26.9 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 637

Evaluasi LKPJ DLH, Achmad Fathoni Desa Mandiri Mengelola Sampah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Banyaknya keluhan masyarakat tentang sampah, terutama sampah yang sengaja dibuang di jalanan, serta tumpukan sampah-sampah liar yang ada di wilayah Bogor Timur. Membuat Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni angkat bicara. Menurutnya, persoalan sampah dan resolusinya sudah tertuang dalam LKPJ Dinas Lingkungan Hidup (DHL) Kabupaten Bogor tahun 2022.

” Dalam rapat LKPJ dengan DLH. Saya sudah sampaikan pada Sekdis DLH yang saat itu hadir mewakili Kadis dan jajarannya. Saat itu saya sampaikan untuk mengatasi persoalan sampah yang paling utama adalah menyelesaikan dari hulunya, yaitu memberikan pendidikan, pembinaan, pelatihan, fasilitasi, serta dukungan kepada masyarakat secara umum,” ujar Fathoni sapaan akrabnya.

Mestinya, sambung dia, DLH memberikan alokasi dana yang lebih besar untuk program-program pemberdayaan masyarakat untuk bisa mengelola sampahnya sendiri. Fathoni mendorong agar adanya anggaran yang cukup yang dialokasikan untuk pendirian, pembinaan, pelatihan, sampai fasilitasi dan bantuan peralatan bagi KRL dan Bank Sampah, yang pada dasarnya saat ini sudah mulai masif didirikan secara mandiri oleh masyarakat.

” Sayangnya, KRL dan Bank Sampah yang saat ini mulai massif itu tidak atau belum mendapatkan dukungan anggaran yang memadai dari Pemda maupun DLH. Sehingga masyarakat cenderung menjalankan KRL dan Bank Sampah secara mandiri dan hanya mendapatkan pendampingan dan bimbingan alakadarnya tanpa ada anggaran yang mencukupi untuk memberikan support dan bantuan kepada mereka,” paparnya.

Politisi PKS tersebut berharap kedepan, anggaran -anggaran untuk permasalahan sampah lebih diprioritaskan. Bagaimana mengajak, membina, melatih dan memfasilitasi masyarakat agar bisa menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri dari sumbernya. Yaitu dari rumahnya kemudian dikelola dan dikoordinir melalui Bank Sampah dan KRL. Tugas Pemda melalui DLH ialah, bagaimana semangat masyarakat yang sudah berjalan selama ini bisa disupport.

” Kemarin saya usulkan bagaimana agar DLH bisa mendorong untuk program desa mandiri mengelola sampah. Artinya, ada satu program dimana desa didorong secara mandiri untuk mengelola sampah di wilayahnya, standarnya adalah desa tersebut sebisa mungkin untuk menyelesaikan persoalan sampah tanpa harus dibawa keluar dari wilayah,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (8/4/23).

Lebih lanjut Fathoni menjelaskan, Nantinya DLH bisa membuat MOU dengan kepala desa yang punya semangat untuk mengelola sampahnya. Jika sudah ada MOU, tinggal DLH membangunkan TPST Terpadu di desa yang bersedia untuk mengelola sampahnya secara mandiri. Kita bisa tiru program Pemerintah Pusat yang menitipkan anggaran khusus untuk ketahanan pangan disetiap desa. Sehingga desa punya program-program khusus dibidang ketahanan pangan.

” Sejauh ini sudah ada beberapa kepala desa yang menghubungi saya, mereka berinisiatif untuk melakukan pengelolaan sendiri sampah di wilayahnya. Akan tetapi mereka terkendala lahan dan peralatan yang dibutuhkan. Nah, dari adanya keinginan kepala desa tersebut. DLH bisa mengajukan program desa mandiri mengelola sampah dengan memberikan bantuan fasilitasi dan mungkin bisa dipinjamkan aset Pemda yang ada di wilayah tersebut agar digunakan untuk mengelola sampah,” cetusnya.

Dirinya optimis jika ini dijalankan, tidak hanya persoalan sampah yang kemudian bisa kita tangani, tapi juga menjadi satu potensi ekonomi baru baik dengan penyerapan tenaga kerja maupun adanya usaha-usaha lain yang ditimbulkan dengan adanya pengelolaan sampah mandiri di desa-desa tersebut. Padahal, jika diniatkan secara serius melalui KRL dan Bank Sampah saja sudah terlihat potensi ekonomi yang cukup besar.

” Jadi memang, persoalan sampah ini perlu ada perencanaan yang baik kemudian diskusi yang serius serta itikad baik dari semua pejabat. Mulai dari Bupati, Bapedalitbang, DPMD, BPKAD dan DLH yang mengatur secara teknisnya,” imbuhnya.

Menurutnya, jika bersama – sama dimusyawarahkan, direncanakan persoalan sampah ini. Kedepan sampah ini bukan menjadi musibah, tapi bisa menjadi berkah, melalui jalur pengelolaan sampah jadi rupiah.

” Sekarang sudah banyak di tv ada ekonomi sirkuler dari sampah, dan saya rasa ini tidak mungkin bisa jalan jika di hulunya yaitu masyarakat yang menghasilkan sampah tidak kita bina, tidak kita didik, tidak kita latih, dan tidak hanya berhenti dididik dan dilatih tapi harus diberikan dukungan fasilitas,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Bulan berkah, Telkom Bogor Lakukan Launching Donasi Program 1000 Buku Anak

0

Bogor, 5 April 2023 – General Manager Telkom Witel Bogor, I Komang Widnyana Karang, melakukan launching Program Donasi 1000 Buku Anak-Anak di Plasa Pajajaran, Bogor. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anak bangsa yang nantinya akan didistribusikan ke Taman Baca Melego, Cimanggis Depok, Jawa Barat. Tidak hanya di Telkom Bogor, program donasi yang berlangsung pada 3 April hingga 20 Mei 2023 ini juga diselenggarakan di 9 wilayah Telkom Jabodetabek dan Telkom Hub (Graha Merah Putih) dengan target baca anak Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Manager Home Service, Novi Puspitasari, CSR (Corporate Social Responsibility), dan juga Staff Home Service. Acara launching diawali dengan potong pita box buku donasi. Selanjutnya, dilakukan pemasukan buku simbolis, dan ditutup dengan kata sambutan General Manager Telkom Witel Bogor serta foto bersama. Telkom mengajak seluruh karyawan dan pelanggan untuk turut serta dalam program ini. Alur dan metode donasi tersebut cukup mudah, yaitu dengan menaruh buku  pada Book Drop Donation Box yang sudah disediakan tepat di depan Plasa Telkom Pajajaran.
“Diharapkan program donasi buku ini dapat mewujudkan tujuan berdirinya Republik Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, agar anak bangsa rajin membaca dan mengembangkan budaya literasi”, tutur General Manager Telkom Witel Bogor, I Komang Widnyana.

PLN Gunung Putri Sediakan Mudik Gratis, Ini Tips Mudik Aman

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Menyambut hari raya Idul Fitri 1444 H tahun ini PLN memberikan kesempatan kepada Pelanggan setia PLN untuk mudik gratis bersama PLN melalui program “Mudik Dinanti, Mudik Dihati Bersama BUMN 2023”. Dalam kesempatan ini PLN mengajak para pelanggannya yang ingin mudik agar memanfaatkan program mudik gratis dari PLN.

” Program ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN untuk menyediakan moda transportasi umum yang aman dan nyaman sehingga resiko kemacetan dan kecelakaan saat mudik bisa berkurang.,” ucap Manager UP3 Gunung Putri, Rully Indra Ardhyan, kepada Jurnal Bogor, Jum’at (7/4/23).

Lebih lanjur Rully menjelaskan, untuk pendaftaran dibuka mulai tanggal 5 s.d 7 April 2023 pukul 09.00 – 15.00 WIB dan dapat dilakukan secara online melalui Aplikasi PLN MOBILE. Sebelum mudik, Rully menghimbau kepada seluruh pelanggan setia untuk memperhatikan beberapa hal berikut. Pertama, pastikan sudah mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan dari colokan listrik agar lebih aman dari kemungkinan korsleting.

” Lalu, nyalakan lampu penerangan seperlunya, seperti teras, bagian tengah dan sisi belakang rumah agar tetap terpantau situasinya, terutama bagi yang memasang kamera pengawas (CCTV). Jangan lupa isi token/bayar tagihan listrik terlebih dulu sebelum bepergian untuk menghindari listrik padam,” Imbuh Rully.

Selain itu, sambung Rully, bagi anak-anak yang mudik ke rumah kakek nenek hindari bermain layangan dekat jaringan listrik, karena bisa membahayakan. Kemudian,titipkan kepada tetangga yang tidak ikut bepergian atau melapor kepada RT setempat. mengingat, hal ini penting untuk memastikan keamanan rumah.

” Dan selanjutnya jangan lupa menghubungi layanan PLN 24 jam melalui Call Center 123, dan PLN Mobile bila membutuhkan layanan terkait kelistrikan. Semoga Mudik Idul Fitri 1444 H berjalan aman dan nyaman agar dapat berkumpul bersama keluarga tercinta di hari yang suci,” pungkas Rully.

** Nay Nur’ain

Komunitas Bogor Skateboarding Asah Skil Sembari Ngabuburit

0

Sempur | Jurnal Bogor
Bulan puasa tidak menjadikan alasan dan penghalang bagi para penggila olahraga ekstrem yang satu ini. Guna meningkatkan skil dan menguasai sejumlah trick puluhan anggota Komunitas Bogor Skateboarding dan Bogor Skate School terus berlatih sembari ngabuburit di bulan Ramadhan tahun ini.

“Kami sengaja menginformasikan kepada para anggota Bogor Sketboarding dan Bogor Skate School yang ingin berlatih pada waktu ngabuburit, agar tidak mengganggu kelancaran ibadah puasanya dan untuk tetap menjalin silaturahmi sesama anggota,” ujar Ketua Bogor Skateboarding, Gema Sastra Nasution saat ditemui di Skate Park Sempur, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 5 April 2023.

Gema mengatakan, rutinitas latihan skateboard pada waktu ngabuburit baru dilakukan pada tahun ini karena dua tahun lalu vakum akibat pandemi. Pihaknya juga mewajibkan beberapa anggota yang ditunjuk sebagai atlet skateboard perwakilan Kota Bogor untuk rutin latihan.

“Mereka yang terpilih wajib latihan untuk menambah variasi skil dan trik dalam mengolah papan skateboard. Karena pada 2026 akan ada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan Kota Bogor ditunjuk menjadi tuan rumah,” akunya.

Salah satu atlet Skateboard Kota Bogor, Satya Tristan,16, mengaku, dirinya hampir setiap hari setiap hari melakukan latihan skateboard saat ngabuburit di bulan Ramadhan tahun ini. Dan hanya mendapat libur satu hari pada Senin.

“Saya sengaja terus melakukan latihan skateboard karena mendapat perintah dari pelatih Bogor Skateboarding. Karena kita ditargetkan untuk selalu menguasai satu trik tiap harinya,” akunya saat ditemui di Skate Park Sempur, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 5 April 2023.

** Handy Mehonk

Rizal Utami Kawal Perbaikan TPT Parung Banteng

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota Fraksi PPP DPRD Kota Bogor, Rizal Utami menyambangi lokasi longsor di Jalan Parung Banteng RT 04 RW 01, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur pada Rabu (5/4).

Kedatangan Rizal tak lain untuk memastikan agar pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di jalan vital yang menghubungkan antara Kelurahan Katulampa dan wilayah Sukaraja, Kabupaten Bogor itu segera dikerjakan.

“Saya ingin memastikan agar pembangunan TPT oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera dilaksanakan,” ujar Rizal kepada wartawan.

Menurutnya, permintaan untuk pembangunan TPT di tempat tersebut sudah diusulkan dalam Musrenbang 2021 atas aspirasi masyarakat saat reses DPRD. Namun, lantaran lahan tersebut merupakan milik BPSDA Jawa Barat, sehingga Pemkot Bogor tak bisa langsung mengintervensi.

“Karena itu kami langsung berupaya mendorong melalui Fraksi PPP di DPRD Jawa Barat kaitan hal tersebut, juga meminta Pemkot Bogor segera berkomunikasi dengan BPSDA untuk perbaikan. Alhamdulilah hasilnya baik,” ucapnya.

Saat ini, kata Rizal, BPSDA Jawa Barat telah memberikan izin kepada Pemkot Bogor untuk melakukan perbaikan menggunakan APBD. “Saya sangat berterimakasih kepada Ibu Rena selaku Kepala Dinas PUPR yang sudah ikut jemput bola ke provinsi untuk menangani permasalahan ini,” kata dia.

Rizal meminta agar Dinas PUPR dapat melaksanakan pembangunan TPT tepat waktu lantaran jalan tersebut merupakan jalur vital bagi warga Katulampa.

“Kalau tidak dikerjakan secara cepat kami khawatir akan ada longsor susulan. Kami berharap agar sebelum Lebaran sudah dapat selesai,” katanya.

Lebih lanjut, Rizal meminta baik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bogor harus sinergi dalam menangani bencana dengan tidak mengedepankan ego. “Saya berharap mesti ada sinergitas dalam penanganan bencana. Secara pribadi saya pun berterimakasih kepada BPSDA yang telah mengizinkan Pemkot melakukan perbaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina mengatakan bahwa pembangunan TPT setinggi 15 meter dengan lebar 9 meter itu sudah mulai dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp190 juta, yang berasal dari anggaran pemeliharaan pada Dinas PUPR.

“Pekerjaan ditarget rampung dalam sebulan. Tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ucapnya.

Dalam kesempatan berbeda, salah satu tokoh masyarakat Katulampa, Samsudin mengatakan bahwa tebingan di Jalan Parung Banteng telah longsor dua kali. Pertama terjadi pada 2021, dan yang terakhir di 14 Maret 2023.

“Sebelumnya warga sempat swadaya memperbaiki, tetapi karena retakannya besar, jadi longsor lagi. Jadi ini mesti segera diperbaiki, karena membahayakan pengguna kendaraan roda dua dan empat,” ungkapnya.

Ia pun mengaku bersyukur lantaran DPRD dan Pemkot Bogor akhirnya melakukan perbaikan terhadap jalur vital tersebut. “Kami sangat senang dan berterimakasih karena perbaikan mulai dilaksanakan,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Truk Tambang Lindas Pengendara Motor

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Pengendara sepeda motor terlindas truk tronton di ruas jalan Ciaul, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 10.00 wib, Rabu (5/4/2023).

Kepala Polisi sektor (Kapolsek) Rumpin, Kompol Sumijo mengatakan, bawah kecelakaan tersebut terlibat kendaraan bermotor dan truk tambang.

“Benar kejadiannya tadi pukul 10.00 wib, antara pengendara sepeda  motor dengan mobil tronton,” katanya.

Dia menyebut,  kronologi kecelakaan yang menimpa warga bogor itu berawal  pengendara sepeda motor berusaha menyalip bagian kiri mobil dan diduga spion kendaraan korban tersangkut di bagian bemper truk, sehingga kecelakaan tidak dapat terhindari.

“Pengendara motor menyalip sebelah kiri mobil, diduga kaca sepionnya tersangkut di bemper mengakibatkan korban jatuh lalu terlindas ban belakang,” paparnya.

Saat ini, kata dia, korban mengalami luka parah di bagian kepala, sehingga jenazah korban di bawa RSUD Kota Bogor untuk dilakukan visum.

“Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk kita lakukan visum. Kasusnya ditangani Unit laka Satlantas Polres Bogor,” ucap dia.

Sementara menurut warga sekitar Junaedi, bahwa kejadian kecelakaan tersebut menambah daftar panjang kecelakaan di Bogor yang sering kali melibatkan kendaraan truk tronton.

“Kecelakaan ini mengingatkan kita bahwa keselamatan berkendara harus selalu diutamakan, terutama di jalan yang sering dilintasi kendaraan besar seperti truk tronton. Mari kita semua selalu berhati-hati di jalan raya dan mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.

** Andres

Kasi Tibum Caringin Sesalkan Sikap UPT Penataan Bangunan Ciawi

0

Caringin|Jurnal Bogor

Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Caringin melalui Kepala Seksi (Kasi) Penertiban Umum (Tibum) dan Kasi Ekonomi Pembangunan (Ekbang), Kabupaten Bogor, langsung bergerak melakukan peninjauan ke Yayasan Maghfirah di Desa Tangkil, Rabu (5/4) siang.

Kedatangan Kasi Tibum dan Ekbang Kecamatan Caringin ke lokasi yayasan yang rencananya akan dijadikan Islamic Boarding School itu, untuk mengetahui kebenaran terkait dugaan belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Kasi Tibum Caringin, Andriyansyah mengungkapkan, setelah mendapatkan informasi keberadaan bangunan di Yayasan Maghfirah, pihaknya bersama Kasi Ekbang langsung mendatangi lokasi yayasan tersebut.

Namun, kata Andriyansyah, pihaknya belum bisa menyimpulkan apabila bangunan-bangunan di Yayasan Maghfirah yang berdiri di lahan garapan di Desa Tangkil ini tidak mengantongi IMB. Alasannya, karena saat berkunjung, hanya bertemu penjaga dan bukan dengan pihak berwenang, sehingga tidak bisa memperlihatkan bukti perizinan yang sudah dimiliki yayasan.

“Penjaga tidak tahu apa sudah mengantongi izin atau belum. Soalnya yang berwenang di yayasan itu sedang tidak ada di lokasi,” katanya saat dikonfirmasi Jurnal Bogor melalui pesan WhatsApp, Rabu (5/4).

Kasi penegak Peraturan Daerah (Perda) di Kecamatan Caringin itupun menjelaskan, dari pengakuan penjaga yayasan, sebelumnya sudah ada petugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penataan Bangunan wilayah II Ciawi, melakukan kunjungan dan bertemu dengan yang berwenang di yayasan.

“Keterangan dari penjaga juga, sebelum lebaran atau Idul Fitri nanti, petugas dari UPT akan kembali bertemu dengan orang yang berkompeten di Yayasan Maghfirah ini,” ungkap Andriyansyah.

Andriansyah mengaku, pihaknya langsung menghubungi pengawas UPT yang merupakan kepanjangan dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, untuk mempertanyakan kebenaran surat teguran sebanyak tiga kali kepada pihak yayasan.

 “Dan pengawas UPT membenarkan sudah memberikan surat teguran tiga kali,” paparnya.

Meski sudah memberikan surat teguran sampai tiga kali, Andriyansyah menyesalkan dengan sikap pihak UPT Penataan Bangunan wilayah II Ciawi. Dimana, lanjutnya, sampai saat ini tidak pernah memberikan surat tembusan atau pemberitahuan kepada pemerintah kecamatan.

“Makanya saya tahu keberadaan Yayasan Maghfirah ini, setelah muncul berita. Dan selama bertahun-tahun Yayasan Maghfirah berdiri, baru sekarang kami ke lokasi dan ternyata sudah banyak bangunan-bangunan mewah berdiri,” ujar Andriyansyah.

Sementara, Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp sama sekali tidak berkomentar dan terkesan cuek.

Sebelumnya, Kepala UPT Penataan Bangunan wilayah II Ciawi, Agung Tarmedi mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai UPT yang membidangi pengawasan bangunan. Bahkan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada pihak Yayasan Maghfirah lantaran bangunan-bangunan yang berdiri belum memiliki IMB.

“Surat teguran satu sampai tiga sudah kami berikan kepada pemilik yayasan. Jadi tugas kami sudah selesai dan menjadi tanggungjawab dinas,” tukasnya saat dihubungi melalui WhatsAppnya.

** Dede Suhendar

Rumah Warga di Ciherang Nyaris Digerus Longsor

0

Dramaga l Jurna Bogor

Luapan  sungai Ciapus menyebabkan dua rumah warga di Kampung Ciherang Gede RT 01/01, Desa Ciherang, Dramaga, Kabupaten Bogor mengalami longsor. 

Selain Tembok Penahan Tebingan (TPT) sungai longsor, kondisi rumah warga sudah menggantung di bibir sungai Ciapus dan rawan terbawa banjir.

Seketaris Desa Ciherang, Ade Juarsah  mengungkapkan wilayah Desa Ciherang dilalui aliran sungai Ciapus, termasuk Kampung Ciherang Gede. Ketika hujan deras, sungai Ciapus kerap meluap dan menyebabkan longsornya tebingan.

Bencana alam longsor yang diakibatkan luapan sungai Ciapus terjadi pada Minggu, (19/03). menyebabkan dua rumah warga mengalami longsor sepanjang 12 meter dengan tinggi enam meter 

“Beruntung, musibah tersebut tidak menyebabkan korban jiwa hanya bagian tembok rumah warga roboh dan TPT longsor. Kita sudah melaporkan akan adanya bencana alam longsor tersebut ke Kecamatan Dramaga dan BPBD Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Ade mengungkapkan sepanjang aliran sungai Ciapus merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).  Untuk itu, ia berharap bencana alam longsor tersebut bisa cepat di tangani . Sebab,  Jika tidak cepat ditangani dikhawatirkan longsor tersebut meluas ke rumah warga yang lain .

Ia juga mengimbau warga yang ada di bantaran sungai untuk berhati-hati mengingat kondisi cuaca.

“Penanganan sementara kita membutuhkan bantuan terpal dan Bronjong agar longsor tidak meluas,” tukasnya.

** Arip Ekon