Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) menggelar Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi di Hotel Harper Palembang 17 – 21 Juli 2023.
Kegiatan pelatihan yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam hal ini Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor diikuti oleh 26 orang pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel).
Untuk diketahui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong Provinsi Sumatera Selatan menjadi daerah percontohan terbaik dalam mengelola perkebunan sawit nasional. Di antaranya melalui penggunaan alsintan dan perluasan program peremajaan sawit rakyat atau PSR.
Terkait komoditas sawit, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menuturkan Kementan menyadari peran sawit menjadi penyumbang devisa negara dari nilai ekspor yang terus meningkat.
Pada Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi dilatih 26 orang pekebun kelapa sawit yang terbagi dari 4 Desa di Kabupaten OKI yakni 5 dari Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan, 5 dari Desa Kemang Indah Kecamatan Mesuji Raya, 5 dari Desa Balian Makmur Kecamatan Mesuji Raya, 11 dari Desa Cipta sari Kecamatan Mesuji Raya.
Namun, satu diantara peserta pelatihan yang bernama Irma Nurkholis dari Desa Cipta Sari Kecamatan Mesuji Raya tidak hadir dikarenakan telah berpulang (meninggal), sehingga total keseluruhan yang mengikuti pelatihan hanya 25 orang saja.
Pelatihan angkatan pertama diselanggarakan selama lima hari ini sudah masuk periode kedua di tahun 2023, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang kepemimpinan, meningkatkan keterampilan peserta tentang memimpin dan memecahkan masalah, meningkatkan kemampuan peserta tentang kemampuan membangun teamwork, juga meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi dan memotivasi.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Agus Darwa, yang menjadi narasumber sekaligus membuka resmi Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi pada Selasa (18/7). Ia menuturkan jika tahun ini Sumsel mendapat alokasi 1200 orang untuk dilatih dengan berbagai macam keterampilan.
“Pelatihan ini gratis, kali ini para peserta disini mendapat pelatihan mengenai kepemimpinan komunikasi, Nah ini sangat penting terutama mengenai kepemimpinan dan komunikasi, agar tak terjadi kesalahan cara bicara yg bisa berakibat fatal,” ujar Agus.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP – KS) dan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor bergandengan meningkatkan kapasitas pekebun sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan bagi 31 orang petani pekebun sawit dari tanggal 21 – 25 Junli 2023 di salah satu hotel di jalan Jenderal Ahmad yani Pangkalan Bun.
Pelatihan tersebut juga menggandeng Dinas Pertanian Kobar, dengan harapan bisa meningkatkan pengetahuan petani dari sisi administrasi dan produksi juga terkait manajemen keuangan, penyusunan pembukuan dan pelaporan serta proposal usaha.
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Asisten 2, bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kobar, Akhmad Yadi mewakili Pj. Bupati Kobar, Budi Santosa. Dalam sambutannya, Akhmad Yadi menyampaikan bahwa manajemen dan administrasi keuangan adalah modal utama dalam mengelola sebuah usaha perkebunan. Manajemen keuangan adalah jantungnya, ibarat manusia jika jantung dalam kondisi baik maka semua akan baik.
Melalui kegiatan ini Yadi berharap akan meningkatkan kesejahteraan para petani kebun yang ada di kabupaten Kobar, karena kelak harapannya bisa mengelola keuangannya dan bisa memanajemen keuangannya dengan baik. “Karena seringkali masalah manajemen keuangan dan masalah admistrasi lainnya ini menjadi kendala sebagian para petani kita disamping masalah teknis budidaya pertanian. Sehingga kondisi ini memiliki potensi menghambat kemajuan kelompok tani dan individu petani tersebut,” jelas Akhmad Yadi, Sabtu (22/7).
Kepala Dinas Pertanian Kobar Kris Budi Hastuti juga menyampaikan hal senada, bahwa pelatihan ini harapannya akan bermanfaat dan berimbas pada kesejahteraan masyarakat. Karena bukan hanya teknis budidaya pertanian saja yang harus ditingkatkan, tetapi juga para petani wajib dibekali dengan bagaimana teknis manajemen keuangannya dalam usaha pertaniannya.
Sebagai tindaklanjut pasca pelatihan ini Dinas Pertanian Kobar, akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan pada kelompok tani tersebut, sekaligus melakukan evaluasi. “Nantinya mereka akan kami evaluasi, untuk mengetahui bagaimana hasilnya, dan harapan kita juga akan menularkan ilmunya kepada petani lainnya. Mengingat pelatihan tidak bisa mengakomodir semua petani,” pungkasnya.
Terspisah Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan pemahaman pengelolaan keuangan amat penting bagi para petani untuk membantu membuat perencanaan yang matang dalam mengelola usaha taninya, mulai dari pra panen sampai pasca panen.
“ Sehingga terjadi yang namanya peningkatan kesejahteraan petani. Karena apa, mereka lebih efisien sebab sudah paham bagaimana mengatur biaya – biaya pengeluaran selama bertani, “ ucap Mentan.
Satu frekwensi dengan Mentan, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan sudah saatnya Petani harus memiliki kemampuan manajerial yang bagus, terutama menyangkut keuangan. Sebab, usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit. Untuk itu segala sesuatunya harus dilakukan dengan cermat
“ Sudah saatnya pertanian dikelola oleh petani yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian maju, mandiri, dan modern,” ungkap Dedi.
Untuk diketahui selain di Kotawaringin Barat kalimantan Tengah, BPDPKS bersama BBPMKP Ciawi menggelar berbagai tema pelatihan bagi pekebun sawit dibeberapa provinsi lain, yaitu Riau untuk petani pekebun Kabupaten Kampar, Sumatera Selatan bagi petani pekebun Kabupaten Ogan Komering Ilir, Jambi untuk petani pekebun Kabupaten Merangin dan Tanjung Jabung Barat dan Sulawesi Tengah untuk pekebun di Kabupaten Morowali.
Beberapa bulan lagi Pemilu 2024 akan segera digelar, tepatnya pada 14 Februari 2024 mendatang. Bukan rahasia umum lagi sejumlah calon legislatif (caleg) baik Kota Bogor, Jawa Barat maupun caleg DPR RI akan berupaya menarik simpati masyarakat.
Lurah Tanah Baru Raden Ronny Kunaefi pun mengingatkan warganya jika ada caleg dari partai manapun yang berkunjung tetap diterima dengan baik. Namun dia mengaku akan lebih respek dengan caleg yang mau mendorong pembangunan wilayahnya, Tanah Baru, Bogor Utara.
“Kita memang butuh anggota dewan yang mau membangun (Tanah Baru). Tentu anggaran dari dewan ada, apakah mau Pokir atau dana aspirasinya dibuat disini. Atau dewan apakah mau mengajukan di penganggaran untuk daerah sini,” jelas Ronny saat menyerahkan SK pengurus RW 02 dan Ketua RT 01,02 dan 03 di Madrasah Al Hidayah Tanah Baru, Sabtu (22/7/2023) malam.
Dia juga menegaskan, tidak akan mengarahkan warga untuk memilih caleg atau partai tertentu karena warga memiliki hak kebebasan memilih. “Caleg di Tanah Baru ada 1 dari incumbent dan selebihnya baru nyaleg,” kata dia.
Pada penyerahan SK tersebut, Lurah Ronny juga menerima aspirasi warganya dan berharap RW dan RT di Tanah Baru tetap guyub dan saling jaga keamanan dan ketertiban.
Sementara Ketua RW 02 Kastim Purnama juga mengingatkan ketua RT dan warganya agar tidak menggunakan sarana tempat ibadah dan pendidikan dijadikan tempat kampanye.
“Ya kalau di rumah simpatisannya ya silakan. Ini arahan dari Bawaslu agar aturan dari KPU perihal kampanye ini dilaksanakan di wilayah masing-masing tujuannya agar kondusif,” jelas Kastim yang pada acara penyerahan SK masing-masing perwakilan dari RT 01,02 dan 03 mendapat bantuan sembako.
Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor memiliki keasrian alam, budaya dan sejarah yang masih terjaga hingga saat ini. Kini, kelembagaan adat sedang dibuat agar Kasepuhan Malasari memiliki legalitas.
“Sekarang kita lagi menyusun kembali lembaga adat, harapannya nanti punya legalitas. Sementara ini kan belum ada, kebetulan hari ini juga dari kemarin sudah hadir dari DPMD Provinsi Jawa Barat dari bagian dan itu memang sedang menjembatani, memfasilitasi untuk bagaimana terbentuknya lembaga adat kasepuhan tersebut dapat legalitas,” kata Sekretaris Desa Malasari Uchu, Jumat (21/7/2023).
Seren Taun kesepuhan Malasari sendiri digelar setiap tahunnya berupa upacara adat Seren Taun yang dirayakan pada tahun baru Islam 1 Muharam.
Pada tahun 2023 ini seren taun kesepuhan Malasari lebih meriah dilaksanakan, dibanding tahun sebelumnya karena sudah terbebas Covid-19. Dengan mengambil tajuk “Ngahiji ngajadi hiji, tradisi ngajati diri” itu pun memiliki arti dan makna yang cukup dalam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian kegiatan. Diantaranya pada hari pertama melaksanakan ngadiukeun atau pembukaan keseluruhan acar adan berlangsung dengan Festival Muharam 1445 H dan perlombaan MTQ.
Di hari kedua ritual adat Seren Taun dan sedekah bumi. Ngasupkeun pare ka leuit (memasukan padi ke lumbung). Simbolis penanaman bibit pohon dan bibit ikan. Kumpul ngariung patani (kumpul bersama petani). Setelah itu, hiburan marawis, hadroh dan gambus. Pada malamnya pawai obor, santunan yatim dan ditutup dengan tabligh akbar memperingati 1 Muharam.
Sementara di hari ke tiga sebagai puncak acara, festival dongdang dan arak-arakan. Pemasrahan arak arakan hasil tani ke ke kesepuhan pada siangnya, mapag rupa-rupa hasil pertanian oleh kesepuhan dan tokoh masyarakat.
Pentas seni lokal seperti debus dan pancak silat. Pembagian hadiah perlombaan, pada malamnya pagelaran wayang golek dan ditutup rangkaian acara oleh kasepuhan.
Uchu menjelaskan, tradisi tersebut sudah dilakukan secara turun-temurun dari nenek buyut warga masyarakat adat Malasari yang tidak diketahui kapan dimulainya.
“Buyut kami yang disini itu bapaknya aja meninggal sekitar di tahun 1930-an. Berarti jauh sebelumnya itu sudah melaksanakan kegiatan ini,” jelasnya.
Masyarakat adat di Kasepuhan Malasari, Kecamatan Nanggung memiliki prinsip ‘Ngahiji Ngajadi Hiji, Tradisi Ngajati Diri’.
Prinsip itu dapat diartikan bersatunya atau guyub tiga faktor dalam kehidupan pemerintahan dari tingkat bawah sampai tingkat pusat yaitu kasepuhan, pemerintahan dan ulama.
“Ada tiga faktor yang dapat membentuk kehidupan pemerintahan yang baik. Dari pemerintahan terbawah sampai tertinggi, dimana itu ada kasepuhan, pemerintahan dan para ulama itu bersatu, ketika semuanya bersatu, guyub tidak akan ada lagi yang namanya perpecahan dan lain sebagainya,” kata Uchu.
Acara adat Seren Taun mendapat support dan dukungan dari pemerintahan. Sebagai bentuk menjaga dan melestarikan budaya yang merupakan ciri jati diri warga masyarakat Desa Malasari.
“Kegiatan Seren Taun ini juga menunjukkan jati diri khususnya warga Malasari. Bahwa, Tradisi Ngajati Diri Malasari itu seperti apa sih, dengan adanya apa adat atau budaya Seren Taun itulah menjadi ciri Malasari,” tegasnya.
SDN Cinangka 01 menggelar penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2023/2024, Sabtu (22/7/2023).
Kegiatan MPLS dilaksanakan mulai hari pertama masuk sekolah pada 17, 18, dan 20 Juli 2023 untuk pengenalan diri dan personil sekolah, ruangan-ruangan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, tata tertib sekolah, dan kepramukaan.
“Ditambah satu hari (Sabtu) pengenalan kegiatan Muhadhoroh”, jelas Kepala SDN Cinangka 01, Yanie Muriani, M.Pd.
“Alhamdulillah, PPDB tahun pelajaran 2023/2024 ini ada peningkatan jumlah siswa yaitu empat puluh satu siswa baru kelas I dan tiga siswa pindahan yang diterima sesuai dengan ketentuan Penerimaan Peserta Didik Baru. Hal ini mendapat apresiasi dari Pengawas Pembina Gugus V Cinangka, Nawawi, S.Pd.,M.Pd.”, ujar Yanie.
“Semoga para orangtua tidak menyesal mendaftarkan putra putrinya ke SDN Cinangka 01, karena Kami akan melayani memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menuangkan minat dan bakatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti karate, angklung, marawis, pianika, degung, menyanyi solo, pupuh, dan futsal. Selain itu juga ada kegiatan Sholat Dhuha yang dilaksanakan setiap hari, kegiatan muhadhoroh setiap hari Jumat, senam pagi, kepramukaan setiap hari Sabtu, dan ada bank sampah, salon sampah yang bersinergi dengan UKS beserta dokter kecilnya,” jelas Yanie.
Sementara seluruh siswa kelas II hingga kelas VI antusias mengisi acara penutupan MPLS dengan penuh semangat. Mereka menghibur siswa baru sesuai dengan jenis ekstrakurikuler yang diikuti.
“Hal ini karena ada banyak kegiatan ekstrakurikuler di sekolah kami”, tutur Guru Kelas II, Hilman Fahmi.
Penutupan MPLS diakhiri dengan ucapan Hamdalah dan pelepasan balon dengan menerbangkan tulisan “MPLS SDN CINANGKA 01” yang disaksikan seluruh warga SDN Cinangka 01.
Arena bermain bermacam ketangkasan yang sarat edukasi dan hiburan Hello Fun kini kembali hadir di kawasan Metropolitan Mall Cibubur, tepatnya dilantai dua tentunya dengan konsep terbaru dan fresh serta tampilan logo yang lebih menarik.
Hello Fun yang merupakan brand naungan Funworld ini melangsungkan sejumlah rangkaian acara pada Grand Opening yang diisi dengan penyelenggaraan lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK).
“Hello Fun By Funworld ini hadir ditengah masyarakat modern untuk memberikan alternatif hiburan keluarga dan sahabat di wilayah Cibubur dan sekitarnya. Sehingga saat berkunjung ke mall dapat mengajak buah hatinya menghabiskan waktu luang dengan keseruan puluhan mesin ketangkasan yang bikin greget, ” ucap Angelina Supervisor Hello Fun by Funworld ketika ditemui media disela grand opening, Sabtu (22/07/2023).
Ditambahkan Wawan Setiyono Marcomm & Sales Manager Hello Fun by Funworld, disini tersedia sebanyak 71 mesin permainan yang disuguhkan, diantaranya Batman, Harley Davidson, Pump It Up, Rambo DX, Tekken, Transformer, Carousel, Toy Factory, Street Basket Ball, Bruce Lee, Crazy Clock, Magic Ticket, Magic Wheel, Ticket Crush, UFO, Zombie Outbreak, dan lain-lain.
“Beberapa mesin-mesin yang dapat menarik minat para pengunjung yakni mesin-mesin yang mengeluarkan banyak tiket, seperti mesin Ticket Crush dan Magic Wheel. Serta ada juga mesin-mesin permainan yang menantang, yaitu ada Mesin Starwars Dedicated,” tambahnya.
Angelina
Selain itu, menurut dia, pengunjung diajak merasakan pertempuran dengan robot luar angkasa, ada juga Basket Ball Star, Razing Strom, dan Fast Track Hockey. Mekanisme bermain di Hello Fun By Funworld menggunakan kartu bermain yang disebut Hello Card.
Pengunjung diharuskan mengisi saldo bermain pada Hello Card. Saldo bermain pada kartu tersebut dinamakan HOP. Nilai dari 1 HOP setara dengan Rp2.000,-. Bermain di Hello Fun By Funworld cendrung lebih murah, karena mulai dengan harga Rp2.000,- para pengunjung sudah bisa bermain seru-seruan di Hello Fun By Funworld.
Jadi, customer akan lebih bisa berbagai kegiatan lainnya dan dapat diketahui melalui Official Account Instagram Funworld, yaitu @funworld dan Facebook Page Funworld yaitu Funworld Indonesia.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertanian sudah tidak lagi bicara masalah wilayah, tetapi sudah bersifat global. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian.
Hal tersebut disampaikan Mentan pada malam puncak Sarasehan Petani Milenial “Local Champion” 2023 di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, 20 – 22 Juli 2023. Pelaksanaan sarasehan ini adalah kali kedua setelah sebelumnya digelar tahun 2022.
Dalam kegiatan itu, disalurkan KUR kepada 225 orang Petani Milenial binaan eselon satu lingkup Kementan penerima manfaat dengan total Rp10.471.000.000
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian, yaitu Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern.
“Arah kebijakan ini menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, cermat dan akurat bagi jajaran Kementerian Pertanian dalam mencapai kinerja yang lebih baik, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memanfaatkan teknologi mutakhir, dan korporasi petani sesuai arahan Bapak Presiden,” katanya.
Untuk itu, Mentan berharap kegiatan ini mampu menghasilkan strategi penumbuhan usaha, jejaring pasar, pertukaran teknologi dan inovasi, serta mitigasi perubahan iklim global.
“Kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Kita sudah tidak bicara wilayah, seperti Jawa, Sulawesi atau Kalimantan, tapi global. Jadi sangat penting konektivitas antar kalian (peserta sarasehan) untuk membangun ekosistem,” tuturnya.
Mentan pun berharap setelah sarasehan para peserta dapat berkolaborasi antar peserta maupun dunia usaha.
Mentan menambahkan, mengurus pertanian mungkin tidak akan membeli kemewahan, tapi mendapatkan ketenangan.
“Kalian akan tenang, tetap bisa makan dan hidup berkecukupan. Kalian di sini sudah di tempat yang benar untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Pertanian itu menguntungkan, pertanian itu tidak kotor itu citra dahulu, kalian yang bikin pertanian itu keren dan menguntungkan,” katanya.
Menurutnya, ciri petani milenial adalah militan, punya rasa ingin tahu yang tinggi dan menguasai teknologi dan mempunyai jejaring yang luas.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan kegiatan ini akan mengusung seluruh program unggulan Kementerian Pertanian.
“Terutama program-program yang inovatif dan kolaboratif dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian,” ujarnya.
Salah satunya Program TANI AKUR (Petani Milenial Akses KUR) . Dedi menjelaskan, TANI AKUR merupakan kolaborasi yang hadir untuk mempermudah akses pembiayaan dengan bunga yang terjangkau.
“Dengan pembiayaan yang mudah diharapkan akan mampu mendorong peningkatan skala usaha petani milenial,” katanya.
Selain itu, program utama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam regenerasi petani adalah Petani Milenial. Dalam kegiatan ini, 500 orang Petani Milenial hadir bersama Mahasiswa Polbangtan dan tamu undangan sehingga total ada 700 orang.
Melalui acara ini dipertemukan petani milenial dengan pihak perbankan dan dunia usaha dengan harapan setelah pulang dari sarasehan ini, mereka menjadi local champion di daerahnya masing masing
Dedi berharap kegiatan ini dapat melahirkan local champion petani milenial yang merupakan kolaborasi seluruh Eselon 1 lingkup Kementerian Pertanian untuk mempercepat peran aktif petani milenial dalam pembangunan pertanian Indonesia.
Agenda pada Sarasehan Petani Milenial Tahun 2023 sendiri diisi dengan berbagai kegiatan, seperti Pameran Produk Unggulan Pertanian, Team Building dan Pembentukan Kelompok, Motivator “Membangun Bisnis Kreatif bagi Petani Milenial”.
Selain itu, ada kegiatan Launching Aplikasi Learning Management System (LMS), YESS Award, Penghargaan Local Champion 2023 (Petani Milenial Akses KUR).
Hadir pada acara pembukaan Wakil Bupati Bulukumba, Kepala Dinas Pertanian Bantaeng, Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Pimpinan Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian, Pimpinan Eselon II Lingkup Kementerian Pertanian, Pimpinan Perbankan Penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan Perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri.
Sejumlah petani milenial yang dihadirkan secara online memberikan motivasi pada rekan sesama milenial yang hadir.
Di antaranya Ade, petani tanaman hias dan ekportir, ia membagikan motivasi dalam berbisnis pertanian, yang ia dapat langsung dari Mentan Syahrul.
“Start from the end, mulailah dari mencari pasar baru memutuskan menanam komoditas apa?” ujarnya.
Tanaman hias milik Ade sendiri memiliki pasar ekspoe hingga ke Eropa, Amerika, Korea, Jepang, dan Singapura.
Selain itu ada Agung Wedha, Eksportir Buah, Distributor Sayur dan. Petani Hortikultura dengan komunitas Petani Muda Keren, petani asal Bali ini mengatakan untuk menjadi petani yang sukses harus punya modal 6 M.
“3M yang pertama adalah Melihat, Mendengar dan Melakukan. Melihat dari contoh petani yang sukses, datangi mereka kemudian mendengar dalam arti belajar setelah itu melakukan,” katanya.
“Setelah itu kalian akan butuh 3 M kedua yaitu Mindset, Modal, dan Management. Untuk sukses harus punya mindset yang baik, Modal dibutuhkan untuk akselarasi pertumbuhan usaha, disitu kita di-support melalui KUR dan yang terakhir management yang profesional dalam pengelolaan bisnis akan mengantarkan kita pada kesuksesan,” tandasnya.
JURNALINSPIRASI.CO.ID – Instrumen kebijakan pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan seperti AMDAL “dicabut”, apa iya? Seandainya iya, itu namanya keblinger. Keputusan sesat dan menyesatkan, amat berbahaya bagi keberlanjutan Indonesia.
UU Cipnaker Omnibuslaw itu cacat hukum, sudah ditolak dan diyuridis review oleh MK RI, akan tetapi rezim yang tengah berkuasa ini tetap ngotot dan bersikukuh dengan membuat antitesa berupa Perpu Ciptanaker.
Wong ini aneh dan memang edan rezim ini styling dan gusturenya “otoriter” sehingga membuat carut marut hukum terutama hukum ketatanegaraan. MK RI saja sebagai lembaga negara Yudikatif dilawan Perpu Cipnaker oleh pimpinan Lembaga Negara Eksekutif yakni Presiden RI.
Begitulah ngototnya rezim yg berkuasa ini. Padahal sejumlah pakar dan ahli hokum tata negara Indonesia sudah mengkritisi, berteriak, beropini di arena publik bahwa lahirnya Perpu Cipnaker ini menentang keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI dan itu perbuatan pelanggaran konstitusi dan merupakan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) tak dihiraukan.
Faktanya jalan terus seperti yang dikatakan Sahabatku bahwa AMDAL sudah dicabut, tidak lagi menjadi salah satu dokumen persyaratan untuk mendapatkan surat izin berusaha dan berinvestasi di tanah air Indonesia. Dengan kata lain sikap the ruling party sepertinya cuek, “anjing menggonggong kafila tetap saja berlalu”.
Dengan dicabutnya dokumen AMDAL oleh UU Cipnaker Omnibuslaw yang prores kaum buruh, menjelma menjadi plesetan UU “Cilaka”, maka rezim yang berkuasa (the ruling party) ini berarti telah berani menentang komitmen masyarakat global, World Summit thn 1992 di Rio Jenairo Brazilia, dan World Summit tahun 2002 di Johannes Burg Aprika Salatan, yang bersepakat dan memutuskan adanya konsensus para pemimpin dunia difasilitasi dan dikomandani PBB untuk mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development/SD) yang dilatar belakangi terjadi krisis lingkungan yang hebat beberapa dasa warsa terakhir hingga kini, dan sangat membahayakan kehidupan umat manusia.
Adanya kekhawatiran krisis lingkungan hidup ini, akibat pesatnya pertumbuhan industri yang tak terkendali dan juga diperkuat munculnya kerusakan akibat “careless technology”, penggunaan teknologi yang tidak ramah lingkungan mengancam dan mempercepat hancurnya ekosistem alam.
Sejumlah dampak negatif kita rasakan saat ini seperti pemanasan global (global warning). Pencemaran lingkungan daratan/lahan, perairan dan udara (atmosfer), menurunnya biodiversity dan bahkan punahnya beberapa spesies flora dan fauna di muka bumi dan degradasi fungsi ekosistem alam sehingga terjadi tanah longsor, banjir bandang, kekeringan dll.
Sustainable Development atau SD itu adalah upaya pembangunan yang berbasis 3 dimensi yaitu adanya keseimbangan dan keharmonisan aspek ekonomi, ekologi.(lingkungan hidup) dan ekososial (social equity).
The ruling party yang berkuasa saat ini dengan jargon kerja, kerja dan kerja, yang sangat pragmatisme itu, maaf saya kritisi, proses dan aktivitas pembangunan cenderung mengenyampingkan atau mengabaikan aspek ekologi dan ekososial. Mereka kurang atau tidak paham atau gagal paham apa dan bagaimana serta mengapa itu konsep SD harus dilaksanakan?, atau mereka berpura-pura tidak mengerti tentang Sustainable Development Goals (SDGs) dimana ada 18 tujuan dengan sejumlah indikator dan target yang tengah dan harus dilaksanakan setiap negara anggota PBB di dunia.
Ingat setiap negara anggota Persatuan Bangsa-Bangsa (United Nations) termasuk Indonesia di dalamnya telah berkomitmen untuk melaksanakan SD dan SDGs tersebut, adanya APBN Hijau pro lingkungan (go green) sudah menjadi suatu keniscayaan dan kebutuhan.
Dengan mencabut instrumen kebijakan pembangunan seperti yang dahulu wajib AMDAL sebagai persyaratan mutlak perizinan untuk membuka usaha dan investasi baru, dan sekarang dicabut. Itu adalah sebuah sikap kekonyolan dan edan, karena itu menentang arus komitmen masyarakat global dalam hal kesepakatan PBB yang tidak ditaati “mblelo” oleh Pemerintah RI.
Jika ini dilakukan rezim yg berkuasa ini, maka selain mengundang berbagai bencana alam yang datang, dan juga berakibat fatal bagi rakyat tempatan (local community) yang akan tertimpa musibah, merana dan sengsara hidup dibuatnya.
Selanjutnya bersiap-siap sajalah akan mendapatkan sanksi masyarakat internasional, terutama negara-negara yang berkomitmen tinggi yang “pro green consumer” untuk penyelamatan (konservasi) sumberdaya alam dan lingkungan (SDAL) yang sehat dan lestari di dunia, maka mereka akan memperkarakan secara hukum internasional dan mengembargo produk-produk Indonesia yang dituduh merusak lingkungan (ekosistem alam) seperti yang sedang terjadi pada kasus Sawit karena isunya pembukaan lahan perkebunan sawit merusak ekosistem hutan tropika sebagai paru-paru dunia.
Sebenarnya adanya embargo, pemboikotan usaha bisnis dan perdagangan produk CPO Indonesia yang masuk (impor) ke negara-negara Eropa, bisa berpotensi terjadi lagi. Terjadinya penolakan tersebut cukup berpengaruh buruk terhadap penerimaan devisa Negara kita, dll.
Demikian narasi saya tentang respon dari Sahabatku Dr. Syafriman Abbas, yang kini toering di negara Amerika Serikat, dan beliau sempat-sempatnya merespon tulisan saya Renungan Pagi: Food Esfate, bahwa AMDAL sudah dicabut karena dianggap menghalangi kegiatan investasi akibat berbiaya tinggi.
Komentar saya terakhir bahwa mereka rezim ini nampaknya telah gagal paham tentang visi dan misi SD dan SDGs yang merupakan komitmen masyarakat global.
Melihat rendahnya kualitas kepemimpinan nasional dalam memahami isu-isu strategis pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan guna menanggulangi krisis ekologi dewasa ini, maka menurut saya para ahli dan pakar lingkungan haruslah bersuara nyaring untuk menyelamatkan ekosistem alam dan sumberdaya alam (SDA) Indonesia yang kaya raya ini, terutama SDA hayati (megabiodiversity) hutan alam tropis sebagai sumber kemaknuran bersama rakyat sebesar-besarnya, bukan kemakmuran orang perseorangan seperti cengkraman oligarki yang berhegemoni power saat ini Zaman Now. Dan barang tentu sikap itu bertentangan dengan Pasal 33 UUD 1945 Bab Kesejahteraan.
Save SDAL dan Save NKRI. Syukron barakallah. Wassalam
===✅✅✅
Penulis: Dr. Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si (Alumni IPB University, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Pendiri ICMI tahun 1990 di Malang dan Wasek Wankar ICMI Pusat 2021-2026, Pegiat dan Pengamat Sosial)
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Cinta Mega tertangkap kamera tengah asyik bermain gim slot online di saat rapat paripurna bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono pada Kamis (20/7/2023). Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyatakan akan memberika sanksi usai video main gim jadi perhatian publik.
“Atas kejadian kemarin fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta memberikan sanksi keras, memberikan peringatan keras kepada yang bersangkutan yaitu ibu cinta Mega karena Ibu cinta Mega sudah melakukan hal yang tidak semestinya dilakukan dalam rapat paripurna,” kata Gembong dikutip dari RMOL, Sabtu (22/7/2023).
Kemudian, ia melanjutkan telah menyerahkan proses investigasi seluruhnya kepada DPD PDIP DKI Jakarta. Maka dari itu, sanksi untuk di partai PDIP hanya dapat diberikan oleh DPD.
“Sanksi dari fraksi yang seperti ini nanti tindak lanjutnya pasti ada. Misalkan, apakah yang bersangkutan masih layak lagi dicalonkan sebagai anggota DPRD, misalkan seperti itu. Nanti DPD yang akan ambil sikap secara tegas,” kata dia.
Ia menambahkan percaya sepenuhnya kepada pernyataan Cinta Mega yang mengaku tidak bermain game slot online. “100 persen kami percaya. Apakah benar atau tidak, ya itu urusan Ibu Cinta Mega,” kata Gembong.
Terkait sanksi sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Kehormatan (BK). “Kami sifatnya pasif. Kalau Badan Kehormatan merasa perlu ya monggo tindaklanjuti. Karena itu anggota kami, kami sudah memberikan sanksi secara internal fraksi,” kata Gembong.
Gembong juga meminta maaf atas dugaan anggotanya main gim saat rapat. Ia berharap ini merupakan kejadian pertama dan terakhir. “Untuk itu sebagai pertanggung jawaban kami. Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf atas nama Ketua Fraksi dan seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mohon maaf kepada publik Jakarta atas kejadian itu,” kata dia.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono pun menanggapi hal ini. “Saya belum lihat kemaren pekerjaan numpuk, pukul 05.00 WIB pagi sudah dikabari berangkat jadi belum tahu berita itu,” kata Heru kepada wartawan di Waduk Kampung Rambutan 2, Ciracas, Jakarta Timur.
Namun, saat ditanyakan akan mengecek hal tersebut atau tidak. Ia menjawab hanya singkat. “Belum baca,” kata dia.
JURNAlINSPIRASI.CO.ID – Respon ibu Dr.Sri tentang tulisan saya berjudul Renungan Pagi: Food Estate di Kalimantan, mengenai persoalan kondisi lahan bergambut, kurang cocok untuk tanaman pangan.
Seharusnya penyusunan dokumen perencanaan proyek Food Estate wajib melakukan riset secara mendalam. Data itu kan sudah ada dan cukup banyak, diantara data geodesi, geologi, topografi, agroklimate etc di kawasan Kalimantan. Ada institusi Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Baitbangtan etc.
Berdasarkan data riset tersebut dijadikan materi untuk penyusunan berbagai dokumen perencanaan proyek Food Estate, diantaranya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
AMDAL menurut Peraturan dan UU yang berlaku di Indonesia wajib dilakukan setiap upaya dan usaha bisnis dan investasi, industri, apalagi mega proyek sekelas Food Estate yang nyata-nyata merubah bentang alam (landscape) dan fungsi ekosistem hutan alam tropika.
Dengan adanya AMDAL tahu manajemen RKL dan RPL, sejak awal proyek tersebut sudah bisa dipahami tingkat kelayakannya ditinjau aspek Benefit-Cost Analysis (BCA) , terutama mempertimbangkan berbagai resiko dalam berbagai perspektif sainsifik.
Jika tidak ada dokumen AMDAL Food Estate di Kalimantan yang dibuat Tim Ahli dan Pakar AMDAL yang melibatkan sejumlah pakar dan ilmuwan profesional dan berpengalaman berbagai disiplin ilmu, maka proyek itu kita sebut proyek Food Estate asal-asalan, alias “abal-abal”.
Sayang dana APBN yang besarnya miliaran bahkan triliyunan rupiah itu menjadi sia-sia dan mubazir.
Hayo siapa yang harus bertanggungjawab? Dalam menyelesaikan permasalahan mangraknya proyek Food Estate di Kalimantan tersebut. Pihak Pemerintahan yang berwenang harus melaksanakan Audit Manajemen Proyek tersebut agar tahu persis faktor kegagalannya.
Kita ini bangsa yang besar, memiliki jutaan cerdik pandai, akan tetapi cara bekerja dalam menyiapkan perencanaan mega proyek Food Estate kok bisa “abal-abal”?
Lantas ada dimana mereka kaum Cendekiawan Muslim Indonesia, kok diam saja (ciciang wae), ada apa? Wassalam
Penulis: Dr.Apendi Arsyad, M.Si (Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat)