24.6 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 551

AOPGI Kota Bogor Sabet Juara Ketiga FORNAS 2023

0

Bandung | Jurnal Bogor

Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia (AOPGI) Kota Bogor berhasil merebut juara ketiga lomba kebut gunung jarak 12 kilometer, pada eksebisi Festival Olahraga Masyarakat Tingkat Nasional (FORNAS) VII Jawa Barat, di Gunung Singa, Kabupaten Bandung, Sabtu (8/7/2023).

Ketua AOPGI Kota Bogor, Bagus Maulana mengaku cukup puas dengan para pegiatnya setelah mencatatkan waktu terbaik. “Kita bersyukur dan cukup puas atas raihan yang didapat tim AOPGI Kota Bogor,” kata Bagus Maulana.

Menurut dia, keberhasilan Tim AOPGI tak lepas dari dukungan semua pihak. “Ya tentunya atas kerja sama semua pihak terutama KORMI Kota Bogor. Target kami di FORNAS ini realistis “yang penting podium”. AOPGI di Forprov tahun kemarin berhasil finish di posisi empat, dan saya selalu ketua umum menekankan kepada para pegiat agar tahun ini ada perkembangan dan kemajuan,” sambung Bagus Maulana.

Masih menurut Bagus, kunci sukses AOPGI adalah kerja keras dari para pegiatnya. “Alhamdulillah berkat kerja keras atlet, official dan pengurus, kami mendulang hasil yang cukup memuaskan di FORNAS Jabar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengucapkan selamat atas keberhasilan tim AOPGI yang mampu mewujudkan target untuk naik podium. “Selamat kepada tim AOPGI, saya harap ke depan mereka bisa lebih berkembang, dan bisa menjadi yang terbaik di setiap event,” harap Zaenul Mutaqin. ( asep syahmid)

ASIAFI KORMI Kota Bogor Sumbangkan Emas dan Perak

0

Bandung | Jurnal Bogor

Inorga Asosiasi Instuktur Aerobik dan Firnes Indonesia (ASIAFI) KORMI Kota Bogor menyabet dua medali di ajang Fornas ke VII 2023. Sumbangan dua medali tersebut, untuk menguatkan kemenangan Jabar menjadi juara di Fornas, didapatkan pegiat ASIAFI diantaranya dari kategori Aerobik Grup meraih medali emas dan kategori Instruktur Aerobik Profesional meraih medali perak.

Ketua Inorga ASIAFI, Panggabean Octavia Fransisca mengatakan, untuk medali emas didapatkan dari aerobik group dengan peserta tiga orang. Sedangkan perak diraih oleh Yusuf Almuqorobin dari kategori instuktur aerobik profesional. “Hasil pertandingan tadi, kami berhasil meraih medali emas dan perak dari dua kategori. Walaupun persaingan sangat ketat, satu medali emas sukses didapatkan oleh para pegiat,” ucapnya saat ditemui usai menerima medali di gedung Andromeda, Margahayu, Kabupaten Bandung, Jumat 7 Juli 2023.

Torehan prestasi dua medali yang didapatkan inorga ASIAFI, mendapat apresiasi dan kebanggan dari Ketua KORMI Kota Bogor, Zaenul Mutaqin. “Alhamdulilah perolehan medali terus bertambah dari para pegiat yang bertanding di Fornas. Dua medali dari inorga ASIAFI, menambah kuat untuk Jawa Barat menjadi juara di Fornas,” ucap Zaenul.

Pria yang akrab disapa ZM ini menyebutkan, hingga hari ke lima pelaksaan Fornas, jumlah medali yang didapatkan dari para pegiat KORMI Kota Bogor diantaranya, dari OKK, inorga ASKI 1 perunggu, STI 1 perunggu, ILDI 1 Emas dan 1 Perak, ULD 1 Perunggu, ASIAFI. 1 emas dan 1 Perak. Dari OTKB pada inorga Pertonsi 1 emas, 1 Perak dan 1 Perunggu, kemudian AKTI 1 emas dan 1 perak. Sementara pada OPT di inorga KIS meraih 1 Perunggu, dan Bboy 1 perak serta 1 perunggu.

“Alhamdulilah capaian medali sementara hingga hari ke 5 ini dari para pegiat KORMI Kota Bogor mencapai 15 medali, diantaranya, medali 4 emas, 5 perak dan 6 perunggu,” jelas ZM.

Lanjutnya, saat ini masih ada beberapa pertandingan yang berlangsung hingga penutupan Fornas nanti diantaranya, Persocci yang di hari pertama lolos masuk empat besar nasional menuju ke babak Semi Final, kemudian Yayasan Jantung Indonesia yang lolos ke enam besar nasional atas nama Sugeng kategori instuktur perorangan dan masih bertanding saat ini pada kategori beregu. Pada Fornas ke VII 2023 ini, ada sejumlah inorga yang mengikuti eksebisi, diantaranya, Ikatan Komunitas Mancing (IKM), dan kebut gunung inorga AOPGI.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegiat dan penggiat KORMI Kota Bogor yang sudah mengharumkan nama Kota Bogor di tingkat nasional. Perolehan medali yang sudah diraih sampai hari ini, merupakan prestasi membanggakan bagi KORMI Kota Bogor untuk menambah kuat Jawa Barat menjadi juara Fornas ke VII 2023 in,” tandasnya. ( Asep Syahmid)

GSB Borong Gelar Juara Pada Turnamen Nasional GCBS Yogyakarta

0

Yogjakarta | Jurnal Bogor

Hasil fantastis baru saja ditorehkan Galaxy Stars Bogor (GSB), pada Turnamen Bola Basket Nasional GCBS, di Yogyakarta, Sabtu (8/7/2023). Buktinya, mereka berhasil mengawinkan gelar juara pada kelompok umur 11 dan 13 putri. KU 11 putra pun berhasil menjadi runner-up.

Kesukesan ini menambah lengkap koleksi GSB di pentas nasional. Mereka pun berjaya di Turnamen Piala Ganesha Bandung, YBA Cirebon, dan Aimhigh Tangerang.

Kesuksesan meraih dua gelar juara, serta runner-up di Yogyakarta membuat Ketua GSB, Rd Iman Firmansyah bangga akan kerja keras skuadnya.

Kunci sukses GSB meraih tiga gelar di Yogyakarta, sambung Rd Iman Firmanayah adalah 3K yaitu kemauan, kemampuan dan kesempatan.

“Kemauan itu niat atau tekad anaknya harus kuat untuk ikut turnamen. Tentunya kalau sudah punya kemauan, selanjutnya mereka harus punya Kemampuan, skill main basket, mental bertanding dan fisik yang prima. Kemampuan ini didapat dari hasil latihan yang sungguh-sungguh dan di bawah bimbingan pelatih yang telaten dan detail tentunya,” jelas Rd Iman Firmansyah.

“Terakhir adalah Kesempatan, nah jika bicara kesempatan tentunya ini tugasnya orang tua dan Manajemen Klub anak itu bernaung tentunya. Mau gak mereka memberikan kesempatan selebar-lebarnya kepada anak-anak untuk ikut berkompetisi mau di level lokal atau nasional,” tambahnya.

Kesempatan ini, kata Rd Iman Firmansyah lebih ke memfasilitasi, mengupayakan dan juga merealisasikan cita-cita atau target anak-anak

“Semuanya mesti sinergi antara anak-anak, orang tua, dan klub. Semuanya mempunyai tujuan dan target yang harus dicapai bersama-sama,” pungkas Rd Iman Firmansyah. ( asep syahmid)

Jelang Pemilu, Nasdem Rapatkan Barisan

0

jurnalinspirasi.co.id – DPD Partai Nasdem Kota Bogor menggelar apel konsolidasi bagi para bakal calon legislatif (bacaleg).

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Bogor Benninu Argoebie mengatakan bahwa pihaknya melaunching nomor urut bacaleg berdasarkan penetapan pada Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU Kota Bogor.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penguatan dan kesiapan para bacaleg dengan cara segera terjun ke masyarakat.

“Kami tekankan terkait kohesifitas antara bacaleg, dan peran serta DPC dan DPRT untuk mengawal bacaleg kita. Kita ingin membuat satu pergerakan ini yang terintegrasi semua dan ini harus kita mulai hari ini,” ungkapnya.

Benn menegaskan bahwa Nasdem Kota Bogor juga membahas terkait persiapan untuk terlibat dalam apel siaga atau Konsolidasi Akbar Partai Nasdem yang akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada 16 Juli 2023.

“Apel siaga tanggal 16 ini adalah untuk apel siaga struktur pengurus Partai Nasdem, nanti sekitar 150 ribu kader Partai Nasdem dari seluruh Indonesia akan hadir. Jadi nanti itu akan dihadiri ketua umum (Surya Paloh) dan calon presiden Anies Baswedan yang akan pidato,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata dia, DPD Nasdem memberikan laptop kepada seluruh ketua DPC untuk mendorong kinerja dalam mengejar target menyusun strategi.

“Kami bagikan laptop secara cuma-cuma kepada seluruh Ketua DPC supaya kinerja mereka makin bagus, sebelumnya kita juga sudah bagikan motor,” ucapnya.

“Sebab kita punya target minimal 1 fraksi harus kita kejar, kalau bisa 10 kursi DPRD Kota Bogor. Karena sudah ada yang punya 10 kursi saat ini, jadi bukan hal yang mustahil untuk kita kejar,” bwber dia.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Bogor, Devie Prihatini Sultani menegaskan bahwa dilaksanakannya kegiatan itu sebagai momentum untuk meyakinkan para bacalegnya agar bersiap menghadapi Pileg 2024.

Terbukti, dari 50 bacaleg yang akan maju nanti hanya 3 orang yang harus memperbaiki sejumlah kelengkapan atau persyaratan, selebihnya dinyatakan lolos dan siap tarung.

“Perbaikan ada 3 orang, satu dari Bogsel dan dua dari Bogor Tengah dan Insya Allah dalam 2-3 hari kedepan clear semua. Alhamdulillah hari ini hasilnya cukup memuaskan buat kita pengurus DPD,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Hadits Hari Ini

0

Surga Itu Dekat

Sahih al-Bukhori:6007

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

الْجَنَّةُ أَقْرَبُ إِلَى أَحَدِكُمْ مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ وَالنَّارُ مِثْلُ ذَلِكَ.

Dari Abdullah ra, dia berkata: Nabi saw bersabda:

Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya, neraka juga seperti itu.

Pesan :

  1. Mencapai surga sangatlah mudah. Namun begitu juga mencapai neraka.
  2. Amalan baik yang kecil bisa jadi penyebab seseorang masuk surga. Namun amalan buruk yang di mata seseorang sepele bisa jadi penyebab orang itu masuk neraka.

Harumkan Kota Bogor, Dua Pegiat AKTI Raih Emas dan Perak Untuk Kemenangan Jabar di Fornas ke VII

0

Bandung | Jurnal Bogor

Dua pegiat Inorga Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) KORMI Kota Bogor berhasil menyabet dua medali pada kategori pertandingan Phibu pada Fornas ke VII 2023 Jawa Barat.

Medali emas diraih oleh Adham Daniel Afdlan Islam di kelas 56kg junior putra, dan medali Perak didapatkan oleh Syahid Abdur Rohim pada kelas 52kg senior putra.

Adham asal Kota Bogor yang memperkuat Jawa Barat, meraih medali emas setelah mengalahkan pegiat Phibu Nehan Jafrul Priyanto asal Banten di babak final. Sedangkan Syahid Abdur Rohim harus puas menerima medali perak setelah dikalahkan oleh Achmad Naafi dari Jawa Timur pada laga final yang berlangsung di GOR indoor stadion Si Jalak Harupat, pada Kamis 6 Juli 2023.

Ketua KORMI Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengaku bangga dengan perolehan dua medali pada Inorga AKTI. “Alhamdulilah dua medali yaitu emas dan perak dihasilkan dari dua pegiat AKTI KORMI Kota Bogor untuk menambah kemenangan Jabar menjadi juara pada Fornas ke VII ini,” ucap Zaenul.

Pria yang akrab disapa ZM ini mengungkapkan, setiap ajang perhelatan festival olahraga, Inorga AKTI Kota Bogor konsisten menyumbangkan prestasi. Tentunya ini menjadi tolak ukur dan motivasi bagi Inorga lain dalam mengikuti perhelatan festival olahraga. Baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pegiat yang bertanding dan pelatih, telah bekerja keras hingga menorehkan prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Kota Bogor di tingkat nasional.

“Masih ada beberapa Inorga yang akan bertanding hingga penutupan nanti. Semoga Inorga KORMI Kota Bogor yang bertanding terus berprestasi untuk menguatkan kemenangan Jabar Juara di Fornas ke VII 2023 ini,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Kadispora Kota Bogor Herry Karnadi yang melihat langsung final pertandingan Phibu mengatakan, sebuah prestasi membanggakan dihasilkan oleh pegiat AKTI Kota Bogor, sehingga mampu meraih medali emas dan perak. KORMI Kota Bogor memiliki potensi-potensi atlet yang juga menghasilkan prestasi, bukan sekedar olahraga tradisional, kebugaran, kesehatan dan rekreasi saja.

“Selamat tadi sudah meraih dua medali yaitu emas dan perak saat final. Tentunya ini sangat membanggakan dan membawa harum nama Kota Bogor di kancah pertandingan event nasional. Atlet nya juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan pada turnamen lainnya. Torehan prestasi yang dihasilkan dari KORMI Kota Bogor ini, membantu kemenangan untuk Jabar agar menjadi juara,” ucap Hery usai menyaksikan pertandingan final Phibu. ( asep syahmid)

Pertandingan di Hari ke-4 FORNAS VII Jawa Barat, Denda Alamsyah: Pegiat Menjadi Semakin Seru dan Ramai

0

Bandung | Jurnal Bogor

Kemeriahan acara FORNAS VII Jawa Barat semakin terlihat pada Hari ke-5 di beberapa Venue Induk Olahraga (Inorga), termasuk venue pertandingan Ketapel dan Pahanan, pada Kamis (06/07/2023).

Dalam sambutannya, Denda Alamsyah, Ketua Umum sekaligus Ketua Pelaksana FORNAS VII Jawa Barat, menyatakan kegembiraannya dengan semaraknya acara FORNAS VII pada Hari ke-4, terutama di venue Ketapel, Panahan, dan Sumpitan. Ketiga cabang olahraga ini berlangsung di lapangan Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung.

Denda Alamsyah juga menambahkan bahwa pada Hari ke-4 pelaksanaan FORNAS VII, kondisi acara terjaga dengan baik, dan cuaca yang cerah pagi itu sangat mendukung kelancaran kegiatan. Pantauan di lapangan menunjukkan suasana yang meriah di venue Pertandingan Ketapel, Panahan, dan Sumpitan.

Cabang Olahraga Ketapel:
Thadeus Kotouke, salah satu peserta dari Mimika, Papua Tengah, mengikuti cabang Ketapel untuk pertama kalinya dalam FORNAS VII Jawa Barat. Meskipun persiapan atlet hanya berlatih kurang dari setahun, ia dan seluruh atletnya berjanji memberikan yang terbaik dalam FORNAS VII Jawa Barat.

Cabang Olahraga Panahan:
Di Cabang Olahraga Panahan, terdapat 16 kategori. Menurut panitia pelaksana, persaingan di cabang olahraga ini sangat ketat, sehingga sulit untuk memprediksi calon juara. Untuk update klasemen sementara, dapat diakses melalui laman resmi Panitia FORNAS VII Jawa Barat: https://fornas-vii.sisti-kormi.id/umum_hasil_pertandingan.php.

Cabang Olahraga Sumpit:
Dalam lapangan Si Jalak Harupat, terdapat 3 Cabang Olahraga yang dipertandingkan. Cabor Sumpit menarik banyak penonton, pemain, dan official sejak pagi hingga menjelang sore.

Danianus Petrus, salah satu pelatih Sumpit dari kontingen provinsi Kalimantan Barat, menjelaskan bahwa kontingen mereka mengikuti seluruh 12 kelas yang dipertandingkan. Ia juga menambahkan bahwa sejak awal FORNAS, mereka telah secara aktif berpartisipasi dalam Cabor Sumpit, termasuk di FORNAS VII Jawa Barat ini.

Dibandingkan dengan FORNAS sebelumnya, FORNAS VII Jawa Barat menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan acara yang lebih baik dan lebih meriah. Keberadaan streaming pertandingan yang menyiarkan secara live juga memberikan dukungan yang besar bagi teman dan keluarga pemain yang dapat menyaksikan pertandingan sesuai keinginan mereka, ungkap Danianus.

PT MKK Disinyalir Langgar Perizinan Tambang

0

Cariu | Jurnal Bogor

Lahan di Kecamatan Cariu yang memiliki banyak kandungan mineral menjadikan Cariu sebagai salahsatu wilayah tambang potensial di Kabupaten Bogor. Namun, minimnya pengawasan dari pemerintah, membuat aktivitas pertambangan ilegal menjadi kian marak, khususnya tanah bahan keramik dan urukan.

Bahkan, untuk perusahaan yang sudah mengantongi izin tambang, dalam praktiknya banyak terjadi pelanggaran dan penyelewengan izin.

Dari penelusuran di lapangan, salahsatu usaha tambang berizin yang disinyalir melanggar dan menyelewengkan perizinan tambang adalah PT Mitra Kartika Karya di Desa Cibatutiga, Cariu. Pasalnya, aktivitas tambang dari lokasi lebih banyak menjual tanah bahan keramik dan urukan. Padahal izin yang diberikan kepada PT Mitra Kartika Karya (MKK) adalah tambang Pasir Kuarsa.

Hal ini terlihat dari banyaknya kendaraan angkutan tambang yang keluar masuk dari lokasi dengan membawa bahan keramik dan tanah urukan untuk dikirim ke beberapa wilayah seperti Bekasi, Cikarang dan Cikande yang membutuhkan bahan produksi untuk genteng dan keramik.

Aktivitas produksi tambang tersebut tentunya merupakan sebuah pelanggaran terhadap perizinan yang diberikan kepada PT MKK. Namun karena minimnya kontrol dan pengawasan dari pemerintah aktivitas ilegal tersebut masih terus berjalan selama bertahun-tahun.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, aktivitas eksplorasi dan produksi berbagai jenis pertambangan harus dilaksanakan sesuai dengan klasifikasi perizinan yang telah diberikan pemerintah.

“Aktivitas pertambangan ada berbagai jenis mulai dari Mineral bukan logam sampai batuan atau yang dulu biasa dikenal dengan Galian C. Oleh karena itu, pengajuan izin usaha tambang harus disesuaikan dengan potensi tambang dan rencana produksi. Sehingga dalam prakteknya tidak ada penyimpangan atau penyelewenangan izin,” kata Agung.

Terkait izin yang dimiliki oleh PT MKK dengan katagori izin Pasir Kuarsa, Agung mengatakan, PT MKK diperbolehkan untuk melakukan aktivitas eksplorasi dan produksi Pasir Kuarsa dari lokasi tambang. Namun jika yang diproduksi adalah tambang batuan atau golongan c maka hal itu tidak diperbolehkan. “Kalau izinnya Pasir Kuarsa maka tidak boleh produksi tanah urukan atau bahan keramik. Karena izinnya berbeda,” ujarnya.

** Taufik/Nay

Jaga Kearipan Lokal, Saung Payung di Pasirgintung Gunakan Daun Rumbia

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Warga di Kampung Pasirgintung RT 03 RW 05 Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor masih ada yang melestarikan penggunaan daun rumbia atau dalam bahasa Sunda daun kiray. Seperti yang dilakukan Mang Uding yang melakukan anyaman daun rumbia untuk pembuatan saung payung.

“Meski hasil kerajinan atap daun rumbia hanya digunakan untuk fasilitas umum, paling tidak kita bisa memanfaatkan potensi alam yang ada disekitar,” kata Mang Uding sapaan akrabnya ditemui saat melakukan aktivitas membuat anyaman atap daun rumbia, Kamis (5/7)

Menurutnya, seiring perkembangan jaman ditengah serba modern ini, secara drastis bangunan rumah masyarakat yang menggunakan  bahan alami atap daun rumbia kini mulai tersisihkan beralih ke yang lebih modern seperti spandek atau genten metal.

Namun daun rumbia yang dibuatnya tetap menjadi kebutuhan untuk melengkapi fasilitas umum seperti di lapangan multifungsi (Pemersatu). “Manyoritas masyarakat memang telah menggunakan seperti genteng metal atau asbes sebagai bahan utama atap rumah. Pengunaan atap bahan material genteng terbilang praktis serta lebih mudah didapatkan di toko-toko bangunan. Namun yang berbahan alam juga ada peminatnya dengen kelebihan menambah estetika dan terkesan asri,” ujarnya.

Tak hanya daun rumbia, termasuk daun alang -alang pun bisa dimanfaatkan sebagai anyaman atap rumah. “Alang – alang tentu bisa digunakan, namun daun rumbia lebih awet hingga bertahan 7 tahunan,” jelas Mang Uding lagi.

Menurutnya, atap daun rumbia, selain menjaga warisan nenek moyang juga sebagai bentuk syukur dengan kekayaan alam yang telah Allah ciptakan menjadikan nilai manfaat bagi manusia.

** Arip Ekon