27.9 C
Bogor
Wednesday, May 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 689

Tingkatkan Prestasi Siswa, SD di Leuwisadeng Gelar Berbagai Lomba

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Untuk meningkatkan prestasi dan kreativitas peserta didik melalui kegiatan Pasang Giri, KSN, KOSN, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), dan Pentas PAI di tingkat Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor disambut antusias para pelajar.

Kompetisi atau perlombaan untuk pelajar kelas 4 dan 5 tingkat sekolah dasar (SD) itu berlangsung di halaman SDN Babakan Sadeng 02, Selasa (07/02/2023).

“Dalam kegiatan ini para pelajar cukup antusias tentu kegiatan ini untuk menjadikan potensi anak sekolah dalam berprestasi,” kata Ketua Panitia Muhammad Yasin kepada wartawan.

Menurutnya, pelajar yang lolos di tingkat kecamatan nantinya akan menjadi perwakilan di tingkat Kabupaten Bogor. Dengan begitu dia berharap dapat menunjukkan bakat terbaik bermunculan dari peserta.

“Mudah-mudahan nanti perwakilan di tingkat Kabupaten Bogor jadi juara,” ucapnya.

Sementara salah satu sekolah dasar, SDN Leuwisadeng mengirimkan sebanyak 15 peserta lomba dalam kegiatan tersebut.

“SDN Leuwisadeng mengirim 15 peserta lomba untuk beberapa kegiatan,” kata  salah satu guru di SDN Leuwisadeng. Ahmad Zaeni.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, kata dia, sebelumnya melakukan latihan karena keinginan siswa-siswinya cukup besar punya prestasi .

“Sebelumnya kita sudah melakukan latihan yang memang kita berupaya di sekolah kita untuk meningkatkan prestasi siswa, jadi banyak siswa-siswi yang menonjol,” katanya.

Dalam kegiatan yang setiap tahun dilakukan itu, pihaknya sudah banyak menorehkan prestasi. Bahkan saat ini yang berlangsung optimis menjadi perwakilan di tingkat Kabupaten Bogor.

“Kita sebelumnya para siswa pernah berpartisipasi di tingkat Kabupaten meski tidak sampai juara namun dalam hal itu tidak menjadi masalah, yang penting kita ikut serta dalam kegiatan seperti ini di tingkat Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Dia berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan agar prestasi anak bisa terlihat. “Saya berharap terus berkelanjutan, supaya prestasi-prestasi anak-anak terlihat,” tungkasnya.

** Andres 

Ini Kendala Kopi Produk Sukamakmur Kurang Berkembang 

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Salah satu kendala dalam pengembangan kopi di wilayah Bogor Timur yakni Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari dan Kecamatan Cariu adalah banyaknya kopi hasil petani yang dibawa keluar sehingga ciri khas nama daerah sendiri menjadi hilang. Padahal daerah ini telah menjadi sentra produksi kopi di Kabupaten Bogor. 

Camat Sukamakmur Bakri Hasan mengatakan, kendala lainnya adalah wilayahnya memiliki seribu perbukitan. ” Untuk saat ini banyak kopi dari Sukamakmur dibeli dan diproduksi di luar namanya jadi beda, maka dari itu kita edukasi para petani untuk tidak menjual bahan kopi, tetapi menjual produk jadi kopi itu sendiri,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (07/02/23).

Menurut Bakri, dirinya berkeinginan untuk mendirikan koperasi khusus untuk para petani di wilayah Sukamakmur, agar dapat meminimalisir permasalahan dari petani termasuk dari segi pendanaan.

”Kalo sudah ada koperasi khusus petani kopi, nanti misalnya belum panen tapi tidak punya biaya sehari-hari bisa meminjam dulu ke koperasi sehingga tidak mengganggu ke panen kopi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Bogor menjadi daerah pertama sebagai  produsen  kopi Robusta terbesar di Jawa Barat. Kopi Robusta dari Bumi Tegar Beriman ini memiliki rasa unik, mutu fisik yang relatif bagus. Berdasarkan data statistik Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor menyumbang 40 persen dari total produksi kopi Robusta di Jawa Barat.

Di Kabupaten Bogor sendiri terdapat 6.089 hektare perkebunan rakyat, dengan jumlah petani kopi mencapai 28.935 orang. Khusus Kecamatan Sukamakmur tahun ini akan memanfaatkan potensi kopi di wilayahnya dengan mendorong para petani kopi untuk diadakan pelatihan.

“Perkebunan kopi di Sukamakmur sendiri terletak di enam desa diantaranya, Desa Sukawangi, Wargajaya, Sukmajaya, Sukamulya, Cibadak dan Desa Sukamakmur,” papar Bakri.

Menurutnya, keenam desa ini memiliki potensi untuk menanam kopi, karena wilayahnya berada di ketinggian yang cukup.
Sebelumnya, Plt  Bupati Bogor  Iwan Setiawan juga, menargetkan pada tahun 2023 akan meningkatkan produksi kopi Arabika yang saat ini hanya mencapai 5 ton menjadi 20 ton pertahun.

”Produksi penanaman kopi ini kurang lebih di angka 100 hektar, kami bekerja sama dan mendorong para petani dengan perhutani untuk mou penggunaan lahan,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Inginkan Perubahan, Pemuda Kota Bogor Deklarasikan BALANGSAK

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor kian memanas, seiring bermunculannya nama-nana bakal calon wali kota pengganti Bima Arya. Di antaranya, Dedie A Rachim, Rusli Prihatevy, Benninu Argoebie, Yane Ardian, Jenal Mutaqin, Zaenul Mutaqin, dan Atang Trisnanto.

Namun, di luar nama-nama tersebut, muncul salah satu tokoh yang disebut-sebut sebagai kuda hitam yang berpotensi memenangkan ‘hati rakyat’. Yakni, Akhmad Saeful Bakhri, yang kini masih menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Bogor.

Hal itu terlihat dari adanya beberapa tokoh pemuda di Kecamatan Bogor Utara, Tengah, Timur, Tanah Sareal, dan Bogor Selatan yang telah mendeklarasikan relawan Balangsak (Balad Pendukung Akhmad Saeful Bakhri), yang menginginkan agar lelaki yang akrab disapa Gus M itu maju dalam kontestasi pilkada.

Ketua Relawan Balangsak, M Sanusi mengatakan bahwa pembentukan relawan Balangsak didasarkan atas ketidakpuasan warga atas kondisi layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang masih belum merata.

Menurut dia, Balangsak merupakan ungkapan satir dari kegundahan masyarakat yang rindu atas kehadiran negara dan muak dengan janji-janji politisi yang kerap ‘lupa’ ketika sudah menduduki jabatan.

“Balangsak arti sebenarnya kan miskin, dan kami sudah muak dengan kondisi yang ada saat ini. Kita menginginkan perubahan signifikan dari segala sisi,” kata Sanusi kepada wartawan, Selasa (7/2).

Sanusi menilai bahwa Gus M layak maju di pilkada lantaran telah banyak berbuat dan membantu warga khususnya di Bogor Utara, tanpa melihat warna partai maupun golongan.

“Sudah banyak kok warga yang dibantu, baik pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Bahkan, rumah warga yang rubuh pun dibangunkan, pakai uang pribadi tanpa mengandalkan bantuan pemerintah, hampir setiap Minggu yang bersangkutan juga membagikan sembako kepada warga miskin,” ucapnya.

Bahkan, kata Sanusi, sepengetahuannya, selama duduk di DPRD Gus M tidak pernah menggunakan gajinya untuk kepentingan pribadi. “Setahu saya gajinya dikelola oleh tim, untuk membantu warga yang memang membutuhkan,” kata dia.

Sementara itu, Koordinator Balangsak Bogor Utara, Fahmi menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk beberapa simpul Balangsak di delapan kelurahan yang ada di Bogor Utara. “Simpul sudah dibentuk, tinggal gas. Kami hanya tinggal menunggu dan berharap agar Gus M mendapat rekomendasi partai,” ucapnya.

Fahmi menyebut bahwa Kota Bogor membutuhkan sosok pemimpin seperti Gus M yang tegas dan peduli terhadap sesama tanpa memandang status sosial dan warna. “Sudah banyak warga dibantu, silahkan dicek sendiri. Saya senang dengan Gus M karena kepedulian sosialnya begitu tinggi. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan launching besar-besaran,” kata dia.

Terpisah saat dikonfirmasi perihal tersebut, Gus M mengaku tidak mengetahui adanya pembentukan relawan Balangsak. “Jujur, saya nggak tahu ada pembentukan relawan itu, saya baru tahu dari mulut ke mulut dan foto-foro pembagian kaos,” imbuhnya.

Saat disinggung apakah ia akan maju pada kontestasi pilkada mendatang. Gus M menegaskan bahwa sebagai kader PPP dia akan fatsun atas perintah partai. Apalagi, banyak kader PPP Kota Bogor yang tetap menginginkan Zaenul Mutaqin untuk maju di pilkada.

“Tiket pilkada PPP itu milik Kang Zaenul, kalau saya pasti fatsun. Perkara warga membentuk simpul relawan itu, saya kan tidak bisa melarang,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Hama Wereng Serang Lahan Petani Tanjungsari

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Warga di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor kini dihantui gagal panen. Lantaran sekitar 2 hektare lebih lahan persawahan di daerah tersebut diserang oleh hama wereng. Hama wereng sendiri adalah sejenis serangga kepik terbang yang memiliki kebiasaan untuk menghisap cairan tanaman. 

Perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian Wilayah XII Tera Kertana menjelaskan, hama wereng dibedakan menjadi 3 jenis yakni wereng hijau, wereng coklat dan wereng punggung putih. Jenis hama wereng batang coklat atau disebut juga WBC menyerang tanaman padi usia 85 hari sedangkan usia panen 105.

“Untuk itu, Balai Penyuluhan Pertanian Wilayah XI  bersama pengamat organisme pengganggu tanaman POPT, langsung melakukan pencegahan dengan cara eradikasi (pemusnahan) tanaman yang terserang hama dan melakukan penyuluhan terhadap para petani dibantu kelompok tani,” ujar Tera Kertana saat dihubungi Jurnal Bogor via telepon, Selasa ( 07/02/23).

Menurutnya, dari hasil pengamatan petugas POPT untuk Kecamatan Tanjungsari khusus Desa Tanjungsari, Tanjungrasa dan Sirnasari teridentifikasi ada serangan hama wereng WBC.

“Untuk saat ini sedang dilakukan pengendalian (eradikasi) pemusnahan tanaman yang terserang dimana, ditemukan spot atau titiknya kemudian segera distop agar tidak menyebar,” jelasnya.

Sementara, Rusdi (47) petani Desa Tanjungsari mengatakan, untuk saat ini persawahan yang terserang hama wereng sekitar 2 sampai 3 hektar, namun untuk kerugian masih belum bisa ditaksir. 

“Sawah yang sudah terserang diprediksi sekitar 2 – 3 hektare, cuma belum dapat ditaksir berapa kerugiannya, sebab masih dalam penanganan oleh balai penyuluhan pertanian, UPT Proteksi Cariu dan Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), ” katanya.

Dirinya juga mengeluhkan fungsi kelompok tani yang pernah melakukan pelatihan, akan tetapi ilmunya tidak terserap dan digunakan pada saat dibutuhkan dan kurangnya perhatian kepada warga.

“Kemana para kelompok tani yang pernah melakukan pelatihan ilmunya tidak terserap, ” cetusnya kesal.

** Taufik/Nay

Tahun 2023, Mentan Syahrul Minta Jajaran Torehkan Prestasi Gemilang Sejahterakan Petani

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menorehkan prestasi gemilang di tahun 2023 serta turut membela petani dalam menghadapi tantangan yang ada. Menurut Mentan SYL, di tahun 2023 ini akan banyak tantangan yang akan dihadapi, seperti krisis likuiditas, climate change, serta krisis pangan global. Karenanya, Mentan SYL mengharapkan seluruh elemen Kementan dapat mengantisipasi berbagai tantangan dengan bekerja lebih baik dan menorehkan prestasi yang gemilang dalam mensejahterakan petani.

“Tantangan 2023 ini luar biasa. Likuiditas keuangan dunia sedang bersoal, ancaman climate change membuat krisis pangan dunia diprediksi akan terjadi. Itu kata semua orang. Tidak ada negara yang mampu mengatakan dirinya paling bisa bersiap untuk menghadapi, tetapi hari ini, kita mengatakan Indonesia tidak usah ragu ada Kementan bersama petani yang siap membela” seru Mentan Syahrul dalam kegiatan Harmoni Kementan untuk Prestasi Gemilang Tahun 2023 beberapa hari lalu di PPMKP Ciawi.

Dari tantangan-tantangan yang ada, Mentan SYL berharap justru hal tersebut dapat menjadi umpan balik bagi Kementan untuk bekerja lebih baik memaksimalkan potensi

“Oleh karena itu bagi saya, yang pertama, di tahun 2023 ini pasti tantangannya besar tapi kita balik dari tantangan itu menjadi sebuah ruang bagi pertanian yang harus bisa kerja lebih baik menembus semua kekuatan yang ada”, lanjut Mentan SYL

Saat ini seperti diketahui, sektor pertanian terbukti mampu menopang ekonomi disaat dunia dilanda pandemi. Pertanian juga menjadi penopang utama pembukaan lapangan kerja hingga berjuta-juta. Tercatat, produktivitas meningkat, ekspor melesat dan kesejahteraan petani terangkat.

Sementara itu, untuk mendukung tercapainya tujuan Kementan dalam mensejahterakan petani dibutuhkan SDM pendukung yang andal, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui tiga program utama, yakni di bidang penyuluhan, bidang pendidikan, dan bidang pelatihan.

“Di bidang penyuluhan, kita akan bangun terus kostratani dengan kata lain pemberdayaan Balai Penyuluhan Pertanian. Di bidang pelatihan, kita akan melakukan pelatihan vokasi untuk aparatur dan nonaparatur, P4S, dan petani milenial,” kata Dedi.

“Terakhir di bidang pendidikan, kita akan melakukan pendidikan vokasi untuk menciptakan SDM yang qualified job seeker, reformasi birokrasi, dan penerapan nilai-nilai BerAhlak,” sambung Dedi.

** Nita/PPMKP

Sepi Bak Gedung Mati, Terpantau Tanpa IGD dan Ambulance

0

Parung | Jurnal Bogor

Sepi dan, hening itulah keberadaan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parung. Hal ini terlihat ketika tim Harian Jurnal Bogor mereportase lokasi proyek senilai Rp 93 miliar tersebut beberapa hari lalu.

Terpantau, hanya ada dua petugas security dan petugas yang tengah menurunkan kursi-kursi untuk petugas kesehatan yang akan bertugas di klinik tersebut.

Interior layananan kesehatan dengan project puluhan miliar ini juga terpantau megah. Terdapat eskalator dan lift.

Bahkan, terlihat ruang tunggu yang mewah, termasuk dengan bangunan partisi layaknya RSUD, termasuk ruang farmasi.

Namun, proyek RSUD senilai puluhan miliar ini terpantau tidak adapun satu pasien seperti klinik atau RS lainya.

Tak hanya itu, di halaman parkir RSUD ini juga tidak terlihat mobil ambulance. Juga, tidak terlihatnya Unit Gawat Darurat (IGD) layaknya Rumah Sakit atau klinik lainya.

Sementara, Dirut RSUD Parung Dr Bambang ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp tidak merespon.

Bahkan mengabaikan penggilan telepon reporter Jurnal Bogor karena telepon yang tersambung itu hanya diangkat dan tidak mendapatkan respons.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

“Kami (Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor), saat ini sudah berkolaborasi dengan BPK Jawa Barat, untuk menghitung-hitung adanya potensi yang merugikan keuangan negara di proyek RSUD Parung itu,” kata Kepala Seksi Inteljen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Juanda, dihubungi Jumát (03/02).

Juanda mengatakan, saat ini tim penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi terkait proyek RSUD Parung. “Nah, kalau siapa dan pihak mana saja yang diperiksa sebagai saksi, nanti saya sampaikan lagi,”ujarnya singkat.

Ditempat berbeda, Ketua IPW Indonesia Sugeng Teguh Santoso mengatakan, terkait proyek RSUD Parung dirinya belum mengetahui secara pasti informasi tersebut.

Kendati begitu, permasalahan yang tengah dihadapi harus melalui berbagai tahapan. Mulai dari perusahaan yang mendapatkan lelang pengadaan dan jasa dan pemerintah yang menangani proyek tersebut.

Termasuk, kapan proyek tersebut dimulai dan kapan selesainya. Kalaupun adanya laporan, lanjut Sugeng, hal itu bukan melalui surat kaleng.

“Jadi, apabila adanya pelanggaran hukum,  kejaksaan harus memberikan kepastian karena hal itu berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa sekalipun dalam tahun berjalan,” tandasnya.

** Yosan Hasan | Moch Yusuf

Jelang Pemilu 2024, 11 PKD di Nanggung Dilantik

0

Kapolsek: Kita Ciptakan Nanggung Kamtibmas Yang Bagus

Nanggung l Jurnal Bogor 

Sebanyak 11  Pengawas Pemilu tingkat Kelurahan/Desa (PKD) dilantik di Gedung Aula Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Senin (6/2).

Menurut Ketua Panwaslu Kecamatan Nanggung Asep Hudri, pelantikan  pengurus desa pada  penetapan PKD sesuai  hasil pleno di Kecamatan Nanggung  sebanyak 11 orang.

“Jumlah peserta itu merupakan peserta lolos tahapan seleksi administrasi dan tahapan lainnya. Dari 11 desa se-Kecamatan Nanggung, petugas PKD ini  akan melakukan pengawasan mewakili di masing- masing desa,” ujar Asep Hudri kepada wartawan, Senin (6/2).

Usep menuturkan, prosesi pelantikan dan pembekalan mengenai apa yang menjadi tanggung jawab dan tugas pokok sebagai PKD.

Sebelum ditetapkan sebagai PKD, Asep menerangkan,  pihaknya telah melakukan pleno hasil dari tes wawancara untuk menentukan peserta yang dinyatakan lolos dan mampu untuk bekerja secara profesional.

Nantinya para PKD akan membantu tugas-tugas pengawasan di tingkat desa yang ada di Kecamatan Nanggung

Dipastikan, kata Asep sesuai dengan ketentuan peraturan undang-undang Bawaslu karena para PKD tidak terlibat di pemerintahan.

“Semua PKD akan bekerja secara berkala dalam penyelenggaraan jelang  pemilu 2024. Seperti persiapan penyusunan data verifikasi faktual dan calon anggota DPT. Diharapkan para PKD yang sudah dilantik, mereka lebih berintegritas dalam menjalankan tugas dan wewenangnya,” tukasnya.

Sementara, Kapolsek Nanggung AKP Joni Handoko berpesan untuk mengantisipasi  adanya permasalahan, diharapkan para  petugas pemilu untuk bisa melaksanakan apa yang menjadi tugas pokohnya.

“Jangan ada penyimpangan, kita ciptakan di Nanggung ini menjadikan Kamtibmas yang bagus,” kata Kapolsek Nanggung.

“Kami juga akan melaksanakan tugas pokok sebagai kepolisian dan tidak akan mencampuri yang bukan menjadi tugas. Agar tetap kondusif,  kami akan terus melakukan pengamanan,” tandasnya.

** Arip Ekon

Soal NIB Tjong Lyanti Tedjakusuma, BPN Botim Minta Ajukan Surat Pembatalan yang Terbaru

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Terkait persoalan NIB yang sudah diajukan oleh Tjong Lyanti Tedjakusuma atas lahan milik H.Halimah yang berada di Blok Balukbuk, Desa Sukamakmur, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, mendapatkan respons positif dari Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah Bogor 2, atau yang akrab disebut Bogor Timur.

Kepala BPN Bogor Timur Uunk Din Parunggi menyampaikan untuk proses pembataan NIB tidak perlu memakan waktu bertahun-tahun jika memang benar sudah diserahkan kepada BPN Cibinong saat itu.

” Sekarang ini kan penertiban administrasi, keberadaan saya disini masih baru dan saat ini saya mengerjakan pekerjaan peninggalan yang dulu-dulu,” ujar Uunk kepada Jurnal Bogor, Senin (06/02/23).

Menurutnya, jika sudah ada mediasi antara kedua belah pihak apalagi pihak Tjong Lyanti Tedjakusuma sudah membuat surat pembatalan NIB harusnya sudah selesai.

“Persoalan sengketa lahan itu memang tidak bisa dihilangkan, dan adanya persoalan sengketa lahan karena adanya oknum di lokasi tersebut. Jika suatu daerah terdapat lahan yang sengketa, itu karena ulah oknum,” ujar Uunk.

Hal yang sangat tidak mungkin, sambung Uunk, seseorang Tjong Lyanti Tedjakusuma datang ke Sukamakmur tanpa ada yang membawanya, mana dia tahu lokasi lahan yang mau dijual. “Dan sudah pasti, seperti kades pasti hafal itu lahan punya siapa, jika masih sengketa karena ada permainan oknum,” cetusnya.

Sementara, Kasie Pengukuran BPN Bogor Timur Ahmad mengatakan ini hal mudah, apalagi yang mengklaim Tjong Lyanti Tedjakusuma sudah pernah membuat surat pembatalan NIB.

“Tolong sampaikan kepada pak Ansori sebagai wakil Tjong Lyanti untuk membuat surat pembatalan NIB yang baru, saya pastikan akan langsung dibatalkan, dengan catatan ada fotokopi KTP Tjong Lyanti Tedjakusuma,” pungkas Ahmad.

** Nay Nur’ain

MI Muhamadiyah Dibobol Maling Bawa Kabur Komputer dan Peralatan Lainnya

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Kantor sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhamadiyah dibobol kawanan pencuri. Akibatnya beberapa barang milik kantor sekolah tersebut raib.

Pelaku pembobolan di fasilitas pendidikan yang terletak di Kampung Cibeber Kaum RT 02 RW 07 Desa Curug Bitung, Nanggung, Kabupaten Bogor itu dilakukan pada malam hari. Awalnya diketahui pagi hari oleh penjaga sekolah kondisi ruangan kantor sudah berantakan dan sejumlah fasilitas kantor hilang. 

“Sekitar pukul 5.25 wib penjaga sekolah datang ke rumah saya seperti orang yang dikejar, melaporkan bahwa sekolah kebobolan maling. Akhirnya saya langsung ke TKP ternyata benar dengan kondisi kantor sudah berantakan,” kata Kepala MI Muhammadiyah Rudi.

Dia menjelaskan, bahwa para pencuri tersebut masuk ke dalam kantor dengan cara membobol jendela belakang. Dalam kejadian itu sejumlah alat kantor seperti komputer dua set, printer, tv, Indihome, infokus dan soundsystem dibawa pencuri 

“Pelaku mencongkel jendela belakang kantor, padahal jendela sudah dipasang tralis tetapi dibobol, dengan kerugian ditaksir kurang lebih sampai 30 juta. Karena peralatan ini memang masih pada baru,” jelasnya.

Dalam aksinya diduga para pelaku pencurian tersebut tidak sendirian. Pasalnya, kata dia tidak ada pintu keluar yang dirusak kecuali jendela tersebut. 

“Sepertinya ini lebih dari dua orang pelakunya. karena mereka mengeluarkan barang-barangnya lewat jendela,” paparnya.

Kejadian baru pertama kali itu pun sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Nanggung yang langsung turun ke TKP. Dia berharap para pelaku dapat segera terungkap.

“Alhamdulillah, pak Kanit dari Polsek  sudah datang ke sini. Mudah-mudahan pelaku segera tertangkap,” tukasnya. 

** Andres

Achmad Fathoni Bakal Dorong Sampai Lelang untuk Jalan Menuju SMPN 4 Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Adanya permintaan Kepala Sekolah SMPN 4 Gunung Putri agar Pemerintah Kabupaten Bogor segera merealisasikan akses jalan, mendapat dukungan dari berbagai pihak, salahsatunya Anggota Komisi 3 DRPD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni.

Menurut Fathoni, akses jalan menuju SMPN 4 Gunung Putri dan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) sudah dinantikan sejak lama. Terlebih, saluran drinase di kawasan itu tidak tersedia, hal itu menyebabkan banjir jika hujan tiba.

” Saya sangat mendukung apa yang menjadi permintaan Kepsek SMPN 4 Gunung Putri. Memang memprihatinkan kondisi akses jalan ke sekolah maupun ke GOM, karena memang saluran drainase belum ada,” katanya kepada Jurnal Bogor, Senin (6/2/23).

Politisi PKS ini mengungkapkan, rencana pembangunan akses jalan dan drinase sudah dianggarkan di tahun 2023.

“Semoga anggaran yang sudah ditetapkan di APBD 2023 baik pembangunan jalan maupun drainasenya bisa segera dikerjakan. Saya sudah ikut mendorong terkait saluran drainase serta pembuatan kolam retensinya,” jelasnya.

Sementara itu, terkait akses jalan yang dibangun swadaya masyarakat, Fathoni sangat mengapresiasi dan berharap Pemda Bogor bisa mengecek statusnya. Ia juga mengaku bakal terus mengawal sampai terealisasi di tahun 2023 ini

“Jika memang dibangun di atas lahan yang legal dan bisa dihibahkan ke Pemda, akan sangat baik. Saya akan coba dorong agar ini bisa segera diproses, mulai dari lelangnya tentu saja,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain