28.6 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 918

Kajari Sebut Kasus Ujang Sarjana Pidana Murni

0

Bogor | Jurnal Bogor

Aksi seorang pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Bogor yang mengadu ke Jokowi perihal pamannya Ujang Surjana yang ditahan lantaran menolak pungli, terus menjadi perhatian publik.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor, Sekti Angraini pun ikut angkat bicara. Menurutnya, perkara yang melibatkan Ujang Sarjana itu adalah perkara pidana pengeroyokan atau penganiayaan murni.

“Tak ada pungli. Itu adalah pidana murni dan tidak ada peristiwa pungli sebagai pemicu tindakan pidana tersebut,” ujar Sekti didampingi Kasi Pidum, Riyan dan Kasi Intelejen, Ario Wicaksono kepada wartawan, Jum’at (22/4).

Sekti menegaskan bahwa sebelumnya Ujang saat tahap penyidikan telah mengajukan praperadilan, namun kalah.

“Yang bersangkutan telah mengajukan praperadilan, namun dimenangkan oleh pihak tergugat, yaitu Polresta Bogor Kota,” katanya.

Kata dia, berdasarkan hasil penelitian Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Bogor, perkara tersebut telah memenuhi syarat formil dan materil sehingga layak diajukan ke persidangan.

“Saat ini persidamgam masuk dalam pembacaan dakwaan dari JPU,” katanya.

Sebelumnya, seorang perempuan dan laki-laki histeris dan mengadu kepada Jokowi. Melihat itu, Jokowi langsung menenangkan kedua orang tersebut yang menangis secara histeris.

“Tenang, tenang, tenang,” ujar Jokowi dalam video tersebut yang tersebar di media sosial.

Setelah tenang, kedua orang tersebut langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Kedua tersebut mengadu ke Jokowi bahwa bahwa pamannya di tahan polisi karena menolak pungli di Pasar Bogor.

“Pak disini banyak pungli, om saya ditahan ditahan karena menolak pungli, bapak bisa tolong kami, kami bingung, udah tiga bulan di tanah,” ungkapnya.

Mendengar pernyataan kedua orang tersebut, Presiden melalui Mensegneg langsung mencatat aduan tersebut sembari tangannya untuk menenangkan.n Fredy Kristianto

Angkot Dilarang Ngetem Sembarangan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Jelang mudik Lebaran, Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Putri akan melakukan tindakan tegas terhadap sopir angkutan umum (angkot) yang berhenti sembarang di area rawan kemacetan di wilayah Gunung Putri.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan bahwa akan melakukan sanksi tegas bila sopir angkot berhenti sembarangan.

“Akan kita tindak tegas bila mencari penumpang di kawasan rambu lalu lintas dilarang stop atau berhenti, sanksi pertama berupa teguran lisan dahulu, apabila tidak diindahkan kita akan tilang,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (21/04/22).

Lanjutnya, Polsek Gunung Putri akan menertertibkan tempat-tempat rawan kemacetan seputar jalan Transyogi.

“Itulah salah satu faktor utama penyebab kemacetan, yaitu sopir angkutan umum yang berhenti sembarangan, dan akan kita tertibkan di titik seputaran jalan Transyogi sama di jalur utama,” ujar Bayu.

Dia berharap semua angkot mengerti apalagi sekarang ini mau mendekati arus mudik.

“Kami harapkan semuanya bisa mengerti, karena ini waktu dekat dekat ini menjadi awal arus mudik, agar tidak terjadi macet,” harapnya.

** Nay / wisnu

Warga Galuga Datangi DLH Minta Kompensasi

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Warga Galuga yang tergabung dalam Forum 3 Desa yang berada di Kecamatan Cibungbulang  berbondong – bondong mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor terkait sistematis pola pembagian dan kewajiban Kabupaten Bogor kepada 3 desa yang berdampak dari TPA Galuga.

Rapat tertutup yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Bogor tersebut dipimpin langsung oleh Rustandi sebagai Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurutnya pertemuan ini adalah untuk menampung aspirasi warga yang bergabung dalam Forum 3 desa. Adapun 3 bahasan penting yang menjadi prioritas itu yang dibahas.

“Yang mereka pertanyakan itu kan ada 3 poin, pertama soal pembagian formula yang berbeda, kenapa pembagian kompensasi itu berbeda karena dilihat dari dampak dan jumlah penduduknya, yang kedua persoalan parkir apakah lokasi parkir itu diperlukan dan bisa atau tidaknya nanti akan dibahas lagi, dan ketiga itu soal kewajiban Pemda yang belum terealisasi,” papar Rustandi, Kamis (21/0422).

Nanti akan ada pertemuan lagi, lanjut ia, dan kita akan bahas dengan para koordinator wilayah masing – masing, mulai dari perihal sistem pembagian yang berbeda dan mengapa bisa berbeda , serta seperti apa sistemnya dan siapa yang menerimanya sehingga hal ini akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya yang akan dihadiri oleh instansi – instansi terkait.

“Kan parkir juga akan dibahas , kita harus melibatkan Dinas Perhubungan, seperti apa regulasinya nanti, lokasi yang akan di pakai dimana jika memang memungkinkan , dan siapa yang akan membuat PKS dengan siapa nantinya,” paparnya.

Begitupun soal kewajiban Pemda yang belum terpenuhi, dimana itu nanti akan kita bahas tuntas , karena memang harus segera terealisasi walaupun perjanjian itu sampai 2025 tapi tetap saja fasilitas yang dijanjikan Pemda harus terealisasi.

“Kajian lebih dalamnya nanti di pertemuan ke-2 , yang kita pun akan mempersiapkan bahan pembahasa nya dengan instansi terkait , karena ini melibatkan 2 kota jadi harus diseriuskan dan disegerakan agar tidak ada polemik seperti yang sudah – sudah,” pungkas Rustandi.

** Nay Nur’ain

Harga Daging Dikeluhkan Warga, Ini Tips Memilih Daging Berkualitas

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Harga jual daging sapi di sejumlah pasar yang ada di wilayah UPT Peternakan Jonggol masih terpantau tinggi.  Pedagang daging Asep mengatakan bahwa harga daging di lapaknya masih berada di kisaran Rp 140.000 hingga Rp 150.000 per kilogram.

“Harga daging kisaran Rp 140.000 sampai Rp 150.000, kalau yang lebih mahal itu dagingnya lebih empuk. Kalau yang daging umumnya harga Rp 140.000,” jelas Asep kepada Jurnal Bogor.

Ia pun menduga harga tersebut akan terus melambung saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Perkiraan bakal naik mungkin di angka Rp 150.000 sampai Rp 160.000. Karena pas puasa dari pihak operasional biasanya minta lebih untuk biaya potong dan kendaraan,” ujar Asep.

Terpisah Kepala UPT Peternakan Wilayah 10 Jonggol disampaikan Nanang Suryana, cara memilih daging segar yang berkualitas. Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan  saat memilih daging. Pertama, perhatikan warna daging, warna merah ceri menandakan kalau daging sapi masih segar dan baru dipotong. Ketika daging sapi sudah terpapar oksigen, warnanya juga akan ikut berubah menjadi merah keunguan. Meski begitu, warna merah ceri dan merah keunguan masih tergolong baik.

“Kedua, warna daging yang perlu dihindari adalah kecoklatan, karena kemungkinan sudah tidak segar. Cek tekstur daging sapi. Daging sapi yang berkualitas baik memiliki tekstur kenyal namun padat. Cara ceknya mudah, cukup menekan dengan lembut permukaan daging. Kalau saat ditekan langsung cepat kembali ke tekstur awal, tandanya daging sapi tersebut kualitasnya bagus. Begitupun sebaliknya, kalau ditekan dan nggak kembali ke bentuk awal, artinya daging sapi tersebut memiliki tekstur lunak karena sudah lama berada di ruang terbuka, sehingga kualitasnya menurun,” jelasnya.

Kemudian, cium aroma daging sapi. Cara memilih daging sapi yang baik selanjutnya adalah mencium aromanya. Daging sapi yang masih segar akan mengeluarkan aroma khas, tapi  tidak  menyengat. Kalau daging mengeluarkan bau amis atau anyir yang sangat tajam, tandanya daging tersebut berkualitas rendah. Bau amis dan anyir pun akan sulit hilang meski menggunakan bumbu aromatik.

“Terakhir, perhatikan kebersihan tempat penjual tidak kalah penting, cara memilih daging sapi yang baik juga dilihat dari kebersihan tempat dan penjual dagingnya. Dan sebaiknya pilihlah daging yang berasal dari RPH,” pungkasnya mengakhiri.

** Nay / Ramses

Isu Kenaikan BBM Diprediksi Habis Lebaran

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Salah satu pengelola SPBU di Cileungsi Dodi menyatakan, harga BBM pertalite dan gas elpiji 3 kg masih sekedar isu dan belum ada kenaikan. “Belum ada kenaikan, semua aman dan masih terkendali,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (21/04/22).

Dodi juga mengatakan, bahwa isu tersebut kemungkinan naik di bulan-bulan habis Lebaran. “Ada isu juga dari atas (Pertamina) katanya di bulan Mei atau Juni, tapi itu belum jelas,” pungkasnya.

Terpisah, Putra, konsumen mengatakan dirinya pun beli ditempat yang berbeda di daerah Cileungsi masih harga yang sama, hanya Pertamax yang naik. “Semua masih sama (Cileungsi) dan Pertamax aja yang naik,” katanya kepada Jurnal Bogor.

Masih kata dia, saat ditanya apakah dia keberatan bila harga barang tersebut naik, dan ia jawab spontanitas sangat keberatan. “Jelas keberatan pak, Pertamax naik, minyak naik juga sudah berat banget, jujur sudah sangat kesulitan dengan harga minyak yang tidak turun-turun tersebut,” pungkasnya merasa menjerit.

Sebelumnya, pemerintah memberikan sinyal harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kg akan naik. Hal tersebut diungkapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (13/4/2022) pekan lalu.

“Maka terdapat beberapa langkah strategi dalam menghadapi kenaikan harga minyak dunia, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang,” ujarnya baru-baru ini.

Memang belum diketahui secara persis, kapan pemerintah akan menaikkan tarif  pertalite dan solar, serta harga elpiji 3 kg. Akan tetapi di Kabupaten Bogor, khusunya di wilayah Kecamatan Cileungsi, harga BBM pertalite dan gas elpiji masih terbilang belum ada kenaikan.

** Nay / Wisnu

RY Center dan PDAM Jonggol Bagikan Takjil di Alun – Alun

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Rachmat Yasin Center (RYC) Cabang  Jonggol bersama PDAM Pakuan Cabang Jonggol  membagikan takjil gratis di sekitar  Alun -.Alun Jonggol, Kamis (21/04/22).

Ketua RYC Cabang Jonggol H.Soleh Basumbul mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama umat yang sedang menunaikan ibadah puasa. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya.

“Kegiatan berbagi di bulan puasa ini dilakuan sebagai bentuk kebersamaan antara anggota dalam membantu sesama umat  yang melintas di Alun –Alun,” jelasnya.

Lanjut ia, 200 paket takjil sudah disediakan untuk bisa dinikmati masyarakat terutama yang melintas di seputaran Alun – Alun Jonggol. “Apalagi jika mereka yang baru pulang kerja dan gak keburu magrib di rumah , takjil ini bisa dinikmati untuk melepas buka puasa,” papar H. Soleh.

Senada disampaikan oleh Alfa, Humas  PDAM  Pakuan  Cabang Jonggol menuturkan kegiatan bagi-bagi takjil ini sengaja dilakukan di pertengahan bulan suci Ramadhan, mengingat dipertengahan puasa itu kebanyakan orang sudah mulai jarang untuk membuat takjil.

“Pelaksanaan  bagi-bagi takjil ini kita lakukan dipertengahan bulan suci Ramadhan, supaya seluruh pengurus  RYC serta  perwakilan  PDAM  Cab Jonggol  dapat ikut serta membagikan takjil. Kami juga tidak lupa ucapkam haturnuhun dan terimakasih kepada para donatur dan semoga berkah demi kepedulianya kepada sesama,” tutupnya.

** Nay / Ramses

Wabup Bogor: PT BAP Terancam Dipidana

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Perusakan aset negara yang dilakukan  PT Balina Angkasa Perkasa (BAP) dengan menutup saluran Daerah Irigasi (DI) Cikereteg-Rancamaya di Kampung Ranji, Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dipastikan berbuntut panjang.

Sebab, perusakan saluran irigasi yang dilakukan perusahaan swasta vendor ekspedisi pengangkut air minum itu, menuai kecaman dari Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Iwan Setiawan.

Wabup Bogor, Iwan Setiawan mengaku sudah mendengar dan mengetahui adanya perusakan saluran irigasi yang dilakukan perusahaan swasta di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi tersebut.

Politisi Partai Gerindra itu pun mengatakan, barang siapa yang merusak atau menghilangkan aset negara bisa dipidanakan. “Di Pasal 406 ayat (1) KUHP yang sangat jelas mengatur hal tersebut,” ungkapnya kepada wartawan saat menyambut kedatangan kunjungan Presiden Jokowi ke Pasar Ciawi, Kamis (21/4).

Wabup menjelaskan, apabila ada salah satu aset negara yang dirusak akan ada tindak lanjut. Karena seharusnya bisa dilakukan proses melalui rislah atau ganti rugi.

“Pihak perusahaan dalam melakukan pembangunan juga tidak bisa semena-mena, semua ada aturannya. Seharusnya melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah setempat,” papar Iwan Setiawan.

Seperti diungkapkan Maman Usman Rasidi, Penasehat Hukum Pegiat Pelestari Lingkungan (Pepeling) Bogor Raya, dalam hal ini adanya tindakan misalnya, perusakan, penguasaan secara melawan hak, menempati, menjual, menyewakan aset negara atau perbuatan lainnya yang bertentangan dengan Undang-undang (UU), maka pemerintah dapat mengambil tindakan baik secara pidana maupun perdata.

Terhadap perusakan aset negara sambung Maman, terdapat ketentuan Pasal 406 ayat (1) KUHP yang sangat jelas mengatur bahwa barang siapa dengan sengaja dan dengan melawan hak membinasakan, merusakkan, membuat sehingga tidak dapat dipakai lagi atau menghilangkan sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya kepunyaan orang lain, dihukum penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan.

“Jelas ya hukumannya 2 tahun 8 bulan Penjara, sepanjang unsur deliknya terpenuhi secara sempurna,” jelasnya.

Diakui Maman, memang dalam UU nomor 1 tahun 2004, tentang UU perbendaharaan negara tidak mengatur sanksi pidana didalamnya. Akan tetapi, negara dapat menggunakan instrumen hukum pidana umum bagi pihak-pihak yang diindikasikan melakukan tindak pidana terhadap aset negara, oleh siapapun tanpa terkecuali.

Mamang mengungkapkan, didalam UU perbendaharaan negara tidak ada aspek pidananya. Namun lembaga bantuan hukum (LBH) banyak mengatur masalah administratif. “Jadi referensinya kembali ke KUHP pidana, karena kental di pidananya, jika isu yang diangkat masalah perusakan,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

OTK Rusak Ruang SDN Cigowong 01

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cigowong 01, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dirusak oleh orang tak dikenal. Akibatnya ulah OTK tersebut sejumlah ruangan jendela saat ini dalam kondisi tanpa kaca.

Perusakan tersebut terjadi pada Kamis (21/04) dini hari pukul 02:00 Wib. Kejadian perusakan pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah Odih bahwa pada saat bangun sahur terdengar suara pecahan kaca jatuh.

“Mau ngecek ke sekolah saya takut, lalu saya telepon ketua komite sekolah gak aktif. Sepintas saya lihat satu orang keluar dari sekolah. Namun tidak jelas mukanya karena keadaan sekolah gelap,” ungkapnya.

Ia menuturkan, akibat kejadian tersebut beberapa jendela kaca di tiap-tiap ruang kelas ada yang di rusak, sejauh ini pihak sekolah tidak tahu motif perusakan tersebut. “Yang rusak kaca jendela dari tiap-tiap ruang kelas dapur habis semua pecah,” kata Odih.

Sementara Kepala SDN Cigowong 01 Eli Nurlaeli menyebut belum tahu motif pelaku, karena selama ini pihak sekolah tidak pernah ada problem dengan masyarakat. Atas kejadian itu pihak sekolah melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Saya sudah 12 tahun memimpin sekolahan ini dan selama ini tidak ada masalah. Saya mohon kepada pihak berwajib agar dapat menangkap pelaku dan mengungkap motif dibalik perusakan ini,” pungkasnya.

** Andres

Jalan Ace Tabrani Amblas, TPT Usia Puluhan Tahun Ikut Ambrol

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Tebingan Penahan Tanah (TPT)  di ruas Jalan Panjaungan-Curugbitung tepatnya di Kampung Pakapuran, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mengalami longsor.

UPT VI Jalan jembatan wilayah Cigudeg melalui pengamat Jalan H Idris mengatakan bahwa tebingan setinggi tiga meter dan lebar 10 meter itu ambrol, lantaran kerap tersumbat pada bangunan gorong-gorong yang sudah berusia puluhan tahun.

“Akibat amblasnya jalan dan TPT, saat ini penggunaan jalan yang melewati harus bergantian,” ujar Idris kepada Jurnal Bogor, Kamis (21/4)

Dijelaskan Idris saat di lokasi, kejadian tersebut  sekitar pukul 9:30 WIB. Bahkan saat kejadian pihaknya sedang berada di lokasi.

“Saya kaget tadi, kebetulan kita dari UPT sedang berada di lokasi kejadian. Jadi tiba-tiba TPT ini ambruk,” paparnya.

Ia menyebut dampak dari kejadian itu selain pengaruh hujan, begitu juga kondisi bangunan gorong-gorong yang berusia sejak dari zaman Belanda itu sudah terlihat lapuk karena dimakan usia.

“Salah satu gorong-gorong yang usianya sejak jaman Belanda, akan tetapi mungkin saluran airnya tersumbat sehingga menyebabkan terjadinya longsor,” ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada penggunaan jalan untuk sementara harus berhati-hati saat melewati akses jalan tersebut.

“Untuk penanganan sementara kita sudah pasang rambu-rambu dan kejadian tersebut sudah kita laporkan ke Dinas PUPR.” kata dia

Saat meninjau tebingan yang amblas,  Sekretaris Camat Nanggung Drs Suharsono menyebut mungkin karena pengaruh hujan, sebabnya akhir-akhir ini hujan cukup deras sehingga  menyebabkan  tebingan tersebut mudah longsor.

Ia berujar kondisi bangunan TPT yang berada di bibir kali Cikaniki sehingga mempengaruhi TPT mudah ambrol.

Ditambah berdampak getaran  kendaraan-kendaraan besar yang setiap hari melintas di jalur itu.

“Sementara kita tinjau insya Allah nanti paling tindak penanganan awal akan segera dilaksanakan,” pungkasnya.

** Andres

Katar Cibungbulang Saba Desa dengan Safari Ramadhan

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Karang Taruna (Katar) Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor menggelar Saba Desa keliling 14 desa  se-Kecamatan Cibungbulang, kemarin. Ketua Katar Kecamatan Cibungbulang Sopian Sauri mengatakan selama bulan suci Ramdhan, Katar Kecamatan Cibungbulang menggelar Safari Ramadhan yakni Saba Desa ke-15 desa dan berakhir di Desa Situ Udik.

“Kegiatan ini bertujuan bersilaturahmi dengan pengurus Katar tingkat desa dan menjadi pemantik kegiatan positif dalam memecahkan permasalahan Katar ditingkatkan Desa, ” ujarnya.

Vionk mengungkapkan saat mengelar Saba Desa selain memaparkan akan program Katar tingkat Desa.

Saat berdiskusi bareng dengan Katar Desa, banyak juga masukan dari teman-teman di desa yang mengeluhkan akan persolaan belum adanya kepastian tentang Perbup, oprasional Katar Desa. Padahal  berbicara pemuda merupakan ujung tombak kemajuan wilayah.

“Tentunya, persolaan tersebut menjadi PR bersama untuk mencari solusi yang terbaik. Dirinya juga sangat mengapresiasi kepada semua Pemdes yang ada di Kecamatan Cibungbulang yang sudah bersinergi dengan Katar Desa hingga Katar Kecamatan dalam mengawal program desa.

Ia menambah usai Saba Desa, Katar Kecamatan juga bakal mengelar bakti sosial yakni pembagian takjil gratis dan menyantuni anak yatim piatu yang ada di Kecamatan Cibungbulang.

“Saya berharap Katar tingkat desa selalu dan kecamatan selalu kompak dalam mengawal kemajuan desa se-Kecamatan Cibungbulang,” pungkasnya.

** Andres