29.4 C
Bogor
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 603

Dewan Rekomendasikan Tutup Semua Mie Gacoan ‘Bermasalah’

0

jurnalinspirasi.co.id – Pasca melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gerai Mie Gacoan di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Senin (26/6), Komisi I DPRD Kota Bogor langsung menggelar rapat internal. Berdasarkan hasil rapat internal tersebut, Komisi I DPRD Kota Bogor mengeluarkan rekomendasi untuk Pemerintah Kota Bogor sebagai pedoman untuk menindak gerai Mie Gacoan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, menerangkan rekomendasi dari Komisi I DPRD Kota Bogor terdiri dari lima poin. Poin pertama, berbunyi dari hasil temuan sidak yang dilakukan oleh komisi I DPRD Kota Bogor, ditemukan terdapat dua perizinan yang belum diselesaikan oleh pihak Mie Gacoan yaitu PBG dan Siteplan.

Poin kedua, Komisi I DPRD Kota Bogor mendukung masuknya investasi di Kota Bogor dan penyerapan tenaga kerja, akan tetapi semua pelaku usaha harus tertib administrasi dan hukum di Kota Bogor.

Poin ketiga dijelaskan oleh Heri, Komisi I DPRD Kota Bogor merekomendasikan agar Pemerintah Kota Bogor bertindak tegas dalam penerapan Perda nomor 1 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketentraman Umum dan Ketertiban Umum, Perda nomor 1 Tahun 2020 tentang Retribusi Jasa Usaha dan Perda nomor 2 tahun 2019 tentang Izin Mendirikan Bangunan.

Poin keempat Heri menerangkan terkait usaha Mie Gacoan ditemukan belum memenuhi persyaratan untuk beroperasi, namun Mie Gacoan sudah memulai kegiatan usahanya.

“Untuk itu Komisi I DPRD Kota Bogor merekomendasikan untuk sementara ditutup sampai kelengkapan perizinan diselesaikan,” terang Heri.

Poin kelima, Komisi I DPRD Kota Bogor meminta agar semua usaha Mie Gacoan yang berada di Kota Bogor yang belum menyelesaikan persyaratan perizinan untuk ditutup sampai terselesaikannya izin siteplan dan PBG.

Terpisah, anggota Komisi I, Endah Purwanti mengatakan Kota bogor sangat terbuka terhadap investasi, tapi pemkot juga harus tegas terhadap pelanggaran perijinan. Perijinan ini menyangkut tentang kelayakan lingkungan, kelayakan lalu lintas, maupun kelayakan teknis lainnya.

“Jadi harus ada ketegasan dalam hal pengawasan dan pelaksanaan perda oleh Pemkot Bogor terkait perizinan usaha di Kota Bogor. Kami di DPRD Kota Bogor pun akan terus melakukan pengawasan sesuai dengan tugas dan fungsi DPRD,” ujar Endah.

Untuk diketahui, selepas dilakukan sidak, pihak Satpol-PP Kota Bogor langsung melayangkan surat peringatan kepada pihak Mie Gacoan agar memberhentikan operasional terhitung mulai Selasa (27/6) sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kepala Satpol-PP Kota Bogor Agustyan Syach menjelaskan, surat peringatan dikeluarkan berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Bangunan Gedung dan Izin Mendirikan Bangunan.

“Kami lanjutkan dari DPRD tadi untuuk para pelaku usaha ini supaya berizin. Ini pelajaran bagi usaha di Kota Bogor ssupaya mebaatii aturan,” tutupnya.* Fredy Kristianto

Kembangkan Sayap Bisnis, PT MVA Bangun Hotel dan Resto

0

jurnalinspirasi.co.id – PT Marineroad Vallen Angkasa (MVA) melebarkan sayap bidang usahanya dengan menghadirkan hotel dan resto yang mengusung tema laut di Jalan Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Hal itu untuk tetap memperkuat makna dari perusahaan induk miliknya sebagai agensi tenaga pelaut kapal niaga khusus bendera asing.

Owner PT.MVA yang juga owner Hotel dan Resto MVA Antonius Arung Angkasa mengatakan, alasan konsep hotel dan restonya yang mengusung tema pelaut, karena uang yang dijadikan modal membangun usahanya itu merupakan hasil saat dirinya jadi pelaut.

Kata Antonius, untuk sementara, hotelnya masih type melati karena jumlah kamar baru 26 kamar, sedangkan untuk hotel bintang jumlah kamar harus 50 room ke atas.

Namun, ia menargetkan kedepan jika sudah dilakukan perluasan maka tidak memungkinkan bahwa type hotelnya akan jadi hotel bintang.

Menurutnya, meski type kamar hotelnya melati, tetapi tamu akan merasakan kesan tersendiri bagaikan nginap di hotel berbintang. Sebab ukuran masing-masing kamar cukup luas yakni berukuran 3,5 kali 9 meter dengan desain interior yang mengusung konsep alam.

Hotel dan Resto MVA di bangun diatas lahan 1.200 meter, namun kedepan akan terus dilakukan pengembangan dan akan disediakan fasilitas kolam renang

Untuk cafe atau restonya, MVA menyuguhkan berbagai menu menarik khas mulai western food, sea food, chinnes food, Namun tersedia juga tradisional food untuk makanan khas Nusantara.

“Menu andalan di cafe MVA ini adalah nasi goreng, karena di olah dengan kreatifitas chef, yakni melalui eksperimen terhadap pembuatan nasi goreng, sehingga memiliki cita rasa yang berbeda dengan nasi goreng di restoran lain,” katanya

Sementara untuk minuman, Resto MVA menyediakan sunrise. Perlu diketahui juga semua jenis minuman yang dijual non alkohol. “Untuk rate harga makanan, sangat murah karena mengejar segmen low high tapi kualitas hig high, harga Rp10 hingga Rp80 ribu. Kami suguhkan menu kualitas super karena memakai chef yang memiliki pengalaman di hotel bintang lima,” ungkapnya.

Untuk kapasitas restoran MVA, tersedia sekitar 100 tamu. Dan untuk resto itu ada dua konsep yakni outdoor dan indoor yang dibertempat rooftof untuk untuk fasilitas tamu hotel. Untuk jam operasional Cafe MVA buka setiap hari mulai Pukul 14.00 hingga Pukul 21.00 WIB.

Terakhir, untuk menjaga image hotel dan restoran dari kegiatan- kegiatan nakal seperti transaksi narkoba, pihaknya telah kerjasama dengan pihak TNI dan Kepolisian yang menjaga keamanan.

“Kami kerjasama dengan Koramil dan Polsek Bojonggede untuk membantu menjaga suasana tetap kondusif, supaya tidak ada menyalahgunakan hotel kita,
Supaya segmennya bener-benar untuk beristirahat dan bersiwata,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Meriahnya Arak – Arakan Helaran Hari Jadi Bogor, Disambut Antusias Warga

0

Barisan kuda tunggang sudah bersiap di halaman Balai Kota Bogor sejak pukul 06.00 WIB. Ribuan warga juga sudah berkumpul di seputaran Istana Bogor hingga ke Jalan Jenderal Sudirman. Mereka menyaksikan langsung prosesi Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) ke-541 tahun, Minggu (4/6/2023) pagi.

“Pak Sandi…..Kang Emil….Pak Bima….Pak Dedie….,” teriak warga menyapa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Wali Kota Bogor, Bima Arya dan wakilnya Dedie A. Rachim saat menunggangi kuda menuju Jalan Jenderal Sudirman.

Tak kalah meriahnya, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman menuju area panggung utama juga sudah berkumpul ribuan warga. Bahkan tak jarang, warga ber-swafoto dengan rombongan helaran dan Forkopimda Kota Bogor. Kereta kencana juga ikut menghiasi rombongan diikuti para penampil.

Ayu Lastri (32), warga di Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat ini misalnya. Ia sengaja berangkat menuju lokasi helaran bersama keluarganya untuk ikut memeriahkan HJB ke-541.

“Saya sejak lahir di Kota Bogor, perayaan HJB selalu saya tunggu. Karena selalu meriah, jadi saya bawa suami dan anak untuk menyaksikan perayaan HJB,” akunya.

Warga lainnya, Andi Riandi (35) menaruh harapan untuk Kota Bogor. Di usianya yang saat ini, diakui Andi sudah banyak perubahan. Tak hanya dari sisi infrastruktur, namun juga berbagai program dan digitalisasi.

“Semoga Kota Bogor semakin maju lagi, infrastruktur diperbaiki lagi dan helaran seperti ini kalau bisa selalu ada sampai kapanpun. Warganya ramai, senang semua,” ungkapnya.

Rombongan helaran sampai di area panggung utama sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung disambut meriah warga. Ditampilkan berbagai pagelaran seni dan budaya.adv

Ikuti Rangkaian HJB, Wali Kota Kisarazu Rasakan Kesejukan dan Senyuman Hangat Warga

0

Wali Kota Kisarazu, Jepang, Yoshikuni Watanabe mengikuti seluruh rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-541, dimulai sejak pawai dari Balai Kota Bogor, Rapat Paripurna Istimewa HJB hingga gala dinner dengan para pelaku usaha di Balai Kota Bogor, Sabtu (3/6/2023) malam.

Saat berbicara di depan para pelaku usaha, Yoshikuni Watanabe menyampaikan salam ‘Sampurasun’ yang kemudian dijawab oleh para tamu yang hadir.

“Terima kasih kepada Kota Bogor yang sudah mengundang saya ke sini, saya senang sekali bisa hadir di sini bersama-sama. Di Jepang, kota saya menjabat itu kota Kisarazu, luasnya hampir sama dengan Kota Bogor, hanya saja populasi penduduknya berbeda satu digit, karena di Kisarazu itu hanya sekitar 136 ribu. Sangat kecil populasinya,” ujarnya dalam bahasa Jepang yang diterjemahkan oleh translator.

Jika diakses dari Tokyo, jarak tempuh menuju Kisarazu sekitar 30 menit hingga satu jam, sehingga Kisarazu berada di lokasi yang strategis.

Satu hari penuh berada di Kota Bogor, membuat Yoshikuni Watanabe bisa menikmati kesejukan, suasana dan kondisi Kota Bogor lebih dekat.

Hal itu membuatnya ingin juga belajar untuk menciptakan kondisi dan situasi kota yang nyaman indah dan kondusif.

“Jadi rencananya saya mau belajar dari Kota Bogor, supaya kota lebih indah. Karena tadi saya keliling di sini, di Kota Bogor sangat indah sekali. Makanya saya ingin belajar dari Kota Bogor,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yoshikuni Watanabe menyinggung masa jabatan Wali Kota Bogor, Bima Arya yang akan tuntas pada Desember mendatang.

Ia menyebut, bahwa di Jepang tidak ada batasan berapa kali setiap orang ingin menjabat sebagai wali kota.

Seperti dirinya yang sudah menjabat selama tiga periode dan sudah menjalani masa jabatan sekitar 10 tahun.

“Saya sudah 10 tahun menjabat sisa dua tahun lagi, karena satu periode 4 tahun. Jadi saya dalam waktu menuju masa jabatan mau ikut sama pak Bima, seperti slogannya final push, agar total menyelesaikan proyek di sana (Jepang)  karena saya juga tidak tahu akan masih menjadi wali kota atau tidak,” katanya.

Selama ini kata Yoshikuni Watanabe, dirinya hanya melihat Kota Bogor dari tayangan video, namun pada kesempatan ini dirinya bisa mengikuti prosesi rangkaian HJB dan bertemu masyarakat lebih dekat.

“Orang-orang di Bogor ini senyumnya ramah-ramah, cantik-cantik senyumnya. Ketika tiba di Bogor saya lihat langsung dan benar-benar warga masyarakat Bogor senyumannya, senyuman hangat,” katanya.

Pada kesempatan itu ia juga mengajak para pelaku usaha dan Pemkot Bogor untuk bisa terus menjalin kerja sama untuk pertumbuhan masing-masing kota.

“Saya berharap berkumpulnya hari ini dengan Kota Bogor dan para pengusaha bisa ada kolaborasi yang bisa dilakukan kedepannya,” katanya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan, Yoshikuni Watanabe ini merupakan tamu spesial.

“Beliau teman lari saya, kita bersahabat sejak 2017, banyak program yang tidak perlu ribet pakai MoU dan lain-lain segala macam. Tapi kita bisa kerja sama di bidang pendidikan, budaya, lingkungan, itu semua jalan,” jelasnya.

Ia berharap kerja sama dan persahabatan ini tidak luntur, bisa terus berjalan dan dilanjutkan oleh wali kota berikutnya.adv

Bima Arya, Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil Kompak Berkuda Saat HJB

0

Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta unsur Forkopimda hadir dalam Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) ke-541 tahun, Minggu (4/6/2023).

Pawai helaran dimulai dari Balai Kota menuju panggung utama di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor. Ketiganya bersama unsur pimpinan Forkopimda Kota Bogor menunggangi kuda.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan dalam helaran yang merupakan hari besar tersebut, dirinya bersama jajaran Pemkot Bogor serta warga kota Bogor merasa bangga dan bersyukur dengan kehadiran para tokoh dan para pemimpin muda, merayakan serta menyaksikan suguhan seni budaya yang ditampilkan.

Dengan mengusung tema Rumawat Pusaka Kota, Bima Arya mengajak semua untuk menjaga warisan leluhur yang merupakan peninggalan pusaka dan tidak hanya bangunan maupun fisik, tetapi juga nilai-nilai.

“Kita jaga Kota Bogor agar kebesaran dari Kerajaan Pajajaran di masa Prabu Siliwangi melegenda,” katanya.

Ia menyampaikan Bogor yang beragam, menghargai perbedaan, cinta kepada sesama manusia dan Bogor yang penuh seni budaya. Siapapun wali kota atau pemimpinnya, Kota Bogor akan selalu menjadi kota untuk semua

“Terima kasih untuk kebersamaannya, bangga sekali bersama-sama bergerak membuat Kota Bogor maju dan sejahtera,” kata Bima Arya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan, usia 541 tahun Kota Bogor merupakan usia yang sangat panjang dan mungkin salah satu yang tertua di Jawa Barat. Pesan serupa disampaikan  Ridwan Kamil agar semua lapisan di Kota Bogor merawat pusaka–pusaka yang ada di Kota Bogor.

“Mudah-mudahan terus berlari, berinovasi dan terus berprestasi. Kita saling mendoakan, mudah-mudah Kota Bogor selalu diberkahi dan dijaga dari marabahaya dan teruslah menjadi kota terbaik se-Indonesia,” jelasnya.

Apresiasi dan terima kasih disampaikan Menparekraf, Sandiaga Uno untuk Pemkot Bogor atas undangannya.

“Wilujeung tepang taun ke-541 tahun untuk Kota Bogor. Ini adalah kota wisata favorit, sebanyak 20 persen dari total pergerakan wisatawan Jawa Barat sekitar 100 juta, ada di kota Bogor. Saya melihat Kota Bogor ini luar biasa dalam masa kepemimpinan Wali Kota Bogor, Bima Arya. Semoga bisa merawat pusaka kota, 541 tahun tidak hanya menjadi bagian daripada pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga seluruh rajut tenun kebangsaan ini Kota Bogor lah yang juga dipilih sebagai tempat tinggal bapak Presiden RI, Joko Widodo. Saya melihat geliat ekonomi Kota Bogor, luar biasa, banyak peluang dan lapangan kerjanya sangat terbuka,” kata Sandiaga Uno.

Wali Kota Kisarazu, Yoshikuni Watanabe turut serta dalam pawai yang mengenakan kimono yukata yang baru pertama kali mengikuti helaran HJB.

“Kehangatan warga Kota Bogor begitu terasa dan sangat memegang nilai-nilai sejarah dari Kota Bogor,” kata Yoshikuni Watanabe.

Saat warga Kota Bogor mengajak untuk berswafoto. Yoshikuni Watanabe menuturkan di Jepang kultur atau tren sudah tidak seperti itu, karena itu dirinya menginginkan hal ringan seperti itu yang menunjukkan kehangatan.

“Ke depan kalau diundang saya ingin datang menghadiri Hari Jadi Bogor. Sampai ketemu lagi,” katanya.adv

Model, Bapak Ibu Hingga Anak-anak Meriahkan Perca Fest 2023

0

Para ibu dan bapak bahkan anak-anak warga Kampung Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, berlenggak lenggok layaknya model profesional di Kampung Perca yang disulap menjadi stage bagi para model dadakan untuk menunjukkan dan memperagakan mode fashion rancangan Adri Basuki dalam Perca Fest 2023.

Total ada 15 warga yang menjadi supermodel dadakan di hadapan Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Wakil Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Iceu Pujiati serta Kepala Bagian Pemerintahan Setdakot Bogor, Hidayatullah.

“Ternyata warga Kampung Perca ini memiliki percaya diri yang luar biasa, memiliki bakat terpendam, tidak hanya emak-emaknya bahkan bapak-bapaknya juga PD (percaya diri) semua. Saya kagum dengan desain dan corak dari fashion yang digunakan para model. Terima kasih untuk semuanya, acara seperti ini harus lebih sering agar Kampung Perca semakin kinclong, memberikan berkah dan pemasukan bagi warga Kampung Perca dan Kampung Perca semakin dikenal oleh masyarakat luas. Kampung Perca keren,” ungkap Bima Arya di Kampung Perca Sindangsari, Minggu (25/6/2023).

Selain fashion show, ada mini talkshow tentang Kampung Perca yang menghadirkan pembina Kampung Perca Nie Wulan dan desainer, Adrie Basuki serta ada lomba foto dan pemilihan model dadakan dengan Dosen London School of Public Relation (LSPR), Maylaffayza Permata Fitri Wiguna selaku juri.

Selain warga Kampung Perca, para mahasiswa dari London School of Public Relation (LSPR) dalam Fashion Shock Entertainment turut memeriahkan, menunjukkan dan memperagakan rancangan fashion karya Adri Basuki berkolaborasi dengan produk Batik Handayani Geulis.

Usai fashion show, Maylaffayza Permata Fitri Wiguna selaku juri fashion show merasa senang karena semua yang terlibat memiliki semangat yang sama. Semangat lokal tapi gayanya internasional dan sangat mendunia. Karya yang dihasilkan dan diperlihatkan diharapkan bisa dipertahankan dengan semangat berkreatifitas.

Dosen LSPR ini menerangkan, Perca Fest 2023 merupakan bentuk pengabdian masyarakat oleh mahasiswa London School of Public Relation Institute Communications and Business dari rangkaian 4 mata kuliah.

“Jadi intinya adalah mahasiswa turun ke masyarakat mencari desa atau kelurahan yang memiliki potensi untuk dikembangkan yang dalam prosesnya tidak mudah, namun jadi pembelajaran bagi warga maupun mahasiswanya sendiri, kebanyakan tentang memberikan edukasi serta informasi di samping meningkatkan awareness maupun pengetahuan. Yang dilakukan para mahasiswa lakukan adalah sebuah rangkaian PR (public relation) untuk Kampung perca,” jelas Maylaffayza.

Rangkaian PR yang dimaksud adalah membuat kampanye untuk sosial media, workshop atau melatih para ibu untuk mempergunakan akun platform bisnis online shop dan lainnya untuk mengaktivasi dan memahaminya.

“Saya melihat festival ini bagus banget karena tidak lepas dari fashion. Sebelum terbentuk seperti sekarang ini, saya bersama Ibu Wali Kota Bogor, mundar mandir memberikan dorongan dan dukungan yang awalnya untuk pemberdayaan masyarakat terutama para ibu di saat pandemi, semakin berkembang setelah Pemkot Bogor berkolaborasi dengan banyak pihak mengintervensi, sehingga menjadi kampung tematik dan destinasi wisata yang mampu menggerakkan roda perekonomian warga Kampung Sindangsari yang pada akhirnya menjadi pemasukan bagi Kota Bogor,” tutur Wakil Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim.

Dirinya menginginkan agar potensi Kampung Perca bisa dilengkapi dengan adanya rumah singgah bagi wisatawan yang datang, sehingga para wisatawan bisa mempelajari proses awal pembuatan kain perca hingga menjadi satu karya desain yang cantik.

“Pemberdayaannya bukan hanya rumah dijadikan galeri, tetapi juga bisa dijadikan rumah singgah atau tempat menginap bagi para wisatawan,” harapnya.

Camat Bogor Timur, Feby Darmawan menambahkan, Perca Fest 2023 terlaksana berkat adanya kolaborasi warga Kampung Sindangsari dengan para mahasiswa LSPR, sebagai bentuk pengabdian masyarakat.

Potensi yang dimiliki Kampung Perca menjadi salah satu alasan dipilih sebagai tempat pengabdian masyarakat oleh mahasiswa LSPR dengan tujuan agar bisa lebih dikenal di tingkat nasional.

Camat berharap agar ke depan Perca Fest bisa diselenggarakan rutin setiap tahun atau menjadi bagian dari acara Hari Jadi Bogor.

“Akan kita sempurnakan dan semoga Perca Fest ini menjadi agenda rutin tahunan,” harap Febby.

Hadits Hari Ini

0

Mekkah Tanah Haram

Sahih al-Bukhori:1484

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ:

إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ، لاَ يُعْضَدُ شَوْكُهُ وَلاَ يُنَفَّرُ صَيْدُهُ وَلاَ يَلْتَقِطُ لُقَطَتَهُ إِلاَّ مَنْ عَرَّفَهَا.

Dari Ibn Abbas ra, dia berkata: Rasulullah saw bersabda pada hari pembebasan kota Mekkah:

Sesungguhnya tanah ini telah diharamkan oleh Allah, maka tidak boleh ditebang pohonnya, dan tidak boleh diburu hewan buruannya, dan tidak boleh diambil barang yang hilang kecuali kemudian oleh orang yang menyeru untuk mencari pemiliknya.

Pesan :

  1. Mekkah adalah tanah yang telah Allah haramkan.
  2. Larangan menebang pohon dan memburu binatang di Mekkah. Jika menemukan barang, maka wajib menyeru untuk mencari pemiliknya.

Duh, Pengangguran Terbuka Kota Bogor Tertinggi di Jabar

0

Bogor | Jurnal Bogor

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) melansir bahwa presentase pengangguran terbuka di Kota Bogor pada 2022 mencapai 10,78 persen. Presentase itu merupakan yang tertinggi di wilayah Jabar.

Sementara pada posisi kedua adalah Kota Cimahi dengan presentase 10,77 persen. Kemudian diikuti oleh Kabupaten Bogor 10,64 persen.

Kendati jumlahnya tertinggi di Jawa Barat, tingkat pengangguran di Kota Bogor cenderung menurun setiap tahunnya. Berdasarkan data BPS Jabar, pada 2020 presentase pengangguran terbuka di ‘Kota Hujan’ mencapai 12,68 persen dan pada 2021 menurun menjadi 11,79 persen, dan di 2022 turun ke 10,78 persen.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor Endah Purwanti mengaku sedih dengan banyak pengangguran di ‘Kota Hujan’. Padahal, ia berharap di tahun terakhir masa jabatan Wali Kota Bima Arya dapat fokus kepada program yang lebih banyak menyentuh masyarakat.

“Pertanyaannya sederhana, lebih urgent trotoar atau pengentasan kemiskinan? Lebih urgent trotoar atau penurunan pengangguran?,” ujar Endah kepada wartawan, Senin (26/6).

Endah pun menilai bila Pemkot Bogor kurang serius dalam menangani hal tersebut. Hal itu, kata dia, dapat dilihat dari program yang masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). “Hanya beberapa persen anggaran yang dialokasikan untuk pengentasan pengangguran. Disnaker saja operasional setahun hanya Rp1 miliar di 2021. Bahkan warga yang mengikuti pelatihan di BLK hanya 30 sampai 40 orang,” katanya.

Seharusnya, kata Endah, Pemkot Bogor mesti fokus pada padat karya. Namun pemerintah terlebih dahulu harus memecah data BPS itu. “Dikaji dari usia, potensi, baru dirumuskan penanganannya,” katanya.

Kata Endah, presentase 10,78 persen berarti di Kota Bogor terdapat 55 ribu pengangguran terbuka. “Tinggal sekarang keseriusan Pemkot Bogor saja,” ungkap dia.

Pemkot, sambungnya, mesti membuat terobosan baru dalam hal pengentasan pengangguran lantaran dunia kerja telah berubah, sehingga kebutuhan tak selalu sama.

Apabila melihat APBD Kota Bogor yang mencapai Rp3 triliun, sambungnya, apabila setengahnya untuk gaji pegawai, setengahnya bagi pembangunan. “Ya, paling tidak diangka Rp1 triliun ini untuk yang bisa dipaketkan, misalkan untuk pengentasan pengangguran. Yang pendidikannya rendah ke padat karya, pendidikan menengah berarti harus ditingkatkan lagi ilmunya maka bisa di program melalui BLK,” ucapnya.

“Sedangkan pendidikan yang tinggi dicarikan referensinya, apakah itu dikerjasamakan dengan pihak luar Kota Bogor atau luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor, Elia Bintang mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya pengangguran terbuka di Kota Bogor.

“Pertama karena covid, kemudian kualitas SDM lulusan SMK jeblok, lantas tingginya UMR. Kalau soal banyak pabrik hengkang sebenernya nggak masalah. Sekarang Disdik provinsi yang harus perbaiki kualitas SDM.
Harusnya ada uji kompetensi, sebelum lulus,” imbuhnya.

Yang jadi pertanyaan saat ini, kata Elia, adalah apakah BPS apakah mensurvei juga pesatnya pertumbuhan UMKM. “Kami juga sudah melakukan pelatihan berbasis kompetensi dan wirausaha. Kita melakukan pembinaan ke sekolah vokasi agar melakukan uji kompetensi di sekolahnya. Kami pun melaksanakan pemagangan anak SMK ke perusahaan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

ZM Minta Proyek Pedestrian Cifor Dieksekusi

0

jurnalinspirasi.co.id – Pada 2022 lalu Pemkot Bogor menertibkan 265 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cifor, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, menyusul rencana pembangunan pedestrian di sepanjang jalan yang juga menuju ke kawasan Cifor tersebut.

Kondisi saat ini, ratusan PKL tersebut kembali melakukan aktifitas jualannya namun dengan posisi yang agak mundur dari badan jalan utama.

Di sepanjang jalan tersebut, sudah dibangun juga pembatas oleh Dinas PUPR Kota Bogor yang diketahui sebagai awalan dari pembangunan pendestrian nantinya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin (ZM) berharap, Pemkot Bogor melalui PUPR bisa segera mengeksekusi rencana pembangunan pedestrian itu, untuk mencegah kesemrawutan kembali di wilayah tersebut.

“Saat ini PKL sudah tertib dengan tempat yang sudah disiapkan. Sehingga, rencana pembangunan pedestrian itu harus tetap dilanjutkan, agar makin tertata rapi wilayah tersebut ke depannya,” ujar Zaenul kepada wartawan, Senin (26/6).

Ditambahkan Zaenul, sudah sebaiknya pembangunan pedestrian di daerah Bubulak-Cifor itu masuk prioritas agar mengikis penilaian berbagai kalangan, terhadap gencarnya pembangunan yang dilakukan Pemkot Bogor hanya berada di pusat kota saja.

“Daerah di pinggir seperti Bubulak ini wajib juga diperhatikan, karena kawasan wisata Situ Gede yang mulai tumbuh dan berkembang. Kemudian, ada lembaga yang bernama Cifor juga di dalamnya. Saya kira pantas juga pembangunan tersebut masuk prioritas. Jika sesuai rencana PUPR akan dibangun tahun ini, tentu saya memberi suport dan semoga segera terlaksana,” harap dia.

Komisi III, sambung Zaenul, tentu akan melakukan pengawasan jika pelaksanaan pembangunan sudah dilakukan. Diimbau, siapapun yang mengerjakan proyek tersebut agar tidak melakukannya secara asal-asalan serta harus selesai tepat waktu.

Diketahui, penataan kawasan Bubulak dan Cifor sudah digaungkan sejak lama oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, sehingga akhirnya Pemkot Bogor menganggarkan pembangunan pedestrian di tahun 2023 ini.

Dedie menjelaskan, Pemkot Bogor ingin melakukan penataan jalan menuju Cifor yang dimulai dari Terminal Bubulak. “Dari ujung terminal (Bubulak) sampai Cifor kami akan tata ulang, termasuk pembangunan jalur pedestrian dan tamannya,” kata Dedie beberapa waktu lalu.

Atas rencana tersebut, Pemkot Bogor pun pada September 2022, sudah menertibkan 265 PKL di Jalan Cifor, menyusul rencana pembangunan pedestrian.

Saat penertiban kala itu, Kepala Bidang Trantibum Linmas Satpol PP Bogor, Andry S Wahyudianto menegaskan, jika penertiban dilakukan setelah ada peringatan sebelumnya kepada para pedagang.

“Sudah kami sampaikan pemberitahuan, sosialisasi, peringatan, dan juga banyak sekali rapat rapat dengan perwakilan pedagang,” kata dia, di lokasi penertiban.

Sementara sebulan kemudian atau tepatnya masih di tahun 2022, akhirnya para PKL kembali berjualan namun jaraknya dimundurkan, sambil menunggu pembangunan pedestrian pada yang akan dilakukan pada 2023.* Fredy Kristianto

Keluarkan Produk AJB, Oknum PPAT Diduga Tabrak Aturan

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Beralamatkan kantor di Kota Bogor, oknum Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) terbitkan Akta Jual Beli (AJB) lahan di wilayah Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

PPAT inisial Ef diduga melanggar pasal 20 pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tantang Peraturan Jabatan PPAT yakni PPAT wajib mempunyai hanya satu kantor, yaitu di tempat kedudukannya.

Ef berdalih, pihaknya berkantor di Kota Bogor namun berwilayah tugas alias menerbitkan AJB di Kabupaten Bogor atas persetujuan menteri terkait.

“SK saya tugas di Kabupaten Bogor. Saya berkantor di Kota Bogor itu berdasarkan persetujuan Kemenkumham, artinya bukan salah salah dong berkantor di sini,” dalih EF.

Ia mengatakan, pihaknya memiliki wilayah kerja di Kabupaten Bogor meski berplang di wilayah Kota Bogor.

“Kantor saya pertama kali di Palasari, saya tidak pernah, hanya alamat kantor di Kota Bogor. Saya lapor ke AHU untuk berkantor di Kota Bogor. Sakarang saya sudah pindah lagi ke Palasari,” katanya.

Terpisah, Ketua Pengda IPPAT Kabupaten Bogor, Cynthia mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui pasti alamat kantor anggotanya EF tersebut.

“Ef terdaftar keanggotaan kami. Tapi saya sudah tanya ke yang bersangkutan bahwa alamat kantor Ef sudah tidak di Kota Bogor lagi, pindah,” ungkap Cynthia.

Lebih lanjut Cynthia memaparkan, bahwa dalam aturan PPAT wajib berkantor di wilayah kerjanya.

“Dalam Pasal 12 jo pasal 20 PP 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan PPAT, itu jelas wajib berkantor di wilayah kerjanya,” tandas Cynthia.

** Noverando H