28.4 C
Bogor
Tuesday, August 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 740

Mentan SYL Perintahkan Jajarannya Kawal Pengelolaan Pupuk Bersubsidi

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memerintahkan jajarannya mengawal pengelolaan pupuk bersubsidi. Menurutnya, semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan pupuk bersubsidi sampai kepada petani, tanpa ada kekurangan.

“Jangan sampai ada penyelewengan dan penyimpangan, boros di sana dan di sini. Tolong jaga dengan baik,” ungkap SYL saat membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Pengelolaan Pupuk Bersubsidi di PPMKP, Ciawi, pada Kamis (19/01/2023) sore.

SYL menyebutkan, pertanian global saat ini menghadapi kondisi pelik dengan harga pupuk yang melonjak sebagai imbas dari konflik Rusia-Ukraina. Sebelum masa pandemi, harga urea tertinggi terjadi pada 24 Juni 2019 sebesar Rp. 4.123,-/kg. Sesaat setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi kenaikan sebesar 242% pada 25 Maret 2022, dan sampai saat ini kenaikan masih berlanjut.

“Dengan kondisi ketersediaan pupuk saat ini, maka kita harus menerapkan prinsip bahwa pupuk harus bisa cepat dibagi, cermat dalam membagi, dan akurat,” tegas SYL.

Untuk meningkatkan akurasi, SYL meminta distribusi pupuk dapat memanfaatkan sistem digital. “Era cepat berubah, dibutuhkan kecepatan kita mengantisipasi. Karena itu, sistem digital dibutuhkan,” jelasnya.

SYL pun meminta pelatihan bisa dilaksanakan secara maksimal. Bagi SYL, pelatihan bagi para penyuluh dan pengelola pupuk bersubsidi ini penting karena dalam pengelolaan pupuk bersubsidi, dibutuhkan orang-orang yang memiliki pola pikir membela negara.

“Para peserta yang ikut ToT hari ini harus memiliki tekad semangat berjuang bagi rakyat. Di tangan kita, ada kesejahteraan petani. Ada kemampuan untuk menyediakan makanan buat rakyat,” ujar SYL.

Selain pengawasan tata kelola pupuk bersubsidi, SYL juga meminta semua pihak semakin kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk menyiasati ketersediaan pupuk bersubsidi. Sebagaj salah satu solusi terbaik, perlu dilakukan pengembangan pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyebutkan peserta kegiatan ToT kali ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Dari target 40.00 peserta, saat ini telah terdaftar 40.676 peserta yang terdiri dari penyuluh dan pengelola pupuk bersubsidi yang hadir secara online maupun offline,” ungkap Dedi.

Sesuai arahan Menteri Pertanian, materi-materi pelatihan akan difokuskan dalam upaya untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan pupuk bersubsidi.

“Outcome dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi penyuluh dan pengelola pupuk bersubsidi. Para peserta akan diajar mulai dari pengisian e-lokasi sampai implementasinya di lapangan,” tutur Dedi.

ToT akan dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 16–18 Januari 2023 yang dilaksanakan secara tatap muka berlokasi di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia.

** BPPSDMP Kementan

‘Total Football’ Tangani Stunting

0

Bogor | Jurnal Bogor

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak semua pihak untuk menerapkan semangat dan strategi ‘total football’ di Kota Bogor dalam mengamankan target-target yang sudah ditetapkan pemerintah pusat, salah satunya penanganan stunting.

“Kita tidak mungkin menjadi pemenang di tahun 2045 Indonesia Emas dan tiga besar ekonomi dunia, jika urusan stunting belum bisa dibereskan,” kata Bima Arya saat Musrenbang Kecamatan Bogor Barat di RH. Farm, Jalan Raya Cifor, Kelurahan Situgede, Kamis (19/1).

Hal ini juga kata dia, telah disampaikan Presiden Joko Widodo saat Rakornas Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor belum lama ini.

Dengan strategi total football kata Bima Arya, semua elemen bangsa Indonesia mulai dari pimpinan tertinggi di pusat, daerah sampai camat, lurah bahkan RW dan RT bergerak, sehingga Indonesia bisa menangani pandemi Covid-19. Semangat dan strategi serupa diimbau presiden untuk diterapkan juga dalam menangani stunting.

“Jika Covid-19 saja bisa menang, masa urusan stunting kita tidak bisa menang. Kepada semua aparatur baik pusat maupun wilayah, TNI, Polri dan kejaksaan, Key Performance Indicator (KPI) bukan hanya tupoksi masing-masing di bidang keamanan dan pertahanan, tetapi juga persoalan stunting, harmoni dan stabilitas. Para kepala daerah bersama pimpinan forkopimda serta jajaran di daerah diharapkan untuk bergerak cepat dan berlari semua,” tegas Bima Arya.

Di Kecamatan Bogor Barat khususnya dan Kota Bogor secara umum, angka dan data stunting sudah lebih baik. Namun demikian Kota Bogor kata Bima Arya, akan menduplikasi total 100 persen langkah yang diambil Pemkab Sumedang dalam menangani stunting dengan memanfaatkan IT dan aplikasi, tidak hanya stunting tetapi juga untuk yang lainnya.

Terkait potensi inflasi tahun 2023, Bima Arya menyampaikan, Indonesia sebagai salah satu negara yang tingkat inflasinya terbaik di dunia jangan membuat semua pihak lengah.

Dirinya mengingatkan semua pihak di Kota Bogor untuk tetap fokus mengantisipasi resesi di tahun 2023. Pasalnya, saat ini sudah 46 negara yang menjadi ‘pasien’ IMF dan sudah banyak negara yang kelihatannya sudah siap mengibarkan bendera putih.

“Indonesia itu top, salah satu negara yang tingkat inflasinya terbaik di dunia, tapi kita harus tetap fokus mengantisipasinya. Semua kita harus melihat hal tersebut, diantara strategi yang bisa dilakukan adalah penguatan ketahanan pangan dan mendorong UMKM,” kata Bima Arya.

Untuk pembangunan dan pengembangan Kecamatan Bogor Barat, Bima Arya secara khusus menyebutkan, dengan besarnya prospek dari Danau Situ Gede, ia mengingatkan semua jajaran Pemkot Bogor agar menjadikannya sebagai prioritas.

“Selain memborong banyak penghargaan, modal lain adalah soliditas dan potensi alam yang dimiliki, saya titip pengembangan Situ Gede harus jadi prioritas di Bogor Barat, termasuk didalamnya infrastruktur, akses dan yang lainnya,” ujarnya.

Bima Arya menyebutkan, Situ Gede adalah intannya Kota Bogor, seperti AEWO Mulyaharja di Kampung Ciharashas Bogor Selatan sebagai ‘Ubudnya’ Kota Bogor.

Disamping itu, sistem pengelolaan dan pemeliharaan Danau Situ harus diperhatikan secara benar, jelas dan harus melibatkan warga, karena jika tidak, apa yang sudah terbangun dan cantik akan rusak akibat pengelolaan dan pemeliharaannya tidak jelas.

Selain itu dirinya juga menitipkan agar desain dan konsep kantor Kelurahan Situ Gede harus nyambung dengan konsep Situ Gede sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Kota Bogor.

“Harus nyambung, harus nyunda dan harus jadi pusat UMKM. Jadi orang kalau melihat Kantor Kelurahan Situ Gede tidak akan menyangka sebagai kantor kelurahan, nuansanya harus beda. Pokoknya Situ Gede ini harus menjadi kelurahan termaju dan tersejahtera di Kota Bogor,” tegas Bima Arya.

Camat Bogor Barat, Abdul Rahman dalam paparan menyebutkan, ODF untuk tahun 2023 turun dari 8.360 menjadi 6.586 (20,7 persen). UMKM mengalami peningkatan 9 persen, bertambah kurang lebih 503 UKM baru pada tahun 2023.

“Untuk usulan program skala prioritas tahun 2024, diantaranya bidang fisik 91 usulan terutama di daerah yang zona hitam, drainase, TPT, daerah rawan longsor dan sebagainya. Bidang sosial budaya 24 usulan dan bidang pemerintahan 4 usulan. Sementara prioritas tahun 2023 adalah septic tank komunal dan menurunkan ODF. Selanjutkan kegiatan stunting kita intervensi, diantaranya dengan melakukan program Rante (rabu makan tempe) dan Sendog (senin makan endog),” katanya.* Fredy Kristianto

Raperda Pinjol Masih Digarap

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim panitia khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif tentang Perlindungan dan Pencegahan Dampak Pinjol, Renternir dan Bank Keliling, berencana merubah judul Raperda. Hal ini dilakukan setelah adanya harmonisasi dengan pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat.

Ketua Pansus Raperda Pinjol, Sendhy Pratama, mengungkapkan perubahan nama ini guna melancarkan pengesahan draft Raperda yang sudah disusun oleh DPRD Kota Bogor. Karena, peraturan di pusat belum ada yang mengatur terkait tindakan preventif terkait pinjaman ilegal ini.

Selain itu, langkah perubahan nama ini juga dilakukan setelah tim Pansus menggelar rapat internal dengan tim ahli yang bergerak di ekonomi syariah dari IPB dan pakar hukum dari UI.

“Kami tim Pansus menyepakati akan ada perubahan judul, yang tadinya memasukkan nama bank keliling dan pinjaman online menjadi satu yaitu pinjaman ilegal,” ujar Sendhy, setelah menggelar rapat tim Pansus, Kamis (19/1).

Salah satu hal yang mendasari perubahan nama ini juga adanya bentuk bantuan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dengan menggandeng Baznas untuk memberikan bantuan tunai kepada korban pinjaman ilegal.

“Karena memang sudah ada di Kota Malang terjadi suatu kerjsama antara Baznas dan Bank Daerah dalam bentuk Perseroda di Kota Malang itu memberikan beberapa bantuan keuangan yang sifatnya menangani masalah pinjaman yang ilegal,” jelas Sendhy.

Guna melancarkan proses pembentukan Raperda ini, Sendhy pun meminta doa kepada seluruh masyarakat Kota Bogor agar proses pembentukkannya bisa berjalan lancar dan selesai dalam waktu dekat.

Ia pun menyatakan, pembentukan Raperda ini semata-mata untuk membuat payung hukum yang bisa memberikan solusi serta melindungi masyarakat dari tindakan kejahatan pinjaman ilegal.

“kami akan terus berjuang bagaimana membuat konsep eprda di daerah yang memiliki nilai kemanfaatan untuk masyarakat kota bogor dalam hal memberikan solusi,” terang Sendhy.

Rencananya, minggu depan tim Pansus Raperda inisiatif tentang Perlindungan dan Pencegahan Dampak Pinjol, Renternir dan Bank Keliling akan menggelar rapat lanjutan dengan pihak Bagian Hukum dan Ham pada Setda Kota Bogor, Bagian Kesra pada Setda Kota Bogor dan Satpol-PP Kota Bogor.* Fredy Kristianto

Anggota Polisi yang Tewas Disambar Commuterline, Rupanya Izin Cuti Temani Istri Lahiran

0

Bogor | Jurnal Bogor

Aipda A, anggota Polsek Tanah Sareal yang meninggal dunia akibat tertabrak Commuterline jurusan Bogor-Jakarta di perlintasan kereta Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, rupanya sedang tidak berdinas saat kejadian.

Diketahui, saat itu korban sedang izin cuti untuk menemani istrinya yang akan melahirkan.

“Tidak bertugas sebab sedang izin, istrinya mau melahirkan di rumah sakit,” ujar Kapolsek Tanah Sareal Kompol Surya, Kamis (19/1).

Menurutnya, berdasarkan informasi sementara korban dengan rekannya Bripka E usai makan di sekitar lokasi. Kedua korban saat itu tengah berbincang di pinggir rel dan tertabrak KRL.

“Habis makan, ngobrol di pinggir rel,” ucap Kompol Surya.

Diketahui, kecelakaan tersebut bermula setelah korban baru saja selesai makan, dan keduanya terlihat tengah berdiri di pinggir rel kereta terlihat seperti sedang buang air kecil.

Tak lama berselang, kemudian ada warga yang disekitar lokasi berteriak ada yang tertabrak kereta. Kemudian saat itu salah satu saksi Zupry melihat kearah tempat kejadian dan melihat ada dua orang sudah tergeletak.

Kata dia, karena kejadiannya begitu cepat kemungkinan kedua korban tidak bisa menghindari kereta sehingga korban langsung tertabrak kereta.

Satu korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan E yang merupakan Anggota Pleton 3 kompi 4 Yon B Sat Brimob Polda Jabar masih sempat dilarikan ke RS Salak namun nyawanya tak tertolong.

Ketika kejadian, kata Kompol Surya, korban A sebenarnya sedang tidak dalam bertugas.

“Korban berkerja di unit QR (quick respon) patroli Polsek Tanah Sareal, dan pagi ini akan langsung dimakamkam di Kampungnya Jasinga,” tandasnya.n Fredy Kristianto

Diresmikan Ridwan Kamil, Situ Gede Makin Menawan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) meresmikan kawasan Situ Gede seluas 6 hektare yang berada di Kecamatan Bogor Barat, Kamis (19/1).

Penataan Situ Gede menelan anggaran sebesar Rp7 miliar, dan menjadi salah satu destinasi ekowisata di Kota Bogor. Alhasil, area tersebut pun lebih terlihat lebih menawan dari sebelumnya.

Dalam peresmian itu, RK bersama Bima Arya sempat melepas bibit ikan, kemudian berjalan menyapa warga. Keduanya pun sempat menjajal wahana kano buatan penyedia perlengkapan outdoor asli Bogor, yakni Boogie.

“Silakan manfaatkan situ gede yang sudah (direvitalisasi dengan anggaran, red) Rp 7 miliar direvitalisasi oleh provinsi, untuk peningkatan ekonomi wisata,” ujar Ridwan Kamil usai meresmikan Situ Gede pada Kamis (19/1).

Diketahui, Situ Gede merupakan sebuah danau alami dikawasan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (PUSLITBANG) sebagai pengelola kawasan hutan konservasi yang sudah dikelola sebagai objek wisata domestik.

Usai direvitalisasi, kini Situ Gede yang berada di kawasan hutan lindung Cifor, semakin potensial menarik para wisatawan lantaran dilengkapi dengan berbagai sarana rekreasi. Diantaranya, wahana air, jogging track dan tempat istirahat hingga warung-warung kuliner yang tersedia di seputaran danau.

“Kedepan bisa ditambah sesuai kebutuhan tempat ini istimewa, dan tentunya diharapkan menjadi daya tarik, karena wisatawan yang ke Kota Bogor pasti niatnya kuliner dan pariwisata. Saya kira tidak banyak kota di Jawa Barat yang memiliki danau istimewa,” paparnya.

Kata dia, banyak situ atau danau di Jawa Barat yang mesti didorong secara fungsi dan lainnya agar dapat menjadi potensi wisata.

Ia berharap Situ Gede dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Atas dasar itu, RK meminta Wali Kota Bogor Bima Arya untuk memberdayakan sekaligus mendongkrak potensi wisata yang ada di Situ Gede.

“Titip ke Pak Wali, aktivasi, ramaikan kegiatan Agustusan, Cap Go Meh apa yang berhubungan dengan air perahu naga dan lainnya. Saya kira akan menjadi keunikan Kota Bogor yang luar biasa berbasis air,” ucapnya.

RK juga meminta kepada warga untuk senantiasa menjaga kebersihan dan ketertiban.

“Ini tahun terakhir saya sebagai Gubernur Jabar kurang lebihnya mohon maaf, tapi dimana ada kesempatan, saya terus membangun Kota Bogor sesuai aspirasi masyarakat dan Pak Wali,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jabar, Dicky Ahmad Sidik, menuturkan bahwa dengan penataan yang dilakukan, Pemprov Jabar meyakini kawasan tersebut bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Sebab, sambung dia, lokasi Situ Gede dekat dengan perkotaan, kawasan pendidikan, dan aksesnya juga mudah dijangkau.

Lebih lanjut, kata dia, Situ Gede merupakan danau interkoneksi dari situ-situ sekitarnya yang berada di Kelurahan Situ Gede. Yakni, Situ Leutik, Situ Panjang dan Situ Burung, sehingga pengembangan kawasan Situ Gede merupakan upaya Konservasi Sumber Daya Air dan pengendali banjir.

“Adapun ruang lingkup pekerjaan tahun anggaran 2021 di tempat ini meliputi, pekerjaan Plpersiapan, area parkir, pedestrian, plaza, jogging track, gerbang, landscape, shelter, toilet, mushola, spot selfie, Bidang Sumber Daya Air (Perbaikan Tanggul Situ dan pengerukan atau normalisasi),” tandasnya.n Fredy Kristianto

Remaja Putri Jadi Korban Pelecehan di Apartemen Gunung Putri Square

0

Humas Polres: Pelaku Sudah Diamankan

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Remaja putri berusia 16 tahun asal Cibarusah, Kabupaten Bekasi diduga mengalami pelecehan seksual. Pelecehan seksual dilakukan oleh teman medsosnya berinisial RA (20) yang diduga warga Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

” Anak saya kenal RA lewat Instagram, lalu pake aplikasi apa tuh lupa saya, dari situ cowok itu ngechat anak saya lantas minta nomor WhatsApp,” ungkap Y, ibu korban, Kamis (19/1/23).

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 22 Oktober 2022 lalu di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, tepatnya di Apartemen Gunung Putri Square. 

Menurut Y, saat itu putrinya dijemput oleh pelaku di sekolahnya jam 9 pagi hingga sore hari sampai pukul 15:00 WIB. Namun putrinya tak ada kabar, sampai akhirnya Y melihat putrinya diantar seorang lelaki menggunakan sepeda motor.

“Ternyata anak saya gak sekolah dijemput dari jam 9 pagi di sekolah. Biasanya anak saya jam 12 udah pulang karena memang sekolah gak jauh dari rumah,  tapi saya mulai curiga dan mencari anak saya sampai jam 15:00  baru ketemu diantar seorang lelaki dibonceng,” paparnya.

Y mencurigai gelagat putrinya yang bertingkah aneh tidak seperti biasanya. Karena penasaran, Y pun mulai membujuk putrinya dan mulai menangis di pelukannya, dengan terbata-bata putrinya bercerita bahwa lelaki yang baru ia kenal telah melecehkannya. Bak disambar petir disiang bolong Y shok mendengarnya karena lelaki tersebut tidak dikenal juntrungannya.

“Naluri seorang ibu melihat ada yang aneh pada anak saya, tidak seperti biasanya saya pun khawatir dan mengikuti anak saya ke kamar. Benar saja putri saya menangis memeluk saya dan bercerita telah dilecehkan oleh lelaki yang baru dikenalnya dan tak tahu dari mana dia berasal, dan saya kaget banget sampai gak percaya ini terjadi sama anak saya, dan tidak tahu dari mana orang itu berasal,” bebernya pilu.

Dibawah tekanan, anaknya yang masih dibawah umur akhirnya merelakan masa depannya yang diduga direnggut lelaki bejat tersebut. 

“Saya dipaksa untuk ngelakuin itu dan  diancam jangan  cerita ke mama sama papa,” ucap Y meniru cerita anaknya.

Belakangan diketahui identitas diduga pelaku adalah warga Cikeas, saat Y mendesak anaknya untuk menceritakan dibawa kemana saat itu putrinya. Dan putrinya menceritakan dirinya dijemput saat jam sekolah dan masih berseragam sekolah lantas dibawa ke arah Cicadas dan disuruh ganti seragam sekolah di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Wanaherang. Lalu diajak ke Apartemen Gunung Putri Square.

“Saya desak anak saya, dia akhirnya mau cerita sambil menunjukan lokasi, dan menurut anak saya, sempat mampir di POM bensin Wanaherang dan disuruh  ganti seragam sekolah oleh RA lalu diajak ke Apartemen Gunung Putri Square. Dan kami beserta suami bergegas menuju apartemen Gunung Putri Square,” jelasnya.

Namun, pihak apartemen sempat enggan memberikan informasi setelah Y, meyakinkan kepada pihak apartemen akhirnya pihak apartemen mau menunjukkan identitas milik RA berupa  foto kartu tanda penduduk (KTP) saat memesan kamar pada saat itu.

“Sempat kesulitan mencari RA. Sebab pihak apartemen gak mau kasih tahu. Tapi saya bujuk dan akhirnya keamanan apartemen memanggil salah satu pemilik kamar dan ada foto  KTP RA saat RA memesan kamar,” bebernya.

 Y pun sangat menyayangkan hal ini terjadi karena pihak Apartemen tidak memberlakukan pengawasan yang ketat hingga putrinya masih dibawah umur bisa lolos saat pelaku memesan tempat atau kamar di apartemen.

“Sangat disayangkan padahal putri saya masih dibawah umur, kok tega ya pihak apartermen tidak selektif mengenai indentitas,” geramnya.

Terpisah, Humas Polres Bogor, Iptu Desi membenarkan telah terjadi pencabulan anak dibawah umur dan saat ini proses hukum sedang berjalan dan telah melakukan pemanggilan para saksi-saksi juga pengiriman Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

“Melalui Satreskrim PPA kami sudah melakukan pemanggilan para saksi-saksi dan mengirimkan surat SP2HP demikian yang dapat disampaikan bahwa Satreskrim Polres Bogor, telah melakukan kinerja sesuai SOP,” imbuhnya.

Iptu Desi juga menambahkan, untuk saat ini pelaku sudah dilakukan penahanan dan menunggu proses selanjutnya pemberkasan akan segera ketahap 1 akan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

“Untuk pelaku sendiri sudah dilakukan penahanan, dan proses selanjutnya akan pemberkasan dan segera akan dilakukan tahap 1 ke kejaksaan atau pelimpahan berkas,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Keberadaan JLD Tidak Ada PJU Dikeluhkan Pengendara 

0

Dramaga | Jurnal Bogor 

Keberadaan Jalan Lingkar Dramaga (JLD) sepanjang 3,6 kilometer dari Jalan Laladon, Desa Laladon, Ciomas hingga ke Jalan Raya Dramaga di depan Hotel Duta Berlian, Desa Babakan, Dramaga, semakin hari semakin dipadati kendaraan yang lalu lalang.

Namun sayang, jalur alternatif untuk mengurai kemacetan itu hingga kini belum juga dilengkapi dengan sejumlah rambu jalan. Salah satunya rambu lalu lintas dan Penerangan Jalan Umum (PJU). Hal ini menandakan buruknya perencanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Kondisi ini pun dikeluhkan para pengendara karena sudah membuat stres dan bisa dilihat pada beberapa titik perempatan jalan mulai dari perempatan menuju ke Kantor Kecamatan Dramaga, perempatan Jalan Raya Ciherang maupun di Pertigaan Jalan Depan Hotel Duta Berlian, kondisi arus Lalin setiap hari nyaris tumpang tindih.

“Salah satu faktor penyebabnya ya itu tadi karena belum adanya rambu lampu lalu lintas pada setiap perempatan dan pertigaan jalan. Sehingga para pengemudi yang lewat saling serobot ingin saling mendahului,” kata Karnadi, salah seorang sopir angkot trayek Kampus Dalam, kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Karnadi, pengoperasian JLD yang mendadak adalah akibat ulah masyarakat pengendara sendiri yang tidak mau bersabar.

“Belum juga JLD diresmikan eh udah langsung diserobot oleh para pengendara yang ingin melintas akibat emoh terjebak macet di Pertigaan Jembatan Caringin hingga ke Jalan Raya Margaya. Akibatnya kini fungsi JLD bukan lagi untuk mengurai masalah kemacetan melainkan menambah masalah,” gerutunya.

Sementara itu, Dermawan, warga penghuni sebuah perumahan elite yang berada dekat dengan JLD menambahkan, masalah JLD butuh penanganan langsung dari Pemerintah Kabupatennya bukan saja soal amburadul arus Lalu Lintas di setiap pertigaan dan perempatan jalan tersebut, tapi juga perlunya diselesaikan pembangunan infrastruktur JLD-nya yang hingga kini belum rampung-rampung juga.

“Sampai saat ini pekerjaan pembangunan saluran drainase yang ada di kiri kanan JLD-nya tidak juga beres beres, nah gimana tuh tanggung jawab Pemkab Bogor?,” ungkapnya.

Bukan apa-apa sambung dia, sebab jikalau musim hujan dating, saluran drainase belum juga selesai, menyebabkan air bah melebar kemana-mana termasuk bakal masuk ke rumah pemukiman warga, ditambah lagi kontur tanah di dekat JLD berubah labil karena selalu digerus air hujan.

“Kalau dibiarkan, hal Ini pasti bakal merepotkan semua pihak,” tukasnya.

Dari pantauan di lokasi, JLD mulai dari Pertigaan Jalan Laladon hingga ke Jalan Raya Dramaga memicu polemik yang terjadi di JLD yang hingga sekarang belum diresmikan tersebut. Masalahnya, tak lain belum terpasangnya rambu lampu lalu lintas di setiap perempatan jalan.

Bukan itu saja, ironisnya lagi proyek yang hampir mendekati waktu lima tahun tersebut sampai detik ini pekerjaan pembangunan saluran drainasenya tidak pernah kunjung selesai, ditambah coran beton badan jalannya sudah banyak yang terkelupas.

** Andres

Peringati Gerakan Seribu Pohon, PT MGP Cicadas Taman Bibit Buah di Situ Citongtut

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Dalam rangka memperingati hari gerakan seribu pohon, PT Mitra Garindo Perkasa melakukan penanaman bibit buah di Situ Cicadas, Desa Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (19/01/23).

Kegiatan penanaman bibit buah tersebut turut dihadiri oleh Camat Gunung Putri Didin Wahidin, Kepala Desa Cicadas Dian Hermawan, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha, relawan lingkungan Situ Cicadas yang akrab disebut dengan nama Situ Citongtut, serta para penggiat lingkungan di Kecamatan Gunung Putri.

 Human Resources (HR) dan General Affair PT MGP Tumpal Butar Butar mengatakan, pelestarian lingkungan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,  khususnya masyarakat  di Gunung Putri. Dimana kegiatan penanaman bibit buah ini bertujuan untuk pemberdayaan Situ Citongtut dan juga pemberdayaan masyarakat .

“Untuk saat ini yang kami tanam adalah buah-buahan, bilamana nanti buah-buahannya sudah berbuah , bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ucap Tumpal kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/01/23).

Menurutnya, untuk buah yang ditanam ada 7 jenis buah, dan sebanyak 50 pohon.  Penanaman pohon ini sudah diwakili oleh Kapolsek, Kades Cicadas , Camat Gunung Putri,  dan perwakilan Koramil. Untuk jenis buahnya sendiri, ada mangga, durian montong ,lengkeng, pete, rambutan, dan alpukat.

“Jarak perusahaan kami dengan Situ Citongtut ini hanya berkisar 1,5 kilo, maka kami  rasa sangat penting sekali untuk kita sebagai perusahaan yang ada di lingkungan turut andil dalam pelestariannya, apalagi Situ Cirongtut ini seringkali disorot karena jadi ajang pembungan limbah cair oleh pengusaha nakal,” cetus Tumpal.

HR & GA perusahaan yang bergerak di bidang garment tersebut menjelaskan, perihal limbah garmen yang didominasi oleh limbah domestic menurutnya,  limbah-limbah di garmen itu jenis  limbah B3-nya bisa dibilang tidak ada, hanya bekas potongan kain saja. Kalaupun ada limbah B3, perusahaan  sudah punya gudang limbah untuk B3, dan sudah berizin.

“Adapun  limbah B3 yang ada di kami seperti oli bekas mesin jait, terus kaleng-kaleng oli, dan oli bekas penggunaan genset, itu pertahun palingan satu liter. Dan untuk limbah jenis lampu neon, kami buang ke PPLI. Sementra untuk limbah-limbah domestiknya itu kami buang ke Pemda ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan limbah-limbah yang bisa kami  jual itu kami lepas, kami berikan ke warga, seperti  potongan kain, potongan benang, kertas, kerdus, sama plastic, itu kami berdayakan warga untuk mengangkut,” papar Tumpal.

Kegiatan penanaman bibit pohon ini, sambung Tumpal merupakan bagian dari program CSR tahun 2022. Selama ini program CSR PT MGP  sudah berjalan dari tahun 2010,dan perusahaan pun sudah mendapat 2 penghargaan dari Bupati Bogor, yakni pada  tahun 2020 dan tahun 2021. Namun, untuk tahun 2022 belum, karena pihak perusahaan juga baru mengajukan program lagi.

“Sudah banyak hal yang kami salurkan ke lingkungan melalui dana CSR seperti, kami memberikan bantuan  dana ke 2 RW yang meliputi 4 RT, untuk ibu-ibu PKK  yang ada di lingkungan perusahaan kami,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, perusahaan juga menampung dan memberikan bantuan dari proposal yang masuk, dan itu hampir setiap tahun ada, seperti bantuan untuk sekolah, terutama di daerah Parung Tanjung itu seperti proposal untuk pengajuan buku,  sepatu untuk anak yatim piatu, kemudian untuk perbaikan toilet sekolah, sampai  pembangunan jalan di Parung Tanjung.

“Anggaran untukCSR sendiri memang sudah kami siapkan, hanya saja kami tidak menentukan program-program tertentu, melainkan  dari proposl yang diajukan oleh masyarakat yang meminta bantuan, jadi kami gak serta merta untuk  memberikan. Jika melalui proposal siapapun yang butuh,  kami berikan,  karena prinsip  kami,  jika untuk  yang meminta berarti dia butuh, itu konsep yang perusahaan kami pakai,” pungkas Tumpal mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Tak Ada Penambahan SMP Negeri, Harapan Masyarakat Dramaga Pupus

0

Dramaga | Jurnal Bogor 

Keinginan masyarakat Dramaga akan ada penambahan SMP negeri pupus. Sebab, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak memiliki cukup anggaran untuk membeli lahan yang bakal digunakan untuk SMPN 3 Dramaga.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah  mengaku mendukung akan adanya penambahan SMP negeri di Kecamatan Dramaga. Namun, karena terbatasnya anggaran untuk pembelian lahan sekolah keinginan tersebut belum bisa direalisasikan di tahun ini.

“Kalau ada lahan negara atau fasilitas sosial (fasos) yang bisa digunakan untuk membangun sekolah, itu bisa. Tapi kalau beli kita gak punya anggarannya,” keluhnya.

Juanda mengungkapkan untuk mendirikan SMP Negeri 3 Dramaga, tidak harus ada gedung baru. Bisa dibuatkan dulu sekolah kelas jauh dan menumpang di sekolah dasar. Ketika ada lahan dan gedungnya sudah ada, baru bisa dibuat SMPN 3 Dramaga.

Usulan adanya penambahan sekolah negeri tidak hanya di Kecamatan Dramaga, akan tetapi ada juga di wilayah kecamatan lain.

“Buatkan dulu sekolah kelas jauh, kalau ada gedung sekolahnya baru buat SMPN 3 Dramaga,” ujarnya.

Pada tahun 2022, penambahan SMP negeri  ada di SMP Negeri 3 Megamendung, SMPN 3 Jonggol dan SMPN 4 Gunung Putri.

Sementara SMP negeri yang saat ini belum memiliki gedung sekolah sendiri dan statusnya masih kelas jauh diantaranya SMP Negeri 5 Cibinong dan SMP Negeri 4 Citeureup. Rencananya, tahun ini Pemkab membeli lahan untuk gedung sekolah tersebut dan dilanjutkan pembangunan gedungnya.

“Idealnya, lahan untuk pembangunan SMPN yakni 6 ribu meter. Kalau udah ada lahannya pembangunan bisa cepat,” tukasnya.

** Andres

Lapak Rongsokan di Wanaherang, Ludes Dilalap Si Jago Merah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Lapak penggilingan berbahan plastik ludes dilalap si jago merah di Kampung Parung Dengdek RT 03 RW 10 Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (19/1/23).

Kebakaran lapak penggilingan plastik ini berawal dari pekerja yang membakar sampah di belakang lokasi lapak, diduga api merembet ketumpukan rongsokan yang memang mudah terbakar. Lapak yang berisikan sekitar 90 ton rongsokan ini pun ludes seketika disebabkan api yang terus membesar. 

Pengelola Lapak Likun mengatakan, berawal dari pembakaran sampah yang numpuk di belakang lapak penggilingan plastik, sampah dari hasil sortiran yang tidak lagi terpakai lalu dibakar oleh pekerjanya.

“Awalnya itu, anak buah suruh bakar sampah di belakang lapak, tapi lama kelamaan api semakin membesar. Saking panasnya api sempat merembet, awalnya sudah sempat padam, tapi pagi api kembali membesar dan membakar plastik rongsokan sekitar 90 ton,” ucap Likun kepada wartawan. 

Sementara, Danru Regu 3 Sektor Cileungsi Hamdani menyampaikan, sedikitnya 8 unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Bogor dari beberapa sektor diterjunkan untuk menjinakkan api yang semakin membesar. 

“Damkar Sektor Cileungsi, sektor Cibinong, sektor, Citeureup, dan sektor Ciomas, untuk memadamkan api yang semakin membesar,” paparnya. 

Api itu sudah ada dari semalam, lanjut Hamdani, dan sempat padam. Mungkin karena belum semua padam, atau masih ada sisa api di tumpukan plastik, pagi tadi kembali membesar. 

“Ditambah akses jalan yang sempit menjadi salah satu kendala kami dalam memadamkan api,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain