26.3 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 902

Dua Sepeda Motor Ringsek ‘Adu Banteng’

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Dua sepeda motor bernomor polisi F 3174 FAC dan F 2606 FBR saling bertabrakan alias ‘adu banteng’ di jalan Raya Kalong, Desa Kalong 2, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Senin (23/05/2022) sore, pukul 17.30 WIB.

Menurut seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian, Muhamad Sanudin (30), sepeda motor Honda Vario bernomor polisi F 2606 FBR itu hendak menyebrang dan mengambil arah menuju Leuwiliang.

Pada saat bersamaan, datang motor jenis Yamaha Vixion bernomor polisi F 3174 FAC dari arah Leuwiliang menuju arah Cigudeg.

Dia menduga, pengendara motor Vixion melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak mampu menahan laju kendaraan hingga menabrak motor Vario tersebut.

“Motor Vixion berwarna putih dari arah Leuwiliang menuju Cigudeg, pada saat bersamaan ada motor Vario hendak menyebrang kemudian terjadilah tabrakan adu banteng,” katanya kepada wartawan di lokasi kejadian.

Muhamad Sabudin mengatakan, pada saat kejadian tidak ada korban jiwa dan belum diketahui serius atau tidaknya luka yang dialami para pengendara sepeda motor yang berjumlah 3 orang tersebut karena langsung dibawa oleh warga ke RSUD Leuwiliang karena ketiganya mengalami luka pada bagian kepala.

“Ketiganya dibawa oleh warga ke RSUD Leuwiliang menggunakan mobil angkot (angkutan kota),” katanya.

Hingga berita ini ditanangkan, kedua motor tersebut masih berada di tengah badan jalan. Tampak warga membantu mengatur arus lalulintas akibat kejadian itu arus lalulintas di jalan Raya Kalong tersebut menjadi terganggu.

**Andres

Warga Cibolang Ancam Hentikan Pembangunan PT BAP

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Warga Kampung Cibolang RT 02 RW 07, Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, ancam akan menghentikan kegiatan pembangunan perluasan lahan parkir kendaraan ekspedisi milik PT Balina Angung Perkasa (BAP). Tindakan tegas itu bakal dilakukan warga apabila dari pihak vendor rekanan perusahaan air minum terbesar di wilayah selatan tersebut, ingkar janji untuk menyelesaikan permasalahan di Mapolsek Ciawi.

Ketua RT 02, Nurpajri membenarkan akan adanya tindakan tegas dari warga terhadap PT BAP, yakni melakukan penghentian kegiatan pembangunan di lokasi yang saat ini sedang dikerjakan.

“Kalau memang pertemuan ke dua batal atau tidak jadi dilakukan pihak perusahaan, kami sepakat akan menghentikan kegiatan pembangunan,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya kemarin.

Menurutnya, saat pertemuan pertama antara perwakilan dari pihak perusahaan dengan warga yang lahannya dijadikan tempat pembuangan bekas bahan material pembangunan, belum ada penyelesaian. Sehingga dijadualkan ulang untuk pertemuan ke dua yang rencananya akan dilakukan di Mapolsek Ciawi.

“Rencananya minggu ini, kalau tidak hari Senin, kemungkinan Selasa. Makanya sekarang kami sedang menunggu informasi lanjutan dari pihak perusahaan,” aku Nurpajri.

Nurpajri menjelaskan, pada pertemuan pertama, perwakilan PT BAP hanya menyampaikan permintaan maaf kepada warga terutama pemilik lahan yang merasa sudah dirugikan.

“Saya berharap pertemuan ke dua segera dilakukan. Agar permasalahan antara pihak perusahaan dengan warga selesai dan tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Usup Supriadi, warga Kampung Cibolang RT 02 RW 07 yang lahannya dijadikan tempat pembuangan bahan material proyek pembangunan  PT BAP mengakui, jika sudah ada yang datang kerumahnya dari pihak perwakilan PT BAP, namun dalam pertemuan tersebut tidak ada penyelesaian apapun. Sehingga, pihaknya meminta agar penyelesaian permasalahan ini dilakukan di Mapolsek Ciawi.

“Adanya kerusakan di lahan saya akibat bekas potongan kayu, bambu dan pepohonan yang dibuang oleh pihak PT BAP, tentunya merugikan saya. Apalagi, tidak ada izin dari saya selaku pemilik lahan,” paparnya.

Sementara, perwakilan PT BAP, Dayat saat dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan, penyelesaian di Mapolsek Ciawi kaitan persoalan dampak dari pemagaran area perusahaan merupakan keinginan warga yang harus dihormati dan dipenuhi pihaknya.

“Itu bagian dari permintaan warga yang harus kami hormati,” singkatnya.

Kapolsek Ciawi, Kompol Asep Triyono membenarkan adanya permintaan dari warga untuk penyelesaian permasalahan dengan PT BAP dilakukan di Mapolsek Ciawi.

“Kami hanya menengahi masalah warga dengan pihak perusahaan agar selesai secara damai dan tidak ada yang dirugikan. Waktunya sendiri kalau tidak hari Senin mungkin Selasa depan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

DPKPP Diminta Prioritaskan Huntap

0

Sukajaya l Jurnal Bogor

Kepala desa se-Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor meminta Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) memprioritaskan masyarakat terdampak bencana banjir yang terjadi pada 2020 lalu.

Seperti Kepala Desa Cileuksa Ujang Ruhyadi mengatakan, lokasi perencanaan pembangunan hunian tetap (huntap) berada di tiga desa yakni Cisarua, Pasir Madang dan Cileuksa.

“Kami harap pembangunan huntap bisa diprioritaskan untuk masyarakat terdampak bencana dan dapat selesai 2023 mendatang,” ujarnya, Senin (23/5).

Dia menjelaskan, kondisi warga saat ini masih tinggal di hunian sementara (huntara) dan berisiko mendapat masalah kesehatan terlebih bagi anak anak.

“Warga sudah jenuh dua tahun tinggal di hunian sementara atau pengungsian,” jelasnya.

Ujang menambahkan, faktor kesehatan dan psikologis sangat berpengaruh terhadap anak korban bencana alam yang tinggal d ipengungsian harusnya menjadi program penanganan prioritas Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Yang jelas kami ingin pembangunan hunian tetap bisa selesai tepat waktu agar warga bisa segera pindah ke tempat yang lebih layak,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Perumahan DPKPP Kabupaten Bogor, Dede Armansyah menyebut, ada 3.000 rumah kepala keluarga korban dampak bencana banjir bandang dan longsor.

“Perencanaan kegiatannya sudah ada, 467 unit dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) melalui BPBD. Selain itu, kami dari dana APBD Kabupaten 142 unit di Kecamatan Sukajaya di Desa Cisarua dan Cileuksa,” tukasnya.

** Arip Ekon

Warga Desa Limusnunggal Berterimakasih Jalan Dibeton

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Pemerintahan Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor  mendapatkan apresiasi dari warganya. Pasalnya, pihak desa sekarang mampu membenahi jalan yang sudah lama rusak. 

Warga sekitar Enjo, sangat berterimakasih kepada pemerintah desa yang telah melakukan betonisasi jalan desa, karena jalan tersebut telah lama rusak dan baru kali ini mendapat sentuhan perbaikan.

“Terimakasih kepada pak kades dan jajarannya, karena telah membangun jalan desa yang telah lama rusak parah, belum lagi saat hujan becek sudah pasti, karena jalan yang rusak menjadi hambatan untuk beraktifitas. Ya intinya saya mewakili warga berterimakasih dan sangat mengapresiasi atas dibangunnya jalan tersebut,” ucap Enjo, Senin(23/5).

Terpisah, Kepala Desa Limusnunggal, Galih Rakasiwi mengatakan betonisasi jalan desa menggunakan anggaran Dana Desa ( DD) tahap 1.

“Kemarin kita melakukan betonisasi jalan di Kampung Limusnunggal RT 01 RW 03 ,  yang bersumber dari Dana Desa senilai Rp.80.157.000 . Untuk volume itu panjangnya 175 meter, lebar 2 meter, dan tinggi atau ketebalan itu 0,10 Meter,” bebernya.

Untuk tahap 2, kata dia dilakukan betonisasi di kampung Limus Nunggal di RT03, Kampung Cikeruis RT 04. Dia pun meminta warga untuk menjaga jalan yang sudah dibeton agar bisa bertahan lama.

“Tahap 2 kita akan buat betonisasi juga di tempat yang berbeda, karena jalan di wilayah Limusnunggal masih banyak yang rusak, dan saya berharap mudah-mudahan jalan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan saya untuk bersama – sama warga Desa Limusnunggal bisa menjaga fasilitas yang sudah disediakan pemerintah,” pungkas Galih.

** Nay / Wisnu 

Dilaporkan Hilang, Afan Ditemukan Saat Razia PMKS

0

Jasinga  | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupatan Bogor menjemput seorang bocah berusia 12 tahun yang sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga beberapa waktu lalu.

Anggota BPD Setu Aja Najarudin menyampaikan, Afan Maulana ditemukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor saat menggelar razia gabungan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang digelar di wilayah Kecamatan Leuwiliang dalam kondisi sehat.

“Iya Afan dijemput ibu Kepala Desa Setu Esa Asmarini bersama pihak Pemerintah Desa Setu di salah satu yasasan bernama Bumi Mutiara di Barengkok Lewiliang usai Afan di gendong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) wilayah setempat,” ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Ibunda Afan Maulana, Bedah Jubaedah mengaku bersuyukur, berkat kerjasama semua pihak, kini anak lelakinya tersebut telah kembali kepada keluarga,

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur anak saya bisa dikeetmukan dengan selamat, kepada seluruh pihak yang sudah membantu saya ucapkan banyak terimakasih dan mohon maaf jika saya hanya bisa memberikan ucapan terimakasih,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Afan, warga Kampung Liopabrik RT 02 RW 03, Dwsa Setu, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor dikabarkan hilang hingga membuat pihak keluarga khawatir.

Ibu kandung AM, Bedah Jubaedah menyampaikan, anaknya meninggalkan rumah pada 4 Mei 2022 selepas berkunjung dari tempat tinggal bapak kandungnya yang pisah rumah.

**Andres

Genap Sebulan, Pemukul Karyawan Superindo tak Jua Diproses

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Dua karyawan Superindo asal Gria Bukit Jaya Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang mengalami pemukulan tak kunjung selesai. Pasalnya oknum pengendara yang memukul 2 karyawan tersebut sampai saat ini masih belum jua diproses hukum oleh Polsek Gunung Putri.

Asisten Staf Manajer PT Superindo Cecep menjelaskan, insiden pemukulan tersebut terjadi 1 bulan lalu sekitar Sabtu pagi pada 16 April 2022. Saat itu ketika sedang loading barang, area jalan belakang yang memang sedikit tertutup oleh mobil barang milik Superindo, karena kondisi didalam penuh barang sehingga tidak bisa langsung memundurkan mobil.

“Bertepatan di waktu yang sama ada mobil yang mau lewat, namun si pengendara ini tidak sabaran dan merasa tidak terima karena terhalang mobil Suparindo sehingga terjadilah cekcok mulut dan terjadilah pemukulan pada 2 karyawan kami. Kejadian itu diawali pelemparan batu oleh si pengendara terhadap mobil (Superindo), omongan kasar sama tindakan pemukulan penendangan itu sih,” beber Cecep kepada Jurnal Bogor , Senin ( 23/05/22).

Dari pantauan CCTV , kata dia , sampai saat ini belum ada titik terang memproses pelaku pemukulan itu, akibat pemukulan tersebut 2 karyawan kami mengalami luka , dan karena waktu sudah berlalu selama 1 bulan luka tersebut sudah hilang tak berbekas.

” Untuk membantu pihak kepolisian Polsek Gunung Putri kami turut mencari siapa si pelaku pemukulan sampai tempat usaha si pemukul sempet kita cari juga, dengan tujuan memudahkan pihak kepolisian untuk mempercepat proses pelacakan, dan itu sudah kita sampaikan kepada pihak Polsek Gunung Putri termasuk lokasi usahanya. Namun,  sampai saat ini belum ada konfirmasi lagi kelanjutannya bagaimana ” bebernya.

 “Untuk si pemukul sendiri masih berada di wilayah hukum Polsek Gunung Putri,  terakhir itu kami bantu share lokasi ke Polsek Gunung Putri tempat usahanya si pemukul , berharap bisa mempercepat prosesnya , karena ini ada kerugian nilai materil yang kami alami, yaitu perusakan mobil, pelemparan batu ke mobil hingga pemukulan, dan belum ada konfirmasi lagi dari pihak kepolisian,” pungkasnya. 

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri  AKP Didin Komarudin, SH juga menjelaskan kejadiannya saat itu berawal saat pihak Superindo sedang menurunkan barang kemudian terduga terlapor ini, melintas lah di daerah Superindo, karena merasa terhalang, dan truk itu memakai setengah badan jalan , lalu marah- marah dan si terlapor meminta cepet segera diminggirkan mobil tersebut.

Namun karena kondisi mobil itu berisi barang dan panjang, hingga membutuhkan waktu yang lumayan lama, namun si terlapor tidak sabar, akhirnya marah – marah, ada sempet dipukul 2 orang, 1 orang security dan 1 orang karyawan Superindo, lalu mereka ada yang melaporkan ke Polseki terkait ada penganiyaan.

“Masih dalam proses pemeriksaan, dan karena disini melalui prosedur hasil visum ya, kita akan melakukan gelar perkara terkait penerapan pasalnya, sesuai hasil dari visumnya. Antara saksi-saksi sudah kita periksa termasuk korban, dan saksi yang di TKP sekitar 4-5 orang ya, dan kita masih menunggu visum, sementara visumnya belum kita ambil,  sebenernya belum kita tanyakan lah ya,” paparnya.

Menurutnya, jika dilihat dari kondisi korban pemukulan itu kata dia masih skala ringan , dan untuk si pelaku pihak polisi sudah mengetahuinya,  dan sudah disambangi ke tempatnya. Berdasarkan plat nomor mobil dari video CCTV yang didapatkan, sementara pihak polisi masih proses penyelidikan dan penyidikan.

Dia juga mengakui dari jangka waktu 1 bulan, sebenarnya hasil visum sudah keluar, tapi pihak Polsek belum menanyakan lagi dengan alas an berbenturan dengan operasi pengamanan (Ketupat), Lebaran dan banyak cuti-cuti, dan dari puskesmas juga banyak yang cuti sehingga belum ada yang bisa dikonfirmasi.

“Pelaku sendiri masih warga  Tlajung, sudah kami ketahui identitasnya , dan selanjutnya kita akan melakukan pemerikasaan, dan kemudian kita akan melakukan gelar perkara dengan Polsek karena ini ada tindak pidana ringan. Sesuai dengan Undang -Undang Nomor 8 Tahun 2021,  dengan kategori tindak pidana ringan, kita akan upayakan dulu mediasi kedua belah pihak, bila mediasi itu tidak menemukan solusi atau jalan buntu, terpaksa ya harus proses hukum, ” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Terabaikan, Jalan Cikeas-Bojongnangka Rusak Parah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Jalan  Cikeas – Bojong Nangka makin hari makin memprihatinkan. Jalan tampak berlubang dengan kedalaman melebihi 5 centimeter. Kondisi ini seolah dibiarkan dan tidak ada upaya penambalan dari pihak manapun termasuk UPT PUPR Kabupaten Bogor.

Warga Griya Bukit Jaya, Nanang, yang sering melintasi jalur tersebut sudah sering menyampaikan keluhan ini, namun hingga kini tidak ada tanda – tanda jalan tersebut hendak diperbaiki maupun ditambal sulam.

“Saya sebagai warga sekitar dan juga pengguna jalan meminta Pemerintah Kabupaten Bogor bisa segera memperbaiki jalan tersebut, mengingat jalan alternatif untuk menghindari kemacetan panjang di jalur Cikeas – Cileungsi,” papar Nanang kepada Jurnal Bogor, Senin (23/05/22). 

Menurutnya, apalagi jika sedang hujan, jalan berlubang tersebut tidak terlihat karena tertutup air sehingga banyak pemotor terperosok dan tak jarang mobil juga mengalami hal serupa.

“Saking dalemnya itu lubang, mobil sejenis sedan aja sering banget ngejeduk apalagi motor  kadang suka jatuh, apa mereka pemilik kebijakan gak mikirin kami warga yang sering melintas harus menikmati jalan seperti itu setiap harinya. Tolonglah untuk segera diperbaiki,” pungkasnya kesal.

** Nay / Ramses 

Pemdes Bojong Nangka Beton Jalan Setapak di 30 Titik

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, membeton 30 jalan setapak dan jalan lingkar, serta membangun 4 Posyandu di masing masing dusun dengan menggunakan anggaran Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (BHPRD), Jumat (20/5/22).

Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad mengatakan, Pemerintah Desa Bojong Nangka melaksanakan kegiatan betonisasi agar bisa dilalui roda 2 dan roda empat serta ditambah dengan 4 pembangunan Posyandu, sehingga total semua untuk pembangunan infrastruktur kurang lebih 1 miliar dari dana BHPRD.

“Pembangunan jalan ini kita mulai dari Dusun 1 Kampung Sanding, dan kita bangun 7 titik jalan setapak, sesuai RT-nya ada 7, semuanya setiap dusun kita bangun jalan setapak jadi totalnya 30 jalan setapak dan jalan lingkar, serta 4 pembangunan Posyandu, total semuanya 34 pembangunan, dan ini murni pembiayaannya dari BHPRD,” papar Haji Amir kepada Jurnal Bogor, Senin ( 23/05/22).

Menurutnya,  karena selama dua tahun terbelenggu oleh penanganan Covid-19 jadi semua pembangunan ditunda, dan anggaran yang ada digunakan untuk penanganan Covid-19, seperti BLT dan lain sebagainya.

” Alhamdulillah Pemdes Bojong Nangka pada tahun ini BPHRD-nya naik maka semua yang sudah direncanakan dan diprogramkan sesuai Musdes dan RPJMDes bisa terealisasi,” jelasnya.

Mengingat, kata dia, masih ada yang belum terealisasi di Desa Bojong Nangka dan dia berharap satu periode masa jabatannyai bisa merelaisasikan apa yang diimpikan warga.

“Semua untuk warga , dan akan kembali lagi ke warga. Saya hanya ingin yang terbaik untuk warga saya , dan semoga keinginan saya setiap gang bisa merasakan jalan beton dan mulus , pungkas H.Amir.

** Nay Nur’ain

Cari Pemain Berbakat, Yusuf Ibrahim Gelar Pertandingan Sepakbola Antar Dusun

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar pertandingan Sepakbola Antar Dusun U -19 Tahun di lapangan Rawa Tlajung yang diikuti oleh 6 dusun, Minggu (22/5/22).

Kepala Desa Tlajung Udik Yusuf Ibrahim mengatakan, Pemdes menggelar pertandingan guna mencari pemain berbakat untuk jadi pemain Tim Desa Tlajung Udik.

“Alhamdulillah Pemdes Tlajung Udik menggelar pertandingan Sepakbola Antar Dusun, dan para pemain asli putra Desa Tlajung Udik, yang berada di 6 dusun, serta nantinya akan kita seleksi untuk membentuk Tim Sepakbola Desa Tlajung Udik,” ucap Yusuf Ibrahim kepada Bogor Jurnal Bogor, Minggu (22/05/22).

Ia menjelaskan, pemain sepakbola yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti pelatihan guna mematangkan bakatnya menjadi pemain sepak bola yang handal, dan bisa mengharumkan Desa Tlajung Udik.

“Saya akan mengumumkan 1 atau 2 hari, bagi para pemain yang lolos seleksi dalam pertandingan sepak bola yang diikuti 6 dusun ini, dan minggu ini para pemain akan dilatih, untuk menjadi pemain yang handal, mudah mudahan akhir bulan kita akan uji coba sama pemain sepak bola Depok,” paparnya.

Kedepan, kata dia, Pemerintahan Desa Tlajung Udik kemungkinan akan menggelar pertandingan U-10 sampai U-15 tahun untuk mempersiapkan pemain berbakat yang di miliki  Desa Tlajung Udik.

“Insya Allah  kedepannya, saya akan menggelar pertandingan untuk U-10 sampai  U-15 ,untuk menggali potensi dan bakat putra daerah yang ada di 6 dusun ini ,” bebernya.

Ia mengucapkan selamat kepada Dusun 4 yang lolos menjadi juara satu dalam pertandingan sepak bola tersebut. Dia berharap bisa lebih semangat lagi dalam berlatih sepakbola.

“Kami dari Pemerintah Desa Tlajung Udik mengucapkan selamat pada Dusun 4 yang telah memenangkan pertandingan dan bagi yang tidak lolos jjangan kecil hati, terus bersemangat untuk berlatih, dan juga bagi yang tidak lolos dalam seleksi, bukan berarti mainnya tidak bagus, semuanya bagus, tapi tim seleksilah yang menentukan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

42 Kelompok Tani di Cigudeg Terima Bibit Padi Bermutu

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah II Cigudeg mendistribusikan benih padi kepada kelompok tani (poktan) wilayah kerjanya. Sebanyak 42 poktan tersebut terima bantuan  benih padi dari Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2022.

Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Wilayah II Cigudeg Teguh Firman mengatakan, pendistribusian bantuan tersebut hanya untuk para petani yang tergabung dalam poktan.

“Bantuan benih padi ini tidak untuk semua petani, melainkan hanya untuk para petani yang tergabung dalam kelompok tani, karena begitu aturannya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/5/2022).

Bantuan tersebut kata dia, tersebar ke 42-kelompok tani yang ada di tiga kecamatan diantaranya Kecamatan Sukajaya, Cigudeg dan Jasinga, dimana total benih yang disalurkan sebanyak 11.425 kilogram.

“Dari 11.425 kg tersebut ada dua jenis, 10.000 kilogram varietas Inpari 32 untuk 40 poktan, varietas Inpari 42 sebanyak 1.425 kilogram untuk 2 kelompok tani,” bebernya.

Teguh menjelaskan, disalurkannya bantuan benih padi tersebut untuk meningkatkan produktivitas padi yang ada di wilayah kerjanya tersebut. Pasalnya petani kerap kesusahan mendapatkan benih padi  bermutu dengan berbagai macam alasan.

“Salah satu alasan petani kadang tidak ada uang untuk membeli benih padi bermutu, padahal penentu produksi padi bisa meningkat itu salah satunya adalah penggunaan benih padi bersertifikat dan terlebih ketersediaan benih pupuk bermutu di toko-toko terbatas,” pungkasnya.

** Andres