31.2 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 641

Mari Kita Bersabar Menyadarkan Masyarakat untuk Melestarikan Lingkungan

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Membaca informasi dari abang Syaf,  beliau “gagal” meyakin warga masyarakatnya menjaga lingkungan hidup, ekosistem perairan sungai, DAS anak sungai Kuantan, yaitu sungai Lingkaran sangat disayangkan.

Sungai Lingkaran yang ada di desa Kampung Baru Kec. Cerenti,  kini setelah pemekaran desa menjadi Desa Kampung Baru Timur. 

Berbicara mengenai kondisi perairan anak sungai Lingkaran,  pikiran saya melayang ke tempo doeloe,  semasa kecil dan kanak-kanak,  begitu indah dan riang-gembiranya kita hidup guyup.  Dimana ekosistem alam, seperti DAS Kuantan,  anak sungai Lingkaran,  pulau pasir di Desa Pulau Jambu dan pulang Tongah Desa Koto,  serta pantai berpasir yang ada di ekor (ikuak,  bahasa Continya)  Desa Sikakak dan lokasi bergembala sapi di Sianyir,  mengingatkan saya hidup di kampung yang indah,  riang-gembira dan jiwa merdeka. 

Di masa itu kehidupan manusia dengan alam, begitu harmoni dan saling menjaga agar ekosistem alam jangan dirusak,  pola pikir dan budaya masyarakat lokal di masa itu (thn 1970an) masih bersinergi yang saling membutuhkan, yang disebut Ecocentrisme dalam filsafat lingkungan.

Saya bersama teman-teman remaja kampung tahun 1970-an,  yang diasuh mentorku Abang Syafrizal,  masih teringat mandi bersama,  bermain “perangan” dengan senjata daun pisang,  kita bermain,  bercengkrama di sekitar hutan,  semak-belukar,  ditumbuhi pepohon karet di daerah anak sungai Lingkaran. 

Saya merasakan dampak positif bermain di alam bebas,  yang asri dan airnya bersih,  sehingga saya paham dan bisa bergaul dengan baik dengan teman-temanku bertetangga semasa kecil, diantaranya bang Syafainur,  alm Syafriwandi,  Asriadi, Tari,   Edi,  Arlis, Helmi Taher, alm. Aprianis,  alm. Hanupri,  Yusmar,  bang Abbas Janu,  alm Ikat,  dan banyak lagi kawan bermain yang lain.

Sayang ya kini semua ekosistem perairan DAS Lingkaran tidak seperti dulu lagi,  airnya jernih kini keruh dengan dikotori sampah akibat populasi penduduk lokal yang bertambah banyak dengan pola perilaku dan budaya “merusak”.

Mereka gemar menebang pohon tanpa mau menanam, membuang sampah sembarangan,  suka membakar hutan untuk usaha perkebunan tanpa peduli kelestarian flora dan fauna,  binatang liar seperti harimau,  gajah,  beruang,  siamang (ungko)  dll kini kehilangan habitat tempat hidupnya. 

Yang lebih celaka lagi,  membuat lingkungan hidup merana adalah adanya perizinan pengeloaan hutan dengan HPH yg diberikan kepada segelintir penguasa besar (oligarky), para cukong yang berdomisili di ibu kota. Negara Jakarta. Dengan izin HPH ekosistem hutan tropika semakin hancur,  ditebangi pepohonannya untuk diambil kayunya (logging), diangkut kayu-kayunya melalui DAS Kuantan sampai ke sungai Indragiri Hilir,  untuk selanjutnya diekspor kayunya ke beberapa negara seperti Singapura,  Hongkong dan Jepang.

Mereka para cukong,  para konglomerat-oligarky semakin kaya raya,  berkehidupan mewah,  sebaliknya rakyat tempatan sebagai pewaris lahan adat (land tenure rights) menderita,  jatuh miskin karena kehilangan. SDAL, tragedy of the common tidak terelakan.

Dampak penebangan. Hutan yang berlebihan (forest overexlotation)  dari SDAL tersebut adalah rusaknya ekosistem lahan atas (upland) berupa Hutan Tropika yang diesploitasi besar-besaran (over exploitation) oleh para konglomerat Aseng dan Asing, makanya kini kita sama-sama lihat di lapangan dimana anak sungai Lingkaran yang dulu jernih airnya kini kotor,  tidak lagi bisa dijadikan tempat bermain dan bercengkrama sebagaimana situasi kita semasa kecil dan remaja tempo doeloe.

Sebagaimana yang abang Syaf informasikan, ceritakan di WAG Sompec ini, sungguh memprihatinkan kita semua. Semuanya ekosistem alam sudah hancur dan rusak, hutan gundul,  sungai mendangkal dan melebar akibat derasnya air dari kawasan atas (upland,  perbukitan)  tingginya sedimentasi tanah bekas hutan,  air pun menjadi keruh dan berbuih. Kemudian tebing-tebing pantaran sungai banyak yang longsor, dibiarkan, ditambah lagi tekanan penambangan emas liar secara illegal (Peti)  yang semakin marak mencemari air sungai dengan limbah bahan beracun,  berbahaya (B3). Limbah B3 membawa berbagau macam penyakit dan bahkan bisa mematikan pengguna air utk diminum dan mandi. Hal ini semakin melengkapi sejumlah faktor penghancur ekosistem alam,  dimana SDAL kita sebagai sumber utama kehidupan bersama, sebagai sistem pendukung kehidupan (life supporting system) semakin terus berkurang dan hilang (punah) fungsi ekologisnya dan penyedia maksnan dan energi yang dibutuhkan manusia. 

Dengan tata-kelola yang salah (bad governance)  SDAL itu,  akibatnya kehancuran,  punah. semuanya kini tinggal kenangan,  yang mewariskan penderitaan dan kehidupan yang sulit, kesengsaraan bagi generasi selanjutnya (future generation) anak,  cucu dan cicit kita serta para Dunsanak di nagori Kuansing. Jika kita terus tak peduli dengan kelestarian. SDAL yang dianugerahi Allah SWT di nagori kita.

Mengapa kasus rusak ekosistem alam bisa terjadi dan dibiarkan sampai hancur dan punah ?

Jawabannya akibat berkelindannya penyakit sosial 3 K yakni kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan yang dialami masyarakat,  terutama para pemuka dan pemimpin pemerintahannya (para pejabat negara).

Para pemimpinnya kebanyakan berwatak serakah, rakus, egoistis, munafiq dan hobbynya hidup bermegahan dan mewah (hedonist) diluar kapasitas penghasilan (gaji) yang resmi dan halal-toyiban, alias korup.

Sedangkan tokoh dan para pemuka masyarakatnya, terutama kalangan masyarakat menengah (middle class social)  tidak mau belajar,  dan kurang menghargai ide-ide kreatif-inovatif, serta tak mau memahami pemikiran dan pendapat kaum cerdik pandai (intelektual) dari orang lain. Boro-boro penghargaan (apresiasi)  yang saya dapat, bila menulis dan beropini tentang nasib kampung kita, justru sebaliknya yang dirasakan. 

Kita memang dituntut terus bersabar,  terus saja berbuat,  berani beropini dengan niat ikhlas karena Allah semata,  mana tahu suatu ketika ada perubahan dan pertaubatan nasuha. Insya Allah.

Sebagai contoh kasus,  saya sendiri ada beberapa pengalaman pahit,  jika menulis tentang tema kritik sosial untuk memajukan kehidupan kampung halaman.  Ada sekelintir orang “menyerang”, bahkan berani menelpon dan mencemeehkan serta mempersoalkan konten tulisan saya.

Menurut saya yang dipermasalahkan itu menyangkut hal-hal yang tak penting dan tak relevan dengan substansi konsepsi dan ide-ide yang saya tawarkan. Ya saya berlapang dada,  dan harus bersikap sabar dengan menulis lagi untuk klarifikasi.

Untuk jelasnya,  mohon dibaca dan disimaklah artikel saya AA yang berjudul “klarifikasi mengapa Saya menulis”. Untuk kesekian kalinya saya “membela diri” guna mereduksi penyakit gagal paham (misunderstanding).

Maka saya AA tidak akan menyerah dan kalah untuk menyadarkan para Dunsanakku rakyat,  masyarakat dan bangsa, agar ekosistem alam dan kekayaan SDAL yang ada dikelola dengan baik dan jangan lupa melestarikannya,  janganlah dirusak dan dikotori. 

Para pemimpin dan pemuka masyarakat wajib memberikan contoh berperilaku ysng baik,  seraya mengarahkan dan mendidik warga masyarakat lokal agar sadar dan peduli lingkungan hidup (ekologi) yang sehat dan lestari,  sebagaimana kehidupan negara maju dan modern seperti Jepang, Korsel. Singapura,  dll yang pernah saya lihat dan kunjungi (baca artikel saya di medsos Lead co.id yang berjudul. “Belajar Tertib dan Bersih dari Masyarakat Jepang).

Walaupun tanpa ada. Apresiasi, bahkan terkadang dicibir, dicemeehkan,  semuanya tak menjadi soal bagi saya,  Allah SWT “mboten sarek”.

Sebab niat saya hanya karena Allah SWT, meraih pahala semata,  walaupun dipuji dan atau “dimaki” sebagai konsekwensi mengamalkan ilmu saya miliki-kuasai,  serta bermotivasi luhur guna berkontribusi mendorong perubahan sosial dan budaya (sicial and culture change)  ke arah lebih baik, berkemajuan dan berperadaban serta masyarakat terbebas dari penyakit sosial 3 K tersebut diatas.

Selamat berjuang senior dan mentorku abang H. Syafrizal Syafii,  dan kawan-kswan cerdik pandai, kaum sekolahan terpelajar Caghonti yang kian bertambah banyak untuk menyadarkan warga masyarakat bahkan pejabat untuk mau dan mampu melestarikan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup yakni air, sungai, hutan, tanah,  dan udara agar bersih, rapi dan lestari demi menyelamatkan kebutuhan anak cucu kita di kemudian hari di nagori Rantau Kuansing.

Ini melengkapi konten tulisan ini,  mohon izin saya share kembali artikel saya AA yang terakhir terbit di media sosial.  Demikian narasinya,  semoga bermanfaat,  mohon maaf apabila ad hal-hal yang kurang berkenan di hati. Syukron barakallah.

Selamat idul Fitri 1444 H,  mohon maaf lahir dan bathin. Maaf terlambat,  sebab baru pulang berlebaran dan berlibur wisata sekeluarga di negara Sakura Jepang, sekalian jenguk si sulung Annisa Hasanah (34 th)  sedang berjuang menyelesaikan studi Doktornya di Kyoto University.  Mahon doanya untuk kesuksesan anak kita, insya Allah kebanggaan dan rasa syukur kita. ###

Penulis:
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi
(Dosen, Konsultan,  Pegiat dan Pengamat Sosial, orang asal Cerenti,  bermukim di Bogor City)

Sungai Cikaniki Terlihat Keruh, Ini Kata Kapolsek

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Aliran sungai Cikaniki yang terlihat keruh langsung dicek Kapolsek Nanggung AKP Joni Handoko. Pengecekan dilakukan di sepanjang aliran air Cisarua yang tembus ke sungai Cikaniki.

“Air Cikaniki keruh bukan disebabkan karena dari limbah para PETI (Penambang Emas Tanpa Ijin),” ujar Kapolsek Nanggung Joni Handoko, Senin (29).

Pihaknya telah melakukan pengecekan yang dilakukan Kanit Intel Iptu Usep Mursid bersama anggota Reskrim Polsek Nanggung menyisir aliran, mulai dari jembatan Nanggung, Desa Nanggung, jembatan Leuwibuluh Desa Bantarkaret.

Adapun hasil pengecekan di area jembatan Nanggung yang berbatasan dengan Desa Pangkaljaya didapat air sungai Cikaniki keruh berwarna coklat. Pengecekan di jembatan kecil Kp. Pondok Peucang Desa Nanggung berbatasan dengan Desa Pangkaljaya juga didapat air sungai Cikaniki keruh berwarna coklat.

Kemudian pengecekan dilakukan di Kampung Baju Rambeng Desa Curugbitung  berbatasan antara Desa Bantarkaret didapat air sungai Cikaniki agak keruh berwarna hijau kecoklatan. Tak sampai disitu, pihak kepolisian dari Mapolsek Nanggung lanjut pengecekan di jembatan Kampung Muara, air sungai Cisarua Desa Cisarua yang tembus ke sungai Cikaniki agak keruh berwarna bening kehijauan.

Pengecekan di jembatan  Leuwibuluh berbatasan dengan Desa Cisarua didapat air sungai Cikaniki agak keruh berwarna bening kehijauan. Kemudian, aliran sungai dari arah Kampung Ciguha dan PT Antam terlihat jernih dan bersih. Dari kesimpulan semua hasil pengecekan diatas didapat hasil air sungai Cikaniki keruh berwarna coklat pekat dari jembatan kecil Kampung Pondok Peucang sampai jembatan Nanggung, sementara dari jembatan Leuwibuluh sampai Kampung Baju Rambeng, air sungai Cikaniki agak keruh berwana bening kehijauan.

Adapun air sungai Cikaniki keruh akibat di sepanjang sungai Cikaniki banyak warga yang bertani dan sedang menggarap sawah guna persiapan musim tanam jenis padi.

“Para petani yang sedang menggarap sawahnya dimana airnya  mengalir ke sungai Cikaniki,” jelas Kapolsek.

** Arip Ekon

Pekerja di SPBE Cikampak Tewas Tenggelam di Ground Tank

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Seorang pekerja di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di Jalan Cikampak RT 06 RW 05 Desa Bojongrangkas, Ciampea, Kabupaten Bogor tewas tenggelam di ground tank (kolam pembuangan dan penampungan air).

Peristiwa naas itu terjadi, Sabtu (27/5/2023) sekitar pukul 22:30 Wib. Komandan Regu 3 Tim Rescue Damkar Kabupaten Bogor, Syabbuddin mengatakan, korban saat itu bersama rekan kerjanya melihat seperti ada gangguan karena selang terus bergoyang karena tekanan gas yang tak biasa.

Pihak safety SPBE sudah menginfokan jika itu hal normal dan bukan gangguan. Namun korban berinisiatif memperbaikinya.

“Korban berinisiatif mengikat selang untuk buangan gas. Karena posisi kolam sudah terisi gas sebelumnya, yang bersangkutan tidak kuat menghirup gas dan mengalami kesulitan bernafas. Korban pingsan dan terjatuh ke kolam,” katanya.

Petugas yang mendapat laporan langsung mengevakuasi korban dengan alat lengkap. Akhirnya korban bisa dievakuasi.

“Terevakuasi kondusif, namun korban dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya.

** Andres

Gubernur Jabar Tinjau Lokasi Jalan Tambang

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (29/05/2023). Orang nomor wahid di Jabar tersebut meninjau lokasi rencana pembangunan jalan tambang yang menghubungkan tiga kecamatan yakni Rumpin, Parungpanjang dan Cigudeg.

“Perjalanan ini panjang, karena ini inovasi baru, biasanya jalan itu untuk umum. Kalo ini khusus truk tambang yang berbayar, maka Inovasi dimulai dari regulasi dulu, tidak sesederhana kata-kata,” kata Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil.

Dijelaskannya, jalan tol khusus tambang sudah dimulai. Dari 11,5 kilometer lahannya sudah dibebaskan dan mayoritas jalannya sudah terbentuk namun masih berupa tanah.

Bahkan kata dia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus mengeluarkan peraturan menteri khusus untuk jalur tersebut, surat ijin dari Kabupaten Bogor yang didelegasikan.

Diakuinya ada keterlambatan dalam penyelesaian pembangunan kata RK, adanya kendala perijinan dari pusat, sebab kalau semua ijinnya hanya dari provinsi dari tahun kemarin kata Gubernur sudah selesai.

Dia menjelaskan, seperti halnya jalan tol mayoritas tidak memakai anggaran negara pihaknya berperan memudahkan untuk urusan tersebut secara investasi, maka perannya adalah cukup dibiayai swasta yang berinisiatif.

“Diharapkan satu tahun dari sekarang menurut perkiraan PT JB ini, insya Allah akan beroperasi melewati dua belas jembatan. Akan ada exit dan entrinya delapan titik tinggal jalur truk itu tidak banyak bikin macet. Saking banyaknya saya perintahkan minimal ada delapan,” jelasnya.

Menurut Ridwan, kalau jalan tersebut selesai maka tidak akan terjadi lagi percampuran kendaraan yang menyebabkan banyak korban jiwa dalam kecelakan.

Sementara,  kata dia, untuk memuluskan jalan umum sedang menunggu akses jalan tambang selesai agar jalan umum tersebut tidak cepat rusak.

“Jalur umumnya nanti akan diaspal dan sudah dianggarkan, tapi dikerjakan setelah jalur tambangnya selesai. Karena kalo diaspal sekarang truk besarnya masih beroperasi nanti akan cepat rusak,” ucapnya.

Dia berharap, warga untuk bersabar satu tahun ke depan, setelah jalan tambang beres nanti ada waktunya jadi kenyataan.

“Masyarakat hidup tenang tidak banyak debu dan kecelakaan, bisnis juga silahkan jalan, karena ada miliaran ton disini yang memang dibutuhkan untuk pembangunan Indonesia dari tanah Jawa Barat sesuai ijinnya diatur yang berkelanjutan dan jangka panjang yang berpotensi,” paparnya.

Ditempat yang sama Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku kedatangan Ridwan Kamil adalah impian warga kabupaten Bogor khusus di wilayah jalan tambang.

“Yang sudah kita impi-impikan dan  kita harapkan terwujudnya jalan tambang  di wilayah Cigudeg, Rumpin, Parung panjang dan Gunungsindur itu harapan masyarakat Cigudeg dan sekitarnya,” katanya.

Pasalnya, kata Iwan, keberadaan truk tersebut banyak kecelakaan dan akses jalan provinsi mengalami kerusakan.

“Mudah-mudahan hari ini, di penghujung kepemerintahan beliau apa yang disampaikan bisa terwujud, kita doakan dan kita dukung seluruh progres, dari mulai kegiatan sosialisasi, pekerjaan dan mungkin nanti di tengah-tengah pekerjaan. Saya sebagai Bupati Bogor berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk ikut mendukung,” pungkasnya.

** Andres

Pra Pelatda dan TC Pelajar Upaya NPCI Kabupaten Bogor Mencetak Atlet

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua Umum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach menegaskan pelaksanaan Pra Pelatda dan TC Pelajar yang tengah dilakukannya saat ini adalah salah satu upaya bagi NPCI Kabupaten Bogor mencetak atlet potensial dari binaan sendiri.

Selain itu, kata Misbach, Pra Pelatda dan TC Pelajar bisa jadi bagian penting dalam proses regenerasi atlet NPCI Kabupaten Bogor menatap pelaksanaan Peparda Jabar 2026 mendatang.

” Pra Pelatda dan TC Pelajar adalah terobosan baru dari kami. Bahkan mungkin ini juga yang pertama dilakukan salah satu NPCI tingkat Kota dan Kabupaten yang ada di Jabar dan Indonesia,” ujar Misbach, Senin, 29 Mei 2023.

Lebih lanjut, sambung Misbach, dari program Pra Pelatda dan TC Pelajar ini diharapkan akan menambah jumlah atlet NPCI Kabupaten Bogor yang akan jadi bagian Kontingen Jabar pada ajang Peparnas 2024 dan Pepapernas 2023.

Hal yang sama dikatakan Ripin Sembiring selaku Sekum NPCI Kabupaten Bogor yang menaruh harapan besar dari program Pra Pelatda dan TC Pelajar ini akan punya dampak positif bagi masa depan prestasi NPCI Kabupaten Bogor.

Ia menambahkan, atlet yang ikut dalam Pra Pelatda dan TC Pelajar ini diberikan perhatian serius sama NPCI Kabupaten Bogor.

” Pra Pelatda dan TC Pelajar adalah bagian dari proses pembinaan yang kami lakukan dalam menatap event event selanjutnya seperti Peparda Jabar 2026, Peparnas 2024 dan Pepapernas 2023,” pungkasnya. ( asep syahmid)

Persib Resmi Datangkan Playmaker Jebolan La Liga Spanyol

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Persib Bandung secara resmi mengumumkan perekrutan pemain asal Spanyol bernama Tyronne Gustavo del Pino Ramos. Pemain yang pernah memperkuat beberapa klub La Liga Spanyol, Las Palmas dan Tenerife tersebut menjadi rekrutan legiun asing pertama Persib musim ini.

Del Pino akan menjadi pemain Spanyol kedua yang berbaju Persib setelah Juan Carlos Belencoso pada tahun 2016 lalu.

Direktur PT PERSIB Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono menjelaskan, pemain berposisi playmaker ini direkrut atas rekomendasi pelatih Luis Milla.

“Atas rekomendasi pelatih, kita mengontraknya dengan durasi satu tahun dan ada opsi perpanjangan satu tahun,” kata Teddy dilansir dari laman resmi klub, Senin, 29 Mei 2023

Sebelum bergabung dengan Persib, pemain kelahiran Las Palmas, 27 January 1991 ini bermain untuk klub Thailand, Nakhon Ratchasima. Di klub tersebut, ia tampil dalam 27 pertandingan dengan koleksi 6 gol.

Del Pino merupakan pemain jebolan Akademi Las Palmas.

Namun, pada masa kontraknya bersama Las Palmas, ia sempat dipinjamkan ke Barkaldo, Huesca dan Tenerife sebelum kahirnya berbaju Lamia (Yunani) pada rentang periode tahun 2019-2020 ( asep syahmid)

Camat Ivan Peduli Talenta Atlet Sepeda Cisarua

0

Cisarua | Jurnal Bogor

Prestasi para pebalap mountain bike (MTB) asal Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terus menunjukan peningkatan. Dalam tiga bulan terakhir, Ateng B-Boy dkk. melesat, dan mengisi setiap podium.

Terbaru, atlet asal Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Muhammad Nur Taufik berhasil menjadi juara pada event Enduro Indonesia Series 2, yang digelar di Trek 11 Sukawana Lembang, Kabupaten Bandung Barat, akhir pekan kemarin.

Tim Sepeda Cisarua dengan Camat Ivan Pramudya

Sebelumnya, Ateng B-Boy dan Haikal Akmal juga menjadi yang tecepat saat event downhill, di Pinang Bike Park, Banten. Bahkan, atlet muda lainnya, Raihan Muhammad Ihsan, Diky Pratama, serta Dimas terus menambah jam terbangnya di berbagai event resmi.

Prestasi para pebalap MTB yang berasal dari Kecamatan Cisarua membuat Camat Ivan Pramudya bangga. Menurut dia, dengan adanya trek sepeda di Puncak membuat para pebalap semakin matang saat mengikuti event resmi.

“Saya sangat bangga dengan prestasi para pebalap yang berasal dari Kecamatan Cisarua. Saya yakin ke depan, mereka semakin matang, dan bisa memperkuat Kontingen Kabupaten Bogor di berbagai event seperti Pekan Olahraga Daerah, maupun Pekan Olahraga Nasional,” jelas Ivan Pramudya, Senin (29/5/2023).

Dia pun berharap para pebalap Cisarua bisa mengulang kesuksesan saat tampil pada Enduro Indonesia Series 3 di Kintamani Bali, pertengan Juli mendatang. “Semangat latihan, dan fokus untuk menjadi juara,” pesan Ivan kepada para pebalap.( asep syahmid)

Irfan Karim Optimis Tatap Series 3 di Kintamani Bali

0
Pokhara Enduro

Cibinong | Jurnal Bogor

Usianya memang masih muda, tapi urusan adu kecepatan di trek, tak usah diragukan lagi. Irfan Karim (15), pebalap One Bike Team (Obit) telah membuktikannya di event-event resmi.

Salah satunya Enduro Indonesia Series 2 yang digelar di Trek 11 Sukawana Lembang, Kabupaten Bandung Barat, akhir pekan kemarin. Irfan yang turun di kelas Men Youth berhasil menempati posisi keenam.

Irfan sendiri mengaku puas dengan catatan waktunya. “Sebetulnya bisa finis di urutan tiga besar. Tapi, menjelang garis finis, ada pebalap di depan jatuh, dan saya tak bisa menghindarinya. Di situ, saya kehilangan waktu,” kata Irfan Karim, Senin, 29 Mei 2023.

Irfan sendiri bakal memperbaiki catatan waktunya. Dia mengaku bakal menggeber program latihan sebelum tampil di Enduro Indonesia Series 3 yang bakal digelar di Trek Kintamani, Bali, Juli mendatang. “Masih ada waktu, saya harus fokus dalam latihan,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik One Bike Team, Irwan mengaku senang dengan capaian Irfan di Enduro Indonesia Series 3. “Banyak race bagus untuk menambah jam terbang Irfan. InsyaAllah, Obit akan ambil bagian lagi di series tiga,” kata Irwan. ( asep syahmid)

Wujudkan Smart City, PMII dan Pemkot Bogor Gelar Simposium Pergerakan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dalam rangka mewujudkan program Smart City, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor menggelar kegiatan Simposium Pergerakan yang digelar di Taman Ekspresi, Lapangan Sempur, Minggu (28/05/23).

Ketua Cabang PMII Kota Bogor, Try Rahman Yusuf menjelaskan,  salah satu alasan kuat diselenggarakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk bukti keseriusan PMII Cabang Kota Bogor dalam mengawal penuh Program Smart City yang digagas pemerintah sejak tahun 2021.

“Salah satu alasan kuat dari  terselenggaranya kegiatan Simposium Pergerakan ini, mengajak kepada mahasiswa, khususnya bagi kami warga pergerakan untuk senantiasa ikut berkontribusi bersama pemerintah Kota Bogor , baik itu dalam bentuk perbuatan, ataupun ide gagasan dalam mewujudkan Bogor Smart City,” kata Try.

“Oleh karena itu dalam kegiatan Simposium Pergerakan ini kami mengusung tema Kota Bogor Menuju Smart City, hal itu kami gagas karena kami juga berharap kepada pemerintah Kota Bogor wacana untuk menjadikan Bogor yang Smart City dapat segera direalisasikan, dan diimplementasikan secara massif, terutama dalam mengambil sebuah kebijakan, harus bertumpu pada kesejahteraan masyrakat, maka dalam hal ini stek holder yang ada di pemerintah Kota Bogor itu sendiri, harus menunjukan Smart Pemerintahan, itu yang terpenting,” jelasnya lagi.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapeda, Kasat Intel Polresta Bogor Kota, Sekdis PUPR Kota Bogor, Kepala Divisi Kominfo Kota Bogor, serta 60 kader dan anggota PMII Cabang Kota Bogor.

Sementara itu Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapeda Kota Bogor, Risna Widiastuti, S.STP. MP mengapresiasi kegiatan Simposium Pergerakan ini, dan dirinya pun berharap Pemerintah Kota Bogor bersama dengan mahasiswa senantiasa bekerjasama mewujudkan Kota Bogor yang Smart City

“Apresiasi setinggi tingginya kepada pengurus cabang PMII Kota Bogor beserta jajarannya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, besar harapan saya semoga kami Pemerintah Kota Bogor mampu untuk merealisasikan cita-cita besar kita semua, yaitu menjadikan Bogor yang Smart City tentu saja dalam hal ini perlu adanya Kerjasama dari beberapa elemen, terutama kepada kawan kawan mahasiswa, khususnya sahabat sahabati yang tergabung dalam organisasi ini,” harap Risna.

**Muhamad Rifki Fauzan/cs-jb

Regulasi Green Concrete Dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Lingkungan yang Berkelanjutan

0

Oleh:
Prof. Dr. Ir. Drs. Syafwandi, MSc

(Fakultas Teknik Sipil Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang)

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Istilah Green Concrete merupakan symbol keprihatinan para pakar konstruksi atas penggunaan matrial konstruksi yang mengancam keberlanjutan lingkungan. Dalam perjalanan sejarah sejak ditemukannya beton sampai saat ini, proses pembuatannya tidak berubah,karena material pembuatan beton melalui fabricated dan penambangan.

Seluruh prosesual tersebut menimbulkan pencemaran dan keberlanjutan lingkungan, sehingga berkontribusi secara signifikan terhadap penipisan sumber daya alam yang terbatas (Suharwanto, 2005). Apabila exploitasi manusia terhadap lingkunganuntuk mendapatkan material beton berlanjut, maka lingkungan akan mengalami kejenuhan, sehingga tidak dapat lagi memberikan dukungan terhadap pertumbuhan suatu populasi.

Sebagai subyek lingkungan manusia seharusnya berkewajiban untuk menjaga agar lingkungan hidup terus berlangsung secara seimbang. Alhasil manusia seharusnya bekerjasama dengan alam agar lingkungan tetap lestari dan tidak merugikan satu sama lain (BHATT,1990:49). Untuk menciptakan kelestarian lingkungan, pemerintah Indonesia telah menerbitkan Undang-Undang No. 32/2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Melalui undang undang tersebut pemerintah menginginkan terjadinya keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan.

Sementara perlunya regulasi green concrete dalam rangka mewujudkan cita-cita UU No.32/2009. Para pakar maupun akademisi mulai menciptakan inovasi green concrete, yakni dengan membuat beton melalui pemanfaatan (susitusi, pencampuran) limbah industry seperti: fly ash, copper slag, abu sekam padi maupun tebu, serta limbah keramik, kerang dam sebagainya.

Dari pengamatan, seluruh perguruan tinggi prodi Teknik sipil maupun Lembaga penelitian seperti LIPI , BPPT sampai saat ini masih gencar melakukan penelitian tentang green concrete, dan hasilnya cukup mencengangkan bagi peningkatan kualitas beton. Namun pemanfaatan limbah industry untuk pembuatan beton di Indonesia belum banyak dilakukan oleh pemerintah ataupun kontraktor.

Kondisi ini oleh berbagai kalangan terutama akademisi disebababkan mindset user yang masih menganggap limbah adalah limbah.

Mestinya mindset yang harus dibangun bahwa limbah adalah produk yang bisa dimanfaatkan kembali untuk kepentingan green concrete dan mengurangi dampak lingkungan dari sampah industry yang sangat melimpah yang dihasilkan oleh PLTU dan industry tambang maupun pertanian. Selain itu factor pemerintah yang belum mengeluarkan regulasi tentang green concrete juga menjadi penyebab hasil penelitian tentang green concrete jalan ditempat, hanya bermanfaat bagi kepentingan skripsi, thesis, disertasi, journal dan kompetisi.

Atas dasar itu, penulis dalam rangka Seminar Perkembangan Dunia Teknik Sipil di Era Globalisasi dengan topik Regulasi Green Concrete Dalam Rangka Mewujudkan Lingkungan Yang Berkelanjutan memaparkan kebijakan dan konsep.

Kebijakan pada hakekatnya adalah serangkaian tindakan yang mempunyai tujuan tertentu yang mesti diikuti dan dilakukan oleh para pelakunya untuk memecahkan suatu masalah (Anderson, 1079). Konsep kebijakan public di Indonesia adalah penerapan kebijakan melalui program aktivitas dalam mekanisme yang terikat pada system yang sangat bermanfaat untuk bangsa.

Topik kali ini berkaitan dengan green concrete, secara spesifik Indonesia belum memiliki kebijakan tentang hal tersebut. Namun selama ini semua kegiatan yang terkait dengan pemanfaatan alam maupun pembangunan mengacu kepada Undang-Undang No. 32/2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan yang mengamanahkan konsep dampak lingkungan yang positif dan menghindari dampak negative.

Selanjutnya bagaimana tentang gerakan green concrete? Green concrete sendiri adalah konsep pembuatan beton yang menggunakan limbah industri untuk menghasilkan beton dengan karakteristik tertentu yang bertujuan tidak menghabiskan sumber daya alam (SDA) serta berwawsan lingkungan.

Gerakan green concrete yang telah dimotori oleh para akademisi maupun peneliti dari instansi terkait sudah banyak menghasilkan produk penelitian green concrete , namun belum digunakan secara massal untuk kepentingan pekerjaan konstruksi sipil. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dari pihak pemerintah sebagai payung hukum pemanfaatan green concrete.

Lalu yang masuk green concrete adalah beton, salah satu material konstruksi yang paling popular, dan volume penggunaannya di dunia hanya kalah dari air. Mulai dari bangunan tinggi, jembatan, dam, saluran, tiang listrik, bantalan rel kereta api, perkeras jalan hingga perumahan sederhana banyak menggunakan beton.

Material utamanya adalah kerikil, pasir, semen serta air. Sayangnya, produksi semen tergolong kurang ramah lingkungan. Setiap produksi satu ton seme, satu ton gas karbon dioksida juga dihasilkan dan dilepaskan ke atmosfir. Gas karbon dioksida ini terkelompok dalam gas rumah kaca yang bertanggung jawab atas perubahan iklim dunia.

Malhotra (202) memperkirakan produksi semen menyumbang 7% dari total produksi gas rumah kaca. Produksi semen juga memerlukan banyak energi, selain juga didapati banyak struktur beton sudah memerlukan perbaikan ketika baru berumur lebih kurang 20 tahun saja.

Mehta (2002) mengemukakan untuk memproduksi beton di seluruh dunia pada tahun 2002 diperlukan 1,6 milyar ton semen, 10 milyar ton pasir dan kerikil, serta 1 milyar ton air. Angka ini menjadikannya sebagai pengguna sumber daya alam terbesar di dunia.

Sedangkan untuk memproduksi 1,6 milyar ton semen, dibutuhkan 3 milyar ton bahan dasar, utamanya tanah liat dan kapur. Dari tahun 2002 hingga tahun 2010, diperkirakan produksi beton meningkat 15%. Laju kebutuhan dan penggunaan beton sebagai material konstruksi sulit dihindari, akan tetapi upaya efisiensi penggunaan sumber daya alam untuk memproduksinya, penurunan jumlah energi yang diperlukan, serta pengurangan emisi karbon dioksida yang dilepaskan ke udara bebas masih bisa diupayakan.

Istilah “green” merefleksikan beton dengan kandungan semen yang lebih sedikit dibandingkan dengan beton normal, dan mengganti sebagian volume semen tersebut dengan bahan lainnyayang sifatnya “industrial waste” seperti fly ash atau abu terbang yang merupakan produk sampingan (byproduct) dari PLTU [2-3].

Tidak dapat dipungkiri bahwa produk semen menyumbang emisi karbon terbesar dalam pembuatan beton secara keseluruhan (Leung S, 2009) sehingga para insinyur teknik sipil terus berupaya mengurangi volume semen dalam campuran tanpa menurunkan kinerja beton yang dihasilkan atau bahkan membuat kinerja beton yang dihasilkan menjadi semakin lebih baik.

Sementara Prof Muellerdari (2016) KIT Jerman, memberikan pengertian umum bahwa”Sustainability” dalam perspektif material konstruksi adalah berbanding lurus dengan service life dan performance serta berbanding terbalik dengan Environtmental Impact.

Dari pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa material bangunan yang memberikan nilai environmental impact besar, maka material bangunan tersebut memiliki nilai “Sustainability” yang rendah, dan begitu pula sebaliknya.

 Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan adalah upaya pengelolaan sumber daya yang berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa perlu merusak atau menurunkan kemampuan pemenuhan untuk generasi yang akan datang (UU No.32/2009). Gerakan green concrete dengan konsep pemanfaatan limbah industry sebagai bahan subsitusi atau pencampuran dari material beton bertujuan untuk menghambat pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan serta meningkatkan pemanfaatan limbah industry untuk kegiatan yang ramah lingkungan. Alhasil dapat dikatakan bahwa gerakan green concrete merupakan aksi yang dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah industry yang yang dibuang ke lingkungan dengan cara : Reuse, Reduce, Recycle, sehingga sampah dapat dimanfaatkan kembali.

Dalam penelitian ini penulis mengawali kegiatan dengan mengamati hasil-hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan topik yang penulis angkat. Data-data sekunder lainnya (dari instansi terkait) juga penulis gunakan. Kemudian penulisan ini dilakukan dengan menganalisis hasil dari data sekunder dimana data tersebut didapat dari olahan data sebelumnya untuk mendapatkan sintesis dari hasil penelitian. Atas dasar itu dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif.

Hasil dan diskusi, issue lingkungan hidup akan terus berlanjut walaupun negara sudah membuat Undang- Undang tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam hal ini penggunaan material konstruksi yang umumnya masih diperoleh dari alam akan berdampak pada ketersediaan material , karena bagaimanapun akan memiliki keterbatasan untuk menyediakannya.

Kalau kita menilik kepada formula kebijakan World Earth Summit (Brazlia,1992 dan Kyoto,1997) berupa: pengurangan emisi gas rumah kaca; efisiensi penggunaan energi dan material dasar alami; pemakaian daur ulang dari limbah, maka kondisi tersebut akan berdampak pada bidang Teknik sipil yang mana pada pembangunan highrise building, jembatan maupun infrastruktur menggunakan material dari alam.

Atas dasar tersebut di atas, para akademisi/ilmuwan di seluruh dunia, tidak terkecuali perguruan tinggi di Indonesia maupun Lembaga/badan yang menekuni penelitian konstruksi Teknik sipil yang ramah lingkungan(LIPI, BPPT, Puslitbang PUPR, dll) memelopori gerakan green concrete yang ramah lingkungan. Dari waktu ke waktu penelitian bidang green Concrete semakin menumpuk. Namun mayoritas hasil penelitian tersebut hannya dimanfaatkan untuk kepentingan skripsi, thesis, disertasi, jurnal maupun kepentingan kompetisi antar perguruan tinggi. Padahal hasil penelitian tersebut kalua dimanfaatkan untuk konstruksi ringan sangat bermanfaat untuk kepentingan pembangunan yang ramah lingkungan dan biaya relative rendah.

Oleh sebab itu , penulis menghimbau agar para akademisi menggandeng praktisi bidang konstruksi untuk mengusulkan regulasi pemanfaatan green concrete untuk konstruksi beton ringan kepada Badan Standarisasi Nasionalagar dimasukkan dalam pasal-pasal SNI, lihat gambar nomor 4. Untuk itu, tampaknya perlu dibentuk clearing house yang dikoordinir oleh BSN dengan menyertakan stakeholders terkait dengan tugas utama menguji validitas hasil kajian unggulan green concrete dari berbagai kalangan yang telah melakukannya, kemudian merumuskan hasil kaji ulang ringan penelitian tersebut untuk dimasukkan kedalam draft pasal- pasal SNI tentang konstruksi beton ringan yang memanfaatkan green concrete.

Multiplier effect dari regulasi SNI tersebut di atas, maka Instansi /Departemen terkait (Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, BUMN) , mulai membuat regulasi kepada Pabrik Semen,untuk menghasilkan produk semen hijau( green PC) yakni melalui subsitusi semen dengan limbah industry, lihat gambar nomor 5. Dan kepada perusahaan- perusahaan penghasil limbah untuk keperluan green concrete diharuskan memberikan secara Cuma-Cuma kepada user. Hal yang sama juga berlaku bagi penghasil limbah industry pertanian.

Dalam kondisi saat ini, dimana ancaman krisis daya dukung lingkungan hidup yang dihadapi Indonesia mendesak, untuk itu pada aspek konstruksi Teknik sipil diperlukan regulasi green concrete yang dimasukkan kedalam pasal-pasal SNI oleh Badan Standarisasi Nasional.

Dengan demikian semua pelaku yang berkecimpung dalam konstruksi Teknik sipil akan patuh dan tunduk terhadap pasal-pasal dalam SNI yang menyangkut dengan green concrete yang ramah lingkungan. Alhasil dapat disimpulkan bahwa gerakan green concrete adalah aksi dari para penelliti Teknik sipil yang mengarah kepada pembangunan lingkungan yang berkesinambungan sesuai dengan amanah Undang-Undang No.32/2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

**