34.9 C
Bogor
Sunday, November 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 5

Menteri Pariwisata Resmikan EIGER Nature

0

Megamendung | Jurnal Bogor
EIGER meresmikan EIGER Nature di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai destinasi ekowisata yang memadukan petualangan, edukasi, dan pelestarian
alam. Mengusung tema “Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia. Eiger Nature hadir untuk mempererat hubungan antara alam budaya, dan manusia.

Peresmian Eiger Nature turut dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz, Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Founder & Chairman EIGER Group, Ronny Lukito, menyampaikan bahwa pengembangan Eiger Nature merupakan bagian dari upaya EIGER untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia.

“Selama hampir empat dekade, alam Indonesia telah memberikan begitu banyak inspirasi bagi perjalanan EIGER. Melalui EIGER Nature, kami ingin belajar memberikan kembali, dengan menjaga alam, merawat kehidupan, dan mengajak lebih banyak orang untuk menghargai kekayaan yang kita miliki. Sebab, warisan terbaik bukan hanya tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi alam yang tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujar Ronny.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, mengapresiasi dedikasi tim EIGER Nature selama kurang lebih lima tahun dalam membangun dan mengembangkan destinasi ini. Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan, keselamatan wisatawan, dan pelestarian alam.

“Saya berharap Eiger Nature dapat terus menghadirkan pengalaman wisata alam yang berkualitas, aman, dan bertanggung jawab, dengan mengintegrasikan kegiatan petualangan, edukasi lingkungan, konservasi, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Widiyanti.

Ia menambahkan bahwa investasi pariwisata berkualitas tidak hanya diukur dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari manfaat ekonomi bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Eiger Nature diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing wisata alam Indonesia.

Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, menegaskan bahwa alam merupakan aset utama yang menjadi fondasi pengembangan Eiger Nature. Karena itu, destinasi ini tidak hanya mengajak pengunjung menikmati keindahan alam, tetapi juga membangun kepedulian untuk menjaganya.

“Aset utama Eiger Nature adalah alamnya. Kami berharap setiap pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga mengenalnya, jatuh cinta kepadanya, dan pada akhirnya ikut merawatnya. Kami juga berharap apa yang kami bangun di Megamendung ini dapat menjadi berkat bagi alam, budaya, dan manusia yang hidup di atasnya,” ujar Imanuel.

Eiger Nature akan mulai membuka kunjungan bagi publik secara bertahap pada 2 November 2026. EIGER Nature berharap kehadirannya dapat menghadirkan pengalaman petualangan bermakna sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam, budaya, dan Indonesia.

(Dadang Supriatna)

Kabupaten Bogor Amankan 1 Emas dan 1 Perak di Invitasi Olahraga Tradisional SD se-Jabar

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kontingen Kabupaten Bogor berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perak dalam Invitasi Olahraga Tradisional (Ortrad) antarsiswa Sekolah Dasar (SD) tingkat Jawa Barat 2026 yang dipusatkan di Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, pada 27–28 Oktober 2026.

Ajang yang diikuti kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat tersebut berlangsung meriah.

Para peserta berkompetisi dalam lima cabang olahraga tradisional, yakni dagongan, egrang, tarompah panjang, sumpitan, dan hadang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor sekaligus Ketua Kontingen, Asnan AP, mengapresiasi seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, invitasi olahraga tradisional tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga sarana melestarikan permainan tradisional sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong kepada generasi muda.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen yang telah berpartisipasi dan menjaga suasana kompetisi tetap kondusif hingga kegiatan berakhir.

“Alhamdulillah, penyelenggaraan Invitasi Olahraga Tradisional tingkat Jawa Barat ini berjalan dengan baik. Terima kasih kepada seluruh kontingen yang telah berpartisipasi dan menunjukkan semangat sportivitas selama pertandingan,” ujar Asnan AP, Rabu (28/10/2026).

Asnan berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk kembali mengenalkan olahraga tradisional kepada anak-anak di tengah perkembangan olahraga modern.

Selain itu, ajang ini diharapkan mampu mendorong sekolah dan pemerintah daerah untuk terus mengembangkan permainan tradisional sebagai bagian dari pembinaan olahraga sejak usia dini.

Sementara itu, Sekretaris Kontingen, Elwi Sulsitiyanto, turut mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari Pemprov Jabar, panitia, perangkat pertandingan, pendamping, hingga para peserta.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan banyak pihak.

Ia berharap pengalaman bertanding di Gelora Pakansari dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga.

“Terima kasih kepada seluruh kontingen dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga olahraga tradisional semakin diminati anak-anak dan terus dilestarikan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, sambung Elwi, diharapkan olahraga tradisional semakin dikenal dan diminati generasi muda.

Selain menjadi sarana kompetisi, permainan tradisional juga memiliki nilai edukasi yang dapat membentuk karakter, melatih kerja sama tim, serta mempererat persahabatan antarpelajar dari berbagai daerah.

Adapun hasil lengkap Invitasi Olahraga Tradisional SD se-Jawa Barat 2026, yakni cabang dagongan menempatkan Kabupaten Karawang sebagai juara pertama, Kabupaten Bandung juara kedua, dan Kabupaten Ciamis juara ketiga.

Pada cabang egrang, juara pertama diraih Kabupaten Majalengka, juara kedua Kabupaten Purwakarta, dan juara ketiga Kabupaten Karawang.

Cabang tarompah panjang dimenangkan Kabupaten Ciamis, disusul Kabupaten Pangandaran sebagai juara kedua dan Kabupaten Majalengka sebagai juara ketiga.

Sementara itu, pada cabang sumpitan, Kota Bogor meraih juara pertama, Kabupaten Bogor juara kedua, dan Kabupaten Ciamis juara ketiga.

Adapun pada cabang hadang, Kabupaten Bogor keluar sebagai juara pertama, Kabupaten Karawang juara kedua, dan Kota Bogor juara ketiga. (*)

Diduga Keracunan  MBG, 417 Siswa di Dramaga Dirawat di Rumah Sakit

0

‎‎Dramaga l Jurnal Bogor
‎‎Sebanyak 417 siswa yang berasal dari sekolah SMPN 1 dan 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami gangguan kesehatan setelah diduga mengkonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (27/10/2026).‎

‎Ratusan siswa diduga mengalami keracunan setelah santap MBG hingga mengeluhkan sakit dengan  kondisi yang berbeda-beda.‎

Data sementara menyebutkan, sebagian siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sementara lainnya masih menjalani perawatan medis.‎

‎Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, mengatakan pemerintah daerah bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai banyaknya siswa yang mengalami gangguan kesehatan.‎

‎Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis secara optimal.‎

‎“Sebagian sudah dipulangkan ke rumah setelah dinyatakan membaik oleh tim medis. Sebagian masih dirawat di Puskesmas Dramaga, dan beberapa siswa lainnya dirujuk ke RSUD Leuwiliang serta Rumah Sakit Medika untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Jaro Ade.‎

‎Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus memantau kondisi para siswa hingga seluruhnya pulih. Pemerintah juga berupaya memastikan tidak ada korban yang luput dari penanganan.‎

‎“Data sementara siswa yang mengalami sakit di SMPN 1 Dramaga dan SMPN 2 Dramaga totalnya ada 417 anak. Prinsipnya, pemerintah daerah hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak kita. Jangan sampai ada yang sakit di rumah tanpa diketahui, apalagi orang tuanya sedang bekerja,” tegasnya.‎

‎Terkait penyebab kejadian tersebut, dugaan sementara mengarah pada makanan yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.‎

‎Sampel makanan telah diambil untuk menjalani pengujian laboratorium. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengetahui kemungkinan adanya masalah pada bahan baku, bumbu, maupun proses pengolahan makanan.‎

‎Jaro Ade menilai program MBG merupakan upaya positif untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan.‎

‎“Program pemenuhan gizi ini adalah program yang mulia. Namun, tata kelolanya harus terus kita perbaiki dan evaluasi. Kami meminta seluruh pengelola SPPG untuk mematuhi standar operasional dan rekomendasi yang telah disepakati dalam setiap penyajian makanan,” katanya.‎

‎Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG dengan berkoordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN).‎

‎Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di wilayah lain.‎

‎Pemkab Bogor juga menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan para siswa, termasuk menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.‎

‎“Semoga seluruh anak-anak kita segera pulih dan bisa kembali belajar seperti biasa. Perkembangan informasi mengenai hasil uji laboratorium dan pembaruan data korban akan terus kami sampaikan secara berkala,” pungkas Jaro Ade.‎

‎Hingga berita ini disusun, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami 417 siswa tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

(Arip Ekon)

Bawa 8 Tuntutan, HMI Cabang Kota Bogor Gelar Aksi Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

0

Bogor | Jurnal Bogor
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor menggelar aksi demonstrasi di depan kawasan Istana Bogor pada Selasa (27/10/2026). Aksi yang berlangsung sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB tersebut membawa delapan tuntutan sebagai bentuk evaluasi terhadap dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mereka, mulai dari kerusakan lingkungan, ketimpangan ekonomi, harga kebutuhan pokok, hingga persoalan pendidikan, reforma agraria, dan penegakan hukum.

Melalui aksi ini, HMI Cabang Kota Bogor mendorong pemerintah untuk mengevaluasi berbagai kebijakan yang dinilai perlu dibenahi demi menjawab persoalan masyarakat.

Delapan Tuntutan HMI Cabang Kota Bogor
Tuntutan pertama berkaitan dengan persoalan lingkungan. HMI Cabang Kota Bogor mendesak pemerintah untuk menuntaskan penanganan dan pemulihan lingkungan, memberikan sanksi tegas kepada individu maupun korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran, serta menghapus regulasi yang dinilai melemahkan perlindungan ekosistem.

Kedua, massa aksi menuntut pembenahan kebijakan ekonomi guna mengatasi ketimpangan sosial di tengah masyarakat. Pemerintah juga didesak untuk mengambil langkah konkret dalam menurunkan harga bahan kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) agar beban ekonomi masyarakat dapat berkurang.

Pada sektor pendidikan, HMI Cabang Kota Bogor menuntut jaminan pendidikan gratis serta peningkatan kesejahteraan guru. Tuntutan ini menyoroti pentingnya akses pendidikan yang terjangkau sekaligus perhatian terhadap kondisi tenaga pendidik.

Selanjutnya, massa mendesak pemerintah untuk melakukan perombakan kabinet atau reshuffle sebagai bagian dari evaluasi kinerja pemerintahan. Tuntutan tersebut juga disertai desakan agar pemerintah segera mewujudkan reforma agraria dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak konflik agraria.

Dalam aspek penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan, HMI Cabang Kota Bogor menuntut penuntasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan pemerintahan. Massa aksi juga mendesak penegakan supremasi sipil serta penghapusan militerisme di ruang sipil.

Dorong Evaluasi Kebijakan Pemerintah
Delapan tuntutan tersebut mencakup berbagai sektor yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan dan ekonomi hingga pendidikan, agraria, serta demokrasi.

Moeltazam, Ketua umum HMI Cabang Kota Bogor. “Jadi tujuannya adalah untuk mengevalusi kinerja Prabowo Ghibran selama 2 tahun kebelakang ini, Kami melihat bahwasannya ada banyak sekali permasalahan yang ada dan belum sama sekali di bereskan.”

Aksi demonstrasi ini menjadi sarana bagi HMI Cabang Kota Bogor untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak pemerintah agar melakukan evaluasi terhadap kebijakan selama dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran.

Melalui tuntutan yang disampaikan, HMI Cabang Kota Bogor berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata dalam menjawab berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

Massa HMI Gelar Aksi di Depan Istana Bogor, Lalu Lintas Padat

0

Bogor | Jurnal Bogor
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Istana Bogor, pada Selasa (27/10/2026) menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Kehadiran massa aksi yang menyampaikan aspirasi berdampak pada kelancaran kendaraan yang melintas di sekitar lokasi.

Kepadatan lalu lintas terlihat di sekitar kawasan Istana Bogor, yang menjadi salah satu titik dengan aktivitas kendaraan cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintasi area aksi.

Aksi demonstrasi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah isu yang menjadi perhatian mereka. Massa HMI berkumpul di depan Istana Bogor untuk menyuarakan tuntutan melalui aksi unjuk rasa.

Situasi tersebut turut memengaruhi aktivitas pengguna jalan, khususnya pengendara yang melintasi kawasan sekitar Istana Bogor. Pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pengendara juga disarankan untuk mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan, terutama apabila aksi masih berlangsung dan kondisi lalu lintas belum kembali normal.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

Jabar Dorong Olahraga Tradisional untuk Alihkan Anak dari Ketergantungan Game Online

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk menguatkan kembali pembinaan karakter anak bangsa melalui pelestarian olahraga dan permainan tradisional.

Baca Berita Lokal

Kegiatan Invitasi Olahraga Tradisional jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Jawa Barat yang dipusatkan di Gelora Pakansari, Selasa (27/10/2026), diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, melainkan wadah untuk mengembalikan nilai-nilai warisan budaya non-benda yang kian terkikis.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Barat, Hery Antasari mengatakan, ajang ini telah direncanakan sejak lama dan akan dibuat secara berkala (seri).

“Tujuannya tidak semata-mata mencari kejuaraan, tetapi lebih kepada keinginan kita untuk mengembalikan nilai-nilai warisan budaya non-benda, pelestarian permainan dan olahraga tradisional yang mulai menghilang tergerus oleh digitalisasi, media sosial, dan game online,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa generasi muda saat ini banyak yang sudah tidak mengenal permainan tradisional.

Oleh karena itu, ajang ini dinilai sangat penting untuk pembangunan karakter sekaligus membentengi anak-anak dari dampak negatif arus digitalisasi.

Ke depannya, pihak penyelenggara berencana memperluas jangkauan kompetisi ini hingga level SMP dan SMA, serta mengagendakannya dua hingga tiga kali dalam setahun.

Pihak penyelenggara juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Bupati Bogor atas kesediaannya menjadi tuan rumah.

Cari Peta Wilayah

Pelaksanaan acara dinilai berjalan sangat baik dengan fasilitas tempat yang representative serta didukung oleh cuaca yang cerah.

Dari total daerah/kontingen yang diundang, sebanyak 19 daerah mengonfirmasi hadir dan berpartisipasi aktif, sementara 8 daerah lainnya absen yang disinyalir karena kendala kesiapan serta fokus pada agenda kejuaraan daerah lainnya seperti Porprov dan Popda. (*)

Cuma Rp10 Ribu Bisa Nongkrong dan Nugas! Semeja Dramaga Resmi Soft Opening, Jadi Spot Baru Favorit Mahasiswa

0

Dramaga | Jurnal Bogor – Kabar gembira bagi mahasiswa dan pelajar di kawasan Dramaga, Bogor! Semeja Dramaga resmi menggelar soft opening pada 15 Oktober 2026. Mengusung konsep tempat nongkrong yang nyaman dengan harga terjangkau, Semeja Dramaga hadir sebagai pilihan baru bagi anak muda yang ingin bersantai, mengerjakan tugas, maupun berkumpul bersama teman tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

Berlokasi di Jalan Raya Dramaga No. 42, RT 02/RW 01, Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat 16116, Semeja Dramaga menjadi cabang ketiga dari sebelumnya hadir di Cibinong sebagai cabang pertama dan Semeru sebagai cabang kedua.

Sesuai dengan slogan yang terpampang di bagian depan bangunan, “Nongkrong Lebih Worth It Cuma 10K”, pengunjung dapat menikmati suasana nongkrong dengan modal mulai dari Rp10.000. Harga yang ramah di kantong ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mahasiswa dan pelajar yang ingin mencari tempat nyaman untuk mengerjakan tugas tanpa khawatir menguras uang saku.

Dari segi fasilitas, Semeja Dramaga menyediakan beberapa pilihan area, mulai dari ruangan indoor ber-AC, semi outdoor, hingga outdoor. Pengunjung dapat memilih tempat sesuai kebutuhan, baik untuk belajar sendiri, berdiskusi bersama kelompok, maupun sekadar bersantai. Selain itu, tersedia fasilitas Wi-Fi dan banyak colokan listrik yang menunjang aktivitas belajar dan bekerja menggunakan laptop. Semeja Dramaga juga dilengkapi dengan mushola serta kamar mandi yang bersih demi memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Salah satu pengunjung, Ihsan Nurmansyah, menilai tempat ini cocok untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. “Tempatnya cocok buat nugas karena ada banyak colokan dan Wi-Fi, dan untuk menu makanan-nya juga murah – murah, cocok untuk pelajar,” ujarnya.

Kehadiran Semeja Dramaga diharapkan menjadi alternatif tempat produktif sekaligus tempat bersantai bagi anak muda di sekitar Dramaga. Dengan fasilitas yang memadai dan harga ramah di kantong, Semeja menawarkan pengalaman nongkrong yang nyaman, praktis, dan hemat.

(Najwa Putri Maulida/mg-uika)

Pasar Raya Leuwisadeng Lama Terbengkalai, Warga Ungkap Cerita di Balik Gedung yang Sepi

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Bangunan Pasar Raya Leuwisadeng yang berada di wilayah Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor hingga kini terlihat terbengkalai dan minim aktivitas. Bangunan yang sebelumnya diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat tersebut tampak sepi setelah lama tidak digunakan.

Pantauan di lokasi, sejumlah bagian bangunan masih berdiri kokoh, namun kondisi lingkungan di sekitar pasar terlihat kurang terawat. Rerumputan tumbuh di sejumlah area, sementara pintu-pintu bangunan dalam keadaan tertutup dan tidak terlihat aktivitas perdagangan seperti pasar pada umumnya.

Pasar Raya Leuwisadeng

Salah seorang warga sekitar, Ibu Lela, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, sejak pasar dibangun, bangunan tersebut tidak pernah benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Ini sudah lama tidak terpakai dari semenjak dibangunnya pasar ini sampai sekarang. Bahkan gedung ini cuma dipakai oleh tentara selama tujuh bulan. Setelah sudah dipakai, tidak ada lagi aktivitas,” ujar Ibu Lela.

Ia menuturkan, sempat ada aktivitas ketika bangunan tersebut digunakan oleh pihak tentara. Namun, setelah penggunaan selama kurang lebih tujuh bulan berakhir, gedung kembali kosong hingga saat ini.

Di balik kondisi pasar yang sepi, terdapat pula cerita yang berkembang di kalangan warga mengenai sejarah lokasi tersebut. Ibu Lela menyebut, sebelum bangunan pasar berdiri, kawasan itu disebut pernah menjadi area pemakaman.

“Memang gedung ini sebelumnya adalah bekas kuburan,” katanya.

Cerita tersebut kemudian turut menjadi bagian dari berbagai kisah yang berkembang mengenai bangunan pasar yang kini tidak beraktivitas. Ibu Lela bahkan mengaku beberapa kali mengalami pengalaman yang menurutnya berkaitan dengan keberadaan makhluk tak kasat mata di sekitar lokasi.

“Saya sendiri sering melihat yang seperti itu,” ungkapnya.

Menurut Ibu Lela, suasana bangunan yang sudah lama kosong semakin membuat lokasi tersebut terasa berbeda, terutama ketika kondisi sekitar mulai sepi. Namun, pengalaman mengenai keberadaan makhluk tak kasat mata tersebut merupakan kesaksian pribadi dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

Terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, persoalan utama yang kini terlihat adalah belum optimalnya pemanfaatan bangunan Pasar Raya Leuwisadeng. Warga berharap ada kejelasan mengenai masa depan bangunan tersebut sehingga tidak terus dibiarkan kosong.

Masyarakat berharap Pasar Raya Leuwisadeng dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Keberadaan bangunan yang cukup besar tersebut dinilai sayang apabila terus dibiarkan tanpa aktivitas, terlebih lokasinya berada di kawasan yang dilalui masyarakat setiap hari.

(Maulida Intan Susanti/mg-uika)

Jalan M.A. Salmun Kota Bogor Ditutup Permanen Mulai 26 Oktober 2026, Pembangunan Jembatan Lalu Lintas Segera Dilakukan

0

Bogor  | Jurnal Bogor
Jalan M.A. Salmun ditutup secara permanen mulai Senin, 26 Oktober 2026. Penutupan ini dilakukan seiring dengan rencana pembangunan jembatan lalu lintas di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya penataan dan pengembangan infrastruktur transportasi.

Penutupan Jalan M.A. Salmun mulai diberlakukan pada pukul 15.40 WIB pada Senin, 26 Oktober 2026. Dengan diberlakukannya penutupan permanen tersebut, masyarakat, khususnya pengguna jalan yang selama ini melintasi kawasan M.A. Salmun Kecamatan Bogor Tengah, diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Jalan M.A Salmun ditutup

Pengguna Jalan Diimbau Menyesuaikan Rute
Masyarakat yang hendak melintasi kawasan Jalan M.A. Salmun diharapkan menggunakan jalur alternatif sebelum melakukan perjalanan. Pengendara juga diminta untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti petunjuk petugas selama proses penutupan dan pembangunan berlangsung.

Penyesuaian rute sejak awal diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

Selain pengguna kendaraan pribadi, masyarakat yang melakukan kegiatan usaha maupun aktivitas sehari-hari di sekitar kawasan tersebut juga diharapkan memperhatikan perubahan akses yang berlaku.

Pembangunan Jembatan Menjadi Bagian dari Penataan Infrastruktur
Rencana pembangunan jembatan lalu lintas menjadi alasan utama penutupan permanen Jalan M.A. Salmun. Pembangunan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan infrastruktur transportasi dan meningkatkan konektivitas lalu lintas di kawasan tersebut.

“Kita melakukan penutupan penutupan sekitar angkatan kereta api, karena ini memang sudah disosialisasikan sebelumnya, sudah disepakati. Dan memang ini biar membantu kelancaran perlaksanaan pembangunan rencana JPO nanti,” kata Dheri Wiradirama, Camat Bogor Tengah.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi terbaru mengenai pelaksanaan proyek, termasuk jalur alternatif dan ketentuan akses di sekitar lokasi pembangunan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat menunjang kelancaran pergerakan kendaraan serta meningkatkan konektivitas lalu lintas di kawasan sekitar.

Dengan dimulainya penutupan permanen pada 26 Oktober 2026, koordinasi antara pelaksana pembangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Petugas lalu lintas, dan masyarakat menjadi penting agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

GEMIRA Soroti Boash Waterpark Rancabungur Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lengkap

0

Rancabungur | Jurnal Bogor
Gerakan Mahasiswa dan Rakyat (GEMIRA) menyoroti keberadaan Boash Waterpark yang berlokasi di Jalan Atang Senjaya, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. GEMIRA menduga tempat wisata tersebut beroperasi tanpa mengantongi kelengkapan perizinan yang dipersyaratkan.

Sorotan tersebut berkaitan dengan dugaan belum lengkapnya sejumlah dokumen perizinan, di antaranya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), serta perizinan usaha pariwisata atau Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

GEMIRA meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor untuk membuka informasi terkait status perizinan Boash Waterpark kepada publik.

Menurut GEMIRA, persoalan perizinan tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyangkut potensi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta aspek keselamatan masyarakat yang berkunjung ke lokasi wisata tersebut.

GEMIRA juga mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor mengambil tindakan tegas apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Boash Waterpark benar-benar beroperasi tanpa izin yang dipersyaratkan.

“Jika memang terbukti tidak memiliki kelengkapan izin, kami mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan, termasuk melakukan penyegelan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Koordinator Aksi GEMIRA, Muadz Ibnu Muttafaq.

GEMIRA memberikan waktu 3×24 jam kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Apabila dalam batas waktu tersebut tidak ada tindakan maupun kejelasan dari pemerintah daerah, GEMIRA menyatakan akan menggelar aksi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

GEMIRA berharap pemerintah daerah tidak mengabaikan persoalan tersebut dan segera melakukan pemeriksaan secara terbuka guna memastikan legalitas operasional serta keamanan Boash Waterpark bagi masyarakat.

(Arif Rizky Effendi/mg-uika)