26.3 C
Bogor
Saturday, August 15, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 919

Segera Deteksi Penyakit Tidak Menular 

0

Jumlah kematian warga yang diakibatkan penyakit tidak menular (PTM) di Kota Bogor terbilang tinggi. Jenis PTM diantaranya seperti jantung coroner, kanker, diabetes melitus dan komplikasinya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan, BPJS Kesehatan mencatat beban pembiayaan negara tertinggi adalah untuk penanganan pasien penderita PTM.
Hasil riset tahun 2018, menunjukan hanya 3 dari 10 penderita PTM terdeteksi sejak awal. Artinya 7 penderita PTM lainnya tidak terdeteksi sejak awal. Bahkan banyak penderita tidak mengetahui dan menyadari tentang kondisi kesehatannya. Mereka baru mengetahui ketika sudah terjadi komplikasi atau penyakitnya relatif sudah masuk stadium berat.

Padahal untuk mencegah kondisi yang lebih parah yang dapat mengakibatkan kematian, PTM bisa diantisipasi sejak dini. “Untuk itu diperlukan deteksi sejak awal agar dapat mengendalikan faktor risiko maupun mencegah ke dalam komplikasi yang lebih berat,” jelas kata Retno. Dalam rangka menekan tingginya angka kematian akibat PTM dan mengajak masyarakat melakukan deteksi dini, Dinas Kesehatan Kota Bogor mencanangkan Gerakan Bulan Gerak Deteksi Dini PTM.
Berkolaborasi dengan banyak pihak, Dinas Kesehatan Kota Bogor membuat satu inovasi yang  mendukung Gerakan Bulan Deteksi Dini PTM. Inovasi itu disebut Paguyuban Salapan (9) yang memiliki arti 9 sasaran, 9 pelaksana dan 9 program. Ada 9 sasaran dalam program ini, masing-masing warga berusia 15 tahun keatas, ASN, wanita usia subur antara 30-50 tahun dengan pemeriksaan IVA tes dan CBE, pegawai swasta, pegawai dan pekerja di industri, mahasiswa dan siswa SMA dan sederajat serta pengunjung klinik atau rumah sakit.

Sedangkan  9 pelaksana kolaborasi meliputi 9 program pemeriksaan kesehatan yang dikelola dan terintegrasi meliputi penanggung jawab PTM, kesehatan indera, kesehatan jiwa, deteksi dini kanker serviks (IVA), promosi kesehatan, lansia, gizi, UKS dan kesehatan kerja. Pelaksanaan program ini akan melibatkan 1.353 kader posbindu, organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IBI dan Persagi. Juga didukung 22 rumah sakit,  25 puskesmas dan 40 klinik pratama serta tempat pelaksanaan gerakan bulan deteksi dini PTM di Kota Bogor.
Selanjutnya  9 pelayanan deteksi adalah deteksi gizi, deteksi dini hipertensi, diabetes melitus, deteksi kanker serviks dan kanker payudara, deteksi dini kesehatan jiwa, pemeriksaan tajam pendengaran dan pemeriksaan tajam penglihatan, pelayanan paru obstruktif kronik dan pelayanan upaya berhenti merokok.

Gerakan Bulan Deteksi Dini PTM Kota Bogor diselenggarakan mulai 15 Juni 2022 sampai satu bulan ke depan. Gerakan ini ditujukan untuk mengingatkan dan menyadarkan masyarakat agar mereka peduli terhadap pencegahan dan pengendalian PTM. “Diharapkan masyarakat semakin peduli dan mau memeriksakan kesehatannya sebagai upaya deteksi dini, khususnya dalam pencegahan penyakit dan faktor risiko PTM. Selain itu agar tercapainya indikator SPM dari seluruh masyarakat usia produktif bisa melakukan skrining kesehatan, minimal satu kali dalam setahun,” kata Retno.
Dalam acara pencanangan  Gerakan Bulan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di Posbindu Melati 1, Kelurahan Curug, Rabu (15/6/2022), Wali Kota Bogor, Bima Arya mengingatkan tentang pentingnya setiap orang berikhtiar menjaga kesehatan. Menurutnya hal itu juga berkaitan erat dengan upaya memberikan manfaat kehidupan sebaik-baiknya bagi orang lain. Juga meningkatkan harapan hidup seseorang.

Di Indonesia angka harapan hidup terus meningkat. Data menunjukan, angka harapan hidup Kota Bogor mencapai 73,61, atau sedikit lebih tinggi dibanding angka harapan hidup Indonesia yang mencapai 73,5. Data lain menunjukkan, usia laki-laki lebih pendek daripada usia perempuan. Hal itu bisa dilihat ketika pandemi Covid-19 masih tinggi, mayoritas yang meninggal adalah laki-laki.
Menurut Bima, angka harapan hidup ditentukan tiga hal, yaitu gaya hidup, akses terhadap fasilitas kesehatan dan status sosial. “Gaya hidup itu sangat menentukan dan mempengaruhi banyak hal. Status sosial ada di nomor tiga tapi belum tentu orang yang berkecukupan, kaya dan berlebihan itu panjang umur dan mereka yang tidak punya, juga belum tentu akan panjang umur,” katanya.
“Jadi ikhtiar kita adalah memperbaiki tiga hal tadi. Diperbaiki semua, gaya hidup adalah yang paling susah dan mindset memiliki peran yang cukup penting. Namun yang perlu juga untuk disadari adalah tidak semua orang paham terkait dengan kultur, menjadi perjuangan berat kita. Kuncinya adalah kolaborasi dan bergerak semua, melibatkan semua dari yang usia dini hingga para lansia, yang menjadikan siklus yang panjang sekali,” paparnya.

Bima Arya menjelaskan, di atas kertas semakin dini berkehidupan sehat akan semakin panjang usia dan jika semakin telat maka akan semakin susah. Bahkan, untuk membiasakan olahraga dan bangun pagi pun menjadi hal yang tidak mudah. Apalagi jika melihat pola anak muda saat ini yang suka begadang dengan gawai di tangan bisa mengakses banyak hal.
Untuk tiga hal yang disebutkan, maka perlu terus diedukasi termasuk pola asuh dan sebagainya. Untuk akses pelayanan kesehatan terus diperbaiki dengan cara turun semua, berkolaborasi dan menjemput semua. Untuk status sosial, ikhtiar yang dilakukan dengan meningkatkan terus kondisi ekonominya. Jadi seperti pepatah yang mengatakan, untuk urusan kesehatan, mencegah lebih baik daripada mengobati. (Advertorial)

TP PKK Kabupaten Bogor Lakukan Binda di Desa Pangkaljaya

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bogor, melaksanakan bina daerah (Binda) 10 program pokok di Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Selasa (21/06/22).

Ketua Tim Dua Binda Kabupaten Bogor Enah Sudrajat mengatakan, pelaksanaan Binda tersebut agar kader PKK di desa menjadi lebih mengerti serta memahami tugas pokok dan fungsi 10 program PKK.

“Kami dari tingkat kabupaten datang memberikan arahan dan masukan kepada kader PKK tentang 10 program pokok agar PKK di desa-desa paham,” ujarnya.

Dia menilai, di Kecamatan Nanggung kader-kader PKK-nya sangat bagus sehingga dirinya berharap kader-kader ini bisa lebih maju dalam 10 program pokok tersebut.

“Hanya tinggal ada beberapa yang harus diperbaiki sih, namun saya yakin tahun depan yang dilakukan masing-masing Pokja ini semakin baik lagi,” paparnya

Sementara Ketua TP PKK Kecamatan Nanggung Sri Susi Astuti menyatakan, di Desa Pangkaljaya ada 4 kader. Para kader itu yang bergerak melakukan pembinaan keluarga, kesehatan dan sosial. “Semua kegiatan dicatat dalam bentuk administrasi,” katanya.

Dia berharap, dengan adanya bina daerah ini para kader di desa bisa melakukan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat.

“Intinya kita ingin mensejahterakan keluarga dan masyarakat. Terutama dalam kehidupan bersih dan sehat serta untuk pencegahan stunting,” tukasnya.

** Andres

Wacana Pembangunan Tol Puncak Dituding Pesanan Pengusaha 

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Gagasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) yang mewacanakan pembangunan Tol Puncak, Kabupaten Bogor, menimbulkan pro kontra dari kalangan aktivis maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Aktivis Bogor Selatan, Ujang Ka’mun menilai, wacana pembangunan Tol Puncak yang membentang dari Kecamatan Caringin hingga Gunung Mas tidak mewakili kepentingan masyarakat umum, tetapi merupakan pesanan pengusaha tempat wisata yang saat ini sedang membuka lahan secara sporadis tanpa mengindahkan kajian lingkungan hidup.

“Kemacetan di jalur Puncak terjadi sudah sekian lama, tapi kenapa wacana pembangunan Tol Puncak baru digagas saat ini ketika sedang terjadi pembangunan beberapa lokasi wisata. Wajar saja hal ini menimbulkan reaksi dan tudingan  publik kalau wacana itu merupakan pesanan dari pengusaha,” ungkapnya kepada wartawan di Kecamatan Ciawi, Selasa (21/06).

Ujang Ka’mun yang akrab dipanggil Uka itu mengungkapkan, apabila wacana pembangunan tol yang digagas Kemen PUPR benar terjadi, pastinya akan berdampak terhadap perekonomian  masyarakat kecil, terutama para pedagang sentra oleh-oleh di seputar wilayah Gadog, Megamendung, Cipayung dan Cisarua.

Menurutnya, yang menjadi prioritas guna mengurangi kemacetan jalur Puncak, adanya pembenahan angkutan umum dan manajemen lalulintas serta dilakukannya pelebaran setiap pertigaan, mulai dari simpang Gadog menuju alternatif Kopo Selatan, simpang Gadog-Gunung Geulis, simpang Megamendung hingga semua persimpangan yang ada di sepanjang jalur Puncak.

“Siapa yang akan diuntungkan dengan adanya Tol Puncak. Yang jelas, masyarakat kecil yang selama ini berjualan oleh-oleh maupun asongan di jalur Puncak, bisa kehilangan mata pencaharian mereka,” jelas pria yang juga sebagai Ketua Umum Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip).

Sementara, Ketum LSM Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia (PPLHI), Muhamad Nurman meminta pembangunan jalan bebas hambatan berbayar yang membentang sepanjang 18 kilometer itu, tidak merusak lingkungan hidup.

“Pembangunan jalan tol dengan rute Caringin-Cisarua-Gunung Mas itu harus memperhatikan aspek lingkungan hidup. Apalagi kita semua tahu kawasan Puncak merupakan daerah resapan air. Selain itu, dikhawatirkan akan membuka lahan hijau terutama kawasan hutan,” paparnya.

Disisi lain, kata Nurman, pembangunan Tol Puncak memang dianggap perlu guna mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di jalur wisata wilayah selatan Kabupaten Bogor tersebut,  dengan catatan analisa dampak lingkungan yang berkaitan dengan bencana alam, misalnya banjir dan tanah longsor harus dikaji secara matang.

“Walau dianggap terlambat, kita harus mengapresiasi wacana ini. Karena sistem one way alias buka tutup jalan di kawasan Puncak bukan solusi dalam mengatasi kemacetan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini tengah memutar otak untuk mengatasi kemacetan menuju kawasan Puncak. Untuk itu pembangunan tol langsung ke Puncak pun tengah digodok. Rencananya pembangunan Tol Puncak akan tersambung dengan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi.

Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian menjelaskan, pembangunan jalan tol ini adalah hal yang paling memungkinkan untuk mengatasi persoalan macet di wilayah puncak.

Saat ini Ditjen Bina Marga tengah melakukan pra-Feasibility Study, yang nantinya dilakukan feasibility study, Amdal, pembebasan tanah dan sebagainya. Namun belum diputuskan apakah proyek ini akan menggunakan skema solicited atau masuk dalam rencana kerja Kementerian, atau unsolicited secara prakarsa swasta.

Dia juga menjelaskan cara solicited tentunya membutuhkan waktu karena akan masuk dalam antrean proyek dukungan pemerintah.

 “Kalau memang dari model bisnisnya yang teman-teman hitung memungkinkan untuk prakarsa (unsolicited), kita akan tawarkan secara prakarsa kalau ada yang berminat,” katanya dikutip Sabtu (18/06).

** Dede Suhendar

Kerap Timbulkan Kemacetan, Puluhan PKL di Citeureup Disikat Satpol PP

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan badan Jalan Mayor Oking, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor disikat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (21/06).

Kanit Satpol PP Kecamatan Citeureup, Yandres Reke mengatakan, keberadaan sejumlah pedagang yang berada tepat di badan jalan dilakukan penertiban. 

“Para pedagang ini berjualan makan jalan yang menimbulkan kemacetan setiap harinya,” katanya.

Ia pun mengaku kerap melakukan penertiban, namun sejumlah PKL membandel. “Kalau bisa mah masuk berjualan di dalam pasar jangan gunakan badan jalan,” paparnya.

Sedikitnya 50 PKL di Jalan Mayor Oking ditertibkan dan diberikan peringatan larangan berjualan menggunakan badan jalan.

“Sudah kita berikan peringatan, kalau sampai nekat lagi tindakan tegas dari kita penegak perda,” ucapnya

Sementara itu Kepala Pasar Citeureup 1 Kurniawan menuturkan, sejumlah pedagang yang berada diluar pasar yang menggunakan badan Jalan Mayor Oking diluar tanggungjawabnya. “Itu bukan wilayah kami, kewenangannya ada di dinas terkait,” katanya.

Dia berharap sejumlah pedagang dapat berjualan didalam area Pasar Citeureup. “Seharusnya pedagang yang diluar sana masuk ke dalam area pasar, jangan sampai tumpah keluar begitu,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tunggak Sumbangan di SMAN 1 Cariu Dianggap Utang 

0

Sapto: Sekolah Negeri Masih Boleh Ambil Pungutan 

Cariu | Jurnal Bogor 

Dunia pendidikan masih jadi sorotan setelah adanya pungutan yang dibalut sumbangan, seperti di SMAN 1 Cariu yang setiap tahunnya melakukan pungutan berdalih sumbangan dengan besaran Rp 3.600.000 per siswa.

Sapto Wibowo

Kepala SMAN 1 Cariu Sapto Wibowo mengatakan, pada dasarnya sekolah masih diperbolehkan untuk memungut sumbangan dari siswakarena jika hanya mengandalkan bantuan dana bos dari pemerintah itu tidak bisa mencukupi untuk kegiatan siswa, serta tidak bisa menunjang sarana dan prasarana di sekolah.

“Saya baru 8 bulan menjabat di sekolah ini, adanya pungutan itu sudah jadi kesepakatan antara orang tua siswa , karena saat itu kan rapat ada komite. Orang tua siswa dan pihak sekolah dan hasil kesepakatannya ya ada di angka 3.600.000 itu,” ucap Sapto kepada Jurnal Bogor (21/06/22).

Sementara pada semester akhir, kata dia adalah momen untuk menagih sumbangan orang tua siswa yang belum lunas sehingga semua orang tua dipanggil karena ada tunggakan atau belum dibayar.

“Secara kenyataannya tidak ada siswa yang tidak ikut ujian semester karena belum bayar, hanya saja kita cetuskan jika belum bayar harus bawa orang tuanya untuk segera membayar dan menyicil, ini kan sumbangan yang harus dibayar dan jadi utang nantinya,” paparnya lagi.

Bukan hanya SMAN 1 Cariu, kata dia, sekolah negeri yang lain bahkan bisa sampai Rp 4 juta meminta sumbangan kepada orang tua siswa dan pihaknya masih tergolong sedikit karena dalam aturannya pihak sekolah boleh meminta bantuan pendidikan kepada orang tua siswa.

“Idealnya setahun biaya siswa setingkat SMA itu Rp6 juta, dan kita hanya dapat bantuan dari pemerintah 1,6 juta, sisanya kita diperbolehkan untuk minta kepada orang tua siswa,” bebernya.

Namun pihak sekolah tidak menagih kepada siswa yang memang ingin mengambil ijazah jika masih ada tunggakan, tapi pihak sekolah mengingatkan jika tunggakan itu adalah utang. ” Walau sudah lulus harus dibayar tunggakan-tunggakannya, kan itu jadi hutang,” pungkasnya.

Salah satu orang tua siswa kelas 11, HD mengatakan, dia dipanggil oleh pihak sekolah karena ada keluhan dari sang anak jika tidak dibayarkan tunggakan atau sisa tunggakan Rp3.600.000 maka tidak dibolehkan mengikuti ujian semester bahkan tidak diberikan kartu legitimasi. “Saya langsung datang dong, dan bertanya dasarnya apa adanya pungutan ini, dan saat saya minta rinciannya tidak diberikan. Akhirnya dengan berat hati saya membayar 300 ribu dulu agar anak saya bisa mengikuti semester dan dapat kartu legitimasi dan dalam kwitansi ditulis uang titipan,” ungkapnya

** Nay

Banyak Lubang, Dinas PUPR Diminta Segera Perbaiki Jalan Loji-Cariu

0

Cariu | Jurnal Bogor 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jabar diminta segera melakukan perbaikan ruas Jalan Loji-Cariu Desa Sukajadi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Pasalnya kondisi jalan sudah rusak berat dan memiliki kedalaman lubang lebih dari 5 centimeter.

“Kami selaku Pemerintah Desa Sukajadi sudah berkomunikasi dengan Dinas PUPR Provinsi Jabar agar segera melakukan penanganan perbaikan mngingat jika jalan berlubang dibiarkan sudah mengganggu para pengendara dan dikhawatirkan akan terjadi kerusakan lebih berat lagi. Bahkan bisa memakan korban jiwa,” ungkap Yana, Kaur TU Desa Sukajadi  ditemui Jurnal Bogor, Selasa (21/6 /22).

Menurutnya, ruas jalan Loji -Cariu yang merupakan jalan penghubung menuju Kabupaten Karawang yang kerusakan jalan panjangnya lebih kurang 4 Km dan jalan tersebut merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat 

“Mewakili pengguna jalan dan juga warga Desa Sukajadi meminta DPUPR Provinsi Jawa Barat untuk gerak cepat melakukan perbaikan jalan Loji-Cariu,” pintanya.

Terpisah di ampaikan, Anwar (35), pengguna jalan yang cukup sering melewati jalan tersebut karena dia kerja di salah satu perusahaan di Karawang dan seminggu sekali pulang ke Cariu.

“Kerusakan jalan ini cukup panjang ya, hampir 4 kilometer, ya memprihatinkan sih, karena sudah lama juga dibiarkan, pernah waktu tahun 2017 kalo gak salah ada perbaikan jalan disini cuma sepertinya asal – asalan karena belum sebulan udah pada rontok aspalnya,” papar Anwar.

** Nay / Ramses 

Semarak Pelepasan Siswa-Siswi, Antam Support Yayasan Cendikia Muslim

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Suasana haru mengiringi perpisahan siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Cendikia Muslim. Prosesi acara perpisahan digelar di gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Perumahan Tegal Lega Permai PT. Antam Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Selasa (21/6).

Sejumlah  wali murid serta Muspika maupun Asisten CSR Manager Comodity Development (Comdev) PT. Antam (Tbk) UBPE Pongkor Rohyan tampak hadir dalam acara pelepasan  tersebut.

“Sekolah Yayasan Cendikia Muslim dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan diharapkan terus berkembang dan bukan hanya di wilayah Nanggung saja,” kata Rohyan dalam sambutannya.

Lebih lanjut Rohyan mengatakan, pihaknya terus mengawal mulai berjalannya  Yayasan Cendikia Muslim hingga bisa menjadi sekolah dengan proses panjang sehingga mengalami kemajuan yang luar biasa.

“Semoga Yayasan Cendikia Muslim bisa lebih maju dan terus mengelilingi hingga keluar wilayah Kecamatan Nanggung,” imbuhnya.

Sementara acara pelepasan ratusan  siswa MA, SMK Cendikia Muslim mengangkat tema 17 tahun Cendikia mengabdi untuk negeri, mencetak insan yang menjunjung tinggi ilmu budi pekerti.

Kepala sekolah SMK Cendikia Muslim Awaludin mengucap syukur, kegiatan pelepasan  penuh rasa haru dan disambut gembira oleh sejumlah siswa dan orang tua murid.

Sebanyak 348 siswa SMK dan 78 siswa MA selama 3 tahun menimba ilmu di Yayasan Cendikia Muslim, menurut Awaludin adalah siswa yang telah lulus yang nantinya akan menjadi kenangan yang sangat mengesankan.

Salah satu pengajar di Cendikia Muslim Dayat  menambahkan, bagi siswa-siswi Cendikia Muslim yang telah lulus bisa masuk Institut Agama Islam Bogor (IAIB) secara gratis hingga lulus sarjana. Menurut Dayat, suksesnya dalam mencapai masa depan salah satunya modalnya adalah pendidikan.

“Tak sedikit  siswa Cendikia yang telah lulus tahun ajaran 2021-2022 akan mengawali  dan bergabung untuk menjadi mahasiswa di IAIB,” kata Dayat mengakhiri.

** Arip Ekon

Polsek Cileungsi Buru Pelaku Perampokan Minimarket

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Kepolisian sektor (Polsek) Cileungsi sedang memburu pelaku perampokan yang terjadi di salah satu minimarket di jalan raya Cileungsi-Jonggol menggunakan senjata tajam dan aksinya terekam CCTV yang terjadi pada Kamis (21/06) lalu.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Andry Frans mengakui adanya perampokan menggunakan senjata tajam berjenis golok. “Iya ada aksi perampokan di salah satu minimarket di Jalan raya Cileungsi,” ungkap Andry, Selasa (21/06).

Dia mengatakan pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kita sudah olah TKP di lokasi perampokan, masih dalam penyidikan,”terangnya.

Menurutnya, aksi perampokan di Jalan raya Cileungsi ini viral di media social. Diketahui 2 orang pelaku yang masuk ke dalam minimarket tersebut pada pagi hari saat minimarket tersebut baru buka dan 2 orang pelaku langsung melancarkan aksinya dengan menggunakan senjata tajam jenis golok untuk mengancam korban. 

“Korban yang saat itu baru saja membuka gerai minimarket tersebut langsung diancam menggunakan golok untuk kemudian pelaku mengarahkan korban ke dalam brankas yang berisi uang, Dalam kejadian tersebut minimarket tersebut mengalami kerugian yang ditaksir sebesar Rp 23.000.000,” terangnya.

** Nay / Wisnu 

Baru 4 Hari, Beton Sudah Mengelupas, TPK: Saya Belum Tahu 

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Pembangunan betonisasi jalan lingkungan di Kampung Pasir Angin, RT 03, RW 04 Desa Pasirmukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor dengan waktu yang belum genap seminggu yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) telah mengelupas dan menampakkan batu split.

Saat dikonfirmasi Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Dodi Permana mengatakan, jalan tersebut dibangun Sabtu (18/6) lalu dengan volume panjang 200 meter, lebar 1,1 meter, dan tebal 0,09 meter.

“Kita memakai molen, tetapi kedalamnya menggunakan gerobak (dipok) dengan menggunakan kualitas beton K-225, dengan anggaran dana desa Rp 26 juta,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (21/06/22).

Namun, ketika ditanyakan perihal kondisi beton yang sudah mengelupas dan menampakkan batu split, dia bingung karena belum melihat lagi kondisi jalan yang baru digelar beton tersebut.

“Masa sih, soalnya saya belum lihat lagi,  hari Sabtu pengerjaan. Nanti saya liat lagi ke lokasi,” katanya.

Ketika sudah melihat kondisi beton jalan lingkungan yang baru saja digelar, kata dia, jika ada kekurangan maka akan dibicarakan kembali dengan kepala desa.

“Kalo yang depan dari atas, memang awalnya itu sudah ada, titik awa nya ada di bawah itu jadi kita meneruskan, dan saya akan konfirmasi ke Pak kades, apakah akan ditambal atau digimanakan, ” pungkasnya.

Dari pantauan Jurnal Bogor terlihat awal masuk jalan lingkungan yang dibangun, jalan betonisasi sudah mengelotok sehingga banyak kerikil yang sudah bertebaran.

** Nay / Wisnu 

Peduli Korban Kebakaran, Pengurus Partai Demokrat Kabupaten Bogor Santuni Korban

0

Tenjo | Jurnal Bogor

Pengurus Partai Demokrat Kabupaten Bogor menaruh perhatian terhadap musibah kebakaran yang dialami Ibu Bastari di Kampung Cikadu, Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Senin (20/06/22). Rumah Ibu Bastari dilalap si jago merah akibat korsleting listrik.

Ketua DPAC Partai Demokrat Kecamatan Tenjo, Aceng Suryana yang didampingi Ketua DPAC Kecamatan Jasinga Rio Topan datang mewakili DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, melihat dan berdialog langsung dengan korban.

“Alhamdulillah hari ini  kami diutus Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Bapak Dede Chandra Sasmita alias Kang Dechan’s untuk melihat langsung kondisi rumah korban dan menyampaikan rasa empati dari Partai Demokrat, kami juga memberikan bantuan berupa uang tunai kepada Ibu Bastari,” kata Aceng.

Kang Aceng menyampaikan, meski tidak banyak yang ia berikan, namun dia berharap apa yang diterima korban dari Partai Demokrat dapat mengurangi beban yang tengah terkena musibah.

“Apa yang kami lakukan adalah sebagai bentuk  semangat Partai Demokrat untuk terus membantu masyarakat yang tengah kesusahan. Kami harus selalu hadir dalam kondisi apapun di tengah-tengah masayarakat, karena perjuangan Partai Demokrat dilandasi bentuk kepedulian untuk bangkit bersama,” paparnya.

Terakhir Kang Aceng berharap Ibu Bastari diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah. “Semoga terus diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini, semoga rumahnya segera kembali seperti sediakala,” pungkasnya.

**gp/as