27.4 C
Bogor
Sunday, July 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 551

Light Up The Dream PLN Gunung Putri Pasang Listrik Gratis di Desa Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Semarak perayaan HUT Kemerdekaan ke-78 RI, bagi PLN  UP3 Gunung Putri terasa semakin spesial dengan adanya program Light Up The Dream dengan tema “Semarak HUT RI Ke-78, Light Up The Dream, Peduli Sesama, Menyala Bersama, Menerangi Bangsa” yang bertujuan mewujudkan mimpi masyarakat yang kurang mampu.

Light Up The Dream adalah program bantuan penyambungan listrik tanpa biaya, hasil dari donasi yang dilakukan oleh pegawai PLN untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan listrik.

Sementara warga Kp Pojok Lame Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor gembira PLN Gunung Putri kembali melakukan penyalaan listrik  gratis kepada 6  pelanggan kurang mampu disaksikan oleh pengurus  RT dan RW setempat.

“Kami sangat bersyukur dipasang listrik secara gratis oleh PLN, sekarang saya bisa mengaji di malam hari,” kata Subki, salah satu penerima bantuan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Komarudin warga desa Sukamakmur. “Seneng banget dikasih listrik gratis oleh PLN, senang sudah punya listrik sendiri.” cetusnya.

Sementara Manager ULP Jonggol, Dimas Aditya Nugraha berharap sambungan listrik gratis yang diberikan oleh PLN dapat bermanfaat bagi keluarga yang menerima bantuan, terutama saat melaksanakan aktivitas di malam hari.

” Semoga apa yang kami berikan bisa membantu warga, terutama untuk aktivitas rumah tangga,” tandasnya.

Terpisah, Manager PLN UP3 Gunung Putri Alamsyah Anwar menyampaikan apresiasi atas niat baik dan tulus dari pegawai PLN Gunung Putri untuk memberikan yang terbaik bukan hanya untuk perusahaan tapi juga untuk masyarakat di sekitarnya.

” Saya berharap program ini bisa terus berlanjut sehingga masyarakat yang kurang mampu yang belum memiliki listrik dapat  terbantu dan lebih nyaman melaksanakan aktivitas di malam hari seperti melaksanakan ibadah dan aktivitas lainnya karena adanya penerangan,” terangnya.

Hal senada disampaikan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Susiana Mutia yang memberikan  dukungan penuh atas kegiatan LUTD.

” Kegiatan sukarela dari para pegawai ini diharapkan dapat terus dilaksanakan dan bisa menyalakan mimpi lebih banyak penerima,” harapnya.

** Nay Nur’ain

RSUD Leuwiliang Jaga Soliditas dengan Aneka Lomba dan Berbagi dengan Anak Yatim

0

Semarak HUT RI ke-78 2023

Leuwiliang | Jurnal Bogor

RSUD Leuwiliang menggelar perayaan HUT RI ke-78 2023 lebih semarak dari sebelumnya dengan berbagai lomba dan lebih solid dengan melibatkan seluruh pegawainya mulai dari tenaga kebersihan hingga level manajemen. Pada puncak perayaan, Selasa (22/8), RSUD Leuwiliang juga peduli sosial dengan menyantuni ratusan anak yatim.

Penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim.

“Tahun ini perayaan HUT RI penekanannya adalah membangun komunikasi dan team work, serta ada kepedulian sosial, ada sekitar seratus anak yatim yang kami santuni,” ujar Direktur RSUD Leuwiliang dr Vitrie Winastri, S.H. MARS disela kegiatan puncak perayaan HUT RI Ke-78 di Gedung RSUD Leuwiliang, Selasa (22/8).

Sehingga bukan hanya kegiatan perlombaan saja yang menghiasi kemeriahan HUT kemerdekaan RI ke-78, namun RSUD Leuwiliang juga berbagi kebahagian dengan ratusan anak yatim. Santunan yang diberikan, Vitrie berupa uang dan bingkisan. Adapun, anak yatim yang menerima santunan mulai dari usia SD hingga SMP. Dirinya berharap santunan bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan berguna bagi anak yatim.    

Bukan hanya santunan, kegiatan memeriahkan HUT RI ke-78 yang dilakukan RSUD Leuwiliang juga dilakukan diluar rumah sakit seperti sosialisasi masalah stunting yang digelar di sekitar Puskesmas Sadeng Kolot. Hal itu dilakukan agar masyarakat tahu dan memahami bagaimana cara mencegah anak agar tidak stunting.

Penyuluhan stunting di Sadeng Kolot

“Mengingat, isu stunting ini sedang ramai, jadi salah satu kegiatan bakti sosial kami di luar rumah sakit yakni melakukan sosialisasi tentang pencegahan stunting,” tutur Dirut RSUD Leuwiliang.

Sedangkan upaya membangun soliditas pegawai terlihat pada lomba membuat nasi goreng, dimana ada 10 grup dan masing-masing grup diisi dari berbagai unit sehingga 1 grup tersebut campuran dari beragam unit. “Ini melatih team work dan komunikasi. Tentu dalam lomba ini diperlukan komunikasi yang nantinya diperlukan saat bekerja di RSUD Leuwiliang. Hasil lomba nasi goreng, ada yang terlalu pedas, terlalu asin da nada juga yang pas enak,” ungkap Vitrie.

lomba balap karung

Ketua Panitia Pelaksana Didih Sutendi, A.Md.Kep juga menjelaskan perayaan HUT RI di RSUD Leuwiliang tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya dengan lebih banyak lomba dan ada sisi lain seperti sosial dan melibatkan seluruh karyawan. “Seperti yang disampaikan Ibu Direktur, ada santunan dan sosialisasi juga masalah stunting,” jelas Didih yang menjabat Kepala Ruangan Instalasi Hemodialisa.

“Jadi lebih lengkap, ada penyuluhan stunting, olahraga, seni dan lomba tradisonal seperti balap karung dan lain-lain,” tandasnya.

“Banyak perlombaan yang kami hadirkan seperti pertandingan tenis meja, bola voli, badminton, sepak bola, senam, RSUD Got Talent, lomba kebersihan dan memasak nasi goreng,” tutur Didih.

Kegiatan perlombaan yang digelar sejak 2 Agustus 2023 tersebut untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kekompakan antarkaryawan mulai dari cleaning service hingga dokter.

Penyerahan hadiah

 “Pada acara puncak, kami memotong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah yng sudah memberikan nikmat sehat dan kekompakan selama kami bekerja di RSUD Leuwiliang ini,” katanya.

Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 09:00 WIB hingga 13:00 WIB itu, menampilkan berbagai pentas seni seperti penampilan 3 besar finalis RSUDL Got Talent, penampilan tari Saman dan angklung, serta penyerahan hadiah kepada para juara dan doorprize untuk karyawan RSUD Leuwiliang.

** aseps.sayyev

Agar Hidup Sehat dengan Hirup Udara Bersih, Rayendra Centre Bagikan 1.000 Masker

0

Bogor | Jurnal Bogor

Senada seiring dengan kebijakan Pemerintah Kota Bogor, Rayendra Center membuat gerakan 1.000 masker untuk program membantu mengatasi polusi udara yang belakangan terjadi di Kota Bogor.

Gerakan ini dilaksanakan di beberapa ruas jalan protokol di Kota Bogor, diantaranya Aun – alun dan simpangan Jambu Dua. Target pemberian masker adalah pengendara motor dan warga yang melintas

Diinformasikan sejumlah awak media bahwa kualitas udara Kota Bogor pada Minggu lalu masih dalam kategori sedang. Indeks kualitas udara Kota Bogor mencapai 97.

Dokter Rayendra, founder Rayendra Center mengatakan pihaknya akan terus bergerak dan berbuat untuk warga Kota Bogor.

“Kami sudah bagikan 1.000 masker untuk ikut mewaspadai bahaya polusi. Minimal warga makin sadar bahwa udara saat ini sedang tidak baik-baik saja,” katanya, Rabu (23/08/2023).

Dokter yang kini aktif dalam program Ngariung Sehat itu menerangkan, pihaknya akan terus memantau keadaan udara dan statistik statusnya serta ikut serta menyehatkan Kota.

“Kami berbuat apa yang bisa diperbuat, sekecil apapun dampaknya kami harap bisa turut membantu Pemerintah Kota Bogor untuk menyehatkan Kota,” ujarnya.

Dokter Rayendra berharap kondisi ini segera berakhir dan udara Kota Bogor bisa kembali sehat untuk dihirup.

“Semoga kesadaran warga bertambah untuk kembali menggunakan masker di kesehariannya,” kata Reyendra menutupi.

** m.yusuf

Hadits Hari Ini

0

Keutamaan Syahid di Jalan Allah

Sahih al-Bukhori:6686

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ وَدِدْتُ أَنِّي أُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا، ثُمَّ أُقْتَلُ ثُمَّ أُحْيَا، ثُمَّ أُقْتَلُ.

Dari Abu Hurairah: Bahwa Rasulullah saw bersabda:

Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku suka jika aku berperang di jalan Allah, lantas aku terbunuh, kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh, kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh.

Pesan :
Syahid dalam peperangan di jalan Allah memiliki keutamaan yang sangat besar, hingga Rasulullah bersabda bahwa beliau suka jika beliau syahid, kemudian dihidupkan kembali, lalu syahid kemudian dihidupkan kembali, kemudian gugur sebagai syahid lagi.

Selamat Ultah 61 Tahun Istriku yang Cantik nan Solehah

0

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Pada hari ini, Rabu 23 Agustus 2023, istriku Hj.Sudarijati Apendi yang dimataku adalah seorang perempuan yang  cantik nan solehah, alhamdulillah kini seorang wanita yang aku sangat cintai memasuki usia ke-61 tahun.

Aku jujur berkata pada ruang publik ini bahwa walaupun sang pujaan hatiku itu telah beusia kategori  ‘lansia”, akan tetapi aku tetap merasakan, dia adalah sumber kedamaian dan ketentraman hatiku bersama ketiga putriku di rumah tangga.

Subhanallah, aku bersyukur kepada Allah SWT, pendamping hidupku itu dalam keadaan sehat walafiat dan aku mengamati nyonya Atik, begitu nama panggilan sayangnya tetap energik dan bersemangat menunaikan tugas dan kewajiban keluarga (domestik) dan juga tugas-tugas pengabdian masyarakat dan kemanusiaan diluar rumah, terutama tugas-tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi di kampus Universitas Djuanda Bogor yang begitu padat.

Kami berdua, alhamdulillah sama-sama satu profesi selaku dosen tetap yayasan (non ASN) mengabdi di universitas, yang pada tahun 1986 aku ikut mendirikannya. Atik sejak September 1987 bertugas sebagai dosen pada prodi Manajemen Fakultas Ekonomi, dan pernah menjadi Wakil Dekan dan Dekan FE UNIDA, sekarang Sekretaris Senat Akademik UNIDA.

Sedangkan saya bertugas pada Fakultas Pertanian UNIDA Bogor prodi Agribisnis, pernah juga memangku aneka jabatan struktural, terakhir 2010 sebagai Wakil Rektor Satu bidang Akademik UNIDA. Setelah itu, saya banyak meluangkan waktu menjalankan tugas-tugas keprofesian dan pengabdian sosial di luar kampus.

Jujur saya berkata, Atik istriku yang berulangtahun ke 61 thn hari ini Rabu (23/8/2023), sangatlah  mendukung dan berandil besar dalam capaian karier suaminya.

Pada kesempatan ini, aku suamimu dengan tulus ikhlas mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, semoga Allah SWT menjadikan amal sholeh dengan limpahan pahala-Nya. Aku juga memohon maaf kepada Ibunya anak-anakku, atas segala kekhilafan dan kesalahan, yang Ayah perbuat tanpa sadar, baik sengaja maupun tidak yang cukup “membebanimu”.

Aku sadar bahwa mengelola rumah tangga yang Sakinah Mawaddah Warohmah tidaklah mudah dan ringan, penuh tantangan dan rintangan, terutama mendidik ketiga putri kita yang cerdas nan cantik seperti mamanya.

Alhamduillah, aku Ayah dari anak-anakku sungguh berbahagia dan bersyukur kepada Allah SWT bahwa ketiga buah hatiku tumbuh-besar dan berkembang dengan sangat baik dalam proses pendidikan dan berkarier serta berkarya di lingkungan sosial mereka.

Sekali lagi Ayah sungguh berbahagia atas rezeki dan ridho dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang  tersebut  Barang tentu, itu semua berkat usaha dan pengorbanan istriku Atik yang mengutamakan dan menyayangi keluarganya.

Dalam hal ini, kita sangat paham menurut syariah Islam bahwa seorang ibu adalah madrasyah utama dalam kehidupan keluarganya, apalagi sang suami sangat sibuk dengan tugas-tugas publik, menyita banyak waktu diluar rumah. Mohon maaf seperti aku sejak muda hingga sekarang lansia, yang hobby dan gemarnya berorganisasi di beberapa lingkungan sosial, kehadiran sang istriku Atik yang setia mendampingiku sangat terasa besar andilnya dalam mengharungi bahtera keluarga yang penuh liku, dan juga pilu, yang akhirnya sampai juga ke tujuannya, ahamdulillah, subhanallah wallahu akbar.

Dan akhirnya Atik istriku yang milad ke 61 hari ini senantiasa Ayah dan anak-anaknya  mendoakan, senantiasa Ibu/Mama Atik sehat walaffiat, berbahagia selalu, murah rezeki dan panjang umur, serta dianugerahi hidup yang penuh berkah, selamat di dunia dan akhirats. Aamiin.
Syukron barakallah

Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
Pendiri dan Dosen Senior (Assosiate Profesor) Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan.Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek WanKar ICMI Pusat, Ketua  Majelis Pakar Dekopinda Kab Bogor, Pegiat dan Pengamat Sosial

====✅✅✅

Rabu, 23 Agustus 2023, artikel ditulis selama dalam perjalanan via Tol Cikampek, menuju Bandung.City dengan bus GSM rombongan aktivis Gerakan Koperasi (Dekopinda) Kabupaten.Bogor, semua senang dan bergembira utk menghadiri acara puncak  HUT ke-76 tahun 2023 tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sembik Jln Sutta Bandung. Harap maklum dan mohon maaf atas kekurangannya.
Wassalam

Jalan Bebatuan Dibeton, Warga Cibolang Apresiasi Pemdes Banjarwangi

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Warga Kampung Cibolang, Desa Banjarwangi, Ciawi, Kabupaten Bogor mengapresiasi pembangunan betonisasi yang dilaksanakan pemerintah desa. Sebab, keinginan warga bertahun-tahun untuk adanya pembangunan jalan yang selama ini kondisinya bebatuan tersebut, akhirnya terealisasi.

Rohman, warga Kampung Cibolang RW 01 mengatakan, meski jalan yang dibangun Pemerintah Desa (Pemdes) Banjarwangi berada di lingkungan kavling perumahan, namun jalan itu masuk kedalam akses utama warga beraktivitas.

 “Memang kalau untuk ke rumah saya harus melewati dulu kavling perumahan. Dibelakang perumahan itu perkampungan warga dan penduduk asli,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (22/8).

Menurutnya, selama ini warga lebih memilih menggunakan akses jalan yang melewati bekas kantor UPT Pendidikan Ciawi, karena kondisi jalan nya sudah bagus, baik saat berangkat kerja, ke pasar, sekolah dan aktivitas lainnya.

 “Makanya untuk menuju ke jalan utama, Kami jarang menggunakan jalan yang sekarang sudah dibangun itu, lantaran kondisi nya bebatuan dan rusak parah,” aku Rohman.

Setelah dibangun dan kondisi jalan sudah bagus, Rohman menyakini jalan tersebut akan ramai dilalui warga beraktivitas dan tentunya dapat membawa dampak positif.

 “Dampak positif bagi kami, pastinya mobilitas akan lancar dan siapa pun pengguna jalan yang melintas merasa nyaman,” paparnya.

Sementara, Totong Nurwanto, pelaksana pembangunan betonisasi jalan Desa Banjarwangi mengungkapkan, pembangunan jalan desa yang dimulai dari depan SMAN 1 Ciawi, persisnya diperbatasan Jalan Veteran Banjarwaru – Cibedug ini, merupakan keinginan warga. Pasalnya, kondisi jalan desa yang merupakan akses utama warga beraktivitas ini, tidak pernah dilakukan pembangunan.

 “Alhamdulillah tahun ini jalan yang tadinya bebatuan, dibangun dengan menggunakan beton,” ujarnya.

Totong menjelaskan, betonisasi jalan desa yang berada di Kampung Cibolang RW 01 RT 02, bersumber anggaran dari bantuan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tahun 2023. Untuk pembangunan betonisasi jalan sepanjang 701 meter, lebar 4,5 meter dan tinggi 15 centimeter.

 “Anggaran tahap satu Bankeu yang diterima desa sebesar 614 juta lebih. Semua anggaran tahap satu dialokasikan untuk pembangunan betonisasi jalan disini,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas beton, lanjutnya, pihak desa bersama TPK mengandeng atau bekerjasama dengan perusahaan beton agar kondisi jalan tetap bagus serta tahan lama.

 “Walau pun bekerjasama dengan pihak perusahaan beton, para pekerja tetap kami libatkan warga setempat,” katanya.

Totong berharap, setelah selesainya pembangunan tahap pertama dengan volume kegiatan sesuai target, Pemkab Bogor segera mencairkan kembali Bankeu tahap ke dua yang nilainya mencapai 40 persen.

 “Tahap pertama itu kan baru 60 persen, tinggal yang sisanya 40 persen lagi. Kami berharap tahap ke dua segera cair agar bisa melanjutkan lagi pembangunan infrastruktur yang belum selesai 100 persen,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

Siswa SMPN 1 Dramaga Kesetrum Listrik Alami Luka Serius

0

Jarak Kabel Listrik tak Aman

Dramaga l Jurnal Bogor

Seorang siswa kelas 9 (3) SMPN 1 Dramaga Muhamad Rehan menjadi korban tersengat aliran listrik saat bermain di lantai dua gedung sekolah. Diketahui jarak bangunan sekolah dengan kabel listrik itu tak aman.

Korban warga warga RT 02/04, Desa Babakan, Dramaga, Kabupaten Bogor ini mengalami luka cukup serius kulit melepuh. Rehan dilarikan ke Rumah Sakit KBP Dramaga untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

Usai kejadian tersebut, akses menuju tangga lantai dua sekolah ditutup menggunakan kursi dan diberikan stiker PLN (Bangunan ini berdekatan dengan tegangan listrik).

Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Dramaga, Neli Latifah menerangkan, kejadian itu terjadi pada Senin (21/8) saat jam istirahat. Saat itu, pihak sekolah tengah mengumpulkan siswa di lapangan dalam rangka  memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-78.

Namun karena sudah masuk waktu sholat Dzuhur, anak-anak diarahkan untuk sholat atau istirahat. Sontak  pihak sekolah mendapatkan kabar ada siswa yang kesetrum listrik di lantai dua. 

“Korban Muhammad Rehan siswa kelas 9 (3) yang mengalami luka bakar akibat tersengat listrik langsung ditandu dan dibawa ke rumah sakit. Korban cepat ditangani, kemudian pihak keluarga pun langsung dihubungi,” ujar Wakil Kepala sekolah SMPN 1 Dramaga Neli Latifah kepada wartawan, Selasa (22/8).

Neli mengungkapkan, menurut keterangan siswa, awalnya yang naik ke lantai dua ada 10 siswa.  Namun, saat kejadian ada empat orang, salah satunya Rehan.

“Menurut cerita siswa, memang keempat siswa tersebut sempat iseng siapa yang berani pegang kabel listrik tersebut dapet Rp 100 ribu. Hingga akhirnya  Rehan tersengat aliran listrik,” ujarnya.

Terkait berdekatannya bangunan sekolah dengan kabel listrik, dirinya tidak mengetahui secara jelas dari awalnya.  Pihak sekolah juga sudah menghubugi PLN, terkait penanganan sementara aliran listrik tersebut .

“Saat ini tangga menuju lantai dua sudah ditutup dan pihak sekolah bersama Wali Kelas dan Komite Sekolah sudah bermusyawarah membantu biaya pengobatan Rehan,” ungkapnya.

Sementara itu Bagian Teknik PLN ULP Bogor Kota, Fikri mengatakan pihak PLN sudah memasang stiker peringatan, “Awas bahaya ada tegangan arus listrik” . Pihak PLN juga sudah mengecek ke lokasi kabel yang berdekatan dengan banggunan sekolah.

Kabel tersebut bertegangan tinggi dan jalur utama ke wilayah Desa Cikarawang. Untuk sementara jenis penghantar arus digantikan, namun untuk arus listrik tidak dipadamkan.

“Kita sudah memberikan peringatan agar bangunan sekolah tersebut tidak berdekatan dengan kabel listrik. Minimal dari jarak kabel listrik utama ke bangunan sekitar 2 meter,” tandasnya.

** Arip Ekon

Keterbatasan Ekonomi, Warga Teluk Pinang Hanya Bisa Berbaring

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Kesehatan adalah kesejahteraan fisik yang  tentu diinginkan semua orang. Hal itu juga diharapkan oleh wanita paruh baya warga Kampung Teluk Pinang RT 01 RW 04 Desa Teluk Pinang, Ciawi, Kabupaten Bogor setelah 10 tahun penyakit yang dideritanya.

Ibu Ijo perempuan kelahiran 1949 saat ini hanya bisa berbaring di tempat tidur setelah penyakit diabetes dengan kadar gula mencapai 600 sehingga mengakibatkan komplikasi yang fatal.

“Jadi Ibu Ijo ini menderita sakitnya sudah 10 tahun, tetapi luka di kaki kanan sehingga tidak bisa jalan baru selama 6 bulan,” kata salah satu kerabatnya, Jaya saat dikonfirmasi Jurnal Bogor, Selasa (22/8).

Dia memaparkan, bahwa Bu Ijo saat ini hanya bisa berbaring tak bisa banyak aktivitas yang dia lakukan. Semakin parahnya sakit Bu Ijo karena keterbatasan ekonomi yang menyebabkannya tidak bisa melakukan pemantauan terhadap kadar gula darahnya secara berkala.

“Sekarang hanya bisa terbaring gitu aja. makan juga paling sehari tiga suap, dan suaminya juga sudah tua,” katanya.

Jadi kata dia, sejauh ini Bu Ijo belum melakukan pengobatan lanjut. Kendati memiliki BPJS yang masih aktif.

“Saat ini belum, mungkin dulu udah pernah. Karena keterbatasan ekonomi sehingga tidak bisa membawa ke rumah sakit,” katanya.

Saat ini, yang diharapkan oleh Bu Ijo menginginkan kesembuhannya, selain itu agar untuk bisa membantu sementara waktu aktivitasnya dia membutuhkan tongkat dan kursi roda.

“Pertama kesembuhan, dan yang kedua tongkat yang kakinya empat ya serta kursi roda,” paparnya.

** Andres

Ratusan Siswa Smanel Diterima di PTN dan Lulusannya Banyak Berkiprah

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Leuwiliang, Kabupaten Bogor terus alami peningkatan, baik itu dari sisi prestasi siswa maupun para alumni yang kini diketahui ada yang menjadi abdi negara maupun pejabat birokrasi di pemerintahan.

Sekolah berjuluk Smanel yang jadi sekolah favorit  di willayah Bogor barat dan sekitarnya, pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2023 sebanyak 127 siswa diterima di PTN dan Poltekkes.

Bahkan tak sedikit alumi Smannel yang telah menorehkan prestasi, salah satu Defia Rosmianiar telah berhasil menyumbangkan medali emas pertama untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018. Atlet muda berusia 23 tahun itu rupanya sudah sering kali memperoleh medali setiap kali turun bertanding di kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Bahkan mantan Kapolres Bogor Brigjen Pol Asep Safrudin, S.I.K lulusan Smannel kini  menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau. Begitu juga dengan lulusan Smannel Asep Wahyu Wijaya alias Kang AW telah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dapil 6 Kabupaten Bogor.

“Kita mempersiapkan siswa untuk masuk perguruan tinggi terutama negeri itu dari semenjak kelas 10, mereka diarahkan punya prestasi untuk dipertahankan. Sehingga nanti peluang untuk masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes istilahnya SNMPTN itu lebih besar,” kata Kepala sekolah SMAN 1 Leuwiliang H.Taopik, Selasa (22/8).

Dia mengatakan, prestasi Smanel terus naik dan peluang untuk masuk ke perguruan tinggi lebih besar. Tak hanya itu, lewat tes atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) itu juga sudah disiapkan dari kelas 10.

“Jadi tidak mengandalkan pembinaan atau bandingan di kelas akhir tapi kita sudah siapkan dari kelas 10,” bebernya.

Menurut Topik pihaknya juga mengarahkan agar pelajar  untuk tidak ambisi masuk ke perguruan tinggi yang diidamkan atau yang nilainya tinggi.

“Selain itu kita arahkan juga mereka tidak terlalu untuk berambisi masuk perguruan tinggi yang favorit. Saya pernah bilang kalau kamu mau jadi sarjana ekonomi tidak mesti harus lulusan UI, gradenya di bawah itu juga tak masalah. Tetapi bukan berarti mereka tidak boleh masuk UI, Unpad, IPB, tetap ada yang masuk juga kesana,” paparnya.

Bahkan pada tahun sebelumnya ada yang diterima di dua perguruan tinggi, baik UI dan IPB. Kemudian di tahun ini dari satu orang ada yang diterima di 4 perguruan tinggi melalui jalur mandiri.

“Jadi pembinaan kita dilakukan sejak awal. Pertama tadi masalah prestasi motivasi belajar yang kedua masalah pilihan perguruan tinggi,” tegasnya.

Dia berpesan pada pelajar untuk bersyukur telah diterima dan meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Harus bersyukur, karena memang itu salah satu berkah yang diberikan bisa masuk perguruan tinggi negeri tapi bagi yang belum walaupun di swasta teruskan. Saya berharap lulusan Smanel tidak berhenti sekolah hanya lulus SMA tapi masuk perguruan tinggi, baik itu negeri maupun swasta,” katanya.

Menurutnya, meski hal tersebut adalah usaha mereka-masing masing, tapi ada kontribusi dari  orang tua dan guru sehingga jangan lupa dengan jasa kedua orang.

“Kalau sudah sukses balik ke sekolah dimana mereka bersekolah untuk menyampaikan kabar baiknya supaya menjadi motivasi buat ade-ade kelas ini. Tahun depan mudah-mudahan ada yang masuk kedokteran umum IPB,” jelasnya.

** Andres

Tanjungsari Mulai Dilanda Kekeringan, Ribuan Jiwa Terdampak

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Selain Jonggol, Sukamakmur dan Cariu, kini kekeringan mulai melanda Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Kekeringan meluas di beberapa desa dan dari empat kampung di dua desa, tercatat ada 1.781 jiwa yang terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan pasokan air bersih.

“Untuk sementara di beberapa kampung kebutuhan air bersih sudah terpenuhi, dan ada beberapa wilayah lagi yang masih membutuhkan pendistribusian air bersih,” kata Kasi Kadaruratan BPBD Kabupaten Bogor, M Adam kepada wartawan, Selasa (22/8).

Penyebab kekeringan, dimana mata air yang menjadi sumber air warga mengalami kekeringan. Ditambah lagi tidak adanya curah hujan membuat warga tidak memiliki sumber air alternatif.

“ Kekeringan imbas musim kemarau di Kabupaten Bogor mulai meluas ke sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tanjungsari. Kalau beberapa pekan lalu di wilayah Tanjungsari menurut tak ada laporan warga yang terdampak kekeringan, namun kini daerah ini ikut menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan,” kata Adam.

Menurut dia, berdasarkan data dan laporan dari lapangan, setidaknya ada dua Desa di Kecamatan Tanjungsari yang mulai terdampak kekeringan. Kedua desa tersebut adalah Desa Buanajaya dan Desa Tanjungsari.

“Kekeringan dikarenakan tidak adanya curah hujan di wilayah tersebut sehingga mengakibatkan sumber mata air warga berkurang,” kata Adam.

Kondisi tersebut, lanjut Adam, membuat warga di Desa Buanajaya dan Tanjungsari mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“BPBD sudah mendidistribusikan bantuan air bersih ke tiga kampung di dua desa tersebut menggunakan tangki mobil namun itu pun belum cukup untuk mengatasi permasalahan warga terkait pasokan air bersih. Maka akan kami agendakan untuk pemberian bantuan air bersih lagi,” jelasnya. Taufik / Nay