31.5 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 502

Cegah Banjir, KP2C Minta Percepatan Pengerukan Kali Bekasi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) meminta BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane) melakukan percepatan pengerukan Kali Bekasi mumpung saat ini sedang musim kemarau. “Jika sudah memasuki musim hujan akan sulit melakukan pengerukan,” ujar Ketua KP2C, Puarman, Kamis (24/8/2023) saat meninjau pekerjaan pengerukan Kali Bekasi di sekitar Perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi.

Menurut Puarman, pengerukan Kali Bekasi akan membuat daya tampung sungai akan bertambah dan bisa mencegah dan meminimalisasi dampak banjir ketika musim hujan.

“Kami mengapresiasi pengerukan yang dilakukan dan alangkah baiknya jumlah alat berat bisa ditambah agar volume pengerukan bisa lebih optimal,” pinta Puarman.

Demi kepentingan yang lebih besar untuk pencegahan banjir, Puarman memaklumi bila  selama pekerjaan ada warga yang terdampak oleh bisingnya alat berat ataupun debu.

“ Kita maklumi saja sebagai ekses sebuah pekerjaan besar,” ujar Puarman, seraya menambahkan bahwa anggota KP2C sebagai warga terdampak banjir yang mencapai 32.000 jiwa sangat terbantu dengan pengerukan ini.

Selain pengerukan Kali Bekasi, Puarman juga berharap adanya percepatan normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Jika program pengendalian banjir di tiga sungai ini selesai, diharapkan warga akan terbebas dari banjir dan mimpi warga akan terwujud yaitu hidup aman dan nyaman bersama sungai.

Sementara salah satu warga SGP Syaekhu mengatakan dengan adanya normalisasi sungai ini berharap bisa sedikit mengurangi banjir yang ada di wilayahnya, dan sudah terlihat kondisi airnya pun sudah mulai berkurang, sehingga lahan atasnya bisa digunakan aktivitas olahraga.

“ Kondisi airnya sudah mulai berkurang, dan lahan datarnya saat ini sudah bisa dipakai main bola,” pungkas Syaekhu.

** Nay Nurain

Ikut Serta Penanaman Pohon Bentuk Sinergi Senkom Mitra Polri Kabupaten Bogor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Sentra Komunikasi Mitra Polri Kabupaten Bogor ikut berpartisipasi dalam kegiatan Polres Bogor dalam tema “ Penanaman Pohon Serentak Polri Lestarikan Negeri, Penghijauan Sejak Dini “ yang bertempat di Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (23/8/23).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Senkom Kabupaten Bogor Iskak Bandi. Menurutnya, adanya kegiatan penanaman pohon ini sangat membantu untuk penghijauan khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

” Senkom Mitra Polri sangat mendukung kegiatan ini, mengingat cuaca saat ini sangat panas, dengan adanya penanaman pohon serentak ini diharapkan bumi jadi hijau dan tidak tandus.  Sehingga udara segar serta pohon-pohon tersebut mampu menyimpan air,” ungkap Iskak kepada Jurnal Bogor, Kamis (24/8/23).

Iskak Bandi yang juga Pengurus DPD LDII Kabupaten Bogor Bidang Hubungan antar Lembaga menyebut sangat tersanjung saat adanya ucapan terimakasih dari Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro ,S.H,S.I.K, atas kehadiran Senkom Mitra Polri Kabupaten Bogor yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon tersebut.

“Kami tersanjung, karena kami memang sudah menjadi mitra Polri, dan akan bersinergi dalam kegiatan apapun,” cetus Iskak.

” Senkom Mitra Polri siap bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD dan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sesuai dengan semboyan Senkom yakni, menembus jarak tanpa batas, siaga saat aman dan saat dibutuhkan, NKRI harga mati,” tambah Iskak.

Sementara, Kasat Binmas Polres Bogor AKP Hendra Kurnia,SH,MH, mengucapkan terimakasih atas keikutsertaan Senkom Mitra Polri dalam kegiatan penanaman pohon serentak. AKP Hendra mengajak untuk para anggota Senkom agar sering-sering datang untuk bersilaturahmi ke Polres Bogor.

“ Karena dengan seringnya bertatap muka, bisa saling bertukar pendapat yang nantinya bisa menjadi program-program positif kedepannya. Apalagi Senkom merupakan organisasi masyarakat yang sadar yang didirikan oleh Mabes Polri,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan penanaman pohon serentak tersebut, Senkom Mitra Polri Perwakilan Kecamatan Gunung Putri, Citeureup, Cibinong, Babakan Madang dan Kecamatan Cileungsi. Untuk diketahui, Senkom Mitra Polri adalah salah satu organisasi masyarakat sadar kamtibmas yang didirikan oleh anggota Mitra Kamtibmas Mabes Polri pada 1 Januari 2004 silam.

** Nay Nur’ain

Warga Ligarmukti Andalkan Sumber Mata Air Sodong

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Berbeda dengan beberapa wilayah di Bogor Timur yang mulai dilanda kekeringan, warga Desa Ligarmukti, Klapanunggal, Kabupaten Bogor sampai kini masih memiliki ketersediaan sumber air bersih. Hal ini lantaran keberadaan sumber mata air Sodong yang terus mengalirkan air dan tidak terpengaruh oleh musim kemarau.

Warga pun bersyukur lantaran keberadaan sumber mata air Sodong tersebut sangat membantu warga dalam mendapatkan pasokan air bersih dan irigasi pertanian.

“Alhamdulilah kalau untuk ketersedian air di Ligarmukti masih cukup. Karena mata air Sodong ini tetap mengalir walaupun musim kemarau. Jadi warga juga bersyukur di sini ada mata air yang dapat membantu warga pada saat musim kemarau seperti sekarang,” kata Kepala Desa Ligarmukti, Sanin kepada Jurnal Bogor, Kamis (24/8/23).

Menurut dia, sumber mata air Sodong dimanfaatkan warga untuk keperluan air sehari-hari. Selain itu, mata air Sodong juga dimanfaatkan para petani untuk mengairi sawah pada saat kemarau dan pada saat tidak ada curah hujan.

“Kalau untuk kebutuhan air bersih rumah tangga masih cukup. Untuk pertanian juga masih bisa disuplai dari mata air ini. Jadi petani tidak mengalami gagal panen,” ujarnya.

Samin mengatakan, selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Ligarmukti, warga dari Kecamatan Jonggol juga memanfaatkan sumber mata air sodong untuk keperluan rumah tangga. Setiap hari saat pagi dan sore, khususnya pada musim kemarau warga dari desa yang berbatasan dengan Ligarmukti mengantri dengan membawa derigen guna mendapatkan air bersih.

“Kalau musim kemarau seperti ini tidak hanya warga Ligarmukti yang memanfaatkan sumber mata air ini. Karena warga dari Jonggol seperti Desa Singasari juga datang kesini untuk mengambil air bersih. Karena di desa mereka sudah sulit air karena kemarau,” ucapnya.

Samin berharap, sumber mata air Sodong dapat terus mengalir dan membantu warga guna mendapatkan pasokan air bersih. Karena jika tidak ada sumber mata air tersebut, Desa Ligarmukti akan seperti wilayah lain yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih guna kebutuhan rumah tangga dan sektor pertanian.

“Alhamdulilah sampai sekarang, mau musim hujan atau kemarau tetap mengalir. Ya kami berharap ini akan terus mengalir sehingga warga tidak mengalami kesulitan air pada saat kemarau,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Petani Sukamakmur Merugi Akibat Kekeringan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Sejumlah petani padi di Kampung Rasamala, Desa Cibadak, Sukamakmur, Kabupaten Bogor mengalami kerugian akibat gagal panen. Sejumlah lahan milik petani mengalami kekeringan dan tidak mendapatkan pasokan air akibat musim kemarau.

“ Saya ada sawah satu petak, gagal panen sekarang karena gak ada air,”  kata salah satu petani di Desa

Cibadak, Encuy kepada wartawan, Kamis (24/8/23).

Menurut dia, jika tidak mengalami kekeringan sedikitnya lahan miliknya tersebut dapat menghasilkan 6 kwintal padi. Namun karena kemarau dan tidak ada air, maka panennya mengalami kegagalan total dan ia pun harus menelan pil pahit mengalami kerugian yang cukup besar.

“Ya mau gimana lagi, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menerima kegagalan panen tahun ini,” keluhnya.

Dia menjelaskan sawahnya tersebut sudah ditumbuhi padi dengan baik bahkan sudah diberi pupuk. Namun karena air sawah perlahan mengering, padi dari yang awalnya berdaun warna hijau berubah menjadi kuning dan mati.

“ Habis tandur, habis diberi pupuk gak lama air gak ada, langsung mati,” ujarnya.

Encuy mengatakan, jika berhasil panen maka satu petak sawah miliknya tersebut dapat menghasilkan 5 sampai 6 Kwintal padi. Jika dijual maka akan mendapatkan harga Rp 650 ribu per kwintal. Selain itu, Encuy juga mengaku mengalami kerugian atas modal penanaman padi yang berujung gagal panen tersebut.

“ Kalau ada airnya 5-6 kwintal (padi) dapet, itu buat makan. Kalau di rupiahin kalau sekarang 1 kwintalnya udah Rp 650 ribu. Modal habis Rp 850 ribu satu petak sewah itu termasuk sama pupuk,” tutur Encuy.

Karena kondisi tersebut, lanjut Encuy petani padi di Sukamakmur banyak yang berusaha tetap bisa bertahan dengan mengganti tanaman padi dengan pisang, singkong dan jagung. Hal itu dilakukan agar para petani bisa tetap mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sekarang kita ganti padi dengan singkong, jagung atau pisang. Karena daripada tidak ditanami sama sekali,” singkatnya.

Meski lahan pertanian sudah mulai kekeringan Encuy mengaku jika air untuk keperluan rumah tangga masih tersedia meski berkurang, karena warga mengandalkan sumur dan sumber mata air yang disalurkan menggunakan selang ke rumah-rumah.

“Kalau air bersih untuk rumah tangga masih ada walaupun berkurang yang sudah tidak ada ya untuk lahan pertanian,” pungkasnya.

*** Taufik/Nay

Pembangunan Sekolah Solideo Gracias Ditolak Warga

0

Parungpanjang | Jurnal Bogor

Ratusan warga Somang, Desa Parungpanjang, Kabupaten Bogor menggeruduk Yayasan Solideo Gracias School (SDS), Rabu (23/8). Mereka menolak pembangunan sekolah yang sedang melakukan pengecoran karena diduga melakukan pemalsuan izin tandatangan warga.

“Kami warga Somang Parungpanjang menolak keras pembangunan Yayasan Solideo Gracias School, karena adanya dugaan rekayasa dan pemalsuan tanda tangan oleh salah satu oknum masyarakat, karena sesuai pasal 263 KUHP, pemalsuan tanda tangan ini dapat dipidana 6 tahun penjara,” kata salah satu tokoh masyarakat Somang Parungpanjang Muhammad Hilman.

Menurut informasi warga, SDS merupakan sekolah Kristen berstandar internasional yang dibangun ditengah komunitas muslim. Menurut Hilman, pembangunan SDS telah melalui perdebatan panjang. Namun warga menyatakan tetap menolak pembangunan sekolah tersebut. “Saya tetap satu jalan yaitu menolak keras tidak ada kata lain yaitu menolak keras, apapun itu konsekuensinya,” tuturnya.

Dia dan warga lainnya merasa ditipu oleh salah satu oknum masyarakat dengan inisial KK, pada tahun 2020 lalu dengan meminta tanda tangan tanpa menjelaskan secara rinci untuk apa pembangunannya.

“Saya dulu dimintai tanda tangan oleh salah satu oknum masyarakat inisial KK pada Desember 2020, didatangi bersama Ardana Ketua RT 03, dia tidak menjelaskan secara rinci baik lisan maupun tulisan akan dibangun apa, hanya saja kata dia untuk pembangunan sekolah negeri, namun saat pembangunan terjadi, ternyata akan dibangun sekolahan berorientasi pendidikan dengan nilai-nilai agama Kristen, sebagaimana tercantum dalam website resmi yayasan tersebut,” tegasnya.

Sementara salah satu masyarakat Doni mengatakan bersikukuh tetap akan melakukan pengecoran, dengan dalih ia adalah jaminannya. “Saya bersikeras kepada masyarakat Somang, saya mohon masyarakat Somang lihat saya, hargai saya, saya minta untuk melanjutkan pengecoran ini, saya jaminannya, karena dasar ini saya sudah memperhitungkan apa yang akan dirugikan dan dilakukan, salah satu orang masyarakat kita dengan inisial KK,” katanya.

Bahkan, Doni menjelaskan tidak mengetahui keberadaan KK. Sedangkan KK menikah dengan saudaranya.

“Bang KK saya tidak tahu keberadaannya bagaimana, karena pihak masyarakat dan perusahaan dirugikan saya juga dirugikan, tanda tangan saya yang tidak saya tandatangani ada dia dipalsukan, cuman disini tanda tangan tokoh itu sudah ada sampai pembangunan ini, karena pihak yayasan ini sudah melakukan MoU dengan saudara saya mengenai pengecoran, akan tetapi akhirnya saya sebagai masyarakat harus mengambil solusi,” jelas Doni.

Doni mengharapkan, dirinya siap menjadi jaminan untuk menyelesaikan pengecoran saat ini dan harus selesai, setelah pengecoran selesai, pembangunan tidak akan dilanjutkan dengan dibuatkan Mou.

“Harapan saya disini, saya akan bertanggung jawab jikalau pembangunan terjadi lagi di depan saya siap dijadikan tumbal dan jaminan,” harap Doni.

Sementara itu KK saat dikonfirmasi mengaku sudah tidak ikut campur perihal tanda tangan dan dia mengaku sedang berada di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Saya lagi di Cileungsi, belum bisa dijadwalkan nanti saya kabarin. Saya sebetulnya sudah tidak ikut campur masalah sekolahan, terakhir kita mediasi di desa sudah dua kali, dari kedua belah pihak sudah menandatangani surat kesepakatan, antara masyarakat dan yayasan, untuk lebih lanjut, tanyakan ke ketua yayasan aja,” katanya.

Sedangkan Ketua Yayasan Solideo Gracias Timson Simanullang mengaku pembangunan sekolah itu telah melalui prosedur dan kalau penolakan warga adalah hal sepele.

“Saya rasa setiap proses pembangunan apa-apa selalu saja ada kerikil ya, walaupun kita secara teknis dan prosedural sudah memenuhi semua persyaratan, termasuk izin lingkungan, mungkin itu ada miskomunikasi aja itu, tapi sekarang sudah kondusif setelah dijelaskan oleh orang-orang yang saya perintahkan untuk menjelaskan begitu, buat saya penolakan biasa saja ya, bahkan saya sudah ketemu dengan Kepala Desa dan akan diberikan waktu 15 hari, sampai sekarang belum ada titik temu, jadi saya ikuti kata dari tokoh masyarakat sekitar,” kata Timson.

Dia menjelaskan terkait adanya dugaan penipuan tanda tangan oleh salah satu oknum masyarakat KK, dan dipersilakan untuk melalui jalur hukum. “Jadi gini kalau ada disinyalir penolakan penipuan atau penyalahgunaan tanda tangan oleh seseorang silakan itu dilakulan proses hukum ya gitu, itu tidak ada kaitannya dengan kami, silahkan lewat jalur hukum, kalau ada delik aduan kita akan respons,” cetus Timson.

Timson juga  membenarkan keberadaan Yayasan Pendidikan Solideo Gracias School adalah sekolah berstandar internasional dengan memperkaya bahasa Inggris.

“Jadi Solideo Gracias School adalah sekolah nasional berstandar internasional, kita menggunakan 2 model kurikulum di jenjang kurikulum TKA, TKB, kelas 1 SD dan kelas 2 SD, kita menggunakan kurikulum berstandar internasional dengan bahasa pengantar utama bahasa Inggris, kemudian dimulai dari kelas 3 sampai saat ini kelas 9, kita menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan penggunaan dua bahasa. Jadi kita tidak ada berorientasi pendidikan agama, kita hanya fokus pelayanan pendidikan berstandar internasional dan sekolah ini bukan sekolah yang dimodali pemerintah dan ini adalah sekolah tunggal saya pemiliknya,” beber Timson.

Adapun Kepala Desa Parungpanjang H.M. Syahlan atau yang sering disapa Robin mengatakan, semuanya diberikan kepada hasil musyawarah masyarakat.

“Ya tergantung komunikasi masyarakat ya, dalam menyikapinya, kan awalnya di desa itu tidak setuju dengan adanya sekolah Solideo di Somang karena disinyalir akan mengajarkan agama Kristen atau Nasrani, karena berdiri di mayoritas masyarakat adalah beragama Islam, namun ternyata tidak mengajarkan pelajaran agama,” bebernya.

Bahkan Ketua BPD Desa Parungpanjang TB Ule Sulaeman, mengatakan, masalah ini terjadi karena tidak ratanya masyarakat yang mendapatkan koordinasi.

“Sekarang masih bergulir,  tidak ada pemalsuan tanda tangan, pertemuan sudah 2 kali, kalau saya mah sesuai aturan pemerintah saja, kan boleh aja semua beragama, yang jelas mah itu tanda tangan kan ada banyak waktu awal (2020), kenapa waktu awal tanda tangan hingga Pak Camat memberikan tanda tangannya karena semua sudah setuju dan di bawah sudah oke, masalahnya sekarang ada orang yang mempermasalahkan apakah tidak kebagian duit (uang) atau apa pokoknya gitu, kita akan menunggu hasil pembicaraan masyarakat,” tandasnya.

** Andres

Pemain Netic Dipanggil Timnas Futsal Indonesia

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Apresiasi buat Dhea Febriana Bangun yang masih bisa bersaing dengan sejumlah pemain bintang asal klub tanah air. Pemain Netic Ladies Futsal Club Kabupaten Bogor yang bermarkas di SMPN 3 Cibinong ini dipanggil Tim Nasional Futsal Indonesia untuk melakukan training center.

Dhea Febriana Bangun

Dalam surat Sekretaris Jenderal Federasi Futsal Indonesia (FFI) Edhi Prasetyo yang dikutip Jurnal Bogor, Kamis (24/8/2023), Dhea diikutsertakan menghadapai 2 event yakni NSDF Women Futsal Championship 2023 Thailand dan Women’s Futsal Four Nation Tournament 2023 Philipina.

“Pemain dipanggil untuk mengikuti training center dimulai Kamis 24 Agustus 2023,” tulis surat tersebut.

Kompetisi NSDF Thailand akan digelar pada 1-9 September 2023 dan WFFN Philipina pada 17-22 Oktober 2023. Dhea, pemain satu-satunya dari Netic Ladies Futsal Club yang akan bergabung bersama 14 pemain lainnya yang dipanggil Timnas dari Pusaka Angels, dan Kebumen United.

Sementara pada Perang Bintang 2023 pemain Netic yang dipanggil FFI, selain Dhea juga dipanggil Agnes Matulapew. Dhea dan Agnes masuk di tim Bintang Women A dan Perang Bintang 2023 sendiri merupakan penghargaan terhadap pemain dari hasil pooling dan pecinta futsal tanah air.

** aseps.sayyev

HUT 17 Tahun Mal Botani Square Bogor Suguhkan Event Menarik

0

Bogor | Jurnal Bogor
Mal Botani Square Bogor dalam waktu dekat ini akan memperingati HUT ke-17. Rencananya, peringatan puncak HUT ke-17 itu bakal dimeriahkan dengan penampilan band RAN pada Minggu, 27 Agustus 2023 nanti.

Adapun, peringatan HUT ke-17 Mal Botani Square Bogor akan difokuskan di pelataran atrium Mal Botani Square Bogor.  Selain RAN, Mal Botani Square Bogor juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan dan promo menarik untuk menyambut hari jadinya yang ke-17 pada tahun ini.

Setidaknya akan ada tiga kegiatan menarik yang sudah disiapkan pihak manajemen untuk menyambut hari jadi ke-17 Mal Botani Square Bogor. Seperti Botani’s Top Model 2023, Botani Dance Competition 2023 dan program belanja berhadiah untuk para pelanggan setia Mal Botani Square Bogor.

“Selain itu, kami juga menyiapkan penampilan khusus dari RAN dan Pundis Angklung,” kata General Manager Mall Botani Square Bogor, Lanny Kuputri.

Lanny Kuputri menuturkan, untuk rangkaian kegiatan dan promo menarik di atas, akan berlangsung selama satu pekan ke depan. Tepatnya pada 21 hingga 27 Agustus 2023 mendatang.

“Jadi, puncak kegiatannya itu pada 27 Agustus nanti ditutup dengan penampilan RAN dan penampilan dari para finalis Botani’s Top Model dan Botani Dance Competition,” ucap dia.

Pada perayaan hari jadi tahun ini, sambung Lanny Kuputri, pihaknya mengusung tema row & Glow Together. Tagline tersebut dipilih karena masyarakat harus bangkit bersama dari masa pandemi covid-19.

Masyarakat yang dahulu belanja dari rumah, kini dapat kembali datang ke Mall untuk berbelanja memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Terima kasih untuk kesetiaan warga Bogor yang selalu menjadikan Mal Botani Square menjadi pilihan nomor satu sebagai tempat wisata belanja terlengkap dan ternyaman di Kota Bogor,” tandas dia.

| **

SDN Bangka 3, Juara Baris-Berbaris se-Jabar

0

Latihan Setiap Hari, Diajari Kedisiplinan Hingga Moralitas

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bangka 3 Kota Bogor punya segudang prestasi. Selama setahun terakhir ini, tercatat 118 piala diraih baik tingkat Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat hingga tingkat nasional. Terakhir sekolah ini meraih juara pertama pada final lomba baris berbaris saat kegiatan Apel Besar Paskibraka Se-Jawa Barat Tahun 2023 di halaman belakang, Gedung Sate, Kota Bandung, Ahad (20/8/2023).

Sekilas mendengar nama SDN Bangka 3 bukan berada di Kota Bogor. Nama Bangka lebih familiar dengan sebuah pulau di Provinsi Bangka Belitung.
Ya, Bangka Belitung ini terkenal dengan lokasi syuting film Laskar Pelangi yang menceritakan semangat anak-anak sekolah dasar dalam menggapai cita-citanya di tempat belajar yang serba kekurangan.
Nah, rupaya semangat anak-anak di film Laskar Pelangi dari Pulau Bangka Belitung ini tercermin dari semangat anak-anak SDN Bangka 3 di Kelurahan Baranangsiang. Lokasi sekolah SDN Bangka 3 ini berada di Jalan Bangka Nomor 78 RT 1/RW 1 Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur atau tepatnya berada di sebelum Jembatan Otista yang saat ini sedang dalam pelebaran.
Sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Reni Royani ini memiliki segudang prestasi akademik maupun non akademik. Bahkan untuk menampung piala-piala yang terkumpul selama satu tahun, ruang kepala sekolah pun penuh sesak. Bayangkan 118 piala dari perlombaan tingkat kecamatan, Kota Bogor, Jawa Barat hingga tingkat nasional selalu diraih siswa-siswi SDN Bangka 3. Misalnya saja pada 2023 ini meraih juara 1 dan 3 pramuka siaga tingkat nasional di Bumi Perkemahan Cibubur. Masih di Pramuka, penggalangnya juga meraih juara pertama se-Kota Bogor untuk pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) . Begitu juara 3 dokter cilik tingkat Kota Bogor dan juara 2 untuk putra dan juara 3 untuk putri juara turnamen bola voli tingkat Kota Bogor. Begitu juga untuk senam meraih juara kedua tingkat Kota Bogor. Khusus untuk lomba keterampilan berbaris tim SDN Bangka 3 juara kedua LKB HUT Bhayangkara di Mapolda Jabar pada Juli 2023.

Terbaru, juara pertama pada lomba baris berbaris saat Apel Besar Paskibraka Se-Jawa Barat Tahun 2023. Pada lomba itu, SDN Bangka 3 mewakili Kota Bogor karena sebelumnya menjadi juara lomba baris berbaris tingkat Kota Bogor pada Juni lalu. Saat itu, juara keduanya SDN Cipaku 2 dan juara ketiga SDN Sindangsari.
Nah, pada Apel Besar bertajuk Paskibraka Sebagai Pengawal Pancasila untuk Indonesia Juara lahir dan Batin tersebut merupakan acara rutin untuk mempererat silaturahim para Paskibraka seluruh angkatan se-Jawa Barat. Apel Besar Paskibraka dihadiri sekitar 5.000 anggota Paskibraka dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Saking besarnya lomba tersebut membuat anak-anak dari SDN Bangka 3 sedikit gugup dan minder.
Namun karena tekad ingin tampil terbaik, rasa tak percaya diri itu luntur. Terlebih tim baris berbaris SDN Bangka 3 ini rutin latihan hampir setiap hari menjelang lomba keterampilan baris berbaris tingkat Jawa Barat ini. ‘’Gugup dan rasa takut tampil saat lomba besar ini bisa hilang karena kami rajin berlatih yang awalnya seminggu dua kali yakni setiap senin dan hari jumat, nah pada saat menjelang hari H lomba kami berlatih setiap hari,’’ kata Penanggungjawab Ekstrakurikuler Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), SDN Bangka 3, Sri Hastuti.
Menurutnya, kunci keberhasilan dan kesuksesan tim LKBB SDN Bangka 3 adalah kebersamaan antara guru dan orangtua murid melalui komite sekolah. Tanpa sinergitas tersebut, sulit untuk mencapai prestasi-prestasi yang sudah diraih siswa dan siswi sekolah ini. ‘’Anak-anak SD kami untuk keterampilan baris berbaris ini sudah bisa disamakan dengan siswa SMP. Ini kata juri lombanya lho,’’ papar Sri Hastuti.

Lebih jauh Sri menjelaskan sinergitas dengan orangtua siswa ini sangat menentukan. Ini karena sekolah hanya memfasilitasi untuk uang pendaftaran saja. Sementara untuk biaya akomodasi, transportasi ke lokasi acara di Bandung tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Beruntung orangtua di SDN Bangka mendukung penuh dengan gotong royong, bahu membahu untuk mencukupi kebutuhan selama lomba di Bandung. Begitu juga selama berada ibu Kota Jawa Barat dan saat berada di rumah, para orangtua menjaga kondisi kesehatan anak-anaknya agar tidak sakit. ‘’Para orang tua yang anaknya ikut lomba baris berbaris juga serius memperhatikan pola makan, tidur dan berlatihnya agar tetap bugar,’’ tegas Sri.
Tim baris berbaris SDN Bangka 3 ini terdiri dari 16 anak, dan 2 anak cadangan. Hafiz didaulat jadi komandan peleton (Danton) dan Fadil Arbiandono jadi penjuru. Sedangkan anggota baris berbaris yakni Faris, Khafa, Algi, Wildan, Deden, Nissa, Enca, Adzwa, Lorena, Nasya, Raisya, Naila, Rasifa dan Zalwa. Sedangkan Zia dan Kenan berada di cadangan. Sementara pelatih terdiri dari Derry Darisman, Ryan Hidayat, Wisnu Prayogo dan Risma yang merupakan Purna paskibraka Kota Bogor. Tim pelatih ini melatih siswa-siswi SD Bangka 3 tersebut mulai dari kedisiplinan, kekompakkan, kerapihan, kreafitas, formasi, variasi. Nah dalam melatih siswa-siswi ini, pelatih juga melatih mental dan psikologi saat tampil di muka umum agar tak gugup atau salah gerakan. ‘’Pelatih juga memberikan pelatihan lain seperti cara duduk yang baik, cara minum dan makan yang benar hingga selalu menekankan moral dalam bicara maupun tindakan,’’ tegas Sri.

Bahkan para pelatih ini selalu menekan selalu salat tepat waktu. Makanya saat adzan berkumandang latihan selalu berhenti dan menjalankan ibadah salat.
Sementara itu, Nina salah seorang orangtua siswa SDN Bangka 3 selalu setia mendampingi putranya pada saat lomba baris berbaris tingkat Jabar tersebut. Dirinya merasa tenang anaknya berada di lingkungan SDN Bangka 3, sehingga tak perlu terus menerus menunggu anaknya berada di lingkungan sekolah. ‘’Alhamdulillah lingkungan di SDN Bangka 3 baik, gurunya baik-baik sehingga saya merasa aman menitipkan anak saya sekolah baik belajar maupun mengikuti kegiatan ektrakuriluker,’’tegas Nina yang juga warga Perumahan Mutiara Bogor Raya ini.
Dirinya merasa senang putranya bisa berprestasi. Ini membuktikan sekolah dasar negeri juga bisa bersaing dengan sekolah swasta ternama atau sekolah alam di Bogor, terutama dalam memberikan keleluasaan siswa-siswanya berkreasi dan berprestasi sesuai minat dan bakatnya. (*)

Beberapa Saran Penguatan Peran ICMI dalam Public Policy

0

Oleh:
Dr.Ir.H Apendi Arsyad, M.Si

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Assalamu’alaikum wr wb. Salam sehat dan tetap bersemangat. Terima kasih Abang Prof. Dr. H. Andi Faisal Bhakti, Direktur CIDES ICMI di Jakarta, beberapa waktu yang lalu telah  merespon positif terhadap tulisan saya berjudul “ICMI Janganlah Cicing Wae”.

Reaksi dari tulisan tersebut, alhamdullillah, ada respons dari pucuk pimpinan MPP ICMI. Rabu siang tepatnya, tgl 5 April 2023, alhamdulillah saya diundang add. Prof. ASA, Ketum MPP ICMI bertemu bertempat di ruang kerja Rektor IPB University, komplek IPB Tecknopark-Taman Kencana Kota Bogor.

Lebih kurang satu jam saya diterima akrab, kami bertatap muka, berdiskusi/ngobrol berbagai hal, materinya antara lain tentang soal arah kebijakan dan agenda program-program ICMI serta isu-isu straregis nasional kaitan dengan problem keumatan dan kebangsaan, etc.

Alhamdulillah setelah saya menyimak pemikiran mas Ketum MPP ICMI, Prof ASA, saya mendapat pemahaman baru tentang “existing condition” ICMI yang mutakhir, dan berkesempatan mengupdate informasi (bertabayun). 

Kemudian saya meresponnya, dan sudah memberikan beberapa saran berupa masukan-masukan terutama soal strategi dan pendekatan bagaimana upaya MPP ICMI bisa memenuhi harapan umat dan bangsa Indonesia dengan “intelectual power” selanjutnya proaktif mewarnai setiap public policy dan regulasi di negeri ini, terutama hal-hal strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yang akan diputuskan Pemerintah/Presiden RI.

Public policy dan regulasi itu apalagi tergolong kategori “hot issue” yang menjadi perhatian, konsen publik dalam kepentingan bangsa, terkhusus posisi dan peran umat Islam Indonesia.

Salah satu diantara usul saya, MPP pro-aktif mendiskusi, merumuskan,  merekomendasikan dan mensosialisasikan sikap dan pemikiran (konsepsi)  tentang main issu strategis bangsa dan negara.

Sikap dan Konsepsi MPP ICMI produk kajian diskusi dan seminar/webinar telah disusun dengan baik dan dicetak dalam bentuk “buku putih” atau “white paper” yang disiapkan untuk dibagikan atau disosialisasikan ke berbagai pihak seperti pimpinan Lembaga Penyelenggara Negara,  pimpinan K/L negara, pimpinan Orpol dan Ormas,  serta para Rektor PTN dan PTS di negeri ini,  dan institusi lain yang dianggap penting.

Artinya suara ICMI (ICMI Voice) bersifat solutif dan argumentatif terdengar gaungnya se antero jagat raya Indonesia dalam merespons public policy negara ini. Apalagi akhir-akhir ini banyak regulasi (peraturan-perundang-undangan) yang ferformancenya tampak “sumir” agak mengkhawatirkan, sebab melenceng,  terdistorsi dari prinsip-prinsip Ketuhanan/bertauhid, Kemanusiaan/HAM, Persatuan-kesatuan bangsa, Permusyawatan-perwakilan/demokrasi ala Pancasila bukan liberalisme-pragmatisme-sekular, dan Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Juga public policy keluar dari rel konstitusi negara,  yakni pasal-pasal UUD 1945. Sebutkan saja UU Kesehatan yg liberal-pro asing, UU Minerba yg pro private coorporate, UU ttg IKN yang penuh masalah soal pembiayaan dan piutang negara, UU Cipnaker yang pro oligarky vs nasib buruh, Kepres dan Inpres RI yang isinya membalikan fakta sejarah G 30 S PKI, dimana negara meminta maaf kepada keluarga PKI atas adanya pelanggaran HAM oleh TNI.

Dan baru-baru ini Presiden Jokowi membuat perjanjian bilateral, ada 8 butir perjanjian RI dengan China, 3-4 butir diantaranya dianalisis dan disimpulkan berpotensi besar mengancam kedaulatan negara-NKRI, persoalan tambang-hilirisasi Nikel dengan masuknya migran China secara besar-besaran, dan banyak lagi yang lain yang cukup menghawatirkan selaku anak bangsa.

Saran saya, setiap per 1-2 bulan,  para Waketum MPP ICMI mengajukan permohonan,  minta dialog (public hearing)  dengan anggota DPR RI pada Komisi yang membidanginya. Saya menduga munculnya sikap “yes man” anggota DPR RI akibat ketidakmengertian (gagal paham) terhadap

Rancangan UU yang akan diajukan pihak Pemerintah RI untuk dibahas dan diputuskan, sehingga ICMI harus memberikan pemahaman yang benar kepada mereka secara ilmiah. 

Kemudian per triwulan 3-4 bulan/2-3 kali se tahun Ketum MPP ICMI dengan jajaran pucuk pimpinan Wanhat,  Wantim,  Wankar dan tentunya  Ketum beserta para Waketum, Sekjen/para Wasekjen,  bertemu, audiensi dan berdialog dengan bpk Presiden.RI untuk menyampaikan aspirasi dan konsepsi pembangunan nasional dalam berbagai perspektif untuk sejumlah aspek (dimensi) berbasis ipteks (saintific)  dan imtaq (norma dan kaidah-kaidah agama, DinnulIslam).

Materi yang akan disampaikan, sudah dikaji dalam forum Webinar ICMI secara nasional, dimana pengurus Orwil, Orda dan Orsat serta Batom ICMI terlibat sharing ideas dalam menanggapi isu-isu strategis nasional.

Dialog Presiden dan Wapres RI (bapak Ir.H.Joko Widodo dan Prof Makruf Amin) dengan para pimpinan teras MPP ICMI tetap dalam kerangka pikir dan ruang lingkup keislaman,  kebangsaan/keindonesiaan dan kecendekiawanan (keilmuwan dan kepakaran) sesuai watak ICMI (baca AD dan ART ICMI, hasil Muktamar ICMI ke 7 di Bandung thn 2021).

Setelah bertemu bapak Presiden RI bertempat di istana negara Jakarta atau Bogor, selanjutnya diselenggarakan jumpa pers (pers realese) dengan para wartawan media, agar langkah-langkah dan peran ICMI diketahui dan dipahami publik-masyarakat dan rakyat Indonesia.

Jika hal ini dilakukan dengan sadar, terencana dan terukur,  alangkah indahnya,  “cakep banget”, perbuatan cerdas ini muncul, sehingga harapan publik terhadap peran dan fungsi kaum muslim intelektual sebagai pendukung-penggerak perubahan sosial (social change) yang menginspirasi dan transformatif sebagai tagline ICMI selama ini benar-benar berlangsung.

Tagline ICMI  tidak lagi hanya sekedar slogan kosong tanpa makna dan perbuatan, akan  tetapi MPP ICMI betul-betul melaksanakan dalam dunia nyata dalam arti yang sesungguhnya, bukan ilusi apalagi halusinasi, itu tidaklah.

Warga bangsa dan terlebih umat semakin memahami bahwa ICMI telah pro aktif berkontribusi dalam mengawal proses pengambilan keputusan kebijakan publik di negara ini.

Peran dan fungsi ICMI semakin tinggi tuntutan dan eskalasinya, sebab dalam satu dasa warsa terakhir begitu banyak produk-produk kebijakan publik berupa UU, Perpu, PP, Kepres/Inpres, Kepmen etc yang tak sejalan (melenceng) dari kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip good governance, gejalanya tampak terdistorsi dan disorientasi, dan bahkan dapat dikatakan sudah keluar dari spirit falasafah-ideologi Pancasila dengan konsep bernegara “socio relegous” yakni liberal-kapitalistik bahkan ateis-komunis, dan pasal-pasal UUD 1945, terutama pada dimensi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, terabaikan , dan konstitusi negara menekankan Kemakmuran bersama bukan kemakmuran orang perseorangan (cengkraman oligarky) sebagaimana yang berlangsung prakteknya saat ini. Ini persoalan serius jika dipahami dalam perspektif kedaulatan dan keberlanjutan NKRI menurut hukum tata negara atau konstitusi.

Akan tetapi MPP ICMI beserta organ-organ termasuk, Batom seperti Cides ICMI ini sudah mulai mengimplementasikan dalam kerja-kerja Pengabdian ICMI yang berwawasan dan berkarakter 5 K ICMI yakni peningkatan kualitas imtaq,  pikir/imtaq, karya/inovasi, hidup-sejatera dan keluarga samarah ? Produk kajian CIDES yang berkaitan “public policy (reflektif) dan social enpowering (praksis) berbasis integrasi Imtaq dan ipteks, sebagai solusi terhadap permasalahan bangsa dan negara, kini sedang ditunggu rakyat dan bangsa Indonesia.

Harapannya tentu ICMI bisa berfungsi sebagai institusi pencerahan dan inspiratif bagi banyak pihak berkepentingan (multi stakeholders) di negeri untuk menyelamatkan NKRI yang kita cintai ini dari kemunduran bahkan keterpurukan dalam banyak aspek dan dimensi.

Dari sejumlah variabel, faktor dan indikator keberhasilan atau kegagalan pembangunan nasional menunjukan secara jelas dan tegas tentang kinerja rezim pemerintahan yang tengah berkuasa (the ruling party) saat ini, trend memburuk.

Syukron atas komen abang Prof.Dr.Andi Faisal Bhakti, Direktur CIDES terhadap tulisan saya “ICMI jangan Diam saja (civing wae)”, semoga saja hipotesa saya itu keliru, barakallah. Aamiin
Sekali lagi syukron, Jayalah ICMI Kita.
Wassalam

=====✅✅✅

*) Pendiri ICMI di Malang thn 1990, Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, Pegiat dan Pengamat Sosial

6 Tips Pilih Lingkungan Pergaulan Bagi Mahasiswa Baru di Kampus

0

Bogor | Jurnal Bogor
Penyesuaian diri jadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa baru pada awal-awal perkuliahan. Proses penyesuaian dengan lingkungan kampus ini tidak bisa dianggap remeh, karena mahasiswa baru bertemu dengan lingkungan pergaulan yang beragam dari aspek angkatan, organisasi, program studi, fakultas, hingga daerah.

Pergaulan di kampus yang cenderung bebas dibandingkan ketika di SMA, secara tidak langsung sangat mempengaruhi proses perkuliahan mahasiswa baru. Karena itu, harus hati-hati memasuki pastikan semuanya mendukung tujuan perkuliahan dan mendorong ke arah pengembangan diri yang matang dan maksimal.

Jadi bagaimana caranya memilih lingkungan pergaulan yang tepat di kampus? Dosen sekaligus pembina organisasi mahasiswa Fakultas Ekonomi UIKA Bogor Tatang Sutarman memiliki jawabannya.

Tatang menyebut, paling tidak ada 6 tips memilih lingkungan pergaulan bagi mahasiswa baru di kampus yang disarankannya berikut ini

1. Menetapkan tujuan kuliah

Hal yang paling penting bagi mahasiswa baru yaitu memiliki tujuan yang bisa dirumuskan dari pertanyaan sederhana seperti untuk apa dan mau kemana setelah kuliah? Lebih bagus lagi, dari tujuan itu diturunkan ke target yang ingin dicapai, entah itu harian, mingguan, atau bulanan. Bisa juga targetnya per semester atau per tahun targetnya meraih IPK sekian dan menjadi lulusan terbaik.

2. Fokus pada tujuan

Setelah memiliki tujuan kuliah dan target fokuslah untuk mencapai tujuan tersebut. Sebab, akan banyak sekali tantangan dari yang manis sampai yang pahit dialami mahasiswa. Tantangan itu berpotensi mengganggu konsentrasi mahasiswa baru ke tujuan awal. Jika konsisten dan tetap fokus, biasanya tujuan bisa tercapai.

3. Identifikasi kegiatan

Sebagai mahasiswa tidak hanya fokus kuliah di kelas saja, tetapi juga turut memperkuat materi atau mengembangkan diri diluar kelas dengan mengikuti kegiatan atau aktif di organisasi tingkat prodi, fakultas, atau universitas.

4. Manfaatkan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM)

Sekarang ini banyak sekali program MBKM yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa baru untuk mencari pengalaman, menambah wawasan dan memperkuat kemampuan di bidang yang diminati.

5. Memaksimalkan fasilitas

Mahasiswa baru sebaiknya memaksimalkan fasilitas yang ada di kampus. Fasilitas kampus adalah hak yang wajib diterima serta penggunaannya bebas dilakukan oleh mahasiswa selagi tidak dalam kegiatan yang berkonotasi negatif.

6. Eksplorasi dan sharing

Eksplorasi dunia kampus perlu dilakukan mahasiswa baru, agar bisa memetakan kampus dari berbagai aspek. Mahasiswa baru tidak perlu takut berbaur dengan lingkungan baru atau belajar hal-hal baru. Karena itu menjadi pengalaman dan pengetahuan.

“Eksplor lingkungan kampus dan eksplorasi diri lebih jauh. Diskusi dengan sesama mahasiswa, dosen dan pakar-pakar. Hadiri seminarnya, dan ikuti kuliahnya. Kalau kegiatan yang diikuti positif, pengaruh yang masuk pun cenderung positif dan itu memantik diri kita untuk melakukan hal-hal yang positif,” jelas Tatang yang juga dosen pembina unit kegiatan mahasiswa (UKM) badminton UIKA.

** Herman [ MG/UIK/JB]