Sebuah mobil Ambulance memasuki gedung Telkom WITEL Bogor. Mobil ambulance bertuliskan Telkom Bogor ini adalah pertama kalinya yang dimiliki oleh Telkom Bogor.
Ambulance yang diadakan oleh Telkom Bogor ini memang ada cerita sedih yang mengikutinya, seperti yang diungkapkan oleh Muskab Muzakkar selaku GM Telkom Bogor. “Ada kejadian yang menyedihkan yang terjadi belum lama saya di sini, sebulan saya disini anak buah saya seorang manager meninggal,” ujarnya.
Sebelum kejadian itu dia membutuhkan ambulance untuk membawanya ke rumah sakit, namun susah sekali mendapatkannya. Akhirnya dia mendapatkan mobil ambulance dari Tangerang, dimana mobil ambulance tersebut juga dia dulu yang mengadakannya.
Belajar dari pengalaman itu, Telkom Bogor dan para mitra kerja kami termasuk koperasi bekerjasama mewujudkan pengaadaan mobil ambulance di lingkungan Telkom. “Alhamdulillah bisa terwujud. Kami membelinya cash. Dan semoga ini juga bisa bermanfaat bagi masyarakat Bogor. Muskab Muzakkar.
dan teknisnya nanti akan kita bahas dengan mitra, mungkin nanti kita publish mekanismenya..
Acara lauching ini di hadiri oleh EVP Telkom Regional 2 Jabbotabek yang dihadiri juga oleh DGM Telkom Bogor Khadziqoh Eko Putri, Para Senior Leaders Telkom Bogor dan para mitra.
” terima kasih kepada para mitra Telkom yang telah membantu berpartisipasi dalam mewujudkan penyediaan ambulance ini,” pungkasnya.
Bogor | Jurnal Inspirasi Simplifikasi layanan menjadi salah satu fokus BPJS Kesehatan demi tingkatkan kepuasan peserta. Hal ini diwujudkan BPJS Kesehatan yang hingga saat ini senantiasa meluncurkan berbagai inovasi. Sejalan dengan kemajuan teknologi yang serba digital BPJS Kesehatan menghadirkan aplikasi Mobile JKN pada smartphone, terlebih lagi pandemi yang masih berlangsung saat ini, kanal layanan digital menjadi solusi kemudahan layanan.
Pada Media Gathering BPJS Kesehatan mengadakan kegiatan bertajuk Ngopi (Ngobrol Program Terkini) JKN yang dihadiri 15 (lima belas) media berbeda di Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut bertujuan sebagai upaya penyebaran informasi pelayanan Program JKN-KIS kepada masyarakat.
Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Betty Parapat memberikan paparan seputar kemudahan layanan dan antrean online.
“Berbagai inovasi dilakukan untuk meningkatkan kepuasan peserta yang selama ini telah menjadi fokus berlangsungnya Program JKN-KIS. Kami memberikan solusi untuk pelayanan agar selama masa pandemi masyarakat tidak memiliki kendala pelayanan terutama pelayanan administrasi. Pelayanan non tatap muka yang ditawarkan antara lain Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA (Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp) di nomor 08118165165, Care Center 165, VIKA (Voice Interactive JKN), dan CHIKA (Chat Asistant JKN),” ujar Betty, Selasa (19/4/2022), baru-baru ini.
Berbagai fitur tersedia di Aplikasi Mobile JKN salah satunya antrean online. Pada menu tersebut peserta mendapatkan kepastian jadwal layanan kesehatan dengan mendaftar melalui Mobile JKN, hal tersebut menjadi solusi atas kasus antrean yang membeludak di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti di puskesmas dan klinik. Manfaat positif yang dirasakan pasien juga dapat berdampak pada meningkatnya kepuasan peserta terhadap layanan di FKTP.
“Penggunaan aplikasi Mobile JKN membuat pasien tidak perlu antre terlalu lama karena cukup mendaftar lewat aplikasi kemudian sudah muncul nomor antrean, dan peserta bisa memperkirakan jam berapa harus datang ke fasilitas kesehatan. Dengan adanya kemudahan pendaftaran antrean di fasilitas kesehatan melalui Mobile JKN ini, kepuasan peserta dapat meningkat,” tambah Betty.
BPJS Kesehatan terus berfokus pada pengembangan inovasi dalam peningkatan mutu layanan serta menawarkan kemudahan untuk masyarakat. Dalam penutupannya Betty mengatakan sudah seharusnya masyarakat memanfaatkan kanal layanan digital untuk mendapatkan informasi data pribadi mau pun perubahan data pribadi yang tentunya secara aman dilengkapi dengan verifikasi data. Handy Mehonk | **
Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia atau Gapeksindo Kabupaten Bogor menggelar bakti sosial buka puasa bersama dan santunan anak yatim.
Sintha Dec Checawati
Sebanyak 30 anak yatim yang berasal dari warga sekitar Kantor Gapeksindo dan KADIN Kabupaten Bogor diberikan santunan. “ini akan menjadi titik awal ekonomi dapat berkembang dengan baik, “Kata Ketua Gapeksindo Kabupaten Bogor, Gustav Manurung saat ditemui awak media.
Kegiatan yang digelar di Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (21/4).
“Setelah dua tahun pandemi ini, kami terpanggil untuk berbagi berbagi kebahagian dibulan ramadhan bersama anak yatim, berharap kegiatan ini menjadi awal bangkitnya kembali perekonomian khususnya di dunia usaha, ujaranya.
Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawati yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan sangat menyambut baik kegiatan berbagi tentunya ini kegiatan positif yang digelar oleh pengurus Gapeksindo Kabupaten Bogor dan mengapresiasi kegiatan tersebut.
Saya berharap, “mudah-mudahan ini awal endemi karena sudah dua tahun kita dilanda pandemi dan tidak melakukan kegiatan apapun, maka dari itu saya sangat mengapresiasi kegitan yang dilakukan pengurus Gapeksindo”, pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPD Gapeksindo Jawa Barat, Ali Abudan yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi pengurus Gapeksindo Kabupaten Bogor. Bukan hanya mengurusi konstruksi, namun juga adanya pembinaan yang berjalan di bidang sosial.
“Kami berharap, Gapeksindo ini terus membangun dan berjalan dengan baik, bukan hanya untuk mengerjakan, tetapi juga memberikan satu solusi ini terus berjalan dan pengurus Gapeksindo sinergi dengan pemerintah kabupaten bogor, “tutupnya.
Bogor | Jurnal Bogor Diah Pitaloka, Anggota DPR/MPR RI dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur kembali gelar sosialisasi empat pilar MPR RI. Kegiatan tersebut kali ini dilaksanakan di wilayah Babakan Pasar Kota Bogor, Kamis 21 April 2022.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan menegaskan, “Ditengah berbagai tantangan kapitalisme dan konservatisme, kita harus mampu menjaga Indonesia sebagai negara Pancasila sebagaimana yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa.” Ujar Diah.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu juga menekankan, “Persatuan adalah kekuatan dan modal utama bangsa. Persatuan telah mampu membawa kita meraih kemerdekaan, maka saat inipun kita harus yakin dengan persatuan kita mampu mengatasi berbagai tantangan bangsa,” Tegasnya.
Hadir pula sebagai pembicara Rafli Mufti, seorang tokoh masyarakat. Menurutnya, “Apa yang terkandung di dalam Empat Pilar ini merupakan suatu rumusan lengkap yang jika dipahami dan dijalankan maka bisa membawa Indonesia menjadi negara adidaya.” Katanya.
Acara yang dihadiri ratusan warga Kota Bogor dari berbagai wilayah ini berlangsung dengan tertib dan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat meskipun kondisi pandemi telah melandai.
Bogor | Jurnal Bogor Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dengan visinya menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di Indonesia, menyatakan kesiapannya menghadapi masa libur lebaran tahun ini.
Resmi beroperasi pada awal Januari tahun ini, IOH yang kini baru berumur sekitar 100 hari telah melakukan integrasi jaringan secara bertahap untuk memberikan pengalaman telekomunikasi digital pelanggan yang lebih baik pada akhir tahun 2022, IOH akan mengintegrasikan lebih dari 43 ribu sites.
Integrasi memberikan peningkatan layanan indoor coverage dan penambahan kapasitas dengan pemanfaatan kerapatan sites dan lebar pita dari jaringan sebelumnya.
Sebagai tambahan, IOH akan menambahkan lebih dari 11ribu sites baru di beberapa tahun mendatang untuk lebih memperluas jaringan dan meningkatkan pengalaman pelanggan IM3 maupun Tri.
Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison Desmond Cheung mengatakan, “Sejak resmi bergabung menjadi IOH, kami langsung melakukan pilot project pengintegrasian jaringan dengan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN).
Hal itu bertujuan agar kami dapat segera mewujudkan layanan telekomunikasi digital berkelas dunia dengan kecepatan dan jangkauan jaringan yang lebih baik kepada pelanggan. Dalam rangka menyambut masa libur lebaran tahun ini, di mana sebagian besar masyarakat Indonesia akan kembali berkumpul bersama keluarga tercinta di kampung halaman, kami telah melakukan segala persiapan untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi digital mereka,” katanya.
IOH telah menyiapkan kapasitas data sekitar 30% untuk lonjakan traffic per hari dibandingkan dengan tahun lalu. Kenaikan tersebut diprediksi akan dikontribusi oleh meningkatnya penggunaan aplikasi berbasis video dan pengiriman pesan seperti YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, dan juga WhatsApp.
Berbekal pengalaman di masa Ramadan dan Lebaran tahun sebelumnya, IOH mengantisipasi peningkatan traffic data tertinggi di Botabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam menikmati masa libur lebarannya, IOH melakukan optimalisasi jaringan pada 300 titik pusat keramaian di seluruh tanah air seperti destinasi wisata, pusat perbelanjaan, masjid, tempat peristirahatan, bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan.
Sebagai upaya mengantisipasi mobilitas pelanggan ke kampung halaman, IOH juga melakukan optimalisasi jaringan di beberapa rute mudik, seperti antara Jakarta dan Surabaya. Dengan jaringan IOH yang terintegrasi, pelanggan IM3 maupun Tri akan mendapatkan pengalaman telekomunikasi digital yang lebih baik.
Komitmen ini memberikan pengalaman telekomunikasi digital terbaik bagi pelanggan, khususnya di masa libur lebaran tahun ini, semakin diperkuat dengan diaktifkannya command center fisik terpusat sejak H-3 lebaran.
Dengan dukungan lebih dari 2.000 petugas teknis yang bersiaga sepanjang waktu, tim IOH Network Operation Center (INOC) dan IOH Service Operation Center (ISOC) akan memantau ketersediaan dan kualitas jaringan secara nasional selama 24/7.
Layanan pelanggan melalui berbagai saluran juga disiagakan untuk memberikan dukungan atas kendala yang mungkin dialami pelanggan selama masa liburan.
“Prioritas utama kami adalam memaksimalkan pengalaman pelanggan. Kesiapan jaringan yang terintegrasi lewat teknologi MOCN, peningkatan kapasitas data, optimalisasi jaringan di berbagai POI dan rute mudik, monitoring yang intensif melalui command center terpusat, serta kesiagaan saluran layanan pelanggan, diharapkan mampu memberikan pengalaman baru yang menyenangkan bagi pelanggan dalam menggunakan layanan IOH.
Kami berharap dengan ekosistem digital lengkap akan memaksimalkan keseruan libur lebaran pelanggan bersama keluarga tercinta di kampung halaman,” tutup Desmond.
Aneka kerajinan khas daerah seperti kain tenun, batik dan produk pertanian yakni teh dan kopi menjadi pilihan petani milenial peserta magang pertanian ke Jepang Kementerian Pertanian (Kementan) untuk dibawa sebagai cindera mata bagi otosannya (induk semang) di Jepang.
Seperti diketahui pada tahun 2022 Kementan kembali memberangkatkan para petani muda Indonesia magang pertanian ke Jepang. Sebanyak 53 petani muda yang telah dikukuhkan sebagai peserta magang pertanian ke Jepang secara resmi dilepas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Selasa sore (19/4).
Dalam kesempatan tersebut Mentan SYL berpesan nantinya para peserta magang dapat mengimplementasikan segala hal yang didapat di Jepang untuk diterapkan di Indonesia.
“ Ilmunya, etos kerjanya, teknologinya, terapkan nanti di Indonesia,” pesan Mentan SYL. Turut hadir Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan program magang pertanian ke Jepang ini merupakan ajang untuk menggembleng para petani milenial untuk membangun pertanian berwawasan agribisnis.
Hendra Neparasi petani milenial asal Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku senang dapat magang pertanian ke Jepang. Kesempatan ini akan dipergunakannya untuk belajar sungguh – sungguh agar pengalaman dan pengetahuan yang didapatnya selama magang kelak dapat dijadikan bekal untuk berusaha tani di tempatnya berasal yakni Desa Teun Baun Amarasi Barat. Tak ketinggalan Iapun ingin mengenalkan pakaian adat NTT berupa selendang tenun Amarasi Barat pada otosan tempatnya tinggal selama magang.
” Sebagai ucapan terimakasih dan mengenalkan tradisi khas kabupaten Kupang NTT, saya bawa selendang tenun adat Amarasi Barat,” ujarnya. Hal yang sama dirasakan Harry Setiawan Purba dari Deli Serdang Sumatera Utara. Sebagai ucapan terimakasih kepada Otosannya sekaligus mengenalkan selendang khas daerahnya Ia memilih ulos untuk dibawa. Sarung tenun sutera bugis tak ketinggalan dibawa oleh Sarifuddin peserta dari Bone Sulawesi Selatan.
” Saya memilih motif yang menurut saya terbaik untuk otosan, semoga nanti mereka senang,” harap Sarifuddin.
elendang juga menjadi pilihan Sapoan Bahri peserta magang dari Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lewat selendang tenun khas Lombok Ia berharap Otosannya akan mengenal Lombok. Sementara itu Lucky Strada Nova satu dari empat peserta wanita dalam program magang pertanian ke Jepang angkatan 37 ini memilih batik Jambi sebagai cindera mata. Ia beralasan karena Indonesia terkenal dengan batiknya. Selain itu Lucky juga menyertakan teh dan kopi sebagai oleh – oleh.
” Yang saya tahu Otosan saya di Jepang suka minum teh. Untuk kopi di tempat asal saya banyak memproduksi kopi termasuk usaha tani saya kopi maka dari itu saya bawa kopi, ” bebernya.
Sebagai informasi 53 orang pemuda tani yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia ini akan magang selama 12 hingga 18 bulan. Mereka ditempatkan pada 4 Accepting Organization di Jepang antara lain Japan Agriculture Exchange Council (JAEC) 17 orang, Niigata Agriculture Exchange Council (NAEC) 5 orang, International Agricultural Exchange Council (IAEA) Gunma 27 orang dan Ibaraki Chuo Engei (ICE) sebanyak 3 orang. Secara bertahap mereka diberangkatkan mulai 21 April hingga Mei 2022.
Suasana haru mewarnai upacara pengukuhan Peserta Magang Ke Jepang Kementerian Pertanian (Kementan) Angkatan 37, di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Selasa (19/4).
Acara pengukuhan berlangsung khidmat bahkan banyak peserta yang merupakan petani muda Indonesia itu tak bisa menahan air mata terutama saat prosesi mencium bendera Merah Putih diringi alunan lagu Indonesia Pusaka.
Prosesi pengukuhan dipimpin presiden Ikamaja (Ikatan Alumni Magang Jepang) Ferdy Saefulah diawali dengan pengucapan ikrar dan janji, penyematan pin merah putih tanda pengukuhan dilanjutkan penghormatan, memegang kemudian mencium bendera merah putih.
Dalam amanatnya Pembina Upacara, Kepala PPMKP Ciawi Bogor Yusral Tahir berpesan agar para petani muda Indonesia yang mengemban tugas mulia sebagai utusan negara Indonesia belajar pertanian di Jepang belajar sungguh – sungguh serta menjaga nama baik Indonesia.
” Jaga nama baik Indonesia, nama baik daerah asal, diri sendiri dan keluarga,” pesannya.
Lama tinggal di Jepang membuat Yusral sangat mengenal Jepang. Iapun menekankan agar peserta pandai beradaptasi dengan lingkungan, etos kerja masyarakat Jepang yang terkenal disiplin, jujur.
” Jujur jangan berbohong apalagi mencuri. Lebih baik minta. Jangan pernah terlambat, jika berjanji untuk bertemu misalnya, datanglah lebih awal, “ ucapnya.
Masyarakat Jepang terkenal juga dengan sikap toleransinya yang tinggi bahkan dalam hal beribadah.
Dilepas Menteri Pertanian
Setelah dikukuhkan sebagai peserta magang pertanian ke Jepang, 53 petani dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut dilepas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Mereka akan berada selama setahun di Jepang dan ditempatkan pada 4 Accepting Organization di Jepang antara lain Japan Agriculture Exchange Council (JAEC) 17 orang, Niigata Agriculture Exchange Council (NAEC) 5 orang, International Agricultural Exchange Council (IAEA) Gunma 27 orang dan Ibaraki Chuo Engei (ICE) sebanyak 3 orang. Mereka diberangkatkan secara bertahap mulai 21 April hingga Mei 2022.
Dalam kesempatan itu, Mentan menekankan agar para peserta magang belajar dengan sungguh-sungguh tentang segala hal pertanian di Jepang. “Kalian pilihan Tuhan dan negara. Kalian akan praktik langsung. Istimewa belajar ke Jepang ini. Di Jepang hanya 25 persen dari total seluruh negaranya yang digunakan untuk lahan pertanian. Tapi mereka mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, ekspor dan yang terpenting mensejahterakan masyarakatnya,” ujarnya.
Iapun meminta para peserta magang dapat mengimplementasikan segala hal yang didapat di Jepang untuk diterapkan di Indonesia.
“Ilmunya, etos kerjanya, teknologinya, terapkan nanti di Indonesia,” pinta Mentan SYL.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, program magang ini merupakan salah satu cara untuk membangun petani-pengusaha milenial yang profesional berdaya saing dan berjiwa wirausaha.
“Tentu ini adalah upaya kita sebagai solusi untuk mengantisipasi jumlah petani kolotnial (istilah untuk petani generasi tua) yang jauh lebih banyak yakni sebesar 71 persen. Sementara sisanya sebanyak 29 persen petani milenial,” kata Dedi.
Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melepas 53 petani muda peserta magang Jepang tahun 2022 pada Selasa (19/04) di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Kabupaten Bogor.
Syahrul Yasin Limpo
Pelepasan peserta dilakukan secara resmi oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Dalam arahannya mentan SYL mengharapkan nantinya para peserta magang dapat memanfaatkan kesempatan belajar di Jepang dengan maksimal
“Kalian pilihan Tuhan dan Negara. Kalian akan praktik langsung. Istimewa belajar ke Jepang ini. Di Jepang hanya 25 persen dari total seluruh negaranya yang digunakan untuk lahan pertanian. Tapi mereka mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, ekspor dan yang terpenting menyejahterakan masyarakatnya,” tutur Mentan SYL
Mentan SYL pun mengharapkan nantinya ilmu dan pembelajaran yang didapat selama magang di Jepang dapat diterapkan di Indonesia.
Magang Jepang merupakan salah satu program Kementerian Pertanian yang diwujudkan melalui pembelajaran secara langsung oleh petani muda Indonesia di bawah supervisi petani maju jepang selama satu tahun dan diharapkan dapat menjadi alat transfer teknologi, pengetahuan, etos kerja, dan kreatifitas dalam mengembangkan usaha pertanian menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi dalam kesempatan yang sama mengatakan untuk menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern memerlukan adanya SDM yang unggul dan kompeten.
“Kementan melakukan banyak cara supaya peningkatan SDM pertanian berjalan secara masif dan sistematis. Peluang pelatihan atau magang di negara-negara maju dalam bidang pertanian seperti Jepang, Taiwan, Australia, dan Korea harus dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Dedi.
Asep Wahyudin salah satu petani muda alumni magang Jepang menguraikan pengalamannya saat melakukan magang
“Selama saya belajar satu tahun di Jepang, saya banyak belajar tentang pertanian dari hulu sampai hilir. Dari budidaya sampai ke proses packing dan pemasaran, dimana proses pemasaran di jepang itu sangat efektif dan efisien sekali, dan hal yang paling utama untuk dapat diadaptasi di Indonesia adalah etos kerja dan kedisiplinan waktu warga Jepang” terang Asep.
53 petani muda yang dilepas untuk magang ke Jepang berasal dari 19 provinsi. Sebelumnya mereka telah melalui pembekalan dan coaching secara intensif mulai tanggal 09 hingga 19 April 2022 di PPMKP Ciawi.
Polwan Polsek Gunung Putri Polres Bogor di bulan suci Ramadhan melakukan berbagi takjil kepada pengguna jalan yang melintas di depan gerbang Polsek Gunung Putri, Rabu ( 20/04/22).
Kapolsek Gunung Putri , Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan Polwan Polsek Gunung Putri mengadakan kegiatan bagi – bagi takjil untuk membantu masyarakat.
“Kegiatan berbagi takjil Polwan Polsek Jajaran Polres Bogor di wilayah hukum Polsek Gunung Putri merupakan bagian dari kegiatan kita berbagi dengan masyarakat Gunung Putri khusunya,” jelas Kompol Bayu.
Menurutnya, polisi merupakan pengayom masyarakat yang bersentuhan langsung dengan rakyat, maka dari kegiatan Polwan berbagi takjil ini agar masyarakat juga tidak sungkan dengan keberadaan polisi. Apalagi Polwan di Polsek Gunung Putri ini ramah – ramah dan bersahabat,” ucapnya.
Kegiatan ini dipimpin oleh IPDA Susi Sulistyowati dan diikuti oleh 6 personil Polwan Polsek Jajaran Zona 2 Polres Bogor. Kegiatan dimulai dari pukul 17.45 Wib dan berlangsung kondusif. “Alhamdulilah hari ini kita bisa membagikan 100 paket takjil kepada masyarakat yang melintas,” pungkasnya.
Berkembangnya perekonomian masyarakat Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, dari sektor pariwisata dan pertanian tidak dibarengi dengan fasilitas yang menunjang seperti perbankan serta jaringan internet yang masih minim.
Camat Sukamakmur, Bakri Hasan mengatakan, dengan adanya pariwisata serta pertanian yang semakin tumbuh, menjadi daya tarik para investor serta pengunjung yang berdatangan ke wilayah Kecamatan Sukamakmur. Namun, masih ada sedikit kendala guna memudahkan masyarakat melakukan transaki perbankan.
“Disini warganya sudah semakin berkembang, baik segi perekonomian serta sumberdaya manusianya. Namun minimnya mesin ATM yang mempercepat dan mempermudah warga melakukan transaksi menjadi kendala saat ini,” katanya kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Selain itu, sambung mantan Sekcam Cariu ini membeberkan, di Kecamatan Sukamakmur sendiri, untuk fasilitas mesin ATM hanya terdapat dua mesin yang ada di minimarket. Hal itu nenjadi perhatian penting karena masyarakat saat ini sudah melek sistem tranfer.
“Untuk di Sukamakmur baru terdapat dua mesin ATM dan itu hanya bertahan dua hari saja langsung ludes. Dari situ kita bisa simpulkan bahwa warga Sukamakmur saat ini sudah melek perbankan,” beber Bakri sapaan akrabnya itu.
Bakti menambahkan, selain warga yang bekerja wiraswasta, disini banyak juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memerlukan ATM untuk mengambil gaji atau transaksi lainnya. Jika dua mesin ATM yang ada di Sukamakmur habis uangnya, maka warga harus turun gunung ke Jonggol dengan jarak yang cukup jauh.
“Kan disini juga banyak PNS seperti saya dan lainnya, kalau gajian pasti lewat ATM ngambilnya. Ketika habis uang di mesin ATM yang ada, maka harus turun ke Jonggol yang cukup lumayan jauh juga jaraknya,” keluhnya.
Berangkat dari situ, lanjut Bakri, dirinya pernah mengajukan kepada Bank BJB dan BRI agar mendirikan kantornya di Sukamakmur. Namun sampai saat ini pengajuan tersebut belum direalisasikan juga.
“Saya sudah pernah ajukan juga agar disini ada kantor cabang Bank baik dari BJB maupun BRI, namun hingga kini belum ada realisasi. Hal ini akan kita mohonkan terus menerus sampai ada realisasi dari perbankan tersebut,” pungkasnya.