32.1 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 590

Tim IPB: Biosaka Harus Disertai Pupuk (Organik, Anorganik, Hayati) untuk Menjaga Ketersediaan Hara Tanah

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Penggunaan Biosaka dalam praktek budidaya tanaman harus selalu didasarkan pada status hara tanah dan kebutuhan minimal tumbuhan akan unsur hara. Tentunya, pemberian Biosaka tidak bisa berdiri sendiri, harus diimbangi pemberian pupuk organik dan/atau anorganik, agar keberlanjutan ketersediaan hara di dalam tanah selalu terjaga.

Rekomendasi tersebut dikemukakan Dr Ir Arief Hartono MSc Agr, salah satu dari 10 anggota Tim Kajian Biosaka Institut Pertanian Bogor [IPB] yang diketuai oleh Prof Dr Ir Budi Mulyanto MSc setelah melakukan kajian lapangan pada tiga kabupaten meliputi Karawang, Klaten dan Blitar pada medio Februari dan awal Maret 2023.

“Biosaka merupakan cairan ekstrak tumbuhan yang mengandung fitohormon dalam kadar rendah dan metabolit sekunder yang bervariasi bergantung jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Biosaka, karena itu, Biosaka lebih tepat disebut sebagai pemacu pertumbuhan tanaman.” kata Dr Ir Arief Hartono MSc Agr.

Hal itu dia kemukakan pada webinar bertajuk ‘Pandangan HITI dan Tim IPB tentang Biosaka’ yang dihadiri Ketua Himpunan Ilmu Tanah Indonesia [HITI] Prof Dr Ir Budi Mulyanto MSc dan Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional [BRIN] Dr Ir I Wayan Suastika di Jakarta pada Jumat [9/6].

Upaya kajian tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa peningkatan produksi pertanian merupakan bentuk akselerasi menghadapi tantangan global.

“Untuk terus memperkuat stok pangan khususnya beras yang merupakan kebutuhan pokok dalam negeri, bahkan dibutuhkan di seluruh dunia,” katanya.

Dr Ir Arief Hartono MSc Agr menambahkan efek positif Biosaka yang selama ini diklaim sebagai elisitor yang dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi serangan hama penyakit tanaman dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik harus dilihat secara hati-hati.

“Mungkin saja efek ini terlihat karena petani menurunkan dosis pupuk dari zona toksik ke zona normal atau zona kecukupan yang diperlukan oleh tanaman,” katanya lagi.

Menurutnya, Tim Kajian Biosaka IPB menilai Biosaka mungkin dapat memberi efek psikologis ke petani ketika harus menurunkan dosis pupuk kebiasaan yang berlebihan ke dosis rekomendasi, sehingga petani akan merasa aman menerapkan dosis pupuk yang sesuai kebutuhan tanaman ketika dibarengi aplikasi Biosaka.

Uji efikasi di lapang maupun uji laboratorium terhadap Biosaka yang dilakukan dengan menerapkan metode pengujian dan percobaan yang benar dan sesuai kaidah ilmiah perlu dilakukan.

“Tujuannya, untuk membuktikan klaim manfaat Biosaka dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, efisiensi penggunaan pupuk anorganik, dan efektivitas pengendalian hama dan penyakit tanaman,” kata Dr Ir Arief Hartono MSc Agr.

Terkait klaim tentang Biosaka dapat mengurangi serangan hama penyakit, katanya lagi, hal itu juga diragukan oleh Tim Kajian Biosaka IPB.

“Klaim tersebut masih terlalu dini, karena tidak ada data hasil pengamatan terhadap perbedaan serangan hama dan penyakit antara tanaman yang mendapat Biosaka dan tanaman yang tidak mendapat perlakuan biosaka,” katanya lagi.

Tim Kajian Biosaka IPB mendapati konsentrasi Biosaka yang diaplikasikan [sangat rendah] dan juga melihat proses pembuatan Biosaka dikaitkan dengan senyawa yang terekstraksi [kandungan senyawa/metabolit sekunder].

“Hal itu menunjukkan bahwa Biosaka masih perlu pembuktian yang lebih valid dengan menerapkan kaidah ilmiah lebih baik,” ungkap Dr Ir Arief Hartono MSc Agr.

Rekomendasi HITI
Hal itu sejalan dengan rekomendasi HITI seperti diberitakan sebelumnya bahwa akademisi dan praktisi yang tergabung pada HITI merekomendasi ´kebijakan publik Biosaka harus berdasarkan kajian ilmiah´ mengingat hasil penelitian menunjukkan ternyata Biosaka tidak berpengaruh terhadap produksi padi.

Rekomendasi tersebut mengemuka pada Focus Group Discussion [FGD] yang digelar HITI bertajuk ´Sharing Pemanfaatan Biosaka untuk Tanaman Padi Sawah´ secara online pada Senin [29/5]. FGD dihadiri hampir 75 peserta online dari kalangan akademisi, praktisi, pejabat Kementan dan pejabat pemerintah daerah terkait serta penyuluh dan stakeholders.

Hadir narasumber dari Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk pada Balai Standarisasi Instrumen Pertanian [BSIP] Kementerian Pertanian RI dan akademisi IPB University, Dr Arif Hartono.

Acuannya, hasil penelitian Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk pada Balai Standarisasi Instrumen Pertanian [BSIP] Kementerian Pertanian RI menunjukkan ternyata Biosaka tidak berpengaruh terhadap produksi padi, serta tidak mengurangi kebutuhan pupuk 50% hingga 90%.

Sebagai tindak lanjut FGD, maka HITI meminta kepada seluruh Komisariat Daerah (Komda) untuk dapat melakukan pengamatan terhadap daerah yang telah menerapkan Biosaka dalam kegiatan budidaya pertanian.

HITI juga meminta kepada seluruh Komda untuk melaksanakan penelitian dan pengujian terkait efektivitas Biosaka dan suplemen lainnya pada kegiatan budidaya pertanian.

Sebagaimana diketahui, Biosaka adalah local knowledge hasil temuan atau invensi praktisi pertanian bernama Muhammad Anshar, warga Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur.

Biosaka adalah cairan yang dibuat dari pucuk-pucuk daun atau rumput-rumputan sehat dan utuh tidak dimakan serangga yang diremas dalam air dengan takaran dan waktu tertentu.

Terkait hal itu, FGD digelar oleh HITI sehubungan dengan banyaknya pertanyaan dari petani, penyuluh, serta stakeholders pertanian lainnya terkait efektivitas penggunaan Biosaka.

Balai Pengujian Standar Instrumen Tanah dan Pupuk yang memiliki tugas dan fungsi terkait pengujian standar instrumen tanah dan pupuk telah melakukan pengujian terkait penggunaan Biosaka di Blitar dengan tanaman indikator padi.

** ppmkp

Kementan Dukung PENAS XVI 2023 Padang Lewat Rembug Utama

0

Padang | Jurnal Bogor

Sebagai rangkaian Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Indonesia ke-XVI di Padang, Sumatera Barat, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengadakan Rembug Utama KTNA, Jumat (9/6/2023), di Auditorium Universitas Padang. Kegiatan dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menilai PENAS memiliki peran yang sangat strategis.

“PENAS Petani Nelayan XVI harus menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional ditengah ancaman krisis pangan,” katanya.

Mentan menambahkan, kegiatan ini adalah bagian-bagian untuk mengkonsolidasi, kekuatan dan potensi pertanian.

“Khususnya untuk menjaga ketahanan pangan nasional kita,” ungkap Mentan lagi.

Mentan Syahrul juga berharap PENAS menjadi bagian untuk menghadapi tantangan sektor pangan

“Acara PENAS harus menjadi puncak komunikasi emosional kita. Besok ada El Nino, besok ada warning terhadap krisis pangan dunia, karena cuaca ekstrim, serangan hama dimana mana. Oleh karena itu PENAS ini sangat penting untuk menyatukan visi dan pandangan kita dalam menghadapi berbagai tantangan,” tegas Mentan Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika program utama Kementan adalah juga untuk mengantisipasi El Nino dan antisipasi krisis pangan global sebagai dampak pandemi, perubahan iklim, perang Rusia-Ukrania.

“Untuk itu saya mengajak semua untuk menyamakan langkah dalam antisipasi masalah ini,” katanya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan seperempat pendapatan pemerintah daerah Sumbar berasal dari pertanian.

“57% pendapatan bergerak di sektor pertanian. Menyingkapi hal tersebut,
10% anggaran daerah dialokasikan pada pertanian dengan program prioritas di bidang pertanian,” katanya

Untuk itu, Mahyeldi berharap KTNA sebagai wadah petani dan nelayan mempunyai dampak dalam pembangunan pertanian.

“Pelaksanaan PENAS XVI harus menjadi ajang konsolidasi nasional bagi petani dan nelayan, sehingga dapat saling menginspirasi, memotivasi dan memanfaatkan jaringan yang dipunya untuk mensejahteraan petani dan nelayan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KTNA, M Yadi Sofyan Noor, mengatakan PENAS seharusnya dilaksanakan pada 2020, setelah sebelumnya 2017 di Aceh.

“Hari ini (Rembug Utama) adalah hari penting untuk menetapkan tuan rumah penas berikutnya,” katanya

Ia menambahkan, sebagai bagian dari rembug utama, diadakan workshop bersama eselon satu terkait Kementan dan KTNA yang hasilnya akan menjadi nota kesepahaman antara KTNA dengan Kementerian Pertanian.

Pada kesempatan tersebut KTNA memberikan penghargaan untuk para tokoh yang berdedikasi dan berpengaruh pada bidang pertanian Adibakti Petani Nelayan, sebanyak 15 orang yang diantaranya diberikan kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Kegiatan ini juga dihadiri Komisi IV DPR, Sumatera Barat, Sekretaris Daerah, Pengurus KTNA dan peserta rembug utama.

** ppmkp

Tingkatkan Jam Bermain GSB Bakal Ikuti Event Berskala Nasional

0

Bogor | Jurnal Bogor

Banyak cara dilakukan untuk mencetak para pemain basket berkualitas. Salah satunya dengan menambah jam terbang pemain dari berbagai kelompok umur.

Seperti yang dilakukan Galaxy Stars Bogor (GSB). Setelah merajai berbagai event, mereka bakal mengirimkan para atletnya dari berbagai kelompok umur untuk ambil bagian pada turnamen level nasional.

Ketua GSB Rd Iman Firmansyah mengatakan, pihaknya bakal mengikuti turnamen di YBA Cirebon, GCBS Yogyakarta, Ganesha Bandung, dan Aim High Tangerang. “Tujuannya untuk menambah jam terbang, dan mengasah mental para pemain,” kata Rd Iman Firmansyah.

GSB sendiri pernah keluar sebagai juara ketiga nasional kelompok umur (KU) 18 putra, KU 14 putri, dan KU 10 Mix di YBA Cirebon. Itu artinya, program pembinaan selama ini berjalan sangat maksimal.

Rd Iman Firmansyah menambahkan, di setiap kelompok umur, program latihan tetap menjadi menu utama. Setelah itu, para pemainnya bakal diikutsertakan pada sebuah turnamen berskala nasional.

“Para pemain butuh jam terbang, kami pun mengakomodir dengan mengirimkan tim di setiap event. Saya harap, mental para pemain benar-benar kuat setelah ikut turnamen tersebut,” pungkasnya. ( asep syahmid)

Hadits Hari Ini

0

Memperhatikan yang halal dan haram

Sahih al-Bukhori:1918

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلاَلِ أَمْ مِنْ الْحَرَامِ.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw beliau bersabda:

Akan datang suatu zaman pada manusia yang ketika itu seseorang tidak peduli lagi tentang apa yang ia ambil darinya, apakah dari halal atau dari haram.

Pesan :
Rasulullah bersabda bahwa akan datang suatu zaman dimana seseorang tidak lagi peduli apa yang ia dapat, tidak mementingkan kehalalan dan keharamannya. Sangat disayangkan di masa kita ini kita bisa melihat contoh orang-orang muslim yang demikian. Terutama ketika berkaitan dengan harta dan uang, sebagian orang sudah tidak mempedulikan kehalalan uang tersebut, ia lupa bahwa kenikmatan harta yang ia rasakan hanyalah sementara, hisab di akhiratlah yang seharusnya ia pikirkan.

**

40 Ribuan Petani dan Nelayan Bakal Hadiri Penas Petani Nelayan XVI 2023 di Sumbar

0

Padang | Jurnal Bogor

Gelaran Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVI Tahun 2023 sudah di depan mata. Berbagai persiapanpun telah dirampungkan untuk menyambut event penting yang akan berlangsung di Kawasan Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada 10-15 Juni 2023 mendatang.

Seperti diketahui, PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan. Seperti dampak fenomena iklim El Nino yang berpotensi memberi ancaman kekeringan yang cukup parah terhadap pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa PENAS Petani Nelayan XVI harus menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional ditengah ancaman krisis pangan.

“Ini adalah bagian-bagian untuk mengkonsolidasi, kekuatan dan potensi pertanian, didalam menjaga ketahanan pangan nasional kita”, ungkap Mentan Syahrul.

Dampak fenomena iklim El Nino berpotensi memberi ancaman kekeringan yang cukup parah terhadap pertanian, Mentan SYL menambahkan, selain iklim yang cukup ekstrim, ketegangan politik yang terjadi diberbagai belahan dunia turut memberi tantangan yang cukup besar terhadap pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan negara.

“Acara PENAS nanti ini harus menjadi puncak komunikasi emosional kita, bukan hanya konsepsi atau idealisme saja, besok ada El Nino, besok ada warning terhadap krisis pangan dunia, karena cuaca ekstrim, serangan hama dimana mana,oleh karena itu Penas ini sangat penting untuk menyatukan visi dan pandangan kita dalam menghadapi berbagai tantangan kedepan”, tegas Mentan Syahrul.

Selain iklim yang cukup ekstrim, ketegangan politik diberbagai belahan dunia juga turut memberi tantangan yang besar terhadap pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan negara.

Karenanya, gelaran PENAS Tani Nelayan 2023 ini diharapkan bisa menjawab berbagai tantangan yang tengah dihadapi oleh sektor pangan Indonesia. Momentum PENAS Petani Nelayan sangat penting untuk menyatukan visi dan pandangan seluruh masyarakat dan pemangku kebijakan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa PENAS Petani Nelayan XVI merupakan ajang silaturahmi akbar pertani dan nelayan seluruh Indonesia dan juga forum unjuk gigi inovasi dan teknologi pertanian.

“Pada PENAS Petani Nelayan XVI akan ada berbagai macam acara para petani nelayan untuk unjug gigi menampilkan berbagai macam inovasi teknologi. Disini petani tidak hanya akan menampilkan teknologi inovasinya, akan tetapi juga ada produk-produk pertaniannya, baik yang dalam bentuk natural maupun olahan. Bahkan “Smart Farming” sudah muncul di PENAS Petani Nelayan XVI, ujar Kabadan Dedi.

Kabadan Dedi menambahkan, PENAS Petani Nelayan XVI Tahun 2023 juga ada Rembug Madya yang akan mendiskusikan tentang pembangunan pertanian dan membicarakan apa yang akan diperbuat oleh KTNA untuk tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Selain itu akan juga ada dipertemukannya para petani yang di off farm dan on farm dari hulu sampai hilir di Temu Bisnis dan ini akan mempertemukan petani dengan para off taker, dan output dari Temu Bisnis adalah Kontrak Farming, yang istilahnya petani sudah mendapatkan “order”.

Selain itu, salah satu kegiatan yang akan ada adalah Pameran Pembangunan Pertanian. Kementan akan beraprtisipasi dalam kegiatan ini dengan menyajikan berbagai program dengan tema besar, yakni “Mitigasi, Adaptasi dan Dampak Perubahan Iklim”.

Pameran akan diisi dengan menampilkan langkah-langkah Kementan dalam menghadapi perubahan iklim yang ekstrim serta display berbagai macam komoditas pertanian yang dikemas secara epik, pemutaran video program dan capaian, hingga coffee corner lengkap dengan barista juga unjuk rasa untuk berbagai komoditas sampai dengan permainan atau games dengan alat mesin pertanian yang disajikan secara 3D.

Penas Petani Nelayan 2023 akan dihadiri petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, termasuk Gubernur, Bupati dan Walikota. Diperkirakan kehadiran peserta mencapai 40.000 an orang. PENAS Petani Nelayan merupakan forum pertemuan yang telah berlangsung sejak 1971, dan menjadi bagian yang strategis dalam upaya membangun kesepahaman diantara berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian maupun perikanan.

**NF/ppmkp

Sulit Tertibkan TPS Ilegal, Hendi Sebut Biasanya Dikelola Orang Berpengaruh dan Punya Jabatan

0

Klapanunggal  | Jurnal Bogor

Lagi-lagi soal sampah dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal yang dikelola oleh seseorang namun tidak menggunakan prosedur perizinan dan mengesampingkan kesehatan lingkungan sekitarnya. Seperti halnya TPS di Desa Kembang Kuning, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Terlihat, sampah rumah tangga yang sengaja dibuang di area lahan kosong, dan dikelola oleh seseorang yang notabene berpengaruh di wilayah tersebut.

Salah satu warga, Achmad (45) yang sering melintas ke lokasi tersebut untuk berolahraga mengatakan, setiap melintas dia melihat ada mobil pick up atau motor bak yang membawa sampah dan ditumpahkan di sepanjang jalan ini.

“Setahu saya ini lahan milik perusahaan Holcim yang kini berubah nama jadi SBI. Sampah rumah tangga ini kalau tidak salah berasal dari perumahan dan warga kampung mungkin,” ungkap Achmad.

” Kalo gak salah lokasi ini punya pak kades,” sambung Achmad

Sementara, Kasubag TU UPT Sampah Jonggol, Hendi mengatakan, pihaknya sudah pernah melihat kondisi disana, dan saat itu memang tidak ada aktivitas. Terkait masih banyaknya TPS Ilegal, pihaknya hanya memiliki kewenangan sebatas peneguran saja, bahkan kadang hanya sekedar surat himbauan dan itupun sangat jarang sekali di respon oleh pihak yang bersangkutan.

“Seingat saya, dahulu lokasi itu ada kerjasama antara SBI dengan Desa Kembang Kuning untuk pengelolaan sampah. Karena ada beberapa hal, sehingga itu tidak berjalan dengan baik, salah satunya adalah kelistrikan yang disupport oleh perusahaan tidak mampu mengoperasikan mesin pengelolaan sampah, dalam arti kurang wattnya,” ungkap Hendi kepada Jurnal Bogor, Kamis (8/6/23).

Dan saat ini, sambung Hendi, akhirnya pengelolaan sampah tidak berjalan dengan baik, dan kerjasama berhenti. Namun ternyata, ada pengambilan sampah yang dilakukan ke perumahan-perumahan, karena sampah menumpuk akhirnya dibakar, dan saat dibakar itulah ketahuan hingga akhirnya ditutup.

“Kami akan pantau kembali apakah masih ada aktivitas di sana, karena saat itu sudah tidak ada. Adapun persoalan banyak nya TPS ilegal yang tidak bisa ditertibkan, yang menjadi salah satu kendala kami adalah pelaku pengelola TPS biasanya orang berpengaruh di wilayah tersebut, punya jabatan lah,” cetusnya.

“Tapi yang pasti dalam waktu dekat ini kami akan turun kelapangan dan akan kami berikan himbauan jika memang masih ada aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut,” tambahnya lagi

** Sir/Nay

Bisnis Ikan Lele, H.Holil: Jangan Main-main dengan Dana Desa Jika Tidak Ingin Dipenjara, Lebih Baik Bisnis Ikan Hasilnya Memuaskan

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kades Entrepreneur, itulah sebutan yang cocok untuk Kepala Desa Sukamaju, Jonggol, Kabupaten Bogor. H. Holil, Kepala Desa Sukamaju yang sudah menjabat selama 3 periode ini patut dicontoh dengan inovasi-inovasi yang dilakukannya, baik untuk keberlangsungan pribadi maupun masyarakat di sekitarnya.

Pasalnya, di saat diluar sana masih ada kepala desa yang tersandung kasus korupsi karena menggunakan anggaran Dana Desa untuk kebutuhan pribadi, H.Holil justeru mempersiapkan masa pensiunnya yang tinggal hitungan tahun dengan berinvestasi melakukan ternak ikan lele dan belut.

H.Holil menceritakan, ternak ikan lele yang sudah dijalaninya selama 2 tahun ini berawal dari ajakan rekannya yang bernama H.Naslim. Dirinya diajarkan mulai dari pembuatan pakan, pemilihan bibit, pensortiran ikan sampai market penjualan. Menurutnya, memang tidak mudah untuk di awal, karena harus ada pensortiran secara rutin, apalagi ikan lele tergolong ikan kanibal yang bisa memakan sesamanya jika telat dalam pemberian pakan mereka bisa memakan sesama rekannya.

“Begitupun soal pakan, jika untuk berbisnis ikan lele memakai pakan pabrik, itu tidak akan terlihat bahkan rugi karena selisih harga dan harga jual ikan tidak sebanding,” jelas H.Holil.

Dari 40 kolam yang dimilikinya, sambung H.Holil, dia bisa menghasilkan penghasilan bersih selama sebulan sekali 7 juta. Karena panen ikan lele dilakukan selama sebulan sekali sebanyak 1 ton dengan harga Rp20.000/kg.

“7 juta itu penghasilan bersih yang saya dapat, penghasilan kotornya itu mencapai 20 jutaan. Ke depannya saya ada rencana untuk melakukan panen 2 minggu sekali, untuk nambah-nambah penghasilan pribadi,” papar H.Holil.

Lebih lanjut, H.Holil menjelaskan bisnis ikan lele yang dijalaninya ini sudah ada beberapa masyarakat yang mengikuti, mengingat lele itu ikan yang mudah untuk dirawat dan tidak mudah mati. Namun, jika ingin berbisnis, pastikan pakannya tidak beli di pasar tapi buat sendiri.

“Saya buat pakan sendiri dengan bahan ayam mati dari kandang yang kita rebus dahulu dicampur dengan tepung ikan, lalu kita giling. Dan alhamdulillah ada nikmat tersendiri yang saya rasakan dengan berbisnis ikan lele ini. Namun, untuk belutnya sendiri itu baru tahap uji coba yang kita lakukan,” cetusnya.

H.Holil menceritakan, jabatan kepala desa yang kini masih diembannya itu hanya sementara, sekalipun dia mendapat mandat dan kepercayaan dari warga selama 3 periode berturut-turut, bukan berarti membuat dirinya jumawa. Oleh karena itu, untuk menghadapi masa pensiun menjadi kepala desa dia ingin memulai bisnis sedari dini sekaligus untuk mengisi waktu luangnya.

“Anggaran desa tidak bisa kita andalkan, apalagi sampai dipergunakan seenaknya, kita salah peruntukan saja dalam menggunakan anggaran tersebut akan tersangkut kasus hukum. Mungkin ada oknum kepala desa yang bermain-main dengan uang negara tersebut, tapi untuk saya sendiri alhamdulillah masih selalu diingatkan dan masih ada rasa takut untuk melakukan hal-hal yang menyimpang dari aturan,” imbuhnya.

Dirinya berpesan kepada kepala desa yang baru menjabat untuk berinovasi dengan anggaran yang sudah ada di desa. Salurkan sesuai dengan yang sudah diarahkan, jangan sampai menyimpang apalagi digunakan untuk kebutuhan pribadi.

“Jangan kaget saat menerima uang miliaran, apalagi menjadi kepala desa saat ini sudah enak sekali, karena anggaran semua sudah ditopang oleh pemerintah pusat dan daerah, tinggal menyalurkan saja,” katanya.

Kenapa kepala desa itu harus punya bisnis dan berinovasi, Lanjut H.Holi, seringnya anggaran dari pemerintah pusat dan daerah itu turun per triwulan kadang molor sampai satu semestar. Tapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan, begitu pun ketika masyarakat ada kematian ada hajatan tidak bisa menunggu anggaran turun.

“Namanya juga kita ini kepala desa pemimpin masyarakat, jadi bukan hanya senangnya masyarakat, susahnya warga kadang kita yang harus turun tangan. Warga ribut, terbentur kasus hukum dan lainnya, pasti melibatkan kepala desa. Jadi, jika seseorang ingin menjadi kepada desa harus siap menjadi pelayan masyarakat, jangan main-main dengan dana desa jika tidak ingin di penjara, lebih baik bisnis ikan hasilnya lebih memuaskan,” pesan H.Holil mengakhiri dengan tawa khasnya.

** Nay Nur’ain

Rumah Keluarga Diduga Dirusak, Wabendum PAN Lapor Polisi

0

Jurnalinspirasi.co.id – Wabendum PAN Kota Bogor Eva Musyarofah melaporkan pria berinisial R ke Polresta Bogor Kota atas dugaan tindak pidana perusakan rumah milik ibunya Hj Siti Fatimah.

Diketahui, laporan tersebut teregistrasi berdasarkan nomor STBL/B/1362/XII/2022/SPKT/Polresta Bogor Kota/Polda Jabar tanggal 8 Desember 2022. Dengan laporan polisi Nomor LP/B/1362/XII/2022/SPKT/Polresta Bogor Kota/Polda Jabar tanggal 9 Desember 2022 tentang dugaan tindak pidana pengerusakan, dengan terlapor R.

Kuasa Hukum Siti Fatimah dan keluarga Dr Basuki mengatakan, kasus dugaan perusakan tersebut itu bermula saat Siti Fatimah menyuruh sang anak yakni Eva Musyarofah dan Didin untuk mengamankan dan melindungi rumahnya.

“Klien saya Eva dan Didin memasang rantai besi dan rumah dan menggembok pagar rumah serta akan dipasang plang atau banner dengan tulisan rumah dijual,” ujar Basuki saat konferensi pers di Kafe Senandung Kopi, Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara, Kamis (8/6).

Setelah dipasang, sambung Basuki, berdasarkan postingan di akun Instagram R, diduga ia telah merusak rantai besi dan banner yang dipasang kliennya.

“Klien saya menunjuk saya untuk membuat laporan polisi. Dan laporan tentang dugaan tindak pidana pengerusakan saat ini masih dalam status penyelidikan,” jelasnya.

Ia pun meminta agar polisi segera menuntaskan laporan tersebut. Sebab, kliennya menunggu kepastian mengenai pelaporan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Eva juga meminta agar petugas terus memroses laporan polisi tersebut. “Ya, kami menunggu kejelasan perkara mengenai laporan polisi yang kami buat. Intinya kami meminta agar terus diproses demi mendapat kepastian hukum,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso membenarkan adanya laporan dugaan perusakan rumah oleh pelapor kuasa hukum Wakil Bendahara DPD PAN Kota Bogor, Eva Musyarofah terhadap R.

Bahkan, pihaknya mengaku telah memroses laporan tersebut. “Kita proses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Hal itu pun dibenarkan Kasatreskim Polresta Bogor Kota Kompol Rizka Fadhila. “Sudah dilakukan pemanggilan dan pihak-pihak terkait, Mas,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

SBI Raih 10 Penghargaan dari TOP CSR Awards 2023

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) terhadap operasional yang bertanggung jawab dan penerapan prinsip keberlanjutan kembali mendapat pengakuan. Majalah Top Business memberikan penghargaan kepada SBI atas capaiannya dalam peningkatan kualitas program-program Corporate Social Responsibility (CSR) dan juga komitmen pimpinan dalam pelaksanaan CSR. SBI menerima sepuluh penghargaan dalam gelaran penghargaan yang dilaksanakan di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta.

Perusahaan menerima penghargaan kategori Top Leader on CSR Commitment untuk:

1. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang diterima oleh Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo,
2. Pabrik Cilacap yang diterima oleh Direktur Human Capital, Legal & Corporate Affairs SBI, Ony Suprihartono,
3. Pabrik Lhoknga (dioperasikan oleh anak usaha PT Solusi Bangun Andalas) yang diterima oleh Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani,
4. Pabrik Narogong yang diterima oleh General Manager Pabrik Narogong, Erwin Halomoan Purba,
5. Pabrik Tuban yang diterima oleh General Affairs & Community Relations Manager Pabrik Tuban, Mochammad Yunani Rizzal.

Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo mengatakan, Pihaknya berkomitmen mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan yang mempertimbangkan kelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat, untuk memberikan nilai dampak positif dalam setiap proses bisnis yang dijalankan.

“ Selain itu, SBI juga menerima dua penghargaan bintang tertinggi untuk capaian fungsi CSR yaitu # Star 5 untuk pelaksanaan CSR di tingkat korporasi dan Pabrik Cilacap. Sedangkan Pabrik Narogong, Pabrik Tuban dan Pabrik Lhoknga memperoleh penghargaan # Star 4 untuk pelaksanaan CSR di masing-masing area, “ bebernya

Sementara, General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Narogong, Nur Lailiyah menambahkan, bahwa hal ini menjadi competitive advantage SBI sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi bahan bangunan, terutama dalam upaya menuju green industry dan menghadirkan solusi-solusi berkelanjutan untuk berbagai kebutuhan pembangunan.

“ Tak hanya di bidang lingkungan, komitmen SBI dalam pembangunan berkelanjutan juga terwujud melalui berbagai program CSR untuk pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini tertuang dalam Sustainability Roadmap 2025 dan merupakan realisasi visi keberlanjutan SBI yaitu #MasaDepanYangKitaMau,” ungkap Lilik.

Di Pabrik Narogong, Sambung Lilik, kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar tidak hanya diwujudkan melalui inovasi di sektor sosial, ekonomi dan lingkungan tetapi juga di sektor pendidikan bagi siswa/i berprestasi dengan berfokus pada pengembangan potensi, penumbuhan kesadaran serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu bersaing dan kompetitif demi masa depan yang lebih baik.

“ Sektor pendidikan merupakan salah satu bagian dari investasi suatu bangsa yang sejalan dengan pilar pembangunan berkelanjutan perusahaan,” cetusnya.

Menurutnya, Pendidikan adalah landasan bagi kemajuan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, kami ingin terus menghadirkan inovasi program yang berkelanjutan melalui Genilo (Genius Local) sebagai bentuk komitmen pilar CSR SBI dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan membangun karakter siswa secara akademis & non akademis melalui konsep belajar terpadu bagi siswa kelas 12 di sekitar Pabrik Narogong. Hal ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi mereka agar dapat masuk ke perguruan tinggi yang mereka inginkan. Kami berharap kontribusi perusahaan untuk memajukan sektor pendidikan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“ Program Genilo, merupakan kelanjutan dari program beasiswa SBI Peduli Pendidikan yang berfokus pada siswa yatim piatu, prasejahtera, difabel dan yang berprestasi. Setiap tahunnya, program beasiswa ini diberikan kepada kurang lebih 450 Siswa SD, SLTP dan SLTA yang berasal dari sekitar area operasional Pabrik Narogong,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (8/6/23).

Tak hanya itu, sambung Lilik, SBI juga bekerjasama dengan Kuadra Insan Sinergi Education & Consulting, pelaksanaan program Genilo di Pabrik Narogong dikemas dengan konsep yang konstruktif seperti team building, psikotes, dan mental blocking.

“ Hingga saat ini sudah ada puluhan siswa yang mengikuti program Genilo dan beberapa diantaranya telah diterima di perguruan tinggi ternama seperti Institut Pertanian Bogor (IPB)  dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ),” pungkasnya.

Untuk diketahui, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang. 

** Nay Nur’ain

Puluhan Tempat Karaoke Liar di Lulut Dibongkar Paksa Satpol PP

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Dinilai tidak berizin dan keberadaannya meresahkan warga sekitar, sebanyak 36 bangungan liar (bangli) yang biasa dijadikan tempat karaoke di Desa Lulut, Klapanunggal, dibongkar paksa petugas Satpol PP Kabupaten Bogor, Rabu (8/6/23).

Cecep Imam Nagarasyid

Pembongkaran paksa yang dilakukan petugas Satpol PP Kabupaten Bogor, dibantu anggota Garnisun, Polsek Klapanunggal, dan Pemerintah Kecamatan Klapanunggal serta Kepala Desa Lulut.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasyid mengatakan, selain tidak ada izin bangunan tersebut disinyalir sebagai tempat karaoke yang keberadaannya meresahkan warga sekitar.

“Kami selaku penegak Perda, hari ini mengadakan pembongkaran 36 bangli di Desa Lulut. Kami tidak akan tebang pilih kepada bangli karena tidak memiliki izin dan berdiri di lahan pemerintah,” katanya kepada Jurnal Bogor, Kamis (8/6/23).

Menurut Cecep Imam, pihaknya sudah memberikan surat peringatan 7×24 jam, tapi tidak diindahkan oleh pemilik bangli. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pembongkaran paksa.

“Tapi jika mereka merasa tidak puas, silahkan ajukan keberatannya sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut Cecep Imam menjelaskan kegiatan ini juga atas laporan dan inisiasi dari Pemdes Lulut dan Pemcam Klapanunggal. Jika dikemudian hari mereka membangun kembali bangunan liarnya maka tinggal dilaporkan ke Satpol PP dan akan ditindak apalagi mereka tidak berizin dan mengganggu ketertiban masyarakat.

“Untuk pengawasan, kedepannya saya sudah perintahkan Satpol PP setempat agar melakukan nongol babat (nobat), ada satu bangunan yang berdiri langsung tindak,” tandasnya.

Sementara, Rohidin (50) warga sekitar mengucapkan terimakasih kepada petugas yang sudah menertibkan bangunan liar tersebut. Karena keberadaannya mengganggu warga dengan aktivitas mereka yang bisa dibilang mencurigakan.

“Warung katanya, cuma gak ngerti kadang kalo siang tau-tau ada botol minuman, kadang ada suara musik tengah malam. Cewe-cewe kadang suka ada, tapi gak tau pemilik warung tau cewe apa,” cetusnya. 

** Nay Nur’ain