26.3 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 829

Keluarga Pemotor Berharap Ada Keajaiban

0

JURNAL INSPIRASI – Belum ditemukannya pemotor yang terseret banjir dan tercebur gorong-gorong pada Selasa (11/10), membuat keluarga dari pemotor mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (12/10).

Kepada wartawan, sepupu korban yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa terakhir berkomunikasi saat sedang di Botani bersama temannya. “Itu sebelum hujan,” katanya.

Ia pun mengakui bahwa komunikasi terakhir itu pun cuman berselang cepat. “Setelah itu tidak ada komunikasinya. Tidak ada kabar lagi,” imbuhnya.

Setelah itu, sambung dia, muncul video seorang pengendara di media sosial yang terbawa arus dan tercebur gorong-gorong. Namun, ia masih belum bisa memastikan apakah itu Adzra atau bukan.

“Viral kan di medsos. Nah, belum percaya kalau itu Adzra. Tapi, sampai malam susah dihubungi. Barulah kita buat laporan,” ungkapnya.

Ia berharap, bahwa kejadian ini korbannya bukan Adzra.”Kami tidak berharap dia korbannya. Tapi, itu kecil mungkin juga karena plat nomornya yang ditemuin itu sama identitasnya,” pungkasnya.** Fredy Kristianto

Terkuak, Ini Identitas Pemotor yang Hilang Tercebur Gorong-Gorong Dadali

0

JURNAL INSPIRASI – Pemotor yang terseret banjir dan tercebur gorong-gorong di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal pada Selasa (11/10) hingga kini belum ditemukan. Kendati demikian, identitas pwrenpuan tersebut akhirnya terungkap.

Kepada wartawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Theofilio Patricinio Freitas mengatakan bahwa identitas korban diketahui berdasarkan pelat nomor yang ditemukan. Selain itu, terdapat juga laporan dari keluarga yang telah kehilangan putrinya.

“Korban merupakan warga Cilebut , mahasiswi IPB semester 5 atas nama Adzra Nabila,” ujar Theo kepada wartawan, Rabu (12/10).

Menurut dia, pencarian masih terus dilakukan yang dimulai dari titik awal hingga aliran Sungai Ciliwung, Situ Grande.

“Kami lanjutkan operasi korban yang terseret arus banjir lintasan kemarin. Kita berharap kondisi korban tidak jauh dari lokasi ini,” ungkapnya.

Theo menuturkan bahwa pencarian melibatkan BPBD, Damkar, SAR, Tagana, dan masyarakat. Saat dilakukan pencarian, sambung dia, ditemukan adanya reruntuhan di orong-gorong.

“Jika kejadian runtuhnya ini bersamaan dengan terseret nya korban, ada kemungkinan korban tersangkut di bawahnya sehingga kita akan lakukan upaya pengecekan di sekitar puing tersebut,” katanya.** Fredy Kristianto

Jonggol Raih Juara Harapan 1 Kecamatan Terbaik Jabar

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kecamatan Jonggol meraih juara harapan 1 sebagai kecamatan terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2022 dari 627 kecamatan yang menjadi pesaingnya. Pemerintah Provinsi Jabar melakukan penilaian terhadap sinergitas kecamatan dalam meningkatkan pelayanan publik. Pemerintah Kecamatan Jonggol pun lalu memaparkan ekspose gambaran umum, potensi dan inovasi yang dilakukan. Kemudian adanya program kegiatan yang jadi unggulan dan termasuk dalam program penanganan Covid-19.

Seperti diketahui, Kecamatan Jonggol adalah salah satu dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor yang berada di bagian Timur Kabupaten Bogor. Dengan luas wilayahnya kurang lebih 12.686,74 hektare. Dengan luas wilayah tersebut meliputi 14 desa, 59 dusun, 128 RW dan 404 RT.

Dari ke 14 desa di Kecamatan Jonggol yakni Desa Jonggol, Sukamaju, Singajaya, Sukasirna, Sirnagalih, Balekambang, Sukanegara, Sukamanah, Weninggalih, Bendungan, Singasari, Cibodas, Sukajaya dan Desa Sukagalih dengan jumlah penduduk 167.885 jiwa atau 79.081 KK. Dari luas tersebut sebagian besar adalah lahan pertanian dengan luas 3. 849,15 Ha.

Camat Jonggol Andri Rahman dengan programnya yang bisa meraih juara harapan 1 tingkat Provinsi Jabar mengaku sangat terharu dan bahagia. Menurutnya, apa yang diraih saat ini adalah dari hasil kinerja bersama, dengan sinergi antara Pemerintah Kecamatan Jonggol dengan Pemerintah Desa yang ada wilayah Kecamatan Jonggol.

“Apa yang diraih ini adalah bentuk penghargaan dari hasil kerja keras Pemerintah Kecamatan Jonggol dan Pemerintah Desa, serta seluruh masyarakat Jonggol,” papar Andri kepada Jurnal Bogor, Selasa (11/09).

Dia berharap, apa yang diraih saat ini oleh Pemerintah Kecamatan Jonggol bisa terus dipertahankan atau naik tingkat lebih baik lagi, dimana pelayanan masyarakat jadi lebih ditingkatkan lagi.

“Syukur alhamdulilah saya ucapkan, semoga dengan apa yang diraih hari ini bisa lebih meningkatkan dalam melakukan pelayanan masyarakat, khusunya masyarakat Jonggol,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Terobos Banjir, Pemotor Perempuan Hilang Tercebur Gorong-Gorong

0

JURNAL INSPIRASI- Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bencana alam pada beberapa titik di Kota Bogor. Di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, seorang pemotor peremouan tersapu banjir hingga tercebur kedalam gorong-gorong bersama sepeda motornya. Naasnya hingga berita ini diturunkan pemotor tersebut belum ditemukan.

“Jadi pas hujan deras, kondisi jalan banjir, posisi saya sekitar 20 meter dari posisi si pengendara itu, saya sempat berhenti di belakang karena banjir kan. Terus pas sampe sini, banyak yang bilang ada cewek naik motor, jatuh kebawa arus tercebur gorong-gorong, sampai sekarang hilang dia,” ujar salah seorang saksi mata, Latif kepada wartawan, Selasa (11/10).

Menurut Latif, ia tak tahu pasti apakah perempuan tersebut berboncengan atau tidak. “Saya engga tau ya bawa yang lain atau engga, yang jelas pengendaranya berjenis kelamin perempuan,” ungkapnya.

Kata dia, perempuan yang jatuh dan masuk ke selokan memakai helm dan motor vario putih.

Sementara itu, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap pengendara tersebut dengan menelusuri gorong-gorong menggunakan tali berukuran besar.

“Saya sudah cek ke dalam, hasilnya masih nihil. Korban maupun motornya tidak ditemukan. Lubang gorong-gorong cukup luas di dalam, kemungkinan besar korban dan motornya terbawa arus, sudah tidak di sini,” ucap anggota Damkar Kota Bogor Yudo.

Ia menuturkan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan pencarian terhadap perempuan malang tersebut. “Masih kamj cari,” ungkapnya.** Fredy Kristianto

Penyedia Jasa Minta Dinas Jangan Berbelit-belit

0

Saat Proses Pencairan Tagihan Dibuat Bolak-balik

Cibinong | Jurnal Bogor

Banyaknya keluhan dari para penyedia jasa terkait berbelit-belitnya pencairan tagihan pekerjaan di DPUPR Kabupaten Bogor, menuai kontroversi dan praduga di kalangan penyedia jasa.

Seperti disampaikan oleh DE, salah seorang penyedia jasa mengatakan, tagihan untuk pekerjaan di Pemkab Bogor  dari tahun ke tahun memang seperti ini, cuma di tahun ini terkesan lebih ribet dalam artian birokrasi yang tidak jelas, mengambang dan tanpa arah.

“Diduga adanya faktor kesengajaan, untuk tagihan ini tidak segera cair dan seolah ingin dibuat cair serempak nanti di akhir tahun bulan Desember. Kenapa saya bilang birokrasi yang tidak terarah serta semau-maunya, karena kami dibuat bolak balik di dalam lingkup DPUPR  ataupun di dinas-dinas lain,” keluh DE kepada Jurnal Bogor, Selasa (11/09).

Menurutnya, sambung dia, selain harus ada nota dinas juga harus ada izin ini dan itu dan lain sebagainya, dan ini sudah seperti dibuat-buat, hal ini jelas sangat merugikan kontraktor.

“Karena kontraktor juga punya cashflow , punya waktu perjanjian kontrak, kalo seperti ini, selain yang saya alami sendiri juga dari cerita teman-teman. Hal yang dilakukan DPUPR sepertinya ada sesuatu, dan jika hal seperti ini terus berjalan tanpa memperhatikan hak dari penyedia jasa, maka berita ini akan langsung saya naikan dan saya adukan hari ini langsung ke KPK,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan proses tagihan yang berbelit-belit dan birokrasi seperti ini seolah terindikasi bahwa adanya pemerasan secara terstruktur, karena tidak lazim.

“Dulu itu untuk melakukan penagihan cukup menyampaikan progres pekerjaan ke Konsultan untuk di setujui ke Konsultan Management Proyek (KMP), setelah KMP selesai masuk ke dinas dan langsung masuk ke Kasda, setelah ditandatangani oleh seluruh pihak dinas,” paparnya.

Namun saat ini, lanjutnya, dari Konsultan masuk KMP, KMP balik lagi ke Konsultan, kemudia konsultan balik lagi ke KMP, dan KMP baru ke DPUPR dalam hal ini dan di dalam dinas PU itu, harus ke Kabid lalu ke PPK, kemudian PPK balik lagi ke Kabid keuangan, lalu Kabid keuangan balik lagi ke dinas untuk minta nota dinas.

“Sehingga ini birokrasi yang sengaja dibuat berbelit-belit, supaya semua pekerjaan  terhambat dan akhirnya terkena pinalti, sehingga teman-teman berpraduga ini ada sesuatu dan itu indikasinya adalah pemerasan,” cetus DE.

Terpisah disampaikan Pemerhati Kontruksi dan Tata Ruang, Herri menyampaikan penagihan yang berbelit-belit itu sangat berpengaruh dengan waktu kerja para kontraktor, dimana saat ini kontraktor itu diberikan waktu 90 sampai dengan 120 hari kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.

“Biasanya, pembayaran itu ada termin per tahap 1 , 2 dan 3. Namun disinilah yang harus disegerakan, agar kontraktor juga bisa menyelesaikan dengan baik pekerjaan nya. Mengingat, mereka juga punya perjanjian masa kontrak, jika itu habis mereka akan kena pinalti dengan denda persentase dari total nilai proyek tersebut,” bebernya.

Oleh karena itu, sambung ia, pekerjaan pemerintah ini jangan dibiasakan adanya pintu-pintu Doraemon, sehingga siapa yang punya kantong ajaib itulah yang diutamakan untuk pencairan.

“Itu hal yang bisa dibilang terjadi hampir di setiap wilayah hanya saja sulit untuk beberkan, karena saling melindungi dan menutupi, saya hanya berpesan hati-hati untuk pemangku kebijakan, Pemkab Bogor sedang tidak baik-baik saja,” paparnya.

Sampai diturunkanya berita ini belum ada keterangan resmi dari Kepala Bidang DPUPR Krisman maupun PPK Zulkifli saat dihubungi Jurnal Bogor dan keduanya tidak memberikan tanggapan apapun.

** Nay Nur’ain

Jalan Penghubung Cigudeg-Rumpin Dibangun TMMD

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Kecamatan Cigudeg dengan Rumpin akan terhubung dengan dibangunnya jalan penghubung yang kini masih tanah merah yang dipadatkan bebatuan. Pembangunan jalan penghubung Cigudeg-Rumpin itu dikerjakan dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 oleh Komando Resort Militer (Korem) 061/Surya Kencana melalui Komando Distrik Militer 0621/Kabupaten bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Jalan penghubung itu dimulai di Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigudeg, dengan Desa Rabak, Kecamatan Rumpin. Komandan Korem (Danrem) 061/Surya Kencana, Brigjen TNI Rudy Saladin mengatakan pembangunan jalan tersebut untuk mempermudah akses masyarakat sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan, terutama masyarakat Cigudeg dan Rumpin.

“Sesuai dengan yang disampaikan oleh Plt Bupati bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Cigudeg dan Rumpin, maka perlu dibangunnya jalan,” kata Brigjen Rudy, Selasa (11/10).

Jalan tersebut, lanjut Rudy, terakhir diperbaiki pada tahun 1994. Jalan itu memiliki lebar 10 meter dan panjang 1,7 kilometer. Rudy berharap dibangunnya jalan ini dapat meningkatkan nilai ekonomis bagi warga sekitar.

“Karena jalan ini sejak tahun 1994 sudah pernah kita kerjakan dulu, dan sekarang dilanjutkan kembali. Jalan ini diharapkan menjadi poros yang bisa meningkatkan nilai ekonomis penduduk. Untuk sasaran pokok, kita sudah dengar laporan di Korlap, kita membuka jalan kurang lebih 10 meter x 1,7 kilometer, termasuk pengerasan jalan,” ujarnya.

Selain itu, TNI juga membangun gorong-gorong dan turap sepanjang 150 meter. Serta membangun sejumlah fasilitas umum seperti musala, MCK, pos kamling, dan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

“Selain sasaran fisik tadi, ada juga sasaran non-fisik kita menggelar banyak penyuluhan dengan melibatkan Kementerian dan dinas-dinas terkait,” kata Rudy.

Rudy berharap agar kegiatan pembangunan jalan tersebut bisa mendapat dukungan penuh dari masyarakat, sehingga target bisa tercapai tepat waktu. Salah satu kendala yang dihadapi adalah cuaca yang akhir-akhir ini sedang kurang bersahabat.

“Kendala kita satu, masalah cuaca. Kita berharap sama-sama semoga satu bulan ke depan, curah hujan agak bersahabat dengan kita. Sehingga pekerjaan fisik di lapangan, termasuk penyuluhan, bisa kita gelar sesuai dengan jadwal,” ujarnya.

Sehingga jika sudah selesai nantinya, akan memperpende. jarak tempuh. “Yang tadinya membutuhkan waktu dua jam, kini hanya  1 jam perjalanan  antara dua kecamatan tersebut. Jadi sasaran pokok jalan penghubung adalah menjadi akses utama warga untuk beraktivitas dan mempercepat perekonomian warga dalam menjual hasil buminya,”  tandas Rudy. 

Warga sekitar, Ade merespons positif jalan penghubung sangat membantu warga sekitar dalam beraktivitas,  mulai dari membawa hasil pertanian, perdagangan, dan kebutuhan masyarakat lainnya. “Adanya jalan ini bisa meningkatkan ekonomi. Mudah-mudahan bisa cepat selesai,” harapnya.

Asep S.Sayyev|*

PAN Siap Pinang Ridwan Kamil Jadi Capres 2024

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, belum lama ini.

Pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu membahas tentang persiapan menghadapi kontestasi pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Eddy menyebut, sosok kang Emil sapaan Ridwan Kamil sangat potensial untuk memimpin Indonesia.

Dengan segudang pengalamannya sebagai Kepala Daerah, kang Emil menurut Eddy dirasa paling potensial untuk dicalonkan jadi Presiden dari PAN. Ia pun mengaku, sudah membuka karpet biru seluas-luasnya apabila kang Emil bersedia merapat ke PAN.

“Mendukung ikhtiarnya kang Emil dan kita sudah sampaikan dalam beberapa kesempatan, PAN siap untuk menggelar karpet biru kalau kang Emil siap bergabung dengan PAN,” ujar Eddy.

Kemudian ia menjelaskan, bahwa Pilpres 2024 menjadi momentum tepat bagi pemimpin muda untuk unjuk gigi dalam memimpin NKRI.

“Nah oleh karena itu saya melihat bahwa PAN memiliki minat bessr untuk mendorong calon-calon pemimpin muda karena ini tahun 2024 proyeksikan menjadi ajang regenerasi kepemimpinan nasional,” tandasnya.

Eddy menambahkan bahwa rekam jejaknya selama menjabat Wali Kota Bandung dan Gubernur Jabar hingga saat ini nyaris tanpa ada tinta hitam.

“Kita melihatnya kalau kang Emil sebagai Wali Kota berprestasi, Gubernur berprestasi, jadi sudah teruji rekam jejaknya,” sebut Eddy.

“Pembuktian bahwa Jabar angka COVID-19 tinggi, tapi bisa terselesaikan dengan baik. Sekarang melandai justru Jabar banyak dijadikan rujukan oleh provinsi-provinsi lain dalam rangka penyelesaian COVID-19. Jadi, saya kira kepemimpinan itu harus melewati ujian dan ujian itu terselesaikan dengan baik,” pungkasnya.

*Handy Mehonk

PT Astra Internasional Tebar 500 Bibit Pohon Rambutan dan Bangun Kampung Tematik di Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

PT Astra International Tbk. Daihatsu berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun kampung tematik anyar di Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat.

Adapun penyerahan bibit pohon rambutan jenis binjai dan rapiah tersebut secara simbolis diberikan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya di Vila Arum Sari, Kayu Manis, Kecamatan Bogor Barat pada Selasa (11/10).

Regional Head DKI 2, Astra International Budhy Lau mengatakan, sebanyak 500 bibit pohon jenis rambutan secara simbolis diserahkan kepada Pemkot Bogor untuk nantinya disebar di pemukiman warga sesuai dengan by name dan addres.

“Kampung tematik (kampung rambutan) di Kelurahan Curug sendiri nantinya berada di bawah binaan Astra Daihatsu. Ini merupakan kegiatan CSR,” kata Budhy Lau.

Menurutnya, Astra International sendiri memiliki empat pilar yang dicanangkan sebagai program CSR miliknya, pertama adalah kesehatan dengan melakukan revitalisasi posyandu untuk meningkatkan pelayanan posyandu dan juga pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Kedua, fokus lada lingkungan seperti urban farming dan tanam buah untuk menunjang ketahanan pangan dan intervensi gizi.

Ketiga, pendidikan yakni dengan pengembangan soft skill bagi kader binaan, sasaranya adalah kewirausahaan dengan mengembangkan potensi UMKM yang tersedia sebagai proses sirkular ekonomi.

Keempat, yang dibangun dibuat adalah kampung binaan Astra yang meliputi empat pilar tersebut.

“Jadi konsepnya tripel bottom line, jadi pengembangan aspek profit berkelanjutan,” ucap Budhy Lau.

“Kita buat ini untuk mendukung pemerintah mencapai target pmbangunan bekelanjutan. Jumlah pohon yang disebar ada 500 pohon rambutan,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Budhy Lau secara berkelanjutan akan mengawal program Kampung Tematik pohon Rambutan hingga panen nanti.

“Setelah panenen, kita akan data mana saja pohon yang memang berbuah maksimal dan kami akam berikan reward,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyambut baik kegiatan yang dilakukan PT Astra International Tbk. Daihatsu dengan menanam 500 bibit pohon rambutan yang tersebar di kelurahan Curug.

Namun dirinya mengingatkan agar kegiatan ini tak hanya seremonial semata, namun benar-benar menjadi kampung binaan Daihatsu.

“Jangan euforia sesaat, jadi ibu-ibu program program pemkot termasuk P2WKSS disini tidak boleh euforia saja Insya Allah menang, tapi setelah menang itu whas next, nanti gimana, harus semuanya lebih sejahtera, lebih cerdas lebih berdaya semuanya ibu rumah tangga jadi awet,” paparnya.

“Makanya saya seneng kalau pa camat pa lurah beserta kepala dinas bisa berkolaborasi, bekerja sama. Tadi ada 4 pilar, kesehatan, pendidikan, UMKM, dan lingkungan, luar biasa,” lanjut Bima Arya.

Karena itu, Bima Arya meminta agar Pemkot Bogor semakin menggeliatkan program KWT di wilayah melalui program urban farming.

“Insya Allah ya. Jadi KWT-nya di dorong lagi,” tandasnya.

(Honk)

Rancamaya FC Juara Fauji Cup II U-12

0

Ajang Pencarian Bibit Pemain Sepakbola Kota Bogor

Bogor | Jurnal Bogor

Final Turnamen Sepakbola Fauji Cup II U-12 yang digelar di Lapangan Genteng, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor berhasil digelar, Senin (10/10).

Dalam pertandingan finalnya, tim dari Rancamaya FC berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Gemilang Muda FC dengan skor 1-0.

Menurut Ketua Panitia, TB. H. Muhtar, ajang sepakbola yang jadi agenda rutin tahunan itu sengaja digelar demi pencarian bibit-bibit unggulan untuk dunia persepakbolaan di Kota Bogor.

“Sebanyak 12 tim yang mengikuti Turnamen Fauji Cup II ini. Ini sengaja kami lakukan demi melakukan pencarian bibit-bibit unggulan untuk dunia persepakbolaan Kota Bogor kedepannya,” ucap TB. H. Muhtar kepada media.

Selain pencarian bakat, TB. H. Muhtar yang didampingi Ketua Penyelenggara, Fanji Suwana dan Sekretaris, Mahfudi Acong mengatakan, turnamen sepakbola yang dilaksanakannya itu juga untuk meminimalisir penggunaan gadjet terhadap anak-anak.

“Ya poin pentingnya itu meminimalisir penggunaan gadjet terhadap anak-anak. Karena kita tahu setiap hari anak-anak atau generasi kita ini waktunya habis dengan bermain gadjet,” katanya.

Namun demikian, agar turnamen persepakbolaan ini bisa berkelanjutan, pihaknya meminta Pemerintah Kota Bogor agar bisa memberikan fasilitas yang lebih baik lagi kedepannya.

“Kalau dilihat dari sisi lapangan kan kurang baik, karena ini masih tanah jadi kalau turun hujan ya becek. Bisa dilihat itu tribun untuk operator pun kan seadanya. Ya paling tidak ada pembenahan atau perbaikan dari pemerintah untuk lapangan ini agar kedepannya segala turnamen bisa diselenggarakan,” harapnya.

Sementara Turnamen Sepak Bola Fauji Cup II U-12 tahun 2022 Kota Bogor ini diselenggarakan oleh Yayasan Cahaya Bintang Kasih, CV Gunung Gadung Raya dengan hadiah uang pembinaan jutaan rupiah, piala tetap dan piala bergilir.

**handymehonk

Kades Pangaur: Oknum Bendahara Desa yang Diduga Gelapkan Duit Desa Sering Main Judi Online 

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Kepala Desa (Kades) Pangaur, Jasinga, Kabupaten Bogor, Jajat Supriatna memberikan penjelasan terkait oknum mantan bendahara desanya yang diduga menggelapkan duit desa ratusan juta rupiah.

“Uang ratusan juta itu bukan dibawa kabur, melainkan lebih kepada penggelapan,” kata Kades Pangaur Jajat, kemarin.

Dia menduga, oknum bendahara desanya yang hilang dari tanggung jawabnya itu berinisial HH (28) gara-gara kecanduan judi online, yakni slot. sehingga pelaku berani menggelapkan uang desa untuk dijadikan modal judi online itu.

“Hilmi ini suka main judi online. Itu saya dapat informasinya dari orang dekatnya, dengan menunjukkan chatting curhatan di WhatsAppnya. Mungkin ini yang jadi pemicu pelaku melakukan penggelapan uang,” jelasnya.

Kata dia, bahwa pelaku dalam pengambilan uang ratusan juta itu dengan cara memalsukan tanda tangan kepala desa.

“Dia memalsukan dokumen yang ditandatangani sendiri serta KTP saya pun dibuat kembali tanpa sepengetahuan saya. Berikut tandatangan staf yang lain, ketika mau mencairkan. Hingga saat pencairan pun Hilmi sendirian tidak didampingi orang desa,” katanya.

“Sebelum mencairkan Hilmi mempersiapkan dokumen, seperti surat kuasa dan KTP asli saya,” tambahnya.

Kecurigaan sang kades itu sejak saat melakukan pembayaran pajak pembangunan tahun 2021 sebesar Rp28 juta dan Rp17 juta di tahun 2022 pada Agustus lalu. 

“Saat itu kita minta bukti kepada oknum bendahara ini, pembayaran pajak pembangunan tahun 2021 hingga 2022. Lalu saya mencoba konfirmasi ke pihak bank, untuk melihat transaksi pembayaran pajak pembangunan tersebut dan alhasil pajak yang dibayarkan hanya sekitar 7 jutaan,” katanya.

“Kecurigaan akhirnya terjawab setelah cetak rekening koran, semua transaksi terlihat ada beberapa penarikan dana dimulai tanggal 1 hingga 30 Agustus 2022, dengan jumlah yang berbeda-beda keluar dari rekening desa dengan jumlah sekitar Rp405 juta,” tegasnya.

Senada dengan Kades, Bagian Kaur Umum Pelayanan Meli mengaku sering melihat pelaku main judi online hingga malam di kantor desa.

“Saya sering lihat dia (oknum bendahara) main slot terkadang sampai malam,” tukasnya.

** Andres