34.1 C
Bogor
Friday, July 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 512

Beri Motivasi di BPP Mojosongo, Kementan: Pertanian Berkontribusi Nyata untuk Ekonomi

0

Boyolali | Jurnal Bogor
Motivasi kembali disampaikan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Kali ini motivasi disampaikan saat Kepala BPPSDMP melanjutkan kunjungan kerja ke BPP Mojosongo, di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh penyuluh, petani dan petani milenial dari sekitar Kecamatan Mojosongo. Hadir mendampingi Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh dan petani adalah garda terdepan dalam pertanian.

“Penyuluh dan petani harus memastikan pangan tidak bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Ditambahkan Syahrul, sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan untuk 273 juta jiwa, bukan hal yang mudah, penyuluh harus mampu menjadi sahabat, pemberi solusi untuk petani, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi.

“Karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa,” tegas Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dihadapan penyuluh pertanian dan petani yang hadir, memberikan motivasi yang membangkitkan semangat.

“Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam,” ujar Dedi.

Ditambahkannya, ketangguhan petani telah teruji saat menghadapi pandemi COVID 19. Petani tidak kenal lelah dan takut untuk tetap bekerja demi memenuhi pangan masyarakat Indonesia.

“Salah satu yang membuat kita bertahan dari hantaman COVID 19 bukan hanya vaksin tapi juga pangan. Tanpa pangan kita sudah pasti ambruk diterjang COVID 19, itulah mengapa kita harus berterimakasih kepada petani,” ungkapnya.

Dedi menambahkan, pertanian juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor terpuruk dihadanh pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif bagi perekonomian Indonesia.

“Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan menyumbangkan pertumbuhan positif,” katanya.

Dedi juga turut mengapresiasi kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Ia berharap PPL dapat berperan sebagai panduan langsung bagi petani bekerja.

“Jadilah penyuluh yang bermanfaat, sahabat para petani, karena pertanian menjadi sektor paling dan menunjung kehidupan terutama di wilayah Mojosongo ini,” imbuhnya.

Semangat penyuluh BPP juga diacungi jempol oleh Dedi. “Meskipun dengan segala keterbatasan, medannya yang naik turun, namun para penyuluh tetap bersemangat menjalankan tugasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.

“Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” paparnya.

Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.

“Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma,” terangnya.

Dedi juga mengatakan, petani perlu menggunakan PGPR untuk merangsang pertumbuhan akar untuk menyedot unsur hara dan air di dalam tanah.

Dedi mengapresiasi penyuluh BPP Mojosongo yang telah mendorong petani memproduksi agen hayati, pupuk hayati, pupuk organik hayati untuk budidaya beras sehat.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Ahmad Nasrullah Fathurahman, menjelaskan jika Kabupaten Boyolali tengah melakukan peningkatan kegiatan penyuluhan. Melalui penguatan kelembagaan petani.

Ia optimis dengan melibatkan 133 orang penyuluh,  245 gapoktan, 2199 poktan 47 pemuda petani, 279 kelompok ternak, Kabupaten Boyolali mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui konsep smart farming.

Ia juga menjelaskan Kabupaten Boyolali saat ini sedang proses Digitilasisi Lahan Pertanian untuk pemetaan lahan secara digital. “18 BPP sudah dilengkapi digital. Permasalahan ketenagaan terbatasnya jumlah penyuluh,” katanya.

Koordinator BPP Mojosongo Retna Palupi mengucapkan terima kasih kepada kepala badan atas kunjungan Kepala BPPSDMP.

“Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL,” katanya.

“Dengan segala keterbatasan personil dengan 7 penyuluh yang terdiri dari 2 PNS dan 5 P3K kami tetap berupaya maksimal untuk mendampingi petani. Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP kami,” ujarnya.

Retna pun menjelaskan produk yang ditampiilkan yang sebelumnya dipamerkan di pelataran BPP Mojosongo. Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP Mojosongo.

“Puspahati yang merupakan paguyuban gabungan kelompok tani yang memproduksi agen hayati dan Kelompok Tani Pangudi Bogo,” jelas Retna.

“Pangudi Bogo memiliki arti penyedia pangan, kelompok tani yang mulai tahun 2017 bergerak pada produksi beras organik, dengan kemasan yang menarik, produk mereka juga dipasarkan memanfaatkan media sosial” tutup  Retna.

** bbpmkp

Grand Nusa Indah Gandeng Alfa Events Adakan Pesta Rakyat

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Alfa Events mengadakan night market dengan tema “Festival Rakyat”, yang berlangsung di Perumahan Grand Nusa Indah Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu, (27/09/23).

Pimpinan Alfa Events Rufeldi Rusli mengatakan, event ini kedua kalinya digelar di Kabupaten Bogor.

“Kita sudah kedua kalinya mengadakan Event Pasar Malam Moderen di Kabupaten Bogor, yang pertama diselenggarakan di Mitra 10 Cibinong dan yang kedua disini, di Perumahan Grand Nusa Indah Cileungsi,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (29/9/23).

Pria yang akrab disebut Bang Iruv menjelaskan, event yang diselenggarakannya merangkul ratusan UMKM yang ada di wilayah Kecamatan Cileungsi.

“Event ini berlangsung dengan hasil kerjasama Alfa Events dengan Developer Perumahan Grand Nusa Indah Cileungsi, yang menggaet para pelaku UMKM di Kecamatan Cileungsi,” jelasnya.

Menurutnya, Festival Rakyat tersebut, selain memberikan hiburan kepada para masyarakat Cileungsi juga diharapkan dapat membantu meningkatkan sumber penghasilan para pelaku UMKM.

 “Semoga dengan hadirnya pasar malam moderen Pestival Rakyat yang diselenggaran oleh Alfa Events, diharapkan dapat meberikan hiburan kepada masyarakat di Cileungsi dan senantiasa dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM di sekitar kecamatan Cileungsi,” cetusnya.

Event Night Market bukan hanya dipenuhi oleh UMKM yang menjajakan barang dagangannya melainkan diisi dengan berbagai hiburan rakyat seperti komedi putar, ombak banyu, kincir angin, kora-kora, mandi bola sampai dengan lomba mewarnai bagi anak-anak. Festival Rakyat Alfaevents di Grand Nusa Indah Cileungsi berlangsung sejak 22 September hingga 22 Oktober.

** Nay Nur’ain

Pascakebakaran, Perekonomian Pasar Leuwiliang Lumpuh

0

Ratusan Kios Ludes, Kerugian Sekitar 50 Miliar

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Pascakebakaran hebat terjadi di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang menghanguskan ratusan kios milik para pedagang, Rabu (27/9/2023) malam, kini perekonomian di pasar itu lumpuh total

 dan menyisakan duka mendalam dialami ratusan pedagang. Mereka mengaku rugi besar pascakebakaran itu.

Intan Samudra, salah satu pedagang ikan asin dan sembako korban kebakaran mengaku rugi setelah kiosnya hangus terbakar.

“Kami rugi sekitar  1,5 miliar karena barang dagangan abis belanja ludes terbakar ,” ujar  H Intan kepada Jurnal Bogor, Kamis (28/9/2023).

Sejumlah pedagang Pasar Leuwiliang menyampaikan, mereka sangat sedih atas musibah kebakaran yang mengakibatkan kerugikan bagi pedagang.

“Ratusan kios milik pedagang terbakar, semetera kerugian keseluruhan sekitar 50 miliar,” paparnya.

Intan Samudra pedagang  Pasar Leuwiliang Blok AKA meminta pemerintah segera membangun kembali bangunan pasar yang ludes terbakar itu. Paling tidak kata dia, pemerintah mengambil langkah untuk mencarikan tempat sementara, agar para pedagang masih bisa berjualan.

“Pemerintah Kabupaten Bogor segera merelokasi sementara agar para pedagang bisa usaha untuk menapkahi keluarganya,” pintanya.

“Agar para pedagang masih bisa mencari rejeki, sebab pascakebakaran ini perekonomian di Pasar Leuwiliang lumpuh total. Pemerintah mesti segera melakukan penanganan bagi para pedagang,” pinta dia lagi

Atas kejadian ini, kata Intan jangan sampai ada oknum  tidak bertanggung jawab yang hanya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Sebelumnya diberitakan, belasan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan api yang cukup besar tersebut hingga Kamis (28/9/2023) pagi.

Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk memadamkan api. Diakui Kasi Penyelamatan dan Pertolongan Darurat Damkar Kabupaten Bogor Asan, kejadian kurang lebih jam 19.00 dan pihaknya sedikit kewalahan karena angin besar sehingga apai cepat merambat ke arah blok lain.

“Kita padamkan sejak pada pukul 20.00 wib sampai pukul 8.00 wib pagi ini kita masih menangani,” katanya.

“Kita kesulitan karena warga banyak yang hilir mudik terlebih ini di pasar, dari semalam kita sudah kesulitan, makanya para petugas sedikit terganggu,” tambahnya.

Dia menjelaskan, awal api muncul di blok belakang (blok sayuran), dan perkiraan masih dalam proses penyebab kebakarannya.

“Kami kerahkan sektor Cibinong 2 unit Leuwiliang 3, Ciomas 2, dan Kota Bogor 4 unit,” ungkapnya.

Bahkan blok belakang kurang lebih ada 100 kios sudah ludes terbakar karena api muncul awal di bagian belakang.

“Api sulit dipadamkan karena bahan mudah terbakar dan kami sulit memadamkan akibat sulit air, tapi saat ini kami mendapat air dari PDAM dan penanganan masih berlangsung,”

Sebanyak 4 blok pasar Leuwiliang ludes terbakar, bahkan petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk mencari air. Api merambat ke blok depan bagian pakaian.

“Api mulai merambat ke area lain dari depan ke belakang sudah ludes, dan penyebabnya masih diselidiki. Untuk jumlah kios sementara terbakar kurang lebih 500 kios,” jelasnya.

** Arip Ekon | Andres

Kebakaran Pasar Leuwiliang Ludeskan 500 Kios

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Ratusan kios di pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor terbakar hebat, Rabu (27/09/2023) malam, sekitar pukul 19.00 wib.

Belasan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan api yang cukup besar tersebut, hingga pagi hari ini. Kamis (28/9/2023).

Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk memadamkan api. Diakui Kasi Penyelamatan dan Pertolongan Darurat Damkar Kabupaten Bogor Asan, kejadian kurang lebih jam 19.00 dan pihaknya sedikit kewalahan karena angin besar sehingga apai cepat merambat ke arah blok lain.

“Kita padamkan sejak pada pukul 20.00 wib sampai pukul 8.00 wib pagi ini kita masih menangani,” katanya.

“Kita kesulitan ke warga banyak yang hilir mudik terlebih ini di pasar, dari semalam kita sudah kesulitan, makanya para petugas sedikit terganggu,” tambahnya.

Dia menjelaskan, bahwa awal api muncul di blok belakang (blok sayuran), dan perkiraan masih dalam proses penyebab kebakarannya.

“Kami kerahkan sektor Cibinong 2 unit Leuwiliang 3, Ciomas 2, dan Kota Bogor 4 unit,” ungkapnya.

Bahkan blok belakang kurang lebih ada 100 kios sudah ludes terbakar karena api muncul awal di bagian belakang.

“Api sulit dipadamkan karena bahan mudah terbakar dan kami sulit memadamkan akibat sulit air, tapi saat ini kami mendapat air dari PDAM dan penanganan masih berlangsung,”

Sebanyak 4 blok pasar Leuwiliang ludes terbakar, bahkan petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk mencari air. Api merambat ke blok depan bagian pakaian.

“Api mulai merambat ke area lain dari depan ke belakang sudah ludes, dan penyebabnya masih diselidiki. Untuk jumlah kios sementara terbakar kurang lebih 500 kios,” jelasnya.

** Andres

Lakukan Jemput Bola, Pelayanan Administrasi Kependudukan Langsung di Desa

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, turun ke desa untuk melakukan perekaman kepada warga. Yang menjadi sasaran utama dalam kegiatan jemput bola itu, yakni warga yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Pelayanan Kecamatan Ciawi, Debi Sirun mengatakan, berdasarkan laporan dari berbagai sumber yang masuk ke pemerintahan kecamatan, sebanyak 1680 warga yang tersebar di 13 desa di Kecamatan Ciawi, belum memiliki e-KTP terutama para pelajar.

Menurut Debi, masih banyaknya jumlah warga yang belum mempunyai e-KTP tersebut, membuat pemerintah kecamatan harus melakukan terobosan dengan memberikan kemudahan kepada warga untuk memiliki administrasi kependudukan.

“Makanya, kami lakukan perekaman dengan pola turun langsung ke desa,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat melaksanakan kegiatan jemput bola di Desa Telukpinang, Rabu (27/9).

Untuk kegiatan jemput bola, lanjut Debi, baru dilakukan di dua desa, yakni Desa Bitungsari dan Telukpinang. Kegiatan perekaman sendiri, dijadualkan dalam satu minggu dua kali turun ke desa.

“Alhamdulillah, saat pertama kali kegiatan jemput bola dilakukan di Desa Bitungsari, sebanyak 135 warga datang ke desa untuk mengurus administrasi kependudukan. Dari jumlah tersebut, diantaranya sebanyak 95 warga yang melakukan perekaman e-KTP, serta 40 warga lainnya melakukan perbaikan,” paparnya.

Selain melakukan perekaman e-KTP, Debi pun menjelaskan, operator kependudukan juga melayani warga yang akan memperbaiki administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) maupun KTP.

Debi menghimbau agar semua warga yang belum memiliki administrasi kependudukan atau e-KTP, untuk datang ke desa masing-masing saat adanya kegiatan jemput bola yang dilakukan pemerintah kecamatan.

“Kami juga akan memproses warga yang usianya masih 16 tahun untuk dilakukan perekaman, tapi pada saat tanggal 14 Pebruari 2024, usia warga tersebut genap berusia 17 tahun dan memiliki hak pilih. Target kami Yang terpenting, menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 nanti, semua warga Kecamatan Ciawi terutama para pemilih pemula sudah mempunyai e-KTP,” imbuhnya.

Sementara, Syeka, warga Kampung Telukpinang RT 03 RW 03 mengaku, dirinya masih berusia 16 tahun dan berstatus pelajar di salah satu sekolah tingkat kejuruan kelas XI.

“Berhubung bulan November 2023 usia saya 17 tahun, makanya saya datang ke desa untuk dilakukan perekaman e-KTP yang diadakan oleh pemerintah kecamatan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Inmemorial Almarhum Prof.Dr.Ir.H.Arief Daryanto MEc

0

jurnalinspirasi.co.id – Innalillahi wainna illahi rojiun. Turut berduka cita atas berpulang kerahmatullah sahabat kita yang baik hati
Mas Prof.Dr.Ir.H.Arief Daryanto.MEc/Dosen dan Alumni IPB, Aktivitis ICMI di Bogor, serta supporter setia Armada Group 1780, dan beliau sering tampak hadir penuh akrab di setiap acara reunian angkatan 17 Armada IPB.

Sakit apa Almarhum mas Prof. Dr.Arief Daryanto,? Ngak kedengaran beliau sakit selama ini, beliau sehat-sehat saja. Beberapa waktu lalu, beliau masih sangat aktif bekerja dan berkarya baik.dalam mengarang buku-buku agribisnis, maupun aktif dalam pengelolan pendidikan tinggi di IPB University.

Sehingga saya sungguh kaget dan merasa sedih membaca informasi pertama di WAG Faperta UNIDA pagi ini Rabu 27 September 2023, bahwa mas Arief telah wafat mendahului kita kemaren dalam perjalanan pulang dari kampungnya untuk kembali ke Bogor, setelah menunaikan tugasnya.

Kita sungguh, kehilangan sosok dan seorang vigur, orang baik yang berdedikasi dan berprestasi, yang karya-karya akademiknya telah banyak diwariskan dan dinikmati anak bangsa, tetutama para mahasiswa bimbingannya. Bahkan, saya mendapat informasi bahwa mas Prof.Arief Daryanto menghembuskan napas terakhirnya, ketika berada di Surabaya.

Beliau sedang menunaikan tugas dari almamaternya IPB University. Memang beliau, sejak berakhir masa jabatannya sebagai Dekan Sekolah Vokasi IPB, hingga diakhir khayatnya telah diberi tugas dan amanah oleh Rektor IPB saat ini, memimpin sebuah lembaga otonom Pendidikan dan pelatihan (diklat) para eksekutif untuk pengembangan usaha agribisnis KUKM, maaf jika saya tak salah informasi.

Selama bertugas di Jawa Timur, beliau menyempat diri bersilaturrahmi dengan ibu kandungnya dan sanak keluarga di kampung tempat kelahirannya di daerah Jombang. InsyaAllah hal ini pertanda almarhum Prof Arief orang sholeh yang sangat menghormati, mencintai dan memuliakan orangtuanya semasa hidupnya.

Almarhum mas Arief Daryanto adalah sahabat saya di grup Armada angkatan 17, beliau tamatan TPB IPB thn 1980, kemudian masuk ke Jurusan Sosek Faperta IPB thn 1981. Beliau semasa hidupnya juga menjadi aktifis di ICMI sebagai Dewan Pakar MPW ICMI Orwil Khusus Bogor untuk beberapa periode kepengurusan ICMI, bersama saya.

Di ICMI Bogor, saya selaku Ketua Dewan Pakar mempunyai kenangan indah bersama beliau dan kemudian bernilai sejarah bagi eksistensi ICMI Bogor. Kami membuat program dialog Kepemimpinan Millenial ICMI dalam Rangka Menyambut Era Digital, dengan menyelenggarakan dialog berseri Pod Cats ICMI Bogor thn 2021, menjelang Muktamar ICMI ke 7 di Bandung Jawa Barat.

Mas Prof.Arief Daryanto selaku anggota Dewan Pakar sebagai salah seorang penggagasnya dan mengusulkan beberapa topik bahasan dan nara sumbernya. Beliau sebagai Dekan Sekolah Vokasi (SV) IPB University yang berkampus di daerah Bagunde Kota Bogor, dengan kemurahan hatinya meminjam Studio Fod Cats SV IPB beserta tim krunya dan seorang pewawancara Dosen Ilmu Komunikasi SV IPB mas Willy Bakhtiar SKom.

Beberapa seri dialog terlaksana, setelah pengantar agenda Pod Cats dari saya selaku Ketua Wankar, kemudian diikuti presentasi singkat narsum lk 15 menit dan dilanjutkan wawancara berdurasi lk 45 menit. Nara sumber yg mengisi acara antara lain mas Prof.Arif Satria, alm. mas Prof.Arief Daryanto, bpk Prof.Rokhmin Dahuri, saya sendiri Dr.Apendi.Arsyad, dll, sedang yang bertindak selaku pengelola dan pengendali acara Pod Cats adalah Dr.Zulhamzah Imran, Sekwankar ICMI Orwilsus Bogor periode lalu.

Topik-topik bahasannya cukup menarik, dishating, direkam gambar dan suaranya secara profesional oleh.tim infokom SV IPB. Kemudian file rekaman diupload ke Youtube, maka ide-ide segar dari Bogor untuk Indonesia tentang kepemimpinan millenial ICMI di era Digital, bisa tersebar, tersosialisasi dengan baik dan dapat diakses dengan mudah, terutama oleh kalangan aktivis ICMI se Indonesia pada semua level hirarki organisasi, yakni Orwil, Orda, Otsat dan Batom ICMI di di daerah.

Dampaknya, alhamdulillah misi kami dari Bogor untuk menjadikan Ketua ICMI Orwilsus Bogor, mas Prof.Arif Satria yang kami usung menjadi Ketua Umum MPP ICMI periode 2021-2026 saat ini, alhamdulillah mendapat respon positif di forum Muktamar ICMI ke 7 Desember 2021 di Bandung.
Alhamdulillah berkat ridho Allah, mas Prof.Arif Satria terpilih secara demokratis menjadi Ketua Umum MPP ICMI.

Subhanallah, jujur saya berkata bahwa kesuksesan ICMI Bogor berkontribusi dan berperan untuk mengakselerasi suksesi kepemimpinan ICMI Nasional di forum Muktamar tsb, adalah salah kontributor ide briliyannya adalah sahabat saya alm Prof.Arief Daryanto.MEc.

Saya mengenalnya dengan.baik, bahwa almarhum.adalah orang baik, pendidik yang sukses,.memiliki kemampuan kepemimpinan dan managerialnya yang sangat baik, bekerja profesional dan penuh tanggungjawab, sehingga sukses mengembangkan sejumlah program studi di Sekolah Bisnis dan Sekolah Vokasi IPB University sbg Dekan sekaligus sebagai Dosen.yang.bertugas melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.

Secara objektif saya melihat kedua institusi pendidikan tinggi tersebut/ Fakultas atau Sekolah tersebut tampak maju pesat. Beberapa prodinya juga dikembangkan di daerah lain, diluar Bogor seperti program Sekolah Vokasi di Sukabumi, melalui kerjasama dengan Pemda Jawa Barat.

Orangnya, insyaAllah… sholeh..bergaul ramah antar sesama, berbicara santun, orangnya pemikir dengan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif, pokoknya mas Arif yang saya kenal memiliki “good character”.

Saya tak akan lupa dalam ingatan saya, bagaimana santunnya dan bernasnya pemikiran almarhum sekaligus mengappresiasi dalam merespon tulisan-tulisan saya AA di WAG Wankar ICMI Orwilsus Bogor dan atau WA japri, ada feedback dan muncul perspektif baru dalam cara pandang almarhum sebagai orang terpelajar. Dan beliau aktif merespon setiap tulisan saya tentang kritik sosial kemasyarakatan, termasuk issu-issu/persoalan atau permasalahan kebangsaan dan kenegaraan, yang saya share kepada beliau melalui WA japri dalam durasi waktu tidak terlalu lama, beliau membalasnya.

Alhandulillah, beliau di awal thn 2023 ini, semasa hidupnya telah mewakafkan tanah miliknya untuk pengembangan dakwah Islam dan ponpes Tahfiq Al Quran, lahannya berlokasi di daerah Lw Sadeng Lw Liang Bogor Barat, bersama Prof.Arif Satria, Rektor IPB University, yang juga Ketua Umum ICMI Pusat.

Alhamdulillah, pada saat peresmiannya, saya hadir, dan ikut meletakan batu pertama pembangunan masjid dan sarana-prasarana pendidikan Ponpes Tahfiq ICMI tersebut. Lokasinya ponpes, terletak di kawasan pegunungan Bunder yang sejuk dan subur dengan aneka vegetasi dengan fanorama alam perbukitan yang indah.

Dengan wakaf tanah atas nama keridhoaan Allah SWT, akan melipatkan pahalanya untuk kemudahan menempuh jalan menghadap Sang Khalik Allah SWT. Almarhum memiliki bukan saja kecerdasan intelektual, tetapi juga kuat dalam kemampuan kecerdasan spiritual, bahwa rezeki yang abadi yang akan dinikmati beliau pada hari akhirats/kehidupan setelah mati adalah harta yg diwakafkan untuk menjaga dan membela marwah agama Allah, DinnulIslam di muka bumi.

Semoga alm pak Prof.Arif Daryanto, wafat dalam keadaan husnul khotimah dan insyaAllah dimasukan ke dalam golongan orang-orang yang sholeh, ditempatkan di syurgajannatunnaim. Aamiin3 YRA. Dan keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran.dan tawaqqal illallah.

Al Fatihah
Allahumaghfirlahu warhamhu, waafii wakfuanhu.
Semoga Allah SWT memberkahinya.
Syukron barakallah.

Wassalam
====✅✅✅
Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad,M.Si
(Dosen/Pendiri UNIDA, Pendiri/Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Kunjungi Petani Milenial Pasuruan, Kementan Sampaikan 3 Elemen Utama Syarat Keberhasilan Petani Muda

0

Pasuruan | Jurnal Bogor

Menutup rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengunjungi lahan pertanian milik, Gani Arista, Petani Milenial yang telah menerapkan metode Smart Green House, Selasa (26/9).

Gani Arista merupakan Petani Milenial binaan program Youth Entrepreneur Support Services (YESS), yang menggeluti pertanian dengan komoditas utama selada keriting dan selada pawetonan.

Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) adalah program kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD).

Program YESS dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.

Melalui Program YESS, Kementerian Pertanian menciptakan wirausaha milenial yang tangguh dan berkualitas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengimbau para petani milenial untuk memperluas jejaring untuk memperluas pasar.

“Para petani milenial harus mengubah mindset. Kalian tidak boleh hanya sebatas meningkatkan produksi, tetapi juga harus mulai memikirkan agribisnis dan hilirisasi. Pertanian itu menjanjikan dan bisa menjadi masa depan buat anak-anak muda,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, saat berkunjung ke lahan pertanian milik Gani Arista menyampaikan, peluang untuk menggenjot produktivitas dan memenuhi kebutuhan pasar sangat mungkin dilakukan.

“Kuota pemasaran nya tidak masalah, berarti tinggal tingkat kan produktivitas dan cari offtakers serta buka pasar yang lebih luas,” kata Dedi.

Agribisnis yang ditekuni oleh Gani memang belum sepenuhnya hasil olahan sendiri. Maka dari itu, Dedi menyampaikan beberapa pesan agar lahan pertanian milik Gani dapat berkembang dengan pesat.

“Saya sudah sampaikan tadi ke Gani, 3 kunci peningkatan produktivitas dan produksi, yaitu Benih, Nutrisi tanaman, dan Pemasaran,” tegas Dedi.

Menurut Dedi, 3 elemen penting ini harus segera di implementasi, di realisasikan, dan wajib dikuasai oleh Gani agar usaha nya dapat berkembang cepat dan pesat.

**bbpmkp

Keberadaan Pelaku Penganiaya RS Terendus Polisi

0

jurnalinspirasi.co.id – Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota telah memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui peristiwa penganiayaan berat yang menyebabkan Rindhy Septiani alias RS (21) meninggal dunia di Perumahan Bumi Kencana Permai, Kecamatan Tanah Sareal.

“Kami sudah periksa delapan orang saksi,” ujar Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila kepada wartawan, Selasa (26/9).

Menurut dia, polisi telah mengendus keberadaan terduga pelaku. Kendati demikian, pihaknya belum dapat menyampaikan ke publik lantaran khawatir pelaku lolos dari pengejaran petugas.

“Jadi personel masih di lapangan untuk melakukan pengejaran. Petunjuk sudah kami dapatkan, untuk kepentingan penyidikan mohon maaf belum dapat disampaikan,” bebernya.

Kata dia, polisi tidak ingin berasumsi terkait sejumlah foto terduga pelaku yang hingga kini viral di media sosial (Medsos) termasuk soal hubungan terduga pelaku dengan korban.

Sebab, sambung Rizka, keterangan pasti bisa diperoleh dan disampaikan setelah pelaku berhasil tertangkap dan memberikan keterangan.

Polisi pun mewanti-wanti masyarakat khususnya yang aktif menggunakan medsos agar tidak cepat menyimpulkan hingga menggiring opini publik.

“Untuk informasi yang didapat dari sumber yang belum dapat dipastikan kebenarannya, hendaknya masyarakat lebih selektif untuk menshare ke khalayak umum,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, digemparkan dengan penemuan sosok wanita muda dengan kondisi bersimbah darah akibat adanya luka sabetan senjata tajam (sajam) di sejumlah bagian tubuh pada Sabtu (22/9).* Fredy Kristianto

Duh, Anggaran Kota Bogor Defisit Rp116 M

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran DPRD tengah mematangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2023.

Berdasarkan hasil rapat internal Banggar DPRD, diketahui bahwa keuangan Kota Bogor masih belum balance. Pasalnya, masih terdapat defisit hingga Rp116 miliar.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan, berdasarkan hasil rapat internal Banggar diketahui terdapat penambahan belanja Pemkot Bogor, sehingga menyebabkan tidak balance-nya anggaran.

“Ada penambahan bahan belanja anggarannya sehingga nggak balance. Defisit masih Rp116 miliar,” ujar Rusli kepada wartawan, Selasa (26/9).

Rusli menegaskan bahwa defisit terjadi lantaran adanya persoalan selisih Silpa yang diasumsikan Pemkot Bogor dengan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun anggaran 2022.

“Kami mengacu pada hasil pemeriksaan BPK. Sehingga harus diselaraskan dengan TAPD. Insya Allah Kamis (28/9) akan dibedah bersama TAPD,” ucap politisi Golkar ini.

Saat disinggung secara spesifik mengenai penambahan belanja Pemkot Bogor. Rusli mengaku belum mengetahui lantaran TAPD belum menyerahkan secara rinci kepada Banggar.

“Kami terima kasih dalam kondisi global belum ada rincian, termasuk juga soal rencana kegiatan Inagurasi dan Munaslub APEKSI. Sebab, berdasarkan informasi anggarannya disebar di dinas. Makanya nanti akan dibahas lagi dengan TAPD,” katanya.

Atas dasar itu, kata Rusli, perlu adanya berakdown anggaran bersama TAPD, agar rincian belanja dapat seluruhnya terlihat. “APBD-P harus sudah diketuk akhir September,” tegasnya.

Rusli menilai bahwa sah-sah saja Pemkot Bogor menyelenggarakan Inagurasi dan Munaslub APEKSI serta kegiatan lainnya. Dengan catatan kondisi keuangan sedang berlebih, dan tidak dalam kondisi defisit seperti saat ini.

“Kalau uangnya ada sebenarnya nggak masalah. Persoalannya ada nggak duitnya, alangkah lebih elok ya bila kegiatan itu dilaksanakan tetapi anggaran bersumber dari CSR atau sponsorship,” ucapnya.

Lebih lanjut, sambung Rusli, yang terpenting adalah di akhir masa jabatan Wali Kota Bima Arya harus ada program yang berpihak kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Denny Mulyadi membantah bila keuangan Kota Bogor sedang defisit. “Nggak ada defisit, sekarang sedang harmonisasi anggaran,” katanya singkat.* Fredy Kristianto

PPIB Diminta Transparan Soal Dana Hibah

0

jurnalinspirasi.co.id – Pergantian Ketua Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) Bogor pada 20 September lalu menuai sorotan. Hal itu lantaran tak semua ormas Islam mendapat undangan pada proses tersebut.

Kepada wartawan, Sekretaris DPC Syarikat Islam Kota Bogor Firdaus mengatakan bahwa dalam 10 tahun terkait pengelolaan PPIB akan berakhir. Kemudian di zaman kepemimpinan Diani Budiarto dikeluarka Perwali nomor 27 tahun 2013 dan regulasi itu mengikat sebagai landasan hukum buat lembaga tersebut.

Namun, sambung dia, berdasarkan informasi mekanisme kepengurusan akan dijalankan tidak melalui mekanisme perwali lagi, tetapi dengan pemilihan dan mengundang elemen organisasi Islam.

“Sebagai masyarakat patutlah mengetahui terkait mekanisme kepengurusan PPIB, menggunakan perwalian ataupun dengan mekanisme pemilihan,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam mengembangkan potensi serta pengelolaan PPIB harus transfaran, sebab setiap tahun untuk pengelolaanya setiap tahun diguyur dana hibah yang notabenenya adalah uang rakyat.

Ia berpesan, agar jangan sampai terjadi pengondisian dalam menentukan pengelola PPIB, dan perlu juga pertanggung jawaban pengunaan dana hibah yang selama ini digunakan.

“Apakah dana hibah ini sudah digunakan secara maksimal dalam mengembangan PPIB yang menjadi aset umat islam ini. Dan itu perlu di sampaikan secara terbuka hingga dapat dipahami oleh elemen masyarakat dan organisasi Islam Kota Bogor,” imbuh dia.

Ia menyebut bahwa hal itu perlu dilakukan supaya tidak terjadi fitnah atau penyelewengan anggaran yang dapat merugikan pemerintah dan masyarakat Kota Bogor itu sendiri.

Ia juga meminta peran aktif masyarakat, bahkan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti kejaksaan ataupun organisasi islan dalam memantau perkembangan PPIB demi kebaikan bersama.

Ia menilai, masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengapa dalam pengelolaan PPIB kedepan tidak dijalankan dengan Perwali lagi. Dan itu harus jawab oleh Pemkot Bogor.

“Perlu perhatian khusus Wali Kota terkiat PPIB ini, semoga masyarakat mendapat pencerahan dalam memajukan peran aktif kepedulian bersama, dan semoga PPIB berdampak positif bagi seluruh organisasi Islam Kota Bogor,” tandasnya.* Fredy Kristianto