32.1 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 591

Puluhan Tempat Karaoke Liar di Lulut Dibongkar Paksa Satpol PP

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Dinilai tidak berizin dan keberadaannya meresahkan warga sekitar, sebanyak 36 bangungan liar (bangli) yang biasa dijadikan tempat karaoke di Desa Lulut, Klapanunggal, dibongkar paksa petugas Satpol PP Kabupaten Bogor, Rabu (8/6/23).

Cecep Imam Nagarasyid

Pembongkaran paksa yang dilakukan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor, dibantu anggota Garnisun, Polsek Klapanunggal, dan Pemerintah Kecamatan Klapanunggal serta Kepala Desa Lulut.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasyid mengatakan, selain tidak ada izin bangunan tersebut disinyalir sebagai tempat karaoke yang keberadaannya meresahkan warga sekitar.

“Kami selaku penegak Perda, hari ini mengadakan pembongkaran 36 bangli di Desa Lulut. Kami tidak akan tebang pilih kepada bangli karena tidak memiliki izin dan berdiri di lahan pemerintah,” katanya kepada Jurnal Bogor, Kamis (8/6/23).

Menurut Cecep Imam, pihaknya sudah memberikan surat peringatan 7×24 jam, tapi tidak diindahkan oleh pemilik bangli. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pembongkaran paksa.

“Tapi jika mereka merasa tidak puas, silahkan ajukan keberatannya sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut Cecep Imam menjelaskan kegiatan ini juga atas laporan dan inisiasi dari Pemdes Lulut dan Pemcam Klapanunggal. Jika dikemudian hari mereka membangun kembali bangunan liarnya maka tinggal dilaporkan ke Satpol PP dan akan ditindak apalagi mereka tidak berizin dan mengganggu ketertiban masyarakat.

“Untuk pengawasan, kedepannya saya sudah perintahkan Satpol PP setempat agar melakukan nongol babat (nobat), ada satu bangunan yang berdiri langsung tindak,” tandasnya.

Sementara, Rohidin (50) warga sekitar mengucapkan terimakasih kepada petugas yang sudah menertibkan bangunan liar tersebut. Karena keberadaannya mengganggu warga dengan aktivitas mereka yang bisa dibilang mencurigakan.

“Warung katanya, cuma gak ngerti kadang kalo siang tau-tau ada botol minuman, kadang ada suara musik tengah malam. Cewe-cewe kadang suka ada, tapi gak tau pemilik warung tau cewe apa,” cetusnya. 

** Nay Nur’ain

Didukung Pengurus  PIRA Tiga Kecamatan, Dua Caleg Perempuan Gerindra Dapat Suntikan Semangat

0

Kemang | Jurnal Bogor

Duet calon anggota legislatif (Caleg) Partai Gerindra yakni Marlyn Maisarah yang bertarung untuk DPR – RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat V Kabupaten Bogor, dan Erry Ariany  Sunarya, dari daerah pemilihan (Dapil) VI kembali mendapatkan suntikan semangat setelah mendapatkan dukungan dari tiga pengurus Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Kecamatan Kemang, Parung dan  Bojonggede.

Deklarasi dukungan untuk duet Caleg perempuan dari partai besutan mantan Komandan Jenderal (Danjen) Letnan Jenderal (Letjen) Prabowo Subianto itu dilaksanakan Rabu (07/06) lalu di Kampung Hambulu, Desa Tegal, Kecamatan Kemang.

Ketua PIRA Kemang, Rodiah mengatakan, dukungan yang diberikan kepada duet Marlyn Maisarah untuk DPR – RI dan Erry Ariany Sunarya, karena  keduanya sangat peduli dengan pengurus organisasi sayap partai yang ada ditingkatkan paling bawah.

“Walau keduanya  baru bermain di daerah pemilihan (Dapil) VI, namun keduanya sudah blusukan hingga ke kampung-kampung dan selalu menjalin silaturahim dengan pengurus partai ditingkat kecamatan. Makanya, kami dari tiga pengurus PIRA dari Kemang, Parung dan Bojonggede, secara terang benderang menyatakan dukungan kepada Ibu Marlyn dan Ibu Hj. Erry Ariany. Insya Allah, keduanya akan meraih suara signifikan dan menjadi anggota DPR serta DPRD,” kata Rodiah, diamini Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Kemang, Saptaji.

Ketua PIRA Kecamatan Parung, Purwanti menambahkan, kehadiran Marlyn Maisarah dan Erry Ariany, seakan membawa energi baru bagi Partai Gerindra di Dapil VI. “Kami dari Parung mendukung Ibu Marlyn dan Ibu Erry, selain sama-sama kaum perempuan, keduanya juga sangat komunikatif dan mau diajak kepelosok kampung untuk bersosialisasi,” ujarnya.

Purwanti dan Rodiah pun bertekad mengantarkan duet Caleg yang didukungnya itu menjadi anggota DPR dan DPRD Kabupaten Bogor. “Kita akan buat sejarah, di Dapil Jabar V Kabupaten Bogor, dan Dapil VI pada Pemilu 2024 mendatang bisa menjadikan perempuan sebagai anggota parlemen di DPR – RI dan DPRD Kabupaten Bogor, karena selama ini belum pernah ada,” tegasnya.

Sementara itu, Erry Ariany Sunarya, mengaku terharu dengan dukungan dari organisasi sayap partai PIRA. Dukungan yang diberikan PIRA Kecamatan Kemang, Parung dan Bojonggede, sambung Erry, tentunya semangat dirinya dan Marlyn Maisarah beserta tim makin bertambah.

“Insya Allah, dengan dukungan dari PIRA, kerja politik saya dan Ibu Marlyn, khususnya  di Dapil VI akan lebih lancar, apalagi para pengurus PIRA itu aktif dan dikenal luas warga di tempat tinggalnya masing-masing,”  kata  Caleg berlatar belakang notaris itu.

** Mochamad Yusuf

Resmikan APAC Technical Center, Kordsa Menargetkan untuk Jadikan Indonesia Sebagai ‘Pusat Inovasi’ Seantero Asia Pasifik – China (APAC)

0

Citeureup | Jurnalbogor
PT Indo Kordsa Tbk, pabrikan penguat ban, konstruksi, dan teknologi komposit di pasar global, meresmikan pusat teknis pertamanya di wilayah Asia Pasifik yang jangkauannya ditargetkan hingga ke pasar global, pada Rabu (07/06/2023).

“Kordsa, merupakan anak perusahaan Sabancı Holding, menambahkan hal baru pada teknologi tinggi dan inisiasi dalam berinovasi. Merintis inovasi di bidang ban, penguat konstruksi, dan teknologi komposit, Kordsa membuka Pusat Teknisnya di Asia Pasifik, sejalan dengan pendekatan “Berinovasi di Mana Saja” yang menjunjung inovasi dalam pusat bisnisnya,” ucap CEO Kordsa İbrahim Özgür Yıldırım.

Disampaikan İbrahim, pihaknya menawarkan solusi penguat ban bernilai lebih kepada pelanggan di kawasan Asia Pasifik dengan dua fasilitas produksi di dalam negeri, Kordsa akan terus memelopori teknologi baru dalam industri benang dan kain ban di Pusat Teknis Asia Pasifik atau disebut juga sebagai “APAC Technical Center”.

“Perusahaan kami berfokus pada peningkatan kapabilitas pada produk-produk yang sudah ada sambil mengembangkan produk dan prototipe yang menyesuaikan kebutuhan pelanggan dengan secepat mungkin yang berbasis pada data,” ungkapnya.

Sejalan dengan misinya yakni ‘Memperkuat Kehidupan’, Kordsa menjalankan program keberlanjutan sebagai inti dalam segala aktivitas dan akan memprakarsai transformasi ramah lingkungan dalam industri penguat ban dengan teknologi baru yang akan dikembangkan di pusatnya.

Selain itu, kemampuan teknologi yang dihasilkan dari APAC Technical Center akan diperluas lagi hingga ke bidang penguat konstruksi dan komposit, yang dapat mendukung Kordsa untuk memperluas sektor bisnis serta peluang untuk berkembang.

“Semangat kami untuk berinovasi dan berpikir inovatif, yang sekarang telah tertanam dalam DNA Kordsa, adalah elemen utama yang mendasari kesuksesan yang telah kami capai dalam skala global. Saat ini, kami memperkuat 1 dari setiap 3 ban mobil dan 2 dari setiap 3 ban pesawat menggunakan teknologi penguat ban kami. Kami juga memberikan kontribusi yang signifikan pada literatur dunia di bidang penguat konstruksi dan komposit. Sambil meningkatkan jejak global kami hari demi hari, kami terus mengejar untuk jadi lebih lagi dari apa yang telah kami capai,” sambungnya.

“Dengan dunia yang sangat kompetitif saat ini serta dipicu oleh ide, teknologi, dan kecepatan, kami menganut prinsip bersaing dengan diri sendiri dan meningkatkan kemampuan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan. Untuk melayani para pelanggan kami di kawasan Asia Pasifik, APAC Technical Center ini merupakan bentuk dari komitmen kami untuk mewujudkan nilai tersebut. Selain itu, kami tidak hanya memelopori industri ban dengan teknologi yang inovatif, tetapi juga memanfaatkan pencapaian kami sebelumnya di bidang penguat konstruksi dan komposit. Dengan demikian, kami bertujuan untuk menciptakan peluang bisnis baru dan landasan pertumbuhan bagi Kordsa,” pungkasnya.

Handy mehonk | *

Pendapatan Retribusi PBG Jeblok, Pemkot Minta SIMBG Direvisi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Kota Bogor jeblok. Hal itu terbukti dari raihan hingga Mei 2023 yang baru menyentuh Rp2,1 miliar. Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memasang target Rp28 miliar pada tahun ini.

Kepala Bidang Penetapan Bapenda Kota Bogor, Ari Stianingsih mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR perihal sulitnya mengurus PBG melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) lantaran banyaknya antrean.

“Selain itu ada aturan bahwa tenaga ahli yang menggambar site plan harus bersertifikasi nasional. Sementara di Kota Bogor hanya ada lima tenaga ahli, dan itu pun bukan orang sini. Sedangkan pembuatan site plan tak bisa dilakukan oleh internal Pemkot,” ujar Ari kepada wartawan, Kamis (8/6).

Menurut Ari, berdasarkan hasil diskusi dengan Dinas PUPR bahwa setiap pembahasan PBG, sedikitnya ada 10 pengajuan. “Tapi karena sulitnya masuk ke aplikasi PBG, sehingga sulit untuk dieksekusi,” ucapnya.

Kata Ari, faktor lain yang menyebabkan jebloknya retribusi PBG adalah banyaknya pemohon yang mundur akibat banyaknya antean sehingga sulit masuk ke aplikasi tersebut. “Kami menyarankan agar kebijakan SIMBG direvisi, dan mengembalikan pengajuan PBG ke sistem SMART,” ucap dia.

Ia menyebut bahwa permasalahan tersebut menjadi perhatian Pemkot Bogor. “Makanya akan dibahas ulang dengan tim teknis Pemkot,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Ari, Dinas PUPR sebenarnya berkeinginan untuk menurunkan target pendapatan retribusi PBG menjadi Rp10 miliar. “Sebab sampai Mei 2023 baru menyentuh Rp2,1 miliar. Sebelumnya pun dalam perda sudah diturunkan targetnya sekitar 30 persen,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Rizal Utami meminta agar dinas terkait lebih aktif dalam membuat terobosan guna menggenjot retribusi PBG. Di antaranya dengan cara mendorong adanya Perwali yang mengatur soal percepatan penerbitan PBG, sehingga tak terjadi penumpukan berkas.

“Kami sempat rapat koordinasi dengan Pemkab Bogor mengenai PBG, dan disana ada Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur soal percepatan PBG,” tegasnya.

Politisi PPP ini menyatakan, alangkah baiknya bila Pemkot Bogor mengikuti langkah tetangganya. Apalagi ada SKB empat menteri yang diterbitkan pada 25 Februari 2022 yang berlaku hingga dua tahun kedepan.

“Ya, misalnya Pemkot menerbitkan aturan soal percepatan PBG,” katanya.* Fredy Kristianto

PTSL di Desa Cimayang Ditemukan Langgar Ketentuan

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Cimayang, Pamijahan, Kabupaten Bogor diduga telah melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. Pasalnya, biaya yang harus di keluarkan oleh penerima manfaat PTSL sebesar Rp 600.000 ribu sampai Rp 750.000 ribu.

“Setelah kita melakukan penelusuran, pendalaman juga kajian kita menemukan kejanggalan modus baru dengan kategori pungli dimana PTSL di Desa Cimayang dipungut biaya dikisaran Rp. 600.000 sampai Rp. 750.000,” kata Ketua Umum LSM Genpar Sambas Alamsyah, Kamis, (08/06/2023).

Sambas menjelaskan, mereka melakukan dengan berbagai cara untuk mengelabui aparat. Dengan dalih yang tersurat tertera di kwitansi Rp 150.000, namun yang tidak tersurat dipatok mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 600.000. Artinya untuk pembuatan sertifikat PTSL warga harus merogoh kocek sekitar Rp 750.000.

“Berkenaan dengan fakta hukum sudah kami kantongi dengan melakukan wawancara secara random ke warga sekitar,” jelasnya.

Padahal, kata dia, dasar hukum yang digunakan untuk PTSL adalah Peraturan Menteri Republik Indonesia nomor 12 tahun 2017 dan SKB tiga menteri tentang pendaftaran tanah sistematis lengkap serta Peraturan Bupati No 48 tahun 2017.

“Pada prinsipnya program PTSL tidak dipungut biaya atau gratis karena ditanggung oleh pemerintah. Namun, ada sejumlah administrasi tambahan yang harus dibayar peserta,” ucapnya.

Menurut Sambas, dalam SKB 3 Menteri tentang PTSL, isinya program PTSL dikenakan biaya maksimal Rp 150.000, tidak lebih dari nominalnya. Jadi apapun alasannya jika lebih dari itu maka masuk kategori pungli.

Dengan temuan tersebut, melalui nomor surat 009/S.Peng/DPP-GNP/PTSL/VI/2023 LSM Genpar segera melaporkan Dumas dugaan tersebut ditujukan kepada Satgas Saber Pungli Polda Jabar.

“Terkait dengan peristiwa ini telah di atur pada pasal 368 dan pasal 423 KUHP tentang pelaku pungutan liar atau pungli. Dan Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Jadi, kata Sambas, dengan sedemikian dibungkus rapi apapun namanya pelanggaran ketika ada niatan akan ada sanksi hukumnya.

“Untuk itu saya menghimbau bahwa warga masyarakat memiliki hak penuh untuk melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah yang disalahgunakan,” paparnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cimayang Muslihat Diana membantah adanya dugaan pungli tersebut.

“Ini masih dalam tahap pengukuran, dan pengukuran pun belum selesai. Adapun terkait adanya pelaporan itu, itu tidak ada. Kita pendaftaran Rp 150 ribu sesuai SKB 3 Mentri, jadi ya itu salah, itu tidak ada,” katanya.

Dia menegaskan, dengan berharap program PTSL di Desa Cimayang berjalan dengan lancar lantaran dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.

“Saya tidak mau program PTSL ini tidak sukses, saya berharap ini aman dan kondusif dan tidak mau ada kendala-kendala karena ini betul-betul dibutuhkan untuk warga,” ucapnya.

“Adapun kami pun tidak ambisi, tidak memaksakan ambisi karena itu tergantung kesadaran warga itu sendiri. Memang target 1100 kuota, hanya saja yang tercapai kurang lebih baru 1000 dan itu pun kita belum mengecek.”

“Jadi nantikan akan ketahuan berapa kuotanya yang betul-betul fix setelah kita di pemberkasan,” tambahnya.

Di sisi lain, ketika dugaan pelanggaran SKB 3 mentri didapati benar dilakukan oleh oknum-oknum yang gelap mata. Maka, dirinya mengaku tidak akan tutup mata dan akan bergerak.

“Jika terjadi, kita pun akan kroscek ke bawah kebenaran itu sendiri, dan kita tidak akan tutup mata, mewakili Pokmas itu tidak ada, yang ada hanya untuk pendaftaran sebesar Rp 150 ribu,” pungkasnya.

** dres

Jalan Citumbuk – Parigi Belasan Tahun Dibiarkan Rusak

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Jalan Citumbuk – Parigi di Desa Cisarua, Nanggung, Kabupaten Bogor belum ada perbaikan hingga 2023 ini. Pihak terkait terkesan membiarkan akses jalan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor itu rusak.

Kerusakan jalan sepanjang 2,5 kilometer saat ini kondisinya semakin parah. Terlihat, akses itu digenangi dengan lumpur tanah dan bebatuan yang terjal layaknya di tengah hutan.

Dengan kondisi jalan yang rusak, sebanyak 2.000 kepala keluarga (KK) di Desa Cisarua terisolir. Untuk menuju ke pusat Pemerintahan Desa saja, terpaksa warga harus memilih akses lain.

“Untuk menuju ke pusat pemerintahan, seperti berangkat kerja, anak-anak sekolah dan aktivitas lainnya warga sekitar harus muter dulu cukup lumayan jauh,” kata warga sekitar M. Zakaria, Kamis (8/06/2023).

Dia menjelaskan, jalan yang menuju relokasi pembangunan hunian tetap (huntap) di Desa Cisarua itu terakhir kali dibangun belasan tahun silam, pada masa kepemimpinan Bupati Bogor Rachmat Yasin.

“Setau saya jalan itu terakhir dibangun pada tahun 2006 silam oleh Pemkab Bogor, waktu itu Bupatinya masih Pak Rachmat Yasin,” jelasnya.

Dia menuturkan, akses jalan itu sebelumnya pernah beberapa kali diusulkan kepada pihak-pihak yang terkait. Namun usulan itu nihil.

“Dulu di tahun 2020, 2021 dan 2022 pernah diusulkan melalui rapat-rapat terbuka di Pemdes setempat, melalui SIPD, dewan juga pernah, namun tidak ada respon. Bahkan di tahun 2023 ini juga kita usulkan kembali, tapi hasilnya nihil,” paparnya.

Selain itu, pernah diusulkan juga ke Dinas PUPR,  namun katanya jalan tersebut tidak ada di peta jalan Pemda.

“Mungkin harus ada persuasif lewat dewan gitu ya supaya ini jadi jalan Pemda. Kalaupun ini diambil alih oleh Pemerintah Desa, kayaknya gak bakal sanggup harus ngebangun sampai 2 kilo lebih, sedangkan PR-PR desa masih banyak yang harus dibangun,” tuturnya.

Warga sangat berharap jalan yang menghubungkan 3 kampung yakni Langkob, Citumbuk dan Cisarua itu bisa segera dibangun guna memperlancar akses warga sekitar. Terlebih saat ini di lokasi tersebut tengah dibangun relokasi Huntap.

“Warga mah pasti berharap jalan ini bisa dibangun, karena kan aktivitas warga lewatnya ke sini, anak-anak sekolah juga sering lewat sini. Apalagi sekarang sedang ada pembangunan relokasi huntap, pastikan butuh akses jalan yang memadai,” pungkasnya.

** andres

DDS Sangat Bergairah Sambut Musim Baru

0

Penyerang Persib, David da Silva akan kembali berjuang di Liga 1 2023/2024 agar bisa mengangkat trofi juara di akhir musim.

Penyerang asal Brasil itu mengaku sangat termotivasi dengan dukungan terhadap tim yang sangat besar.

Sempat pulang ke kampung halamannya, DDS – sapaan akrabnya – tiba di Indonesia, Rabu, 7 Juni 2023 pagi.

Meski masih merasa lelah, ia langsung mengikuti sesi latihan di Stadion Persib, Kota Bandung, pada petang harinya. 

“Saya berharap bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Sebab, sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia, kami selalu punya target dan semua orang akan mengharapkan kami untuk berjuang menjadi juara,” kata DDS dilansir dari laman resmi klub, Kamis, 8 Juni 2023

DDS juga akan berupaya tampil konsisten di sepanjang musim.

Menurutnya, hal ini akan berkontribusi terhadap prestasi tim musim ini.

“Kami akan mulai lagi berjuang untuk meraih trofi. Saya pun berharap bisa memberikan itu. Tapi, ini perjalanan panjang yang akan dijalani, saya pikir, kami harus konsisten dengan mengikuti arahan pelatih agar kami bisa menampilkan yang terbaik,” bebernya ( asep syahmid )

Trian Turangga Tegaskan Sinergi Semua Pihak Modal Penting Menuju Prestasi Olahraga Daerah

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sekdispora Kabupaten Bogor, Trian Turangga adalah aset “SDM” di Pemkab Bogor yang sangat cerdas, pintar dan berkarakter kuat untuk memajukan pembinaan yang bermuara pada pencapaian prestasi olahraga Kabupaten Bogor.

Ketua FPTI Kabupaten Bogor ini sudah menyiapkan konsep dan program ideal bagi Kemajuan dunia olahraga di Kabupaten Bogor.

Trian Turangga yang akrab disapa TR menegaskan, Kabupaten Bogor sudah harus membangun dunia olahraganya dengan mengedepankan dan mengoptimalkan potensi atlet binaan semua cabor yang ada.

Program tersebut sudah ia lakukan di FPTI Kabupaten Bogor dengan program pembinaan pada semua klub anggota FPTI serta menggelar Liga Panjat Tebing Antar Klub anggota FPTI sebagai bahan evaluasi dari semua pembinaan yang dijalankan oleh semua klub.

“Mungkin banyak cabor lain juga yang sudah sangat fokus pada pembinaan talenta atlet binaannya sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, pembinaan sesungguhnya itu ada di Klub atau Unit, Cabor hanya menjadi fasilitator sarana latihan, monitoring program pembinaan klub, menggelar pertandingan atau kompetisi internal cabor, memberikan vitamin atau nutrisi kepada para atlet.
Disamping itu, sambungnya cabor berfungsi sebagai pemandu bakat atlet yang nantinya akan menjadi data base calon atlet atau atlet yang diproyeksikan untuk mewakili Kabupaten Bogor dalam berbagai event olahraga berskala regional, nasional dan internasonal.

Tak hanya itu, kata TR, pembinaan olahraga di Kabupaten Bogor harus menerapkan prinsif “Membumi baru Melangit” jika ingin meraih prestasi.

Artinya, kata TR, semua elemen keolahragaan di Kabupaten Bogor harus memahami arti penting dan menjalankan sinergitas atau bersinergi satu sama lain.
” Membangun sinergitas semua lembaga atau elemen keolahragaan dengan semua stakholder di Kabupaten Bogor adalah pondasi dasar sebelum melangkah kedepan yang lebih jauh dalam merancang pembinaan berbasis prestasi,” tegas Trian, Kamis, 8 Juni 2023.

Ia menambahkan, semua hal yang berkaitan dengan olahraga tidak mutlak menjadi urusan KONI atau Dispora.
Akan tetapi, tambahnya, semua itu harus jadi tanggung jawab semua pihak.

” Prestasi dalam bidang apapun termasuk olahraga akan tercapai apabila semua pihak atau elemen bisa bersinergi dengan baik serta kompak dalam menjalankan semua program pembinaan yang berorientasi pada capaian prestasi para atlet binaan sendiri yang ada disemua cabor,” paparnya

Trian menyebutkan, Kabupaten Bogor punya banyak SDM dan Daya Dukung untuk memajukan prestasi olahraganya.

” Kabupaten Bogor ini masih belum bersinergi dengan baik antara elemen keolahragaan dengan stakholder ataupun dengan semua pihak yang bisa memajukan olahraganya. Padahal ini jadi bagian dasar sebelum kita merenda angan angan setinggi langit,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kalau arena olahraga sangat menjunjung sportifitas dalam semua event yang bertujuan pada lahirnya sebuah prestasi dari proses pembinaan.

“Makanya jauhkan wilayah olahraga ini dari kontestasi politik ataupun kepentingan lainnya. Kabinet Olahraga harus dihuni oleh dominasi SDM keolahragaan serta di kolaborasikan dengan elemen lain yang paham, peduli dan punya visi memajukan prestasi olahraga Kabupaten Bogor,” pungkasnya. ( asep syahmid)

NPCI Kabupaten Bogor Tebar Uang Saku Atlet di Arena APG 2023

0

Phnom Penh | Jurnal Bogor

Pesona NPCI Kabupaten Bogor sepertinya akan terus bersinar dimata para atletnya yang tampil dalam Asean Para Games ( APG) di Kamboja 2023.

Tradisi positif pengurus NPCI Kabupaten Bogor yang datang langsung ke Kamboja memberikan support kepada para atletnya yang tergabung dalam Kontingen Merah Putih jadi nilai plus bagi NPCI Kabupaten Bogor dibawah nahkodai M Misbach ( Ketua Umum) Ripin Sembiring ( Sekum) Muhammad Saepudin ( Pembina)

Apalagi, saat ke Kamboja para pengurus NPCI Kabupaten Bogor secara simbolis menyerahkan uang saku kepada para atletnya yang membela merah putih di APG 2023.

” Nilai yang kami berikan memang tidak besar. Namun itu salah satu bentuk atau upaya kami dalam memberikan perhatian kepada atlet,” ujar M Misbach, Kamis, 8 Juni 2023

Misbach menambahkan, apa yang dilakukan NPCI Kabupaten Bogor ini sudah jadi tradisi tiap ada event Peparnas dan Asean Para Games ( APG)

Selain itu, kata Misbach, pihaknya juga selalu koordinasi dengan Dispora Kabupaten Bogor tiap akan melakukan kegiatan apapun.

” Saya bangga tiap ada evenr Peparnas dan APG, para atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor selalu ada yang masuk Kontingen Jabar pada ajang Peparnas ataupun Kontingen Indonesia pada APG,” pungkasnya.( Asep Syahmid)

Aktivis Mahasiswa Siram Muka Pejabat

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pejabat di Kediri kena siram air seorang aktivis mahasiswa. Video penyiraman ini mengejutkan publik seperti diunggah Instagram @fakta.suroboyo, Kamis (8/6/2023).

Video berdurasi 20 detik memperlihatkan seorang mahasiswa berkopiah hitam yang berdiri di depan pejabat Kediri untuk menyampaikan orasi.

Aktivis tersebut diketahui dari organisasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang dipimpin oleh Saiful Amin.

Diketahui para mahasiwa tersebut menggelar aksi demo untuk menuntut hak kompensasi atas penggusuran paksa warga perumahan Persada Sayang Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (5/5/2023) lalu.

Dalam aksinya Saiful Amin tampak menyampaikan orasi sambil membawa segelas air. Rupanya, air tersebut diklaim agar pejabat Kediri dan jajarannya tergugah hatinya.

“Kita doakan air ini ya. Kita melihat potret pejabat kita bisu semua. Kita doakan dengan air ini semoga tergugah hatinya,” ucap Saiful Amin.

Di luar dugaan, Saiful Amin langsung menyiramkan air ke beberapa pejabat Kediri. Petugas kepolisian yang mengamankan aksi tersebut kemudian meghimbau agar aktivis mahasiswa tersebut tak berlebihan.

Namun, aktivis mahasiswa itu berdalih melakukannya demi kepentingan masyarakat Indonesia. “Hidup masyarakat Indonesia,” ujar Saiful Amin di hadapan para pejabat Kediri.

Usut punya usut, Saiful Amin memang disegani sebagai sosok aktivis yang berani melawan aparat pemerintah demi menegakkan hukum dan keadilan.

Aksi Saiful Amin ini sontak menjadi buah bibir netizen lantaran sikap beraninya yang menyiramkan air ke muka pejabat Kediri. Namun, tak sedikit yang mengkhawatirkan nasib ativis mahasiswa tersebut usai melakukan aksi nekatnya itu.

“Saya menyebutnya tampan dan pemberani,” komentar netizen. “Gw yakin langsung diangkut itu orang,” timpal lainnya. “Tiati mas identitasmu dipegang rektorat,” sahut netizen lain.

** yev