31.5 C
Bogor
Tuesday, April 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 513

Melalui Yayasan Habitat, Prudential Bangun Rumah dan Sanitasi di Desa Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Prudential yang bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia melakukan peletakan batu pertama untuk  pembangunan 15 rumah, 10 renovasi rumah, 38 sanitasi, 1 posyandu di Kp. Blok Mede RW 01, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/8/23).

President Direktur Prudential Indonesia Michellina Laksmi Triwardhani mengatakan, kegiatan pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Prudential untuk masyarakat. Dimana ini adalah bukti nyata bahwa Prudential ada di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan kesehatan mereka sampai memiliki tempat tinggal yang layak.

” Kita harus menyadarkan pentingnya kesehatan kepada masyarakat, dimana kami juga memberikan pemahaman serta pelatihan untuk masyarakat akan pentingnya hidup sehat, ” ungkap Presdir Prudential Ibu Dhani sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Presdir Prudential Dhani menyebut, kegiatan seperti ini merupakan pengembangan setelah desa maju yang ada di Mauk Kabupaten Tangerang, dan untuk kegiatan-kegiatan ini bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia dalam membangun rumah untuk mereka, mulai dari pondasi sampai finis.

” Anggaran yang kami salurkan ini adalah anggaran CSR Prudential, dan kami ucapkan terimakasih kepada semua unsur yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena kami menginginkan desa yang sudah mendapatkan predikat desa maju bisa lebih maju lagi dengan kondisi warganya yang menjaga kesehatan dan hidup dalam lingkungan yang layak,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengucapkan terimakasih kepada Prudential dan Yayasan Habitat for Humanity Indonesia yang sudah menyalurkan bantuan di RW 01 Desa Gunung Putri.

” Saya berharap pembangunan yang dilaksanakan oleh Prudential dan Yayasan Habitat ini bisa meluas ke RW yang lain yang ada di Desa Gunung Putri. Dimana memang untuk kondisi rumah yang harus direnovasi atau dibangunkan dari nol itu masih ada di beberapa RW yang ada di desa kami,” cetusnya.

” Pesan saya untuk warga, perbanyak rasa syukur, saya sebagai kepala desa akan melakukan yang terbaik untuk semua masyarakat. Saya harapkan juga, bantuan yang ada ini tolong dijaga dan dirawat, karena itu untuk kita sendiri,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Warga PHPM RT 07 Optimistis Ada di Barisan Para Juara Festival Karnaval

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Menampilkan yang berbeda dalam perayaan HUT RI ke-78, warga RW 007 Perumahan Puri Harmoni Pasir Mukti (PHPM), Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor mengadakan Festival Karnaval dengan tema “ Satu Harmoni Dalam Keberagaman, Harmoni Ngahiji “, Kamis (17/8/23).

Terlihat, ribuan warga Puri Harmoni tumpah ke jalan dengan memakai kostum yang unik dan diiringi maskot dari perwakilan masing-masing RT.

Ketua RW 007 Mockh Lukman SE,S.pd mengatakan, Festival Karnaval ini untuk pertama kalinya dibuat di lingkungan guna mempersatukan warga. Festival Karnaval dengan maskot Garuda ini diikuti oleh 10 RT yang ada di Perumahan Puri Harmoni Pasir Mukti.

“ Pembentukan RT dan RW di lingkungan PHPM ini kan masih tergolong baru, maka melaui Festival Karnaval ini kita satukan kekompakan untuk kegiatan yang positif,” ungkap Lukman sapaan akrabnya kepada wartawan.

Lukman menyebut, antusias warga sangat terlihat dalam mengikuti kegiatan ini. Mulai dari kostum yang kompak, juga pembuatan maskot dan atribut lainnya yang memakan waktu berhari-hari tapi mampu mereka selesaikan dengan sempurna.

Bahkan ada yang sangat antusias sudah melakukan iuran di warganya jauh-jauh hari sebelum kegiatan festival dilakukan, dan ada juga yang antusias setiap malamnya melakukan latihan untuk menyempurnakan gerakan.

“ Awalnya, jumlah pengiring maskot dibatasi, namun karena tingginya minat warga mengikuti festival karnaval ini akhirnya panitia membebaskan jumlah pengiringnya. Saya sangat apresiasi sekali atas antusias warga yang sudah meluangkan waktunya, bahkan biaya untuk memeriahkah HUT RI ke-78 ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi ajang tahunan kedepannya,” cetus Lukman.

“ Saya berharap, warga PHPM semakin kompak, semakin solid, untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di PHPM. Hadiah-hadiah menarik sudah kita siapkan untuk para pemenang perlombaan, insya Allah kedepannya bisa lebih meriah dengan hadiah yang lebih besar dan menarik lagi,” tambahnya.

Sementara Ketua Kordinator Festival Karnaval RT 07 Dicky Chan optimis jika timnya akan mengisi peringkat dari 1 sampai dengan 3. Mengingat, tingginya animo warga RT 07 yang ingin mengikuti Festival Karnaval ini membuatnya optimis akan ada dibarisan para juara.

“ Saya ucapkan terimakasih kepada semua warga RT 07 yang sudah mau ikut partisipasi, dari mulai persiapan sampai hari H-nya. Kompak terus, dan kami optimis RT 07 akan menduduki barisan para juara, karena dari segi kesiapan dan persiapan sudah mendekati sempurna, “ pungkas Dicky mengakhiri.

** Nay Nurain

Kostum Unik Hiasi Upacara Bendera HUT RI Warga Griya Bukit Jaya 2

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Tak mau kalah, warga RW 032 Griya Bukit Jaya 2, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih di lapangan fasos fasum milik warga, Kamis (17/8/23). Pakaian adat dan unik turut menghiasi upacara bendera tersebut.

Ada yang memakai pakaian adat daerahnya masing-masing, ada pula yang memakai seragam sekolah karena mengenang kisah zaman sekolah terdahulu.

Ketua RW 032 Perumahan Griya Bukit Jaya 2 yang menjadi inspektur upacara lengkap dengan pakaian ala Presiden Soekarno mengatakan, upacara yang dilaksanakan oleh warga RW 032 ini merupakan yang pertama kalinya, karena sebelumnya hanya dilaksanakan di setiap RT saja. Namun untuk kali ini, dirinya ingin menyatukan warga dalam satu tempat sekaigus memperkenalkan fasos fasum milik RW 032.

“ Tema kegiatan kami kali ini adalah mandiri dan merdeka, kenapa mandiri?, karena sebentar lagi Perumahan Griya Bukit Jaya 2 ini akan ditinggalkan oleh developer, jadi mau tidak mau, apa yang menjadi tanggung jawab developer kini harus ditanggung sendiri oleh warga sekitar dan pemerintah,” jelas Wahid kepada Jurnal Bogor.

Wahid bersyukur karena 7 RT yang dalam lingkup RW 032 ini bisa menghadiri kegiatan upacara bendera ini dengan memakai berbagai kostum, hal itu dirinya nilai sebagai bentuk antusias warganya dalam memaknai Hari Kemerdekaan RI.

“ Selain bertujuan untuk memeriahkan HUT RI, dalam kesempatan berkumpul ini saya juga ingin memberitahukan kepada warga, bahwa di lahan fasos fasum inilah yang nantinya akan menjadi fasilitas warga RW 032,” cetus Wahid.

Nantinya, sambung Wahid Maskur, disini akan dibangun mini soccer, panggung gembira, dan sarana lain yang bisa digunakan oleh warga, baik warga Perum GBJ 2 yang ingin punya kegiatan maupun warga diluar GBJ 2 yang ingin menyewa tempat bisa dibicarakan nantinya.

“ Itu sebagian kecil rencana kedepan saya, dan mudah-mudahan rencana kecil ini bisa terwujud. Saya harapkan untuk warga RW 032 kompak terus dan selalu menjaga silaturahmi dan kondusifitas antar sesama warga,” tandasnya.

Sementara, salah satu warga RW 032, Vino (40) sangat senang dengan kegiatan upacara karena bisa menyatukan warga satu dengan yang lainnya sehingga yang tadinya tidak kenal jadi kenal. Apalagi  upacara diwarnai berbagai kostum unik.

“ Saya dan isteri sendiri menggunakan kostum seragam SMA. Karena kita mengenang masa-masa SMA terdahulu, dimana dimasa itu saya dan istri dipertemukan dan pada akhirnya kini bisa hidup bersama,” pungkas Vino sambil tersipu malu.

** Nay Nur’ain

Seni Teater Hiasi HUT RI ke-78 Pemerintah Kecamatan Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Muspika Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Kantor Kecamatan Gunung Putri, Kamis (17/8/23).

Dalam kegiatan tersebut Camat Gunung Putri Drs. Didin Wahidin, M.Si bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Wakapolsek Gunung Putri Didin Komarudin bertindak sebagai perwira upacara, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat bertindak sebagai pembaca UUD 1945, dan Danramil 0621-05 Gunung Putri Kav LA Ahmadin bertindak sebagai pembaca teks Proklamasi.

Sementara, Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terdiri dari perwakilan SMKN 1 Gunung Putri, SMK Bina Bangsa Mandiri, SMA Bina Bangsa Mandiri dan SMA Bunda Hati Kudus. Upacara Bendera Merah Putih untuk memperingati HUT RI ke-78 tersebut turut diikuti oleh  Forkopimcam, ormas, karang taruna, anggota dewan, dan seluruh siswa siswi SD, SMP, SMA/SMK di Kecamatan Gunung Putri.

Selanjutnya Camat Gunung Putri Drs. Didin Wahidin, M.Si menjelaskan bahwa peringatan 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan yang ke-78 di Kecamatan Gunung Putri melaksanakan serangkaian kegiatan. Mulai dari marchingband oleh siswa siswi SMPN 1 Gunung Putri, upacara pengibaran bendera, dan penampilan kreasi drama teater.

” Penampilan teater drama memperlihatkan perjuangan para orang tua kita dulu untuk merebut kemerdekaan. Bagaimana merebut kemerdekaan dari penjajahan dan itu sangat mengharukan sekali, dan sangat motivasi buat warga Kecamatan Gunung Putri,” tuturnya.

Didin menyebut, untuk saat ini kita sebagai generasi penerusnya harus mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, menumbuhkan persatuan dan kesatuan untuk membangun wilayah kita dan membangun negara Indonesia untuk lebih maju.

” Kegiatan upacara memperingati HUT RI di Kecamatan Gunung Putri ini ada juga diadakan deklarasi ODF deklarasi bebas dari buang air besar sembarangan, mudah-mudahan dengan telah dilakukan deklarasi, bahwa di Kecamatan Gunung Putri ini sudah tidak ada lagi masalah yang buang air besar sembarangan,” tandasnya.

“ Tetap semangat membangun kehidupan untuk berjuang bagi negara Indonesia ini, kita sebagai warga negara Indonesia harus cinta tanah air terhadap bangsa kita. Terus melaju dan Indonesia maju,” tambahnya.

Sementara, Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri, Udin Saputra mengucapkan alhamdulillah karena acara pengibaran bendera HUT RI yang ke-78 tahun ini di tingkat Kecamatan Gunung Putri berjalan sukses dan kompak.

” Kami dari APDESI mempersembahkan penampilan drama yang  mengisahkan perjuangan warga atau tokoh pahlawan yang ada di Gunung Putri Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Menurutnya, makna dari upacara, selain untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang yang memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, juga sebagai rasa syukur kita karena sudah merdeka selama 78 tahun.

” Saya berharap, tahun berikutnya bisa lebih meriah lagi dari ini, bukan hanya dalam pelaksanaannya melainkan juga betul-betul merasakan arti merdeka itu sendiri, yang diawali oleh diri kita sendiri,” pungkas Udin mengakhiri.

** Nay Nurain

Bendera Raksasa Berkibar di Situ Gunung Putri

0

Gunung Putri |  Jurnal Bogor

Bendera Merah Putih sepanjang 30 meter dengan lebar 6 meter dibentangkan  tengah Situ Gunung Putri, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (17/8/23). Berbagai unsur elemen masyarakat turut membentangkan sang saka Merah Putih tersebut, mulai dari unsur pemerintahan, organisasi masyarakat, pegiat lingkungan, relawan, santri, dan pelajar memenuhi Situ Gunung Putri untuk memeriahkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke-78.

Kadisbudpar Dedi Humaidi yang hadir dalam acara mengatakan, selain pengibaran bendera Merah Putih juga menampilkan adat kesenian Sunda bekerja sama dengan Bogor Sunda Sejati.

“Kita rasakan pada saat ini semangat patriotisme dan semangat nasionalis, dan para budayawan ini perlu didukung oleh pak camat dan pak lurah,” kata Dedi Humaidi kepada Jurnal Bogor.

Dedi menjelaskan, dengan mengisi kemerdekaan adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada karunia tuhan yang Maha Esa.

” Adalah suatu kewajaran bahwa kemerdekaan itu adalah karunia Allah dan ini patut disyukuri,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat menyebut, sebagai Muspika akan selalu mendukung kegiatan positif yang berasal dari Yayasan Bogor Sunda Sejati, yang digawangi oleh Edi Junaedi atau biasa dipanggil Ki Edi.

” Kegiatan ini sangat positif, saya sangat apresiasi kepada Yayasan Bogor Sunda Sajati yang memotori kegiatan ini dengan ide-ide yang sangat luar biasa, serta melibatkan banyak unsur element masyarakat yang juga turut memeriahkan acara ini. Jadi, tidak ada alasan kami sebagai Muspika untuk tidak mendukung kegiatan ini,” cetus Kompol Bayu.

Kompol Bayu menyebut, baru kali ini dirinya melihat  kegiatan peringatan pengibaran bendera Merah Putih diadakan dengan budaya seni Sunda di wilayah Kecamatan Gunung Putri,

“Ini baru pertama kali  diselenggarakan pengibaran bendera di atas danau, dan kami juga  berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan acara ini,” pungkasnya

** Nay Nur’ain

Napak Tilas ke Pemakaman Pahlawan Ajengan KH Sholeh Iskandar

0

Oleh:
Dr.Ir H Apendi Arsyad, M.Si

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Pagi itu, Selasa tanggal 15 Agustus 2023, tepatnya 2 hari sebelum perayaan HUT RI ke 78 tgl 17 Agustus 2023 hari ini, Tim Pengkaji dan Peneliti  Gelar Daerah (TP2PG) telah mengagendakan untuk melakukan kegiatan Napak Tilas ke beberapa lokasi pertempuran dan karya-karya jihad alm Ajengan KH Sholeh Iskandar.

TP2PG Kota Bogor berkumpul di kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor yang merupakan salah satu karya kemanusiaan Ajengan KH Sholeh semasa hidupnya. 

Beberapa lokasi kegiatan Napak Tilas dikunjungi adalah Kampus UIKA Bogor dengan gedung-gedung yang megah dengan ribuan mahasiswa dan alumni, Rumah Sakit Islam yang anggun dengan melayani pasien terutama kaum dhuafa dengan prima dan tetkadang biaya “gratis”, Pondok Pasantren Darul Falah Ciampea Bogor dengan sarana PAUD, TK, SMP dan SMK serta lahan pertanian, perkebunan dan ternak yang luas, Perumahan Rakyat  Modern yang tersusun apik terdapat di Desa Pasarean, kampung tempat kelahiran Ajengan KH Sholeh Iskandar.

Berikutnya kami meninjau rumah orangtuanya di Desa Pasarean, dan kemudian melewati desa-desa yang merupakan daerah pertempuran perang Batalyon O Siliwangi versus tentera penjajah Belanda/KNIL, daerah kampung persembunyian sekaligus daerah pertahanan di kawasan Handeulum Kecamatan Pamijahan Bogor Barat (daerah pegunungan Bunder).

Kami juga meninjau lokasi dimana terjadinya pertempuran menghancurkan pasukan Tank Baja penjajah di daerah Leweung Kolot, Jalan raya Cibatok, Bogor Barat, Kabupaten Bogor, tetapi sayang kami amati lokasi dan bekas peralatan tempur yang dimusnakan itu tidak terawat dengan baik. Bahkan lokasinya telah ditutupi warung-warung makanan yang berdiri di sepanjang jalan raya Darmaga-Leuwiliang Bogor. Ini perlu menjadi perhatian Bupati Bogor untuk menatanya kembali.

Dan yang paling utama kunjungan kami dari TP2PG Kota Bogor, barang tentu adalah berziarah ke pemakaman Ajengan KH Sholeh Iskandar di Kp Kandang Sapi Kecamatan Leuwliang yakni tempat pemakaman keluarga Haji Arif, ayahnya Ajengan KH.Sholeh.

Makam Ajengan KH Sholeh berdampingan posisinya di sebelah kiri ayahnya H.Arif.  Dan disana di pusaranya terdapat ada beberapa makam ibu kandung, adik dan kakak kandung dan ipar dari Ajengan KH Sholeh.

Diantara makam-makam tersebut, terdapat makam ayah dan ibu H.Taufiq Rahman S.Ag (CEO, Dirut PT BPRS Amanah Ummah), bpk Taufiq adalah salah seorang keponakan kandung Ajengan KH. Sholeh, dan beliau merupakan kader hasil didikan pamannya KH.Sholeh Iskandar.

Areal makam merupakan lahan perbuktian, yang tak begitu jauh dari pemukiman, rumah-rumah penduduk, dan mudah diakses melalui jalan kampung, bisa dilalui mobil, posisinya berada di samping TPU Desa Kandangsapi, Kecamatan Leuwiliang.

Lokasi makam Ajengan KH Sholeh masih amat sederhana, dan perlu penataan lebih lanjut guna menghormati ketokohan dan jasa-jasa kepahlawanan beliau semasa hidupnya sebagai seorang Pejuang Kemerdekaan RI tahun 1945.

Dalam catatan sejarah dan sejumlah kesaksian bahwa Almarhum Ajengan KH Sholeh Iskandar adalah seorang ulama besar, yang luas ilmu keislamannya, seorang intelektual sejati karena rajin berpikir, gemar menulis, dan sering diundang bertausyiah di majelis-majelis.

Termasuk forum-forum diskusi yang digelar mahasiswa, dan sangat peduli dengan nasib umat, terutama membela kaum fuqoro masakin dan mustaafin dengan berbagai karya kemanusiaan yang cukup banyak dan bervariasi baik di bidang pendidikan, kesehatan, perbankan syariah, kepasantrenan, lembaga dan organisasi atau Badan Koordinasi Ponpes, Legiun Veteran, Lembaga Makanan Halal, Asuransi Syariah, dan terakhir karya monumental Ajengan KH Sholeh mendirikan Organisasi Wilayah (Orwil) ICMI  berstatus Khusus di daerah Bogor, bersama para ilmuwan dan pakar (dosen) IPB University, antara lain dengan alm Prof Sjafri Mangkuprawira, Alm Prof Abdul Azis Darwis, alm Prof.Sadan Widharmana, alm Prof Sholeh Solahudin, alm Prof Hidayat Syarif, Prof AM Saefuddin, Prof Iding, Prof Didin Hafidhudin dan banyak lagi yang lainnya.

Ajengan KH.Sholeh Iskandar, merupakan sosok dan figur ulama intelek (cerdas, peduli dan berkomitmen tinggi mengangkat harkat derajat kaum.muslimin, sehingga mampu bergaul dengan para dosen IPB sejak tahun 1950-an hingga di akhir hayatnya Juni 1992.

Dengan kemampuan bekerjasama inilah ajengan KH Sholeh Iskandar bisa berkarya pertama kali membangun Ponpes Pertanian Moderen, bernama Darul Fallah Ciampea Bogor, padahal pendidikan sekolah formal Ajengan KH Sholeh hanya Sekolah Rakyat (SR), itupun beliau tidak tamat, dan kemudian meneruskan pendidikan agama Islam di beberapa Ponpes.

Diantara orang-orang yang pertama kali dirangkul mendirikan Ponpes Darul Falah adalah para dosen dan alumni IPB yaitu Ahmad Muflish Saefuddin, Sholeh Widodo dan Taufiq Ismail. Mereka bertiga ini adalah alumni IPB aktivis HMI Cabang Bogor tahun 1950-1960-an, yang berasal dari keluarga santri, ayah mereka juga ulama besar di kampong asalnya.

Kemudian setelah dari makam Ajengan, rombongan TP2PG sebanyak lk 17 orang menuju Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Amanah Ummah di pusat Kota Leuwiliang Bogor Barat. Di BPRS Amanah Ummah, kami disuguhi informasi dengan memutar video oleh Dirutnya yang baru sdr. Hendi Sofyan SE (putra H Taufiq dan cucunya KH Sholeh) tentang sejarah berdirinya Bank Syariah pertama kali di Indonesia thn 1991, dimana Ajengan KH Sholeh berperan besar dalam mewujudkan BPRS ini.

BPRS Amanah Ummah, punya kantor pusat dengan gedung cukup megah berlantai 4, dan memiliki 4 kantor cabang pembantu di Cicurug Sukabumi, Kampus UIKA Kota Bogor, dan Cileungsi, dengan ribuan nasabah yang sukses dalam pengembangan usaha UKM-nya, dan omset ratusan miliaran rupiah.

Dan terakhir menurut jadwal, setelah dari BPRS akan berkunjung ke Ponpes besar Darul Muttaqien di daerah Parung Bogor, tetapi kunjungan ke Ponpes ini dibatalkan karena keterbatasan waktu.

Ajengan .KH Sholeh Iskandar, berdasarkan fakta baru hasil kunjungan napak tilas rombongan TP2PG tersebut, memang betul, almarhum Ajengan KH.Sholeh Iskandar adalah ulama besar yang intelek dan patriotik, yang lahir tahun 1922 di kampung Gunung Handeleum, Desa Pasarean, Cibungbulang, Bogor Barat yang bersahaja.

Jujur saya AA berkata, setelah melakukan kegiatan Napak Tilas seharian, menelusuri jejak langkah perjuang Ajengan KH.Sholeh Iskandar, semakin terbuka wawasan pikiran dan mata hati saya di lapangan, bahwa Ajengan KH Sholeh Iskandar adalah sosok dan figur super hebat, yang memang sulit ditandingi oleh siapa pun, baik sekarang dan yang akan datang dalam aspek daya juang dan kepahlawanan nasional.

Ajengan KH Sholeh Iskandar adalah seorang pejuang nasional yang lengkap, yang dijalani dalam 3 fase yaitu merebut, mempertahan dan mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan buah megakarya kemanusiaan yang banyak kita nikmati selain berupa kebebasan, nikmat kemerdekaan terlepaa dari cengkraman penjajahan, juga kita menikmati berbagai fasilitas sosial berupa kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian, lembaga-organisasi sosial, dan lain-lainnya.

Hal seperti ini tidak banyak para pejuang melakukannya, sangat jarang bahkan mungkin tidak ditemukan dari sekian Pahlawan Nasional.

Sosok dan figur Ajengan KH Sholeh Iskandar sejak tahun 2016 telah diajukan menjadi Pahlawan Nasional kepada Pemerintahan Pusat. Berdasarkan hasil pengkajian dan penelitian TP2GD Kota Bogor, ajengan telah memenuhi syarat kepahlawanan menurut UU RI, bahkan melampaui unsur-unsur persyaratan kepahlawan berdasarkan data dan fakta peristiwa heroik yang ada dan pernah terjadi.

Ajengan KH Sholeh Iskandar, adalah Komandan Bataliyon O Siliwangi, anggota TNI dari unsur pasukan Hisbullah, berpangkat Kapten, daerah basis pertempuran daerah Leuwiliang Bogor Barat-Banten, dan pernah menjabat Komandan Kodim Rangkasbitung Banten tahun 1950-an, kemudian meminta pensiun dari tugas militer.

Menurut penuturan Ajengan KH Sholeh Iskandar kepada saya AA, thn 1991 di Hotel Indonesia Jakarta pada acara Silaknas ICMI pertama, beliau Ajengan berucap,” Nak Apendi, bapak minta pensiun dari tugas militer dan mengundurkan diri dari tugas komando TNI, sebab ingin secepatnya bisa membantu rakyat desa, yang doeloe banyak membantu bersembunyi dan memberi nasi bungkus, ketika  bapak berjuang, bergerilya, berperang mengusir tentera penjajah Belanda/KNIL di masa Revolusi Indonesia thn 1945 – 1950″.

Cara membantu rakyat atau masyarakat desa, yang Ajengan KH Sholeh lakukan untuk memajukan kehidupan rakyatnya, beliau telah buktikan dengan berbagai hasil karyanya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian rakyat, seperti yang kami saksikan pada saat perjalanan Napak Tilas beberapa hari yang lalu.

Demikian ungkapan berhati mulia Ajengan KH Sholeh Iskandar semasa hidupnya, dan beliau kerjakan bersungguh-sungguh dengan merangkul banyak pihak terutama kaum muda cerdik pandai yang ada di kampus-kampus terkemuka antara lain seperti IPB University.

Tepat hari ini, Kamis 17 Agustus 2023, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini telah berusia genap 78 tahun, semoga jasa-jasa para pahlawan nasional, diantaranya alm Ajengan KH Sholeh Iskandar sepatutnya kita kenang buat selama-lamanya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan berikutnya bisa menarik pelajaran dan hikmah (lesson learned) atas tatanan nilai kebaikan dan kebajikan yang mereka lakukan dan wariskan kepada kita anak-cucu dan cicitnya.

Demikian narasi singkat ini dibuat dalam rangka perenungan HUT RI ke-78, dan terima kasih atas segala perhatian dan kesabarannya.  Semoga Allah SWT melimpahkan Rahmat dan KaruniaNya kepada kita sekalian, teristimewa buat para Pahlawan Bangsa, yang telah mereka wariskan NKRI untuk kita. Kita doakan agar mereka diberikan pula tempat keabadian yang  mulia di Syurga jannatun naim, Aamiin.
Dirgahayu Indonesiaku ke 78 tahun 2023
Jayalah Indonesia Raya, sejahtera dan adil-makmurlah Rakyatnya.
Ciawi Bogor 17 Agustus 2023
Wassalam

====✅✅✅

*) Anggota TP2GD, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor. Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar ICMI Pusat, Pegiat dan Pengamat Sosial

Rayakan Hari Kemerdekaan, PTM Lokomotif 22 Cilebut Pos Sukses Gelar Turnamen Tenis Meja

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
PTM Lokomotif 22 Cilebut Pos sukses menggelar turnamen tenis meja tingkat lingkungan RW 05. Turnamen ini diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-78.

Turnamen yang digelar di halaman food court Cilebut Pos, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor ini berlangsung sejak 4-20 Agustus 2023.

Puluhan peserta tenis meja di lingkungan R W 05 ikut serta dalam turnamen PTM Lokomotif 22 Cilebut Pos.

“Peserta yang ikut turnament PTM Lokomotif 22 yakni hasil dari undangan per RtT yang ada di lingkungan RW 05,” ujar Ketua PTM Lokomotif 22 Cilebut Pos, Yayan.

Dia bersyukur event kali ini sukses, Yayan yang akrab disapa Ayah, menambahkan, turnament ini sudah berjalan 2 kali sejak tahun 2022 lalu dengan tema yang sama menyambut hari kemerdekaan.

“Mudah-mudahan event ini bisa jadi ajang silaturahmi di lingkungan RW 05 dan bisa saling mengasah kemampuan di masing – masing RT. Pada event ini kita tidak mencari siapa yang juara yang penting silaturahmi, “pungkasnya.

Sementara itu Ketua Rw 05 Andi Slamet Riyadi yang hadir dalam penyerahan hadiah sangat apresiasi dengan turnamen PTM Lokomotif 22 Cilebut Pos.

“Saya sangat apresiasi dengan adanya turnament ini, nanti jika ada turnament di tingkat kecamatan kita bisa kirim atlet perwakilan dari Cilebut Timur, ” jelasnya.

Andi berharap untuk para juara terus semangat berlatih dan bagi yang belum juara jangan patah semangat, anggap ini sebagai turnament ajang silaturahmi dan evaluasi untuk event kedepannya.

Turnamen tenis meja diikuti sekitar 30-an peserta dan anggota PTM dari berbagai wilayah di Jakarta Selatan. Turnamen tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yaitu senior, pemula, dan ganda campuran yang berisi senior dan pemula.

** Aga Alamanda

Kunjungan Industri Wartawan BUMN, PT.SBI Narogong Paparkan Daur Ulang Limbah

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui konversi sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF). Langkah tersebut dalam bentuk partisipasi mengatasi persoalan sampah kota.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, pada 2022, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat ada 12,362 juta ton sampah yang tidak terkelola, sehingga perlu peran aktif seluruh kalangan untuk membantu mengatasi persoalan ini.

“Pemanfaatan RDF merupakan salah satu inisiatif strategis Perlindungan Terhadap Lingkungan dalam Sustainability Road Map SIG dan mendukung Perusahaan mencapai target penurunan emisi karbondioksida (CO2),” ujarnya, Rabu (16/08/2023).

Menurutnya, pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif telah diterapkan oleh anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) di Pabrik Narogong dan Pabrik Cilacap.

Sejak tahun 2020 hingga 2022, total pemanfaatan RDF di dua pabrik tersebut telah mencapai 76 ribu ton, yang berasal dari TPST Bantargebang, RDF Plant Jeruklegi Cilacap dan TPST Wangon Banyumas.

Sejak diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan pada 21 Juli 2020, fasilitas RDF Cilacap kini mampu mengolah 160 ton sampah per hari untuk menghasilkan sekitar 70 ton RDF per hari. Jumlah ini berpotensi menggantikan 40 ton batu bara per hari.

“Pengelolaan sampah secara berkelanjutan merupakan upaya SIG dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memberikan manfaat ekonomi. Melalui pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif, ketergantungan pada sumber energi fosil dapat ditekan, sumber daya alam dapat dilestarikan dan emisi gas karbon dapat diturunkan,” jelasnya.

Selain RDF, Ia menambahkan, perseroan juga memanfaatkan sumber bahan bakar alternatif lainnya yang berasal dari biomassa dan limbah industri. Rangkaian inisiatif SIG dalam pemanfaatan bahan bakar alternatif ini telah mendukung Perusahaan mencapai target penurunan emisi CO2.

** Nay Nur’ain

Hadits Hari Ini

0

Umat Nabi Musa

Sahih al-Bukhori:3158

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا قَالَ:

عُرِضَتْ عَلَيَّ الأُمَمُ وَرَأَيْتُ سَوَادًا كَثِيرًا سَدَّ الأُفُقَ فَقِيلَ: هَذَا مُوسَى فِي قَوْمِهِ.

Dari Ibn Abbas ra, dia berkata: Nabi saw keluar menemui kami pada suatu hari, beliau bersabda:

Telah ditampakkan kepadaku umat-umat dan aku melihat ada kumpulan warna hitam yang sangat banyak menutupi ufuq, lalu dikatakan: Inilah Nabi Musa beserta kaumnya.

Pesan :
Umat Nabi Musa atau yang dikenal dengan Bani Israil memiliki jumlah yang sangat banyak.

Bantuan PIP tak Turun, Wali Murid Mengadu ke Kecamatan Jasinga

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Beberapa wali murid tingkat sekolah dasar mengadukan kepada Pemerintah Kecamatan Jasinga terkait kejelasan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

Pasalnya, sejumlah kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program PIP tersebut sudah dua tahun terakhir ini tak kunjung ada pencairan dari PIP tersebut.

Meski mereka mengaku sudah berupaya mempertanyakan kepada pihak sekolah terkait kejelasan penerima PIP, namun tak kunjung mendapat kejelasan yang pasti.

Menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya mengaku, sudah sekitar dua tahun beberapa KPM Program PIP itu pernah mengetahui buku rekening dan ATM yang biasa digunakan untuk penyaluran bantuan tersebut.

“Dari kepala sekolah yang lalu sampai ganti kepala sekolah buku rekening dan ATM dipegang pihak sekolah. Kalau kepala sekolah dulu mah masih suka ada bantuan tersalur, tapi pas ganti udah engga tahu,” katanya, baru baru ini.

Sehingga para KPM Program PIP yang didominasi ibu-ibu itu mendatangi kantor Kecamatan Jasinga, guna mengadukan hal tersebut dan meminta kejelasan.

“Kami datang ke kantor Kecamatan Jasinga meminta kejelasan saja tentang program bantuan PIP itu,” katanya.

Sementara itu, Kasie Pendidikan dan Kesehatan (Penkes) Kecamatan Jasinga, Isye S menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik kedatangan para KPM Program PIP tersebut.

“Menurut saya kedatangan mereka bagus ya, dan sebenarnya hal ini sudah lama, dulu ketika ada laporan itu sudah ditindak lanjut dan kita sudah turun ke lapangan,” katanya.

Namun, menurut Iyse, pihak yang bersangkutan yang diadukan oleh para wali murid merupakan operator di salah satu sekolah tingkat dasar negeri yang di wilayah Desa Wirajaya, Kecamatan Jasinga tak kunjung memenuhi panggilan.

“Masalahnya orang yang bersangkutan yang memegang buku rekening dan ATM program bantuan PIP ini sudah dipanggil tidak datang-datang. Bendaharanya tidak pegang yang pegang operator,” katanya.

Lebih lanjut Isye mengaku heran lantaran pihak yang bersangkutan tidak pernah datang untuk memberikan mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi.

“Bahkan saya pun heran kenapa yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan kita untuk mengklarifikasi kebenarannya, kenapa selalu mangkir kita tidak tahu,” pungkasnya.

** Andres