32.1 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 557

Halim Sebut Pasar Leuwisadeng Harus Dikelola Ahlinya

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Halim Yohanes menilai seharusnya Pasar Rakyat Leuwisadeng itu dikelola oleh ahli dibidangnya agar keberadaan pasar tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau pasar rakyat yang dibangun oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Barat itu semuanya tidak ada yang berhasil,” kata Halim Yohanes kepada wartawan baru-baru ini.

Karena menurut dia, saat ini pasar tersebut tidak dikelola dengan baik oleh pihak yang ahli mengurus pasar. “Karena pengelolaannya mestinya ahlinya itu kalau menurut saya. Kalau sekarang kan yang mengelola bukan ahlinya, kalau bukan ahli dibidangnya, pasar itu repot,” katanya.

Ketua Fraksi Partai PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten Bogor itu menyampaikan, faktanya dari mulai pembangunan sampai dengan saat ini pasar tersebut masih sepi dan bisa dikatakan gagal dalam perencanaan.

“Ya PD Pasar Tohaga mungkin mau mengelola cuma mungkin ada kesulitannya, kesepakatannya bagaimana saya juga belum tau,”  katanya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi Pasar Rakyat Leuwisadeng yang berada di Kampung Kosol RT 07 RW 04 Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng sepi peminat, sejak selesai dibangun sampai saat ini pasar tersebut belum beroperasi, anggota Dewan Daerah Pemilihan (Dapil) V (Lima) Nurodin menyebut pasar itu salah satu contoh tidak matangnya perencanaan dalam pembangunan.

“Nah, ini contoh pembangunan yang tidak matang. Jadi, perencanaan itu seharusnya dilakukan kajian secara matang,” ungkap Jaro Peloy sapaan akrab Nurodin kepada wartawan dijumpai usai menghadiri kegiatan penyerahan Hunian Tetap (Huntap) kepada warga korban bencana yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cigudeg pada, Jumat  23 Juni 2023 lalu.

Karena menurut dia, perencanaan itu seharusnya dilakukan kajian secara matang dan jangan tiba saat tiba akal.

“Kenapa, jangan tiba saat tiba akal, karena kalau berbicara soal pembangunan ini kan panglimanya adalah perencanaan,” katanya.

Politisi Partai PKB itu meyakini, bahwa awalnya perencanaan pembangunan Pasar Rakyat Leuwisadeng itu tidak direncanakan secara matang sehingga hasilnya hingga kini belum beroperasi.

“Saya yakin memang dulu, perencanaannya tidak matang sehingga hanya melihat satu sisi saja misalkan seperti sisi kebutuhan saja misalkan. Tapi, tidak dihitung bagaimana minat masyarakat untuk kemudian di sana untuk melakukan aktivitas jual beli atau yang disebut dengan pasar,” katanya.

Jaro Peloy menyampaikan, pihaknya akan mencoba membangun komunikasi dengan pihak terkait agar gedung tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau saya sih minta agar gedung ini supaya memang bermanfaat bagi masyarakat bisa saja nanti coba Disperindag agar berkoordinasi baik itu dengan pihak kecamatan maupun desa bagaimana memanfaatkan itu. Apa itu untuk sarana olahraga misalkan, karena di sana seperti dibuatkan Gor Bulutangkis atau lain sebagainya dan atau untuk kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya untuk kemasyarakatan seperti untuk pesta masyarakat daripada gedung ini mubazir. Kan kita punya keyakinan kalau yang mubazir ini temannya setan,” katanya.

Jaro Peloy menyampaikan, dirinya juga akan membangun komunikasi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Bogor kaitan dengan pasar tersebut

“Karena kaitan dengan pasar ini merupakan leading sector komisi II nanti kita coba minta teman-teman Komisi II untuk segera melakukan ini karena ini mubazir,” katanya.

Menurut informasi yang didapat, Pembangunan Pasar Rakyat Leuwisadeng dibangun Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) pada tahun 2017 lalu, telah menganggarkan sekitar Rp4,5 miliar.

Melalui proses tender, akhirnya ditentukan PT. Anugrah Bangun Kencana (ABK) sebagai pemenang tender untuk membangun Pasar Rakyat Leuwisadeng itu dengan nilai kontrak Rp 4,1 miliar dan berhasil dibangun dengan baik oleh pihak kontraktor.

Sementara itu, dari pantauan, kondisi terkini pasar itu tampak tidak terawat sama sekali, di sekitar area pasar sudah ditumbuhi rumput liar, beberapa rolling door tampak sudah rusak.

Menurut warga sekitar, Asep menyebut, tidak adanya aktivitas di pasar itu membuat suasana saat malam hari di lokasi itu gelap gulita lantaran lampu penerangan tidak menyala.

Beberapa waktu lalu sempat ada satu orang pedagang menjual sayuran secara grosir dan kini tidak berjualan lagi.

“Kalau listriknya sih ada, tapi kan gak ada yang isi token listriknya, jadi pasar itu otomatis kan lampunya tidak menyala, jadi kalau malam itu udah mah sepi ditambah gelap kan jadi ngeri yah,” katanya.

Sementara itu, Humas PD. Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Ade Ikhsan mengaku bahwa pihaknya sudah berupaya agar Pasar Rakyat Leuwisadeng diisi oleh para pedagang dan berkolaborasi dengan dinas terkait.

“Salah satunya sempat kemarin ada beberapa pedagang yang menjual dagangan sayur secara grosir akan tetapi pengunjung yang memang belum sempat ramai sehingga akhirnya terhenti lagi, Perumda Pasar juga berharap bagi para pelaku usaha yang ingin menggunakan Pasar Rakyat Leuwisadeng di persilakan bisa menghubungi kami,” pungkasnya.

** Andres

Tingginya Pengangguran Berpotensi Tambah Kemiskinan

0

jurnalinspirasi.co.id – Tingginya angka pengangguran terbuka Kota Bogor yang mencapai 10,78 persen pada 2022, mendapat respon dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Daryanto. Pasalnya, presentase itu merupakan yang tertinggi di Jawa Barat.

Daryanto menyebut bahwa tingginya angka pengangguran terbuka berpotensi menaikan angka kemiskinan.

“Kalau ini pemahaman saya saja yah, bahwa semakin tinggi angka tingkat pengangguran terbuka tentunya akan membuat potensi angka kemiskinan akan semakin tinggi,” ujar Dayanto, usai rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Kota Bogor, belum lama ini.

Kata dia, angka kemiskinan juga akan sangat berpotensi menimbulkan multiplier effect. Sebab, sambungnya, setiap orang akan berusaha survive untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Kalau dia menganggur pasti dia akan melakukan apa saja, mau kerja jadi pembantu, bahkan kalau negatif bisa jadi merampok untuk memenuhi kebutuhan hidup. Masalah sosial akan makin tinggi,” jelasnya.

Kendati demikian, Daryanto mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab tingginya tingkat pengangguran terbuka di Kota Bogor.

“Saya tidak tahu, semua ada di pengambil kebijakan yang tahu. BPS cuma tukang potret kondisi Kota Bogor dengan teori statistik,” ungkapnya.

Diketahui, BPS Jawa Barat melansir bahwa presentase pengangguran terbuka di Kota Bogor pada 2022 mencapai 10,78 persen. Presentase itu merupakan yang tertinggi di wilayah Jabar.

Sementara pada posisi kedua adalah Kota Cimahi dengan presentase 10,77 persen. Kemudian diikuti oleh Kabupaten Bogor 10,64 persen.

Kendati jumlahnya tertinggi di Jawa Barat, tingkat pengangguran di Kota Bogor cenderung menurun setiap tahunnya. Berdasarkan data BPS Jabar, pada 2020 presentase pengangguran terbuka di ‘Kota Hujan’ mencapai 12,68 persen dan pada 2021 menurun menjadi 11,79 persen, dan di 2022 turun ke 10,78 persen.* Fredy Kristianto

Garuda Raksasa Siap Ditampilkan Warga Pasirgintung Pada HUT RI ke-78

0

PT Antam UBPE Pongkor Support HUT RI di Pasirgintung

Nanggung l Jurnal Bogor

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia 2023, berbagai kreasi tengah dipersiapkan warga Kampung Pasirgintung, Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor. Di lapangan multifungsi pemersatu, terlihat warga tengah melakukan aktivitas persiapan antara lain, latihan Paskibra untuk upacara pengibaran bendera Merah Putih pada 17 Agustus.

Nantinya secara serentak pemasangan puluhan bendera Merah Putih dilakukan pada 1 Agustus, kemudian upacara pengibaran bendera diawali doa bersama pada 16 Agustus malam. Animo masyarakat dalam persiapan HUT RI tersebut cukup tinggi, bahkan ada yang unik dari biasanya, yakni  pembuatan gambar Garuda raksasa.

Gambar ini dibuat Yudi Sulaeman atau yang biasa disapa Kudil yang antusias membuat gambar Garuda untuk menyambut momen spesial HUT RI ke-78 nanti. Proses pembuatan Garuda berdiameter 6×5 meter itu menggunakan 9 lembar triplek, yang nantinya dicat disesuaikan warna Garuda.

“Semoga Garuda raksasa yang dibuat hasilnya maksimal yang bisa ditampilkan pada perayaan 17 Agustus nanti,” ujar Kudil, Senin (3/7/2023).

Kreativitas masyarakat itupun mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya  Staf Corporate Social Responsibility (CSR) PT Antam UBPE Pongkor, Edi Ayuba yang mengapresiasi serta mensupport HUT RI di Batutulis. Bahkan proposal yang diajukan panitia, pihaknya menyambut baik dan siap mendorong untuk membantu kegiatan HUT RI tersebut. “Proposal kita ajukan ke manajemen,”  tandasnya.

** Arip Ekon

Kunjungi Pegiat Asal Kota Bogor, ZM : Optimis Jabar Juara Fornas ke VII

0

Bandung | Jurnal Bogor

Hari Senin 3 Juli 2023, perhelatan Festival Olahraga Rekreasi Tingkat Nasional (FORNAS) VII 2023, mulai digelar. Sebanyak 50 venue di wilayah Kabupaten Bandung disiapkan untuk pertandingan dari 87 induk organisasi olahraga (inorga), terdiri atas 58 inorga pertandingan, 10 ekshibisi khusus, dan 19 inorga eksebisi.

Pada Fornas VII ini ada tiga kategori yang dilombakan, yaitu olahraga kesehatan dan kebugaran, olahraga petualangan, serta olahraga tradisional dan kebudayaan, dengan 352 nomor pertandingan. Sebanyak 23 ribu pegiat mengikuti pertandingan yang tersebar di Stadion Si Jalak Harupat, di Sudirman, Margahayu, Soreang, dan Kawasan Wisata Pacira Ciwidey. Kemudian untuk pertandingan mancing inorga Ikatan Komunitas Mancing (IKM) akan digelar di Kampung Cikebluk, Desa Cikande, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB),

Ketua KORMI Kota Bogor Zaenul Mutaqin beserta jajaran pengurus sejak Senin 3 Juli 2023 pagi, berkeliling mendatangi lokasi-lokasi para pegiat asal Kota Bogor yang sedang bertanding memperkuat Jawa Barat. Dukungan penuh diberikan KORMI Kota Bogor kepada para pegiat-pegiat yang akan mengikuti Fornas hingga 9 Juli mendatang. Para pegiat Kota Bogor yang tampil di hari pertama Fornas ini diantaranya, pegiat Inorga Pertonsi, Fespati, Senam Tera, LSP SN, BBOY, ASKI, KOSTI, ILDI, KLPI, dan ALTI.

Ketika menemui para pegiat Fespati asal Kota Bogor, di lapangan Binjad Lanud, Zaenul mengatakan, Fespati saat ini sudah mengalami kemajuan dan memiliki pegiat potensial, terbukti waktu Forprov Jabar tahun lalu mampu meraih emas. Awalnya Fespati hanya ada Bogor Raya, tetapi saat ini di Kabupaten Bogor sudah ada Fespatih. “Insyallah kita sukses sebagai tuan rumah, juga sukses menjadi juara, karena target kita yaitu Jabar Juara,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa ZM ini mengaku optimis para pegiat asal Kota Bogor mampu menorehkan prestasi untuk Jawa Barat di ajang Fornas ke VII ini. “Tadi saya keliling dan melihat langsung para pegiat yang sedang bertanding. Yaa, mereka memiliki peluang juara dari pengalamannya kemarin saat meraih prestasi di Porprov Jabar tahun lalu. Tentunya sangat optimis pegiat asal Kota Bogor akan memberikan prestasi terbaik untuk Jawa Barat,” ucap Zaenul.

ZM juga menambahkan, Kota Bogor menurunkan 254 pegiat dari 24 inorga yang dipertandingkan. Secara keseluruhan, para pegiat dan penggiat asal Kota Bogor siap menghadapi seluruh pertandingan.

Sementara, Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, Fornas digelar dari mulai tanggal 3 hingga 9 Juli. Denda berharap melalui Fornas ini dapat menunjukkan olahraga masyarakat merupakan bagian dari budaya masyarakat. “Sekitar 65 persen peserta menggunakan biaya mandiri. Kami, Jabar, mengirimkan 5.905 pegiat dengan 87 induk organisasi olahraga. Kami optimis bahwa Jabar akan meraih juara di Fornas ini,” harapnya. ( Asep Syahmid)

Polsek Cileungsi Buru Sindikat Pengoplos Gas

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Kepolisian Sektor Cileungsi sampai saat ini masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap ada atau tidaknya sindikat pengoplos gas di wilayah Cileungsi. Pendalaman dilakukan usai Polsek Cileungsi melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku pengoplos gas berinisial SS di Desa Limusnunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Tersangka berinisial SS (41) sedang kami mintai keterangan untuk mengungkap jaringan pengoplos gas ini,” kata Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen dalam keterangannya kepada wartawan.

Kapolsek mengatakan, dari keterangan pelaku, proses pengoplosan gas dilakukan dengan cara

mengoplos gas bersubsidi 3 Kg ke tabung gas 12 Kg menggunakan alat suntik modifikasi. Dalam pengungkapan ini, pihak Polsek Cileungsi berhasil menyita puluhan tabung gas sebagai barang bukti. Antara lain 4 tabung gas 12 kg yang telah diisi menggunakan gas bersubsidi, 60 tabung gas bersubsidi 3 Kg, 10 tabung gas 12 Kg, 4 tabung gas 5,5 Kg dan sepeda motor.

“Hingga saat ini terhadap pelaku SS ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Cileungsi,” kata Kompol Zulkarnaen.

** Taufik/Nay

Audit Anggaran Makam Cohak!

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Proses relokasi pemakaman umum Cohak di Desa Nagrak Kecamatan Gunung Putri masih menyisakan persoalan. Pasalnya, proses relokasi makan yang terkena proyek tol Cimaci tersebut dianggap penuh dengan kejanggalan. Selain itu, Ketua Panitia Relokasi makam juga dianggap tidak transparan soal pemanfaatan anggaran negara tersebut.

“Sejak awal yang kami tuntut adalah transparansi dari ketua, sekretaris dan bendahara terkait penggunaan dan pengalokasian dana relokasi. Karena kami walaupun dulu ikut sebagai panitia relokasi tapi tidak tahu berapa jumlah anggaran yang masuk dan dialokasikan kemana saja,” kata salah satu mantan panitia relokasi makan Cohak, HM kepada Jurnal Bogor, Senin (3/7/23).

Menurut dia, pada saat pengajuan awal, makam yang direlokasi jumlahnya sebanyak 2500 makam. Namun pada saat proses relokasi dilakukan, jumlah makam yang dipindahkan tidak mencapai 2500. Namun, pihak panitia tetap memasukan data sebanyak 2500 makam yang direlokasi.

“Pada saat pemindahan, ini sudah kami sampaikan kepada ketua, sekretaris dan bendahara. Karena pada saat itu kami walaupun panitia cuma hanya dilibatkan pada aspek teknis. Namun untuk pendataan dan anggaran yang bertanggungjawab itu ketua, sekretaris dan panitia,” ujarnya.

HM mengaku, setelah proses pemindahan makam selesai, pihak ketua, sekretaris dan panitia tidak melaporkan apapun sebagai bahan pertanggungjawaban kepada seluruh panitia yang jumlahnya 40 orang. Padahal, banyak panitia yang pada saat relokasi terlibat mempertanyakan pengalokasian anggaran relokasi tersebut.

“Salah satunya anggaran untuk tahlilan. Saya yang mengurusi masalah teknis hanya menerima Rp 125 juta. Padahal anggaran yang tersedia adalah Rp 500 juta. Gara-gara inilah banyak yang menuding saya menggunakan sisa anggaran untuk tahlilan. Padahal dari awal saya hanya menerima Rp 125 juta dan itupun sudah kami pergunakan untuk tahlilan selama 14 hari,” ujarnya.

Menaggapi hal itu, Ketua LSM Suara Timur, Alhafiz Rana mengatakan, persoalan relokasi makam Cohak di Desa Nagrak harus dilakukan audit terkait pemanfaatan dan pengalokasian anggaran. Karena anggara yang dipergunakan merupakan anggaran negara yang harus dilaporkan dan dipertanggungjawabkan.

“Harus ada proses audit, baru dari sana nanti bisa ketahuan dimana penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran yang besarnya mencapai Rp 5 miliar itu,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Idul Adha, PLN Gunung Putri Sumbang 19 Hewan Kurban

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Hari Raya Idul Adha 1444 H, PLN UP3 Gunung Putri menyumbangkan 19 hewan kurban yang terdiri dari  6 ekor sapi  dan 13 ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari pegawai PLN dan mitra kerja di lingkungan PLN Gunung Putri. Pemotongan hewan kurban dilaksanakan di PLN ULP Jonggol, Jumat (30/06/2023).

Daging kurban tersebut dibagikan untuk 1.262 orang  yang terdiri dari mitra kerja, para yatim piatu, dhuafa dan fakir miskin yang tersebar di wilayah kerja PLN Gunung Putri yakni ULP Jonggol, ULP Cileungsi dan ULP Citeureup.

Penyerahan simbolis bantuan daging kurban dilakukan oleh Manager UP3 Gunung Putri kepada mitra kerja petugas pelayanan teknik yang diwakili oleh Suherman dan disaksikan oleh seluruh pegawai UP3 Gunung Putri.

Mewakili mitra kerja, Suherman menyampaikan berbahagia bekerja di PLN Gunung Putri.

“Sebagai mitra kerja kami merasa sangat diperhatikan dan dihargai,”ucapnya.

Sementara Manajer PLN UP3 Gunung Putri Rully Indra Ardhyan menyampaikan bahwa Idul Adha merupakan simbol semangat pengorbanan dan berharap agar orang pemberi kurban mendapat pahala berlipat ganda serta para penerima kurban mendapatkan manfaatnya.

Menurut Rully, Idul Adha selayaknya bisa menjadi momentum untuk menguatkan solidaritas dan kebersamaan antara pegawai PLN dan mitra kerja untuk bersama-sama menjaga kehandalan pasokan  listrik untuk kepuasan pelanggan yang  merupakan bagian dari customer focused.

“Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan semua upaya dan langkah kita,” ujarnya.

Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Susiana Mutia menyampaikan kegiatan kurban merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PLN.

“Momen Idul Adha merupakan momen yang bermakna spiritual dan sosial karenanya PLN hadir dan berbagi kepada mitra kerja serta masyarakat sekitar tempat bekerja,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Alberto Martin Puas Lakoni Debut Bersama Persib

0

Bandung |Jurnal Bogor

Alberto Rodriguez Martin senang dengan laga debutnya bersama Persib pada pertandingan melawan Madura United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 2 Juli 2023. 

“Sangat senang bisa menjalani debut di hadapan seluruh Bobotoh. Saya merasa begitu dicintai dan karenanya saya harus terus bekerja dan beradaptasi 100 persen terhadap tim,” kata Alberto dilansir dari laman resmi klub, Senin, 3 Juli 2023. 

Pada pertandingan ini, Persib dan Madura United bermain imbang 1-1. Pangeran Biru sempat tertinggal oleh gol Hugo Gomes. Namun, David da Silva mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 79.

Meski hanya meraih satu poin, Alberto menyebut Persib mendapat hal positif yang patut diapresiasi yaitu perjuangan para pemain. Mentalitas ini yang dipercayai menjadi modal berharga untuk laga selanjutnya. 

“Terlepas dari hasil yang tidak kami inginkan, saya melihat tim ini tidak pernah menyerah dan selalu berjuang hingga pertandingan berakhir. Itulah hal positifnya,” kata bek asal Spanyol ini. ( asep syahmid)

Sungai Cileungsi Berubah Warna, Warga Sebut Fenomena yang Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Lagi-lagi ada perusahaan yang membuang limbah hingga air sungai Cileungsi di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berubah warna biru kehijauan. Peristiwa itu diketahui sudah terjadi sejak Senin (3/7/23) siang.

Menurut warga sekitar, berubahnya warna air sungai Cileungsi tersebut, diduga berasal dari limbah perusahaan yang berada di bantaran sungai tersebut.

“Ya sungai ini berubah warna sejak siang tadi, saya tidak tahu terjadinya kapan, tapi pas siang saya lihat sudah berwarna biru kehijauan seperti saat ini,” ucap Yudi salah satu warga yang tidak jauh dari aliran sungai Cileungsi kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, fenomena berubahnya warna air di sungai Cileungsi ini sudah sering terjadi. Namun penyebabnya hingga kini tidak diketahui.

“Ini sepertinya ada perusahaan yang membuang limbah, hingga berubah warna seperti sekarang. Tapi tidak tahu saya pabrik mana yang membuang,” tuturnya.

Biasanya, lanjut Yudi, jika volume limbah yang dibuang tidak terlalu banyak, tidak akan menyebabkan air berubah warna.

“Ini kayaknya perusahaan membuang limbahnya terlalu banyak, jadi warna airnya bisa berubah. Kalau buang limbahnya sedikit, gak bakal berubah warna air seperti ini,” imbuhnya.

“Jadi Sungai Cileungsi yang sering berubah warna akibat ulah perusahaan, kami anggap fenomena yang tidak pernah bisa diselesaikan pemerintah,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Camat Cibungbulang Tindaklanjuti Air Kemasan Yasmin yang Bikin Warganya Keracunan

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Camat Cibungbulang, Agung Surachman Ali menyatakan akan menindaklanjuti adanya kasus warganya yang mengalami keracunan air kemasan bermerek Yasmin beberapa hari lalu.

Agung tidak berbicara banyak perihal tersebut, tetapi air kemasan yang diduga tidak layak dikonsumsi itu kata dia akan ditindaklanjuti pihak perusahaan.

“Sudah dikoordinasikan dengan pihak Yasmin, dan pihak Yasmin menyampaikan akan menindaklanjuti aduan tersebut,” katanya.

Ia juga menekan agar pihak perusahaan melakukan pengecekan air yang sudah tidak layak konsumsi di sejumlah toko atau outlet agar hal tersebut tidak kembali terjadi.

“Akan diberikan himbauan agar produksi air kemasan harus sesuai dengan aturan yang ada, terutama dalam hal aturan kesehatan produknya,” balas Agung saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin (2/07/2023).

Sebelumnya diberitakan, bahwa air minum dalam kemasan yang tidak layak konsumi beredar luas di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Air bermerek Yasmin yang diproduksi oleh PT. Sekala Arunika Sentosa diduga tidak layak konsumsi bahkan terlihat sudah menguning dan beraroma bau menyengat, hingga salah satu warga mengalami mual dan pusing.

Sampai saat ini, pihak PT Sekala Arunika Sentosa ketika dikonfirmasi enggan memberikan keterangan apapun meskipun produknya diduga telah menyebabkan keracunan salah satu warga Cibungbulang.

** Andres