33.3 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 592

Kamboja Sukses Gelar APG 2023, Begini Penjelasan Pembina NPCI Kabupaten Bogor

0

Phnom Penh | Jurnal Bogor

Pembina NPCI Kabupaten Bogor, Muhammad Saepudin mengaku sangat terkesan dengan pelaksanaan Asean Para Games ( APG) di Phnom Penh, Kamboja 2023.

Ia mengatakan, pelaksanaan APG 2023 berlangsung dengan baik dan sangat berkesan dan pihak Kamboja sangat terbuka dan menerima semua kontingen dengan hangat dan akrab.

” Semua Fasilitas venue pertandingan di APG 2023 juga sangat berstandar Internasional dan bagus,” ujar Muhammad Saepudin yang melakukan monitoring dan mensuport para atlet NPCI Kabupaten Bogor yang berlaga di APG 2023

Menurutnya, Kamboja selaku tuan rumah APG 2023 memberikan sambutan yang hangat dan ramah kepada semua Kontingen peserta APG 2023.

” Kamboja memberikan samburan kepada semua delegasi dari 11 negara peserta APG dengan senyuman yang ramah,” tegas Aep panggilan akrab Ketua FHI Kabupaten Bogor ini, Kamis, 8 Juni 2023.

Initinya, kata Aep, kehadiran pengurus NPCI Jabar dan NPCI Kabupaten Bogor pada arena APG 2023 di Kamboja untuk mensuport langsung semua atlet asal Jabar dan Kabupaten Bogoe yang sedang bertanding di Asean Para Games ( APG ) 2023.

” Semua Atlet sangat senang dengan kehadiran kami yang mensuport langsung ke semua Venue APG 2023. Bahkan mereka sangat termotivasi untuk meraih prestasi terbaiknya,” papar salah satu pejabat eselon IV di Dispora Kabupaten Bogor ini

Aep juga merasa bangga dengan dominasi para atlet Indonesia dalam APG 2023 yang kembali jadi juara umum.

Namun, kata Aep, capaian medali para atlet Kabupaten Bogor agak sedikit menurun pada APG kali ini.

” NPCI Kabupaten Bogor hanya diwakili 6 atlet dan nomor pertandingannya banyak yang berubah. Pada APG 2021 di Solo, NPCI Kabupaten Bogor menerjunkan 10 atlet dan mampu meraih 11 medali emas,” pungkasnya. ( asep syahmid)

Sembilan Pabrik AQUA Berjaya di TOP CSR Awards 2023

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sembilan pabrik Danone-AQUA di Jawa Barat berhasil menyabet penghargaan Top CSR Awards 2023 di Jakarta, 7 Juni 2023. Kesembilan pabrik itu adalah Pabrik AQUA Bekasi, Pabrik AQUA Citeureup, Pabrik AQUA Sentul, Pabrik AQUA Ciherang, Pabrik AQUA Caringin, Pabrik AQUA Mekarsari, Pabrik AQUA Babakanpari, Pabrik AQUA Cianjur, dan Pabrik AQUA Subang.

Kepala Pabrik AQUA Sentul Astrid Miranda (kanan) dan HR Manager Pabrik AQUA Candra Taufik Rakhman (kiri) saat menerima penghargaan TOP CSR Awards 2023.

Keberhasilan ini didasarkan pada penilaian dewan juri yang menetapkan bahwa kegiatan tanggung jawab sosial lingkungan (CSR) sembilan pabrik AQUA di Jawa Barat tersebut berada di level “LUAR BIASA dan SANGAT BAIK”. Penilaian itu terutama berkaitan dengan keselarasan pelaksanaan CSR AQUA di Jawa Barat yang sangat mendukung strategi pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan, mengadopsi CSV (Creating Shared Value), dan selaras dengan ISO 26000 SR, serta layak dijadikan benchmark oleh perusahaan lainnya.

Pabrik-pabrik AQUA di Jawa Barat memang tidak hanya sibuk menjalankan kegiatan operasional bisnis semata, melainkan juga senantiasa aktif menjalankan kegiatan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, bekerjasama dengan masyarakat sekitar pabrik, komunitas, dan pemerintah daerah.

“Banyak upaya telah dilakukan Danone-AQUA untuk menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan yang mendorong terciptanya bisnis yang berkelanjutan, termasuk melakukan perlindungan sumber daya air. Di Jawa Barat program perlindungan sumber daya air dijalankan guna menjamin kemurnian dan kualitas sumber air, menjaga kelestarian sumber daya air, berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional, serta melindungi dan turut mempromosikan adat dan cagar budaya di sekitar wilayah operasional terkait,” ungkap Senior External Relations Danone-AQUA Wilayah Jawa Barat Murtijo Utomo pada acara penganugerahanTOP CSR Awards 2023 yang mengangkat tema “CSR Innovation Programs for Sustainable Growth”.

Selain penanaman pohon, pembuatan sumur resapan dan dam, pembuatan lubang biopori, panen air hujan, pembuatan waterpond dan rorak, serta pembuatan sumur imbuhan, Danone-AQUA menjalankan kegiatan konservasi di daerah aliran sungai (DAS) Cicatih – Sukabumi, DAS Cupunagara – Subang, dan penyelamatan Setu Citongtut di Kecamatan Gunung Putri – Bogor. Kegiatan konservasi air ini dilakukan secara terintegrasi dengan mengutamakan pemberdayaan masyarakat serta bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, guna memaksimalkan hasil secara ekonomis dan kesejahteraan sosial dalam pola yang tidak mengorbankan keberlangsungan ekosistem.

Selain itu salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Danone-AQUA mengembangkan program akses air bersih dan penyehatan lingkungan di Kabupaten Bekasi, Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Subang. “Hingga kini, program ini telah membawa manfaat untuk 66416 orang di 5 kabupaten di Jawa Barat tersebut. Selain itu, Danone-AQUA juga melakukan pengkaderan di masyarakat terkait dengan pelaksanaan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS),” tambah Murtijo Utomo.

Sebagai bagian dari program akses air bersih dan sanitasi, Danone-AQUA juga memberikan bantuan dan pendampingan dalam pengelolaan sampah warga. Sistem pengelolaan sampah menjadi sangat penting karena banyak warga membuang sampah di saluran drainase atau tempat-tempat yang tidak semestinya, sehingga mengganggu sarana air dan mengakibatkan banjir pada musim hujan. Untuk itu, Danone-AQUA melakukan pengelolaan sampah terpadu, menyumbangkan gerobak sampah, membangun sarana air bersih, di samping kegiatan masyarakat lainnya seperti pengarahan gizi seimbang bagi masyarakat.

Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut di atas secara berkelanjutan dan melibatkan pihak-pihak terkait yang memastikan sembilan pabrik AQUA di Jawa Barat dianugerahi TOP CSR Awards 2023. Selain itu sembilan Kepala Pabrik Danone-AQUA di Jawa Barat juga memperoleh TOP Leader on CSR Commitment 2023. Mereka dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendukung kelengkapan sistem, tata kelola, dan kebehasilan implementasi CSR di perusahaan. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan pelaksanaan program CSR harus didukung oleh kepala pabrik atau pemimpin yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap CSR itu sendiri.

“Berbagai upaya telah dilakukan Danone-AQUA untuk menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan yang mendorong terciptanya bisnis yang berkelanjutan. Danone-AQUA bertekad terus meningkatkan kinerja produksi dan prestasi dalam menghadirkan berbagai produk berkualitas, sekaligus bersama berbagai pihak terkait terus menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pelaksanaan program-program tanggung jawab sosial lingkungan,” tutur Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo.

“Tentu saja dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak menjadikan upaya pelestarian lingkungan akan semakin berkembang dan memberi manfaat untuk masyarakat luas,” pungkas Karyanto.

** yev

Survei tak Selalu Cerminkan Pilihan Rakyat

0

Bogor | Jurnal Bogor

Saat ini banyak aktor politik berupaya menjatuhkan lawan dengan menggunakan data survei dari lembaga survei sewaan. Hal ini dikatakan pengamat politik dari Universitas Andalas, Najmuddin Rasul.

Menurut Najmuddin, survei-survei politik yang diadakan banyak lembaga saat ini hanya melihat berdasarkan tren politik yang terjadi.

“Survei itu kebanyakan hanya melihat tren. Dan survei belum tentu mencerminkan pilihan masyarakat,” kata Najmuddin dikutip dari RMOL, Kamis (8/6/2023).

Lembaga survei menurut Najmuddin harusnya berlaku independen dan tidak memihak ke salah satu kubu politik. Tapi yang terjadi, lembaga survei melakukan survei untuk memenangkan pemesan dan juga untuk meningkatkan tingkat popularitas pemesan.

“Saya melihat para kontestasi politik umumnya menggunakan jasa lembaga survei untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas kandidat yang diusung. Bahkan hasil survei sewaan ini dipublikasikan di media dengan menampilkan para analis,” ujar Najmuddin.

Najmuddin mengimbau para peneliti dan lembaga survei supaya mengembalikan lagi tujuan awal survei, yakni untuk menjawab masalah dan menambah pengetahuan baru. Dan sebuah aktivitas survei menurut dia harus dapat dipertanggungjawabkan secara metodologi ilmu pengetahuan.

Najmuddin juga berharap media massa mainstream tidak lagi mengikuti skenario yang dibangun lembaga-lembaga survei. Karena dengan begitu, media yang seharusnya menjadi pengawal demokrasi justru ikut arus sesuai keinginan kubu politik tertentu.

** yev

Penolakan RUU Kesehatan dan Sikap ICMI?

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Alhamdulillah. Saya ikut sampai selesai webinar ICMI membahas RUU Kesehatan ini tadi malam bapak Prof.Win Nugroho, terima kasih share file informasi tentsng kegiatan webinar yang sudah terpublish di medsos Youtube.

Menyimak materi dan diskusinya webinar tadi malam, walaupun mata agak mengantuk, karena menarik isinya saya paksakan ikut sampai selesai. Saya berterus terang bahwa saya semakin prihatin melihat cara kerja regim politik yang berkuasa (the ruling party) saat ini.

Proses dan mekanisme sistem hukum ketatanegaraan  “carut-marut” tata kelola negaranya memburuk, khusus proses penyusunan dan penetapan regulasi dan public policy berupa RUU seperti  RUU Kesehatan yang dibahas malam tadi tidak aspiratif, mengabaikan pendapat dan pemikiran cerdas stakeholders.

Ruang diskusi publik dan public hearing stakeholders kesehatan dengan anggota.DPR RI di gedung Senayan Jakarta juga pengap dan sempit. Rakyat peduli kesehatan rakyat berdemontrasi di halaman DPR RI dan Kemenkes RI untuk menyampaikan kritik dan aspirasi kurang mendapat pelayanan yang baik. Bahkan sudah ada beberapa asosiasi dan organisasi kesehatan spt IDI, IBI dll berkirim surat resmi kepada Pimpinan DPR RI dan Fraksi, juga tidak digubris, kecuali Fraksi “oposisi” PKS.

Itu pengakuan beberapa tokoh masyarakat dan ormas profesi bidang.kesehatan yang mengutarakannya, saya geleng-geleng kepala terheran-heran, kok parah begitu pola bersikap para wakil rakyat yang digaji rakyat, kaum politisi “koalisi besar” di negara kita. Prihatin.

Demikian pun sikap dan pernyataan resmi di media massa, dapat kita simpulkan ada arogansi, otoriter dan distorsi informasi, ada gejala sosial “kebohongan”, saling lempar tanggungjawab antara lembaga eksekutif vs legislatif tentang permasalahan RUU Kesehatan tersebut.

Ada keheran disini, sehingga ada peserta webinar yang mempertanyakan dan meragukan siapa sebenarnya orang atau konseptor RUU Kesehatan ini? dan apa tujuan dan maksudnya,?.

Kesimpulan saya tampak gejala sosial-politik yang semakin memburuk tata kelola negara ini (bad governance state). RUU Kesehatan sebafaimana disajikan dalam power point (PPT) para nara sumber, tampak jelas sekali isinya RUU bertentangan dengan prinsip norma dan kaidah  hukum dan  tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Bertolak belakang sebagaimana tuntutan gerakan dan cita-cita reformasi thn 1998.

Proses perumusan draft RUU Kesehatan yang kini tengah digodok dan konon katanya dalam waktu dekat akan diputuskan menjadi UU pada sidang pleno DPR RI, draf RUU Kesehatan tersebut berdasarkan hasil diskusi webinar MPP ICMI bidang Kesehatan, Selasa malam 6 Juni 2023 sangatlah sumir.

Bahkan dapat kita katakan bersifat anomali, kontroversial dan kontraproduktif, sehingga jika draf RUU Kesehatan tidak dikoreksi sangat membahayakan dan berdampak negatif terhadap kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Demikian isi webinar yang saya simak dan catat dari pemikiran para ilmuwan, ahli dan pakar serta praktisi kesehatan dan hukum.

Beberapa catatan singkat saya tentang hasil diskusi webinar MPP ICMI dengan tema “Polemik RUU Kesehatan: Dampaknya Terhadap Masyarakat”, dengan menampilkan nara sumber bapak Prof.Dr.dr.Zainal Muttaqien, dosen senior FK Undip Semarang, yang dipecat Kemenkes RI karena divonis bersalah banyak mengkritisi kelemahan RUU Kesehatan tersebut.

Mendengar beliau diberi sanksi dipecat, kita semakin lebih prihatin lagi, sikap  pemaksaan (otoritarian) di alam demokrasi era reformasi ini kok bisa terjadi dan terulang kembali seperti pola berperilaku rezim Orla dan Orba tempo doeloe yang melanggar HAM.

Sedangkan ahli dan praktisi hukum yang diundang MPP ICMI yang berbicaran dengan PPT-nya adalah bapak Muhamad Jhoni SH. MH, beliau juga banyak mengkritisi keberadaan draf RUU Kesehatan, antara lain kelemahan-kelemahan yang sempat saya catat yaitu (1) proses penyusunan draf RUU tidak melaksanakan kaidah “meaningfull partisipation” sebagaimana amanat UU dan Keputusan MK RI.

Dengan kata lain proses penyusunan sangat kurang dan bahkan tidak memberi akses dan keterlibatan yang memadai kepada publik, terutama bagi para pemangku kepentingan utama (main stakeholders) kesehatan seperti organisasi profesi dokter, bidan, perawat lembaga pendidikan tinggi kesehatan, dll.

Lalu (2) konten RUU Kesehatan tersebut diantara pasal-pasalnya terdapat banyak kelemahan, yang makna isinya bertentangan dengan fakta dan rialitas kebutuhan dunia kedokteran dan rumah sakit.

Dan (3) RUU Kesehatan tersebut memarginalkan dan bahkan mereduksi peran dan fungsi organisasi dan kelembagaan kesehatan/kedokteran yang sudah ada (eksis).

Istilah lainnya jika RUU Kesehatan disahkan menjadi UU, maka akan berdampak negatif terhadap pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, karena ada seperangkat sistem nilai, norma dan kaidah (kode etik) kedokteran yang diabaikan atau bahkan dilabrak, dll.

Pemikiran dan pendapat kedua ilmuwan dan pakar kedokteran dan hukum, disepakati oleh sejumlah peserta webinar, tidak ada satupun.yang menyangga, artinya para peserta webinar sangat memahami fostur dan dampak RUU Kesehatan bagi masyarakat. Akhirnya forum diskusi webinar, bersepakat menolak keras disahkan draf RUU Kesehatan yang sumir dan kontroversial menjadi UU karena membahayakan masyarakat.

Forum webinar MPP ICMI bidang kesehatan membahas draf RUU Kesehatan, meminta dan mendesak Pimpinan ICMI Pusat untuk segera menghadap (beraudiensi) dengan Presiden RI bapak Joko Widodo menyampaikan koreksi dan sikap ICMI terhadap RUU Kesehatsn tersebut.

Hal ini sudah sepatutnya dikerjakan ormas ICMI, dimana tempat atau wadah berhimpunya para cendekiawan muslim yang kapabilitas dan kapasitas keilmuan, kepakaran dan kepedulian terhadap dinamika perjalanan negara-bangsa (nation state) bernama NKRI, peran serta dan kontribusinya tidak diragukan lagi.

Harap diingat isi AD dan ART ICMI, antara lain tugas pokoknya adalah (1) selain melaksanakan pemberdayaan.masyarakat dalam.sejumlah aspek kehidupan yg dibutuhkan rakyat dan bangsa, dan juga (2) tugas yang teramat penting dan mulia ICMI berperan proaktif membantu dan mendukung Pemerintah RI dalam merumuskan public policy spt draf RUU Kesehatan yang kini muncul dihadapan kita ini. 

Secara konstitusional UUD 1945, menurut hukum tata negara seperti lembaga Kepresidenan RI, lembaga perwakilan rakyat DPR RI/MPR RI, lembaga Kementerian RI dll, berkewajiban mendengar, menyimak dan mengadopsi pemikiran dan konsep-konsep yang cerdas berbasis saintek (iptek) yang berpadu dengan imtaq secara berkualitas dari ICMI.

Menurut saya sudah waktunya MPP ICMI bersuara agak lantang, analitik dan kritis guna mengkoreksi, membenarkan serta meluruskan berbagai kebijakan dan regulasi publik, yang katanya banyak ilmuwan dan pakar, saat ini tampaknya “carut-marut”, kurang aspiratif-top down, ditinjau dari berbagai perspektif dan indikator.

Jika persoalan dan permasalahan serius  rendahnya mutu public policy seperti RUU Kesehatan ini tentu akan berakibat fatal bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di NKRI kita ini, ICMI membiarkan (permisif), maka barang tentu akan membayakan nasib rakyat dan keberlangsungan bangsa dan negara NKRI yang sama-sama kita cintai ini.

Kita akan selalu ingat dalam sejarah bahwa peradaban suatu masyarakat bangsa berdirinya sebuah negara dengan 4 tujuan yaitu melindungi, memajukan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut berperan aktif menciptakan dan menjaga perdamaian.

Hal itu hanya “bisa dan bisa” diperankan dan dicapai oleh kepeloporan kaum intelektual (cendekiawan) sebagai insan akademis yg punya kepedulian dan berkomitmen tinggi terhadap keindonesiaan / kebangsaan, kemudian baru diIkuti dan didukung kekuatan lain seperti militer power (tentera), politisi-negarawan (wakil rakyat sejati), pebisnis-pemilik modal (pengusaha), aparatur negara (birokrat),  pekerja sosial (aktivis NGO), tokoh masyarakat dan rakyat yang cerdas, sadar, peduli dan berideologi kebangsaan yang kuat.

Tetapi kepeloporan perubahan kebudayaan dan peradaban masyarakat berkemajuan maju dan moderen itu ada dan berada di tangan dan genggaman kaum intelektuil.

Sayang kalau ICMI diam saja (cicing wae), berani dan bernyalinya bicara, bukan hanya sampai di forum webinar saja.

Kita harus ingat sejarah Indonesia, dengan jasa-jasa  para pemimpin dan pemikir antara lain Ir.Soekarno, Drs.Muh. Hatta, H.Agus Salim, Muh Natsir, St Sahrir, Prof.Muh Yamin, H.Kasman Singodimedjo, KH Wahid Hasyim, Tan Malaka,  Ir.H.Djuanda, dan banyak lagi, ratusan bahkan ribuan cendekiawan Indonesia yang berjasa lainnya.

Jangan lupakan sejarah, istilah Bung Karno “Jasmerah”, jika kita ingin menjadi negara-bangsa yang besar, Indonesia Raya. Semoga tulisan ini menjadi renungan kita bersama, save rakyat, bangsa dan NKRI.
Syukron, barakallah.
Wassalam

Penulis:

Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, MSi
(Pendiri.ICMI thn 1990 di Malang, Wasek Wankar MPP ICMI dan Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Pegiat dan Pengmat Sosial)

Hadits Hari Ini

0

Sahih al-Bukhori:3101

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

يَلْقَى إِبْرَاهِيمُ أَبَاهُ آزَرَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَى وَجْهِ آزَرَ قَتَرَةٌ وَغَبَرَةٌ، فَيَقُولُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ: أَلَمْ أَقُلْ لَكَ لاَ تَعْصِنِي؟ فَيَقُولُ أَبُوهُ: فَالْيَوْمَ لاَ أَعْصِيكَ. فَيَقُولُ إِبْرَاهِيمُ: يَا رَبِّ إِنَّكَ وَعَدْتَنِي أَنْ لاَ تُخْزِيَنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ، فَأَيُّ خِزْيٍ أَخْزَى مِنْ أَبِي الأَبْعَدِ؟ فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: إِنِّي حَرَّمْتُ الْجَنَّةَ عَلَى الْكَافِرِينَ. ثُمَّ يُقَالُ: يَا إِبْرَاهِيمُ، مَا تَحْتَ رِجْلَيْكَ؟ فَيَنْظُرُ فَإِذَا هُوَ بِذِيخٍ مُلْتَطِخٍ فَيُؤْخَذُ بِقَوَائِمِهِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda:

Nabi Ibrahim bertemu dengan ayahnya, Azar, pada hari kiamat. Ketika itu pada wajah Azar terdapat warna hitam karena kesedihan dan debu hitam. Lalu Ibrahim berkata kepadanya: Bukankah aku sudah katakan kepadamu agar engkau tidak menentangku? Bapaknya berkata: Hari ini aku tidak akan menentangmu.

Kemudian Ibrahim berkata: Wahai Rabb, sesungguhnya Engkau sudah berjanji kepadaku untuk tidak mempermalukan aku pada hari kebangkitan. Lalu apalagi yang lebih memalukan daripada keberadaan bapakku yang lebih jauh (dari rahmat Allah)? Allah Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya Aku mengharamkan surga bagi orang-orang kafir. Lalu dikatakan: Wahai Ibrahim, apa yang ada di bawah kakimu? Maka ia melihatnya dan ternyata ada seekor hiena yang berlumuran (dengan darahnya atau dengan lumpur). Maka ia (hiena itu) ditarik dengan kakinya lalu dilemparkan ke neraka.

Pesan :
Kunci masuknya seseorang ke dalam surga adalah tauhid, sehingga seseorang yang kafir atau musyrik tidak diperkenankan masuk surga, meskipun ia memiliki hubungan darah dengan seorang Nabi sekalipun.

Disebut Menimbulkan Bau, PT HLPU Jelaskan Ini

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor sudah dinobatkan menjadi kawasan industri oleh Pemda Kabupaten Bogor. Terlihat, sudah berdiri beberapa perusahaan di wilayah tadah hujan tersebut. Mulai dari perusahaan laundry, sampai perusahaan limbah sudah ada di daerah itu.

Namun belum genap sempurna menjadi kawasan industri warga Desa Weninggalih sudah mengeluhkan bau tak sedap yang dihasilkan dari perusahaan limbah. Menurut salah satu warga ASP (34), sejak PT Hijau Lestari Prakarsa Utama (HLPU) beroperasi, lingkungan jadi bau akibat limbah yang dihasilkan.

“Bau, dan sempat dibawa sama dump truck limbahnya,” ungkap ASP kepala Jurnal Bogor beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pernah ada mobil dump truck yang membawa limbah namun tidak ditutup terpal, hingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan yang menimpa salah satu pengendara motor. Hal tersebut diakibatkan karena angkutan limbah di mobil damp truck tersebut tidak ditutupi terpal.

“Ada barang yang jatuh, gak tau apa, itu kena pengendara motor. Itu kan ceroboh namanya, belum lagi bau yang dihasilkan saat kendaraan itu lewat cukup mengganggu pernafasan kami,” paparnya.

Sementara, Kepala Desa Weninggalih, Mamat Rahmat mengakui ada perusahaan limbah yang sudah beroperasi di wilayahnya. Namun, limbah itu mau diapakan dirinya tidak terlalu paham.

“Ya ada perusahan limbah, tapi saya gak tau itu pengolahan atau apa,” katanya.

Mendapati adanya keluhan tersebut, pihak perusahaan PT HLPU mengatakan benar hal itu pernah terjadi, oleh salah satu vendornya yang ceroboh. Namun saat ini vendor tersebut tidak lagi bekerjasama dengan PT HLPU.

“Saat itu sudah kami tegur untuk ditutup terpalnya saat dia keluar, karena saat mobil keluar bukan lagi tanggungjawab kami. Tapi ternyata, belum ditutup terpal, terjadilah insiden tersebut, ‘” beber Faris, Manager Operasional PT HLPU.

Selain itu, sambung Faris, si vendor berinisial E tersebut pun melakukan penipuan terhadap beberapa kliennya dan bahkan masih menyisakan utang kepada PT HLPU. Walupun begitu pihak perusahaan akan tetap mengupayakan agar limbah yang keluar dari PT tak lagi menimbulkan bau.

“Perusahaan kami baru 8 bulan berjalan, kami akan berupaya kedepannya untuk lebih baik lagi. Dan perusahaan kami pun bukan perusahaan pengolahan limbah melainkan pemanfaatan limbah,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Kades Bojongkulur Minta Percepatan Normalisasi Sungai Cileungsi-Cikeas

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kepala Desa Bojongkulur Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor kembali menyambangi Komisi V DPR RI meminta percepatan normalisasi sungai Cileungsi Cikeas.

Kepala Desa Firman Riansyah yang didampingi Ketua KP2C (Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas) Puarman diterima oleh Mulyadi, anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra pada Rabu, 7 Juni 2023 di Senayan.

Dalam kesempatan tersebut, Kades Firman membawa surat permohonan yang ditujukan kepada Menteri PUPR melalui Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara II Jakarta. Selanjutnya Mulyadi pada saat rapat langsung menyerahkan surat Kades Bojongkulur kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Aspirasi masyarakat ini harus kami sampaikan yang disampaikan. Kami pun mengapresiasi dan mendukung penuh program pengendalian banjir komprehensif yang direncanakan BBWS Ciliwung Cisadane Kementerian PUPR di Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas,” ujar Firman.

Firman meyakini jika design pengendalian banjir terintegrasi telah terealisasi semuanya, maka banjir akan terkendali. Mulai dari Normalisasi sungai, perkuatan tebing sungai, revetment, tanggul, pengerukan situ dan waduk.

“Disini juga saya mengajukan beberapa permohonan yaitu percepatan normalisasi sungai Cileungsi dan sungai Cikeas pada lokasi-lokasi yang dapat dikerjakan tanpa pembebasan lahan,” katanya.

Selain itu, sambung Firman, penanggulangan sementara (emergency construction) pada titik lokasi rawan banjir dengan membangun tanggul – tanggul, perkuatan tebing tanpa pembebasan tanah, pengerukan badan sungai dan jembatan.

Sementara, Ketua KP2C Puarman turut  menyampaikan beberapa usulan, yakni  percepatan rencana pembangunan Bendungan Narogong, long storage Garuda Desa Dayeuh dan kolam retensi lainnya

“Juga revitalisasi Bendung Bekasi salah satunya dengan menurunkan permanen TMA (Tinggi Muka Air) bendung sekitar 2 meter,” ungkapnya.

Untuk diketahui saat ini program normalisasi masuk tahap STUDI LARAP (Land Acquisition and Resetlement Action Plan) yaitu kajian dampak sosial ekonomi penyiapan lahan oleh Kementerian PUPR.

Selanjutnya penyiapan lahan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dan pekerjaan konstruksi dibiayai APBN melalui Kementerian PUPR.

** Nay Nur’ain

SMKN 1 Gunung Putri Bakal Terima 453 Siswa

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Gunung Putri, melaksanakan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 secara online di aula sekolah SMKN 1 Gunung Putri, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor dengan daya tampung 453 siswa.

PPDB online yang dibuka SMKN 1 Gunung Putri tahap pertama pada (6/6/23) sampai (10/6/23), dan tahap kedua pada (26/6/23) sampai (28/6/23) dengan cara, calon peserta didik mempersiapkan akun yang telah dimiliki untuk login ke aplikasi PPDB.

Menurut Tendi Januari, Ketua Panitia PPDB SMKN 1 Gunung Putri mengatakan, penerimaan PPDB di SMKN 1 Gunung Putri tahun 2023 ini dibuka resmi pada 6 Juni 2023 menggunakan sistim online, dengan daya tampung 453 siswa yang akan diterima.

“Ya, kita membuka pendaftaran PPDB tahap pertama pada 6 Juni 2023 dengan sisitim full online, dan siswa yang datang ke sekolah hanya memenuhi persyaratan verifikas berkas dan wawancara saja, apakah siswa tersebut memenuhi persyaratan atau tidak,” ucap Tendi Januari kepada Jurnal Bogor.

Selanjutnya ia juga menyampaikan, di SMKN 1 Gunung Putri ini menyediakan 5 jurusan yang bisa dipilih oleh siswa-siswi yang mendaftar. Semua tergantung siswa yang memilih untuk jurusannya masing-masing.

“Disini kita ada 5 jurusan, diantaranya, Kimia Industri, Teknik Elektronika Industri, Pengelasan, Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Mesin, semua itu tergantung siswa yang mau memilihnya di bagian apa,” jelasnya.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan, sesuai dengan juklak dan juknis yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, SMKN 1 Gunung Putri mengikuti hal tersebut itu dengan full online.

“Kita tegaskan, bahwa yang mendaftarkan disini tidak ada yang namanya titipan dan sebagainya, semua ikuti sesuai apa yang sudah diatur oleh PPDB Provinsi Jawa Barat, kalau memang memenuhi persyaratan yang ada silakan mendaftarkan, karena di SMKN 1 Gunung putri ini clear and clean,” tegasnya.

Tendi Januari juga menyampaikan kepada seluruh pendaftar online, di SMK Negeri 1 Gunung Putri menginginkan yang namanya transparansi, terlebih pendaftaran menggunakan sistem online.

“Silahkan ikuti jalur yang ada dan persyaratan yang ada juga, tidak ada yang namanya menitipkan calo atau siapa pun itu, yang penting persyaratan itu terpenuhi, silahkan kami selalu terbuka, dan perlu ditegaskan juga di SMKN 1 Gunung Putri tidak melayani siswa titipan atau sebagainya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Atlet Renang Kabupaten Bogor Sabet Emas APG 2023

0

Phnom Penh | Jurnal Bogor

Atlet Para Renang binaan NPCI Kabupaten Bogor, Sunarto mendulang medali emas pada pelaksanaan Asean Para Games (APG) Phnom Penh, Kamboja, Rabu, 7 Juni 2023.

Dalam APG kali ini, Sunarto menyabet medali emas dari nomor 4 x100 meter bebas dengan 49 point.

Keberhasilan Sunarto meraih medali emas bagi Kontingen Merah Putih pada APG 2023 ini secara tidak langsung meneruskan tradisi positif para atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor pada arena Asean Para Games ( APG)

Karena pada pelaksanaan, APG sebelumnya di Solo, Jateng, Indonesia, Sunarto juga mengemas medali emas.

” Kami bangga Sunarto bisa kembali menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Merah Putih di APG 2023,” tegas Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach yang datang langsung memberikan suport kepada para atlet binaannya yang membela Merah Putih di APG 2023.

Ia melanjutkan, pada pelaksanaan APG 2023 ini para atlet NPCI Kabupaten Bogor kembali mempertahankan tradisi positif menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Indonesia.

** asep syahmid

HGU Berpolemik, Camat Sarankan Warga Lapor Kades

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Polemik lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Blok 23 Blok Wakap Bolang (Jam’ah), Desa Koleang, Jasinga, Kabupaten Bogor antara warga Desa Curug dengan perusahaan PT Wahana Sekar Agro (WSA), masih belum menemukan titik terang.

Camat Jasinga Santoso menyarankan agar masyarakat melaporkan perihal tersebut kepada kepala desa untuk bermusyawarah.

“Harusnya masyarakat lapor atau bermusyawarah dengan Kepala Desa  agar nanti dari hasil rapat tersebut tertuang dalam berita acara,” katanya, Rabu (7/06/2023).

Setelah itu, kata dia, pihak desa mengundang PT WSA agar mengetahui batas tanah hak milik PT WSA.

“Yang penting batas kepemilikan itu yang harus jelas. Kalau batasnya belum jelas silahkan adakan ploting dengan BPN, patokin berdasarkan gambar sertifikat,” ucapnya.

Dirinya pun tidak mengetahui lahan masyarakat yang saat ini berpolemik. “Saya gak tau, itukan sertifikat HGU itu juga terbitnya tahun berapa? itu kami pun tidak memiliki data,” paparnya.

Dia mengaku, dalam hal itu pihak kecamatan tidak bisa menindak. “Kalau itu memang benar di sana ada sertifikat, itu gak bisa, itu kalau misalnya terjadi gugatan eksekutornya kan kejaksaan,” katanya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Kecamatan Jasinga Ade Priatna menambahkan, bahwa dalam polemik tersebut pihak kecamatan tidak diam. 

“Saya minta peta HGU aktif, tatkala itu masuk HGU aktif berarti masyarakat salah, taat kala itu keluar dari HGU perusahaan wajib memberikan ganti rugi kepada masyarakat,” katanya.

Dia menegaskan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali meminta data terhadap pemegang HGU.

“Kita sudah beberapa kali dengan Pemerintah Desa meminta itu data, cuman pemegang HGU tidak pernah memberikan peta HGU-nya kepada kita sebagai dasar untuk membuktikan,” ucap dia.

Sementara, Kepala Desa Curug Anton mengatakan, dalam hal ini warganya bersurat permohonan Hak Guna Usaha/Garap ditunjukan kepada Plt Bupati Bogor sehingga pihaknya menyurati pihak kecamatan meminta untuk petunjuk agar warganya tidak dirugikan.

“Kita sudah mencoba untuk mempertemukan penggarap atau warga dengan perusahaan PT. Wahana Sekar Agro. Kami mau lah memfasilitasi dengan catatan yang hadir dari PT WSA itu mereka itu yang memiliki kapasitas atau kebijakan,” jelasnya.

Karena belajar dari pengalaman yang sudah-sudah kata dia,  ketika pihaknya untuk berembuk menyelesaikan permasalahan, PT WSA selalu yang datang itu karyawan yang bukan memiliki kapasitasnya.

“Jadi menurut hasil ukur PT. WSA di luasan tersebut sekitar 2 hektare lebih.  Warga menggarap sudah 30 tahun. Dalam hal ini warga tidak memiliki alas hak seperti sertifikat tapi warga hanya memiliki SPPT dengan taat pajak yang setiap tahun bayar,” pungkasnya.

** Andres