27.1 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 828

Turun di Sunday Race, SMK Mekanik Cibinong Makin Berprestasi

0

Cibinong | Jurnal Bogor

SMK Mekanik Cibinong termasuk satu-satunya sekolah di Jawa Barat yang turun di even Yamaha Sunday Race 2022 di Sirkuit Sentul pada Sabtu dan Minggu, 27 dan 28 Agustus 2022.  SMK Mekanik Cibinong menurunkan pembalapnya, M Rizki Hidayat yang keluar sebagai juara 4.

Sedangkan Yamaha Sunday Race 2022 melombakan 12 kelas, terbagi berdasarkan pengalaman pembalap dan motor yang digunakan. Ke-12 kelas diantaranya adalah kelas R25 Super Comm. Pro, Comm. Pro, Comm. A, Comm. B dan Pro. Kemudian kelas yang menggunakan Yamaha R15 yaitu R15 Comm. Pro, Comm. A, Comm. B, Pro, dan kelas pembibitan All New R15 Idemitsu bLU cRU Junior Pro.

Serta kelas pamungkas yang digelar di penghujung hari yaitu kelas Superstock up to 1.000 cc yang diisi oleh moge Yamaha R1 dan R6. Seperti sebelumnya, kelas Pro dipenuhi oleh nama-nama tersohor yang punya pengalaman di balap Asia bahkan dunia.

Sementara bagi SMK Mekanik Cibinong, hasil yang ditorehkan M Rizki Hidayat termasuk pencapaian membanggakan karena ketatnya persaingan. Kepala Sekolah SMK Mekanik Cibinong Haslih, ST. bahkan mengapresiasi sekolahnya menjadi satu-satunya yang masuk tim balap dan perdana turun bagi anak didiknya.

“Alhmdulillah juga sekaligus menjadi percontohan dari Yamaha langsung ditunjuk menjadi bengkel percontohan bertempat di SMK Mekanik Cibinong Kabupaten Bogor,” jelas Haslih.

Pada Yamaha Sunday Race 2022 seri kedua tersebut, Rizki juga didampingi guru pendamping yakni Novel Pratama, Ikbal Ikhsan Fambudi, Nurabidin Pemana Kap Rog dan Devlin Ananda Putra. SMK Mekanik Cibinong diakui Haslih mendukung murid-murid berprestasi dari beragam bidang.

Sementara SMK Mekanik Cibinong dibawah Yayasan Pendidikan Sumarno di bawah naungan H.Igun Sumarno S.Pd., MM memberikan dukungan anak berprestasi melalui beasiswa hingga lulus. Bahkan sebagai bukti support pihak sekolah dan yayasan terhadap sekolah olahraga, kini telah dibangun sport center menempati lahan 4 hektare dengan adanya lapangan futsal, bola voli dan minisoccer.

** Asep S.Sayyev

Agenda 4 Akhir Perjalanan CPNS

0

Oleh
Tata Sukmara Widyaiswara PPMKP

Agenda IV (Aktualisasi dan Habituasi), setiap peserta Latsar didorong agar terbiasa menerapkan Nilai-nilai Dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) BerAKHLAK dalam menyelesaikan permasalahan atau isu-isu aktual yang diidentifikasi dari masalah-masalah yang ditemukan dalam implementasi Kedudukan dan Peran PNS, sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Perlu diingat pula bahwa dalam mengidentifikasi masalah harus tetap mengacu pada uraian tugas, yang merupakan kewenangan dari peserta latsar CPNS yang bersangkutan. 

Upaya aktualisasi Nilai-nilai Dasar ASN BerAKHLAK pada Agenda Habituasi biasanya didahului dengan menyusun Rancangan Aktualisasi, yang hasil aktualisasinya akan dituangkan dalam Laporan Aktualisasi. Sehubungan dengan itu, baik dalam menyusun Rancangan Aktualisasi maupun Laporan Aktualisasi, peserta latsar CPNS membutuhkan kepastian tentang nilai dasar apa saja yang dapat diterapkan dalam satu kegiatan inovasi tertentu yang akan dan telah diaktualisasikan pada Agenda Habituasi.  

Guna memperoleh gambaran tentang nilai dasar ASN BerAKHLAK apa yang akan dan telah diterapkan dalam kegiatan aktualisasi pada Agenda Habituasi, maka peserta latsar CPNS harus memahami dengan baik tentang kata kunci, kalimat afirmasi, dan terutama panduan perilaku dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Dalam prakteknya, masih terdapat sebagian peserta Latsar yang kebingungan dalam menentukan keterkaitan kegiatan dengan substansi mata pelatihan (nilai dasar ASN BerAKHLAK) ketika menyusun Rancangan Aktualisasi maupun dalam melaksanakan aktualisasi dan ketika menyusun Laporan Aktualisasi pada Agenda Habituasi.

Kenapa demikian? Itu karena kurangnya perhatian terhadap kata kunci, kalimat afirmasi, dan panduan perilaku dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Peserta latsar CPNS perlu mempelajari kata kunci dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK tersebut, tentu saja untuk memudahkan peserta menangkap atau mengingat makna dari masing-masing nilai dasar. Sedangkan kalimat afirmasinya berguna untuk memudahkan peserta dalam menginternalisasi nilai dasar yang bersangkutan. Dengan adanya pemahaman yang baik serta afirmasi yang mendalam dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK, akan menuntun peserta latsar CPNS untuk berperilaku yang sesuai dengan nilai dasar tersebut, dengan berpedoman pada panduan perilaku dari masing-masing nilai dasar. 

Memahami kunci, kalimat afirmasi, dan panduan perilaku akan membantu peserta latsar CPNS dalam Pembelajaran Aktualisasi yang menuntut peserta untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar yang terdapat pada masing-masing mata pelatihan BerAKHLAK, berdasarkan isu-isu aktual yang terkait dengan kedudukan dan peran Pegawai Negeri Sipil.

Memiliki dasar pikir dalam menentukan nilai dasar apa yang akan melandasi pelaksanaan kegiatan aktualisasi sesuai dengan uraian tugas peserta Latsar selama masa off campus. Peserta latsar CPNS akan lebih mudah menemukan nilai dasar yang relevan dengan pelaksanaan setiap kegiatan.

Secara praktis, kata kunci, kalimat afirmasi dan panduan perilaku akan memudahkan peserta Latsar dalam menyusun Rancangan Aktualisasi maupun dalam melaksanakan dan menyusun Laporan Aktualisasi pada Agenda Habituasi. 

Kata kunci, kalimat afirmasi dan panduan perilaku dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK tersebut,

Berorientasi Pelayanan
Kata kuncinya: responsivitas, kualitas, dan kepuasan. 
Kalimat afirmasinya: “Kami berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat”.

Panduan perilakunya: 

  1. Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat; 
  2. Ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan; 
  3. Melakukan perbaikan tiada henti. 

Akuntabel: 
Kata kuncinya: integritas, konsisten, dapat dipercaya, dan transparan. 
Kalimat afirmasinya: “Kami bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan”.
Panduan perilakunya:

  1. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi; 
  2. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien; 
  3. Tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan. 

Kompeten
Kata kuncinya: kinerja terbaik, sukses, keberhasilan, learning agility, (Eichinger, Lombardo, dan Capretta, Learning Agility didefinisikan sebagai kesediaan dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman, dan kemudian menerapkan pembelajaran tersebut untuk bekerja dengan baik pada kondisi yang baru) dan ahli di bidangnya.
Kalimat afirmasinya: “Kami terus belajar dan mengembangkan kapabilitas”. 

Panduan perilakunya:

  1. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah; 
  2. Membantu orang lain belajar; 
  3. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. 

Harmonis: 

Kata kuncinya: peduli, perbedaan, dan selaras.
Kalimat afirmasinya: “Kami saling peduli dan menghargai perbedaan”.

Panduan perilakunya:

  1. Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya; 
  2. Suka menolong orang lain; 
  3. Membangun lingkungan kerja yang kondusif. 

Loyal
Kata kuncinya: komitmen, dedikasi, kontribusi, nasionalisme, dan pengabdian.
Kalimat afirmasinya: “Kami berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara”.
Panduan perilakunya:

  1. Memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemerintahan yang sah; 
  2. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara; 
  3. Menjaga rahasia jabatan dan negara. 

Adaptif
Kata kuncinya: Inovasi, antusias terhadap perubahan, dan proaktif.
Kalimat afirmasinya: “Kami terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan”.
Panduan perilakunya:

  1. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan; 
  2. Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas; 
  3. Bertindak proaktif. 

Kolaboratif
Kata kuncinya: kesediaan bekerja sama, sinergi untuk hasil yang lebih baik.
Kalimat afirmasinya: “Kami membangun kerjasama yang sinergis”.
Panduan perilakunya:

  1. Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi; 
  2. Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah; 
  3. Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan bersama.

Terkait dengan penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK pada Tahap IV (Agenda Habituasi) Latsar CPNS, terdapat beberapa pertanyaan umum yang sering diperbincangkan oleh peserta latsar, coach dan penguji, yaitu:

Bagaimana cara mengetahui bahwa peserta Latsar akan menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK pada suatu kegiatan tertentu?

Apakah setiap kegiatan wajib menerapkan semua nilai dasar ASN BerAKHLAK?
Bagaimana cara mengukur bahwa peserta Latsar telah menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK pada suatu kegiatan tertentu pada Agenda Habituasi? 

Menanggapi pertanyaan di atas, pertama yakni hal yang perlu menjadi perhatian untuk memastikan apakah seorang peserta Latsar akan menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK atau tidak, hal ini dapat disimak dari ada atau tidaknya narasi yang tertuang dalam Rancangan Aktualisasi yang terkait dengan panduan perilaku dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK yang bersangkutan pada setiap tahapan kegiatan.

Dalam hal ini ada ulasan pada setiap tahapan kegiatan yang menggambarkan adanya perilaku-perilaku tertentu yang sesuai dengan panduan perilaku dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Misalnya: seorang peserta Latsar ingin membuat kegiatan inovasi, berupa video tutorial, guna mengatasi persoalan pelayanan publik di unit kerjanya, maka dalam uraian tentang keterkaitan kegiatan dengan substansi Mata Pelatihan dalam Rancangan Aktualisasinya akan terlihat dari narasi yang tertuang dalam setiap tahapan kegiatan

“Membuat Video Tutorial”, yaitu: 

Mengumpulkan dan mempelajari referensi untuk membuat video tutorial. Perilaku yang akan diterapkan atau keterkaitan tahapan kegiatan ini dengan substansi mata pelatihannya (tertuang dalam Kolom 5 pada Rancangan Aktualisasi), antara lain: Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik (Kompeten);

Merancang dan menyediakan video tutorial. Perilaku yang akan diterapkan atau keterkaitan tahapan kegiatan ini dengan substansi mata pelatihannya  (tertuang dalam Kolom 5 pada Rancangan Aktualisasi), antara lain: Melakukan perbaikan tiada henti (Berorientasi Pelayanan) dan terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas (Adaptif).

Melakukan sosialisasi dan uji coba video tutorial. Perilaku yang akan diterapkan atau keterkaitan tahapan kegiatan ini dengan substansi mata pelatihannya (tertuang dalam Kolom 5 pada Rancangan Aktualisasi), antara lain: Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah (Kompeten).

Melakukan evaluasi hasil uji coba dan penyempurnaan video tutorial. Perilaku yang akan diterapkan atau keterkaitan tahapan kegiatan ini dengan substansi mata pelatihannya (tertuang dalam Kolom 5 pada Rancangan Aktualisasi), antara lain: Melakukan perbaikan tiada henti (Berorientasi Pelayanan)

Melakukan penerapan/penggunaan video tutorial. Perilaku yang akan diterapkan atau keterkaitan tahapan kegiatan ini dengan substansi mata pelatihannya (tertuang dalam Kolom 5 pada Rancangan Aktualisasi), antara lain: Suka menolong orang lain (Harmonis) dan menggerakkan pemanfaatan berbagai sumberdaya untuk tujuan bersama (Kolaboratif). 

Melakukan evaluasi dan penyempurnaan video secara berkelanjutan. Perilaku yang akan diterapkan atau keterkaitan tahapan kegiatan ini dengan substansi mata pelatihannya (tertuang dalam Kolom 5 pada Rancangan Aktualisasi), antara lain: Melakukan perbaikan tiada henti (Berorientasi Pelayanan).

Dari uraian di atas, terlihat dengan jelas bahwa peserta latsar yang bersangkutan akan menerapkan 5 nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam kegiatan “Membuat Video Tutorial”, yakni: Berorientasi Pelayanan, Kompeten, Harmonis, Adaptif dan Kolaboratif. 

Cara yang sama pada contoh di atas ini dapat digunakan untuk memastikan bahwa seorang peserta Latsar akan menerapkan atau mengaktualisasikan nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam setiap rencana kegiatan dalam Rancangan Aktualisasinya. Intinya, adalah: (1) tetapkan kegiatannya; (2) tetapkan tahapan dari setiap kegiatan; serta (3) Pikirkan dan tetapkan perilaku apa yang mesti dilakukan pada setiap tahapan kegiatan, dengan mengacu pada panduan perilaku masing-masing nilai dasar BerAKHLAK. 

Menjawab pertanyaan kedua, tentang apakah nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK wajib diterapkan semua dalam satu kegiatan atau tidak? Jawabannya adalah tergantung konteks kegiatannya. Jika kegiatan yang akan dilakukan dalam aktualisasi pada Agenda Habituasi memungkinkan semua nilai dasar ASN BerAKHLAK dapat diterapkan, hal itu lebih bagus. Namun jika tidak memungkinkan untuk menerapkan 7 nilai dasar, maka jangan dipaksakan. Hal ini tampak pada penjelasan di atas, di mana pada kegiatan “Membuat Video Tutorial”, hanya bisa menerapkan 5 nilai dasar dari 7 nilai dasar ASN BerAKHLAK, sebagaimana terurai pada contoh di atas, yaitu: Berorientasi Pelayanan, Kompeten, Harmonis, Adaptif dan Kolaboratif. Sedangkan aktualisasi dari 2 nilai dasar lainnya (Akuntabel dan Loyal) belum cocok untuk diterapkan dalam kegiatan ini, tetapi bisa diterapkan atau diaktualisasikan pada kegiatan lain yang lebih cocok.  

Terkait dengan pertanyaan ketiga di atas, hal yang dapat menjadi fokus untuk mengukur apakah seorang peserta Latsar telah menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK atau tidak, dalam kegiatan aktualisasinya selama “off class” pada Agenda Habituasi, hal ini dapat diukur dari dua hal, yakni: 

Adanya narasi dalam Laporan Aktualisasi yang menguraikan tentang aktivitas yang dilakukan pada setiap tahapan kegiatan yang sesuai dengan panduan perilaku dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK, yang telah disebutkan dalam contoh di atas. Dalam hal ini ada ulasan yang lebih rinci tentang pelaksanaan aktivitas setiap tahapan kegiatan yang menggambarkan adanya perilaku-perilaku tertentu yang sesuai dengan panduan perilaku dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK; 

Selain ulasan sebagaimana tersebut pada poin (1) di atas, juga dibutuhkan adanya bukti-bukti berupa output utama maupun output pendukung kegiatan, agar lebih meyakinkan bahwa nilai dasar yang bersangkutan telah diterapkan atau diaktualisasikan. Dimana output sebagai bukti kegiatan tersebut merupakan buah dari perilaku yang mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. 

Berpedoman pada 2 hal di atas, dapat diketahui bahwa peserta Latsar yang bersangkutan telah menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam kegiatan aktualisasinya selama “off class” pada Agenda Habituasi.

Dengan terbangunnya pemahaman yang baik dan benar tentang kata kunci, kalimat afirmasi dan panduan perilaku dari masing-masing nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagaimana tertuang di atas, diharapkan setiap peserta Latsar dapat melaksanakan aktualisasi nilai-nilai dasar dengan baik pada Agenda Habituasi, sebagaimana yang diharapkan. Selanjutnya akan dengan mudah peserta melakukan analisis dampak dalam menyusun laporan aktualisasi

Pada akhirnya dapat terwujud PNS Profesional yang dapat berfungsi dengan baik sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Mentan SYL ke Petani Milenial, Gas Pol

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong petani milenial untuk tetap kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan global yang mengancam ketahanan pangan nasional. SYL berharap, anak muda mampu menggagas ide besar dalam meciptakan peluang baru di masa yang akan datang.

“Petani milenial itu harus kreatif dan aktif, jangan mau kalah sama petani kolonial. Yang namanya petani milenial itu punya pergaulan dan bergaulan dengan orang-orang baik. Yang saya senang dari petani milenial itu tidak mau kalah. Inilah saatnya kita Gas Pol,” ujar SYL dalam acara sarasehan petani milenial 2022, Senin, 29 Agustus 2022.

Menurut SYL, kondisi dunia saat ini membutuhkan Tangan-tangan kreatif anak muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Apalagi Indonesia sebagai negara besar memiliki tanah yang subur dan bisa ditanami apa saja yang dibutuhkan masyarakat dunia.

“Dunia mengharapkan kita dan pangan Indonesia harus menjadi sesuatu yang berarti. Karena itu yang pertama mitigasi tantanganmu, kedua adaptasi dan yang ketiga adalah hadapi tantangan ini secara bersama-sama,” katanya.

SYL mengatakan, kehadiran anak muda harus memperkokoh harapan rakyat dan memperkuat kesiapan-kesiapan yang ada dalam menghadapi tantangan global. Indonesia bahkan harus bisa keluar dari zona merah dunia dan cengkraman krisis lainya yang datang silih berganti.

“Kita pecaya bahwa di tangan anak muda masa depan bangsa akan lebih baik lagi. Yang penting mereka mau melakukannya. Kita berharap dengan pertanian Indonesia jadi lebih baik karena selama ini terbukti menjadi bantalan ekonomi. Pertanian yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan apapun hari ini, besok dan masa yang akan datang,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah. Menurut Dedi, acara ini meliputi pengenalan seluruh program unggulan Kementan yang inovatif dan kolaboratif dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif petani milenial, petani dan penyuluh dalam peningkatan produksi dan daya saing produk pertanian, pengembangan ekosistem kewirausahaan pertanian, membangun jejaring petani milenial antar wilayah, serta sebagai upaya antisipasi krisis pangan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti menjelaskan rangkaian kegiatan ini meliputi penandatangan kerjasama dengan perbankan untuk pembiayaan usaha tani petani milenial dan program business matching.

“Kita juga ada business pitching, pameran produk unggulan pertanian dan gelar teknologi smart farming serta launching program unggulan Kementan,” jelasnya.

** Ppmkp/kementan

Petani Milenial Binaan PPMKP Kementan Siap Jalin Kolaborasi Lewat Sarasehan

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Petani milenial binaan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) siap menjalin kolaborasi dan membangun jejaring kerjasama lewat sarasehan petani milenial tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian.

Aris Setiawan, petani milenial asal Karanganyar, Jawa Tengah mengungkapkan dirinya sangat antusias mengikuti kegiatan yang dihelat oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, dapat memperkenalkan P4S “Putra Jambu” yang saya bina, dan dapat bersinergi dengan teman-teman petani milenial lainnya, mendapatkan channel atau jejaring untuk memperluas usaha, berkolaborasi, dan membangun pertanian kita bersama”, harap Aris.

Antusiasme dan harapan Aris diaminkan pula oleh Harto, petani milenial asal Batang, Jawa Tengah yang membawa komoditas unggulan, buah nusantara.

“Mudah-mudahan di kegiatan sarasehan ini, kita semua berkumpul, dapat ilmu yang bermanfaat, sharing dan bersinergi dengan teman-teman milenial di seluruh Indonesia, saya bangga menjadi bagian dari kegiatan ini”, ujar Harto.

Harto melanjutkan, Ia berharap program kegiatan P4S yang dinaunginya, “Creative Farm” dapat terpublikasi dan bekerjasama dengan program petani milenial lainnya melalui jejaring yang ia bangun dari sarasehan.

Setali tiga uang, Duta Petani Milenial (DPM) sekaligus Komisariat Daerah (Komda) Kabupaten Pandeglang, Jawa Barat, Sarnata pun menyampaikan harapan keikutsertaannya di sarasehan petani milenial.

“Melalui kegiatan ini, semoga kami dapat membangun kolaborasi dan jejaring usaha dengan seluruh petani milenial di seluruh Indonesia agar usaha kami, petani milenial dapat meningkat dan berkembang”, sebut Sarnata.

Harapan para petani milenial untuk bisa berkolaborasi dan membangun jejaring kerjasama, selaras dengan apa yang disampaikan oleh Yusral Tahir, Kepala PPMKP.

“Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan membangun networking, jejaring kerjasama, sharing informasi untuk memperkuat pembangunan pertanian kita”, kata Yusral.

Karena menurut Yusral pembangunan pertanian dimulai dari petani milenial.

“Pembangunan pertanian bukan dimulai dari pejabat tapi dari teman-teman petani milenial”, sambung Yusral.

Kepala BPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa sarasehan petani milenial merupakan kesempatan bagi para peserta untuk bertukar ide dan inovasi serta menjalin kerjasama.

“Mereka akan berkumpul di Bumi Perkemahan Ragunan, saling memberikan motivasi dan semangat sehingga mampu mendongkrak agribisnis dan membangun koneksi atau jejaring kerjasama. Saya yakin dengan pertemuan tersebut mereka akan bertukar pemikiran, ide, membawa oleh-oleh berupa inovasi teknologi dalam membangun jaringan kerjasama bisnis” kata Dedi.

Hal tersebut sejalan dengan harapan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Ia menganggap generasi milenial merupakan generasi yang tanggap dan adaptif terhadap kemajuan teknologi dan memiliki daya kreativitas tinggi. Hal inilah yang menjadikan peluang bagi mereka untuk menjadi wirausaha muda di bidang pertanian semakin terbuka lebar.

“Sebanyak 85,62 persen diantara mereka merupakan pengguna internet dan berpeluang menjadi early adopter dari teknologi digital di sektor pertanian sehingga akan sangat mendukung pengembangan jejaring diantara mereka” kata Mentan SYL.

Sarasehan Petani Milenial Tahun 2022-TANI AKUR diisi oleh pameran produk unggulan pertanian dan gelar teknologi smart farming, launching program unggulan Kementerian Pertanian, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perbankan untuk pembiayaan melalui program TANI AKUR, forum diskusi program petani milenial nasional, petani, dan penyuluh, peluncuran program Agripreneurs Indonesia (GRIN), sharing session dan team building, lomba video blogging (vlog), lomba foto, dan lain-lain serta malam keakraban/pentas seni.

Digelar selama tiga hari mulai tanggal 28 hingga 30 Agustus 2022 di Bumi Perkemahan Ragunan. Jakarta Selatan.

** Nita/PPMKP

Bahagiakan Para Pejuang Negeri di Hari Kemerdekaan, Sinergi Foundation Bagikan Santunan Sembako

0

Bandung | Jurnal Bogor

Kemerdekaan merupakan salah satu hak hidup yang harus dimiliki oleh manusia. Tak terkecuali oleh para pejuang negeri yang ikut serta dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri ini.

Masih dalam momentum kemerdekaan, Sinergi Foundation berkesempatan memberikan sembako kepada para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Diberikannya sembako tersebut sebagai salah satu upaya untuk membahagiakan para veteran di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77. Sebanyak 30 paket berisi sembako dibagikan untuk para veteran di kantor nya yang berlokasi di Jalan Aceh No. 4 pada Kamis (25/08).

Hal ini juga sekaligus upaya tanggap karena kini sejumlah veteran hidupnya masih di bawah kesejahteraan. Pada penghujung usia nya mereka hidup serba berkekurangan. Hal tersebut terlihat dari sebagian para veteran yang belum memiliki rumah sendiri dan tinggal di rumah susun. Pun para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ini rata-rata berusia antara 78 hingga 88 tahun.

“Ada yang di usia senjanya masih tidak punya rumah, dan hidup berkekurangan,” tutur Djono (88), wakil ketua LVRI Bandung.

Lebih lanjut, Djono menambahkan, bahwa tujuan dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) sendiri untuk memelihara dan mengurus kesejahteraan para veteran yang tersebar di tiga puluh kecamatan yang ada di Kota Bandung. Di antara kegiatan yang dilakukan antara lain melihat kesehatan para veteran hingga ikut serta dalam mengurusi para veteran lain apabila meninggal dunia.

“Setiap kecamatan ada ketua rantingnya, pada saat ada apa-apa pasti laporan ke kantor LVRI ini, misalnya ada kekurangan, ada yang sakit atau bahkan ada yang meninggal dunia”, tambah Djono.

Veteran yang tergabung dalam LVRI dulunya berjuang di sejumlah kejadian yang berbeda. Terbagi menjadi beberapa bagian, di antaranya adalah sebagai pejuang kemerdekaan 1945, pembela Trikora, Dwikora hingga Seroja dan ditambah pejuang Anumerta.

Saat ini kegiatan yang dilakukan oleh para veteran yang tergabung dalam LVRI, selain mendapatkan kunjungan dari masyarakat ke kantor LVRI, para veteran pun kadang diundang secara langsung oleh pihak sekolah untuk menjelaskan mengenai veteran secara rinci.

Veteran sendiri merupakan pejuang tanah air yang telah memberikan jasa yang begitu besar terhadap kemerdekaan Indonesia untuk membela tanah air. Diharapkan generasi muda bisa memiliki semangat yang lebih untuk membela negeri seperti veteran dengan berbagai kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi kemaslahatan hidup.

Dalam momen kemerdekaan, Sinergi Foundation berkesempatan melalui donasi yang telah disalurkan oleh masyarakat memberikan paket santunan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepara para pejuang negeri terutama saat momen Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung.

Diharapkan kedepannya lebih banyak kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan kembali sebagai salah satu upaya untuk membahagiakan kehadiran veteran yang telah membantu kemerdekaan tanah air Indonesia.

Sinergi Foundation (SF) adalah lembaga filantropi yang mengelola dana Wakaf, Zakat, Infak-Sedekah, serta Dana Sosial lainnya melalui program inovasi sosial pemberdayaan. Sinergi Foundation berkomitmen untuk mengoptimalkan semangat kolaborasi dan potensi sumberdaya lokal menuju terwujudnya masyarakat yang mandiri, produktif dan berkarakter. 

** prast

Petani di Riau Sampaikan Pesan untuk Kementan

0

Pekanbaru | Jurnal Bogor

Petani pekebun sawit Desa Kijang Makmur Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar Provinsi Riau , Wahyu Imam Saputra menyampaikan pesan agar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Dinas dan Kementerian Pertanian selalu bersinergi untuk terus mengembangkan SDM Petani pekebun sawit secara berkesinambungan dan merata.

Wahyu Imam Saputra Petani pekebun sawit Desa KIjang Makmur Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar Provinsi Riau, menyampaikan Kesan Pesan dalam Pelatihan Administrasi dan Keuangan di Pekanbaru Riau.

” Walau bagaimanapun pohon sawit adalah tonggak sejarah  jadi kami mohon ini menjadi catatan, kami ingin petani sawit juga mendapatkan perhatian. Dan pelatihan lebih merata diberikan kepada seluruh petani, ”  pesan Wahyu, Sabtu (27/8).

Wahyu  didaulat mewakili peserta menyampaikan kesan dan pesan dalam penutupan Pelatihan Manajemen Administrasi dan Keuangan, yang digelar bersama oleh BPDPKS dan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementerian Pertanian, di Pekanbaru Riau 23 – 27 Agustus 2022  diikuti 58 petani.

Ia mengaku ilmunya bertambah setelah mengikuti materi – materi pelatihan yang diberikan.

 “ Kami merasa ilmu kami nambah, kalau diibaratkan motor tadinya 50cc, 70 cc menjadi 120cc bahkan 250cc, ” ungkap Wahyu.

Lebih jauh disampaikan setelah mengikuti pelatihan Ia menjadi lebih mencintai pekerjaannya dan berkomitmen akan bertanggung jawab secara umum untuk bisa memberikan kinerja terbaiknya dalam perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Menurutnya konsep pelatihan, fasilitator yang kompeten baik PPMKP Ciawi Bogor maupun dari Dinas Perkebunan luar biasa, tidak monoton sehingga tidak membosankan.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Provinsi Riau Sri Ambar Kusumawati menyampaikan pelatihan administrasi dan keuangan bagi petani pekebun sawit sangat penting untuk petani maupun lembaga. Setelah mengikuti pelatihan Ia berharap petani bisa mengelola keuangan dan tidak menggunakannya untuk kebutuhan konsumtif.

” Materi – materi yang disampaikan dipelatihan ini silakan diterapkan/dilakukan di KUD masing – masing. Akan sangat baik untuk kepentingan sendiri maupun lembaga, agar keuangan tidak lagi jebol, ” ujarnya.

Ia berpesan agar petani sawit menjadi contoh bagi petani lainnya. Dan untuk terus meningkatkan ekonomi, petani bisa bertanam secara tumpangsari untuk memanfaatkan waktu tunggu masa panen sawit.

Mengenai sawit Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengutarakan produksi sawit perlu diperhatikan secara serius, mengingat kebutuhan minyak dunia yang semakin meningkat.  Mentanpun  mendorong percepatan peremajaan sawit (replanting).

“Produktivitasnya tinggal 20-30 persen. Jadi kita harus segera replanting agar kita tidak kehilangan hasilnya,” ujar Mentan Syahrul.

Mengenai hal ini, kata Mentan, Presiden Joko Widodo sudah meminta semua jajaran terkait, termasuk juga pemerintah daerah agar betul-betul membantu petani yang sudah rela memotong sawitnya untuk di-replanting.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian  Dedi Nursyamsi menyatakan secara ekonomi, sawit telah berperan sebagai kontributor ekonomi utama wilayah, terutama pada 31 kabupaten dan kota di Indonesia.

** Regi/PPMKP

Sering Banjir, Kades “Ngamuk” UPT DPUPR Provinsi Langsung Turunkan Personil

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri “ngamuk” hingga turunkan personil untuk merapikan selokan atau drainase yang sudah tidak kelihatan bentuknya yang mengakibatkan banjir langganan, khususnya di GG.Pedati Desa Gunung Putri Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (29/08/22).

“Kondisi drainase seperti ini sudah puluhan tahun, dan pengaduan kepada Provinsi Jawa Barat yang punya kewajiban untuk memelihara drainase ini pun sudah puluhan kali, namun baru kali ini ditanggapi,” papar Daman Huri.

Dia meminta kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memerintahkan DPUPR Provinsi Jabar mengingat kondisi drainase yang ada di Kabupaten Bogor khususnya Desa Gunung Putri sudah sangat buruk dan memprihatinkan.

“Pemerintah jangan diam. Kami Pemdes pun ikut bergerak dengan menegur perusahaan-perusaaan yang menggunakan drainase ini menjadi jalan pintu masuk menuju perusahaanya agar digantikan salurannya, karena yang merasakan banjir bukan Pemprov tapi warga kami yang pasti akan mengeluhkannya kepada kepala desa ” papar A Heri biasa disapa.

Dia melihat pemeliharaan hanya dilakukan pencabutan rumput saja sepanjang jalan, itupun rumputnya tidak dirapikan atau diangkut hanya ditinggalkan di lokasi yang mereka membersihkan. “Apa memang seperti itu cara kerjanya. Pemdes siap turun jika memang diperlukan armada untuk mengangkut, tapi jangan dibiarkan begini, tumpukan rumput dan sampah sehingga mengakibatkan saluran air tersendat dan berbalik, parahnya drainase sudah tertutup tanah tidak berbentuk karena luput dari pemeliharaan ” ujar A Heri geram.

Ditempat yang sama disampaikan UPT Pemeliharaan Jalan DPUPR Provinsi Jabar Asep Gumilang mengatakan, pemeliharaan dilakukan setiap hari oleh mandor-mandor di titik lokasi yang di tentukan. “Setiap hari ada kegiatan pemeliharaan, dan setiap mandor itu punya kewajiban 10 KM untuk melakukan pemeliharaan jalan dan drainase atau saluran,” ujar Asep.

Menurutnya, memang ada kendala di armada hingga mengakibatkan pemeliharaan drainse tidak optimal. “Kami kendala di armada yang terbatas, makanya tidak bisa kerja buru-buru,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, saat ini pihaknya sedang fokus kepada pemeliharaan jalan. “Insya Allah kami minta waktu 2 Minggu untuk merapikan total saluran sehingga tidak terjadi lagi banjir di lingkungan karena ini memang kewajiban dan kewenangan kami Pemprov Jabar,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tembok Jebol, Warga GBJ 2 Minta Andalusia Tanggungjawab

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Warga Perumahan Griya Bukit Jaya 2 Desa Bojong Nangka Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor lakukan protes atas jebolnya pagar pembatas antara GBJ 2 dengan perumahan Andalusia yang berada di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri,  Senin (29/08/22).

Ketua RW 32 Perumahan Griya Bukit Jaya 2 Wahid Maskur mengatakan, jebolnya dinding pembatas yang ada di Blok C3 ini diakibatkan oleh ambruknya TPT milik Perumahan Andalusia yang berbatasan dengan GBJ 2.

“Kejadian jebolnya dinding pembatas ini kemarin sore sekitar pukul 17.00WIB, Dimana saat itu hujan deras dan kencangnya debit air sehingga TPT milik Perumahan Andalus ambruk dan mengenai tembok pembatas Perumahan GBJ 2,  akibatnya rumah warga kebanjiran hingga kearea dalam rumah,” papar Wahid kepada Jurnal Bogor, Senin (29/08/22).

Menurutnya, kejadian ini bukan baru pertama kali, sebelumnya terjadi di Blok A dimana tembok disana yang lebih dari 1 meter mengenai salah satu rumah warga dan 1 unit mobilnya. “Kami sudah laporkan ini kepada pihak developer dan memang ada pergantian saat pagar pembatas ini jebol, tapi kami mengharapkan ada upaya perbaikan pada saluran air agar hal serupa tidak terjadi lagi,” papar Wahid.

Dia berharap pihak Developer Perumahan Andalusia untuk memperlebar saluran ini, sehingga tidak terjadi hal serupa apalagi ini musim penghujan. “Kami was-was jika hujan turun, seperti ada air bah, harusnya jika ini saluran dilebarkan atau dibuat u-dict agar lebih safety, dan untuk TPT Perumahan Andalusia agar dipikirkan safety juga mengingat Perumahan GBJ lebih rendah dari Perumahan Andalusia,” ujarnya.

Menurutnya, warga melalui pihak Developer Perumahan GBJ sudah melayangkan surat kepada Perumahan Andalusia. “Jika tidak direspons untuk dicarikan solusi kami akan buat aksi yang lebih dari ini, karena dampak dari jebolnya dinding pembatas ini sangat merugikan kami,” ancamnya.

Ditempat yang sama disampaikan Muji, warga GBJ yang terkena dampak langsung dari robohnya dinding pembatas. ” Jam 5 sore itu saya kaget karena ada suara gemuruh gak taunya dinding jebol dan gak lama kemudian air masuk sampai kedalam rumah saya dan rumah sebelah,” ungkapnya.

Selain itu, akibat dari jebolnya tembok pembatas yang berada persis di depan rumahnya mengakibatkan kendaraan roda 4 tertimpa arkon sehingga lecet pada bagian belakang mobil. “Sejauh ini belum ada pergantian dari pihak Perumahan Andalusia, tapi yang saya inginkan ada upaya atau solusi supaya hal serupa tidak terjadi lagi, secara tekhnis bangunan ini sudah tidak tepat,” cetusnya.

Dia bersama warga lain berharap ada upaya permanen yang dilakukan oleh pihak Perumahan Andalusi bukan hanya pergantian ketika musibah terjadi, ” jika memang ini untuk saluran tolong dibuat u-dict dan diperdalam agar air tidak tumpah ke perumahan kami, mengingat kondisi perumahan GBJ lebih rendah dari Perumahan Andalusia,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Belum Setahun, Jalan Beton Depan Kantor Desa Sukaraksa Retak

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Jalan Beton yang berada tepat di depan Kantor Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan. Padahal, jalan tersebut belum genap setahun rampung dibangun dan digunakan oleh masyarakat. Beton jalan tersebut mengalami ambles dan terdapat patahan-patahan di beberapa bagian.

“Ngeri (takut) kejeblos, ini belum lama tapi selalu ada perubahan mulai dari awalnya retak-retak biasa, sampai sekarang jalan nya sudah melengkung,” ujar warga sekitar, Jennal Abidin (30), Minggu (28/8).

Dari penuturan Jennal, jalan penghubung antar Desa Cigudeg dan Desa Sukajaya kerap dilewati oleh kendaraan dengan beban yang berat.

“Soalnya ini kan baru nih di benerin, tapi sekarang kondisi jalan nya sekarang sudah melengkung karena bawah nya sudah amblas seharusnya di pinggirnya ini di kasih TPT soalnya takut ambrol juga sih ini jalannya,” katanya.

Dengan begitu, dirinya berharap segera ada tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut sebelum memakan korban. “Saya sih berharap jalan ini segera di perbaiki soalnya takut sewaktu-waktu ambrol karena tidak adanya TPT,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua BPD Sukaraksa, Juweni menyebut bahwa setiap kali turun hujan keretakan di jalan tersebut semakin hari semakin membesar.

“Itu sudah ada lima retakan, di atas di bawah dan di tengah-tengah, khawatir kalau ada mobil dengan beban berat itu akan amblas sebab tanah di bibir jalan tersebut sudah ambles jadi khawatir patah dan jalan akses menuju Sukajaya akan terputus,” tukasnya.

** Andres

Pembangunan Drainase di Pasar Cigombong Dikeluhkan Warga

0

Cigombong|Jurnal Bogor

Proyek pembangunan drainase jalan lingkungan di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong yang dilaksanakan CV Rizky Alief Putra, dikeluhkan pengguna jalan. Sebab, bahan material proyek yang bersumber dana dari APBD Kabupaten Bogor sebesar 900 juta tersebut, menghalangi jalan warga yang akan menuju Desa Tugu Jaya Kecamatan Cigombong.

Erna, warga Desa Tugu Jaya mengatakan, saat adanya proyek pembangunan drainase, biaya ongkos saat belanja ke Pasar Cigombong menjadi bertambah. Hal itu terjadi, karena akses dari rumah menuju pasar yang biasanya tidak harus melintasi Jalan Raya Sukabumi-Bogor, saat ini terpaksa harus melintas. 

 “Jalan yang biasa saya lewati, banyak bahan material proyek. Jadi tidak bisa dilewati kendaraan,” ungkapnya kepada wartawan usai belanja di Pasar Cigombong, Senin (29/8).

Padahal, lanjutnya, jalan yang sekarang drainase nya sedang diperbaiki oleh pihak ketiga, tidak harus dilakukan penutupan. Sehingga warga masih bisa menggunakan jalan tersebut untuk beraktivitas. 

 “Tinggal bahan material proyek nya digeser saja. Jangan disimpan ditengah-tengah jalan,” ujar Erna.

Ibu dua anak yang membuka usaha kelontongan di Kampung Citugu itu mengungkapkan, hampir semua warga Desa Tugu Jaya menggunakan jalan lingkar ini saat berbelanja ke Pasar Cigombong, baik untuk berjualan lagi maupun kebutuhan rumah tangga.

“Makanya warga lebih memilih menggunakan jalan tembus ini saat ke Pasar Cigombong, karena jaraknya lebih dekat dan menghemat ongkos,” ujar Erna.

Erna berharap, pelaksana proyek dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor itu, tidak harus melakukan penutupan akses jalan lingkar dari Pasar Cigombong ke Desa Tugu Jaya, dengan membiarkan bahana material ditengah jalan. 

 “Biar kami dan warga lainnya tetap bisa lewat tanpa harus memutar Jalan Raya Sukabumi-Bogor,” imbuhnya.

Sementara, pihak pelaksana proyek pembangunan drainase CV Rizky Alief Putra saat akan dikonfirmasi, sedang tidak ada di tempat. Bahkan, di lokasi proyek pun sama sekali tidak ada para pekerja melakukan aktivitas kegiatan pembangunan. 

** Deny