25.8 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 651

Program Planet Talas Beneng Diresmikan di HUT Wapres, Azizah Berharap Rakyat Lebih Sejahtera

0

Tasikmalaya | Jurnal Bogor

Siti Nur Azizah, Puteri Wakil Presiden RI KH Maruf Amin kembali membuat gebrakan dalam pergerakan ekonomi kerakyatan dengan meluncurkan Planet Talas Beneng.

Setelah sebelumnya berhasil mempopulerkan tanaman kelor sebagai sumber gizi masyarakat, kali ini dia mengkampanyekan budidaya Talas Beneng melalui program Planet (Pangan Lokal Networking) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Melalui prakarsa SNA INITIATIVE, lembaga yang didirikannya, program tersebut diluncurkan tepat di hari ulang tahun orang terpenting nomor dua di Indonesia.

Dengan peluncuran program pada hari ulang tahun Wakil Presiden RI KH Maruf Amin yang ke-80 ini, Azizah berharap program tersebut menjadi doa dan wasilah akan datangnya kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Sebagaimana diketahui tanaman endemik Banten yang memiliki nama latin Xanthosoma Undipes K.Koch ini sedang populer di kalangan petani. Selain dimanfaatkan umbinya sebagai bahan pangan, daunnya dapat diolah menjadi bahan pengganti tembakau pada rokok, sedangkan pelepahnya dapat digunakan sebagai sumber serat alami yang bermanfaat bagi industri tekstil.

“Abah Wapres dapat diibaratkan seperti Talas Beneng. Beliau datang dari Banten lalu berkhidmat untuk Indonesia. Hidupnya selalu bermanfaat bagi orang banyak. Ibarat dari daun, batang, hingga umbinya selalu berguna bagi sesiapa saja yang membutuhkannya,” ungkap perempuan yang baru saja mendapat gelar profesor dalam bidang Ilmu Hukum Bisnis Halal dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini sedikit berfilsafat.

Peluncuran program tersebut dilakukan di Aula Desa Cikubang, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu, 11 Maret 2023, belum lama ini.

“Tanaman ini cukup diminati para petani, karena mudah budidayanya dan luas pangsa pasarnya. Bukan hanya dikenal di Jawa, tapi di Kalimantan, Sulawesi dan hampir seluruh Indonesia. Karenanya 

melalui SNA INITIATIVE kita ingin memberikan dukungan nyata dalam penyiapan SDM, kelembagaan, industri, dan pasarnya, agar gairah budidaya Talas Beneng tidak pupus di tengah jalan,” ungkap penulis buku Towards Halal ini.

Sementara itu Alip Purnomo selaku Direktur Eksekutif SNA INITIATIVE mengaku, dirinya memilih Kabupaten Tasikmalaya sebagai sentra pengolahan daun Talas Beneng, karena di wilayah tersebut lembaga yang dipimpinnya telah bekerjasama dengan salah satu sentra pengolahan daun Talas Beneng.

“Budidaya Talas Beneng hanya akan maju bila terhubung dengan industri pengolahannya. Di Tasikmalaya, kami telah menandatangani kerjasama dengan PT RNA (Rizqunnajah Nur Abadi) yang siap mengelelola daun talas beneng rajang untuk keperluan ekspor. PT RNA didorong sebagai industri penampungan hasil panen daun dari petani dengan harga yang memadai. Kerjasama ini menempatkan PT RNA pada lini industri, sementara SNA INITIATIVE akan tetap sebagai lembaga nirlaba yang menjaga cita-cita sosial dalam bisnis tersebut. Dengan demikian gerakan Planet Talas Beneng akan lebih berwatak ekonomi kesejahteraan bagi rakyat ketimbang ekonomi kapitalistik,” ungkap alumni Antropologi FISIP UI ini menjelaskan.

Peluncuran program Planet Talas Beneng berjalan dengan meriah, tampak hadir pejabat Kementerian Desa dan PDTT, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah camat, kepala desa, BUMDes, hingga Koramil dan Polsek setempat.

Selain itu, buyer dari Australia dan Turki tampak hadir dan turut serta memberikan semangat bagi para peserta untuk menghasilkan produk yang terbaik dari desa untuk dunia.

“Pasar masih terhampar luas baik di dalam maupun luar negeri. Yang terpenting ekosistem bisnis Talas Beneng harus terus dibenahi. Berjayanya bisnis Talas Beneng jangan hanya dinikmati oleh konglomerasi, tapi juga harus berwatak sosial dengan menggerakkan ekonomi desa yang mengalami stagnasi,” ungkap founder Kopi Goenoeng ini mengakhiri percakapan. Handy Mehonk | **

Dapat Bantuan Bibit Ikan Nila, Desa Gunung Putri Siap Jadi Desa Swasembada Perikanan 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Terus melakukan inovasi untuk warga dan desanya, Pemerintahan Desa Gunung Putri kembali mendapatkan bantuan. Kali ini Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor melalui kelompok tani ikan yang ada di Desa Gunung Putri memberikan sebanyak 4.500 bibit ikan Nila yang akan disebar ke 100 kolam yang ada di wilayah desa.

” Alhamdulilah Desa Gunung Putri kembali mendapat bantuan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor berupa bibit ikan Nila sebanyak 45 kantong dengan jumlah kurang lebih 4500 ekor,” ujar Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri kepada Jurnal Bogor, Selasa (14/03/23).

Menurunnya, dalam pembagian benih ikan juga turut dihadiri oleh fasilitatornya yaitu dari Fraksi Golkar H. Amin Sugandi yang memberikan langsung secara simbolis kepada kelompok-kelompok  perikanan di Desa Gunung Putri yang langsung dibentuk saat itu juga.

“Dengan sudah terbentuknya kelompok tani ikan mudah -mudahan dengan adanya bantuan dari Disnakan ini akan menambah semangat, menambah solid untuk menjadikan Desa Gunung Putri sebagai desa swasembada perikanan, ” harap A Heri sapaan akrabnya.

Dirinya sebagai Kepala Desa Gunung Putri terus menerus akan memberikan bantuan untuk warga yang memang ingin maju dan berkembang, baik untuk pelatihan agar bisa menambah wawasan tentang perikanan maupun bantuan pakan yang nanti akan dikerjasamakan dengan BSF rumah maggot Desa Gunung Putri dan juga bibit-bibit nanti akan kita carikan kembali jika memang dibutuhkan oleh warga.

“Saya bersyukur antusias dari warga kelompok tani ikan ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan terus bertambah dan berkualitas serta memilki management perikanannya yang baik. Kedepan, akan kami buatkan pelatihan lebih detailnya, mulai dari manajemen, bentuk kolam hingga pemeliharaannya agar bisa berhasil sampai panen,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Perikanan Desa Sutisna mengucapkan banyak terimakasih atas support dari Kepala Desa Gunung Putri yang sudah mencarikan chanel untuk bibit ikan sehingga 100 kolam yang tersebar bisa terpenuhi semua.

“Berharap kedepannya untuk setiap kelompok di lingkungan bisa memanfatakan bantuan dengan baik, sehingga nantinya taraf ekonomi pun bisa meningkat. Jangan sampai bantuan yang sudah ada didepan mata disia-siakan,” ungkapnya.

Kedepan, sambung Sutisna, akan merencanakan pelatihan guna menambah wawasan petani ikan, baik dari manajemen, pemasaran maupun pemeliharaannya sehingga tidak ada istilahnya gagal panen.

** Nay Nur’ain 

KPM Gunung Bunder 1 Keluhkan Skema Pencairan BPNT

0

Pamijahan | Jurnal Bogor 

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2023 di wilayah Desa Gunung Bunder 1, Pamijahan, Kabupaten Bogor dikeluhkan oleh sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM). Pasalnya, penyaluran BPNT periode Januari-Februari 2023 di wilayah tersebut, sejumlah KPM malah menerima berupa paket sembako yang telah disediakan suplaier di tempat bantuan dicairkan. 

Padahal, di tahun 2023 ini ada perubahan pada skema penyaluran. BPNT di tahun ini tidak lagi disalurkan melalui elektronik warung gotong royong (e-warong), tetapi melalui Kantor Pos dan juga bank-bank yang tergabung ke dalam Himpunan Bank Negara (Himbara).

Atau bias juga berupa Kartu Sembako dari Kementerian Sosial yang kini berubah menjadi uang tunai, mulai dilaksanakan di Kabupaten Bogor sejak Rabu, 23 Maret 2023. Proses penyaluran BPNT di tahun 2023, Kemensos bekerja sama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara). Pencairan di wilayah desa desa yang ada di Kabupaten Bogor.

Perbedaan skema pencairan itu membuat sejumlah KPM merasa aneh, karena yang seharusnya penerima manfaat menerima bantuan secara tunai sebesar Rp 400.000, namun informasi yang dihimpun di lapangan, pencairan bantuan BPNT dipusatkan di rumah ketua RW 03.

Salah satu penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengaku, menerima paket sembako  berupa dua karung beras 10 kilo, 30 butir telur, kacang hijau, kentang dan buah apel. 

“Saya merasa aneh seharusnya kan bantuan itu kami terima secara tunai, tapi malah kami diberikan paket sembako,” katanya, Selasa (14/03/2023).

Selain dirinya, lanjut dia, semua penerima bantuan juga diberikan paket sembako. Saat proses pencairan, sudah ada sembako berupa beras dan telor di rumah salah satu RT dan RW 03.

Menurut salah satu rekan Kepala Desa Gunung Bunder 1, Pahrudin saat dikonfirmasi enjelaskan, kepala desa tidak tahu menahu bahwa KPM menerima penyaluran BPNT berupa paket sembako, seharusnya KPM menerima bantuan tersebut secara tunai.

“Kami tidak tahu, setahu kami memang KPM seharusnya dapat uang tunai,” pungkasnya.

** Andres

Polisi Sebut Pembacok Siswa Bina Warga Residivis Jambret

0

Bogor | Jurnal Bogor

Polresta Bogor Kota berhasil menangkap tiga pelaku pembacokan terhadap AS, siswa kelas X SMK Bina Warga di lampu merah Simpang Pomad, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Jumat (10/3).

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, ketiga pelaku yang telah diamankan jajaran Polresta Bogor Kota memilik peran masing-masing. Yakni, MA (17) merupakan pemilik kendaraan roda dua sekaligus pengendara motor saat beraksi.

Selain itu, kata Kapolresta, MA juga merupakan pemilik senjata tajam (sajam) gobang yang digunakan untuk membacok AS. Kemudian, SA (18) yang bertugas membuang sajam usai digunakan. “Nah, SA ini duduknya di tengah saat memakai motor,” ujar Kombes Pol Bismo kepada wartawan, Selasa (14/3).

Sementara seorang pelaku lain S diciduk lantaran menyembunyikan pelaku. Polisi, sambung Kapolresta, masih memburu pelaku utama berinisial ASR (17) yang membacok korban.

Kapolresta menegaskan bahwa ASR merupakan residivis kasus penjambretan di Kabupaten Bogor. “Jadi ASR alias T merupakan residivis jambret,” ucapnya.

Kombes Pol Bismo menuturkan, satu pelaku diamankan di Lebak Banten, dan satu pelaku lagi bersembunyi di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kita imbau pelaku lain untuk menyerahkan diri, dan bagi yang menyembunyikannya bisa terkena tindak pidana. Sementara seorang (pelaku) belum dewasa jadi anak konflik dengan hukum, dan satu orang yang menyembunyikan dijerat dengan pasal 221 KUHP,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika korban tengah berjalan bersama keempat temannya akan pulang usai ujian. Namun, melintasi lampu merah Simpang Pomad, pelaku yang berjumlah tiga orang mengendarai motor dari arah Cibinong ke arah Kota Bogor meneriaki korban dan menebas menggunakan sajam.

“Jadi korban sempat jalan beberapa meter sebelum akhirnya terjatuh,” paparnya.

Usai melakukan aksinya, ketiga pelaku yang berasal dari satu sekolah tersebut melarikan diri, dan langsung ke sekolah.

“Kemudian oleh guru sempat ditanya apakah terlibat pembacokan, pelaku tidak ngaku. Kemudian pelaku kabur,” katanya.

Usai kejadian itu, Bismo langsung memerintahkan Jajaran Polresta Bogor Kota melakukan pengejaran, dan berhasil mengamankan dua orang pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.* Fredy Kristianto

Tunggu Diperiksa Inspektorat, Pemdes Harkatjaya Belum Perbaiki Jaling di Sinar Harapan

0

Sukajaya l Jurnal Bogor

Pembangunan jalan lingkungan (jaling) di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkatjaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor yang baru dibangun namun sudah rusak lagi, ditanggapi Sekretaris Desa Harkatjaya Kiki. Dia mengungkapkan jaling yang mengalami kerusakan telah dikomunikasikan ke pihak yang membangun jalan tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat Pemkab Bogor.

“Karena jalan itu belum adanya pemeriksaan dari pihak Inspektorat,  masih  menunggu diperiksa dulu jadi jalan itu belum sempat diperbaiki,” kata Sekretaris Desa Harkatjaya saat dihubungi Jurnal Bogor, Senin (13/3)

Kiki memaparkan pihak Kecamatan telah memeriksa kondisi jalan yang  mengalami kerusakan, dan langsung menegur pihak yang mengerjakannya.

“Mungkin mereka belum sempat sampai sekarang belum diperbaiki,” jelasnya.

Kiki mengaku belum bertemu lagi dengan orangnya, dan mungkin nanti ditindak lanjuti karena hal itu masih tanggung jawab yang membangunnya.

Sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor melalui Kepala Seksi Bidang Sarana Prasarana, Harip ketika dikonfirmasi perihal tersebut tak merespons.

Sebelumnya, warga Sinar Harapan menuntut Pemerintah Desa Harkatjaya agar jalan lingkungan yang rusak lagi untuk segera diperbaiki.

Salah satu tokoh masyarakat setempat H. Uci menyebutkan, sesuai prasasti yang dipasang jalan lingkungan itu menghabiskan dana sebesar Rp18 juta. “Faktanya jaling itu paling cuma menghabiskan dana hanya 6 juta,” kata dia.  

Tak hanya tokoh masyarakat, Ketua  RT  02 RW 07 Suru juga mengharapkan jaling yang sudah rusak itu untuk segera ada perbaikan. “Tolong segera diperbaiki,” kata Suru.

** Arip Ekon

Jelang Bulan Ramadhan PLN Gunung Putri Pastikan Pasokan Listrik Aman

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Untuk  kehandalan aliran listrik terutama dalam  memasuki bulan Ramadhan  di tahun ini, PLN UP3 Gunung Putri gencar melaksanakan pemeliharaan jaringan di wilayahnya, Selasa (14/03/23).

Assistant Manager Jaringan PLN Gunung Putri, M Muzani mengatakan, meliharaan yang dilakukan PLN UP3 Gunung Putri yakni pemeliharaan Jaringan  atau  Gempur Konstruksi (G-Kon) di wilayah ULP Citeureup.

G-Kon difokuskan di Perumahan Griya Bukit Jaya Gunung Putri, yang dilaksanakan oleh Tim Gabungan petugas teknik  ULP Cileungsi, ULP Citeureup dan ULP Jonggol.

“G-Kon dilaksanakan dengan tujuan pekerjaan dilapangan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga waktu padam karena pemeliharaan dapat lebih singkat. Tim terdiri dari tim khusus tebang yang tugasnya melakukan pengamanan jaringan dari pohon pohon di sekitar jaringan SUTM dan Tim Pemeliharaan teknik yang melaksanakan perbaikan konstruksi gardu dan jaringan SUTM,” jelasnya kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, pemeliharaan dilaksanakan sebagai langkah preventif  dalam menjaga kehandalan aliran listrik khususnya di bulan Ramadhan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dengan lancar tanpa adanya gangguan listrik mengingat, tingginya intensitas hujan baru-baru ini.

“Selain wilayah ULP Citeureup, kami juga akan melaksanakan Pemeliharaan Jaringan  atau Gempur Konstruksi di Desa Dayeuh, Sukamakmur yang merupakan wilayah ULP Jonggol pada Rabu 15 Maret 2023  dan Desa Pasir Angin, Cileungsi yang merupakan wilayah  ULP Cileungsi pada i kamis 16 Maret 2023,” paparnya.

Lebih lanjut, M.Mujani menyampaikan, bila ada keluhan terkait kelistrikan, dapat menghubungi PLN melalui PLN Mobile, cc 123 atau Kantor PLN terdekat.

“Jika ada gangguan bisa menghubungi nomor 123, atau kantor PLN terdekat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Peran BPP Pertanian dalam Memaksimalkan Potensi Pertanian 

0

Cariu | Jurnal Bogor

Pelaksanaan pembangunan pertanian, Kementerian Pertanian dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). BPP merupakan kelembagaan pertanian terdepan di lapangan dan di kecamatan, serta setiap BPP dibagi ke dalam wilayah-wilayah kerja penyuluh pertanian.

Penguatan fungsi dan peran BPP antara lain menyusun program penyuluhan pada tingkat kecamatan sejalan dengan program penyuluhan kabupaten/kota, melaksanakan penyuluhan berdasarkan program penyuluhan dan menyediakan serta menyebarkan informasi teknologi, sarana produksi, pembiayaan dan pasar.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 13 tahun 2020, dinyatakan bahwa peran dan fungsi BPP Kostratani adalah sebagai BPP kostratani yang menjalankan fungsi sebagai pusat data dan informasi, gerakan pembangunan pertanian, pembelajaran, t konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring kemitraan.

Salah Satu BPP yang ada di wilayah Bogor Timur adalah BPP Kecamatan Cariu, yang meliputi Kecamatan Tanjungsari dan Cariu. BPP berperan penting untuk membantu dalam memfasilitasi, memberikan akses, dan menjadi pendamping bagi para petani.

“Di BPP ini ada koordinator, ada penyuluh berjumlah 15 orang. Masing-masing penyuluh memiliki wilayah binaannya memegang satu sampai dua desa, dari Kecamatan Cariu ini membawahi 10 desa,” kata Kordinator BPP Cariu Tera Kertana kepada wartawan.

Menurut dia, awal mula terbentuk lembaga BPP wilayah 12 ini yaitu adanya SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di Kabupaten Bogor yang bernama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan. SKPD ini memiliki 12 Badan Penyuluhan Pertanian, salah satunya BPP Wilayah 12 di Kecamatan Cariu.

“Disamping penyuluh ASN (Aparatur Sipil Negara) dan penyuluh tenaga kontrak yang dikontrak oleh provinsi, ada juga PPS (Penyuluh Pertanian Swadaya) yang jumlahnya sewilayah 12 ini ada 19, jadi hampir di setiap desa ada PPS. PPS berasal dari kontrak tani yang merupakan tokoh teladan di sekitar desa sehingga hampir semua berperan di BPP ini,”ujarnya.

Peran-peran setiap penyuluh yang ada dalam lembaga ini tentu memiliki tujuan yakni untuk melaksanakan UU Nomor 16/2006 yang berisikan tentang dasar-dasar penyuluhan di Indonesia. Selain itu, para petani di Kecamatan Cariu membutuhkan peran para penyuluh dalam pendampingan usaha tani. Dengan begitu, dibuat beberapa program kerja seperti kursus tani dan sekolah lapangan.

“Penyuluh zaman dahulu adalah penyuluh yang serba bisa dan serba tahu. Namun di zaman sekarang, penyuluh menjadi seorang pendamping. Kami hanya memberikan akses serta fasilitas kepada petani karena pada fungsinya penyuluh itu adalah merubah pengetahuan, sikap, dan keterampilan,” ujar Tera.

** Taufik/Nay 

PKS Ciangsana Gelar Tarhib Ramadhan Sekaligus Sambut Anggota Baru dan Sosialisasi BCAD

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mendeklarasikan dirinya sebagai pelayan rakyat saat menghadiri Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan PKS Desa Ciangsana, di GOR Rerara Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (12/03/23) lalu.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut 6 Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) PKS yaitu Ahmad Zakky dan Rini Fura Kirana untuk DPR RI, M Ichsan Maoludin dan Iin Suprihatin untuk Provinsi Jabar serta Achmad Fathoni dan Sudarto untuk DPRD Kabupaten, serta ratusan kader PKS yang memenuhi GOR.

“Saya ucapkan bergabung dengan PKS, dan bersama PKS mari kita raih keridhoan Allah SWT. Saya di 2019 berkat dukungan bapak ibu semua diamanahi sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bogor dan atas apa yang sudah saya lakukan pada 3 tahun lebih ini, kalau bapak ibu semuanya merasa puas, merasa banyak yang masih bisa diperjuangkan, sampaikan kepada khalayak ramai apa yang sudah diperjuangkan oleh PKS untuk rakyatnya, ” ungkap Fathoni kepada Jurnal Bogor, Selasa (14/03/23).

Menurutnya, kehadirannya ditengah-tengah masyarakat ini ingin menyambungkan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan bagian dari tugas seorang anggota dewan, sambil mencari pahala dan mencari keridhoan Allah SWT. 

“Dan berkumpulnya kita disini bersama PKS bukan untuk satu dua hari, satu dua tahun atau untuk menjelang Pemilu saja. Tapi kita bersama PKS akan seterusnya mau Pemilu, mau setelah Pemilu, insya Allah kami pengurus, apalagi di dewan, pejabat publik, kita punya Walikota, kita punya Bupati, punya Gubernur, kita punya Menteri tidak pernah melupakan kader yang selalu senantiasa mendukung PKS,” paparnya.

Oleh karena itu, sambung Fathoni, dirinya bersama dengan PKS akan selalu ada dan berusaha hadir ditengah-tengah kebutuhan masyarakat, yang merupakan bagian dari tujuan utama PKS ialah sebagai pelayan rakyat.

“Begitupun saat saya menjabat sebagai anggota dewan, saya sudah berniat untuk memberikan pelayanan-pelayanan yang terbaik untuk rakyat dalam segala kendala dan persoalan yang ada,” papar Anggota DPRD komisi 3 tersebut.

Dirinya berharap, untuk semua masyarakat agar jangan sungkan untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan kepada dewan yang ada di wilayah dapilnya, karena dewan dipilih oleh rakyat harus berguna juga untuk rakyat dan bukan hanya berbunyi tapi berbuat.

“Bersama PKS insya Allah kita bisa berjuang bersama sama, untuk rakyat, dari rakyat dan oleh rakyat. Dan saya ini adalah pelayan rakyat,” pungkasnya.

Sementara, salah satu kader PKS Adi Muchtar mengatakan kegiatan ini merupakan Tarhib Ramadhan sekaligus menyambut anggota baru dan sosialisasi BCAD PKS. 

“Kita semua anggota berkumpul disini, selain untuk silaturahmi juga untuk sosialisasi. Maka dalam kesempatan ini kami persilakan para anggota untuk menyampaikan keluh kesahnya kepada dewan PKS, dan jika keluhan itu sudah berhasil terealisasi sampaikan kepada khalayak ramai tentang kualitas dewan produk PKS, ” ujarnya.

** Nay Nur’ain

Aja Pimpin Desa Sukagalih

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Aja Waridin berhasil menjadi pemenang dalam gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2023 di Desa Sukagalih. Aja Waridin menang dengan perolehan suara sebanyak 1.723 suara. Aja mengalahkan petahana, Samsudin yang mendapat suara 1.226. Setelah dilakukan penghitungan dengan jumlah suara sah 2.949, maka Aja Waridin dipastikan menjadi Kepala Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor masa bakti tahun 2023-2029.

“Saya benar-benar tidak menyangka. Terima kasih untuk seluruh pendukung saya, seluruh warga Desa Sukagalih yang sudah memberikan amanah kepada saya dan ke depan mari kita fokus bersama-sama membangun Desa Sukagalih lebih baik lagi,” kata Aja Waridin kepada Jurnal Bogor, Selasa (14/03/23).

Aja mengatakan, ke depan dirinya akan fokus membangun Desa Sukagalih  dengan meningkatkan kualitas aparatur dan pelayanan masyarakat di berbagai bidang. Ia juga berharap dibawah kepemimpinan dirinya nanti, Desa Sukagalih dapat lebih maju lagi dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

“Saya akan berusaha menjalankan program-program Pemerintah Kabupaten Bogor dan berusaha secara maksimal untuk meningkatkan potensi di Desa Sukagalih guna kesejahteraan masyarakat Desa Sukagalih,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pilkades Sukagalih, Eky menyatakan bahwa gelaran Pilkades Sukagalih tahun 2023 ini berjalan aman, tertib, kondusif, dan tanpa ekses.

“ Alhamdulillah, seperti kita ketahui pelaksanaan Pilkades Sukagalih berjalan lancar, aman, tertib, kondusif, dan tanpa ekses. Semoga ke depan dengan kepemimpinan Kepala Desa yang hari ini menang, Desa Sukagalih bisa jadi desa yang lebih baik lagi,” harapnya.

** Taufik/Nay

MAN 2 Tegaskan Siswa tak Terlibat Pembacokan di Simpang Pomad

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kasus pembacokan yang menimpa AS, siswa SMK Bina Warga di lampu merah Simpang Pomad, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara pada Jumat (10/3) lalu, rupanya menyeret-nyeret nama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bogor.

Hal itu lantaran beredar foto di media sosial (medsos) yang menyebut bahwa pelaku penyabetan Sajam adalah siswa MAN 2.

Wakil Kepala MAN 2, Yayat Supriatna mengatakan bahwa usai viral kabar tersebut di medsos, pihaknya langsung melakukan pendataan terhadap siswa yang disebut-sebut merupakan pelajar asal MAN 2.

“Kita langsung cari apakah di MAN 2 ada nama siswa tersebut. Ternyata tidak ada, pelaku adalah siswa salah SMK swasta di Kota Bogor,” ujar Yayat kepada wartawan, Selasa (14/3).

Setelah itu, kata Yayat, pihaknya pun meminta klarifikasi kepada pemilik akun yang pertama kali mengunggah di medsos. “Kami buat klarifikasi kepada akun tersebut, dan akhirnya yang bersangkutan mengklarifikasi dan meminta maaf,” ungkapnya.

Yayat menjelaskan bahwa pihak sekolah selalu berkoordinasi dengan orangtua siswa untuk memastikan apakah mereka sudah tiba di rumah atau belum. “Siswa tak boleh melakukan kegiatan di luar jam sekolah,” ucapnya.

Atas dasar itu, kesiswaan MAN 2 selalu melaksanakan patroli ke titik-titik rawan untuk memastikan agar siswa tidak nongkrong di luar jam sekolah lantaran dapat memicu keributan.

“Kalaupun kami menemukan siswa yang nongkrong, kita langsung telepon orangtua mereka untuk menjemput atau kami mengantar untuk pulang,” tandasnya.

Seperti diketahui, nama MAN 2 sempat viral di medsos lantaran pelaku pembacokan terhadap AS menuliskan keterangan di medsos pribadinya bahwa yang bersangkutan sekolah di MAN 2 Kota Bogor. Hal itupun meresahkan para orangtua siswa dan pihak MAN.* Fredy Kristianto