27.1 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 829

Pelayanan di Pustu Wangunjaya Jadi 3 Hari

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Tak menunggu waktu lama, keinginan warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor   meminta adanya  penambahan jadwal hari di pelayanan kesehatan di Puskesmas pembantu (Pustu) langsung  direspons kepala Puskesmas Sadengpasar Drg Febri. Dipastikan pelayanan kesehatan di Pustu Wangunjaya segera adanya penambahan jadwal operasional.

“Yang tadinya  di Pustu Wangunjaya pelayanannya cuman satu hari kini akan ditambah menjadi tiga hari,” kata Drg Febri saat dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (29/8).

Dia menjelaskan, penambahan menjadi tiga hari itu yakni Selasa, Rabu dan Sabtu. “Dipastikan, Selasa (30/8) besok di Pustu Wangunjaya itu sudah mulai melayani,” jelasnya.

Menurut dia pihaknya selalu berusaha  memberikan yang terbaik, berikut pelayanan suntik Kelurga Berencana (KB) yang diusulkan masyarakat sebelumnya nanti kami sediakan juga. “Berikut untuk suntik KB-nya nanti kami sediakan,” ucap Dr Febri.

Dengan begitu, tambah Drg Febri hal ini perlunya  dukungan semua pihak agar penambahan jadwal operasional di Pustu Wangunjaya itu bisa berjalan lancar.

Sementara Kepala Desa Wangunjaya M Hanapi langsung mensosialisasikan agar diketahui warga  bahwa pelayanan kesehatan di pustu kini ada penambahan jadwal operasionalnya

“Agar diketahui luas adanya penambahan jadwal hari di pustu itu,  kami langsung informasikan melalui WhatsApp grup,” tukasnya.

** Arip Ekon

Soal Retribusi, Irvan Sebut ada PAD yang Hilang 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Menanggapi perihal adanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hilang, mulai dari pengelolaan lahan parkir di Pasar Wanaherang dan ruko-ruko yang ada di Pasar Citeureup yang notabene tidak masuk kedalam PAD Kabupaten Bogor membuat Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor tersebut prihatin.

Menurut H.Irvan Baihaqi dirinya sudah angkat bicara selepas Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pendapatan yang berlangsung 23-26 Agustus selasa hingga Jumat lalu, dan tahun ini ada potensi PAD yang hilang dan belum maksimal tergarap  oleh OPD terkait, sehingga mempengaruhi pendapatan Kabupaten bogor. 

“Potensi pendapatan yang hilang ada di beberapa dinas seperti Dinas Tenaga Kerja, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan(Dishub), Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) dan adanya pemindahan pajak kendaraan di dua kecamatan ke Kota Depok” papar Irvan biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Senin (29/08/22)

Menurutnya, Dinas Tenaga Kerja akan kehilangan pendapatan sebesar 6,7 mMiliar dari pajak Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mulai tahun ini harus disetor ke pusat. Sedangkan di Bapenda belum tergarapnya secara baik dan adil seperti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) serta retribusi di beberapa dinas terkait, untuk itu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selaku OPD teknis harus lebih gencar lagi melakukan pendataan setiap bidang tanah di Kabupaten bogor. 

“Karena PBB ini belum terdata secara baik, masih banyak lahan yang sudah berubah RT/RW-nya tapi masih menggunakan data lama, ini jadi kerugian bagi daerah” ujarnya politisi PKS tersebut.

Selain PBB, lanjutnya, retribusi persampahan dan parkir yang memiliki potensi besar untuk membantu meningkatkan pendapatan daerah juga belum terkelola secara baik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perhubungan. 

“Retribusi persampahan ini yang paling lost (hilang), dari hasil LHP sudah terlihat berapa yang hilang tahun kemarin, ini harus segera diperbaiki di 2022 sehingga bisa berkontribusi terhadap pendapatan,” papar Irvan sapaan akrabnya.

Ia menejelaskan, terkait dengan retribusi parkir, Kabupaten Bogor masih tertinggal dengan daerah lain yang sudah menggunakan sistem online dalam retribusi parkir dan perpanjangan pajak kendaraan bermotor. 

“Bocornya pendapatan parkir karena kita masih banyak pake manual, sementara di daerah lain sudah online bank to bank,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

GOM Cigudeg Minta Segera Dibangun

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor  Nurodin meminta Pemkab Bogor untuk mempercepat proses rencana pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) di Kecamatan Cigudeg itu bisa dibangun tahun 2023,

Pasalnya, keberadaan GOM di wilayah Bogor barat sangat langka, dengan begitu Nurodin yang biasa disapa Jaro Peloy itu menyatakan,  kini masyarakat di wilayah Bogor barat masih memanfaatkan lapangan-lapangan  tradisional seadanya.

“Maka, rencana dibangunnya GOM di Cigudeg pada  2023 mendatang,  ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Peloy kepada Jurnal Bogor, Senin (29/8).

Menurut Peloy dibangunnya  GOM atau stadion mini kedepan ini bisa muncul bakat-bakat terpendam yang kemudian bisa menjadi andalan atlet muda Kabupaten Bogor 

Salah satu agenda yang sudah masuk dalam rencana pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas pemuda dan olahraga (Dispora) dengan dibangunnya fasilitas olahraga di kawasan Kecamatan Cigudeg.

Bahkan rencana itu telah dikukuhkan Detail Engineering Design (DED) oleh pihak Dispora.

Karena penyusunan DED-nya sudah dibiayai, sehingga pada pelaksanaan pembangunan GOM itu  bisa percepat.” papar Peloy 

Kalau  terlalu lama khawatir realisasi pembangunannya, ini malah tidak efektif juga bisa terjadi banyak perubahan di lapangan, “Mungkin saja, baik segi situasi persoalan harga yang kemudian bisa berubah,” katanya.

Dia menjelaskan, bahwa GOM di Cigudeg sesuatu yang sangat strategis,  Karena nanti yang menggunakan GOM tersebut kepentingan nya tidak hanya orang Cigudeg itu sendiri.

“Jadi bisa dimanfaatkan juga untuk masyarakat di sekitar Bogor barat. Baik Sukajaya maupun Leuwisadeng dan Jasinga jadi masyarakat ini  juga bisa memanfaatkan GOM itu,” paparnya.

Jadi kata dia, walaupun di tahun 2023 anggaran yang terjadi defisit dan banyak juga yang kemudian di kurangi. dia menginginkan pembangunan GOM di Cigudeg dipercepat.

“Tetapi berbicara gom ini memang sesuatu di Bogor barat ini masih langka. Mudahan mudahan bisa ada terobosan pembangunan di percepat di 2023 meski kondisi di 2023 itu dalam kondisi defisit. Jadi kemarin pun memang banyak di drop anggaran-anggaran nya,” tegasnya.

Nurodin berharap progres yang sudah ke tahap penyusunan DED karena itu kebutuhan juga, untuk konsisten perencanaan dan tidak berubah-rubah.

“Kita lihat memang beberapa poin penting di Bogor Barat ini salah satunya adalah GOM. Kita juga berterima kasih kepada pemerintah desa yang sudah mempersiapkan lahan untuk GOM ini. Jadi apresiasi ini yang harus. Karena kebutuhan ya harus diimbangi dengan keseriusan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara sebelum nya di beritakan, Rencana Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk membangun Gedung Olahraga Masyarakat (GOM) yang representatif mulai diwujudkan tahun depan.

Sekretaris Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Cigudeg Andi Supriyadi mengatakan, GOM yang akan dibangun seperti fasilitas olahraga futsal, tenis meja, badminton dan basket yang akan dipusatkan lokasi pembangunan yang jaraknya tidak jauh dengan gedung pusat pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) Cigudeg.

Pada pekan kemarin pihak Dispora telah melakukan Detailed Engineering Design (DED) dan survei berikut mapping lokasi  untuk pembangunan GOM tersebut yang berlokasi di kampung Cicopong.

“Dari 2,1 hektar lahan, akan tetapi lahan yang akan digunakan guna pembangunan GOM berikut fasilitas  pendukung lainnya itu seluas 1,2 hektare. Namun untuk di stadion mininya akan dibangun secara terpisah kendati masih di wilayah Desa Cigudeg mengingat lahannya tidak mencukupi, maka untuk bangunan stadion mininya, itu akan dibangun di Kampung Pasir Awi,” kata Andi Supriyadi melalui selulernya kepada wartawan, Rabu (13/7).

Andi Supriyadi yang merupakan Kepala Desa Cigudeg yang akrab disapa Bram itu menerangkan hasil ekspos yang disampaikan melalui Dispora, bahwa rencana pembangunan GOM ditargetkan 2023 mendatang. Keberadaan GOM salah satu aspirasi masyarakat yang sudah tercetus beberapa tahun lalu, jadi kata dia dibangunnya GOM bisa seragam potensi olahraga di wilayah.

** Andres | Arif Ekon

Ribuan Peserta Ramaikan Jonggol Adventure

0


Jonggol | Jurnal Bogor 

Kegiatan Jonggol Adventure yang dilaksanakan Desa Sukanegara  Kecamatan Jonggol dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-77 tingkat Kabupaten Bogor diramaikan ribuan peserta, Minggu (28/08/22). Kegiatan ini sekaligus mendukung tagline Kabupaten Bogor Sport And Tourismkemarin.

Kegiatan diselenggarakan Koperasi Abdi Negara bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Perhutani, unsur TNI dan Polri dan komunitas motor.

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan, perwakilan DPRD Kabupaten Bogor, komunitas otomotif, aparatur di tingkat desa dan kecamatan turut hadir dan mengikuti kegiatan Jonggol Adventure tersebut.

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, dia melihat antusias para pecinta adventure yang ada di Kabupaten Bogor dan sekitarnya sangat luar biasa, mungkin karena kerinduan mereka untuk melaksanakan kegiatan sejenis ini.

“Jonggol adalah salah satu destinasi wisata, yakni wisata adventure. Mudah-mudahan ini bisa menjadi daya ungkit perekonomian khususnya di wilayah Jonggol dan sekitarnya,” kata Iwan.

Iwan menerangkan, ada 1.000 lebih peserta yang mengikuti kegiatan ini. Peserta yang hadir dari luar kota pasti menginap dan makan di wilayah Jonggol dan sekitarnya, tentunya hal ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat Jonggol dan sekitarnya. Jadi kalau di Jonggol itu wisata adventurenya, di sebelahnya yakni di Sukamakmur ada wisata alamnya.

“Pada intinya, meski Jonggol Adventure ini dilakukan di alam yang dikelola oleh Perhutani, kita tetap menjaga dan memelihara konservasi alam dengan baik, dengan tidak merusaknya sedikitpun,” terang Iwan.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkapkan, atas nama Pemkab Bogor mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Koperasi Abdi Negara atau Jonggol Adventure Community. Ini adalah event yang dikaitkan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan yang ke -77 tingkat Kabupaten Bogor.

“Kegiatan ini sudah masuk kalender event Kabupaten Bogor, Insyaallah akan terus berlanjut dan menjadi ikon kegiatan olahraga dan pariwisata. Sesuai jargon, Kabupaten Bogor Sport And Tourism,” ungkap Burhanudin. 

Burhanudin menjelaskan, kegiatan Jonggol Adventure ini adalah salah satu olahraga yang digemari masyarakat khususnya kawula muda. Daripada anak-anak muda kita kebut-kebutan di jalan raya, mengganggu ketertiban, kita beri wadah bagi mereka untuk menyalurkan hobi dan bakat.

“Pada dasarnya tugas pemerintah itu melayani masyarakat. Ketika masyarakat itu punya hobi, pemerintah harus mewadahi, sehingga ada ruang bagi mereka untuk berkarya berpartisipasi dalam pembangunan melalui prestasinya masing-masing,” jelas Burhanudin. 

Senada disampaikan Camat Jonggol Andri Rahman yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan selalu mendukung Jargon Kabuapaten Bogor, dengan adanya kegiatan rutinitas Jonggol Adventure besar kemungkinan bisa memulihkan ekonomi masyarakat sekitar juga.

” Kita tau hobi adventure itu hobi menengah keatas jika itu dihidupkan di Jonggol pasti ekonomi warga pun akan pulih, Namun baik pengelola maupun peserta Adventure untuk menjaga kelestarian alam sekitar, jaangan sampai dirusak oleh hobi,” pungkas Andri.

** Nay Nur’ain

Ketua MPC PP Kabupaten Bogor Lantik Pengurus PAC PP Gunung Putri

0


Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pelantikan Ketua dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Gunung Putri periode 2021-2024, oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kabupaten Bogor, di kediaman Ketua PAC di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor berlangsung meriah, Minggu (28/8).

Pemberian bendera pataka oleh Ketua MPC Kabupaten Bogor, M. Yunus. PBA kepada Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Gunung Putri dibawah kepemimpinan M. Semmil.

Ketua MPC Kabupaten Bogor M. Yunus mengatakan, pelantikan PAC Kecamatan Gunung Putri ini yang ke 5 kalinya di Kabupaten Bogor.

“Pelantikan ini sangat lah luar biasa, saya mengucapkan terimakasih kepada M.Semmil Ketua PAC yang baru saja dilantik, sudah memberikan fasilitas yang baik dalam acara pelantikan ini,” ucap M. Yunus kepada Jurnal Bogor, Senin (29/8).

Ia berpesan kepada seluruh anggota Pemuda Pancasila di Kecamatan Gunung Putri agar bisa menjaga marwah organisasi.

“Saya berharap kepada Pemuda Pancasila di Gunung Putri agar bisa bersinergi dengan muspika, dan Pemerintahan lainnya di Gunung Putri, dan saya berharap jaga marwah organisasi Pemuda Pancasila dan utamakan kepentingan masyarakat,” harapnya.

Sementara M. Semmil Ketua PAC Pemuda Pancasila meminta kepada seluruh jajaran Pemuda Pancasila yang ada di Kecamatan Gunung Putri agar bisa saling menjaga nama organisasi, dan bisa saling bersinergi dengan anggota ormas lain yang ada di Kecamatan Gunung Putri.

“Saya sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Gunung Putri meminta kepada seluruh anggota dan ranting yang ada di Kecamatan Gunung Putri agar selalu mengikuti aturan-aturan organisasi yang sudah ada, dan saya juga meminta semua jajaran agar bisa bersinergi dengan Muspika di Kecamatan Gunung Putri,” paparnya.

Terpisah disampaikan Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengucapkan selamat kepada Ketua PAC Pemuda Pancasila yang baru saja dilantik, semoga kedepannya bisa saling bersinergi dengan Pemerintahan dan pada ormas yang ada di Kecamatan Gunung Putri.

“Harapan saya ini jadi momentum untuk menyatukan seluruh Pemuda Pancasila yang ada di kecamatan Gunung Putri, dan untuk lebih bersinergi lagi membangun Kecamatan Gunung Putri dan ini juga menjadi momen yang baik untuk seluruh ormas yang ada di Gunung Putri,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) M. Yunus, Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha, Danramil 2106-05 /Gunung Putri, Kapten Kav La Ahmadin, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Adi Suwardi, Ormas BPPKB Banten, Gibas, AMS, Batak Bersatu dan KNPI Kecamatan Gunung Putri.

** Nay Nur’ain

Desa Leuwiliang Serahkan Alsintan ke Gapoktan

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi dan launching pertanian terhadap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Senin (29/8). Acara launching tersebut, sekaligus penyerahan bantuan alat  mesin pertanian (alsintan) berupa traktor, hewan ternak (kambing) dan  bibit pohon

Kepala Desa Leuwiliang, H. Iman Nurhaiman mengatakan alam membangun zona ketahanan pangan di wilayah desanya kini mulai dilakukan salah satu pemberiannya adalah alsintan. Penyerahan alat pertanian ini merupakan implementasi mendukung para petani agar lebih berkembang dan modern.

“Selain modern,  program ketahanan pangan ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani,” harap H Iman Nurhaiman.

Menurutnya, sesuai peruntukannya bahwa anggaran Dana Desa yang diterimanya digulirkan  20 persen untuk program ketahanan pangan nabati dan hewani.

Sebelum bantuan program ketahanan digulirkan ke Gapoktan, pihak desa mengelar Musdes. Hasil Musdes tersebut disepakati bersama bahwa bantuan itu disesuaikan dengan kebutuhan Gapoktan yang ada di wilayah diantara bantuan traktor bagi petani, kambing, bibit pohon.

“Kita serahkan ke Gapoktan yakni 2 traktor ke Kelompok Laksana Varietas Poktan SRI Rejeki. Untuk Hewani diserahkan bantuan kambing 4 ekor, dan irigasi di Lintasan RW 13 ke RW 09 Jeruk limau 200 pohon,” ujarnya.

Iman menambahkan adanya program ketahanan pangan dari pemerintah pasca pandemi, tentunya bisa meningkatkan usaha dan perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang ada di Desa Leuwiliang.

Petani yang biasanya sewa alat untuk membajak sawah sekarang sudah punya traktor. Untuk bantuan hewani, bantuan kambing tentunya dirawat dengan baik.

“Bantuan yang sudah diserahkan ke Gapoktan tentunya ada evaluasi. Nantinya, desa bakal mengecek ke setiap Gapoktan apakah program tersebut berjalan dengan baik atau tidak, ” pungkasnya.

Penyerahan bantuan dalam upaya ketahanan pangan dan hewani kepada Gapoktan berlangsung di aula Desa Leuwiliang yang dihadiri Camat Leuwiliang dan BPD Desa Leuwiliang Babinsa dan Bhabinkamtimas.

** Arip Ekon

Festival Flora, Mengukuhkan Bogor Pusat Flora

0

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim Jumat, 26 Agustus, meresmikan Bogor Flora Festival 2022. Dengan tema ‘Pride of Buitenzorg’, festival ini  memamerkan beragam tanaman hias yang berlangsung  sampai 4 September 2022 di Mall Boxies 123. Digelar oleh Asosiasi Tanaman Hias bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor
Berbagai kegiatan digendakan pada festival ini. Mulai dari pameran, bursa tanaman hias, serta kontes aneka tanaman hias seperti Sansevieria, Aglonema, Kuping Gajah dan Aroids atau Monstera atau Philodendron. Juga diramaikan oleh 70 stand penjual tanaman hias yang menjajakan berbagai jenis tanaman. Deretan tanaman cantik dipajang sehingga menarik dan memanjakan mata para pengunjung.

“Ini merupakan  ajang para pegiat tanaman hias memperkenalkan tanaman hias yang jadi kebanggan Kota Bogor kepada khalayak,” ujar Djojohadi Haristiono Eko Putro, ketua penyelenggara. Menurutnya, festival ini juga pameran berskala internasional yang dilakukan untuk mengukuhkan kembali Kota Bogor adalah pusat dari perkembangan flora di Indonesia bahkan dunia.
Oleh karenanya ia berharap dukungan Pemerintah Kota Bogor untuk menjadikan event ini masuk ke  dalam “calender of event”-nya Kota Bogor atau bahkan nasional. Juga berharap event ini  dapat membantu pemulihan ekonomi lewat perluasan kesempatan kerja, penguatan UMKM khususnya tanaman hias, serta peningkatan sektor pariwisata tanaman hias.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim  mengibaratkan Bogor Flora Festival sebagai ‘lebarannya’ para petani, pecinta, penggemar dan pemulia tanaman hias. Festival ini sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi di era  pandemi dan menyisakan tiga usaha yang selamat, masing-masing  sport equipment, healthy, food and drink dan tanaman hias.
“Potensi ekonomi dari tanaman hias dunia, ada sekitar puluhan hingga ratusan triliun per tahun, dan Indonesia baru berhasil mengekspor tanaman hias kurang lebih di angka  170 miliar per tahun. Ini menjadi potensi yang bisa dikedepankan untuk menambah potensi perputaran ekonomi Indonesia, yang pasti jangan hanya Tomohon yang selama ini dikenal sebagai daerah yang dikenal memiliki festival tanaman hias. Ke depan Bogor juga harus memiliki lebarannya para penggemar tanaman hias,” katanya.

Menurut Dedie bicara potensi flora, ada hal yang membedakan Kota Bogor dengan kota-kota lain, khususnya di Jawa Barat.  Bogor memiliki banyak potensi tanaman hias, antara lain memiliki puluhan lembaga penelitian, perguruan tinggi, serta pemulia tanaman. Artinya lanjut  Dedie potensinya besar dan pasarnya terbuka luas tinggal bagaimana untuk mengkoordinasikan dan mengkolaborasikan seluruh kekuatan dari tanaman hias menjadi potensi nasional untuk meningkatkan perekonomian bangsa dan menjadi unggul dalam perputaran ekonomi, khususnya perdagangan tanaman hias.
Sementara itu Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman mengapresiasi festival ini. Florikultura memiliki prospek yang baik sekali pada kondisi-kondisi sekarang . “Tanaman hias yang memiliki keindahan dan kecerahan mampu memberikan ketenangan yang membantu meningkatkan imunitas atau nutrisi jiwa bagi penikmatnya,” katanya.
Liferdi menyebut, saat pandemi permintaan tanaman hias cukup tinggi. Untuk itu ia berharap festival ini tidak digelar hanya level nasional saja, tapi hingga kelas internasional. “Ini perlu dikawal oleh semua pihak mengingat Bogor sudah dikenal sentra tanaman hias sejak lama. Jangan berhenti sampai disini, tapi jadikan ini sebagai titik tolak awal untuk bangkit,” ungkapnya.

Sedangkan Staf Ahli Menteri Bidang Produkivitas dan Daya Saing Kementerian Koperasi dan UKM, Yulius menyebutkan, komoditas yang ada di Indonesia harus didorong agar memiliki daya saing sehingga memiliki nilai dan mampu menjadi leader untuk ekspor. Terutama tanaman hias yang merupakan sumber daya negeri sendiri. “Potensi tanaman hias di Indonesia mencapai Rp 3.000 triliun dan indonesia baru mengeruk pasar 0,01 persen, lebih tinggi dibandingkan pasar kopi dan teh. Ini menjadi tantangan yang luar biasa. Tanaman hias sangat penting untuk mendorong sistem kekebalan tubuh dan mengurangi polusi udara,” kata Yulius.

Berikutnya Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat menyampaikan, festival ini akan menjadi legacy di Kota Bogor atau branding lain bagi Kota Bogor sebagai tempat tumbuh aneka ragam tanaman hias “Tentunya ini akan menjadi pengingat kita akan Kota Bogor. Bagaimana sektor pertanian dipercepat untuk menggerakan roda perekonomian di Kota Bogor. Potensi tanaman hias Jawa Barat amat melimpah ruah dan Kota Bogor termasuk didalamnya,” ujar Dadan.
Turut hador dalam peresmian tersebut, Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, delegasi Taiwan Economic Trade Office (TETO), para kepala perangkat daerah terkait serta para stakeholder yang mendukung festival tersebut. (Advertorial)

Ngopi Bareng Kades, Cara A Heri Serap Aspirasi Warga Desa Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Guna menyerap langsung aspirasi warganya, Daman Huri Kepala Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menyempatkan waktu luang untuk mendengarkan langsung keluh kesah warga akan kinerja Pemerintah Desa Gunung Putri yang saat ini dipimpinnya.

Pria tinggi tegap yang biasa disapa A Heri tersebut mengatakan, Ngopi Bareng Kades Gunungputri adalah sebuah program pendekatan terhadap masyarakat agar aspirasi dari bawah langsung dapat didengar, dicarikan solusi dengan cepat dan bahkan dieksekusi langsung.

“Penjaringan aspirasi ini tanpa rekayasa dan penghalang pengurus dan warga dapat langsung mengungkapkan unek-uneknya secara live yang ditonton oleh khalayak masyarakat. Dengan harapan permasalahan warga dapat cepat dieksekusi dengan instruksi langsung Kepala Desa sebagai leader tertinggi di Pemerintahan Desa,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (27/08/22).

Menurutnya, kegiatan Ngopi Bareng Kades ini akan dirutinkan setiap Minggu dan berkeliling di setiap RW-nya, sehingga Pemerintah Desa Gunung Putri tahu permasalahan apa yang sedang ada di lingkungan bisa langsung ditanggulangi dan dicarikan solusinya.

” Kades itu milik warga Desa Gunung Putri, semua warga punya kesempatan yang sama untuk menyampaiakan aspirasi atau unek-unek, jadi jangan sungkan dan kegiatan ini pun kita live YouTube kan sehingga bisa didengar langsung oleh warga itu sendiri,” ujarnya.

Pada Minggu malam kata dia,Ngopi Bareng Kades Gunung Putri live  episode ke-3 yang akan dilaksanakan di RT001/RW 11 di Lapangan Bulu Tangkis. Bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi yang membangun, kritik dan saran untuk perbaikan lingkungan bisa hadir dan bertanya langsung di lokasi.

“Dalam episode 1 dan 2 banyak usulan-usulan di bidang pembangunan, lingkungan, pemerintahan, sampai  lapangan kerja, dan hal tersebut diungkapkan warga secara langsung, karena saya yakin sejatinya, warga menginginkan lingkungannya maju dan berkembang, maka dari itu kami buat Program Ngopi Bareng Kades dengan sistem jemput bola untuk menyerap aspirasi warga,” paparnya.

Dia berharap, dengan adanya Program Ngopi Bareng Kades ini warga ikut berperan aktif dalam membangun lingkungan menuju hal-hal yang positif. “Kritik yang membangun untuk Pemerintahan Gunung Putri agar bisa mencapai, baik dalam penataan lingkungan, pembangunan, mau pun kinerja Pemerintahan Gunung Putri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Truk yang Oleng Tabrak Rumah, 4 Orang Luka-luka

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Sebuah truk bernopol F 8635 KN menabrak rumah milik warga di jalan raya Jasinga-Tenjo, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/08).

Menurut pengakuan pemilik rumah Cepy, bahwa mobil tersebut melaju dari arah Tenjo menuju Jasinga. Namun setibanya di tempat kejadian, diduga sang sopir mengantuk dan hilang kendali hingga menabrak rumah milik korban.

“Mungkin sopirnya ngantuk, soalnya yang saya lihat mobil ini cukup kencang dan oleng, hingga menabrak rumah saya,” kata dia.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13:00 wib. beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa hanya sebanyak empat orang mengalami luka-luka. Yang terdiri dari satu pemilik rumah mengalami luka cukup parah, dua orang tetangga mengalami lecet-lecet, dan sopir dari kendaraan tersebut mengalami luka ringan.

“Pas mobil itu tabrak depan rumah saya yang sampai hancur, saya langsung cari istri saya yang ke timpa puing-puing rumah,” jelasnya.

Para korban langsung dievakuasi dilarikan ke dokter praktik yang berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi kejadian untuk diberikan pengobatan.

“Istri saya luka punggungnya robek, kalau tetangga yang dua orang itu lecet-lecet, kalau sopirnya luka di pelipisnya kena pecahan kaca,” katanya.

Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir lebih dari Rp 20 juta untuk kerusakan rumah, dua unit motor dan biaya pengobatan.

“Kerugian sekitar 20 jutaan lah pak, karena kan ada dua motor juga yang saat kejadian itu, motornya juga rusak,” katanya.

Sementara itu, menurut saudara sang sopir, Ismail Solihin (33), dari informasi yang dia dapat bahwa Miing hendak pulang ke rumahnya usai mengirim barang.

“Kayaknya ngantuk, soalnya dia (Miing) sempat berhenti untuk beristirahat di wilayah Tenjo,” katanya.

Saat  ini, kata Ismail Solihin menyampaikan, kondisi Miing sudah sadarkan diri dari sebelumnya sempat pingsan.

“Alami luka pada pelipis kanan, tadi mah sempat tidak sadarkan diri, saat ini masih di dokter praktik masih dilakukan pengobatan,” tukasnya.

** Andres

Achmad Fathoni Minta Dishub Geser Anggaran untuk Lampu Ikonik Cibinong ke PJU di Pelosok

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni saat rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor antara Komisi 3 dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kamis (25/08/22), menyoroti beberapa hal diantaranya agar lampu ikonik Cibinong digeser untuk penerangan jalan umum (PJU) di daerah pelosok.

“Dinas Perhubungan harusnya melayani seluruh warga Kabupaten Bogor, bukan hanya di perkotaan saja. Saya minta Dishub bisa memberi perhatian dan pelayanan juga pada warga di pedesaan,” ucap Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Sabtu (27/08/22).

Menurutnya, pelayanan minimalnya adalah dengan memasang PJU di wilayah pedesaan. Dia mendapatkan titipan aspirasi permintaan PJU sampai ratusan titik, dan semua sudah dia input di SIPD.

“Kalau pun belum bisa dipenuhi semua, minimal alokasikan dan pilih untuk lokasi-lokasi strategis dan rawan kecelakaan maupun kejahatan untuk dipasang PJU segera,” ujar Aleg Dapil 2 tersebut.

Selain itu, dia meminta anggaran mempercantik JalanTegar Beriman dan Sentul untuk dialihkan dulu. “Program Cibinong Beautification sebelumnya banyak bermasalah, jangan diulang lagi. Dan ini bukan prioritas di saat anggaran terbatas,” ujar Politisi PKS tersebut tegas.

Menurutnya, dalam pengajuan Dinas Perhubungan mengalokaiskan anggaran untuk lampu ikonik senilai 6 miliar, dan dia meminta digeser untuk PJU di pelosok pedesaan. Selain masalah PJU dia pun menyoroti persoalan KIR untuk di wilayah yang jauh dari Kabupaten Bogor.

“Saya juga meminta Dishub bisa membuka kantor pelayanan KIR kendaraan di wilayah Timur dan Barat. Ini bisa ditempatkan di Terminal Cileungsi untuk wilayah Timur dan Leuwiliang untuk wilayah Barat, atau bisa juga berupa mobil atau kendaraan pelayanan KIR,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, akan memudahkan masyarakat mendapat pelayanan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

** Nay Nur’ain