30.9 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 952

CK Tak Mau Buldozer Hanya Numpang Lewat

0

JURNAL INSPIRASI – Citeureup Raya FC adalah salah satu kontestan  Liga 3 Nasional asal Kabupaten Bogor yang mulai berlaga dalam kancah Liga 3 Nasional dalam waktu dekat.

Tim berjuluk The Buldozer ini saat ini sudah masuk dalam fase persiapan khusus dengan melakukan serangkaian uji coba dengan tim selevel.

Dedi Cakra Baidilah selaku Presiden Klub The Buldozer mengatakan, ia tak mau timnya hanya numpang lewat dalam Liga 3 Nasional 2022.

“ Target kami meraih hasil maksimal dalam semua laga yang akan kami lakukan di kancah Liga 3 Nasional,” beber CK panggilan akrab dari Presiden  Klub The Buldozer.

CK menilai, semua tim yang akan berkiprah dalam Liga 3 Nasional pasti punya motivasi untuk promosi ke Liga 2 musim depan.

“ Tentunya kami juga punya mimpi yang sama, jadi salah satu klub yang punya target masuk ke Liga 2 Nasional,” ucap CK.

Untuk menambah kedalaman timnya, CK juga saat ini tengah membidik sejumlah pemain ternama yang pernah berlaga pada Liga 2 Nasional.

Rekrutmen pemain potensial, kata CK, itu adalah salah satu upaya managemen The Buldozer yang tak mau hanya numpang lewat saja di Liga 3 Nasional.

“Bermain di Liga 3 Nasional adalah momentum bagi kami untuk terus meroket ke kasta yang lebih tinggi lagi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PSSI Askab Bogor, Junaidii Samsudin mengatakan sangat bangga The Buldozer bisa berkiprah di Liga 3 Nasional 2022.

Mudah mudahan, kata Junsam, The Buldozer bisa meretas mimpinya jadi salah satu wakil Kabupaten Bogor yang bisa promosi ke Liga 2 Nasional.

“ Saya juga akan sampaikan ke Bupati Bogor terkait prestasi The Buldozer yang akan mewakili Kabupaten Bogor di kancah Liga 3 Nasional,” beber Junsam.

Besar harapan, kata Junsam,  The Buldozer bisa jadi tuan rumah dalam fase penyisihan grup nantinya.

** AS Pangrango

Animo Seleksi Atlet Peparda Sangat Tinggi

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach sangat bangga dengan tingginya para calon atlet yang mengikuti seleksi atlet NPCI yang akan jadi bagian dalam Kontingen peparda Kabupaten Bogor.

Misbach sendiri tidak menyangka jumlah yang ikut seleksi atlet NPCI ini mencapai kurang lebih 90  atlet.

Semua atlet yang ikut seleksi atlet NPCI Kabupaten Bogor ini langsung terjun ke lapangan dan dilihat potensinya oleh semua koordinator masing masing cabor yang ada di NPCI Kabupaten Bogor.

Beberapa cabang olahraga di NPCI Kabupaten Bogor yang melakukan seleksi atlet untuk kontingen Peparda Kabupaten Bogor diantaranya cabor Bulutangkis,Tenis Meja, Catur, Panahan, Angkat Berat, Renang, Atletik dan Menembak

 “ Ini sangat membanggakan, ternyata Paralimpic saat ini sudah mulai dikenal masyarakat Kabupaten Bogor ,” tegas M Misbach kepada awak media, Senin, 10 Januari 2022.

Mudah mudahan, kata Misbach, dari semua atlet yang ikut seleksi ini nantinya akan terpilih 50 atlet yang akan memperkuat Kontingen Kabupaten Bogor pada ajang Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.

Selain itu, kata Misbach, selama mengikuti tahapan seleksi ini, para calon atlet ditempatkan di Mess NPCI Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, kata Misbach, semua atlet yang ikut seleksi sudah mulai terjun ke semua venue tempat seleksi.

“ Proses seleksi atau Pra Pelatcab yang kami lakukan ini akan berjalan selama lima bulan. Selain itu, dalam proses seleksi ini kami tetap akan menerima para pendaftar baru yang berminat dan punya potensi kecabangan yang ada di NPCI Kabupaten Bogor,” ujar Misbach lagi.  

Misbach menegaskan, dalam proses seleksi ini juga nantinya akan dilakukan penciutan ketika seleksi sudah berjalan selama satu bulan.

“ Dalam proses rekrutmen atlet NPCI Kabupaten Bogor lewat seleksi kali ini semuanya akan ditentukan para koordinator cabor terkait para calon atlet yang akan ikut proses selanjutnya,” pungkasnya.

** AS Pangrango

Dispora Apresiasi Rekrutmen Atlet NPCI

0

M Saepudin: Perhatikan Soal Fasilitas Pendukung

JURNAL INSPIRASI – National Paralimpic Committe Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor sudah melakukan tahapan rekrutmen para calon atlet yang akan membela Kabupaten Bogor pada Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.

Proses rekrutmen atlet yang dilakukan NPCI Kabupaten Bogor ini mendapat tanggapan positif dari Dispora Kabupaten Bogor sebagai “ Ibu” dari semua organisasi keolahragaan di Kabupaten Bogor.    

Sedikitnya ada 90- an calon atlet yang daftar dan akan ikut dalam seleksi calon atlet NPCI Kabupaten Bogor.

M Saepudin salah satu pejabat eselon IV di Dispora Kabupaten Bogor mengatakan, alur seleksi yang dilakukan NPCI Kabupaten Bogor dalam penjaringan calon atlet potensial untuk kontingen Peparda Kabupaten Bogor sudah tepat.

“ Membludaknya peserta seleksi atlet NPCI ini menandakan sosialisasi yang dilakukan Dispora dan NPCI Kabupaten Bogor sudah tepat sasaran dan berdampak signifikan,” tegas Aep Saepudin yang juga tercatat sebagai dewan pembina di NPCI Kabupaten Bogor  

Aep menambahkan, saat ini masyarakat Kabupaten Bogor juga sudah sangat paham dengan peran dan fungsi NPCI, hingga masyarakat sangat antusias mengikuti proses seleksi ini.

“Kami dari Dispora Kabupaten Bogor sangat bangga dengan banyaknya calon atlet NPCI  yang ikut seleksi kali ini,” tegasnya.

Hal ini juga menjadi parameter yang nyata kalau masyarakat Kabupaten Bogor juga sangat punya motivasi  agar anak anaknya bisa meraih prestasi dalam event –event paralimpic.   

Namun demikian, kata  Aep,hal yang harus diperhatikan bagi semua pengurus NPCI Kabupaten Bogor adalah menyiapkan fasilitas dan sarana latihan ataupun mess bagi para calon atlet yang benar benar memadai.

“NPCI harus menghindari keluhan atau ketidakpuasan orang tua atlet atau para peserta seleksi terkait soal sarana dan fasilitas pendukung selama pelaksanaan seleksi atau Pra Pelatcab,” punkasnya.

** AS Pangrango

Rino Indira Resmikan Majelis Taklim dan Musala di Lumajang, Jawa Timur

0

JURNAL INSPIRASI – Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengunjungi warga terdampak bencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Didampingi stafnya, Rino yang juga Ketua Umum Polmas Bogor Raya tersebut langsung bercengkrama dengan warga dan juga anak-anak di desa yang berada dekat dengan area Gunung Semeru tersebut.

Kunjungan Dirut Perumda Tirta Pakuan ke lokasi terdampak erupsi Semeru ini selain bertemu dengan warga terdampak, sekaligus meninjau dan meresmikan pembangunan Majelis Taklim dan Musala Nurul Aulia Allah yang dibangun sekelompok relawan Bogor terdiri PEKA PWI Kota Bogor, Polmas Bogor Raya, dan BPBD Kota Bogor.

“Kita bangun majelis taklim untuk membantu warga disini. Mudah-mudahan dengan niat yang tulus mendapatkan manfaat untuk warga di sini,” kata Rino, kemarin.

Rino berharap, bencana alam ini segera berakhir sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semula.

“Diharapkan pula bisa segera mengembangkan kembali perekonomian dan sosial masyarakat terdampak,” ucapnya.

Ustad Anang Arifin, tokoh agama di Dusun Banjarrejo menyatakan terima kasih atas bantuan pembangunan majelis taklim dari masyarakat Bogor.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Karena selama ini mereka belajar mengaji di musola yang sempit,” kata dia.

Tak hanya untuk kegiatan mengaji, keberadaan majelis taklim ini Musola yang berdekatan dengan hunian sementara (Huntara) itu bisa dijadikan untuk ibadah salat Jumat.

“Selama ini warga kami shalat Jumat di dusun lain, jaraknya cukup jauh. Mudah-mudahan ke depan kami bisa melaksanakan salat Jumat sendiri di kampung sendiri,” pungkasnya.

Bangunan berukuran 4×5 meter ini didirikan disamping musola Nurul Aulia Allah. Kegiatan pembangunan dilakukan oleh kelompok relawan Bogor terdiri PWI PEKA, Polmas Bogor Raya, dan BPBD Kota Bogor.

Pembangunan sarana ibadah ini merupakan bantuan dari sejumlah donatur dari Bogor, antara lain PWI Kota Bogor, PEKA PWI Kota Bogor, Pemkot Bogor, Perumda Tirta Pakuan, Telkom, SIG Mortar Indonesia, Pakuan Pasar Jaya, Alfamart, POLMAS, KAN MA, See Look Red, dan Weekend Pedalers

Handy Mehonk

Camat Dan Kapolsek Sepakat Akan Mengurai Kemacetan di Jalan Cikereteg

0

JURNAL INSPIRASI – Kedatangan puluhan perwakilan warga Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor ke kantor kecamatan, untuk menyampaikan keluhan warga terkait kondisi Jalan Cikereteg yang sering macet di hari libur, disambut Camat Caringin, Euis Ratna Komala dan Kapolsek Caringin AKP Waluyo, Senin (10/1/2022).

Meski sempat menunggu selama satu jam, perwakilan warga yang terdiri dari Ketua BPD, LPM, Kadus dan RW serta RT di Desa Ciderum, akhirnya bisa menyampaikan keluhan dan aspirasi warga kepada pimpinan kecamatan.

Saat musyawarah yang dilaksanakan di aula Kecamatan Caringin, anggota LPM Desa Ciderum, Dedi Wahyudin meminta agar pemerintah kecamatan ikut memberikan solusi terkait kondisi Jalan Cikereteg yang selalu terjadi macet akibat banyaknya kendaraan melintas ke kawasan wisata di Desa Pancawati.

Kondisi jalan macet yang mengular dari Cikereteg sampai ke wilayah Ciletuh, lanjutnya, membuat para pengendara yang akan berwisata maupun sehabis dari kawasan wisata di Pancawati, melakukan ibadah solat di masjid yang ada di wilayahnya.

 “Saat pengendara macet dan ikut solat di masjid, selalu berinteraksi dengan warga. Jadi ditengah kondisi yang masih Pandemi Covid-19 ini, kami takut membawa virus apalagi mereka warga dari luar daerah Kabupaten Bogor,” ungkapnya kepada wartawan.

Untuk itu, Dedi minta agar solusi kemacetan segera dilakukan pemerintah kecamatan agar para pengendara yang akan berwisata maupun sesudah ke kawasan wisata tidak berhenti dan melakukan interaksi dengan warga.

 “Kalau kondisi jalan lancar tidak macet, saya rasa pengendara tidak akan berhenti untuk solat di masjid yang ada di wilayah kami. Bukannya kami melarang mereka solat, tapi kami takut saja,” ujarnya.

Camat Caringin, Euis Ratna Komala mengaku, untuk mengurai kemacetan di Jalan Cikereteg, pihak Polsek Caringin sudah melakukan rekayasa lalulintas yang dilaksanakan setiap hari libur.

Selain itu, Camat Caringin mempertanyakan pengajuan yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Ciderum untuk menangani kemacetan dengan memasukkan nya kedalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), baik tingkat desa hingga kecamatan.

 “Kalau pun memang ada dimasukan kedalam Musrenbang, harusnya dikawal agar program tersebut bisa dilaksanakan. Tapi ini kan tidak ada,” akunya.

Sementara, Kapolsek Caringin, AKP Waluyo mengaku, pihaknya menunggu adanya warga yang ingin bersama-sama mencarikan solusi dalam mengurai kemacetan di Jalan Cikereteg, terutama di hari Jum’at, Sabtu dan Minggu.

 “Saya sudah koordinasi dengan para pemilik usaha di kawasan wisata Pancawati. Dan saya juga sudah kumpulkan anggota Lalulintas Polsek dan Dishub, di dua titik untuk mengurai kemacetan tersebut,” paparnya dihadapan perwakilan warga Desa Ciderum.

Kapolsek menjelaskan, di wilayahnya ada dua titik yang rawan macet, mulai dari simpang Cikereteg dan Pasar Caringin. Kemacetan di Jalan Cikereteg, banyak hal yang harus dibenahi, mulai dari kondisi jalan rusak, luas jalan hingga banyaknya para pedagang kaki lima (PKL).

 “Makanya kita minta agar Satpol PP untuk ikut terlibat dalam mengurai kemacetan tersebut. Para pedagang yang memakan bahu jalan harus ditertibkan agar tidak menggangu arus lalu lintas,” tukas AKP Waluyo.

** Dede Suhendar

DPUPR Harus Tanggungjawab, Kerusakan Jalan Cikereteg Penyebab Kemacetan

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor, harus ikut bertanggungjawab dengan kemacetan yang sering terjadi di Jalan Cikereteg, Kecamatan Caringin. Sebab, kerusakan jalan yang saat ini belum dilakukan perbaikan, menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan.

Ketua BPD Desa Ciderum, Ujang Hasbullah mengatakan, terjadinya kemacetan di ruas jalan yang menjadi akses utama warga beraktivitas banyak faktor, mulai dari kerusakan jalan di Cikereteg, sempitnya ruas jalan dan keberadaan para pedagang kaki lima (PKL).

“Jalan rusak di Cikereteg menjadi penyebab juga kemacetan,” ungkapnya kepada wartawan usai mendatangi kantor Kecamatan Caringin, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, volume kerusakan jalan dititik Pasar Cikereteg, sangat luas dan memiliki kedalaman yang cukup membahayakan para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Dalamnya lubang di jalan, membuat pengendara mengendarai kendaraannya pelan-pelan. Itu juga sebagai penyebab kemacetan,” ujar Ujang Hasbullah.

Ketua BPD yang lama di Pemerintahan Desa (Pemdes) Ciderum itu mengaku, kondisi ruas Jalan Cikereteg terjadi macet, akibat tidak adanya pengawasan dari DPUPR terhadap pemilik bangunan yang ada disepanjang jalan ini. Lantaran, selama ini tidak ada teguran terhadap pemilik bangunan yang melanggar garis sempadan jalan (GSJ).

“Harusnya saat ada pembangunan dan itu mengambil bahu jalan, pengawas DPUPR menegurnya. Jangan setelah dibangun baru ditegur, itukan akhirnya merugikan pemilik bangunan,” tegas Ujang Hasbullah.

Hal senada juga diungkapkan tokoh masyarakat Kampung Cikereteg Desa Ciderum, Pepen. Ia menegaskan, warga Cikereteg akan melakukan aksi terkait kerusakan jalan yang kondisinya membahayakan para pengendara.

“Lihat saja, lubang jalan sudah semakin parah tapi tidak ada perbaikan. Apa menunggu kami dan warga aksi dulu baru dilakukan perbaikan,” tegasnya.

** Dede Suhendar

Perwakilan Warga Desa Ciderum Ontrog Kecamatan Caringin

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan perangkat Desa Ciderum, mulai dari BPD, LPM, Kadus, RW dan RT mewakili warga, mengontrog kantor Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Senin (10/1/2022). Kedatangan para pengurus di Desa Ciderum tersebut, untuk menyampaikan keluhan warga terkait kemacetan di Jalan Cikereteg akibat padatnya kendaraan yang akan berwisata ke Desa Pancawati.

Sempat terjadi perdebatan antara perwakilan warga dengan Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Caringin, karena warga diarahkan untuk ke Dinas Perhubungan (Dishub) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait permasalahan kemacetan.

Kepala Dusun (Kadus) Kampung Ciletuh Desa Ciderum, Didin Subandi mengatakan, pihaknya datang ke kantor kecamatan karena menghargai pemerintahan dibawah. Sehingga, sebelum menyampaikan keluhan ke tingkat bupati atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, terlebih dulu meminta solusi ditingkat kecamatan.

“Kalau pun mau kami bisa saja menyampaikan keluhan semua warga Desa Ciderum ini ke Bupati Bogor langsung. Tapi kami punya etika dan masih menghargai pihak kecamatan,” kesalnya dengan nada tinggi saat keluar dari ruangan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Caringin, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, keluhan warga terkait kemacetan di Jalan Cikereteg karena banyaknya kendaraan yang akan berwisata ke wilayah Pancawati, sudah lama terjadi. Bahkan, setiap tahun keluhan warga itu sudah dimasukkan kedalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).

“Setiap tahun solusi mengurai kemacetan di jalan utama warga beraktivitas itu, selalu dimasukkan kedalam Musrenbang, baik tingkat desa hingga kecamatan. Tapi sampai sekarang tidak pernah ada solusi,” ungkap Didin.

Untuk itu, lanjut Didin, melalui perwakilan warga tiap wilayah di Desa Ciderum, mulai dari BPD, LPM, Kadus, RW hingga RT, ikut datang ke kantor kecamatan agar bisa disampaikan ke warga masing-masing.

“Hasil dari pertemuan ini, kami sampaikan lagi ke warga. Makanya, kami ingin langsung bertemu dengan camat dan Kapolsek Caringin,” tegas Didin dihadapan Sekcam Caringin dan Kasi Trantib.

Perwakilan warga pun yang berada di luar kantor kecamatan, menolak bila kedatangan mereka tidak langsung bertemu dengan camat. Bahkan, massa yang notabene para pengurus wilayah Desa Ciderum, ancam akan mendatangi Pemkab Bogor bila kedatangan mereka tidak bertemu dengan camat yang saat itu sedang rapat dengan Satgas Covid-19, seperti Kepala Puskesmas Caringin dan Kapolsek Caringin di aula kantor kecamatan.

Massa mulai tenang setelah Camat dan Kapolsek Caringin selesai rapat, lantaran keluhan dan aspirasi mereka bisa langsung disampaikan.

** Dede Suhendar/Deni Pratama

Karang Taruna ‘Bhakti Muda’ Siap Majukan Kelurahan Pamoyanan

0


JURNAL INSPIRASI
– Setelah dilantik dan dikukuhkan, ketua terpilih Karang Taruna ‘Bhakti Muda’ Kelurahan Pamoyanan periode 2021-2026, Rismal Hardian mengaku siap akan mengembangkan desa wisata di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Desa wisata yang sudah direncanakannya itu, dikatakan Rismal, diantaranya Camping Ground, Track Sepeda, Hiking Track, Agrowisata, dan Eduwisata di sekitaran RW 11 dan RW 12 yang meliputi 4 RW dengan luas lahan sekitar 200 hektare.
 
“Jadi mudah-mudahan ini terealisasi. Disini kami siap bekerja sebagai karang taruna tapi semua itu tidak akan berhasil tanpa ada dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, saya meminta agar semua pihak bisa mendukung kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan kami,” kata Rismal dalam sambutannya.
 
Karang Taruna Kelurahan Pamoyanan, lanjut Rismal yang didampingi Wakil Ketua Karang Taruna terpilih yakni Luthfi Fachrul, menegaskan, bahwa Karang Taruna Pamoyanan siap menjalankan visi misi demi kemajuan Kelurahan Pamoyanan.
 
“Kami tidak ingin banyak berjanji. Disini kami hanya siap menjalankan visi misi, siap beraksi, siap berkreasi, siap berinovasi untuk meraih prestasi yang tinggi sebagai bukti pengabdian kami kepada negeri,” tegasnya.
 
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, yang hadir sebagai tamu undangan terhormat, mengucapkan selamat kepada Ketua dan Wakil Ketua Karang Taruna Pamoyanan yakni Rismal Hardian dan Luthfi Fachrul.
 
Namun demikian, kata Dedie, di Bogor Selatan, khususnya di wilayah Kelurahan Pamoyanan, banyak sekali pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh semua pihak termasuk karang tarunanya.
 
“Pertama masalah akses jalan. Lahan yang akan dijadikan desa wisata ini sangat indah, tapi aksesnya sangat sempit. Nah akses ini harus di tata agar jangan sampai indah disininya saja,” kata Dedie.
 
Dihadapan semua pihak, Dedie juga meminta agar warga bisa berkontribusi untuk membebaskan lahannya demi akses jalan yang menunjang.
 
“Kepada Lurah Pamoyanan yang baru, gimana caranya agar warga bisa menambahkan kontribusinya terkait pelebaran jalan maksimal 1 meter ke kanan dan 1 meter ke kiri,” katanya.

Handy Mehonk

Aston Sentul Hotel Sajikan “Korean Treats Everywhere”

0

JURNAL INSPIRASI – Penyuka dan penggila kuliner ala Korea mesti mencoba makanan asal dari Negeri Ginseng ini. Dengan mengusung tema promo “Korean Treats Everywhere” dan ini hanya ada di Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Jl. Pakuan No. 3, Sentul City Kab. Bogor.

Sementara itu, Indri Hapsari, Marcomm Manager Aston Sentul Lake Resort & Conference Center mengatakan, menu promo ini digelar setiap hari selama Januari 2022 di Barata Coffee Shop lantai 3, Aston Sentul Lake Resort & Conference Center dari pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Sambung Widayat Partorejo, Food & Beverage Director “Aneka makanan khas Korea spesial disajikan secara a la carte dengan harga mulai dari Rp.195.000-nett/orang,” tukasnya.

Dikatakan, General Manager Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Albert Siregar promo ini dilakukan untuk memperkenalkan budaya, seni kuliner dan keragaman masakan yang dapat dinikmati oleh masyarakat umum dan tamu hotel melalui racikan menu khas Koreanya.
 
“Kami mencoba terobosan lain, selain kuliner khas Indonesia yang sudah melekat, disini kami juga sajikan sebagai ajang promo untuk memperkenalkan kekhasan varian menu masakan Negeri Ginseng,” ungkapnya.
 
Albert menjelaskan, untuk menikmati racikan menu khas Korea ini, pihaknya mempercayakan peracikan masakannya kepada Executive Chef Aston Sentul Lake Resort & Conference Center.  Pengunjung dan tamu hotel dapat menikmati sajian kuliner khas Korea seperti ; kimchi, Korean beef bulgogi dan makanan tradisional khas Korea dengan chicken cheese buldak.
 
“Ciri khas taburan keju meleleh diatas ayam dengan disiram sauce khas ayam buldog Korea. Kimchi merupakan icon kuliner Korea, salah satu ciri khas masakan korea yang sangat unik proses memasaknya dengan mengabungkan perpaduan bumbu lokal dan Korea, dengan hasil cita rasa yang sangat mengugah selera makan,” jelasnya.

Handy Mehonk | **

Forum DKM Desa Pasirangin Galang Dana Bantu Korban Erupsi Semeru

0

JURNAL INSPIRASI – Forum Dewan Kemakmuran Masjid (FDKM) Masjid dan Mushola se-Desa Pasirangin, Cileungsi, Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Pasirangin menggalangkan donasi untuk mengurangi penderitaan warga yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan yang diadakan disela-sela pengajian rutin bulanan di Mushola Al-Ihsan RT 04 RW 01, Desa Pasirangin itu sudah terkumpul sebesar Rp 24.805.000 dan disalurkan melalui Yayasan ACT (Aksi Cepat Tanggap) yang berkantor di Fly over Cileungsi.

“Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana alam di Indonesia. Dana tersebut terkumpul berkat partisipasi dari jamaah masjid dan mushola di wilayah Desa Pasirangin,” papar Kades Pasirangin, Ismail, SH, Senin (10/1/22).

Menurut Ismail, kegiatan tersebut bukan hanya dilakukan kali ini saja. Bahkan, kekompakan para jamaah masjid dan musola se Desa Pasirangin dalam membantu kegiatan kemanusiaan acap kali dilakukan.

“Tentunya saya sangat mengapresiasi kegiatan donasi tersebut, dan tentunya bukan baru kali ini saja kita bersama FDKM membantu dalam kegiatan kemanusiaan. Di setiap ada musibah bencana alam dan kemanusiaan kita akan selalu bergerak, seperti dulu musibah banjir bandang di Cigudeg, banjir di Bojongkulur dan bahkan bantuan untuk rakyat Palestina,” ucapnya.

Dia berharap kepedulian terhadap sesama dengan penggalangan dana atau bantuan lainnya harus lebih ditingkatkan lagi. “Tentunya harapan saya kegiatan tersebut untuk terus ditingkatkan kepedulian terhadap sesama sebagai wujud membangun persaudaraan sesama anak bangsa,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain