29.6 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 723

Nikmati Momen Libur Akhir Tahun di Carnival Fest Jungleland Sentul

0

Sentul | Jurnal Inspirasi
Momen liburan akhir tahun memang selalu menjadi waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, saudara atau sahabat untuk berlibur bersama. Berkunjung ke Jungleland Sentul bisa menjadi salah satu pilihan karena akan ada banyak agenda seru di akhir tahun ini.

Menyemarakkan momen liburan akhir tahun 2022 dan pergantian tahun 2023, taman bermain Jungleland yang berlokasi di Kawasan Sentul Nirwana, Jl. Jungleland Boulevard No.1, Karang Tengah, Babakan Madang, Sentul Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini akan menggelar rangkaian event seru untuk pengunjung setianya bertajuk Carnival Fest Jungleland.

Event ini merupakan festival terbesar di area Sentul yang akan berlangsung pada periode high season mulai tanggal 26 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023 dengan menghadirkan banyak acara Seru.

Mulai dari festival musik yang menghadirkan musisi-musisi lokal kenamaan seperti JKT48 dan Kangen Band serta masih banyak lagi. Selain itu, banyak acara seru lainnya seperti kompetisi cosplay, anime karaoke, coswalk dan photo session.

Tak hanya itu, aktivitas seru lain yang memberikan pengalaman langsung untuk pengunjung adalah Culinary & Clothing Festival. Dimana akan banyak brand-brand baju ternama dan beragam produk makanan hadir di Carnival Fest Jungleland Sentul.

“Wahana bermain Jungleland Sentul selalu berupaya untuk memberikan pengalaman terbaik untuk para pengunjung. Carnival Fest merupakan salah satu kegiatan yang diadakan untuk memanjakan pengunjung yang hadir merayakan momen liburan akhir tahun ini di Jungleland” kata Chief Marketing Officer (CMO), Dipowirawan, di Sentul, Minggu (27/11/2022).

Tiket Event Carnival Fest Jungleland sudah dapat dipesan mulai tanggal 28 November 2022 melalui Website Tiket Resmi Jungleland  di www.ticket.jungleland.id

Jungleland Sentul hingga saat ini masih menjadi area wahana bermain terbesar di Indonesia yang memiliki berbagai wahana permainan seru yang dapat dinikmati oleh  semua umur dan memberikan pengalaman seru bagi pengunjung dan keluarga.

HANDY MEHONK

Pacu Kreativitas, Pemkab Bogor Tebar Penghargaan

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Sebagai upaya meningkatkan inovasi, kreativitas dan kemandirian aparatur Pemerintah Desa di bumi Tegar Beriman, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan penghargaan melalui Penganugerahan Desa Mandiri se-Kabupaten Bogor dan Penganugerahan Juara Lomba Video Profil Desa Tahun 2022, yang di gelar di Hotel Darmawan Park, Babakan Madang Sentul, Kamis (22/12). 

Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, saat ini semua harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan teknologi digitalisasi yang semakin pesat. Semua harus serba digitalisasi dan membutuhkan cara kerja yang tidak biasa. 

“Jika tidak diikuti maka kita akan ketinggalan zaman, begitu pun dengan pemerintahan. Harus mengikuti era digitalisasi, semua harus transparan dan berbasis IT, dalam hitungan detik kinerja pemerintah, realisasi anggaran, program/kegiatan hingga capaian pajak daerah dengan mudah dapat dilihat oleh masyarakat melalui aplikasi berbasis digital,” ujar Plt. Bupati Bogor. 

Menurutnya, setiap aparatur Pemerintah Kecamatan dan Desa harus lebih aktif memanfaatkan teknologi digital juga media sosial. Untuk itu pembinaan melalui pelatihan pengelolaan akun media sosial dan pemanfaatan digitalisasi harus ditingkatkan. 

” Saya minta para Camat adakan pelatihan untuk para staf di desa supaya apa yang memang bapak lakukan di desa itu tersosialisasikan kepada masyarakat, Camat juga kepada Bupati,” tegasnya. 

Ia juga berharap, melalui penganugerahan ini dapat lebih memotivasi seluruh aparatur Pemerintah Kecamatan dan Desa juga seluruh masyarakat untuk aktif berinovasi, bijak dan pandai memanfaatkan teknologi digitalisasi melalui karya yang bermafaat bagi kesejahteraan dan kemajuan daerah Kabupaten Bogor. 

Ditempat yang sama, Kadis DPMD Kabupaten Bogor Renaldi Yushab Fiansyah menjelaskan, ada lima Kecamatan dengan status kecamatan mandiri antara lain Cisarua, Gunung Putri, Babakan Madang dan Cileungsi. Tujuan penyelenggaraan lomba video profil desa saat ini adalah, yang pertama untuk melakukan akselerasi di bidang pariwisata khususnya promosi desa wisata dan potensi wisata alam dan tempat rekreasi lainnya di desa.

“Kedua merupakan kegiatan sektor ekonomi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, yang ketiga produk usaha badan usaha desa mempromosikan produk unggulan atau usaha yang dikelola oleh Bumdes juga melalui UMKM,” paparnya.

“Nilai-nilai yang nanti akan muncul pada saat membuat video profil desa adalah adanya media promosi desa, sehingga menjadi sarana promosi dan publikasi untuk desa, serta menjadi sarana untuk menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Keluhan Warga di Parkiran RSUD Ciawi, Dua Dewan Petinggi Partai Enggan Komentar

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Tidak bertanggungjawabnya Century Parking, pengelola parkir RSUD Ciawi terhadap kehilangan barang pengunjung di lokasi parkiran rumah sakit milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, ternyata sudah diketahui wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) 3 dari Partai Gerindra, Tutty Alawiyah.

Meski tidak terlalu banyak berkomentar saat diminta tanggapannya, Tutty Alawiyah yang merupakan warga Kecamatan Ciawi tersebut mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti bersama anggota dewan yang duduk di Komisi III.

 “Nanti akan dirapatkan,” singkat istri dari anggota DPR RI Partai Gerindra, Eddy Santana yang sebelumnya menjabat Walikota Palembang selama dua periode tahun 2003-2013 tersebut.

Berbeda dengan anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Dapil 3 lainnya, yakni Wawan Haikal Kurdi dan Dedi Aroza yang tidak memberikan tanggapan apapun saat diminta komentarnya melalui telepon maupun pesan WhatsApp, Kamis (22/12), terkait adanya keluhan warga terhadap pengelola parkir di RSUD Ciawi yang tidak bertanggungjawab.

Padahal, kedua dewan tersebut merupakan para petinggi partai di Kabupaten Bogor, mulai dari Wawan Haikal Kurdi sebagai Ketua DPD Partai Golkar dan Dedi Aroza, Ketua DPD PKS.

Sementara, Kepala Bidang Aset pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Pelitawan menjelaskan, untuk lahan parkir yang ada di RSUD Ciawi, pengelolaannya sudah sepenuhnya kewenangan pihak rumah sakit.

Hal itu terjadi, lanjut Pelitawan, setelah RSUD Ciawi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sehingga semua aset yang berkaitan dengan potensi pendapatan di rumah sakit itu, salah satunya seperti pengelolaan parkir, dikelola langsung oleh pihak rumah sakit.

 “Walaupun lahan tersebut milik Pemda Kabupaten Bogor, RSUD Ciawi bisa mengelola secara langsung tanpa melibatkan pihak aset daerah. Makanya, kami tidak tahu menahu persoalan parkir di rumah sakit tersebut,” akunya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Ditanya soal besaran retribusi yang dihasilkan dari pendapatan parkir, Pelitawan mengaku tidak mengetahuinya. Alasannya, karena pendapatan yang dihasilkan dari parkir, dikelola pihak RSUD Ciawi.

“Bukan hanya di RSUD Ciawi saja, lahan parkir di RSUD Cibinong pun sama, dikelola langsung oleh pihak rumah sakit lantaran sudah jadi BLUD,” imbuhnya.

Pelitawan pun tidak mau berkomentar saat diminta tanggapannya terkait keluhan warga yang kehilangan barang saat parkir di RSUD Ciawi, tetapi tidak mendapatkan ganti dari pengelola parkir.

Diberitakan Jurnal Bogor edisi Kamis (22/12), Maman Usman, warga Kecamatan Ciawi, yang juga aktif sebagai pemerhati masalah kebijakan, turut angkat bicara terkait sikap pengelola parkir di RSUD Ciawi yang dinilai sudah merugikan warga. Sebab, pihak pengelola parkir tidak mau bertanggungjawab atas kehilangan barang pengunjung di lokasi parkiran rumah sakit.

Menurutnya, persoalan pengelolaan parkir, ini terdapat Yurisprudensi dalam bentuk putusan Mahkamah Agung (MA), dimana pengelola parkir harus bertanggung jawab terhadap kerugian yang dialami pengguna parkir, sesuai  Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 3416/Pdt/1985, majelis hakim berpendapat perparkiran merupakan perjanjian penitipan barang, dengan begitu hilangnya kendaraan milik konsumen menjadi tanggung jawab pengusaha parkir.

Selain itu, lanjut Maman, Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1367 K/Pdt/2002, menyatakan secara hukum, bahwa selama kendaraan milik penggugat parkir atau dititipkan dengan sah didalam area parkir yang dikelola oleh tergugat, adalah merupakan tanggung jawab tergugat sepenuhnya atas telah terjadinya kehilangan. 

Bahkan, kata Maman, Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 2920 K/Pdt/2011, bahwa sudah sewajarnya menjadi tanggungjawab juru parkir, apabila kendaraan yang sudah membayar karcis parkir untuk menggantinya, karena kehilangan mobil tersebut dinilai adalah kelalaian atau keteledoran pihak pengelola parkir.

 “Makanya sesuai Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1264/K/PDT/2003 menyatakan, sikap pasif pengelola parkir dapat dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur Pasal 1365 KUH Perdata,” ungkap pria yang juga dipercaya sebagai advokat hukum salah satu perusahaan di luar daerah tersebut kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (21/12).

** Dede Suhendar

Melalui Samisade, Pemdes Sukasirna Benahi Jalan Agar tak Cemburu 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Masih sangat memprihatinkannya kondisi jalan lingkungan dan jalan desa yang ada di Desa Sukasirna, Jonggol, Kabupaten Bogor, membuat Kepala Desa Sukasirna Iwan Setiawan mengutamakan pembenahan infrastruktur jalan dan saluran.

“Desa Sukasirna ini, masih sangat banyak lokasi jalan lingkungan dan jalan desa yang butuh sentuhan pembanguan, maka dari itu jika ada dana bantuan apapun dari pemerintah kami utamakan pembenahan jalan terlebih dahulu, ” papar Iwan sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/12).

Menurutnya, selain kebutuhan infrasturktur jalan yang masih sangat banyak, desa ini pun masih butuh Sarana Air Bersih (SAB), WC umum yang bisa digunakan oleh warga sekitar yang belum memiliki MCK.

” Maka dari itu, adanya Dana Samisade saya alokasikan di 3 titik untuk dilakukan betonisasi jalan agar semua warga di Desa Sukasirna merasakan jalan yang bagus,” ujarnya.

Titik pertama, sambung dia, betonisasi jalan desa Kp.Sentul – Kp.Jatimekar RT 02 – 03 /RW 02 dengan volume P.720m x L.2,5m x T.0,03m. Titik yang kedua, betonisasi jalan Kp.Jatimekar RT 03/05 dengan volume P.265m x L.2,3m x T.0,15. Dan titik yang ketiga, betonisasi jalan Kp.Tegal Sempug RT 01/07 dengan volume P.265m x L.2,3m x T.0,15.

“Untuk anggaran sendiri, di Kp.Sentul – Kp.Jatimekar RT 02-03 /RW 02 memakan anggaran Rp  600 juta, dan Kp.Jatimekar memakan anggaran 200 juta rupiah, kemudian Kp.Tegal Sempug memakan anggaran 200 juta rupiah, totalnya 1 miliar anggaran Samisade kami alokasikan untuk betonisasi jalan,” beber Iwan.

Dirinya berharap, dengan diperbaikinya jalan lingkungan maupun jalan desa, tidak ada lagi kecemburuan sosial di masyarakat. ” Kadang ada yang cemburu karena jalannya masih rusak, padahal memang sudah dialokasikan tapi anggarannya belum turun karena bertahap. Hal-hal seperti itu yang kadang jadi pertanyaan dan digoreng-goreng segelintir orang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor akan program Samisade ini karena bisa mempercepat pembangunan desa. “Jika hanya mengandalkan anggaran Dana Desa mungkin tidak akan secepat ini pembangunan, apalagi selama 2 tahun terakhir ini Dana Desa dari pusat dialokasikan untuk BLT. Dengan adanya Samisade ini sangat membantu untuk kami,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Hari Jadi ke-3, HMR Sudah Berikan Perubahan untuk Rumpin

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Di hari ulang tahun ke-3 yang jatuh pada 20 Desember 2022, organisasi Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) melakukan berbagai kegiatan dari sejak November 2022.

Usia yang masih sangat muda ini bisa dibilang adalah usia-usia panas bagi kader-kader HMR dan juga bagi masyarakat Rumpin umumnya. 

Ketua Umum HMR, Ibnu Sakti Mubarok menyatakan bahwa salah satu dan satu-satunya organisasi yang cukup berkembang dengan pesat, HMR telah mampu memberikan banyak perubahan bagi Rumpin dan berkontribusi di berbagai hal.  

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan sejak sebulan itu diantaranya turnamen futsal, sepak bola dan mobile legends. Bahkan HMR juga turut melakukan galang donasi serta trauma healing untuk korban gempa Cianjur. 

“Kehadiran HMR sangat disambut baik oleh masyarakat Rumpin. Terbukti dari beberapa aksi yang dilakukan HMR, diikut sertakan juga oleh masyarakat, seperti aksi jalanan perihal penolakan TPST, jalan tambang dan aksi pengecaman terhadap mangkraknya pembangunan jalan yang menghabiskan dana kurang lebih 4,9 M,” katanya.

Peringatan 3 tahun HMR kali ini juga dibumbui dengan adanya pergantian Ketua Umum Ibnu Sakti Mubarok oleh Wildan Mukholad. Dengan harapan HMR menjadi lebih baik, Wildan Mukholad  menyatakan kesiapannya memimpin HMR untuk selanjutnya. 

“Di tahun ke-3 ini, merupakan tahun yang mengawali kepekaan HMR dengan sayap baru. Bukan menggantikan, namun tugas saya dan pengurus-pengurus baru adalah meneruskan perjuangan dari para pendiri dan perintis, ini merupakan tugas pertama, jadi jalan kami bersama HMR masih sangat panjang,” kata ketua baru HMR Wildan Mukholad, belum lama ini kepada Jurnal Bogor. 

Sementara, Ketua Ikatan Alumni Himpunan Mahasiswa Rumpin Adhik Roda menyatakan, apresiasi yang setinggi-tingginya untuk HMR, dimana tahun yang ke-3 ini sudah banyak sekali menghasilkan berbagai pencapain. 

“Saya rasa sangat bangga menjadi bagian daripada Himpunan Mahasiswa Rumpin, menjadi bagian daripada pendiri bahkan hingga saya lulus kuliah pun saya tetap menjadi bagian dari HMR. Apresiasi setinggi-tingginya bagi HMR sejauh ini yang telah berhasil banyak memberikan perubahan-perubahan bagi Rumpin dan bagi kader-kadernya sendiri,” ucapnya.

Dia berharap kepemimpinan yang selanjutnya menjadi HMR yang lebih kuat dan solid seperti kapal yang tidak karam dan kuat akan hantaman.

“Semangat kawan-kawan pengurus baru, dan selamat atas terpilihnya ketua yang baru. Selamat dan semangat berlayar, mari kita wujudkan bersama misi kita, menjadikan masa emas Rumpin ada ditangan kita,” tukasnya.

** Andres

Belum Sempat Diresmikan, Kondisi GOM Gunung Putri Sudah Memprihatinkan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Bangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Kecamatan Gunung Putri, yang terletak di Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, sudah mengalami banyak kerusakan, meskipun belum sempat diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Unedo Phazippo Utama dengan anggaran sebesar Rp 12.726.850.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2021 itu diperparah dengan beberapa jendela, plafon dan tralis berjatuhan hingga hancur.

Salah satu keamanan GOM Gunung Putri, Iwan mengatakan, untuk jendela, tralis dan plafon yamg hancur itu terjadi sekira 2 pekan yang lalu. Saat itu, cuaca sedang hujan deras yang dibarengi dengan angin kencang.

“Kalau jendela dan beberapa perlengkapan bangunan yang hancur ini, diakibatkan diterjang angin kecang sekitar dua minggu yang lalu,” katanya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/12).

Menurutnya, saat jendela berjatuhan, kondisi GOM dalam keadaan tidak ada kegiatan apapun hingga tidak ada aktivitas dan warga yang berada di sekitar GOM.

“Gak ada warga yang kena dampak dari jatuhnya jendela tersebut. Namun, jika hujan terjadi maka air akan masuk kedalam ruangan GOM baik ke tribun atau lapangan, karena tidak ada jendela yang menutupi bangunan,” ujarnya.

Iwan menambahkan, untuk bangunan yang terdampak angin kencang hanya GOM saja. Sedangkan untuk bangunan SMPN 04 Gunung Putri yang berada tepat disebrangnya tidak mengalami kerusakan berarti.

” Cuma GOM saja yang banyak terdampak dari angin kencang itu. Kalau untuk bangunan sekitar seperti SMPN 04 tidak terlalu berdampak,” jelasnya.

Sedangkan, sambungnya, untuk bagian atap GOM tidak mengalami kerusakan. Padahal, untuk konstruksi atap seharusnya lebih ringkih diterjang angin.

“Ini malahan atapnya gak ada kerusakan, tapi malah jendela yang nempel di dinding malah berjatuhan,” herannya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, UPT Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabuaten Bogor, Herdi enggan memberikan tanggapan terkait material bangunan GOM Gunung Putri yang hancur karena bukan kewenangannya.

“Silakan langsung hubungi Pak Kasi Saprasnya ya, karena kewenangannya masih di beliau,” katanya.

** Nay Nur’ain

Desa Bojong Jengkol Gunakan Banprov Bangun Aula

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Anggaran dari program bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Banprov) tahun 2022 di Desa Bojong Jengkol, Ciampea, Kabupaten Bogor digunakan untuk pembangunan ruang aula lembaga desa.

Kepala Desa Bojong Jengkol Awaludin mengatakan, pembangunan ruang aula tersebut dengan anggaran sebesar Rp 55 juta.

“Anggaran yang diserap itu kita bangunkan empat ruangan di atas, untuk para lembaga desa. Seperti Karang Taruna, BPD, MUI dan PKK, dan disitu nanti kita buatkan juga kamar mandi dan ruang musholla,” katanya, Rabu (21/12/22).

Kades yang punya slogan Ngabret itu menuturkan, dibuatnya ruangan para lembaga tersebut untuk kenyamanan pelayanan dan mempermudah komunikasi atau koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait.

“Jadi kita buka gerai, seperti LPM itu harus koordinasi dengan Samsat mengenai pembuatan SIM, pajak dan sebagainya. Begitu juga dengan para lembaga lainnya harus saling koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang berkaitan dengan program desa,” paparnya.

Selain itu, sambungnya, dirinya selalu memprioritaskan pelayanan desa terhadap warga masyarakat supaya nyaman dan aman.

“Kita juga selalu memprioritaskan yang namanya pelayanan desa kepada masyarakat, jadi saya selalu mengutamakan kenyamanan pegawai maupun warga yang datang ke kantor desa,” tukasnya.

** Andres

H.Holil Target Jalan Mulus dari Jaling sampai Jandes 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Desa Sukamaju, Jonggol, Kabupaten Bogor mengalokasikan dana bantuan Satu Miliar Satu Desa (Samisade) untuk infrasturktur jalan dengan melakukan pengasapan dan pembuatan drainase udict.

Kepala Desa Sukamaju, H.Holil menyampaikan, untuk saat ini pihaknya masih memfokuskan anggaran Samisade untuk pembanguan infrastruktur, dimana masih ada beberapa titik jalan lingkungan maupun jalan desa yang harus diperbaiki infrastrukturnya.

“Potensi disini bisa dibilang minim, karena wisata tidak ada, hanya dikelilingi oleh perumahan, oleh karena itu dengan mulusnya jalan kampung sampai jalan lingkungan berharap bisa meningkatkan perekonomian warga jika akses jalannya sudah mulus,” papar H.Holil kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/12).

Sementara Sekretaris Desa Sukamaju, Rohim menyampaikan, untuk dana Samisade tahun 2022 ini dialokasikan di 2 titik yakni di KpMenan RT 04/02 dan Kp Menan RT 04/03.

“Untuk volumenya sendiri di Kp Menan RT 04/03 untuk pengaspalan memiliki volume P.240m x L.2,70m x T.0,03m, dan untuk drainase memiliki volume P.300m x L.0,30 x T.0,40 memakan biaya sebesar Rp 463.636.000,” paparnya.

Sedangkan untuk titik yang kedua, sambung dia, di Kp Menan RT 04/02 untuk pengaspalan memiliki volume P.360m x L.2,70m x T.0,30m, dan untuk drainase memilik volume P.336m x L.0,30m x T.0,40m.

“Kami sebagai Pemerintah Desa berharap kepada warga, untuk bisa merawat dan memelihara jalan yang sudah dibangun dan dibenahi. Biar bagaimana pun desa tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Warga Keluhkan Sungai Cikaniki Mengeruh

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Warga Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor mengeluhkan kondisi sungai Cikaniki kembali mengeruh. Kali ini selain keluhan keruhnya sungai Cikaniki, juga polusi udara diduga  berasal dari pabrik PT Sinar Pinsenwen Bentonit yang terletak di Kampung Pasirgintung, Desa Batutulis, Nanggung.

Salah satu warga Kalongliud Asep menyatakan, bahwa kondisi keruh tersebut sudah sekitar satu bulan, kondisinya dengan waktu yang tidak menentu setiap harinya.

“Jadi keruhnya, kadang pagi kadang siang maupun sore,” katanya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/12/22).

Kondisi sungai itu diduga tercemar limbah tersebut warga tidak bisa lagi menggunakan air sungai untuk rutinitas sehari-hari seperti mencuci dan mandi.

“Pada gatel-gatel kalau sekarang mandi di sungai Cikaniki, biasanya saya sama anak kalau pagi suka mandi di sungai Cikaniki itu,” paparnya.

Warga pun mempertanyakan keseriusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor. Pasalnya, kondisi keruhnya sungai Cikaniki bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya di aliran sungai tersebut ribuan ikan mati akibat limbah B3.

Kepala Desa Kalongliud yang juga Ketua Apdesi Kecamatan Nanggung Jani Nurjaman membenarkan, bahwa kejadian tersebut secara spontan warga melaporkan kejadian itu dan pihak langsung menyampaikan kepada camat Nanggung.

“Ada warga yang datang ke desa keluhannya, itu diduga akibat dari pabrik yang ada di Pasir Gintung, Desa Batutulis, pertama itu disinyalir limbahnya itu dibuang ke kali Cikaniki. Yang kedua polusi udara dan itu sudah disampaikan secara lisan ataupun dalam rapat forum kepada camat,” ucap Jani saat dihubungi melalui WhatsApp.

“Surat resminya kami sedang merancang untuk laporan. Kita hanya melaporkan secara lisan terlebih dahulu,” tambahnya.

Menurut Jani, karena pencemaran tersebut secara spontan bahkan laporan masyarakat pun spontan terhadap desa.

“Pagi hari warga turun ke kali terus langsung laporan ke kami. Bahkan pak camat pernah menurunkan Satpol PP untuk melakukan pengecekan itu,” katanya.

Sementara saat dikonfirmasi perihal tersebut, pihak pabrik bentonit tidak merespons.

** Andres

Samisade Desa Sukaharja Bangun Jembatan dan Pengerasan Jalan 

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Untuk meningkatkan laju perekonomian warganya, Pemerintah Desa Sukaharja, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, memanfaatkan Anggaran Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) untuk membangun jembatan dan pengerasan jalan.

Kades Sukaharja Atikah mengatakan, saat ini pengerjaan pengerasan jalan dan pembangunan jembatan yang berlokasi di Kp Gunung Batu 1 RT 003/008, tahap 1 dan tahap 2 dengan biaya Rp 798.548.000, dengan volume panjang 21 meter, lebar 3,30 meter, tinggi 3,00 meter sudah rampung dikerjakan.

“Alhamdulillah untuk pengerjaan pembangunan jembatan dan pengerasan jalan dengan menggunakan anggaran Samisade sudah selesai dikerjakan,” katanya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/12).

Atikah menambahkan, dengan adanya program Samisade ini, warganya merasa terbantu. Beberapa infrastruktur yang sangat penting bisa selesai dengan dana hibah Samisade.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang sudah memberikan bantuan dana Samisade untuk pembangunan infrastruktur ini,” ujarnya. 

Senada, Camat Sukamakmur Bakri Hasan menyampaikan, dengan launching kegiatan Samisade tahap 1 dan 2 untuk Desa Sukaharja itu diharapkan kedepannya peningkatan infrastruktur desa dan bisa mengembangkan perekonomian warga desa.

“Untuk program kegiatan Samisade di wilayah khususnya Kecamatan Sukamakmur sudah berjalan dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukaharja, Dadang Sukardi mengungkapkan, dalam pengawasan Samisade ini pihaknya memonitoring sampai selesai. Dengan begitu, diharapkan kepada warga untuk menjaga dan merawat insfrastruktur yang telah dibangun.

“Warga masyarakat sekitar sangat terbantu dengan adanya program Samisade ini. Dalam pengerjaannya Pemdes mengajak masyarakat sekitar, jadi tidak ada warga yang menganggur sehingga bisa menafkahi keluarganya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain