28.6 C
Bogor
Friday, May 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 726

Harga Kacang Kedelai Melejit, Pengusaha Tempe Menjerit 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Melambungnya harga kacang kedelai membuat para pedagang tempe industri rumahan di Kampung Bojongkaso, Desa Cileungsi Kidul, Cileungsi, Kabupaten Bogor, banyak yang gulung tikar. 

Harga kacang kedelai yang mencapai 40 sampai 45 ribu/kg, membuat para pedagang harus memutar otak agar pelanggan mereka tidak lari.

Salah satu pemilik industri tempe rumahan Roso mengatakan, harga kacang kedelai di pasaran sudah Rp 1,45 juta dalam 1 kwintal, dan 1 kilogramnya Rp14,5 ribu, jadi para pedagang tempe rumahan harus berpikir. 

“Sebagai pengrajin tempe rumahan seperti saya ini, dengan adanya kenaikan harga kacang kedelai, luar biasa dampaknya. Untuk menaikan harga sangat tidak mungkin, konsumen bisa teriak,” ucap Roso kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, dari pada menaikan harga, para pedagang tempe rumahan ini menyiasatinya dengan mengurangi ukuran tempe, tidak seperti biasanya. 

” Ya, akhirnya untuk mensiasati, kami para pedagang tempe mengurangi ukurannya, seperti contoh tempe harga 5 ribu yang awalnya 5 ons kita kurangin jadi 4 ons, dan seterusnya, masing-masing harga tempe,” paparnya.

Selain itu, sambung dia, dampak dari kenaikan harga bahan baku tempe, banyak pengusaha tempe rumahan yang mengurangi para pekerjanya, serta banyak juga yang gulung tikar, dan pulang kampung. 

“Seperti saya sekarang ini, mengerjakan produksi tempe sendiri, karena 4 pekerja saya rumahkan semua, tidak sanggup untuk membayar gaji, sebagian juga pengusaha tempe rumahan banyak yang pulang kampung, karena dampak dari kenaikan bahan baku tempe,” bebernya.

Dirinya berharap agar pemerintah bisa menurunkan harga kacang kedelai, supaya para industri tempe rumahan bisa bisa mengerjakan kembali karyawannya. 

“Saya meminta kepada pemerintah, agar segera menurunkan harga kacang kedelai, yang masih tinggi, sehingga para pedagang tempe tidak khawatir lagi, dan bisa kembali normal,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Mayat Dalam Karung di Kali Wika Gegerkan Warga 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Warga Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan mayat di dalam karung yang berada dibawah jembatan kali Wika, Jum’at (16/12).

Dikira bangkai didalam karung yang dipenuhi lalat terletak di bawah warung milik Anah dipinggir kali. Saat akan dibuang lebih jauh oleh warga, karung terbalik dan terlihat kaki manusia didalam karung tersebut. 

Saksi mata, Anah pemilik warung yang ada dipinggir kali mengatakan, dirinya melihat sebuah karung yang dipenuhi lalat, dekat tumpukan kabel di bawah warung, dan menyuruh suaminya untuk membuang ke kali agar kebawa air. 

” Melihat karung dipenuhi lalat, khawatir akan berpengaruh ke warung makan saya. Jadi, suami saya turun kebawah dan didorong karungnya kebawah kali agar kebawa air, sewaktu didorong karungnya terbalik, langsung kelihatan kaki manusia didalam karung tersebut,” papar Anah kepada Jurnal Bogor.

Saat melihat ada kaki didalam karung, sambung Anah, suaminya kaget dan buru-buru naik lagi keatas, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua lingkungan. 

” Suami saya kaget saat melihat ada kaki yang keluar didalam karung, lalu suami saya naik keatas langsung mendatangi RT, tidak lama kemudian bayak orang yang datang, dan polisi juga berdatangan,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan, kronologi berawal dari temuan warga sekitar, yang melihat karung berwarna putih yang dipenuhi lalat, saat hendak di dorong ke kali sontak terkaget karena ada kaki yang keluar dari karung tersebut.

” Awalnya warga melihat karung yang dipenuhi lalat sekitar pukul 13.00 WIB, khawatir menimbulkan bau yang tidak sedap, warga mendorongnya agar kebawa hanyut, namun terlihat sebuah kaki didalam karung tersebut,” ucap Kompol Bayu Tri Nugraha. 

Menurutnya, untuk pemeriksaan sementara dari pihak kepolisian masih sedang didalami. “Untuk pemeriksaan korban masih sedang didalami, karena kami akan bawa ke rumah sakit Polri Keramat Jati,” jelasnya. 

“Dan untuk identitas belum ditemukan, nanti setelah ouptopsi kami akan informasikan lebih lanjut, karena kami juga belum bisa memastikan berapa lamanya mayat ini meninggal, serta data-data lainnya masih sedang kita dalami,” pungkas Kompol Bayu.

Untuk diketahui, tim identifikasi yang diterjunkan dari Polres Bogor didampingi Kasat Reskrim Polres Bogor.

** Nay Nur’ain

Century Parking Lepas Tanggungjawab, Maling Berkeliaran di Parkiran RSUD Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Maling helm para pengendara roda dua berkeliaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor. Kejadian itu dialami, Hermawan Saputra, warga Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, saat membesuk orangtuanya yang sedang dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor tersebut pada Rabu (14/12) malam.

Hermawan mengatakan, kejadian hilangnya helm merk KYT warna putih miliknya di lokasi parkiran RSUD Ciawi, ketika dirinya datang untuk membesuk orangtuanya yang sedang dirawat sekitar pukul 21.00 WIB.

“Saya parkir di lokasi yang disediakan rumah sakit khusus kendaraan motor, persisnya di samping Instalasi Gawat Darurat (IGD),” ungkapnya kepada Jurnal Bogor usai kejadian hilang nya helm putih merk KYT di lokasi parkiran motor.

Mengetahui helmnya tidak ada, Hermawan langsung melaporkan ke pihak pengelola parkir dan juga scurity RSUD Ciawi. Setelah mendapatkan laporan, scurity dan pengelola parkir langsung melihat CCTV. Dari gambar CCTV terlihat, pelaku berjumlah dua orang dengan mengendarai motor mengambil helm korban yang disimpan di kaca spion motor.

Meski sudah diketahui pihak pengelola parkir dan disaksikan scurity bahwa saat ke RSUD Ciawi, Hermawan menggunakan helm KYT warna putih dan dari gambar CCTV terlihat jelas digasak maling, pihak pengelola parkir yang saat ini dikelola PT Century Parking, malah lepas tanggungjawab dan sama sekali tidak mau mengganti barang milik pengunjung yang hilang di lokasi parkir.

Padahal, lanjut Hermawan, untuk masuk kedalam lokasi parkir, setiap pengunjung harus mengambil karcis terlebih dulu melalui mesin gate di pintu masuk yang dipasang pihak Century Parking.

“Dan setiap kali kendaraan pengunjung parkir, dikenakan biaya satu jamnya sebesar 3000 rupiah,” ujarnya.

Hermawan pun mengaku komplain dengan kebijakan yang jelas sangat merugikan masyarakat tersebut. Terlebih, biaya parkir di lokasi rumah sakit yang merupakan tempat orang sedang sakit itu, sama dengan harga tiket parkir di mall hingga menerapkan sistem progresif.
“Memang paling besar 8000 rupiah, tapi kalau kebijakan seperti itu harusnya pengelola parkir bertanggung jawab terhadap kehilangan barang setiap pengunjung,” paparnya.

Sementara, salah seorang juru parkir Century Parking yang namanya tidak mau menyebutkan menjelaskan, setiap kali ada kehilangan barang apapun yang dialami pengunjung di lokasi parkir, itu bukan tanggungjawab pengelola parkir.

“Di lokasi parkir ada tulisan, setiap kehilangan barang apapun milik pengunjung, diluar tanggungjawab pengelola parkir. Makanya kami tidak akan mengganti helm yang hilang,” jelasnya dengan nada marah.

Bahkan, juru parkir yang setiap hari duduk di pintu keluar kendaraan pengunjung RSUD Ciawi itu mengungkapkan, kejadian kehilangan helm ini bukan kali pertama terjadi. Karena, sebelumnya juga sudah banyak pengunjung yang kehilangan helm saat parkir.

“Tapi tidak kami ganti. Adapun kalau kehilangan kendaraan kami hanya memberikan kebijaksanaan saja, apalagi hanya hilang helm,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Umum RSUD Ciawi, Mardani menyatakan, semua bentuk kehilangan apa pun di lokasi parkiran kendaraan, bukan menjadi tanggungjawab pihak rumah sakit, tetapi pihak ketiga atau pengelola parkir.

“Kalau masalah kehilangan di lokasi parkir kendaraan, bukan kewenangan kami tapi pihak ketiga yang mengelola parkir,” tukasnya.

Dengan kejadian tersebut, PT Century Parking telah melanggar undang-undang perlindungan konsumen, padahal hakl-hak konsumen dilindungi hukum.

** Dede Suhendar  

Bank BRI Leuwiliang Digeruduk Massa

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI Leuwiliang, Bogor digeruduk oleh puluhan massa. Hal itu, berawal dari salah satu nasabah menggadaikan dua buah sertifikat hak milik (SHM) tanah, akan tetapi malah berpindah tangan dengan nama orang lain.

“Dua buah SHM saya telah dibalik nama oleh oknum BRI tanpa seizin dan sepengetahuan saya. Semuanya mereka legalkan praktiknya,” kata nasabah yang jadi korban, Cevi Supriatna, Jumat (16/12/22).

Dia menjelaskan, sebelumnya tanah seluas 367 meter persegi yang berlokasi di Kampung Pondok Kelapa, Desa Neglasari, Jasinga pada tahun 2017-2018 diagunkan untuk melakukan pinjaman memakai dua metode kredit.

Yang pertama, kata dia, di unit Jasinga  metode Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jaminan sertifikat tanah nomor 99 dirinya  membayar bunga dan angsurannya lancar, akan tetapi sertifikat tanah miliknya malah menjadi nama orang lain. 

Sementara di unit Leuwiliang platform dengan jaminan sertifikat nomor 2009, pada saat Covid-19 pihaknya mengalami keterlambatan.

“Diduga mereka memanfaatkan situasi Covid-19 itu untuk menggerus saya, yang awalnya lancar menjadi bermasalah. Dengan alasan wanprestasi tapi saya punya bukti untuk Jasinga terbayar lunas,” jelasnya.

“Sekarang SHM itu berbalik nama ke orang lain. Lucunya saya punya hutang sebesar 35 juta di unit Leuwiliang untuk bunga dan denda berjalan tapi SHM sudah berbalik nama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BRI Agus Siringo Ringo berdalih, bahwa permasalahan terhadap nasabah BRI yang sudah menunggak tersebut, sudah sesuai undang-undang.

“Kami sudah melakukan penyelamatan kreditnya melakukan restrukturisasi. Karena kredit ini dari tahun 2017 sampai sekarang kita sudah melakukan restrukturisasi dan sudah melakukan penyelamatan tetapi tidak bisa,” katanya.

Kata dia, oleh manajemen pihaknya pada tahun 2021 diadakan lelang yang mana lelang itu melalui kantor urusan utang piutang lelang negara Bogor. 

“Di sana tertera syarat-syaratnya dan kita sudah melengkapi syarat tersebut, pemenang lelang  tersebut adiknya yang saat ini melakukan orasi kepada kami,” ucapnya.

Secara garis besarnya, dia membeberkan, bahwa pihaknya sudah melakukan sesuai dengan ketentuan yang ada di undang-undang terhadap jaminan BRI.

“Kita selalu terbuka terhadap permasalahan ini. kalau nasabah kami tidak terima. Kita memperbolehkan untuk melakukan gugatan kepada pengadilan. Nanti bagaimana hasil dari pengadilan kami sebagai badan usaha milik negara akan patuh terhadap keputusan pengadilan,” tukasnya.

** Andres

Berkinerja Terbaik, Kementan Beri Apresiasi Empat Insan Pertanian PPMKP

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memberikan apresiasi kepada empat insan pertanian Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) atas dedikasi dan kinerja terbaiknya dalam ajang penganugerahan “Harmonisasi dan Apresiasi SDM Pertanian Tahun 2022”, Kamis (15/12) di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.

Keempat insan pertanian penerima apresiasi yaitu Rizki Permana sebagai Widyaiswara Berprestasi, Hiyzas Iwata Ramdan sebagai tenaga kontrak berkinerja terbaik, Nana Rukmana sebagai Pengemudi berkinerja terbaik, dan suriyana sebagai petugas kebersihan berkinerja terbaik.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya di ajang penganugerahan SDM pertanian bergengsi tersebut mendorong untuk terus melakukan penguatan SDM dalam mendukung program dan pembangunan pertanian saat ini.

“Oleh karena itu memang salah satu yang harus di dorong untuk menghadirkan pertanian yang besok bisa bicara lebih baik, bisa berkontribusi lebih maksimal adalah hadirnya SDM yang kuat”, katanya.

Mentan Syahrul pun mengapresiasi BPPSDMP atas inisiatifnya dalam memberikan stimulan melalui penghargaan bagi SDM pertanian untuk bergerak lebih baik lagi.

“Oleh karena itu saya berharap BPPSDMP tetap meneruskan ini, merangsangnya dengan piagam. Itu piagam atas nama negara. Tak ternilai harganya karena negara yang memberikan atas nama Menteri Pertanian, dan saya berharap para champion, penerima penghargaan, para lokomotif-lokomotif pergerakan ini harus terus bekerja lebih baik”, ungkap Mentan Syahrul.

Sementara itu, senada dengan Mentan Syahrul, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan Sumber Daya Manusia merupakan faktor penting dan memberikan kontribusi besar dalam peningkatan produktivitas pertanian, oleh karenanya, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan SDM menjadi agenda penting bagi BPPSDMP.

“Yang utama dalam pembangunan pertanian adalah SDM, SDM memberikan kontribusi luar biasa dalam peningkatan produktivitas pertanian. Melalui BPPSDMP, kita cetak SDM-SDM unggul, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha”, tegas Dedi

Selanjutnya Dedi mengatakan, melalui ajang Harmonisasi dan Apresiasi SDM Pertanian Tahun 2022 inilah diharapkan dapat melahirkan champion-champion pertanian yang nantinya akan berkiprah dalam pembangunan pertanian Indonesia.

“Kita bentuk champion-champion, dari champion itulah dia akan melakukan resonansi untuk terjun bebas ke samudera pembangunan pertanian Indonesia”, kata Dedi.

Kepala PPMKP, Yusral Tahir mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas apresiasi yang diberikan oleh Kementan kepada para pegawainya.

“Syukur alhamdulillah kami bersyukur atas apresiasi ini, dan terima kasih sebesar-besarnya pada Kementan yang telah memberikan kepercayaan apresiasi kepada pegawai PPMKP, semoga kedepannya kami bisa berkinerja lebih baik lagi”, ucap Yusral

Adapun penganugerahan pada acara Harmonisasi dan Apresiasi SDM Pertanian Tahun 2022 ditujukan kepada Penyuluh Pertanian, Petani Millenial, P4S serta SDM Pertanian Berprestasi.

** Nita/PPMKP

Perjanjian Jaminan Fidusia Dibawa ke Ranah Pidana

0

Sidang Pidana Fidusia Dilaksanakan Daring, Pengacara LBH Panser Berontak

Bogor | Jurnal Bogor

Sidang kasus fidusia di Pengadilan Negeri Bogor disidangkan secara daring, Kamis (15/12). Setelah palu sidang diketuk oleh ketua Majelis Hakim, selanjutnya agenda pengecekan terdakwa dan pemeriksaan legal standing penasehat hukum yang beranggotakan Suhendar, SH.,MM; Basuni Ismail,SH.,MH.; Sagitarius,SH.,MH.; Nurpan,SH.; Sopian Sarip,SH.; Tri Kurniawan,SH.; Syariful Alam,SH.; Irwan Setiawan,SE.,SH dan Yohan Bayu Afiyanto,SH.

Majelis Hakim menanyakan, “Apakah saudara terdakwa sudah siap untuk mengikuti jalannya sidang?, terdakwa Hidayat Saputra menjawab dengan lantang, “Siap yang mulia.”

Sebelum Majelis Hakim memerintakan jaksa membacakan dakwaan, terjadi sedikit keributan. Karena penasehat hukum mempermasalahkan dakwaan Hidayat Saputra belum diberikan kepada terdakwa ataupun penasehat hukumnya.

Suhendar,SH.,MM. sebagai koordinator tim penasehat hukum LBH Panser yang juga Ketua DPD Peradmi Bogor mengajukan keberatan. “Izin yang Mulia, karena setelah perkara ini dilimpahkan ke kejaksaan dari Kepolisian Resort Bogor Kota, kami menilai jaksa kurang kooperatif dan susah untuk ditemui untuk meminta salinan BAP terdakwa dan saksi-saksi. Kami sudah berusaha menemui JPU Ibu Karyati,SH di Kejaksaan Negeri Bogor, akan tetapi sampai perkara ini disidangkan kami belum menerima salinan BAP terdakwa, saksi-saksi dan juga surat dakwaannya”.

Lantas majelis pun merespons dengan menanyakan kepada JPU, apa benar yang disampaikan penasehat hukum terdakwa? JPU pun menjawab, “Siap majelis, segera akan kami berikan salinan BAP. Dan sebetulnya untuk Surat Dakwaan sudah kami titipkan ke penyidik Reskrim Polresta Bogor yang mulia”. Dan majelis pun memerintahkan kepada JPU untuk segera memberikan surat dakwaan dan BAP saksi-saksi kepada penasehat hukum terdakwa.

Sidang dilanjutkan dengan bacaan dakwaan oleh JPU Karyati,SH. Setelah dakwaan dibacakan, hakim menanyakan kepada penasehat hukum terdakwa, “Apakah penasehat hukum terdakwa keberatan dan akan mengajukan eksepsi?”.

Penasehat hukum menjawab melalui Suhendar,SH,MM., “Kami tidak akan mengajukan eksepsi Yang Mulia.” Maka hakim pun memutuskan sidang selanjutnya akan diagendakan pemeriksaan saksi-saksi.

Sebelum sidang ditutup, hakim menanyakan, “Apakah penasehat hukum ada yang ingin disampaikan?” Penasehat hukum melalui Sagitarius,SH,MH yang juga Ketua LBH DPP Peradmi menjawab, “Izin Yang Mulia, kami berharap sidang pidana perkara 282 ini dilaksanakan secara offline, karena kami menilai pembuktian materil akan terkendala teknis apabila dilaksanakan secara daring. Dan kami sangat berharap sidang ini akan berjalan seadil-adilnya demi penegakan dan kepastian hukum. Dan hakim pun memutuskan untuk sidang selanjutnya akan dilaksanakan secara offline.

**ass

Pengunjung Malasari Menyusut Akibat Buruknya Infrastruktur

0

Ketua Desa Wisata: Pemkab Bogor Kurang Serius Bangun Infrastruktur di Ekowisata Malasari

Nanggung l Jurnal Bogor 

Kondisi jalan sudah lama rusak di lokasi objek wisata Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terkesan dibiarkan. Padahal menurut Ketua Desa Wisata Malasari Hamdan Duwafy, Malasari  merupakan daerah pariwisata dengan sektor unggulan.

Namun ada persoalan yang mendasar musabab buruknya infrastruktur sehingga berdampak semakin menyusutnya  pengunjung ke Ekowisata Malasari. Meski Desa Malasari terbilang potensial, namun keseriusan Pemkab Bogor minim dalam menata pembangunan  infrastruktur di kawasan Ekowisata Malasari.

Terbukti, seperti  akses menuju Kampung Citalahab, kawasan perkebunan teh, menurut Hamdan terdapat jalan rusak bahkan kerusakan jalan  itu terjadi sudah puluhan tahun. 

“Sudah puluhan tahun jalan itu rusak seperti akses area perkebunan teh menuju Kampung Citalahab.” kata Hamdan Duwafy kepada Jurnal Bogor, Kamis  (15/12).

Hamdan yang lebih  akrab disapa Tole menyebutkan, dari kantor Desa Malasari sepanjang 17 kilometer menuju kampung Citalahab beberapa tahun lalu pernah  dibangun sekitar 5 killometer. Diakuinya pernah dibangun, namun sudah 3 atau 4  tahun ini kondisi jalan kembali rusak berat.

“Hanya  5 kilo yang pernah dibangun,  tetapi akses menuju Kampung Citalahab area perkebunan teh  sepanjang  12 kilometer sudah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan. Setahu kami, sudah puluhan tahun akses menuju Kampung Citalahab belum tersentuh pembangunan Pemkab Bogor,” papar Tole.

Tidak sampai disitu, temasuk jalan  lainnya terdapat akses  di Kampung Nyungcung Malasari sepanjang 1700 meter keadaannya cukup memprihatinkan.

Tidak sedikit titik jalan di Malasari  yang rusak dan berlubang. Meski Desa Malasari pernah menyandang Homestay unggulan dari Provinsi Jabar bentuk pengakuan Destinasi wisata.

Malasari juga ada rumah sejarah tahun 1947 Bupati pertama Kabupaten Bogor, namun indikator kurang seriusnya  Pemkab Bogor dalam dalam membangun infrastruktur sehingga pengunjung yang datang kini semakin menyusut.

Respons pemerintah kaitan desa wisata memang ada seperti di setiap tahun digelarnya peningkatan kapasitas dari Disbudpar Kabupaten Bogor bagi warga yang terlibat dipengurusan wisata Malasari.

Tetapi lagi lagi, salah untuk mendukung ekonomi masyarakat ketika kwalitas insfratrukturnya sudah baik.

“Sering ada penelitian dari Eropa tentang pengamatan satwa Owa (Javan Gibbon). Kasawan Desa Malasari memang diddominasi kawasan taman nasional yang setiap tahunnya warga desa menyemarakan warisan dari para pendahulu

Warisan  cagar budaya  tak benda yang terjadi secara turun temurun yakni Seren Taun (sedekah bumi). Pada 2015 Desa Malasari dibentuk menjadi desa wisata, 2017 Malasari menyandang Indonesian  Sustainable tourism award  kategori lingkungan dari Kementerian Pariwisata.

Rahman (45) pengunjung dari Desa Batutulis Nanggung mengatakan seharusnya akses jalan wisata menjadi prioritas pembangunan.

“Akses   wisata Malasari yang merupakan untuk kepentingan umum harusnya jalannya sudah bagus dan banyak dirasakan bagi masyarakat secara luas.” tandasnya 

Sementara jalan rusak dan berlubang di areal wisata menuju Desa Malasari sekitar  sudah  3 tahun tidak diperbaiki Dinas PUPR. Bahkan titik akses menuju Kampung Citalahab areal perkebunan teh sudah puluhan tahun belum tersentuh pembangunan.

** Arip Ekon

Polsek Gunung Putri Olah TKP Perampasan Sepeda Motor di Cikuda

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pengendara sepeda motor Vario F 3857 FFI yang dikendarai Rizki dirampas kawanan orang tidak dikenal (OTK) , di jalan raya Cikuda, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (15/12).

Berawal, saat korban Rizki asal Cileungsi hendak mengantarkan dagangannya ke Pasar Wanaherang, tiba-tiba dipepet kawanan orang tidak dikenal yang menggunakan senjata tajam jenis cerulit, korban mengalami luka di bagian belakang karena sabetan cerulit. 

Dalam rekaman CCTV pelaku yang berjumlah sekitar 5 orang itu, langsung merampas kendaraan sambil mengancam korban menggunakan senjata tajam dan akhirnya para pelaku membawa kabur sepeda motor korban.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan, sewaktu korban dalam perjalanan dari Cileungsi menuju Pasar Wanaherang tiba-tiba di pepet oleh kawanan orang tidak dikenal di jalan raya Cikuda. 

“Korban dipepet oleh pelaku dengan mengacungkan senjata tajam berupa celurit, setelah korban berhenti di dekat toko  keramik korban langsung dirampas sepeda motornya, dan dibawa kabur,” ucap Kompol Bayu Tri Nugraha kepada Jurnal Bogor, Kamis (15/12).

Menurut Kompol Bayu, salah satu dari pelaku sempat mengayunkan celurit ke bagian badan belakang korban sebelah kanan, sehingga mengakibatkan luka robek.

“Langkah awal dari pihak polsek Gunung Putri melakukan olah TKP bersama petugas piket,” ujarnya.

Kemudian, sambung Kompol Bayu,  Bhabinkamtibmas dan Piket Reskrim, cek dan olah TKP dan meminta keterangan dari korban, mencari keterangan saksi, dan meminta bukti CCTV kepada warga, selanjutnya akan ditindaklanjuti.

“Saya menghimbau kepada Ketua Lingkungan yang ada di Kecamatan Gunung Putri agar mengaktifkan lagi warga untuk ronda, dan memasang benner awas maling di setiap lingkungan,” pungkas Kompol Bayu.

** Nay Nur’ain

Petani di Nanggung Keluhkan Harga Pupuk Naik

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Jelang masa tanam tahun 2022, para petani padi di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor mengeluh naiknya harga pupuk urea di pasaran. 

Pasalnya, pupuk nonsubsidi di wilayah tersebut selain sangat sulit didapat harganya pun naik. Terlebih para petani yang bukan peserta dari gabungan kelompok tani (Gapoktan) harus merogoh kocek lebih dalam.

Saat ini, seperti pupuk urea non-subsidi satu kilogram tembus 5000 rupiah. Bahkan urea putih Rp15.000 per kilo dan tembus Rp150.000 per sak.

Sementara pupuk subsidi 125.000 lebih murah per sak, akan tetapi para petani masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi. 

Petani padi, Aam mengaku dirinya minggu-minggu ini sulit untuk membeli pupuk urea. Padahal sudah memasuki penaburan urea. Tetapi belum juga ada di warung-warung yang biasa berjualan.

“Di pengecer sekarang sulit. Palingan ada di orang-orang  tertentu, itupun begitu ada langsung habis,” katanya.

Sementara, salah satu ketua Gapoktan membenarkan kenaikan harga pupuk untuk para petani. Diakuinya, banyak petani mengeluhkan kenaikan harga pupuk nonsubsidi tersebut.

“Kalau untuk di kelompok kita saat ini tidak mengalami kelangkaan, tetapi kenaikan harga yang di keluhkan para petani,” katanya.

Dia mewakili para petani berharap pemerintah untuk bisa menstabilkan harga pupuk nonsubsidi. Sebab, di wilayah pun masih banyak yang belum terpenuhi kebutuhan pupuk bagi petani.

** Andres

Polsek Cileungsi Amankan Pelaku Curanmor

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Unit Reskrim Polsek Cileungsi Polres Bogor lakukan penangkapan terhadap seorang pelaku curanmor. Dalam penangkapan tersebut  diamankan berbagai barang bukti dari tangan pelaku, Rabu (15/12).

AF

Pelaku Curanmor berinisial AF (32) ditangkap di wilayah Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan Polsek Cileungsi terkait para pelaku  curanmor yang diamankan sebelumnya.

Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen mengatakan, dalam penangkapan terhadap seorang pelaku curanmor berinisial AF tersebut di amankan barang bukti dari tangan pelaku berupa 1 buah kunci later T, 4 buah anak kunci later T dan 2 buah kunci magnet dan 1 buah dompet.

“Dari pengakuan pelaku dalam melancarkan aksinya selain di wilayah Cileungsi, pelaku juga sering melancarkan aksinya di wilayah Jonggol,” ungkap Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen.

** Nay Nur’ain