31 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 556

Pengendara Sepeda Motor Kritis Tabrak Pickup

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Pengendara roda dua jenis Honda Supra harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat kecelakaan lalulintas di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Cemplang, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Cibungbulang Kompol Zulkernaedi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (3/7/2023) dini hari. Dalam kejadian itu kendaraan roda tertabrak mobil barang pickup.

Kompol Zulkernaedi membeberkan kronologinya bahwa kejadian tersebut  terjadi saat  mobil barang pickup sedang bergerak dari arah Leuwiliang menuju Bogor, sementara itu sepeda motor Honda Supra bergerak dari arah Bogor menuju Leuwiliang.

“Setibanya di tempat  kejadian pengendara sepeda motor Honda Supra yang berjalan dengan kecepatan tinggi tiba-tiba oleng ke arah kanan jalan,  sehingga sopir mobil pickup tidak dapat menghindari tabrakan karena tidak dapat melakukan pengereman mendadak,” katanya, Selasa (4/7/2023).

Dia menjelaskan,  pengendara sepeda motor bernama Irvan Januar  mengalami luka yang cukup serius.

“Korban pengendara sepeda motor langsung dilarikan ke RSUD Leuwiliang untuk diberikan pertolongan medis,” pungkasnya.

** Andres

Pemerintah Dibuat tak Berkutik, Klapanunggal Jadi Surga Penambang Limestone

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Selain galian tanah, galian limestone ilegal di area tanah Perhutani yang belum mengantongi izin juga marak di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Padahal kegiatan penambang tanpa izin (Peti) itu sudah sering dilakukan penghentian oleh pihak Perhutani Kabupaten Bogor. Namun usai dihentikan, mereka malah makin menjadi-jadi dengan melakukan aktivitas kembali.

Hal itu dikatakan JH, salah satu warga sekitar yang kebetulan mengetahui perihal tindakan para penegak hukum di area tersebut.

“Ya kebanyakan gak memiliki izin itu galian limsttone soalnya tanah milik Perhutani,” beber JH kepada Jurnal Bogor, Selasa (4/7/23).

JH juga menyayangkan terkait penindakan aparat hukum ataupun penegak peraturan daerah (Perda) setengah hati dalam pelaksanaan dan penanganan yang tidak berkelanjutan.

” Pernah ditindak dan beberapa alat berat seperti excavator pernah diberi semacam police line,” bebernya.

Menurut JH, exploitasi alam yang berlebihan dan tidak ada tindakan konkret dari muspika maupun aparat penegak hukum (APH) sangat disayangkan.

” Sudah berlangsung lama kegiatan ini berlangsung tanpa ada tindakan tegas alhasil ini menjadi surga bagi para penambang ilegal, dari pihak kecamatan juga gak ada tindakan,” pungkasnya.

Sementara Plt Camat Klapanunggal, Galuh saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapannya.

** Nay Nur’ain

Kemeriahan dan Antusiame Masyarakat Opening Ceremony, Denda Alamsyah Ketua PANLAK FORNAS Sambut Positif

0

Bandung | Jurnal Bogor

Ribuan masyarakat sangat antusias dalam pembukaan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VII, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (2/7/2023) malam. Pembukaan tersebut, dimulai dengan berbagai tarian yang disajikan.

Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah, nampak memadati area stadion. Kemudian berbagai kontingen pun turut hadir dalam pembukaan tersebut.

Berbagai warna daerah nampak semangat melakukan defile sambil melambaikan tangan ke arah para pejabat yang hadir. Bahkan beberapa dari mereka membawa mainan khas daerahnya.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Barat sekaligus Ketua Panitia Pelaksana FORNAS VII 2023, Denda Alamsyah mengaku, bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah gelaran Fornas.

“Alhamdulillah malam ini opening ceremony Fornas ke VII tahun 2023 di Jawa Barat yang alhamdulillah bisa terlaksana dengan meriah dan lancar . Terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, diantaranya Kementerian PMK, Kemenpora, Gubernur Jawa Barat, ketua umum Kormi Nasional dan Bupati Kabupaten Bandung yang sudah memberikan kepercayaannya dalam pelaksanaan FORNAS VII ini,” ujar Denda Alamsyah, kepada awak media, Selasa 4 Juli 2023.

Lebih jauh, pria yang juga alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan, adanya kegiatan tersebut merupakan bukti antusiasme masyarakat.

“Kita ingin menunjukkan bahwa olahraga masyarakat itu menjadi bagian budaya yang tidak terpisahkan. Agar masyarakat Indonesia bugar,” ujar Denda.

Denda menginginkan, event tersebut menjadi perhatian semua pihak. Sehingga bisa membudayakan lagi olahraga demi Indonesia juara.

“Alhamdulillah apresiasi sangat tinggi dari pak Menko PMK, pak Menpora, pak Gubernur, pak Bupati. Alhamudlillah juga antusiasme dari para pegiat. Menunjukan kepada kepada pemerintah bahwa kita olahraga masyarakat ini adalah bagian elemen masyarakat yang luar biasa, masif. Mau melakukan olahraga masyarakat, dan tentunya yang saya apresiasi adalah banyak yang mandiri,” katanya.

Dia berharap adanya event tersebut bisa menjadi jembatan Indonesia bugar. Hal ini selaras dengan misi menuju Indonesia Emas 2045.

“Harapannya adalah masyarakat Indonesia bugar, kita menuju Indonesia emas tahun 2045. Oleh karena itu Kormi sebagai mandat dari undang-undang untuk membugarkan olahraga masyarakat, harus terdengar, harus bergaung di masyarakat. Sehingga masyarakat mau membudayakan olahraga,” tuturnya.

** Nay Nur’ain

SKPD Diminta Sinergis Kembangkan Wisata Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan menyebutkan bahwa Kecamatan Sukamakmur memiliki potensi wisata yang besar. Oleh karena itu, perlu terus didorong pengembangannya.

Hal itu agar pencapaian sesuai dengan yang diharapkan. Iwan menegaskan perlu adanya sinergitas dari seluruh elemen. Baik itu, pemerintah Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, maupun Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Terutama dalam hal pengelolaan wisata, infrastruktur menuju kawasan wisata, maupun fasilitas rest area harus ditingkatkan.

“Saya melihat infrastruktur di sini sudah ada, dan kami siap mendukung. Potensi wisata di Sukamakmur sangat menjanjikan,” kata Iwan saat meninjau para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), baru-baru ini.

Ia pun kembali menekankan agar para kepala desa, camat serta dinas pekerjaan umum Penataan Ruang (PUPR) lebih sinergi. “Terutama dalam pengembangan infrastruktur di Cibadak dan jalur pariwisata, agar pariwisata di sini semakin berkembang,” ujar Iwan.

Iwan menegaskan, sinergitas antar instansi menjadi sangat penting dalam rangka mendorong percepatan target pengembangan sektor wisata di Kecamatan Sukamakmur. Sehingga dalam waktu dekat, potensi wisata di Kecamatan Sukamakmur dapat dikenal secara luas dan menjadi salahsatu destinasi pilihan wisata di Kabupaten Bogor.

“Potensi wisata terntunya harus dikelola secara maksimal baik menyangkut fasilitas maupun infrastruktur pendukung. Sehingga dapat memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Sukamakmur, Bakri Hasan menyampaikan apresiasi terkait perhatian Plt Bupati Bogor terharap pengembangan sektor wisata di Kecamatan Sukamakmur yang memang menjadi sektor andalan.

” Saya berharap kehadiran Plt Bupati di Sukamakmur dapat meningkatkan sinergi dalam antar SKPD guna mendukung peningkatan pengelolaan potensi wisata, termasuk bidang lain seperti bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” pungkasnya.

** Taufik / Nay

Suplai Daging Ayam Berkurang 30 Persen

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Langkanya daging ayam potong membuat harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan cukup signifikan. Kelangkaan pasokan yang terjadi sejak Idul Fitri ini membuat supplier ayam potong kesulitan untuk memenuhi kebutuhan para pedagang.

Tingginya permintaan dan berkurangnya pasokan membuat harga daging ayam mengalami kenaikan terus menerus. Harga daging ayam yang biasanya hanya 25 ribu perkilo kini sudah menembus harga 45 ribu perkilogram.

“Dari idul fitri sampai sekarang harga terus naik. Normalnya harga ayam itu 35 ribu perkilo. Tapi sekarang sudah sampai Rp 45 perkilo,” kata salahsatu supplier ayam potong di Pasar Cileungsi, Andi kepada Jurnal Bogor, Selasa (4/7/23).

Menurut Andi, pasokan ayam potong untuk keperluan pasar tradisional memang mengalami penurunan. Hal ini lantaran ketersediaan ayam potong dari produsen yang juga mengalami penurunan. Bahkan, lanjutnya, penurunan pasokan daging ayam mencapai 30 persen dari biasa. Hal ini mengakibatkan pasokan menjadi terbatas dan mengakibatkan kenaikan harga.

“Karena barangnya juga langka, kami beli dari produsen juga harganya sudah naik. Mau tidak mau ke pedadang juga harga jual ikut naik,” ujarnya.

Andi mengatakan, terkait kelangkaan tersebut para supplier dan pedagang ayam di Cileungsi sudah melakukan aksi protes berupa mogok belanja ayam ke produsen selama beberapa hari. Namun, aksi tersebut ternyata tidak berdampak signifikan terhadap produsen lantaran harga masih tetap naik dan pasokan berkurang.

“Waktu habis kami demo itu memang sempat turun harganya. Tapi cuma beberapa hari. Habis itu sampai sekarang terus mengalami kenaikan,” tukasnya.

Menurutnya, kebutuhan daging ayam di Pasar Cileungsi masih tetap tinggi. Lantaran banyaknya pedagang yang membutuhkan pasokan ayam untuk berjualan. Seperti warung nasi dan penjual pecel ayam.

“Karena pasokannya sedikit ya mau tidak mau  mereka tetap beli walaupun harga mahal dan mengeluh karena harga jual mereka juga pasti ikut naik,” kata Andi.

Selaku supplier ayam Andi mengaku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menurunkan harga dan membuat pasokan normal kembali. Ia mengaku hanya bisa menerima keadaan dan mengikuti setiap perubahan harga yang terjadi.

“Ya kami tidak bisa apa-apalagi, mau tidak mau kalau harga naik ya kita jual ikut naik, itu pun dengan jumlah yang terbatas,” tegasnya.

Ia berharap, pemerintah segera melakukan tindakan guna menormalisasi harga daging ayam di pasaran, khususnya kebijakan terhadap para produsen ayam potong sebagai sumber penghasil ayam potong yang dijual di pasaran.

** Taufik / Nay

Tanah Merah tak Tertata di Huntap Pamijahan Dikeluhkan

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Hunian Tetap (Huntap) di Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, material tanah merah yang menjadi penyangga di Huntap tersebut disinyalir tidak tertata rapi.

“Ketika hujan turun, sangat menggangu dan nyaris mencelakai pengendara yang hilir mudik di lintasan area tersebut disebabkan jalanan licin bercampur lumpur tanah merah,” kata warga sekitar yang enggan di sebut namanya.

Bukan hanya itu, tumpukan tanah sisa dari pengerjaan cut and fill  pembangunan Huntap  kembali menjadi persoalan.

Sementara Ketua Umum LSM Genpar, Sambas Alamsyah membeberkan, warga yang bermukim di area bawah Huntap mengeluhkan tercemarnya air lumpur, ketika hujan turun. Bahkan khawatir terjadinya longsor akibat tumpukan sisa tanah yang mudah bergerak.

“Sistem drainase atau penataaan sitem air Huntap yang buruk dan tidak memperhatikan muara atau hilir pembuangan melintasnya air merupakan salah satu penyebab dari keluhan yang disampaikan sejumlah warga sekitar yang terkena dampak pembangunan Huntap tersebut,” bebernya.

Menanggapi perihal adanya aduan masyarakat yang tinggal dan terdampak di sekitar Huntap Cibunian, pihaknya merencanakan akan segera melakukan audensi dengan pihak terkait.

“Dalam hal ini, kita akan coba audensi dengan ketua Kelompok Masyarakat  (Pokmas) yang memiliki tanggung jawab dari pembangunan tersebut sekaligus  Kepala Desa Cibunian sebelum ke tingkat berikutnya agar segera mencarikan solusi, jangan menyelesaikan masalah namun kembali menyisakan persoalan baru,” pungkasnya.

 ** Andres

Penerangan Masih jadi PR TPAS Galuga

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Beragam persoalan hingga kini masih menyelimuti Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Salah satunya penerangan jalan umum di lingkar Galuga.

Ratusan ton per hari sampah di buang di area tersebut, namun masyarakat yang terdampak hanya bisa pasrah menunggu janji para pemangku kebijakan dua pemerintahan Kabupaten dan Kota Bogor.

Warga tak lain menuntut Pemkab dan Pemkot Bogor agar segera menyelesaikan permasalahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga.

Pasalnya, sejumlah kewajiban Pemkab dan Pemkot Bogor yang tertuang dalam PKS pengelolaan TPAS Galuga sama sekali belum dirasakan oleh masyarakat.

“Kalau masalah PKS itu memang benar belum berjalan 100 persen,” kata Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Galuga (FKMG) Muhamad Kamaludin kepada, wartawan, Selasa (4/7/2023).

Dia membeberkan, bahkan untuk penerangan jalan di lingkar Galuga  hingga kini belum ada. Padahal masyarakat sudah melapor beberapa kali. Selain itu banyak sampah liar yang harus menjadi catatan serius pemerintah.

“Untuk penerangan di jalan lingkar Galuga ranahnya bukan kita sebenarnya. Tapi justru masyarakat sudah melaporkan beberapa kali. Karena itu tanahnya tanah Kopasus dan jalan provinsi jadi susah,” bebernya.

Kendati pihaknya berharap program pemerintah dapat berjalan di TPAS Galuga.

“Kita harapannya semua program pemerintah itu berjalan di desa kita, terutama penerangan itu harus ada,” jelasnya.

Dia menambahkan, anggota dewan pun  sedang gencar-gencarnya mendorong agar jangan sampai sampah-sampah berceceran di jalan provinsi dapat terjalankan.

Selain itu, diakuinya kemacetan truk-truk yang akan buang sampah di TPAS Galuga masih terus terjadi.

“Sebetulnya kalau mobil sampah lagi antre saya kalau mau pulang itu susah sebetulnya. Termasuk pembuang sampah sembarangan, itu di situ masih banyak pas tanjakan itu sampah liar numpuk lagi. Akibat masyarakat setempat susah buang sampah di situ,” pungkasnya.

** Andres

Hadits Hari Ini

0

Pencatatan Kebaikan dan Kejahatan

Sahih al-Bukhori:6010

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: قَالَ:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً.

Dari Ibn Abbas ra, dari Nabi saw, yang beliau riwayatkan dari Rabbnya ‘Azza wa Jalla berfirman, yang beliau sabdakan:

Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan keburukan, selanjutnya Dia jelaskan, barangsiapa yang berniat melakukan suatu kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat baginya satu kebaikan di sisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnya di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga dilipatgandakan tujuh ratus kali hingga lipatganda yang tidak terbatas, sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan keburukan kemudian tidak jadi ia lakukan, Allah mencatat baginya satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat melakukan keburukan dan jadi ia lakukan, Allah mencatatnya sebagai satu keburukan saja.

Pesan :
Kami mengajak kaum muslim untuk melakukan kebaikan, dimulai dengan niat yang baik, marilah kita teliti lagi matematika pencatatan amal seseorang:

1. Jika anda berniat melakukan kebaikan dan tidak jadi melakukannya, maka tercatat untuk anda satu kebaikan sempurna.

2. Jika anda berniat melakukan kebaikan dan melakukannya, maka tercatat untuk anda 10 kebaikan yang Allah lipatgandakan sebagaimana Dia kehendaki.

3. Jika anda berniat melakukan kejahatan dan tidak melakukannya, maka anda mendapatkan satu kebaikan sempurna.

4. Jika anda berniat melakukan kejahatan dan melakukannya, maka tercatat untuk anda satu kejahatan saja.

Studio 16 YSR: Galerry Lukis dan Sastra Syafrizal Syaf Cerenti

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Pagi itu, Selasa 27 Juni 2023, tepatnya 2 hari saya sudah berada di kampung Cerenti, setelah terbang dari Bogor, untuk berlebaran Hari Raya Idul Adha 1444 H bersama para Dunsanak di kampung halaman Cerenti. 

Saya sudah sangat rindu juga rasanya untuk bersua dan bersilaturrahmi serta berkumpul dengan para anggota kerabat dan sanak famili di tempat kelahiranku di Desa Kampung Baru, Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuansing, Riau yang penuh kenangan. Rasanya cukup lama tak bertemu kaum kerabat karena berbagai kesibukan di rantau orang.

Entah mengapa pada beberapa bulan yang lalu, muncul rasa rindu saya untuk pulang ke kampung untuk berziarah ke pemakaman orangtua (ayah dan ibu) disertai kegiatan-kegiatan lainnya yang bermakna, misalnya memberikan saran dan nasehat dalam keluarga besar agar kehidupan berkeluarga dan berkerabar rukun dan damai, hidup harmoni, jauh dari percekjokan dan pertikaIan (bacokak, bahasa Cerentinya) terutama dalam soal pembahagian harta pusaka dll.

Sepulangnya saya  berliburan bersama keluarga dari Jepang, destinasi wisata Kyoto dan Osaka City untuk menjenguk si sulung sedang melanjutkan studi Doktor di Kyoto University. Kemudian juga sekalian saya ingin pula merasakan bagaimana suasana beribadah puasa di penghujung bulan suci Ramadhan dan setelah itu berlebaran idul Fitri 1 Syawal 1444 H di negeri orang, Jepang.

Hasilnya yang dirasa, memang lebih enak berlebaran di negeri leluhur sendiri, ketimbang negeri di orang. “Right or rong is my country”, demikian kata pepatah bijak bestari.

Sekembalinya saya dengan keluarga dari touring wisata tersebut, semakin mantap saja saya untuk pulang ke kampung halaman di hari raya Qurban pada tahun ini 2023 M/1444 H ini, dengan membawa misi dan beberapa agenda kegiatan yang bisa dilaksanakan selama berada di kampung, yakni selain bersilaturahmi dengan.kerabat, teman dan sahabat, juga ingin beribadah qurban dan membagikan santunan sosial/sembako bagi kaum fuqoro masaqin-para janda dan jompo serta anak yatim di kamoung, yang pelaksanaanya diorganisir oleh Yayasan Arsyada Cerenti Madani (ACM Foundation) yang saya dirikan bersama anak dan kemenakan.

Disamping itu selama berada di Cerenti, saya juga menunaikan ibadah sholat idul adha di masjid Al Mukmin di Desa Kampung Baru, Kecamatan Cerenti, negeri tempat saya dilahirkan, dididik dan dibesarkan yang penuh kenangan. Juga menjenguk anggota keluarga yang sakit, sambil menjalin komunikasi dengan anak-anaknya agar merawat orang tuanya yang sakit dan mulai pikun dengan sabar dan penuh kasih sayang.

Alhamdulillah sejumlah agenda acara pulang kampung (pulkam) terlaksana dan terselesaikan dengan baik dan lancar diantaranya bersilaturahmi dengan teman-teman SD, SMP dan SMA, dan sahabat lama berkunjung ke beberapa rumah dan minum kopi di kedai kopi Pasar Cerenti yg ramai pengunjung itu.

Salah satu tradisi budaya berkuliner di kampungku yang terus hidup hingga sekarang adalah warga desaku gemar minum kopi dengan nongrong di kedai-kedai kopi sambil berbual-bual “ngaro ngidul”, dan terkadang asyik bercerita nostalgianya yang cukup lucu, sehingga mengundang ketawa terpingkal-pingkal. Di kedai kopi saya bersama teman-teman dan sahabat kami saling bercerita kehidupan masa lalu, yang lucu-lucu, lugu dan berkesan.

Salah satu agenda saya di kampung, yang sungguh menarik dan bernilai literasi dan edukasi adalah berkunjung ke Galerry Seni Lukis dan Sastra milik senior dan mentorku sewaktu kecil tempo doeloe Abang H.Syafrizal Syaf, beliau pensiunan guru, yang kini di masa purna tugas selain berkebun, melukis, menekuni dan berkarya dalam bidang sastra dengan mengarang banyak puisi, dan sudah ada yang dibukukan, berjudul Jendela Cinta: Air.Mata by Syafrizal Syaf.

Disamping itu bang Syafrizal juga menghasilkan banyak lukisan, baik lukisan kanvas aneka perwajahan manusia, pemandangan alam maupun aktivitas kehidupan umat manusia.

Begitu banyaknya karya-karya seni lukis dan puisi yang telah dihasilkan bang Syafrizal, ratusan jumlahnya, kini tersimpan apik di berbagai ruangan dan sudut di rumahnya yang artistik  di bilangan Desa Kampung Baru, Kecamatan Cerenti. Di depan rumahnya  menghadap ke jalan raya Teluk Kuantan Kuansing-Rengat Inhu, telah tertulis di bagian pagar depan rumahnya yang asri dan bergaya arsitek “antik”  yakni Galerry Seni Lukis dan Sastra: Studio 16 YSR.

Saya tak begitu hapal dan tak tahu apa makna singkatan YSR itu? Lupa bertanya. Mungkin saja singkatan 3 huruf tersebut diambil dari singkatan nama putranya Yussafat S Rendra (putranya) dan atau Rose (putrinya). Beliau memiliki sepasang anak yang sudah berumah tangga.  Bang Syafrizal yang saya kenal, memang beliau merupakan salah seorang sosok pengagum sastrawan besar Almarhum WS Rendra. Banyak karya sastra WS Rendra, beliau miliki atau koleksi di rumahnya.

Siang itu, 2 hari menjelang lebaran Idul Adha 1444 H di kampung nagori Cerenti, sebagaimana kebiasaan saya, ketika pulkam, saya selalu berkunjung ke rumahnya bang Syafrizal, untuk bertukar opini dan informasi tentang berbagai hal tentang kehidupan sosial, termasuk diantaranya perkembangan atau dinamika kesenian dan pola budaya masyarakat.

Kali ini saya berada di rumahnya, mendapat perlakuan dan keberuntungan bahwa saya diajak ke ruangan Galerrynya, tempat sejumlah ratusan lukisan yang menarik dan estetik, sebagian terpajang di dinding ruang dan rak-rak khusus, dan sebagian lagi tersimpan di lantai rumah Galerry, beberapa tumpukan, ada di lantai atas maupun terdapat di lantai bawah.

Kedatangan saya di ruangan Galerry tersebut, diabadikannya dengan sejumlah gambar yang dipotret, dijepret langsung dari Hp-nya sendiri bang Syafrizal, saya pun tak lupa mengambil posisi dan bergaya dengan berbagai pose.

Saya dengar keterangan dari bang Syafrizal, bahwa beliau juga selain melukis dan menggubah sejumlah puisi (sastra), juga berperan sebagai instruktur, melatih generasi muda Cerenti yang berminat dan berbakat (bertalenta) dalam melukis dan berdeklamasi sajak (puisi-sastra).

Alhamdulillah, ada beberapa orang kader seniman bang Syafrizal,  yang pernah meraih prestasI di beberapa kejuaraan seni sastra pada perlombaan karya sastra pada tingkat Kabupaten, Provinsi dan bahkan Nasional.

Itu cerita dulu, tetapi sekarang situasinya agak jauh berbeda, dimana event-event kompetisi karya lukis dan sastra sudah amat jarang diselenggarakan Pemkab atau pun NGO/LSM, bahkan tak pernah lagi, sehingga proses pengkaderan sastrawan /wati tak berjalan lagi (mandek) di Rantau Kuansing Riau.

Amat kita sayangkan hal itu  terjadi dimana kreativitas dan inovasi di bidang aspek budaya melukis gambar-gambar diatas kanvas, berpameran dan menggubah serta mendeklamasikan puisi di hadapan dan menghibur publik, kini tidak terdengar lagi.

Padahal karya sastra dan lukis merupakan simbol kebudayaan masyarakat yang  berperadaban maju dan moderen, apalagi di era milenial, pengembangan budaya sastra itu semakin dibutuhkan masyarakat dalam mendidik warga masyarakat.

Beberapa dasa warsa yang lalu, ketika pulkam, saya pernah memberikan saran dn usulan kepada bang Syafrizal, agar Galerry Seni Lukis dan Sastra ini bisa berkembang di Rantau Kuansing, maka dibutuhkan sejumlah anggaran biaya, maka pemilik dan pengelola Galerry agar membuat proposal dan berkirim surat kepada Gubernur Riau, Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, perihal permohonan Bantuan dana pengembangan kebudayaan lokal. Belakangan saya bertanya tentang rencana sanggar seni,  informasinya tenggelam di telan bumi, tak terdengar lagi.

Dampak dari lemahnya pelaksanaan program pembinaan Kebudayaan Daerah Kuansing, membuat generasi muda Kuansing akan mengalami degradasi sumberdaya manusia, serta kurangnya acara lomba atau pertunjukan (event-event seni-budaya) yang di masyarakat.

Padahal event-event seni budaya berperan dan berfungsinya sangat strategis dalam membangun kebudayaan dan peradaban maju dan modern yang bermartabat:  persatuan.dan kesatuan bangsa yang beridentitas budayanya.

Ingat moto hidup “Manusia berilmu hidupnya akan semakin mudah, dengan beragama hidupnya semakin terarah, sedangkan dengan bersenibudaya hidup manusia semakin indah (berestetika)”. Begitulah pentingnya kita manusia memiliki bakat seni budaya dalam kehidupan ini agar hidup tidak menjadi hampa dan gersang.

Semoga dengan munculnya narasi Galerry Seni Lukis dan Sastra: Studio 16 YSR mengingatkan kita bahwa ternyata ada potensi pribumi Kuansing memiliki karya seni melukis dan sasta untuk bisa dikembangkan.

Selamat berjuang bang Syafrizal dan teruslah berkarya, insya Allah berjaya. Semoga Allah SWT mengabulkan apa yang.kita rencanakan demi kemajuan anak negeri Cerenti Kuansing, sesuai moto Kuansing:
‘Basatu Nagori Maju’
Tigo tali sapilin
Salam kayuah.
Syukron barakallah.
Wassalam

Penulis:
Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Anniversary ke-28 Tahun, BONET Berhasil Beri Manfaat Terhadap Masyarakat dan Komunitas

0

Bogor | Jurnal Bogor

PT Bonet Utama alias BONET sukses mencapai usia 28 tahun pada Senin (3/7/2023). Hari Jadi BONET digelar secara hangat dan kekeluargaan. Silaturahmi, refleksi, dan apresiasi untuk seluruh tim BONET. Direktur PT Bonet Utama Hani Purnawanti, S.E., M.M. menekankan pentingnya BONET bisa terus memberi manfaat bagi masyarakat, dan komunitas.

Hani Purnawanti

“28 Tahun bukan sekedar angka tetapi juga pencapaian atas kinerja BONET dalam melayani pelanggan, masyarakat, serta komunitas sekitar. Penting untuk karyawan BONET agar tidak sekedar menggunakan teknologi tetapi juga bisa memanfaatkannya lebih baik sehingga dapat memberikan dampak positif bagi sekitar,” kata Hani Purnawanti dalam sambutannya.

Acara diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat-Nya yang senantiasa menyertai perjalanan PT Bonet Utama selama 28 Tahun ini. Perkembangan teknologi, transformasi budaya perusahaan, dan peningkatan kapasitas karyawan merupakan langkah-langkah penting dalam mencapai keberhasilan jangka panjang. Dengan demikian, perusahaan dapat terus maju, bertumbuh, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Hani juga mengatakan, “Semua bisa kita jalankan selama kita solid dan sama-sama mau belajar mengenai hal-hal yang up to date. Teknologi itu pesat sekali perkembangannya, harapannya dalam 28 tahun BONET ini, mudah-mudahan kita semua masih bisa melayani customer kita dengan baik, lebih baik dari yang mereka harapkan, tidak perlu ugal-ugalan karena hal yang paling penting adalah apa yang mereka butuhkan bisa kita penuhi supaya mereka bisa tetap bersama kita.”

Perayaan ulang tahun diramaikan dengan beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan seperti sambutan direktur, doa bersama, pemotongan kue dan tumpeng, penayangan berbagai video ucapan selamat dari para mitra, makan bersama, serta pembagian doorprize untuk seluruh karyawan.

Pada peringatan yang ke – 28 tahun ini, diharapkan perusahaan dapat berkarya, berinovasi, dan bersinergi memberikan performa yang lebih baik lagi. Selamat Hari Jadi BONET!.

** prast