28.6 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 725

Pensiun Tersenyum, Kemenko Perekonomian Gandeng PPMKP Kementan Ajak Pra Purnabakti Berlatih Hidroponik

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Bagi sebagian masyarakat, pensiun adalah akhir dari segalanya, terutama pekerjaan. Namun pensiun bukan berarti menjadi pengangguran baru. Kesibukan di rumah bisa diisi dengan bertanam hidroponik, bahkan bisa mengisi kocek rumah tangga.

Untuk memberikan motivasi kepada calon purnabakti agar dapat bertindak secara cerdas dalam mempersiapkan pensiun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menggandeng Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor mengajak pegawai Kemenko Perekonomian yang akan purnabakti  beserta keluarga berlatih Kewirausahaan Hidroponik. Dikemas dalam program pensiun tersenyum,  pelatihan ini dilaksanakan pada 19 – 22 Desember 2022 di PPMKP Ciawi Bogor.

 Selain mendapat bimbingan rohani, peserta yang antusias mengikuti pelatihan mendapatkan pembekalan sharing motivasi kewirausahaan dan kisah sukses dari Hendra Kurnia Harasjid pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Harmani DKI Jakarta. Dalam pelatihan ini peserta juga diajak langsung ke lokasi usaha hidroponik yang dikelola P4S Seruni di Desa Bojong Murni Ciawi Bogor, untuk praktek bertani dengan sistem hidroponik mulai analisis usaha, persiapan bertanam  hingga pasca panen.

Kepala Biro Umum Kemenko Perekonomian Hari Kristijo mengungkapkan program Pensiun Tersenyum yang digagas Bidang SDM Kemenko Perekonomian ini hendaknya dapat mempersiapkan mental, pengetahuan, keterampilan dan pengelolaan keuangan pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Sehingga yang bersangkutan siap mental dan tetap berkarya pada saat purna tugas nanti. Kata Hari dengan pelatihan ini, diharapkan pra purnabakti  bisa mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan agar masa pensiunnya menyenangkan dan dapat menjadi lebih bermakna.

”Masa pensiun bukan akhir segalanya. Masa setelah pensiun bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, selain lebih mendekatkan diri pada Tuhan juga bisa berwirausaha dan tetap mengabdi dengan kegiatan – kegiatan kemasyarakatan misalnya menjadi ketua RT, RW bahkan bisa menjadi anggota parlemen di daerah (DPRD) atau DPR, ” ucapnya saat membuka pelatihan, Selasa (20/12).

Hari menambahkan, kedepan masyarakat akan lebih peduli terhadap pangan sehat. Sayuran yang dibudidayakan secara hidroponik akan menjadi pilihan, karena minim residu obat kimia berlebihan. Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Hidroponik ini agar pegawai dapat mengetahui berbagai alternatif kegiatan usaha atau bisnis yang dapat dijalani pada masa pensiun, dan termotivasi untuk memiliki usaha/bisnis menuju kemandirian.

”Tidak hanya pertanian, kami juga akan siapkan pembekalan usaha lain seperti bengkel dan lain – lain,” tuturnya.

Sementara kepala PPMKP Yusral Tahir menyampaikan masa purnabakti akan dialami oleh setiap pegawai. Iapun mengajak untuk menyambut masa purnabakti dengan legowo.

”Mari sambut masa purnabakti dengan rasa syukur dan antusias sebagai pintu gerbang untuk memasuki lingkungan yang lebih beragam dan penuh dengan peluang, ” ucap Yusral.

Dalam siaran pers beberapa waktu lalu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menilai budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang kini tengah marak di masyarakat perkotaan perlu didukung lantaran menjadi langkah yang baik dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Pertanian perkotaan (urban farming) melalui budidaya tanaman sistem hidroponik selain bisa menambah pendapatan juga mendukung langkah pemerintah dalam rangka ketahanan pangan,” kata Syahrul

Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menilai, selain mendukung ketahanan pangan, budidaya tanaman sistem hidroponik juga sangat mendukung keberadaan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

** Regi/PPMKP

Dukung Ketahanan Pangan, PPMKP Kementan-Kemenko Bidang Perekonomian Kerjasama Bekali Calon Purnabakti Pelatihan Hidroponik

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Sebagai salah satu langkah konkret mendukung program Kementerian Pertanian, yaitu peningkatan ketersediaan pangan demi mewujudkan ketahanan pangan, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Bidang Perekonomian) membekali para calon purna bakti PNS lingkup Kemenko Perekonomian Pelatihan Hidroponik. 

Pelatihan yang difasilitasi oleh PPMKP ini bertujuan membekali keterampilan teknis hidroponik bagi peserta sehingga diharapkan dapat diimplementasikan saat masa purna bakti kelak dan hasilnya dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari atau dikembangkan menjadi usaha.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa ketahanan pangan merupakan kekuatan bangsa dan negara. Oleh karena itu, peranan ketahanan pangan dan kekuatan negara sangat penting dalam menyiapkan makanan rakyat Indonesia.

“Bicara ketahanan pangan adalah bicara kekuatan negara dan bangsa, kekuatan apapun yang kita miliki tidak bisa menjaga negara dengan baik kalau ketahanan pangan kita bersoal,” kata Mentan Syahrul.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan dukungan peningkatan kapasitas SDM dalam meningkatkan produktivitas pertanian memiliki peranan sangat penting untuk mencapai tujuan ketahanan pangan, karena menurutnya melalui SDM yang berkualitas akan dapat menciptakan inovasi serta  terobosan-terobosan yang dibutuhkan oleh pertanian. 

Dalam kesempatan membuka pelatihan, Hari Kristijo, Kepala Biro Umum Kemenko Perekonomian menyebutkan Program Pelatihan Hidroponik merupakan salah satu upaya lembaganya untuk memfasilitasi kegiatan produktif bagi para calon purna bakti.

“Tujuannya adalah agar bapak/ibu sekalian nyaman di masa pensiun, sudah merencanakan apa yang akan dikerjakan dikemudian hari, yaitu budidaya hidroponik, dengan menanam tumbuh-tumbuhan dan sayur-sayuran yang hasilnya dapat dikonsumsi sendiri atau kalau lebih bisa dijual”, sebut Hari.

Pelatihan yang diikuti oleh 16 peserta dengan 5 pendamping ini akan berlangsung selama empat hari, dari 19 hingga 22 Desember 2022 mendatang di PPMKP Ciawi.

Yusral Tahir, Kepala PPMKP mengungkapkan rasa bangga nya atas kepercayaan Kemenko Bidang Perekonomian pada PPMKP untuk memfasilitasi pelatihan.

“Kami dari PPMKP sangat bangga sekali atas kesempatan untuk memfasilitasi teman-teman dari Kemenko Bidang Perekonomian. Silakan eksplore ilmu dan skill disini”, ungkap Yusral.

Selanjutnya, Ia juga mengatakan dibutuhkan kemampuan dan keahlian untuk mengelola hidroponik sebagai bagian dari Urban Farming untuk mendukung ketahanan pangan, salah satunya melalui pelatihan.

“Pak Mentan kita saat ini mengusung urban farming dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia selalu sampaikan Indonesia itu sangat luas, apapun bisa kita tanam. Namun kita perlu skill dan kemampuan sehingga nanti produksinya itu tidak terbuang percuma tetapi bisa menghasilkan income bagi kita, nah diharapkan melalui pelatihan ini dapat tercapai”, pungkasnya.

** Nita/PPMKP

The Jungle Exist di Hari Jadi ke 15 Tahun

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
Merayakan ulang tahunnya yang ke 15 sekaligus menyambut musim libur Natal dan Tahun Baru, The Jungle Waterpark Bogor sudah menyiapkan berbagai promo dan event menarik dalam tema “THE JUNGLE EX15T” selama periode tanggal 24 Desember 2022 – 8 Januari 2023. Selain bermain air, pengunjung akan dihibur oleh King Nassar pada tanggal 24 Desember 2022 dan Ghea Youbi pada tanggal 1 Januari 2023.

General Manager The Jungle Firanto mengatakan selama liburan ini The Jungle menawarkan juga harga tiket liburan akhir tahun untuk periode tanggal 25 – 31 Desember 2022 dan liburan tahun baru periode tanggal 2 – 8 Januari 2023 dengan harga tiket Rp. 95.000,- per orang.

“Khusus tanggal 24 Desember 2022 dan tanggal 1 Januari 2023 tiket berlaku harga special event yaitu Rp. 110.000 per orang,” ungkap Firanto.

Tak hanya promo, wahana air di kawasan Bogor Nirwana Residence ini juga akan menyuguhkan berbagai konten event yang menarik selama liburan. Beragam acara akan disuguhkan di panggung utama diantaranya acrobat clown, modern dance, traditional dance, splash aerobic, live music, mascot dan theater. Sejumlah hadiah langsung juga akan dibagikan kepada para pengunjung diantaranya TV, kulkas, mesin cuci, handphone, kipas angin dan masih banyak lagi hadiah lainnya.

Semarak liburan semakin meriah karena The Jungle juga menggelar bazaar akhir tahun yang menampilkan aneka produk makanan dan minuman, otomotif dan barang elektronik.

“Selama periode liburan ini The Jungle buka setiap hari pukul 09.00 – 18.00 WIB. Pembelian tiket bisa dilakukan langsung di loket saat kedatangan atau bisa juga melakukan pembelian tiket online melalui website www.thejungleadventure.com. Anak-anak dengan tinggi di atas 80 cm sudah dikenakan tarif normal yang berlaku,” jelas Firanto. 

The Jungle merupakan tempat rekreasi air yang terdiri dari 12 wahana diantaranya kolam ombak (wave pool), menara seluncur (tower slide), kolam anak (kiddy pool), kolam santai (leisure pool), kolam arus (lazy river), dan seluncur balapan (racer slide). Selain wahana air, The Jungle juga memiliki kolam air hangat dan giant aquarium. Berbagai fasilitas lainnya juga tersedia seperti cabana (gazebo), pelampung, loker, ruang ganti dan toilet, sarana ibadah dan P3K.

Handy Mehonk | **

Mendorong Lahirnya Kelurahan Layak Anak

0

Mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak (KLA) butuh waktu, proses berkelanjutan dan juga dukungan peran serta banyak pihak di masyarakat. Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, pada tahun 2022, Kota Bogor telah meraih peringkat Nindya sebagai KLA. Masih dibutuhkan dua tahap lagi untuk bisa menjadi KLA dengan peringkat tertinggi.
Sebagai upaya memperbaiki peringkat KLA, baru-baru ini DP3A Kota Bogor menggelar program Penilaian Kelurahan Layak Anak. “Ini sebuah inovasi atau loncatan karena di 2022 ini Kota Bogor meraih predikat Nindya alias dua tahap lagi menuju predikat Kota Layak Anak (KLA),” ujar Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah, ketika membuka Sosialisasi Penilaian Kelurahan Layak Anak, November lalu.

Sekda mengatakan, pada 2023 mendatang Pemerintah Kota Bogor menargetkan bisa naik peringkat dan mendapatkan predikat Utama. Untuk bisa mencapai target tersebut memang dibutuhkan inovasi dan loncatan. Diantaranya dengan menggelar Penilaian Kelurahan Layak Anak. Ini adalah sebuah upaya untuk mendorong terwujudnya wilayah kelurahan, sebagai kelurahan layak anak.”Karena yang terpenting, nafas kepedulian terhadap anak, perlindungan anak dan partisipasi anak tidak hanya di tumbuh di tingkat kota saja, tapi sampai di tingkat kelurahan dan keluarga,” lanjutnya.

Menurut Iceu Pujiati, Kepala DP3A Kota Bogor, penilaian Kelurahan Layak Anak juga merupakan upaya mendorong pemahaman lebih baik bagi aparat wilayah beserta warga masyarakatnya tentang konsep Kelurahan Layak Anak. “Dengan cara menangani aspek-aspek Kelurahan Layak Anak secara langsung, maka aparatur wilayah beserta masyarakat di sekitarnya, dapat lebih cepat memahami apa yang disebut sebagai Kelurahan Layak Anak,” kata Iceu. “Juga mereka dapat berkreasi dan berinovasi dalam berbagai upaya menjamin dan melindungi hak-hak hidup anak di wilayah masing-masing.” lanjutnya. Jika kelak beberapa kelurahan sudah dapat dikategorikan sebagai Kelurahan Layak Anak, maka dengan sendirinya perwujudan Kota Bogor sebagai Kota Layak Anak akan lebih cepat dicapai.

Dalam rangka itulah maka sepanjang November lalu berlangsung penilaian Kelurahan Layak Anak. Menurut Pejabat Fungsional Pemenuhan Hak Anak, DP3A Kota Bogor, Jajang Koswara, penilaian dilakukan dalam dua tahap. Pertama tahap penilaian administratif. Pada tahap ini 68 kelurahan di Kota Bogor diminta menyampaikan berbagai informasi dan data melalui aplikasi Siklabo atau Sistem Informasi Kota Layak Anak Kota Bogor. Tahap kedua penilaian melalui verifikasi lapangan. Seluruh proses penilaian melibatkan tim yang terdiri dari unsur Kementrian PPA, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, KPAI, PKK dan akademisi serta DP3A Kota Bogor.
Berdasarkan penilaian tahap awal, muncul 12 kelurahan yang berpotensi sebagai Kelurahan Layak Anak. Namun di tahap selanjutnya, hanya ada 9 kelurahan yang memenuhi kategori sebagai Kelurahan Layak Anak. Dari 9 kelurahan tersebut, 6 diantaranya masuk ke dalam kategori Kelurahan Layak Anak peringkat Pratama, 2 kelurahan peringkat Madya dan 1 kelurahan peringkat Nindya. Kelurahan mana saja yang mencapai peringkat-peringkat tersebut, akan diumumkan dalam beberapa waktu mendatang.
Lalu seperti apa wujud dari Kelurahan Layak Anak. Menurut Jajang, ada beberapa aspek yang telah berhasil mereka wujudkan. “Diantaranya adalah berfungsinya lembaga-lembaga di kelurahan tersebut dalam upaya mereka menjamin dan melindungi hak-hak anak, serta tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak,” ungkapnya. Sarana dan prasarana dimaksud diantaranya adalah ruang-ruang terbuka hijau atau taman yang tersedia bagi anak-anak untuk beraktivitas. Terdapat sanggar-sanggar dan lembaga pendidikan formal dan non formal untuk mengembangkan potensi dan minat anak. Lalu Posyandu sebagai lembaga pemantau kesehatan anak dan lain sebagainya.
Sedangkan lembaga yang tersedia, diantaranya adalah Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Forum Anak tingkat kelurahan. Kedua lembaga ini dibangun dan diaktifkan oleh warga masyarakat setempat, sebagai sarana perwujudan peran serta masyarakat dalam berabagai upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan hak anak. “Ada dua fungsi utama pada kedua lembaga tersebut, yaitu sebagai pelopor dan sebagai pelapor,” lanjut Jajang.

Pelopor yang dimaksud adalah lembaga berinisiatif untuk memberikan pemahaman terhadap warga masyarakat tentang hak-hak anak. Juga memberikan perlindungan terhadap anak-anak dari berbagai kemungkinan kejadian buruk yang menimpa anak-anak, diantaranya seperti kekerasan dalam rumah tangga dan perundungan terhadap anak. “Aktifitas dan pergerakan mereka berorientasi pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak anak dan perlindungan anak,” jelas Jajang.
Sebagai pelapor, kedua lembaga ini adalah lembaga yang berperan untuk menyampaikan laporan kepada pihak berwajib jika ditemukan adanya kasus-kasus yang melibatkan anak sebagai korban. Juga mereka berperan memperjuangkan anak-anak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang memadai. PATBM keanggotaannya adalah orang-orang dewasa, dan Forum Anak keanggotaannya adalah anak-anak setempat yang berusia rata-rata 12 sampai dengan sebelum 18 tahun.
Tentu ada komponen-komponen lain yang perlu diaktifkan di lingkungan kelurahan, untuk mendorong sebuah kelurahan dapat dikategorikan sebagai Kelurahan Layak Anak. Jadi masih panjang perjuangan yang diperlukan. Tetapi upaya yang konsisten, terarah dan berkelanjutan, diyakini dapat mengakselerasi munculnya kelurahan-kelurahan yang dapat disebut Kelurahan Layak Anak. Semoga hal itu dapat terwujud di Kota Bogor! (Advertorial)

Pecah!!! Nonton Bareng Teroooss di Jakarta Jadi Saksi Messi Angkat Trofi Piala Dunia Qatar 2022

0

Jakarta – Rangkaian event Nonton Bareng Teroooss yang digelar oleh IndiHome selaku sponsor lokal FIFA World Cup 2022 Qatar memasuki kota terakhir. Hal ini seiring dengan piala dunia yang telah memasuki babak final antara Prancis vs Argentina pada Ahad, 18 Desember 2022.

Berlokasi di Asthana, Kemang, Jakarta, antusias penikmat bola sangat tinggi dalam menyambut partai pamungkas ini. Sejak petang, ratusan para penikmat sepak bola sudah memadati venue yang tanpa ada pungutan masuk sama sekali. Sambil menunggu pertandingan dimulai masyarakat yang hadir menghabiskan waktu untuk sekedar berfoto dengan beberapa poster iconic dari pesepak bola ternama yang ada di venue acara.

“Kami menyadari betul akan ada banyak sekali orang yang datang bahkan jauh sebelum pertandingan dimulai. Karena itu kami menyediakan booth IndiHome yang yang menyediakan beragam hadiah menarik, photo booth 360, bisa juga menukarkan poin myIndiHome dan lain sebagainya untuk bisa dinikmati oleh siapa saja,” kata Vice President Marketing Management PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, E. Kurniawan.

Terpantau, banyak keseruan di booth IndiHome sebelum partai final berlangsung. Para pengunjung berdatangan ke booth IndiHome untuk mencoba beberapa hiburan seperti juggling challenge, tendang bola, kuis menarik berhadiah dan bisa juga melakukan tukar poin myIndiHome. Di panggung hiburan juga diramaikan oleh aksi dance dan musisi Andy Rif untuk menghibur penonton yang datang sembari menunggu kick off berlangsung.

Wajar saja acara yang berlangsung dipadati oleh para penggemar sepak bola. Sorotan tertuju kepada Kylian Mbappe (Prancis) dan Lionel Messi (Argentina) yang menjadi tumpuan negara masing-masing untuk mencetak angka. Dan ternyata pertandingan final memang berlangsung sangat seru hingga berlanjut ke babak adu penalti. Hingga akhirnya Argentina menjadi tim terbaik dunia dan Messi pun dinobatkan sebagai pemain terbaik sepanjang masa lantaran akhirnya bisa melengkapi trofi pamungkasnya.

Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari dukungan IndiHome sebagai bagian dari Telkom Group yang bekerjasama dengan Surya Citra Media selaku official broadcaster FIFA World Cup Qatar 2022 yang memanjakan penikmat sepak bola dunia. “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak dan dukungan masyarakat yang berpartisipasi memeriahkan dan mensukseskan event Nonton Bareng Teroooss. Ke depannya kami melalui IndiHome akan terus menyajikan tayangan olahraga berkualitas bagi masyarakat,” kata E. Kurniawan.

Kementan Siapkan Regenerasi Petani Berdaya Saing Lewat Program Magang Taiwan

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya regenerasi petani sebagai tonggak utama pembangunan pertanian saat ini serta meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian,

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan transformasi ke era digital saat ini semakin mendorong percepatan pembangunan pertanian Indonesia, oleh karenanya dibutuhkan perubahan mindset, dari pertanian tradisional ke arah modern. Untuk itu, Kementan berupaya mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan, terlebih di tengah pandemi.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran ” kata Mentan SYL.

Sejurus dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) membekali kapasitas para petani generasi muda Program Magang Taiwan Tahun 2022.

Program yang inisiasi oleh BPPSDMP ini berfokus pada peningkatan kapasitas pemuda tani di bidang pertanian sehingga diharapkan peserta dapat menjadi petani muda andalan di daerahnya serta dapat menghasilkan produk berorientasi ekspor atau pelaku ekspor itu sendiri setelah kembali dari Taiwan.

Peserta (petani muda) akan mengikuti program magang selama satu tahun dengan opsi perpanjangan selama satu tahun di Taiwan, belajar mengenai bisnis pertanian, budaya Taiwan, serta kemampuan Bahasa Inggris sehingga siap menjadi petani muda andalan pembangunan pertanian Indonesia

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dalam kesempatan membuka Pelatihan Program Magang Taiwan, Senin (19/12) mengatakan bahwa saat ini jumlah petani muda Indonesia tidak lebih dari 30 persen, oleh karenanya, Ia mendorong untuk segera melakukan regenerasi petani

“Petani milenial di Indonesia jumlahnya hanya 29 persen. Sisanya lebih dari 70 persen petani kita adalah usia kurang produktif. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap regenerasi petani harus dilakukan saat ini juga”, kata Dedi.

Selanjutnya, di depan puluhan peserta, Dedi menegaskan bahwa petani milenial merupakan andalan dan garda terdepan pembangunan pertanian

“Sekali lagi, tugas pembangunan pertanian yang strategis itu tidak bijaksana kita bebankan pada petani yang usianya kurang produktif, kalianlah andalan pembangunan pertanian kita. Petani milenial harus siap tampil di depan di dalam garda pembangunan pertanian”, tegas Dedi.

Sebelum keberangkatan Program Magang Taiwan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pelatihan pemantapan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) selama 7 hari, dari tanggal 18 hingga 24 Desember 2022 mendatang.

** Nita/PPMKP

Ekspresikan Bermusik, Lingkung Gunung Gelar Parade Band

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Masyarakat Bogor dan sekitarnya bisa mengekspresikan kemampuan bermusiknya dalam kegiatan Parade Band yang dilaksanakan oleh Manajemen Lingkung Gunung Adventure Camp Bogor, 24-25 Desember mendatang.

Parade Band gratis itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Rebranding Lingkung Gunung khususnya Elji Cafe dan wahana bermain untuk anak-anak.

General Manager Lingkung Gunung Adventure Camp, Luthfi mengatakan, kegiatan Parade Band itu merupakan salah satu upaya menjaring anak-anak band menunjukkan kemampuan bermusiknya.

“Gak dipungut biaya ya, gratis. Panggung full band kami siapkan anak band tinggal main saja,” kata Luthfi, 18 Desember 2022.

Masyarakat khususnya warga Bogor, lanjutnya, boleh mendaftarkan grup bandnya ke panitia. Syaratnya grup band itu sudah biasa manggung.

“Ya minimal sudah pernah manggung lah. Bandnya juga serius ya nggak adal-aslan. Rapih lah mainnya,” tegas dia.

Soal genre musik, tambah Luthfi, diberikan kebebasan kepada para peserta. Yang penting enak didengar.

“Aliran musiknya boleh apa saja, yang penting enak dan berirama,” imbuhnya.

Luthfimenambahkan, dalam acara parade band itu akan dimeriahkan oleh grup band asal Bogor yakni Zals.

“Grup band ini unik. Seluruh personelnya adalah jurnalis. Aliran musik mereka juga sangat familiar dengan pendengaran masyarakat. Makanya datang nanti ya pas acara,” pungkasnya.

** Handy Mehonk

Pilkades PAW Desa Cipambuan Dimenangkan Dadang Darajat

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Cipambuan, Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang dilaksanakan di area parkir atas Masjid Az-zikra RT 01 / 04, dimenangkan oleh Dadang Darajat dengan memperoleh 65 suara dari 100 suara hak pilih, Minggu (18/12).

Sekretaris Camat Babakan Madang, Iskandar mangatakan, untuk PAW Desa Cipambuam kali ini ada 100 hak pilih, dan semuanya hadir sehingga Pilkades PAW berjalan dengan hikmat dan kondusif.

“PAW diikuti oleh 3 orang calon kepala desa dengan jumlah hak pilih sebanyak 100 orang perwakilan pemilih warga Desa Cipambuan, yang diambil dari unsur tokoh agama, masyarakat, pemuda, Ketua RT dan RW, anggota BPD, Ketua Kader PKK, Ketua MUI, LPM, Linmas, guru ngaji, dan para Ketua Pengurus Perempuan dan Pemberdayaan,” papar Iskandar kepada Jurnal Bogor, Minggu (18/12).

Adapun hasil dari Musyawarah Desa Dalam Rangka Pilkades Antar Waktu Desa Cipambuan, sambung Iskandar, untuk Dadang Darajat mendapat 65 suara, Adi Nugroho mendapat 25 Suara, dan untuk H.Kasni,S. Koto mendapat 10 suara.

” Total 100 suara, dan calon kades terpilih dengan suara terbanyak ialah Dadang Darajat. Pada jam 11.25 Wib, kegiatan selesai dan selama kegiatan berlangsung alhamdulillah situasi aman kondusif,” paparnya.

Turut hadir dalam kegiatan Pilkades PAW tersebut Camat Babakan Madang Drs. R Makmun Nawawi. M.Si, Kadis DPMD Kabupaten Bogor Renaldy Yushab Fiansyah, Kapolsek Babakan Madang Kompol Wahyu Maduransyah Putra, ST, SIK, MH, Pj. Kades Cipambuan H. Mulyadi Anwar, para kades se-Kecamatan Babakan Madang, Ketua BPD Cipambuan beserta anggota dan para saksi, serta warga masyarakat kurang lebih 300 orang.

** Nay Nur’ain

Dibalik BHPRD yang Diperoleh Desa

0

Oleh: Nay Nur’ain

Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (BHPRD), merupakan anggaran tambahan untuk Pemerintahan Desa terkait hasil pajak yang mereka hasilkan, dan kemudian dibagikan kembali oleh seluruh desa yang ada di Kabupaten Bogor.

Besaran BHPRD yang diperoleh desa sendiri nilainya bervariasi, ada yang mendapat sampai 7 miliar per tahun, dan ada pula yang hanya mendapatkan 200 juta per tahun. Ketimpangan BHPRD ini menjadi salah satu persoalan yang membuat iri para kepala desa dan bahan perbincangan hingga protes.

Seperti hal yang pernah terjadi baru-baru ini, dan sempat memanas. Kesalahan input nilai yang dilakukan oleh Bappenda Kabupaten Bogor membuat 27 kepala desa turun gunung untuk mempertanyakan penyebab kesalahan sehingga mengakibatkan beban moral bagi para kepala desa yang sudah memprogramkan sejumlah kegiatan dan pembanguan dari anggaran BHPRD tersebut.

Namun, sangat disayangkan protes dan penjelasan yang dilakukan oleh kepala desa berbuat alot dan berbuntut teguran lisan oleh pejabat diatasnya. Hal tersebut yang justeru menjadi pertanyaan ada apa dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor?, Yang seolah enggan mendapat keluhan. Mengingat, kesalahan input yang timbul dari Perbup prodak Plt Iwan Setiawan sampai saat ini masih menjadi misteri dan belum terpecahkan.

Tak sampai disitu, hal lain yang menjadi pertanyaan kepala desa ialah tidak terbukanya hasil pajak dari perusahaan dan transaksi BPHTB yang tak pernah dibuka sama sekali kepada kepala desa. Bahkan tak jarang, dari Kades yang meminta data tak jua diberikan baik oleh UPT Pajak wilayah maupun oleh Bappenda itu sendiri.

Tapi, hal yang tidak disangka akibat dari kesalahan input yang dilakukan oleh Bappenda dan munculnya Perbup soal BHPRD membuka banyak fakta yang ternyata selama 2 tahun ke belakang BHPRD tidak menjadi fokus inspektorat untuk di lakukan pemeriksaan. Hal tersebut mengartikan jika BHPRD bisa dibilang anggaran suka-suka yang dikelola oleh kepala desa dan berkedok LPJ, namun tidak diperiksa oleh yang seharusnya melakukan pemeriksaan.

Seorang Ketua Apdesi dari wilayah Timur Kabupaten Bogor pernah berkomentar jika BHPRD adalah anggaran yang memang jarang sekali dan bahkan tidak pernah diperiksa oleh inspektorat. Bahkan, dengan alasan kekurangan personil pemeriksaan Dana Desa hanya dilakukan sampel untuk dijadikan pelaporan.

Bahkan dirinya sendiri sebagai kepala desa heran, mengingat di wilayahnya ada pasar yang menghasilkan 15 miliar per tahun, hanya untuk parkirnya saja. Tapi, BHPRD yang di dapatnya tidak lepas dari angka 400 jutaan / tahun.

Untuk kita ketahui, mafia pajak memang sangat dilindungi oleh kalangan di sekitarnya, mengingat dialah salah satu objek ATM berjalan yang sering kali diandalkan oleh para inohong. Adapun terbongkarnya sosok mafia pajak, karena kue yang sudah dibentuk tak rata saat ingin dibagi-bagi.

Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, sanggupkan Bappenda Kabupaten Bogor terbuka kepada Pemdes akan semua hasil pajak yang mereka peroleh. Dan mampukan Bappenda mengubah sistem yang tergolong masih kurang relevan dalam menghitung pajak hingga membuat terjadi kesalahan input.

Setelah Bitungsari, Giliran Program Samisade Desa Telukpinang Disorot JPP

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pelaksanaan pembangunan jalan yang dibangun melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di Desa Telukpinang, Ciawi, Kabupaten Bogor, mendapat sorotan dari Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP).

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif mengawasi pembangunan bersumber dana dari bantuan pemerintah itu menilai, pihak desa sudah melakukan pelanggaran dengan mengandeng pihak ketiga dalam pengerjaan program tersebut.

Ketua JPP, Saleh Nurangga melihat ada ketidak beresan dalam pelaksanaan pembangunan jalan yang bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun 2022 di Desa Telukpinang.

“Kami menduga dalam pengerjaan pembangunan jalan yang berlokasi di Kampung Vulkanin, desa sengaja mengandeng pihak ketiga,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (19/12).

Parahnya lagi, kata Saleh, mulai dari awal pelaksanaan pembangunan hingga akan selesai dikerjakan, warga sama sekali tidak diberitahukan pelaksana yang mengerjakan proyek desa tersebut.

“Bahkan warga juga bertanya-tanya berapa pagu anggaran untuk membangun jalan itu. Warga tidak mengetahui secara pasti besaran anggarannya,” paparnya.

Saleh menyatakan, adanya permasalahan itu, pihak desa dianggap sudah melanggar Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Tentunya ini harus segera disikapi pihak kejaksaan, sehingga tidak ada lagi desa yang bermain-main dalam program Samisade,” imbuhnya.

Sebelumnya, JPP pun menyoroti pelaksanaan program Samisade di Desa Bitungsari, Ciawi yang dalam pengerjaannya tidak dipasang papan plang proyek dan membuat warga bertanya-tanya.

** Dede Suhendar