27.5 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 790

Banjir, Satu Rumah di Pasir Jaya Hanyut

0

JURNAL INSPIRASI – Sebuah rumah di RT 03 RW 04, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, hanyut diterjang banjir luapan Sungai Cikaret pada Rabu (12/10) pada pukul 16.30 WIB.

Camat Bogor Barat, Abdul Rahman mengatakan bahwa rumah yang terbawa hanyut tersebut adalah milik Denis. Sebelum kejadian, sambung dia, RT dan RW sudah mengingatkan karena kondisi tembok samping rumah sudah retak akibat terkikis air.

“Kondisinya tembok samping sudah retak. Rumah dalam kondisi kosong dan isi-isinya sudah diambil untuk mengantisipasi hal yang taj diinginkan,” ujar Camat kepada wartawan, Rabu (12/10).

Abdul Rahman mengatakan bahwa yang bersangkutan saat ini sudah diungsikan ke rumah kerabat. “Kami akan koordinasi dengan BPBD, barangkali bisa dikontrakan rumah sementara,” katanya.

Menurut dia, pemerintah telah mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai untuk selalu waspada terhadap banjir, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Ia menyebut bahwa saat ini sudah meminta warga di tiga rumah yang berada di bantaran Sungai Cikaret untuk mengungsi lntaran dikhawatirkan terjadi banjir susulan.

Sementara itu, pemilik rumah Denis mengatakan pada Minggu (9/10) sempat terjadi longsor, dan warga telah melakukan pembenahan. Namun, lantaran hujan yang terus menerus mengakibatkan tanah terus tergerus.

“Disini ada tiga KK dengan total delapan jiwa. Alhamdulillah tidak barang kebawa karena pada Selasa (11/10) kita sudah pindahkan barang,” paparnya.** Fredy Kristianto

Joy Pendhita Berharap Kontingen Segera Berikan Bantuan Peralatan Sepatu Roda

0

Bekasi | Jurnal Bogor

Tim Sepatu Roda Kabupaten Bogor, untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022, tengah menjalani Training Camp (TC) di Venue Sepatu Roda GOR Patriot, Kota Bekasi, sejak 11 hingga 16 Oktober 2022 nanti.

Training Camp yang dilakukan Pengcab PORSEROSI Kabupaten Bogor ini, bertujuan untuk lebih memantapkan performa, dan meningkatkan skill atlet sebelum bertanding di ajang Porprov Jabar 2022.

Apalagi Tim sepatu roda, ditarget medali emas, sehingga performa dan skill dari masing-masing atlet jadi prioritas pengurus PORSEROSI Kabupaten Bogor. Hal itu dikatakan Plt Ketua PORSEROSI Kabupaten Bogor, Joy Pendhita, Rabu (12/10/2022).

“Sejak 10 Oktober 2022, atlet kami sudah di Kota Bekasi. Bahkan rencanannya latihan di venue sepatu roda dan skateboard kami lakukan hingga akhir pekan ini. Mengingat persiapan atlet kami harus lebih dimantapkan sebelum bertanding,” kata Joy.

Meski terkendalan peralatan yang sampai saat ini belum turun, namun kata Joy, itu semua tidak jadi kendala, bahkan tidak mengurangi rasa semangat atlet untuk terus berlatih.

“Kita harus akui, untuk peralatan masih jadi kendala. Karena belum turun. Tapi atlet-atlet kami tetap semangat untuk berlatih meskipun peralatan belum kunjung turun,” kata Joy menjelaskan.

Akan tetapi, tambah Joy, dirinya berharap kepada Pengurus Kontingen Kabupaten Bogor, khususnya bidang peralatan, untuk segera memberikan kebutuhan peralatan untuk cabang sepatu roda, guna memperlancar proses persiapan atlet.

“Kami berharap kebutuhan peralatan untuk atlet segera diberikan kepada atlet. Apalagi sisa waktu persiapan hanya tinggal tiga minggu sebelum Porprov Jabar 2022 digelar,” pungkasnya.

** asep syahmid

Tanah Merah Bikin Motor Tergelincir 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Banyaknya mobil bermuatan tanah yang ngetem atau berhenti di jalan Jagaita, Jonggol, Kabupaten Bogor, membuat jalan licin dan dipenuhi oleh tanah merah. Kondisi ini membuat beberapa kendaraan bermotor tergelincir karena jalur tersebut licin.

Pengguna jalan Komeng (40) mengatakan, semenjak ada mobil tanah jalanan jadi penuh tanah merah dan licin saat dilintasi.

“Inikan sudah masuk musim penghujan, nah saat mobil itu ngetem pas hujan mereka malah jalan itu yang menyebabkan jalan licin,dan saat saya mau berangkat kerja, motor yang saya tunggangi tergelincir karena hilang keseimbangan akibat jalan yang licin dan penuh tanah merah,” papar Komeng kepada Jurnal Bogor, Rabu (12/10).

Dia heran, mengapa kondisi yang membahayakan ini justeru dibiarkan dan seolah diabaikan. Padahal seharusnya mereka ditertibkan apalagi sepengetahuan dia galian tambang masih ilegal yang tidak ada izinnya.

“Jika asal galiannya saya gak tau, tapi di Cariu dan Tanjungsari, serta di Jonggol mengker juga ada galian tanah yang berkedok cut and fill, itu cuma jadi tontonan aja,” kesalnya.

Kanit Pol PP Kecamatan Jonggol Dadang mengaku baru mengetahui adanya pengendara yang jatuh akibat jalur yang dilintasi mobil tanah dan masih meninggalkan tanah merah berserakan.

“Itu bukan galian, galiannya gak tau dari mana, di Jagaita cuma mobil berhenti saja mungkin saat hujan mereka paksakan jalan hingga mengakibatkan tanah yang nempel di ban mobil tumpah ke jalanan,” jelas Dadang.

Diakuinya kondisi itu membahayakan apalagi musim penghujan, dan pihaknya akan melakukan lakukan peneguran terhadap sopir-sopir dan penanggungjawab yang memperbolehkan berhenti disitu. Padahal bersihkan bannya dahulu agar tidak mengotori jalan dan membahayakan pengendara lain.

“Terimakasih atas infonya, kami akan melakukan teguran kepada penanggungjawab agar hal serupa tidak terjadi apalagi sampai membuat pengendara jatuh, jangan sampai nunggu ada korban dulu,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Kunker Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor, Pajak Metland Capai 10,5 M per Bulan

0

 

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dibuat kagum dengan hasil retribusi pajak yang dihasilkan Metland yang mencapai 10,5 miliar per bulan. Hal tersebut terungkap saat Komisi 2 yang diketuai Sastra Winara melakukan kunjungan kerjanya di Metland Transyogi Cileungsi, dalam rangka monitoring pajak retribusi, Rabu (12/10/22).

Hadir dalam acara tersebut 10 anggota Komisi 2, UPT Gunung Putri, Camat Cileungsi, Kepala Desa Cileungsi Kidul, Cipenjo, dan Kepala Desa Limus Nunggal.

“Sejauh ini kita lihat datanya, saya juga kaget ternyata retribusi parkir, Restoran, dan hiburan segala macam di Metland lumayan besar mencapai 10,5 milyar sebulan, retribusi yang disetorkan ke Pemerintah Daerah. Kita ingin memastikan wajib-wajib pajak kita yang ada disini supaya tertib admistrasi, serta tertib kewajiban,” ucap Sastra Winara kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, untuk sementara belum ditemukan kejanggalan atau pelanggaran yang ada di Metland ini.

” Kita akan cek kembali data yang ada, seharusnya setiap tahun setelah ada pelonggaran pandemi, pajak seharusnya meningkat, makanya kita akan lihat 1 atau 2 bulan lagi kita akan kembali mengecek,” paparnya.

Ia juga sangat bangga dengan pendapatan pajak di UPT Gunung Putri yang sangat besar dan terus meningkat.

“Yang paling besar pendapatan pajak retribusi ini dari restoran dan tempat hiburan, mungkin selama 2 tahun ini masyarakat kita di rumah, dan sekarang diberikan kelonggaran pada ingin keluar makan dan lain sebagainya. Alhamdulillah pendapatan kita naik, karena kita ingin pendapatan kita terus meningkat, karena kemarin kami rapat untuk anggaran di tahun 2023 aja kita mines, makanya kami khususnya komisi 2 ingin meningkat dari sektor retribusi pajak,” bebernya.

** Nay Nur’ain

Hujan Deras, Bogor Dikepung Bencana

0

JURNAL INSPIRASI – Tingginya curah hujan di Kota Bogor pada Rabu (12/10), membuat sejunlah daerah dilanda bencana. Berdasarkan hasil rekapitulasi data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor telah terjadi longsor di 20 titik, 6 banjir lintasan, empat pohon tumbang serta satu kejadian atap terbawa angi  puting beliung dan bangunan ambruk.

BPBD melansir titik longsor yang menerjang pemukiman warga di Kota Bogor diantaranya di wilayah RT 001 RW 002 dan RT 003 RW 002 Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Gang Gotong Royong RW 001 Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat. Kampung Cibalagung RT 003 RW 004 Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat.

Kampung Gandok RT 001 RW 005 Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan. Kampung Gandasari RT 002 RW 001 Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan. Wilayah RT. 02 RW. 06 Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Wilayah RT 006 RW 003, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara.

Wilayah RT 002 RW 001 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat. Wilayah RT 001 RW 004 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat. Kampung Cibalagung RT 003 RW 004 Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat. Kampung Gandasari RT 002 RW 001 Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan. Wilayah Jalan Janaka 2 RT 03 RW 015 Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara. 

Kemudian, wilayah RT 04 RW 01 Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Wilayah RT 01 RW 06 Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Wilayah RT 03 RW 02 Gang Barjo Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah. Wilayah Komplek Pertanian RT 01 RW 14 Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat.

Kampung Buntar RT 04 RW 08 Kelurahan Muara Sari, Kecamatan Bogor Selatan. Kampung Karamat RT 02 RW 01 Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah. Wilayah Mantarena Lebak RT 01 RW 02 Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah dan Kampung Karamat RT 03 RW 01 Kelurahan Panaragan, Kecamatam Bogor Tengah, Kota Bogor.

Selanjutnya, banjir lintasan yakni di Wilayah RT 001 RW 004 Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, terdampak 17 KK. Wilayah Gang Sweden, RT 001 RW 004 Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah. Wilayah RT 009 RW 018 Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara.

Wilayah RT 001 RW 008 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan. Wilayah Talang Lampu Merah Olimpic, Kecamatan Bogor Utara dan di wilayah Kebon Pedes Pacilong Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Sementara pohon tumbang yakni di Wilayah Kampung Neglasari RT 004 RW 004 Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara. Wilayah GOR Belakang Kantor Kesbangpol dan PWI Kota Bogor. Wilayah Dekat Mall BTM dan di belakang SD Malabar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Sedangkan atap rumah warga yang terbawa angin puting beliung di wilayah RT 003 RW 001 Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor serta terjadi bangunan ambruk di Kampung Ciranjang RT 001 RW 005 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.** Fredy Kristianto

TPT Empang Ambruk, Tanjakan BTM Ditutup

0

JURNAL INSPIRASI – Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Rabu (12/10), membuat bencana longsor kembali terjadi. Kali ini terjadi di seberang Bogor Trade Mall, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah.

Alhasil, sebagian akses jalan tanjakan Empang tertutup tanah dan pohon akibat longsornya Tembok Penahan Tanah (TPT) pada pukul 16.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Theofilo Patrocinio mengatakan bahwa intensitas hujan yang terjadi di wilayah Kota Bogor menyebabkan TPT di kawasan tanjakan BTM longsor dan menyebabkan pohon tumbang.

“Iya benar, saat ini petugas sudah meluncur ke lokasi,” ujar Theo kepada wartawan, Rabu (12/10).

Berdasarkan pantauan, arus lalu lintas sempat tersendat akibat peristiwa itu.** Fredy Kristianto

Implementasi Kurikulum Merdeka

0

Pemerintah berencana menerapkan Kurikulum Merdeka di semua jenjang pendidikan pada tahun 2004. Saat ini prototipe kurikulum tersebut sudah diujicobakan di 2.500 sekolah. Tahun ini kurikulum itu telah diterapkan di sekolah-sekolah penggerak di setiap kota dan kabupaten. Sekolah penggerak inilah yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mengimplementasikannya nanti.
Menurut Mendikbudristek, Nadiem Makarim, Kurikulum Merdeka merupakan sebuah konsep

pembelajaran yang bertujuan mendalami dan mengembangkan minat serta bakat masing-masing anak. Ia mencontohkan, dua siswa di kelas yang sama, bahkan di keluarga yang sama,  bisa jadi memiliki minat yang berbeda. “Sebagai orangtua kita tidak bisa memaksakan anak yang menyukai seni, untuk belajar computer secara mendalam. Begitupun sebaliknya,” kata Nadiem. Jadi kurikulum ini dirancang untuk memprioritaskan kebutuhan anak sebagai pelajar yang sedang mempersiapkan masa depan kehidupannya.

Lalu bagaimana mengimplementasikan kurikulum ini pada kegiatan belajar dan mengajar di sekolah?  Pada dasarnya sekolah diberi pilihan untuk menyusun kurikulum dan metoda belajar dan mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kelak dalam prakteknya nanti para siswa akan dilibatkan pada projek-projek pembelajaran, yang memungkinkan mereka memilih kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Di dalam projek pembelajaran itulah, setiap siswa akan mempelajari berbagai mata pelajaran hingga mencapai standar capaiannya.

SMP Negeri I Kota Bogor, merupakan salah satu sekolah yang ditetapkan menjadi sekolah penggerak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Kota Bogor. Menurut Dedi Husnaeni, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri1  Kota Bogor, pihaknya telah menetapkan sebagai sekolah yang sudah berada di fase Mandiri Berbagi. Artinya, SMP Negeri I Bogor sudah dan akan terus mengembangkan kurikulum secara mandiri dan kelak akan  membagikan kepada sekolah lain yang memerlukan.
“Pada kurikulum ini, inisiatif dan kreativitas metode pembelajaran berasal dari kami selaku para guru,” jelas Dedi. Namun demikian modul-modul pembelajaran, masih bisa diperoleh dari kementrian. Di samping itu sebagai salah sau sekolah penggerak, “ Kami sudah menyiapkan guru-guru penggerak, yang sudah mengikuti pelatihan penerapan kurikulum merdeka,” tambahnya. Mereka telah mengikuti berbagai pelatihan yang juga difasilitasi oleh Komite Sekolah.

Secara teknis, saat ini kurikulum merdeka baru diterapkan pada siswa kelas 7. Sedangkan terhadap siswa kelas 8 dan 9, masih diterapkan kurikulum 2013. Di dalam prakteknya, para siswa kelas 7 akan dilibatkan pada projek-projek pembelajaran dan para siswa diperkenankan untuk memilih kegiatan sesuai minatnya masing-masing. Kegiatan ini seperti tambahan di luar kegiatan pembelajaran akademis biasa.
Saat ini ada 3 projek kegiatan yang dilaksanakan. Masing-masing dengan tema Demokrasi, tema Kearifan Lokal serta Tema Gerak dan Tari. “Pada tema kearifan lokal, kami pilih aspek kuliner lokal untuk dipelajari dan dipraktekan oleh para siswa dan pada tema Demokrasi kami terapkan dalam bentuk pemilihan OSIS,” lanjut Dedi. Di dalam kegiatan inilah ada proses pembelajaran terhadap beberapa materi ajar.

Hal itu diperoleh karena pada setiap kegiatan, para siswa dapat  langsung menerapkan materi-materi pembelajaran, seperti bahasa, matematika dan sebagainya. Dengan demikian pengetahuan siswa diperoleh langsung dari pengalaman praktek. Di dalam ragam kegiatan yang diselenggarakan, terbuka pula peluang bagi para orangtua siswa untuk menjadi guru tamu. Mereka bisa membagi pengalaman bidang kerja atau profesi masing-masing kepada para siswa. Sekaligus hal ini menguatkan kolaborasi antara pihak sekolah dengan para orangtua dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.


Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, maka pada beberapa mata pelajaran, jam kegiatan belajarnya dikurangi masing-masing 1 jam. Jam-jam itulah yang kemudian diakumulasi dalam seminggu untuk dipakai melaksanakan projek-projek pembelajaran. Sedangkan untuk kegiatannya, para siswa diarahkan menentukan pilihannya berdasarkan peminatan masing-masing. Minat dan bakat siswa sebelumnya diketahui berdasarkan hasil tes diagnostik.


Terakhir, seluruh capaian pembelajaran akan dievaluasi dan hasilnya disampaikan dalam dua jenis rapot. Pertama rapot dalam bentuk nilai-nilai untuk hasil pembelajaran akademis. Kedua rapot yang disajikan dalam bentuk narasi kualitatif untuk melaporkan pencapaian siswa pada bidang kegiatan yang telah diikutinya.
Walhasil, kurikulum merdeka membuka peluang bagi setiap invidu siswa untuk memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan diri sesuai minat dan bakat masing-masing. Metode ini adalah cerminan pemahaman, bahwasanya setiap individu anak adalah manusia istimewa dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Mereka perlu dididik, diajar, dibimbing dan diarahkan supaya bisa berkembang sesuai minat dan bakat yang melekat pada dirinya masing-masing. (Advertorial)

Pemerintahan Desa Nambo Adakan Sedekah Bumi 2022

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Desa Nambo mengadakan sedekah bumi yang merupakan tradisi turun temurun sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas hasil bumi yang diberikan oleh Allah SWT. Kegiatan sedekah bumi digelar di pelataran Kantor Desa Nambo, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (12/10).

Kepala Desa Nambo Nanang

Adapun tradisi yang biasa dilakukan dalam acara sedekah bumi ialah mengumpulkan hasil bumi seperti buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran, yang dihasilkan di Desa Nambo, dengan diiringi musik jaipong dan tradisional serta kegiatan saweran.

Kepala Desa Nambo Nanang mengatakan, kegiatan sedekah bumi ini merupakan wujud rasa syukur akan hasil bumi yang dihasilkan oleh warga Desa Nambo, mengingat masih ada sebagian warga yang bergantung pada hasil bumi dan tani.

“Rangkaian kegiatan ini diawali pasti dengan doa, dan kita juga hidangkan di tengah-tengah acara semua jenis hasil bumi yang dihasilkan Desa Nambo,” ucap Nanang kepada Jurnal Bogor, Rabu (12/10).

Menurutnya, bahan pokok yang kita makan itu merupakan hasil bumi dan nikmat dari Allah, selain memang menjadi tradisi tahunan kegiatan heleran sedekah bumi ini untuk memperkenalkan kepada para penerus anak dan cucu yang harus menjaga alam.

“Sumber Daya Alam kita sangat bagus dan tanah kita juga subur, hanya saja seiring berjalannya waktu lahan di daerah habis oleh industri dan pembanguan,” paparnya.

Dia berharap kegiatan sedekah bumi ini selain memang sudah menjadi budaya nenek moyang bisa sekaligus dijadikan ajang silaturahmi antar warga Desa Nambo, karena kegiatan heleran sedekah bumi ini dihadiri oleh semua warga Desa Nambo tumpah untuk menyaksikan kegiatan ini.

“Semoga acara ini jadi berkah, khusunya untuk Pemerintah Desa Nambo, umumnya untuk seluruh warga Desa Nambo,” pungkasnya. 

Ditempat yang sama disampaikan Asnah, warga Nambo. Dia senang dan bersyukur bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan sedekah bumi ini.

 Waktu saya kecil kegiatan sedekah bumi ini menjadi kegiatan rutin, dan alhamdulilah masih bisa dikembangkan sampai saat ini, karena sedekah bumi ini merupakan wujud rasa syukur kita kepada sang pencipta akan bumi yang bisa menghasilkan untuk kebutuhan pokok kita sehari-hari,” ujarnya.

** Nay Nur’ain

12 Desa Binaan PT Indocement TBK Dilatih Jadi Desa Tangguh Bencana

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

PT Indocement melalui program CSR melaksanakan pelatihan Desa Tangguh Bencana yang bekerjasama dengan DPMD Kabupaten Bogor dan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) di Situ Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (11/10/22). Dalam kegiatan ini diikuti oleh 12 desa yang menjadi desa binaan PT Indocement.

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri menyampaikan, Pemerintahan Desa mengucapkan terima kasih atas partisipasi PT Indocement yang sudah menggelar pelatihan di Desa Gunung Putri.

“Semoga pelatihan Desa Tangguh Bencana ini bisa berguna bagi semua yang mengikuti pelatihan bersama ini, berharap apa yang sudah didapatkan bisa digunakan saat emergency di wilayah kita masing-masing,” ucap Daman Huri kepada Jurnal Bogor, Rabu (12/09).

Dalam hal ini dia juga menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu sarana untuk peningkatan kapasitas ketika menghadapi bencana alam, yang mana akan terjadi bencana semua orang tidak akan mengetahui kapan bencana itu akan datang.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan relawan yang sudah menyempatkan waktunya untuk melakukan kegiatan ini, mudah-mudahan kedepannya rekan-rekan semua bisa menjadi garda terdepan disaat wilayah kita terjadi bencana yang tidak diduga duga,” ujarnya.

Selanjutnya, Supandi perwakilan CSR PT. ndocement mengatakan, kegiatan pelatihan yang diikuti 12 desa binaan PT Indocement ini untuk menjadikan Desa Tangguh Bencana.

“Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar, semoga pelatihan yang diadakan ini bisa membuat masing-masing desa menjadi Desa Tangguh Bencana di wilayahnya,” harap Supandi.

Selebihnya dia juga menyampaikan, terimakasih kepada Pemerintahan Desa Gunung Putri yang sudah memfasilitasi tempat untuk latihan ini, sekaligus menjadi tuan rumah dari salah satu desa binaan.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa membantu program-program desa binaan sekitar, yang mana desa binaan ini bisa menjadikan mitra untuk perusahaan lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Ditempat yang sama disampaikan Capung, selaku pengisi materi lapangan berharap dengan digelarnya acara pelatihan dalam menghadapi bencana ini mudah mudahan bisa dijadikan komunikasi yang baik.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi pintu untuk kedepanya agar bisa menjadikan komunikasi yang lebih baik untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Ubah Mindset Generasi Bangsa, Kuliah Perdana IAIB Resmi Dibuka

0

Nanggung l Jurna Bogor

Ketua Yayasan Cendikia Muslim H Usep Nukliri memberikan sambutan saat membuka perkuliahan perdana di kampus Institut Agama Islam Bogor (IAIB).

Kampus IAIB yang berlokasi di kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor secara resmi dibuka.

Dalam sambutannya H. Usep Nukliri  mengatakan, kuliah perdana mahasiswa baru IAIB angkatan pertama tahun akademik 2022 -2023 yang dibuka baru baru ini untuk mengubah mindset sebuah perkembangan.

“Lahirnya Institut Agama Islam Bogor merupakan wujud cita-citanya untuk menjawab tantangan yang ada di Kabupaten Bogor guna membangun Sumber Daya Manusia (SDM) lebih baik kedepan,” kata Usep dalam sambutannya.

Usep Nukliri salah satu pendiri sekolah  SMP SMK Yayasan Cendikia Muslim yang juga sebagai Rektor Institut Agama Islam Bogor didampingi wakil Rektor I Awaludin, segenap tamu undangan yang hadir  diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali pembukaan perkuliahan perdana di Kampus IAIB tersebut.

Menurutnya, sebuah perkembangan akan muncul tatkala pemuda mengubah mindset, dan ini terjadi pada 16 Oktober 1905 dengan berdirinya Syarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Surakarta. Terilhami oleh hal tersebut yang lahir dari sebuah proses dari diri sendiri untuk sebuah kemajuan.

“Maka itu, berdirilah Institut Agama Islam Bogor yang memiliki motivasi kedepan dimana hak semua warga negara untuk menerima pendidikan yang merata dan berkeadilan,” paparnya.

Pernyataan pendirian Institut Agama Islam Bogor ini selaras dengan program Pemda Kabupaten Bogor yakni Panca Karsa yakni diantaranya Karsa adalah Cerdas guna mencetak pemuda-pemudi unggul, mandiri, berkarakter, dan berkualitas. 

** Arip Ekon