RPH Tutup Lubang Diduga Tambang Emas di Kaki Gunung Sanggabuana Tanjungsari

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Resort Pemangku Hutan (RPH) Cariu menutup lubang yang diduga merupakan tambang emas ilegal yang terletak di Kaki Gunung Sanggabuana, Kp Cibereum, Desa Buana Jaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Rabu (11/1/23).

Penutupan tersebut dilakukan bersama unsur Kepolisian Tanjungsari, Koramil Cariu, Satpol PP Kecamatan Tanjungsari, dan Linmas Desa Buana Jaya.

Kepala RPH Cariu Agustin menjelaskan, saat meninjau lokasi tambang ilegal tersebut, tidak ditemukan penambang yang sedang malakukan aktivitas. Namun terdapat beberapa gubuk dan lubang sedalam 5 meter dengan diamter 1 meter.

“Kemungkinan seperti baru coba – coba. Yang pasti pada saat kami ke lokasi tidak ada siapapun dan tidak ada kegiatan,” kata Agustin saat dikonfirmasi Jurnal Bogor, Rabu (18/1/23).

Menurutnya, untuk kegiatan penambangan yang dilakukam oleh warga itu, apakah untuk menambang emas atau bukan, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Mengingat, sampai saat ini belum ada eksplorasi secara resmi terkait kandungan yang ada didalam Gunung Sanggabuana tersebut.

“Kami tidak tahu (ada kandungan emas atau tidak) karena belum pernah ada eksplorasi secara resmi,” jelasnya.

Untuk lahan yang ditambang, lanjut Agustin, merupakan kawasan Perhutani. Ia menegaskan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di lokasi milik Perhutani itu.

“Lokasi merupakan kawasan hutan Perhutani. Sudah kami sampaikan kepada masyarakat agar menghentikan semua kegiatan tersebut,” tegasnya.

Jika masih nekat melakukan aktivitas, Agustin mengaku akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Terlebih, dengan adanya kejadian itu, pihaknya akan rutin melakukan patroli hutan guna mengamankan aset milik Perhutani.

“Kami akan tetap menghentikan semua kegiatan tersebut, dan akan terus melakukan patroli keamanan hutan, serta tetap berkoordinasi dengan aparat terkait. 

Apabila tertangkap tangan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya lagi.

Sementara, Camat Tanjungsari Totok Supriyadi membenarkan adanya aktivitas penambangan di Kaki Gunung Sanggabuana, namun saat ini sudah ditutup.

“Udah dihentikan, itu lahan perhutani. Gak tau (terdapat kandungan emas) belum ada hasil lab,” singkatnya.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here