26.3 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 901

Disebut tak Diproses, Kasus Pemukulan Akan Jadi Atensi Kapolsek

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Adanya pemukulan yang dilakukan oknum pengendara terhadap 2 karyawan Superindo, namun tak jua diproses menjadi buah bibir di masyarakat Gunung Putri membuat Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha, SE angkat bicara. Menurutnya, ada keterlambatan terhadap proses karena memang pihak kepolisian harus mencari identitas terlapor dan upaya itu baru didapatkan dalam pekan ini.

Kompol Bayu Tri Nugraha

“Awal saya melihat dari persoalan ini walaupun pasal yang dikenakan adalah 352 tentang penganiayaan ringan dengan ancaman kurang dari 5 tahun kurungan hingga tidak bisa membuat terlapor ditahan.” jelas Kompol Bayu kepada Jurnal Bogor di ruang kerjanya, Selasa (24/05/22).

Namun demikian, sambung Kompol Bayu , diawal laporan korban pada 24 April 2022 lalu, pihaknya kesulitan menemukan identitas pelaku. Namun setelah menemukan identitas pelaku pada Selasa (17/05/22) pecan lalu, dia langsung memerintahkan pada Rabu (18/05/22) kepada Kanit Reskrim AKP Didin Komarudin untuk memanggil terlapor ke Polsek Gunung Putri untuk memberikan stigma positif dan mengedukasi kepada terlapor bahwa apa yang dilakukan itu salah.

“Dan kami pun ingin secepatnya persoalan ini selesai dengan meminta kepada terlapor video permohonan maaf akan tindakan yang dilakukannya kepada 2 karyawan Supermarket Superindo” jelasnya.

Ternyata, kata Kompol Bayu, dari yang sudah dia perintahkan ke Kanit Reskrim izin libur hingga Sabtu (21/05/22) karena memang saat lebaran Idul Fitri dan moment berbenturan dengan adanya masalah pemukulan tersebut.

“Tapi yang saya sayangkan kenapa Kanit izin tidak didelegasikan kepada timnya sehingga saya harus turun tangan langsung di hari Minggu (22/05/22) memerintahkan penyidik yang dikawal anggota intel Polsek Gunung Putri untuk menyambangi kediaman terlapor,” bebernya.

Menurutnya, diawal terlapor tidak mengakui apa yang dilakukannya kepada 2 karyawan Suparindo tersebut hingga terjadi cekcok dengan pihak kepolisian dan pada akhirnya terlapor mengakui juga perbuatannya dan berjanji pada Senin (23/05/22) akan datang ke Polsek Gunung Putri, namun ternyata sampai hari ini terlapor tak kunjung datang.

“Hingga tadi, Selasa ( 25/05/22) saya sudah tandatangani surat panggilan kesatu untuk terlapor, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak pelapor, dengan manajer keamanan dengan koordinator keamanan juga ada dari TNI dan saya perlihatkan LP pelapor itu dari tanggal 24 sudah ada disposisi saya untuk diproses,” cetusnya.

Jika pada Rabu (25/5) tidak datang, kata dia , akan dikirim panggilan ke-2 , dan jika panggilan ke-2 tak jua diindahkan akan dibuat panggilan ke-3 dan penjemputan paksa terhadap terlapor karena memang belum di BAP. Terlepas nanti akan dimediasi atau berlanjut yang intinya akan berusaha semaksimal mungkin yang terbaik.

“Saya lihat memang tidak ada unsur kesengajaan dari pihak Superindo untuk menutup jalan hanya karena bermuatan panjang dan berat yang membuat mobil tersebut tidak bisa buru – buru dipindahkan apalagi supir mobil tersebut ada di lokasi,  namun si pengendara yang menjadi terlapor ini tidak sabaran sehingga terjadilah cekcok bahkan terlapor melakukan pemukulan.”

“Karena memang terlapor yang memulai pemukulan, jadi berdasarkan rekaman di video itu kesalahan mutlak ada di terlapor, jadi kejadian pemukulan ini akan saya pantau dan menjadi atensi agar masyarakat tidak berpikir bahwa negatif kepada kinerja kepolisan khususnya Polsek Gunung Putri,” tegasnya. 

Dia memastikan dalam waktu tidak sampai 2 pekan ini persoalan kasus pemukulan ini sudah selesai dan menemui titik terang. “Dari kejadian ini saya akan mengevaluasi semua anggota jajaran Polsek Gunung Putri,” pungkas Kompol Bayu mengakhiri.

** Nay / Wisnu 

Bangkitkan Kesadaran Warga, UPT Sampah Jonggol Pasang Plang

0

Jonggol | Jurnal Bogor

UPT Pengelolaan Sampah 2 Jonggol melakukan berbagai terobosan agar wilayah Jonggol dan sekitarnya  tetap bersih dari tumpukan sampah. Salah satunya dengan  mengefektifkan kembali Perda Nomor 4 tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah dimana Peraturan Daerah mengatur larangan buang sampah sembarangan ini mulai disosialisasikan lagi.

UPT Sampah Jonggol pun mulai melakukan pemasangan plang larangan membuang sampah sembarangan di Kampung Bengkok RT 01 RW 09 Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Kepala UPT PS 2 Jonggol Heri mengatakan, tujuan pemasangan plang imbauan larangan membuang sampah sembarangan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan agar tidak membuang sampah bukan pada tempatnya.

“Kita memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan. Jadi plang berisikan Perda itu kita pasang  di sekitaran Kp Bengkok  RT 01 RW 09,” ucap Heri kepada Jurnal Bogor , Selasa ( 24/05/22).

Heri menambahkan, Perda tersebut juga mengatur sanksi bagi pembuang sampah sembarangan  dengan sanksi  3 bulan kurungan atau denda Rp 80.000.000.

“Jadi sebelum larangan ini kita pasang, kita sudah survey. Kita pasang di lokasi yang menjadi tumpukan sampah, ” paparnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat Kecamatan Jonggol dan sekitarnya masih minim untuk membuang sampah pada tempatnya. Namun gerakan dan terobosan tetap dilakukan agar Jonggol tetap dalam keadaan bersih dan dia berharap kesadaran masyarakat Jonggol  dalam membuang sampah dapat diiringi dengan pemilahan sampah yang masih bernilai dan bisa ditukarkan ke Bank Sampah.

” Dalam arti sampah itu bisa jadi uang, sesuai dengan moto kita, Bersih-bersih SUAI (Sampah Untuk Amal Ibadah), kita coba baik pegawai maupun staf, setiap hari Selasa wajib membawa sampah untuk tabungan, ” paparnya.

Dia menambahkan selain pemasangan plang, UPT Sampah melakukan gerakan kebersihan bersama setiap hari Jumat. Gerakan ini berupa melakukan pembersihan lokasi penumpukan sampah.

** Nay / Ramses 

Komisi III Minta Data Bangunan Villa di Cijeruk

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Bencana longsor di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor yang menelan empat korban jiwa akibat tertimbun tanah dan reruntuhan bekas bangunan tembok pagar, berbuntut panjang. Sebab, wakil rakyat Kabupaten Bogor yang duduk di Komisi III, mempertanyakan kepemilikan izin bangunan villa tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor tiba di lokasi bencana sekitar pukul 12.00 WIB. Komisi yang membidangi pembangunan itu datang dengan membawa bantuan berupa sembako dan uang tunai yang langsung diberikan kepada korban bencana, Selasa (24/5).

Anggota Komisi III, Aan Triana Al Muharom mengatakan, kejadian bencana ini menjadi pembelajaran terkait pengawasan pembangunan. Politisi Partai Golkar ini mengaku, pihaknya sudah berbicara dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Penataan Bangunan II Wilayah Ciawi untuk meminta data terkait keberadaan bangunan villa yang ada di Kecamatan Cijeruk.

“Apakah betul masalah ini embrionya disini atau tidak, kami meminta laporan secepatnya. Dan kami ingin tahu apakah mereka (pemilik,red) bangunan villa ini memiliki izin atau tidak. Karena ini akan menjadi contoh bagi bangunan-bangunan yang lain,” ungkap Aan kepada wartawan saat meninjau lokasi bencana.

Menurutnya, Kecamatan Cijeruk yang merupakan kedalam kawasan wisata, tentunya akan banyak objek pariwisata yang tumbuh subur, baik villa maupun penginapan. Dengan begitu, dinas terkait harus jelas dalam melakukan pengawasan di wilayah Cijeruk.
“Kalau tidak ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) harus dibongkar. Itu kan melanggar, mangkanya kita minta penegak peraturan daerah (Perda) ikut turun berdasarkan informasi dari UPT,” tegas Aan.

Aan menjelaskan, masalah perizinan harus melibatkan semua unsur dari warga, desa hingga kecamatan dan semuanya harus terlibat. Sehingga semuanya memilik tanggung jawab yang sama, agar ke depannya tidak terjadi lagi dan bisa diantisipasi kejadian seperti ini.

“Ini kan soal korban jiwa yang tidak ada harganya. Kalau hukum harus dilakukan, ya lakukan,” singkatnya.

Abdul Jalil, anggota Komisi III lainnya mengungkapkan, saat meninjau ke lokasi bencana, keadaan yang terjadi posisi rumahnya seperti apa. Dan yang kedua, pihaknya melihat keadaan kesehatan warga yang mengalami musibah.

“Saya dari Komisi III sedikit banyak akan memberikan bantuan. Keduanya akan berkoordinasi dengan dinas terkait sejauh mana penangananya,” jelas dewan dari Partai Demokrat tersebut.

Sementara, Kepala UPT Penataan Bangunan II Wilayah Ciawi, Agung Tarmedi menyatakan, setelah dilakukan pengecekan terhadap bangunan villa yang diduga mengakibatkan terjadinya bencana alam longsor itu, untuk perizinan sudah ada. “Tapi izin yang dimiliki untuk perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK),” tukasnya.

** Dede Suhendar 

Mudahkan Warga, Pemdes Leuwinutug Pakai Dana Talangan Salurkan BLT DD

0


Citereup | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Leuwinutug, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor untuk memudahkan warga memakai dana talangan juga saat menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II Tahun 2022 sebanyak 130 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilaksanakan di aula Desa Leuwinutug, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Selasa (24/05).

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Leuwinutug Adhe Raman Hakim, menyebutkan penyaluran tersebut diserahkan kepada 130 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Masing-masing KPM mendapatkan Rp.300.000 per bulan, mereka mendapatkan untuk tiga bulan yaitu April, Mei, dan Juni. Jadi Rp.900.000 untuk satu KPM, Harusnya 2 bulan April sampe Mei saja tapi kita rapel, kita pake dana talang biar sekalian,” papar Adhe kepada Jurnal Bogor. Selasa (24/05/22).

Menurutnya, dana talangan dilakukan agar sekalian dan warga agar tidak bolak-balik. “Kita talang yang sebulan biar gak bulak-balik, kasian kalo yang tua-tua kan, jadi di sekalianin biar simple gitu,” ucapnya.

Ia berharap bantuan BLT-DD ini bisa digunakan dengan sebaik baiknya dan dapat memberikan manfaat di masa pandemi ini.

“Kemarinkan abis beres Lebaran, nah sebelum Lebaran juga kan ada BLT DD ya, harapanya biar ekonomi kembali normal lagi, dan juga bisa bermanfaat bagi semuanya,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Galang Dana Swadaya, Warga Peuteuy 3 Gotong Royong Bangun Masjid

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Warga tampak antusias bergotong-royong membangun masjid. Tradisi ini masih terjaga di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Kebersamaan itu terlihat saat berlangsung proses pembangunan Masjid Darussolihin di Kampung Peutey 3, RT 03 RW 08.

Ketua Pelakasana Pembangunan Masjid Darussolihin Atma Wijaya mengatakan warga mengawali  gotong-royong pembangunan masjid  sejak pagi. Pembangunan itu berupa renovasi masjid dan dilakukan hasil swadaya masyarakat.

“Meski aggaran yang terkumpul tidak maksimal, karena kondisi ini ekonomi masyarakat saat ini sangat terbatas. Namun begitu pembangunan masjid mendapat  dukungan sepenuhnya dari masyarakat,” kata Atma Wijaya kepada Jurnal Bogor, Selasa (24/5).

Kebutuhan dana tersebut saat ini digalang melalui swadaya masyarakat.  Oleh karena itu diharapkan bantuan dari pihak mana saja demi kelancaran pembangunan masjid tersebut.

Pada gotong royong itu, tampak puluhan warga di wilayah dua RT begitu bersemangat. Bahkan ibu-ibu  ikut ambil bagian dengan memasak dan menyajikan makanan untuk dimakan bersama setelah dilakukan gotong-royong.

Saat di lokasi pembangunan Masjid, Ketua RW 08 Yanto  menyebut  dana  diperoleh dari hasil rereongan masyarakat dan sementara terkumpul sebesar Rp20 juta, sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi masjid  hingga rampung total sekitar Rp 100 jutaan. “Alasan masjid itu direnovasi karena kondisinya nyaris ambruk,”papar Yanto.

“Selain swadaya masyarakat, saat ini masih menunggu anggaran CSR PT. Antam untuk melangsungkan pembangunan masjid tersebut,” tandas Yanto.

Sementara, tokoh agama KH Muslim menerangkan, keberadaan Masjid Darussolihin sebagian bangunannya sudah lapuk akibat rembesan air hujan. Dia khawatir masjid itu roboh, dan bangunan masjid pada bagian dalam telah menggunakan tiang penyangga dari  bambu.

“Masjid Darussolihin selain untuk beribadah warga tetapi biasa digunakan para santri dari Pondok Pesantren Atahfiz,” tukasnya.

** Arip Ekon

Wujud Syukur, Desa Bendungan Adakan Sedekah Bumi

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Desa Bendungan, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor menggelar tradisi sedekah bumi, yang digelar di halaman kantor Desa  Bendungan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sedekah bumi merupakan tradisi turun temurun yang dikemas dengan kegiatan membaca Surat Yasin dan dilanjutkan dengan pagelaran kesenian tari Jaipongan.

Hj.Nemi Nuraeni mengatakan walaupun saat ini masih masa pandemi Covid-19, acara sedekah bumi ini tetap dilaksankan dengan cara sederhana untuk melestarikan budaya yang sudah ada

“Tak lupa saya  juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, karena acara tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Semoga ke depan warga Desa  Bendungan bisa semakin kreatif dan kompak dan yang paling utama adalah warga tetap rukun,” ujar Hj.Nemi kepada Jurnal Bogor , Selasa (24/5).

Hj  Nemi berharap kepada warga Desa Bendungan tetap semangat dalam bekerja dan diberikan kesehatan serta dilimpahkan rezekinya dalam mengolah lahan pertanian.

“Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur terhadap rezeki yang didapat pada bidang pertanian, semoga mampu menafkahi keluarga. Satu lagi, dengan adanya pandemi Covid-19 yang belum usai, harapan kami agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.

** Nay / Ramses 

Pedagang Gorengan di Parakanmuncang Butuh Perhatian

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan tahu pedas di Kampung Lukut RT 05 RW 09 Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. butuh perhatian pemerintah.

Pedagang yang baru satu tahun berjualan gorengan bernama Adoy itu mengaku saat ini membutuhkan modal tambahan untuk meningkatkan produktivitas usahanya. 

“Ya kami saat ini butuh modal untuk membuat gerobak jualan gorengan. Karena, ini usaha saya untuk menghidupi keluarga,” kata dia, kemarin

Sebab diakuinya, ditengah pandemi Covid-19 dagangannya sempat kelimpungan dan luput perhatian, meski begitu dirinya tetap berusaha  berjualan meski pendapatannya belum maksimal seperti di bulan Ramadhan.

“Kalau sekarang hari-hari biasa paling habis 100 biji, tapi di bulan Ramadhan itu Alhamdulillah cukup ramai sampai 300 biji per hari itu habis,” ujarnya.

Adoy yang memiliki dua orang anak itu berharap, ada yang mau memberikan bantuan permodalan, untuk membesarkan usaha goreng tahu pedasnya itu.

“Pernah satu kali mendapatkan bantuan dari pemerintah waktu itu sebelum berjualan gorengan dari PT. Pos Indonesia itu, sekali-kalinya sampai sekarang belum pernah mendapatkan lagi,” lanjutnya.

Selain itu, Adoy yang juga merintis sebagai  penjahit, memanfaatkan halaman rumahnya untuk berjualan gorengan tahu pedas dan pisang cokelat (piscok).

“Saya hanya memanfaatkan halaman rumah, dengan peralatan seadanya, tentu kami berharap ada yang mau memberikan bantuan permodalan,” pungkasnya.

** Andres

Pemdes Sanja Resmikan Posyandu Flamboyan

0

Citereup | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sanja meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) Flamboyan sekaligus serah terima jabatan kader Posyandu yang berada di Gang Mawar, RT 05 RW 02 Kampung Sanja, Desa Sanja, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Senin (23/5).

Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Sanja Irawan Prasetyo mengatakan, gedung Posyandu baru diresmikan untuk warga dengan nama Posyandu Flamboyan.

“Kita meresmikan Posyandu Flamboyan di Gang Mawar RT 05 RW 02 Sanja, dan sebelum diresmikan menumpang di rumah pribadi warga, dan alhamdulillah sekarang sudah diresmikan dan bisa digunakan,” jelas Irawan kepada Jurnal Bogor. Selasa (24/5).

Ia mengatakan, selain meresmikan Posyandu juga melantik atau sertijab kader Posyandu. “Saat peresmian yang hadir juga banyak dari kader, ketua PKK, para ketua RT dan RW hingga bidan,” tutur Iwel biasa disapa.

Warga pun, kata dia, mengapresiasi dan diharapkan bisa menjaga fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. “Alhamdulillah warga juga sangat antusias positif, dan harapannya semoga para kader bisa mensuport dengan menjaga fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh pemerintah,” pungkasnya.

** Nay /Wisnu 

Mentan Apresiasi Antusias Tinggi Peserta Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol 3 2022

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, (SYL), membuka Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume Tiga 2022 secara virtual, Selasa (24/5). Dalam kesempatan tersebut, SYL mengapresiasi tingginya minat peserta yang mencapai 1 juta 700 lebih, di event dengan tajuk Pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Agribisnis tersebut. 

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para petani memanfaatkan KUR untuk meningkatkan nilai tambah pascapanen. Pemerintah sendiri akan mempermudah persyaratan program KUR pertanian, termasuk menaikkan kebijakan KUR tanpa agunan. Pemanfaatan KUR turut digenjot Kementan lewat Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh.

“Hari ini kita laksanakan untuk memanfaatkan seluruh potensi yang ada. Baik kepada kita sendiri sebagai umat manusia, maupun kepada alam yang sudah tersedia. Petani harus makin maju, makin modern menghadapi era digital dan tantangan kedepan,” ujar Mentan SYL.

Lebih lanjut, SYL sangat berkeyakinan jika program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh dengan tema Pemanfaatan KUR untuk Agribisnis, mampu memberikan dampak besar bagi pembangunan kehidupan bangsa  baik saat ini dan juga di masa depan. 

“Saya yakin apa yang kita capai hari ini adalah bagian-bagian untuk menghadirkan energi bangsa dalam rangka membangun kehidupan kedepan yang lebih baik dan juga lebih sejahtera,” papar SYL.

“Oleh karena itu, pelatihan ini sangatlah penting dan juga sangat strategis. Karena kita ketahui bersama pelatihan sejuta petani dan Penyuluh dengan tema pemanfaatan KUR untuk agribisnis ini adalah upaya untuk menghadapi tantangan dunia,” tambah menteri kelahiran 16 Maret 1955 tersebut.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume Ketiga dengan tema Pemanfaatan KUR untuk Agribisnis ini, dilaksanakan juga atas tindaklanjut dari arahan SYL. 

Dalam acara pembukaan program secara virtual yang dipimpin langsung oleh SYL, turut hadir 10 perwakilan daerah. “Kegiatan ini sendiri sebagai tindak lanjut atas arahan bapak menteri. Di mana kita harus memulai pelatihan petani dan penyuluhan secara online dan juga offline,” papar Dedi.

** PPMKP

Jalan yang Rusak di Nanggung Bakal Diperbaiki

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Kepala UPT Infrastrukur Jalan dan Jembatan wilayah VI Cigudeg, Punti Minesa menanggapi perihal kondisi jalan rusak milik Pemerintah Kabupaten Bogor di beberapa titik di wilayah Kecamatan Nanggung yang dikeluhkan warga.

“Menanggapi kondisi jalan, di ruas jalan Kalongliud-Bantarkaret arah PT Antam Pongkor memang kondisinya sudah rusak parah,” kata Punti Minesa kepada wartawan, Selasa (24/5).

Meski begitu, dia mengaku pihaknya sudah mengusulkan pada perencanaan dan tahun 2022 ini akan ada beberapa titik kegiatan perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Nanggung.

“Kegiatan berkisar di kilometer 6 sampai kilometer 8 itu dikerjakannya di spot-spot artinya diprioritaskan yang paling parahnya dulu kita kerjakan, baru nanti tahap awal kemudian selanjutnya diusulkan kembali di tahun berikutnya,” katanya.

Punti Minesa menyebut, perbaikan jalan pada ruas jalan raya Antam maksimal nantinya diperkirakan sepanjang dua kilometer termasuk perbaikan saluran drainase. 

“Karena lebih pastinya ketika sudah fix nanti kan ada gambar rencana kalau sudah mendekati pelaksanaan baru kelihatan di titik beberapanya. Intinya kami sudah mengusulkan dan Alhamdulillah di tahun ini kegiatannya ada,” ucapnya.

Sementara itu, untuk perbaikan jalan pada ruas jalan Curugbitung-Malasari pada tahun 2022 ini lokasi titik penanganannya di dekat Kantor Desa Curugbitung. Sedangkan, di ujung jalan Curugbitung-Malasari itu belum dilakukan.

“Di dekat kantor Desa Curugbitung itu ada kegiatan di tahun ini. Prosesnya sekarang masih di unit pelelangan dinas. Nanti mungkin mohon bersabar dan doanya juga agar bisa segera terlaksana setelah pembenahan admistrasinya oleh para penyedia jasa.  Kalau yang di Curugbitung itu kurang lebih panjangnya sekilo setengah penanganannya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi jalan rusak milik Pemerintah Kabupaten Bogor rusak di beberapa titik di wilayah Kecamatan Nanggung dikeluhkan warga.

Pasalnya, adanya kerusakan akses jalan itu membuat para pengendara yang melintasi jalan tersebut harus lebih berhati-hati. Terlebih, di musim penghujan akhir-akhir ini terdapat genangan air pada titik jalan berlubang. 

** Andres