29.7 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 647

Pelajar SMP Meninggal Tenggelam di Bendungan Ciampea

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Akibat tidak bisa berenang, seorang pelajar SMP meninggal dunia di Bendungan Sungai Ciampea tepatnya di Kampung Wates RT 04 RW 01 Desa Gunung Bunder I, Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kapolsek Cibungbulang AKP Zulkernaidi, bahwa korban bersama temannya  usai berenang pada Selasa (23/5/2023) siang.

“Iya benar dan untuk korban meninggal dunia usai berenang bersama rekan lainnya pukul 13.30 WIB,” katanya.

Dia menjelaskan, awal mula kejadian korban bersama dengan teman temannya pergi ke sungai untuk berenang di Bendungan Sungai Ciampea.

“Korban berenang kurang lebih 5 menit, ketika rekan lain sudah menepi, korban mau menyebrang tapi malah tenggelam di kedalaman kurang lebih 6 meter,” ucapnya.

Bahkan dia mengaku rekan korban sempat melihat dan meminta tolong, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

“Ketiga orang rekannya menginformasikan kejadian tersebut ke warga sekitar, selanjutnya pencarian dilakukan oleh warga dengan cara menutup bendungan,” kata dia.

Sekira pukul 16.30 korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan selanjutnya dibawa ke klinik Medika Pamijahan untuk dilakukan pemeriksaan awal.

“Usai dibawa ke Klinik Medika, petugas menyerahkan korban ke pihak keluarga dan surat pernyataan bahwa kejadian merupakan musibah,” pungkasnya.

** Andres

Seputar Keprihatinan Kita akan Nasib IKN Nusantara

0

Jurnalinspirasi-co.id – Nasib Ibu Kota Negara (IKN) semakin tidak jelas, alias ngawur. Jika  kita mengikuti berbagai berita dan mendengar informasi yang ditayangkan di beberapa media sosial, elektronik,  dan media cetak seperti Youtube,  WA dan Twitter, TV dan majalah Tempo,  sepertinya semakin ribet,  mumet dibuatnya akibat regulasi yang tak tepat alias ngawur.

Ironinya ada statemen antara Presiden RI vs Menteri PUPR RI,  ada pandangan Anggota DPR RI menanyakan soal keterlambatan pembayaran gaji karyawan kepada Kepala Otorita IKN Nusantara,  minimnya upah tenaga pekerja atau buruh yang berkerja di proyek-proyek fisik sapras IKN dan lain-lain.

Sederet permasalahan tersebut bagi manusia waras  dan peduli akan merasakan,  yang membuat kita rakyat merasa prihatin terhadap kinerja tata kelola pemerintahan yang memburuk (bad governance) yang akhirnya membuat pemeritahan gagal (government failure), hal itu janganlah sampai terjadi, kasihan nasib rakyat yang akan menananggung deritanya.

Muncul fenomena sosial paradoksal ini sebagai akibat atau dampak public policy berupa regulasi yang diputuskan rezim penguasa (the ruling party) tidak tepat sebab tidak sejalan dengan prinsip-prinsip dan kaidah keilmuwan yang ada,  para the ruling party tidak menggunakan otak (didn’t saintific) dan logika-akal sehat (not common sense)  dalam perumusan dan menetapkan berbagai dokumen perencanaannya seperti naskah akadamik, studi kelayakan atau Amdal dan lain-lain agak seadanya dan diduga abal-abal berdasarkan wacana publik.

Nampaknya juga ada “hidden agenda” yang datang berbagai kepentingan irasional bermunculan kini dan ke depan terutama kepentingan para pemilik modal besar (oligarky) yang banyak memiliki lahan hutan di lokasi pengembangan tanah IKN Nusantara dan atau boleh jadi ada kepentingan “asing-aseng” ,  yang sempat menyelusup untuk memperlemah dignity NKRI di era destrupsi karena tanpa menghiraukan aspek-aspek strategis lainnya seperti masalah geopolitik,  geologi,  sosiologis-antropologis dan lain-lain. Konon kabarnya menurut data geologi (hasil riset dan disertasi Dr Andang Bachtiar,  alumni geologi ITB) daerah Paser Utara Kaltim, tempat lokasi IKN Nusantara adalah daerah sangat rawan bencana alam.

Entahlah apa yang ada dalam benak (mindset) para elite politic (the ruling party) koalisi besar negeri ini,  terutama sikap Presiden RI Bapak Jokowi yang pura-pura atau tidak mengerti tentang kondisi rakyat yang  susah terkena musibah pandemi Covid 19, juga utang negara yang terus menumpuk dan cenderang membengkak fantastis, munculnya berbagai ketegangan dan konflik geopolitik di sejumlah negara,  terutama perebutan sumberdaya alam di pesisiran laut China Selatan, ketegangan polarisasi kekuatan China vs Amerika Serikat,  perang Rusia vs Ukrania dan lain-lain.

Akan tetapi mereka tetap berpikir paradoks bahkan irasional, kok disaat hidup rakyat sulit zaman now dan sementara anggaran pembangunan minim dan sangat terbatas, Pemerintah RI kok berencana membangun istana Ibu Kota Negara (IKN) baru yang dinamakan Nusantara itu.

Padahal ibu kota negara RI yang ada DKI Jakarta juga sedang berbenah dengan maraknya pembangunan berbagai bidang,  terutama insfrastruktur transportasi seperti jejaringan jalan tol, kereta api (MRT dan LRT) , bus kota yang terintegrasi dan terkoneksi, gedung-gedung pencakar langit ysng sudah siap melayani kebutuhan public dan lain-lain.

Dilain pihak cukup banyak orang mempertanyakan, jika IKN DKI Jakarta berpindah ke IKN Nusantara Penajam Paser Utara, aset-aset negara dan dipublik yang modern akan dikemanakan dan untuk apa, serta kepada siapa?, dijual ke oligarki?

Now, dengan diputuskannya UU IKN Nusantara oleh DPR RI,  proses pembangunan dimulai hingga kini berjalan terus,  tapi dalam dinamika pembangunannya,  Tuhan Allah SWT berikan seabrek permasalahan sosial-politik dan ekonomi (investasi) yg membuat mereka ribet dan mumet memikirkan pendanaannya, maaf sampai-sampai “mengemis” kepada investor aseng dan aseng,  apakah regulasi-kebijakan dan perbuatan ini memperlemah kedaulatan negara (state dignity). Persoal-persoalan tersebut belum dijawab Pemerintah RI era Bapak Jokowi dengan tegas dan jelas.

Mereka yang tetap bersikukuh dan ngotot memaksa melaksakan gagasan IKN itu. Dan kini mereka mulai penat dan “pening dan sakit kepala” menghadapi berbagai kendala sepeti persoalan dana investasi swasta yang tidak kunjung ada dari investor.

Persoalan pelik lainnya adalah masalah agraria dimana rakyat memprotes lahannya dibayar murah. Juga besar potensi bencana alam seperti kebakaran, gempa bumi, pergeseran tanah dan banjir,  kini pun datang sepeti banjir mulai menghadang sebagaimana yang diberitakan majalah Tempo. Selain itu sejumlah pejabat dan pegawai pengelola otorita IKN Nusantara sudah 9 bulan tidak menerima gaji dan terakhir ditambah isunya ramai-ramainya para pegawai otorita IKN mengundurkan diri.

Kemudian pengelolaan pembangunan fisik kota IKN yang baru bukan lagi oleh otorita IKN Nusantara,  akan tetapi kini sudah berpindah tugas dan kewenangan kepada Kementerian PUPR RI, wow aneh.

Berdasarkan fakta dan kenyataan proses pembangunan dengan sengkarut persoalan tersebut, maka kita cukup prihatin, dan memang edan. Kok mengelola negara-bangsa yang besar ini tampak sekali kurang profesional (mismanagement), inkonsistensi dan irasional,  serta ambisius dengan pola kerja “grasa-grusu” tanpa kajian ilmiah yang mendalam.

Apa yg terjadi saat ini dengan seabrek permasalahan,  terutama ingkar janjinya the ruling party soal pendanaan pembangunan IKN Nusantara di Kaltim ini tidak menggunakan sumber dana dari APBN ternyata tak terpenuhi. 

Kejadian yang sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan kita selaku rakyat Indonesia saat ini, mengingatkan saya sekitar 1-2 tahun lalu pernah menulis tentang nasib IKN Nusantara, yakni ada 4 atau 5 tulisan saya AA yang mengkritik pembangunan IKN Nusantara di daerah Penajam Paser Utara Kaltim adalah kurang tepat.

Tapi itulah kenyataan pahitnya tidak didengar suaranya dimana sejumlah pandangan kritis dan konstruktif dari para ilmuwan dan pakar Indonesia tersebut sepeti Dr Andang Bachtiar dan lain-lain,  terutama ahli dan pakar lingkungan (ekologi-geologi)dan geopolitik-geostrategis tidak dihiraukan. Dengan ungkapan pribahasa yang lain “Anjing menggonggong, Kapilah tetap berlalu”.

Demikianlah pola berperilaku yang “aneh bin ajaib” dari rezim yang tengah berkuasa saat ini (the ruling party zaman now). Sangat disayangkan, eksekutif dengan legislatifnya tidak terjadi “check and balance”, terutama stakeholders kampus Perguruan Tinggi, kaum intelektualnya juga ikut membisu. Ya beginilah jadinya IKN Nusantara akan menjadi beban rakyat dan negara yang tak berkesudahan.

Save NKRI.. !!!

Semoga narasi singkat ini menyadarkan mereka yang berkuasa, agar kembali ke jalan yang benar dalam mengurus negara-bangsa yang megah dan besar ini, yang bernama Indonesia Raya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk mewujudkan cita-citanya yakni masyarakat adil dan makmur.

Syukron barakallah,  Aamiin, aamiin, aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Wassalam.

Penulis:
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

(Lulusan IPB University, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor,  Pendiri-Wasek dam Wankar ICMI Pusat, Konsultan Proyek-proyek K/L Negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Hadits Hari Ini

0

Sahih al-Bukhori:3052

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِذَا اسْتَيْقَظَ أُرَاهُ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda:

Jika terbangun, ia mengira beliau mengatakan: salah seorang dari kalian dari tidurnya kemudian dia berwudhu, maka hendaklah ia beristinsyar (memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya) sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya setan bermalam pada batang hidung orang itu.

Pesan :
Anjuran untuk berwudhu dan beristintsar setelah bangun dari tidur, karena setan bermalam pada batang hidung manusia.

Pelatihan Petani ke-13 juta, Mentan SYL Minta Semua Bersiap Hadapi El Nino

0

Bandung | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) membuka pelatihan petani dan PPL di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Lembang). Sampai hari ini, sudah 13 juta penyuluh dan petani mengikuti pelatihan sebagai upaya pemerintah dalam memastikan ketersedian pangan utamanya menghadapi cuaca ekstrem el nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2023 mendatang.

Diketahui, pelatihan ini merupakan pelatihan yang sudah dilakukan sejak empat tahun lalu melalui program sejuta petani milenial BPPSDMP Kementan. Dalam arahannya, SYL meminta pelatihan tersebut dapat dilakukan serentak di seluruh Indonesia serta membentuk gugus tugas el nino dan melakukan mitigasi adaptasi.

“Pelatihan-pelatihan petani dan PPL ini harus terorganisir dengan baik sehingga seluruh insan pertanian memiliki kemampuan mengantisipasi berbagai tantangan yang muncul akibat el nino,” ujar SYL, Selasa, 23 Mei 2023.

SYL mengatakan, pelatihan adalah langkah yang tepat dalam memberikan pemahaman el nino secara konkrit dan menyeluruh. Dengan begitu, petani dan penyuluh dapat menumbuhkan kepekaan serta sense of crisis dalam menghadapi semua persoalan.

“Saya juga minta agar jajaran SDM (BPPSDMP) mampu memanfaatkan jaringan Kostratani di berbagai level untuk mengaktualisasikan penerapan hasil pelatihan ini,” katanya.

Sebagai informasi, cuaca ekstrem yang melanda dunia saat ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama adalah el nino atau fase hangat dan kedua el nina atau fase dingin. Saat ini, sekitar 10 persen dari wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau yang berlangsung di sejumlah sentra pertanian.

“Fenomena el nino merupakan ancaman serius terhadap produksi pangan, baik di subsektor tanaman pangan, peternakan dan perkebunan. Oleh karena itu, sekali lagi diperlukan langkah antisipasi dan adaptasi dengan pelatihan petani dan penyuluh,” katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pelatihan ini secara khusus mengundang para mentor yang konsen di bidang perubahan cuaca seperti BMKG dan juga lembaga lainya. Dia berharap, pelatihan ini dapat membawa dampak baik terhadap kemajuan sektor pertanian Indonesia melalui pelatihan mitigasi dan adaptasi.

“Yang pertama saya menyampaikan terimakasih karena saat ini sudah mencapai 13 juta peserta. Kedua pelatihan kali ini dibuat khusus untuk menghadapi el nino. Kami undang juga BMKG dalam memastikan prediksi dan kondisi yang ada saat ini,” jelasnya.

** PPMKP

Bank Kota Bogor Berikan Puluhan Traffic Cone ke Dishub

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perumda BPR Bank Kota Bogor memberikan bantuan 50 buah traffic cone ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Puluhan traffic cone itu keberadaannya diperlukan untuk rekayasa lalu lintas.

Pihak Bank Kota Bogor sendiri memberikan langsung traffic cone tersebut ke Kepala Bidang Angkutan Dishub Muhammad Yaffis di kantor pusat Bank Kota Bogor, Senin (22/5/2023).

Seperti diketahui, traffic cone untuk mendukung perlengkapan jalan seperti menghadapi perbaikan Jembatan Otista, dimana jalan semula satu arah menjadi dua arah hingga harus dipisahkan dengan traffic cone atau ketika menutup jalur. Traffic cone sendiri merupakan perangkat pengaturan lalu lintas yang bersifat sementara yang bisa dipindah-pindahkan. **prast

Lelah Pindah-pindah Kontrakan, Korban Banjir Bandang Minta Kepastian Huntap

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Korban terdampak bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Purasari, Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang terjadi pada tahun 2022 lalu, harus berpindah-pindah tempat tinggal.

“Sampai kapan saya harus begini, usaha jadi serabutan karena harus pindah-pindah kontrakan, sudah 3 kali selama ini, kasihan dong anak dan istri saya,” ungkap Sanusi kepada wartawan, kemarin.

Menurut pengakuannya, keluarganya pascabanjir bandang 2022 lalu, sudah tiga kali berpindah kontrakan.

Dirinya sebagai kepala keluarga hanga bekerja serabutan dengan penghasilan minim demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Disana kita punya usaha warung dan jual beli motor, semuanya terbawa arus air bercampur lumpur habis semuanya, sekarang ngontrak mau gimana saya,” katanya.

Sanusi mempertanyakan kepastian dari Pemkab Bogor kapan pembangunan Huntap bagi korban bencana di wilayah tersebut.

“Sudah gitu harus ngontrak jadi tanpa kepastian, tolonglah kami ini korban yang butuh kepastian, biar kami bisa hidup layak seperti awal,” katanya.

Sanusi berharap, Pemkab Bogor memberi kepastian kepada masyarakat korban terdampak bencana di Deda Purasari kapan pembangunan Huntap tersebut direalisasikan.

“Huntap ini satu-satunya harapan saya sebagai kepala keluarga, agar anak dan istri saya bisa hidup dengan tenang. Anak saya juga butuh untuk belajar, ketika harus pindah-pindah kontrakan kapan dia bisa menjadi anak yang cerdas, kalau seperti ini terus,” katanya dengan nada sedih.

Senada dengan Sanusi, korban terdampak bencana lainnha, Sukron menyatakan dengan adanya Huntap berharap kehidupannya dapat berjalan normal.

“Tapi sampai kapan kami harus menunggu lagi ?, Kapan Huntap dibangun ?.Kami butuh kepastian itu,” katanya dengan nada bingung.

** Andres

Iwan Setiawan Janji Bangun Jalan Untuk Kawasan Wisata Babakan Madang

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan menyatakan wilayah Kecamatan Babakan Madang memiliki destinasi wisata cukup potensial. Sehingga untuk mendorong kemajuan destinasi wisata di wilayah Babakan Madang, dirinya bersama sejumlah Perangkat Daerah (PD) terkait dalam hal ini Dinas PUPR juga Disbudpar berkomitmen akan mengoptimalkan pembangunan infrastruktur wilayah Kecamatan Babakan Madang terutama infrastruktur menuju kawasan wisata wilayah tersebut.

“Kalau mau memajukan wisata tugas pemerintah adalah dengan membangun jalan atau infrastrukturnya. Saya minta PUPR dan Disbudpar juga camat serta kepala desa untuk kolaborasi memetakan jalan-jalan akses menuju tempat wisata mana saja yang akan kita bangun pada 2024 mendatang. Saya ingin ada satu pilot project hasil studi banding kami ke Bali, bisa diimplementasikan di Kabupaten Bogor salah satunya pembangunan jalan akses tempat wisata yang yang jalannya dibangun oleh PUPR,” tegas Iwan Setiawan saat kegiatan rutin Bogor Keliling (Boling) atau Saba Desa di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Selasa (23/5/23).

Kedatangan Iwan Setiawan didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Halimatusadiyah untuk menyapa langsung masyarakat dan mendengar aspirasi masyarakat sekaligus meninjau hasil pembangunan infrastruktur hingga ketahanan pangan yang ada di wilayah Kecamatan Babakan Madang, melalui

Melalui kegiatan Boling, Iwan Setiawan melakukan kunjungan langsung ke tiga desa yaitu Desa Cijayanti, Karang Tengah dan Desa Babakan Madang dengan rangkaian kegiatan meresmikan Puskesmas Cijayanti ditandai dengan penandatanganan prasasti dan gunting pita, dilanjutkan dengan peninjauan gedung puskesmas sekaligus melakukan pemberian PIN Polio pada Sub PIN Polio Putaran II.

Tidak hanya itu, Plt. Bupati Bogor juga berkesempatan melihat aplikasi Pertanahan Geospasial Data Desa di Kantor Desa Cijayanti, dan dilanjutkan dengan panen cabai rawit yang merupakan program ketahanan pangan Desa Cijayanti.

Iwan Setiawan juga meninjau langsung sekaligus meresmikan hasil pembangunan infrastruktur melalui Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di wilayah Desa Karang Tengah ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita. Kemudian diakhiri dengan kegiatan peninjauan hasil produk pelaku UMKM dan pemberian santunan anak yatim.

Iwan Setiawan menegaskan, selain melakukan peninjauan langsung hasil pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Babakan Madang juga ingin melakukan evaluasi serta mengkaji hasil pembangunan di wilayah ini.

“Saya kesini ingin mengevaluasi juga mengkaji. Kalau memang daerah Babakan Madang ada destinasi wisata jalannya belum baik, saya minta dari PUPR untuk segera menindaklanjutinya,”ungkap Iwan Setiawan.

Sebagai wilayah dengan potensi wisata yang cukup kuat, Iwan Setiawan juga akan mengoptimalkan program Bogor Sehat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kecamatan Babakan Madang guna mendorong terwujudnya Kabupaten Bogor bebas stunting.

Dalam kesempatan ini, ia juga menyatakan, terimakasih kepada pada kades yang sudah dipercaya untuk mengelola bantuan keuangan Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) dengan baik dan mengoptimalkan anggaran Rp1 miliar untuk pembangunan infrastruktur dengan optimal dan sukses.

“Mudah mudahan para kades setuju 2024 kami luncurkan kembali, karena respons masyarakat dan manfaat dari program ini sangat bagus, makanya 2024 Samisade masih tetap akan kami gulirkan kembali. Baik untuk perbaikan infrastruktur juga untuk optimalisasi program ketahanan pangan,” terangnya.

 Kemudian, Camat Babakan Madang, R Maknum Nawawi mengatakan terimakasih kepada Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan, kehadirannya sangat memotivasi jajaran Pemerintah Kecamatan Babakan Madang juga masyarakat untuk lebih maksimal dalam memajukan pembangunan wilayah Kecamatan Babakan Madang.

 Terlebih katanya, wilayah Kecamatan Babakan Madang ini termasuk dalam kawasan zona pemukiman, perumahan, industri juga zona wisata alam dan wisata buatan. Ada sembilan wisata alam seperti curug, termasuk 87 cafe dan restoran.

 “Alhamdulilah kunjungan wisatawan setiap akhir pekan cukup tinggi, terlebih adanya program Samisade program luar biasa dan satu-satunya program yang ada di Indonesia. Dimulai tahun 2021, program Samisade telah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Babakan Madang sejak tahun 2021 dengan total pembangunan Samisade di 20 titik, kemudian tahun 2022 sebanyak 24 titik, dan tahun ini sebanyak 21 titik. Alhamdulillah sangat membantu warga kami dan manfaatnya sangat besar, karena beberapa daerah yang terisolir sekarang bisa ditempuh dibangun dari Samisade,” imbuhnya.

** Nay Nur’ain

Galian Kabel Optik Dikomplain Warga

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Warga dan para pengguna jalan Klapanunggal hingga Desa Bojong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor mengeluhkan keberadaan aktivitas galian kabel optik yang berada di pinggir ruas jalan tersebut. Pasalnya, keberadaan galian tersebut dianggap telah mengganggu arus lalu lintas dan mengakibatkan ruas jalan menjadi licin pada saat turun hujan. Hal itu lantaran pihak yang mengerjakan galian tersebut membiarkan tanah tertumpuk di pinggir jalan.

“Karena adanya tumpukan tanah ruas jalan jadi semakin sempit. Kalau sedang tidak ramai yang lewat ya enggak masalah. Tapi kalau lagi macet itu sangat mengganggu,” kata salah satu pengguna jalan, Romli kepada Jurnal Bogor, Selasa (23/5/23).

Romli menyebut, selain mengakibatkan penyempitan ruas jalan keberadaan galian tanah tersebut juga mengakibatkan ruas jalan menjadi kotor dan licin pada saat turun hujan. Hal itu karena banyaknya tanah yang masuk ke permukaan jalan.

“Kalau dilihat tidak semua tanah bekas galian dimasukan ke dalam karung. Mungkin hanya beberapa saja yang dikemas di karung, jadi kalau hujan pasti jalan menjadi kotor dan licin,” ujarnya.

Sementara itu, Umar salah satu warga Desa Cikahuripan mengatakan, selain mengakibatkan penyempitan ruas jalan dan mengakibatkan jalan licin, pihak yang mengerjakan proyek tersebut juga menutup bekas galian menggunakan material seadanya.

“Harusnya dirapikan seperti sebelum digali. Jangan asal uruk saja,” singkatnya.

** Taufik / Nay

Tower Ilegal DIbangun, Pemerintah Tutup Mata

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Aktivitas pembangunan tower di Desa Dayeuh, CIleungsi, Kabupaten Bogor yang diduga belum mengantongi izin masih terus berlangsung. Ironisnya, pemerintah yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan penertiban justeru malah berdiam diri dan seakan tutup mata.

Entah apa yang membuat pemerintah seakan mengabaikan keluhan dari masyarakat terkait pembangunan tower ilegal tersebut.

“Kemarin membangun pondasi dan sekarang sudah mulai membangun towernya karena perlengkapan untuk tower sudah datang dan pembangunan masih terus berjalan,” kata salah satu warga Desa Dayeuh, Ahmad kepada Jurnal Bogor, Selasa (23/5/23).

Menurut dia, warga sempat mengkonfirmasi terkait izin pembangunan tower tersebut serta kewajiban yang harus dilakukan kontraktor untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan warga yang bermukim di sekitar lokasi pembangunan tower. Pada saat itu, mandor yang mengerjakan proyek hanya mengatakan tidak memegang izin lantaran hal itu menjadi kewenangan pihak pemilik tower.

“Kalau untuk izin saya kurang paham. Karena saya hanya ditugasi untuk membangun tower ini,” kata penanggungjawab proyek Triono.

Sementara itu Kepala Desa Dayeuh Jamhali mengatakan pihak desa belum menandatangani proses pengajuan izin yang diajukan oleh pihak pemilik tower.

“Memang berkas sudah diajukan tapi saya belum tandatangan,” singkatnya.

Sejauh ini, tidak ada upaya tindakan tegas yang dilakukan oleh pihak aparat penegak Perda untuk menertibkan pembanguan tower yang diduga ilegal tersebut. Kanit Pol PP Kecamatan Cileungsi yang dikonfirmasi terkait hal tersebut juga belum bisa memberikan komentar.

** Taufik/Nay

Polsek Klapanunggal Bekuk Tiga Pelaku Curanmor

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Tiga kawanan pelaku pencuri motor dan penadah motor curian berhasil diciduk Polsek Klapanunggal, Polres Bogor. Penangkapan ini dilakukan pada Senin (22/5/2023) atas laporan kasus pencurian motor yang terjadi pada Minggu (9/5/2023) lalu.

“Berawal dari adanya laporan masyarakat terkait aksi pencurian kendaraan bermotor di sebuah parkiran Alfamart di Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor,” kata Kapolsek Klapanunggal AKP Irene Kania Defi dalam keterangannya kepada Jurnal Bogor, Selasa (23/5/23).

AKP Irene menjelaskan ketiga pelaku ini diketahui berinisial P (38) dan J (38) berperan sebagai pencuri dan MNS (24) sebagai penadah.

Dari hasil pengungkapan tersebut, pihak Polsek berhasil menyita barang bukti berupa 4 buah mata kunci, 4 buah mata magnet, 1 buah kunci letter T, 1 buah kunci L, 3 unit handphone, 1 unit sepeda motor dan 1 buah kunci kontak kendaraan.

“Dari pengakuan pelaku bahwa dirinya telah melakukan 5 kali aksi pencurian di lokasi berbeda,” kata AKP Irene Kania Defi.

Atas perbuatannya, kata Kapolsek, pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun. Sementara terhadap penadah akan dikenakan pasal 480 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun.

** Taufik / Nay