29.4 C
Bogor
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 604

DPKPP Optimistis Huntap di Nanggung Selesai Tahun Ini

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor mengaku optimistis target pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di wilayah Kecamatan Nanggung selesai tahun 2023 ini.

“Jadi, targetnya tahun 2023 ini (Huntap) selesai semua,” kata Kepala Bidang (Kabid) DPKPP Kabupaten Bogor, Dede Armansyah kepada wartawan disela kegiatan penyerahan kunci Huntap yang berlangsung di aula Kecamatan Cigudeg, Jumat (23/06/2023).

Jadi, kata dia, pembangunan Huntap untuk korban bencana yang berlokasi di wilayah Kecamatan Nanggung salah satunya di Desa Bantarkaret itu selesai di tahun 2023.

“Jadi (Huntap) Nanggung kita masih optimis selesai di tahun 2023 ini,” katanya, Senin (26/6/2023).

Untuk proses pembangunan Huntap di Desa Bantarkaret itu masih menunggu sebagian lahannya yang masih basah dan sudah dilakukan land clearing. Direncanakan awal Juli 2023 ini baru akan mulai dikerjakan pembangunannya.

“Jadi, Huntap Bantarkaret kita rencanakan awal Juli kita kerjakan, mulai ada pergerakan. (Huntap) Desa Cisarua belum banyak, yang banyak itu di Desa Nanggung. Dan Desa Malasari belum sama sekali, terus Desa Pangkaljaya kita baru memulai proses land clearing,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, penampakan soal tempat relokasi pembangunan Huntap di Desa Bantarkaret mendapatkan sorotan dari Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Permadi Dalung.

Dia mulai geram karena dalam rencana kegiatan awal tersebut DPKPP Kabupaten Bogor yang rencananya pada kegiatan pembangunan Huntap Desa Bantarkaret secepatnya itu akan dibangun 50 unit itu kian terbengkalai sampai saat ini.

Padahal kata Permadi Dalung warga korban bencana di Desa Bantarkaret Kecamatan Nanggung sangat mengharapkan Huntap.

“Kita meminta dari pihak DPKPP Kabupaten Bogor agar segera melakukan action,” ungkap Permadi Dalung.

Hal itu karena soal lahan basah itu, sudah dianggarkan land clearing). “iya jadi tinggal bagaimana sejauh ini untuk action pembangunan tersebut (land clearing) itu dilakukan,” paparnya.

Setelah dibangunnya Huntap ini akan tetapi agar segera dihuni, dan yang lain sebaginya oleh para penerima manfaat Huntap.

Pasalnya tempat relokasi tersebut lahanya yang saat ini basah, rencana pembangunan Huntap yang akan dibangun 85 unit.

Namun demikian selama pasca bencana alam pada tahun 2020 tersebut belum kunjung dikerjakan oleh pihak – pihak terkait.

Padahal untuk pembangunan Huntap tersebut, sudah mendapatkan angin segar. Kandati demikian hal itu tampaknya relokasi Huntap tersebut sejauh ini masih terbengkalai.

Sementara Dede Armansyah sendiri menyampaikan, ada sedikit kendala teknis terkait kondisi lokasi lahan rencana pembangunan Huntap itu karena tanahnya masih lunak.

“Karena (tanahnya) bekas sawah. Iya mudah-mudahan masih dalam bulan ini sudah memungkinkan sehingga kami akan segera kontrak dengan Pokmas,” pungkasnya.

** Andres

Boling ke Sumakmur, Ini Kata Plt Bupati Iwan Setiawan

0

Sukamakmur  | Jurnal Bogor

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan kembali menyapa langsung masyarakat melalui kegiatan Bogor Keliling (Boling), Senin (26/6/23). Kali ini giliran masyarakat wilayah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang ditinjau langsung pelayanan KB dan renovasi bangunan Puskesmas Sukamakmur oleh Plt Bupati didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor Halimatusadiyah Iwan.

Iwan Setiawan juga berkesempatan meresmikan jalan Desa Sirnajaya hasil pembangunan melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) ditandai dengan pengguntingan pita dan tanda tangan prasasti. 

Selanjutnya, Plt Bupati meninjau langsung pelaku UMKM di Desa Wargajaya, dan diakhiri dengan kegiatan penyerahan kartu tani secara simbolis kepada lima orang petani Desa Wargajaya.

Iwan Setiawan mengungkapkan, Sukamakmur merupakan daerah dengan potensi wisata yang cukup besar, untuk itu sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan pemerintah kecamatan juga pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) harus diperkuat, baik pengelolaan wisata, infrastruktur menuju kawasan wisata maupun fasilitas rest area.

“Saya lihat infrastruktur disini sudah ada, kami siap mendukung. Wisata di Sukamakmur ini sangat bagus. Kami juga minta agar para kades, camat juga harus PUPR lebih sinergi. Terutama infrastruktur Cibadak dan jalur pariwisata, supaya pariwisata disini semakin baik,” ujar Iwan Setiawan.

Plt Bupati juga meminta agar Puskesmas Sukamakmur bisa di-upgrade dengan fasilitas rawat inap dan Poned. Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang mudah muali fasilitas hingga dokternya.

“Untuk mengoptimalkan pelayanan, saya minta ada Poned, ruang inapnya ditambah dokternya ditambah. Supaya masyarakat disini mudah akses dan pelayanan kesehatannya,” terangnya kepada Jurnal Bogor.

Di tempat yang sama, Camat Sukamakmur Bakri Hasan menyatakan terimakasih kepada Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan beserta jajaran atas kunjungan langsung ke wilayah Kecamatan Sukamakmur. Ia berharap kehadiran Plt. Bupati Bogor ke Sukamakmur bisa lebih meningkatkan sinergitas dalam mendukung peningkatan pengelolaan infrastruktur, bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lainnya.

** Nay Nur’ain

Luis Milla Apresiasi Penampilan Para Pemain Baru

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pelatih Persib, Luis Milla cukup puas dengan penampilan beberapa rekrutan baru yang dimainkan pada laga persahabatan kontra PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Minggu 25 Juni 2023 lalu

Para pemain baru yang ditampilkan Milla dalam pertandingan penutup tur pramusim di Yogyakarta itu adalah Tyronne Gustavo del Pino, Edo Febriansah, Ryan Kurnia, dan I Putu Gede. Sementara Alberto Rodriguez belum berkesempatan tampil.

Milla menjelaskan, tambahan kekuatan itu hasil analisa tim pelatih pada musim lalu. Hasilnya beberapa pemain tampil sesuai dengan harapan dan bisa membantu PERSIB untuk mengarungi Liga 1 2023/2024 mendatang.

“Saya mendatangkan pemain baru dan memberi kesempatan (bermain) dan pemain baru itu datang untuk membuat tim lebih kuat,” kata pelatih asal Spanyol tersebut dilansir dari laman resmi klub, Senin, 26 Juni 2023

Secara keseluruhan, pelatih yang pernah bermain bersama Real Madrid dan Barcelona itu mengaku puas.

Dia senang dengan sikap semua pemain dalam membuat timnya semakin kuat dalam mengarungi Liga 1 2023/2024.

“Semua pemain selalu berusaha menunjukan performa yang lebih bagus. Saya rasa kami sudah siap untuk memainkan liga,” ucapnya. ( Asep Syahmid )

Tim Panjat Tebing Kota Bogor Optimis Sabet Dua Emas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tim panjat tebing Kota Bogor, menargetkan dua medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat 2023. Hal itu dikatakan Ketua FPTI ‘Kota Hujan’ Samson Purba, disela-sela pelepasan Kontingen Atlet, di GOR Indoor A Pajajaran, Senin (26/6/2023).

“Target kami dua medali emas dari sepuluh kategori yang akan dipertandingkan di ajang Popda Jabar 2023,” kata Samson.

Kadis Damkar ini menjelaskan, di ajang Popda Jabar 2023, khusus cabor panjat tebing yang akan dilangsungkan di wall Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, diperkuat delapan atlet.

Adapun delapan atlet tersebut di antaranya Neyla Ayu Putri, Rahmanda Aulia Putri, Sabastian Bahri Maulana Sianturi, M Farel Alfarid, M Azril Ramadhan, Obet Kornelius Sitorus, Siti Mazaya Santoso, dan Zascha Nuraini.

“Saya sangat optimis, para climber kami bisa membawa dua medali emas ke Kota Bogor. Tapi kalau melihat kesiapan atlet, bisa jadi lebih dari dua emas,” pungkasnya.

Sementara itu, pelatih panjat tebing Kota Bogor, Siti Robiah mengatakan, bahwa pihaknya tidak ingin muluk-muluk soal target medali emas.

“Kita targetkan dua medali emas. Dan dua terget tersebut sudah tercatat di Dispora,” kata Obi-sapaan akrab pelatih ini.

Disinggung soal rival, Obi menjelaskan, jika semua daerah sama-sama punya atlet potensial. Namun dirinya tetap menyakini, kalau atletnya tidak kalah bagus dari daerah lain. ( asep syahmid)

Dedie A Rachim Siapkan Bonus Rp 25 Juta Bagi Peraih Emas Popda Jabar 2023

0

Bogor | Jurnal Bogor

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, secara resmi melepas Kontingen ‘Kota Hujan’ menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat 2023, yang akan dilangsungkan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, mulai 30 Juni hingga 9 Juli 2023.

Pelepasan Kontingen Kota Bogor sendiri dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Indoor A Pajajaran, pada Senin (26/6/2023).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengucapkan, selamat bertanding kepada semua atlet, pelatih serta official yang akan berlaga di ajang Popda Jabar 2023.

“Saya ingin kalian harus membawa nama baik Kota Bogor. Namun tidak lupa, tetap junjung tinggi sportivitas selama pelaksanaan Popda berlangsung,” kata Dedie A Rachim.

Selain itu, kata Dedie, dirinya juga meminta kepada seluruh atlet untuk tidak pernah takut terhadap daerah manapun.

“Saya yakin kalian ini adalah atlet-atlet pilihan yang akan membanggakan Kota Bogor, dan orang tua. Jadi saya minta jangan pernah takut terhadap lawan-lawan di ajang Popda 2023,” tambah Dedie.

Tak hanya itu, Dedie juga menyampaikan, bahwa peraih medali emas di ajang Popda Jabar 2023, akan diguyur bonus sebesar Rp 25 juta rupiah.

Sementara itu, Ketua Kontingen Kota Bogor, yang merupakan Kadispora Kota Bogor, Herry Karnadi, menyampaikan, bahwa Kontingen ‘Kota Hujan’ diperkuat 210 atlet, berikut pelatih dan official.

Adapun cabang olahraga yang diikuti sebanyak 16 cabor, di antaranya angkat besi, atletik, bola basket, bulutangkis, judo, karate, kempo, panahan, panjat tebing, pencak silat, panahan, renang, taekwondo, tarung derajat, tenis lapang, tenis meja dan tinju. Sedangkan target medali emas, yakni 67 medali emas. ( asep syahmid)

Bangunan Resto dan Villa di Jalur Sungai Cipamingkis Siap-siap Dibongkar

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Kasat Pol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid mengecam pengusaha yang membuat bangunan di sepanjang Sungai Cipamingkis. Apalagi ada tanah milik irigasi yang digunakan, dirinya berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut dan memastikan akan melakukan pembongkaran untuk bangunan yang jelas-jelas ada dibantaran kali.

“Kami akan merapikan kawasan Puncak dulu, semua bangunan yang ada di sepanjang kali di wilayah Puncak akan kami sisir dan kami bersihkan. Dalam hal ini bukan hanya tugas Satpol PP saja, tapi pengawasan bangunan juga harus ikut andil riwehnya, karena persoalan ini tidak luput dari tupoksinya mengawasi bangunan,” tandasmya.

“Sekalipun itu hak milik, jika melanggar aturan dan ada di jalur bantaran sungai akan saya bongkar bangunannya, jadi untuk pengusaha tolong lah taati prosedur dan untuk Pemcam dan Pemdes tolong di awasi juga, karena itu ada diwilayah kalian. Jadi kalian lah yang lebih tau itu berizin atau tidak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, makin banyaknya bangunan tanpa izin di wilayah jalur Puncak Dua Sukamakmur, Kabupaten Bogor seolah membuat Pemda Kabupaten Bogor tak berdaya. Pasalnya, bangunan villa dan tempat wisata yang tidak disertai izin tersebut berani dilakukan terang terangan oleh pengusaha dan hanya menjadi tontonan bagi Penegak Perda di wilayah. Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan yang seolah sudah ‘damai’ dengan keberadaan mereka.

Bukan hanya dilahan milik pribadi, namun bangunan villa, restoran dan tempat wisata tak berizin kini sudah menyentuh garis sepadan Sungai Cipamingkis yang dibuat mengecil akan keberadaan tempat wisata bodong tersebut. Lebih mirisnya lagi,  jarak antara tempat wisata yang menggerus bagian Sungai Cipamingkis dan menggunakan jalan milik irigasi tersebut sangat dekat dengan Kantor Desa dan Kantor Kecamatan Sukamakmur.

Sebelumnya, Sekretaris Desa Sukamakmur, Ade mengatakan, jika bangunan villa dan restoran tersebut memang menggunkaan lahan milik irigasi untuk jalan masuknya. Menurut Ade, sejauh ini baru ada sebatas izin lingkungan yang dilakukan oleh tangan kanan pengusaha tersebut yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di Sukamakmur.

“Untuk izin lingkungannya sudah, tapi untuk IMB dan izin wisatanya saya rasa belum diurus, karena sebelumnya pada saat Kanit Pol PP sebelumnya, sudah dilakukan pemanggilan dan peneguran kepada pengusaha tersbut. Karena bangunan nya membuat bagian badan Sungnai Cipamingkis mengecil,” ungkap Ade beberapa waktu lalu kepada Jurnal Bogor.

Ade menyebut, lahan itu memang milik pribadi, tapi secara aturan yang dia tau, untuk jarak garis sepadan sungai ialah sampai 15 meter. Untuk itu, bisa dihat sendiri berapa jarak antara bangunan dan Sungai Cipamingkis tersebut.

“Saya hanya berharap, pengusaha yang ada di Desa Sukamakmur bisa mengurus izin usahanya, karena aturan prosedur yang mereka taati itu nantinya akan berpengaruh terhadap PAD desa dan BHPRD kami. Jadi mereka berusaha di wilayah kami juga ada kontribusi pajaknya yang kami nikmati,” paparnya

“Jika tidak ada izinnya bergini kan, siapa yang akan menikmati pajaknya. Mungkin dia bayar pajak, tapi masuk kepada siapa,” imbuhnya.

** Nay Nur’ain

Jadi 13 Jenis Marchandise,  Rubo Mulai Diproduksi Pelaku UMKM

0

KOTA Bogor kini resmi memiliki maskot. Wali Kota Bogor Bima Arya melaunching maskot bernama Rusa Bogor (Rubo) tepat di Hari Jadi Bogor (HJB) ke-541 tahun, pada Sabtu (3/6/2023).
RuBo bakal menjadi brand ambassador Kota Bogor dan juga penyemangat dalam kegiatan pemerintah dan masyarakat Kota Bogor. Seperti apa?

Wali Kota Bogor Bima Arya melaunching maskot bernama Rusa Bogor (Rubo) tepat di Hari Jadi Bogor (HJB) ke-541 tahun, pada Sabtu (3/6/2023)

Maskot Rubo tidak asal jadi, tapi melalui proses dan perencanaan yang matang. Sebelumnya tim dari Pemkot  melakukan kajian survei selama delapan hari dari 13-20 April 2023. Ada 3.169 responden, 81 persen warga Kota Bogor dan 19 persen warga luar Kota Bogor.
Hasil kajian survei berupa kuesioner ini kemudian disayembarakan. Sayembara desain yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada 28 April-10 Mei 2023 diikuti 88 peserta secara nasional dengan melibatkan juri dari seniman, akademisi dan perwakilan masyarakat.
Desain RuBo dirancang langsung Mahdi Albart warga Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat. Sedangkan kostum RuBo dibuat Romas, pengrajin kostum cosplay yang sudah ahli asal Malabar, Kecamatan Bogor Tengah.
Menurut Bima Arya RuBo saat ini menjadi milik semua warga Kota Bogor dan boleh diproduksi oleh seluruh UMKM di Kota Bogor sebagai merchandise. “Jadi kalau orang Jakarta dan sekitarnya ke Bogor tidak hanya mencari roti unyil, talas dan lainnya, tetapi juga merchandise RuBo,” katanya.
Dirinya juga menyatakan, tidak boleh ada monopoli dalam penggunaan desain maskot dan pembuatan merchandise RuBo. Meski dibebaskan memproduksi merchandise, Bima melarang masyarakat membuat kostum RuBo terlebih dijadikan badut untuk ‘ngamen’ .

Ia menegaskan hanya ada satu RuBo di Kota Bogor, tidak boleh ada di jalanan atau persimpangan jalan. Jika masyarakat yang ingin mengundang RuBo dipersilahkan bersurat ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, seperti untuk acara istimewa, mengenalkan program-program dinas/OPD dan acara lainnya.
Kedepan RuBo menjadi brand ambassador Kota Bogor dan juga penyemangat dalam kegiatan pemerintah dan masyarakat Kota Bogor, termasuk saat Kota Bogor menjadi tuan rumah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tahun 2026.
Saat ini UMKM sudah memproduksi barang-barang bertemakan Maskot Rubo dengan ciri khas berwarna biru dan hijau tersebut. “Ini udah mulai banyak produksi-produksi si RuBo, nah ini ada kantong untuk belanja si RuBo, pajangan si RuBo, tempat minum, kemudian gantungan,” kata Bima Arya.

Kemudian, yang menarik adalah kue RuBo. Dalam instagram milik Bima Arya, ia juga sempat mencicipi makanan unik tersebut. “Jadi warga Bogor silahkan berkreasi, untuk UMKM Kota Bogor manfaatkan, silahkan boleh DM saya, boleh japri, enaknya si RiBo dibuat apa lagi, ada roti si RuBo barangkali,” ucap dia.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yane Ardian mengatakan, agar tertib dalam produksi RuBo, maka ada persyaratan UMKM Marchandise Rubo yang harus dipenuhi, pertama UMKM Kota Bogor yang hanya memiliki KTP Bogor, anggota desranasda Kota Bogor, memiliki nomor induk berusaha.
Lalu, syarat lainnya adalah marchandise diproduksi di Kota Bogor, disain sesuai standar yang ditetapkan Pemkot Bogor, serta karya mereka harus lulus proses kurasi pengelola galeri 100% Bogor Pisan.

“Pengelola galeri 100% Bogor Pisan melakukan kurasi sebenarnya lebih pada spesifik dan warna saja. Aspek lainnya silahkan berkreasi bebas,” imbuh dia.
Meski belum genap satu bulan, hingga saat ini sudah ada 13 jenis produk, dan sudah 24 pelaku usaha yang mengajukan hasil karya bertemakan Maskot RuBo.
Adapun, produk RuBo yang bisa ditemui saat ini mulai dari pakaian baik kemeja, hoddie, kaos; gantungan kunci; bando; tumbler; mug; payung; tote bag, bantal, boneka.
Kemudian, keramik; snack/kue, pemasok; kalung; topi; dan terakhir kertas kado. “Harapannya dengan adanya Rubo, pelaku ekonomi kreatif di Bogor menyambut baik,” tukas dia.

Setiap anggota tubuh RuBo memiliki makna yang terkandung di dalamnya. Tanduk RuBo menyimbolkan kujang yang menjadi senjata khas Kota Bogor.
Wajahnya RuBo yang periang menggambarkan sifat warga Kota Bogor yang someah atau ramah. Simbol hati berwarna hijau di dahi RuBo menjadi identitas unik hewan rusa totol dan juga melambangkan cinta. Sementara 9 torol putih di badan RuBo menjadi simbol filosodi Tepas Lawang Salapan Dasakerta.
RuBo memiliki warna biru dan hijau lantaran kedua warna tersebut dianggap sebagai warna yang paling menggambarkan Kota Bogor berdasarkan hasil survey Pemkot sebelum sayembara.(*)

Relokasi Pemakaman Kampung Cohak Jadi Ajang Bisnis

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sejumlah ahli waris yang keluarganya dimakamkam di tanah pemakaman umum Cohak Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor masih belum bisa menerima proses ganti rugi relokasi makam. Pasalnya, besaran kompensasi tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan oleh panitia.

Awalnya, pihak ahli waris dijanjikan uang kompensasi sebesar Rp 700 ribu. Namun realisasinya, pihak panitia hanya memberikan uang kompensasi sebesar Rp 500 ribu.

“Uang kompensasi pemindahan lahan makam sebenarnya Rp 2 juta. Namun dipotong untuk tukang gali sebesar Rp 500 ribu, kain kafan Rp 300 ribu, bumbu Rp 30 ribu, papan Rp 40 ribu, penggalian lalandak Rp 30 ribu, batu nisan Rp 300 ribu, pemulasaran Rp 100 ribu dan tahlilan Rp 200 ribu. Jadi sisa yang diterima untuk ahli waris hanya Rp 500 ribu,” kata salah satu ahli waris, Sidi kepada wartawan, Senin (26/6/23).

Menurut dia, dalam praktiknya pemanfaatan dana kompensasi tersebut juga tidak transparan. Hal itu lantaran banyak informasi yang mengatakan jika pemanfaatan tidak sesuai dengan yang sudah dialokasikan. Salah satunya adalah anggaran untuk tahlilan yang besarnya mencapai ratusan juta. Namun realisasinya tidak seperti harapan.

“Biaya tahlilan itu 200 ribu dikalikan ribuan makam yang direlokasi. Nilainya sampai ratusan juta.Tapi kami tidak pernah mendapatkan laporan seperti apa pemanfaatannya dari panitia,” ujar dia.

Sidi mengatakan, proses relokasi pemakaman Cohak di Desa Nagrak sejak awal memang sudah mendapat penolakan dari warga. Pasalnya, tempat relokasi yang ditentukan tidak sesuai dengan harapan dari para ahli waris.

“Dari awal memang kami menolak kalau lokasinya tidak sesuai dengan aspirasi dari para ahli waris. Tapi entah ada permainan seperti apa akhirnya makam dipindahkan ke dekat jalan tol,” ujarnya.

Selain persoalan relokasi tanah makan, Sidi mengatakan persoalan lain yang sampai saat ini belum terselesaikan adalah, lahan pengganti pemakaman Cohak yang terkena proyek tol. Pasalnya, sampai saat ini pihak pengembang jalan tol maupun pemerintah belum menetapkan lahan pengganti yang dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat pemakaman umum.

“Sekarang kalau ada warga yang meninggal tidak ada tempat pemakaman umum. Jadi warga yang meninggal dimakamkan di dekat rumah atau lahan milik keluarga. Bagaimana kalau warga yang meninggal tidak punya tanah mau dimakamkan dimana ?’’ tegasnya.

Sidi berharap, persoalan relokasi dan penggantian lahan pemakaman umum ini dapat segera diselesaikan. Sehingga warga dapat memiliki kepastian terkait lahan pemakaman umum yang dapatdipergunakan oleh warga.

** Taufik/Nay

Gerindra Konsolidasi di Gunung Putri Siapkan Prabowo Jadi Presiden 2024

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sebanyak 3.000 kader Partai Gerindra DPC Kabupaten Bogor menghadiri konsolidasi kemenangan Prabowo Subianto sebagai Presiden di Pilpres 2024 mendatang. Kegiatan yang diadakan di Gunung Putri itu dihadiri kader dari 3 kecamatan di Daerah Pilih (Dapil) 2,diantaranya Kecamatan Gunung Putri, Klapanunggal, dan Kecamatan Cileungsi.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Gerindra Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, setelah diadakan konsolidasi di Dapil I, Gerindra aman melakukan hal serupa di semua dapil yang ada di Kabupaten Bogor termasuk Dapil 2. Hal itu dilakukan untuk memantapkan para kader guna memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden.

“Sebagai Ketua Bapilu, kami bukan hanya melihat Dapil 2, kemarin pembuktian di Dapil I. Kebetulan acara ini Ketua Panitianya adalah Irfan Maulana dari Dapil I sampai 6. Kita cukup optimis dan yakin, dalam berkompetisi dari tahun 2009 sampai hari ini, loyalis – loyalis Pak Prabowo tetap setia berjuang sampai akhir,” kata Rudy Susmanto kepada Jurnal Bogor, Senin (26/6/23)..

Rudy yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu mengaku sangat optimis untuk Kabupaten Bogor masih menjadi lumbung suara kemenangan Gerindra dan Prabowo.

“Saya juga sangat optimis Kabupaten Bogor masih menjadi lumbung suara untuk kemenangan Pak Prabowo,” ungkapnya.

Rudy menyebut, semakin dekatnya kontestasi pemilihan presiden nanti, dukungan kepada Prabowo semakin bertambah.

“Bahkan makin kesini optimismenya semakin bertambah, karena menjelang pemilihan Presiden yang semakin dekat ini kita melihat dukungan prabowo bukan berkurang, malah bertambah,” cetusnya.

Hal itu, lanjut Rudy, dibuktikan dengan kegiatan konsolidasi yang diawali oleh Dapil I, dipenuhi para kader Gerindra.

“Kemarin kegiatan di Pakansari dan hari ini di Gunung Putri, yang hadir adalah murni kader Partai Gerindra tanpa partai lain dan koalisi. Mereka hadir dengan sukarela dan sukacita untuk memenangkan Prabowo Subianto,” bebernya.

Senada, Adi Suwardi mengatakan, konsolidasi ini lebih ke penguatan akar rumput yang dihadiri para koordinator RT, RW, desa kordes dan kecamatan, yang pada akhirnya nanti lebih siap memenangkan Prabowo menjadi Presiden pada Februari 2024.

“Nah itu bagian dan upaya yang kita lakukan dari seluruh dapil yang ada di Kabupaten Bogor, khusus hari ini dapil 2 yang ada di 3 kecamatan dulu, Kecamatan Gunung Putri, Klapanunggal, dan Cileungsi, ini diikuti peserta tidak kurang dari 3000 peserta yang hadir,” paparnya Adi Suwardi.

“Yang lebih penting bagaimana persiapan di bulan Februari, kemenangan Gerindra dengan Prabowonya Preiden, itu yang menjadi target,” sambungnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, hari ini adalah lebih dari pada pemantapan, bagaimana untuk memenangkan Prabowo sebagai Presiden, dan tentunya Partai Gerindra juga harus menang.

“Kita sosialisasi kepada seluruh masyarakat, yang paling penting lebih mengedepankan bagaimana Gerindra hadir untuk kepentingan masyarakat, yang notabennya bagaimana masyarakat ini harus baik kedepan dari berbagai sektor, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, serta sektor lainnya. Artinya kader-kader Gerindra bergerak untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat, kita serap aspirasi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Gali Potensi Wilayah, GPSS Adakan Turnamen Sepak Bola Usia Dini

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Gunung Putri Soccer School (GPSS) menggelar launching turnamen sepak bola usia dini di lapangan sepak bola Rawa Lebak, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (26/6/23). Turnamen diikuti 20 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) yang terbagi menjadi  tiga katagori usia, yakni U-10, 11 dan U-12 tahun.

Ketua panitia penyelenggara GPSS Saman mengatakan, acara turnamen sepak bola ini dalam rangka lauching GPSS anak usia dini, yang diramaikan oleh SSB di Kabupaten Bogor maupun luar Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan pertandingan sepak bola anak usia dini, yang masih berusia 10, 11, dan 12 tahun, yang diikuti 20 tim, dari wilayah Kabupaten Bogor, Depok, Tangerang, dan daerah lainnya,” ucap Saman kepada Jurnal Bogor, Senin (26/6/23).

Menurutnya, ini adalah lauching pertama GPSS menggelar turnamen agar bisa memicu anak-anak berlatih sepak bola lebih semangat lagi. Selain itu, tujuan dari pertandingan ini adalah, untuk menggali bakat dan potensi anak usia dini dalam bermain sepak bola. Karena GPSS terbentuk berawal dari Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN)

“Kita melihat potensi anak-anak di bidang sepak bola itu sangat banyak peminatnya, tapi mereka tidak ada wadahnya. Maka dari itu terbentuklah GPSS, yang berada di Desa Wanaherang. Agar anak-anak yang berpotensi mempunyai wadah untuk mengembangkan bakatnya,” jelasnya.

Saman berharap, kedepannya anak-anak yang berpotensi di Desa Wanaherang bisa mewakili tingkat nasional bahkan internasional.

“Semoga anak-anak GPSS ini bisa berlatih lebih semangat lagi, sehingga bisa mencetak pemain yang bisa berlaga di kancah nasional maupun internasional,” harapnya.

Sementara, Sekdes Wanaherang, Endang menyampaikan, Pemdes sangat mengapresiasi adanya sekolah sepak bola di Desa Wanaherang. Ini adalah suatu wadah untuk meningkatkan kualitas, dan kemampuan anak di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

” Tentunya Pemerintah Desa support dengan adanya kegiatan seperti ini, sebagai pembuktiannya pemerintah desa komitmen untuk menjaga tanah kas desa yang dipakai untuk latihan sepak bola ini, ” cetusnya.

“Kita ikut mengamankan aset milik desa jangan sampai justeru dimanfaatan untuk kepentingan pribadi atau golongan, tapi ini betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari bakat dan minat dibidang olahraga sepak bola,” sambungnya.

Lebih lanjut dirinya berharap adanya support dari pengusaha untuk menunjang kegiatan GPSS ini. Mengingat Desa Wanaherang dikelilingi oleh lebih dari 60 perusahaan yang produktif, paling tidak ada kerjasama yang dijalin antara GPSS  dengan perusahaan.

“Ya tentu kita harus bekerjasama, dan harus saling support, terutama semua stakeholder, baik itu perusahaan maupun pemerintahan yang ada di Desa Wanaherang, agar bisa membuktikan kualitas masyarakat Wanaherang di bidang olahraga sepak bola, khususnya diajang kabupaten maupun nasional. Karena sudah ada yang terbukti pemain Desa Wanaherang sudah ada yang bermain di tingkat nasional,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain