34.1 C
Bogor
Friday, July 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 510

Dipimpin Ketua DPRD Rudy Susmanto, DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD – P Tahun 2023

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Dipimpin Ketua DPRD Rudy Susmanto, Jum’at (29/09/2023) sore, DPRD Kabupaten Bogor, menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar rancangan APBD – Perubahan tahun 2023.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Rudy Susmanto itu dihadiri Bupati Bogor Iwan Setiawan, semua pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) berlangsung secara marathon.

Usai Bupati Bogor Iwan Setiawan menyampaikan nota pengantar keuangan untuk rancangan APBD – Perubahan tahun 2023, rapat kembali dilanjutkan dengan menggelar pembahasan dengan melibatkan semua unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, perubahan APBD 2023 ini diperlukan, karena ada beberapa program pemerintah daerah yang yang tertuang dalam Perda APBD tahun anggaran 2023, terjadi beberapa perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi yang telah ditetapkan dalam kebijakan umum APBD tahun anggaran 2023.

“Antara lain, perkembangan pencapaian indikator ekonomi makro Kabupaten Bogor pada triwulan dua atau semester satu yang mempengaruhi kondisi pertumbuhan ekonomi,” kata Iwan Setiawan.

Selain itu, kata Iwan, terdapat kenaikan pendapatan daerah baik yang telah diterima maupun direncanakan dengan memperhatikan realisasi penerimaan pendapatan daerah sampai akhir semester satu.

“Selanjutnya memperhatikan laporan keuangan daerah tahun anggaran 2022 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI, menyebabkan adanya penurunan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya atau Silpa yang harus digunakan dalam tahun berjalan,” ujar Iwan.

Kemudian, dalam rangka persiapan pelaksanaan Pilkada tahun 2024, kata Iwan, Pemerintah Kabupaten Bogor, harus diperlukan mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan tersebut, dalam bentuk dana cadangan Pilkada.

“Kesepakatan untuk mengalokasikan dana cadangan Pilkada sudah ditandatangani beberapa waktu lalu antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu,” kata Iwan menutupi.

** Mochamad Yusuf

Penanganan Pasar Leuwiliang Pascakebakaran, Ketua DPRD Ingin Ada Langkah Gerak Cepat Pulihkan Roda Ekonomi

0


Cibinong |Jurnal Insipirasi
Rabu (27/09/2023) sore lalu, tak ada yang menyangka menjadi hari yang membawa duka bagi para pedagang Pasar Leuwiliang, dan mereka yang bergantung mencari sumber penghidupan dari aktivitas jual beli di pasar terbesar di wilayah barat Bumi Tegar Beriman itu.

Musibah kebakaran pasar Leuwiliang itu membuat pedagang makin kesulitan, pasalnya baru tahun 2023 ini aktivitas ekonomi di pasar yang dibangun diawal tahun 2000 an itu pulih, setelah pandemi Covid-19, selama hampir tahun dari 2020 hingga 2022 dinyatakan berakhir.

Duka yang dialami pedagang di Pasar Leuwiliang itu dirasakan juga Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan rasa keprihatinnya terkait musibah yang terjadi di pusat perekonomian terbesar di wilayah barat Kabupaten Bogor itu. Rudy yang menjabat wakil sekretaris jenderal DPP Partai Gerindra itu meminta Pemerintah Kabupaten Bogor, gerak cepat (Gercep) memulihkan roda ekonomi di Pasar Leuwiliang.

“Saya atas nama pribadi dan pimpinan lembaga mengucapkan duka mendalam atas musibah yang menimpa para pedagang maupun mereka yang sumber mata pencahariannya bergantung di Pasar Leuwiliang. Pemerintah Kabupaten Bogor harus secepatnya memulihkan ekonomi di sana agar jangan sampai terhenti,” kata Rudy, Jum’at (29/09/2023).

Rudy mengatakan, anggota dan pimpinan DPRD sudah menentukan jadwal untuk mengunjungi Pasar Leuwiliang. Kunjungan itu untuk melihat langsung kondisi di lokasi, sekaligus memberikan masukan kepada para pengambil kebijakan di lingkup Pemerintahan Kabupaten Bogor, terkait penanganan Pasar Leuwiliang, pasca terjadinya musibah kebakaran.

“Kami sudah mengagendakan untuk mengunjungi lokasi bersama, Komisi II dan anggota DPRD asal daerah pemilihan (Dapil) V yang meliputi wilayah Leuwiliang dan sekitarnya,” ujar Rudy.

Rudy menegaskan, langkah gerak cepat dari Pemerintah Kabupaten Bogor sangat diperlukan, langkah pertama menetapkan lokasi untuk tempat penampungan para pedagang yang memiliki kios atau los.

“Kalau misalnya sudah ada lahan untuk tempat relokasi, secepatnya ditetapkan dan dibangun tempat penampungan sementara, agar ekonomi bisa berjalan, apalagi Pasar Leuwiliang itu pusatnya pergerakan roda perekonomian dari beberapa kecamatan di wilayah barat Kabupaten Bogor,” sebut Rudy.

Sementara itu, Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Jum’at (29/09/2023) memantau langsung Pasar Leuwiliang pasca kejadian kebakaran. Di lokasi pasar Iwan Setiawan memastikan para pedagang akan direlokasi ke pasar sementara agar bisa kembali berjualan.

“Kunjungan kelokasi ini untuk melihat langsung keadaan pasca kebakaran untuk mengambil langkah-langkah strategis agar para pedagang mendapatkan jaminan dari pemerintah untuk bisa kembali berjualan. Solusi jangka pendeknya, para pedagang akan direlokasi agar bisa kembali berjualan,” jelas Iwan Setiawan.

Iwan memastikan, tempat relokasi yang memang layak dijadikan pasar sementara, rencananya lokasi yang akan dijadikan tempat penampungan sementara bagi pedagang yang kiosnya terbakar disiapkan di dekat Terminal Leuwiliang, di sana ada lahan milik pemerintah daerah.

“Insya allah tempat penampungan sementara akan segera dibangun dengan memanfaatkan anggaran belanja tak terduga (BTT) yang memang selalu dialokasikan setiap tahun di APBD,” jelas Bupati Iwan menutupi.

** Mochamad Yusuf

Olah TKP Pasar Leuwiliang Oleh Puslabfor Mabes Polri Dilakukan Besok

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Pasar Leuwiliang yang terbakar akan dilaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Puslabfor Mabes Polri, Sabtu (30/9/2023).

“Hari ini kami datang ke lokasi kebakaran Pasar Leuwiliang yang kita tahu dampak dari peristiwa tersebut kurang lebih ada sekitar 1500 kios, dan ini wujud pemerintah dalam hal ini TNI Polri dibantu Dandim Bogor merasakan korban kebakaran pasar,” kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan, Jumat (29/9/2023).

Selain memantau langsung lokasi tempat kejadian, tujuannya lain ingin melihat proses tersebut bisa terjadi.

“Langkah yang dilakukan bersama, besok Puslabfor Bareskrim Polri akan hadir untuk mengecek asal muasal api apakah dibakar (kebakaran), atau apakah gara-gara korsleting listrik, maupun faktor lain,” kata Rio.

Dia meminta seluruh masyarakat khususnya yang terdampak jangan menyimpulkan apa-apa dulu, tetapi lokasi dijaga jangan masuk dulu.

“Kita juga menghimbau agar tidak terjadi penjarahan bisa dijaga dengan baik area di Pasar Leuwiliang,” tuturnya.

Bahkan pemasangan police line akan diperluas, dan berharap ke masyarakat bisa kerja sama dan menunggu petugas selesai melakukan olah TKP.

“Dibawa ke lab dan hasilnya sekitar 10 hari, apakah penyebabnya dari luar atau dalam, nanti Puslabfor yang tahu,” jelasnya.

Selain itu pihaknya meminta baik pedagang terdampak maupun warga diluar area pasar agar jangan masuk.

“Biarkan kami melakukan penyelidikan agar bisa menemukan faktor tersebut, dan semua pihak bekerjasama berkolaborasi agar bisa segera tahu penyebabnya,” pungkasnya.

** Andres

Kasus PPDB, Polisi Tetapkan Lima Tersangka

0

jurnalinspirasi.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota menetapkan lima tersangka dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 jalur zonasi.

Kelima tersangka itu adalah SR, AS, MR, BS dan RS yang merupakan warga sipil alias calo ini, telah meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah dari orang tua siswa yang meminta anaknya dimasukan ke sekolah tertentu tingkat SMP dengan memalsukan data kependudukan atau Kartu Keluarga (KK).

Adapun jumlah keseluruhan keuntungan dari kelima tersangka itu menyentuh angka Rp330 juta dengan pendapatan beragam dari masing-masing tersangka, mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp150 juta.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan bahwa dalam kasus PPDB tahun 2023 di Kota Bogor, tersangka SR telah meraup keuntungan sebesar Rp121,5 juta, BS sebesar Rp150 juta, AS (pegawai honorer) sebesar Rp1,2 juta, MR sebesar Rp12 juta dan RS sebesar Rp49 juta.

“Itu baru yang diakui tersangka, tentu yang belum diketahui masih banyak. Kasus ini akan terus dikembangkan lebih lanjut, termasuk akan memeriksa pihka kelurahan hingga dinas terkait,” ucapnya pada Jumat (29/9).

Menurut Bismo, dari pengakuan tersangka diantaranya SR telah membantu orang tua siswa sebanyak sembilan kali dengan meminta bayaran sebesar Rp13,5 juta per orang.

Sedangkan, peran AS dan MR yakni membuat KK yang beralamatkan fiktif di SDN Polisi 4 Kota Bogor dan Masjid At Taqwa. Mereka menerima uang sebesar Rp300 ribu per orang yang ingin namanya dimasukkan ke alamat KK tersebut.

Kemudian, BS telah melayani 50 orang yang ingin dibantu untuk masuk ke PPDB online dengan tarif berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per orang.

“Selanjutnya, RS berperan membuat KK palsu dengan mengubah tanggal dikeluarkan dan tanda tangan kepala Disdukcapil Kota Bogor dalam bentuk PDF. Mereka mengunggah KK palsu ini ke dalam aplikasi PPDB online dengan tarif sebesar Rp7 juta per orang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila menambahkan bahwa dalam kasus ini pihak penyidik telah memanggil dari orang tua siswa, sekolah, kelurahan dan dinas untuk pemeriksaan awal.

Berkaitan dengan perkembangan dari hasil penyidikan, Rizka menegaskan, pihaknya akan memfollow up sesuai alat bukti yang sudah dikumpulkan.

“Terkait dengan alamat-alamat rumah yang diduga palsu sudah kami konfirmasikan bahwa diantaranya mereka juga yang alamatnya dicatut, pemilik KK tidak mengetahui bahwa KKnya digunakan sebagai persyaratan PPDB oleh tersangka,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Kunjungi Pasar Leuwiliang Pascakebakaran, Bupati Iwan Inventarisasi Tempat Relokasi

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Pascakebakaran yang menghanguskan ribuan lapak dagangan, Bupati bersama Forkopimda Kabupaten Bogor mengunjungi lokasi kebakaran Pasar Leuwiliang, Jumat (29/9/2023).

“Hari ini sengaja saya datang untuk melihat langsung keadaan pascakebakaran, gedung mana saja yang terbakar. Ya ternyata hampir 90 persen ya pasar ini yang utamanya terbakar,” kata Bupati Bogor Iwan Setiawan ketika ditemui usai melihat langsung kondisi Pasar Leuwiliang.

Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Bogor bakal merelokasi para pedagang. Saat ini, pihaknya tengah menginventarisasi beberapa lokasi untuk menentukan tempat relokasi yang layak untuk para pedagang.

“Data sementara yang dihimpun, ada 1.231 pedagang yang terdampak kebakaran,” jelasnya.

Bahkan menurut Iwan, ada informasi dari Camat Leuwiliang kalau ada tanah pemda dekat terminal Provinsi Jawa Barat.

“Mudah-mudahan bisa segera ditempatkan disitu. Tapi kita juga harus mempersiapkan kelayakan pasar sementara itu, sarana dan prasarana juga harus dibangun dulu,” ungkap Iwan.

Selain itu ia menegaskan fasilitas dan lainnya harus segera dipikirkan untuk para pedagang, mudah-mudahan cukup untuk direlokasi ke tempat yang memang layak.

Terkait kebutuhan anggaran, Iwan Setiawan akan segera mengumpulkan jajarannya, termasuk berkoordinasi dengan DPRD untuk membahasnya bersama-sama.

“Yang paling memungkinkan, penanganan jangka pendek akan menggunakan anggaran dari belanja tak terduga (BTT),” tambahnya.

Namun ia meminta para pedagang tertib di dalam pengaturannya, jangan sampai musibah ini ada yang menunggangi.

“Pemerintah hadir di sini untuk mengambil langkah strategis, masyarakat kembali ada harapan, bisa kembali berjualan,” tegas Iwan Setiawan.

Saat meninjau kios yang terbakar, Iwan Setiawan sempat berdialog dengan beberapa pedagang dan menanyakan langsung kondisi mereka. Iwan meminta area kebakaran disterilkan dulu untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

** Andres

Bangunan yang Akan Dijadikan Minimarket Modern Dekat Kantor Desa Nanggung Dapat Penolakan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Keberadaan bangunan permanen dekat Kantor Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dapat penolakan warga. Bangunan itu disebut-sebut bakal dijadikan tempat perbelanjaan warung modern atau minimarket.

Penolakan warga bukan tanpa sebab, pasalnya adanya warung-warung kecil masyarakat di area tersebut sehingga dikhawatirkan  akan berdampak buruk secara ekonomi terhadap pedagang kecil tersebut.

“Dipastikan warga, terutama para pedagang bakal menolak bila bangunan itu di jadikan minimarket,” kata pegawai di Desa Nanggung Odih kepada Jurnal Bogor, Jumat (29/9).

Tak hanya penolakan warga, jika bangunan yang baru berdiri itu akan dijadikan minimarket modern, tentu bukan hanya  pedagang yang hanya menolak  termasuk pemerintah desa pun dipastikan keberatan.

Bukanya tidak mendukung usaha orang, musababnya sekitar ada 6 pemilik warung  kelontongan masyarakat yang tidak jauh dengan lokasi bangunan itu.

Diketahui, memang selama berdirinya bangunan tak pernah lihat pemilik datang ke kantor desa.

“Dari awal dibangun hingga selesai kami belum pernah melihat pemilik bangunan datang. Belum pernah komunikasi dengan pemilik. Pastinya, gak tahu bangunan itu untuk apa. Namun, kabar berseliweran di masyarakat katanya bangunan itu untuk minimarket,” kata dia lagi.

Bukan hanya Odih, begitu juga Jamaludin Ibrahim, Anggun, Ocep Sukarya  mereka merupakan sama sama pegawai di  Desa Nanggung kompak menyatakan keberatan bila bangunan itu dijadikan tempat belanja seperti minimarket.

“Harus perhitungankan plus minusnya, bila bangunan itu dijadikan minimarket,” tandasnya.

Informasi dihimpun, pemilik bangunan tepatnya di Kampung Nanggung RT 02 RW 01, Dusun 01  Desa Nanggung itu dikabarkan berinisial HI yang merupakan pemilik galian C di Taluk Waru, Desa Curugbitung yang belum lama ini aktivitas tambang teras itu ditertibkan petugas Pol PP dan Kepolisian.

Sementara HI ketika dikonfirmasi tak merespons. Sedangkan terpisah, Kanit Pol PP Kecamatan Nanggung Rahmansyah mengaku tidak tahu  bangunan yang berada di Desa Nanggung itu akan dijadikan minimarket.

“Selama ini belum ada info perihal itu, coba aja tanya yang lain,” tukasnya.

** Arip Ekon

Kunjungi BPP Jalaksana, Kementan Ajak Petani Tingkatkan Produktivitas Lewat Smart Farming

0

Kuningan | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDMP Pertanian (BPPSDMP) mengajak petani dan penyuluh memanfaatkan smart farming untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Hal tersebut disampaikan saat Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengunjungi lokasi BPP Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jumat (29/9/2023).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan salah satu tugas penyuluh adalah menjalankan fungsi seorang komunikator.

“Menjadi penyuluh itu tugas mulia. Kalian menjadi penyampai pesan dan harapan negara. Ujung tombak yang ada di garis depan dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga kestabilan pangan,” sebut Menteri Syahrul.

Dihadapan para penyuluh, petani dan petani milenial yang hadir di BPP Jalaksana, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan para petani adalah sebaik-baiknya manusia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan, sinergitas pemerintah, penyuluh dan petani harus terjalin dengan baik. Agar upaya dan program pembangunan pertanian dapat terlaksana dengan mudah apabila semua insan saling bersinergi.

Menurutnya, pembangunan pertanian ditujukan untuk menyediakan pangan, utamanya untuk seluruh warga Indonesia.

“Peningkatan produktivitas juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas, jika tidak seimbang juga tidak laku dan akhirnya dijual dengan harga rendah,” tegas Dedi.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.

“Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” paparnya.

Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.

“Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma,” terangnya.

“Saya mengajak semua, para petani untuk mengimplementasikan smart farming agar produktivitas meningkat, kualitas produk dapat diperbaiki, dan ongkos produksi dapat ditekan,” tandas Dedi.

Turut hadir mendampingi, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Ajat Jatnika, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Yusral Tahir dan Wadir Satu PLH Direktur Polbangtan Bogor Rudi Hartono.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Ahmad Juber, berharap kunjungan Kepala BPPSDMP, menjadi motivasi dan semangat penyuluh untuk mendampingi para petani, mencarikan solusi atas masalah yang dihadapi dan pada akhirnya mensejahterakan Petani.

“Dengan adanya kekeringan yang melanda akibat El Nino, penyuluh hadir untuk mendampingi petani dalam mencarikan solusi,” ujar Ahmad Juber.

Koordinator BPP Jalaksana, Iim Surohim, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala BPPSDMP.

“Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL. Total penyuluh di Jalaksana sebanyak 21 orang. Diantaranya 7 orang PNS. 6 orang P3K. Dan 8 orang THL dan Saya sampaikan bahwa kinerja teman-teman penyuluh di Jalaksana cukup solid dan kompak,” tandas Iim Surohim.

** bbpmkp

Perkuat Sinergi Pengembangan Manajemen Pelatihan SDM, BBPMKP Kementan – BUTTMKP Barantin Mantap Kerjasama

0

Bogor | Jurnal Bogor
Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian dan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP), Badan Karantina Indonesia mantap melakukan kerjasama penguatan manajemen pelatihan SDM sebagai wujud upaya pengembangan kapasitas dan kompetensi SDM. Penandatanganan kerjasama dilakukan pada Rabu (27/09) di BBPMKP Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pengembangan SDM merupakan salah satu fokus utama di Kementan.

“Pembangunan pertanian yang dilakukan Kementan akan lebih maksimal jika didukung SDM-SDM berkualitas. Oleh sebab itu, pengembangan kualitas SDM menjadi fokus utama Kementan. Kita tingkatkan kemampuan, kapasitas, dan pengetahuan SDM pertanian,” kata Mentan Syahrul.

Senada dengan Mentan Syahrul, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan guna mendukung pembangunan pertanian ke arah maju, mandiri dan modern,  maka perlu dilakukan  penyiapan dan pencetakan SDM pertanian yang unggul, salah satunya melalui pelatihan.

Kerjasama pengembangan sistem manajemen pelatihan SDM yang dilakukan oleh BBPMKP Kementan dengan BTTMKP Barantin bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM melalui penerapan Learning Management System (LMS).

Dalam kerjasama tersebut nantinya BBPMKP Kementan akan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan SDM yang di selenggarakan oleh BUTTMKP Barantian serta menyediakan narasumber LMS.

Kepala BBPMKP Kementan, Yusral Tahir menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, kerjasama ini akan membuka peluang-peluang untuk kerjasama lainnya.

“Kami menyambut baik kerjasama ini, semoga kedepannya akan ada kerjasama-kerjasama lainnya dalam hal pengembangan SDM”, jelas Yusral.

** Nita/BBPMKP

Puluhan Rumah di Ciherang Kidul Terancam Bahaya Longsor

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Puluhan rumah yang ada di bantaran Sungai Ciapus, RT 01, RW 02, Ciherang Kidul, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor terancam bahaya longsor.

Pasalnya, lokasi pemukiman penduduk itu tepat dibibir Sungai Ciapus yang berada dipinggiran RT 01, RW 02, Ciherang Kidul.

” Kondisinya benar benar rawan longsor. Warga kami sudah tidak nyenyak tidur kalau musim hujan dan Sungai Ciapus sering banjir dan luapannya sampai ke pinggiran rumah penduduk,” ujar Aryadi Didu, tokoh masyarakat setempat, Jumat, 29 September 2023.

Didu berharap, bahaya rawan longsor di wilayahnya itu bisa disikapi secara serius oleh SKPD terkait di Pemkab Bogor.

Lebih lanjut, kata Didu, jarak antara rumah penduduk dengan sungai rata rata satu meter dan itu jelas sangat bahaya kalau terjadi Longsor.

” Kami berharap lokasi rawan longsor yang ada di wilayah kami ini bisa di bronjong lebih awal sebelum dibuat Tembok Penahan Tanah (TPT),” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 01, Risdiawan mengatakan, sebenarnya persoalan TPT yang ada di wilayahnya sudah diajukan ke pihak desa dan pihak terkait yang ada di Pemkab Bogor. Selain itu, lokasinya juga sudah pernah disurvei oleh pihak desa dan pihak terkait dari Pemkab Bogor.

” kalau tidak salah panjangnya diperkirakan mencapai 250 meter lebih daerah rawan longsor yang ada di RT 01/ RW 02 Ciherang Kidul,” tegas Risdiawan.

Selain itu, tambah Risdiawan, ia juga sudah mengajukan masalah TPT ini saat Musrenbang Tingkat Desa Laladon beberapa waktu lalu.

” Mudah mudahan usulan soal pemukiman rawan longsor yang harus segera dibuat TPT ini menjadi prioritas oleh Pemkab Bogor,” tegas Risdiawan.

** asep syahmid

Jelang Laga Perdana EPA U20, Persikabo U20 Buta Kekuatan Lawan.

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Skuad Persikabo U20 akan melakoni dua laga perdana Elite Pro Academy U20 melawan PSIS U20.

Dua laga perdana Persikabo U20 ini akan dilangsungkan di Stadion Mini Cibinong, Sabtu 30 September 2023 dan Minggu 1 Oktober 2023.

Manager Tim Persikabo U20, Dedi Cakra Baidilah berharap skuad ngora Laskar Padjajaran ini akan bisa memetik hasil maksimal saat meladeni PSIS U20.

” Kami mohon doa dan dukungan kepada masyarakat bola di Kabupaten Bogor agar Laskar Padjajaran Ngora ini bisa memetik poin maksimal,” tegas Dedi Cakra Baidilah, Jumat, 29 September 2023

Cakra menambahkan, semua punggawa Persikabo Ngora ini adalah para pemain putra daerah yang berasal dari berbagai klub di Kabupaten Bogor serta berasal dari PPOPM Kabupaten Bogor.

Ia merasa optimis daya juang para pemain Persikabo U20 akan sangat militan dan bisa menunjukan kemampuan terbaiknya pada perhelatan EPA U20 musim ini.

Sementara itu, Bahar Lestaluhu salah satu pelatih Persikabo U20 mengatakan, timnya sangat buta dengan kekuatan lawan yang akan dihadapi pada akhir pekan ini.

Namun demikian, kata Bahar, tim lawan juga tentunya akan sama dan buta akan kekuatan Persikabo U20.

” Saya hanya minta pemain disiplin dan bisa menjalankan instruksi dengan baik selama pertandingan,” paparnya.

Bahar tetap mentargetkan skuad Persikabo Ngora ini bisa meraih poin penuh dalam dua laga perdana EPA 20 lawan PSIS U20.

Hal yang sama dikatakan Gautama Bayu salah satu official Persikabo U20 yang sangat optimis para pemain muda Persikabo akan mampu meraih poin dalam laga melawan PSIS U20

” Kedua tim punya peluang meraih hasil maksimal. Apalagi ini laga perdana EPA 20 bagi kedua tim. Namun saya berharap skuad Persikabo lah yang jadi pemenang dalam dua laga perdana lawan PSIS U20 ini,” tegas Bayu.

Bayu menilai, skuad atau materi pemain Persikabo U20 ini banyak yang layak promosi tampil di Liga 1 ataupun Liga 2.

** asep syahmid