27.4 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 764

Hari Kedua, Judo Kabupaten Bogor Raih 1 Emas dan 2 Perunggu

0

Subang | Jurnal Bogor

Tim judo Kabupaten Bogor kecipratan medali emas setelah raihan medali lebih banyak diambil tuan rumah Subang, Kota Bogor, Kota Bandung dan Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bogor mengoleksi 1 medali emas dan 1 perunggu pada pertandingan hari kedua, Minggu (6/11) setelah hari pertama meraih 1 perunggu pada pertandingan Porprov XIV Jabar 2022 di Lapangan Tenis Nalendra Cijambe, Subang.

Ali Sadikin

Medali emas dipersembahkan Deri Priansyah di kelas -55 Kg Standar mengalahkan pejudo tuan rumah, Subang, Raihan Haris. Sedangkan perunggu diraih Lilis Sartika di kelas -42 Kg Standar dan Siti Maulida Chieka Edekweis di nomor Juno Kata Nasional.
Dengan hasil ini Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Bogor masih optimistis dapat meraih emas pada pertandingan berikutnya Adis dikelas -65 Kg dan Puspitasari -50 Kg, sera Reno -80 Kg.

“Alhamdulillah meraih 1 emas 2 perunggu. Kami akan berusaha dan akan tetap berusaha sesuai target yang diharapkan,” ujar Wakil Ketua 1 PJSI Kabupaten Bogor Ali Sadikin.

Diakuinya upaya yang dilakukan pengcab PSJI semuanya berkat support atau dukungan KONI Kabupaten Bogor, pelatih dan atlet-atlet.
“Mudah-mudahan judo bisa membawa nama baik Kabupaten Bogor, selama ini memang berat ke puncaknya (prestasi),. Ya, kita lihat kota (Kota Bogor) kan dominan, nah kita juga tetap berusaha naik peringkat,” jelasnya.

Sementara usai pengalungan medali, Kontingen Kabupaten Bogor memberikan bonus spontatitas kepada Deri Priansyah yang diberikan Alex. Sedangkan dalam pelaksanaan pertandingan, atlet cukup terganggu suara berisik ketika hujan deras turun di venue lapangan tenis Nalendra yang beratap spandex.

** Asep S.Sayyev

Pasca Dibubarkan, Konser The Link NCT 127 di ICE BSD Aman

0

Bogor | Jurnal Bogor

Konser The Link NCT 127 di ICE BSD Tangerang Selatan pada Jumat (4/11/2022)  dibubarkan polisi karena 30 orang dinyatakan pingsan karena rusuhnya para penonton yang saling mendorong ke arah depan.

Namun pada Sabtu (5/11) atau hari kedua, konser tersebut terpantau aman terkendali setelah petugas  lebih mempetketat aturan-aturan konser. Disamping itu, konser hari kedua dinyatakan sukses dengan bantuan kerjasama dari para fans agar lebih tertib dibanding hari sebelumnya.

“Kondisi aman, tertib banget,” Kata Davina. “Stafnya ya bilang jangan sampe kayak kemarin lagi, minta tolong kerjasamanya ke semua sijeuni (fans NCT), pihak promotor juga sempet bilang sebelum konser mulai sampe bersimpuh gitu.., malah sampe pas kelar konser staffnya datengin lagi bilang terima kasih panjang lebar, pokoknya karena kita tertib gak ada yang dorongan, dan lain-lain,” tambahnya.

Para fans sempat membuat projek untuk meminta maaf kepada member NCT 127, melalui tulisan berjalan diponsel yang bertuliskan “we are sorry urichil”, Jaehyun (salah satu member NCT 127) yang melihat projek fansnya itu, mengatakan bahwa “kalian tidak perlu meminta maaf, kami tidak apa-apa,” ujarnya.

Pihak promotor pun sudah mengupload permintaan maafnya melalui sosial media Instagram, tentang terpaksa dibubarkannya konser The Link NCT 127 hari pertama.

**Husna Amalia-cj/uk-jb

Miris, Camat Cileungsi Akui tak Ada Izin Untuk Proyek Pasar Tandingan Cileungsi 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Proyek pembangunan pasar tandingan di belakang Pasar Cileungsi terus menuai kontroversi. Selain mendapat banyak penolakan dari pedagang resmi di Pasar Cileungsi. Proyek pembangunan pasar tandingan tersebut juga terkesan sembunyi-sembunyi dan belum mengantongi izin mendirikan bangunan dari Pemda Bogor. 

Adhi Nugraha

Hal itu terlihat dari tidak adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak pengusaha dan tidak adanya papan izin mendirikan bangunan yang terpasang di lokasi.

“Memang tidak ada sosialisasi apalagi mengajak musyawarah pedagang terkait pembangunan pasar tersebut. Kami jelas menolak, karena sekarang saja kondisi Pasar Cileungsi sudah sepi, apalagi nanti kalau pasar itu sudah jadi, bisa gulung tikar pedagang di Pasar Cileungsi,” kata salahsatu pedagang Pasar Cileungsi, Yuyung kepada Jurnal Bogor, Minggu (06/11)

Menurut dia, pihak pengusaha atau kontraktor pembangunan proyek tersebut tidak pernah melakukan komunikasi terhadap pedagang atau perwakilan pedagang. Bahkan informasi jika bangunan tersebut diperuntukan bangunan pasar juga didapatkan pedagang setelah mencari informasi ke lingkungan.

“Tidak ada musyawarah atau sosialisasi, karena tiba-tiba sudah mulai saja pembangunannya. Setelah kami cari informasi ternyata akan dibangun pasar. Jelas kami menolak jika itu dibangun pasar,”cetusnya.

Yuyung menegaskan, para pedagang Pasar Cileungsi akan terus melakukan penolakan jika bangunan tersebut tetap diperuntukan pasar. Karena hal itu akan merugikan pedagang di pasar Cileungsi. Apalagi, komoditi yang nantinya berjualan di pasar tersebut adalah komoditi yang sama dengan di Pasar Cileungsi.

“Adanya pedagang yang berjualan di luar saja sudah sangat merugikan, karena jarang pembeli yang masuk ke dalam Pasar Cileungsi. Apalagi kalau nanti ada pasar lagi. Bisa bangkrut pedagang di pasar cileungsi,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Camat Cileungsi Adhi Nugraha tidak mau berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan jika sejauh ini, selaku camat dirinya tidak pernah melihat berkas perizinan bangunan di belakang Pasar Cileungsi. “Sampai saat ini saya belum pernah melihat dokumen IMB-nya,” ujar Camat.

** Taufik / Nay 

Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Dibangun Handayani II di Daerah Pelosok

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)  Handayani II unit Ciguha yang bertempat di Kampung Ciguha, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terus berupaya membangun pendidkan di daerah pelosok.

Upaya ini terlihat setelah mewisuda warga belajar yang dihadiri Dinas Pendidikan melalui Kasi kurikulum dan kelembagaan Dinas Pendidikan Opik Ropiudin dan Budi Karyawan dan perwakilan pejabat PT  Antam Pongkor  serta kasi pendidikan dan kesehatan Kecamatan Nanggung Ida Nurhidayanti berikut  pengawas pendidikan Kecamatan Nanggung Neneng Nurmiati dan Saprudin.

Ketua PKBM Handayani II Muti Firdaos mengatakan, wisuda warga belajar PKBM Handayani II unit Ciguga  berlangsung di gedung SDN Ciguha baru baru ini merupakan salah satu program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). “Kami mendukung pembangunan pendidikan terutama bagi warga yang berada di pelosok kampung,” jelasnya.

PKBM Handayani 2 sendiri berada dibawah naungan Yayasan Cendikia Bogor. Tahun ini, PKBM Handayani II unit Ciguha meluluskan peserta didik sebanyak 66 orang. “Kami terimakasih atas kehadiran pihak Disdik , juga tutor yang telah memberikan pengetahuan bagi warga belajar,” ujar Muti lagi.

Sementara Ketua Yayasan Cendikia Bogor Usep Nukliri memaparkan program PKBM yang sudah lama dibinanya untuk  mendekatkan akses masyarakat khususnya di bidang pendidikan. “Kami  berkomitmen, berupaya mengoptimalkan  pembangunan sumber daya  pendidikan,” tandasnya.

Tak lepas juga dukungan dan  kontribusi semua pihak  yang dapat meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kabupaten Bogor. Ketua Yayasan Cendikia Bogor juga berterimakasih ke PT Antam.

Diketahui, support serta dukungan dari  berbagai pihak salah satu dari Dinas pendidikan Kabupaten Bogor yang telah dua kali  menyempatan hadir di acara wisuda PKBM Handaya II Ciguha. “Kita sama-sama berikan edukasi serta  motivasi agar masyarakat  terus  semangat untuk belajar,” tukasnya.

** Arip Ekon

Minim Safety, Mobil PT.SBS Sering Tubruk Tembok Pembatas Didemo Warga

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Puluhan warga Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melakukan aksi demo sekaligus menyegel gerbang pool mobil milik PT SBS lantaran tembok pembatas perusahaan jebol ditabrak mobil dan sangat membahayakan masyarakat.

Kekesalan warga memuncak, akibat kejadian tembok jebol ditabrak mobil perusahaan itu sudah yang ke-6 kalinya, namun hingga saat ini PT SBS tidak pernah mendengar keluhan warga dan tidak meningkatkan safetinya.

Kepala Dusun (Kadus) 03, Desa Gunung Putri, Naudy Fajar Permana mengatakan, penyegelan PT SBS oleh warga ini akibat kekesalan warga sudah tidak bisa dibendung setelah peristiwa tembok roboh yang ke-6 kalinya tidak pernah direspons perusahaan.

“Ini kejadiannya sudah 6 kali pagar tembok ditubruk mobil. Kebetulah ini merupakan jalan warga dan dekat dengan rumah warga. Ini sangat membahayakan karena jalan ini merupakan akses warga ke musholah dan jalan yang biasa dilalui anak-anak mengaji,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (6/11).

Terlebih, lanjut Naudy, pihak PT SBS selalu tidak merespon keluhan warga, alhasil puluhan warga ini mendemo dan menyegel perusahaan untuk menghentikan aktifitas armada keluar masuk sampai ada titik temu.

“Saya sudah beberapa kali mengeluhkan permasalahkan ini ke pihak perusahaan cuman selalu saling lempar tangan. Saya juga gak tau. Tadi saya sudah ngobrol dengan pihak poll malah dilempar ke pusatnya yang ada di surabaya,” bebenya.

Ia menambahkan, penyegelan perusahaan oleh warga itu akan terus dilakukan sampai keinginan warga terkait peningkatan keamanan didalam perusahaan dijalankan, seperti memasang stoper untuk ban mobil agar tidak menambrak tembok lagi.

“Keinginan warga hanya satu yaitu, safetinya harus ditingkatnya jangan sampai ada korban jiwa baru mereka memperbaikinya. Jika tidak ada respon juga maka warga akan menyegel perusahaan,” ancamnya.

Senada, Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, dia mendapatkan laporan dari rt, rw, kadus di rw 9 ada kejadian mobil milik pool PT SBS menabrak tembok pagar hingga hancur. Beruntung tidak ada yang lewat jadi tidak ada korban, ini kejadian yang ke 6 kali.

“Karena kehabisan kesabaran akhirnya warga bergerak menutup perusahaan, karena setiap ada keluhan selalu tidak direspon dan dilempar ke pihak pusatnya yang ada di surabaya. Dengan begitu warga bergerak dan menyegel pabrik ini untuk memberikan warning kepada pihak perusahaan agar memenuhi permintaan warga terkait safety untuk mobilnya,” ungkapnya.

Masyarakat meminta, sambung ia, kepada pihak PT SBS agar ada stoper untuk menahan ban mobil agar body mobil tidak menabrak tembok lagi. Kejadian sebelumnya bahkan lebih parah lagi, kepala mobil hampir mengenai rumah  karena kebablasan itu. 

“Beruntungnya tidak ada korban jiwa juga, makannya sebisa mungkin perusahaan harus mengabulkan permintaan warga jangan sampai menimbulkan korban. Untuk demo dan penyegelan yang dilakukan  masyarakat, saya tidak tau sampai kapan, mungkin sampai permintaannya dipenuhi oleh pihan PT SBS,” papar A Heri sapaan akrabnya.

A Heri menjelaskan, dahulu lokasi itu hanya pool atau tempat singgah kendaraan, namun sekarang sudah berikut ada bengkelnya. Menurut informasi perusahaan tersebut izinnya masih dalam proses.

“Makannya nanti hari Senin juga saya akan ke perusahaan untuk menanyakan keinginan warga sekaligus melihat perizinannya. Selama 3 tahun saya menjadi Kepala Desa belum pernah ketemu dengan pimpinan perusahaannya. 

Sementara itu, Security PT SBS Ananda mengatakan, untuk peristiwa itu sudah dilaporkan kepada atasannya, namun harus menunggu informasi lebih lanjut dari kantor pusat yang ada di Surabaya. 

“Selama warga menyegel perusahaan otomatis mobil tidak ada yang bisa keluar masuk untuk sementara waktu,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Pol PP Kabupaten Bogor  Janji Bakal Gusur PKL Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Kondisi perempatan Cileungsi yang merupakan pintu gerbang Bogor Timur hingga saat ini kondisinya masih sangat  memprihatinkan. Tidak adanya penataan lalu lintas yang maksimal dan banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar flyover membuat perempatan Cileungsi menjadi kumuh dan semrawut. 

Keberadaan PKL tersebut kian hari kian menjamur, lantarannya banyak pihak yang mencari keuntungan dengan keberadaan PKL tersebut. Hal itu terlihat dari banyaknya PKL yang menempati ruas jalan hingga dibawah flyover cileungsi yang merupakan lokasi terlarang untuk berjualan sebagaimana diatur dalam Perda Kabupaten Bogor nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum.

“Sulitnya PKL ditertibkan karena memang banyak yang memanfaatkan dan menjadi beking para PKL. Sehingga mereka berani berjualan di lokasi yang dilarang oleh Pemda. Kalau tidak ada kordinasi, PKL tidak mungkin berani berjualan karena mereka juga sudah tahu hal itu dilarang oleh pemerintah,” kata salah satu warga Cileungsi, Gatot kepada Jurnal Bogor, Minggu (06/11).

Menurut dia, persoalan penataan flyover Cileungsi harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bogor, terlebih lagi ada wacana pemekaran Kabupaten Bogor Timur yang saat ini sudah masuk di Pemerintah Pusat. Karena, bagaimana pun Kecamatan Cileungsi dan perempatan Cleungsi, akan menjadi pintu utama masuk ke Bogor Timur.

“Kalau perempatan dan sekitar flyover saja sudah tidak bisa ditata, bagaimana wilayah lain nantinya yang di Bogor Timur. Ini kan pintu gerbangnya Bogor Timur,” ujarnya.

Gatot mengatakan, untuk melakukan  penataan wilayahmemang diperlukan anggaran, komitmen dan konsistensi yang kuat. Hal itu tentunya harus ada kerjasama yang baik antara, Pemerintah Kabupaten Bogor, Kecamatan, Pemerintah Desa dan komponen masyarakat lainnya yang peduli terhadap kebersihan, kerapihan dan keindahan Cileungsi.

“Ya harus ada kerjasama dari semua pihak, dan mensinergikan program kerja terkait penataan dan penertiban. Karena jika tidak dilakukan, maka PKL akan muncul terus dan semakin banyak serta semakin sulit ditertibkan,” paparnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kasie Ops Pol PP Kabupaten Bogor, Rhama Khadara mengatakan, penertiban PKL di sekitar flyover cileungsi sudah menjadi agenda utama Pol PP Kabupaten  Bogor. Pihaknya kini sedang melakukan kordinasi dengan instansi terkait guna penataan lebih lanjut usai dilakukan penertiban.

“Ada agenda untuk menertibkan PKL di sekitar flyover dan menjadi agenda kami,” singkatnya.

** Taufik/Nay 

Festival Jaipong Budi Luhur Diikuti Penari Jaipong Jabar

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Ratusan penari jaipong dari berbagai daerah di Jawa Barat ambil bagian dalam Festival Jaipong Budi Luhur 2022, yang digelar di Resto Bunder Lab, Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Ketua Pelaksana Festival Jaipong Budi Luhur 2022, Geri Suratano menyampaikan banyak terimakasih kepada Universitas Budi Luhur dan juga Resto Bunder Lab yang telah ikut membantu hingga terselenggaranya acara.

Festival Jaipong Budi Luhur digelar untuk melestarikan kebudayaan daerah di Indonesia pada umumnya dan Jawa Barat khususnya. Melalui acara ini, Geri mengharapkan akan melahirkan bibit-bibit unggul untuk melestarikan kebudayaan daerah.

Festival Jaipong Budi Luhur yang diselenggarakan mulai 4 sampai 6 November diikuti 150 penari jaipong yang terbagi dua kategori, yakni individu (anak dan dewasa) serta kelompok (anak, remaja dan dewasa). Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya kota dan kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Cianjur dan Bandung. Sementara untuk penilaian melibatkan tim juri dari praktisi kesenian Bogor.

Selain memperebutkan total hadiah sebesar Rp50 juta dan juga beasiswa dari Universitas Budi Luhur, acara semakin tambah semarak dengan hadirnya bintang tamu Sandrina Azzahra.

Geri juga berharap dengan acara ini tari jaipong akan lebih dikenal di kalangan para pegiat seni di Indonesia khususnya dan di dunia internasional pada umumnya.

“Semoga acara ini akan selalu ada di setiap tahun sehingga kami akan terus berkreasi membantu membangun negeri kita dan kita semua bisa tetap membantu keeksisan dari kebudayaan daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Pendidikan Budi Lahir Cakti, Kasih Hanggoro mengucapkan selamat kepada panitia yang telah menyelenggarakan Festival Jaipong Budi Luhur 2022 di Resto Bunder Lab. Dirinya merasa bangga bisa berkontribusi melalui acara tersebut khususnya dalam meningkatkan ekonomi lokal dan juga budaya setempat khususnya di Kabupaten Bogor.

“Saya berharap acara ini dapat mendorong putra-putri terbaik untuk menyalurkan minat bakat melalui seni tari jaipong. Semoga acara ini dapat kita nikmati bersama-sama dan saya yakin semua adalah pemenang di acara ini karena semua ikut berpartisipasi dalam Festival Jaipong Budi Luhur 2022,” imbuh Kasih Hanggoro.

Ia juga berharap Festival Jaipong Budi Luhur bisa berkelanjutan menjadi acara tahunan. Tak lupa, dirinya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak Resto Bunder Lab yang telah menyediakan tempat sehingga suksesnya acara ini.

“Juga atas kerjasama semua panitia baik dosen, pimpinan, mahasiswa yang terlibat dalam acara ini semoga semua dapat belajar lebih baik memperbaiki apa yang kita inginkan kedepan. Begitu juga kepada Disbudpar Kabupaten Bogor dan Disparbud Kota Bogor, aparat setempat, tokoh masyarakat dan warga Gunung Bunder serta para pengunjung yang hadir yang telah mendukung acara ini,” tukasnya.

** Andres

Sempat Lama Terhenti, Pembangunan Kantor Desa Kalong II Andalkan Banprov 

0

Leuwisadeng| Jurnal Bogor 

Meski terkendala terbatasnya anggaran yang dimiliki, namun hal itu tidak menyurutkan Pemerintah Desa Kalong II, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor dalam melakukan renovasi gedung kantor desa.

Pasalnya, hingga kini progress pembangunan kantor pelayanan masyarakat itu masih belum 100 persen rampung, terlebih lagi sebelumnya sempat lama terhenti.

Kepala Desa Kalong II, Ulul Azmi mengatakan, bahwa pembangunan kantor desa itu menggunakan anggaran dari Bantuan Provinsi (Banprov) tahun 2021 dan tahun 2022.

“Ini kantor desa ceritanya panjang. Tapi, Alhamdulillah kami masih ada dari Bantuan Provinsi (Banprov) untuk membangun sedikit demi sedikit,” ungkap Ulul Azmi, kemarin.

Meski begitu, Ulul Azmi menyampaikan, anggaran dari Banprov tersebut hanya bisa digunakan untuk membangun kantor desa sebesar 50 hingga 60 juta. Sehingga itu belum mencukupi kebutuhan untuk membangun kantor desa tersebut.

“Tapi kan tidak memadai. Paling-paling juga bisa kami pakai sekitar 50 juta sampai 60 juta yang lainnya kan untuk kegiatan yang lain,” katanya.

Pembangunan kantor desa itu, sudah menggunakan anggaran Banprov tahun 2021 dan tahun 2022.

“Nungguin yang setahun lagi kan jatuh nya 3 tahun untuk banprov atau mungkin 60 juta mudah mudahan bisa naik ke (bangunan) atas terakhir kan jatuhnya 3 kali karena ini masih banyak PR termasuk ini untuk plafon belum,” katanya.

Ulul Azmi menjelaskan, memang untuk pembangunan kantor desanya tersebut terbilang cukup lama lantaran harus sabar menunggu anggaran yang hanya turun dalam kurun waktu satu tahun sekali.

“Poses nya agak lama karena setahun sekali (Anggaranya) saya pengajuan ke provinsi ke pak gubernur yang sebelumnya juga gak di acc belum di realisasi sampai saya nyari-nyari namanya usaha yah tapi belum ada jawaban sampai saat ini,” ungkapnya.

Hingga sampai saat ini masih banyak yang harus direnovasi dan dibenahi. Untuk itu dirinya berharap kepada semua pihak, baik dukungan, doa dan dorongan agar kantor desa tersebut dapat selesai sepenuhnya untuk kepentingan pelayanan masyarakat.

Kantor desa rencananya akan di tingkat dua, bagian bawah untuk pelayanan masyarakat, sedangkan bagian atas untuk, aula, mushola dan PKK. Hal itu dilakukan lantaran lahan nya yang sempit sehingga tidak dimungkinkan untuk pelebaran.

Pembangunan pemugaran kantor desa tersebut, menurut Ulul Azmi, untuk meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat Desa Kalong 2.

“Saya berharap, kepada semua pihak siapa tahu ada yang bisa membantu menyampaikan ke atas untuk pembangunan kantor desa ini saya terbuka saja. Mudah-mudahan masyarakat di Desa Kalong dua dengan adanya perubahan kantor desa ini bisa puas dengan pelayanan yang diberikan pemerintah desa,” tukasnya.

** Andres

Dampak Perkembangan Teknologi dan Pesta Demokrasi Bagi Indonesia

0

Pesatnya perkembangan era media sosial saat ini diberbagai belahan dunia, rupanya membawa dampak tersendiri bagi kehidupan. Seolah tidak ada jarak, dengan cepatnya kita bisa mendapatkan akses informasi yang terjadi dimanapun. Namun, kehadiran media sosial ini rupanya bak mata pisau, apabila kita tidak bijak menggunakannya. Satu sisi menguntungkan, tapi satu sisi juga bisa merugikan.

Di Indonesia, media sosial juga begitu tinggi mempengaruhi interaksi antar sesama manusia. Tingginya pengaruh ini, juga menghadirkan informasi palsu atau yang kerap disebut hoaks yang berujung penyesatan. Dengan mudahnya, masyarakat langsung percaya adanya informasi tanpa melakukan penyaringan hingga verifikasi ataupun cross check yang sebenarnya terjadi.

Dari data Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informasi yang dilansir pada Januari 2022 ada 135 isu hoaks, Februari 2022 ada 124 isu hoaks dan Maret 2022 ada 127 isu hoaks. Jumlah tersebut tentu saja cukup mengkhawatirkan, karena timbulnya konten konten negatif yang bisa menganggu stabilitas nasional serta terciptanya persatuan dan kesatuan.

Kehadiran media sosial juga menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Prof. Deddy Mulyana, PhD dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Fenomena ini diperkuat dengan adanya temuan riset di Amerika Serikat pada 2009 ketika media sosial Facebook dan Twitter tengah populer. Tentu saja hasil riset tersebut, tidak diharapkan terjadi di Tanah Air. Keseimbangan pun harus dilakukan baik penggunaan teknologi hingga kesejahteraan sosial.  Ini tugas semuanya. Seluruh lapisan masyarakat, stakeholder, hingga Pemerintah pun harus bergotong royong menjaga identitas ciri masyarakat Indonesia yang dikenal sopan santun, ramah hingga tolong menolong dalam segala permasalahan yang ada.

Mengingat mendekati pesta demokrasi dalam pemilihan Presiden di tahun 2024, Indonesia adalah  negara yang menganut sistem demokrasi. Demokrasi dapat diartikan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dampak positif dari demokrasi adalah rakyat dapat memilih pemimpin seusuai keinginannya. Dampak buruk dari demokrasi adalah orang jahat juga bisa menjadi pemimpin selama dia memiliki jumlah pendukung lebih banyak daripada calon yang lain. Sehingga lahirlah pemimpin yang tidak bertanggung jawab, dan hanya memberi janji manis ketika kampanye.

SARA adalah salah satu contoh yang sering terjadi di Indonesia. SARA adalah tindakan yang menjatuhkan orang lain karena berbeda. Baik itu berbeda suku, ras, golongan, atau agama. Dampak yang ditimbulkan dari SARA begitu besar. SARA dapat membuat perpecahan antar kelompok, bahkan sampai menimbulkan permusuhan dan peperangan. Jika sudah terjadi peperangan, maka akan sulit dihentikan. Sebagai bangsa yang memiliki beragam perbedaan, ada baiknya kita hidup berdampingan. Walaupun berbeda, kita tetap satu.

Sudah saatnya kita sebagai rakyat dari bangsa besar seperti Indonesia, menggunakan politik sebagai salah satu unsur yang dapat mempersatukan kita semua. Bukan menjadikan politik sebagai salah satu sarana untuk memecah belahkan bangsa Indonesia. Kemudian katakan, INDONESIA BEBAS SARA!!!.

** Penulis: Setya_7 Universitas Pakuan Bogor 

4 Balon Kades  Siap Bertanding Maju ke PAW Desa Sirnagalih

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pasca meninggalnya Kepala Desa Sirnagalih terdahulu Alm. Ahmad Anwar, Desa Sirnagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor pada 18 Desember mendatang bakal melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW).

Hal tersebut disampaikan Kasie Pemerintahan Kecamatan Jonggol Dedi Hidayat saat dihubungi melalui pesan singkat WA mengatakan, pelaksanaan pilkades PAW ini berbeda dengan pilkades regular.

“ Pelaksanaan Pilkades reguler yang diikuti oleh semua warga desa yang memiliki hak pilih. Sedangkan Pilkades PAW pemilih ditentukan dari hasil musyawarah yang terdiri dari aparat Pemerintah Desa, BPD dan perwakilan unsur masyarakat serta para calon yang berhak dipilih,” ujar Dedi Hidayat kepada Jurnal Bogor.

Pada tahapan ini, lanjut Dedi, panitia telah menerima berkas dari 4 Bakal Calon Kades PAW diantaranya Mutiara Iqilma, Ayub, Hariri, dan Dudu Sanjaya. Selanjutnya, panitia  akan meneliti persyaratan adiministrasi bakal calon dan pendahuluan menentukan balon,Karena yang sudah  mendaftar Balon Kades ada empat. Maka, panitia akan melakukan seleksi dengan ujian tertulis  untuk menetapkan  tiga calon Kades yang akan maju ke Pemilihan PAW.

“Ada  empat  bakal calon yang  sudah mendaftarkan pilkades  PAW. Selanjutnya panitia akan  melakukan verifikasi dan apabila  memenuhi persyaratan, empat bakal calon akan ditetapkan sebagai calon Kades PAW,” terang Dedi.

Dedi  menambahkan  panitia akan melakukan musyawarah desa untuk menentukan jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

Terkait kelompok masyarakat yang menentukan siapa yang menjadi kades terpilih, lanjutnya, panitia Pilkades PAW akan  mengundang berbagai lembaga dan kelompok. Diantaranya, Badan Pemusyawaratan Desa (BPD), Pemdes (perangkat) dan unsur masyarakat  pendidik, tokoh agama dan lain-lain

Dedi berharap, dalam pelaksanaan acara pemilihan Kades PAW nanti dapat berjalan lancar, aman dan sukses.

“Siapapun yang terpilih, merupakan pilihan masyarakat yang terbaik. Dan semoga bisa mengemban tanggung jawab, dan bisa memimpin desa  Sirnagalih ini dengan baik serta dapat menjalankan tugas tersebut dengan ikhlas dan sabar demi kepentingan bersama,” pungkasnya.

** Ramses / Nay