28.7 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 824

Sungai Keruh di Leuwiceuri Dikeluhkan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Diduga akibat aktivitas tambang, sungai yang berada di Kampung Leuwiceuri, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mengalami kekeruhan. Akibatnya warga tidak bisa menggunakan air sungai tersebut.

Video sungai keruh itu juga beredar di media sosial Instagram yang di-update oleh Info Bogor Barat. Dalam keterangan video, warga sekitar mengeluhkan air sungai keruh yang diduga akibat aktivitas tambang.

Warga Kampung Leuwi Ceuri mengeluh karena sungai yang mereka gunakan untuk kegiatan sehari-hari sering keruh. Salah satu warga mengaku bahwa air sungai kerap kotor. Sedangkan air sungai itu sering dipakai warga untuk mencuci dan mandi kalau sewaktu-waktu sumur surut kala musim kemarau.

“Kalo air sumur di rumah surut warga sekitar sering ke sungai untuk mandi dan mencuci kalo kotor begini saya harus kemana lagi,” kata warga.

Mereka meminta pihak berwenang mengatasi masalah air sungai karena sangat diperlukan warga.

“Kita berharap kepada pemerintah untuk bisa segera mengatasi masalah ini. Karena banyak orang sini yang pakai sungai ini,” ujarnya .

Lebih lanjut, warga berharap pihak yang diduga mengakibatkan sungai keruh, segera ditindak agar masyarakat bisa menggunakan air sungai kembali.

Hal itu dibenarkan oleh Sekjen Pemuda Pancasila PAC Cigudeg Rizky Muhammad, bahwa memang benar video yang beredar di media sosial yang menyoal air meluap yang sangat dangkal di aliran sungai tersebut.

“Jadi pada kejadian hujan mengguyur daerah Cigudeg dan sekitarnya pada Jumat kemarin cukup lumayan deras. Seiring dengan itu beredar juga di media sosial Info Bogor Barat menyoal air yang meluap dan sangat dangkal di aliran sungai yang biasa di gunakan juga oleh warga dalam aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Dia meminta agar pihak terkait menguak asal muasal sumber yang mengotori sungai itu dan untuk di tindak tegas pelaku nya, sebab itu pencemaran lingkungan. Menurut dia kejadian itu juga harus menjadi perhatian dari para wakil rakyat yang berasal dari daerah pilih wilayah tersebut.

“Mengingat adanya bisnis atau area tambang di sekitar lokasi harusnya meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan untuk mencemari lingkungan. Kalo begitu kan amdal nya perlu di pertanyakan,” tukasnya.

Andres

Cegah Panic Buying Polsek Gunung Putri Survei Pom Bensin

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pasca pengumuman kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/22) pukul.14.30 WiB, Polsek Gunung Putri memonitoring kesediaan BBM dan pengamanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat mengatakan,  pasca pengumuman kenaikan harga BBM, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin,SH.,M.H memerintahkan para Kapolsek untuk melaksanakan  monitoring ketersediaan BBM dan pengamanan di SPBU di wilayah Kecamatan Gunung Putri.

“Ya hari ini pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, Kapolres Bogor memerintahkan seluruh Kapolsek agar monitoring seluruh kesediaan BBM dan pengaman,” ujar Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat kepada Bogor Jurnal Bogor, Sabtu (3/9/22).

Ia juga memaparkan, situasi secara umum aktivitas pelayanan SPBU di wilayah hukum Polsek Gunung Putri dapat berjalan aman dan kondusif. Kegiatan  Pengamanan yang dilaksanakan menjaga  ketertiban antrian dan mencegah adanya panic buying.

“Alhamdulillah situasi antrean di semua SPBU berjalan dengan lancar dan tertib dan tidak ada antrean yang panjang,” papar Bayu mantan Kapolsek Cibinong.

Sekedar diketahui, SPBU yang ada di Kecamatan Gunung sebanyak terletak di Karanggan SPBU 3416939, SPBU 3416801, Tlajung Udik SPBU Shell 3316901 Desa Bojong Nangka, SPBU 34-16940 SPBU Mini Bojong Nangka, SPBU  3416925 Desa wanaherang, SPBU 34.16914 Desa Nagrak, SPBU 3416929, SPBU 3416936, Shell Desa Gunung Putri, SPBU 341616927 Desa Cikeas Udik, SPBU 3416923 Desa Bojongkulur, dan SPBU 34-16928 Desa Ciangsana 

Dafatr Harga Baru BBM Subsidi dan Non Subsidi ????????? (??? ?????di)

????  : ??. 7.650/?????

????   : ??. 10.000/?????

*????? (??? ???????) :* 

????  : ??. 5.150/?????

????   : ??. 6.800/?????

*???????? (??? ??? ???????) :* 

????  : ??. 12.500/?????

????   : ??. 14.500/?????

** Nay Nur’ain

Sabet Juara Umum, Desa Gunung Putri Kembali Bawa Piala Bergilir 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Desa (Pemdes) Gunung Putri, kembali memboyong piala bergilir Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Gunung Putri, yang digelar di Kantor Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/9/22).

Dalam perlombaan MTQ tingkat Kecamatan Gunung Putri itu diikuti oleh 10 desa. Untuk juara ke-3 jatuh kepada Desa Bojong Nangka, juara ke 2 diraih Desa Cicadas dan juara ke 1 disabet Desa Gunung Putri, yang  sekaligus menjadi juara umum tingkat Kecamatan Gunung Putri.

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri bersyukur Desa Gunung Putri berhasil menjadi juara umum tingkat Kecamatan Gunung Putri.

“Alhamdulillah ini merupakan anugerah, juga merupakan satu kewajiban kami di Desa Gunung Putri untuk bisa menampilkan yang terbaik di tingkat Kabupaten Bogor,” ucap Daman Huri kepada Jurnal Bogor

Menurutnya, persiapan mendadak saat mendapatkan informasi dari pihak Kecamatan Gunung Putri, Pemdes langsung melakukan seleksi kepada peserta yang akan ikut lomba MTQ.

“Kebetulan kami sedang mengadakan program Samadua (Satu Majlis Dua Hafiz) disana juga ada Tilawatil Qur’annya sehingga kami juga mudah untuk mendapatkan putra putri terbaik untuk tampil mengikuti MTQ tingkat Kecamatan Gunung Putri,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, pada tahun sebelumnya Desa Gunung Putri juga menjadi juara umum tingkat Kecamatan Gunung Putri.

“Tahun kemarin kita mendapatkan juara umum tingkat kecamatan, sekarang juga alhamdulillah kita masih bisa mempertahankan juara umum ini,” cetusnya 

Lebih lanjut Daman Huri juga akan mempersiapkan anak anak untuk lebih semangat lagi mengikuti ajang MTQ tingkat Kabupaten Bogor.

“Kita akan memberikan suatu yang terbaik, kita akan adakan training center secepatnya, kita akan rapat Desa dan Kecamatan Gunung Putri untuk mempersiapkan segala sesuatunya sehingga kita nantinya bisa tampil maksimal ditingkat Kabupaten Bogor,” harapnya.

Kepala Desa yang mempunyai segudang program ini, akan terus membina anak anak dalam program yang sudah dijalankan yaitu program Satu Majlis Dua Hafiz (Samadua)

“Jelas ada pembinaan, karena di kita sudah terbiasa dan ini juga hasil dari program religius Desa Gunung Putri yang memang setiap satu minggu sekali program ini tetap berjalan,” ucap A Heri biasa disapa.

Dia berharap kepada anak-anak yang mengikuti MTQ di Desa Gunung putri untuk bisa mencapai prestasi yang memuaskan.

“Saya berharap kepada anak anak tetap semangat, kemudian tetap memberikan yang terbaik untuk mengharumkan kecamatan Gunung Putri menjadi juara MTQ tingkat Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Penyesuaian Harga BBM, Polsek Cibinong Monitoring Sejumlah SPBU

0

Cibinong l Jurnal Bogor

Pasca penyesuaian harga BBM bersubsidi, jajaran Polsek Cibinong, Kabupaten Bogor menggelar monitoring ke setiap SPBU wilayah hukum Polsek Cibinong.

Kapolsek Cibinong AKP Adhimas Sriyono Putra mengatakan begitu pemerintah mengumumkan penyesuaian harga BBM, pihaknya langsung monitoring di setiap SPBU.

“Ada 12 SPBU di wilayah kami, kondisi penyesuaian harga BBM terpantau lancar,” ujar Kapolsek Cibinong AKP Adhimas, Sabtu (3/9)

Menurut Kapolsek, setelah monitoring tidak ada antrian berlebih saat pembelian BBM tersebut.

“Selama monitoring BBM berlangsung kondusif,” imbuhnya.

Sejauh ini, Adhimas menerangkan pasca penyesuaian harga baru BBM saat ini wilayahhya terpantau tertib dan kondusif dan tidak adanya reaksi maupun aksi yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas.

Seperti diketahui untuk wilayah hukum Polsek Cibinong terdapat SPBU dengan uraian, sbb :

  1. SPBU 34-1691 jalan raya Pemda Karadenan .RT 04/10 Kel Karadenan kec Cibinong kab Bogor
    Kapasitas stok akhir
  • PERTALITE : 12.031 Liter
  • PERTAMAX : 2.024 Liter
  • DEXLITE : TDK TERSEDIA
  • BIO SOLAR : 9.889Liter
    Jam operasional : 24 jam.
  1. SPBU 34-16933
    jln.tegar beriman ko cikempong RT 06/05 Kel pakansari kec Cibinong kab bogor*
  • PERTALITE : 35.661 liter
  • PERTAMAX : 26.064 liter
  • Dexlite : 14.672 liter
  • Jam Operasional : 24 jam.
  1. SPBU 34- 16906
    jalan raya Bogor KM 43 RT 02/13 Kel Pabuaran kec Cibinong kab bogor*
  • PERTALITE : 16.500 liter
  • BIO SOOLAR : 11.230 liter
  • PERTAMAX : 6.540 liter
  • DEXLITE : TDK TERSEDIA
  • Jam Operasional : 24 jam.
  1. SPBU 34-16705
    Jalan raya Cipayung pondok Rajeg RT 02/05 Kel pondok Rajeg kec Cibinong kab Bogor*
    Perttalite : 20.000 liter
    Pertamax : 6000 liter
    Dexlite. : 400 liter
  2. SPBU 34- 16930
    Jalan dadi kusmayadi Kel tengah kec Cibinong kab Bogor
    Pertalite : 44.577 liter
    Pertamax : 17.321 liter
    Pertamina Dex : 3155 liter
  3. SPBU 34- 6916
    Jalan raya Bogor km 48 Kel Nanggewer Kec Cibinong Kab Bogor
    Pertalite : 12714 liter
    Pertamax : 1701 liter
  4. SPBU 34- 16901
    Pertalite : 7226 liter
    Pertamax : 4317 liter
    Bio Solar : 13.153 liter
    P.DEX : 4012 liter
    Pertamax Turbo : 3.877 liter
  5. SPBU 34- 16803
    Jalan raya mayor oking RT 04/01 Kel Ciriung kec Cibinong kab Bogor
    Pertalite : 13.033 liter
    Pertamax : 12.290 liter
    Bio Solar : 8.657 liter
  6. SPBU 34- 16935
    Jalan raya Jakarta Bogor RT 01/02 Kel Cibinong kec Cibinong kab Bogor
    Pertalite : 16.893 liter
    Pertamax : 14.321 liter
    Bio solar : 35.332 liter
    Pertamax Turbo : 11.624 liter

10 SPBU 34- 16901
Jl raya mayor oking RT 01/01 Kel Cibinong kec Cibinong kab Bogor
Pertalite : 12.018 liter
Pertamax : 31.127 liter
Bio solar : 24.958 liter
Dexlite : 23.293 liter
Pertamax Turbo : 13.602 liter

11.SPBU 34-16934
Jalan raya cikaret Kel harapan jaya kec Cibinong kab Bogor
Pertalite : 13780 liter
Pertamax : 38.318 liter
Bio Solar : 17300 liter
Dexlite : 7.240 liter
Pertamina Dex : 1.413 liter

  1. SPBU 34- 16942
    Jalan akses GOR Pakansari RT 02/05 Kel Nanggewer mekar kec Cibinong kab Bogor
    Pertamax :18.526 liter
    Dexlite : 3068 liter
    Pertamina Dex : 1970 liter
    Pertamax Turbo : 4868 liter

B. Adapun untuk penyesuaian Harga BBM sesuai arahan pemerintah TMT 03 September 2022 jam 14.30 wib, yaitu :

  1. PL : semula Rp. 7.650 menjadi Rp. 10.000
  2. BS : semula Rp. 5.150 menjadi Rp. 6.800
  3. PX :semula Rp. 12.500 menjadi Rp. 14.500
  4. ** Arip Ekon

LMS Kementan Siap Integrasi dengan ASN Unggul LAN RI

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian melalui Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP menyambut baik inisiasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI untuk mengintegrasikan Learning Management System (LMS) yang dimilikinya dengan ASN Unggul milik LAN RI

“Puslatan menyambut baik kegiatan integrasi LMS yang di inisiasi oleh LAN, kami akan menyiapkan pelatihan tiap-tiap UPT Pelatihan untuk andil dalam ASN Unggul Multi Tenancy”, ujar Leli Nuryati, Kepala Puslatan

Disampaikan oleh Leli, nantinya setiap pelatihan UPT yang menggunakan LMSnya bisa dikoordinasikan dengan pengelola LMS puslatan, salah satunya kegiatan Bertani on Cloud (BoC).

“Syaratnya materi disesuaikan dengan program nasional Kementerian pertanian (misalkan, ketahanan pangan, perubahan iklim, pengendalian PMK, dan lain-lain)”, sambung Leli

Adapun manfaat yang diperoleh dari integrasi LMS Puslatan dengan ASN Unggul LAN RI yaitu setiap peserta yang sudah mendaftar di ASN Unggul bisa mengikuti setiap materi pembelajaran yang di munculkan di setiap tentant (LMS Kementerian/ Lembaga lain) yang sudah terintegrasi dengan ASN Unggul.

Integrasi ASN Unggul dengan beberapa link portal LMS Kementerian/Lembaga akan menjadi ASN Unggul Multi Tenancy, dimana link-link tersebut saling terintegrasi melalui SSO yang memiliki dua pengertian, yakni Single Sign On, para pengguna dapat mengakses semua aplikasi yang telah diatur oleh sistem dengan sekali login, ataupun Single Sign Out, yang berarti logout dari satu aplikasi, maka semua aplikasi yang telah diatur di sistem akan logout pula secara otomatis.

Salah satu syarat LMS yang mudah untuk diintegrasikan dengan ASN Unggul adalah LMS berbasis open sources moodle, LMS milik Puslatan Kementan termasuk di dalamnya.

Penggunaan LMS dapat mendorong efektivitas, efisiensi dan kualitas penyelenggaraan pelatihan, yang tentunya akan berdampak pada peningkatan kualitas SDM. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan peningkatan kualitas SDM pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian.

“Salah satu fokus kita adalah meningkatan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” ujar Mentan Syahrul.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menekankan pembangunan pertanian harus diawali dengan pembanguan kualitas SDM.

** Yudi/Nita PPMKP

Sukaresmi Dijadikan Kampung Ecoparian

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mengajukan anggaran untuk program Ecoparian di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanahsareal. Kini, program tersebut sedang dalam tahap proses lelang pengerjaan proyek yang diajukan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman, Kota Bogor dengan nilai pagu anggaran sekitar Rp1,3miliar.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perumkim) pada Dinas Perumkim Kota Bogor Muhamad Hutri mengatakan bahwa sesuai rencana pekerjaan fisik akan dilaksanakan pada September 2022 dengan target 100 kalender.

Sesuai perencanaan teknis wisata alam ecoriparian Sukaresmi ini dikerjakan oleh berbagai organisasi oerangkat daerah (OPD).

Setiap OPD, kata Hutri, memiliki tugas untuk ikut membangun Ecoriparian. “Bukan hanya kegiatan yang akan diintervensi oleh Perumkim saja. Kalau melihat dari dokumen itu tuh menyeluruh, misal dari pariwisata bikin apa, dari LH bikin apa, dari Dishub parkir, jadi dari setiap OPD da intervensi masing-masing. Kalau dikami lebih kepada penaganan infrastruktur khusunya di wilayah pemukiman,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut dia, dari draft perencanaan Ecoparian Sukaresmi disebutkan bahwa penataan harus sesuai zonasi rencana tata ruang wilayah Kota Bogor dan aturan garis sepadan sungai.

Hutri menuturkan bahwa penataan akan dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku. Nantinya akan ada beberapa intervensi yang dilakukan diantaranya adalah pembangunan jembatan yang menghubungkan dua kelurahan kemudian jalan stapak, jalur track di area sepadan sungai, dan beberapa pendukung lainya.

Sehingga nantinya pengunjung yang datang bisa menikmati berwisata menysuri perkampungan, perkebunan, hutan kota, dan aliran Sungai Ciliwung serta potensi UMKM di wilayah.

“Jadi memang tujuan besarnya itu disamping penataan kawasan permukiman juga pembentukan destinasi wisata di dinas Parbud juga ada konservasi disepadan sungai di Dinas Lingkungan Hidup,”katanya.

Pada tahap awal, sambungnya, OPD yang melakukan pengerjaan adalah Dinas Perumkim untuk melakukan penataan pemukiman dengan membangun jalam setapak serta saluran dan sebagainya.

Nantinya diarea pemukiman juga akan dibangun Biopori, Ecodrain dan saluran drainase.

“Iya lebih kepada penataan infrastruktur pemukiman diantaranya jalan setapak kemudian penataan saluran lingkungan, ketiga kita bikin gapura atau penanda, lebih kepada penataan diarea pmukiman,” katanya.

Sementara itu Rever Defender yang juga anggota Satgasus Naturalisasi Ciliwung Suparno Jumar berharap Ecoriparian ini  menjadi sebuah konsep pengelolaan lingkungan yang berkepanjangan.

“Dari sisi penataan pemukimannya bisa bermanfaat bagi warga sekitar, disisi lingkungannya bisa bermanfaat bagi konservasi dan kelestarian lingkungan, dri sisi potensi ekonominya bisa menjadi pemasukan bagi masyarakat dan pengunjung bisa mendapat edukasi dan wisata pelestarian lingkungan berkelanjutan,” katanya.

Dari sisi pelestarian lingkungan kata Suparno pemerintah juga bisa membuat sebuah tempat pengelolaan limbah padat maulun limbah cair sehingga pencermaran tidak terbawa hingga kawasan hulu

“Jadi ini seperti misalkan dari sisi konservasinya itu ketika ada limbah cair atau padat bisa dikelola dan langsung diselesaikan disitu ada sistem pengolahan atau filternya, sampah plastiknya juga bisa dikelola sekarang sudah banyak bangaimana mengelola sampah plastik, dan sebagainya kan,” katanya.

Dengan demikian masyarakat yang datang mendapat edukasi bagaiamana pengelolaan sampah agar tidak menjadi timbunan yang merusak alam.

Sementara dari sisi wisata pemerintah juga bisa menanfaatkan potensi yang ada pada warga sekitar seperti memvuat agrowisata dengan melinatkan warga yang memiliki perkebunan.

“Memang ini tidak bisa dikelola oleh pemerintah sendiri perlu berbarengan seperti orkestra yang menghasilkan karya yang indah. Sama ini juga harmonisasi pelestarian lingkungan dan potensi ekonomi untik alam yang berkelanjutan, jadi dari semua ini memperlihatkan aspek kebersihan, kesehatan, keamanan dan keberlanjutan lingkungan atau CHSE, cleanliness, healthy, safety dan enviroment sustainability,” pungkasnya.** Fredy Kristianto

Dewan Geram Proyek Masjid Agung tak Kunjung Rampung

0

JURNAL INSPIRASI – Komisi III DPRD Kota Bogor dibuat geram lantaran pembangunan Masjid Agung kembali meleset dari target. Seharusnya pembangunan rumah ibadah itu sudah harus mencapai 23 persen.

Namun, faktanya pembangunan lanjutan Masjid Agung hingga kini baru menyentuh 6 persen.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto mengatakan bahwa terjadi defiasi dalam pembangunan, dan hal itu tidak baik lantaran pembangunan masjid yang dilakukan sejak 2016 ini tak kunjung rampung.

“Kami berharap ada percepatan penuntasan Masjid Agung, agar sarana dan prasarana peribadatan dapat digunakan. Sangat miris dari 2016 sampai sekarang belum selesai,” ujar Iwan saat melakukan inpeksi mendadak ke Mesjid Agung, Kamis (1/9).

Iwan meminta agar dalam sebulan kedepan kondisi defiasi negatif pada Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor dapat diperbaiki oleh PT Cipta Prima Selaras.

Ia juga menyebut, ada beberapa catatan pada pelaksanaan Pembangunan Masjid Agung tahun 2022. Sebab sejak Pemerintah Kota (Pemkot) melanjutkan pengerjaan hingga saat ini ada anggaran yang dialokasikan pada penguatan struktur bangunan.

“Ini rekomendasi dari Kementerian PUPR yang ada persoalan teknis soal penguatan struktur. Jadi ada beberapa titik yang tadi kita baik di lantai 1 dan 2 dilakukan penguatan struktur,” ucapnya.

Sementara ketika ada pekerjaan penguatan pada bangunan, sambung dia, tentunya berdampak pada membengkaknya biaya yang dikeluarkan setiap tahunnya.

“Artinya ada beberapa rekomendasi dan catatan yang memang ini memakan biaya cukup besar. Kalau itung itungan kita ini salah dari awal perencanaan yang ada. Seharusnya dengan anggaran yang ada ini bisa membangun dua kali lipat nasjid sebesar ini,” paparnya.

Adapun catatan lainnya, Iwan menyebut sudah merekomendasikan kepada pelaksana proyek untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan Masjid Agung Kota Bogor.

“Makanya kita berkomitmen dengan DPUPR progres dan pelaksanaan sebulan ke depan tidak ada lagi defiasi. Mudah mudahan positif ke depannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi tak menampik masih ada pengerjaan penguatan struktur bangunan yang dilakukan pada Pembangunan Masjid Agung lanjutan.

Kata dia, penguatan struktur bangunan yang dilakukannya tak lepas dari menjalankan rekomendasi Kementerian PUPR Melalui Komite Keselamatan Bangunan Gedung dan Keselamatan Kontruksi.

“Penguatan struktur sesuai rekomendasi yang ada, dan sesuai perencanaan yang ada, kita akhirnya menyelesaikan penguatan struktur yang memang ada masalah di setiap lantai dan balokannya,” jelasnya.

Chusnul juga mengungkapkan kendala yang dihadapi sehingga terjadi defiasi minus 6 persen. Salah satunya, pekerjaan yang dilakukan tidak bisa pararel. Sehingga pelaksana proyek masih fokus menyelesaikan penguatan struktur bangunan.

“Jadi begitu dilihat banyak yang belum diperhitungnkan, rupanya masih ada juga pengerjaan penguatan struktur. Dari sisi waktu memang harus ekstra dalam bekerja. Karena ada keterlambatan waktu dalam penguatan struktur dulu, baru selesai ini di bawah baru ke atas. Atas nantinya ada pengerjaan plafon, lantai, dan sebagainya,” katanya.

Menurut Chusnul, yang terjadi pada pengerjaan pembangunan Masjid Agung tersebut merupakan imbas dari pengerjaan awal yang dilakukan pada tahun 2016,l.

“Tahun 2022 terakhir. Jadi selesai di tahun sekarang penguatan struktur. Tahun depan tinggal finishing semua,” pungkasnya.** Fredy Kristianto

Tindaklanjut Temuan BPK Baru 65 Persen

0

JURNAL INSPIRASI – Kasus temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Bogor tahun 2021, masih menjadi sorotan. Kepala Inspektorat Kota Bogor, Pupung W. Purnama akhirnya angkat bicara mengenai temuan tersebut.

Menurut dia, tindaklanjut temuan BPK di Kota Bogor sudah mencapai sekitar 65 persen, dan masih berproses sampai akhir Desember 2022. 

“Masih ada waktu untuk pengembalian itu. Nanti di evaluasi di semester dua oleh BPK, biasanya di bulan Januari. Itu evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun 2022. Jadi di evaluasi, nanti akan di lihat tindaklanjutnya seperti apa. Kalau dilihat dari tahun-tahun sebelumnya Kota Bogor ini mencapai angka 94 persen terhadap tindak lanjut rekomendasi BPK ini,” ucapnya kepada awak media usai menghadiri acara di Kejari Kota Bogor pada Kamis (1/9).

Sementara dari sisi administrasi, kata Pupung, sudah ditindaklanjuti, dan hanya tinggal pengembalian dana saja. 

“Masih berproses. Inspektorat lebih mengingatkan ke dinas untuk menagih. Jadi kami ini melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut yang dilakukan oleh dinas-dinas. Kita ingatkan dinasnya. Bahkan dilakukan tiap bulan, turun ke dinas,” jelasnya.

Disinggung soal kelebihan pembayaran yang terdapat di salah satu dinas bahkan pihak ketiga belum mengembalikan uang tersebut dari tahun-tahun sebelumnya. Pupung menegaskan, pihaknya sudah berupaya optimal kepada dinas terkait.

“Karena ini domainnya ada di dinas untuk melakukan penagihan ke penyedia jasanya. Kami hanya sebatas mengingatkan. Kami membantu mengkomunikasikan biasanya. Nah, BPK mengkroscek kembali. Kan ada aplikasi temuan oleh BPK. Jadi bisa kelihatan progres temuannya sampai dimana, di aplikasi BPK itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Chusnul Rozaqi mengatakan bahwa kelebihan pembayaran pada proyek penataan Suryakencana senilai Rp600 juta telah diselesaikan oleh pihak ketiga pada Juli lalu. Sementara untuk Masjid Agung rencananya akan dituntaskan pada bulan ini.

“Kalau untuk Suryakencana sudah selesai. Nah yang Masjid Agung, Insya Allah bulan ini (selesai),” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan temuan BPK ada lima mega proyek yang mengalami kelebihan pembayaran diantaranya kegiatan pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kota Bogor, Alun-alun Kota Bogor, Sekolah Satu Atap, Masjid Agung serta penataan Kawasan Suryakencana. 

Kelima pembangunan tersebut, dilakukan pada tahun anggaran 2021 dengan rincian kelebihan pembayaran di pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kota Bogor senilai Rp600 juta, pembangunan Alun-alun Kota Bogor senilai Rp416 juta.

Kemudian, pembangunan Sekolah Satu Atap SD dan SMP senilai Rp170 jutaan, pembangunan penataan Jalan Suryakencana senilai Rp600 juta dan pembangunan Masjid Agung senilai Rp150 juta.** Fredy Kristianto

Astagfirullah, Penyandang Disabilitas Jadi Korban Perkosaan

0

JURNAL INSPIRASI – Sungguh malang nasib GNS (13), remaja putri penyandang disabilitas ini dikabarkan menjadi korban pemerkosaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemerkosaan terjadi di kawasan Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, pada Jumat (26/8).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto membenarkan adanya kasus tersebut. Bahkan kejadian itu sudah dibuatkan dalam laporan kepolisian dengan nomor STBL/BB/988/VIII/2022/SPKT/ POLRESTABOGORKOTA/POLDAJABAR tertanggal 27 Agustus 2022.

“Iya kebetulan kami mendapat laporan kami seperti itu,” ujar Dhoni saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (1/9).

Menurut dia, polisi sudah melakukan tindaklanjut terhadap laporan tersebut. “Kami sedang melakukan proses pemeriksaan penyelidikan.Kami harus hati hati karena korban ini disabilitas. Kami harus koordinasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Kendati demikian, ia mengamu bahwa pihaknya sedikit mendapat kesulitan saat pemeriksaan. Namun, Polresta Bogor Kota berkolaborasi dan berkoordinasi untuk menggali informasi tersebut.

“Karena dilihat korban susah komunikasi. Kondisi bersangkutan seperti itu. Sampai sekarang pun kita sudah tiga hari melakukan pemeriksaan belum selesai. Sehingga kami harus koordinasi dengan dokter, orangtuanya. PPA kemudian dari kedokteran dilibatkan membantu kami
pihak keluarga,” tuturnya.

Dhoni menegaskan bahwa polisi akan memburu pelaku, dengan mengumpulkan informasi melalui penyelidikam intensif.** Fredy Kristianto

Kejari Kembalikan Dana Hasil Korupsi Kasus BOS

0

JURNAL INSPIRASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menyerahkan barang bukti uang perkara korupsi dana Bos SD se-Kota Bogor tahun 2017-2019 ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Setelah melalui tahapan hukum hingga ke Mahkamah Agung.

Diketahui, dalam perkara itu Korp Adhyaksa mampu menyelematkan uang negara sebesar Rp985.485.200.

Kepala Kejari Kota Bogor Sekti Anggraeni mengatakan, pengembalian barang bukti uang dari Kejari Kota Bogor merupakan konsekuensi hukum. Selain itu, dana tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan ini hasil kejelian dan kecermatan tim JPU yang mempelajari dan mengkaji pada saat proses di persidangan.

“Barang bukti dituntut dikembalikan kepada Pemprov Jabar dan akhirnya dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA),” ujar Sekti kepada wartawan, Kamis (1/9).

Sekti menegaskan, pengembalian yang barang bukti ini baru pertama kali dikembalikan ke kas keuangan Pemprov Jabar. Memang walaupun kerugian negara dari kasus dana BOS ini Rp12 miliar.

“Terima kasih atas penerimaan uang ini kepada Pemprov Jawa Barat dan ini merupakan apresiasi bagi kinerja para Jaksa yang menanganani kasus dana BOS ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Asisten Daerah Pemprov Jabar, Dewi Sartika, menuturkan bahwa penuntasan perkara tersebut harus diapresiasi dari mulai penuntutan hingga ke MA.

“Ini pertama kali adanya pengembalian uang hasil dari kasus yang diterima oleh kas keuangan Pemprov Jabar,” katanya.

Kata dia, tiga terpidana yang terjerat kasus dana BOS di Kota Bogor yang dikelola K3S pada tahun 2017, 2018, 2019, jumlah keseluruhan uang yang dikorupsi Rp12 miliar, dan setelah di proses dari mulai Kejari Kota Bogor hingga PN Tipikor Bandung dan MA di tingkat kasasi, maka Kejari Kota Bogor sebagai pihak yang menyimpan barang bukti Rp985.485.200, untuk mengembalikan barang bukti ke kas keuangan Pemprov Jabar.

“Dulu menang dikelola oleh Pemprov Jabar dana BOS itu, sedangkan di tahun 2022 ini, persoalan dana BOS dikelola oleh Pemkab dan Pemkot di daerah masing-masing,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus tersebut menyeret enam orang menjadi terpidana, yakni JR Risnanto yang merupakan penyedia jasa selama 7 tahun berdasarkan Pasal 3 Undang Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi.

Sementara lima dari enam Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), yakni Taufik Hermawan, H Basor, M Wahyu, Dedi S, Dede M Ilyas Dan Subadri selama 3 tahun. Sedangkan Gunarto divonis 2 tahun 6 bulan penjara.** Fredy Kristianto