30.3 C
Bogor
Friday, July 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 513

PPIB Diminta Transparan Soal Dana Hibah

0

jurnalinspirasi.co.id – Pergantian Ketua Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) Bogor pada 20 September lalu menuai sorotan. Hal itu lantaran tak semua ormas Islam mendapat undangan pada proses tersebut.

Kepada wartawan, Sekretaris DPC Syarikat Islam Kota Bogor Firdaus mengatakan bahwa dalam 10 tahun terkait pengelolaan PPIB akan berakhir. Kemudian di zaman kepemimpinan Diani Budiarto dikeluarka Perwali nomor 27 tahun 2013 dan regulasi itu mengikat sebagai landasan hukum buat lembaga tersebut.

Namun, sambung dia, berdasarkan informasi mekanisme kepengurusan akan dijalankan tidak melalui mekanisme perwali lagi, tetapi dengan pemilihan dan mengundang elemen organisasi Islam.

“Sebagai masyarakat patutlah mengetahui terkait mekanisme kepengurusan PPIB, menggunakan perwalian ataupun dengan mekanisme pemilihan,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam mengembangkan potensi serta pengelolaan PPIB harus transfaran, sebab setiap tahun untuk pengelolaanya setiap tahun diguyur dana hibah yang notabenenya adalah uang rakyat.

Ia berpesan, agar jangan sampai terjadi pengondisian dalam menentukan pengelola PPIB, dan perlu juga pertanggung jawaban pengunaan dana hibah yang selama ini digunakan.

“Apakah dana hibah ini sudah digunakan secara maksimal dalam mengembangan PPIB yang menjadi aset umat islam ini. Dan itu perlu di sampaikan secara terbuka hingga dapat dipahami oleh elemen masyarakat dan organisasi Islam Kota Bogor,” imbuh dia.

Ia menyebut bahwa hal itu perlu dilakukan supaya tidak terjadi fitnah atau penyelewengan anggaran yang dapat merugikan pemerintah dan masyarakat Kota Bogor itu sendiri.

Ia juga meminta peran aktif masyarakat, bahkan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti kejaksaan ataupun organisasi islan dalam memantau perkembangan PPIB demi kebaikan bersama.

Ia menilai, masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengapa dalam pengelolaan PPIB kedepan tidak dijalankan dengan Perwali lagi. Dan itu harus jawab oleh Pemkot Bogor.

“Perlu perhatian khusus Wali Kota terkiat PPIB ini, semoga masyarakat mendapat pencerahan dalam memajukan peran aktif kepedulian bersama, dan semoga PPIB berdampak positif bagi seluruh organisasi Islam Kota Bogor,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Sekolah Negeri Jadi Prioritas di Musrembangdes Desa Nambo

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor mengadakan Musrenbangdes untuk penyusunan RKPDes Tahun 2024, Selasa (26/9/23). Kebutuhan sekolah negeri menjadi usulan prioritas pada musrenbangdes tersebut.

Sekcam Klapanunggal Galuh menjelaskan, musrembangdes ini memang untuk menampung usulan dari masyarakat Desa Nambo. Masyarakat diminta aktif untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya, baik untuk pembangunan, peningkatan kapasitas, maupun pelatihan-pelatihan.

“Saya masih berharap ada pembangunan sekolah, baik SMP negeri maupun SMA negeri. Mengingat, kebutuhan sekolah negeri untuk Kecamatan Klapanunggal masih sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Galuh kepada Jurnal Bogor.

Lebih lanjut Galuh menyampaikan, anggaran saat ini pastinya akan difokuskan untuk persiapan Pemilu, Pilpres dan Pilkada serta Pileg. Apalagi, untuk Kecamatan Kecamatan Klapanunggal saat ini sudah masuk dalam wilayah Dapil 2.

” Tapi kita harus tetap optimis untuk terus mengusulkan pembangunan sekalipun belum terealisasi saat ini, tapi harus tetap diusulkan,” cetusnya.

Sementara, Kepala Desa Nambo Nanang menyatakan keinginannya sangat banyak tetapi apa yang menjadi kebutuhan prioritas sesuai kemampuan anggaran desa dan ada kerjasama stakeholder yang tertuang dalam RKPDes ini.

” Setiap usulan, terutama untuk kebutuhan pembangunan yang memang sudah diprogram, berdasarkan prioritas dalam peningkatan bidang kesejahteraan dengan menunjang fasilitas perekonomian, infrastruktur jalan, dan peningkatan fungsi Bumdes, salah satunya misal pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk menunjang ekonomi masyarakat,” paparnya.

Ada pun pembangunan yang tidak tercover dalam APBDes, sambung Nanang, akan diusulkan ke Musrenbang Kecamatan agar difasilitasi Pemkab mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawabannya.

” Mudah-mudahan kesepakatan yang diprogramkan kegiatan tahun 2024 dapat berjalan dengan baik lancar dan sukses untuk masyarakat Desa Nambo, ” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan Musrembangdes tersebut, Sekretaris Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni, Kades Nambo Nanang, pendamping desa, Babinsa dan Bhabinmas, Ketua BPD, PKK serta pemuda dan tokoh masyarakat.

** Nay Nur’ain

Atlet PPOPM Wajib Ikuti Kejurnas Kemenpora

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Sekdispora Kabupaten Bogor H Hendarsah mengatakan parameter perkembangan atlet binaan PPOPM akan terlihat ketika ikut dalam Kejurnas Antar PPOP / SKO yang jadi kalender Kemenpora.

Untuk itu, kata Hendarsah, ia akan memperjuangkan pada tahun 2024 mendatang semua cabor yang ada di PPOPM bisa ikut dalam event Kejurnas antar PPOP atau SKO.

” Bagaimana kita akan tahu perkembangan kemampuan para atlet binaan PPOPM kalau mereka sendiri tidak berlaga pada event resmi yang jadi kalender Kemenpora tiap tahun,” tegas Hendarsah, Selasa, 26 September 2023.

Hendarsah menegaskan, pihaknya akan memperjuangkan dan meyakinkan kepada TAPD atau stakholder Pemkab Bogor untuk alokasi anggaran PPOPM untuk ikut kejurnas yang jadi kalender Kemenpora.

Intinya, sambung Hendarsah, pada tahun 2024 dan seterusnya semua cabor akan diberangkatkan untuk ikut Kejurnas antar PPOP / SKO.

” Bagaimana kami akan tahu kualitas mental bertanding, fisik, skill dan kualitas teknik para atlet PPOPM kalau mereka tidak bertanding dalam event secara resmi,” paparnya.

** asep syahmid

Musrenbangdes Desa Nagrak, Ini Prioritas Usulannya

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Pemerintahan Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) guna Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2024 di aula kantor Desa Nagrak, Senin (25/09/23).

Musrembangdes yang dipimpin langsung oleh Kaur Keuangan Sardi Syahrudin secara garis besar membahas tiga materi yakni pembahasan rancangan RKPDes tahun 2024, peningkatan prioritas kegiatan perbidang dan penyepakatan Rancangan RKPDes  Tahun 2024.                     

Sementara Kepala Desa Nagrak H. Agus Sahrudin menyatakan rasa syukur dengan berjalannya Musrenbangdes yang berjalan dengan sukses tanpa ekses, terutama sesi diskusi yang cukup hidup, dari berbagai usulan yang diajukan oleh masyarakat.

” Beberapa usulan prioritas yakni pembangunan posyandu dan anggaran untuk kadernya. Tadi pun saya sampaikan yang terpenting  bentuk  dulu posyandunya, baik itu posyandu untuk anak dan posyandu untuk lansia. Jadi tahun 2024 kita anggarkan dana operasional posyandu dan pembangunan fisik tempatnya,” ungkap Agus kepada Jurnal Bogor.

Untuk saat ini, sambung Agus, posyandu yang sudah terbentuk di wilayah Kota Wisata ada 3, yaitu di wilayah cluster Kyoto dan Amerika. Kades Agus pun berharap, para kader posyandu harus ber-KTP Desa Nagrak dan pada tahun 2024 bisa dianggarkan untuk bangunan fisik.

“Saat ini masih sedang menunggu status fasum-fasos, yang sampai saat ini belum diserahkan ke Pemda oleh pihak pengembang,” cetus Agus.

Sementara prioritas lain ialah pembangunan drainase dan jalan lingkungan. Dia meminta agar warga tidak keberatan jalan lingkungannya dicor atau dipaving blok. Begitupun untuk persoalan penerangan jalan. Pemdes akan melakukan penerangan jalan desa dan untuk jalan lingkungan agar diatur oleh Kadus setempat.

” Mudah-mudahan apa yang disepakati dalam RKPDes Tahun 2024 dapat berjalan dengan baik demi kepentingan masyarakat khususnya warga Desa Nagrak, ” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Halimatussadiyah Apresiasi Ruang Kerja TP PKK Desa Wanaherang

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Halimatussadiyah Iwan mengunjungi Kantor Desa Wanaherang, sekaligus melaksanakan peresmian gedung Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Wanaherang, Senin (25/09/23).

Halimatussadiyah Iwan menyampaikan, dengan diresmikannya gedung tersebut dapat menumbuhkan semangat dan motivasi bagi PKK di Desa Wanaherang.

Istri dari Bupati Bogor Iwan Setiawan itu pun menyebutkan, bahwa Kantor PKK Desa Wanaherang adalah salah satu Kantor PKK yang paling besar di Kabupaten Bogor.

” Ini memang salah satu Kantor PKK yang cukup besar, saya mengapresiasi kepada Kepala Desa Wanaherang yang telah memberikan fasilitas untuk para kader PKK,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Halimatussadiyah Iwan juga mengapresiasi ketahanan pangan Desa Wanaherang.

“Ketahanan Pangan Desa Wanaherang Cukup bagus, saya titip program ketahanan pangan di Desa Wanaherang kepada pak kades,” ungkapnya.

Sementara Ketua TP PKK Desa Wanaherang Tiktik Santika Budiati menyampaikan bahwa ruangan PKK Desa Wanaherang di Kecamatan Gunung Putri memang paling besar.

“Ya memang ruangannya nyaman dan besar, awalnya ini adalah ruangan kepala desa, namun ditukar dengan PKK. Dan Alhamdulillah sekarang sudah bagus dan diresmikan,” jelasnya.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada tim penilai, semoga bisa mendapatkan nilai terbaik untuk TP PKK Desa Wanaherang.

Selanjutnya Ketua TP PKK Kecamatan Gunung Putri Eti Hayati Wahidin mengungkapkan hal senada terkait kenyamanan dan fasilitas kantor PKK di Desa Wanaherang.

“Memang kantor Desa PKK Desa Wanaherang paling besar dan bagus, dibandingkan dengan desa-desa yang lain di Kecamatan Gunung Putri. Dan mungkin penilaian Ketua TP PKK Kabupaten Bogor pun sama, tidak sebesar seperti di Desa Wanaherang, ini menjadi kebanggaan tersendiri, dan menurut saya top banget,” ungkapnya.

Eti juga berharap Desa Wanaherang masuk 8 besar lomba 10 Program PKK Desa diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Alhamdulillah sebelum adanya recheking ini kan sudah dilakukan monev di 40 kecamatan, dan alhamdulillah Desa Wanaherang masuk di 8 besar, dan mudah-mudahan setelah acara ini walaupun tidak juara 1 dan 2, minimal kita mendapatkan 3, akan tetapi apapun hasilnya nanti kita tetap bersyukur. Alhamdulillah dengan hasil kerja keras para PKK desa dan kecamatan bisa saling berkolaborasi dan saling berkerjasama,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Kunjungi BPP Beji Pasuruan, Kementan Ajak Genjot Produktivitas Pertanian dengan Rabigabah dan Smart Farming

0

Pasuruan | Jurnal Bogor
Peningkatan produktivitas pertanian harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Untuk itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengajak petani untuk menerapkan rabigabah dan smart farming.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPPSDMP saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (26/9/2023).

Kunjungan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Kepala BBPP Batu dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, memastikan perkembangan varietas-varietas tanaman unggul harus terus dilakukan dari waktu ke waktu. Hasilnya, Indonesia mampu menjadi salah satu negara pertanian kuat di dunia yang memiliki ketahanan pangan berkualitas dan berkelanjutan.

Syahrul menambahkan, faktor pendorong dari keberhasilan ini adalah hadirnya teknologi dan sistem pertanian mumpuni, serta kemampuan SDM pertanian unggul di seluruh Indonesia.

“Teknologi yang berkembang saat ini telah membuat Indonesia memiliki varietas unggul dan mampu beradaptasi dengan tantangan yang ada. Saya mendapatkan banyak masukan dari apa yang kita lihat hari ini sebagai salah satu tantangan besar, terutama dalam menghadapi kekeringan. Oleh karena itu varietas-varietas tanaman pangan kita sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa karena hasilnya, misal padi bisa rata rata di atas 10 ton bahkan ada yang 14 ton per ha,” sebut Syahrul.

Tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menggenjot ekspor. Hal ini dijelaskan oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dihadapan 50 orang penyuluh pertanian, petani, dan petani milenial di BPP Beji.

Untuk menggenjot produktivitas pertanian, Dedi menganjurkan kepada petani untuk mengaplikasikan panca usahatani atau yang dikenal juga dengan rabigabah yakni rabuk/ pupuk, benih tepat, garapan atau lahan olahan, pengairan, dan penanganan hama.

Namun harus ditambah agar menjadi rabigabah plus smart farming. Yakni dengan pemanfaatan alsintan yang menghemat biaya 40 sampai 60%, pemanfaatan IoT serta varietas unggul yang bisa menghasilkan banyak cuan.

Dedi juga mengatakan insan pertanian harus meningkatkan keunggulan komparatif, itu yang harus digenjot. Kabupaten Pasuruan mempunyai keunggulan komparatif yang bisa diolah dengan cara cerdas. Salah satunya dengan menggunakan smart farming.

“Smart farming adalah pertanian cerdas, yang dilakukan orang cerdas dan cara cerdas serta menggunakan varietas tinggi bermutu. Manfaatkan alsintan utk mempercepat proses produksi, dan manfaatkan IoT yang lebih praktis, mudah dan cepat,” jelas Dedi.

Dedi menambahkan, sebaik-baiknya petani adalah petani yang mengimplementasikan rabigabah plus smart farming dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Petani di Indonesia telah membuktikan menghasilkan pertanian yang baik, bukan hanya menyediakan pangan, tapi juga sandang dan papan.

“Saya yakin jika pangan aman di Pasuruan, maka di Jawa Timur juga aman, tentu di Indonesia juga aman,”pungkas Dedi Nursyamsi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri, mengucapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan motivasi dari Kepala BPPSDMP.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan motivasi Bapak Kepala Badan PPSDMP ke BPP Beji, dan juga program-program yang diluncurkan seperti YESS. Pada tahun 2025 kami akan mereplikasikan program tersebut dan menyesuaikan dengan rencana strategis yang telah kami susun,” ujar Lilik.

Kabupaten Pasuruan mempunyai 24 BPP, 120 SDM yang terdiri dari penyuluh pertanian PNS 56 orang dan P3K sebanyak 64 orang. Sedangkan total Gapoktan berjumlah 365 di 365 desa yang tersebar di Pasuruan.

Sementara dari total 24 BPP, 18 diantaranya menjadi BDSP (Business Development Service Providers) dan dari 15 Pusat Pelatihan Pertanian di Perdesaan Swadaya (P4S) 3 diantaranya, menjadi BDSP Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services).

** bbpmkp

Maksimalkan Sanitasi, Pemdes Pasirangin Deklarasi ODF

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 
Pemerintah Desa Pasirangin menggelar Deklarasi Open Defecation Free (ODF), dalam upaya penerapan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di aula kantor desa, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (26/9/23).

Kepala Desa Pasirangin Ismail HS memaparkan tentang pentingnya sosialisasi ODF atau buang air besar sembarangan.

” Pada hari ini kami mengadakan Deklarasi Desa ODF sebagai pemaksimalan sanitasi,” ucap Ismail kepada Jurnal Bogor.

“Secara umum kondisi Desa Pasirangin sendiri ada beberapa warga yang tentunya tidak memiliki septictank yang menjadi keprihatinan kami. Jadi Pemdes Pasirangin melakukan beberapa langkah-langkah atau terobosan untuk bekerja sama dengan tim tenaga kesehatan yang ada di Desa Pasirangin,” tambahnya.

Ismail menyebut, Pemdes akan melakukan perbaikan dan meminta kepada masyarakat Desa Pasirangin untuk meningkatkan pola hidup sehat dan mempertahankan ODF di wilayah Desa Pasirangin.

“Kita akan lakukan perbaikan terutama dalam sanitasi masyarakat yang menggunakan septictank umum atau septictank individual,” cetusnya.

Sementara Deklarasi ODF dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor diwakili dr Intan Widyawati, Ketua Forum Sehat Kabupaten Bogor Memu, Muspika Kecamatan Cileungsi, instansi Kecamatan Cileungsi, Ketua DPD, Ketua LPM, dan para sesepuh Desa Pasirangin.

** Nay Nur’ain

Terapkan Genta Organik, P4S Tani Makmur Pasuruan Ikut Andil Selamatkan Rp150 Triliun

0

Pasuruan | Jurnal Bogor
Rangkaian kunjungan kerja Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP berlanjut ke Jawa Timur. Kali ini, kunjungan dilakukan bersama tim dari BBPP Ketindan, BBPP Batu, Polbangtan Malang dan di kawal oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab.Pasuruan, singgah di P4S Tani Makmur, Pasuruan, Jawa Timur Selasa (26/9).

Dedi Nursyamsi

P4S Tani Makmur sangat menarik perhatian terutama dalam penerapan Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik), hal ini diimplementasikan dengan menggunakan produk hasil P4S Tani Makmur sendiri seperti, agensi pupuk hayati, bio control trichoderma, dan parasitoit.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi atas inovasi-inovasi yang dilakukan dalam pertanian.

“Pertanian membutuhkan inovasi agar dapat menghasilkan pangan untuk masyarakat dan tentunya memberikan penghasilan lebih untuk petani. Bertani itu menguntungkan,” sebut Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang berkunjung ke P4S Tani Makmur memuji penerapan Genta Organik.

“Parasitoit mengendalikan hama penggerek batang ini, sangat inovatif dan membuat saya kagum ya, jika menggunakan bio control seperti ini saja kita bisa menyelamatkan 12 juta ton beras dalam satu musim tanam yang setara dengan sekitar 156 triliun rupiah,” tegas Dedi.

Dedi juga mengajak seluruh petani untuk menggunakan metode Smart Farming agar dapat terus menggenjot produktivitas dan menekan ongkos produksi.

Ketua P4S Tani Makmur, Khofifah, sempat menjelaskan mekanisme penggunaan dan komposisi takaran yang tepat secara singkat kepada Kepala BPPSDMP.

Penjelasan tersebut direspon baik oleh Dedi. “Semoga hadir Khofifah – Khofifah lain di seluruh  Indonesia agar kebutuhan pangan di indonesia akan tetap tercukupi dan bisa ekspor,” tandas Dedi.

** bbpmkp

Kolaborasi dengan Pemdes dan DLH, PT Antam Dukung Kampung Ramah Lingkungan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
PT Antam Tbk UBPE Pongkor menyatakan mendukung Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang diverifikasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Selasa (26/9/2023). DLH  memverifikasi lapangan KRL Bumi Lestari di Kampung Tegal Lega Permai RW 07, Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Menurut CSR Manager PT Antam Tbk, UBPE Pongkor Arif Rahman Saleh, program ramah lingkungan erat berkaitan dengan PT Antam dengan melakukan kemitraan yang telah berjalan beberapa tahun lalu dan telah menjalankan sejumlah program.

“Pegawai PT Antam  sekitar 40 hingga 50 persen  itu, bermukin di lingkungan RW 07. Tahun ini Desa Kalongliud  terdapat beberapa kegiatan  salah satunya  program Kampung Ramah Lingkungan yang dipusatkan di Kampung Tegal Lega Permai RW 07,” ujar CSR Manager PT Antam Arif Rahman Saleh.

Dia menjelaskan alasan RW 07 karena salah satu yang menjadikan kampung ramah lingkungan karena bagian masyarakat yang bermukim di lingkungan tersebut tak sedikit yang berasal dari karyawan PT Antam.

“Banyaknya pegawai PT Antam yang bermukim, jadi kami mempunyai tanggung jawab untuk mengelola lingkungan di RW 07,” jelasnya.

Dengan demikian, PT Antam menyatakan mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan Pemerintah Desa Kalongliud dengan dibentuknya kampung  ramah lingkungan.

“Hal ini kami sependapat terutama sampah-sampah itu harus dikelola. Sebab, kalau tumpukan sampah itu dibiarkan ujung-ujungnya warga yang tinggal disini yang terkena dampak. Semoga  program ini kedepan terus berjalan dengan baik,” harapnya.

Menurutnya, mau tidak mau, ada program atau tidak, sampah ini harus dikelola. Namun sampah akan lebih mudah bila pengelolaannya dimulai dari rumah tangga. Gerakan kampung ramah lingkungan ini juga sejalan dengan program PT Antam.

“Sebenarnya sampah ini tidak menjadi masalah kalau dikelola dengan baik, bahkan bisa menghasilkan nilai ekonomi,” ungkapnya.

“PT Antam tentu saja mendukung dan mensupport untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa begitu juga Dinas Lingkungan Hidup dalam mensukseskan RW 07 untuk menjadikan kampung  yang ramah lingkungan,” tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Kalongliud, Muspika Nanggung, manajemen CSR PT Antam Pongkor, para ketua RW, tokoh agama dan masyarakat.

** Arip Ekon

Ramadhan Sananta Tiba di Tiongkok

0

Hangzhou | Jurnal Bogor
Tim U-24 Indonesia menyambut kedatangan Ramadhan Sananta yang sudah tiba di Tiongkok hari ini, Selasa (26/9).

Ramadhan Sananta

Sananta tiba bersama dengan Ketua Komite Ad Hoc – Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji dan dijemput oleh beberapa ofisial tim.

“Saya harus siap 100 persen, karena kalau kita dipanggil, harus siap berikan segalanya. Senang juga bisa bergabung dengan teman-teman yang lain,” ucap Sananta setibanya di Tiongkok dilansir dari laman resmi PSSI, Selasa, 26 September 2023

Adapun, dirinya berharap di laga babak 16 besar melawan Uzbekistan nanti bisa bermain sebaiknya.

“Doakan kami supaya bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara, terutama untuk saya agar bisa memberikan 100 persen,” ujarnya.

Sementara itu menurut Sumardji, perjalanannya dari tanah air menuju ke Tiongkok bersama Sananta berjalan dengan baik, aman dan lancar. “Dengan adanya Sananta yang datang bergabung di tim U-24, saya berharap bisa mengubah kekuatan tim, memberikan semangat juga ke pemain lain, lalu bisa lolos ke babak berikutnya,” ungkapnya.

Tim asuhan Indra Sjafri itu akan melawan Uzbekistan di babak 16 besar, setelah menang tipis 2-1 atas Hongkong. Babak 16 besar akan digelar tanggal 28 September 2023.

** asep syahmid