30.9 C
Bogor
Saturday, July 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 543

Ingin Lakukan Aktivitas, Warga Cijeruk Butuh Kaki Palsu

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Wahyu Illahi, warga Kampung Totopong RT 05 RW 01, Desa Cipicung, Cijeruk, Kabupaten Bogor mengalami cacat sejak lahir, karena tidak memiliki kaki kanan.

Pria kelahiran 1985 ini tak banyak aktivitas yang dia lakukan terlebih  pekerjaan yang berat. Satu-satunya untuk mengurangi beban dalam aktivitas sehari-harinya itu adalah menggunakan kaki palsu.

Saat ini Wahyu hanya hanya menggunakan kaki palsu yang sudah tidak layak. Sehingga harapan demi harapan dia inginkan kaki palsu ada yang memberinya.

Menurut tetangganya Jaja, Wahyu adalah seorang buruh tani. Kendati tidak dapat melakukan aktivitas pekerjaan yang berat, namun yang dia harapkan ada para dermawan untuk memberikan bantuan kaki palsunya.

“Cacat sejak lahir, sekarang Wahyu membutuhkan kaki palsu, dia juga tidak bisa melakukan pekerjaan yang berat,” katanya, Kamis (31/08/2023).

Selain itu, ekonomi juga yang jadi alasan. Kata Jaja, Wahyu sudah lama bercerai bersama istrinya, untuk tinggal dia menumpang di rumah saudaranya.

“Kerja Wahyu hanya kuli tani, sementara, untuk tinggal dia numpang di rumah  uwaknya,” katanya.

** Andres

Muhammad Luthfi Pamungkas Layak Masuk Pelatih PPOPM

0

Palembang | Jurnal Bogor
Prestasi dua emas dan satu perak yang diraih para atlet Taekwondo binaan Pengcab Taekwondo Kabupaten Bogor tak lepas dari tangan dingin dan kerja keras sosok M Luthfi Pamungkas, pelatih Tim Taekwondo Jabar dalam Popnas 2023 di Palembang, Sumsel.

Sosok M Luthfi Pamungkas bukanlah orang baru dalam kancah Taekwondo di Kabupaten Bogor. Pasalnya, alumni SMAN 1 Cigombong ini termasuk salah satu atlet peraih medali emas bagi Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2010 dan 2014 dan berbagai prestasi lainnya di ajang Kejurda dan Kejurnas saat masih jadi atlet.

Disamping itu, M Luthfi Pamungkas juga adalah pelatih asli Kabupaten Bogor yang semasa atletnya binaan Pengcab Taekwondo Kabupaten Bogor.

Meskipun Pelatih Taekwondi Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2018 dan 2022 sudah membuktikan totalitas dan loyalitas serta bukti nyata dari prestasinya, namun Luthfi Pamungkas saat ini masih kurang mendapatkan apresiasi dari Pemkab Bogor dalam kepastian kesejahteraan (Pekerjaan).

Idealnya, M Luthfi Pamungkas masuk dalam jajajaran pelatih atau tenaga kerja dalam tata kelola di PPOPM Kabupaten Bogor.

Dalam Popnas 2023 ini ada 4 atlet Taekwondo Kabupaen Bogor yang memperkuat Kontingen Jabar seperti Oktavia Dewi peraih emas U59 Kg Putri, Bagas Adyatma U63 Putra, Yudi Permana (Poomsae Freestyle Putra) dan Ana Bunga Octaviani yang akan turun pada U49 Putri

Ketua Pengcab Taekwondo Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengatakan sangat bangga dengan capaian prestasi para atlet Taekwondo Kabupaten Bogor asuhan M Luthfi Pamungkas dalam Popnas 2023.

” Luar biasa dan spektakuler prestasi para atlet Taekwondo Kabupaten Bogor asuhan M Luthfi Pamungkas di Popnas kali ini. Ini akan jadi gairah baru bagi kebangkitan Taekwondo Kabupaten Bogor,” ujar Yudi Santosa, Kamis, 31 Agustus 2023.

Intinya, Kata Yudi, sosok M Luthfi Pamungkas punya potensi besar untuk kembali membangkitkan Taekwondo Kabupaten Bogor.

“Harapan saya semoga apa yang telah dilakukan M Luthfi Pamungkas ini bisa mendapatkan perhatian dari stakholder keolahragaan di Pemkab Bogor,” paparnya.

Hal yang sama dikatakan Asep Saripudin alias Azzoen selaku Sekum TI Kabupaten Bogor yang berharap ketika totalitas dan loyalitas sudah diberikan untuk daerahnya, tinggal bagaimana pemangku kebijakan dapat memberikan apresiasi yang layak bagi M Luthfi Pamungkas yang sudah 2 kali Porprov memberikan medali emas bagi Kabupaten Bogor baik selaku atlet maupun pelatih.

” Sehingga mata rantai pembinaan dapat terus berjalan dan akan lahir regenerasi atlet atlet secara berkesinambungan dengan kualiatas yang bagus,” tuntasnya.

** asep syahmid

10 Tahun tak Bisa Jalan, Warga Ciampea Ini Butuh Kursi Roda dan Berobat

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Warsih, warga Kampung Cicadas RT 01 RW 08 Desa Cicadas, Ciampea, Kabupaten Bogor. tidak bisa jalan semenjak ditinggal suaminya 10 tahun lamanya.

Warsih ingin bisa berjalan dan  berobat sampai saat ini belum kecapaian. Sehingga dia harapkan terhadap para dermawan ada yang berkenan untuk memberikan sebuah alat membantu dirinya berjalan.

Hal itu di katakan tetangga Warsih, Ahmad Yani, bahwa Warsih dia tidak bisa jalan semenjak ditinggal oleh suaminya selama 10 tahun.

Karena kata dia, kondisi perekonomiannya sehingga tidak bisa berobat. Bahkan, kondisi

fisik Warsih cukup memprihatinkan dengan tubuhnya mengecil.

Dia berharap pemerintah memberikan bantuan kursi roda terhadap tetangganya itu agar bisa beraktivitas seperti yang lainnya.

“Warsih ini kondisinya sudah sepuh dan tidak bisa jalan selama tahunan,” jelasnya.

Sementara Warsih termasuk keluarga menengah kebawah yang membutuhkan kursi roda, tetapi belum melakukan pengajuan ke pemerintah desa dan Warsih juga sudah terdaftar di BPJS.

“Ibu Warsih memang keluarga menengah kebawah, namun tidak bisa berobat lanjut, meski beliau sudah terdaftar di BPJS,” kata Kasi Kesra Desa Cicadas Shella beberapa waktu lalu.

Dia berharap, apabila warganya membutuhkan kursi roda agar dapat mengajukan ke pemerintah desa, dan pemerintah desa dapat mengusulkan terkait keinginan warga tersebut.

Selain sakit, faktor usia yang sudah senja menjadi alasan warga ini tidak bisa jalan. Kendati begitu, Pemerintah Desa Cicadas menyatakan akan memberikan pelayanan terbaik bagi warganya tersebut.

** Andres

Hadits Hari Ini

0

Istintsar Ketika Bangun Tidur

Sahih al-Bukhori:3052

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِذَا اسْتَيْقَظَ أُرَاهُ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda:

Jika terbangun, ia mengira beliau mengatakan: salah seorang dari kalian dari tidurnya kemudian dia berwudhu, maka hendaklah ia beristinsyar (memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya) sebanyak tiga kali, karena sesungguhnya setan bermalam pada batang hidung orang itu.

Pesan :
Anjuran untuk berwudhu dan beristintsar setelah bangun dari tidur, karena setan bermalam pada batang hidung manusia.

Penghuni Mengungsi, Huntara di Sukajaya Longsor

0

Sukajaya | Jurnal Bogor
Tebingan hunian sementara (huntara) di wilayah Desa Sukamulih, Sukajaya, Kabupaten Bogor mengalami longsor. Akibatnya belasan orang harus mengungsi.

Longsornya tebingan sepanjang 25 meter dengan lebar 20 meter tersebut terjadi pada Minggu (27/08/2023) sekitar pukul 15.30 Wib.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bogor melaporkan, kejadian tersebut diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi sehingga tebingan di sekitar huntara berpenghuni mengalami longsor.

“Dikarenakan hujan deras dalam satu hari sehingga mengakibatkan tanah longsor,” di kutip dalam laporan keterangan BPBD Kabupaten Bogor, Rabu (30/8/2023)

Akibat kejadian itu, 3 unit rumah terancam terbawa longsor dan satu keluarga 13 jiwa tidak ada pilihan lain harus mengungsi di wilayah yang sama. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Desa Sukamulih Abdul Hafiz, satu keluarga besar atas nama Sarta dengan jumlah 13 jiwa harus dipindahkan ketempat yang tidak jauh dengan rumah yang awal.

“Jadi Keluarga besar itu dipindahkan dulu, jadi nggak ngungsi hanya digeser, di tempat itu ada empat kamar yang memang rawan di lokasi itu,” katanya saat dihubungi, Rabu (30/08/2023).

Dia menjelaskan, lokasi longsor tersebut akibat alam yang mana awalnya mengalami retak-retak akibat kemarau panjang dan longsor kecil sehingga ketika hujan cukup deras terjadi longsor cukup besar.

“Awalnya, itu longsor kecil-kecil namun pada kemarin sehabis kemarau lalu hujan seharian sehingga terjadi longsor cukup besar,” jelasnya.

Dia berharap, pemerintah daerah dapat melakukan penanganan lebih lanjut, dikhawatirkan apabila hujan kembali dapat menambah parah longsoran dan mengancam penghuni rumah lainnya.

Kendati begitu, dikatakannya, huntap yang telah lama dinantikan oleh warganya tersebut baru akan direalisasikan pembangunannya pekan ini.

“Saya sudah dorong sampaikan ke dinas DPKPP untuk disegerakan karena situasi tempat sudah rawan. Alhamdulillah sih sudah ada pencerahan, minggu besok atau minggu kedepan kita sudah mulai realisasikan pembangunan huntap,” pungkasnya.

** Andres

Tak Terima Anak dan Isteri Disandera, Suami Lapor Polisi

0

Bandung | Jurnal Bogor

Niat hati ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan berbisnis melalui media sosial, IS justeru mendapat persoalan yang membuat isteri dan anaknya yang masih dibawah umur jadi korban penculikan.

IS, pria asal tenjo, Kabupaten Bogor tersebut menjelaskan, berawal saat keisengannya mencarikan kendaraan roda 4 untuk rekannya melalui media sosial FB. Dirinya tergiur dengan tawaran yang diberikan IW yang ingin mentake over kendaraannya, hingga terjadilah transaksi, dan kendaraan roda 4 yang sudah dibelinya secara full langsung diberikan kembali kepada rekannya yang memang sedang membutuhkan.

“ Dalam perjalanan, ternyata mobil yang diberikan IW itu masih berurusan dengan leasing, lalu IW dkk meminta saya untuk mengembalikan mobil yang sudah ditake over tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut IS (pelapor) menjelaskan pada 16 Agustus 2023 pukul 01.00 wib pada saat dirinya hendak pulang ke rumah, sekitar pukul 00.30 dia melihat terlapor IW dkk berjumlah 5 orang sudah ada di sekitar depan rumah, dan ketika mereka melihat IS, mereka langsung mengejar dan meneriaki, “Hai jangan kabur kamu”.

” Selanjutnya pihak IW menembak 1 kali ke arah saya, karena takut saya lari. Kemudian terdengar 1 kali lagi dari arah belakang saya suara tembakan keras seperti suara petasan “dor”, disusul dengan teriakan yang mengejar saya, “Hai kalau kamu tidak menyerahkan diri anak dan istrimu saya bawa ke Polres,”.  Saat itu posisi saya terjatuh di semak-semak gelap dekat pelaku, dan setelah pelaku yang mengejar saya kembali ke depan rumah saya, lalu saya kabur menelusuri sungai yang ada di sekitar dekat rumah saya, sampai keesokan harinya sekitar pukul 16.00 wib saya pulang dan mendapati istri dan anak saya tidak ada di rumah,” beber IS.

Tetapi ada banyak saksi yang melihat saat kejadian tersebut, sambung IS, bahwa istrinya dibawa oleh segerombolan orang yang mengaku sebagai anggota polisi dari Polres. Kemudian melalui keluarganya mencoba untuk melalukan pencarian inpormasi ke sekitar Polres terkait dan terdekat, namun hasilnya nihil. Dengan bekal inpormasi dari saksi-saksi di sekitar rumah dan mendapatkan informasi dari saudaranya, bahwa istri dan anaknya telah dibawa malam itu oleh beberapa orang dengan  menggunakan sepeda motor dan dimasukan ke mobil pelaku yang diparkir di tepi jalan, mobilnya warnanya putih mutiara dengan nomor polisi B 1924 SZV jenis Mazda CX-5.

“Kata saudara saya, istri dan anak saya dibawa oleh mereka memakai mobil dan entah dibawa kemana, “ katanya.

Namun setelah dua hari berusaha mencari informasi keberadaan anak dan Istrinya, IS mendapat kabar dari keluarga yang menghubungi nomor telepon yang diduga pelaku IW. Nomor telepon tersebut  tinggalkan dan pihak keluarga mencoba untuk menghubungi, kemudian berhasil komunikasi dengan terlapor IW.

“ Yang pada intinya IW ingin membarter atau menukar guling anak dan istri saya dengan mobil yang telah IW take over kan. Selain anak dan isteri saya yang disandera IW juga membawa kendaraan roda 2 milik saya,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut, lebih lanjut IS menjelaskan, dirinya langsung meminta bantuan pengacara Imam Rusmana untuk membuat laporan kepada pihak kepolisan.

“ Alhamdulilah proses sudah berjalan dan tersangka sudah tertangkap. Saya ucapakan terimakasih kepada Kuasa Hukum dan tim serta pihak Direskrimum Polda Jabar yang sudah gerak cepat dalam menyelamatkan anak dan isteri saya,” cetusnya.

Dirinya berharap, pelaku bisa dihukum semaksimal mungkin, karena sudah membahayakan nyawa orang lain. “ Ini pelajaran untuk saya, dan saya harap kejadian seperti ini tidak saya alami lagi. Begitu pun kepada orang lain agar berhati-hati jika ingin melakukan trasnsaksi via media sosial manapun,” pungkas nya.

** Nay Nuráin

Modus Take Over Kendaraan Lewat FB, Istri dan Anak Dijadikan Sandera

0

Bogor | Jurnal Bogor
Modus baru penipuan berupa take over kendaraan melalui media sosial Facebook kembali terjadi. Kali ini, seorang istri dan anak yang masih di bawah umur menjadi korban penculikan, karena modus tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Kuasa Hukum IS, Imam Rusmana, SH dimana kliennya tertipu dengan modus jual beli kendaraan roda 4 melalui medsos.

” Jadi kejadian berawal saat IS, pria asal Tenjo, Kabupaten bogor, mengisi waktu kosong iseng-iseng dan baru kali pertama niat bantu tetangga carikan unit KR-4 sistem take over melalui medsos (FB) dan tersangkut pada iklan di FB atas nama Mohamad Syahdan Bima dalam situs Over Kredit Mobil Baru Bekas Jabodetabek, pada tanggal 07 Agustus 2023,” ungkap Imam sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/8/23).

IS diduga menjadi korban sindikat pelaku kejahatan modus baru yang diinisiatori seorang wanita inisial IW dkk, sambung Imam, dimana dalam hal ini IW menjadikan istri dan kedua anak IS yang masih balita sebagai sandra atau jaminan dengan modus minta dikembalikan mobil yang masih dalam proses kredit, yang sudah dijual putus oleh IW kepada IS.

” Sedangkan mobil tersebut sudah diberikan IS kepada sahabatnya. Niat awal ingin berbisnis justeru harus kena tipu modus baru yang mengakibatkan anak dan istrinya menjadi korban,” papar Imam.

Lebih lanjut Imam menjelaskan, pada 16 Agustus 2023 pukul 01.00 WIB, isteri dan anak IS disandra oleh IW dkk di rumah kontrakannya di daerah Tangerang Selatan, dan setelah segala upaya korban secara baik-baik melalui keluarganya untuk menghubungi IW dkk tidak kunjung berhasil.

Kemudian pada 19 Agustus 2023 dengan sangat terpaksa korban melaporkan IW dkk ke Kantor Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat atas dasar dugaan kejahatan menculik istri dan anak dari Iwan S atau korban dengan laporan polisi nomor : LP-B/343/VIII/2023/SPKT/ Polda Jawa Barat tanggal 19 Agustus 2023 pukul 21.46 wib.

“ Alhamdulilah pelaku sudah diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar yang sudah gerak cepat dalam menangani perkara ini, yang dipimpin langsung ke lapangan oleh Kanit Reskrim Kompol Sulaiman Spd,SH,.MH dan Tim IPTU Ade Hasan Santoso, AIPTU Bekti Nurohman, BRIPKA Samsul Basar, SH,BRIPKA Yudiansyah,SH dan BRIPTU Arif Rahman Hidayat, SH yang telah melakukan tindakan prosedur dengan mengamankan korban, dan terduga pelaku IW dkk dengan membawanya ke Kantor Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar, “ tandas Imam.

Imam Rusmana,SH,.M.Hum  atas nama kuasa hukum  dari keluarga korban yang tersandra Sdri Tika mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah terlibat langsung dalam penanganan laporan tersebut, termasuk kepada tim kuasa hukum pelapor, serta apresiasi khusus yang sangat tinggi dari kami atas nama keluarga kepada seluruh jajaran Polda Jabar Cq.Dir dan Wadir Krimum Polda Jabar serta Tim Unit yang menangani langsung perkara ini termasuk pada bapak Kapolsek Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor beserta jajaran yang telah mendampingi langsung ke TKP rumah keluarga korban Desa Bojong Kp Pasirlimus Seberang RT 004/004.

“ Harapan dan masukan kami, atas nama hukum agar perkara ini dapat dituntaskan sesuai dengan mekanisme hukum dan prosesnya dilanjutkan sampai pada persidangan agar terduga pelaku semua dihukum dengan ancaman pasal terberat secara maksimal,” harap Imam.

Kemudian yang terlibat dalam peristiwa tersebut, sambung Imam, agar segera dilakukan penuntutan tidak terkecuali pada oknum anggota TNI inisial B yang dilibatkan oleh IW dkk segera dilakukan pengusutan dengan identitas yang telah disampaikan terlapor IW pada penyidik pemeriksa DirKrimum Polda Jabar, dan untuk segera berkordinasi dengan unsur gakum Danpom III Siliwangi.

“Karena kami dengan unsur lapisan terkait termasuk pers media cetak dan online akan mengawal terus kasus ini sampai tuntas agar modus-modus seperti ini tidak terulang kembali di masyarakat. Karena  para terduga pelaku bertindak telah membawa-bawa nama institusi Polri untuk menakut nakuti masyarakat,” pungkas Imam.

** Nay Nuráin

Lakukan Literasi di SMAN 1 Cibinong, Perpustakaan UNHAN RI Sosialisasikan UPA

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Universitas Pertahanan Republika Indonesia (UNHAN-RI) melakukan literasi di SMAN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor dalam rangka sosialisasi Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Sekolah, Rabu (30/08/23). Hal tersebut disampaikan Ketua Komite SMAN 1 Cibinong, Saiful dimana pihaknya mendukung literasi yang dilakukan UNHAN kepada sekolah favorite tersebut.

“ Sebagai penyedia layanan UPA, Perpustakaan UNHAN RI mensosialisasikan kebutuhan sekolah dengan menyediakan berbagai layanan sumber informasi dan mampu memenuhi kepuasan atas layanan tentang perpustakaan yang berkualitas,” ungkap Saiful kepada Jurnal Bogor.

“Saya sangat mendukung sekali apa yang telah dilakukan oleh UNHAN RI, yang telah mensosialisasikan UPA Perpustakaan di sekolah SMAN 1 Cibinong, semoga dengan adanya sosialisasi ini, siswa-siswi di sekolah bisa lebih meningkatkan pengetahuan, menambah ilmu,” tambahnya.

Saiful juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran UNHAN yang sudah mensosialisasikan tentang perpustakaan di sekolah-sekolah.

“ Atas kunjungan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada tim dari UNHAN RI yang telah datang ke sekolah, untuk memberikan sosialisasi UPA Perpustakaan kepada siswa-siswi di sekolah SMAN 1 Cibinong,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan SMAN 1 Cibinong kedepannya bisa lebih baik lagi dalam menjalankan program-program sekolah,” tutupnya.

** Nay Nurain

PPNS Line Tower BTS Dayeuh Dicopot Satpol PP, Kasie Penindakan Sebut Alasan Kebutuhan Masyarakat

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Pencopotan garis PPNS Line yang dilakukan oleh Kasie Penindakan Pol PP Kabupaten Bogor terhadap Tower BTS yang berada di Kp Babakan, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor menjadi sorotan warga. Pasalnya, tower yang sudah dipasang garis PPNS selama lebih dari sebulan tersebut tiba-tiba dicopot dan pekerjaan tower yang masih belum memiliki izin tersebut berlanjut.

Salah satu warga sekitar yang keberatan akan keberadaan Tower tersebut, Agil mengatakan bahwa dirinya menyayangkan akan tindakan Satpol PP yang tiba-tiba mencopot garis PPNS. Padahal, mereka yang sudah memasangnya. Menurut Agil, seharusnya jika perusahaan belum bisa menunjukan administrasi perizinan secara lengkap, harusnya para penegak Perda itu tidak melakukan pencabutan terhadap PPNS linenya.

“ Ini ada apa sebetulnya, apa sudah ada kesepakatan antara pengusaha denan Satpol PP. Sehingga saat dicabut garis peringatannya, pembangunan tower dilanjutkan,” keluh Agil.

Agil yang khawatir akan dampak kedepannya karena keberadaan Tower BTS yang persis dibelakang rumahnya tersebut, akan melayangkan surat pernyataan keberatan kepada dinas terkait. “ Saya akan coba layangkan surat keberatan, walaupun hanya sendiri, tapi ini menyangkut keselamatan keluarga saya,” tandasnya.

Sementara, Kasie Penindakan Satpol PP Kabupaten Bogor Yudi membenarkan adanya pencopotan garis PPNS pada Tower BTS di Desa Dayeuh. Yudi menyebut, pencopotan tersebut dilakukan karena kebutuhan masyarakat. Namun dirinya tetap menetapkan untuk pihak perusahaan agar meneruskan perizianan pendirian tower tersebut.

“ Jadi, saya mendapatkan info jika Diskominfo sudah memberikan rekomendasi untuk keberadaan Tower BTS tersebut. Namun memang saya belum melihat suratnya dari Diskominfo baru sebatas info, dan untuk perizinan bangunannya sendiri kami sudah menekankan kepada pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan perizianannya,” tuturnya.

“ Memang belum selesai periziannnya, dan kami melakukan pencopotan atas dasar kebutuhan masyarakat, dan bukan berarti saat segel dicopot perusahaan bisa membangun kembali. Jika kenyataannya pihak perusahaan membangunkan kembali tower sampai selesai itu bukan atas kesepakatan atau instruksi dari kami,” tambahnya.

Yudi menyebut, pihaknya belum bisa melakukan tindakan pembongkaran terhadap Tower BTS tersebut, sebelum ada pelimpahan dari dinas teknis, dimana dinas yang  berperan dalam hal itu adalah DPKPP.

“ Jika kita mau saklek harus berbarengan dengan dinas yang lain, dalam arti kalo dari DPKPP memberikan surat pelimpahan, kami membongkar pun sangat siap, karena sudah sesuai dengan SOP,” ujarnya.

** Nay Nuráin

Regina Caeli Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

0

Cileungsi l Jurnal Bogor
Sebagai lembaga pendidikan yang juga konsisten dalam bidang sosial, Yayasan Bina Muda Regina, penyelenggara PG-TK, SD, SMP, dan SMA Regina Caeli, kembali menggelar kegiatan kemanusiaan berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis yang akan dilaksanakan pada 1-2 September. Program tersebut rutin digelar pihak yayasan sebagai wujud kepedulian sosial dalam bidang kesehatan.

” Ada beberapa kegiatan kemanusiaan yang kami laksanakan di sekolah Regina Caeli yakni donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.  Kami mengajak kepada warga Bogor khususnya Cileungsi dan sekitarnya, yang ingin mendonorkan darah atau yang ingin memeriksakan kesehatan untuk datang ke Sekolah Regina Caeli pada 1 sampai 2 september ,”kata Humas Regina Caeli, Dr. Agus Priyowidodo yang familiar dipanggir Mr. Agus kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/8/23).

Menurut Mr. Agus, program donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dilaksakan melalui kerjasama antara Sekolah Regina Caeli, Palang Merah Indonesia, RS Hermina Cileungsi dan Puskesmas Cileungsi. Dia berharap, program ini khususnya donor darah dapat membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan darah. Mengingat saat ini ketersediaan darah di PMI semakin berkurang.

“Kami harap program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan tersebut juga akan dilengkapi dengan bazar berbagai produk UMKM. Sehingga masyarakat yang hadir selain mendonorkan darah atau memeriksakan kesehatan juga dapat melihat berbagai produk UMKM.

“Kegiatan kemanusiaan semacam ini akan menjadi agenda rutin kami yang digelar secara berkala. Karena selain pendidikan, kami juga akan terus concern dalam bidang kemanusiaan,” tandasnya.

** Taufik/Nay