28.7 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 761

Terus Sumbangkan Medali Emas, Cabor Judo Kota Bogor Semakin Gacor

0

Subang | Jurnal Bogor

Tim Judo Kota Bogor, sukses mempersembahkan tiga medali emas, dua medali perak dan satu perunggu untuk ‘Kota Hujan’ di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022, yang berlangsung lapangan tenis Hotel Nalendra, Kabupaten Subang, Selasa (8/11/2022).

Ketiga medali emas tersebut masing-masing diraih Dewa Kadek Rama dari Kelas -66 Kg/Putra Nasional, Khasani Najmu Shifa Kelas -63 Kg/Putri Nasional, dan Siti Latifa Kelas -70 Kg/Putri Nasional.

Sementara dua medali perak dipersembahkan Mia Maulidini Kelas -78 Kg/Nasional dan Nathasya Putri Mardani Kelas +78 Kg/Putri Nasional.

Sedangkan satu perunggu diraih M Rizki Baehaqi Kelas -60 Kg/Putra Nasional.

Ketua Umum Judo Kota Bogor, An An Andri Hikmat, bangga dengan kontribusi tiga emas, dua perak dan satu perunggu yang dipersembahkan atletnya untuk Kota Bogor.

“Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Apalagi dengan tambahan tiga medali emas ini, tentunya akan jadi motivasi bagi kami untuk merebut medali emas dari atlet-atlet kami yang belum bertanding,” kata An An.

Sementara Ketua Umum KONI Kota Bogor, Moch Benninu, mengaku bangga atas perjuangan semua atlet yang telah menyumbangkan medali emas di ajang Porprov Jabar 2022.

“Raihan medali emas yang diperoleh para atlet yang sudah bertanding, harus jadi motivasi bagi para atlet-atlet kami yang akan melangsungkan pertandingan,” kata Benn.

** asep syahmid

Hazel Ramadhan Sumbang Medali Perak Bagi  Kota Bogor

0

Subang | Jurnal Bogor

 Atlet Karate Kota Bogor, Hazel Ramadhan, gagal mempersembahkan medali emas untuk ‘Kota Hujan’.

Hazel harus puas dengan raihan medali perak dari Kategori KATA Perorangan Putra, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022, yang digelar di Lapangan Tenis Indoor-Kabupaten Subang, Selasa 8 November 2022

Pelatih Karate Kota Bogor, Sandy mengaku puas dengan perolehan medali perak dari atletnya atas Hazel Ramadhan.

“Kita harus puas dengan hasil ini. Meski hasilnya belum maksimal, tapi ini adala buah dari perjuangan Hazel untuk Kota Bogor di ajang Porprov Jabar 2022,” kata Sandy.

Sandy menjelaskan, bahwa skuadnya tetap optimis bisa mempersembahkan medali emas untuk Kota Bogor. Sebab masih banyak atlet yang akan bertanding.

“Kami tetap optimis bisa meraih medali emas, dari nomor-nomor yang akan kami ikuti di ajang Porprov Jabar 2022,” kata Sandy. 

** asep syahmid

Luput Perhatian Pemerintah, Rumah Warga Pabangbon Nyaris Ambruk

0



Caringin | Jurnal Bogor

Kondisi rumah Aji, warga Kampung Pabangbon RT 05 RW 02, Desa Cinagara, Caringin, Kabupaten Bogor, sangat memprihatikan. Sebab, rumah yang ditempati Aji dan kedua anaknya itu, sudah rusak berat hingga tidak layak untuk ditempati.

Meski keberadaan rumah milik warga yang masuk kedalam keluarga miskin itu sudah lama rusak, namun sampai saat ini belum tersentuh bantuan dari pihak pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga desa.

Aji merasa cemas dan takut saat berada didalam rumah dengan kondisi cuaca hujan. Karena, kondisi bangunan rumah yang ditempatinya itu, sudah lapuk dan rusak parah.

“Setiap hari saya merasa takut kalau plafon rumah ambruk, lantaran kondisi kayu dan bahan material atap sudah banyak yang patah,” akunya kepada wartawan.

Aji mengungkapkan, kondisi rumahnya yang rusak parah sudah dilaporkan ketua rukun tetangga (RT) kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Cinagara. Bahkan, setelah laporan RT, perwakilan dari pihak Pemdes langsung datang dan mengambil gambar rumah melalui handphone.

“Itu sudah ada dua tahun lalu, rumah saya difoto sama pegawai desa untuk diajukan bantuan. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar lagi dari pihak desa,” ungkapnya.

Aji mengaku, dirinya bukan tidak mau memperbaiki kerusakan rumah satu-satunya tersebut. Tetapi, penghasilan yang diterimanya sebagai buruh kasar, hanya cukup untuk makan sehari-hari.

“Saya bekerja sebagai buruh tani dengan upah sebesar 45 ribu. Upah sebesar itu hanya cukup untuk menafkahi anak-anak saja tanpa ada sisa,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Aji dan keluarganya pun tidak mendapatkan bantuan sosial (Bansos) yang selama beberapa tahun ini terus dikucurkan pemerintah pusat, baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan lainnya.

“Pernah satu kali dapat BPNT, tapi sudah lama tidak ada lagi turun. Begitu juga dengan bantuan anaknya sekolah, tidak pernah mendapatkan sama sekali,” keluhnya.

Aji berharap, pemerintah memberikan bantuan untuk memperbaiki kondisi rumahnya, terutama perbaikan atap yang dikuatirkan ambruk.

“Saya juga ingin dapat bantuan beras atau uang seperti warga lainnya. Jujur saja, terkadang saya sering merasa sakit hati dan cemburu sosial, saat melihat warga yang kondisi ekonomi nya lumayan ada tapi malah dapat Bansos,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Cinagara, Burhanudin saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Selasa (8/11), terkait kondisi rumah warga Kampung Pabangbon tersebut, sama sekali tidak merespons maupun menjawab memberkan keterangan.

** Dede Suhendar  

** Dede Suhendar  

Minim Safety dan Lakukan Pencemaran Oli, PT SBS Diontrog Emak-emak 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Puluhan emak-emak Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor memprotes PT.SBS yang tak jua menyelesaikan persoalan sering ambruknya tembok pembatas antara PT.SBS dan warga sekitar yang notabene tembok pembatas tersebut bersentuhan langsung dengan jalan warga dan sering dilewati anak-anak yang berangkat sekolah dan mengaji.

M (40) emak-emak Dusun 03 yang mendatangi PT.SBS meminta perusahaan agar menyelesaikan persoalan yang sudah sering kali terjadi. “Ini sudah yang ke-6 kalinya terjadi tembok roboh, bahkan pernah yang paling parah kepala mobil truk itu hampir terjun ke atap rumah warga,” ujar M kepada Jurnal Bogor, Selasa (08/11).

Warga pun kesal hingga akhirnya melakukan penutupan sementara diakibatkan karena pihak manajemen PT.SBS sering lempar tanggungjawab dan selalu melimpahkan kepada perusahaan pusat yang ada di Surabaya.

“Masa iya disini gak ada manajemennya yang bisa mengambil keputusan, inikan pool mobil besar, harusnya ada penahan ban agar tidak selalu bablas ke tembok yang berbatasan dengan penduduk, gimana kalo pas ada yang lewat dan itu anak kecil, ketiban tembok pasti bisa kehilangan nyawa,” kesalnya.

Ia menegaskan, jika tidak ada solusi dari persoalan yang sering terjadi ini, maka warga akan menutup secara permanen. “Kami akan menutup secara permanen jika tidak ada solusi dan selalu diabaikan oleh perusahaan,” ancamnya.

Sementara, Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri mengatakan, pihaknya sudah melakukan peneguran bahkan sudah berkali-kali. Namun, tetap saja pihak PT.SBS selalu melimpahkan tanggungjawab kepada perusahaan pusat yang ada di Surabaya.

“Malam ini akan di lakukan mediasi dengan pimpinan perusahaan dari Surabaya, kami mau tau solusi apa yang nanti mereka berikan agar hal serupa tidak terjadi,” ucapnya.

Selain itu, hal yang paling mengejutkan ialah ternyata di dalam PT.SBS tersebut terdapat pencemaran oli dan itu seolah diabaikan oleh pihak perusahaan. “Kami menemukan tumpukan oli dalam drum dan bercakannya di got-got dalam perusahaan, dan sempat terjadi adu omong juga saat salah satu karyawan tidak mengakui adanya pencemaran oli,” paparnya.

Damanhuri masih menunggu hasil mediasi antara pihak perusahaan dengan warga. “Kita tunggu hasil mediasi malam ini, namun untuk pencemaran oli yang dilakukan oleh pihak perusahaan akan kami tindak lanjuti ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk didalami lebih lanjut,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Kapolsek Nanggung Ingatkan Kades Gunakan Samisade Sebaik Mungkin

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Kapolsek Nanggung AKP Achmad Budi Santoso mengingatkan kepada para kepala desa se-Kecamatan Nanggung  agar penggunaan anggaran yang bersumber  APBD Kabupaten Bogor melalui program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) bisa dilaksanakan secara optimal.

AKP Achmad Budi Santoso

Hal ini di  sampaikan saat ia  menghadiri  sosialisasi jelang pelaksanaan pembangunan program Samisade yang berlangsung di Desa Nanggung. “Selama kegiatan pembangunan berjalan, sesuai anggaran agar digunakan seoptimal mungkin,” kata AKP Achmad Budi Santoso, Selasa (8/11)

Karena anggaran ini sensitif,  kata dia, diharapkan para kades bisa melangsungkan kegiatan pembangunan sesuai petunjuknya.

“Silakan laksanakan kegiatan sesuai yang telah direncanakan, diharapkan selama proses pembangunan lebih memperhatikan pada kwalitas pembangunan artinya  jangan asal asalan. Utamakan kwalitas pembangunan. Musababnya anggaran yang digunakan pastinya harus ada pertanggungjawaban keuangan sesuai dengan kegiatan yang dilakukan,” tegas Kapolsek.

** Arip Ekon

Akibat Ulah Pengendara Motor Terabas Jalan yang Masih Dicor, Kades Ciampea Ngamuk

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Kepala Desa (Kades) Ciampea Suparman, mengaku geram melihat kelakuan pengendara sepeda motor  yang memaksa melewati jalan yang keadaan masih dicor.

Pasalnya, kondisi jalan belum selesai itu sudah kembali rusak akibat ulah pengendara motor ramai-ramai melintasi jalan tepatnya di Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor.

Suparman menyebut, dalam cuplikan video, tampak jalan tersebut telah hancur. Kemacetan juga terjadi di jalan itu akibat dipenuhi pemotor. Peristiwa itu terjadi pada pukul 10.00 WIB.

Menurut Kades Ciampea, peristiwa itu diduga terjadi karena pengendara motor tak sabar melewati jalur lainnya di Pasar Ciampea.

“Betul, karena di situ nggak ada jalan lintasan,” kata Kades Ciampea, Selasa (8/11).

Dia mengatakan aksi pemotor melintasi jalan yang masih dicor tersebut membuat kemacetan total. Padahal Kades Ciampea mengatakan pihaknya dan anggota Polsek Ciampea turun tangan untuk mengurai kemacetan di Pasar Ciampea.

“Macet total, pemotor nggak sabar, kita tahan juga nggak ketahan gitu. Sampai anggota Polsek pada turun juga termasuk saya,” ujarnya.

Jalan yang masih dicor itu mengalami kerusakan. Kades Ciampea mengaku kasihan dengan kontraktor yang membangun jalan itu.

“Nanti kan kalau misalnya ada pihak ketiga itu suka nyalahin kontraktor,” jelasnya.

Kades Ciampea mengatakan sudah ada tanda yang menjelaskan sedang ada aktivitas pengecoran jalan. Menurutnya, pemotor tidak mengindahkan tanda tersebut.

“Udah ada batasnya itu, tetap aja diterobos. Sering kejadian saya udah pernah nangkap orang yang nerobos, waktu itu mah satu orang. Ngomongnya nggak tahu, padahal udah ada pembatas, main nyelonong aja,” ujarnya.

Dia berpesan kepada masyarakat pengguna jalan untuk saling menjaga agar jalan tersebut hasil kedepannya menjadi maksimal.

“Mari kita menjaga jalan yang sedang diperbaiki oleh pemerintah karena milik bersama. Kalau kita menjaga semua, pasti hasilnya juga bagus maksimal. Karena sekarang macet pasti bikin kesal, tapi ke depannya kan enak kita lancar. Tapi sekarang belum apa-apa udah hancur gitu kan jadi lama lagi,” tukasnya.

** Andres 

Jalan Perbatasan Kabupaten Bogor dengan Cianjur Rusak Parah, Warga Milih Berobat ke Cianjur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Beban masyarakat di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor seakan tidak ada hentinya. Sulitnya transportasi hingga akses jalan rusak membuat perekonomian warga terganggu. Jalan sepanjang 6 kilo meter dari Desa Warga Jaya, yang menjadi akses utama perbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur mengalami kerusakan yang cukup parah, dan tak jarang warga pun kerap menjadi korban akibat jalan rusak tersebut.

Salah seorang warga, Hendi mengatakan, jalan rusak dari jembatan Kebon Nanas, hingga perbatasan Kabupaten Bogor menuju Cianjur, mengalami kerusakan. ”Jalannya rusak, lubang jalan dimana-mana,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (08/11).

Dia menjelaskan, kerusakan jalan bervariasi mulai 10 hingga 40 centimeter dan membahayakan pengendara. Padahal akses jalan raya Sukamakmur menjadi jalan utama menuju kawasan wisata yang dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Kalau jalan rusak begini menghambat perekonomian warga, biasanya warga kalau banyak wisatawan jualan minuman sama makanan dipinggir jalan, sekarang mah susah wisatawan juga ogah ke Sukamakmur karena jalan rusak,”ungkapnya.

Selain itu, kerusakan jalan itupun berdampak pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar. 

“Saya heran dengan Kabupaten Bogor, padahal dulu jalan raya Cianjur menuju perbatasan Kabupaten Bogor rusak parahnya bukan main, tapi sekarang bagus banget lancar jaya, beda sama Kabupaten Bogor, warga harus rela ke rumah sakit aja mending ke Ciajur dengan jarak tempuh satu jam kurang, ketimbang lewat jalan Kabupaten Bogor yang rusak parah,” paparnya.

Sementara itu Camat Sukamakmur Bakri Hasan, mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat kepada dinas terkait untuk dilakukan perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Sukamakmur tepatnya di Desa warga Jaya menuju perbatasan Kabupaten Bogor dengan Cianjur.

“Dalam setahun ini perawatan jalan dari dinas terkait hanya sekali dilakukan, itupun tidak sampai sebulan jalan kembali rusak,” ucapnya. 

”Jangan sampai akibat jalan rusak ini warga menjadi korban, saya dari Pemerintah Kecamatan sudah memberikan surat kepada dinas terkait untuk dilakukan perbaikan,” terangnya lagi.

Padahal saat musim libur panjang nanti, Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 akses jalan raya Sukamakmur menjadi jalan alternative wisatawan yang akan berlibur baik ke Puncak maupun ke kawasan wisata Sukamakmur. “Kalau begini caranya menghambat perekonomian warga, tolong lah diperbaiki,” harapnya.

** Nay Nur’ain

PLN Gunung Putri dan Kodim 0621 Kabupaten Bogor Sinergikan Peningkatan Pelayanan Ketenagalistrikan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Manager PLN UP3 Gunung Putri, bersama Manager UP3 Bogor dan Manager UPT Bogor melakukan kunjungan kerja ke Komando Distrik Militer 0621 Kabupaten Bogor yang diterima langsung oleh Dandim 0621 Letkol Kav Gan Gan Rusgandara, S.Hub. Int, M. Hub. Int.

Kunjungan tersebut sebagai salah satu upaya PLN Gunung Putri yang berkomitmen untuk terus menjaga kehandalan pasokan tenaga listrik ke masyarakat, sehingga perlu dilakukannya sinergi dan support dengan stakeholder terhadap pendampingan dan pengamanan asset dan revenue ketenagalistrikan.

Pada kesempatan tersebut, Manager PLN Gunung Putri, Rully Indra Ardhyan juga  menyampaikan bahwa upaya lainnya dalam peningkatan pelayanan saat ini, PLN sudah memiliki aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore maupun Appstore dari handphone yang membantu setiap pelanggan PLN untuk berinteraksi secara langsung.

“Sehingga lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan seperti cek tagihan rekening listrik, membeli token listrik, permohonan pasang baru ataupun perubahan daya, laporan pengaduan maupun kebutuhan lainnya,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (08/11).

Lebih lanjut ia menyampaikan harapannya sinergi yang dilakukan ini dapat terus berkelanjutan di dalam setiap kegiatan atau event nasional dalam pengamanan jaringan dan lingkungan untuk kehandalan pasokan listrik maupun objek vital nasional.

** Nay Nur’ain

200 Karyawan PT Cermai Makmur Abadi Internasional di PHK Sepihak dan Gaji Belum Dibayar

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Sebanyak 200 karyawan diberhentikan secara sepihak oleh PT Cermai Makmur Abadi Internasional yang berada di Kp. Cipicung, Desa Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Kini, mereka menuntut pihak perusahaan membayar kewajibannya kepada para karyawan yang di PHK sejak September 2022 lalu.

Salah satu karyawan, Iin Rahmawati mengatakan, ia bersama temannya yang lain belum menerima gaji sejak 27 Juli sampai September, dan diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan bahkan sebelum masa kontrak berakhir.

“Ada sekitar 200 orang yang diberhentikan sepihak oleh manajemen. Padahal selama bekerja kami mengikuti aturan yang ada tapi kok diberhentikan secara sepihak,” katanya kepada wartawan, Selasa (8/11).

Menurutnya, hingga saat ini gaji dari perusahaan belum juga dibayarkan. Padahal, ia bekerja selama satu minggu full dan selalu mengikuti ketentuan di perusahaan.

“Kami bekerja di bagian operator mesin jahit. Pada bulan September kami diberhentikan dan belum membayar hak-hak kami, seperti gaji,” jelasnya.

“Sedangkan upah yang kami terima yaitu setiap minggu bukan per bulan dan itupun kami bekerja selama 12 jam setiap hari dari Senin sampai minggu, jadi tidak ada libur hanya ada jeda. Namun pihak perusahaan tidak menghitung semua itu sebagai lembur,” lanjutnya.

Selain upah, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan pun belum dibayarkan oleh pihak perusahaan, hingga akhirnya para karyawan melakukan aksi demo dan tidak menemukan titik terang.

“BPJS Ketenagakerjaan selama 1,5 tahun belum dibayarkan. Dari 200 orang yang diberhentikan, mereka hanya dijanjikan oleh perusahaan, bahkan kami sudah melakukan aksi demo sebanyak 3 kali, akan tetapi tidak didengar oleh perusahaan,” tutupnya.

Ia meminta kepada intansi terkait dapat segera turun tangan dan membela haknya agar dipenuhi oleh perusahaan. “Kami mohon kepada instansi terkait agar hak kami segera dipenuhi oleh perusahaan,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Cegah PMK, TNI dan Puskeswan Jalin Kerjasama 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Program penyuntikan vaksin PMK digencarkan oleh pemerintah kepada hewan milik warga untuk mencegah menyebarnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang pada hewan ternak. 

Dalam upaya tersebut Babinsa akan dilibatkan dalam pemberian vaksin PMK yang ada di wilayah kerja Puskeswan Jonggol  diantaranya, Kecamatan Klapanunggal, Cileungsi, Jonggol, Cariu, Tanjungsari, Gunung Putri, dan Kecamatan Sukamakmur.

Menurut Kasubag TU Puskeswan Jonggol Dr.Toib, pelaksanaan kegiatan pendampingan ini dilakukan oleh Babinsa dengan adanya penandatanganan kerjasama antara Mabes TNI dan kementerian yang membidangi hewan  ternak.

“Nantinya Babisan akan  diberikan pelatihan setelah usai dilatih baru dilibatkan untuk melaksanakan serta pengecekan sekaligus memberikan vaksin  pada ternak sapi milik warga desa  yang sehat dan belum terjangkit PMK,” papar Dr.Toib kepada Jurnal Bogor, Selasa (08/11).

Dr.Toib mengatakan di wilayah Kecamatan  Jonggol, Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur banyak masyarakat yang memelihara sapi sebagai usaha sampingan untuk menambah pendapatan keluarga. Untuk itu para Babinsa perlu diberikan pelatihan bagaimana cara menyuntik vaksin kepada hewan.

“Setelah  pemberian pelatihan, Puskeswan dan Babinsa akan terus melakukan pemantauan dan pendataan serta memberikan vaksin hewan ternak yang di wilayah kerja  Puskeswan Jonggol ,” tambah Dr.Toib

Dia mengimbau kepada para pemilik ternak sapi, apabila terkena PMK agar segera cepat melapor supaya cepat pula ditangani dan dapat dicegah serta segera di isolasi biar tidak menyebar ke hewan ternak yang lain, “Jangan sekali kali menjual hewan ternak yang terkena PMK. pungkasnya.

** Ramses/Nay