26.3 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 533

Proyek Lahan Parkir Penangkaran Rusa Cariu Disoal, Ini Penjelasannya

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Pembanguan lahan parkir wisata alam Penangkaran Rusa  yang berada di Desa Buana Jaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang menelan anggaran dari APBD sebesar Rp4,5 miliar yang dikerjakan oleh CV.Zeemah Karya Utama menuai pertanyaan warga, mengingat kondisi wisata Penangkaran Rusa Cariu saat ini sangatlah sepi dari pengunjung.

Bukan hanya itu saja, adanya pembangunan yang lebih penting dan urgent serta bermanfaat untuk masyarakat banyak seolah tidak diutamakan. Selain itu, adannya hembusan isu terkait penggunaan material batu yang diambil dari kali turut menambah pertanyaan keberadaan proyek yang terkesan dipaksakan tersebut.

Namun salah satu pengawas lapangan pekerjaan parkiran Penangkaran Rusa Cariu, Dadang Goci membantah bahwa isu penggunaan material dari kali itu tidak benar. Karena pada kenyataannya, batu berasal dari tanah yang digali, hingga dimanfaatkan untuk dipakai menambah material. Namun demikian, tetap saja menggunakan material batu dari luar karena kondisi batu yang ada setelah tanah digali itu ukurannya sangat besar-besar.

“Batu yang ada diatas ini berasal dari bekas galian tanah, karena ukuran batu itu sangat besar-besar, jadi kami berdayakan masyarakat sekitar untuk melakukan pemecahan batu. Tapi kita tetap beli batu dari luar untuk kabutuhan pemasangan bronjong. Karena memecahkan batu ini kan perlu proses,” ungkap Dadang kepada Jurnal Bogor, Minggu (23/7/23).

Dadang menyebut, pemberdayaan masyarakat dilakukan karena adanya permintaan dari mereka untuk bekerja di proyek ini. Maka dia berinisiatif untuk memperkerjakan mereka sebagai pemecah batu. Terkait fungsi dari pembangunan lahan parkir di wisata Penangkaran Rusa Cariu sendiri, sejak dulu itu merupakan mimpi Sekda Kabupaten Bogor saat dirinya menjadi Plt Camat Tanjungsari yang menginginkan adanya wisata yang akan menjad selter di Bogor Timur.

“Memang rencana perapihan untuk kawasan wisata Penangkaran Rusa Cariu ini sudah lama direncanakan, mungkin baru saat ini terealisasi. Dan rencana kedepannya nanti, pintu masuk akan dipindahkan, memang pengunjung masih tergolong sepi. Mungkin Pemda ingin merapikan dulu fasilitasnya untuk menarik minat pengunjung,” bebernya.

“Terkait isu-isu yang ada kami sebetulnya enggan untuk menanggapi, mungkin mereka berkeinginan sesuatu tapi tidak terwujud sehingga membuat isu yang kurang baik. Sejauh ini, kami sedang mengejar progres untuk melakukan pemasangan paving blok. Dan untuk diketahui, jika dalam pembangunan lahan parkir ini ada hibah tanah warga untuk wisata Penangkaran Rusa Cariu ini,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Chechanova mengatakan untuk pembangunan area wisata Penangkaran Rusa Cariu memang menjadi bahan perbincangan dalam rapat dewan. Mengingat, ada revitalisasi  waduk Cibeet yang lebih penting karena menyangkut kepantingan petani.

“Tapi karena ini sudah berjalan, tinggal kita pantau bersama, dan saya harap kedepannya untuk pengembangan infrastruktur wisata digunakan dari anggaran Samisade. Yang memang dialokasikan tujuan awalnya untuk mendongkrak ekonomi infrastruktur jalan menuju wisata,” cetus Pio sapaan akrabnya.

Pio menekankan ada hibah tanah dari warga sekitar untuk area wisata Penangkaran Rusa Cariu tersebut sebaiknya dinas terkait segera untuk mengurus surat hibahnya. “ Jangan sampai setelah dibangun oleh pemda, karena tidak ada suratnya diakui kembali,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Sekolah Hang Tuah Gunakan Lahan Fasos Fasum, Andri Rahman: Kami Sudah Bersurat ke Pemda Minta Penjelasan

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kisruh pengakuan lahan fasos fasum dari Perumahan Angkatan Laut yang hampir sebagian besar lahannya digunakan oleh Yayasan Sekolah Hang Tuah yang berada di Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor, membuat Camat Jonggol Andri Rahman angkat bicara.

Andri menyebut, sampai saat ini belum ada kepastian hukum bahwa lahan yang ditempati oleh Sekolah Hang Tuah itu betul fasos fasum dari Perum AL atau bukan. Sehingga memang perlu diadakannya mediasi gelar data yang juga harus dihadiri oleh dinas-dinas terkait.

“Jika berbicara fasos fasum, itu sudah masuk kedalam ranah kewenangan Pemda Bogor, dan untuk saat ini saya sendiri tidak mengetahui apakah lahan yang dipakai Sekolah Hang Tuah itu fasos fasum atau bukan, “ ungkap Andri kepada Jurnal Bogor, Minggu (23/7/23).

Mengingat, sambung Andri, penyerahan fasos fasum di Perumahan AL itu sudah dari sekitar tahun ’90-an, dan berkas atau histori Pemcam Jonggol sendiri tidak punya itu. Hanya ada siteplan, yang belum bisa dikuatkan keabsahannya, karena produk site plan sendiri bisa saja berubah untuk penetapan posisi lahan fasos fasum itu ada dimana.

“Sedikit saya perjelas soal fasos fasum, sekalipun itu lahan dari perumahan bukan berarti hanya pihak perumahan saja yang bisa menikmati. Karena, saat lahan itu sudah diserahkan ke Pemkab, sudah secara otomatis kewenangan itu ada di tangan Pemkab. Siapapun bisa memohon lahan yang sudah menjadi milik pemda tersebut dengan ketentuan yang berlaku,” papar Andri.

Andri menyebut, untuk persoalan perebutan lahan fasos fasum antara Sekolah Hang Tuah dengan Pemdes Sukamanah sedang dicarikan titik temunya, dan dirinya pun sudah melayangkan surat kepada BPKAD Kabupaten Bogor, karena pihaknya yang lebih faham status lahan tersebut benar fasos fasum atau bukan.

“Karena ini masih belum ada kejelasan, jadi saya minta kepada pihak Hang Tuah untuk menghentikan sementara kegiatan pembangunan  untuk sekolah tingkat SMA-nya. Biarkan ini diproses dulu untuk pembuktian, dan untuk Pemdes Sukamanah diharapkan bisa menahan diri terlebih dahulu sampai ada penjelasan dari dinas terkait. Karena apa yang diperjuangkan oleh Pemdes Sukamanah pun semata-mata untuk kepentingan masyarakatnya,” tandas Andri.

Sementara, salah satu warga Perumahan AL, Agung Priyono (48) mengatakan dirinya berharap adanya sekolah negeri di lingkungan tersebut yang memang bisa terjangkau oleh masyarakat pada umumnya. Sekolah swasta mungkin punya fasilitas sendiri yang lebih bagus, hingga bayarannya pun seimbang dengan fasilitas yang dimilikinya.

“ Tapi untuk kami, sekolah negerilah yang menjadi incaran. Bukan hanya itu saja, jika betul ini fasos fasum dari Perumahan AL yang diserahkan ke Pemda, kenapa harus pihak swasta yang membangun sekolah di lahan pemda, sedangkan sekolah itu komersil. Apakah ada hitung-hitungan persentase dengan pemda untuk penggunaan lahan. Kami sebagai warga pun ingin mengetahui itu,” cetusnya.

Agung menyebut, saat terjadi pemasangan patok yang dilakukan oleh Pemdes Sukamanah, dirinya baru mengetahui jika sekolah Hang Tuah itu memakai lahan pemerintah.

“Pengawasan yang harus dipertanyakan, jika kami tahu dari dulu itu lahan fasos fasum, kami yang akan menggunakan untuk sarana yang bisa dinikmati warga secara gratis. Sekolah itu swasta, sudah pasti tujuannya bisnis. Saya mendukung Pemdes untuk melanjutkan kejelasan lahan itu, betul fasos fasum atau bukan,” pungkasnya.

Sampai diturunkannya berita ini belum ada keterangan resmi dari pihak Sekolah Hang Tuah.

** Nay Nur’ain

Maju Jadi Caleg DPR dari Partai Golkar, Alzier Dianis Tabrani ‘Banjir’ Dukungan

0

Lampung | Jurnal Bogor
Keputusan M. Alzier Dianis Tabrani, mencalonkan diri menjadi bakal calon anggota DPR – RI, dari daerah pemilihan (Dapil) I, Provinsi Lampung, mencakup Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, Pesawaran Pesisir Barat, Peringsewu, dan Tanggamus, sangat tepat. Pasalnya, warga lima kabupaten di provinsi yang ada diujung Pulau Sumatera itu, mengenal sosok Alzier sebagai pejuang dan pekerja keras memajukan Provinsi Lampung.

Mengetahui Alzier Dainis Tabrani nyalon anggota DPR lagi, sejumlah kalangan, mulai dari ketua ada, petani, nelayan dan pemuda ramai-ramai mendukung Alzier dan siap memenangkannya pada pemungutan suara 14 Februari 2024 mendatang.

“Saya sudah lama mengenal sosok Alzier beliau sangat layak mewakili kami di DPR RI, Alzier, orangnya pekerja keras dan cukup pengalaman dibidang politik sewaktu menjadi Ketua Golkar Provinsi Lampung, banyak masyarakat yang dibantu beliau yang luput dari perhatian publik, “ kata ungkapkan Pangeran Kepasian Pugung Ahmad, dalam keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (27/07).

Ahmad menegaskan, kesiapannya berjuang mendukung penuh Alzair untuk Duduk di DPR RI, untuk Kabupaten Tanggamus dan Pesawaran. “InsyaAllah kami Kepala adat akan silaturahmi memberi dukungan penuh ke beliau,” terang Pangeran.

Dukungan untuk Alzier, datang dari masyarakat Kabupaten Peringsewu dari pemilih pemula sampai pensiunan, Riska, pemilih pemula siap memberikan suaranya untuk kemenangan Alzier.

“Sebagai pemilih pemula sebenernya bagi kami sangat mudah menilai siapa calon DPRyang layak, kita tinggal lihat saja di google, disitu akan terlihat jelas rekam jejaknya, kalau belum ada disitu artinya belum bebuat apa apa, apalagi pengalaman di bidang politik kalau Pak Alzier jelas rekam jejaknya sangat berpengalaman dan sangat layak untuk memperjuangkan aspirasi kami di DPR RI,” terang Riska.

Sementara masyarakat yang ada diperantauan yang ada di pulau jawa masih mempunyai KTP Dapil I jumlahnya ribuan siap pulang kampung saat pemilihan untuk memberi suara ke Alzier, seperti diungkapkan Tursina.

“Kami siap pulang saat pemilihan nanti memberi dukungan penuh dan memberi suara ke Bang Alzier. Alhamdulilah bang Alzier masih mau berjuang terus untuk mewakili suara kami di DPR RI pendek kata kami siap pulang dan berjuang memenangkan Alzair,” kata Tursina menutupi. N Mochamad Yusuf

Samisade Lebih Dulu Dicairkan dari BHPRD, Ini Ungkapan Hati Kades Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri mengutarakan kekecewaannya terhadap sistem di Pemerintah Kabupaten Bogor. Mengingat sudah menginjak 7 bulan anggaran Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) tak kunjung cair, padahal banyak staf yang harus menerima gaji dari anggaran tersebut.

“Saya kecewa dengan sistem yang saat ini terjadi di Kabupaten Bogor, kini anggaran Samisade sudah ada yang cair. Bagus memang, tapi kenapa tidak BHPRD yang diutamakan, padahal banyak perut orang banyak dari anggaran tersebut,” ungkap A Heri sapaan akrabnya, Minggu (23/7/2023).

A Heri menyebut, Pemerintah Kabupaten Bogor seolah-oleh tidak peka, padahal Pemdes sangat senang saat Perbup itu sudah keluar. Secepat mungkin buat laporan dan persyaratannya untuk mencairkan anggaran BHPRD. Namun nyatanya, malah kabar buruk yang diterima dengan alasan masih mandek di BKAD.

“Dari informasi via WhatsApp Group itu tersebar, infonya menunggu perintah pimpinan. Padahal, Perbup sudah keluar, jadi menunggu pimpinan siapa lagi,” tandasnya.

Lebih lanjut, Kepala Desa peraih penghargaan  Desa Terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat tersebut mengaku stafnya mungkin sudah kebal dengan kondisi saat ini. Mereka teriak, tapi apa yang mereka bisa lakukan, hanya berharap kebijakan itu berpihak dan tidak dimainkan oleh kepentingan seseorang.

“ Saya tidak tahu ya, ada kepentingan apa, ada politik apa, saat Samisade sudah ada yang cair tapi BHPRD seolah-olah ditahan pencairannya. Kalaupun ada kepentingan para inohong, jangan mengorbankan gaji rakyat yang tidak seberapa. Penghasilan mereka itu hanya berharap dari itu saja, tidak ada pendapatan lain, “ keluhnya.

Dia mengaku senang jika Samisade sudah cair, walaupun hanya di sebagian kecil desa. Namun, alangkah lebih baiknya dibarengkan dengan anggaran BHPRD. Jadi, infrastruktur jalan dan staf desa pun bisa makan. Harusnya anggaran BHPRD itu sudah tahap 2 untuk pencairan, namun pada kenyataannya saat ini, tahap satunya saja masih menjadi pertanyaan.

“ Jika dirapel 2 tahap sekaligus mungkin desa akan sumringah saat turun nanti, ini sudah telat, ditunda tahap 1 pula yang baru turun,” kesalnya.

Dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk yang kesekian kalinya, agar sesegera mungkin bisa mencairkan anggaran yang sangat dibutuhkan dan dinantikan banyak orang tersebut. Jangan sampai perut orang banyak dikorbankan untuk kepentingan segelintir orang.

“ Mungkin staf ini dan semua yang berhak atas anggaran BHPRD jika diiyakan oleh kades bisa demo ke Pemkab. Tapi, sejauh ini, kami para kades masih berupaya mengkondusifkan situasi. Tapi jangan diabaikan juga, untuk staf di Desa Gunung Putri sendiri, sudah numpuk hutangnya di BUMDes. Mudah-mudahan aja BUMDes masih kuat modalnya untuk tetap bisa membantu mereka,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Puluhan Siswa SD Geruduk Kantor Desa Leuwinutug

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Kantor Desa Leuwinutug, Citeureup Kabupaten Bogor digeruduk puluhan siswa kelas 1 SDN Leuwinutug 03. Kedatangan puluhan siswa tersebut turut mengagetkan segenap staf dan penghuni yang ada di Desa Leuwinutug. Guru kelas 1, SDN Leuwinutug 03, Ida mengatakan, kedatangan siswa didiknya yang berjumlah 75 orang tersebut untuk silaturahmi dan mengenal seperti apa kantor desa.

“ Jadi, hari ini kami sedang memperkenalkan lingkungan sekitar sekolah kepada siswa kelas 1 yang baru, dan kebetulan kantor desa dekat dengan sekolah kami, serta siswa pun banyak yang bertanya itu kantor apa. Jadi, sekalian aja kami mampir,” ungkap Ida kepada Jurnal Bogor, Minggu (23/7/23).

Ida menyebut, pentingnya memperkenalkan lingkungan sekitar terhadap siswa baru, agar minimal mereka bisa mengingat dan mengetahui ini bangunan gedung apa, walaupun belum tentu mereka faham tapi kami memperkenalkan bagaimana caranya masuk dengan sopan kedalam perkantoran atau gedung.

“Dalam metode pengenalan lingkungan ini kami lebih mengajarkan etitude kepada siswa, bagaimana carannya mengucap salam jika masuk ke rumah/tempat orang lain dengan sopan. Juga bagaimana, cara kita bertamu di tempat orang lain, karena sejatinya penanaman etitude itu sangat perlu di tanamkan sejak dini kepada siswa, agar nantinya mereka terbiasa,” paparnya.

“ Silaturahmi ini memang mendadak, dan kami juga tidak memberitahu pihak desa terlebih dahulu, jadi agak sedikit mengagetkan pihak desa,” tambahnya.

Sementara Sekretaris Desa Leuwinutug Faisal Abu Bakar mengucapkan terimakasih atas kunjungan siswa kelas 1 SDN Leuwinutug 03, karena bisa dibilang sedikit mengagetkan, “ Saya kira ada demo apa anak SD ke desa, sempat terkejut. Tapi saya apresiasi kepada guru pembimbing yang sudah mengajak siswa nya silaturahmi ke desa, “ cetus Faisal.

Dirinya berharap, bukan hanya anak SD siswa baru saja yang datang silaturahmi ke desa saat melaksanakan MPLS. Jika perlu tingkat yang lebih tingginya. “Jangan sampai, ada warga sekitar Desa Leuwinutug yang tidak tahu dimana kantor desanya,” pungkasnya.

“ Sukses terus untuk adik-adik, semoga jadi anak yang soleh dan sholehah, beretika dan jadilah generasi yang baik dikemudian hari,” imbuhnya.

** Nay Nur’ain

Usai Ikuti Pelatihan BPDPKS dan Kementan Harapkan Petani Lebih PD

0

Palembang | Jurnal Bogor

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)  bekerja sama dengan Kementerian pertanian mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dan Komunikasi. Pelatihan dilaksanakan pada 17 – 21 juli 2023, oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (BBPMKP) Ciawi Bogor.

Pada kegiatan penutupan pelatihan, Jum’at (21/7). Kepala BBPMKP Ciawi Bogor Yusral Tahir, berharap pelatihan ini memberikan dorongan kepada para petani lebih percaya diri dalam melakukan komunikasi dan berbagai materi yang telah disampaikan diteruskan kepada petani lain yang tidak mengikuti pelatihan.

Yusral mengajak petani mau bersatu karena dengan bersatu akan muncul pemahaman mengenai kepemimpinan dan komunikasi. Komunikasi juga dibutuhkan dalam hal untuk meningkatkan kinerja produktivitas. Contohnya lanjut Yusral, ada yang mengetahui cara membuat pupuk organik, komunikasikan dan sampaikan ke yang lain agar bermanfaat juga bagi yang lain.

“ Dengan sekarang bapak – bapak mendapatkan pelatihan kepemimpinan dan bagaimana berkomunikasi, bagaimana mengatasi masalah itu kita harapkan nanti petani kelapa sawit Ogan Komering Ilir  bisa menentukan harganya sendiri, itu satu. Atau produktivitasnya meningkat dengan saling membagi ilmu pengetahuannya, “ ajaknya.

Dalam kehidupan sosial petani, terdapat berbagai ikatan atau organisasi baik yang bersifat formal maupun nonformal,  seperti kelompoktani, Gabungan kelompoktani, Asosiasi petani, Kelembagan Ekonomi Petani, dan bahkan sekarang merambah ke skala yang lebih besar yaitu korporasi petani.  Pada setiap organisasi tersebut sudah barang tentu diperlukan kehadiran seseorang yang berperan sebagai seorang pemimpin. Oleh karena itu petani perlu memiliki jiwa kepemimpinan.

Berbicara mengenai kepemimpinan dalam sebuah kesempatan Menteri Pertanian mengatakan menjadi seorang pemimpin harus ikhlas dan memiliki kewibawaan sehingga dapat diikuti dan dicontoh oleh bawahan. Kata Mentan pemimpin juga harus dapat memberikan kesejahteraan dan perlindungan bagi bawahannya, karena pemimpin sejati adalah merasakan apa yang diinginkan oleh bawahan dan berkolaborasi di dalam kepemimpinan bersama staf.

Dalam kesempatan berbeda. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan pemimpin berkualitas akan menawarkan solusi hingga terobosan luar biasa. Inovasi dan kreativitas yang dimiliki akan menawarkan terobosan penting.

Selama lima  hari pelatihan, para petani kebun yang berjumlah 25 orang diberi pengetahuan tentang bagaimana melakukan komunikasi yang baik, mengenal jenis-jenis kepemimpinan, bagaimana mengubah cara pandang sebagai bekal menjadi pemimpin dikelompoknya atau dimasyarakat. Pelatihan ini sangat menarik karena dikemas dalam metode permainan dan diskusi kelompok yang terkesan akrab dan partisipatif sehingga memberikan kesan mendalam bagi para peserta.

“ Apa yang disampaikan dalam pelatihan sangat bermanfaat bagi kami masing – masing yang mengikuti pelatihan, Insya Allah juga nanti kami berikan kepada orang lain. Selama disini apa yang diberikan narasumber mengenai kepemimpinan dan komunikasi ini kami sangat senang dan gembira, kenapa? Karena yang tadinya kami belum tahu walaupun belum 100 persen kami dapat memahami apa yang disampaikan untuk bisa diterapkan di desa masing – masing, “ ujar Tasrip dari Desa Cipta sari Kecamatan Mesuji Raya mewakili peserta.

** Regi/BBPMKP

Banyak Ikan Mati di Cikaniki, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pihak kepolisian menyatakan masih menyelidiki penyebab banyaknya ikan mati di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaniki, Nanggung, Kabupaten Bogor.  Sebelumnya disebutkan, warga curiga penyebab ikan mati karena tercemar limbah seperti pengolahan emas yang menggunakan bahan kimia.

Meski demikian, Kapolsek Nanggung, AKP Jony Handoko mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan dengan pasti penyebab sungai Cikaniki  dapat menimbulkan ikan ikan mabuk tersebut. Menurut Handoko, dugaan sementara ikan-ikan mabuk karena adanya aktivitas warga ketika menangkap ikan menggunakan bahan kimia.

“Karena ini ikan yang mati hanya di aliran kampung Lukut aja, kalau di hulunya kan nggak ada. Jadi  banyak ikan mati perkiraan kita ada warga yang menangkap ikan menggunakan bahan obat,” kata Kapolsek Nanggung, Jony Handoko kepada wartawan di sela sela kegiatan Seren Taun kesepuhan Malasari, Jumat (21/07).

“Kalau ini memang indikasinya benar dari limbah pasti dari hulu juga ikan akan mabuk, tapi ini cuman di Lukut doang di atasnya nggak ada yang mabuk. Kecuali kalau di hulunya ada ikan yang mabuk ya itu penyebabnya sudah pasti dari limbah,” tambahnya.

Tetapi dengan begitu pihaknya akan menyelediki kasus tersebut dengan bersinergi Babinsa dan Bhabinkamtibmas begitu juga masyarakat sekitar.

“Kita harus menyelidiki, karena sejauh ini belum ketemu atau ketangkap basah pelaku yang menyebabkan itu. Kalau ketahuan kita pasti akan beri keterangan,” jelasnya.

** Andres

Pare Pocong di Kasepuhan Malasari Miliki Arti Ngahiji Ngajadi Hiji

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Jika kita pergi ke salah satu wilayah pedesaan yang masih melekat dengan kasepuhan, semisalnya di Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor, kita akan melihat pare pocong yakni padi yang diikat dan digantung pada bambu yang tersusun rapi.

Cara warga kasepuhan Malasari menjemur padi ini sekilas terlihat sederhana, yang mana hasil panen padi yang diiikat itu nantinya akan disimpan dalam bangunan yang eksotik dari kayu. Dengan atap menggunakan ijuk dan pohon aren yang dinamai Leuit Pare atau lumbung padi.

Sementara, pare pocong pun memiliki makna Ngahiji Ngajadi Hiji (Bersatu Menjadi Satu) sesuai dengan tema yang diangkat pada helaran Seren Taun kasepuhan Malasari pada 1 Muharam 1445 Hijriyah “Ngahiji Ngajadi hiji, Tradisi Ngajati Diri”.

Prinsip itu dapat diartikan bersatunya atau guyub tiga faktor dalam kehidupan pemerintahan dari tingkat bawah sampai tingkat pusat yaitu kasepuhan, pemerintahan dan ulama.

“Ada tiga faktor yang dapat membentuk kehidupan pemerintahan yang baik. Dari pemerintahan terbawah sampai tertinggi, di mana itu ada kasepuhan (kebudayaan), pemerintahan dan para ulama itu bersatu, ketika semuanya bersatu, guyub tidak akan ada lagi yang namanya perpecahan dan lain sebagainya,” kata Sekretaris Desa Malasari Uchu.

** Andres

Catatan Penting Seminar Pemikiran Alm.KH Sholeh Iskandar

0

Oleh: Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si *)

Bagus sekali seminar kita kemarin yang bertemakan “Menggali Pemikiran Ulama Intelek yang Patriot Dalam Pembangunan Nasional”. Kepada panitia penyelenggara seminar kepahlawanan tersebut, mohon jangan lupa Pimpinan Yayasan Hanjuang Bodas dan MPP ICMI Orwil Khusus Bogor yang terlibat intensif, segeralah membuat prosiding seminar dan bahkan materinya seminarnya dibuat bukunya dalam rangka usaha pengarsipan dokumen bersejarah para tokoh pejuang dari  Bogor.

Simpan prosiding catatan penting Seminar Pemkiran Alm.Ajengan KH Sholeh Iskandar dan buku-buku autobiografinya antara lain ditempatkan di Perpustakaan Kota Bogor dan Musium Bogor. Insya Allah materi tersebut sebagai bahan ajar di sekolah-sekolah dan materi riset sejarah untuk memperoleh kesarjanaan di universitas-universitas dan perguruan tinggi lainnya.

Saya sangat berharap kepada rekan-rekan seperjuangan, janganlah mengabaikan hal-hal yg berkaitan dengan tugas pendokumentasian dan proses pengarsipan.

Suatu ketika nanti anak cucu, dan cicit millenial kita membutuhkannya untuk literasi dan edukasi membangun karakter bangsa (national character building) serta pengembangan sains sejarah untuk gelar kesarjanaan.

Salam hormat saya AA, Ketua Wandik Kota Bogor tahun 2013-2019, kepada panitia seminar yang sukses, dan saya sangat senang dan berbahagia hadir dalam seminar kepahlawanan kemarin di komplek Pemerintahan Kota Bogor.

Jujur saya orang atau warga Bogor yang pertama kali memberanikan diri bersuara di publik mencetuskan dan mempublish di mass media tentang gerak langka, sepak terjang dan biografi Alm.ajengan KH.Sholeh Iskandar dengan beberapa tulisan dan artikrlel di mass media, serta berani mengusulkan bahwa Alm.ajengan KH.Sholeh Iskandar, ulama patriot guruku itu untuk menjadi Pahlawan Nasional.

Pertama kali digelar di forum grup diskusi (FDG) Wandik Kota Bogor pada 7 November 2015 membedah buku karya Edi Sudrajat tentang ketokohan KH.Sholeh.Iskandar yang baru terbit pertengahan bulan Juni 2015 dan sudah dipasarkan di toko buku Gramedia Bogor, FGD Wandik tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November setiap tahunnya.

FGD Wandik Kota yang dihari para tokoh pendidik tersebut membahas riwayat hidup (autobiografi) dan perjuangan Ajengan Alm KH Sholeh Iskandar bertempat di Sekretariat Wandik Kota Bogor. Narsum utama FGD adalah Akang Edi Sudrajat, S.IP penulis buku “Bogor Masa Revolusi 1945-1950: Sholeh Iskandar dan Batalyon O Siliwangi”, penerbit Komunitas Bambu, Depok Jawa Bsrat, tahun 2015, 182 halaman.

Sedangkan saya AA selaku Ketua Wandik Kota Bogor ketika itu bertindak sebagai pembahas dengan menyajikan makalah dan PPT-nya berjudul “Memperjuangkan Alm.Ajengan KH Sholeh Iskandar menjadi Pahlawan Nasional”. Makalah saya itu kini telah dimuat dalam salah satu chapter pada buku saya berjudul “Kritik dan Saran Untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Pendidikan Kota Bogor, penerbit IPB Press Bogor, 562 halaman.

Setelah itu kami melakukan kegiatan pers release dengan mengundang para wartawan media Bogor di Sekretariat Wandik Kota Bogor jln.’Julang No.7 Kota Bogor. Pemberitaan pengusulan Alm Ajengan KH Sholeh Iskandar, bergema dan tersosialisasi dengan baik, faktanya alhamdulillah konten beritanya (good news) dimuat di beberapa media sosial dan media cetak seperti koran Radar Bogor, Pakuan Raya, Jurnal Bogor, Sunda Urang dll. Saya AA masih menyimpan arsipnya.

Alhamdulillah pemberitaan aspiratif komunitas pendidikan dan tokoh budayawan Kota Bogor tersebut direspons positif oleh Pemkot Bogor, istilahnya ‘gayung pun bersambut”, dimana Wali Kota Bogor bpk.Dr.Bima Arya Sugiarto yang cerdas dan bijaksana menyambut baik gagasan dan opini publik itu dengan membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Bogor, dengan motor penggeraknya bpk Asda Pemkot bidang Kesra sebagai Ketuanya dan Akang.Dr.H.Arief Badrudin SPd.MM selaku Sekretaris TP2GD Kota Bogor hingga sekarang.

Saya AA dan kami para anggotanya yang berasal dari  akademisi kampus perguruan tinggi di daerah Bogor seperti Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Universitas Djuanda (Unida) Bogor, Universitas Pakuan (Unpak), Universitas Nusa Bangsa (UNB) Bogor, STAI Alhidayah Bogor, STAI Laa Roiba, dll adalah supporting sebagai tenaga ahli peneliti dan pengkaji serta pengusul pemberian gelar bagi mereka warga Bogor yang telah berjasa dalam memajukan masyarakat, bangsa dan negara, termasuk mereka-mereka warga Bogor yabg berjasa di bidang kemeliteran di masa revolusi kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 seperti Alm.Ajengan.KH Sholeh Iskandar.

Alm Ajengan KH.Sholeh Iskandar adalah salah seorang sosok, figur dan rule model ulama intelek yang patriot yang telah berperan strategis dalam merebut, mempertahan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia sejak di usia belia, manusia dewasa yang pemberani gagah perkasa, orangtua yang alim-ustad dan mujahid yang luar biasa hingga lansia di akhir hayatnya.

Simpulannya Alm.Ajengan.KH.Sholeh Iskandar adalah ulama intelek yang patriot, bekerja ikhlas karena Allah SWT yang begitu banyak karya kemanusiaannya bermanfaat dalam berbagai bidang kehidupan (pendidikan, kesehatan, perekonomian rakyat, perumahan, keorganisasian sosial dll),  sangat besar dan luas jasa kepahlawananya untuk kemaslahatan rakyat, umat, bangsa dan negaranya,  berdampak positifnya  berdiri dan tetap tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), diantaranya karya para ulama dan ustadz sahabatnnya ajengan KH Sholeh seperti alm.Dr.Muhammad Natsir, alm.KH Nur Ali, alm.KH Ahmad Sanusi, dll.

Bahkan hasil kajian dan penilaian TP2PG Kota Bogor berdasarkan dokumen autobiografi (data dan fakta, serta sejumlah kesaksian) yang ada dan kami miliki tentang alm.Ajengan KH.Sholeh Iskandar sangat memenuhi syarat dan sangat layak memdapat penghargaan dari negara sebagai Pahlawan Nasional, bahkan persyaratan-persyaratan itu melebihi dari apa yang ditentukan UU RI tentang Pemberian Gelar Kepahlawanan.

Seminar “Membedah Pemikiran dan Gerak Langka  Alm.KH Sholeh Iskandar dalam Pembangunan Nasional” yang digelar pada hari Sabtu 22 Juli 2023 bertempat di Ruang  Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor yang apik dengan arsitek yang menarik, dihadiri sejumlah guru sejarah SMP se- Kota Bogor.

Seminar kepahlawanan KH Sholeh Iskandar dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor atas nama Wali Kota Bogor, dan turut hadir sekaligus memberi sambutan adalah bpk.Rudi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor, dan laporan pelaksaan Seminar oleh Ketua Yayasan Hanjungan Bodas, Akang.Rd.Ace Sumanta, tokoh budayawan Sunda Bogor, yang juga mendapat amanah Wakil Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Orwil Khusus Bogor.

Keynote seminar pada acara pembukaan disampaikan Rektor UIKA Bogor bpk.Prof.Dr.H.Endin Mujahidin, sahabat saya. Beliau telah menjelaskan  jasa-jasa kepahlawanan alm.KH Sholeh Iskandar, salahsatu megakaryanya ajengan adalah penggagas, pendiri dan pelaksana pembangunan UIKA Bogor, yang nilai-nilai dan pemikiran ajengan KH Sholeh Iskandar menjadi visi dan misi yang dipedomani dan diperjuangkan Civitas Akademika UIKA Bogor hingga kini, subhanallah.

Seminar kepahlawanan yang bermakna sejarah tersebut terlaksana berkat adanya kerjasama yang baik dan profesional Yayasan Hanjuangαn Bodas bermarkas di gedung Kemuning Gading Kota Bogor,  dengan TP2PG Pemkot Bogor, UIKA Bogor dan MPW ICMI Orwil Khusus Bogor.

Seminar yang membahas pemikiran ajengan KH.Sholeh Iskandar tersebut mengundang 4 orang pembicara dengan topik masing-masing. Mereka sebagai nara sumber dan pemakalah seminar tersebut adalah Dr.Arief Badrudin (Sekretaris TP2GD Kota Bogor, kini Lurah Menteng Kota Bogor). Saya Dr.Apendi Arsyad (muridnya alm KH Sholeh Iskandar, Pendiri dan ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior/Akademisi Universitas Djuanda Bogor, anggota TP2GD Kota Bogor), Rd.Ace Sumanta SIP, SAg (Ketua Yayasan Hanjuang Bodas, Anggota TP2GD dll) dan Sekum MPW ICMI Orwilsus Bogor add.Audhillah SP.MSi (Aktivis NGO dan Konsultan).

Keempat narsum tersebut telah menyusun makalah dan materi sajian berupa Power Point (PPT) yang bagus dan menarik, sudah dishare di beberapa medsos WAG dan insya Allah bisa viral di dunia maya agar masyarakat dan bangsa Indonesia mengetahui dan paham secara benar sejarah (the true history) bahwa di daerah Bogor ada ulama intelek yang patriot, amat besar jasa kepahlawanannya bagi tegak kokohnya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Hal ini sangat penting makna pelajaran sejarah tersebut bagi generasi penerus kepemimpinan bangsa dan negara di era millenial yang sarat ketidakpastian (distruption era), dimana kini sedang terjadi fenomena sosial berupa pertarungan hegemoni budaya “asing dan aseng” melawan budaya Melayu Islam yg merupakan inti budaya (core culture) dari Masyarakat Nusantara, warisan Kesultanan yang didalamnya diwarnai peran dan fungsi ulama dan kiyai host serta cendikiawan muslim Indonesia. Hal ini kita wajib mewaspadai dan mengantisipasinya demi eksistensi NKRI harga mati.

Alhamdulillah. Para ulama dan Kiyai Haji (KH) para pelaku sejarah tersebut kini sudah banyak yang wafat dan sudah ada sebagian diantaranya mendapat penghargaan negara RI sebagai Pahlawan Nasional, kecuali alm ajengan KH Sholeh Iskandar yang kini sedang kita perjuangkan.

Acara diskusi seminar kepahlawan berlangsung dinamis, disambut antusias para peserta dengan pemikiran-pemikiran menarik dan masukan yang bernas. Simpulannya bahwa Alm.Ajengan KH Sholeh Iskandar, ulama intelek yang patriot sangatlah layak menjadi Pahlawan Nasional.

Kemudian seperangkat nilai-nilai dan pemikiran sosok dan figur alm ajengan KH Sholeh Iskandar sepatutnya menjadi suritauladan, dan seharusnya dijadikan muatan lokal dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah bahkan di kampus Perguruan Tinggi yamg ada di Kota dan Kabupaten Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya. Ingat ajengan KH Sholeh Iskandar adalah ulama besar patriot asal etnis asli Sunda, yang aktif sebagai pejuang dan anggota TNI berpangkat militer Kapten dengan daerah pertempuran, berperang mengusir penjajah Belanda/tentra KNIL di wilayah Banten Jawa Barat.

Segala hasil dokumentasi pemikiran berupa buku-buku Autobiografi KH.Sholeh Iskandar tersimpan apik di rak-rak buku Perpustakaan dan Arsip.Kota Bogor di jln.Kapten Muslihat Bogor, Mesium Kepahlawanan Bogor di jln Merdeka Bogor, Perpustakaan Sekolah dan kampus Perguruan Tinggi-Universitas se-Bogor.

Hendaknya ada dokumen autentik alm.ajengan KH.Sholeh Iskandar menjadi bahan literasi dan edukasi bagi generasi muda millenial dan penerus kepemimpinan bangsa dan negara/NKRI yang religius seperti watak alm.ajengan.KH.Sholeh Iskandar yang diwariskannya kepada kita sekalian.

Demikian konten salah satu kesimpulan dan rekomendasi seminar kepahlawanan untuk ditindaklanjuti pihak pemangku kebijakan dan para pemangku kepentingan (stakeholders) dunia pendidikan Kota Bogor.

Sekian dan terima kasih atas segala perhatiannya. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi hamba-hamba-Nya yang beriman-bertaqwa dan gemar menebarkan berbagai kebaikan dan kebajikan di muka bumi, barakallah, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Wassalam

====✅✅✅

*) Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial

Peserta Senang Ilmu di Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun dari BPDPKS dan Kementan Sangat Bermanfaat

0

Jambi | Jurnal Bogor

Para peserta pekebun sawit dari Kabupaten Merangin dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mengikuti Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun menyatakan senang mendapatkan ilmu dalam kegiatan yang digelar selama lima hari, 17 – 21 Juli 2023.

” Kami berterimakasih kepada BPDPKS dan BBPMKP Ciawi, telah mengumpulkan kami pekebun dari Merangin dan Tanjung Jabung Barat untuk mendapatkan ilmu dalam pelatihan ini. Kami merasa beruntung terpilih menjadi peserta dan dilayani dengan sangat baik oleh panitia, “ ucap Sumarni mewakili peserta dalam acara penutupan, Jum’at sore (21/7).

Terbata – bata menahan haru, Sumarni berharap para pekebun terus ditingkatkatkan kemampuannya dengan pelatihan – pelatihan lainnya.

Tran Rianto pekebun lain menyampaikan bahwa dirinya dan peserta lain tidak sabar untuk segera mengimplementasikan materi – materi yang didapatnya dikelompoknya yaitu Gapoktan Tani Makmur dan KUD Bina Usaha. Dengan mengikuti pelatihan yang memuat materi – materi seperti Peningkatan Kesadaran Berkelompok, Kemitraan Usaha Perkebunan, Pengelolaan Kelompok, Membangun Jejaring (Networking), Praktik/Games Dinamika Kelompok dikatakan Tran adalah ilmu baru bagi dirinya bersama pekebun lain yang selama ini aktvitas kesehariannya hanya di kebun.

” Kesan kami para peserta sangat bersyukur sekali bisa mengikuti pelatihan ini mendapat ilmu baru, kami yang tinggal di daerah yang keseharian aktivitasnya hanya di kebun kelapa sawit bisa mendapat apresiasi dari BPDPKS sehingga kami di datangkan ke pusat kota ini, di beri penginapan yang selama ini hanya bisa kami impikan tidur di hotel bintang empat di beri makan yang enak enak juga di beri ilmu oleh para widyaiswara yang sangat hebat, serta para segenap panitia yang menyenangkan,” tuturnya.

Pada kegiatan penutupan hadir Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agus Rizal. Dalam sambutannya Agus Rizal mengajak para petani untuk menumbuhkan kebersamaan dengan membentuk kelompok tani/gabungan kelompok tani atau koperasi bagi yang belum.

” Pembentukan Poktan di tingkat desa akan membuat upaya membangun kemitraan harga pembelian TBS dengan pihak pemilik PKS bisa terbangun kuat.” Ujarnya, Jum’at (21/7).

Menurut Agus Rizal kemitraan perkebunan yang sehat adalah bila terjadi hubungan yang saling menguntungkan, menghargai bertanggung jawab, memperkuat dan saling ketergantungan antara perusahaan(pabrik) dengan pekebun dan masyarakat sekitar pekebun.

” Mengapa perlu kemitraan ? Kemitraan menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan – keterbatasan petani yaitu terkait modal, teknologi, pasar dan SDM yang semuanya dimiliki oleh perusahaan besar, BUMD dan BUMN, “ katanya.

Bermitra kata Agus Rizal adalah salah satu upaya untuk membantu petani dalam mengembangkan komoditasnya, baik tekait bantuan benih, produksi, produktivitas maupun peningkatan SDM dalam mengelola kebunnya. Dan pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan dengan dukungan pendanaan BPDPKS melalui program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani kebun untuk mampu membangun kemitraan baik dengan sesama pekebun maupun pabrik untuk mancapai win – win solution.

Beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meyakini bahwa beberapa tahun mendatang sub sektor perkebunan akan hebat. Biodisel baru 30 persen percampuran dari kelapa sawit dan akan terus ditambah hingga di atas 70 persen.

“Perkebunan adalah penyangga utama ekonomi rakyat. Saya yakin perkebunan akan hebat,” tandas Mentan SYL.
Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan, untuk mencapai Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

“Ini bertujuan guna mewujudkan Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia,” kata Dedi.

** Regi/BBPMKP