33.5 C
Bogor
Thursday, August 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 763

Kementan Siapkan Regenerasi Petani Berdaya Saing Lewat Program Magang Taiwan

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya regenerasi petani sebagai tonggak utama pembangunan pertanian saat ini serta meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian,

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan transformasi ke era digital saat ini semakin mendorong percepatan pembangunan pertanian Indonesia, oleh karenanya dibutuhkan perubahan mindset, dari pertanian tradisional ke arah modern. Untuk itu, Kementan berupaya mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan, terlebih di tengah pandemi.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran ” kata Mentan SYL.

Sejurus dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) membekali kapasitas para petani generasi muda Program Magang Taiwan Tahun 2022.

Program yang inisiasi oleh BPPSDMP ini berfokus pada peningkatan kapasitas pemuda tani di bidang pertanian sehingga diharapkan peserta dapat menjadi petani muda andalan di daerahnya serta dapat menghasilkan produk berorientasi ekspor atau pelaku ekspor itu sendiri setelah kembali dari Taiwan.

Peserta (petani muda) akan mengikuti program magang selama satu tahun dengan opsi perpanjangan selama satu tahun di Taiwan, belajar mengenai bisnis pertanian, budaya Taiwan, serta kemampuan Bahasa Inggris sehingga siap menjadi petani muda andalan pembangunan pertanian Indonesia

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dalam kesempatan membuka Pelatihan Program Magang Taiwan, Senin (19/12) mengatakan bahwa saat ini jumlah petani muda Indonesia tidak lebih dari 30 persen, oleh karenanya, Ia mendorong untuk segera melakukan regenerasi petani

“Petani milenial di Indonesia jumlahnya hanya 29 persen. Sisanya lebih dari 70 persen petani kita adalah usia kurang produktif. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap regenerasi petani harus dilakukan saat ini juga”, kata Dedi.

Selanjutnya, di depan puluhan peserta, Dedi menegaskan bahwa petani milenial merupakan andalan dan garda terdepan pembangunan pertanian

“Sekali lagi, tugas pembangunan pertanian yang strategis itu tidak bijaksana kita bebankan pada petani yang usianya kurang produktif, kalianlah andalan pembangunan pertanian kita. Petani milenial harus siap tampil di depan di dalam garda pembangunan pertanian”, tegas Dedi.

Sebelum keberangkatan Program Magang Taiwan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pelatihan pemantapan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) selama 7 hari, dari tanggal 18 hingga 24 Desember 2022 mendatang.

** Nita/PPMKP

Ekspresikan Bermusik, Lingkung Gunung Gelar Parade Band

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Masyarakat Bogor dan sekitarnya bisa mengekspresikan kemampuan bermusiknya dalam kegiatan Parade Band yang dilaksanakan oleh Manajemen Lingkung Gunung Adventure Camp Bogor, 24-25 Desember mendatang.

Parade Band gratis itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Rebranding Lingkung Gunung khususnya Elji Cafe dan wahana bermain untuk anak-anak.

General Manager Lingkung Gunung Adventure Camp, Luthfi mengatakan, kegiatan Parade Band itu merupakan salah satu upaya menjaring anak-anak band menunjukkan kemampuan bermusiknya.

“Gak dipungut biaya ya, gratis. Panggung full band kami siapkan anak band tinggal main saja,” kata Luthfi, 18 Desember 2022.

Masyarakat khususnya warga Bogor, lanjutnya, boleh mendaftarkan grup bandnya ke panitia. Syaratnya grup band itu sudah biasa manggung.

“Ya minimal sudah pernah manggung lah. Bandnya juga serius ya nggak adal-aslan. Rapih lah mainnya,” tegas dia.

Soal genre musik, tambah Luthfi, diberikan kebebasan kepada para peserta. Yang penting enak didengar.

“Aliran musiknya boleh apa saja, yang penting enak dan berirama,” imbuhnya.

Luthfimenambahkan, dalam acara parade band itu akan dimeriahkan oleh grup band asal Bogor yakni Zals.

“Grup band ini unik. Seluruh personelnya adalah jurnalis. Aliran musik mereka juga sangat familiar dengan pendengaran masyarakat. Makanya datang nanti ya pas acara,” pungkasnya.

** Handy Mehonk

Pilkades PAW Desa Cipambuan Dimenangkan Dadang Darajat

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Cipambuan, Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang dilaksanakan di area parkir atas Masjid Az-zikra RT 01 / 04, dimenangkan oleh Dadang Darajat dengan memperoleh 65 suara dari 100 suara hak pilih, Minggu (18/12).

Sekretaris Camat Babakan Madang, Iskandar mangatakan, untuk PAW Desa Cipambuam kali ini ada 100 hak pilih, dan semuanya hadir sehingga Pilkades PAW berjalan dengan hikmat dan kondusif.

“PAW diikuti oleh 3 orang calon kepala desa dengan jumlah hak pilih sebanyak 100 orang perwakilan pemilih warga Desa Cipambuan, yang diambil dari unsur tokoh agama, masyarakat, pemuda, Ketua RT dan RW, anggota BPD, Ketua Kader PKK, Ketua MUI, LPM, Linmas, guru ngaji, dan para Ketua Pengurus Perempuan dan Pemberdayaan,” papar Iskandar kepada Jurnal Bogor, Minggu (18/12).

Adapun hasil dari Musyawarah Desa Dalam Rangka Pilkades Antar Waktu Desa Cipambuan, sambung Iskandar, untuk Dadang Darajat mendapat 65 suara, Adi Nugroho mendapat 25 Suara, dan untuk H.Kasni,S. Koto mendapat 10 suara.

” Total 100 suara, dan calon kades terpilih dengan suara terbanyak ialah Dadang Darajat. Pada jam 11.25 Wib, kegiatan selesai dan selama kegiatan berlangsung alhamdulillah situasi aman kondusif,” paparnya.

Turut hadir dalam kegiatan Pilkades PAW tersebut Camat Babakan Madang Drs. R Makmun Nawawi. M.Si, Kadis DPMD Kabupaten Bogor Renaldy Yushab Fiansyah, Kapolsek Babakan Madang Kompol Wahyu Maduransyah Putra, ST, SIK, MH, Pj. Kades Cipambuan H. Mulyadi Anwar, para kades se-Kecamatan Babakan Madang, Ketua BPD Cipambuan beserta anggota dan para saksi, serta warga masyarakat kurang lebih 300 orang.

** Nay Nur’ain

Dibalik BHPRD yang Diperoleh Desa

0

Oleh: Nay Nur’ain

Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (BHPRD), merupakan anggaran tambahan untuk Pemerintahan Desa terkait hasil pajak yang mereka hasilkan, dan kemudian dibagikan kembali oleh seluruh desa yang ada di Kabupaten Bogor.

Besaran BHPRD yang diperoleh desa sendiri nilainya bervariasi, ada yang mendapat sampai 7 miliar per tahun, dan ada pula yang hanya mendapatkan 200 juta per tahun. Ketimpangan BHPRD ini menjadi salah satu persoalan yang membuat iri para kepala desa dan bahan perbincangan hingga protes.

Seperti hal yang pernah terjadi baru-baru ini, dan sempat memanas. Kesalahan input nilai yang dilakukan oleh Bappenda Kabupaten Bogor membuat 27 kepala desa turun gunung untuk mempertanyakan penyebab kesalahan sehingga mengakibatkan beban moral bagi para kepala desa yang sudah memprogramkan sejumlah kegiatan dan pembanguan dari anggaran BHPRD tersebut.

Namun, sangat disayangkan protes dan penjelasan yang dilakukan oleh kepala desa berbuat alot dan berbuntut teguran lisan oleh pejabat diatasnya. Hal tersebut yang justeru menjadi pertanyaan ada apa dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor?, Yang seolah enggan mendapat keluhan. Mengingat, kesalahan input yang timbul dari Perbup prodak Plt Iwan Setiawan sampai saat ini masih menjadi misteri dan belum terpecahkan.

Tak sampai disitu, hal lain yang menjadi pertanyaan kepala desa ialah tidak terbukanya hasil pajak dari perusahaan dan transaksi BPHTB yang tak pernah dibuka sama sekali kepada kepala desa. Bahkan tak jarang, dari Kades yang meminta data tak jua diberikan baik oleh UPT Pajak wilayah maupun oleh Bappenda itu sendiri.

Tapi, hal yang tidak disangka akibat dari kesalahan input yang dilakukan oleh Bappenda dan munculnya Perbup soal BHPRD membuka banyak fakta yang ternyata selama 2 tahun ke belakang BHPRD tidak menjadi fokus inspektorat untuk di lakukan pemeriksaan. Hal tersebut mengartikan jika BHPRD bisa dibilang anggaran suka-suka yang dikelola oleh kepala desa dan berkedok LPJ, namun tidak diperiksa oleh yang seharusnya melakukan pemeriksaan.

Seorang Ketua Apdesi dari wilayah Timur Kabupaten Bogor pernah berkomentar jika BHPRD adalah anggaran yang memang jarang sekali dan bahkan tidak pernah diperiksa oleh inspektorat. Bahkan, dengan alasan kekurangan personil pemeriksaan Dana Desa hanya dilakukan sampel untuk dijadikan pelaporan.

Bahkan dirinya sendiri sebagai kepala desa heran, mengingat di wilayahnya ada pasar yang menghasilkan 15 miliar per tahun, hanya untuk parkirnya saja. Tapi, BHPRD yang di dapatnya tidak lepas dari angka 400 jutaan / tahun.

Untuk kita ketahui, mafia pajak memang sangat dilindungi oleh kalangan di sekitarnya, mengingat dialah salah satu objek ATM berjalan yang sering kali diandalkan oleh para inohong. Adapun terbongkarnya sosok mafia pajak, karena kue yang sudah dibentuk tak rata saat ingin dibagi-bagi.

Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, sanggupkan Bappenda Kabupaten Bogor terbuka kepada Pemdes akan semua hasil pajak yang mereka peroleh. Dan mampukan Bappenda mengubah sistem yang tergolong masih kurang relevan dalam menghitung pajak hingga membuat terjadi kesalahan input.

Setelah Bitungsari, Giliran Program Samisade Desa Telukpinang Disorot JPP

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pelaksanaan pembangunan jalan yang dibangun melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di Desa Telukpinang, Ciawi, Kabupaten Bogor, mendapat sorotan dari Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP).

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif mengawasi pembangunan bersumber dana dari bantuan pemerintah itu menilai, pihak desa sudah melakukan pelanggaran dengan mengandeng pihak ketiga dalam pengerjaan program tersebut.

Ketua JPP, Saleh Nurangga melihat ada ketidak beresan dalam pelaksanaan pembangunan jalan yang bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun 2022 di Desa Telukpinang.

“Kami menduga dalam pengerjaan pembangunan jalan yang berlokasi di Kampung Vulkanin, desa sengaja mengandeng pihak ketiga,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (19/12).

Parahnya lagi, kata Saleh, mulai dari awal pelaksanaan pembangunan hingga akan selesai dikerjakan, warga sama sekali tidak diberitahukan pelaksana yang mengerjakan proyek desa tersebut.

“Bahkan warga juga bertanya-tanya berapa pagu anggaran untuk membangun jalan itu. Warga tidak mengetahui secara pasti besaran anggarannya,” paparnya.

Saleh menyatakan, adanya permasalahan itu, pihak desa dianggap sudah melanggar Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Tentunya ini harus segera disikapi pihak kejaksaan, sehingga tidak ada lagi desa yang bermain-main dalam program Samisade,” imbuhnya.

Sebelumnya, JPP pun menyoroti pelaksanaan program Samisade di Desa Bitungsari, Ciawi yang dalam pengerjaannya tidak dipasang papan plang proyek dan membuat warga bertanya-tanya.

** Dede Suhendar

Harga Kacang Kedelai Melejit, Pengusaha Tempe Menjerit 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Melambungnya harga kacang kedelai membuat para pedagang tempe industri rumahan di Kampung Bojongkaso, Desa Cileungsi Kidul, Cileungsi, Kabupaten Bogor, banyak yang gulung tikar. 

Harga kacang kedelai yang mencapai 40 sampai 45 ribu/kg, membuat para pedagang harus memutar otak agar pelanggan mereka tidak lari.

Salah satu pemilik industri tempe rumahan Roso mengatakan, harga kacang kedelai di pasaran sudah Rp 1,45 juta dalam 1 kwintal, dan 1 kilogramnya Rp14,5 ribu, jadi para pedagang tempe rumahan harus berpikir. 

“Sebagai pengrajin tempe rumahan seperti saya ini, dengan adanya kenaikan harga kacang kedelai, luar biasa dampaknya. Untuk menaikan harga sangat tidak mungkin, konsumen bisa teriak,” ucap Roso kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, dari pada menaikan harga, para pedagang tempe rumahan ini menyiasatinya dengan mengurangi ukuran tempe, tidak seperti biasanya. 

” Ya, akhirnya untuk mensiasati, kami para pedagang tempe mengurangi ukurannya, seperti contoh tempe harga 5 ribu yang awalnya 5 ons kita kurangin jadi 4 ons, dan seterusnya, masing-masing harga tempe,” paparnya.

Selain itu, sambung dia, dampak dari kenaikan harga bahan baku tempe, banyak pengusaha tempe rumahan yang mengurangi para pekerjanya, serta banyak juga yang gulung tikar, dan pulang kampung. 

“Seperti saya sekarang ini, mengerjakan produksi tempe sendiri, karena 4 pekerja saya rumahkan semua, tidak sanggup untuk membayar gaji, sebagian juga pengusaha tempe rumahan banyak yang pulang kampung, karena dampak dari kenaikan bahan baku tempe,” bebernya.

Dirinya berharap agar pemerintah bisa menurunkan harga kacang kedelai, supaya para industri tempe rumahan bisa bisa mengerjakan kembali karyawannya. 

“Saya meminta kepada pemerintah, agar segera menurunkan harga kacang kedelai, yang masih tinggi, sehingga para pedagang tempe tidak khawatir lagi, dan bisa kembali normal,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Mayat Dalam Karung di Kali Wika Gegerkan Warga 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Warga Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan mayat di dalam karung yang berada dibawah jembatan kali Wika, Jum’at (16/12).

Dikira bangkai didalam karung yang dipenuhi lalat terletak di bawah warung milik Anah dipinggir kali. Saat akan dibuang lebih jauh oleh warga, karung terbalik dan terlihat kaki manusia didalam karung tersebut. 

Saksi mata, Anah pemilik warung yang ada dipinggir kali mengatakan, dirinya melihat sebuah karung yang dipenuhi lalat, dekat tumpukan kabel di bawah warung, dan menyuruh suaminya untuk membuang ke kali agar kebawa air. 

” Melihat karung dipenuhi lalat, khawatir akan berpengaruh ke warung makan saya. Jadi, suami saya turun kebawah dan didorong karungnya kebawah kali agar kebawa air, sewaktu didorong karungnya terbalik, langsung kelihatan kaki manusia didalam karung tersebut,” papar Anah kepada Jurnal Bogor.

Saat melihat ada kaki didalam karung, sambung Anah, suaminya kaget dan buru-buru naik lagi keatas, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua lingkungan. 

” Suami saya kaget saat melihat ada kaki yang keluar didalam karung, lalu suami saya naik keatas langsung mendatangi RT, tidak lama kemudian bayak orang yang datang, dan polisi juga berdatangan,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan, kronologi berawal dari temuan warga sekitar, yang melihat karung berwarna putih yang dipenuhi lalat, saat hendak di dorong ke kali sontak terkaget karena ada kaki yang keluar dari karung tersebut.

” Awalnya warga melihat karung yang dipenuhi lalat sekitar pukul 13.00 WIB, khawatir menimbulkan bau yang tidak sedap, warga mendorongnya agar kebawa hanyut, namun terlihat sebuah kaki didalam karung tersebut,” ucap Kompol Bayu Tri Nugraha. 

Menurutnya, untuk pemeriksaan sementara dari pihak kepolisian masih sedang didalami. “Untuk pemeriksaan korban masih sedang didalami, karena kami akan bawa ke rumah sakit Polri Keramat Jati,” jelasnya. 

“Dan untuk identitas belum ditemukan, nanti setelah ouptopsi kami akan informasikan lebih lanjut, karena kami juga belum bisa memastikan berapa lamanya mayat ini meninggal, serta data-data lainnya masih sedang kita dalami,” pungkas Kompol Bayu.

Untuk diketahui, tim identifikasi yang diterjunkan dari Polres Bogor didampingi Kasat Reskrim Polres Bogor.

** Nay Nur’ain

Century Parking Lepas Tanggungjawab, Maling Berkeliaran di Parkiran RSUD Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Maling helm para pengendara roda dua berkeliaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor. Kejadian itu dialami, Hermawan Saputra, warga Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, saat membesuk orangtuanya yang sedang dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor tersebut pada Rabu (14/12) malam.

Hermawan mengatakan, kejadian hilangnya helm merk KYT warna putih miliknya di lokasi parkiran RSUD Ciawi, ketika dirinya datang untuk membesuk orangtuanya yang sedang dirawat sekitar pukul 21.00 WIB.

“Saya parkir di lokasi yang disediakan rumah sakit khusus kendaraan motor, persisnya di samping Instalasi Gawat Darurat (IGD),” ungkapnya kepada Jurnal Bogor usai kejadian hilang nya helm putih merk KYT di lokasi parkiran motor.

Mengetahui helmnya tidak ada, Hermawan langsung melaporkan ke pihak pengelola parkir dan juga scurity RSUD Ciawi. Setelah mendapatkan laporan, scurity dan pengelola parkir langsung melihat CCTV. Dari gambar CCTV terlihat, pelaku berjumlah dua orang dengan mengendarai motor mengambil helm korban yang disimpan di kaca spion motor.

Meski sudah diketahui pihak pengelola parkir dan disaksikan scurity bahwa saat ke RSUD Ciawi, Hermawan menggunakan helm KYT warna putih dan dari gambar CCTV terlihat jelas digasak maling, pihak pengelola parkir yang saat ini dikelola PT Century Parking, malah lepas tanggungjawab dan sama sekali tidak mau mengganti barang milik pengunjung yang hilang di lokasi parkir.

Padahal, lanjut Hermawan, untuk masuk kedalam lokasi parkir, setiap pengunjung harus mengambil karcis terlebih dulu melalui mesin gate di pintu masuk yang dipasang pihak Century Parking.

“Dan setiap kali kendaraan pengunjung parkir, dikenakan biaya satu jamnya sebesar 3000 rupiah,” ujarnya.

Hermawan pun mengaku komplain dengan kebijakan yang jelas sangat merugikan masyarakat tersebut. Terlebih, biaya parkir di lokasi rumah sakit yang merupakan tempat orang sedang sakit itu, sama dengan harga tiket parkir di mall hingga menerapkan sistem progresif.
“Memang paling besar 8000 rupiah, tapi kalau kebijakan seperti itu harusnya pengelola parkir bertanggung jawab terhadap kehilangan barang setiap pengunjung,” paparnya.

Sementara, salah seorang juru parkir Century Parking yang namanya tidak mau menyebutkan menjelaskan, setiap kali ada kehilangan barang apapun yang dialami pengunjung di lokasi parkir, itu bukan tanggungjawab pengelola parkir.

“Di lokasi parkir ada tulisan, setiap kehilangan barang apapun milik pengunjung, diluar tanggungjawab pengelola parkir. Makanya kami tidak akan mengganti helm yang hilang,” jelasnya dengan nada marah.

Bahkan, juru parkir yang setiap hari duduk di pintu keluar kendaraan pengunjung RSUD Ciawi itu mengungkapkan, kejadian kehilangan helm ini bukan kali pertama terjadi. Karena, sebelumnya juga sudah banyak pengunjung yang kehilangan helm saat parkir.

“Tapi tidak kami ganti. Adapun kalau kehilangan kendaraan kami hanya memberikan kebijaksanaan saja, apalagi hanya hilang helm,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Umum RSUD Ciawi, Mardani menyatakan, semua bentuk kehilangan apa pun di lokasi parkiran kendaraan, bukan menjadi tanggungjawab pihak rumah sakit, tetapi pihak ketiga atau pengelola parkir.

“Kalau masalah kehilangan di lokasi parkir kendaraan, bukan kewenangan kami tapi pihak ketiga yang mengelola parkir,” tukasnya.

Dengan kejadian tersebut, PT Century Parking telah melanggar undang-undang perlindungan konsumen, padahal hakl-hak konsumen dilindungi hukum.

** Dede Suhendar  

Bank BRI Leuwiliang Digeruduk Massa

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI Leuwiliang, Bogor digeruduk oleh puluhan massa. Hal itu, berawal dari salah satu nasabah menggadaikan dua buah sertifikat hak milik (SHM) tanah, akan tetapi malah berpindah tangan dengan nama orang lain.

“Dua buah SHM saya telah dibalik nama oleh oknum BRI tanpa seizin dan sepengetahuan saya. Semuanya mereka legalkan praktiknya,” kata nasabah yang jadi korban, Cevi Supriatna, Jumat (16/12/22).

Dia menjelaskan, sebelumnya tanah seluas 367 meter persegi yang berlokasi di Kampung Pondok Kelapa, Desa Neglasari, Jasinga pada tahun 2017-2018 diagunkan untuk melakukan pinjaman memakai dua metode kredit.

Yang pertama, kata dia, di unit Jasinga  metode Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jaminan sertifikat tanah nomor 99 dirinya  membayar bunga dan angsurannya lancar, akan tetapi sertifikat tanah miliknya malah menjadi nama orang lain. 

Sementara di unit Leuwiliang platform dengan jaminan sertifikat nomor 2009, pada saat Covid-19 pihaknya mengalami keterlambatan.

“Diduga mereka memanfaatkan situasi Covid-19 itu untuk menggerus saya, yang awalnya lancar menjadi bermasalah. Dengan alasan wanprestasi tapi saya punya bukti untuk Jasinga terbayar lunas,” jelasnya.

“Sekarang SHM itu berbalik nama ke orang lain. Lucunya saya punya hutang sebesar 35 juta di unit Leuwiliang untuk bunga dan denda berjalan tapi SHM sudah berbalik nama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BRI Agus Siringo Ringo berdalih, bahwa permasalahan terhadap nasabah BRI yang sudah menunggak tersebut, sudah sesuai undang-undang.

“Kami sudah melakukan penyelamatan kreditnya melakukan restrukturisasi. Karena kredit ini dari tahun 2017 sampai sekarang kita sudah melakukan restrukturisasi dan sudah melakukan penyelamatan tetapi tidak bisa,” katanya.

Kata dia, oleh manajemen pihaknya pada tahun 2021 diadakan lelang yang mana lelang itu melalui kantor urusan utang piutang lelang negara Bogor. 

“Di sana tertera syarat-syaratnya dan kita sudah melengkapi syarat tersebut, pemenang lelang  tersebut adiknya yang saat ini melakukan orasi kepada kami,” ucapnya.

Secara garis besarnya, dia membeberkan, bahwa pihaknya sudah melakukan sesuai dengan ketentuan yang ada di undang-undang terhadap jaminan BRI.

“Kita selalu terbuka terhadap permasalahan ini. kalau nasabah kami tidak terima. Kita memperbolehkan untuk melakukan gugatan kepada pengadilan. Nanti bagaimana hasil dari pengadilan kami sebagai badan usaha milik negara akan patuh terhadap keputusan pengadilan,” tukasnya.

** Andres

Berkinerja Terbaik, Kementan Beri Apresiasi Empat Insan Pertanian PPMKP

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memberikan apresiasi kepada empat insan pertanian Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) atas dedikasi dan kinerja terbaiknya dalam ajang penganugerahan “Harmonisasi dan Apresiasi SDM Pertanian Tahun 2022”, Kamis (15/12) di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.

Keempat insan pertanian penerima apresiasi yaitu Rizki Permana sebagai Widyaiswara Berprestasi, Hiyzas Iwata Ramdan sebagai tenaga kontrak berkinerja terbaik, Nana Rukmana sebagai Pengemudi berkinerja terbaik, dan suriyana sebagai petugas kebersihan berkinerja terbaik.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya di ajang penganugerahan SDM pertanian bergengsi tersebut mendorong untuk terus melakukan penguatan SDM dalam mendukung program dan pembangunan pertanian saat ini.

“Oleh karena itu memang salah satu yang harus di dorong untuk menghadirkan pertanian yang besok bisa bicara lebih baik, bisa berkontribusi lebih maksimal adalah hadirnya SDM yang kuat”, katanya.

Mentan Syahrul pun mengapresiasi BPPSDMP atas inisiatifnya dalam memberikan stimulan melalui penghargaan bagi SDM pertanian untuk bergerak lebih baik lagi.

“Oleh karena itu saya berharap BPPSDMP tetap meneruskan ini, merangsangnya dengan piagam. Itu piagam atas nama negara. Tak ternilai harganya karena negara yang memberikan atas nama Menteri Pertanian, dan saya berharap para champion, penerima penghargaan, para lokomotif-lokomotif pergerakan ini harus terus bekerja lebih baik”, ungkap Mentan Syahrul.

Sementara itu, senada dengan Mentan Syahrul, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan Sumber Daya Manusia merupakan faktor penting dan memberikan kontribusi besar dalam peningkatan produktivitas pertanian, oleh karenanya, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan SDM menjadi agenda penting bagi BPPSDMP.

“Yang utama dalam pembangunan pertanian adalah SDM, SDM memberikan kontribusi luar biasa dalam peningkatan produktivitas pertanian. Melalui BPPSDMP, kita cetak SDM-SDM unggul, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha”, tegas Dedi

Selanjutnya Dedi mengatakan, melalui ajang Harmonisasi dan Apresiasi SDM Pertanian Tahun 2022 inilah diharapkan dapat melahirkan champion-champion pertanian yang nantinya akan berkiprah dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Kita bentuk champion-champion, dari champion itulah dia akan melakukan resonansi untuk terjun bebas ke samudera pembangunan pertanian Indonesia”, kata Dedi.

Kepala PPMKP, Yusral Tahir mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas apresiasi yang diberikan oleh Kementan kepada para pegawainya.

“Syukur alhamdulillah kami bersyukur atas apresiasi ini, dan terima kasih sebesar-besarnya pada Kementan yang telah memberikan kepercayaan apresiasi kepada pegawai PPMKP, semoga kedepannya kami bisa berkinerja lebih baik lagi”, ucap Yusral

Adapun penganugerahan pada acara Harmonisasi dan Apresiasi SDM Pertanian Tahun 2022 ditujukan kepada Penyuluh Pertanian, Petani Millenial, P4S serta SDM Pertanian Berprestasi.

** Nita/PPMKP