikota Dalam Laga Uji Coba

JURNAL INSPIRASI – Jelang Kick off Liga 3 Nasional 2022, Citeureup Raya FC mengagendakan serangkaian laga uji coba dengan tim selevel.

The Buldozer julukan Citeureup Raya FC mendapat pengalaman berharga saat kalah dari Persikota Tangerang dengan 0-2 dalam laga di Stadion Mini Cibinong, Jumat, 7 Januari 2022 pekan lalu.

Tim besutan Dian Irawan terlihat masih kalah kelas dari Persikota Tangerang yang mampu tampil spartan dan trengginas.

“ Laga uji coba ini kami memang tak melihat hasil akhir, namun kami lebih melihat kepada kesiapan fisik dan mental para pemain jelang bergulirnya Liga 3 Nasional 2022,” ujar Dian Irawan kepada para awak media seusai laga.

Arsitek The Buldozer yang juga pernah bermain di Liga 1 Indonesia ini menambahkan, ia banyak mendapatkan  pengalaman berharga dalam laga uji coba ini.

Menurutnya, kedalaman materi “ Bayi Ajaib” julukan bagi Persikota memang lebih unggul dari The Buldozer.

“ Ini baru uji coba pertama. Karena kami akan melakukan tiga kali uji coba lagi melawan tim  selevel dan tim yang berada di bawah kami. Ini sangat penting kami lakukan,” bebernya

Tak hanya itu, kata Dian, dalam uji coba lawan Persikota Tangerang pekan lalu, The Buldozer  juga melakukan seleksi kepada lima pemain yang akan bergabung dengan The Buldozer pada Liga 3 Nasional 2022.

“ Ada beberapa pemain yang kami pantau untuk gabung The Buldozer di Liga 3 Nasional. Para pemain yang kami pantau itu sudah ikut dalam laga uji coba,” tegasnya

Namun, sambungnya, hingga saat ini managemen The Buldozer masih belum memutuskan siapa aja pemain anyar yang akan bergabung dengan tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor asal Kecamatan Citeureup ini.

Mudah mudahan, tambah Dian,  dalam mengarungi Liga 3 Nasional 2022 nanti, The Buldozer bisa meraih hasil yang maksimal dan bisa mengangkat harum sepakbola Kabupaten Bogor nantinya.

** AS Pangrango

Tim Arung Jeram Usung Tagline “Tabah Sampai Akhir ”

0

JURNAL INSPIRASI – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Bogor yang dinahkodai TB Wajedi Noor termasuk salah satu cabor di KONI Kabupaten Bogor yang sangat aktif dan stabil dalam melakukan semua progam latihan.

Meskipun pelaksanaan Porprov XIV Jabar 2022 masih akan berlangsung pada bulan November mendatang, namun semua pengurus, pelatih dan para atlet langsung tancap gas melakukan latihan rutin di Cidokom.

Kendati anggaran pembinaan yang didapat dari KONI Kabupaten Bogor jauh dari maksimal, namun hal itu tak pernah jadi alasan bagi para atlet , pelatih dan pengurus arung jeram Kabupaten Bogor.

“Tugas kami di kepengurusan adalah membuat dan melaksanakan program latihan hingga melahirkan para atlet berkarakter juara,” tegas TB Wajedi Noor, Minggu, 9 Januari 2022

Tak hanya itu, sambung TB Wajedi Noor, pengurus juga wajib memperhatikan soal kesejahteraan para atlet dan pelatih.

“ Soal besar kecilnya anggaran yang paling utama adalah harus disyukuri dulu. Supaya bisa berkah dan bermanfaat. Insya Allah hal ini akan terus kami lakukan,” bebernya

Dalam kesempatan yang sama, TB Wajedi Noor juga menyampaikan, tagline FAJI Kabupaten Bogor dalam menatap Porprov XIV Jabar 2022 adalah “Tabah Sampai Akhir.”

“ Insya Allah dengan ketabahan nantinya Faji akan mendapatkan keberhkahan dalam meraih prestasi pada ajang Porprov XIV Jabar 2022 mendatang,” tegas TB Wajedi Noor.

Ia berpesan, semua atlet arung jeram yang akan membela Kabupaten Bogor harus punya target untuk meraih prestasi yang terbaik.

“ Jika semua atlet sudah meraih prestasi emas di ajang Porprov XIV Jabar 2022, maka ini akan membuka peluang untuk kesempatan emas berikutnya,” pungkasnya.

** AS Pangrango

Command Center Tirta Pakuan Mulai Beroperasi

0

JURNAL INSPIRASI – Target yang dijanjikan terkait pembangunan Command Center Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di Kantor Pusat mereka, yang berada di Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur, akhirnya terpenuhi.

Terbaru, saat ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang menyempurnakan sentra berbagai informasi dari wilayah maupun pelanggan yang terpusat.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan menjelaskan, saat ini command center telah berfungsi dengan baik, hanya dirinya ada keinginan untuk menyempurnakan command center yang diibaratkannya sebagai pusat komando.

Sehingga dari ruangan command center tersebut, selain termonitor informasi juga bisa menyampaikan pemberitahuan penugasan kepada petugas masing-masing divisi.

“Sekarang Command center memang belum sempurna. Jadi, saya maunya sesuai namanya command bisa memberi komando. Komando di sini dalam artian ‘Pak ada laporan kebocoran air di jalan ini, RT, RW sekian, no pelanggan sekian’. Kemudian, hari ini itu sudah muncul di command center, tapi harusnya command center juga bisa memberikan perintah, seperti ke bagian pengaliran untuk dikerjakan,” terang Rino, kepada wartawan, kemarin.

Masih kata dia, setelah pekerjaan selesai, petugas kembali melaporkan informasi ke command center. Selanjutnya command center menyampaikan notifikasi ke pelanggan atau pelapor kebocoran air tersebut jika sudah diperbaiki.

“Dan sekarang baru sampai view serta ada petugas, tapi belum otomatis karena masih pakai kertas,” aku dia.

Untuk menunjang hal tersebut, pihaknya tengah membuat aplikasi work order. Perangkat lunak terbaru ini nantinya akan terintegrasi dengan inovasi layanan pengaduan yang lebih dulu diluncurkan Perumda Tirta Pakuan.

Termasuk terintegrasi dengan aplikasi Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran (SiBadra) dari Pemerintah Kota Bogor.

“Nanti kami akan mau masukan laporan-laporan dari call center, Hublang termasuk dari aplikasi SiBadra. Jadi petugas tahu permasalahan-permasalahannya, tinggal dilanjutkan ke bagian-bagian. Kami ingin seperti itu, mudah-mudahan tahun ini selesai,” tandasnya.

Rino menambahkan, bahwa command center saat ini sudah beroperasi dengan dua petugas operator. Ia berencana untuk kedepannya menambah jumlah petugas dengan sistem shift atau bergantian lantaran command center beroperasi selama 24 jam.

“Sekarang masih dua petugas. Kedepan bakal ditambah lebih dari delapan orang dan command center beroperasi 24 jam,” tutup dia.

Handy Mehonk

Rampas Hak Pejalan Kaki, Trotoar Dipenuhi Bahan Bangunan

0

JURNAL INSPIRASI – Sejumlah warga di jalur HR Edi Sukma, tepatnya di Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor mengeluhkan trotoar jalan di jalur tersebut yang sudah sejak lama beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan bahan material milik toko bangunan Duta Bangunan Caringin.

“Trotoar itu bukan milik pribadi, itu fasilitas umum, kok bisa-bisanya pemilik toko bangunan simpan bahan-bahan bangunan di trotoar, ini kan fasilitas yang dibangun pemerintah untuk pejalan kaki,” keluh Desi, pengguna jalan di jalur tersebut.

Karena trotoar yang dipenuhi tumpukan material hebel atau bata ringan, lanjut dia, para pejalan kaki pun terpaksa menggunakan ruas jalan, seperti sejumlah orang tua yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah pada pagi hari.

“Kasihan kan, hak mereka sebagai pejalan kaki dirampas. Apalagi kalau pagi hari di jalur ini tuh kendaraan pada ngebut, kan berbahaya. Banyak orang tua siswa yang ngeluh karena gak bisa lewat trotoar itu,” tandasnya.

Keluhan serupa juga dilontarkan Eius warga  lainnya yang mengaku was-was saat hendak mengantarkan anaknya ke sekolah yang lokasinya tak jauh dari toko bangunan tersebut.

“Iya jadi kami yang harus minggir ke jalan karena trotoar gak bisa dilewati, kami kan jadi kuatir kalau harus lewat jalan terus. Apalagi jalur ini terkenal rawan kecelakaan,” ungkapnya.

Warga pun meminta pihak terkait, melakukan teguran terhadap pemilik toko bangunan. Dan jika pemilik tidak mengindahkan hal itu, pihak berwenang wajib memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Ya harus ditegur dong, dalam hal ini Pol PP Kecamatan Caringin, jika perlu dari kabupaten kan berwenang memberikan teguran kepada pemilik biar gak seenaknya. Mau caranya persuasif atau tegas juga bisa kan,” pinta Solihat, warga lainnya.

Sekedar informasi tambahan, trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan diantara fasilitas-fasilitas lainnya seperti lajur sepeda, tempat penyeberangan pejalan kaki, halte, dan  atau fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan manusia usia lanjut sebagaimana tertuang dalam Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Jalan. 

Untuk diketahui, ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki yang telah disebut dalam Pasal 131 Ayat 1 UU LLAJ. Artinya trotoar diperuntukan untuk pejalan kaki, bukan untuk pribadi.

Dan berdasarkan Pasal 28 Ayat 2 UU LLAJ setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

“Dan mengacu pada undang-undang tersebut, artinya jika ada pihak yang melanggar hal itu sudah jelas sanksinya, bisa pidana dan denda,” ujar Asep, warga lainnya.

Menurut dia, ada dua macam sanksi yang dapat dikenakan pada orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki.

Pertama, ancaman pidana bagi setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp24 juta yang disebutkan Pasal 274 Ayat 2 UU LLAJ.

Dan sanksi kedua, lanjut dia, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu rupiah sesuai Pasal 275 Ayat 1 UU LLAJ.

** Deny

Akibat SPK Telat Turun, Proyek SDN 2 Cipelang Molor

0

JURNAL INSPIRASI – Lambatnya surat perintah kerja (SPK) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, kepada pemenang lelang proyek rehabilitasi ruang kelas bertingkat SDN 2 Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu penyebab molornya pengerjaan. Hal itu diungkapkan Aron, anggota LPM Desa Cipelang saat memberikan keterangan kepada Jurnal Bogor di lokasi proyek SDN 2 Cipelang, Minggu (9/1/2022).

Aron yang dipercaya pelaksana proyek senilai 735 juta lebih itu mengatakan, keterlambatan pengerjaan rehabilitasi ruang kelas bertingkat di sekolah ini, bukan sepenuhnya kesalahan pelaksana. Karena, setelah dinyatakan sebagai pemenang dalam lelang proyek ini, pelaksana tidak langsung melakukan pengerjaan.

“Jadi kurang lebih sekitar 10 hari usai dinyatakan sebagai pemenang lelang, SPK baru keluar. Dari awal juga sudah 10 hari waktu terlewatkan gara-gara menunggu SPK tersebut,” ungkapnya.

Aron mengetahui ada keterlambatan turunnya SPK dari Disdik, ketika pelaksana meminta agar pihaknya ikut terlibat dalam pengamanan pengerjaan proyek yang dimenangkan CV. Mandosi Jaya.

Selain persoalan telatnya SPK turun, informasi yang didapat Aron, terkait pelaksana proyek. Dimana, yang melaksanakan pengerjaan rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu ruang kantor,  bukan langsung dilaksanakan pemenang lelang.

“Proyek ini dikerjakan oleh sub kontraktor lagi. CV. Mandosi Jaya hanya bendera saja, tapi untuk yang mengerjakannya pihak lain,” paparnya.

Aron mengungkapkan, tidak selesainya pengerjaan sesuai didalam kontrak kerja dari tanggal 12 Oktober sampai 28 Desember 2021, pelaksana sudah mendapatkan sanksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Pelaksana dikenakan sanksi denda keterlambatan sesuai dengan besaran anggaran proyek. Satu harinya kena denda sekitar 700 ribu lebih, sekarang sudah hampir 10 hari,” jelasnya.

Aron mengakui, beberapa hari lalu Kepala Disdik Kabupaten Bogor sudah mendatangi proyek SDN 2 Cipelang ini. Kedatangannya untuk meninjau secara langsung kegiatan pengerjaan proyek yang sebentar lagi tahap finishing.

“Progres pembangunan diperkirakan sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan 10 hari lagi beres. Untuk kualitas, saya katakan saja kalau pengerjaan nya bagus dan sesuai rencana anggaran belanja (RAB),” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, molornya pengerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas bertingkat SDN 2 Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor yang dikerjakan CV. Mandosi Jaya, terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cijeruk, minta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menindak tegas CV. Mandosi Jaya dengan memasukkan nya kedalam rentetan pengusaha bermasalah dan tidak boleh lagi ikut dalam kegiatan lelang tahun 2022.

Ketua DPK KNPI Kecamatan Cijeruk,  Dziky Syahrir Ru’ban mengatakan, sanksi tegas terhadap pengusaha yang memenangkan proyek di SDN 2 Cipelang harus diberikan Pemkab Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

“Blacklist saja pengusaha itu. Jangan diikut sertakan lagi dalam kegiatan pembangunan di Kabupaten Bogor,” tegasnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (4/1/2022).

Terlebih keterlambatan pengerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas bertingkat di sekolah yang berada di wilayah Cijeruk ini, dilakukan oleh pengusaha dari luar Kabupaten Bogor, yakni beralamat di Jakarta.

“Buat apa pengusaha luar ikut bermain proyek di Kabupaten Bogor, kalau hanya merugikan saja,” tukas Dziky.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor senilai 735 juta lebih itu, dimulai dari tanggal 12 Oktober berakhir hingga 28 Desember 2021.

CV. Mandosi Jaya, pemenang proyek di Wilayah Cijeruk itu, beralamat di Grand APP. Lt.2. R.204 Jl. Rawa Bambon No. 44 B RT 07/04. Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas. Sedangkan untuk konsultan pengawas, CV. Rorompok Raos Dimensi beralamat di Perum Alam Tirta Lestari Blok A1/10. RT 11/14 Pagelaran Kabupaten Bogor.

** Dede Suhendar/Deni Pratama

Dak Beton SDN 4 Tlajung Udik Rembes

0

Achmad Fathoni Minta Disdik Segera Tindaklanjuti

JURNAL INSPIRASI – Mendapati keluhan dan pengaduan dari warga, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni, ST, datang mengunjungi SDN 4 Tlajung Udik, yang berada di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (10/01/22).

Achmad Fathoni, ST

Dalam kunjungannya tersebut, aleg dari Fraksi PKS tersebut sangat prihatin dengan kondisi sekolah tersebut. Selain kekurangan ruang kelas, tapi saat mendapatkan bantuan bangunan malah hasilnya bisa dibilang tidak memuaskan, apalagi usia bangunan tersebut baru 2 tahun terakhir berdiri harusnya masih sangat kokoh.

“Bangunan baru tapi dak betonnya sudah rembes hingga mengakibatkan bocor padahal usia bangunan tergolong baru,” bebernya.

Menurutnya, saat dirinya melihat lokasi memang benar adanya, selain dari ruang kelas yang kurang, bangunan baru pun memprihatinkan. Masalah ini harus mendapatkan perhatian lebih, baik dari Dinas Pendidikan maupun dari kontraktor agar tidak asal – asalan dalam membangun sekolah.

“Apalagi ini kan diisi oleh anak – anak, bagaimana jika ambruk jika asal – asalan. Saya lihat ini sudah banyak yang retak, dan mengelupas, apalagi ada besi yang nongol, itu sangat memprihatinkan, masa usia bangunan hanya 2 tahun yang harusnya awet puluhan tahun,” ungkapnya.

Harusnya kata dia, saat pemasangan bagesting untuk dak beton, kontraktor mesti memakai selimut beton dengan ketebalan minimal 2,5-3 centimeter agar saat bagesting triplek itu dicabut besi beton tidak terlihat. Tetapi hal ini tidak digunakan pada pembanguan RKB yang rencana bertingkat di SDN 4 Tlajung Udik.

“Bentuk pengawasannya harus dipertanyakan, apalagi ini kan jalan gang, sekolah terdapat di gang , kemungkinan dak beton ini dibuat secara manual, sehingga kualitasnya kurang baik, dan sudah cepat rembes,” paparnya.

Dia berharap, Dinas Pendidikan segera mengambil tindakan dan diprioritaskan untuk penambahan ruang kelas baru di SDN 4 Tlajung Udik dan untuk bangunan baru yang rembes untuk segera ditindak lanjuti.

Kepala Sekolah SDN 4 Tlajung Udik Sri Karyawati, S.Pd, membenarkan bangunan gedung sekolah 3 ruang ini dibangun pada Agustus 2019 dan selesai Desember. Namun 6 bulan pascaserah terima bangunan sudah mulai rembes. Awalnya ditanggapi oleh kontraktornya, tapi cuma sekedar dipoles – poles saja, tapi tetap saja masih rembes.

“Apalagi saat ini, bocornya makin parah, saya cuma khawatir ambruk apalagi namanya besi ya keujanan dan keanginan takutnya ambruk saja khawatir,” paparnya .

Menurutnya, kejadian rembesnya bangunan sudah pula dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, baik secara langsung maupun surat, maka dengan adanya kunjungan Achmad Fathoni dari PKS ini dia sangat berharap bisa ada perbaikan dan pembanguna kembali, mengingat siswa-siswi banyak dan masih kekurangan ruang kelas

“Senang saat dapat rehab, tapi agak kecewa dengan hasilnya, mengingat usia bangunan baru saja menginjak 2 tahun, tapi dak betonnya sudah rembes dan bocor ditambah lagi kami memang kekurangan ruang kelas. Idealnya dengan jumlah siswa kami yang mencapai 500 orang harusnya kami punya 10 ruang kelas minimal, tapi ini hanya 6 dan yang 3 pun malah bocor dan rembes,” bebernya.

Dia berharap tahun ini segera terealisasi baik bangunan yang rembes maupun kelas yang kurang agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman, apalagi sekarang sudah memasuki tahap pembelajaran tatap muka.

** Nay Nur’ain

Alhafiz Rana: Jika Pekerjaan Samisade Sesuai Spek, Tidak Mungkin Cepat Rusak

0

JURNAL INSPIRASI – Adanya kerusakan dalam pembangunan infrastuktur jalan dari Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) di beberapa desa di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Bogor seperti Desa Nambo, Ligarmukti, dan beberapa desa lain yang kini menjadi sorotan, seolah merusak program unggulannya Bupati Bogor Ade Yasin. Hal tersebut mendapat sorotan keras dari Ketua Presidium Pemekaran Bogor Timur Al Hafiz Rana, apalagi ada sebagian pekerjaan yang dikerjakan merupakan hasil kerja BUMD Kabupaten Bogor, PT PPE (Prayoga Pertambangan dan Energi).

Alhafiz Rana mengatakan, pada prinsipnya siapapun yang mengerjakan pekerjaan Samisade harus professional, baik itu dari kontraktor swasta maupun BUMD seperti PT PPE sendiri. Apalagi jika pekerjaan dilakukan sesuai dengan spek kerja, tidak mungkin akan terjadi kerusakan yang sangat cepat. Padahal harapan masyarakat dari program Samisade ini jalan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama atau permanen.

“Yang diharapkan itu usia pekerjaan jalan bisa awet, bukanya baru dikerjakan beberapa minggu atau baru hitungan seumur jagung sudah rusak, mengelupas atau pun retak – retak,” paparnya saat dihubungi Jurnal Bogor via WhatsApp, Minggu (10/01/22).

Berarti, kata dia, harus ada peninjauan kembali atau evaluasi bagaimana hasil pekerjaan Samisade yang digadang – gadang ini bisa terlaksana dengan sempurna terutama agar sesuai dengan speknya. Namun dengan banyaknya kerusakan dari program Samisade ini benar – benar harus ada evaluasi kembali.

“Kedepannya diharapkan tidak terjadi hal – hal yang demikian, apalagi program Samisade ini kan bagian dari visi Bupati, maka pelaksanaanya pun harus dikawal, dan diawasi bersama agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh warga khususnyam” pungkas Alhafiz.

** Nay Nur’ain

Samisade Bangun Dua Jalan Desa

0

Jalan Pakapuran- Pasir Ahad Rampung, Jalan Kampung Lukut- Sukaraksa 2 Pekan Lagi Diaspal

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan pembangunan insfrastruktur jalan dari dana Samisade (Satu Miliar Satu Desa). Pembangunan dari Kampung Lukut menuju desa tetangga ditargetkan dua pekan lagi selesai.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Billy begitu disapa menjelaskan, pelaksanaan pembangunan insfrastruktur jalan diawali tahap satu hingga tahap dua dialokasikan di dua titik lokasi pembangunan.

Selama pelaksanaan berjalan, bangunan  jalan dari Kampung Pakapuran -Pasir Ahad  pada 23 Desember lalu, dipastikan sudah selesai. Namun untuk jalan Kampung Lukut- Sukaraksa saat ini masih progres pengerjaan.

“Masih pengerjaan pengerasan (memasang bebatuan) selama dua minggu kedepan hingga jalan Kampung Lukut- Sukaraksa dengan pengaspalan hotmix,” ujar Billy kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Billy menyebutkan, dari 960 meter jalan Kampung Lukut – Sukaraksa itu sepanjang 320 meter di tahun 2019  jalan itu sudah terbangun. “Dengan Samisade jalan desa di dua titik kini sudah terbangun,” ungkapnya.

Program Bupati Bogor melalui Samisade pada pembangunan sebelumnya tertunda akibat Covid-19 sehingga jalan Kampung Pakapuran- Pasir Ahad serta akses Jalan Kampung Lukut – Sukaraksa yang berstatus sebagai jalan desa pada Desember 2021,  Pemerintah Desa Parakanmuncang langsung bergegas mengolah anggaran Samisade demi tercapainya target pembangunan yang telah dicanangkan.

Sebelumnya, Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin mengatakan, program Samisade menjadi solusi di tengah sulitnya melakukan pembangunan akibat pandemi Covid-19. “Dengan perjalanan panjang, program Samisade yang dinantikan masyarakat kini telah terwujud,” tutur Mauludin  dengan penuh syukur.

Bahkan warga desa kata dia, sangat berbangga hati dengan turunnya dana Samisade maka jalan yang telah dilebarkan di tahun sebelumnya masih bisa dibangun pada 2021 ini.

** Arip Ekon

Rusaknya Samisade Desa Nambo, Ahmad Kosasih: Kades Nambo Mau Talangin Dulu

0

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan jalan dari dana Samisade yang rusak di Kampung Nambo Lebak RT 15, 16, dan RT 17 di RW 08, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, membuat Camat Klapanunggal angkat bicara dan mendesak PT PPE untuk segera melakukan perbaikan betonisasi jalan dan aspal yang rusak.

Camat Klapanunggal, Ahmad Kosasih mengatakan, dengan rusaknya Samisade Jalan yang berada di Desa Nambo pihak Pemerintah Kecamatan sudah berkoordinasi dengan desa dan pihak desa masih menyanggupi.

“Sebenernya kemarin saya sudah datengin, terus kata pihak desa, segera pak nanti diperbaiki, karena ini masih garansi, terus saya tanya, udah datang belum pak, kata pak kades belum pak nanti ditalangin dulu gitu kata pak kades,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (9/1/22).

Kosasih mengatakan, hingga Senin (10/1), jika dari pihak ke PT. PPE belum ada titik temu dengan desa, maka pihak pemcam akan berikan surat panggilan kepada PPE untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Senin akan kami panggil jika belum ada kejelasan dari PPE, karena emang untuk masyarakat, masa iya baru dibuat (sebentar) jalan sudah rusak,” tegasnya Kosasih.

Sebelumnya saat dikonfirmasi Sekretaris Desa Eman Sudarman membenarkan jalan beton sudah rusak ditambah aspal sudah mengelupas dan beton banyak yang retak dan jalan itu dikerjakan oleh pihak ke-3.

“Kami sudah melakukan komplain atas kerusakan yang dikerjakan oleh PT. Prayoga Pertambangan dan Energi, sudah ditanggapi tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” katanya.

Lanjutnya, sebelum pembangunan infrastruktur tersebut pihak PPE menjajikan memperbaiki jika ada kerusakan, namun hingga saat ini belum juga ada perbaikan.

“Sebelum pengerjaan mah manis,  setelah 3 bulan bila ada yang retak akan melakukan pemeliharaan tapi sampai saat ini belum ada, tolong tanggung jawabnya, dari awal memang kualitas betonnya aja kurang  bagus, sudah retak rambut sendiri. Padahal jenis beton  K-27,5 yang kita gunakan itu sudah diatas standar, harusnya hasilnya sangat memuaskan gak gradakan kaya sekarang, apalagi aspal sudah banyak yang mengelupas dan terkikis . Intinya kami kecewa dengan hasil pekerjaan yang kami percayakan kepada pihak ke-3 ini,” paparnya.

** Nay/Wisnu

Cecep Imam: Rutilahu di Babakan Madang Sangat Banyak

0

JURNAL INSPIRASI – Camat Babakan Madang , Cecep Imam Nagarasid merespons kondisi warganya, Imas (44) bersama suaminya Didin (50), warga Kampung Wangun 1, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang harus tinggal di rumah tidak layak huni pasca bencana longsor 2019 lalu.

Cecep Imam mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Babakan Madang dengan Pemerintah Desa sudah mengusulkan untuk bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ada di Desa Karang Tengah khususnya , namun karena memang yang berstatus rutilahu itu sangat banyak di Desa Karang Tengah maka tinggal menunggu giliran.

” Di desa Karang Tengah ada 300 lebih rutilahu, bukan hanya rumah Bu Imas, dan semuanya berstatus memprihatinkan, namun kondisi keuangan pemerintah daerah kan terbatas jadi mau tidak mau harus menunggu , apalagi untuk tahun 2021 dan 2022 ini setiap desa hanya mendapatkan jatah 4 rumah untuk diperbaiki , sedangkan yang rusak ada 300 lebih,” bebernya kepada Jurnal Bogor via Telepon Cellular .

Selain itu, pihaknya sangat berterimakasih dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan ada pula yayasan yang membantu untuk pembanguan rumah yaitu Yayasan Habitat yang sudah dirasakan di Desa Cijayanti dan Bojong Koneng dan sudah ada sekitar puluhan rumah yang dibenahi oleh Yayasan Habitat tersebut.

” Saya akan coba ajukan kepada Yayasan Habitat, untuk perbaikan untuk rutilahu yang ada di Desa Karang Tengah karena syarat mengajukan rutilahu kepada yayasan juga tidak mudah , yang pasti kami sudah berusaha hanya saja untuk Kecamatan Babakan Madang sangat banyak rutilahu ya, dan kondisinya hampir sama seperti dengan rumah Bu Imas,” cetusnya.

** Nay Nur’ain