25.7 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 507

Mengisi Kemerdekaan dengan Pembangunan Dijadikan Tema Perayaan HUT RI ke-78 Desa Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Dalam memperingati HUT RI ke-78, Pemerintah Desa Jonggol, Kabupaten Bogor mengadakan rangkaian acara mulai dari Lomba Karnaval Antar Kampung Tingkat Desa, perlombaan rakyat, penganugerahan penghargaan  kepada masyarakat di berbagai bidang, dan ditutup dengan hiburan band dengan vokalis anggota Karang Taruna Desa Jonggol.

Acara yang dikemas dalam Gebyar Kemerdekaan RI ke-78 ini menampilkan karnaval yang multietnis, adat dan budaya sesuai dengan komponen masyarakat Desa Jonggol.

Dalam sambutannya Kepala Desa Jonggol, H. Yofi Mohamad Safri, S.E.,M.Si. menjelaskan bahwa akselerasi pembangunan dapat dilakukan dengan maksimal karena didukung oleh kondisi masyarakat yang majemuk, cerdas partisipatif serta kondusif.

” Kondusifitas di Desa Jonggol relatif sangat baik, masyarakatnya memang sudah cerdas dan turut serta dalam pembangunan sehingga hanya segelintir orang yang masih belum move on akibat perhelatan politik, namun tidak menjadi hambatan yang berarti bagi Kades Jonggol dalam menjalankan programnya,” ungkap Yofi kepada Jurnal Bogor.

Lebih lanjut Yofi memaparkan hasil-hasil pembangunan yang dicapai dalam masa 3 tahun. Dalam bidang ekonomi, Pemdes Jonggol telah berhasil membentuk BUMDes dengan status maju. Dengan kontribusi PAD BUMDes, perkembangan UMKM yang pesat serta IDM yang meningkat sehingga tidak heran jika Pemdes Jonggol dalam tahun 2021 berhasil menjadikan Desa Mandiri satu-satunya di Kecamatan Jonggol, lalu di tahun 2022 diikuti desa lainnya.

” Atas keberhasilannya, Pemdes Jonggol di akhir 2022 menerima penghargaan dari Kemendes PDTT berupa piagam dan lencana. Bukan hanya itu saja, di pertengahan 2023 kembali menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Barat yaitu Mobil MASKARA (Mobil ASpirasi KAmpung juaRA) atas keberhasilannya sebagai Desa Mandiri yang pertama di Kecamatan Jonggol,” tandasnya.

Lebih lanjut Yofi menjelaskan, keberhasilan Pemerintah Desa Jonggol dalam pengelolaan lingkungan juga memperoleh penghargaan untuk Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Posal Mandiri dalam lomba KRL Tingkat Kabupaten Bogor 2021 dan kembali mendapatkan 2 penghargaan untuk 2 KRL yaitu KRL Posal Mandiri dan KRL Jeprah Lebak di tahun 2022.

” Keberhasilan di bidang sosial, Desa Jonggol bersama karang taruna dan pegiat sosial  serta komunitas lain dan para donator setiap tahun mengadakan sunatan massal dan santunan bahkan donor darah.  Program Jumat Berkah pun menjadi besutan yang dilakukan Pemdes Jonggol  bersama Katar Desa  dan Komunitas Semesta Hati,” jelasnya.

Melalui aspirasi pun, sambung Yofi,  Desa Jonggol telah membangun 35 unit sanitasi, 45 unit Rutilahu, 4 saluran pengairan tersier, jembatan penghubung kampung, 1 lumbung padi, 1 bendungan Cekdam, infrastruktur desa wisata, permodalan Bumdes. Lalu pembangunan infrastruktur Samisade, Dana Desa, Bankeu Provinsi Jabar telah dilaksanakan berdasarkan prioritas, selain itu pembangunan Masjid Pojok Salak Lebak dan sarana wudhu sanitasi Masjid Jagaita dari CSR melalui PKS pun didapatkan oleh Pemdes Jonggol.

” Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Desa Jonggol mengadakan program kursus bahasa Inggris gratis yang diberi nama Jonggol English Course, selain itu penggemblengan dalam berorganisasi melalui pelatihan Karang Taruna Desa Jonggol,” paparnya.

“Saya mengucapkan terimakasih dan meminta agar masyarakat membantu mendoakan, agar saya bisa lebih cepat  melakukan pembangunan baik infrastruktur maupun manusianya,” ucapnya menutup sambutan.

** Nay Nur’ain

Gebyar Kemerdekaan RI ke-78 jadi Ajang Lomba Karnaval Terbesar Tingkat Desa Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Meriahkan HUT RI ke-78, Pemerintah Desa Jonggol mengadakan lomba karnaval antarkampung yang dikemas dalam tema “Gebyar Kemerdekaan RI ke-78,”. Lomba karnaval yang diikuti oleh 11 kampung dihadiri sekitar lebih dari 2.000 warga Desa Jonggol dengan sangat antusias mengikuti konvoi karnaval. 

“ Ini merupakan catatan sejarah bagi Pemerintah Desa Jonggol. Dimana karnaval tingkat desa terbesar baru dilakukan tahun ini,” ungkap Kepala Desa Jonggol, H. Yofi Mohamad Safri, S.E.,M.Si, Sabtu (19/8/23).

Kepala Desa Jonggol yang akrab dipanggil Yofi menjelaskan, karnaval terbesar tingkat desa ini terselenggara berkat dukungan dari masyarakat Desa Jonggol. Dalam kesempatan tersebut juga Yofi menyediakan hadiah untuk kontestan karnaval terbaik dengan memperebutkan juara 1, 2 dan 3.

” Dalam karnaval tersebut masing-masing kampung menampilkan kreativitas, keunikan, serta keunggulan kampung masing-masing. Ada yang membawa arak-arakan tank baja, panser, meriam, pesawat tempur, kapal laut, lumbung padi, kelenteng, situs Mbah Jago, hasil bumi dan karya miniatur buah tangan warga lainnya,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Dalam arak-arakan tersebut, Sambung Yofi, ditampilkan juga keterampilan anak-anak milenial dalam memainkan barongsay dan naga, ada pula pertunjukan napak tilas penjajahan dan perjuangan merebut kemerdekaan yang dramatis.

Selain karnaval yang diadakan di Alun-alun Jonggol, Yofi menyebut, Pemdes Jonggol juga menyelenggarakan pertandingan dan perlombaan rakyat seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk, memasukan pensil ke botol, tarik tambang dan lain-lain.

” Kegembiraan warga semakin semarak saat mereka menyemangati peserta jagoannya untuk memenangkan perlombaan tersebut dengan meneriakkan yel-yel yang unik dan lucu serta diiringi tawa kegembiraan,” tandasnya.

Lebih lanjut Yofi menjelaskan, rangkaian acara Gebyar Kemerdekaan diakhiri dengan hiburan rakyat yang mengundang 3 grup band lokal yaitu Rice Project Band, JVC Project Band dan CBCB Band. Dalam mengembangkan bakat potensi lokal, Panitia HUT RI tingkat desa sepakat untuk tidak memanggil hiburan dari luar wilayah Jonggol.

” Bahkan anggota Karang Taruna Desa Jonggol yang berpotensi mengembangkan bakatnya di bidang musik pun ikut berpartisipasi dalam penampilan band dan vocal,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yofie, Pemdes Jonggol pun mengagendakan acara penganugerahan di berbagai bidang kepada masyarakat yang berkiprah dalam membangun Desa Jonggol. Penganugerahan tersebut diberikan kepada masyarakat di bidang kebudayaan, kepemudaan, lingkungan, keagamaan, sosial, peranan wanita, kemasyarakatan, kesehatan, dan relawan. Selain itu Pemdes Jonggol pun memberikan penghargaan kepada Ketua RT terbaik, Ketua RW terbaik, dan kampung terbaik.

” Alhamdulillah anggaran swadaya masyarakat pun kembali dinikmati oleh masyarakat Desa Jonggol, sehingga Gebyar Kemerdekaan RI ke-78 ini benar-benar dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat Desa Jonggol,”  demikian kesan penutup Yofi dengan senyum penuh kegembiraan.

** Nay Nur’ain

Badan Kurus Kering, Warga Telukpinang Ciawi Ini Butuh Perhatian Obati Penyakitnya

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Entin Martini, warga Kampung Telukpinang RT 01 RW 04, Desa Teluk Pinang, Ciawi, Kabupaten Bogor kondisinya saat ini cukup memprihatinkan.

Bagaimana tidak, seorang perempuan kelahiran 1972 ini memiliki tiga orang anak, dua diantaranya masih kecil, namun dia harus pasrah dengan keadaan penyakit yang dideritanya.

Tak banyak yang bisa dia lakukan selain berbaring di tempat tidur. Entin saat ini membutuhkan para dermawan agar bisa berobat dan dapat sembuh.

Dikatakan Desy, teman dekatnya, kondisi Entin saat ini begitu miris, badannya mengecil sehingga butuh kesembuhannya.

“Badannya sangat kecil, tinggal tulang sama kulit. Bahkan di rumahnya pun hanya ada kasur tipis dan anak-anaknya yang masih kecil pun diurus adiknya,” jelasnya.

Dia mengatakan, meski memiliki BPJS yang harus digunakan tetapi dengan ketidak tahuan masyarakat sehingga BPJS tidak digunakan sama sekali.

“Ibu Entin memang sudah memiliki BPJS sejak tahun 2000, tapi BPJS itu tidak pernah digunakan karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan sehingga ketika sakit meraka tidak berdaya,” katanya, Jumat (18/08/2023).

Dia menjelaskan, Entin menderita sakit tidak bisa jalan dan sudah tiga tahun lebih. Awalnya sakit asam urat yang pada akhirnya terkena stroke ringan sehingga tidak bisa jalan.

“Kondisinya saat ini sangat memperihatinkan dan membutuhkan  uluran para dermawan untuk keberlangsungan kesehatannya,” katanya. 

“Karena melihat Ibu Entin cukup memperihatinkan sehingga kita buka donasi bersama teman-teman,” tambahnya.

Kendati, mereka sudah mendapatkan bantuan dari program pemerintah tetapi belum bisa mencukupi untuk kesembuhan ibu tiga anak tersebut.

“Memang ibu ini mengaku sudah dapet bantuan dari pemerintah, cuman yang jadi pertimbangan saya ini bukan hanya makan tetapi bagaimana jaminan kesehatannya ini juga harus diperhatikan,” paparnya.

Sementara anaknya yang sudah besar bernama Ani berusia 23 tahun membenarkan, kondisi ibundanya sudah tiga tahun lebih menderita sakit dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Iya sudah tiga tahun lebih tidak bisa ngapa-ngapain,” katanya.

Dia mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak pemerintah desa setempat melalui RT, tetapi belum ada tindakan apapun sampai saat ini.

“Kalau laporan melalui RT sudah pernah, cuman belum ada tindakan apa-apa sampai sekarang,” bebernya.

Sementara Kepala Desa Teluk Pinang Ahmad Rifai saat dikonfirmasi melalui telepon belum memberikan penjelasan perihal warganya yang membutuhkan pertolongan tersebut.

“Saya sedang di Jakarta, nanti dihubungi kembali,” singkatnya.

** Andres

Korsleting Listrik, Rumah di Kalong Karees Ludes Terbakar

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Satu rumah di tempat padat penduduk Kampung Kalong Karees RT 05 RW 01 Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor ludes terbakar si jago merah.

Kejadian terjadi pada Jumat (18/08/2023) sekitar pukul 10.00 wib. Pemilik rumah sedang tidur, beruntung dapat selamat dari amukan api.

Dalam rekaman amatir warga, api membumbung tinggi cukup hebat, warga sekitar berupaya untuk memadamkan api tersebut agar tidak menjalar ke pemukiman lain.

Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik dari atap rumah. Tidak ada barang yang dapat diselamatkan dalam rumah tersebut.

Ketua RT setempat Haerudin menjelaskan,  api begitu besar menghanguskan rumah Sulaeman (50). Api membesar karena atap rumah berbahan kayu yang mudah terbakar.

“Tadi saya dengar informasi kebakaran  ini dari speaker masjid, sehingga kita dengan beberapa warga langsung menuju kesini untuk membantu pemadaman api,” jelasnya.

Dia menyatakan, pada saat kejadian penghuni rumah berada dalam rumah sedang tertidur, beruntung dapat terselamatkan karena anaknya mengetahui kejadian itu.

“Pemilik rumah sedang tertidur namun satu anaknya belum tidur Sehingga mengetahui adanya api yang membakar rumahnya dan langsung pada keluar,” katanya.

Dua mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan, namun terkendala akses jalan menuju ke pemukiman tersebut yang begitu sempit.

“Sekitar satu jam setengah api dapat dipadamkan, tak lama api padam damkar sampai kesini. Karena kesulitan dan tidak bisa masuk karena akses jalan  sempit, ” pungkasnya.

** Andres

Melalui Yayasan Habitat, Prudential Bangun Rumah dan Sanitasi di Desa Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Prudential yang bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia melakukan peletakan batu pertama untuk  pembangunan 15 rumah, 10 renovasi rumah, 38 sanitasi, 1 posyandu di Kp. Blok Mede RW 01, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/8/23).

President Direktur Prudential Indonesia Michellina Laksmi Triwardhani mengatakan, kegiatan pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Prudential untuk masyarakat. Dimana ini adalah bukti nyata bahwa Prudential ada di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan kesehatan mereka sampai memiliki tempat tinggal yang layak.

” Kita harus menyadarkan pentingnya kesehatan kepada masyarakat, dimana kami juga memberikan pemahaman serta pelatihan untuk masyarakat akan pentingnya hidup sehat, ” ungkap Presdir Prudential Ibu Dhani sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Presdir Prudential Dhani menyebut, kegiatan seperti ini merupakan pengembangan setelah desa maju yang ada di Mauk Kabupaten Tangerang, dan untuk kegiatan-kegiatan ini bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia dalam membangun rumah untuk mereka, mulai dari pondasi sampai finis.

” Anggaran yang kami salurkan ini adalah anggaran CSR Prudential, dan kami ucapkan terimakasih kepada semua unsur yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena kami menginginkan desa yang sudah mendapatkan predikat desa maju bisa lebih maju lagi dengan kondisi warganya yang menjaga kesehatan dan hidup dalam lingkungan yang layak,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengucapkan terimakasih kepada Prudential dan Yayasan Habitat for Humanity Indonesia yang sudah menyalurkan bantuan di RW 01 Desa Gunung Putri.

” Saya berharap pembangunan yang dilaksanakan oleh Prudential dan Yayasan Habitat ini bisa meluas ke RW yang lain yang ada di Desa Gunung Putri. Dimana memang untuk kondisi rumah yang harus direnovasi atau dibangunkan dari nol itu masih ada di beberapa RW yang ada di desa kami,” cetusnya.

” Pesan saya untuk warga, perbanyak rasa syukur, saya sebagai kepala desa akan melakukan yang terbaik untuk semua masyarakat. Saya harapkan juga, bantuan yang ada ini tolong dijaga dan dirawat, karena itu untuk kita sendiri,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Warga PHPM RT 07 Optimistis Ada di Barisan Para Juara Festival Karnaval

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Menampilkan yang berbeda dalam perayaan HUT RI ke-78, warga RW 007 Perumahan Puri Harmoni Pasir Mukti (PHPM), Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor mengadakan Festival Karnaval dengan tema “ Satu Harmoni Dalam Keberagaman, Harmoni Ngahiji “, Kamis (17/8/23).

Terlihat, ribuan warga Puri Harmoni tumpah ke jalan dengan memakai kostum yang unik dan diiringi maskot dari perwakilan masing-masing RT.

Ketua RW 007 Mockh Lukman SE,S.pd mengatakan, Festival Karnaval ini untuk pertama kalinya dibuat di lingkungan guna mempersatukan warga. Festival Karnaval dengan maskot Garuda ini diikuti oleh 10 RT yang ada di Perumahan Puri Harmoni Pasir Mukti.

“ Pembentukan RT dan RW di lingkungan PHPM ini kan masih tergolong baru, maka melaui Festival Karnaval ini kita satukan kekompakan untuk kegiatan yang positif,” ungkap Lukman sapaan akrabnya kepada wartawan.

Lukman menyebut, antusias warga sangat terlihat dalam mengikuti kegiatan ini. Mulai dari kostum yang kompak, juga pembuatan maskot dan atribut lainnya yang memakan waktu berhari-hari tapi mampu mereka selesaikan dengan sempurna.

Bahkan ada yang sangat antusias sudah melakukan iuran di warganya jauh-jauh hari sebelum kegiatan festival dilakukan, dan ada juga yang antusias setiap malamnya melakukan latihan untuk menyempurnakan gerakan.

“ Awalnya, jumlah pengiring maskot dibatasi, namun karena tingginya minat warga mengikuti festival karnaval ini akhirnya panitia membebaskan jumlah pengiringnya. Saya sangat apresiasi sekali atas antusias warga yang sudah meluangkan waktunya, bahkan biaya untuk memeriahkah HUT RI ke-78 ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi ajang tahunan kedepannya,” cetus Lukman.

“ Saya berharap, warga PHPM semakin kompak, semakin solid, untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di PHPM. Hadiah-hadiah menarik sudah kita siapkan untuk para pemenang perlombaan, insya Allah kedepannya bisa lebih meriah dengan hadiah yang lebih besar dan menarik lagi,” tambahnya.

Sementara Ketua Kordinator Festival Karnaval RT 07 Dicky Chan optimis jika timnya akan mengisi peringkat dari 1 sampai dengan 3. Mengingat, tingginya animo warga RT 07 yang ingin mengikuti Festival Karnaval ini membuatnya optimis akan ada dibarisan para juara.

“ Saya ucapkan terimakasih kepada semua warga RT 07 yang sudah mau ikut partisipasi, dari mulai persiapan sampai hari H-nya. Kompak terus, dan kami optimis RT 07 akan menduduki barisan para juara, karena dari segi kesiapan dan persiapan sudah mendekati sempurna, “ pungkas Dicky mengakhiri.

** Nay Nurain

Kostum Unik Hiasi Upacara Bendera HUT RI Warga Griya Bukit Jaya 2

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Tak mau kalah, warga RW 032 Griya Bukit Jaya 2, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih di lapangan fasos fasum milik warga, Kamis (17/8/23). Pakaian adat dan unik turut menghiasi upacara bendera tersebut.

Ada yang memakai pakaian adat daerahnya masing-masing, ada pula yang memakai seragam sekolah karena mengenang kisah zaman sekolah terdahulu.

Ketua RW 032 Perumahan Griya Bukit Jaya 2 yang menjadi inspektur upacara lengkap dengan pakaian ala Presiden Soekarno mengatakan, upacara yang dilaksanakan oleh warga RW 032 ini merupakan yang pertama kalinya, karena sebelumnya hanya dilaksanakan di setiap RT saja. Namun untuk kali ini, dirinya ingin menyatukan warga dalam satu tempat sekaigus memperkenalkan fasos fasum milik RW 032.

“ Tema kegiatan kami kali ini adalah mandiri dan merdeka, kenapa mandiri?, karena sebentar lagi Perumahan Griya Bukit Jaya 2 ini akan ditinggalkan oleh developer, jadi mau tidak mau, apa yang menjadi tanggung jawab developer kini harus ditanggung sendiri oleh warga sekitar dan pemerintah,” jelas Wahid kepada Jurnal Bogor.

Wahid bersyukur karena 7 RT yang dalam lingkup RW 032 ini bisa menghadiri kegiatan upacara bendera ini dengan memakai berbagai kostum, hal itu dirinya nilai sebagai bentuk antusias warganya dalam memaknai Hari Kemerdekaan RI.

“ Selain bertujuan untuk memeriahkan HUT RI, dalam kesempatan berkumpul ini saya juga ingin memberitahukan kepada warga, bahwa di lahan fasos fasum inilah yang nantinya akan menjadi fasilitas warga RW 032,” cetus Wahid.

Nantinya, sambung Wahid Maskur, disini akan dibangun mini soccer, panggung gembira, dan sarana lain yang bisa digunakan oleh warga, baik warga Perum GBJ 2 yang ingin punya kegiatan maupun warga diluar GBJ 2 yang ingin menyewa tempat bisa dibicarakan nantinya.

“ Itu sebagian kecil rencana kedepan saya, dan mudah-mudahan rencana kecil ini bisa terwujud. Saya harapkan untuk warga RW 032 kompak terus dan selalu menjaga silaturahmi dan kondusifitas antar sesama warga,” tandasnya.

Sementara, salah satu warga RW 032, Vino (40) sangat senang dengan kegiatan upacara karena bisa menyatukan warga satu dengan yang lainnya sehingga yang tadinya tidak kenal jadi kenal. Apalagi  upacara diwarnai berbagai kostum unik.

“ Saya dan isteri sendiri menggunakan kostum seragam SMA. Karena kita mengenang masa-masa SMA terdahulu, dimana dimasa itu saya dan istri dipertemukan dan pada akhirnya kini bisa hidup bersama,” pungkas Vino sambil tersipu malu.

** Nay Nur’ain

Seni Teater Hiasi HUT RI ke-78 Pemerintah Kecamatan Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Muspika Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, melaksanakan pengibaran bendera Merah Putih di Lapangan Kantor Kecamatan Gunung Putri, Kamis (17/8/23).

Dalam kegiatan tersebut Camat Gunung Putri Drs. Didin Wahidin, M.Si bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Wakapolsek Gunung Putri Didin Komarudin bertindak sebagai perwira upacara, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat bertindak sebagai pembaca UUD 1945, dan Danramil 0621-05 Gunung Putri Kav LA Ahmadin bertindak sebagai pembaca teks Proklamasi.

Sementara, Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) terdiri dari perwakilan SMKN 1 Gunung Putri, SMK Bina Bangsa Mandiri, SMA Bina Bangsa Mandiri dan SMA Bunda Hati Kudus. Upacara Bendera Merah Putih untuk memperingati HUT RI ke-78 tersebut turut diikuti oleh  Forkopimcam, ormas, karang taruna, anggota dewan, dan seluruh siswa siswi SD, SMP, SMA/SMK di Kecamatan Gunung Putri.

Selanjutnya Camat Gunung Putri Drs. Didin Wahidin, M.Si menjelaskan bahwa peringatan 17 Agustus atau Hari Kemerdekaan yang ke-78 di Kecamatan Gunung Putri melaksanakan serangkaian kegiatan. Mulai dari marchingband oleh siswa siswi SMPN 1 Gunung Putri, upacara pengibaran bendera, dan penampilan kreasi drama teater.

” Penampilan teater drama memperlihatkan perjuangan para orang tua kita dulu untuk merebut kemerdekaan. Bagaimana merebut kemerdekaan dari penjajahan dan itu sangat mengharukan sekali, dan sangat motivasi buat warga Kecamatan Gunung Putri,” tuturnya.

Didin menyebut, untuk saat ini kita sebagai generasi penerusnya harus mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, menumbuhkan persatuan dan kesatuan untuk membangun wilayah kita dan membangun negara Indonesia untuk lebih maju.

” Kegiatan upacara memperingati HUT RI di Kecamatan Gunung Putri ini ada juga diadakan deklarasi ODF deklarasi bebas dari buang air besar sembarangan, mudah-mudahan dengan telah dilakukan deklarasi, bahwa di Kecamatan Gunung Putri ini sudah tidak ada lagi masalah yang buang air besar sembarangan,” tandasnya.

“ Tetap semangat membangun kehidupan untuk berjuang bagi negara Indonesia ini, kita sebagai warga negara Indonesia harus cinta tanah air terhadap bangsa kita. Terus melaju dan Indonesia maju,” tambahnya.

Sementara, Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri, Udin Saputra mengucapkan alhamdulillah karena acara pengibaran bendera HUT RI yang ke-78 tahun ini di tingkat Kecamatan Gunung Putri berjalan sukses dan kompak.

” Kami dari APDESI mempersembahkan penampilan drama yang  mengisahkan perjuangan warga atau tokoh pahlawan yang ada di Gunung Putri Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Menurutnya, makna dari upacara, selain untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang yang memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, juga sebagai rasa syukur kita karena sudah merdeka selama 78 tahun.

” Saya berharap, tahun berikutnya bisa lebih meriah lagi dari ini, bukan hanya dalam pelaksanaannya melainkan juga betul-betul merasakan arti merdeka itu sendiri, yang diawali oleh diri kita sendiri,” pungkas Udin mengakhiri.

** Nay Nurain

Bendera Raksasa Berkibar di Situ Gunung Putri

0

Gunung Putri |  Jurnal Bogor

Bendera Merah Putih sepanjang 30 meter dengan lebar 6 meter dibentangkan  tengah Situ Gunung Putri, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (17/8/23). Berbagai unsur elemen masyarakat turut membentangkan sang saka Merah Putih tersebut, mulai dari unsur pemerintahan, organisasi masyarakat, pegiat lingkungan, relawan, santri, dan pelajar memenuhi Situ Gunung Putri untuk memeriahkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke-78.

Kadisbudpar Dedi Humaidi yang hadir dalam acara mengatakan, selain pengibaran bendera Merah Putih juga menampilkan adat kesenian Sunda bekerja sama dengan Bogor Sunda Sejati.

“Kita rasakan pada saat ini semangat patriotisme dan semangat nasionalis, dan para budayawan ini perlu didukung oleh pak camat dan pak lurah,” kata Dedi Humaidi kepada Jurnal Bogor.

Dedi menjelaskan, dengan mengisi kemerdekaan adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada karunia tuhan yang Maha Esa.

” Adalah suatu kewajaran bahwa kemerdekaan itu adalah karunia Allah dan ini patut disyukuri,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat menyebut, sebagai Muspika akan selalu mendukung kegiatan positif yang berasal dari Yayasan Bogor Sunda Sejati, yang digawangi oleh Edi Junaedi atau biasa dipanggil Ki Edi.

” Kegiatan ini sangat positif, saya sangat apresiasi kepada Yayasan Bogor Sunda Sajati yang memotori kegiatan ini dengan ide-ide yang sangat luar biasa, serta melibatkan banyak unsur element masyarakat yang juga turut memeriahkan acara ini. Jadi, tidak ada alasan kami sebagai Muspika untuk tidak mendukung kegiatan ini,” cetus Kompol Bayu.

Kompol Bayu menyebut, baru kali ini dirinya melihat  kegiatan peringatan pengibaran bendera Merah Putih diadakan dengan budaya seni Sunda di wilayah Kecamatan Gunung Putri,

“Ini baru pertama kali  diselenggarakan pengibaran bendera di atas danau, dan kami juga  berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan acara ini,” pungkasnya

** Nay Nur’ain

Napak Tilas ke Pemakaman Pahlawan Ajengan KH Sholeh Iskandar

0

Oleh:
Dr.Ir H Apendi Arsyad, M.Si

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Pagi itu, Selasa tanggal 15 Agustus 2023, tepatnya 2 hari sebelum perayaan HUT RI ke 78 tgl 17 Agustus 2023 hari ini, Tim Pengkaji dan Peneliti  Gelar Daerah (TP2PG) telah mengagendakan untuk melakukan kegiatan Napak Tilas ke beberapa lokasi pertempuran dan karya-karya jihad alm Ajengan KH Sholeh Iskandar.

TP2PG Kota Bogor berkumpul di kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor yang merupakan salah satu karya kemanusiaan Ajengan KH Sholeh semasa hidupnya. 

Beberapa lokasi kegiatan Napak Tilas dikunjungi adalah Kampus UIKA Bogor dengan gedung-gedung yang megah dengan ribuan mahasiswa dan alumni, Rumah Sakit Islam yang anggun dengan melayani pasien terutama kaum dhuafa dengan prima dan tetkadang biaya “gratis”, Pondok Pasantren Darul Falah Ciampea Bogor dengan sarana PAUD, TK, SMP dan SMK serta lahan pertanian, perkebunan dan ternak yang luas, Perumahan Rakyat  Modern yang tersusun apik terdapat di Desa Pasarean, kampung tempat kelahiran Ajengan KH Sholeh Iskandar.

Berikutnya kami meninjau rumah orangtuanya di Desa Pasarean, dan kemudian melewati desa-desa yang merupakan daerah pertempuran perang Batalyon O Siliwangi versus tentera penjajah Belanda/KNIL, daerah kampung persembunyian sekaligus daerah pertahanan di kawasan Handeulum Kecamatan Pamijahan Bogor Barat (daerah pegunungan Bunder).

Kami juga meninjau lokasi dimana terjadinya pertempuran menghancurkan pasukan Tank Baja penjajah di daerah Leweung Kolot, Jalan raya Cibatok, Bogor Barat, Kabupaten Bogor, tetapi sayang kami amati lokasi dan bekas peralatan tempur yang dimusnakan itu tidak terawat dengan baik. Bahkan lokasinya telah ditutupi warung-warung makanan yang berdiri di sepanjang jalan raya Darmaga-Leuwiliang Bogor. Ini perlu menjadi perhatian Bupati Bogor untuk menatanya kembali.

Dan yang paling utama kunjungan kami dari TP2PG Kota Bogor, barang tentu adalah berziarah ke pemakaman Ajengan KH Sholeh Iskandar di Kp Kandang Sapi Kecamatan Leuwliang yakni tempat pemakaman keluarga Haji Arif, ayahnya Ajengan KH.Sholeh.

Makam Ajengan KH Sholeh berdampingan posisinya di sebelah kiri ayahnya H.Arif.  Dan disana di pusaranya terdapat ada beberapa makam ibu kandung, adik dan kakak kandung dan ipar dari Ajengan KH Sholeh.

Diantara makam-makam tersebut, terdapat makam ayah dan ibu H.Taufiq Rahman S.Ag (CEO, Dirut PT BPRS Amanah Ummah), bpk Taufiq adalah salah seorang keponakan kandung Ajengan KH. Sholeh, dan beliau merupakan kader hasil didikan pamannya KH.Sholeh Iskandar.

Areal makam merupakan lahan perbuktian, yang tak begitu jauh dari pemukiman, rumah-rumah penduduk, dan mudah diakses melalui jalan kampung, bisa dilalui mobil, posisinya berada di samping TPU Desa Kandangsapi, Kecamatan Leuwiliang.

Lokasi makam Ajengan KH Sholeh masih amat sederhana, dan perlu penataan lebih lanjut guna menghormati ketokohan dan jasa-jasa kepahlawanan beliau semasa hidupnya sebagai seorang Pejuang Kemerdekaan RI tahun 1945.

Dalam catatan sejarah dan sejumlah kesaksian bahwa Almarhum Ajengan KH Sholeh Iskandar adalah seorang ulama besar, yang luas ilmu keislamannya, seorang intelektual sejati karena rajin berpikir, gemar menulis, dan sering diundang bertausyiah di majelis-majelis.

Termasuk forum-forum diskusi yang digelar mahasiswa, dan sangat peduli dengan nasib umat, terutama membela kaum fuqoro masakin dan mustaafin dengan berbagai karya kemanusiaan yang cukup banyak dan bervariasi baik di bidang pendidikan, kesehatan, perbankan syariah, kepasantrenan, lembaga dan organisasi atau Badan Koordinasi Ponpes, Legiun Veteran, Lembaga Makanan Halal, Asuransi Syariah, dan terakhir karya monumental Ajengan KH Sholeh mendirikan Organisasi Wilayah (Orwil) ICMI  berstatus Khusus di daerah Bogor, bersama para ilmuwan dan pakar (dosen) IPB University, antara lain dengan alm Prof Sjafri Mangkuprawira, Alm Prof Abdul Azis Darwis, alm Prof.Sadan Widharmana, alm Prof Sholeh Solahudin, alm Prof Hidayat Syarif, Prof AM Saefuddin, Prof Iding, Prof Didin Hafidhudin dan banyak lagi yang lainnya.

Ajengan KH.Sholeh Iskandar, merupakan sosok dan figur ulama intelek (cerdas, peduli dan berkomitmen tinggi mengangkat harkat derajat kaum.muslimin, sehingga mampu bergaul dengan para dosen IPB sejak tahun 1950-an hingga di akhir hayatnya Juni 1992.

Dengan kemampuan bekerjasama inilah ajengan KH Sholeh Iskandar bisa berkarya pertama kali membangun Ponpes Pertanian Moderen, bernama Darul Fallah Ciampea Bogor, padahal pendidikan sekolah formal Ajengan KH Sholeh hanya Sekolah Rakyat (SR), itupun beliau tidak tamat, dan kemudian meneruskan pendidikan agama Islam di beberapa Ponpes.

Diantara orang-orang yang pertama kali dirangkul mendirikan Ponpes Darul Falah adalah para dosen dan alumni IPB yaitu Ahmad Muflish Saefuddin, Sholeh Widodo dan Taufiq Ismail. Mereka bertiga ini adalah alumni IPB aktivis HMI Cabang Bogor tahun 1950-1960-an, yang berasal dari keluarga santri, ayah mereka juga ulama besar di kampong asalnya.

Kemudian setelah dari makam Ajengan, rombongan TP2PG sebanyak lk 17 orang menuju Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Amanah Ummah di pusat Kota Leuwiliang Bogor Barat. Di BPRS Amanah Ummah, kami disuguhi informasi dengan memutar video oleh Dirutnya yang baru sdr. Hendi Sofyan SE (putra H Taufiq dan cucunya KH Sholeh) tentang sejarah berdirinya Bank Syariah pertama kali di Indonesia thn 1991, dimana Ajengan KH Sholeh berperan besar dalam mewujudkan BPRS ini.

BPRS Amanah Ummah, punya kantor pusat dengan gedung cukup megah berlantai 4, dan memiliki 4 kantor cabang pembantu di Cicurug Sukabumi, Kampus UIKA Kota Bogor, dan Cileungsi, dengan ribuan nasabah yang sukses dalam pengembangan usaha UKM-nya, dan omset ratusan miliaran rupiah.

Dan terakhir menurut jadwal, setelah dari BPRS akan berkunjung ke Ponpes besar Darul Muttaqien di daerah Parung Bogor, tetapi kunjungan ke Ponpes ini dibatalkan karena keterbatasan waktu.

Ajengan .KH Sholeh Iskandar, berdasarkan fakta baru hasil kunjungan napak tilas rombongan TP2PG tersebut, memang betul, almarhum Ajengan KH.Sholeh Iskandar adalah ulama besar yang intelek dan patriotik, yang lahir tahun 1922 di kampung Gunung Handeleum, Desa Pasarean, Cibungbulang, Bogor Barat yang bersahaja.

Jujur saya AA berkata, setelah melakukan kegiatan Napak Tilas seharian, menelusuri jejak langkah perjuang Ajengan KH.Sholeh Iskandar, semakin terbuka wawasan pikiran dan mata hati saya di lapangan, bahwa Ajengan KH Sholeh Iskandar adalah sosok dan figur super hebat, yang memang sulit ditandingi oleh siapa pun, baik sekarang dan yang akan datang dalam aspek daya juang dan kepahlawanan nasional.

Ajengan KH Sholeh Iskandar adalah seorang pejuang nasional yang lengkap, yang dijalani dalam 3 fase yaitu merebut, mempertahan dan mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan buah megakarya kemanusiaan yang banyak kita nikmati selain berupa kebebasan, nikmat kemerdekaan terlepaa dari cengkraman penjajahan, juga kita menikmati berbagai fasilitas sosial berupa kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian, lembaga-organisasi sosial, dan lain-lainnya.

Hal seperti ini tidak banyak para pejuang melakukannya, sangat jarang bahkan mungkin tidak ditemukan dari sekian Pahlawan Nasional.

Sosok dan figur Ajengan KH Sholeh Iskandar sejak tahun 2016 telah diajukan menjadi Pahlawan Nasional kepada Pemerintahan Pusat. Berdasarkan hasil pengkajian dan penelitian TP2GD Kota Bogor, ajengan telah memenuhi syarat kepahlawanan menurut UU RI, bahkan melampaui unsur-unsur persyaratan kepahlawan berdasarkan data dan fakta peristiwa heroik yang ada dan pernah terjadi.

Ajengan KH Sholeh Iskandar, adalah Komandan Bataliyon O Siliwangi, anggota TNI dari unsur pasukan Hisbullah, berpangkat Kapten, daerah basis pertempuran daerah Leuwiliang Bogor Barat-Banten, dan pernah menjabat Komandan Kodim Rangkasbitung Banten tahun 1950-an, kemudian meminta pensiun dari tugas militer.

Menurut penuturan Ajengan KH Sholeh Iskandar kepada saya AA, thn 1991 di Hotel Indonesia Jakarta pada acara Silaknas ICMI pertama, beliau Ajengan berucap,” Nak Apendi, bapak minta pensiun dari tugas militer dan mengundurkan diri dari tugas komando TNI, sebab ingin secepatnya bisa membantu rakyat desa, yang doeloe banyak membantu bersembunyi dan memberi nasi bungkus, ketika  bapak berjuang, bergerilya, berperang mengusir tentera penjajah Belanda/KNIL di masa Revolusi Indonesia thn 1945 – 1950″.

Cara membantu rakyat atau masyarakat desa, yang Ajengan KH Sholeh lakukan untuk memajukan kehidupan rakyatnya, beliau telah buktikan dengan berbagai hasil karyanya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian rakyat, seperti yang kami saksikan pada saat perjalanan Napak Tilas beberapa hari yang lalu.

Demikian ungkapan berhati mulia Ajengan KH Sholeh Iskandar semasa hidupnya, dan beliau kerjakan bersungguh-sungguh dengan merangkul banyak pihak terutama kaum muda cerdik pandai yang ada di kampus-kampus terkemuka antara lain seperti IPB University.

Tepat hari ini, Kamis 17 Agustus 2023, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini telah berusia genap 78 tahun, semoga jasa-jasa para pahlawan nasional, diantaranya alm Ajengan KH Sholeh Iskandar sepatutnya kita kenang buat selama-lamanya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan berikutnya bisa menarik pelajaran dan hikmah (lesson learned) atas tatanan nilai kebaikan dan kebajikan yang mereka lakukan dan wariskan kepada kita anak-cucu dan cicitnya.

Demikian narasi singkat ini dibuat dalam rangka perenungan HUT RI ke-78, dan terima kasih atas segala perhatian dan kesabarannya.  Semoga Allah SWT melimpahkan Rahmat dan KaruniaNya kepada kita sekalian, teristimewa buat para Pahlawan Bangsa, yang telah mereka wariskan NKRI untuk kita. Kita doakan agar mereka diberikan pula tempat keabadian yang  mulia di Syurga jannatun naim, Aamiin.
Dirgahayu Indonesiaku ke 78 tahun 2023
Jayalah Indonesia Raya, sejahtera dan adil-makmurlah Rakyatnya.
Ciawi Bogor 17 Agustus 2023
Wassalam

====✅✅✅

*) Anggota TP2GD, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor. Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar ICMI Pusat, Pegiat dan Pengamat Sosial