32.1 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 605

Bank Kota Bogor Bagikan Gerobak untuk Pedagang di Area SDN Sempur Kidul

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bank Kota Bogor terus selalu berkomitmen membantu UMKM khususnya pedagang kecil. Bank yang dahulu bernama Bank Pasar ini, telah banyak membantu pedagang, baik berupa pemberian bantuan kredit atau pun bantuan langsung dari dana CSR Bank Kota Bogor.

Seperti belum lama ini, Bank Kota Bogor membantu pedagang kecil secara langsung, melalui pemberian bantuan CSR berupa gerobak untuk berdagang kepada pedagang kaki lima di wilayah SDN Sempur Kidul.

Pemberian dilakukan di Kantor pusat Bank Kota Bogor, Kamis, 25 Mei 2023 yang diberikan langsung oleh Direktur Utama Bank Kota Bogor, Ibrahim, SE.yang disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN Sempur Kidul.

Dalam kesempatan itu, Ibrahim bersyukur Bank Kota Bogor selalu berkomitmen membantu pedagang. Sekarang pihaknya memberikan bantuan gerobak berjualan untuk 4 orang pedagang kaki lima.

Pedagang termasuk kategori penerima, yaitu pedagang yang paling lama telah berjualan di sekitar SDN Sempur Kidul.

“ Semoga bermanfaat dan tambah laris jualannya, dan selalu menjaga ketertiban dalam berdagang di kaki lima di sekitar sekolah ini, sehingga tidak mengganggu ketertiban jalan sekitarnya. Jangan lupa jaga kebersihannya, jangan membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.

**prast

Polemik Proyek Otista, Rommy Sebut Pemkot tak Teliti

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sengkarut revitalisasi Jembatan Otto Iskandardinata (Otista) senilai Rp49 miliar terus menuai sorotan. Seiring dengan dibatalkannya pembongkaran struktur jembatan buatan pemerintah kolonial Belanda oleh Pemkot Bogor.

Eks Aktivis 98, Rommy Prasetya mengatakan bahwa langkah tersebut disinyalir lantaran kajian yang dilakukan tidak matang, dan bahkan terkesan terburu-buru. Terbukti, Pemkot Bogor yang mulanya akan membongkar total jembatan malah justru mempertahankan struktur lama karena jembatan tersebut merupakan bagian dari cagar budaya.

“Aspek historis tidak diteliti, melihat bangunan jembatan yang dibangun sejak zaman Belanda yang merupakan bagian dari cagar budaya sebagaimana Perwali Nomor 17 Tahun 2015 tentang kota pusaka yang diterbitkan Bima Arya. Disinyalir ini adanya keteledoran Dinas PUPR dalam membuat perencanaan,” ujar Rommy kepada wartawan, Kamis (25/5).

Tidak matangnya kajian, sambung dia, juga terlihat dari langkah Pemkot Bogor yang menerapkan sistem Contract Change Order (CCO) bukan addendum lantaran adanya perubahan rencana pembangunan.

Selain itu, Rommy pun menilai bahwa Pemkot Bogor kurang menghitung dampak sosial akibatk dari penutupan jalan, yang berimbas terhadap kemacetan yang terjadi dimana-mana.

“Lemah sosialisasinya. Kalaupun ada yg itu adalah bentuk glorifikasi semata yang dilakukan. Seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Bogor ketika ada penutupan jalan, merugikan secara ekonomis. Bagaimana nasib pedagang kecil, Apalagi ini akan dilakukan sampai bulan Desember,” jelasnya.

Seharusnya, kata Rommy, proyek penataan dilaksanakan tidak hanya dilakukan di sisa waktu jabatan. “Jangan hanya mengejar sisa waktu menjabat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rommy juga menyoroti mengenai pemenang tender yang sebelumnya sempat mendapat black list. Seharusnya ULP lebih teliti karena ini proyek besar seharusnya kepala ULP melakukan koordinasi dengan wali kota terlebih dahulu mengenai keikutsertaan perusahaan itu dalam lelang,” katanya.

Rommy menilai bahwa polemik revitalisasi mencuat akibat kesalahan wali kota, termasuk salah menempatkan Kadis PUPR, yang sebelumnya bukan berada di bidang itu.

“Artinya bahwa ini tidak sesuai dengan konsep the right man, on the right place. Proyek Jembatan Otista menelan anggaran yang tidak kecil dan bukan untuk sarana belajar kepala dinas. Jadi sebaiknya Bima mundur saja,” katanya.

Rommy juga menilai bila tak ada pengawasan ketat terhadap pemenang lelang. Padahal, ini adalah proyek ‘mercusuar’ Bima Arya.

“Akibatnya sekarang perencanaan berantakan. Oleh karenanya seharusnya Bima Arya malu kepada warga Bogor, yang sudah memberikan pernyataan plin plan hingga membuat warga bingung. Contohlah pejabat di Jepang ketika pejabatnya membuat kebijakan yang salah langsung mengundurkan diri sebagai pejabat. Kalau ini dilakukan, Insya Allah akan mendapat simpati dari masyarakat luas dan akan naik derajat ke jabatan yang lebih tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Dinas PUPR Kota Bogor menjelaskan, bila ada perubahan rencana di Jembatan Otista. Salah satunya, adalah akibat struktur lengkung yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1920 akan dipertahankan atau tidak dibongkar, sehingga perubahan rencana itu dimulai dari naiknya level jembatan.

“Konsekuensi jembatan tidak dibongkar, kemudian kita harus hitung ulang level jembatannya. Jadi ada kenaikan jembatan, karena kita memang tidak menyentuh jadi ada kenaikan 1,7-2,5 meter,” ungkap Kepala Dinas PUPR Rena Da Frina.

Ia menegaskan, naiknya level jembatan akibat struktur lengkung ini merupakan rencana yang cukup realistis. Karena, struktur lengkung itu dipertahankan keberadaannya, namun tidak dimanfaatkan fungsinya.

“Ke depan, struktur jembatan yang dipertahankan itu tidak sama sekali membebani bobot jembatan baru,” tegasnya.

Naiknya level jembatan akibat lengkung yang dipertahankan ini, masih jelas Rena, membuat kontraktor harus kerja ekstra keras. Dimana, timbunan tanah saat pembangunan bertambah lagi dari rencana awal yang sudah ditentukan.

“Kami tetap bangun jembatan baru. Hanya luasannya beda, pondasinya mundur ke belakang ada 50 meter. Terlalu beresiko jika memakai rangka yang lama. Meski hitungannya masih kuat. Tapi jika untuk beban sekarang, tentu tak bisa terkejar,” tandasnya.

Rena menjelaskan, perubahan rencana itu tidak akan memengaruhi progres pembangunan yang saat ini berjalan. Termasuk, nilai kontrak yang sudah tertera di jembatan ini.
Diketahui, akhirnya Pemkot Bogor tetap mempertahankan struktur lenkungan jembatan yang awalnya akan dibongkar, karena sebagai warisan budaya atau Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Tetapi, struktur tersebut tidak akan digunakan sebagai fondasi Jembatan Otista yang baru.

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, pihaknya akan membangun fondasi baru, bukan menggunakan struktur tersebut.

Bima menyatakan, kontruksi pondasi harus kokoh untuk menopang pelebaran jalan dan jalur trem.

“Dari masa-masa awal ada beberapa opsi pembangunan. Saya sampaikan apakah memungkinkan menjaga konstruksi lengkung itu. Setelah membahas beberapa kajian, ternyata sangat memungkinkan menjaga struktur itu. Tinggal nanti jalannya agak melengkung di atas, elevansinya naik. Tapi itu tidak masalah sama sekali,” ungkapnya, belum lama ini.

Politisi PAN itu mengatakan, kontruksi yang sempat diduga cagar budaya itu sudah berumur cukup tua sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati trem. Atas dasar itu, ia memilih mempertahankan struktur tersebut dan tetap membangun pondasi baru.
“Ini win-win solution, warisan masa lalu tetap terjaga. Tetapi konstruksinya menjadi lebih kuat,” imbuhnya.

Ia pun memastikan bahwa langkah itu tidak akan berpengaruh pada biaya dan aspek lain yang sudah ditetapkan.* Fredy Kristianto

9 Konten yang Dilarang Diunggah di Tiktok

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sama seperti dengan platform media sosial lainnya, Tiktok juga memiliki sejumlah aturan yang tak boleh diunggah.

Dikutip dari RMOL, Jumat (26/5/2023), pelarangan itu untuk membuat dan membagikan video pendek yang kreatif dan menghibur. Berikut ini ada 9 konten yang dilarang:

1. Konten yang Melanggar Hak Kekayaan Intelektual

Tiktok melarang pengguna untuk mengunggah konten yang melanggar hak kekayaan intelektual orang lain. Hal ini mencakup penggunaan musik, video, gambar, atau materi lainnya tanpa izin atau lisensi yang sesuai.

2. Konten Berbahaya atau Berisiko

Tiktok melarang konten yang menampilkan atau mendorong aktivitas berbahaya, seperti kekerasan, penggunaan narkoba, atau tindakan yang dapat menyebabkan cedera fisik. Konten yang menampilkan senjata api, bahan peledak, atau bahan berbahaya lainnya juga dilarang.

3. Konten Pornografi atau Seksual

Tiktok memiliki kebijakan yang ketat terhadap konten pornografi atau seksual. Pengguna dilarang memposting konten yang menampilkan tindakan seksual, pornografi, atau eksploitasi seksual.

4. Konten Kebencian dan Diskriminasi

Tiktok melarang konten yang mempromosikan kebencian, diskriminasi, atau prasangka terhadap individu atau kelompok berdasarkan ras, etnis, agama, orientasi seksual, atau karakteristik lainnya. Hal ini mencakup penggunaan simbol kebencian, ancaman kekerasan, atau bahasa yang kasar dan ofensif.

5. Konten Pelecehan atau Perundungan

Tiktok berkomitmen untuk menjaga lingkungan yang aman dan positif bagi penggunanya. Oleh karena itu, konten yang melibatkan pelecehan, perundungan, atau ancaman terhadap individu atau kelompok dilarang.

6. Konten yang Melanggar Hukum

Konten yang melanggar hukum, seperti penjualan barang ilegal, aktivitas perjudian, atau tindakan yang melanggar hukum setempat juga dilarang di Tiktok.

7. Konten yang Menyesatkan atau Menipu

Tiktok melarang konten yang menyesatkan atau menipu pengguna, seperti informasi palsu, klaim yang tidak didukung oleh bukti, atau konten yang dibuat untuk memanipulasi opini publik.

8. Konten yang Mengeksploitasi Anak

Tiktok sangat melarang konten yang mengeksploitasi atau membahayakan anak-anak. Hal ini mencakup konten yang menampilkan anak-anak dalam situasi yang tidak pantas, mengungkapkan informasi pribadi anak, atau mempromosikan aktivitas ilegal yang melibatkan anak-anak.

9. Konten Spam atau Iklan

Tiktok melarang penggunaan platformnya untuk tujuan spam atau iklan yang tidak sah. Pengguna dilarang memposting konten yang mengandung tautan afiliasi, promosi produk yang tidak relevan, atau tindakan lain yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan finansial tanpa izin.

**

Mengingat Tokoh Pemuda Legendaris Kabupaten Bogor, Kang H. Zainal Syafrudin

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Wah, Alhamdulillah Kang H. Zainal Syafrudin berkomentar tentang tulisan saya AA berjudul “Terima kasih saya diundang Reuni Alumni KNPI”. Alhamdulillah, berarti tulisan saya dibaca dan disimak isinya oleh beliau,  sampai-sampai beliau mengusulkan disimpan atau dokumentasikan di kantor Arsip.   Bagus juga saran Akang ini,  akan tetapi sejarah per-KNPI-annya ditulis dahulu secara lengkap.

Saya senang dan “geer” juga membaca pesannya di WAG Lintas Generasi dari Kang Zainal tiba-tiba muncul. Saya pun menyapa sehat Akang!.  Semoga Akang Zainal sehat dan berbahagia bersama keluarga.

Tadinya saya dkk menunggu kehadiran Kang Zainal di Forum Reunian KNPI. Bersama om Bupati Rachmat Yasin (RY), mas Budi,  kang Dace,  kang Pepen,  add Engkus,  om Gerry,  add Agus Ridhallah,  add Deni,  dan banyak lagi yang lain adik-adik aktivis KNPI yang berkesempatan hadir di acara silaturrahmi Halal bilhalal (HbH) tahun 1444 H tersebut, bertempat di gedung Tegar Beriman Pemkab Cibinong Bogor,  tempo hari,  20 Mei 2023. Subhanallah banyak yang hadir.

Oh ya saya sebenarnya sudah ada niat ingin silaturahmi ke rumah, menjenguk Akang katanya masih “sakit, ” tetapi saya belum tahu alamatnya dimana?

Hatur nuhun komentar kang Zainal terhadap tulisan AA yg masih jauh sempurna itu. Itu tulisan iseng-iseng senang bertemu teman-teman sebaya aktivis pemuda tempo doeloe,  yang sudah lama nian tak bersua, kangen dan rindu, perasaan haru dan senang campur aduk.

Ya itu bentuk isi tulisannya,  setelah jadi dimuat dan terbit di medsos. Saya baru menyadari bahwa mengapa saya ‘poho’, lupa tidak menyebut tokoh Pemuda Brigantik dan mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor 1984-1989 yang energik, penuh semangat, kreatif dan inovatif yaitu kang Drs. Haji Zainal Syafrudin. 

Sosok dan tokoh pemuda legendaris ini pernah mendapat penghargaan Pemuda Pelopor RI asal Kabupaten Bogor dari Kemenpora RI jika tak salah tahun 1990.

Kang Zainal yang saya kenal selama aktif di kegiatan kepemudaan, orangnya humble,  ramah dan komunikatif dengan siapa pun, serta bisa dekat dengan para tokoh politik (elite politik) di Kabupaten Bogor.  Kang Zainal dalam bekerja orangnya serius, banyak ide,  tetapi beliau juga bisa melucu. “banyolan”  dan “ngeledek” dan suasana pertemuan atau rapat organisasi menjadi cair.

Sepengetahuan saya selaku yuniornya, Kang Zainal Syafrudin, karier politik dan pejabat di birokrasinya (PNS di Pemkab Bogor) tergolong cukup berhasil. Beliau dari pegawai staf administrasi,  bisa menjadi Kaur,  Kabag,  Kabid,  dan terakhir Camat Babakan Madang di era sahabatnya menjadi BupatiBogor, bung RY.

Beliau pernah juga setelah menjabat Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor,  yang digantikan bung Gingin Nugraha (Ketua PPM Kab Bogor tahun 1989) beliau tetap aktif sebagai PNS, dan “dikaryakan” di DPD  Golkar sebagai pengurus,  kemudian menjadi caleg,  dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor.  Jika tak salah Ketua DPD Golkarnya waktu itu bapak Mayor Asep yang selanjutnya berganti ke bapak Letkol Eso Sukarso, yang kemudian diganti kang Rusdi AS,  tokoh AMS. Saya sebagai Wakil Sektetaris 1 DPD Partai Golkar reformasi,  mendampingi kang Rusdi AS.

Kang Zainal sejak terpilih menjadi pemuda pelopor,  dan penggagas serta penggerak Brigade Anti Narkoba (Brigantik), sebuah gerakan melawan penggunaan narkoba menggema secara nasional,  sehingga beliau pernah dan berhasil duduk di kepengurusan DPP KNPI di Jakarta.

Semaraknya gerakan anti narkoba pada era Orde Baru ketika itu,  ditandai adanya monumen tugu Brigantik berdiri di beberapa persimpangan jalan raya di daerah Kabupaten Bogor,  salah satu diantaranya di perempatan jalan Warung Jambu Kota Bogor, setelah pemekaran wilayah Bogor.  Sekarang patung Pemuda Brigantik tersebut telah diganti dan dibangun dengan patung yang baru oleh DPD KNPI Kota Bogor  atas dukungan Pemkot Bogor, beberapa tahun lalu.

Kembali kepada cerita riwayat ki lancek H. Zainal Syafrudin,  yang kini sedang menjaga kesehatannya agar pulih kembali,  insya Allah,  saya banyak kesan positif yang bisa ditarik pelajaran (lesson learned) dari keseriusan beliau bekerja, dan bisa bergaul dengan siapa pun dari beragam macam etnis pemuda,  termasuk saya yang bukan etnis pribumi Sunda, yakni etnis Melayu Riau,  beliau mengenal saya dengan baik,  yang saling menghormati dan menghargai, hingga kini saling menyapa,  walaupun melalui WA japri dan terkadang via telepon, terutama cerita anak kami putri sulungku Annisa sedang belajar di Kyoto University Jepang pada program Doktor, sementara Pandu putra sulungnya kang Zainal menjadi diplomat muda, berkarier di Kedubes RI Jepang.

Itulah kang Zainal,  sosok dan figur pemuda Bogor yang dapat disuritauladani. Semoga Akang Zainal sehat dan berbahagia selalu di tengah keluarga. Demikian dan mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang,  khilaf dan salah dalam tulisan saya ini.

Syukron…barakallah. Aamiin Ya Rabbal ‘alamiin. Wassalam

Penulis:
Dr. Ir. H Apendi Arsyad, MSi

(Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, mantan aktivis DPD KNPI,  HMI, Kahmi,  ICMI,  Kadinda,  Dekopinda Kabupaten Bogor dll,  Konsultan K/L Negara,  Pegiat dan Pengamat Sosial)

**

Desa Gunung Putri Banjir Kunjungan dari Luar Pulau, Kades Abiansemal Sebut Damanhuri  Sudah Layak Jadi Bupati 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Mendapatkan kunjungan seminggu berturut-turut dari luar daerah Kabupaten Bogor, kredibilitas Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri dalam mengembangkan desanya dan memajukan ekonomi warganya tak diragukan lagi.

“Saya hanya berupaya melakukan yang terbaik untuk Desa Gunung Putri yang sudah lama tidur, untuk warga masyarakat yang sudah tertidur lelap, kita bangkitkan kreativitas mereka sehingga mampu meningkatkan ekonomi mereka sendiri,” ungkap A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (25/5/23).

Sejak awal duduk menjadi kepala desa, sambung A Heri, dirinya punya keyakinan bahwa warga di desanya bisa kompak dan bisa diarahkan untuk hal-hal yang positif. Mereka hanya perlu leader untuk mengarahkan apa yang akan dan harus mereka lakukan.

“Kaum milenial di desa ini bejibun hanya saja tidak terarah dan tidak diberi kesempatan, maka dari itu saya mencari bibit-bibit yang siap kerja dan tempur untuk memajukan desanya sendiri. Dan pada akhirnya, upaya kerja keras serta kesungguhan dan kerjasama yang baik bisa menghasilkan yang baik pula, itu terbukti dengan tidak berhentinya kunjungan dari luar daerah bahkan luar negeri ke Desa Gunung Putri,” jelasnya.

Lebih lanjut A Heri mengatakan, keberhasilan yang dicapai ini bukan kerja kerasnya saja, melainkan kerja keras semua warga serta kemauan yang tinggi dalam diri warga untuk menjadi yang lebih baik kedepan nya.

“Yang banyak dilirik oleh para tamu yang berkunjung ialah keberhasilan Desa Digital, CCTV yang terpasang di setiap gang sehingga mampu untuk mengecilkan tingkat kejahatan bahkan pernah mengungkap kejahatan transaksi narkoba di desa ini,” tandasnya.

“Sejatinya, apapun yang kita niatkan untuk kepentingan bersama pasti akan dipermudah oleh Allah SWT. Intinya niat, jika pemimpinnya berniat baik untuk warganya insya allah bisa terlihat hasilnya. ATM saja Amati Tiru dan Modifikasi, ” sambung dia.

“Mudah-mudahan kedepannya, ada kerjasama yang terjalin antara Desa Gunung Putri dengan desa-desa yang berkunjung, baik dalam pembentukan desa digitalnya, bank sampahnya, maupun  ketahanan pangannya, serta kerajinan tangan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Abiansemal Bali, I Da Bagus Bisma Wiratma takjub dengan pencapaian yang diraih oleh Desa Gunung Putri. Menurutnya, hal itu terlihat dengan berjejernya penghargaan yang dipajang dan hasil survei di lapangan sesuai dengan apa yang dipaparkan oleh Kepala Desa Damanhuri.

“Pak Damanhuri ini sudah sangat cocok jadi Bupati, dengan segala pencapaianya yang berhasil diraih dalam waktu singkat. Apalagi tadi saat kami lakukan kunjungan lapangan, ramah dan kompak warga dalam menyambut tamu cukup buat kami terharu,” katanya. 

“Untuk saya pribadi, saya sangat tertarik dengan desa digital yang sudah berjalan makanya tadi saya banyak bertanya, dan saya akan coba untuk mengaplikasikan itu di desa saya,” tambahnya.

Berikut daftar kunjungan studi banding Ke Desa Gunungputri pada Mei 2023:

13 Mei 2023
1. Orientasi Lapangan Desa Pengarungan Kecamatan Mengwi dan Desa Abiansemal Kecamatannya Abiansemal Kabupaten Badung Provinsi Bali.

16 Mei 2023
2. Kunjungan Studi Banding Desa se- Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

17 Mei 2023
3. Kunjungan Studi Banding Desa se- Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.

22 Mei 2023
4. Studi banding Desa se- Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.

24 Mei 2023
5. Kaji Banding Desa se- Kecamatan Mowila Kabupaten  Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

25 Mei 2023
6. Kaji Banding Desa se- Kecamatan Adolo dan se-Kecamatan Andolo barat Kabupaten  Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

** Nay Nur’ain

Hadiri Wisuda MTs Nurul Hikmah, Ahmad Yani Ingin Ada Kampus di Sukanagara

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani menghadiri pelepasan siswa-siswi kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Hikmah yang diselenggarakan di Kampus Dayeuh, Desa Sukanegara, Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (25/5/23).

“Hari ini wisuda kelas sembilan Mts Nurul Hikmah Al-Hakim. Dimana sekolah ini sudah berkontribusi lebih dari 20 tahun di Desa Sukanegara, dan sudah menghasilkan bibit-bibit unggul penerus bangsa,” ungkap Ahmad Yani kepada Jurnal Bogor.

Dirinya mengapresiasi Yayasan Nurul Hikmah atas sumbangsih dalam dunia pendidikan yang diberikan kepada warganya, karena ada siswa tidak mampu yang tetap bisa melanjutkan sekolah di tempat tersebut.

“Semoga kedepannya, Yayasan Nurul Hikmah bisa membuat kampus untuk kuliah. Sehingga, warga kami yang ekonominya rendah bisa menjadi sarjana sehingga bisa mencapai mimpinya dan dan menjadi penerus untuk memajukan Desa Sukanegara kedepannya,” harapnya.

Sementara Ketua Yayasan Nurul Hikmah Al-Hakim, Dr. Apep menjelaskan untuk kelulusan tahun 2023 ini ada 101 siswa, dan semuanya lulus 100 %. Sekolahnya kata dia selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada siswa, sehingga lulusannya memiliki mutu dan kualitas yang baik saat melanjutkan ke pendidikan selanjutnya.

“Keberhasilan siswa tidak luput dari peran serta dan kerja keras para guru dalam menggembleng siswa. Menumbuhkan rasa disiplin pada siswa itu tidaklah mudah, apalagi usia mereka masih dalam kategori usia mencari jati diri,” paparnya.

Dia berpesan kepada siswa yang sudah menjalankan wisuda agar menjadi siswa yang terbaik dan bawa nama baik sekolah dimanapun berada.

“Buat kami bangga memiliki kalian, dan jangan lupakan sekolah kalian ini, sukses kami akan selalu memantau kesuksesan kalian,” cetusnya.

“Persoalan kampus yang diimpikan oleh warga Desa Dayeuh, mohon doanya saja semoga bisa terwujud,” sambungnya.

** Nay Nur’ain

Ngeri, Penjual Tramadol Rambah ke Toko Kelontong di Desa Sirnagalih, Pedagang Sebut Sudah Ada Omongan

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Peredaran obat jenis tipe G atau Tramadol dan Eximer berkedok toko kelontong yang berada di kampung Ciledug RT 10 RW 05, Desa Sirnagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor dikeluhkan Pemerintahan Desa Sirnagalih.

Sekretaris Desa Sirnagalih, Engkar Supriyatna mengaku pihaknya telah menerima aduan masyarakat dengan adanya peredaran obat jenis tipe G di wilayah Sirnagalih.

“Beberapa waktu lalu ada warga kami mengadu tentang adanya indikasi diduga adanya peredaran obat jenis tipe G di wilayah kami sehingga kami langsung berkoordinasi dengan bimas, Babinsa yang ada di desa kami,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (25/5/23).

Padahal, sambung Engkar Supriatna, Pemdes sendiri kewenangannya hanya sekedar memberikan imbauan dan peringatan agar tidak adanya peredaran yang diduga jenis obat tipe G yang tidak bebas diperjualbelikan.

“Kita sudah memberikan peringatan dan himbauan agar tidak ada peredaran obat yang diduga jenis tipe G yang peredarannya dibatasi. Bahkan menurut kepala puskesmas bendungan obat jenis tersebut tidak mudah diperjual belikan,” pungkasnya.

Sementara toko kelontong yang diduga melakukan peredaran obat jenis tipe G saat dikonfirmasi berkilah bahwa dirinya telah berkoordinasi.
“Sudah kita sudah ada omongan makanya agar kita bisa beroperasi, kalau bisa jangan sama satu toko saja banyak disini,” kilahnya. 

Seperti diketahui, obat jenis ini kerap disalahgunakan oleh banyak remaja.

Nay Nur’ain

Sedekah Bumi di Desa Bendungan Beraroma Politik, Warga Minta Jangan Tunggangi Pesta Rakyat

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Sedekah bumi yang dimeriahkan dengan lomba Dongdang di Desa Bendungan, Jonggol, Kabupaten Bogor, Rabu (24/5/23) yang dihadiri oleh politisi Ade Ruhandi (Ade Jaro) disebut warga berbau aroma politik untuk mencalonkan diri pada tahun 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan salah satu warga Desa Bendungan, Didin Komarudin (45) ada unsur politik pada acara sedekah bumi yang memang biasa dilakukan warga Bendungan. Hal tersebut terlihat dengan hanya dihadiri oleh Ade Jaro dan sepanjang jalan dari gang menuju Desa Bendungan berjejer bendera khas partai.

” Sedekah bumi ini jangan harusnya jangan dikaitkan dengan politik, apalagi jika sudah berjejer bendera warna khas dari salah satu partai. Karena secara sepintas, akan ada yang menganggap bahwa dialah yang membiayai kegiatan ini atau ada support dari yang bersangkutan,” ungkap Komar biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Kamis (25/5/23).

Sebagai warga kata dia, sebetulnya ada keberatan, sedekat apapun Kades dengan politisi tersebut jangan dikaitkan dengan warna khas salah satu partai. Karena sedekah bumi yang ada diselenggarakan warga ini murni inisiatif warga dan tidak ada sumbangsih dari partai manapun.

“Bahkan kami warga se-Desa Bendungan justeru memberikan amplop yang dikumpulkan di dalam kotak besar untuk meringankan beban Kades kami, ini bentuk gotong royong warga Desa Bendungan,” cetusnya.

Dirinya meminta, untuk siapapun yang menjadi kader partai politik jangan numpang tenar dari kegiatan yang murni diselenggarakan warga.

“Kalo mau hadir ya hadir aja, mungkin undangan kades, tapi jangan dijejerin bendera partai tertentu, karena ini pesta kami bukan perta politik,” tandasnya.

Sementara, Ade Ruhandi yang ingin mencalonkan Bupati Bogor 2024 mendatang mengatakan kehadiran dirinya karena diundang oleh Kepala Desa Bendungan yang sudah jauh-jauh hari menyampaikan akan diadakan acara sedekah bumi di desanya.

“Saya datang karena undangan, untuk persiapan 2024 nanti kita kasih tau ya, ini hanya sebagai undangan saja menyaksikan warga berpesta sebagai ucapan rasa syukur karena hasil panen yang berlimpah,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kades Bendungan Hj. Nemi Nuraeni mengatakan dirinya sudah lama mengenal Ade Jaro jauh sebelum menjadi kepala desa.

“Jadi saat ketemu di acara Sukamakmur tempo hari, pak Ade Jaro mau main ke Bendungan, saya bilang nanti saja saat ada acara sedekah bumi biar sekalian melihat kemeriahan warga, tidak ada unsur politik dalam kegiatan sedekah bumi ini karena Bu Eli Yasin pun saya undang,” kata Hj.Nemi.

** Sir/Nay

LKPJ Bupati 2022, Fraksi PKS Sebut Program Pancakarsa Belum Tercapai Sesuai Visi Misi

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Bogor menyebut realisasi visi dan misi Bupati Bogor tahun 2022 tidak sesuai target pencapaian. Hal itu diterangkan dalam pandangan PKS terkait laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bogor tahun anggaran 2022 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Kamis (24/5/23).

“Kami melihat dalam laporan LKPJ belum banyak memberikan data tingkat pencapaian Visi Misi Bupati dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. Mestinya LKPJ berpatokan pada RPJMD, sehingga kita mengetahui apakah visi misi dan janji politik Bupati sudah terpenuhi atau belum,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKS, Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor, Kamis (25/5/23).

Selain itu, sambung Fathoni, PKS memberikan beberapa catatan terkait capaian dalam RPJMD atau Pancakarsa yang masih banyak belum tercapai dari semua leading sektor, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan maupun target pendapatan daerah.

“Dari pendalaman LKPJ TA 2022 kami melihat masih banyak target-target dalam RPJMD yang belum terpenuhi. Ini harus menjadi perhatian Plt Bupati karena 2023 adalah tahun terakhir masa jabatan periode 2018-2023,” ungkapnya.

Politisi PKS tersebut pun menjabarkan soal infrastruktur dengan masih banyaknya jalan rusak yang belum dikerjakan. Selain itu untuk bidang pendidikan dinilai masih ada ketimpangan pengangkatan guru menjadi P3K, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang menunggak iuran BPJS atau JKN untuk bidang kesehatan.

“Kami mengapresiasi Program Samisade dalam mempercepat pemerataan perbaikan infrastruktur terutama jalan pedesaan. Namun demikian pengawasan harus ditingkatkan mengingat masih terdapat beberapa kegiatan yang tidak berjalan,” paparnya.

Lalu program Bogor Sehat, lanjutnya, masih banyaknya masyarakat miskin yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan karena belum menjadi peserta JKN dan menunggak iuran JKN. Perlu political will dari Bupati untuk mengubah Perbup No. 65 tahun 2017 yang menghalangi proses perpindahan peserta BPJS ke PBI, serta perlu political will dari Bupati untuk bisa mewujudkan UHC di Kabupaten Bogor.

“Dalam bidang pendidikan. Kami mengapresiasi komitmen pemda dalam proses pengangkatan pegawai honorer menjadi P3K untuk kalangan guru dan tenaga kesehatan Program Bogor Cerdas (Bodas) belum tuntas, masih timpang nya pendidikan madrasah yang di bawah Kemenag dan pendidikan di bawah Kemendiknas,” bebernya.

Menurutnya, sesuai RPJMD 2018-2023 target di 2023 tidak ada lagi sekolah yang rusak, tidak punya toilet dan tidak punya perpustakaan, kenyataannya belum tercapai. Kekurangan SDM guru dan Kepala sekolah mesti menjadi perhatian serius Pemda agar proses mencerdaskan anak bangsa seperti amanat undang-undang dapat berjalan dengan baik.

“Gambaran Pendidikan saat ini adalah gambaran masa depan Kabupaten Bogor. Terhadap catatan tersebut maka Fraksi PKS meminta Plt Bupati untuk serius dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan Pembangunan yang berdampak kepada kesejahteraan masyarakat. Plt Bupati diharapkan memperhatikan seluruh rekomendasi yang disampaikan DPRD sebagai representatif masyarakat,” tegas Fathoni.

Berikut catatan lampiran menurut pandangan PKS :

1.Catatan untuk DPUPR

– Menyikapi pesatnya perkembangan perumahan dan permukiman, harus ada upaya perencanaan kewilayahan secara terintegrasi minimal  perencanaan jaringan drainase dan jaringan jalan. Sehingga mengurangi resiko banjir dan permasalahan lalin.

– Terkait penanganan infrastruktur saluran irigasi, harus ada koordinasi dan sinergi yang baik antara DPUPR dan Distan sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian bisa terpenuhi dengan baik.

2. Catatan untuk DPKPP:

– Masih banyak PSU Perumahan yang proses serah terima nya belum selesai sehingga merugikan warga maupun Pemda. Minta segera diselesaikan.

– Harus ada solusi untuk rumah yang kondisinya darurat roboh tapi tidak masuk daftar tunggu Rutilahu

– Perlu peningkatan anggaran untuk penataan saluran drainase yg terintegrasi serta penanganan kawasan kumuh.

– Harus ada perhatian pada pembangunan saluran irigasi  dan disinergikan dengan skpd terkait lainnya. Harus dirumuskan penanganannya dengan baik.

3. Catatan untuk DLH

– Terkait pengelolaan sampah, perlu dibuat kajian yang komprehensif agar sampah bisa ditangani oleh lembaga tersendiri (BLUD/BUMD) dg berbasis pemberdayaan masyarakat dan penanganan secara zonasi dengan target akhir Desa Mandiri kelola sampah.

– Perkuat SDM dan pelibatan masyarakat, Pemdes dan kecamatan dalam penanganan pencemaran limbah

4. Catatan untuk Dishub

– Terkait masih banyaknya jalan kabupaten yang gelap, harus ada perhatian Pemda utk mengalokasikan anggaran pemasangan PJU secara bertahap dan merata.

– Mohon segera direalisasikan Unit Cabang untuk uji KIR di Bogor Timur dan Barat bisa dengan portabel/mobile unit.

– Harus jadi prioritas untuk pemasangan PJU di seluruh jalan kabupaten sehingga  secara bertahap bisa tercapai 100 %.

5. Catatan untuk Dinkes

– Perlu political will dari Bupati untuk mengubah Perbup yang menghalangi proses perpindahan peserta BPJS ke PBI.

– Perlu political will dari Bupati untuk bisa mewujudkan UHC di Kabupaten Bogor.

7. Catatan untuk Dispora

– Harus dibuat skema pengelolaan Stadion Pakansari, GOR, GOM dan sarana olah raga yang dimiliki agar terpelihara dengan baik tanpa membebani APBD. Kita prihatin membaca berita Stadion Pakansari terancam tidak dipakai pada Liga Sepak bola karena perawatan yang buruk.

8. Catatan untuk DPMPTSP

– Target surat ijin yang keluar tercapai, tetapi kenapa target retribusi yang masuk hanya 40-an %. Penjelasan bahwa ada salah menghitung target seharusnya tidak terjadi lagi.

– Pelayanan terpadu satu pintu saat ini sebenarnya belum terwujud. Masih banyak urusan yang tidak selesai di DPMPTSP. Satu pintu tapi banyak jendela. Harus segera diupayakan betul-betul pelayanan perizinan terpadu dan satu pintu.

9. Catatan untuk Disdagin

– Terjadi penurunan pemasukan retribusi cukup besar, dan penjelasannya karena kekosongan Kabid dan Sekdis. Mestinya hal seperti ini tidak boleh terjadi.

10. Catatan untuk Distan

– Perlu perhatian serius dari Plt terkait penetapan LP2B, dimana sampai saat ini belum ada Perbup sebagai penjabaran Perda yang sudah ditetapkan sejak 2019.

– Harus dilakukan pengecekan lapangan terkait penentuan LP2B, sehingga sesuai dengan daya dukungnya.

11. Catatan untuk Pasar Tohaga

– Pasar Citayam yang semula akan dibangun 2022, bahkan pasar sudah dikosongkan diratakan sampai hari ini Selasa, 23 Mei 2023 tidak ada tanda-tanda pasar itu akan segera dibangun. Saat ini para pedagang pasar Citayam yang menempati TPS (Tempat Penampungan Sementara) yang terletak di Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung Kota Depok sudah mulai gelisah tentang nasib mereka.

12. Catatan untuk BPKAD

– Carut marutnya pendataan aset daerah masih saja terjadi. Perlu penanganan dan pengamanan aset daerah yang lebih rapi dan serius terutama proses penyerahan fasum dan fasos agar aset daerah bisa terdata dan dimanfaatkan dengan baik oleh Pemda.

** Nay Nur’ain

Polsek Ciampea Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

0

Tenjolaya | Jurnal Bogor

Seorang terduga pelaku pelecehan seksual LN (31) terhadap anak di bawah umur berinisial PA di Tenjolaya, Kabupaten Bogor diamankan Polsek Ciampea.

“Terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini ditangani oleh Unit PPA Polres Bogor,” kata Kapolsek Ciampea Kompol Suminto kepada wartawan, Kamis (25/5/2023).

Dia menjelaskan, pelaku diamankan polisi pada Rabu (24/6/2023) sore untuk menghindari amukan massa dan keluarga korban.

“Kami langsung amankan guna menghindari terjadinya pengerahan dan amuk warga sehubungan keluarga korban tidak terima atas perbuatan terduga pelaku,” jelasnya.

Dia mengaku terduga pelaku selanjutnya dibawa oleh piket Siaga Polsek Ciampea pada pukul 19.45 WIB dan diserahkan ke Unit PPA Polres Bogor.

“Kasus tersebut telah dilaporkan oleh keluarga korban ke Unit PPA Polres Bogor pada hari Selasa 23 Mei 2023,” pungkasnya.

** Andres