29.2 C
Bogor
Wednesday, June 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 5

BBM Baru B50 Segera Hadir Mulai 1 Juli 2026

0

Jurnal Bogor | Jakarta

Pemerintah terus mematangkan langkah menuju penerapan wajib biodiesel 50 persen (B50) yang direncanakan akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Sejumlah tahapan pengujian serta penyempurnaan kajian teknis masih dilakukan untuk memastikan penggunaan B50 bisa berjalan aman dan sesuai kebutuhan di berbagai sektor.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa penerapan B50 dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi teknis, kesiapan industri, serta penguatan ekosistem energi nasional agar implementasinya berjalan efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, program biodiesel memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi dalam negeri yang lebih besar, sekaligus mendukung proses transisi energi di Indonesia.

Saat ini, pengujian B50 dilakukan pada berbagai sektor mulai kendaraan otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat di sektor pertambangan, transportasi laut, pembangkit listrik, hingga perkeretaapian.

Langkah ini bertujuan memastikan spesifikasi bahan bakar sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pelaksanaan program biodiesel tidak hanya memperhatikan aspek teknis, tetapi juga faktor ekonomi dan keberlanjutan jangka panjang. DEDI

Adira Expo Meriahkan Libur Sekolah dengan Promo Pembiayaan dan Aktivitas Keluarga

0

Bogor | Jurnal Bogor

Menyambut momentum libur sekolah, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menggelar Adira Expo di Plaza Jambu Dua, Kota Bogor, pada 19-21 Juni 2026. Pameran bertajuk “Adira Expo Liburan Jadi Nyata: Wujudkan Liburan Impianmu, Dapatkan Beragam Promo”.

Program ini menghadirkan berbagai solusi pembiayaan sekaligus promo menarik untuk membantu masyarakat memenuhi beragam kebutuhan selama musim liburan.

Branch Manager SSD Bogor 2 Car, Yudhi Muttaqin, mengatakan libur sekolah menjadi periode ketika banyak keluarga mulai merealisasikan berbagai rencana yang sebelumnya tertunda, mulai dari berlibur, mengganti kendaraan, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun persiapan memasuki tahun ajaran baru.

“Melalui Adira Expo, kami ingin menghadirkan solusi finansial yang mudah, nyaman, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Harapannya, berbagai rencana keluarga dapat terwujud tanpa harus terbebani, sehingga momen kebersamaan selama liburan dapat dinikmati dengan lebih tenang,” ujar Yudhi, Rabu (17/6/2026).

Selama pameran berlangsung, Adira Finance menawarkan berbagai promo, di antaranya margin pembiayaan mobil baru mulai 1,99 persen per tahun, cashback adirapoin hingga Rp1 juta, persetujuan pembiayaan di tempat (approval on the spot), serta kesempatan mengikuti program Umrah untuk Sahabat.

Melalui beragam penawaran tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh pembiayaan yang ringan dan fleksibel, baik untuk kebutuhan kendaraan, dana tunai, maupun keperluan lainnya.

Regional Branch Manager JABO 2, Suryadi, mengatakan penyelenggaraan Adira Expo di Bogor merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan layanan finansial yang lengkap melalui kolaborasi dalam ekosistem keuangan MUFG.

“Adira Expo bukan hanya menghadirkan solusi pembiayaan, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh layanan keuangan yang terintegrasi. Melalui sinergi bersama Danamon, Zurich Asuransi Indonesia, dan Home Credit Indonesia, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan finansial sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen,” kata Suryadi.

Selain menawarkan pembiayaan, Adira Expo juga memberikan peluang lebih besar bagi konsumen untuk mengikuti program loyalitas Umrah untuk Sahabat.

Setiap pengajuan kredit kendaraan yang disetujui selama pameran akan memperoleh 150 kupon undian, sedangkan pengajuan Solusi Dana mendapatkan 300 kupon undian.

Konsumen juga dapat menambah peluang menang dengan menukarkan adirapoin melalui aplikasi Adiraku menjadi kupon undian, disertai kesempatan memperoleh bonus saldo uang elektronik.

Tak hanya itu, Adira Expo juga menghadirkan berbagai aktivitas hiburan yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga selama libur sekolah, seperti wheel of fortune, senam zumba, hingga beragam perlombaan yang dirancang untuk menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Adira Finance berharap penyelenggaraan Adira Expo di Bogor dapat menjadi solusi finansial bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui layanan yang mudah diakses. Setelah Bogor, rangkaian Adira Expo akan terus digelar di berbagai kota di Indonesia sepanjang 2026.

** Fredy Kristianto

Kerja Keras Tak Mengkhianati Hasil, Rafa Azka Raih Beragam Prestasi Karate

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kota Bogor. Muhamad Rafa Azka, putra kelahiran Bogor, 16 Oktober 2010, berhasil menunjukkan bakat dan dedikasinya di dunia olahraga karate melalui sederet prestasi yang diraih di berbagai kejuaraan.

Rafa merupakan putra dari pasangan Ira Rahmawati dan Seno Aji. Meski usianya masih belia dan saat ini duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, semangat serta kegigihannya dalam menekuni olahraga karate patut menjadi inspirasi bagi anak-anak seusianya.

Sejak kecil, Rafa telah mengenal dan mendalami olahraga bela diri karate di bawah binaan Dojo Rafa BKC Nekapora. Berbekal disiplin latihan dan semangat pantang menyerah, ia terus mengasah kemampuannya hingga mampu bersaing di berbagai ajang kejuaraan.

Perjalanan prestasi Rafa tidak diraih secara instan. Berjam-jam latihan, pengorbanan waktu bermain, serta dukungan penuh keluarga menjadi bagian dari proses panjang yang dijalaninya.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Pada ajang Budi Luhur University Karate Championship 2026 di Jakarta, Rafa berhasil meraih medali perunggu. Prestasi itu kemudian disusul dengan keberhasilannya merebut medali emas pada Bogor Karate Festival (BKF) yang digelar di GOR Pakansari.

Tak berhenti sampai di situ, Rafa kembali menunjukkan kemampuannya pada ajang BKC Open Tournament Antar Pelajar Se-Indonesia Piala Bupati di Bandung. Dalam kejuaraan tersebut, ia sukses membawa pulang medali emas, sekaligus menambah daftar prestasi gemilang yang telah diraihnya.

Sang ayah, Seno Aji, mengaku bangga atas pencapaian putranya. Menurutnya, prestasi yang diraih Rafa merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan dalam berlatih.

“Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih Rafa. Semoga ini menjadi motivasi bagi Rafa untuk terus berlatih, tetap rendah hati, dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi di masa depan,” ujar Seno Aji, Rabu (17/6/2026).

Ia juga berharap prestasi yang diraih putranya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang olahraga maupun bidang lainnya.

Bagi Rafa, medali bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan buah dari perjuangan dan kerja keras. Di usianya yang masih muda, ia telah membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih dengan disiplin, tekad kuat, dan doa dari orang tua.

Perjalanan Muhamad Rafa Azka masih panjang. Namun, langkah-langkah kecil yang ia ukir hari ini menjadi fondasi menuju masa depan yang lebih gemilang, sekaligus mengharumkan nama keluarga dan Kota Bogor di dunia olahraga karate. Yudi

Dari Rapuh Jadi Tangguh, Pengurus OSIS MTsN Kota Bogor Gelar Pelatihan Kepemimpinan Inspiratif dan Sehat Emosi

0

Bogor | Jurnal Bogor
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Bogor menggelar kegiatan Training Healing and Growing “Menjadi Kerang Mutiara: dari rapuh bertumbuh jadi tangguh” bagi pengurus OSIS dan puluhan siswa-siswi lainnya sebagai upaya membangun karakter kepemimpinan yang tangguh, berintegritas, dan penuh kepedulian, Selasa (16/6/2026) bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung selama 120 menit ini dipandu oleh Lili Marliyuana, Mental Health Educator yang sekaligus juga Direktur ABCo Therapy Center.

Mengusung tema “Menjadi Kerang Mutiara: dari rapuh bertumbuh Jadi tangguh,” pelatihan ini mengajak peserta memahami bahwa tantangan, kegagalan, kritik, maupun rasa tidak percaya diri bukanlah penghalang untuk berkembang, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter seorang pemimpin.

Dalam sesi tersebut, Lili menyampaikan kisah tentang kerang mutiara yang mampu mengubah butiran pasir yang melukainya menjadi mutiara yang bernilai tinggi.

“Kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi dalam hidup kita. Namun, kita bisa memilih bagaimana meresponsnya. Seperti kerang mutiara, setiap tantangan dapat menjadi proses pembentukan karakter yang lebih kuat,” ujar Lili.

Selain kisah kerang mutiara, peserta juga diajak meneladani perjalanan hidup Rasulullah SAW sebagai sosok pemimpin yang tangguh dan penuh welas asih. Rasulullah SAW menghadapi berbagai ujian sejak kecil, mulai dari kehilangan orang-orang terkasih, penolakan, hingga berbagai tantangan dalam berdakwah. Namun, semua ujian tersebut tidak menjadikan beliau pribadi yang keras, melainkan sosok yang penyayang, sabar, dan penuh kasih kepada sesama.

Menurut Lili, kisah Rasulullah SAW memberikan pelajaran berharga bahwa ketangguhan bukan berarti tidak pernah merasa sedih atau terluka.

“Rasulullah SAW tidak menjadi kuat karena hidupnya mudah. Beliau menjadi kuat karena selalu bersandar kepada Allah dan terus melangkah meskipun menghadapi berbagai kesulitan. Itulah ketangguhan yang perlu diteladani oleh para pemimpin muda,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai ‘Mutiara Sang Pemimpin’ melalui filosofi lima jari tangan sebagai panduan sederhana dalam menjalankan peran sebagai pengurus OSIS.

Filosofi tersebut meliputi:
– Ibu jari, sebagai simbol kemampuan menghargai, mengapresiasi, dan melayani.
– Jari telunjuk, sebagai pengingat akan pentingnya komitmen, integritas, dan kejujuran.
– Jari tengah, sebagai motivasi untuk memberikan kontribusi terbaik dan bekerja melampaui ekspektasi.
– Jari manis, sebagai simbol kemampuan membangun hubungan yang sehat dan bekerja sama dalam tim.
– Jari kelingking, sebagai pengingat agar tidak meremehkan hal² kecil seperti kedisiplinan, kerapian, kepedulian, serta kebiasaan baik sehari-hari.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi refleksi, diskusi, serta motivasi kepemimpinan yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama pelatihan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengurus OSIS tidak hanya menjadi pelaksana program kerja, tetapi juga bertumbuh menjadi generasi muda yang memiliki karakter kuat, mampu bekerja sama, berintegritas, serta memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekolah.

“Jangan takut dengan “pasir” yang masuk ke dalam hidupmu. Bisa jadi, itulah bahan yang Allah gunakan untuk membentuk mutiara terbaik dalam dirimu,” pesan Lili kepada para peserta di akhir sesi.

Kegiatan Training Healing and Growing “Menjadi Kerang Mutiara: dari rapuh bertumbuh jadi tangguh” menjadi salah satu ikhtiar dalam mendampingi remaja untuk mengenal dirinya, mengelola tantangan dengan lebih sehat, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang cerdas, tangguh, dan penuh welas asih.

Kegiatan Paradoks (Peresmian Almamater dan Dedikasi OSIS) ini sangat berkesan. Setelah resmi mengenakan almamater, para siswa semakin bangga dan menyadari tanggung jawab mereka sebagai pengurus OSIS.

Sesi Healing and Growing bersama Bunda Lili juga memberikan penyegaran emosional yang sangat dibutuhkan remaja. Melalui filosofi Kerang Mutiara, mereka belajar mengubah tekanan dan tantangan organisasi menjadi proses bertumbuh.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan pengurus OSIS yang tidak hanya aktif bekerja, tetapi juga memiliki *karakter yang matang dan mampu menjadi teladan bagi teman²nya,” tutur Pembina OSIS, Hera Sulistiawati.

Dia tidak ingin OSIS hanya dikenal sebagai panitia kegiatan sekolah. Tapi lebih jauh, mereka tumbuh menjadi pemimpin muda yang mampu mengelola tekanan, bangkit dari kegagalan, dan tetap memiliki empati dalam melayani orang lain.

“Melalui pelatihan ini, siswa belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang kemampuan mengatur program kerja, tetapi tentang membangun karakter, menjaga integritas, dan mengubah setiap tantangan menjadi proses pendewasaan diri,”* ujar Wakil Kepala Sekolah MTsN Kota Bogor Bidang Kesiswaan, Maryanah.

(Wawan Hermawanto)

Warga Caringin Keluhkan Jaringan Listrik, Satu Jalur Digunakan Lebih dari 20 KK

0

Caringin | Jurnal Bogor – Warga RT 04 RW 06, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi jaringan listrik yang dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Pasalnya, satu jalur listrik yang terhubung ke sebuah rumah diketahui digunakan secara paralel oleh lebih dari 20 kepala keluarga (KK), sehingga menyebabkan berbagai gangguan yang telah berlangsung cukup lama.

Akibat kondisi tersebut, warga mengaku kerap mengalami pemadaman listrik dan tegangan yang tidak stabil, terutama pada sore hingga pagi hari. Gangguan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan sejumlah peralatan elektronik milik warga mengalami kerusakan.

Beberapa warga mengaku kulkas, mesin cuci, televisi, hingga peralatan elektronik lainnya rusak akibat tegangan listrik yang sering naik turun. Selain itu, kondisi jaringan yang terbebani juga memicu munculnya percikan api pada kabel utama yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kebakaran sewaktu-waktu.

Ketua RT 04 RW 06, Iwan, mengatakan keluhan terkait jaringan listrik tersebut telah lama dirasakan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena selain mengganggu kenyamanan warga, juga mengancam keselamatan lingkungan sekitar.

“Sudah cukup lama warga mengeluhkan kondisi jaringan listrik ini. Satu jalur digunakan oleh lebih dari 20 kepala keluarga sehingga listrik sering redup, tidak stabil, bahkan mati dari sore sampai pagi hari. Selain itu, banyak peralatan elektronik warga yang rusak akibat tegangan listrik yang tidak stabil,” ujar Iwan, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan, beberapa kali warga menyaksikan adanya percikan api pada kabel utama saat beban listrik sedang tinggi. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan permukiman warga di sekitar jaringan tersebut.

“Yang paling kami khawatirkan adalah adanya percikan api pada kabel utama. Ini sangat berbahaya karena bisa memicu kebakaran kapan saja. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi musibah baru ada penanganan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan tagihan listrik yang dinilai tidak wajar. Salah seorang warga, Nurul Mila, mengaku harus mengeluarkan biaya pembelian token listrik hingga Rp500 ribu per bulan, meskipun penggunaan listrik di rumahnya tergolong normal dengan daya listrik 900 VA.

“Saya setiap bulan bisa menghabiskan token listrik sampai Rp500 ribu, padahal pemakaian di rumah normal dan daya listrik hanya 900 VA. Kondisi ini sangat memberatkan ekonomi keluarga,” ungkap Nurul Mila.

Menurut warga, tingginya biaya listrik tersebut diduga berkaitan dengan kondisi jaringan yang tidak normal dan penggunaan jalur listrik secara paralel yang melayani puluhan kepala keluarga. Akibatnya, masyarakat tidak hanya dirugikan dari sisi pelayanan, tetapi juga secara ekonomi.

Gangguan listrik yang terjadi hampir setiap hari juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Sejumlah pelaku usaha rumahan mengaku mengalami kerugian karena tidak dapat menjalankan usahanya secara optimal ketika listrik padam dalam waktu cukup lama.

Atas kondisi tersebut, warga RT 04 RW 06 berharap pihak terkait, khususnya PLN, segera melakukan pengecekan dan perbaikan jaringan listrik di wilayah mereka. Warga juga meminta adanya penambahan jaringan atau gardu listrik agar beban listrik dapat terbagi secara merata dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak terkait. Jangan sampai terjadi kebakaran atau kerugian yang lebih besar lagi. Warga hanya ingin mendapatkan layanan listrik yang aman, stabil, dan sesuai dengan hak yang seharusnya diterima masyarakat,” pungkas Iwan.

Warga berharap keluhan yang telah berlangsung cukup lama ini segera mendapat respons dari pihak berwenang, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang aman, stabil, dan tidak lagi menimbulkan kerugian baik secara materiil maupun keselamatan. Yudi

Semarak 1 Muharam 1448 H di Cijeruk Meriah, Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Rangkaian peringatan Malam 1 Muharam 1448 Hijriah tingkat Kecamatan Cijeruk tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan bertajuk Semarak Muharam 1448 Hijriah ini diisi dengan pawai 1.000 obor, santunan bagi 100 anak yatim, doa bersama akhir tahun (istigasah), hingga tabligh akbar yang menghadirkan penceramah Ustaz Rukmana dari Cianjur, Jawa Barat.

Ribuan warga dari sembilan desa di Kecamatan Cijeruk memadati lapangan kantor kecamatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Demi menjaga keamanan dan ketertiban, panitia mengerahkan ratusan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Linmas, DPK KNPI, Pramuka, serta relawan dari Paguyuban Cipelang Herang.

Camat Cijeruk, M. Sobar Mansoer, mengatakan bahwa peringatan Malam 1 Muharam merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat silaturahmi antara tokoh agama, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan pelaksanaan Semarak Malam 1 Muharam ini bukan hanya menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan. Kami berharap semangat sinergi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin demi mewujudkan Kecamatan Cijeruk yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan,” ujar M. Sobar Mansoer, Senin (16/6/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, serta para relawan yang telah berkontribusi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan sukses.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya Semarak 1 Muharam yang meriah namun penuh makna. Terima kasih juga kepada masyarakat yang telah mengikuti acara ini dengan tertib,” paparnya.

Dalam tausiahnya, Ustaz Rukmana mengajak seluruh jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak amal saleh, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Mari kita jaga silaturahmi ini dengan terus meningkatkan ukhuwah Islamiyah bersama para ulama dan umara, menjaga persatuan dan kesatuan, serta peduli terhadap sesama. Semoga di tahun ini kita diberikan kelancaran rezeki dan amal saleh yang terus mengalir sebagai bekal di akhirat nanti,” tuturnya.

Kegiatan Semarak Muharam 1448 Hijriah ini menjadi bukti kuatnya kebersamaan masyarakat Kecamatan Cijeruk dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus mempererat persatuan dan kerukunan antarwarga. Yudi

Siswa Tirtayasa Tuntaskan Pendakian ‘Tektok’ Gunung Gede Pangrango

0

Cianjur | Jurnal Bogor – Azzka Arriziq (14), siswa SMPIT Tirtayasa Kota Serang, Banten berhasil menuntaskan pendakian tektok Gunung Gede Pangrango dalam satu hari tanpa menginap di jalur. Aksi ini menarik perhatian karena ‘tektok’ Gede Pangrango dikenal cukup menguras stamina meski termasuk jalur favorit di Jawa Barat.

Pendakian dimulai dari pintu masuk Cibodas pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Dengan berbekal headlamp, logistik ringan, dan persiapan fisik yang matang, Azka langsung bergerak menuju Puncak Gede 2.958 mdpl.

“Targetnya memang ‘tektok’ biar efisien waktu. Jalur Cibodas-Puncak Gede PP sekitar 8-10 jam kalau kondisi fit. Yang penting manajemen waktu dan hidrasi dijaga,” ujar Azka, Senin (15/6/2026).

Cuaca saat pendakian relatif bersahabat, meski sempat berkabut di area Kandang Badak. Sesampainya di puncak sekitar pukul 07.30 WIB, ia mengabadikan momen dengan pemandangan lautan awan sebelum turun kembali ke basecamp.

Tektok atau pendakian tanpa camping kini jadi tren di kalangan anak muda karena lebih hemat biaya dan waktu. Namun petugas pos jaga tetap mengingatkan agar pendaki tidak memaksakan diri, membawa perlengkapan standar keselamatan, dan mengecek kondisi jalur sebelum berangkat.

Gunung Gede Pangrango sendiri merupakan bagian dari Taman Nasional Gede Pangrango dengan jalur resmi Cibodas Cianjur, Gunung Putri Bogor dan Selabintana Sukabumi. Pendakian’ tektok’ biasanya disarankan hanya untuk pendaki yang sudah berpengalaman dan kondisi fisik prima.

(Wawan Hermawanto)

Dewan Gerindra Desak Pemkot Cabut Surat Edaran DTSEN

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Gerindra, Said Mochammad Mohan, mendesak Pemerintah Kota Bogor untuk mengevaluasi dan mencabut Surat Edaran Nomor 100.3.4.2.16-Dinsos Tahun 2025 tentang penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penyaluran bantuan sosial.

Menurut Mohan, penerapan surat edaran tersebut berpotensi menimbulkan ketidakadilan karena masih terdapat masyarakat miskin yang tidak terakomodasi dalam kategori penerima bantuan akibat persoalan validitas data.

“Kami mendukung kebijakan satu data melalui DTSEN. Namun implementasinya tidak boleh menghilangkan hak masyarakat yang secara nyata membutuhkan bantuan hanya karena terkendala klasifikasi data,” ujar Mohan, Senin (15/6/2026).

Ia menilai masih banyak warga yang secara kondisi ekonomi tergolong miskin, namun tercatat dalam kelompok desil 6 hingga desil 10 sehingga berpotensi tidak mendapatkan akses terhadap sejumlah program bantuan sosial maupun layanan publik.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena proses pemutakhiran data dan verifikasi lapangan belum sepenuhnya tuntas. Akibatnya, data yang digunakan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat.

“Kami menemukan masih ada warga yang layak menerima bantuan, tetapi tidak masuk kategori penerima karena proses ground checking belum dilakukan secara menyeluruh. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Mohan juga menyoroti dasar hukum penerapan klasifikasi desil dalam penyaluran bantuan sosial. Ia menjelaskan bahwa Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN tidak secara spesifik mengatur pembatasan bantuan berdasarkan kategori desil.

Sementara itu, ketentuan mengenai klasifikasi desil yang tercantum dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2025, menurutnya, lebih ditujukan untuk pelaksanaan program bantuan sosial yang berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial.

“Karena itu pemerintah daerah perlu berhati-hati dalam menerjemahkan regulasi tersebut agar tidak menimbulkan dampak sosial yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mohan mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi sejumlah program pelayanan masyarakat di Kota Bogor. Di antaranya akses penerimaan peserta didik baru melalui jalur afirmasi, reaktivasi kepesertaan BPJS PBI yang dibiayai APBD, hingga program bantuan sosial tidak terencana seperti perbaikan rumah tidak layak huni.

Menurutnya, apabila surat edaran tersebut tetap diberlakukan tanpa penyempurnaan data dan mekanisme verifikasi yang lebih akurat, maka masyarakat yang seharusnya berhak menerima bantuan dapat kehilangan akses terhadap layanan yang menjadi hak mereka.

“Kami meminta Pemkot Bogor segera mengevaluasi dan mencabut surat edaran tersebut. Jangan sampai kebijakan administratif justru membuat masyarakat miskin kehilangan hak untuk mendapatkan bantuan sosial dan pelayanan publik,” tegasnya.

DPRD Kota Bogor, lanjut Mohan, pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah dalam membangun sistem data terpadu yang lebih akurat. Namun validitas data harus menjadi prioritas utama agar program bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

Ia berharap Pemerintah Kota Bogor segera mengambil langkah korektif dengan melakukan verifikasi ulang serta memastikan seluruh warga yang memenuhi kriteria tetap memperoleh akses terhadap bantuan sosial dan layanan publik secara adil.

** Fredy Kristianto

Tolak RUU Polri, Mahasiswa Bakar Ban di Mako Polresta Bogor Kota

0

Bogor | Jurnal Bogor

Aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Polri yang digelar sejumlah mahasiswa di depan Mapolresta Bogor Kota, Senin (15/6/2026), berlangsung ricuh. Ketegangan terjadi setelah massa aksi dan aparat kepolisian terlibat aksi saling dorong di area gerbang utama Mapolresta.

Demonstrasi yang diinisiasi Serikat Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Bogor tersebut diawali dengan orasi dan pembakaran ban bekas sebagai bentuk protes terhadap regulasi yang dinilai berpotensi memperluas kewenangan institusi kepolisian.

Situasi memanas ketika aparat berupaya memadamkan ban yang dibakar demonstran. Sejumlah peserta aksi menilai langkah tersebut sebagai bentuk pembatasan terhadap penyampaian aspirasi, sehingga memicu adu dorong antara massa dan petugas pengamanan.

Koordinator Lapangan aksi, Kennedy Manik, menyesalkan tindakan aparat yang menurutnya dilakukan secara berlebihan saat proses pengamanan berlangsung.

“Kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan aksi sesuai prosedur. Karena itu kami menilai tindakan represif terhadap peserta aksi tidak sejalan dengan semangat kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum,” kata Kennedy kepada wartawan di lokasi.

Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan penolakan terhadap sejumlah ketentuan dalam UU Polri yang dinilai berpotensi memperbesar kewenangan aparat tanpa pengawasan yang memadai. Mereka juga menyoroti pengaturan kewenangan di ruang digital yang dianggap dapat berdampak pada kebebasan berekspresi masyarakat.

Selain menolak perluasan kewenangan siber tanpa mekanisme kontrol yang independen, massa aksi juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah dan institusi negara tidak boleh diposisikan sebagai tindakan kriminal.

Para demonstran menilai reformasi internal kepolisian perlu lebih difokuskan pada aspek budaya organisasi, transparansi, dan akuntabilitas dibandingkan perluasan kewenangan institusi.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah institusi penegak hukum yang profesional, transparan, dan mampu membangun kepercayaan publik. Bukan kewenangan yang semakin luas tanpa pengawasan yang kuat,” ujar salah seorang orator.

Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian. Setelah ketegangan mereda, mahasiswa melanjutkan penyampaian tuntutan secara bergantian melalui mimbar bebas.

Hingga berita ini ditulis, pihak Polresta Bogor Kota belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tindakan represif yang disampaikan massa maupun insiden saling dorong yang terjadi selama demonstrasi berlangsung.

Retribusi Parkir Bocor, Bapenda Dorong Digitalisasi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mendorong pembenahan tata kelola retribusi parkir tepi jalan (on street) guna mengoptimalkan pendapatan daerah dan meminimalisasi potensi kebocoran.

Kepala Bapenda Kota Bogor, Abdul Wahid, mengungkapkan bahwa hasil pertemuan antara Bapenda dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menunjukkan sistem pembayaran retribusi parkir tepi jalan saat ini masih dilakukan secara manual.

“Pembayaran masih dilakukan dari juru parkir kepada koordinator, kemudian disetorkan ke Dishub. Sistem seperti ini masih mengandalkan setoran manual dan belum berbasis digital,” ujar Abdul Wahid kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, pola pembayaran dari tangan ke tangan berpotensi menimbulkan penyimpangan karena tidak seluruh transaksi dapat terpantau secara langsung. Selama ini, besaran setoran yang dibebankan kepada juru parkir juga tidak selalu mencerminkan potensi riil di lapangan.

“Yang menjadi persoalan, target setoran lebih banyak berdasarkan kesepakatan atau ketentuan tertentu, bukan berdasarkan potensi sebenarnya. Karena itu kami melihat masih ada ruang kebocoran yang cukup besar,” katanya.

Sebagai langkah perbaikan, Bapenda bersama Dishub tengah merumuskan sistem digitalisasi pembayaran retribusi parkir. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pembayaran langsung oleh juru parkir ke rekening Bank BJB tanpa melalui perantara.

“Kami ingin mengubah pola pembayaran menjadi digital. Juru parkir nantinya bisa langsung menyetorkan ke bank sehingga tidak ada lagi transaksi dari tangan ke tangan. Ini akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas,” jelas Wahid.

Ia juga mengungkapkan bahwa mulai tahun 2027 Pemerintah Kota Bogor berencana tidak lagi mencetak karcis parkir sebagai instrumen utama penghitungan retribusi.

“Selama ini karcis menjadi salah satu patokan. Padahal sistem tersebut juga memiliki risiko penyimpangan. Ke depan kami ingin beralih ke sistem yang lebih modern dan terukur,” ujarnya.

Untuk memperoleh gambaran potensi pendapatan yang lebih akurat, Bapenda dan Dishub juga akan melakukan uji petik di sejumlah lokasi parkir. Hasil uji petik tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan target retribusi yang lebih realistis.

“Penentuan target ke depan akan didasarkan pada hasil uji petik yang dilakukan bersama antara Bapenda dan Dishub. Dengan begitu target yang ditetapkan bisa lebih mendekati kondisi riil di lapangan,” kata Wahid.

Saat ini, terdapat sekitar 106 zona parkir tepi jalan yang menjadi objek pengelolaan retribusi. Namun karena karakteristik parkir on street berbeda dengan parkir khusus, penerapan teknologi seperti sistem palang otomatis belum memungkinkan dilakukan secara menyeluruh.

Meski demikian, Pemkot Bogor tetap membuka peluang untuk melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan maupun pengawasan parkir di masa mendatang.

“Kerja sama dengan pihak ketiga masih dalam tahap kajian. Ini menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan agar pengelolaan parkir lebih efektif dan potensi pendapatan daerah bisa lebih optimal,” tuturnya.

Selain sektor parkir tepi jalan, Bapenda juga mendorong digitalisasi pengelolaan retribusi pada fasilitas milik pemerintah daerah lainnya, termasuk kawasan olahraga dan kolam renang yang dikelola pemerintah.

“Prinsipnya sama, kami ingin seluruh sistem retribusi bertransformasi ke digital dan tidak lagi bergantung pada karcis sebagai alat utama penghitungan pendapatan,” pungkas Abdul Wahid.

** Fredy Kristianto