27.9 C
Bogor
Saturday, May 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 735

Kolaborasi BTJ, Katar dan UDB Kampung Kedep Salurkan Bantuan ke Cugenang

0

 

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Bogor Timur Jurnalis (BTJ) berkolaborasi dengan Karang Taruna RW 23 dan RW 19, dan Urgen Darurat Bogor (UDB), Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, salurkan bantuan kepada korban gempa di Kp.Sarampad, Desa Sarampad, Cugeunang, Kabupaten Cianjur, Minggu (04/12).

Dalam kesempatan tersebut, BTJ dan tim menyalurkan bantuan di posko yang dibuat oleh Jurnalis Mancing Indonesia (JMI).

Ketua BTJ Sudadi mengatakan, dia dan tim menyalurkan bantuan di tenda atau posko yang dibuat oleh JMI dan relawan lainnya. “Dari informasi tersebutlah kami memberikan bantuan berupa sembako dan sajadah untuk ibadah,” ujar Dadi biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Senin (05/12).

Apa yang diberikan diharapkan bisa meringankan beban para korban gempa dan relawan yang menjaga posko. Pihaknya akan datang kembali untuk memberikan bantuan lainnya yang dibutuhkan oleh pengungsi.

“Dari hasil bincang-bincang yang kami lakukan dengan pengungsi dan relawan, jika disini masih kekurangan obat-obatan, sarana air bersih, dan alat tulis sekolah anak yang sebentar lagi memasuki masa sekolah,” bebernya.

Sementara Ketua JMI Peduli Agil mengatakan, dia bersama tim sudah berada di Kampung Sarampad RT 02/03 hampir 12 hari. Perjuangannya membuka akses untuk wilayah ini diakuinya sangat keras sekali.

” Alhamdulilah dari kerjasama tim, kini kampung yang sempat terisolir karena tertutup reruntuhan bangunan rumah sudah bisa dilalui oleh para donatur maupun relawan yang hendak mengunjungi wilayah disini, ” ujar Agil.

Awalnya, kata dia, pascagempa sampai 5 hari bantuan tidak ada yang masuk hingga JMI patungan dengan relawan lain untuk membeli beras untuk para korban gempa dan relawan. “Seiring berjalannya waktu, dan kita coba membuka link dari relasi kami sebagai jurnalis agar ada bantuan masuk kesini. Alhasil kini bantuan berdatangan dan kami para relawan dan korban gempa tak lagi khawatir kekurangan bahan pangan,” ungkapnya.

Yang saat ini dibutukan, lanjutnya, adalah Sarana Air Bersih (SAB) yang masih minim, hingga harus mandi di lokasi yang cukup jauh, ditambah lagi airnya coklat bak kopi susu. “SAB harus didahulukan untuk menghindari penyakit kulit atau gatal-gatal yang biasanya dialami pengungsi pascabencana,” ujarnya.

” Saya ucapakan terimakasih banyak untuk rekan-rekan jurnalis dari Bogor dan Katar Kampung Kedep, karena apa yang diberikan sangat bermanfaat untuk mereka. Dan untuk bantuan sajadah kami berikan kepada Ketua DKM Masjid Nurul Ikmah disini. Serta doakan kami agar sehat-sehat disini sampai situasi aman terkendali,” sambung Agil.

** Nay Nur’ain

Peringati Hari Disabilitas Internasional, PT SBI Berikan Motivasi Bagi Sahabat Difabel dan Kelompok Dampingan

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2022 yang jatuh pada 3 Desember 2022, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong berkolaborasi bersama Srikandi SIG menggelar kegiatan bertajuk “Refleksi dan Motivasi Peran Solidaritas Sosial Dalam Kemandirian”.

Acara ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari perwakilan 10 kelompok dampingan SBI Pabrik Narogong, SLB (Sekolah Luar Biasa) Mentari Citra Diri, PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas) Cabang Bogor, Kepala Puskesmas Klapanunggal, perwakilan Kecamatan Klapanunggal, serta tim General Affairs & Community Relations SBI Pabrik Narogong.

General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Narogong Nur Lailiyah mengatakan, pengembangan masyarakat sekitar area operasional merupakan salah satu dari lima pilar pembangunan berkelanjutan SBI untuk mewujudkan target SDGs 2030. Melalui beragam program inovasi sosial, SBI memahami pentingnya menjaga hubungan dalam hidup berdampingan bersama masyarakat.

“Pada kegiatan kali ini, kami ingin seluruh lapisan masyarakat untuk saling berdiskusi dan berbagi pengalaman agar mampu menghadapi tantangan-tantangan kedepannya,” tutur Nur Lailiyah (Laily kepada Jurnal Bogor, Senin (05/12).

Dalam kesempatan yang sama, Laily, yang juga merupakan anggota dari Srikandi SIG berharap, dengan kehadiran Fira Fitri Fitria sebagai narasumber dari penyandang disabilitas, dapat memotivasi komunitas dampingan untuk meningkatkan organisasi dan mengembangkan kegiatan-kegiatan untuk mendorong pemberdayaan dan kemandirian.

“Kami sadar, bahwa mewujudkan pembangunan berkelanjutan itu harus inklusif. Semua bagian dalam masyarakat harus bisa turut berpartisipasi dan berkontribusi. Karena itu, kami sangat mengapresiasi keterlibatan dan antusiasme warga pada program ini dan program-program lainnya yang diselenggarakan SBI untuk bersinergi menuju #MasaDepanYangKitaMau”, ujarnya.

Menurutnya, Srikandi SIG merupakan komunitas perempuan di lingkup PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), yang merupakan wadah untuk saling mendukung sesama perempuan dalam berkarya dan berprestasi di berbagai perannya.

“Fira Fitri Fitria merupakan sosok perempuan penyandang disabilitas yang aktif didalam III (Institut Inklusi Indonesia) dan berhasil mendirikan berbagai macam organisasi, salah satunya adalah ORBIT (Organisasi Disabilitas Tuban),” bebernya.

“Dia meraih  program IVLP (International Visitor Leadership Program) di tahun 2019, sebuah program pertukaran professional dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Fira juga berhasil menamatkan studi S1 Akuntansi di STIE Muhammadiyah, Tuban dan saat ini mendapatkan beasiswa S2 dari Asean University of Disability Public Policy Network dalam bidang Magister Kebijakan Publik di Universitas Airlangga. Fira juga aktif sebagai asisten peneliti Universitas Airlangga untuk isu-isu disabilitas,” sambung Laily.

PT.Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) – bagian dari grup PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang. 

** Nay Nur’ain

TJSL PT Indocement Disalurkan Melalui Pemcam Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Kecamatan Jonggol yang diwakili Asep Basuki dan Agus, Staf KUA Jonggol menyerahkan bantuan semen kepada 4 pondok pesantren dan 1 masjid yang ada di wilayah Kecamatan Jonggol, Senin (05/12).

Bantuan merupakan hasil sumbangan dari PT  Indocement Tunggal Prakasa Citeureup melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai kepedulian kepada tempat ibadah maupun pendidikan agama.

Plt PM Jonggol Asep Basuki mengatakan, penyerahan bantuan berupa semen ini untuk membantu pembangunan lima ponpes yang saat ini sedang melakukan renovasi.

“Kami hanya menyalurkan amanah dari PT Indocement melalui program TJSL-nya, dimana memang ada beberapa ponpes di Jonggol yang sedang melakukan pembangunan,” ujar Asep kepada Jurnal Bogor, Senin (05/12).

Asep menjelaskan, bantuan semen saat ini diberikan di 5 titik, dan untuk setiap titiknya menerima 32 sak semen.

“Semoga bantuan yang diserahkan  dapat membantu percepatan renovasi masjid dan ponpes. Adapun pemberian bantuan TJSL dari PT Indocement adalah Ponpes Assadatu Isaniyah, Ponpes Darul Nulsh, Ponpes Tarbiyatul Falah, Ponpes Nurul Huda dan Masjid Besar Nurul Taqwa,” paparnya mengakhiri.

** Ramses/Nay 

Akibat Puting Beliung, Warga Alami Kerugian Ratusan Juta 

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Warga yang rumahnya terdampak dari angin puting beliung di Desa Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Sambas Alamsyah menceritakan, rumahnya porak poranda dihantam angin itu hingga membuat atap rumahnya berterbangan. Beruntung kata dia, tidak ada anggota keluarganya yang terkena dampak tersebut.

“Alhamdulillah, tidak ada korban luka ringan maupun berat. Namun saya mengalami kerugian 150 juta dari insiden ini,” tukasnya, Senin (5/12).

Sebelumnya disebutkan, hujan deras disertai angin puting beliung mengakibatkan belasan  rumah warga di Desa Tegalwaru, Ciampea, rusak. Peristiwa tersebut terjadi Minggu (4/12) sekitar pukul 15.30 WIB. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tegal Waru Serka Arif dalam keterangan laporannya, mencatat sebanyak 17 rumah warga mengalami rusak ringan yang mana genteng dan atap mengalami rusak.

“Iya betul, lokasi terparah di Kampung Tegalwaru Rt 05/06,” katanya saat dihubungi Jurnal Bogor melalui telepon selulernya.

Untuk pendataan kata dia, telah berkoordinasi dengan Kepala desa, Bhabinkamtibmas dan BPBD setempat.

** Andres

Tim Monev Dramaga Sidak Lima Desa

0

Dramaga | Jurnal Bogor 

Tim Monitor evaluasi (Monev) Kecamatan Dramaga sidak ke lima desa yang mendapat bantuan Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten Bogor. 

Ketua Tim Monev Kecamatan Dramaga Ine Handayani mengatakan, ada lima desa yang dikunjungi. Tujuan monev tak lain untuk melihat langsung hasil pembangunan yang biayai dana Samisade. 

Hasilnya, pekerjaan program Samisade di Desa Sukadamai, Purwasari, Dramaga Babakan, Neglasari sesuai progres.  

“Monev salah satu syarat mengajukan pencarian tahap ke dua Program Samisade yakni 40 persen, ” ujarnya, kemarin.

Ia menambah untuk pembangunan TPT di Desa Babakan, sedikit mengalami kendala. Hal tersebut disebabkan faktor alam yakni kerap terjadi banjir di hulu kali Ciapus. Namun, diusahakan pekerjaan bisa mencapai progres ke-100 . 

“Dalam waktu dekat ini yang bisa mencairkan program Samisade tahap kedua 40 persen yakni Desa Sukadamai dan Purwasari. Kedua desa tersebut disebabkan lebih dulu menyelesaikan pekerjaan dan administrasi,” ujarnya. 

Sementara Kepala Desa Babakan, Ahmad Yani menyatakan, pembangunan TPT sepanjang 23 meter dengan tinggi 9 meter sesuai dengan progres awal. Memang diawal terkendala banjir di hulu, sehingga pekerjaan dasar pondasi TPT terganggu. 

Untuk saat ini pekerjaan sumur, lantai sudah selesai tinggal pekerjaan tahap pemasang batu pondasi. “Kita siasati dengan memperbanyak pekerjaan agar pekerjaan sesuai progres dan akhir Desember sudah rampung pekerjaan, ” tukasnya.

** Andres

Belasan Rumah Warga di Ciampea Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

0

 

Ciampea | Jurnal Bogor 

Hujan deras di sertai angin puting beliung mengakibatkan belasan  rumah warga di Desa Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor rusak.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/12/22) sekitar pukul 15.30 WIB. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tegal Waru Serka Arif dalam keterangan laporannya, mencatat sebanyak 17 rumah warga mengalami rusak ringan yang mana genteng dan atap mengalami rusak.

“Iya betul, lokasi terparah di Kampung Tegalwaru RT 05/06,” katanya saat dihubungi Jurnal Bogor melalui telepon selulernya.

Untuk pendataan kata dia, telah berkoordinasi dengan Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan BPBD setempat.

“Saat ini saya masih di lokasi, sedang memperbaiki kerusakan rumah dibantu dengan warga,” tutupnya.

** Andres 

Sopir Angkot Protes Pengerjaan Jalan Abdul Fatah

0

Kesal 4 Bulan tak Selesai, Jalan yang Masih Dicor Diblokir

Tenjolaya | Jurnal Bogor 

Sejumlah massa dari organisasi pengemudi angkutan kota (angkot) menggelar demo memprotes perbaikan jalan raya Abdul Fatah, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/12/22).

Para pengemudi angkot kesal lantaran selama proses perbaikan jalan, penghasilan mereka berkurang hingga 75 persen dari biasanya. 

Seperti diungkapkan sopir angkot warga Cinangneng Fredi (34), sejak empat bulan lalu, perbaikan jalan tak kunjung selesai mengakibatkan penghasilan berkurang. “Perbaikan jalan udah empat bulan lalu, tapi sampai sekarang tak kunjung selesai, saya sebagai pengemudi angkot keberatan. Karena jalan tak bisa kita lalui,” katanya. 

Ratusan pengemudi Angkot Tumaritis itu melakukan aksi demo dengan menutup jalan menggunakan armadanya.

Sementara pengemudi lainnya Rahmat mengaku, Jalan Abdulah Fatah dari Cikalancing hingga Tenjolaya patut dipertanyakan hingga membuat para pengemudi rugi. Karena pekerjaan tidak sekaligus, padahal dalam pengerjaannya jalan ditutup total.

“Saya heran sudah empat bulan lebih, jalan ditutup total, dan pengecoran tak kunjung selesai, apa penyebabnya?. Apakah kurang modal atau emang sengaja di sendat-sendat,” tanyanya.

Aksi demo ini menyebabkan pengemudi Angkot Tumaritis jurusan Tenjolaya-Laladon meluapkan kekesalannya dengan cara memblokir jalan yang sudah dicor. Hingga berita ini diturunkan, Camat Tenjolaya Farid Ma’ruf, masih belum bisa dikonfirmasi.

** Andres

Jalan Jembatan Wika Rusak Parah, Hari: Kami Sudah Berupaya 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Ruas Jalan Cileungsi – Narogong (Jembatan Wika) yang merupakan jalur provinsi dibiarkan rusak parah lebih kurang dua tahun terakhir ini. 

“Jalan ini kondisinya bagaikan kubangan kerbau. Tiap kali turun hujan melintasi jalan tersebut harus ekstra hati-hati di lalui oleh kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua,” papar Simanjuntak (47) pengguna jalan.

“Saya heran juga, Dinas PUPR Provinsi Jabar macam  tidak mengetahui jalan rusak ” sambungnya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (04/12).

Ia menambahkan, memang pernah diperbaiki sekedar ditambah aspal, tapi umurnya tidak pernah lama dan berlubang kembali. “Entah nambal jalannya yang asal-asalan atau memang harusnya jangan ditambal biar awet. Paling setelah ditambal sulam itu seminggu habis lagi aspalnya,” bebernya.

Dia berharap agar Pemprov Jabar khususnya DPUPR agar memprioritaskan jalan tersebut, mengingat kondisinya sudah sangat memprihatinkan dengan kedalaman lubang lebih dari 5 centimeter. “Utamakanlah lobangnya udah parah banget,” kesalnya.

Sementara UPT Jalan DPUPR Provinsi Bidang Pemeliharaan Jalan Hari mengatakan, untuk kondisi ruas jalan di atas jembatannya sudah dilakukan perbaikan atau tambal sulam. “Tinggal jalur yang berada di depan pabrik Wika yang belum kami benahi, dan besok akan dibenahi, mengingat sekarang sudah dilakukan perataan agregat pada jalan tersebut,” papar Hari kepada Jurnal Bogor melalui telepon selular.

Dia sudah mengusulkan beberapa titik untuk Jalan Cileungsi – Narogong, dan berharap tahun 2023 beberapa titik jalur akan dilakukan peningkatan. “Yang sudah pasti sih jalur depan Pasar Cileungsi sepanjang  4 kilometer kemungkinan besar tahun 2023 akan terealisasi,” bebernya.

Dia tidak menampik, pemeliharaan tambal sulam yang dilakukan sifatnya hanya sementara dan memang hanya sebatas itulah kewenangannya. “Saya akui jika jalur yang ditambal sulam itu tidak pernah lama umurnya, tapi memang kewajiban kami hanya sebatas di pemeliharaan jalan saja, dan kami sudah berupaya,” ucapnya.

** Ramses / Nay 

Setelah Ramai, Sekolah SMP Bina Bangsa Akhirnya Berikan Izasah yang Ditahan 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

NC (18) alumni SMP Bina Bangsa Mandiri gembira kini telah mendapatkan ijazahnya dari sekolah tersebut. Dimana sebelumnya sempat ditahan lantaran belum melunasi administrasi.

Mujiati, ibu dari NC menyampaikan terimakasih kepada pihak Yayasan Bina Bangsa Mandiri, terkhusus Acep Azhari sebagai Kepala Sekolah.

“Tak luput sebagai orangtua mengucapkan terimakasih kepada bapak Ketum Presidium Bogor Timur Nafizul Alhafiz Rana dan Ketua DPC Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Kabupaten Bogor Julianda Effendi yang telah membantu persoalan pendidikan ini,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Jumat (2/12).

Nafizul Alhafiz Rana juga mengungkapkan rasa bahagianya bisa bantu masyarakat terlebih dari keluarga kurang mampu.

“Semoga anak ibu Mujianti segera mendapatkan pekerjaan dan bisa membahagiakan ibu dan adik-adiknya kelak,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMP Bina Bangsa Mandiri Acep Azhari menjelaskan bahwa Mujianti pada Rabu (30/11/2022) menghadap dan menceritakan akan mengambil ijazah anaknya. 

“Saya tidak bisa mengambil keputusan sepihak dan berjanji akan mengutarakan ke pihak Yayasan Bina Bangsa Mandiri. Alhamdulillah yayasan menyetujui memberikan ijazah tersebut tanpa mengeluarkan biaya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Cegah Laka Lantas, Terminal Leuwiliang Tipe B Inisiatif Perbaiki Jalan Berlubang

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor 

Terminal  Leuwiliang tipe B, Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan paguyuban para pedagang kecil swadaya memperbaiki jalan berlubang.

Perbaikan jalan berlubang di lingkungan Terminal Leuwiliang melibatkan  UPT Jalan dan Jembatan wilayah V Leuwiliang, UPTD  wilayah IV pada Dinas perhubungan Kabupaten Bogor, serta pihak Pol PP Kecamatan Leuwiliang.

“Aksi ini dilakukan untuk menghindari adanya jatuh korban kecelakaan lalulintas,” kata Kepala terminal Leuwiliang tipe B Wahyu Hidayat kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Menurut Wahyu, titik lubang jalan di lingkup terminal, kalau tidak segera diperbaiki tentunya bisa membahayakan pengendera.

Dalam aksinya, pihaknya turut ambil bagian sebagai bentuk  kepedulian kepada masyarakat.

“Atas peran aktif semua pihak kami sampaikan terimakasih, sebab dengan Kondisi jalan yang sedikit tidak berlubang lebih baik tentu akan mengurangi terjadinya kecelakaan,” tukasnya.

** Andres