26.3 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 828

TPT Empang Ambruk, Tanjakan BTM Ditutup

0

JURNAL INSPIRASI – Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Rabu (12/10), membuat bencana longsor kembali terjadi. Kali ini terjadi di seberang Bogor Trade Mall, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah.

Alhasil, sebagian akses jalan tanjakan Empang tertutup tanah dan pohon akibat longsornya Tembok Penahan Tanah (TPT) pada pukul 16.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Theofilo Patrocinio mengatakan bahwa intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kota Bogor menyebabkan TPT di kawasan tanjakan BTM longsor dan menyebabkan pohon tumbang.

“Iya benar, saat ini petugas sudah meluncur ke lokasi,” ujar Theo kepada wartawan, Rabu (12/10).

Berdasarkan pantauan, arus lalu lintas sempat tersendat akibat peristiwa itu.** Fredy Kristianto

Implementasi Kurikulum Merdeka

0

Pemerintah berencana menerapkan Kurikulum Merdeka di semua jenjang pendidikan pada tahun 2004. Saat ini prototipe kurikulum tersebut sudah diujicobakan di 2.500 sekolah. Tahun ini kurikulum itu telah diterapkan di sekolah-sekolah penggerak di setiap kota dan kabupaten. Sekolah penggerak inilah yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikannya nanti.
Menurut Mendikbudristek, Nadiem Makarim, Kurikulum Merdeka merupakan sebuah konsep

pembelajaran yang bertujuan mendalami dan mengembangkan minat serta bakat masing-masing anak. Ia mencontohkan, dua siswa di kelas yang sama, bahkan di keluarga yang sama,  bisa jadi memiliki minat yang berbeda. “Sebagai orangtua kita tidak bisa memaksakan anak yang menyukai seni, untuk belajar computer secara mendalam. Begitupun sebaliknya,” kata Nadiem. Jadi kurikulum ini dirancang untuk memprioritaskan kebutuhan anak sebagai pelajar yang sedang mempersiapkan masa depan kehidupannya.

Lalu bagaimana mengimplementasikan kurikulum ini pada kegiatan belajar dan mengajar di sekolah?  Pada dasarnya sekolah diberi pilihan untuk menyusun kurikulum dan metoda belajar dan mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kelak dalam prakteknya nanti para siswa akan dilibatkan pada projek-projek pembelajaran, yang memungkinkan mereka memilih kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Di dalam projek pembelajaran itulah, setiap siswa akan mempelajari berbagai mata pelajaran hingga mencapai standar capaiannya.

SMP Negeri I Kota Bogor, merupakan salah satu sekolah yang ditetapkan menjadi sekolah penggerak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Bogor. Menurut Dedi Husnaeni, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri1  Kota Bogor, pihaknya telah menetapkan sebagai sekolah yang sudah berada di fase Mandiri Berbagi. Artinya, SMP Negeri I Bogor sudah dan akan terus mengembangkan kurikulum secara mandiri dan kelak akan  membagikan kepada sekolah lain yang memerlukan.
“Pada kurikulum ini, inisiatif dan kreativitas metode pembelajaran berasal dari kami selaku para guru,” jelas Dedi. Namun demikian modul-modul pembelajaran, masih bisa diperoleh dari kementrian. Di samping itu sebagai salah sau sekolah penggerak, “ Kami sudah menyiapkan guru-guru penggerak, yang sudah mengikuti pelatihan penerapan kurikulum merdeka,” tambahnya. Mereka telah mengikuti berbagai pelatihan yang juga difasilitasi oleh Komite Sekolah.

Secara teknis, saat ini kurikulum merdeka baru diterapkan pada siswa kelas 7. Sedangkan terhadap siswa kelas 8 dan 9, masih diterapkan kurikulum 2013. Di dalam prakteknya, para siswa kelas 7 akan dilibatkan pada projek-projek pembelajaran dan para siswa diperkenankan untuk memilih kegiatan sesuai minatnya masing-masing. Kegiatan ini seperti tambahan di luar kegiatan pembelajaran akademis biasa.
Saat ini ada 3 projek kegiatan yang dilaksanakan. Masing-masing dengan tema Demokrasi, tema Kearifan Lokal serta Tema Gerak dan Tari. “Pada tema kearifan lokal, kami pilih aspek kuliner lokal untuk dipelajari dan dipraktekan oleh para siswa dan pada tema Demokrasi kami terapkan dalam bentuk pemilihan OSIS,” lanjut Dedi. Di dalam kegiatan inilah ada proses pembelajaran terhadap beberapa materi ajar.

Hal itu diperoleh karena pada setiap kegiatan, para siswa dapat  langsung menerapkan materi-materi pembelajaran, seperti bahasa, matematika dan sebagainya. Dengan demikian pengetahuan siswa diperoleh langsung dari pengalaman praktek. Di dalam ragam kegiatan yang diselenggarakan, terbuka pula peluang bagi para orangtua siswa untuk menjadi guru tamu. Mereka bisa membagi pengalaman bidang kerja atau profesi masing-masing kepada para siswa. Sekaligus hal ini menguatkan kolaborasi antara pihak sekolah dengan para orangtua dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.


Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, maka pada beberapa mata pelajaran, jam kegiatan belajarnya dikurangi masing-masing 1 jam. Jam-jam itulah yang kemudian diakumulasi dalam seminggu untuk dipakai melaksanakan projek-projek pembelajaran. Sedangkan untuk kegiatannya, para siswa diarahkan menentukan pilihannya berdasarkan peminatan masing-masing. Minat dan bakat siswa sebelumnya diketahui berdasarkan hasil tes diagnostik.


Terakhir, seluruh capaian pembelajaran akan dievaluasi dan hasilnya disampaikan dalam dua jenis rapot. Pertama rapot dalam bentuk nilai-nilai untuk hasil pembelajaran akademis. Kedua rapot yang disajikan dalam bentuk narasi kualitatif untuk melaporkan pencapaian siswa pada bidang kegiatan yang telah diikutinya.
Walhasil, kurikulum merdeka membuka peluang bagi setiap invidu siswa untuk memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan diri sesuai minat dan bakat masing-masing. Metode ini adalah cerminan pemahaman, bahwasanya setiap individu anak adalah manusia istimewa dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Mereka perlu dididik, diajar, dibimbing dan diarahkan supaya bisa berkembang sesuai minat dan bakat yang melekat pada dirinya masing-masing. (Advertorial)

Pemerintahan Desa Nambo Adakan Sedekah Bumi 2022

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Desa Nambo mengadakan sedekah bumi yang merupakan tradisi turun temurun sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas hasil bumi yang diberikan oleh Allah SWT. Kegiatan sedekah bumi digelar di pelataran Kantor Desa Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (12/10).

Kepala Desa Nambo Nanang

Adapun tradisi yang biasa dilakukan dalam acara sedekah bumi ialah mengumpulkan hasil bumi seperti buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran, yang dihasilkan di Desa Nambo, dengan diiringi musik jaipong dan tradisional serta kegiatan saweran.

Kepala Desa Nambo Nanang mengatakan, kegiatan sedekah bumi ini merupakan wujud rasa syukur akan hasil bumi yang dihasilkan oleh warga Desa Nambo, mengingat masih ada sebagian warga yang bergantung pada hasil bumi dan tani.

“Rangkaian kegiatan ini diawali pasti dengan doa, dan kita juga hidangkan di tengah-tengah acara semua jenis hasil bumi yang dihasilkan Desa Nambo,” ucap Nanang kepada Jurnal Bogor, Rabu (12/10).

Menurutnya, bahan pokok yang kita makan itu merupakan hasil bumi dan nikmat dari Allah, selain memang menjadi tradisi tahunan kegiatan heleran sedekah bumi ini untuk memperkenalkan kepada para penerus anak dan cucu yang harus menjaga alam.

“Sumber Daya Alam kita sangat bagus dan tanah kita juga subur, hanya saja seiring berjalannya waktu lahan di daerah habis oleh industri dan pembanguan,” paparnya.

Dia berharap kegiatan sedekah bumi ini selain memang sudah menjadi budaya nenek moyang bisa sekaligus dijadikan ajang silaturahmi antar warga Desa Nambo, karena kegiatan heleran sedekah bumi ini dihadiri oleh semua warga Desa Nambo tumpah untuk menyaksikan kegiatan ini.

“Semoga acara ini jadi berkah, khusunya untuk Pemerintah Desa Nambo, umumnya untuk seluruh warga Desa Nambo,” pungkasnya. 

Ditempat yang sama disampaikan Asnah, warga Nambo. Dia senang dan bersyukur bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan sedekah bumi ini.

 Waktu saya kecil kegiatan sedekah bumi ini menjadi kegiatan rutin, dan alhamdulilah masih bisa dikembangkan sampai saat ini, karena sedekah bumi ini merupakan wujud rasa syukur kita kepada sang pencipta akan bumi yang bisa menghasilkan untuk kebutuhan pokok kita sehari-hari,” ujarnya.

** Nay Nur’ain

12 Desa Binaan PT Indocement TBK Dilatih Jadi Desa Tangguh Bencana

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

PT Indocement melalui program CSR melaksanakan pelatihan Desa Tangguh Bencana yang bekerjasama dengan DPMD Kabupaten Bogor dan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) di Situ Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (11/10/22). Dalam kegiatan ini diikuti oleh 12 desa yang menjadi desa binaan PT Indocement.

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri menyampaikan, Pemerintahan Desa mengucapkan terima kasih atas partisipasi PT Indocement yang sudah menggelar pelatihan di Desa Gunung Putri.

“Semoga pelatihan Desa Tangguh Bencana ini bisa berguna bagi semua yang mengikuti pelatihan bersama ini, berharap apa yang sudah didapatkan bisa digunakan saat emergency di wilayah kita masing-masing,” ucap Daman Huri kepada Jurnal Bogor, Rabu (12/09).

Dalam hal ini dia juga menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk peningkatan kapasitas ketika menghadapi bencana alam, yang mana akan terjadi bencana semua orang tidak akan mengetahui kapan bencana itu akan datang.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan relawan yang sudah menyempatkan waktunya untuk melakukan kegiatan ini, mudah-mudahan kedepannya rekan-rekan semua bisa menjadi garda terdepan disaat wilayah kita terjadi bencana yang tidak diduga duga,” ujarnya.

Selanjutnya, Supandi perwakilan CSR PT. ndocement mengatakan, kegiatan pelatihan yang diikuti 12 desa binaan PT Indocement ini untuk menjadikan Desa Tangguh Bencana.

“Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar, semoga pelatihan yang diadakan ini bisa membuat masing-masing desa menjadi Desa Tangguh Bencana di wilayahnya,” harap Supandi.

Selebihnya dia juga menyampaikan, terimakasih kepada Pemerintahan Desa Gunung Putri yang sudah memfasilitasi tempat untuk latihan ini, sekaligus menjadi tuan rumah dari salah satu desa binaan.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa membantu program-program desa binaan sekitar, yang mana desa binaan ini bisa menjadikan mitra untuk perusahaan lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Ditempat yang sama disampaikan Capung, selaku pengisi materi lapangan berharap dengan digelarnya acara pelatihan dalam menghadapi bencana ini mudah mudahan bisa dijadikan komunikasi yang baik.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi pintu untuk kedepanya agar bisa menjadikan komunikasi yang lebih baik untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Ubah Mindset Generasi Bangsa, Kuliah Perdana IAIB Resmi Dibuka

0

Nanggung l Jurna Bogor

Ketua Yayasan Cendikia Muslim H Usep Nukliri memberikan sambutan saat membuka perkuliahan perdana di kampus Institut Agama Islam Bogor (IAIB).

Kampus IAIB yang berlokasi di kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor secara resmi dibuka.

Dalam sambutannya H. Usep Nukliri  mengatakan, kuliah perdana mahasiswa baru IAIB angkatan pertama tahun akademik 2022 -2023 yang dibuka baru baru ini untuk mengubah mindset sebuah perkembangan.

“Lahirnya Institut Agama Islam Bogor merupakan wujud cita-citanya untuk menjawab tantangan yang ada di Kabupaten Bogor guna membangun Sumber Daya Manusia (SDM) lebih baik kedepan,” kata Usep dalam sambutannya.

Usep Nukliri salah satu pendiri sekolah  SMP SMK Yayasan Cendikia Muslim yang juga sebagai Rektor Institut Agama Islam Bogor didampingi wakil Rektor I Awaludin, segenap tamu undangan yang hadir  diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali pembukaan perkuliahan perdana di Kampus IAIB tersebut.

Menurutnya, sebuah perkembangan akan muncul tatkala pemuda mengubah mindset, dan ini terjadi pada 16 Oktober 1905 dengan berdirinya Syarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Surakarta. Terilhami oleh hal tersebut yang lahir dari sebuah proses dari diri sendiri untuk sebuah kemajuan.

“Maka itu, berdirilah Institut Agama Islam Bogor yang memiliki motivasi kedepan dimana hak semua warga negara untuk menerima pendidikan yang merata dan berkeadilan,” paparnya.

Pernyataan pendirian Institut Agama Islam Bogor ini selaras dengan program Pemda Kabupaten Bogor yakni Panca Karsa yakni diantaranya Karsa adalah Cerdas guna mencetak pemuda-pemudi unggul, mandiri, berkarakter, dan berkualitas. 

** Arip Ekon

Rawan Longsor, Masyarakat Diminta Tidak Mendirikan Bangunan Diatas TPT

0

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta kepada perangkat daerah terkait dan aparatur wilayah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak ada lagi yang mendirikan bangunan diatas Tembok Penahan Tanah (TPT) mengingat konstruksinya tidak cukup kuat untuk menopangnya.

Sebab, kurun tiga bulan terakhir kata Dedie, ada 13 TPT yang mengalami longsor, antara lain disebabkan karena beban dari tiang pondasi rumah berada persis di atas TPT.

“Di Kota Bogor tidak sedikit masyarakat tanpa rasa peduli memancangkan tiang pondasi rumah diatas TPT,” katanya saat penanaman pohon bersama Komunitas Bogor Hejo di Rusunawa Cibuluh, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (12/10/2022).

Di sisi lain, perubahan kondisi cuaca yang terjadi tidak hanya di Kota Bogor, tetapi secara global tidak disadari oleh masyarakat bahwa efek dari penggunaan energi fosil ternyata mempercepat proses pemanasan global. Masyarakat terkesan cuek dan usaha penanam pohon untuk mencegah seolah-olah dianggap tidak ada manfaat sama sekali.

“Kalau kita lihat saat ini dunia sedang berusaha untuk mencegah kenaikan suhu bumi 2 derajat dalam lima tahun ke depan. Jika dibayangkan kenaikan suhu bumi sebesar 2 derajat, artinya akan mencairkan kutub utara dan kutub selatan. Memakai bahan bakar fosil, membuang sampah sembarangan, kemudian penebangan pohon yang semena-mena serta lainnya, melalui penanaman pohon kita berusaha bersama-sama agar tidak terjadi musibah atau bencana,” papar Dedie.

Untuk itu, kata dia, banyak hal-hal yang masih harus dilakukan untuk memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat. Termasuk salah satunya kegiatan menanam pohon sebanyak-banyaknya untuk mengimbangi pemanasan global.

“Kondisi di masyarakat yang terlihat tidak terlalu peduli dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Salah satunya masyarakat yang tinggal di area yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, seperti bantaran atau tebing-tebing,” sebutnya.

Ketua Bogor Hejo, Amelia Dian menjelaskan, komunitas Bogor Hejo sejak tahun 2016 turun ke wilayah melaksanakan kegiatan dan beberapa saat sempat vakum, khususnya saat masa pandemi Covid-19.

Penanaman pohon yang dilakukan tidak terlepas dari kepedulian dan keprihatinan Bogor Hejo, khususnya atas bencana yang terjadi seperti tanah longsor dan banjir di musim penghujan.

“Kami tim Bogor Hejo melakukan penanaman pohon buah, selain untuk memberikan edukasi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga mengajak masyarakat untuk memelihara pohon-pohonnya sehingga ke depan jika menghasilkan buahnya bisa dinikmati masyarakat sekitar,” kata Amelia Dian.

Dalam penanaman tersebut ada 10 pohon buah yang ditanam, diantaranya pohon matoa, sirsak, mangga, bisbul, plam dan lainnya.

Turut hadir menanam pohon, diantaranya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah dan jajaran serta Kepala UPTD Rumah Susun Kota Bogor, Ilham.** Fredy Kristianto

Empat Pebasket Kabupaten Bogor Perkuat Kontingen Jabar di Pra Popnas 2022

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Perbasi Kabupaten Bogor kembali mempertahankan tradisi positifnya dengan meloloskan empat atlet terbaiknya masuk dalam skuad basket Jawa Barat di ajang Pra Popnas 2022 di Lampung.

Pelaksanaan Pra Popnas yang akan diikuti empat pebasket andalan Kabupaten Bogor itu akan berlangsung dari tanggal 13 sampai 20 Oktober 2022

Pelatih basket Kabupaten Bogor, Mabrury Wijaya mengatakan, sangat senang dengan adanya wakil Kabupaten Bogor memperkuat Jabar di Pra Popnas 2022

Mudah mudahan, kata Mabrury empat pebasket yang jadi siswa SMAN 3 Cibinong ini akan membawa Jabar lolos ke Popnas 2023 di Sumsel

” Saya bangga cabor basker kembali mengiriimkan duta terbaiknya untuk jadi bagian dalam Kontingen Jabar Pra Popnas 2022,” tegas Mabrury Wijaya, Rabu, 12 Oktober 2022

Sementara itu, Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP berharap semua atlet dari Kabupaten Bogor yang akan membela Jawa Barat pada Pra Popnad nanti harus bisa memberikan sumbangsih terbaiknya .

” Saya ingin semua atlet pelajar dari Kabupaten Bogor ini bisa lollos dari fase Pra Popnas dan bisa tampil pada ajang Popnas 2023 mendatang,” tegas Asnan AP

Asnan AP melanjutkan, 17 atlet asal Kabupaten Bogor punya potensi untuk kembali jadi bagian Kontingen Jawa Barat pada Popnas 2023 di Sumsel.

Disaming itu, kata Asnan AP, para atlet yang akan ambil bagian dalam Pra Popnas 2022 ini semuanya akan kembali tampil pada ajang Porda Jabar 2022.

Nama Atlet Basket Kabupaten Bogor dalam Kontingen Jabar di Pra Popnas 2022 :

  1. Bunga Ratna Ningtyas ( Basket)
  2. Kayla Fakhira ( Basket)
    3.Lubina Hafiz ( Basket)
  3. Keisha Restu Maulida ( Basket)

** asep syahmid

Tragedi Gang Kepatihan, Pemkot Sampaikan Belasungkawa

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengunjungi lokasi bencana longsor di Gang Kepatihan, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (11/10) malam. Lokasi ini, menjadi salah satu lokasi bencana yang terparah yang terjadi di Kota Bogor akibat cuaca ekstrem.

Di lokasi itu pula, sementara ada 20 korban yang diantaranya 9 orang tertimbun dan selamat, serta 1 orang meninggal dunia. Korban jiwa tersebut merupakan salah satu anggota kepolisian dari Polsek Bogor Tengah.

“Hasil inventarisir dari tim BPBD, Damkar maupun dari Tagana tercatat ada 20 nama dalam dua shift pemancingan di lokasi longsor tersebut. Pertama jam 14.00 dan shift jam 16.00. Total 20 nama ini semuanya sudah dapat dilacak keberadaannya. Dimana korban luka berat ada dua orang dan satu orang meninggal dunia atas nama Pak Jefri,” urai Dedie.

Evakuasi dan pencarian korban lainnya di bencana longsor Gang Kepatihan berlangsung sedari sore dan dihentikan sekitar pukul 22.00 WIB. Namun Dedie mengatakan, jika ada informasi lanjutan mengenai korban yang kemungkinan masih tertimbun, petugas segera menindaklanjuti.

“Jadi kalau nanti besok ternyata masih ada inventarisir dari kendaraan bermotor misalnya yang ditinggal dan belum diambil nanti akan kita lacak apakah ini juga termasuk korban yang tertimbun. Tetapi sejauh ini dari saksi mata dan dari pengelola pemancingan, kemudian juga dari pengurus RT RW dan saksi yang lain menyebutkan semuanya sudah terevakuasi,” sahut Dedie.

Dalam kesempatan itu, Dedie juga menyampaikan kepada masyarakat, memang dalam fenomena cuaca ekstrem yang dihadapi sekarang perlu ada kehati-hati yang tinggi dan kewaspadaan. Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) fenomena cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung sampai dengan bulan April 2023.

Sementara Bogor yang selama ini langganan untuk curah hujan yang tinggi, tanah longsor, pergerakan tanah, pohon tumbang, banjir lintasan dan banjir ini pun harus mendapatkan perhatian lebih.

“Dampak sejak bulan Juli sampai dengan hari ini ada sekitar 500-an kepala keluarga yang terdampak langsung (cuaca ekstrem). Kemudian juga ada beberapa kerusakan infrastruktur baik sedang maupun berat. Ditambah juga korban dari rumah warga yang terkena longsor maupun pergerakan tanah dan banjir,” paparnya.

Sehingga, sambung Dedie, situasi saat ini harus disikapi dengan kewaspadaan yang tinggi. Masyarakat juga diminta memahami jika dalam situasi hujan dengan intensitas tinggi. Apalagi lokasi masyarakat yang berada di tebingan cukup curam.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui BPBD juga sudah ditugaskan untuk terus memonitor titik – titik rawan bencana. Tentu dibantu oleh instansi lainnya seperti TNI dan Polri.

“Untuk para korban, Pemkot Bogor mengucapkan belasungkawa sebesar – besarnya. Termasuk untuk meninggalnya satu orang anggota Polri Babinsa dari Bogor Tengah yang menjadi korban tanah longsor pada sore hari ini. Mudah-mudahan beliau diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.** Fredy Kristianto

Pemkot Bogor Pasang Barrier Beton di TKP Pemotor Tercebur

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan antisipasi agar peristiwa terseretnya pengendara motor di Jalan Dadali karena banjir lintasan yang terjadi, Selasa (11/10) sore, tak terulang kembali.

Saat ini Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap pengendara motor yang terseret arus air.

Saat bersamaan, sebagai langkah antisipasi karena kondisi cuaca sudah mulai mendung, Dishub Kota Bogor memasang barrier beton di lokasi kejadian.

Ada lima barrier beton yang dipasang diatas trotoar sebagai langkah antisipasi.

“Beton barrier ini sebagai upaya kita. Melihat kemarin kejadian tersebut tentunya kami dari Dishub amat menyesalkan kejadian itu. Tentunya turut berduka atas kejadian tersebut dan saya berharap semoga pengendara lekas ditemukan dan peristiwa serupa tidak terulang kembali,” Kata Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo dilokasi, Rabu (12/10/2022).

Selanjutnya kata Eko, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR untuk memperbaiki sarana prasarana dan Dishub Kota Bogor menyiapkan rambu-rambu.

“Akan kita upayakan pemasangan tersebut, sehingga bila terjadi arus deras akibat banjir seperti yang terjadi kemarin, itu dapat menahan masyarakat sehingga tidak langsung terjatuh. Kita juga akan pasang rambu peringatan berjarak 50 m diatas, warning light. Akan kita buatkan itu,” katanya.** Fredy Kristianto

Keluarga Pemotor: Biasanya Adzra tak Pernah Lewat Dadali

0

JURNAL INSPIRASI – Keluarga pemotor yang tercebur goron-gorong di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal mengatakan bahwa Adzra tak pernah lewat tempat kejadian perkara (TKP).

“Jadi biasanya, dia lewat Kebon Pedes bersama teman-temannya dan temannnya juga bingung kenapa dia lewat Dadali. “Mungkin saat itu dia menduga jalan nggak banjir,” kata Bibi korban, Rasminah kepada wartawan, Rabu (12/10).

Kata dia, berdasarkan keterangan rekan korban, tas dan handphone korban ditaruh di dalam baga motor.

Ia mengaku tak mendapat informasi bahwa Adzra mengalami musibah dari orang yang mengantarkan pelat nomor motornya ke rumah orangtuanya.

“Jadi ibunya telepon tidak diangkat dan di whatsap juga cuman ceklis satu. Kan infonya pas pelat itu ditemui, langsung dicari lokasi kediaman, nah kebetulan memang lokasinya ada di rumah orang tua Ara sendiri di cilebut. Kemudian ditanya juga sama sepupunya, itu plat ketemu nya dimana, kata nya orang itu ketemu di deket rumahnya dia,” jelasnya.

Sedangkan mengenai video viral itu, kata Rasminah, keluarga juga mengetahui. “Tapi sampai saat ini kami belum tonton itu, karena jika memang benar itu anaknya, kami sangat tidak tega melihat nya.
Sampai saat ini kami tidak menganggap bahwa video itu bukan saudara kami,” ucapnya.

Ia mengaku pasrah dan berharap korban segera ditemukan. “Apapun hasilnya kami sudah ikhlas menerimanya,” pungkasnya.** Fredy Kristianto