32.4 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 779

Cileungsi Penyumbang Sampah Terbanyak di Bogor Timur

0

Jonggol | Jurnal Bogor  

Kecamatan Cileungsi dari 7 kecamatan di Bogor Timur menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang sampah rumah tangga. Menurut Kasubag TU UPT Pengelolaan Sampah Wilayah 2 Jonggol, Eming, dalam satu hari masyarakat Cileungsi menghasilkan sampah sebanyak 261 ton.

“Produksi sampah di Kecamatan Cileungsi memang sangat banyak dan ini perlu perhatian dari semua pihak,” jelas Eming Sutisna kepada  Jurnal Bogor, Rabu (19 /10).

Banyaknya poduksi sampah, kata Eming, perlu adanya kolaborasi dari semua elemen masyarakat dan instansi pemerintah dan swasta sehingga ada kesadaran dari masyarakat untuk menekan angka produksi sampah.

“Upaya untuk penanganan sampah, pihak UPT telah mengerahkan seluruh kemampuan, yaitu dengan mengerahkan 3  armada sampah yang siap dioperasikan setiap hari dan dua armada compactor sudah diterjunkan khusus untuk Kecamatan Cileungsi, ” paparnya.

“Kita  memaksimalkan sumber daya yang ada di UPT Pengelolaan Sampah wilayah 2 Jonggol. Kalau pun tidak maksimal, kami memohon bantuan dari masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah secara sembarangan dan memilah sampah sebelum dibuang,” harap Eming.

Menurutnya, petugas UPT terus berupaya mengangkut sampah-sampah tersebut. Namun masyarakat juga harus belajar membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan dan tidak membuang sampah di luar tempat yang sudah ditentukan.

“Jangan sampai petugas bekerja dua kali, nantinya mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat lainnya.  Dengan adanya kesadaran masyarakat juga untuk mempercepat pengangkutan sampah,” pungkasnya.

** Ramses/Nay 

Minimarket di Leuwiliang Disatroni Kawanan Perampok 

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Dua orang karyawan sebuah minimarket yang berada di Desa Karacak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor menjadi korban pencurian disertai kekerasan saat hendak menutup toko, Senin (18/10) malam, pukul 22:30 WIB.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Agus Suprianto mengatakan, pelaku yang berjumlah dua orang membawa senjata tajam kabur dengan membawa uang di brangkas beserta rokok di minimarket tersebut.

“Untuk kejadian Selasa malam pukul 22.30 Wib saat toko mau tutup, tiba-tiba ada orang tak dikenal masuk dengan membawa senjata tajam dan meminta membuka brankas serta sejumlah rokok,” ungkap Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Suprianto saat dikonfirmasi wartawan.

Kompol Agus Suprianto mengatakan, kejadian ini merupakan pencurian dan kekerasan karena saat kejadian pelaku langsung mendatangi lokasi toko dengan membawa kabur uang, rokok sampai handphone karyawan penjaga toko tersebut

“Kalau kerugian sekitar 40 juta lebih dan kami masih melakukan penyelidikan dulu karena dua handphone korban juga ikut dibawa kabur pelaku,” jelasnya.

Agus mengungkapkan, kedua pelaku hanya meminta barang berharga ke penjaga dengan membawa senjata tajam tapi tidak sambil mengacungkan ke korban hanya dibawa saja.

“Kami dari Polsek Leuwiliang melakukan pengejaran dan melihat dari pantauan CCTV sementara ini mengecek apa saja yang hilang di tempat kejadian perkara,” tukasnya.

** Andres

Pedagang Pasar Cileungsi Tolak Keberadaan Pasar Tandingan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Pembangunan pasar tandingan yang bersebelahan dengan Pasar Cileungsi terus mendapat penolakan berbagai pihak. Pasalnya, keberadaan pasar tersebut dianggap dapat menggangu kelangsungan usaha para pedagang yang sudah lama berjualan di Pasar Cileungsi.

“Kami jelas menolak pembangunan pasar tandingan yang berada di belakang Pasar Cileungsi. Karena, otomatis akan menggangu kelancaran usaha dagang kami di Pasar Cileungsi,” ujar Andi, perwakilan pedagang Pasar Cileungsi kepada Jurnal Bogor, Rabu (19/10).

Menurutnya, proses pembangunan pasar tandingan tersebut terkesan ditutup-tutupi oleh pihak perusahaan yang membangun pasar tersebut. Di lokasi tidak ada informasi terkait proyek tersebut. Selain itu, pihak perusahaan juga tidak pernah melakukan sosialisasi dan meminta pandangan dari pedagang di Pasar Cileungsi.

“Proyek ini memang ditutup-tutupi, informasi yang beredar memang akan dibangun pasar untuk menampung PKL yang ada di luar Pasar Cileungsi,” paparnya.

Ia menegaskan, jika sudah beroperasi, keberadaan pasar tandingan tersebut sudah pasti akan mengancam keberlangsungan para pedagang yang berjualan secara resmi di Pasar Cileungsi. Ia mencontohkan, keberadaan PKL yang sekarang banyak berjualan di luar Pasar Cileungsi sudah sangat merugikan pedagang yang berjualan di dalam Pasar Cileungsi. Ditambah jika nanti pasar tandingan beroperasi pedagang makin dirugikan.

“Kami akan terus melakukan penolakan terhadap pembanguan pasar tandingan tersebut. Sekarang saja banyak PKL diluar sudah membuat omset kami menurun, apalagi jika ditambah ada pasar tandingan,” keluhnya.

Menurutnya, seluruh pedagang dalam Pasar Cileungsi sudah menyatakan sikap penolakan terkait rencana pembanguan pasar tandingan tersebut. Hal ini akan dibuktikan secara lisan dan administrasi dengan membubuhkan tanda tangan penolakan terhadap pembanguan pasar tandingan.

“Kami juga tidak paham bagaimana hal ini bisa terjadi. Sudah ada pasar resmi malahan membangun pasar sebelahnya, ini sama saja ingin membunuh usaha kami pelan-pelan,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

Makin Semrawut, Pemerintah Setengah Hati Menata Flyover Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di flyover Cileungsi semakin lama semakin meresahkan. Hal ini terlihat dari makin banyaknya PKL yang berjualan di bahu jalan bahkan sampai ke ruas jalan Transyogi. Ditambah lagi, dengan banyaknya oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk kepentingan pribadi dan tidak adanya tindak tegas dari pemerintah setempat disinyalir menjadi penyebab utama semakin menjamurnya PKL.

“PKL di bawah dan samping flyover depan Ramayana kian hari kian tidak terkendali dan semakin banyak. Jelas ini sudah mengganggu para pengguna jalan dan ketertiban di sekitar flyover Cileungsi. Untuk itu, kami meminta agar hal ini segera ditertibkan oleh Pemerintah Kecamatan maupun Pemda Bogor,” ucap Yuyung, tokoh pemuda Cileungsi kepada Jurnal Bogor, Rabu (19/10).

Menurutnya, persoalan PKL di flyover Cileungsi merupakan persoalan klasik yang tidak pernah selesai. Hal ini lantaran tidak adanya upaya yang konsisten dan program yang jelas dari Pemkab Bogor untuk melakukan penataan flyover. Padahal flyover Cileungsi merupakan wajah Bogor Timur dan menjadi lintasan utama warga Bogor Timur.

“Pemerintah harus tegas dan mempunyai program yang sistematis untuk melakukan penataan flyover Cileungsi. Karena jika hal itu tidak dilakukan, maka kedepan flyover Cileungsi akan semakin semrawut,” paparnya.

Bahkan upaya yang dilakukan oleh Pemcam maupun Pemkab terkesan setengah hati dan tidak sunggung-sungguh ingin menata flyover Cileungsi.

“Semua kan tergantung kecamatan dan Pemda Bogor, mau serius atau tidak dalam menata flyover Cileungsi. Kalo cuma dibiarkan dan imbau saja ya makin lama akan makin banyak, padahal Pasar Cileungsi aja masih banyak yang kosong, jika ingin menertibkan kan bisa diarahkan kedalam,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

Pol PP Cigudeg Tertibkan Spanduk Liar di Jalan Raya Cigudeg

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor menertibkan puluhan spanduk liar yang tidak berizin di seputaran Jalan Raya Cigudeg, Senin (17/10/2022).

Anggota Satpol PP Kecamatan Cigudeg Wildan mengatakan, pihaknya  mendapat tugas untuk menertibkan spanduk-spanduk liar atau tak berizin yang ada di wilayah Cigudeg.

“Sebanyak 10 spanduk kita aman kan,” katanya.

Dia menjelaskan, kepada perusahaan atau pemilik spanduk tersebut, agar tertib aturan dengan membayar retribusi sesuai dengan Perda Kabupaten Bogor.

“Diimbau kepada para pemilik spanduk agar tertib dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Pemkab Bogor, yakni dengan mengurus perizinannya juga,” jelas Wildan.

Upaya jajaran Satpol PP Kecamatan Cigudeg pun mendapat sambutan positif dari warga dan para pengguna jalan.

Pasalnya, membersihkan spanduk liar di sepanjang jalan raya, sangat berdampak terhadap keindahan dan meningkatnya kebersihan area sekitar.

** Andres

Kalah Praperadilan, Kejari Kabupaten Bogor Tidak Kendor Berantas Korupsi di SMK Generasi Mandiri

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Djuanda mengaku tidak akan kendor dalam pengusutan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMK Generasi Mandiri, Mustofa Kamil, meski kalah dalam praperadilan di Pengadilan Negeri Cibinong pada 10 Oktober 2022 lalu.

“Kita akan terus melanjutkan perkara ini menjadi tuntas sampai adanya putusan Pengadilan Tipikor Bandung yang berkekuatan hukum tetap. Putusan tersebut (praperadilan) tidak membuat kendor dan malah menambah semangat tim jaksa penyidik untuk mengusut perkara ini sampai ke akar-akarnya,” tegas Djuanda kepada wartawan, Selasa (18/10/22).

Djuanda menilai, dalam putusan hakim tersebut ada kejanggalan dalam konstruksi hukum yang dijadikan sebagai pertimbangan dalam memutus perkara quo, yang diajukan oleh pemohon. Putusan dalam praperadilan Pengadilan Negeri Cibinong hanya menunda waktu penyusunan administrasi penangan perkara tetapi tidak membatalkan proses penyidikan yang berjalan.

“Namun begitu, kami selaku termohon menghormati apa yang menjadi kewenangan dari hakim praperadilan di Pengadilan Negeri Cibinong tersebut,” ujarnya.

Menurut Djuanda, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor tetap berkomitmen untuk melakukan pemberantasan perkara tindak pidana korupsi khususnya di dunia pendidikan.

“Karena pendidikan merupakan amanat konstitusi yang harus kita jaga marwahnya, jangan sampai ada yang mencederai, sehingga pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus betul-betul dirasakan oleh siswa peserta didik dan tidak menjadi bancakan sekelompok orang saja,” papar Juanda.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) ini menjelaskan bahwa jajarannya sangat memahami kondisi yang dihadapi oleh hakim praperadilan dan keterbatasan pemahaman dan pengetahuan dalam melihat perkembangan teori hukum dan administratif hukum dalam penangangan perkara tindak pidana korupsi.

“Sehingga putusan yang diberikan tidak progresif dan cendrung kepada upaya penghambatan penanganan perkara korupsi di Bumi Tegar Beriman. Tetapi, sekali lagi saya katakan hal tersebut tidak menyurutkan langkah kami dalam penanganan perkara Tipikor,” jelasnya. 

Untuk diketahui, Pengadilan Negeri Cibinong telah membacakan amar putusan terkait permohonan gugatan praperadilan dari pemohon Mustopa Kamil dengan tergugat Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, pada hari Senin tanggal 10 Oktober 2022 lalu Hakim tunggal PN Cibinong Ahmad Taufik, S.H., dalam perkara Gugatan Praperadilan No. 9/Pid. Pra/2022/PN. Cbi.

Dimana dalam amar putusannya pada pokoknya hakim sidang pra peradilan Pengadilan Negeri Cibinong Ahmad Taufik mengabulkan sebagian dari permohonan praperadilan dari pemohon dan menyatakan penetapan tersangka pemohon tidak sah dan tidak berdasarkan atas hukum.

** Nay Nur’ain

Dapat Dua Penghargaan, Ini Kata Dewan untuk Pemdes Bojongkulur 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Desa (Pemdes) Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menerima dua penghargaan sekaligus dalam acara gala dinner Teknologi Tepat Guna Nusantara XXIII di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon, Selasa (18/10/22) malam.

Piagam penghargaan yang pertama dari Kementerian Desa (Kemendes), Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) tentang pemberian penghargaan Desa Status Mandiri Tahun 2022 dan menganugerahkan Lencana Desa Mandiri. 

Piagam penghargaan yang kedua dari Gubernur Jawa Barat atas Pencapaian Strata Desa Mandiri dan IDM Tertinggi Nasional dan Jawa Barat Tahun 2022. 

Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Menteri Desa PDTT RI, Drs Abdul Halim Iskandar dan disaksikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Cirebon, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi, serta Kepala Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Renaldy.

Kepala Desa Bojongkulur Firman Riansyah mengucapkan terimakasih kepada semua lembaga dan elemen masyarakat yang sudah bekerja keras selama ini, serta tetap kompak dan solid demi kemajuan Desa Bojongkulur.

“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada semua warga dan lembaga-lembaga desa yang telah bersama-sama bergerak, bersatu, dan berkolaborasi dalam membangun Desa Bojongkulur dalam berbagai bidang,” ujar Firman Riansyah kepada Jurnal Bogor, Rabu (19/10).

Menurutnya, masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus dibenahi, maka dengan ini Pemdes Bojongkulur meminta kepada semua elemen masyarakat serta lembaga-lembaga yang ada agar bisa saling bersinergi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Masih banyak yang harus kita benahi dan tingkatkan terus, upaya kita mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Bojongkulur lahir dan batinnya,” jelasnya.

Selain itu dirinya juga mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan oleh Kementrian Desa, dan Gubernur Jawa Barat ke Desa Bojongkulur.

“Atas nama kepala Desa Bojongkulur dan pribadi, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi–tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, baik secara langsung, maupun tidak langsung terhadap pencapaian ini. Khususnya kepada Gubernur Jawa Barat dan Menteri Desa PDTT yang telah memberikan penghargaan kepada Desa Bojongkulur,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni mengucapkan selamat serta memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Pemdes Bojong Kulur.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi atas prestasi Pak Kades Bojong Kulur dan jajaran. Ini adalah prestasi bersama Pemdes dengan seluruh warga Bojong Kulur. Semoga menjadi pertanda meningkatnya kemajuan dan kesejahteraan warga,” ucap Fathoni sapaan akrabnya.

Politisi PKS yang berasal dari daerah pilih (Dapil) 2 itu menambahkan, sebagai Anggota DPRD dirinya selalu siap untuk bersinergi dengan Pemdes Bojongkulur. 

“Sebagai salah satu wakil rakyat dari Dapil 2, saya selalu siap bersinergi dan membantu Pemdes serta warga Bojongkulur untuk terus memajukan desanya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Hadirkan Pagelaran Festival Budaya Musim Gugur Jepang

0

Sentul | Jurnal Bogor
Merayakan dua tahun beroperasionalnya, AEON MALL Sentul City mengadakan event “1st ANNIVERSARY MATSURI”, acara yang bertemakan festival budaya musim gugur Jepang dari tanggal 21 – 30 Oktober 2022 di Canal Stage, Ground Floor.

Acara yang akan diselenggarakan selama periode event seperti Halloween Cosplay Competition, Idol Performance, Japanese Culture Workshop & Exhibition seperti Onigiri Workshop, Cosplay Competition dan masih banyak lainnya.

“Dengan seluruh rangkaian acara dan juga exhibition stand kegiatan ini, kami berharap AEON MALL Sentul City memberikan pengalaman mengenai Budaya Jepang yang menarik kepada seluruh pengunjung. Tanpa harus jauh-jauh ke Jepang, pengunjung dapat merasakan Budaya Jepang yang khas disini” jelas Bayu Tunggul Aji, General Manager Mall Operation,  AEON MALL Sentul City. 

Sebagai puncak acara, pada tanggal 30 Oktober 2022, AEON MALL Sentul City akan menggadakan Halloween Coswalk Competition di Canal Plaza, Ground Floor, yang berhadiah jutaan rupiah. Kompetisi cosplay yang akan dinilai oleh juri tingkat nasional yaitu Ola Aphrodite, Asai & Ibun (pemenang World Cosplay Summit 2018).

Selain itu, AEON MALL Sentul City juga akan melakukan acara daring dengan AEON MALL Hanyu – Jepang, yaitu penampilan seni teater tradisional Jepang, Kabuki. Riasan dan penampilan para pemain Kabuki yang mencolok, selalu menarik perhatian para penonton.

Ini adalah acara hybrid pertama di AEON MALL Sentul City. Ditambah lagi, para pecinta Budaya Jepang Modern akan dimanjakan dengan Cosplay Cabaret oleh Tekitou Record dan Idol Performance oleh Shojo Complex.

Selama periode event “1st ANNIVERSARY MATSURI”, AEON MALL Sentul City akan mengadakan program belanja “HAPPY TUMMY CASHBACK”, pengunjung Food Terrace (food court, 2F) berhak mendapatkan cashback hingga Rp. 25.000 dengan minimum pembelanjaan Rp. 50.000 dengan menggunakan pembayaran e-wallet aplikasi AEON MALL Indonesia.

Tidak hanya itu, AEON MALL Sentul City juga mengadakan program “BALOON DART” bagi member aplikasi AEON MALL Indonesia. Dengan berbelanja minimal Rp 500.000, pengunjung berhak untuk bermain baloon dart dengan hadiah yang menarik.

**handymehonk

Kementan Ajak Insan Pertanian Miliki Sense of Crisis

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian mengajak seluruh insan pertanian untuk memiliki sense of crisis di saat kondisi seperti ini. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) bertema Solusi Pupuk Mahal yang dilaksanakan tanggal 26 – 28 Oktober mendatang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan situasi secara global saat ini telah mempengaruhi kondisi di tanah air.

“Dampaknya adalah meningkatnya harga-harga komoditas, termasuk juga pupuk. Inilah yang harus sama-sama kita antisipasi dan sikapi dengan sebaik mungkin,” kata Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, saat Sosialisasi ToT Solusi Pupuk Mahal melalui aplikasi Zoom, Selasa (18/10/2022) menyatakan

“Saat ini kita menghadapi kondisi yang penuh dengan VUCA, atau volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Yaitu, kondisi yang bersifat cepat berubah, tidak pasti, semakin kompleks/rumit dan gamang,” terangnya. 

Menurut Dedi ada empat hal yang turut mempengaruhi kondisi tersebut.

“Kondisi ini secara umum dipengaruhi oleh empat hal utama, yaitu berakhirnya pandemi covid-19, perubahan iklim, perang Rusia-Ukraina, serta degradasi lahan pertanian,” ujar Dedi.

Dalam kondisi inilah, menurut Dedi, insan pertanian harus memiliki sense of crisis

“Menanggapi kondisi ini, kita harus memiliki sense of crisis atau kesadaran akan krisis dengan segala resiko yang di depan mata. Dan risiko yang paling dahsyat dampaknya adalah kekurangan pangan,” terangnya.

Dedi menjelaskan jika ToT dilangsungkan agar peserta dapat menjelaskan tentang solusi pupuk mahal. 

“Selain itu, agar peserta ToT dapat menyusun bahan ajar tentang solusi pupuk mahal, juga mendiseminasikan informasi tentang solusi pupuk mahal, termasuk mendapat wawasan inovasi kambing dan domba,” kata Dedi.

Dedi Nursyamsi juga menyampaikan pentingnya pertanian untuk menyangga hidup dan kehidupan.

“Utamanya saat ini, di saat krisis pangan global yang luar biasa. di dalam kondisi krisis pangan global ini ternyata sektor pertanian lah yang menyelamatkan kita dari keterpurukan,” kata Dedi. 

Ia menambahkan, banyak negara di dunia yang disinyalir lebih dari 60 negara, mengalami krisis pangan. 

“Dan lebih dari 300 juta orang mengalami krisis pangan. Harga pangan melejit tentu disebabkan karena pasokan pangan berkurang signifikan. dampak utamanya karena Covid-19, climate change, serta perang Rusia-Ukraina,” ujar Dedi. 

“Dalam kondisi seperti ini banyak saudara kita yang tak mampu mengakses pangan dengan baik, bahkan banyak yang mengalami stunting,” sambung Dedi.

Dedi mengatakan, krisis pangan tidak bisa kita remehkan karena bersifat global. kita mesti keluar dari kondisi krisis ini. 

“Kita harus antisipasi krisis pangan global, kita kendalikan inflasi yang disebabkan komoditas yang sering mengungkit inflasi, kita mengendalikan produksinya, olahannya, distribusinya,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati, menerangkan jika tujuan dilaksanakannya ToT ini memang untuk dosen, widyaiswara, penyuluh dan masyarakat. 

“Melalui dosen itu resonansinya sudah luar biasa, kalau 1 dosen dalam 1 tahun mengajar 500 mahasiswa, 500 mahasiswa pada saat melaksanakan merdeka belajar, kampus merdeka pasti juga tersosialisasi kepada petani saat mereka melakukan praktek kerja lapangan maupun pengabdian masyarakat,” kata Siti.

Menurutnya, ToT ini turut serta melatih para penyuluh di seluruh indonesia khususnya para penyuluh di tingkat kecamatan. 

“Kami harapkan para penyuluh di balai penyuluhan pertanian bisa mengikuti secara individu, setelah mengikuti pelatihan ini mereka melalui tugasnya melakukan pendampingan dan pengawalan kemudian sharing dan diseminasi informasi terbaru bisa disampaikan kepada para petani,” ujar Leli.

Leli menjelaskan, strategi yang digunakan adalah mendorong seluruh penyuluh pertanian seluruh indonesia mengikuti ToT ini secara online.

** Kementan

Antisipasi Krisis Pangan, Kementan Siapkan SDM Pertanian Lewat TOT Solusi Pupuk Mahal

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Tanda-tanda krisis pangan secara global sudah semakin terasa. Kementerian Pertanian pun telah menyiapkan SDM-SDM pertanian untuk menghadapi hal itu. Salah satunya melalui Training of Trainer (TOT) bertema Solusi Pupuk Mahal yang dilaksanakan tanggal 26 -28 Oktober mendatang di BBPKH Cinagara, Jawa Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ToT adalah sarana untuk menyiapkan SDM pertanian menghadapi mahalnya pupuk imbas dari situasi global, seperti perang Ukraina-Rusia.

“Kita tidak tinggal diam. Kita siapkan SDM-SDM agar kondisi pupuk mahal ini bisa diantisipasi. Salah satunya melalui ToT. Lewat ToT ini, peserta kita harapkan dapat menjelaskan tentang solusi pupuk mahal,” ujarnya. 

Selain itu, agar peserta ToT dapat menyusun bahan ajar tentang solusi pupuk mahal, juga mendiseminasikan informasi tentang solusi pupuk mahal, termasuk mendapat wawasan inovasi kambing dan domba.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, saat Sosialisasi kegiatan melalui aplikasi Zoom, Selasa (18/10/2022) mengatakan saat ini tanda-tanda krisis semakin nyata.

“Tanda-tanda krisis saat ini sudah kita rasakan. Harga-harga bahan pangan meningkat tajam sehingga banyak sekali negara-negara yang telah mengalami inflasi sangat tinggi, bahkan mencapai rekor seperti di Turki dan Argentina,” kata Dedi. 

Dijelaskannya, kelangkaan ini dipengaruhi salah satunya oleh kelangkaan pupuk yang diperkirakan berkontribusi pada kelangkaan pangan tahun depan.

“Dengan latar belakang ini, maka diperlukan berbagai terobosan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang semakin langka, di antaranya melalui pemakaian pupuk organik serta pemupukan berimbang,” kata Dedi. 

Dedi menegaskan, ToT Solusi Pupuk Mahal akan menjawab hal tersebut. “Kita akan memberi solusi untuk mengatasi hal ini,” ujar Dedi.

** Cha/Kementan