30.9 C
Bogor
Saturday, July 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 544

Program Aspirasi, Fathoni Bangun Drainase di Kampung Bakom

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Program aspirasi anggota DPRD Kabupaten Bogor  Achmad Fathoni kali ini menyasar RT 05 RW 04 Kampung Bakom, Desa Limusnunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor berupa pembangunan drainase. Hal itu dilakukan berdasarkan aspirasi dari masyarakat dan Pemerintah Desa yang memerlukan perbaikan drainase di beberapa titik yang rawan terjadi banjir pada saat musim hujan.

” Di lokasi ini kalau musim hujan air naik ke pemukiman warga karena drainasenya sempit. Apalagi sejak adanya kawasan industri, kalau hujan deras pasti banjir. Makanya kita mengajukan perbaikan drainase,” kata Ketua RT 05 Kampung Bakom, Eno kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/8/23).

Menurut dia, persoalan banjir merupakan masalah rutin yang dihadapi oleh warga RT 05 setiap tahun. Oleh karena itu, sudah sejak lama warga mengajukan perbaikan drainase namun belum juga direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten bogor.

“Kita mengajukan perbaikan drainase ini sudah lama sebenernya tapi tidak kunjung diperbaiki. Alhamdulilah sekarang bisa diperbaiki oleh kang Fathoni melalui program aspirasi dewan,” ujarnya.

Sementara itu Kasie Kesra Desa Limusnunggal, Idam Damiri mengatakan, ada beberapa titik drainase yang memang sudah layak mendapat perbaikan karena sudah menyempit dan mengalami pemdangkalan. Hal itu, menurutnya menjadi salahsatu penyebab utama terjadinya banjir di wilayah Kampung Bakom.

“Salahsatu titiknya adalah yang saat ini diperbaiki oleh pak Fathoni melalui aapirasi dewan. Mudah-mudahan hal ini dapat mengurangi banjir di Kampung Bakom pada saat musim hujan nanti,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Idam atasnama Pemerintah Desa,  dirinya menyampaikan terima kasih atas kepedulian Achmad Fathoni terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di Desa Limusnunggal. Hal tersebut menurutnya sangat membantu pemerintah desa dalam mengatasi persoalan di masyarakat, khususnya terkait banjir.

“Saya sampaikan terima kasih kepada pak Fathoni yang sudah menyalurkan aspirasinya di Kampung Bakom ini. Mudah-mudahan ke depan bisa dilanjutkan ke titik berikutnya yang masih terhubung dengan drainase yang diperbaiki saat ini,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Achmad Fathoni mengatakan, proses pembangunan di desa diperlukan sinergitas antara pemerintah desa dan anggota dewan. Karena program aspirasi dari dewan merupakan penyelarasan antara program yang diajukan oleh Pemerintah Desa melalui Musrenbang.

“Oleh karena itu saya menekankan pentingnya komunikasi antara anggota DPRD dengan kepala desa terkait program pembangunan di desa. Sehingga program tersebut dapat diselaraskan dan direalisasikan,” kata Fathoni.

Ia berharap, program aspirasi tersebut dapat bermanfaat dan menjadi solusi dalam menangani permasalahan warga pada saat musim hujan. Ia pun mengajak warga agar bersama-sama menjaga dan merawat drainase agar dapat berfungsi dengan baik.

“Ke depan ini tentunya menjadi tanggungjawab bersama, khususnya warga agar drainase tetap berfungsi, tidak menyempit dan dipenuhi sampah,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Dechan Agendakan Uji Coba Tim Bola Voli Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita, memastikan tim bola voli putra dan putri binaannya, akan melakoni laga uji coba dengan beberapa klub bola voli yang ada di Kota Bandung pada 7-8 September 2023.

Laga uji coba dengan beberapa klub voli di Kota Bandung, kata Dede Chandra, merupakan satu keharusan. Karena sambung Decan-sapaan akrab politisi Partai Demokrat ini, laga uji coba tersebut, bertujuan untuk mengetahui kekuatan tim voli putra dan putri Kabupaten Bogor, serta ingin melihat peta kekuatan dari lawan.

Apalagi kata, Decan para pemain yang saat ini ada, merupakan atlet yang akan dipersiapkan untuk membela Kabupaten Bogor, pada pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat tahun 2026, yang akan dilaksanakan di Kota Bogor.

“Kita hanya ingin tahu kemampuan dari atlet-atlet kami, sebab melalui ujicoba ini kita isa tahu kekurangan yang ada pada masing-masing atlet. Apalagi mereka ini, nantinya akan kita persiapan untuk membela Kabupaten Bogor, di ajang Porda Jabar 2026,” kata Decan menjelaskan.

Lebih lanjut Decan menjelaskan, bahwa Porda 2026 mendatang, merupakan Porda yang sangat ketat dalam perebutan medali emas.  Maka dari itu, kesiapan mental dan bertanding atlet harus dudah dipersiapkan dari sekarang, melalui laga uji coba, ataupun tampil dievent-event resmi. Karena, dengan banyaknya mereka bertanding, sudah pasti jam terbang dan pengalaman akan bertambah.

“Kita hanya ingin yang terbaik bagi atlet. Maka dari itu kita akan perbanyak lagi jam terbang atlet melalui laga uji coba dengan daerah-daerah yang memang punya kualitas atletnya mumpuni dalam olahraga voli,” kata Dechan. 

** Asep  Syahmid

Dua Siswi SMAN 1 Leuwisadeng Sabet Emas Popnas 2023

0

Palembang | Jurnal Bogor
Tinta emas kembali ditorehkan dua siswa SMAN 1 Leuwisadeng yang berhasil menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Jawa Barat pada ajang Popnas 2023 di Palembang, Sumsel.

Laili Dwiyanti Nur R dan Medina Nazwa Yuniar

Dua atlet putri asal SMAN 1 Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yakni Laili Dwiyanti Nur R dan Medina Nazwa Yuniar berhasil memberikan Konstribusi bagi Kontingen Jawa Barat pada cabor Bulutangkis beregu Putri.

” Dalam laga final beregu Putri, Tim Jabar berhasil menumbangkan Jawa Tengah dengan skor 2-0 dari tiga partai yang dipertandingkan,” ucap M Ali Miftah salah satu official Tim Badminton Jabar asal Kabupaten Bogor, Rabu, 30 Agustus 2023.

Ali menambahkan, karena sudah unggul 2-0 secara langsung maka partai ketiga tidak dimainkan.

“Sedangkan pada nomor beregu putra, Tim Badminton Jabar meraih medali perunggu,” tegasnya

Sebenarnya ada tiga atlet asal SMAN 1 Leuwisadeng dan satu atlet dari SMA Trisula Gunung Putri yakni Bagir Al Hanif yang juga membela Jabar pada Popnas 2023.

Satu pemain putra asal SMAN 1 Leuwisadeng yang membela Jabar pada Popnas 2023 atas nama Adriel Ferdinand L

” Alhamdulilah anak anak mampu memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat pada Popnas 2023 ini. Saya bangga dan sangat mengapresiasi prestasi yang juga sangat mengharumkan SMAN 1 Leuwisadeng di kancah olahraga nasional,” ucap Dwi Indriati Astuti, Kepala Sekolah SMAN 1 Leuwisadeng, Rabu, 30 Agustus 2023.

Dwi berharap ketiga siswa SMAN 1 Leuwisadeng ini bisa jadi atlet nasional dan terus berjaya di kancah nasional serta internasional.

” Kami akan terus mensuport para siswa berprestasi pada bidang olahraga, akademik dan ketrampilan atau kesenian,” cetusnya.

Dwi menambahkan, usia muda atlet atlet Badminton asal SMAN 1 Leuwisadeng ini, maka mereka harus tetap membela Kabupaten Bogor pada event Porprov atau membela Jabar pada event seperti Kejurnas dan PON.

” Alhamdulilah Laili Dwiyanti Nur R saat ini tercatat sebagai atlet PON Jabar untuk PON XXI Sumut -Aceh 2024.

** asep syahmid

Taman Uson Jagabita Masuk Desa Kreatif yang Diluncurkan Pegadaian

0

Parung Panjang | Jurnal Bogor
Salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Pegadaian meluncurkan empat Desa Kreatif di Taman Uson (Tamson) Desa Jagabita, Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Minggu (27/08/2023).

Empat Desa kreatif ini meliputi kerajinan tangan limbah ban bekas dari Desa Lumpang, kerajinan tangan Bank Sampah dari Desa Cibunar, Kerajinan Anyaman bambu dari Desa Gintung Cilejet dan Kerajinan tangan awian bambu dari Desa Jagabita.

Senior Vice President Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Pegadaian Rully Yusuf mengaku bersyukur bisa meresmikan Desa Kreatif di Kecamatan Parungpanjang.

“Alhamdulillah hari ini kita melakukan launching di Desa Jagabita ini, yang kita beri judul Desa Kreatif Tamson Agustusan, dengan melibatkan 4 desa yang kita lakukan intervensi, terhadap kreativitas desa sesuai dengan kelebihan atau keunggulan desanya potensi sumber daya di masing-masing desa tadi,” kata Rully Yusuf, Minggu (27/08/2023).

Rully menuturkan, PT Pegadaian bekerjasama dengan Universitas Trisakti dan Komunitas Rumah Anak Bumi dalam melakukan pendampingan Desa Kreatif selama 3 tahun kedepan, yang sudah dibangun selama empat bulan belakangan.

“PT Pegadaian bersama Universitas Trisakti dan Rumah Anak Bumi dan kita melakukan kolaborasi untuk melakukan pendampingan di empat desa ini, dan alhamdulillah empat bulan berlangsung, agenda hari ini sekaligus untuk memperingati Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia. Tempat ini yang kita resmikan kita hidupkan sebuah taman dikelilingi dengan bambu, kerindangan yang tidak jauh dari pusat kota, sehingga bisa menampilkan beberapa macam kreativitas sekaligus menghidupkan desa dalam rangka Desa Kreatif yang maju,” tuturnya Rully.

“PT Pegadaian ini ada di seluruh Indonesia 12 kantor wilayah dan 61 area dengan cabang di 460 dengan outlet ada di 4.068 outlet, ini menunjukkan untuk program pendampingan kita terus melakukan komunikasi dengan komunitas-komunitas masyarakat sekitar, tidak saja Desa Kreatif tapi juga Bank sampah,” tambahnya Rully.

Lebih lanjut Rully, dirinya terus mengusung 3 prioritas utama dalam pendampingan Desa Kreatif yaitu pendidikan, pendampingan UMKM, dan lingkungan.

“Jadi potensi desa masing-masing pasti punya kreativitas yang luar biasa, kami dari PT Pegadaian di bawah bimbingan juga arahan dari Kementerian BUMN, yang mengusung dalam 3 prioritas bidang yaitu pendidikan, pendampingan UMKM, dan juga lingkungan, maka potensi desa di seluruh Nusantara ini, pasti memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing. Ayo kita berpangku tangan, mari kita bersinergi, kolaborasi untuk membangun Indonesia dari desa-desa yang luar biasa,” kata Rully.

Perlu diketahui, Desa Kreatif di Tamson (Taman Uson) ini terletak di Desa Jagabita Kampung Leles, RT 03, RW 04 Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Hasilnya berhasil mengundang banyaknya antusias masyarakat yang datang saat Tamson resmi dibuka, hingga puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terlihat banyak berdiri untuk berjualan.

Di Desa Kreatif ‘Awian’ Tamson ini dijual pasar ‘Awian’, Batik Bambu (berbagai jenis batik), aneka kerajinan bambu hingga kuliner khas kampung.

Bahkan, pembentukkan bambu ini terjadi karena bambu adalah tanaman mandiri, dapat tumbuh dengan sendirinya dan banyak tumbuh di daerah tropis dengan penghasil terbaik oksigen (O2) diantara tumbuhan lain selain trembesi.

Saat memasuki Taman Uson Desa Awian Jagabita ini, kita disuguhkan ratusan meter pohon bambu yang menutupi cahaya matahari, dan suasana sangat sejuk bisa dihirup udara alami.

Salah satu pencetus Taman Uson, Mad Yusuf (56) atau yang sering disapa ‘Uson’, laki-laki kelahiran tahun 1967 ini lahir Kabupaten Bogor merintis lumayan lama, untuk bisa mengubah bambu menjadi hasil awian yang sangat menakjubkan.

Kata Uson, dirinya mulai menggarap hasil kerajinan tangan ini dari 4 tahun belakangan, dan tak mudah bisa bertahan dalam sisi ekonomi yang sulit, bahkan dengan adanya pandemi Covid – 19 pada tahun 2019.

“Saya mendirikan hasil dari awian ini ya, berdiri sejak 4 tahun kebelakang ya, dan sangat sulit bisa bertahan di dalam kondisi saya yang jauh dari kata sejahtera atau kekurangan, apalagi, di tahun 2019 masyarakat di Indonesia dihajar pandemi virus Covid – 19 ya,” katanya.

Uson menjelaskan, membuat kerajinan awian dari bambu karena senang bisa mengumpulkan hingga menghidupkan ekonomi di masyarakat.

“Jadi saya senang aja ya, bisa membuat kerajinan tangan, hingga bisa mengumpulkan banyaknya orang, bahkan bisa membangun ekonomi di masyarakat,” jalasnya.

Bahkan, Uson menjual hasil kerajinannya dari harga Rp. 5.000 sampai Rp. 250.000 dan tergantung model atau tipe kesulitan awian yang dibuat.

“Dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 250 ribu, tergantung pemesanan dan kesulitan pembuatan kerajinan tangan,” bebernya.

Dirinya mengharapkan pemerintah setempat bisa terus membantu dari semangat hingga materi, karena di Taman Uson ini masyarakat bisa hidup.

“Mudah-mudahan pemerintah setempat bisa mendorong penuh ya Taman Uson ini bisa berkembang kedepannya,” harapnya Uson.

Sementara Pencetus Desa Kreatif dari Founder Rumah Anak Bumi (RAB) Ridwan Manatik mengaku mengumpulkan energi positif ini tidak mudah.

“Jadi Tamson itu adalah sebuah gagasan, tidak hanya wilayah, tidak hanya tempat akan tetapi sebuah energi tempat mengumpulnya masyarakat mengumpulkan energi positif, kita kumpulkan satu per satu seperti bermain puzzle yang berbeda-beda, bermacam-macam karakter dengan tujuan yang sama, membangun ekonomi masyarakatnya,” bebernya.

Ridwan juga mengakui bersama Uson merintis Desa Kreatif Awian di Jagabita sejak tahun 2019, yang awalnya tidak memiliki konsep hingga akhirnya ramai didatangi masyarakat.

“Sejak tahun 2019 itu saya sudah bersama dia, saya bina segala macam, hanya saja pada saat itu kita belum mempunyai konsep apapun, kita hanya ngobrol dan ngobrol, Uson ini pekerja keras ya tidak bisa memiliki apapun ya, dan memiliki beban kehidupan yang sangat luar biasa dan Uson hanya bisa berpikir bagaimana tempat dia bisa dikunjungi banyak orang,” tambahnya.

Lebih lanjut Ridwan, dirinya menuturkan bisa membangun kurang lebih 50 UMKM di masyarakat.

“Desa Jagabita ini Desa Kreatif penguat  kedepan kita akan membuat berbagai pelatihan disini, hingga saat ini total pedagang hampir 50 UMKM ya masyarakat,” tutur Ridwan.

Ridwan bercerita bahwa budaya itu bisa membuat semua orang semangat menjalani hidup.

“Budaya itu menyatukan membuat orang menjadi lebih dan membuat orang semangat dalam hidup karena kreatif itu adalah pemicu untuk kita menjadikan masyarakat bisa kumpul disini diwadahi wadah kreatif berbasis kebudayaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Jagabita Acep Humaedi mengapresiasi Desa Kreatif ini sangat luar biasa hingga mendatangkan antusias yang tinggi di masyarakat.

“Pada dasarnya saya berterima kasih kepada PT Pegadaian, sudah mendorong Desa Kreatif ini yang dikemas beberapa bulan yang lalu, memang terlalu singkat, akan tetapi sangat luar biasa antusias masyarakat ramai, sehingga hampir sesuai rencana,” katanya.

Dirinya berharap, Desa Jagabita bisa menjadi salah satu Desa Kreatif percontohan di Indonesia karena bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat.

“Tentunya Desa Kreatif ini di seluruh Indonesia belum ada, hari ini Desa Jagabita mudah-mudahan menjadi yang pertama menjadi Desa Kreatif sehingga terus berkelanjutan, sehingga bisa menimbulkan ekonomi baru di masyarakat,” harapnya.

Kedepan, Acep Humaedi akan membangun karakter masyarakat Desa untuk menumbuhkan ekonomi di masyarakat.

“Kedepan, saya akan membangun karakter mental masyarakat memahami tujuan dan maksud kita semata-mata untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat dan kegiatan ini positif, seperti apa yang dikatakan Menteri Pariwisata bahwa harus ada desa-desa kreatif di Indonesia, salah satunya yang akan menjadi cikal bakal adalah di Jagabita ini, dan jangan pernah malu atau berkecil hati kita berjualan di alam terbuka seperti ini,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat terus mendukung program Desa Kreatif dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Saya dukung penuh ya program Desa Kreatif ini, karena tujuan utamanya adalah menumbuhkan ekonomi di masyarakat,” pungkasnya.

** Andres

Satpol PP Tindak Restoran Wulansari Karena Belum Berizin

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Kasie Penindakan PPNS Satpol PP Kabupaten Bogor, Yudi memberikan penjelasan perihal pemasangan garis PPNS pada bangunan Restoran Wulansari, Rabu (30/8/2023). Restoran Wulansari dipasang garis PPNS karena ternyata bangunan tersebut belum mengantongi izin. Pihaknya memasang garis tersebut untuk memastikan pihak restoran harus sesegera mungkin mengurus perizinan pada bangunan tersebut.

“ Walaupun menurut informasi sudah ada pemberhentian sebelumnya dari pihak UPT DPKPP, tapi itu belum sampai kepada kami, untuk saat ini kami hanya melakukan peringatan dengan memasang garis PPNS. Namun untuk tindakan selanjutnya nanti kami akan menunggu pelimpahan dari DPKPP,” jelasnya

“ Jadi, sebagai penegak Perda kami hanya meminta pihak restoran untuk tidak melakukan aktivitas apapun sebelum bisa menunjukkan surat perizinan akan bangunan tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya disebutkan, berkali-kali melanggar dan tidak menaati aturan karena membuat bangunan permanen di batas badan Situ Tunggilis, Restoran Wulansari yang berada di Desa Situsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, akhirnya dapat hadiah PPNS Line dari Satpol PP Kabupaten Bogor, Rabu (30/8/23).

Menanggapi adanya PPNS Line tersebut, warga sekitar Riza Aprudin mengatakan sudah seharusnya restoran tersebut dibongkar. Karena letaknya yang persis membangun di bibir Situ Tunggulis yang tidak dibenarkan, apalagi sifatnya komersil dan restoran tersebut pun tidak mau berkoordinasi dengan lingkungan.

“ Dibelakang restoran inikan ada BUMDes Situsari, harusnya pihak resto memberikan akses untuk kemajuan bersama, jangan justeru malah ditutup dan tidak diberikan ruang, sedangkan lahan yang dia bangun itu adalah milik pemerintah. Berartikan semua warga berhak untuk menggunakannya,”ungkap Apud kepada Jurnal Bogor.

Apud menyebut, untuk aparat penegak Perda pun jangan hanya sekedar hiasan saja dengan garis PPNS Line yang dipasang ini, jika memang itu tidak diperkenankan dan tidak boleh ada bangunan disana seharusnya dibongkar jika ingin benar-benar menegakkan aturan jangan tanggung-tanggung. Karena yang sudah-sudah PPNS Line itu seperti hiasan yang bisa dibongkar pasang.

“ Kita masyarakat ini sudah melek aturan, kalo PKL ditertibkan sampai gerobak-gerobaknya dibawa, kalo restoran besar yang melanggar cuma dikasih tapi  tidak dibongkar, jika mau tegak jangan cuma kebawah, sampe keakar-akarnya jika perlu, “ cetusnya.

“ Jangan karena restoran ini milik salah satu anggota dewan jadi gak bisa bergerak penegak Perda kita, “ tambahnya.

** Nay Nurain

Satpol PP Pasang PPNS Line di Restoran Wulansari

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Berkali-kali melanggar dan tidak menaati aturan karena membuat bangunan permanen di batas badan Situ Tunggilis, Restoran Wulansari yang berada di Desa Situsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, akhirnya dapat hadiah PPNS Line dari Satpol PP Kabupaten Bogor, Rabu (30/8/23).

Menanggapi adanya PPNS Line tersebut, warga sekitar Riza Aprudin mengatakan sudah seharusnya restoran tersebut dibongkar. Karena letaknya yang persis membangun di bibir Situ Tunggulis yang tidak dibenarkan, apalagi sifatnya komersil dan restoran tersebut pun tidak mau berkoordinasi dengan lingkungan.

“ Dibelakang restoran inikan ada BUMDes Situsari, harusnya pihak resto memberikan akses untuk kemajuan bersama, jangan justeru malah ditutup dan tidak diberikan ruang, sedangkan lahan yang dia bangun itu adalah milik pemerintah. Berartikan semua warga berhak untuk menggunakannya,” ungkap Apud kepada Jurnal Bogor.

Apud menyebut, untuk aparat penegak Perda pun jangan hanya sekedar hiasan saja dengan garis PPNS Line yang dipasang ini, jika memang itu tidak diperkenankan dan tidak boleh ada bangunan disana seharusnya dibongkar jika ingin benar-benar menegakkan aturan jangan tanggung-tanggung. Karena yang sudah-sudah PPNS Line itu seperti hiasan yang bisa dibongkar pasang.

“ Kita masyarakat ini sudah melek aturan, kalo PKL ditertibkan sampai gerobak-gerobaknya dibawa, kalo restoran besar yang melanggar cuma dikasih tapi  tidak dibongkar, jika mau tegak jangan cuma kebawah, sampe ke akar-akarnya jika perlu, “ cetusnya.

“ Jangan karena restoran ini milik salah satu anggota dewan jadi gak bisa bergerak penegak Perda kita, “ tambahnya

Sementara, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, “ Silahkan konfirmasi kepada Kasie Penegakan, pak Yudi,” singkatnya.

Sementara Kasie Penegakan Yudi saat dimintai keterangan tidak menanggapi.

** Nay Nuráin

Hadits Hari Ini

0

Suara Kokok Ayam

Sahih al-Bukhori:3058

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا.

Dari Abu Hurairah ra: Bahwa Nabi saw bersabda:

Jika kalian mendengar suara kokok ayam maka mohonlah kepada Allah dari karunia-Nya, karena saat itu ia (ayam tersebut) telah melihat malaikat, dan bila kalian mendengar suara ringkik keledai mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan, karena saat itu ia (keledai tersebut) telah melihat setan.

Pesan :
Dianjurkan bagi seorang muslim, jika mendengar ayam berkokok untuk berdoa kepada Allah, karena ayam itu telah melihat malaikat. Namun jika mendengar suara keledai, maka dianjurkan untuk bertaawudz, karena ia telah melihat setan.

Dongkrak Ekspor Komoditas Pertanian, Kementan Gelar Training of Trainers

0

Jambi | Jurnal Bogor

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendongkrak ekspor pertanian. Upaya ini salah satunya ditempuh melalui Training of Trainers (TOT).

Dedi Nursyamsi

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya menuturkan bahwa pertanian adalah kekuatan yang selama ini menopang bangsa Indonesia, termasuk saat menghadapi tiga tahun pandemi COVID-19.

“Lihat data, bukan kah hanya pertanian yang tumbuh 16,42 persen di saat COVID-19. Bukankah ekspor kita disaat semua melemah, ekspor pertanian tumbuh 15 persen, pernah 32 persen terakhir 8 persen, dan itu menunjukan bahwa pertanian menghasilkan,” tuturnya pada Pembukaan TOT Peningkatan Ekspor Komoditas bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian di Jambi, Selasa, 29 Agustus 2023.

Mentan SYL yakin di saat ekonomi dunia melemah, liquiditas dunia melemah, yang bisa dihilirisasi dan bisa diekpor bukan nikel, bukan otomotif atau alat elektronik, melainkah hasil pertanian.

“Sekali lagi TOT menjadi penting, untuk membangun mindset. Untuk dapat merubah perilaku, tergantung kemampuan kita mentransfer mindset dan tentu trainerlah yang menjadi kuncinya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, tujuan pembangunan pertanian adalah penyediaan pangan untuk 180 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

Karena itu, lanjut Dedi, TOT ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait kelayakan usaha, prosedur dan prospek ekspor komoditas pertanian dalam upaya peningkatan pendapatan petani dan meningkatkan ekspor.

“Patut disyukuri bahwa sejauh ini kecukupan pangan di Indonesia masih terjaga. Selama pandemi, ekspor komoditas pertanian semakin meningkat,” ucap Dedi.

Kondisi ini, lanjut Dedi, merupakan indikasi ketangguhan sektor pertanian sekaligus besarnya potensi pertanian sebagai pilar utama perekonomian Indonesia.

Hadir juga pada pembukaan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, yang Mewakili Gubernur, Al Haris, Kepala Bapeltan Jambi, Zahron Helmy dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP.

TOT dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 29 – 31 Agustus 2023  secara tatap muka berlokasi di Balai Pelatihan Pertanian Jambi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian ataupun lokasi lainnya.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 18.500 orang yang terdiri dari widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang mengikuti secara tatap muka di Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

** BPMKP

Paguyuban Perusahaan Gunung Putri Sharing Persoalan dengan Kapolsek

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Paguyuban Perusahaan Gunung Putri mengadakan silaturahmi dan diskusi bersama dengan Kapolsek Gunung Putri, di Restoran Santorini Garden yang berada di kawasan Apartemen Gunung Putri, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (29/8/23).

Ketua Paguyuban Perusahaan Kecamatan Gunung Putri, Gunawan Wibisono mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh paguyuban dalam menjalin silaturahmi, sekaligus berdiskusi terkait persoalan yang ada di lingkup perusahaan.

” Dalam diskusi ini kami undang Kapolsek Gunung Putri agar sekaligus bisa mendengarkan keluhan dan sharing terkait persoalan-persoalan, baik dengan lingkungan maupun persoalan dalam menghadapi pemilu seperti sekarang ini,” ungkap Wibi sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Wibi yang juga mewakili PT Korintian menyebut, untuk persoalan yang sedang jadi pembicaraan kali ini di kalangan perusahaan adalah mahal dan sulitnya menempuh perizinan untuk sumur dan untuk perizinan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

” Karena untuk aturan yang sekarang ialah perusahaan yang membuat SLF atau IMB  harus menggunakan pihak ketiga. Karena memang mereka adalah ahli dalam arsitektur dan mekanikal, ” jelas Wibi.

” Dengan dinas pun kita sudah berdiskusi terkait keluhan yang kita rasakan saat ini, dan untuk perusahaan sendiri hanya ada 5 perusahaan yang memang masih dalam tahap menempuh perizinan. Bukan karena tersendat, tapi karena memang mencari kompetitor lain yang harganya lebih miring yang ditawarkan oleh konsultan lain,” tambahnya.

Lebih lanjut Wibi menjelaskan untuk di Gunung Putri sendiri ada 100 perusahaan yang tergabung dalam paguyuban ini. Pada silaturahmi dan diskusi kali ini bisa hadir sedikitnya 35 perusahaan. Adapun terkait persoalan dengan lingkungan, Wibi menyebut, bukan keberatan hanya ada beberapa perusahaan yang memang tidak nyaman akan hal-hal tersebut.

” Namun itu semua masih bisa ditanggulangi, seperti apa yang tadi dikatakan oleh Kapolsek selama itu tidak ada unsur pemaksaan atau intimidasi terhadap perusahaan, kondisi tersebut masih tergolong aman, ” cetus Wakil Ketua 4 APINDO Kabupaten Bogor tersebut.

Sementara Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat mengatakan, diskusi dan sharing dengan para HRD perusahaan yang tergabung dalam Paguyuban Perusahaan Kecamatan Gunung Putri membahas persoalan yang masih tergolong normal dan bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

” Karena pada dasarnya, perusahaan memang sudah seharusnya bersinergi dengan lingkungan sekitar, baik kepemudaannya, ormas atau pemerintahanya,” kata Kompol Bayu.

” Saya hanya berpesan, agar semua perusahaan bisa menjalin silaturahmi, baik dengan lingkungan sekitar, ormas, maupun kelompok masyarakat lain, begitu pun pemerintahan. Sehingga, setiap ada persoalan itu bisa diselesaikan dengan baik, sejatinya perusahaan membuka usaha disini dan warga mencari makan disini, jadi harus sama-sama saling  jaga dan saling menghargai, ” pungkas Bayu mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Rakernas Peradi-SAI Gelar Seminar Nasional Tindak Pidana Pemilu dan Hoaks

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi-SAI) kubu Juniver Girsang menggelar Seminar Nasional bertajuk Tindak Pidana Pemilu dan Berita Bohong, pada rapat kerja nasional (Rakernas) ke-IV.

Dalam kegiatan itu, hadir sebagai pembicara Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Hamzah Halim, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Ketua Bawaslu RI Achmad Bagja, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva dan moderator Andi F. Simangunsong.

Ketua Bawaslu RI, Achmad Bagja menyebutkan pihaknya sebagai pintu masuk atas semua pelanggaran yang terjadi dalam proses penyelenggaraan pemilu.

Mekanismenya, kata Bagja, Bawaslu menerima laporan dan melakukan kajian terhadap pelanggaran pemilu/pemilihan.

Dalam melakukan kajian, Bawaslu dapat meminta keterangan para pihak. Batas waktu melakukan kajian ini berbeda antara pemilu dan pemilihan.

Ketika pemilu, batas waktunya adalah paling lama 14 hari kerja, sedangkan pada pemilihan paling lama 5 hari kalender.

“Hasil dari pengkajiannya, Bawaslu dapat berupa dua hal. Penanganan dihentikan atau diteruskan/direkomendasikan kepada instansi lain yang berwenang,” ungkap Bagja.

“Kemudian, dalam konteks penanganan tindak pidana pemilu/pemilihan, Bawaslu melakukan penanganan secara bersama-sama dengan Polisi dan Jaksa yang tergabung dalam Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” sambung Bagja.

Guru Besar Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Hamzah Halim beranggapan penguatan kapasitas Bawaslu sebagai lembaga pengawas harus ditingkatkan dari segi kewenangan.

“Bawaslu harus diberikan sumber daya dan wewenang yang memadai untuk melakukan pengawasan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam video pengantar seminar itu menyebutkan konflik pemilu akan sangat mungkin terjadi pada pemilu dan pilkada nanti.

Konflik yang hadir tak hanya berasal dari peserta, tetapi juga di luar peserta.

Oleh karena itu, masyarakat bersama semua stakeholder harus bisa bersinergi menekan adanya konflik yang seringkali terjadi lewat penyebaran hoaks.

“Masyarakat maupun peserta harus berkampanye secara sehat dan baik, kampanye negatif dan hoaks harus dihindari sebab ini yang menjadi akar konflik di pemilu,” katanya.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel), Zet Tadung Allo mengatakan kejaksaan sebagai penegak hukum telah melakukan sejumlah optimalisasi peran dalam mendukung Pemilu 2024 nanti.

Optimalisasi ini juga berisi soal identifikasi terkait tindak pidana pemilu baik yang sebelum dan sesudah pemilu 2024 dan juga mendeteksi dan mencegah konflik dalam pemilu.

“Mungkin teman-teman dengar bahwa Kejaksaan menunda pemeriksaan kasus ke semua peserta pemilu. Sebenarnya hal yang harus diluruskan bahwa ini dilakukan sebagai upaya mencegah konflik,” bebernya.

“Jangan sampai akibat pemeriksaan, orang-orang dari peserta pemilu terpancing sehingga bisa menimbulkan konflik namun semua kasus tetap akan diproses kejaksaan,” sambung dia.

Peradi – SAI menggelar Rakernas keempat kalinya di tengah upaya rekonsiliasi karena adanya tiga kepemimpinan berbeda.

Kubu Juniver Girsang menegaskan pihaknya sebagai motor rekonsiliasi untuk meleburkan ketiganya sehingga dapat menjalankan visi dan misi organisasi.

Peradi – SAI senantiasa menjalin komunikasi positif dengan berbagai pihak agar niat mulia itu tercapai.

“Dan kalau tidak dibersatukan, usul dari kami satu kode etik, satu dewan kehormatan, satu untuk pengujian,” kata Juniver.

** M.Yusuf