30.8 C
Bogor
Thursday, August 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 764

Perjanjian Jaminan Fidusia Dibawa ke Ranah Pidana

0

Sidang Pidana Fidusia Dilaksanakan Daring, Pengacara LBH Panser Berontak

Bogor | Jurnal Bogor

Sidang kasus fidusia di Pengadilan Negeri Bogor disidangkan secara daring, Kamis (15/12). Setelah palu sidang diketuk oleh ketua Majelis Hakim, selanjutnya agenda pengecekan terdakwa dan pemeriksaan legal standing penasehat hukum yang beranggotakan Suhendar, SH.,MM; Basuni Ismail,SH.,MH.; Sagitarius,SH.,MH.; Nurpan,SH.; Sopian Sarip,SH.; Tri Kurniawan,SH.; Syariful Alam,SH.; Irwan Setiawan,SE.,SH dan Yohan Bayu Afiyanto,SH.

Majelis Hakim menanyakan, “Apakah saudara terdakwa sudah siap untuk mengikuti jalannya sidang?, terdakwa Hidayat Saputra menjawab dengan lantang, “Siap yang mulia.”

Sebelum Majelis Hakim memerintakan jaksa membacakan dakwaan, terjadi sedikit keributan. Karena penasehat hukum mempermasalahkan dakwaan Hidayat Saputra belum diberikan kepada terdakwa ataupun penasehat hukumnya.

Suhendar,SH.,MM. sebagai koordinator tim penasehat hukum LBH Panser yang juga Ketua DPD Peradmi Bogor mengajukan keberatan. “Izin yang Mulia, karena setelah perkara ini dilimpahkan ke kejaksaan dari Kepolisian Resort Bogor Kota, kami menilai jaksa kurang kooperatif dan susah untuk ditemui untuk meminta salinan BAP terdakwa dan saksi-saksi. Kami sudah berusaha menemui JPU Ibu Karyati,SH di Kejaksaan Negeri Bogor, akan tetapi sampai perkara ini disidangkan kami belum menerima salinan BAP terdakwa, saksi-saksi dan juga surat dakwaannya”.

Lantas majelis pun merespons dengan menanyakan kepada JPU, apa benar yang disampaikan penasehat hukum terdakwa? JPU pun menjawab, “Siap majelis, segera akan kami berikan salinan BAP. Dan sebetulnya untuk Surat Dakwaan sudah kami titipkan ke penyidik Reskrim Polresta Bogor yang mulia”. Dan majelis pun memerintahkan kepada JPU untuk segera memberikan surat dakwaan dan BAP saksi-saksi kepada penasehat hukum terdakwa.

Sidang dilanjutkan dengan bacaan dakwaan oleh JPU Karyati,SH. Setelah dakwaan dibacakan, hakim menanyakan kepada penasehat hukum terdakwa, “Apakah penasehat hukum terdakwa keberatan dan akan mengajukan eksepsi?”.

Penasehat hukum menjawab melalui Suhendar,SH,MM., “Kami tidak akan mengajukan eksepsi Yang Mulia.” Maka hakim pun memutuskan sidang selanjutnya akan diagendakan pemeriksaan saksi-saksi.

Sebelum sidang ditutup, hakim menanyakan, “Apakah penasehat hukum ada yang ingin disampaikan?” Penasehat hukum melalui Sagitarius,SH,MH yang juga Ketua LBH DPP Peradmi menjawab, “Izin Yang Mulia, kami berharap sidang pidana perkara 282 ini dilaksanakan secara offline, karena kami menilai pembuktian materil akan terkendala teknis apabila dilaksanakan secara daring. Dan kami sangat berharap sidang ini akan berjalan seadil-adilnya demi penegakan dan kepastian hukum. Dan hakim pun memutuskan untuk sidang selanjutnya akan dilaksanakan secara offline.

**ass

Pengunjung Malasari Menyusut Akibat Buruknya Infrastruktur

0

Ketua Desa Wisata: Pemkab Bogor Kurang Serius Bangun Infrastruktur di Ekowisata Malasari

Nanggung l Jurnal Bogor 

Kondisi jalan sudah lama rusak di lokasi objek wisata Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terkesan dibiarkan. Padahal menurut Ketua Desa Wisata Malasari Hamdan Duwafy, Malasari  merupakan daerah pariwisata dengan sektor unggulan.

Namun ada persoalan yang mendasar musabab buruknya infrastruktur sehingga berdampak semakin menyusutnya  pengunjung ke Ekowisata Malasari. Meski Desa Malasari terbilang potensial, namun keseriusan Pemkab Bogor minim dalam menata pembangunan  infrastruktur di kawasan Ekowisata Malasari.

Terbukti, seperti  akses menuju Kampung Citalahab, kawasan perkebunan teh, menurut Hamdan terdapat jalan rusak bahkan kerusakan jalan  itu terjadi sudah puluhan tahun. 

“Sudah puluhan tahun jalan itu rusak seperti akses area perkebunan teh menuju Kampung Citalahab.” kata Hamdan Duwafy kepada Jurnal Bogor, Kamis  (15/12).

Hamdan yang lebih  akrab disapa Tole menyebutkan, dari kantor Desa Malasari sepanjang 17 kilometer menuju kampung Citalahab beberapa tahun lalu pernah  dibangun sekitar 5 killometer. Diakuinya pernah dibangun, namun sudah 3 atau 4  tahun ini kondisi jalan kembali rusak berat.

“Hanya  5 kilo yang pernah dibangun,  tetapi akses menuju Kampung Citalahab area perkebunan teh  sepanjang  12 kilometer sudah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan. Setahu kami, sudah puluhan tahun akses menuju Kampung Citalahab belum tersentuh pembangunan Pemkab Bogor,” papar Tole.

Tidak sampai disitu, temasuk jalan  lainnya terdapat akses  di Kampung Nyungcung Malasari sepanjang 1700 meter keadaannya cukup memprihatinkan.

Tidak sedikit titik jalan di Malasari  yang rusak dan berlubang. Meski Desa Malasari pernah menyandang Homestay unggulan dari Provinsi Jabar bentuk pengakuan Destinasi wisata.

Malasari juga ada rumah sejarah tahun 1947 Bupati pertama Kabupaten Bogor, namun indikator kurang seriusnya  Pemkab Bogor dalam dalam membangun infrastruktur sehingga pengunjung yang datang kini semakin menyusut.

Respons pemerintah kaitan desa wisata memang ada seperti di setiap tahun digelarnya peningkatan kapasitas dari Disbudpar Kabupaten Bogor bagi warga yang terlibat dipengurusan wisata Malasari.

Tetapi lagi lagi, salah untuk mendukung ekonomi masyarakat ketika kwalitas insfratrukturnya sudah baik.

“Sering ada penelitian dari Eropa tentang pengamatan satwa Owa (Javan Gibbon). Kasawan Desa Malasari memang diddominasi kawasan taman nasional yang setiap tahunnya warga desa menyemarakan warisan dari para pendahulu

Warisan  cagar budaya  tak benda yang terjadi secara turun temurun yakni Seren Taun (sedekah bumi). Pada 2015 Desa Malasari dibentuk menjadi desa wisata, 2017 Malasari menyandang Indonesian  Sustainable tourism award  kategori lingkungan dari Kementerian Pariwisata.

Rahman (45) pengunjung dari Desa Batutulis Nanggung mengatakan seharusnya akses jalan wisata menjadi prioritas pembangunan.

“Akses   wisata Malasari yang merupakan untuk kepentingan umum harusnya jalannya sudah bagus dan banyak dirasakan bagi masyarakat secara luas.” tandasnya 

Sementara jalan rusak dan berlubang di areal wisata menuju Desa Malasari sekitar  sudah  3 tahun tidak diperbaiki Dinas PUPR. Bahkan titik akses menuju Kampung Citalahab areal perkebunan teh sudah puluhan tahun belum tersentuh pembangunan.

** Arip Ekon

Polsek Gunung Putri Olah TKP Perampasan Sepeda Motor di Cikuda

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pengendara sepeda motor Vario F 3857 FFI yang dikendarai Rizki dirampas kawanan orang tidak dikenal (OTK) , di jalan raya Cikuda, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (15/12).

Berawal, saat korban Rizki asal Cileungsi hendak mengantarkan dagangannya ke Pasar Wanaherang, tiba-tiba dipepet kawanan orang tidak dikenal yang menggunakan senjata tajam jenis cerulit, korban mengalami luka di bagian belakang karena sabetan cerulit. 

Dalam rekaman CCTV pelaku yang berjumlah sekitar 5 orang itu, langsung merampas kendaraan sambil mengancam korban menggunakan senjata tajam dan akhirnya para pelaku membawa kabur sepeda motor korban.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan, sewaktu korban dalam perjalanan dari Cileungsi menuju Pasar Wanaherang tiba-tiba di pepet oleh kawanan orang tidak dikenal di jalan raya Cikuda. 

“Korban dipepet oleh pelaku dengan mengacungkan senjata tajam berupa celurit, setelah korban berhenti di dekat toko  keramik korban langsung dirampas sepeda motornya, dan dibawa kabur,” ucap Kompol Bayu Tri Nugraha kepada Jurnal Bogor, Kamis (15/12).

Menurut Kompol Bayu, salah satu dari pelaku sempat mengayunkan celurit ke bagian badan belakang korban sebelah kanan, sehingga mengakibatkan luka robek.

“Langkah awal dari pihak polsek Gunung Putri melakukan olah TKP bersama petugas piket,” ujarnya.

Kemudian, sambung Kompol Bayu,  Bhabinkamtibmas dan Piket Reskrim, cek dan olah TKP dan meminta keterangan dari korban, mencari keterangan saksi, dan meminta bukti CCTV kepada warga, selanjutnya akan ditindaklanjuti.

“Saya menghimbau kepada Ketua Lingkungan yang ada di Kecamatan Gunung Putri agar mengaktifkan lagi warga untuk ronda, dan memasang benner awas maling di setiap lingkungan,” pungkas Kompol Bayu.

** Nay Nur’ain

Petani di Nanggung Keluhkan Harga Pupuk Naik

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Jelang masa tanam tahun 2022, para petani padi di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor mengeluh naiknya harga pupuk urea di pasaran. 

Pasalnya, pupuk nonsubsidi di wilayah tersebut selain sangat sulit didapat harganya pun naik. Terlebih para petani yang bukan peserta dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) harus merogoh kocek lebih dalam.

Saat ini, seperti pupuk urea non-subsidi satu kilogram tembus 5000 rupiah. Bahkan urea putih Rp15.000 per kilo dan tembus Rp150.000 per sak.

Sementara pupuk subsidi 125.000 lebih murah per sak, akan tetapi para petani masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi. 

Petani padi, Aam mengaku dirinya minggu-minggu ini sulit untuk membeli pupuk urea. Padahal sudah memasuki penaburan urea. Tetapi belum juga ada di warung-warung yang biasa berjualan.

“Di pengecer sekarang sulit. Palingan ada di orang-orang  tertentu, itupun begitu ada langsung habis,” katanya.

Sementara, salah satu ketua Gapoktan membenarkan kenaikan harga pupuk untuk para petani. Diakuinya, banyak petani mengeluhkan kenaikan harga pupuk nonsubsidi tersebut.

“Kalau untuk di kelompok kita saat ini tidak mengalami kelangkaan, tetapi kenaikan harga yang di keluhkan para petani,” katanya.

Dia mewakili para petani berharap pemerintah untuk bisa menstabilkan harga pupuk nonsubsidi. Sebab, di wilayah pun masih banyak yang belum terpenuhi kebutuhan pupuk bagi petani.

** Andres

Polsek Cileungsi Amankan Pelaku Curanmor

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Unit Reskrim Polsek Cileungsi Polres Bogor lakukan penangkapan terhadap seorang pelaku curanmor. Dalam penangkapan tersebut  diamankan berbagai barang bukti dari tangan pelaku, Rabu (15/12).

AF

Pelaku Curanmor berinisial AF (32) ditangkap di wilayah Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan Polsek Cileungsi terkait para pelaku  curanmor yang diamankan sebelumnya.

Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen mengatakan, dalam penangkapan terhadap seorang pelaku curanmor berinisial AF tersebut di amankan barang bukti dari tangan pelaku berupa 1 buah kunci later T, 4 buah anak kunci later T dan 2 buah kunci magnet dan 1 buah dompet.

“Dari pengakuan pelaku dalam melancarkan aksinya selain di wilayah Cileungsi, pelaku juga sering melancarkan aksinya di wilayah Jonggol,” ungkap Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen.

** Nay Nur’ain

Jelang Nataru, UPTD P3LLAJ Wilayah I Dishub Jabar Rampcheck Kendaraan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Menjelang libur nasional Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) UPTD P3LLAJ Wilayah I Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menggelar rampcheck kendaraan jenis AKAP dan AKDP di terminal Tipe B Leuwiliang. Rampcheck yakni standar operasional prosedur (SOP) yang wajib dipenuhi armada sebelum mengangkut penumpang

Kegiatan yang dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha UPTD P3LLAJ Wilayah I Dinas perhubungan Provinsi Jawa Barat yang didampingi oleh Plt Pengawas Terminal Tipe B Leuwiliang serta penguji dan PPNS Dishub Kabupaten Bogor, Kamis 15/12/22.

“Hari ini melaksanakan kegiatan pengendalian dan pengawasan ketersediaan angkutan umum dalam satu provinsi serta mewujudkan angkutan umum yang berkeselamatan,” kata kepala terminal Tipe B Leuwiliang Wahyu Hidayat. 

Menurut dia, sebanyak 3 kendaraan bus yang diperiksa diantaranya bus besar jenis AKDP satu bus besar jenis AKAP dan satu bus sedang jenis perintis.

Dalam pemeriksaan tersebut, terdapat beberapa temuan yang melanggar ketentuan, seperti kondisi ban belakang yang sudah tidak layak serta masa berlaku KP telah habis dan tidak tersedia alat pemadam kebakaran.

“Dalam kejadian itu, petugas menghimbau kepada pemilik perusahaan untuk segera melakukan penyesuaian sesuai standar yang telah ditetapkan atau tercatat pada surat-surat kendaraan,” tukasnya.

** Andres

Jalan Kaki ke KPU Diiringi Ratusan Kader, AHY: Kami Siap Ikut Pemilu, Perjuangkan Perubahan & Perbaikan

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan kaki datang ke kantor KPU pusat, diiringi pengurus DPP serta ratusan kader Demokrat.

Menjelang sampai ke KPU, AHY dan massa Demokrat disambut tarian jalanan (street dance) Wota oleh sejumlah remaja berkaus Demokrat.

“Kami siap mengikuti pemilu, dan siap memperjuangkan perubahan dan perbaikan bagi Indonesia yang lebih baik,” kata AHY sambil tersenyum pada para wartawan di depan gerbang KPU.

AHY dan rombongan DPP menggunakan jaket varsity bertuliskan angka 14. Spanduk dan poster perubahan dan perbaikan diusung oleh massa.

Merujuk pada Perppu no 1/2022, pasal 173 ayat 3, Partai Demokrat memutuskan untuk kembali menggunakan nomor 14.

“Kebetulan hari ini tanggal 14, dan nanti pencoblosan dilakukan juga pada tanggal 14,” kata AHY. “Kita ini menghadirkan semangat, 14 itu kami rangkai dengan huruf S dan P, jadi dibaca S14P,” jelas AHY.

“Siap juga memiliki arti, bersama rakyat kami siap memperjuangkan “Perubahan dan Perbaikan”. Perubahan dan Perbaikan untuk Indonesia yang lebih baik ke depan, semakin maju, rakyatnya semakin sejahtera,” lanjutnya.

AHY juga menjelaskan makna lain dari kata Siap yang digunakan. “Kata Siap juga mengandung makna bahwa Partai Demokrat harus benar-benar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, menyongsong kontestasi pemilu serentak, baik pemilihan presiden dan pemilihan legislatif,” sambung AHY.

“Harapannya tentu ikhtiar, doa dan perjuangan kami bersama, Demokrat bisa sukses dan menang. Selain itu tentu juga harus bisa berperan lebih banyak lagi, baik di pemerintahan nasional maupun di parlemen,” ujat AHY.

**gp/ass-rls

KPU Kabupaten Bogor Sosialisasi Tatap Muka dengan Media 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor melakukan sosialisasi tahapan pemilu melalui tatap muka dengan media di The Pelangi Hotel dan Resort Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kamis (15/12).

“Maksud dan tujuan sosialisasi tatap muka dengan media ini agar para jurnalis memiliki pemahaman utuh terkait tahapan pemilu 2024, yang membutuhkan waktu lama yakni 20 bulan sebelum hari pemungutan suara pada 24 Februari 2024,” ujar Herry Setiawan Komisioner KPU Bogor Divisi Sosdiklih Parmas SDM kepada Jurnal Bogor.

Sementara, Ketua KPU Bogor Ummi Wahyuni menjelaskan, saat ini KPU sedang menjalankan tahapan pemilu berupa rekrutmen badan adhoc PPK dan PPS.

“Selain itu juga kami sedang melakukan uji publik penataan dapil DPRD Kabupaten Bogor yang diusulkan ke KPU RI melalui KPU Provinsi,” ujar Ummi Wahyuni. 

Dirinya menambahkan bahwa KPU Bogor juga berupaya memertahankan juara dalam pembuatan Rumah Pintar Pemilu (RPP) digital dengan fitur aksesibilitas bagi difabel. 

“Kami berupaya memertahankan reputasi RPP digital terinovatif di Jawa Barat dengan inovasi baru berupa fitur bagi penyandang disabilitas netra dengan RPP digital bersuara,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pascasidak, Puskesmas Cigudeg Berbenah

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Puskesmas Cigudeg berbenah usai disidak oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Kepala Puskesmas Cigudeg Muhammad Arvid Suhada mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukan oleh anggota dewan, akan menjadikannya lebih memperhatikan kebersihan lingkungan.

Pasalnya, dari sidak yang dilakukan oleh kader Partai Golkar tersebut, kebersihan menjadi salah satu faktor yang menjadi sorotan.

“Tentu setelah kejadian ini menjadi bahan evaluasi kami, dan mengucapkan terimakasih karena dengan kedatangan pak dewan itu membuat kami untuk lebih memperketat SOP kami dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata Muhammad Arvid Suhada kepada wartawan, Rabu (14/12/22).

Arvid menjelaskan, apa yang terjadi saat sidak tersebut tidaklah seperti dalam pemberitaan yang beredar, yakni anggota DPRD tersebut marah karena Puskesmas Cigudeg tidak memperhatikan kebersihan alias jorok.

Ia mengaku saat inspeksi mendadak tersebut, pihaknya belum sempat membuang sampah medis karena petugas sedang sibuk dengan pelayanan.

“Pada hari itu rencana kami memang sampah medis itu akan dipindahkan ke tempat pembuangan sampah medis sementara. Jadi, mungkin saat beliau melihat memang posisinya lagi banyak,” katanya.

Dirinya tak menampik apa yang menjadi sorotan saat sidak sebagai suatu kelemahan, meskipun pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik.

Sebab, petugas kebersihan di Puskesmas Cigudeg belum sebanding dengan masyarakat yang datang tak hanya dari wilayah Cigudeg saja.

“Tetapi karena luas dari Puskesmas Cigudeg ini Cukup luas sehingga pada saat itu tidak selalu standby, sehingga waktu itu kebersihannya masih kurang dengan petugas kebersihan yang ada,” tukasnya.

** Andres 

Darya-Varia Raih Top 3 pada Ajang Bergengsi IHYA 2022

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Prestasi gemilang ditorehkan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (“Darya-Varia)” yang sukses meraih penghargaan Top 3 pada ajang bergengsi Indonesia Halal Industry Awards 2022 (IHYA 2022) untuk 2 kategori yaitu Best Export Expansion dan Best Social Impact Initiative.

“Raihan Top 3 pada ajang bergensi IHYA 2022 ini patut disyukuri sekaligus membanggakan bagi kami,” kata Widya Olivia Tobing, Head of Legal & Corporate Secretary PT Darya Varia Laboratoria Tbk, dalam keterangan resminya, Kamis (15/12/2022).

Prestasi tahun 2022 ini merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun 2021, Darya-Varia sukses menjadi pemenang IHYA 2021 untuk kategori Best Export Expansion.

Untuk tahun ini, penghargaan diserahkan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara puncak penganugerahan IHYA 2022 di Jakarta Convention Centre, Jumat (9/12).

Penghargaan IHYA 2022 diraih Darya-Varya setelah melalui tahapan seleksi dan penjurian yang sangat ketat. Darya-Varia mampu meraih Top 3 untuk kategori Best Export Expansion dan Best Social Impact Initiative.

Berdasarkan kriteria penilaian pada kategori tersebut, Darya-Varia dinilai sebagai Perusahaan industri yang mampu menunjukan kinerja pengembangan produk halal, baik yang dikonsumsi dalam negeri maupun global secara outstanding. Di sisi lain, Perusahaan juga telah memberikan inisiatif terbaik bagi masyarakat melalui kegiatan tanggung jawab sosial Perusahaan (CSR).

Penghargaan ini sekaligus membuktikan bahwa produk-produk kesehatan Darya-Varia yang diberikan kepada masyarakat merupakan produk yang berkualitas tinggi, aman dan halal, baik bagi pangsa pasar domestik namun juga global. Tak hanya itu, Darya-Varia juga berkomitmen memperkuat Indonesia sebagai pemimpin global di dunia industri halal.

Hal ini sejalan dengan komitmen Kementerian Perindustrian untuk mendorong para pelaku industri halal meningkatkan kontribusi bagi kemajuan industri halal nasional. IHYA 2022 sekaligus menjadi ajang penghargaan yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menjaring pelaku industri halal dan mengukur kekuatan industri halal di dalam negeri.

Selain itu, penghargaan IHYA juga merupakan bentuk apresiasi dari Kemenperin untuk industri kecil, menengah dan besar, baik swasta dan pemerintah yang telah mengimplementasikan industri halal serta berkontribusi dalam penguatan ekosistem halal di Indonesia dan mampu mengembangkannya lebih optimal ke kancah global.

“Penghargaan ini menjadi pemantik semangat bagi kami untuk tetap mempertahankan dan mengembangkan bisnis Perusahaan di industri halal di Indonesia. Komitmen bagi perusahaan untuk menyediakan produk-produk kesehatan dengan kualitas terbaik,aman, dan halal, untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan global,” kata Widya.

Hingga saat ini, produk-produk Darya-Varia yang dipasarkan di dalam negeri dan diekspor telah memiliki sertifikat halal. Selain itu, seluruh pabrik Darya-Varia juga telah menerapkan Sistem Jaminan Halal. Produk-produk yang meliputi obat dan suplemen kesehatan tersebut diekspor ke negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur.

**ass./rls