31.3 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 647

Desa Tegalwaru Cucurak Sambil Diskusi Bahas Persoalan

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Jelang Ramadhan, Pemerintah Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor menggelar cucurak bersama perangkat RT dan RW di Pondok Jasun. Turut hadir juga anggota DPRD Kabupaten Bogor, M. Rizki.

Kepala Desa Tegalwaru Nunung Nuriah mengungkapkan cucurak bersama para perangkat RT/RW dan kader merupakan kegiatan rutin setiap jelang Ramadhan dengan tujuan silahturahmi.

Selain cucurak bareng, diisi juga agenda diskusi bersama para Ketua RT/RW dan Kader menyampaikan keluhan dan persoalan yang ada di masyarakat dari mulai persoalan KTP hingga lambatnya pencairan honor para ketua RT dan RW.

“Honor RT belum cair karena lambatnya pencairan ADD dari pemerintah daerahnya. Sedangkan persoalan KTP, kita akan sambungkan ke Camat kenapa percetakan KTP bisa lambat,” ujarnya .

Ia menampakkan selain diskusi bareng, pemerintah Desa Tegal Waru juga menyampaikan ke perangkat RT akan program yang sudah berjalan di desa dan program yang bakal dikerjakan. Salah satu Program Samisade yang sudah disepakati lewat musdes bakal digunakan untuk betonisasi jalan desa di RW 02.

“Intinya, kita cucurak sambil diskusi bareng perangkat desa. Selain itu menyerap aspirasi masyarakat,” ungkapnya.

Menanggapi lambatnya pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) yang berdampak RT dan RW belum gajian . Anggota DPRD Kabupaten Bogor, M. Rizki bakal mempertanyakan ke Pemkab Bogor akan lambatnya pencairan ADD .

Dirinya  meminta ke Pemkab Bogor untuk disegerakan pencarian ADD.  Sebab dengan tersendatnya ADD berdampak luas ke desa. 

Jika desa sudah melaporkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kenapa bisa lambat pencairan ADD, apakah di BPKAD- nya atau Pemkab Bogor tidak bisa kerja.

“Kasian desa, RT dan RW haknya diperlambat dan harus disegerakan, Apalagi  mau Ramadhan ini,” tukasnya. 

** Andres

Tanggapi Keluhan Warga, Pemdes Harkatjaya Perbaiki Jalan Lingkungan

0

Sukajaya l Jurnal Bogor

Perbaikan jalan lingkungan (jaling) di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor sebelumnya dikeluhkan penerima manfaat kini sudah dilakukan pengerjaan.

Sekretaris Desa Harkatjaya Rizki Ramdani Permana menyatakan, upaya perbaikan tersebut menanggapi keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan lingkungan yang belum lama dibangun.

Pihak desa melibatkan ketua RT, RW serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM) bahu membahu pengerjakan jalan itu.

“Bentuk tanggung jawab, kini  jalan yang rusak itu telah diperbaiki,” ujar Rizki kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Sekdes menerangkan, dari 130 meter jalan lingkungan itu ada beberapa titik saja dilakukan rehabilitasi meski rusaknya tidak begitu parah.

“Adapun keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di wilayah Kampung Sinar Harapan itu telah dicek baik dari pemerintah desa maupun dari pihak kecamatan. 

Meski rusaknya tidak begitu parah, pihaknya merespons untuk mengatasi perbaikan jalan itu. “Sebab kalau tidak langsung diperbaiki khawatir kerusakannya bisa bertambah parah,” paparnya.

Dia menegaskan, intinya Pemerintah Desa Harkatjaya merespons untuk perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, apa yang disampaikan masyarakat kata Rizki, hal yang wajar karena masyarakat tentu ingin menikmati insfratruktur yang maksimal.

Dengan begitu, sambung Rizki setelah diperbaikinya jalan itu diharapkan jangan dulu digunakan karena kondisinya masih labil.  “Ketika sudah memungkinkan masyarakat bisa kembali menggunakan jalan itu,” tukasnya.

** Arif Ekon

Jadi Target Kunjungan Nasional, Pemdes Gunung Putri Butuh Tambahan Fasilitas 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Menjadi tempat kunjungan studi tiru dari luar daerah, Pemerintah Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor masih kekurangan fasilitas umum. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri dengan banyaknya kunjungan yang bisa dibilang bertubi-tubi ini membuat dirinya harus berputar otak lagi untuk meningkatkan fasilitas agar tamu yang berkunjung ke Desa Gunung Putri merasa nyaman.

” Memang selama bulan Maret ini kami mendapatkan kunjungan berturut-turut. Mulai dari pilot project Polda Jabar, kemudian kunjungan 50 orang calon Komandan Kodim se-Indonesia, lalu kunjungan sebanyak 60 orang BPD se-Belitung Timur, Kepulauan Belitung. Ditambah lagi 336 orang BPD se- Kabupaten Badung Bali, dan terakhir selama 2 hari ini Kamis dan Senin kunjungan Camat, Kepala Desa, Sekretaris Desa se- Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 186 untuk hari Kamis, dan 175 untuk hari Jumat,” beber A Heri biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Minggu (19/03/23).

Menurutnya, program desa digital, ketahan pangan dan perikanan darat menjadi primadona dari setiap adanya kunjungnan dari luar daerah, dimana tak jarang dari mereka menanyakan secara detail akan program-program tersebut.

“Dan saya berharap, apa yang mereka lihat di Desa Gunung Putri ini cocok untuk diaplikasikan di daerah mereka masing-masing,” ungkapnya.

Maka dari itu, sambung A Heri, Kedepannya Pemerintah Desa Gunung Putri akan terus melakukan perbaikan dan pembenahan. Untuk saat ini yaitu pembenahan fasilitas seperti ruangan aula, toilet, ruang BPD, ruang PKK, lahan parkir dan Mushola agar kedepannya lebih nyaman untuk tamu yang berkunjung ke wilayah Desa Gunung Putri.

“Berkat banyak kunjungan ini menjadil evaluasi kami, saya langsung merapat ke BPD. Mungkin setelah Idul Fitri kita akan bicarakan untuk membuat satu perubahan konsep pembangunan Desa Gunung Putri. Karena menurut kabar kita sudah menjadi target kunjungan nasional,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk perubahan akan dilakukan secara bertahap. Jika berbicara anggaran memang tidak ada anggaran, namun akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan fasilitas di Desa Gunung Putri dengan potensi di wilayah yang dimiliki.

“Kami akan berupaya semampu kami, namun besar harapan kami pula ada support khusus dari Pemkab Bogor untuk menunjang fasilitas yang ada di Desa Gunung Putri. Karena biar bagaimana pun keberhasilan yang diraih oleh Pemdes Gunung Putri turut membawa nama besar Pemab Bogor,” cetusnya.

Dirinya mengingatkan untuk staf dan aparatur Desa Gunung Putri agar tidak jumawa atau menyombongkan diri akan apa yang sudah diraih oleh Pemdes. Karena diatas langit masih ada lagit, Dia pun membuka pintu dengan lebar-lebar jika ada desa tetangga yang ingin melakukan studi tiru di Desa Gunung Putri.

“Intinya berbagi dan bertukar ilmu dan pengetahuan, karena saya sendiri pun masih suka datang ke desa lain untuk mengambil potensi yang barangkali bisa diaplikasikan di Desa Gunung Putri,” pungkasnya mengakhiri.

** Nay 

Waspada Penipu Catut Nama Camat Leuwiliang

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Kasus pencatutan nama aparat kecamatan di wilayah Bogor barat, Kabupaten Bogor kembali terjadi.

Kali ini nomor akun WhatsApp palsu menggunakan poto profil pejabat  itu mengatasnamakan Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana menyasar masyarakat dengan iming-iming dana donasi.

Pihak Kecamatan Leuwiliang pun menghimbau masyarakat agar untuk hati-hati dan waspada, sebab nomor WhatsApp asing tersebut bukan milik Camat Leuwiliang dan hal itu merupakan penipuan.

Dalam kejadian ini masyarakat langsung melaporkan terhadap pihak kecamatan Leuwiliang, sehingga dapat terantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Sementara belum, karena calon korban klarifikasi kepada staf kecamatan sehingga langsung diantisipasi,” kata Camat Leuwiliang Daswara Sulanjana saat dihubungi Jurnal Bogor, Minggu (19/03/2023).

Pihak kecamatan langsung menyebarkan informasi itu agar masyarakat mengetahui sehingga tidak menjadi korban.

“Mudah-mudahan masyarakat jadi waspada,” tambahnya.

Penipuan mengatasnamakan pihak kecamatan itu bukan pertama kali terjadi. Bahkan sebelumnya nama  Camat Nanggung Ae Saefullah sempat dicatut oleh penipu berkedok online itu. Andres

DPKPP Gelar Musyawarah untuk Tindak Lanjut Banjir Perumahan 

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Menindaklanjuti perihal penangan banjir di area perumahan yang ada di Kecamatan Cileungsi dan Gunung Putri, Kabid Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Dede Armansyah.ST memanggil semua pihak untuk mencarikan solusi persoalan banjir menahun ini.

“Pertemuan kami lakukan 2 sesi, jam 10.00 wib untuk pembahasan banjir perumahan Desa Situsari, Cileungsi. Dan jam 14.00 wib untuk pembahasan permasalahan di perumahan Cikeas, Cicadas, dan Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, ” papar Dede Armansyah kepada Jurnal Bogor, Jumat (17/03/23).

Menurutnya, untuk persoalan penangan banjir langganan pada 6 perumahan di Desa Situsari, Cileungsi. DPKPP merekomendasikan 10 rencana untuk penangan banjir dan itu sudah disetujui oleh para developer, yang disaksikan oleh perwakilan masing-masing perumahan, Kepala Desa Situsari, Camat Cileungsi dan anggota Dewan Komisi 3 Achmad Fathoni yang turut hadir dengan menandatangani berita acara.

“Sementara untuk penanganan banjir di 3 perumahan yang ada di Kecamatan Gunung Putri, kami menawarkan 7 cara untuk direkomendasikan dalam penanganan banjir tersebut. Yang nantinya akan direalisasikan secara bersama-sama,” cetusnya.

Yang pasti, sambung Dede, DPKPP akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan  terbaik kepada masyarakat dan akan terus mendorong perbaikan sistem di Kabupaten Bogor, sehingga kejadian banjir di area perumahan tidak terjadi lagi untuk kedepannya. 

Sementara anggota DPRD Komisi 3 Achmad Fathoni yang terus mengawal perkembangan penanganan banjir di area perumahan mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari peninjauan langsung yang kita laksanakan pada 24 Januari untuk yang 3 perumahan di Cikeas, Cicadas dan Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri serta pada 13 Februari untuk yang di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi.

“Dalam pertemuan tersebut saya sampaikan apresiasi dan terima kasih untuk DPKPP khususnya Kabid Perumahan Pak Dede dan jajaran yang sudah berkenan merespon aspirasi warga yang saya kawal dengan meninjau langsung dan mengadakan pertemuan ini, ” ujar Fathoni sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Juga kepada Camat Gunung Putri dan Camat Cileungsi dan Kades yang juga ikut serta mengawal kegiatan ini sampai terealisasi, serta ikut terjun langsung dan menyempatkan diri hadir di pertemuan tersebut. Begitupun, sambung Fathoni, kepada perwakilan atau pengurus warga yang mau peduli dengan kondisi lingkungannya dan kemudian memperjuangkannya bersama.

“Dan kepada pengembang yang mau ikut mengambil tanggung jawab walaupun mungkin sebagian sudah tidak lagi melakukan aktivitas pembangunan serta penjualan unit. Saya berharap pengembang melakukan ini tidak hanya karena tanggung jawab bisnis dan aturan, tapi juga karen untuk kemanusiaan dan lebih tinggi lagi karena bagian dari mengharap ridho Allah SWT,” papar Aleg dapil 2 tersebut.

Begitu juga semua pihak, pesan politisi PKS tersebut berharap bukan hanya karena kewajiban tugas dan pekerjaan, tapi karena berharap ridho Allah SWT. Dirinya bahagia dengan proses pengawalan aspirasi seperti ini, dimana semua elemen hadir dan ikut bersama mencarikan solusi.

“Ini akan menjadi role model atau contoh untuk berbagai aspirasi yg sama. Setelah ini sudah banyak daftar perumahan atau wilayah yang kondisinya sama. Jadi Pak Dede dan jajaran serta Pak Camat mohon perkenannya untuk terus membantu melayani rakyat. Saya insya Allah selalu siap untuk menjadi pelayan rakyat. Mengawal, memperjuangkan dan terus mengadvokasi berbagai permasalahan dan aspirasi warga,” tuturnya.


Sebagai penutup, Fathoni mengingatkan agar banyak berbuat baik karena tidaklah perbuatan baik itu kecuali dibalas dengan kebaikan pula sebagaiman QS Ar Rahman ayat 60, tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan.

** Nay Nur’ain 

Puluhan Emak-emak Penuhi Alfamart Dayeuh Tonton Selebrity Chef

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Puluhan Ibu-ibu memadati toko Alfamart Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor mengikuti acara ‘Dapur Alfamart Goes To Store’, Sabtu (18/03/23).

Kondisi Matahari yang lambat laun mulai menyengat tidak mengurangi antusiasme peserta yang mengikuti acara tersebut. Toko Alfamart Dayeuh menjadi penuh sesak dipadati oleh segerombolan emak-emak, untuk menyaksikan langsung selebriti Okie Agustina dan Chef Norman yang merupakan special guest akan melakukan demo memasak. Dengan atraktif mereka berdua membuat beberapa hidangan dan tips saat memasak didepan masyarakat.

“Alfamart  sangat akrab dengan kaum emak-emak, karena menjadi salah satu tempat favorit untuk membeli beraneka macam kebutuhan sehari-hari. Nah, dengan demo memasak ini kami ingin memberi nilai lebih ke mereka,” ucap Branch Manager Alfamart Cileungsi, Mulyanto kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, Chef Norman dan Okie juga memberikan tips dan trik memasak sehat, lezat dan penuh gizi yang bisa peserta aplikasikan dengan praktis di dapur rumah. Mereka menggunakan produk Fissler dan Morii home, dua produk peralatan rumah tangga berkualitas tinggi yang ditawarkan dengan harga khusus di Alfamart.

“Sebanyak 50 konsumen terpilih menjadi peserta langsung untuk ikut memasak bersama. Mereka adalah konsumen beruntung dan terpilih yang telah berbelanja produk Royco dan Bango senilai 20 ribu rupiah pada periode 16 Februari hingga 10 Maret lalu. Dan telah mendaftar di Toko Alfamart Dayeuh, lokasi kegiatan ‘Dapur Alfamart Goes To Store’ itu,” paparnya.

Sementara salah satu peserta memasak Eka Dwi Astuti mengungkapkan dirinya jarang mengikuti acara seperti ini, karena biasanya jarak dari lokasi acara jauh dari kediamannya. 

“Sekarang ada acara di Alfamart dekat rumah, ya saya manfaatkan kesempatan untuk mengikuti acara ini. Banyak pengetahuan tips memasak yang bergizi yang saya dapat, sekaligus bisa ketemu artis juga secara langsung,” ungkapnya senang.

Ditempat yang sama, selebriti guest Okie Agustina mengucapkan rasa senang dan berterima kasih atas antusias peserta di toko Alfamart Dayeuh yang mengikuti acara Dapur Alfamart Goes to Store.

 “Begitu interaktif ketika memberikan tips dan trik saat demo memasak,” jelasnya.

** Nay Nur’ain

Kolaborasi Antara Komunitas Untuk Menjaga Kelestarian Sungai Cileungsi – Cikeas

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata bersama Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menggelar kegiatan bakti sosial pelestarian Sungai Cileungsi-Cikeas di Dermaga 6, Vila Nusa Indah 3, Desa Bojongkulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/3/2023).

Perhelatan ini merupakan bagian dari kalender kegiatan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan Panitia Paskah Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata tahun 2023.

Romo Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata, RD Bonifasius Heribertus menyampaikan kegiatan bakti sosial ini sebagai wujud kepedulian gereja dan umat manusia dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Dirinya menyambut baik kegiatan yang menjadi kegiatan rutin WKRI tersebut.

“Saya berharap kegiatan pelestarian sungai dan lingkungan hidup menjadi kepedulian seluruh umat manusia, sehingga tata kelola lingkungan hidup khususnya sungai semakin bertumbuh dan berkembang,” ungkapnya Romo Paroki kepada Jurnal Bogor.

Sementara, Ambar Retnowati Ketua TP PKK Desa Bojongkulur yang hadir mewakili Kepala Desa menilai kepedulian umat terhadap lingkungan hidup merupakan salah satu bagian yang diperintahkan Tuhan melalui para Nabi. Karenanya, lanjut Ambar,  semua pihak harus mendorong terwujudnya lingkungan yang asri, sehingga layak huni bagi segala mahluk ciptaan Tuhan YME.

“Sebagai desa tuan rumah, kami sangat mendukung kegiatan pelestarian sungai ini. Kami berharap kegiatan ini bisa dilanjutkan dengan program-program lainnya yang bermanfaat buat masyarakat”. harap Ambar.

Ditempat yang sama, Ketua KP2C Puarman memaparkan sekelumit peran dan tugas KP2C dalam pelaksanaan ”early warning system” Tinggi Muka Air (TMA) dihulu sungai dan upaya-upaya pelestarian sungai. termasuk tentang mitigasi bencana.

“Kegiatan ini meliputi penanaman pohon, bebersih Sungai Cikeas melalui perahu, tabur benih ikan, dan penyerahan bantuan untuk operasional KP2C dan pemberian bingkisan kepada 10 petugas pemantau TMA hulu sungai KP2C,” paparnya.

Dirinya mengapresiasi tingginya antusias anggota komunitas yang hadir dalam kegiatan tersebut patut diacungi jempol. Meski ditengah debit Sungai Cikeas yang sedang naik sejak Sabtu dini hari, tidak mengurangi semangat mensukseskan acara pelestarian lingkungan tersebut. 

“Alhamdulilah antusias komunitas sangat tinggi sekali, sehingga kami optimis jika dilaksanakan secara bersamaan, tidak ada lagi sungai yang tercemar oleh limbah industri. Namun harus tetap diiringi ketegasan pemangku kebijakan dalam menegakkan aturan, Insya Allah sungai kita bisa bebas dari pencemaran,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

‘Koper Merah’ Saksi Bisu Sex Menyimpang Berujung Mutilasi

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pelaku mutilasi yang bagian badan tubuh korban dibuang didalam koper berwarna merah pada Rabu, 14 Maret 20223 pekan kemarin diduga dilatarbelakangi hubungan sex menyimpang.

Penemuan potongan tubuh manusia dalam koper berwarna merah di Kampung Baru, Desa Sinabangsa, Kecamatan Tenjo yang sempat bikin geger masyarakat masih terus didalami Polres Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya telah menetapkan DA (35) sebagai pelaku pemutilasi R yang potongan tubuhnya dimasukan dalam koper warna merah dan dibuang di wilayah Tenjo.

“Untuk sementara pelaku mengaku membunuh R dengan senjata tajam karena dipaksa untuk hand job korban. Pembunuhan tersebut dilakukan di apartemen korban di wilayah Tangerang,” ujar AKBP Iman kepada Wartawan, Sabtu (18/3).

Ia menambahkan, DA memutilasi setelah menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam.

“Karena kebingungan membuang mayat korban, pelaku lantas memotong bagian kepala dan kedua kaki korban dengan mesin gerinda. Bagian badan dan tangan yang dimasukan dalam koper lalu dibuang di Tenjo,” katanya.

Lebih lanjut ia memaparkan, pihaknya menjerat DA dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pembunuhan berencana.

“Tersangka DA dikenakan Pasal 338 dan/atau 340 KUHP tentang pembunuhan dan/atau pembunuhan berencana. Dia terancam hukuman mati,” tandasnya.

** Noverando H

Dokter Ini Disebut-sebut Sosok yang Tepat Gantikan Bima Arya

0

Jakarta | Jurnalbogor
Sosok dokter Rayendra kembali menjadi perbincangan warga kota Bogor. Gambar wajahnya kini sudah ada di sejumlah titik strategis kota Bogor. Pesan yang disampaikannya pun sederhana namun mendalam, “Sehat warganya Glowing Kotanya”.

Rayendra yang lahir dari keluarga sederhana, 27 Maret 1978 kini dikenal sebagai dokter spesialis kulit di kota Bogor dan sekitarnya. Ia tumbuh besar dan menempuh pendidikan SD hingga SMA di Kota hujan, lalu diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung dan keterusan hingga meraih 4 ijazah dari kampus tersebut.

Rayendra tumbuh besar dengan didikan Ayahnya yang merupakan seorangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ia pun mengaku sangat ingat saat masa remajanya yang tak pernah sedikitpun bercita-cita menjadi seorang dokter. Kala itu, dirinya justru ingin menjadi juru masak (chef). 

“Sebetulnya, saat saya lulus SMA 3 Bogor maunya jadi chef. Tapi, Bapak saya yakin betul dengan keinginan agar anaknya jadi dokter,” kenang Reyandra.

Sang bapak meyakinkan Rayendra dengan pemikiran yang simple. “Bapak selalu bilang begini ‘kalau kamu jadi dokter paling tidak kamu enggak susah nyari kerja’,” ujar Rayendra.

“Entah kenapa insting Bapak dan Ibu sangat yakin bahwa saya akan diterima di FK Unpad dan menjadi dokter. Padahal saat itu saya tidak terpikir sedikit pun,” imbuhnya.

Status sebagai dokter umum-pun akhirnya berhasil diraih. Bapak dan Ibunya sangat bangga. Jalur dokter spesialis pun ditempuh. Program Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin UNPAD menjadi pilihannya. Kini, Rayendra memiliki tiga klinik kecantikan yang dibangun secara mandiri.

Tentunya tidak ada sukses yang instan. Setelah kembali ke Bogor, ayah empat anak ini buka praktik kecil-kecilan di sebuah apotek dan rumah sakit. Hampir 11 tahun. Banyak pelajaran dari hal yang dijalaninya hingga lebih dari satu dekade itu. Pengalaman inilah yang membuat suami dari Siti Rahmah Fitria itu membuat klinik kecantikan bernama “Rayendra Dermatology & Aesthetic Center” pada 2013. Hingga terus berkembang dan kini memiliki tiga cabang. Dua di Kota Bogor dan satu cabang di Kota Tangerang Selatan.

“Alhamdulillah. Saya itu orangnya suka tantangan dan selalu terus berupaya mengembangkan potensi diri,” tuturnya.

Tak hanya itu, Rayendra juga kini dikenal sebagai salah satu figur atau sosok yang berpotensi menggantikan Wali Kota Bogor Bima Arya. Kini nama Rayendra dikenal sebagai salah satu sosok yang dinilai berpotensi menggantikan Wali Kota Bima Arya pada 2024 nanti. Ia pun menyatakan diri serius terjun ke belantika politik.

Karena Bima sudah dua periode memimpin kota Bogor. Nama Rayendra sendiri sebetulnya sudah tidak asing lagi di lingkungan pendidikan dan kesehatan, khususnya di Kota Bogor. Pasalnya, ia kerap menjadi pembicara seminar di berbagai tempat dan rajin memberikan edukasi kepada masyarakat umum.

Dalam salah satu seminarnya, Rayendra memberikan edukasi kepada para pelajar tentang kepemimpinan dan pengembangan diri lewat media sosial. Ia juga merupakan founder Rayendra Dermatology dan Aesthetic Center.

Rayendra yang kini sudah berusia 45 tahun tersebut merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta atau UIN Jakarta. Lulusan SMAN 3 Bogor ini juga dikenal hobi sekolah. Meskipun titelnya sudah berderet-deret, dia masih terus menimba ilmu di perguruan tinggi. Saat ini, Rayendra mengambil program magister (S2) hukum di Universitas Pakuan (Unpak) Bogor.

Padahal, sebelumnya dia sudah meraih gelar magister kesehatan di Universitas Padjadjaran pada 2009. Tak hanya itu, dia juga telah menyelesaikan program doktoral di IPB University pada 2017.

Handy Mehonk | *

Majelis Hakim PN Bogor Dinilai Offside, Diseret ke Komisi Yudisial RI

0

Bogor | Jurnal Bogor

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. di Pengadilan Negeri Bogor berakhir di Komisi Yudisial RI. Dalam keterangan pers Kantor Firma Hukum Edy Suhendar & Paralegal Lembaga Hukum Indonesia, Jumat (17/3/2023), LHI menyebutkan, perkara ini berawal dari adanya utang-piutang atau fasilitas pinjaman dana antara Debitur Kusmana dengan PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. selaku kreditur. 

Saat kondisi usaha Kusmana sedang naik daun, dan memiliki rekening tabungan yang bagus secara cashflow di PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Berulang kali sales atau marketing BRI menawarkan pinjaman dana untuk mengembangkan usaha toko material dan alat bangunan yang dijalankan. Kepiawaian sang sales pun untuk meyakinkan bahwa pinjaman BRI sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha dengan jaminan atau anggunan sertifikat toko material yang dimiliki oleh Kusmana. Hingga akhirnya, Kusmana tertarik dengan penjelasan Diki sebagai marketing BRI Cabang Pajajaran Bogor.

Fasilitas pinjaman yang diberikan yaitu program rekening koran (PRK) sebesar Rp. 800.000.000 pada tahun 2018. Dan debitur pun hanya mengeluarkan sejumlah uang diawal sebesar Rp. 10.000.000 untuk biaya provisi, administrasi dan asuransi.

Pinjaman Rekening Koran (PRK) Debitur Kusmana ke PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Cabang Bogor berjalan baik, bahkan sampai diperpanjang sebanyak 2 kali, tahun 2019 dan 2020 dengan angsuran sebesar Rp 9.400.000. Namun, siapa sangka akan terjadi musibah massal pendemi covid 19 di pertengahan tahun 2020 dan berlalu lama.

Musibah pendemi tersebut meluluh-lantahkan perekonomian dan kegiatan sosial di masyarakat, yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut Kusmana, “saat itu orang jangankan untuk membangun rumah, bahkan untuk mencari makan pun sangat sulit. Karena apa-apa dibatasi oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.”

Keadaan tersebut sangat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat termasuk terhadap bahan bangunan. Ketidaksiapan bahkan kepanikan pun semakin nyata, ketika pendemi covid 19 tersebut berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Usaha yang selama ini dikembangkan oleh Kusmana pun, yaitu penjualan material atau toko bangunan semakin lama malah semakin nyusut tergerus oleh gaji karyawan dan operasional lainnya.

Muaranya, di tahun 2021 Kusmana sudah tidak sanggup membayar angsuran pinjaman ke PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Sales atau pihak karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Yang tadinya datang secara baik-baik pun berubah menjadi sangar dan tanpa rasa belas kasian. Mereka menyarankan ke Kusmana untuk menjual aset atau toko tersebut supaya utangnya ke BRI sanggup dibayarkan.

Proses penjualan pun dengan arahan karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. coba dijalankan. Akan tetapi, lagi-lagi dimasa pendemi siapa orang yang mau beli aset sesuai harga pasar, yang ada semuanya beramai-rami jual aset kata Kusmana.

Namun Kusmana seperti tersambar petir di siang bolong. Pada tahun 2022. Bukannya pembeli yang diharapkan yang datang, malah datang orang mengaku-ngaku sebagai pemenang lelang aset tersebut, yang bernama Herman. Ketika coba dikonfirmsi oleh Kusmana ke pihak bank BRI, dari pihak BRI menjawab, “sekarang bukan urusan kami lagi, silahkan langsung berurusan dengan Pak Herman saja.” Begitu jawaban diujung telepon dari pihak kredit Bank BRI.

Ditengah kebingungan atas perlakuan dari pihak BRI Cabang Bogor, Kusmana disarankan oleh kawannya untuk meminta bantuan mencari perlindungan atau keadilan ke Kantor Firma Hukum Edy Suhendar & Paralegal Lembaga Hukum Indonesia yang berkantor di Depok, Jawa Barat.

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. pun dilayangkan melalui kompetensi relatif Pengadilan Negeri Bogor pada medio Januari 2023 dengan Register Perkara Nomor : 15/Pdt.G/2023/PN Bgr.

Pada sidang pertama, Selasa, 31 Januari 2023, penggugat hadir dan tergugat tidak hadir, dengan agenda verifikasi legal standing. Selanjutnya, sidang kedua pada sidang kedua pada Kamis, 09 Februari 2023 penggugat hadir dan tergugat tidak hadir dan Penasehat Hukum Penggugat menyampaikan kepada Majelis Hakim, sesuai aturan 125HIR apabila Tergugat tidak hadir pada sidang selanjutnya atau sidang ketiga maka Majelis Hakim untuk mengambil keputusan Verstek, dan Majelis Hakim pun mengamini dan pasti akan mengambil putusan Verstek.

Pada sidang ketiga Kamis, 16 Februari 2023, Penasehat Hukum Penggugat hadir, dan Tergugat diwakili utusannya yaitu karyawan hadir dengan surat tugas dari Kepala Cabang BRI Bogor Pajajaran. Penasehat Hukum Penggugat keberatan dengan kehadiran utusan karyawan dari PT. BRI karena tidak memiliki legal standing yang sesuai aturan, harus memiliki surat kuasa langsung dari Direktur dan membawa atau dilengkapi akta pendirian dan perubahan perusahaan.

Keberatan Penasehat Hukum tergugat disetujui dan dicatat oleh Majelis Hakim, bahkan Majelis Hakim menanyakan kepada kedua orang karyawan BRI tersebut apakah masih mau duduk di tempat tergugat atau di kursi pengunjung.  Akan tetapi, Majelis Hakim masih memaksakan kepada Penasehat Hukum Penggugat untuk melakukan mediasi yang dpimpin oleh Hakim Mediator, Deva Indah, SH.

Disaat sidang mediasi, prinsipal Kusmana selaku Debitur Hadir di dampingi kuasanya, dan Prinsipal Tergugat yaitu Direktur BRI tidak hadir dan utusannya yang tidak memiliki legal standing duduk mewakili pihak BRI. Mediasi berakhir gagal karena tidak dihadiri prinsipal tergugat. Disaat yang bersamaan, Penasehat Hukum Penggugat Kusmana melayangkan Surat Keberatan dan Permohonan Verstek kepada Majelis Hakim perkara a-quo.

Selanjutnya pada sidang kelima Kamis,  2 Maret 2023 berakhir ricuh. setelah diketuk palu sidang dinyatakan dibuka oleh Ketua Majelis Hakim, UKP. SH.,MH., sebelum masuk ke pokok perkara, Penasehat Hukum Penggugat melalui Advokat Edy Tjahjono, SH. mempertanyakan; permohonan Verstek dari Penggugat. Akan tetapi Majelis Hakim menyampaikan bahwa sidang akan dimulai masuk ke pokok perkara.

Penasehat Hukum Penggugat tetap menolak untuk melanjutkan sidang ke pokok perkara dikarenakan sidang seharusnya sudah diputus verstek disaat sidang ketiga, dikarenakan tergugat sudah tidak hadir sebanyak 3 kali persidangan. Oleh karena itu, sesuai 125 HIR maka sidang harus diputus verstek. Hakim Anggota HE., SH.,MH. menyatakan bahwa sesuai dengan buku Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Syarifudin, SH.,MH. maka siapa saja karyawan atau utusan  boleh mewakili perusahaan baik diluar dan didalam persidangan.

Perselisihan pun semakin runcing karena perbedaan pendapat tersebut. Penasehat Hukum Penggugat menyatakan berdasarkan 125 HIR Jo. Pasal 1 angka 5, 92, 97 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Jo. Perma No. 1 Tahun 2016 Pasal 6 angka 1 disaat mediasi.

Suhendar melaporkan aduan ke KY

Sedangkan Majelis Hakim tetap berdasarkan buku Ketua MA yang berjudul Small Claim Court hal. 101. Akhirnya karena perselisihan pendapat tersebut tidak menemukan titik temu, Ketua Majelis Hakim mengetuk palu berkali-kali dan akan mengeluarkan Penasehat Hukum penggugat apabila tidak mau menerima pendapat Majelis Hakim.

Akhirnya, Penasehat Hukum Penggugat pun keluar dari persidangan dikarenakan Majelis Hakim memaksakan / tidak bersifat netral atas kehadiran utusan karyawan Bank BRI yang tidak memiliki legal standing/ ilegal tersebut pun untuk hadir dan duduk dikursi Tergugat.

Untuk mencari kepastian hukum, Tim Penasehat Hukum Penggugat melayangkan laporan atau aduan atas Pelanggaran Etika Hakim ke Komisi Yudisial RI sesuai dengan kewenangan KY; Pasal 20 Angka 1 Huruf e, KY dapat mengambil langkah hukum dengan 2 alat bukti cukup, Majelis Hakim PN Bogor dapat diproses hukum, karena telah melanggar 421 KUHPidana Jo. UURI No. 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman. Hal itu, demi tegaknya hukum tanpa pandang bulu sesuai azas Equality Before The Law.

**ass