31.5 C
Bogor
Tuesday, April 21, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 512

Melalui MTQ, Kecamatan Nanggung Cetak Bibit Unggul Bidang Keagamaan

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Pemerintah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggali potensi putra-putri terbaik bidang keagamaan melalui lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) baru baru ini.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Nanggung Suharsono menyampaikan digelarnya  MTQ ini dapat menjadi sarana bagi  siswa-siswi  madrasah maupun santriawan-santriwati dalam menggali dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur`an.

“Melalui MTQ ini diharapkan dapat mencetak bibit-bibit unggul para qoriah dan hafidz-hafidzah serta cabang lainnya,” ujar Ketua LPTQ Suharsono kepada wartawan, kemarin.

Suharsono yang merupakan Sekretaris Camat Nanggung menyebut, agenda rutin  kegiatan keagamaan guna menjadi wadah kaderisasi yang bertujuan  untuk mencetak bibit-bibit unggul di setiap bidang pada program MTQ.

“Juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang keislaman rahmatan lil alamin,” paparnya.

Selain itu, digelarnya MTQ setiap tahunnya tentu peserta dapat terus menggali pemahaman yang dapat diaplikasikan ditengah  kehidupan masyarakat.

“Harapannya terbentuk pribadi dengan memiliki kemampuan intelektual tinggi  sehingga bermanfaat bagi sesame,” jelasnya.

Diketahui, peserta MTQ yang berasal dari  11 desa se-Kecamatan Nanggung mengikuti perlombaan  dari 12 cabang dengan peserta putra-putri diantaranya tartil Qur’an, tilawah anak anak, tilawah remaja, tilawah dewasa, dan tahfidz satu juz.

** Arip Ekon

Siswa PAUD Tunas Warna Diajarkan Berkompetisi Melalui Perlombaan HUT RI

0

Ciomas l Jurnal Bogor

Ketua Yayasan Tunas Warna Wawan K dan Kepala Sekolah Deri Ratna Suminar mengajak anak didiknya yang berasal dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengikuti kegiatan perlombaan pada HUT Kemerdekaan Indonesia ke- 78.

PAUD Tunas Warna yang berusia seumur jagung tepatnya di Kavling Sukarapih RT 04 RW 08 Desa Ciomas, Ciomas, Kabupaten Bogor ini terus menunjukan eksistensinya. Pihak sekolah terlibat langsung memberikan pembelajaran dengan mengarahkan dan memotivasi siswanya saat mengikuti  perlombaan HUT Kemerdekaan tersebut.

Sekolah yang berdiri pada 17 Juli  2023 ini membuktikan sudah puluhan siswa  yang sudah bergabung menjadi siswa di PAUD Tunas warna.

“Kegiatan lomba ini digagas dan diprakarasi pihak sekolah. Masing-masing  anak diarahkan agar bersemangat untuk berkreativitas. Sasarannya tentu ingin mencerdaskan anak bangsa serta peduli  pendidikan anak sekitar,” ujar Ketua Yayasan Tunas warna Wawan K kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Pada HUT Kemerdekaan yang dihelat di lingkungan sekolah dengan fasilitas representatif nuansa alami. “Anak dimotivasi juara tapi dengan menjunjung sportifitas. Dengan perlombaan tentu melatih keseimbangan, konsentrasi dan kesabaran siswa,” tambah Kepala sekolah Paud Tunas warna Deri Ratna Suminar.

** Ekon

Inmemorial Almarhum Sahabat Kita: Subani Firdaus (Dodong)

0

Oleh: Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si (AA)
(Alumni SMPPN 49 Pku, Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Innalillahi wainna illahi rojiun, saya membaca di beberapa WAG alumni SMPPN 49 Pku dan WAG komunitas perantau Riau, menginformasikan berita duka bahwa Subani Firdaus, alias Dodong nama akrabnya, telah berpulang ke rahmatullah di tanah suci Mekah.

Saya sungguh terperanjat dan sedih membaca badnews tersebut. Karena beberapa waktu yang lalu sebelum terbang ke tanah suci Mekah, beliau masih aktif berkomunikasi, bercanda, memfosting sejumlah gambar-gambar dan menulis caption singkat guna merespons sejumlah komen dari member WAG Hoaks yang hot, berbicara dinamika politik dalam negeri menjelang Pilpres RI tentang rezim Jokowi vs ARB. Tokoh pemantik diskusinya ada beberapa orang diantaranya om DK, uda Raz, om Tries, om Hanif, pakcikgu H.Sabarudin, om Meison, saya AA menimpali sekali-kali.

Melihat gambar atu foto yang dishare oleh DK di medsos WAG Hoaks: Forum Demokrasi Alumni SMPPN 49 Pku, asuhan uda Raz Syukur, saya melihat alm Dodong merasa terenyuh.

Gambar itu  merupakan kenangan kita bersama dengan para sahabat kita (maaf tahunnya dan lokasinya saya lupa). Dalam gambar itu ada diantaranya alm Subani Firdaus (Dodong) yang baru berpulang ke rahmatullah beberapa hari lalu di kota Mekah, utk menunaikan rukun Islam ke-5 ibadah haji bersama istrinya.

Setelah melihat gambar tersebut, saya tergerak dan terinspirasi untuk menulis “Inmemorial Alm Sahabat Kita: Subani Firdaus”. Harapan saya semoga teman-teman alumni SMPPN Nomor 49 Pekanbaru Riau bisa membaca sejenak tulisan ini sebagai sarana informasi untuk mengenang kembali (remembering) sosok alm Subani Firdaus, alias Dodong.

Saya dan kita begitu kenal dekat dengan sosok alm Dodong, begitu banyak kenangan indah bersamanya. Dodong, semasa kita sama bersekolah SMA di daerah Jalan Pattimura Pku adalah seorang anak pejabat yang disegani komunitas pendidik atau guru, akan tetapi penampilan sosok anak pejabat ini, mudah bergaul dengan siapa pun, termasuk dengan saya AA yang datang dari kampung atau desa “terbelakang dan belum berkembang” di era tahun 1970-1980an.

Saya AA adalah anak “ndeso” yang bisa berkomunikasi dengan anak pejabat yang bernama Dodong.

Alm Dodong, salah seorang pemain bola basket yang handal dari SMPPN 49, siswa kesayangan bpk Simamora, guru olah raga kita.

Saya masih ingat juga, ketika kita beristirahat belajar, kita mengobrol di teras kelas atau di warung sekolah, almarhum Dodonglah selaku pemantik dan pemicu materi obrolan ngaro ngidul, bercerita tentang berbagai hal berkaitan kehidupan dunia anak muda-remaja, beliau banyak “jep-jep”, banyolan-banyolan dan sambil bercanda antarsesama kita, diantara teman partnernya berguyonan siswa SMPPN 49 kelas bidang IPA adalah yang ngetop “si kancil” Ardi, Tries, M Nur, Kenedi, Hanif, Moses, Tombak, Uphuak, Sabar, Norman, Rizal, Arman, Auzar, dll (maaf saya lupa).

Perkenankan saya sekilas bercerita, diantara kenangan manis dan indah, cerita kebaikan bersama almarhum tersebut, khusus untuk saya AA pribadi, adalah beliau alm Dodong pernah menemui saya, ketika dia ada tugas rapat atau bimtek dinas pariwita di Hotel Salak di Kota Bogor, beliau waktu itu sempat menelepon saya.

Setelah itu saya datang ke hotel,  mengajak beliau bersama pak Kadis Yose Rizal, makan Soto Kuning, kuliner khas Bogor di kantin Pusat Riset Tanaman Karet dan Sawit, di seberang atau di depan Hotel Salak Haritage Bogor. Kami bertukar pikiran ngobrol-ngarol ngidul dengan asyiknya dan penuh keakraban.

Kemudian saya, sedang berada di Pekan Baru (Pku city), transit pulkam ke Cerenti 5-7 tahun lalu, saya dijembut Dodong  di salah satu hotel di Pku City, tempat saya menginap dengan mobil pribadinya.  Setelah itu beliau membawa saya ke pertemuan alumni SMPPN 49, makan malam menu nasi goreng di resto Jalan A Yani milik teman kita Yasri.

Di pertemuan itu, ada guru agama kita bpk Drs.H.Darmansyah. Alm Dodong, yang kenal semasa hidupnya merupakan sosok yang senang dan gemar bercanda (humoris) dan orangnya gaul, tidak sombong, sehingga keberadaan sosok ini membuat suasana komunikasi kita yang ngumpul-ngumpul di gang sekolah menjadi cair, tidaklah kaku.

Terakhir yang saya tahu, alm Subani Firdaus adalah pejabat Pemprov Riau yaitu. ekretaris Dinas Kebudayaan Prov Riau, karier PNS or ASN-nya cukup baik. Saya menjadi teringat akan ayahnya seorang pejabat Kepala Dinas Pendidikan Riau dimasa Orba, ayahnya bpk Drs.H.Samad Thaha asal Kuansing,  daerah asal dan kelahiranku juga.

Ayahnya merupakan sosok dan figur sesepuh pendidikan Riau yang amat dihormati, khususnya para guru kaum pendidik dan PGRI Riau. Jadi ternyata alm Dodong, telah mewarisi watak, bakat, talenta dan kompetensi ayahnya di birokrasi Pemerintahan Riau.

Kini sosok humoris yang baik hati, telah menuju ke abadian-Nya, menghadap Sang Khalik, Allah SWT. Kita hanya dapat memanjatkan doa, semoga alm Dodong dalam keadaan akhir yang baik (husnul khotimah), dan alhamdulillah beliau wafat pada saat menjelang dan menjalankan ibadah hajji di tanah suci Mekkah Al mukkaromah, dimana lokasi itu merupakan idaman banyak kaum muslimin. Mari kita membaca ulumul Quran, Al Fatihah. Aamiin YRA.
Syukron barakallah, semoga peristiwa dan berita kematian ini menjadi pelajaran (iktibar) bagi kita semua.
Wassalam

====✅✅✅

Apendi Arsyad merupakan salah satu pendiri dan dosen senior Universitas Djuanda Bogor, pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, aktivis beberapa Ormas atau pegiat dan pengamat sosial

Desa Jonggol Berikan Penghargaan Kepada Masyarakat pada Gebyar Kemerdekaan RI ke-78 

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Dalam memperingati HUT RI ke-78, Pemerintah Desa Jonggol, Kabupaten Bogor mengadakan acara penganugerahan di berbagai bidang kepada masyarakat yang berkiprah dalam membangun Desa Jonggol. Penganugerahan tersebut diberikan kepada masyarakat di bidang kebudayaan, kepemudaan, lingkungan, keagamaan, sosial, peranan wanita, lemasyarakatan, kesehatan, dan relawan. Selain itu Pemdes Jonggol pun memberikan penghargaan kepada Ketua RT terbaik, Ketua RW terbaik, dan kampung terbaik.

Kepala Desa Jonggol H. Yofie M Safri, S.E, M.Si mengatakan, penghargaan ini adalah sebagai bentuk apresiasi Pemdes Jonggol yang selama ini luput dari perhatian pemerintah tingkat desa, maka penghargaan ini diharapkan dapat menstimulasi masyarakat lainnya dalam berperan membangun desa. Di dalam Sustainable Development Goal’s (SDG’s) masyarakat bukan hanya objek dalam pembangunan, namun mereka adalah pelaku pembangunan, sehingga akan mudah terbentuk mindset bahwa sumber daya manusia bukan hanya sebagai human resources tetapi juga sebagai human capital.

“ Untuk Gebyar Kemerdekaan di tahun mendatang, Pemdes Jonggol ingin memberikan juga penganugerahan kepada warga yang rajin mengkritik kinerja Pemerintah Desa. Namun saat ini Pemdes Jonggol belum menemukan kriteria nama penghargaan yang tepat untuk disematkan. Ada beberapa masukan yang kami terima untuk nama penghargaan tersebut di antaranya kritikus terbaik, buzzer terbaik, advocatus diaboli terbaik, bahkan ada masukan yang lucu yaitu nyinyirer terbaik,” ungkap Yofi sapaan akrab kepala desa sambil tersenyum, Minggu (20/8/23).

Tanpa kritik dari masyarakat, sambung Yofi, kinerja pemerintahan mungkin akan terlena. Karena pada dasarnya, mereka menghabiskan waktu dan pikirannya untuk turut serta membangun Desa Jonggol tanpa dibayar sepeser pun dengan berkontribusi memberikan kritik.

“ Dan sebagai kepala desa saya harus membuka diri untuk dikritik bahkan dihujat demi akselerasi atau percepatan pembangunan,” cetus Yofi.

Yofi yang juga pernah berkiprah di Kedutaan Besar Republik Indonesia di luar negeri, menghabiskan waktunya selama 12 tahun di KBRI Swedia dan 3 tahun di KBRI Jepang. Dengan segudang pengalaman di luar negeri tersebut tentunya Yofi sangat mumpuni dalam hal komunikasi, protokoler, hirarki, organisasi, manajemen, keuangan serta leadership. Tidak heran, jika dirinya menjadi orang nomor satu di Desa Jonggol.

“ Dari pengalaman yang saya miliki, saya coba kembali ke Desa Jonggol dengan tujuan ingin melakukan perubahan di Desa Jonggol. Dan saya sudah memulai itu dari sejak saya menjabat, dan saya harapkan agar warga masyarakat Desa Jonggol pun punya impian yang tinggi untuk merubah taraf hidupnya, karena perubahan itu berawal dari niat kita yang ingin berubah,” pungkasnya.

Sementara salah satu warga Desa Jonggol, Arifudin (45) mengaku baru kali ini diadakan arak-arakan seperti ini di Jonggol. Dirinya sangat apresiasi dengan kinerja Kepala Desa Jonggol karena sudah banyak membuat perubahan.

“ Jika bicara soal karakter banyak yang bilang keras, mungkin karena kita belum kenal dekat saja dengan dia. Tapi dipandangan mata saya, semenjak dirinya menjabat sebagai kepala desa sangat banyak yang berubah. Saya berharap, selalu membuat perubahan untuk Desa Jonggol, dan tingkatkan ekonomi warga desa dengan inovasi yang dimiliki olehnya,” pintanya.

** Nay Nur’ain

Puncak Acara HUT RI ke-78, Pemdes Gunung Putri Fasilitasi Warga Tampilkan Karya Seni

0

Gunung putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Gunung Putri adakan berbagai pentas seni pada puncak acara HUT RI ke-78 yang diikuti oleh kaum ibu, sekolah PAUD, sampai dengan kalangan remaja. Antusias menampilkan kebolehannya disaksikan langsung para tamu undangan. Kegiatan pentas seni malam Puncak HUT RI ke 78 diadakan di halaman Kantor Desa Gunung Putri, Sabtu (19/8/23).

Dalam sambutan Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengucapkan terimakasih akan partisipasi warga yang sudah bersedia mengikuti instruksinya untuk membangun dan mengembangkan Desa Gunung Putri hingga hasil yang didapat saat ini adalah Desa Gunung Putri sudah berada di status desa mandiri.

” Saya sangat bangga dengan kerja keras warga, para stakeholder, dan semua jajaran staf Desa Gunung Putri yang sudah bekerja sama untuk membangun desa ini menjadi desa yang lebih baik lagi. Sehingga penghargaan demi penghargaan banyak yang sudah kita raih, begitu pun kunjungan dari luar pulau juga sudah mulai berdatangan ke Desa Gunung Putri untuk melakukan studi tiru,” jelas A Heri sapaan akrabnya.

A Heri menyebut, dirinya akan terus berupaya melakukan yang terbaik untuk semua warga Desa Gunung Putri sehingga bisa dilihat perkembangan yang sangat signifikan sudah terlihat dari wajah desa.

” Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada seluruh warga Desa Gunung Putri, kepada para dewan yang hadir hari ini. Pak Beben Suhendar dan Pak Achmad Fathoni yang sudah bersedia datang dalam acara malam puncak HUT RI ke-78 yang diadakan oleh Pemdes Gunung Putri,” tandasnya.

” Dalam malam puncak ini pula, Pemdes memberikan berbagai penghargaan untuk kepada para pemenang lomba yang kemarin sudah diselenggarakan panitia, jangan lihat nilainya, tapi teruslah untuk berprestasi dan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Sementara Putri Aryani (17) salah satu warga yang turut hadir dalam acara puncak dan menampilkan tarian daerah mengucapkan terimakasih kepada kepala desa yang sudah menyelenggaran acara seperti ini sehingga dirinya bersama kelompok tarinya bisa menampilkan seni tari Jaipong yang digelutinya.

” Kami jadi bisa memperkenalkan sanggar tari kami disini, dan bisa memperlihatkan seni Sunda kepada masyarakat. Terimaksih pak kades Daman Huri yang sudah memfasilitasi kami dalam berkarya, semoga jadi ajang tahunan kedepannya untuk kegiatan-kegiatan seperti ini,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Mengisi Kemerdekaan dengan Pembangunan Dijadikan Tema Perayaan HUT RI ke-78 Desa Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Dalam memperingati HUT RI ke-78, Pemerintah Desa Jonggol, Kabupaten Bogor mengadakan rangkaian acara mulai dari Lomba Karnaval Antar Kampung Tingkat Desa, perlombaan rakyat, penganugerahan penghargaan  kepada masyarakat di berbagai bidang, dan ditutup dengan hiburan band dengan vokalis anggota Karang Taruna Desa Jonggol.

Acara yang dikemas dalam Gebyar Kemerdekaan RI ke-78 ini menampilkan karnaval yang multietnis, adat dan budaya sesuai dengan komponen masyarakat Desa Jonggol.

Dalam sambutannya Kepala Desa Jonggol, H. Yofi Mohamad Safri, S.E.,M.Si. menjelaskan bahwa akselerasi pembangunan dapat dilakukan dengan maksimal karena didukung oleh kondisi masyarakat yang majemuk, cerdas partisipatif serta kondusif.

” Kondusifitas di Desa Jonggol relatif sangat baik, masyarakatnya memang sudah cerdas dan turut serta dalam pembangunan sehingga hanya segelintir orang yang masih belum move on akibat perhelatan politik, namun tidak menjadi hambatan yang berarti bagi Kades Jonggol dalam menjalankan programnya,” ungkap Yofi kepada Jurnal Bogor.

Lebih lanjut Yofi memaparkan hasil-hasil pembangunan yang dicapai dalam masa 3 tahun. Dalam bidang ekonomi, Pemdes Jonggol telah berhasil membentuk BUMDes dengan status maju. Dengan kontribusi PAD BUMDes, perkembangan UMKM yang pesat serta IDM yang meningkat sehingga tidak heran jika Pemdes Jonggol dalam tahun 2021 berhasil menjadikan Desa Mandiri satu-satunya di Kecamatan Jonggol, lalu di tahun 2022 diikuti desa lainnya.

” Atas keberhasilannya, Pemdes Jonggol di akhir 2022 menerima penghargaan dari Kemendes PDTT berupa piagam dan lencana. Bukan hanya itu saja, di pertengahan 2023 kembali menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat yaitu Mobil MASKARA (Mobil ASpirasi KAmpung juaRA) atas keberhasilannya sebagai Desa Mandiri yang pertama di Kecamatan Jonggol,” tandasnya.

Lebih lanjut Yofi menjelaskan, keberhasilan Pemerintah Desa Jonggol dalam pengelolaan lingkungan juga memperoleh penghargaan untuk Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Posal Mandiri dalam lomba KRL Tingkat Kabupaten Bogor 2021 dan kembali mendapatkan 2 penghargaan untuk 2 KRL yaitu KRL Posal Mandiri dan KRL Jeprah Lebak di tahun 2022.

” Keberhasilan di bidang sosial, Desa Jonggol bersama karang taruna dan pegiat sosial  serta komunitas lain dan para donator setiap tahun mengadakan sunatan massal dan santunan bahkan donor darah.  Program Jumat Berkah pun menjadi besutan yang dilakukan Pemdes Jonggol  bersama Katar Desa  dan Komunitas Semesta Hati,” jelasnya.

Melalui aspirasi pun, sambung Yofi,  Desa Jonggol telah membangun 35 unit sanitasi, 45 unit Rutilahu, 4 saluran pengairan tersier, jembatan penghubung kampung, 1 lumbung padi, 1 bendungan Cekdam, infrastruktur desa wisata, permodalan Bumdes. Lalu pembangunan infrastruktur Samisade, Dana Desa, Bankeu Provinsi Jabar telah dilaksanakan berdasarkan prioritas, selain itu pembangunan Masjid Pojok Salak Lebak dan sarana wudhu sanitasi Masjid Jagaita dari CSR melalui PKS pun didapatkan oleh Pemdes Jonggol.

” Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Desa Jonggol mengadakan program kursus bahasa Inggris gratis yang diberi nama Jonggol English Course, selain itu penggemblengan dalam berorganisasi melalui pelatihan Karang Taruna Desa Jonggol,” paparnya.

“Saya mengucapkan terimakasih dan meminta agar masyarakat membantu mendoakan, agar saya bisa lebih cepat  melakukan pembangunan baik infrastruktur maupun manusianya,” ucapnya menutup sambutan.

** Nay Nur’ain

Gebyar Kemerdekaan RI ke-78 jadi Ajang Lomba Karnaval Terbesar Tingkat Desa Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Meriahkan HUT RI ke-78, Pemerintah Desa Jonggol mengadakan lomba karnaval antarkampung yang dikemas dalam tema “Gebyar Kemerdekaan RI ke-78,”. Lomba karnaval yang diikuti oleh 11 kampung dihadiri sekitar lebih dari 2.000 warga Desa Jonggol dengan sangat antusias mengikuti konvoi karnaval. 

“ Ini merupakan catatan sejarah bagi Pemerintah Desa Jonggol. Dimana karnaval tingkat desa terbesar baru dilakukan tahun ini,” ungkap Kepala Desa Jonggol, H. Yofi Mohamad Safri, S.E.,M.Si, Sabtu (19/8/23).

Kepala Desa Jonggol yang akrab dipanggil Yofi menjelaskan, karnaval terbesar tingkat desa ini terselenggara berkat dukungan dari masyarakat Desa Jonggol. Dalam kesempatan tersebut juga Yofi menyediakan hadiah untuk kontestan karnaval terbaik dengan memperebutkan juara 1, 2 dan 3.

” Dalam karnaval tersebut masing-masing kampung menampilkan kreativitas, keunikan, serta keunggulan kampung masing-masing. Ada yang membawa arak-arakan tank baja, panser, meriam, pesawat tempur, kapal laut, lumbung padi, kelenteng, situs Mbah Jago, hasil bumi dan karya miniatur buah tangan warga lainnya,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Dalam arak-arakan tersebut, Sambung Yofi, ditampilkan juga keterampilan anak-anak milenial dalam memainkan barongsay dan naga, ada pula pertunjukan napak tilas penjajahan dan perjuangan merebut kemerdekaan yang dramatis.

Selain karnaval yang diadakan di Alun-alun Jonggol, Yofi menyebut, Pemdes Jonggol juga menyelenggarakan pertandingan dan perlombaan rakyat seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk, memasukan pensil ke botol, tarik tambang dan lain-lain.

” Kegembiraan warga semakin semarak saat mereka menyemangati peserta jagoannya untuk memenangkan perlombaan tersebut dengan meneriakkan yel-yel yang unik dan lucu serta diiringi tawa kegembiraan,” tandasnya.

Lebih lanjut Yofi menjelaskan, rangkaian acara Gebyar Kemerdekaan diakhiri dengan hiburan rakyat yang mengundang 3 grup band lokal yaitu Rice Project Band, JVC Project Band dan CBCB Band. Dalam mengembangkan bakat potensi lokal, Panitia HUT RI tingkat desa sepakat untuk tidak memanggil hiburan dari luar wilayah Jonggol.

” Bahkan anggota Karang Taruna Desa Jonggol yang berpotensi mengembangkan bakatnya di bidang musik pun ikut berpartisipasi dalam penampilan band dan vocal,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yofie, Pemdes Jonggol pun mengagendakan acara penganugerahan di berbagai bidang kepada masyarakat yang berkiprah dalam membangun Desa Jonggol. Penganugerahan tersebut diberikan kepada masyarakat di bidang kebudayaan, kepemudaan, lingkungan, keagamaan, sosial, peranan wanita, kemasyarakatan, kesehatan, dan relawan. Selain itu Pemdes Jonggol pun memberikan penghargaan kepada Ketua RT terbaik, Ketua RW terbaik, dan kampung terbaik.

” Alhamdulillah anggaran swadaya masyarakat pun kembali dinikmati oleh masyarakat Desa Jonggol, sehingga Gebyar Kemerdekaan RI ke-78 ini benar-benar dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat Desa Jonggol,”  demikian kesan penutup Yofi dengan senyum penuh kegembiraan.

** Nay Nur’ain

Badan Kurus Kering, Warga Telukpinang Ciawi Ini Butuh Perhatian Obati Penyakitnya

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Entin Martini, warga Kampung Telukpinang RT 01 RW 04, Desa Teluk Pinang, Ciawi, Kabupaten Bogor kondisinya saat ini cukup memprihatinkan.

Bagaimana tidak, seorang perempuan kelahiran 1972 ini memiliki tiga orang anak, dua diantaranya masih kecil, namun dia harus pasrah dengan keadaan penyakit yang dideritanya.

Tak banyak yang bisa dia lakukan selain berbaring di tempat tidur. Entin saat ini membutuhkan para dermawan agar bisa berobat dan dapat sembuh.

Dikatakan Desy, teman dekatnya, kondisi Entin saat ini begitu miris, badannya mengecil sehingga butuh kesembuhannya.

“Badannya sangat kecil, tinggal tulang sama kulit. Bahkan di rumahnya pun hanya ada kasur tipis dan anak-anaknya yang masih kecil pun diurus adiknya,” jelasnya.

Dia mengatakan, meski memiliki BPJS yang harus digunakan tetapi dengan ketidak tahuan masyarakat sehingga BPJS tidak digunakan sama sekali.

“Ibu Entin memang sudah memiliki BPJS sejak tahun 2000, tapi BPJS itu tidak pernah digunakan karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan sehingga ketika sakit meraka tidak berdaya,” katanya, Jumat (18/08/2023).

Dia menjelaskan, Entin menderita sakit tidak bisa jalan dan sudah tiga tahun lebih. Awalnya sakit asam urat yang pada akhirnya terkena stroke ringan sehingga tidak bisa jalan.

“Kondisinya saat ini sangat memperihatinkan dan membutuhkan  uluran para dermawan untuk keberlangsungan kesehatannya,” katanya. 

“Karena melihat Ibu Entin cukup memperihatinkan sehingga kita buka donasi bersama teman-teman,” tambahnya.

Kendati, mereka sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah tetapi belum bisa mencukupi untuk kesembuhan ibu tiga anak tersebut.

“Memang ibu ini mengaku sudah dapet bantuan dari pemerintah, cuman yang jadi pertimbangan saya ini bukan hanya makan tetapi bagaimana jaminan kesehatannya ini juga harus diperhatikan,” paparnya.

Sementara anaknya yang sudah besar bernama Ani berusia 23 tahun membenarkan, kondisi ibundanya sudah tiga tahun lebih menderita sakit dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Iya sudah tiga tahun lebih tidak bisa ngapa-ngapain,” katanya.

Dia mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak pemerintah desa setempat melalui RT, tetapi belum ada tindakan apapun sampai saat ini.

“Kalau laporan melalui RT sudah pernah, cuman belum ada tindakan apa-apa sampai sekarang,” bebernya.

Sementara Kepala Desa Teluk Pinang Ahmad Rifai saat dikonfirmasi melalui telepon belum memberikan penjelasan perihal warganya yang membutuhkan pertolongan tersebut.

“Saya sedang di Jakarta, nanti dihubungi kembali,” singkatnya.

** Andres

Korsleting Listrik, Rumah di Kalong Karees Ludes Terbakar

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Satu rumah di tempat padat penduduk Kampung Kalong Karees RT 05 RW 01 Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor ludes terbakar si jago merah.

Kejadian terjadi pada Jumat (18/08/2023) sekitar pukul 10.00 wib. Pemilik rumah sedang tidur, beruntung dapat selamat dari amukan api.

Dalam rekaman amatir warga, api membumbung tinggi cukup hebat, warga sekitar berupaya untuk memadamkan api tersebut agar tidak menjalar ke pemukiman lain.

Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik dari atap rumah. Tidak ada barang yang dapat diselamatkan dalam rumah tersebut.

Ketua RT setempat Haerudin menjelaskan,  api begitu besar menghanguskan rumah Sulaeman (50). Api membesar karena atap rumah berbahan kayu yang mudah terbakar.

“Tadi saya dengar informasi kebakaran  ini dari speaker masjid, sehingga kita dengan beberapa warga langsung menuju kesini untuk membantu pemadaman api,” jelasnya.

Dia menyatakan, pada saat kejadian penghuni rumah berada dalam rumah sedang tertidur, beruntung dapat terselamatkan karena anaknya mengetahui kejadian itu.

“Pemilik rumah sedang tertidur namun satu anaknya belum tidur Sehingga mengetahui adanya api yang membakar rumahnya dan langsung pada keluar,” katanya.

Dua mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan, namun terkendala akses jalan menuju ke pemukiman tersebut yang begitu sempit.

“Sekitar satu jam setengah api dapat dipadamkan, tak lama api padam damkar sampai kesini. Karena kesulitan dan tidak bisa masuk karena akses jalan  sempit, ” pungkasnya.

** Andres

Melalui Yayasan Habitat, Prudential Bangun Rumah dan Sanitasi di Desa Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Prudential yang bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia melakukan peletakan batu pertama untuk  pembangunan 15 rumah, 10 renovasi rumah, 38 sanitasi, 1 posyandu di Kp. Blok Mede RW 01, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/8/23).

President Direktur Prudential Indonesia Michellina Laksmi Triwardhani mengatakan, kegiatan pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Prudential untuk masyarakat. Dimana ini adalah bukti nyata bahwa Prudential ada di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan kesehatan mereka sampai memiliki tempat tinggal yang layak.

” Kita harus menyadarkan pentingnya kesehatan kepada masyarakat, dimana kami juga memberikan pemahaman serta pelatihan untuk masyarakat akan pentingnya hidup sehat, ” ungkap Presdir Prudential Ibu Dhani sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Presdir Prudential Dhani menyebut, kegiatan seperti ini merupakan pengembangan setelah desa maju yang ada di Mauk Kabupaten Tangerang, dan untuk kegiatan-kegiatan ini bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia dalam membangun rumah untuk mereka, mulai dari pondasi sampai finis.

” Anggaran yang kami salurkan ini adalah anggaran CSR Prudential, dan kami ucapkan terimakasih kepada semua unsur yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena kami menginginkan desa yang sudah mendapatkan predikat desa maju bisa lebih maju lagi dengan kondisi warganya yang menjaga kesehatan dan hidup dalam lingkungan yang layak,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengucapkan terimakasih kepada Prudential dan Yayasan Habitat for Humanity Indonesia yang sudah menyalurkan bantuan di RW 01 Desa Gunung Putri.

” Saya berharap pembangunan yang dilaksanakan oleh Prudential dan Yayasan Habitat ini bisa meluas ke RW yang lain yang ada di Desa Gunung Putri. Dimana memang untuk kondisi rumah yang harus direnovasi atau dibangunkan dari nol itu masih ada di beberapa RW yang ada di desa kami,” cetusnya.

” Pesan saya untuk warga, perbanyak rasa syukur, saya sebagai kepala desa akan melakukan yang terbaik untuk semua masyarakat. Saya harapkan juga, bantuan yang ada ini tolong dijaga dan dirawat, karena itu untuk kita sendiri,” tambahnya.

** Nay Nur’ain