31.8 C
Bogor
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 592

Jelang Pemilu, Nasdem Rapatkan Barisan

0

jurnalinspirasi.co.id – DPD Partai Nasdem Kota Bogor menggelar apel konsolidasi bagi para bakal calon legislatif (bacaleg).

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bogor Benninu Argoebie mengatakan bahwa pihaknya melaunching nomor urut bacaleg berdasarkan penetapan pada Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU Kota Bogor.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penguatan dan kesiapan para bacaleg dengan cara segera terjun ke masyarakat.

“Kami tekankan terkait kohesifitas antara bacaleg, dan peran serta DPC dan DPRT untuk mengawal bacaleg kita. Kita ingin membuat satu pergerakan ini yang terintegrasi semua dan ini harus kita mulai hari ini,” ungkapnya.

Benn menegaskan bahwa Nasdem Kota Bogor juga membahas terkait persiapan untuk terlibat dalam apel siaga atau Konsolidasi Akbar Partai Nasdem yang akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada 16 Juli 2023.

“Apel siaga tanggal 16 ini adalah untuk apel siaga struktur pengurus Partai Nasdem, nanti sekitar 150 ribu kader Partai Nasdem dari seluruh Indonesia akan hadir. Jadi nanti itu akan dihadiri ketua umum (Surya Paloh) dan calon presiden Anies Baswedan yang akan pidato,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, DPD Nasdem memberikan laptop kepada seluruh ketua DPC untuk mendorong kinerja dalam mengejar target menyusun strategi.

“Kami bagikan laptop secara cuma-cuma kepada seluruh Ketua DPC supaya kinerja mereka makin bagus, sebelumnya kita juga sudah bagikan motor,” ucapnya.

“Sebab kita punya target minimal 1 fraksi harus kita kejar, kalau bisa 10 kursi DPRD Kota Bogor. Karena sudah ada yang punya 10 kursi saat ini, jadi bukan hal yang mustahil untuk kita kejar,” bwber dia.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Bogor, Devie Prihatini Sultani menegaskan bahwa dilaksanakannya kegiatan itu sebagai momentum untuk meyakinkan para bacalegnya agar bersiap menghadapi Pileg 2024.

Terbukti, dari 50 bacaleg yang akan maju nanti hanya 3 orang yang harus memperbaiki sejumlah kelengkapan atau persyaratan, selebihnya dinyatakan lolos dan siap tarung.

“Perbaikan ada 3 orang, satu dari Bogsel dan dua dari Bogor Tengah dan Insya Allah dalam 2-3 hari kedepan clear semua. Alhamdulillah hari ini hasilnya cukup memuaskan buat kita pengurus DPD,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Hadits Hari Ini

0

Surga Itu Dekat

Sahih al-Bukhori:6007

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

الْجَنَّةُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ وَالنَّارُ مِثْلُ ذَلِكَ.

Dari Abdullah ra, dia berkata: Nabi saw bersabda:

Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya, neraka juga seperti itu.

Pesan :

  1. Mencapai surga sangatlah mudah. Namun begitu juga mencapai neraka.
  2. Amalan baik yang kecil bisa jadi penyebab seseorang masuk surga. Namun amalan buruk yang di mata seseorang sepele bisa jadi penyebab orang itu masuk neraka.

Harumkan Kota Bogor, Dua Pegiat AKTI Raih Emas dan Perak Untuk Kemenangan Jabar di Fornas ke VII

0

Bandung | Jurnal Bogor

Dua pegiat Inorga Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) KORMI Kota Bogor berhasil menyabet dua medali pada kategori pertandingan Phibu pada Fornas ke VII 2023 Jawa Barat.

Medali emas diraih oleh Adham Daniel Afdlan Islam di kelas 56kg junior putra, dan medali Perak didapatkan oleh Syahid Abdur Rohim pada kelas 52kg senior putra.

Adham asal Kota Bogor yang memperkuat Jawa Barat, meraih medali emas setelah mengalahkan pegiat Phibu Nehan Jafrul Priyanto asal Banten di babak final. Sedangkan Syahid Abdur Rohim harus puas menerima medali perak setelah dikalahkan oleh Achmad Naafi dari Jawa Timur pada laga final yang berlangsung di GOR indoor stadion Si Jalak Harupat, pada Kamis 6 Juli 2023.

Ketua KORMI Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengaku bangga dengan perolehan dua medali pada Inorga AKTI. “Alhamdulilah dua medali yaitu emas dan perak dihasilkan dari dua pegiat AKTI KORMI Kota Bogor untuk menambah kemenangan Jabar menjadi juara pada Fornas ke VII ini,” ucap Zaenul.

Pria yang akrab disapa ZM ini mengungkapkan, setiap ajang perhelatan festival olahraga, Inorga AKTI Kota Bogor konsisten menyumbangkan prestasi. Tentunya ini menjadi tolak ukur dan motivasi bagi Inorga lain dalam mengikuti perhelatan festival olahraga. Baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pegiat yang bertanding dan pelatih, telah bekerja keras hingga menorehkan prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Kota Bogor di tingkat nasional.

“Masih ada beberapa Inorga yang akan bertanding hingga penutupan nanti. Semoga Inorga KORMI Kota Bogor yang bertanding terus berprestasi untuk menguatkan kemenangan Jabar Juara di Fornas ke VII 2023 ini,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Kadispora Kota Bogor Herry Karnadi yang melihat langsung final pertandingan Phibu mengatakan, sebuah prestasi membanggakan dihasilkan oleh pegiat AKTI Kota Bogor, sehingga mampu meraih medali emas dan perak. KORMI Kota Bogor memiliki potensi-potensi atlet yang juga menghasilkan prestasi, bukan sekedar olahraga tradisional, kebugaran, kesehatan dan rekreasi saja.

“Selamat tadi sudah meraih dua medali yaitu emas dan perak saat final. Tentunya ini sangat membanggakan dan membawa harum nama Kota Bogor di kancah pertandingan event nasional. Atlet nya juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan pada turnamen lainnya. Torehan prestasi yang dihasilkan dari KORMI Kota Bogor ini, membantu kemenangan untuk Jabar agar menjadi juara,” ucap Hery usai menyaksikan pertandingan final Phibu. ( asep syahmid)

Pertandingan di Hari ke-4 FORNAS VII Jawa Barat, Denda Alamsyah: Pegiat Menjadi Semakin Seru dan Ramai

0

Bandung | Jurnal Bogor

Kemeriahan acara FORNAS VII Jawa Barat semakin terlihat pada Hari ke-5 di beberapa Venue Induk Olahraga (Inorga), termasuk venue pertandingan Ketapel dan Pahanan, pada Kamis (06/07/2023).

Dalam sambutannya, Denda Alamsyah, Ketua Umum sekaligus Ketua Pelaksana FORNAS VII Jawa Barat, menyatakan kegembiraannya dengan semaraknya acara FORNAS VII pada Hari ke-4, terutama di venue Ketapel, Panahan, dan Sumpitan. Ketiga cabang olahraga ini berlangsung di lapangan Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung.

Denda Alamsyah juga menambahkan bahwa pada Hari ke-4 pelaksanaan FORNAS VII, kondisi acara terjaga dengan baik, dan cuaca yang cerah pagi itu sangat mendukung kelancaran kegiatan. Pantauan di lapangan menunjukkan suasana yang meriah di venue Pertandingan Ketapel, Panahan, dan Sumpitan.

Cabang Olahraga Ketapel:
Thadeus Kotouke, salah satu peserta dari Mimika, Papua Tengah, mengikuti cabang Ketapel untuk pertama kalinya dalam FORNAS VII Jawa Barat. Meskipun persiapan atlet hanya berlatih kurang dari setahun, ia dan seluruh atletnya berjanji memberikan yang terbaik dalam FORNAS VII Jawa Barat.

Cabang Olahraga Panahan:
Di Cabang Olahraga Panahan, terdapat 16 kategori. Menurut panitia pelaksana, persaingan di cabang olahraga ini sangat ketat, sehingga sulit untuk memprediksi calon juara. Untuk update klasemen sementara, dapat diakses melalui laman resmi Panitia FORNAS VII Jawa Barat: https://fornas-vii.sisti-kormi.id/umum_hasil_pertandingan.php.

Cabang Olahraga Sumpit:
Dalam lapangan Si Jalak Harupat, terdapat 3 Cabang Olahraga yang dipertandingkan. Cabor Sumpit menarik banyak penonton, pemain, dan official sejak pagi hingga menjelang sore.

Danianus Petrus, salah satu pelatih Sumpit dari kontingen provinsi Kalimantan Barat, menjelaskan bahwa kontingen mereka mengikuti seluruh 12 kelas yang dipertandingkan. Ia juga menambahkan bahwa sejak awal FORNAS, mereka telah secara aktif berpartisipasi dalam Cabor Sumpit, termasuk di FORNAS VII Jawa Barat ini.

Dibandingkan dengan FORNAS sebelumnya, FORNAS VII Jawa Barat menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan acara yang lebih baik dan lebih meriah. Keberadaan streaming pertandingan yang menyiarkan secara live juga memberikan dukungan yang besar bagi teman dan keluarga pemain yang dapat menyaksikan pertandingan sesuai keinginan mereka, ungkap Danianus.

PT MKK Disinyalir Langgar Perizinan Tambang

0

Cariu | Jurnal Bogor

Lahan di Kecamatan Cariu yang memiliki banyak kandungan mineral menjadikan Cariu sebagai salahsatu wilayah tambang potensial di Kabupaten Bogor. Namun, minimnya pengawasan dari pemerintah, membuat aktivitas pertambangan ilegal menjadi kian marak, khususnya tanah bahan keramik dan urukan.

Bahkan, untuk perusahaan yang sudah mengantongi izin tambang, dalam praktiknya banyak terjadi pelanggaran dan penyelewengan izin.

Dari penelusuran di lapangan, salahsatu usaha tambang berizin yang disinyalir melanggar dan menyelewengkan perizinan tambang adalah PT Mitra Kartika Karya di Desa Cibatutiga, Cariu. Pasalnya, aktivitas tambang dari lokasi lebih banyak menjual tanah bahan keramik dan urukan. Padahal izin yang diberikan kepada PT Mitra Kartika Karya (MKK) adalah tambang Pasir Kuarsa.

Hal ini terlihat dari banyaknya kendaraan angkutan tambang yang keluar masuk dari lokasi dengan membawa bahan keramik dan tanah urukan untuk dikirim ke beberapa wilayah seperti Bekasi, Cikarang dan Cikande yang membutuhkan bahan produksi untuk genteng dan keramik.

Aktivitas produksi tambang tersebut tentunya merupakan sebuah pelanggaran terhadap perizinan yang diberikan kepada PT MKK. Namun karena minimnya kontrol dan pengawasan dari pemerintah aktivitas ilegal tersebut masih terus berjalan selama bertahun-tahun.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, aktivitas eksplorasi dan produksi berbagai jenis pertambangan harus dilaksanakan sesuai dengan klasifikasi perizinan yang telah diberikan pemerintah.

“Aktivitas pertambangan ada berbagai jenis mulai dari Mineral bukan logam sampai batuan atau yang dulu biasa dikenal dengan Galian C. Oleh karena itu, pengajuan izin usaha tambang harus disesuaikan dengan potensi tambang dan rencana produksi. Sehingga dalam prakteknya tidak ada penyimpangan atau penyelewenangan izin,” kata Agung.

Terkait izin yang dimiliki oleh PT MKK dengan katagori izin Pasir Kuarsa, Agung mengatakan, PT MKK diperbolehkan untuk melakukan aktivitas eksplorasi dan produksi Pasir Kuarsa dari lokasi tambang. Namun jika yang diproduksi adalah tambang batuan atau golongan c maka hal itu tidak diperbolehkan. “Kalau izinnya Pasir Kuarsa maka tidak boleh produksi tanah urukan atau bahan keramik. Karena izinnya berbeda,” ujarnya.

** Taufik/Nay

Jaga Kearipan Lokal, Saung Payung di Pasirgintung Gunakan Daun Rumbia

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Warga di Kampung Pasirgintung RT 03 RW 05 Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor masih ada yang melestarikan penggunaan daun rumbia atau dalam bahasa Sunda daun kiray. Seperti yang dilakukan Mang Uding yang melakukan anyaman daun rumbia untuk pembuatan saung payung.

“Meski hasil kerajinan atap daun rumbia hanya digunakan untuk fasilitas umum, paling tidak kita bisa memanfaatkan potensi alam yang ada disekitar,” kata Mang Uding sapaan akrabnya ditemui saat melakukan aktivitas membuat anyaman atap daun rumbia, Kamis (5/7)

Menurutnya, seiring perkembangan jaman ditengah serba modern ini, secara drastis bangunan rumah masyarakat yang menggunakan  bahan alami atap daun rumbia kini mulai tersisihkan beralih ke yang lebih modern seperti spandek atau genten metal.

Namun daun rumbia yang dibuatnya tetap menjadi kebutuhan untuk melengkapi fasilitas umum seperti di lapangan multifungsi (Pemersatu). “Manyoritas masyarakat memang telah menggunakan seperti genteng metal atau asbes sebagai bahan utama atap rumah. Pengunaan atap bahan material genteng terbilang praktis serta lebih mudah didapatkan di toko-toko bangunan. Namun yang berbahan alam juga ada peminatnya dengen kelebihan menambah estetika dan terkesan asri,” ujarnya.

Tak hanya daun rumbia, termasuk daun alang -alang pun bisa dimanfaatkan sebagai anyaman atap rumah. “Alang – alang tentu bisa digunakan, namun daun rumbia lebih awet hingga bertahan 7 tahunan,” jelas Mang Uding lagi.

Menurutnya, atap daun rumbia, selain menjaga warisan nenek moyang juga sebagai bentuk syukur dengan kekayaan alam yang telah Allah ciptakan menjadikan nilai manfaat bagi manusia.

** Arip Ekon

Aparatur Desa Pertanyakan Pencairan BHPRD

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Sejumlah aparatur desa mengeluhkan belum juga dicairkannya dana Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (BHPRD) tahun 2023 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Dana BHPRD yang semestinya cair pada April tersebut hingga saat ini belum juga ada kepastian kapan akan disalurkan oleh Pemkab Bogor.

Hal ini membuat sejumlah pemerintah desa kebingungan untuk menutupi anggaran biaya operasional dan membayar tunjangan staf desa.

“Dana BHPRD itukan sebagian peruntukannya untuk operasional dan bayar tunjangan staf setiap bulan. Nah bagaimana pelayanan di desa mau berjalan maksimal jika sampai sekarang dana untuk keperluan itu belum juga cair,” kata Sekdes Cikahuripan, Encim kepada Jurnal Bogor, Kamis (6/7/23).

Menurutnya, dana BHPRD merupakan hak pemerintahan desa sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 70 tahun 2022 tentang Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD). Dimana Perbup tersebut mengatur terkait pembagian porsi BHPRD untuk desa.

“Janganlah dana tersebut ditunda-tunda lagi pencairannya agar pelayanan di desa tetap berjalan maksimal,”tukasnya.

Ia berharap, Pemkab Bogor mendengar keluhan dari pemerintah desa dan dalam waktu dekat segera mencairkan anggaran BHPRD tersebut.

“Karena anggaran tersebut memang sangat diperlukan oleh pemerintah desa untuk menunjang setiap operasional dan kegiatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Teuku Mulya menyatakan bahwa dana BHPRD itu sudah tersedia namun untuk pencairannya harus menunggu Perbup dan rekomendasi dari dinas terkait yaitu Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

“Tentu dana itu tersedia karena sudah masuk ke dalam APBD tahun ini. Namun begitu, kami menunggu adanya regulasi berupa Perbup Bogor baik soal dana Samisade maupun dana BHPRD,” ungkap Teuku Mulya.

Selain menunggu adanya regulasi soal Perbup Bogor, lanjut Teuku, BPKAD juga menunggu rekomendasi dari DPMD Kabupaten Bogor dan pihak terkait lainnya. Karena sesuai aturan, pelaksanaan pencairan bantuan keuangan dari APBD kepada pemerintah desa harus telah memenuhi berbagai persyaratan.

** Taufik / Nay

LSM Satu Akan Bawa Kasus Makam Cohak ke Ranah Hukum

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Lembaga Swadaya Masyarakat Suara Timur (LSM Satu) mendesak aparat penegak hukum untuk memproses dugaan penyalahgunaan dana negara yang dialokasikan untuk relokasi makam yang terkena proyek tol Cimaci. Pasalnya, proses relokasi makam di Kampung Cohak Desa Nagra, Gunung Putri, Kabupaten Bogor tersebut penuh dengan kejanggalan dan banyak terindikasi penggelapan anggaran.

“Karena banyaknya keluhan dan laporan dari warga, maka kami akan mendesak aparat hukum untuk segera turun tangan menangani persoalan ini. Karena bagaimana pun dana sebesar Rp 5 miliar yang dialokasikan pemerintah untuk ganti rugi adalah dana yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Ketua LSM Satu, Alhafiz Rana kepada Jurnal Bogor, Kamis (6/7/2023).

Menurut dia, pihaknya akan membuat laporan secara tertulis ke kejaksaan dan tipikor Polres Bogor agar turun tangan untuk membawa hasil temuan di lapangan ke jalur hukum. Karena, relokasi makam cohak tersebut banyak terjadi penyalahgunaan anggaran yang diduga digelapkan oleh oknum.

“Kami sudah banyak melakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar, tokoh masyarakat bahkan juga panitia. Dari hasil pertemuan tersebut memang banyak ditemukan banyak kejanggalan yang hanya bisa ditangai oleh para penegak hukum. Oleh karena itu nanti akan kami buat pengaduan resminya,” kata Alhafiz.

Hafiz mengatakan, dari beberapa temuan dilapangan, yang paling jelas adalah banyaknya makam fiktif yang tidak memiliki ahli waris. Hal ini tentunya menjadi bukti telah terjadi penyelewengan administrasi dan penggelapan anggaran.

“Sudah jelas disurat yang disampaikan kepada masyarakat tertulis jika kompensasi untuk ahli waris adalah Rp 500 ribu. Sementara itu, ada ribuan makan yang tidak ada ahli warisnya. Lalu dikemanakan uang tersebut dan siapa yang bermain memalsukan data,” tukasnya.

Selain itu, dugaan mark-up juga terjadi untuk pengadaan batu nisan. Dimana pihak panitia mengalokasikan dana untuk pengadaan batu nisa sebesar Rp 300 ribu. Padahal dengan spesifikasi yang digunakan sekarang, harga batu nisan dipasaran hanya berkisar Rp 150 ribu.

“Temuan-temuan ini nanti akan kami buat secara tertulis dan resmi akan kami sampaikan kepada aparatur penegak hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nagrak, Agus yang dimintai komentar terkait dugaan penyelewengan anggaran relokasi makan tersebut belum mau memberikan komentar.

** Taufik /Nay

Bakri Hasan Diusulkan Calon Plt Ketua KORMI Kabupaten Bogor

0

Bandung | Jurnal Bogor

Ketua INORGA Kabupaten Bogor, Bakri Hasan diusulkan sebagai calon Plt Ketua Umum KORMI Kabupaten Bogor menggantikan almarhum Usep Supratman.

Jajaran pengurus KORMI Kabupaten Bogor seperti Didik Satrya, Alan Ruslani, Fauzi Dubba, dan Witoro menyerahkan usulan dari KORMI Kabupaten Bogor kepada Ketua KORMI Jabar, Denda Alamsyah terkait nama Bakri Hasan jadi salah satu calon Plt Ketua KORMI Kabupaten Bogor.

” Jajaran pengurus KORMI sudah menyerahkan berkas calon Plt Ketua KORMI Kabupaten Bogor kepada Pak Denda Alamsyah selaku Ketua KORMI Jabar,” ujar Fauzi Dubba salah satu pengurus KORMI Kabupaten Bogor bidang Ketangkasan, Kamis, 6 Juli 2023.

Didik Satrya yang juga salah satu pengurus KORMI Kabupaten Bogor membenarkan kalau jajaran pengurus KORMI sudah mengusulkan ketua INORGA Portina sebagai salah satu calon Plt Ketua KORMI Kabupaten Bogor.

” Insya Allah minggu depan SK KORMI Jabar akan turun dan menetapkan Pak Bakri Hasan sebagai Plt Ketua KORMI Kabupaten Bogor,” bebernya.

Sementara itu, Bakri Hasan mengaku sangat berterimakasih kepada pengurus KORMI yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk dicalonkan sebagai Plt Ketua KORMI Kabupaten Bogor.

” Saya akan mengikuti alur saja. Kalau memang ada kepercayaan kepada saya jadi calon Plt Ketua KORMI Kabupaten Bogor saya siap melanjutkan cita cita dan perjuangan almarhum Pak Usep Supratman,” pungkasnya. ( asep syahmid)